Logika Manusia Terbatas Dalam Mengenal Diri Sendiri Cipta Panggraitaning Rahsa

Logika Manusia Terbatas Dalam Mengenal Diri Sendiri Cipta Panggraitaning Rahsa

oleh Bunda Lia dan Agung Pambudi  pada 08 Mei 2011 jam 17:37
Logika Manusia Terbatas Dalam Mengenal Diri Sendiri
Cipta Panggraitaning Rahsa
Manusia diciptakan dari segumpal darah, dan ditiupkan kepadanya ruh. Sehingga ia menjadi janin di rahim ibunya. Janin hidup dalam kandungan ibu selama 9 bulan 10 hari. Saat ia lahir di dunia diwarnai tawa gembira oleh segenap anggota keluarga, ayah, ibu, kakek, nenek dan lainya. Namun, ia sendiri justru menangis tersedu.
Kenapa mesti menangis? Seharusnya juga tertawa…!
Dalam logika dan pemahaman saya, seseorang akan menangis jika ia merasa sedih. Hingga muncul pertanyaan di benak saya, “Sedihkah si jabang bayi yang baru saja lahir..?”
Mangreh landeping mimising cipta, cipta panggraitaning rahsa. Haywa lena kaki, awit hamung pinda sak gebyaring thathit”
Agar memiliki ketajaman nalar (daya cipta/intelegensia otak), nalar harus bisa menangkap makna yang terbersit dalam nurani.
Jangan sampai lengah anakku, sebab proses untuk menangkap gerataran nurani hanya berlangsung secepat kilat.
Nurani milik siapapun pastilah setajam “sembilu”, jika dirasa tumpul, itu bukan berarti salah nuraninya, melainkan tugas nalar sebagai cipta panggraitaning rahsa telah mengalami kegagalan.
Mungkin tidak ada yang bisa menjawabnya, dan memang tidak tahu jawabannya secara pasti.
Bahkan, orang tidak akan peduli dengan pertanyaan ini, dan menganggapnya sebagai pertanyaan yang bodoh?
9 bulan 10 hari bukanlah waktu yang sebentar. Semua orang pernah mengalami kejadian ini.
Namun tak satupun diantara kita bisa menceritakan pengalaman ini. Bagaimana nikmatnya hidup dalam kandungan ibu.
Orang-orang penganut faham empirisme, selalu mengandalkan bukti-bukti yang nyata dalam penelusuran pengetahuan untuk mencari kebenaran. Namun teori dan tahapan berfikir empiris, terjungkal pada kasus di atas. Dengan pendekatan teori apapun, penganut faham empiris tidak akan mampu menjelaskan kasus ini : “Pengalaman hidup dalam kandungan ibu selama 9 bulan 10 hari”. Mereka hanya bisa menjelaskan proses pertumbuhan janin, dari indung telur yang dibuahi sampai ia lahir. Pada akhirnya, mereka hanya akan mengucapkan, “Ya… saya percaya, kalau saya pernah hidup dalam kandungan ibu”.
Namun tidak pernah bisa menjelaskan pengalaman itu secara rinci.
Jika kita berfikir lebih jauh, seharusnya akan ada proses yang mendahului kejadian ini (kehidupan dalam kandungan ibu). Alam di mana kita pernah tinggal, yaitu alam ruh. Tempat tinggal kita sebelum ruh kita ditiupkan pada janin, yang akhirnya saat ini menjadi raga yang kita miliki saat ini.
Jangankan alam ruh dan alam kandungan, kadang-kadang kejadian sebulan , kejadian kemaren sore pun kita tidak ingat. Apalagi pengetahuan untuk kejadian di masa mendatang.
Itulah kita, Manusia….  Yang katanya makhluk paling sempurna..!
Tugu manik ing samodra ; menggambarkan daya cipta yang terus menerus berporos hingga pelupuk mata. Daya cipta akal budi manusia jangkauannya umpama luasnya samodra namun konsentrasinya terfokus pada mata batin.
Marilah sama-sama kita renungkan…beberapa poros yang harus kita pahami dan kita mengerti….
 
 
 
 

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ met sore BundaLia, selamat menjalankan ibadah sholat maghrib,,,,
      08 Mei jam 17:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Matur nuwum kiriman tautanipun …
      08 Mei jam 17:52 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi gema azan berkumandang tuk wilayah batavia dan sekitarnya…
      08 Mei jam 17:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo slmt mlm bunda…smoga smangat sllu…salaaam.
      08 Mei jam 18:02 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sila Sadewa Nda ibadah sik to gini jd ingat ibuku dah tak keselatan tengok mantan rahim yg pernah jd singgasanaku 9 bln 10 hr tapi sptnya aku bandel keluar lbh awal kt mrk .
      08 Mei jam 18:11 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Benar adanya… Namun smua itu tidaklah harus di critakan smbarang tempat… Walaupun sseorang tau persis n ada yg brbeda dalam prjalanan kembali putih sbagai cahaya sang pencipta… N itupun rahasia masing2 (paningit)… Salam sang jiwa putih terkasih… Rahayu…3x
      08 Mei jam 18:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Dian Gaul ibu adalah KRAMAT bagi ku karena beliau lah ku bisa menghirup udara segar dunia.dan karena BELIAU lah aku dapat merasakan NIKMAT nya kehidupan di akhir ZAMAN kelak…amin..
      08 Mei jam 18:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam mas Mukhtar…
      08 Mei jam 18:40 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tukribo dawah sami mas… salam kasih selamat malam.
      08 Mei jam 18:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ariyo selamat malam mas….
      08 Mei jam 18:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Silaku…. hemmmm
      08 Mei jam 18:42 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang PangeranRahayu kang…
      08 Mei jam 18:43 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Dian salam kangen…
      08 Mei jam 18:43 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Agung….
      08 Mei jam 18:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra lahir,hidup,mati,lalu hidup setelah mati….demikian proses perjalanan hidup seseorang,mengapa kita lahir,mengapa kita mati,mengapa kita di hidupkan lagi setelah mati…….misteri yang penuh ke misteriaan bagi ku…….
      08 Mei jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan…
      08 Mei jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Dian Gaul terima kasiiih….
      08 Mei jam 18:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok gemuruh suara ombak di sekitar tempat tinggalku.
      08 Mei jam 18:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu…… Menurut irving yang dimaksud dengan logika ialah suatu studi sistematis mengenai metode dan dasar-dasar yang digunakan untuk memberi perbedaan antara pendapat yang benar dengan pendapat yang keliru. Logisian melakukan penelitian mengenai hubungan nyata yang terjadi antara premis dan konklus di dalam suatu argumentasi jalan dengan premis atau tercantum di dalam premis maka pendapat adalah benar.
      Bila suatu premis dianggap benar, tidak meragukan dan bersifat demonstratip sebagai dasar konklusi yang benar, pendapat demikian disebut logika deduktif. Logika deduktif erat kaitannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Asalamualaikum wrwb, Bundah Lia yg kinasih, sungguh dlm tulisan ini, baik makna maupun bhs jawanya, sy ingin mengikuti aja dan menyimak apa yg bisa dibahas mlm ini, maturnuwun
      sugeng dalu sedoyo kemawon !
      08 Mei jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
      Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
      -Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
      -Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      ‎-Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
      -Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

      Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
      -Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi sugeng sumunaring condro ing saklebeting qolbu..mugi sedoyo kadhang kinasih tansah pinaringan rahayu wilujeng..ing dalu meniko…diajeng ayu ..pun kakang nderek lelenggahan yo dhi..nyemak kanthi seksami…
      08 Mei jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sik,Den Ayu….ibuku loro nemen,pandongamu tak jaluk….aku medun sak wetoro…
      08 Mei jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia We kang … oyo kang tak doangak ake kang ….
      08 Mei jam 19:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kiut Chuubbiee selamat sore bunda lia aih itu foto gadis yah bunda ,cantik yah dan pinter lagi semoga bisa menjadi anak yang berbakti sama bunda dan bisa melindungi bunda yah,oh ya bunda terima kasih atas tag nya yah ^^
      08 Mei jam 19:44 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      kita akan memulai dari sini dulu kisah rahasia 40 Hari pada rahasia dan apa yang terjadi dengan janin selama “bertapa” 9 bulan berada di dalam goa garba (rahim) ibu. Pengalaman ini kiranya perlu saya sampaikan dengan harapan dapat diambil manfaatnya. Terutama bagi kita semua yang selalu membuka pikiran dan hati untuk menggali wawasan yang lebih luas lagi. Sejak terjadi pembuahan oleh sel sperma terhadap sel telur, sejak itu calon janin segera membutuhkan makanan yang diperolehnya melalui penyerapan sari makanan dari ibunya. Selanjutnya janin atau embrio yang berusia 40 hari sudah memiliki ruh atau sukma. Hal ini tentunya agar dapat dijadikan paugeran para dokter kandungan atau anak, serta siapapun bila ingin melakukan tindakan medis seyogyanya dapat menjadikannya bahan pertimbangan. Sebab bila sampai terjadi resiko kematian –apalagi bila dilakukan secara sengaja– sejak janin menginjak usia 40 hari, konsekuensinya sama halnya anda melakukan pembunuhan terhadap orang dewasa. Jika hal itu terjadi karena suatu halangan atau ketidaksengajaan, tentunya perlakuannya seperti halnya memperlakukan kematian seseorang pada usia dewasa atau tua. Dilakukan segenap upacara penyempurnaan arwah, memberikan nama, dan tidak lupa melaksanakan selamatan hingga 1000 hari akan jauh lebih baik.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 19:51 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Logika itu bukan segala-galanya, karena kita masih punya rasa… disana masih ada intuisi …. jadi antara logika, rasa dan intuisi harus saling sinkron/ bersambungan. Jadi satu dan yang lainya tidak ada yang lebih unggul. Kalau mengandalkan logika saja orang pasti kesasar/ akan mendapatkan hasil yang tidak semestinya… begitu juga dengan rasa dan intuisi, ketiganya harus seimbang. Intuisi adalah satu pikiran yang tiba2x datang tanpa melalui proses flashback yang didapatkan pengalaman batin masa lampau.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:00 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kiut Chuubbiee ada apa mas abdullah?
      08 Mei jam 20:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kita kembali lagi ke pokok masalah ….Lebih dari itu sejak usia 40 hari janin akan memerlukan suplai makanan pokok berupa sperma dari suami. Dalam ilmu pengetahuan Jawa kuno terdapat nasehat, “..orok iku kudu “disirami” supaya slamet kabeh sak jabang bayine. Dahulu sebelum saya pernah “menyaksikan” sendiri, saya belum mampu memahami apa arti dari kalimat pepeling di atas. Bahkan sebaliknya, dominasi rasio saya dengan serta merta menyangkal, dan menganggapnya sebagai kalimat sekedar bermakna basa-basi dan hanya gugon tuhon, ela-elu, dan tidak mempunyai dasar yang kuat. Nah, setelah pengalaman spiritual yang saya alami berlangsung, barulah mengerti apa maksud disirami. Ternyata tidak lain untuk membahasakan kegiatan hubungan suami istri sebagai bentuk memberi makan kepada si jabang bayi dalam kandungan ibu. Dalam kesadaran ini hubungan suami istri tidak saja sebagai pemenuhan nafkah batin atau psikhis maupun biologis, lebih dari itu sebagai tanggungjawab sang ayah memenuhi nafkah biologis (dan juga psikhis) bagi sang janin, yakni suplai makanan berupa air mani dari sang ayah. Mungkin bagi sebagian kita semua hal ini dianggap aneh dan mengada-ada. Namun apakah anda memiliki argumen untuk menyanggahnya ? Jika mengabaikan pun resikonya hanyalah seperti yang akan saya paparkan pada alinea di bawah.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi semoga di angkat segala penyakitnya kanjeng ibu ya kang dullah..amien
      08 Mei jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sumber Makanan
      1. Ibu; sumber makanan dari ibu berfungsi menopang pertumbuhan dan kesehatan janin atau embrio. Namun pertumbuhan embrio dan kualitas kesehatan masih tergantung pula pada kualitas suplai makanan untuk embrio. Kualitas suplai makanan dari ibu tentu saja sangat tergantung oleh kualitas makanan yang dikonsumsi ibunya. Maka sebaliknya semakin buruk kualitas makanan yang dikonsumsi ibu akan berpengaruh besar pada kesehatan dan pertumbuhan embrio. Jika suplai makanan ke embrio sangat terganggu misalnya karena si ibu sakit berat, resikonya dapat mengakibatkan kematian pada janin.Lihat Selengkapnya

    • Kiut Chuubbiee wualah ibu nya mas abdullah sakit yah,semoga beliau di berikan kesehatan oleh allah swt amiin^^
      08 Mei jam 20:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎2. Bapa : sumber makanan embrio selain dari ibu juga diperoleh suplai makanan dari ayahnya berupa sperma. Lantas apa akibatnya jika janin tidak mendapatkan suplai makanan dari ayahnya yang berupa air sperma. Tentu tidak beresiko terjadi kematian pada janin. Namun kita ketahui bahwa sperma memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, selain bermanfaat untuk kesehatan janin lebih dari itu berfungsi membangun kecerdasan otak. Jika kondisi bayi terdapat diagnosa kurang sehat, lemas, kecapaian, dsb embrio perlu protein tinggi untuk mengembalikan stamina. Dalam kondisi embrio demikian hendaknya justru suami-istri melakukan hubungan agar janin cepat pulih (recovery). Hal ini justru sering dihindari oleh pasangan jika mendapati janin kurang sehat sehingga memperbesar resiko keguguran atau kematian janin. Silahkan anda membuktikan sendiri. Dari keadaan di atas, saya bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa kasus-kasus hamil di luar nikah dan ditelantarkan oleh pihak laki-laki/pasangannya biasanya janin yang akan lahir dengan mengalami berbagai masalah seperti misalnya daya pikir rendah hingga cacat. Bisa jadi hal itu menimpa pasangan resmi, misalnya bagi yang mempunyai kendala teknis untuk berkumpul dan melakukan hubungan suami-istri selama masa kehamilannya. Bisa disebabkan oleh perpisahan jarak yang cukup jauh, intensitas bertemu atau berhubungan suami istri yang jarang terjadi, atau ketakutan melakukan hubungan disebabkan masalah kesehatan atau kurangnya informasi tentang pendidikan dan informasi kesehatan janin. Resiko tersebut dapat terjadi dari kasus yang paling ringan hingga paling berat seperti berikut :
      - Kebodohan / lemah daya pikir
      - Kenakal dan disorder
      - Sakit-sakitan
      - Cacat fisik
      - Cacat mental
      - Kematian setelah kelahiran janin
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Hal itu masih berkaitan erat dengan kondisi mental kejiwaan dari sang ibu selama hamil. Jika mengalami tekanan batin terus menerus secara mendalam selama masa kehamilan, akan membuka resiko timbulnya masalah dan cacat pada bayi. Bagi para pembaca yang memiliki latar belakang ilmu medis terutama pendidikan dokter atau dokter spesialis anak, silahkan memberikan input dengan segenap argumen yang ada. Saya pribadi sangat terbuka kritikan, dan silahkan dibuktikan melalui penelitian ilmiah agar dapat terbukti kebenarannya. Bahwa bayi selama masa di dalam kandungan ibu akan mengkonsumsi sperma dari ayah/pasangan hidup si ibu….. Wewaler dan Pepeling Jawa……Kehamilan merupakan peristiwa sakral yang dialami oleh ibu, janin dan ayahnya. Kehamilan dianggap sebagai “laku” tapa brata, mengendalikan nafsu terutama yang bersumber dari indera mata, telinga, hidung, dan mulut. Pada saat menjalani kehamilan harus ada kekompakan antara suami dan istri. Pasangan harus menghindarkan diri dari percekcokan, tengkar mulut, bergunjing, menyakiti hati orang lain.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Herdiman Sastrosudirdjo
      bagi orang jawa pada khususnya…. kwalitas makanan ini lebih ditekankan dari cara perolehannya… halalkah atau haramkah? banyak bukti yg menunjukkan bahwa anak orang “kaya” yg cara perolehannya menyebabkan makanan mjd haram utk dikonsumsi keluarga hingga anaknya menjadi orang yg tidak jujur dan bahkan mjd benalu dlm masyarakat….. namun sebaliknya kwalitas makanan yg dikonsumsi oleh anak dari orang yg jujur… dan halal perolehannya… ia akan mjd orang sukses, cerdas dan dimudahkan oleh Allah jenjang kemajuan kesejahteraan lahir dan bathin…..Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Saat kehamilan merupakan “laku” prihatin yang berat terutama bagi istri dan juga suami. Seluruh organ tubuh si ibu semua turut menjalani prihatin, gentur laku. Betapa tidak, karena organ tubuh harus bekerja dua kali lipat untuk menopang kehidupan tubuhnya sendiri dan tubuh si jabang bayi. Jantung bekerja untuk memompa dua sirkulasi darah. Paru-paru digunakan untuk memompa udara agar tersebar ke dalam dua tubuh. Protein, vitamin, karbohidrat semuanya harus dibagi menjadi sumber hidup dua kehidupan. Kandungan kalsium ibu akan berkurang banyak (terutama jika mengandung bayi laki-laki), bahkan harus mengorbankan gigi-gigi dan tulang sang ibu untuk merelakannya menjadi keropos. Rambutpun menjadi kurang suplai makanan. Ibu harus rela berbagi kalsium atau zat kapur, pigmen, dan vitamin sehingga berakibat terjadinya kerontokan rambut yang parah. Enzim dan hormon ikut diperas untuk konsumsi si embrio sehingga sering menimbulkan guncangan emosi, stress dan depressi yang dialami ibu hamil maupun pasca melahirkan bayi. Di saat melahirkan, ibu masih harus berjuang meregang nyawa untuk mempertahankan kehidupan baru, yakni si jabang bayi sebagai generasi penerus kehidupan. Selama menempuh “laku prihatin” itu semua, si ibu tak boleh menggerutu, ngedumel, grenengan, sebagai pertanda ikhlas dan ketulusannya. Penderitaan dan keprihatinan yang mendalam yang dilalui dengan tulus akan mendatangkan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, merubah ucapannya menjadi idu geni. Apa yang dimohon dalam doa mudah terwujud (makbul). Apa yang dikatakannya mudah numusi (tijab).Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Sugeng dalu Bunda. dalu poro kadang kinasih nderek ngiyup nuwun….
      08 Mei jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Tugas suami adalah memberikan kasih sayang yang lebih, merawat, siap melayani 24 jam. Suami harus menciptakan suasana yang nyaman, tenteram dan aman agar diperoleh ketenangan lahir batin. Siang malam ibu bapa berdoa mohon keselamatan jiwa dan raga, untuk si jabang bayi, si ibu, dan keluarganya. Itulah sebabnya, jika wewaler dan pepeling tersebut apabila bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka sudah menjadi keadilan Tuhan jika masa-masa kehamilan akan disertai berkah dan anugrah agung untuk keluarga. Hanya saja, dibalik tijabnya perkataan (idu geni) ternyata berlaku untuk semua perkataan yang keluar dari mulut. Baik istri maupun suami harus eling dan waspada selalu menjaga tabiat, perbuatan dan ucapannya agar melakukan hal-hal yang sebaik-baiknya. Karena sifat idu geni berlaku untuk kalimat dan kata-kata yang baik maupun yang buruk. Jika yang keluar dari mulut selalu perkataan baik, jika terjadipun merupakan hal yang baik. Sebaliknya jika yang terucap dari mulut merupakan perkataan kotor, jorok dan buruk akan sangat berbahaya jika numusi untuk si jabang bayi dan diri sendiri. Maka terdapat larangan (ora ilok atau pamali) jika bertingkah dan mengatakan hal-hal yang sifatnya buruk, misalnya bergunjing, memaki, dan mencela orang lain, bahkan mencela serta menyakiti binatang pun tidak boleh dilakukan. Sampai-sampai saat istri hamil, si suami tidak boleh melakukan sendiri menyembelih ayam atau kambing sekalipun untuk suatu keperluan dan acara.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Eling waspada apalagi pada saat istri sedang hamil. Deskripsi di atas kiranya dapat dijadikan pepeling bagi yang masih ngugemi paugeran. Maka orang-orang apabila melakukan sesuatu yang kurang baik, walau secara tak sengaja atau terpaksa, sering sambil berkata,”…amit-amit jabang bayi…!” hal itu dimaksudkan sebagai sikap hati-hati dan selalu mewaspadai akan segala ucapan dan perbuatan kita yang kurang baik, jangan sampai mengalami akibat buruk gara-gara keteledoran kita kurang mampu mengendalikan nafsu.
      Untuk itu, dalam adat Sunda, Tana Toraja, Bali, Minang, Bugis, dst terdapat berbagai tradisi selamatan. Khususnya di Jawa terdapat berbagai selamatan selama ibu pada masa-masa hamil. Misalnya acara selamatan 4 bulan dengan membuat bancakan biasa dengan bumbu urap tidak pedas, kemudian mitoni atau selamatan 7 bulan (untuk yang hamil pertama) dan selamatan saat hamil anak yang ke tiga (medeking). Semua ditujukan sebagai upaya memohon keselamatan lahir dan batin kepada Tuhan, baik untuk keselamatan ibu serta si jabang bayi…..Catatan ini untuk kita semua di sini, dengan harapan bisa memberikan sedikit manfaat bagi anda atau istri anda yang sedang menjalani masa-masa kehamilan. Dengan harapan semoga diberikan kesehatan, keselamatan, ketentraman dan kebahagiaan lahir dan batin. Semoga buah hati kelak menjadi orang pinunjul, linuwih, hambeg paramarta lakutama, saget mikul dhuwur mendhem jero dumateng tiyang sepuh, lan migunani tumrap ing sesami. Salam kasugengan, rahayu, karaharjan, sentosa, widodo nir ing rubeda, kalis ing sambekala…. Aminnnn… mas Agung gantian toh.. panjenengan pakarnya he he he.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Monggo dilanjut mas Agung….
      08 Mei jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      Dek jamane sadurunge aku ono,bopo isih joko,ibu isih prawan,aku sejatine wis ono.

      AKU dumunung ono ing CIPTO,ROSO LAN KARSANE BAKAL BOPO LAN IBU,den arani SIR (…GRENJET).

      bareng bakal BOPO lan IBU wis kadunungan SIR sakteruse SIRE bopo lan …ibu nukulake BUDI.

      sakwise bopo la ibu nukulake budine aku banjur mapan ono ing JONOLOKANE BOPO+IBU WIS SACUMBONO(SARESMI) aku metu liwat kono.wujudku putih moyo-moyo asal soko campure cahyo abang ,kuning lan putih yoiku sing diarani MANI (SPERMA).MADI ,WADI,MANINGKEM,SUKSMO,ROSO,DAT KANG MOHO SUCI.

      TELU -TELUNE ATUNGGAL IKU SEJATINE YO INGSUN (URIP) langgeng tan keno pati yo DAT ing GUSTI KANG MOHO SUCI.arep yoso badan wadag ono ing sakjeroning guwo garbane ibu,kanggo omahku urip abadan wadag ono ing alam gumelar nindakake kuwajiban URIP pinongko utusane GUSTI KANG MOHO KUWOSO…Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      Aku ono kandutane ibu umur sakwulan ,anggonku yoso badan wadag,ibu banjur kandeg (ora bulanan,sak banjure ibu gawe pakurbanan,(slametan) bubur suro,sak…teruse angger tanggal 1 syuro kaum ibu podo ngaweruhi sarana pakurbanan bubur suro ujude bubur suro iku digawe soko bubur putih kang di tumppangi rajangan lombok abang lan rajangan dadar kuning iku mowo teges :kahananku,bakal badan wadagku kang telung warno,abang soko sari2ne geni,kuning soko sari2ne angin,putih soko sari2ne banyu,ing wektu iku bakal badan wadagku katambahan warno ireng soko sari2ne bumi liwat panggonan sing didahar ibu lan rumesep ing ari2 (wadahe pangan)….Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎1.BAYI UMUR 1.WULAN AKSORONE (DJO) disebut NUKAT GHAIB,banyune nurmani,segarane layar putih,gedhonge kumalah arane RIRIS TANGIS…
      08 Mei jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Lanjut Mas….
      08 Mei jam 20:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi iya sayang .hm hehe
      08 Mei jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi aku umur 2 wulan badan wadagku ujudte wis pating grendul,ibu banjur gawe jenang grendul/jenang sapar/kang yektine diarani SAPARAN. ..
      08 Mei jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎2.BAYI UMUR 2 WULAN AKSORONE (Y0)di sebut KOAT GHAIB, banyune nur buat,segarane rante arane KISMO DJATI…
      08 Mei jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Sakwise 3 wulan anggonku yoso badan wadag,badan wadagku wis wuujud cengkoronggan,yoiku . 1.sirah 2.gembung 3.tangan. 4.sikil 5..mripat 6.tutuk. 7.kuping 8.irung 9.wadi.yo wis katon.dene papan (kraton) telu ugo wis dadi kang disebut. 1.GIRI LOKA. 2.HENDRO LOKA. 3.JANALOKA. ibu banjjur slametan TELONAN kang artine KRATONKU TELUNG PANGGONAN WIS DADI yoiku kapernah DUWUR,TENGAH.LAN NGISOR.(UTEG,ATI,LAN WADI).
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam BundaLia dan semua sahabatku yang ada di Songgo Buwono, maaf, aku masih dalam perjalanan,,,,
      08 Mei jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Lanjut mas Agungku…
      08 Mei jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      ‎3.BAYI UMUR 3 WULAN AKSORONE (NYO) disebut RIDJALOLAH GHAIB,banyune NUR ROSO,segarane KUMOLAH , arane HYANG WIDHI.

      4.BAYI UMUR 4 WULAN AKSORONE (MO) disebut RIKMO DJATI.banyune NUR KUMORO DJATI,SEGORONE BINDARI SUCI ,ARANE SANG HYANG ADJI.

      5.BAYI UMUR 5 WULAN AKSORONE (GO) disebut DJO KUMOLO , banyune NUR KISMOYO, segarane IMOLOYO, arane SANG HYANG BRAHMO wujude SEDULUR 5(LIMO).

      6.BAYI UMUR 6 WULAN AKSORONE (BO) disebut ROSO HENDRO MOYO,banyune NUR CAHYO,segarane KUMORO DHANU, arane MANU MANINGKEM MANUNGGALE KAWULO LAN GUSTI WUJUDE ROSO 6 (NEM)PRAKORO.,,Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mukhtar ya mas ndak apa2….
      08 Mei jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Suwe2 dungkap 7 wulan aku yoso omah cagak papat lawang songo wis dadi,ugo komlit ubo rampene arupo. 1. balung 2.sungsum 3.otot 4.getih …5.daging 6.kulit 7.wulu.ibu banjur gawe tenger reno pitu.kang sabanjure diarani PITONAN (LINGKEPAN) artine alat-alate omahku pitung warno wis jangkep/keno diarani bumi lapis pitu cagak papat lawange songo…
      08 Mei jam 21:06 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎7.BAYI UMUR 7 WULAN AKSORONE (THO) disebut WARINGIN SUNGSANG banyune TALI ROSO,ROSO TALI,segarane segoro MADU NIRMOLO,arane HERU SETO DJINGGO MOYO DJATI. wujude KAWAH- ARI ARI.

      8.BAYI UMUR 8 WULAN AKSORONE (NGO) disebut MAYANG KUMORO SARI, banyune MANIK GITO,segarane CUPU PURBO MISESO arane DJONO LOKO DJATI,wujude KAKANG MBAREP ADINE WURAGIL….

      08 Mei jam 21:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alhamdulillah akhirnya ada juga tema baru yang perlu dipahami,dihayati dan dijalani matur nembah nuwun Mas Agung say…. kawruhipun dengan pitutur mengenai kejadian janin/jabang bayi yang lahir dengan kekurangan(cacat) fìsik/mental saya anggap semua itu memang sdh kodrat/takdir dari GUSTI INGKANG MURBEING DUMADI menyimak pembahasan diatas dan tergabung ungkapan/ ulasan mas Agung tersibaklah rahasia itu….
      08 Mei jam 21:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Aku umur 9 wulan .ibu gawe bubur procot apem lan gedang kang diarani PROCOTAN LAN MEGENGAN. procotan tegese: lahirku karepe ben gangsar procot ora ono alangan sawiji opo. megengan tegese: duk naliko aku arep lahir uwal soko ibu,tansah MEGENG NAPAS.sak teruse tangggal 1 poso slametan MEGENGAN,GEDANG APEM.
      08 Mei jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dalam lakon kehidupan ini, apa sih yang gak nyambung. Semua tersambung dalam getaran yang sama, soale semua adalah makhluk ciptaan Gusti Allah. Barangkali kalau dalam istilah asing mirip yang disebut “butterfly effect” ya.Untuk kasus di atas, perubahan sedikit dalam ucapan/perilaku/getaran hati/tindakan fisik yang menghasilkan efek yang luar biasa dan diluar penalaran….
      08 Mei jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎9.BAYI UMUR 9 WULAN AKSORONE (WI-WO) disebut HENDRO LOKO DJATI banyune NUR TIRTO MOYO,segarane TANPO TEPI arane SASTRO JENDRO YUNINGRAT WUJUDE SADAD TANPO SABDU.
      banjur bayi lahir BYAR PADHANG.DJAGAT GUMELAR WUJUDE LINTANG DJOHAR DUMADI INGSUN
      KANG SINEBUT ..AGUNG PAMBUDI…HEHEHE OE OE OE OE…OE
      08 Mei jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      URIP kang ono badan wadag iku dununge ono ing TELENGE ATI ,kang kuwoso murbo amiseso omahku (jagad cilik).sak banjure tanggal 1 syawal ibu kurban sego punar,sing di arani SYAWALAN.tegese:aku wis uwal soko guwo garba dadi utusane GUSTI nindakake wajib’e URIP ono ing alam gumelar. wiwit ono kadutane ibu nganti teko dino kelahiran mau,ugo isih duwe panguwoso jogo lan nylametake badan wadagku,semono ugo aku isih nguwasanii trimurti (GIRI LOKA,HENDRO LOKA,JANALOKA)..Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:18 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm…. Luar biasa… Selamat Malam… Salam Kasihku.
      08 Mei jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Agung bener say… semua ungkapan ulasan kita malam ini kalau kita mengingat nasehat orang tua… atau nenek/ kakek …….. Memang aneh, pecaya tidak percaya, tapi banyak dari warisan budaya kita dan petuah dari orang tua dulu itu mengandung kebenaran. Kadang-kadang orang bilang itu tahayul, tidak masuk akal, tapi kok banyak benarnya. Banyak kasus-kasus yang membuktikan bahwa pada masa kehamilan, terdapat ikatan batin yang kuat antara orangtua (ibu dan ayah) dengan janin yang di kandung. Salah satu contoh: kasus ngidam yang banyak dialami ibu pada saat kehamilan. Kadang ngidam juga dialami oleh Bapaknya. Hubungan batin atau kesadaran yang kuat antara orang-tua dan bayi yang dikandung, mengakibatkan segala fikiran, perkataan dan perbuatan dari orang-tua akan berdampak/pengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap si bayi.

      Inilah yang penting diwaspadai! Bagi yang percaya pada karma, tentunya akan mengerti bahwa setiap fikiran, perkataan, dan perbuatan yang negatif akan menciptakan karma negatif. Oleh karena itu, pada saat kehamilan, orang-tua harus selalu menjaga fikiran, perkataan dan perbuatannya tidak berdasarkan ego, dan banyak berdoa kepada Allah SWT untuk kesehatan, keselamatan, dan kebaikan sang bayi. Ini adalah salah satu contoh doa yang dianjurkan pada masa kehamilan:

      1. Allahuma faz walazima dama fi batini wasyihi anta syafin la syifa’a ila syifa’uka syifa’un la yughadiru saqama.
      2. Allahuma sawirhu fi batini suratan hasanatan wa tsabit qalbaha imanan bika wa birasulika.
      3. Allahuma akruhu min batini waqta wiladati sahlan wa tasliman.
      4. Allahuma jalhu sahihan kamilan wa’aqilan hadziqan `aliman `amilan.
      5. Allahuma tawil `umrahu wa sahih jasadahu wa hasin kuluquhu wa afsih lisanahu wa ahsin suratahu liqira `atilhaditsi wal qur’ani bibarakati muhammadin saw
      6. walhamdulillahi robil’alamin.
      Artinya :
      1. Ya Allah, jagalah anaku selama ada di dalam kandunganku dan sembuhkanlah dia, engkaulah adalah Dzat yg bisa menyembuhkan, tak ada obat kecuali obat-Mu yang tidak akan membawa penyakit.
      2. Ya Allah, bentukkanlah dia dalam kandunganku dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah iman hatinya pd-Mu dan utusan-Mu.
      3. Ya Allah, keluarkanlah dia dari kandunganku pada waktu aku melahirkannya dengan mudah dan selamat.
      4. Ya Allah, jadikanlah dia orang yang sehat sempurna, punya akal, cerdas, alim, mau mengamalkan ilmunya.
      5. Ya Allah, berikanlah dia umur panjang, badan sehat dan budi pekerti yang baik, guna untuk membaca hadist dan Al-quran dengan mendapat berkahnya Nabi Muhammad saw.
      6. Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Agung jabarkan tolong dijabarkan ketiga ini… agar kami paham dan tau… GIRI LOKA,HENDRO LOKA,JANALOKA… monggo.
      08 Mei jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      Bareng wis 5 dino utowo sepasar,panguwasaku kang ono GIRI LOKA di endih dene sadulurku papat limo pancer,kang kedadeyan soko cahyo patang prakoro,dewek’e nglungguhi ono ing KUPING,MRIPAT,IRUNG,LAN CANGKEM,anguwasani lawangan pitu(7)kang ono GIRILOKA.YOIKU BOLONGAN KUPING 2,MRIPAT2.IRUNG2.CANGKEM 1.LAN YEN ONO ING TOTO LAHIR DIARANI DINO PITU. dewek’e duwe pangroso 5 prakoro Diarani PONCO DRIYO.yoiku 1.pamireng 2.paningal 3.panggondo 4.pangucap 5.pamikir…ing toto lahir diarani PASARAN LIMO. sak banjur mlebu kumpul dadi siji ono ing kratone ROSO,ono ing HENDROLOKA,mapan ono sakjeroning ATI SANUBARI..Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kesadaran dalam falsafah hidup Jawa dimulai dari kesadaran rasio (akal budi atau cipta) yang ditopang oleh pilar utamanya yakni kesadaran batin meliputi; kesadaran jiwa atau sukma, dan kesadaran rahsa (rasa). Tidak hanya berhenti di situ, kesadaran rahsa masih harus dimanifestasikan dalam perbuatan konkrit untuk menjalani aktivitas hidup sehari-hari (karsa). Parameter keberhasilan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai makhluk ciptaan Tuhan (titahing Gusti), adalah bilamana berhasil melakukan harmonisasi dan sinergi antara perilaku manusia dengan kearifan alam semesta, antara jagad alit dengan jagad ageng, antara mikrokosmos dengan makrokosmos. Oleh sebab itu manusia Jawa (nusantara) selalu berusaha untuk menciptakan harmonisasi dan sinergisasi antara jagad alit (diri pribadi) atau microcosmos dengan jagad ageng (alam semesta) atau macrocosmos.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Desa mawa cara, negara mawa tata. Setiap desa memiliki tata cara atau tradisi dan kebudayaan yang berbeda-beda. Setiap negara memiliki aturan dan undang-undang yang berbeda-beda pula. Setiap tata cara, tradisi, budaya, undang-undang tentu akan dipengaruhi oleh pola interaksi antara masyarakat dengan alam sekitarnya…. lanjut mas Agungku….
      08 Mei jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi BARENG AKU UMUR 35 DINO IBU KURBAN SEGO TUMPENG LAN IWEL2 diarani SELAPANAN.tegese:panguwasaku kraton telu wis di selapi (diendih) karo sedulur papat limo pancer…
      08 Mei jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda.. Kang Mas Agung, Mas Arie, Abah Ali.. Lan sdoyo kdang knasih.. Wdaran engkang luar biasa Ibunda Kang Mas Agung, monggo kalajengaken..
      08 Mei jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      Bareng aku umur 105 dino ibu ugo kurban sego tumpeng lan iwel-iwel diarani TELUNG LAPAN,tegese: panguwasaku ono ing telu2ne atunggal yo iku (CIPTO,ROSO,KARSO) wis di kuwasani karo PONCODRIYO. yo wiwit dino iku aku wis ora duwe panguwoso babar pisan,wiwit soko kraton 3 tekan badan wadag lapis pitu(7) wis di aku kabeh dening sedulur papat limo pancer,kahananku banjur soyo ambles manjero.mapan ono ing TELENGE ATI SANUBARI,dene omahku di enggoni lan di kuwasani,di atur olan dijogo dewe deneng seduluur papat limo pancer. KOYO Mangkono kahananku ….aku tansah urip kablenggu dening sedulurku dewe,papanku rumit banget ,panguasaku mung kari kanggo nguripi badan wadag,tujuanku urip kanggo memayu hyuning bawono ilang babar pisan ..kamongko ing tembe ..aku kudu nanggung jawab ake dewe marang GUSTI KANG MOHO KUWOSO…Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam Mamaku tercinta,,,,salam kangenku selalu ,,,,,
      08 Mei jam 21:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam Om abdulllah,,,mas agung,,,,mas arie,,,mas jeans,,,salam kasihku
      08 Mei jam 21:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Urip ing ngalam dunya, ora liya mung pinangka kanggo netepi titahing Gusti….
      08 Mei jam 21:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Malam jg Gadisq.. Gmana kbrmu hr ini..
      08 Mei jam 21:51 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Kbarku baik mas jeans
      08 Mei jam 21:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Akhirat Selo
      mengungkap semua itu benar kang mas dan mbak yu untuk mengetahui alam kandung sebenarnya itu alam ruh karena dimana allah meletakan ruh pertama yg fitroh/suci dijanin tanpa ternoda dgn 4 perkara, setelah bayi lahir inilah wujud yg sebenarnya wujud dari fitro atau kesucian dan kalau panjenengan mau amati betul bayi ini, mengapa menangis dan bgm dgn kedua orang tuanya saat bayi menangis,dan bgmnkah dgn alam yg dikandungan maaf kang dan mbayu hpne gak muat Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Panggraitaning Rahsa – Beninging ati atau kejernihan kalbu. Antara suara hati dan nalar manusia selalu terjadi dialog, tarik menarik, bahkan masing-masing saling “berperang” untuk berebut pengaruh dan otoritas. Jika kekuatan keduanya berimbang gejalanya dapat kita rasakan pada saat terjadi kebimbangan dan keragu-raguan. Atau sikap ambigu, dan dualisme. Sementara itu, jika nalar memenangkan jadilah pribadi yang hanya mengandalkan kemampuan rasio semata. Sehingga bagi dirinya banyak sekali hal-hal di luar nalar yang dengan segera ia tepis sebagai sesuatu yang tidak ada, omong kosong atau ngoyoworo. Hal-hal gaib dianggap sebagai sesuatu yang non-sense, dan di luar logika. Maka gaib pun dianggap omong kosong. Menurut saya pribadi, gaib pun ternyata sangat logis dan masuk akal. Jika ada hal gaib yang dianggap tidak masuk akal, ada dua kemungkinan yakni, pertama; benar-benar dongeng atau mitologi yang digaib-gaibkan. Kemungkinan kedua, nalar kita belum cukup menerima informasi akan rumus-rumus yang ada dan berlaku di dimensi gaib. Sementara itu beninging ati atau weninging tyas, akan tercipta manakala dialog, tarik-menarik, dan peperangan antara suara hati nurani dengan nalar berhenti sejenak. Saat itulah hati kita menjadi jernih, karena saat itu hati menjadi bebas merdeka dari segala bentuk “penjajahan” nalar yang seringkali terkooptasi oleh kepentingan pribadi, persepsi atau penilaian diri terhadap suatu obyek, serta ilusi dan imajinasi.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      Jawaban pertanyaan dari diajeng ayu diatas…. TRILOKO KAPILAH DADI 3 PRAKORO
      ————————–——————-
      1.GURU LOKA :ono ing pikir.
      2. INDRO LOKA:ono ing ati/manah/poncodriyo.
      3.DJONO LOKO : ono ing syahwat(blegere ono ing zdakar.
      yen angkoro pinuju ono ing GURU LOKA (PIKIR)manungso kepingin DRAJAD-SEMAT-KRAMAT.
      yen angkoro pinuju ono ing INDRO LOKA/PONCO DRIYO.manungso kepingin MENANG DEWE,KUWAT DEWE UNGGUL DEWE.
      yen angkoro pinju ono ing DJONO LOKA yo iku SYAHWAT yen krodo ngidap- ngidapi jer triloka mau kasebut papan KEDHATONE GUSTI, yen ngantiyo JAGAD TETELU mau kabeh kaleker ing (dene) angkoro prasasat manungso urip iku ngingu DOSO MUKO lha yen mangkono kito kabeh banjur rugi ora biso nompo PEPADHANGING GUSTI yen mangkono mau tansah kito umbar mesti bakal dadi rubedaning ing NGAGESANG (URIP) yo koyo mangkono iku yen manungso LURU ILMU TANPO LAKU.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ribuan kilo jarak yang kau tempuh….lewati rintangan untuk aku,anakmu….ibuku sayang masih terus berjalan….walau tapak kaki penuh darah,penuh nanah….seperti udara kasih yang engkau berikan….dengan apa ku membalas,ibu….
      Ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu….sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu….lalu doa doa baluri sekujur tubuhku…..tak mampu ku membalas….ibu….ibu…

      Lagu/liryk by Iwan Fals

      08 Mei jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Sirnaning kekarepan atau sirnanya rahsaning karep. Atau lenyapnya semua maksud jahat, keburukan, dan tindakan hina-aniaya. Hal ini berkaitan dengan perilaku dan perbuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita menyakiti hati orang lain, baik sadar apalagi tanpa sadar. Jangan sampai mencelakai, merugikan, menyerobot hak orang lain. Untuk menuntun perilaku demikian diperlukan sebuah kesadaran kosmologis yakni sikap eling dan waspada.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      SAMPURNANING DUMADI
      ————————–——-
      manungso kudu weruh dununge TIRTO PAWITRO MAHENING SUCI.
      TIRTO = BANYU.
      PAWITRO = PANGURIPAN.
      MAHENING=WENING/BENING.
      SUCI =RESIK.
      iku dumunung ono ing DIRI PRIBADINE dewe dewe.carane kudu laku ono alam lakyono yo ALAM MATI SAK JERONING URIP ngungak menyang ALAM LOKANTORO/ALAM JATI/ALAM LANGGENG.
      LOKANTORO tegese wates/antoro. wates antarane ALAM ALUS lan ALAM KASAR. ing kono ono wewujudankoyo dene gumuk TAWON GOLEK JUMONO yo iku wewujudane sedulur kito kang aran,KAWAH -ARI ARI. golek jumono ,gatrane bakal manungso,ing kono bakal anyurupi dalan prapatan yo wewujudan 4 prakoro .yo cahyo 4 prakoro.
      cahyo abang iku jagade KANEPSON.
      cahyo kuning iku jagade KASENENGAN.
      cahyo putih iku jagade KASUCIAN/SUCI
      cahyo ireng iku jagade KAROSAN/KEKUATAN.
      MANUNGSO mbesuk yen bali ,tetep kudu milih SUCI dalan kang putih ,ing kono bakal biso sowan mring GUSTI KANG MOHO SUCI.

      .mugi krenteg e manah meniko tansah hambegawan cipto ning ..lan sedoyo ingkang kawedar wau tansah handadosaken pangenget khususipun ten diri pribadi kulo..lan panjenegan sami…nuwun..Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh salam hormatku Bunda Lia, juga kepada seluruh saudara2 tercinta-ku yang telah hadir lebih dulu … semoga Allah ridho kepada kita sekalian .. aku nyimak
      08 Mei jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      SULTAN MAAF HAL INI SEBENARNYA SUDAH PERNAH SAYA WEDAR NAMUN KALAU MEMANG DIBUTUHKAN SAYA TINGGAL COPPY PASTE DENGAN SENANG HATI… MAAF BELUM BISA BERANGKAT KE SANA KARENA SIBUK SEKALI DISINI..
      - Lereming pancadriya atau ketenangan panca indera. Ketenangan panca indera. Dalam spiritual Jawa dikenal sebagai BABAHAN HAWA SANGA atau babahan hawa (nafsumu), kosongna ! (bersihkanlah/kendalikanlah hawa nafsumu). Dapat pula diartikan 9 lubang pancaindera (2 lubang telinga, 2 lubang hidung, 2 lubang mata, 1 lubang kemaluan, 1 lubang silit/anus, dan 1 lubang mulut = 9 lobang) kesemuanya menjadi pintu masuk hawa nafsu hendaknya dikendalikan atau “dikosongkan”. Keberhasilan mengendalikan panca indera akan memperoleh ketenangan pancaindera. Sebaliknya, kegagalan lereming pancadriya seseorang akan tersiksa dalam kegelisahan panjang oleh karena gejolak nafsu syahwat (ngacengan/konakan/nafsuan), nafsu makan (mudah lapar, ngileran, ngelihan, kemaruk, rakus), nafsu tidur (ngantukan, moloran dst), dan banyaknya karep atau kemauan yang diinginkan (tidak pernah puas diri, sulit bersyukur), nafsu angkara (Penyakit Hati ; panasten, suka panas hatinya, mudah iri hati, drengki, serba pamrih, congkak, sombong, takabur, egois. Emosi yang Labil ; tersinggungan, mudah sedih, mudah marah, kagetan, gumunan), nafsu halus (suka gede ndase, gemar dipuji, pamrih pahala). Pola bekerjanya panca indra yang lebih dominan dalam merespon obyek kehidupan justru akan mengaburkan getaran atau bisikan nurani. Salah-salah, getaran nafsunya dianggap sebagai getaran nurani. Sementara itu lereming pancadira akan mengistirahatkan bekerjanya otak. Hal ini seperti halnya kita melakukan olah semedi atau meditasi.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Jatmikaning solah bawa atau perilaku lahir dan batin yang santun. Perilaku lahiriah (solah) merupakan refleksi dari perilaku batin (bawa). Jatmikaning solah bawa, merupakan wujud kekompakan perilaku yang melibatkan empat unsur yakni; hati, ucapan, pikiran dan perbuatan atau tindakan nyata. Berbekal dengan hati yang jernih akan mampu menuntun nalar kita supaya lebih cermat dalam menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Selanjutnya bermodalkan kecermatan nalar dapat mengendalikan keinginan, dan memilah memilih serta mempertimbangkan secara arif dan bijak terhadap sesuatu yang dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat. Solah dan bawa yang keluar dari nurani memiliki karisma besar sehingga dapat menselaraskan apa yang ada di sekelilingnya dengan apa yang diinginkan dan diharapkan. Dengan kata lain, jatmikaning solah bawa, menebarkan aura yang kuat, bagaikan medan magnet yang akan menyedot segala sesuatu yang senyawa dan sejenis. Kebaikan dan keburukan akan terkumpul dalam kumparan yang sejenis, terkonsentrasi dalam kelompoknya masing-masing. Maka kebaikan akan berbalas dengan kebaikan yang berlipat. Welas asih akan berbalas kasih sayang yang berlimpah ruah. Kejahatan akan berbalas kejahatan berlipat. Limpahan itu bagaikan suara yang bergema, terucap dengan volume 7, akan berbalik menjadi suara dengan volume 14. Sebagaimana pernah saya singgung dalam thread terdahulu dalam LAKSITA JATI. Begitulah rumus-rumus yang terjadi dalam hukum alam semesta. Pribadi yang menghayati jatmikaning solah bawa gerak-gerik, tingkah laku, watak wantun, sifat tabiatnya selalu enak dilihat dan membuat nyaman di hati (nuju prana). Pribadi yang pembawaan sifatnya selalu nuju prana bagai gayung bersambut, di mana-mana selalu menciptakan ketentraman, kenyamanan, kebahagiaan bagi ornag-orang di sekelilingnya. Selalu membuat enak di hati, kinaryo karyenak ing tyas sesama. Perilaku nuju prana menjadikan pribadi yang penuh aura positif. Jika wanita maka inner-beauty-nya akan memancar kuat dari dalam sanubari. Jika seorang pria perilakunya selalu anggawe reseping pancadriya. Barangkali hal ini ada kaitannya, mengapa seseorang dengan tingkat spiritual yang sudah mapan dan matang akan memancarkan daya tarik yang kuat, terlebih terhadap lawan jenis. Selanjutnya kita sebut sebagai goda. Resiko menjadi besar, apabila libidonya tidak tersalurkan dengan penuh tanggungjawab, baik tanggungjawab terhadap diri pribadi, keluarga, maupun tanggungjawab publik.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:08 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Ke empat poin di atas merupakan teknik yang harus dihayati dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Selain ke empat langkah di atas, ada pula tata cara yang lebih pragmatis berupa ketrampilan untuk mempertajam indentifikasi mata hati, sekaligus kemahiran membedakan apakah getaran yang dirasa merupakan bisikan nurani (tuhan) atau kah bisikan nafsu (“setan”). Di antaranya adalah olah semedi, meditasi, maladihening, atau mesu budi. Olah semedi dan meditasi, bertujuan untuk mencapai keadaan lereming pancadriya, sirnaning kekarepan, sarehing pangganda, dan beninging ati. Pencapaian ke empat keadaan diri tersebut pada gilirannya memicu ujung-ujung syaraf pancaindera menjadi lebih peka dalam mendeteksi segala sesuatu yang ada di sekitar diri kita, baik yang wadag maupun gaib. Kepekaan ini disebut sebagai sad-indra atau indera ke-enam (six sense). Dalam khasanah spiritual Jawa, berfungsinya sad-indra disebut juga rasa rumangsa, atau krasa nanging ora rumangsa. Kepekaan rasa mampu mendeteksi lebih awal namun tidak disadari oleh akal. Misalnya perkiraan anda sangat meyakinkan walau belum ada bukti apakah sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Setelah dibuktikan secara faktual dan ilmiah ternyata benar adanya, sesuai apa yang semula anda yakini. Nah, rasa yakin yang ternyata benar itu adalah rasa rumangsa. Bahkan terhadap hal-hal yang tidak tampak oleh mata pun dapat ditangkap singnal-signalnya melalui ujung syaraf perasa di seluruh permukaan tubuh. Diperkuat oleh pengendalian pusat (sentral) syaraf yakni otak (nalar), yang telah lebih peka pula karena sudah dapat membedakan yang NURANI dan yang bukan. Sehingga anda akan hafal betul dengan gejolak nurani anda sendiri. Hal itu membuat diri anda kadang-kadang mampu weruh sak durunge winarah. Anda tahu persis akan terjadi sesuatu peristiwa, sebelum suatu peristiwa itu terjadi. Tampaknya sulit sekali kita mencapai kebisaan seperti di atas. Tetapi setelah kita MAU membiasakan diri menghayati semua tata laku tersebut, semuanya dapat kita raih dengan mudahnya. Anda akan mampu dengan sendirinya melalui beberapa tahap neng, ning, nung, nang. Yakni jumeneng, wening, sinung, dan menang. Kemenangan hidup bilamana kita bisa menjadi manusia yang merdeka lahir dan batinnya. Kemenangan diperoleh setelah kita kesinungan. Supaya kesinungan, kita harus selalu wening. Agar supaya bisa wening kita musti mau untuk jumeneng. Kemenangan hidup menjadi jalan setapak untuk menggapai uninong aning unong.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:08 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Masalah sejarah Demak… Kanjeng Sunan Kali Jogo dan Silsilah akan saya wedar kapan2 dan kalau suruk kirim via pos saya minta maaf….
      08 Mei jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Baik saya lanjutkan karena ada pertanyaan dari luar…. masalah kita lanjutkan Ok…. Manusia Jawa memahami bahwa “bahasa” yang terdapat di dalam jagad gumelar ini merupakan “kitab suci” yang penuh dengan petunjuk bahasa / kehendak Tuhan, atau kodrat Tuhan. Sinergisme dan harmonisasi antara jagad alit dengan jagad ageng dipahami sebagai sikap tunduk dan taat manusia (manembah) kepada Sang Pencipta … Gusti Ingkang Akarya Jagad (Tuhan Pencipta Alam). Dalam upaya memahami lebijaksanaan alam/kebijaksanaan Tuhan yang tergelar di jagad raya ini antara lain lahirlah rangkaian nilai, yang menajdi pandangan atau filsafat hidup seperti misalnya Hasta Brata. Hasil dari mencermati bahasa alam, dan kehendak Tuhan yang terangkum dalam gerak-gerik fenomena alam, meretas ke dalam perangkat nilai yang kemudian diistilahkan sebagai filsafat hidup, nilai-nilai kebudayaan, tradisi, dan ritual yang banyak sekali mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang adiluhung. Bila manusia mampu menata perilaku hidupnya seperti halnya perilaku alam yang penuh kebijaksanaan ia akan menemukan rasa sejati dalam pengembaraan sukma. Secara konkrit dapat saya jelaskan bagaimana manusia melakukan sinergisme dan harmonisasi dengan alam semesta (jagad gumelar) misalnya.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi sinambi ngopi riyen njih diajeng……
      08 Mei jam 22:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ hmm bagus,,,
      08 Mei jam 22:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Alam tempat kita hidup ini, sungguh tak pernah mengeluh, selalu bersedia memberikan kebutuhan manusia untuk melangsungkan kehidupan. Maka konsep manusia mempercayai bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Hal ini menuntut konsistensi perbuatan kita hendaknya memiliki sikap welas asih, tepa selira, saling asah asih asuh, terhadap sesama manusia dan seluruh makhluk hidup tanpa pandang bulu atau pilih kasih. Manusia hendaknya memahami, menjaga, melindungi dan melestarikan tidak hanya kepada makhluk hidup namun termasuk benda tidak hidup di bumi ini yang meliputi sungai, lautan, gunung, daratan, dan hutan, dst.
      Sebaliknya sikap disharmoni dan a-sinergi, tampak pada sebagian manusia yang dengan dalih apapun ingin mencelakai orang lain, membunuh, memfitnah, menyakiti hati. Atau manusia memanfaatkan sumber daya alam secara liar, tidak terkendali, bahkan melakukan eksploitasi alam hingga menyebabkan kerusakan hutan, pencemaran air sungai dan laut, polusi udara. Semua itu merupakan sikap kontradiktori terhadap kodrat / hukum alam, atau kodrat Tuhan. Artinya perilaku manusia demikian menjadi tidak sinergis dan harmonis dengan alam semesta. Akibatnya adalah bencana alam, musibah kemanusiaan, wabah penyakit (endemi), paceklik, salah musim, siklus cuaca yang kacau, global warming.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:30 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Jika rasio anda mengetahui bahwa jagad raya ini sangat luas meliputi milyaran bintang, dan jumlah galaksi yang banyak, bahkan manusia belum menemukan sampai di mana batas tepi dari jagad raya ini, maka konsep manusia memahami bahwa Tuhan Mahabesar dan Mahaluas Tiada-batas. Dikiaskan sebagai gigiring punglu, atau samodra tanpa tepi. Maka konsekuensi dalam sikap perbuatan hendaknya kita berjiwa besar, toleran, tidak sempit akal, selalu membuka wawasan pikir yang seluas-luasnya. Sikap kita akan lebih arif dan bijak. Tidak suka melakukan prejudis, penilaian sepihak dan vonis subyektif. Tidak pula menghina dan melecehkan yang bodoh. Menghargai pendapat orang lain, serta tidak gengsi berguru kepada siapapun termasuk kepada orang yang dianggap bodoh sekalipun. Bersedia belajar melalui bahasa alam, mau mengambil hikmah dari perilaku positif seekor binatang, yang hina sekalipun. Semua itu berangkat dari kesadaran bahwa Tuhan telah menggelar bahasa dan tanda-tanda kekuasaan-Nya di setiap jengkal jagad raya ini tanpa kecuali.
      Sebaliknya, sikap perlawanan terhadap hukum alam atau kodrat Tuhan dapat berwujud sikap fanatisme atau anti-toleran, sikap golek menange dewe (cari menangnya sendiri), golek benere dewe (cari benernya sendiri), mbang cinde mbang siladan (pilih kasih), primordialisme agama, rasis, etnosentris. Sikap-sikap tersebut merupakan sikap kontra-sinergi, atau disharmoni antara microcosmos dengan macrocosmos. Hal ini akan mengurung kesadaran diri (self consciousness) stagnan pada kesadaran imitasi yang membuat diri tidak pernah beranjak belenggu kejahiliahan, yang tanpa pernah kita sadari bersemayam dalam otak, hati, dan batin kita. Orang-orang dalam kesadaran palsu akan cenderung merasa diri sebagai manusia paling suci, alim, soleh, solikhah dan memandang orang lain lebih rendah, kafirun, hina dan sesat.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Jika kita percaya bahwa Tuhan Mahapemurah, sebab dalam setiap detik kita dapat menyaksikan bahwa anugrah Tuhan sulit dihitung jumlahnya. Kesadaran konsep demikian hendaklah ditindaklanjuti dengan laku spiritual atau laku batin yang dimanifestasikan dalam perbuatan konkrit sehari-hari kepada sesama. Sebagai konsekuensinya kita menjadi orang yang murah hati. Tidak enggan melakukan tapa ngrame, gemar membantu dan menolong orang lain secara ikhlas tanpa pamrih. Kecuali hanya sebagai upaya menghayati konsep-konsep ketuhanan, atau netepi titahing Gusti (insan kamil). Giat bekerja dan giat beramal. Harta yang berlebih bukan untuk berfoya-foya dan tidak untuk mengumbar nafsu ragawi. Sebaliknya jika kita lebih banyak harta maka kita akan lebih leluasa dan memiliki kemampuan membantu pihak-pihak yang kekurangan dan membutuhkan. Jika kita banyak ilmu tidak segan dan pelit untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
      Perilaku disharmoni dan a-sinergi antara microcosmos dengan macrocosmos, bilamana manusia memiliki mental kere atau etos pengemis. Inginnya selalu diberi, dikasihani, dilindungi, pelit merkedit dst. Kurang memiliki kepekaan sosial, egois (keakuan), oportunis (mencari untungnya sendiri/golek butuhe dewe). Jika tidak ada imbalan mereka enggan menolong dan membantu sesama.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:46 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ hmm,,,
      08 Mei jam 22:46 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi hm….
      08 Mei jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ seringkali ‘ikhlas’ dalam menerima lebih berat ketimbang “ikhlas” dalam memberi,,,
      08 Mei jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Anda yakin Tuhan Maha Adil dan Bijaksana ? Sebagaimana tampak dalam hukum alam yang penuh keadilan dan keseimbangan. Dalam ilmu biologi Anda dapat mencermati “rantai makanan” yang jelas-jelas mengikuti rumus keseimbangan alam. Binatang di awal “mata rantai” jumlahnya semakin sedikit dan proses populasinya berjalan lamban, sedangkan hewan yang berada ujung mata rantai berkembang biak secara cepat dalam jumlah besar. Itulah “bahasa alam”, “bahasa” tentang keadilan dan kebijaksanaan, yang menginformasikan kepada manusia bahwa Tuhan Maha Adil. Konsekuensinya, manusia harus selalu berbuat adil dan bijaksana dalam “laku” atau perbuatan hidup sehari-hari kepada sesama manusia, makhluk hidup, dan alam semesta.
      Sikap sebaliknya, manusia lebih sering melawan kodrat alam. Manusia menutup mata dan telinga lalu dengan seenaknya berbuat melawanan hukum alam yang tertata, tertib, rapi, adil dan bijaksana. Manusia melakukan penebangan hutan secara liar hingga mengakibatkan pemanasan global, banjit dan terjadi abrasi pantai. Manusia melakukan ekploitasi kehidupan laut secara membabi buta sehingga terjadi ketidakseimbangan mata rantai hingga berakibat kepunahan berbagai jenis binatang. Manusia juga merombak sungai menjadi perumahan mewah, jalur hijau dan resapan air “ditanami” bangunan rumah hingga mengakibatkan banjir, tanggul jebol, tanah longsor, semua memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Apakah pola pikir anda masih menganggap bahwa semua itu sebagai “cobaan bagi orang-orang yang beriman” ?. Atau sebagai kehendak Ilahi ? Tidak ! Tuhan tidak sekejam itu, manusialah yang teramat lancang berani menganggap Tuhan sebagai obyek penderita. Lebih tepat dikatakan sebagai “ngunduh wohing pakarti”. Manusia mendapat bebendu atau hukuman atas penentangannya terhadap rumus-rumus alam, hukum alam, atau kodrat Tuhan.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi seluruh geliat alam yang terjadi menimpa kita adalah suatu hikmah pelajaran untuk diri kita…tuhan sedang mengajarkan kepada kita..apa arti hidup ini…..
      08 Mei jam 22:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kesadaran kita dalam memahami Tuhan Mahakuasa, adalah sikap penguasaan terhadap hawa nafsu negatif yang ada di dalam diri kita pribadi. Sikap mawas diri, mulat sarira, angon wayah, merupakan penjelmaan atas penghayatan yang sungguh-sungguh terhadap kesadaran bahwa Tuhan Mahakuasa.
      Sikap antagonisnya terjadi bilamana manusia selalu bernafsu ingin menguasai dan menindas orang lain secara tidak absah. Menaklukkan, menghancurkan, menundukkan dan menghegemoni pihak lain. Sikap megalomania, narsistis, takabur, golek menange dewe, menganggap orang lain tidak benar dan pantas dilenyapkan, merupakan bentuk negasi dari sikap penguasaan terhadap diri pribadi. Bahkan sikap paling ekstrim dan sangat berbahaya adalah bilamana manusia yang maha lemah mengklaim diri sebagai pembela Tuhan Yang Mahakuasa. Mengaku dirinya adalah Utusan Tuhan yang berhak membunuh orang lain yang dianggap secara sepihak menurut persepsi pribadi sebagai musuh Tuhan. Apakah mereka tidak menyadari apabila Tuhan memiliki musuh (yang berasal dari makhluk ciptaanNya sendiri) sangat terdengar aneh bila mengutus manusia berada di jalan jihad dengan membunuh musuh-musuhNya. Apakah Tuhan Mahalemah sehingga mengutus manusia membunuh manusia lainnya ? Bukankah kekuasaan Tuhan mampu membunuh milyaran manusia hanya kurang dari satu detik saja ?! Marilah kita camkan bersama…….Parameter Keihklasan……
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 22:58 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎- Berbuat baik dalam hal ini melakukan sinergisme dan harmonisasi dengan alam idealnya dilakukan secara tulus ikhlas tanpa pamrih. Kalimat tulus ikhlas tanpa pamrih sering menjadi rancu dan bias manakala kita ingin memahami apa yang seyogyanya menjadi motifasi dalam beramal atau berbuat baik. Kalimat tersebut memunculkan pertanyaan, “jika keikhlasan diartikan sebagai sikap tanpa pamrih, apakah ideal jika manusia berharap (pamrih) pahala dan syurga ? Bagi saya pribadi, berharap-harap pahala bukanlah tabiat buruk atau salah. Hanya saja, jika dilakukan oleh orang-orang yang mengaku telah berada dalam tataran kesadaran hakekat rasanya menjadi kurang pantas dan pencapaian spiritualnya diragukan. Sebab sebagai manusia dengan kesadaran hakekat akan memiliki perasaan “duwe rasa, ora duwe rasa duwe”. Bukankah Tuhan Sudah tiap detik selalu memberikan pahala anugrah, rahmat dan kenikmatan yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Mulai dari bisa bernafas, melihat, merasa, tidak kelaparan, tidak kekurangan air, rasa senang, memiliki properti dst. Bahkan tanpa pandang bulu anugrah dan kenikmatan itu tetap dirasakan oleh seorang koruptor, pencuri, penipu, pembohong, pembunuh. Bahkan dirasakan oleh seluruh umat manusia di bumi tidak tergantung dengan apa agamanya (primordial), apa suku bangsanya (rasis), dan apa kebudayaannya (etnosentris).Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 23:05 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ ,,, janganlah kamu semua membuat kerusakan di muka bumi,,,*BEGITU ALLAH SWT BERFIRMAN
      08 Mei jam 23:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kesadaran universal..
      08 Mei jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Begitu banyak rahmat dan berkah Tuhan kita rasakan tiap satu detik saja. Apakah manusia mampu berucap syukur satu kali dalam setiap detiknya ? Tidak ! Lantas tidak malukah kita jika masih saja berharap-arap pahala atau Upah dari Tuhan atas apa yang kita lakukan ? Kapan kita akan lebih banyak bersyukur ketimbang memohon-mohon. Kapan kita lebih sering “menelungkupkan telapak tangan” daripada “menengadahkan tangan” ?
      Keikhlasan sempurna dapat saya analogikan seperti kita sedang buang air besar. Walau kita melakukan sesuatu yang baik, memberikan materi yang banyak, namun kita tidak berharap imbalan dari seseorang maupun imbalan dari Tuhan, bahkan sesegeranya kita guyur dengan air agar tidak tercium bau dan tidak lagi kelihatan bentuk dan rupanya. Di sinilah hakekat tapa mendem (bertapa mengubur diri). Yang dikubur / hapus adalah segala amal kebaikan yang pernah kita lakukan kepada sesama dari ingatan kita. Jika kita berbuat baik kepada orang lain, tulislah di atas tanah agar segera terhapus dari ingatan kita. Jika kita membantu sesama, atau menolong orang lain, maka bertransaksilah kepada Tuhan, bukan bertransaksi kepada orang tersebut. Transaksi kepada Tuhan dalam batas kesadaran kita untuk menghayati konsep ketuhanan atau “netepi titahing Gusti”. Bukan untuk mengkoleksi “upah” pahala. Bersyukur Yang Egois… yo ora je…. ha ha ha sopo iki hayo ngaku wae…..
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 23:13 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Semeleh,nrimo ing pandum,nompo opo wae,nompo sopo wae kanti roso seneng,ora curiga,ora cemburu,ora drengki srei ora nesu….sopo yo sing oso hehehehe….
      08 Mei jam 23:15 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ ar-rohman: sang maha pengasih
      08 Mei jam 23:15 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Walah salah ketik hahahaha….iso kok oso hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:16 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali La wong urip ora modal,kabeh wis di cukupi la kok ngibadah ngarep arep ganjaran oalah….kata si Sodron….terlalu hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:19 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ning yo ono wong seneng kok mekso njaluk disenengi jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….kata Sodron….ora umum hahahaha….hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dalam upaya mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan, manusia sering melakukannya secara egoistis. Di mulutnya mengucapkan hamdalah atau puji Tuhan saja, atau kalimat-kalimat lainnya. Namun kalimat itu hanya sebatas mulut saja (lips service). Sedangkan hatinya, pikirannya, dan perbuatannya tidak menunjukkan adanya harmonisasi dan sinergisme dengan kalimat syukur yang keluar dari mulut. Kita musti selalu eling dan waspada, karena beginilah bentuk kemunafikan paling halus yang sering tidak disadari oleh manusia.
      Pencapaian kesadaran spiritualitas yang tinggi antara lain ditandai oleh rasa syukur yang tak pernah putus dalam setiap hela nafasnya. Dalam wilayah tasawuf merupakan bentuk zikir tanpa putus, sedangkan dalam tradisi SSJ dikenal sebagai sholat dhaim atau menembah kepada Tuhan dalam setiap hela nafasnya. Namun demikian rasa syukur tidak cukup hanya dilakukan sebatas ucapan mulut atau dalam batin saja. Lebih utama adalah mewujudkannya dalam bentuk perbuatan yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari. Dalam berinteraksi dengan sesama manusia, makhluk hidup dan alam semesta. Rasa sukur yang ideal melibatkan empat unsur dalam diri yakni; hati, ucapan, pikiran dan tindakan. Dan dilakukan secara sinkron serta kompak (tidak munafik) melibatkan keempat unsur tersebut. Ciptakan Medan Magnet…
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 23:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kang Baridin sayang….piye nek cintamu di tolak Sodron halah hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:22 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ ‘ikhlas’ menjadi “baranglangka atau cagarbudaya” yg perlu di lestarikan dan di lindungi oleh semua orang,,,
      08 Mei jam 23:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Akhirnya kita berdagang dengan Tuhan….
      08 Mei jam 23:23 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kang Baridin,jare Sodron….ikhlas kok barang langka yo salah oalah hahahaha…..la ujude ikhlas opo koyo rokok? Hahahaha….
      08 Mei jam 23:25 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kiut Chuubbiee mas abdullah apa kabar nya?
      @teruntuk semua selamat malam^^
      08 Mei jam 23:25 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ nek di tolak, aku pngn marek neng dukun beranak,,,*JWB BARIDIN ENTENG, glek gkgkgkgkgkgkgkkkk
      08 Mei jam 23:26 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Arie jare Sodron….la tuhan bakul opo to…?lanang opo wedok tuhan kuwi hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Rasa syukur serta ketulusan-keikhlasan idealnya didasari oleh kesadaran bahwa setiap detik kita telah berhutang ratusan anugrah dan nikmat Tuhan. Berbuat baik hendaknya didasari oleh kesadaran untuk mewujudkan rasa syukur tersebut ke dalam perbuatan konkrit. Perbuatan atau amal baik yang kita lakukan seumpama kita sedang membayar hutang. Bagaimana bisa kita membayar hutang namun mengharapkan imbalan ? Nah, walaupun laku perbuatan kita dilandasi sikap tanpa pamrih, alias tulus ikhlas, bukan berarti apa yang kita lakukan hanyalah sia-sia dan tidak ada efek positifnya. Perbuatan baik kita (ibadah) –yang berupa sembahyang dan amal perbuatan baik– ditujukan semata-mata sebagai “laku netepi titahing Gusti”. Artinya, sudah sewajarnya manusia hidup di bumi berbuat baik. Oleh karena itu tidak ada yang istimewa di dalamnya. Dan tanpa diminta/dimohon pun asalkan manusia mau berbuat baik dengan tulus, ibarat menciptakan pusaran magnet yang secara otomatis akan menebarkan “medan magnet” (kebaikan) kepada orang lain lalu mengundang “senyawa” (kebaikan) yang sama. Itulah rumus Tuhan atau kodrat alam. Secara otomatis rumus Tuhan akan berjalan dengan sendirinya, bahwa perbuatan baik akan memancarkan sekaligus mengundang segala kebaikan datang menghampiri diri kita. Sebaliknya perbuatan jahat akan mendatangkan keburukan pada diri kita. Kebaikan yang menghampiri berupa kemuliaan hidup (surga) di dunia maupun setelah kita “lahir” ke dalam kehidupan yang sejati dan abadi. Sebaliknya keburukan yang menghampiri berupa kehidupan yang hina dan aniaya (neraka). Jika kita mau mencermati “kitab sastra jendra” yang tergelar di jagad gumelar ini, bukankah sudah tampak rumus-rumus dengan jelas.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 23:27 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kiut….alhamdulillah aku baik baik saja,cuma ibuku sedang dikaruniai sakit….maklum sudah tua….mohon doamu,Kiut agar ibuku segera sehat kembali….
      08 Mei jam 23:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ oalaaaah jiaaaan iku salah ketik Mas Sodron, seng bener IKHLAS IKU LANGKABARANGE (karena bukan benda),,,heheheheee
      08 Mei jam 23:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi hm…..nyruput wedhang kopi..nggo….
      08 Mei jam 23:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh oooo …. kethek ogleng ….
      08 Mei jam 23:30 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kiut Chuubbiee mas abdullah sami pidoa nya yah,semoga beliau lekas sehat kembali yah mas^^
      08 Mei jam 23:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kang Baridin la kok ning dukun beranak…? Jare Sodron,dadi uwong ojo seneng nggege mongso yo…ora apik….hahahaha….hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:31 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Bagi yg tidak mempercayai konsep menitis, tumimbal lahir, mereka biasanya percaya bahwa takdir baik dan buruk itu pada Kehendak Tuhan semata. Padahal, menyatakan bahwa penderitaan yg menimpa seseorang itu sebagai Kehendak Tuhan, sebenarnya sama dengan menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam. Sama dengan menganggap Tuhan bertindak sewenang_wenang. Tuhan tidak berlaku zalim pada hamba_hamba_Nya. Sebenarnya Allah itu Maha Rahman dan Rahim. Juga Maha Pengampun. Apabila Allah tidak menutupi sebagian dari kesalahan manusia, niscaya beban atau balasan yg dipikul manusia terlalu berat. Salam Kasih.Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 23:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Bahwa tiap-tiap senyawa yang sama memiliki kekuatan untuk saling menyatu. Maka terdapatlah berbagai macam aliran, faham, kepentingan yang bersifat konstruktif maupun destruktif masing-masing menyatu dalam wadah kelompok atau golongan yang sama dan senyawa. Melingkupi yang wadag maupun yang gaib. Maka marilah kita bahu membahu menciptakan “medan magnet” yang mulia.
      Pantaskah Kita Memohon ?
      Di antara berbagai doa dan permohonan kepada Tuhan Yang mahakuasa, bila kita memohon agar memiliki kesadaran, kemampuan, kekuatan dan kemudahan dalam melakukan sinergisme dan harmonisasi dengan jagad raya seisinya, atau beramal kebaikan kepada seluruh makhluk sebagai upaya menghayati konsep ketuhanan atau “netepi titahing Gusti”, itulah permohonan yang menduduki ranking pertama paling pantas dan ideal dilakukan manusia kepada sang Pencipta. Permohonan-permohonan yang lain, menduduki ranking berikutnya.
      Titik Temu Rasio dan Spirit
      Untuk itu tugas manusia adalah mampu “nggayuh kawijcaksananing Gusti”. Mampu memahami apa yang menjadi kehendak alam atau kehendak Tuhan. Dengan berbagai cara yang ditempuh misalnya olah rasa atau olah batin, yakni mengolah kepekaan indera anda yang keenam. Lalu membuka wawasan pikir seluas-luasnya dengan mempelajari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Sebab ilmu pengetahuan akan menjadi tiang penyangga agama. Sebaliknya kesadaran spiritual akan menuntun ilmu pengetahuan bekerja sinergis dan harmonis dalam koridor hukum alam. Target utamanya adalah terbukanya kesadaran rahsa sejati yang menyempurnakan kesadaran rasio / akal-budi.
      Lihat Selengkapnya

      08 Mei jam 23:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pakpuh hahahaha….ogleng kuwi rak sing di enggo mbukak baut to,pitakone Sodron hahahaha….
      08 Mei jam 23:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Amiiin yra. *betul Maskiut,,,semoga demikian heheheheee
      08 Mei jam 23:33 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Demikian ulasan dan komen dari saya ada kurang lebihnya aku minta satu tronton maaf…. dari panjenengan semua….
      08 Mei jam 23:34 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kiut,terimakasih doanya….amin amin amin
      08 Mei jam 23:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ problem umum manusia adalah MEMUSUHI APA YG DIA TIDAK MENGERTI. Dari sinilah keruwetan itu bermula,,,
      08 Mei jam 23:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tonight if roomy this heart taste after i am speaking with existing sincere taste appropriate innermost my heart. For that what if (there are) any wrong i apologize at all of existing my brother here again forgives deficit and my limitedness. Ok I Love U Full.
      08 Mei jam 23:38 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Waduh bahasa londo hahahaha….mr abdullah radongblas hahahaha…..hahahaha…..hahahaha….
      08 Mei jam 23:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh gus Abdullah Ali, sing itung2 an karo gusti Allah .. yo mung kethek ogleng … sifat kewan sing sakjane dadi gawan bayi … aku ogleng yo benn … angger dudu kethek … HAHAHAHAHAHAHA …
      08 Mei jam 23:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ha ha ha ha opo kang Dullah….
      08 Mei jam 23:40 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ aku ra reti Bunda, opo artine iku? *TANYA KANG BARIDIN
      08 Mei jam 23:40 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kiut Chuubbiee alhamdulillah terima kasih atas wejangan yang bunda berikan,semoga membawa kebaikan untuk kita semua,mohon maaf bila ta baru bisa hadir kembali^^
      @mas abdullah sami sami saling doa mendoakan semoga ada kebaikan di dalam nya amiin^^
      @selamat malam juga teruntuk semua^^
      08 Mei jam 23:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Maskiut mau kemana to?
      08 Mei jam 23:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh gus ali langsung minggat yen ono boso londo … hahahahaha
      08 Mei jam 23:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Malam ini hati ini cukup lega dengan keikhlasanku yg sesuai dengan hatiku…. apa bila ada kurang dan lebihnya aku minta maaf pada saudara2ku semua yang sebesar2nya. Aku cinta kamu… full…..
      08 Mei jam 23:44 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Arie Irfan Berapa orang yg masih akan beragama dan menyembah Tuhan, jika tidak ada iming_iming sorga dan tidak ada intimidasi neraka? Jadi apa pun yg kita lakukan, selalu dengan pamrih, termasuk keberagamaan kita. Tidak dengan kesadaran. Jadi kita ini kayak berdagang dengan Tuhan… Hmmm….
      08 Mei jam 23:45 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Waduhhhh kok ada dunia perdagangan to mas Arie say… kemana kok baru muncul… mingguan ya mas…
      08 Mei jam 23:46 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh mas Arie Irfan, … good point
      08 Mei jam 23:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kiut Chuubbiee mas mukhtar mau istirahat tapi nanti aja ah he he,besok sudah mulai beraktifitas lagi mas,kopi nya mana mas mukhtar hee
      @bunda kurang nya belum ada minuman juice ini he he he
      08 Mei jam 23:48 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Den Ayu….oo kuwi to terjemahane….Sodron karo kukur kukur rambut hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Aku piket malam ne sekarang lagi dikantor….. Tadi sore leyeh2 kebablasan tidur…. Hehehe…
      08 Mei jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh hidup Ali Brother …. hahahahahaha
      08 Mei jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Pak Puh, Kang Dullah, Mas Mukhtar…. Salam Hormatku.
      08 Mei jam 23:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pakpuh,yes yes yes hahahaha….Sodron nyengir hahahaha….hahahaha….
      08 Mei jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Terima kasih banyak ea Pakpuh… Semoga Tuhan memberkahi kita semua… Salam Kasih Dan Hormatku.
      08 Mei jam 23:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Arie salam malam selamat bertugas…
      08 Mei jam 23:57 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ malam2 gini mau kemana Masarie?
      09 Mei jam 0:02 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Bareng Sodron teko kok malah do lungo to iki…?

      Yo wis….Sodron tak kone klekaran ning regol pendopo hehehehe….wis dadi nasibmu Drun Sodron hahahaha….sakno rek rek hahahaha….hahahaha….

      09 Mei jam 0:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ jeh ono Baridin neng pojo’an to Dron,,gkgkgkgkkkkk
      09 Mei jam 0:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ iki kopi masih ono po neng dapur Bunda, nek ijeh gowo rene neh to ben melek maneh, Pakdhe ojo di ke’i kopi yo gkgkgkgk
      09 Mei jam 0:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Jare Sodron,nyaopo ning pojoan wong wis di tolak cintamu hahahaha….glek.
      09 Mei jam 0:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ sopo sing nolak to Dron? gkgkgkgkgkgkkk
      09 Mei jam 0:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lo bukannya cinta kang Baridin pada Sodron sudah ditolak? Glek hahahaha….
      09 Mei jam 0:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas Mukhtar… Aku piket malam ne… Hehehe…
      09 Mei jam 0:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kreeeeekkkk….suworo lawang regol di tutup karo Sodron karo ngremimil dewe….wis wengi warunge tak tutup waelah ben do turu hehehehe….pun nggih….!!!
      09 Mei jam 0:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ yo ben, jeh okeh seng sejene to? glek gkgkgkgkgkkkk
      09 Mei jam 0:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ tok ! tok ! tok !
      09 Mei jam 0:55 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Wis turu….
      09 Mei jam 0:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ ning nong ! ning nong !
      09 Mei jam 1:08 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Kemumu di dalam semak,jatuh melayang selaranya,meski ilmu setinggi tegak,tidak sembahyang apa gunanya. Asam kandis asam gelugur,ketiga asam riang – riang menangis di pintu kubur teringat badan tidak sembahyang.
      09 Mei jam 7:40 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ucok….hehehehe….
      09 Mei jam 8:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Herdiman Sastrosudirdjo ono sing bener ono sing kepleset…….
      09 Mei jam 9:49 · Tidak SukaSuka · 2 orang

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Mei 15, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: