Kanjeng Gusti Ratu Kidul 1

Kanjeng Gusti Ratu Kidul Bag.1

Oleh. Bunda Lia 27 Peb.2012


www.songgobuwono.com
Percayakan segalanya pada Allah yang menciptakan manusia dan seluruh makhluk hidup, jangan pada yg lain…. Hati, pikiran, prilaku, semua harus ditata. Bersahabatlah dengan alam, berbagilah waktu dengan alam. Jagalah alam ini layaknya kamu menjaga raga dan keluarga…. Buang jauh2 sifat ke-aku-an. Tuntutlah ilmu padi…. Janganlah berburu pusaka, akik, harta karun dll di tempat2 kramat, tidak ada gunanya jadikanlah dirimu pusaka. Jadikanlah otakmu berlian dan hatimu emas….. Itu lebih berguna. Mengajilah pada Al Quran yang ada didalam dirimu, bukan Al Quran orang lain. Bersembunyilah di tempat yang terang… Yakinlah pada diri sendiri…. Hadapi hidup dengan kenyataan… Semua sudah jadi peran masing2 yg ditata rapi ibarat wayang… jalanilah apa adanya itu yang paling penting untuk …. Rentanglah… malam yang dingin… laut yang lepas….

Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Sunting · 27 Februari

  • 1 kali dibagikan
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Musiar Danis… selamat malam saudaraku salam damai selalu…
      27 Februari pukul 19:31 · Tidak Suka · 3
    • Danang Rawa Kenyot cocok kui Bunda,,ngopo podho narik2 jimat,,,menyebabkan okeh bencana,,,,mbok biarin di alam nya sendiri2,,,lagian arep nggo opo,,,hehehe
      27 Februari pukul 19:31 · Tidak Suka · 1
    • Indy Gavany · Berteman dengan Abdul Lathif dan 112 lainnya
      Bunda, mengapa banyak paranormal yang me-NUHAN-kan Ratu di foto ini?
      27 Februari pukul 19:31 · Tidak Suka · 1
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar inggih bun…kulo ugi badhe nyuwun pirso kaitan wejangan puniko kalian gambaripun
      27 Februari pukul 19:33 · Tidak Suka · 1
    • Luqman Botany nice
      27 Februari pukul 19:35 · Tidak Suka · 1
    • Srianti Semarang Asswrwb Bunda Lia…petuah yg sangat migunani dan menyedarkan diri dr khayalan dan impian duniawi. .. Saya sangat suka dengan petuah Bunda.. Selamat malam.
      27 Februari pukul 19:35 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Mas Danang Rawa K….dan Mbak Indy Gavany juga mas Sultan Samber Nyowo…. disini mungkin saya akan meluruskan semua yg ada…. Kalau kita mendengar ratu kidul langsung terbayang hal-hal mistis, merinding badan kita, musrik dan tidak masuk akal. Sebelum saya cerita siapa sebenarnya beliau perlu diketahui dulu bahwa Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT paling mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk-makhluk ciptaan Allah lain sekalipun malaikat…. hemmmmm….
      27 Februari pukul 19:37 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Thank happy good evening brother Luqman Botani always to you
      27 Februari pukul 19:39 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mbak ku nan manis Srianti Semarang terimakasih mbak ayuku salam kangenku selalu… Lov U
      27 Februari pukul 19:40 · Tidak Suka · 3
    • Tushendar Wangsa D’jaya · 58 teman yang sama
      Menarik bunda, sejak lama amat ingin rasanya saya bertemu untuk silaturahmi… Semoga… Pada waktu nya
      27 Februari pukul 19:41 · Tidak Suka · 1
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar lajeng….(sambil menunggu wedaran selanjutnya)
      27 Februari pukul 19:41 · Tidak Suka · 1
    • Husni Hidayat Rahayu….!!! mananya yg diluruskan….. kok meluruskan cuman keluar kata2 hemmmm… saya jg perlu tambahan n wawasan plus ilmu yg bisa memberi pencerahan buat diri saya pribadi yg sekiranya saya agar bisa menerangi diri saya sendiri dulu sblm menerangi orng lain…..
      27 Februari pukul 19:41 · Tidak Suka · 1
    • Danang Rawa Kenyot yo Bunda,,,aku wis tahu ketemu sama Beliu,,,santai ae,,,
      27 Februari pukul 19:42 · Tidak Suka · 1
    • Indy Gavany · Berteman dengan Abdul Lathif dan 112 lainnya
      Kenapa Dalam Al-Qur`an Ratu itu tidak pernah di sebut2 dalam Ayat2nya?
      27 Februari pukul 19:42 · Tidak Suka · 1
    • Rienke Anggraeni assalamu alaikum..pokoke takdir gusti ALLAH akan berubah bunda..istilah BECIK KETITIK OLO KETORO..Met istirahat..malem
      27 Februari pukul 19:42 · Tidak Suka · 1
    • Teddy Delano Jumeneng Ratu Kidul iku cacahe papat, kata guruku…tapi entahlah, aku juga tidak tahu mbakyuku…selamat malam mbakyuku….
      27 Februari pukul 19:43 · Tidak Suka · 2
    • Gde Mahesa tiadalah sebetulnya tempat persembunyian – terangkanlah yang gelap – agalah tempat terang > tiadalah yang perlu ditakutkan tentang gelAp dan terang – sebab terang hanya ada dalam pikiran dan hati > SALAmmmmmmmmm
      27 Februari pukul 19:43 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Hemmmm… sudah kuduga banyak pertanyaan , banyak yg menentang dan mungkin sebelum saya utarakan dan saya jelaskan dengan nalar pikiran manusia pada umumnya … kita memecahkan bukan untuk pendebatan… apa bila mau dilanjutkan akan saya lanjutkan kalau tidak monggo… akan saya hapus selesai… dan Maaf saya sampaikan, ilmu ghaib dan ilmu syuhadah, manusia bisa menembusi dengan ketakwaan yang benar2, kecuali setelah masuk ke alam ghaib ingin menembusi rahasia Allah pada rahasia manusia harus mengenal ilmu syuhadah. Didalam ilmu syuhadah kita dapat mengenal rahasianya pada dirikita dan juga alam rayanya, namun untuk menembusi rahsia Illahi di atas arashi yang berdiri sendiri memang tidak bisa, kecuali Rasullulah…..saya berharap di fahami,dan bicara sesuai dengan ilmu sesuai dengan maqam yang kita tempati, bukan asal bicara apalagi dengan firman Allah SWT……maaf saya hanya ingin menyampaikanya….. ketaatan, ketakwaan,tulus, ikhlas dan ridha, mencintai Allah dan rasulnya dan di cintai oleh allah dan rasulnya, insyaalah terbuka rahasianya, namun hanya untuk dirinya dan antara Rahasia antara hambanya dengan sang penciptanya…. tidak semudah telapak tangan dibalikkan… ingat itu….
      27 Februari pukul 19:49 · Tidak Suka · 12
    • Busro Al Karim Hatur nuwun Bunda atas wejangan ipun..”pancen ati kang bersih niku pusoko ingkang paling ampuh”..
      #nyuwun barokah doanipun bunda,niki kulo ingkang sowan saking malaysia….
      27 Februari pukul 19:50 · Tidak Suka · 1
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar ampun dihapus bun…memang agak sulit utk mempertemukan ilmu hikmah dgn syariat…hikmah iso ngoncek’i syariat ananging syariat ora iso ngoncek’i hikmah…dilanjut bun, kulo tenggo…
      27 Februari pukul 19:52 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Assalamu’Alaikum wR wB… untuk saudara/ saudariku YTH yang selalu diberkahi Allah SWT salam sejahtera… Salam kasih… selamat malam ….semoga yang hadir disini mendapatkan limpahan keberkahan dan kebahagiaan ,selamat sentaosa sukses fidunya wal aqiroh amien….. saya mengupas yg baik dan semoga bermanfaat bukan mencari musuh yg pikirannya sirik mengatakan musrik dll…. bicara belum kok sudah kemana2 arahnya…. sungguh benar2 membuat heran… baiklah aku tak diam yg merasa tau silahkan…. ingat baik2 jangan salah tafsir dalam hal ini…. karena siapa yg tau Rahasia Illahi…. jangan sombong….
      27 Februari pukul 19:55 · Tidak Suka · 9
    • Kumbang Kelana · Berteman dengan Indah Deysi ShabtStia’u
      Nyi roro kdl bu.
      27 Februari pukul 19:58 · Tidak Suka · 1
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar lajeng bun…sinten ratu kidul puniko?
      27 Februari pukul 20:03 · Tidak Suka · 1
    • Rienke Anggraeni wadockh..ono opo tokh bunda..sabar yua bunda..
      27 Februari pukul 20:05 · Tidak Suka · 1
    • Sinyo Lalapo · Berteman dengan Petruk Tralala dan 55 lainnya
      wa,alaikum sallam wbr.. bunda@
      selamat malam monggoo dipun Lajeng aken…
      klo tumut nyimakk…
      salam santun driku smoga tetep Rahayuuu..
      27 Februari pukul 20:09 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia He he he sabar… sabar….. ya sabar santai… kita mengupas bukan mencari permusuhan makanya yg tau monggo saya tak diam menyimak… kalau sudah menyerah aku… kan enak… maaf nggak bisa menyebut satu persatu terlanjur banyak salam hormat dan santun ku untuk semua saja ya… salam kasih sayang saja… oya sebelum nya saya hanya mengingatkan tentang perjanjian ABIPROYO…. Prajanjine abipraya, Saturun-turuning wuri, Mangkono trahing ngawirya, Yen amasah mesu budi, Dumadya glis dumugi, Iya ing sakarsanipun, Wong agung Ngeksiganda, Nugrahane prapteng mangkin, Trah tumerah dharahe padha wibawa.
      27 Februari pukul 20:17 · Tidak Suka · 6
    • Rum Dewa Can · 14 teman yang sama
      Derek midangetaken..
      Sugeng dalu sdoyo kemawon…
      27 Februari pukul 20:19 · Tidak Suka · 1
    • Teddy Delano Manusia adalah khalifah ALLAH di Bumi (jagad ageng) (baca: Surat Al-Baqarah Ayat 30)–oleh sebab itu terhadap keberadaan jin, makhluk gaib, demit, dan makhluk lainnya kita memang hormat, tapi sungguh IRONIS jikalau kita sebagai manusia TAKUT terhadap mereka apalagi sampai TAKLUK…monggo dilanjut mbakyuku, jangan sampai perkataan orang lain mempengaruhi ekosistem jagad alit dalam dirimu…Salam Rahayu…
      27 Februari pukul 20:21 · Tidak Suka · 2
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar waduh bun…kulo dereng paham perjanjian abiproyo, mboko satunggal mawon dipun wedar…mangke nek pun paham nembe dipun indak’aken malih
      27 Februari pukul 20:23 · Tidak Suka · 1
    • Rienke Anggraeni he..he..ndak papa bunda..perdebatan spt ini makin asyik..aku nonton aja akh..duduk yg manis jd ank yg baik..xixi..nuwun
      27 Februari pukul 20:23 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Setelah Panmenbahan Senopati bertemu Kanjeng Ratu Kidul dan “menyetubuhinya” maka beliau membuat suatu perjanjian yg mulia (Prajanjine abipraya) yang ditujukan kepada dirinya dan seluruh keturunannya di kemudian hari kelak (Saturun-turuning wuri). Secara biologis keturunan Panembahan Senopati itu meliputi Catur Sagotra atau empat sedarah yaitu Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegara, Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualam, mereka semua adalah keturunan orang luhur (Mangkono trahing ngawirya) dan akan luhur pula bila mau mengasah akal budi (Yen amasah mesu budi) maka segala cita2 pendiri dinasti Mataram akan cepat berhasil (Dumadya glis dumugi, Iya ing sakarsanipun, Wong agung Ngeksiganda) yaitu diberi anugerah berupa budi pekerti luhur yg mengalir keseluruh darah keturunannya dan memiliki wibawa (Nugrahane prapteng mangkin, Trah tumerah dharahe padha wibawa).
      27 Februari pukul 20:23 · Tidak Suka · 8
    • Alit Buhun betul sekali bunda….memang tauhid itu adanya di hati…..sedangkan utk barang2 pusaka itu tak lebih kekayaan budaya leluhur nusantara yg tak ternilai harganya….rawatlah barang2 pusaka tersebut tp akidah dan tauhid jangan menyimpang….kita juga memahami sejarah para penyebar islam di era wali songo….toh merekajuga merawat dan melestarikan pusaka2 leluhur…..sedangkan mereka nota benenya adalah seorang waliyullah……jadi utk barang pusaka menurut hemat saya rawatlah dan lestarikanlah tanpa harus akidah kita menyimpang dari tauhdi yg sebenarnya……salam rahayu sagung dumadi…..
      27 Februari pukul 20:26 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Mohon diingat yg satu ini dan jangan salah paham…. ingat baik2 dan tolong dipahami…. bahwa menyetubuhi Kanjeng Ratu Kidul itu bermakna memakai alam/bumi bagian selatan yang bersifat spiritualis sebagai tubuh, seperti kebiasaan orang jawa yang menyimbolkan daerah atau tempat dengan anggota tubuh, contohnya : Baitul Makmur itu kepala, baitul Muharam itu hati/jantung, baitul mukadas/maqdis itu perut. Lalu siapakah yg memakai alam ini sebagai tubuh? maka ruh lah yg memakai alam ini sebagai tubuh, pada hakekatnya ruh itu satu ditangan Allah, apa yg terpecah pecah kedalam setiap individu adalah jiwa, sedangkan jiwa itu pertemuan antara jasad dan ruh, jadi jiwa itu meliputi akal, budi, intuisi, rahsa dsb yg sangat luas cakupannya lebih2 ruh yg ditangan Allah.
      27 Februari pukul 20:28 · Tidak Suka · 8
    • Teddy Delano boleh saya bertanya mbakyuku?
      27 Februari pukul 20:30 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Banyak mitos Kangjeng Ratu Kidul, Ibu Ratu Kidul, Nyi Roro Kidul dll… kita akan kupas semua hingga selesai… dan entah hingga berapa hari ayoh…. namun bila ada yg lebih dapat mengupas silahkan dengan senang hati aku ikut belajar….
      27 Februari pukul 20:30 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Nah kembali ke Panembahan Senopati yg membuat perjanjian dengan Kanjeng Ratu Kidul, perjanjian yg dimaksud bukan perjanjian pesugihan dengan korban nyawa sebagai tumbalnya Ratu Kidul dll, tapi sebuah perjanjian yg menyatakan bahwa seluruh anak keturunan beliau yg menjadi raja akan didampingi oleh Kanjeng Ratu Kidul sebagai istri spiritual, maksudnya adalah raja2 keturunan Panembahan Senopati itu harus melakukan laku seperti yg dilakukan oleh Panembahan Senopati yaitu memakai alam/bumi bagian selatan sebagai tubuh. Sayangnya hal ini tidak dilakukan sepenuhnya oleh keturunan beliau sehingga mudah dipecah belah oleh penjajah….. harap paham dan mengerti….
      27 Februari pukul 20:32 · Tidak Suka · 8
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar nahhhh…wedaran niki ingkang kawulo tenggo bun…sebab kathah ingkang klintu ngartosaken kata “menyetubuhi” puniko. Sepahaman kulo: ratu kidul puniko prawan kawit cilik dumugi sakpuniko; ratu kidul puniko adinipun nabi khaidir utawi putrinipun nabi syuaib…nyuwun wedaran saklajengipun…
      27 Februari pukul 20:36 · Tidak Suka · 1
    • Ba Ra Ya Hu Bunda..maaf mengganggu, benarkah Nyai Ratu masih keturunan prabu silihwangi ataukah sekedar hikayat belaka..ngapunten..
      27 Februari pukul 20:39 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Mataram itu pertama kali disebutkan didalam sebuah prasasti Canggal bertarikh 732 M, disitu disebutkan Sanjaya anak Sanna dari Galuh Sunda menjadi maharaja di Mataram. Kalau memakai ilmu gothak gathik gathuk, Mataram itu semakna dengan mother land, Mataram atau Materam berarti tanah keibuan, maka tidak heran wangsa Sanjaya dari Sunda dan Wangsa Syailendra dari Sriwijaya berebut tanah “ibu”. Materam/Mataram juga semakna dengan Maryam/Maria, seperti kita tahu Maryam itu ibunda Isa as, seorang perawan yg melahirkan seorang nabi besar, didalam Islam Maryam itu seorang wanita yg keibuan dan sangat mulia, kemuliaannya sejajar dengan para nabi. Oleh karena Mataram itu seperti Maryam maka turunnya/kelahiran “Nabi Isa” itu ditanah keibuan ini. Ini bukan mengada ada atau jawanisasi atau mengagung agungkan Jawa diatas daerah lainnya, tapi lebih merupakan sebuah cita2. Sebagai penjelasannya mengapa nusantara ini berpotensi melahirkan/menurunkan “Nabi Isa” atau Satrio piningit sejati, didunia ini manakah kosakata yg memakai serba ibu kecuali di Indonesia, ada ibukota, ibu jari, ibu pertiwi, hari ibu, ibu bumi dsb, dan kebetulan Mataram itu juga identik dengan mother dan identik juga dengan Maryam.
      27 Februari pukul 20:41 · Tidak Suka · 8
    • Abil Ghifari nDerek nyimak bunda…
      Sugeng dalu…
      Rahayu…
      27 Februari pukul 20:50 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Setiap daerah di Nusantara ini mempunyai kelebihan masing2 tanpa bermaksud merendahkan daerah lainnya, orang Sunda memiliki kelebihan ilmu pertaniannya yg maju sehingga hampir tidak pernah ada kekeringan atau kekurangan pangan, orang Bugis adalah pelaut yg handal dengan Pinisinya bisa mengarungi lautan manapun, orang Minang punya kelebihan ilmu dagang sehingga rumah makan Padang ada dimana mana, sedangkan orang jawa khususnya di Mataraman mempunyai kelebihan didalam ilmu olah jiwa, ilmu olah jiwa di jawa diolah sedemikian rupa bahkan terkesan njlimet dan dibahasakan kedalam simbol2 yg bahkan orang jawa kebanyakan tidak tahu makna simbol2 itu sendiri, apabila olah jiwa atau olah rahsa itu bisa dilakukan dengan sungguh2 dan dipahami setiap simbol2 yg terkandung didalamnya maka akan mencapai rosojati atau telenging rahsa atau pusat dari rahsa/rahasiaNya yg ada didiri kita, nah rosojati inilah awal dari kesadaran ruhani atau kesadaran ruh sedangkan kesadaran ruh itu disimbolkan oleh nabi Isa as, maka bisa ditarik benang merah antara Maryam atau Mataram dengan Isa as atau kesadaran ruh atau kelanjutan rosojati. Maka dari itu sebagai kawula Mataram atau yg sadar akan keibuannya segera gumregah cancut taliwondo sepi ing pamrih rame ing gawe membuat Mataram kembali perawan dengan cara membersihkannya dari residu2 dunia berupa kapitalisme dan fanatisme dengan cara mendaur ulang energi2 kotor tsb yaitu merekonstruksi kembali pemahaman yg benar akan kiamat/qiyamuhu binafsihi dan makna terdalam dari ketuhanan Yang Maha Esa.
      27 Februari pukul 20:51 · Tidak Suka · 7
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar lha kok podo ro sing agi dakwoco nggone kangtono blogspot ki…?
      27 Februari pukul 20:52 · Tidak Suka · 1
    • Kozink Saputra Bunda sugeng ndalu ibu. Maturnuwun sanget ats edaran meniko. Semakin aku penasaran dgn sejarah dan legenda . Semakin mlu rasanya diriku. Ter nyata masih byk yg blom aku kethui.betapa kerdil nya diriku ini.. Knti hormate kulo sumonggo bu. Kalajengaken wedaran nipun. Slm ku buat semua saudaraku yg tlh hadir. Dn slm takdzimku buatmu ibu.
      27 Februari pukul 20:57 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Nah disinilah karena nenek moyang kita yg ilmunya kemungkinan taraf kasampurnaan dan mengistilahkan alam ini sebagai seorang wanita tercantik dijagat raya dan ghoib… disinilah timbulnya legenda2 dan mitos2 dari daerah manapun juga yg memiliki cerita turun temurun… itulah yg membuat simpang siurnya kebenaran…. sudah sering kali masalah ini saya babar diforum2 terbuka tentang Ibu Kanjeng Ratu Kidul bersama Prof. DR.H Damar Djati Supadjar … simak penuturan beliau saat mengadakan Ruwat Bumi Pertiwi di Coleksi Vidio kami. Songgo Buwono Ruwat Bumi Pertiwi ini….
      27 Februari pukul 20:58 · Tidak Suka · 7
    • Taufik Aziz Bunda harus naik kelas terusss…
      27 Februari pukul 20:59 · Tidak Suka · 1
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar link-nya bun…?
      27 Februari pukul 21:00 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia http://www.youtube.com/watch?v=N0awZ_cwa8M&feature=channel

      www.youtube.com

      Kita bersama-sama memohon ampun pada SANG PENCIPTA, agar alam kembali tenteram, Lihat Selengkapnya

      27 Februari pukul 21:00 · Tidak Suka · 3 ·
    • Bunda Lia http://www.youtube.com/watch?v=xbDl7ieOo5Q&feature=channel

      www.youtube.com

      Kita bersama-sama memohon ampun pada SANG PENCIPTA, agar alam kembali tenteram, Lihat Selengkapnya

      27 Februari pukul 21:02 · Tidak Suka · 3 ·
    • Bunda Lia http://www.youtube.com/watch?v=NT8cE7YodkU&feature=channel

      www.youtube.com

      Kita bersama-sama memohon ampun pada SANG PENCIPTA, agar alam kembali tenteram, Lihat Selengkapnya

      27 Februari pukul 21:03 · Suka · 2 ·
    • Puttra Pettier wow.
      27 Februari pukul 21:05 · Suka
    • Bunda Lia http://www.youtube.com/watch?v=Q4rd3kYB4kU

      www.youtube.com

      Kita bersama-sama memohon ampun pada SANG PENCIPTA, agar alam kembali tenteram, Lihat Selengkapnya

      27 Februari pukul 21:05 · Tidak Suka · 3 ·
    • Fank Avisto Petronum Rediccullus · 12 teman yang sama
      Ap ini sejatining uripku yo ap ajaran kepribadian ya…?
      27 Februari pukul 21:19 · Tidak Suka · 1
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar subhanallah…prof.damardjati pikantuk saking pundi nggih bun? wedaranipun mirip…
      27 Februari pukul 21:24 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Baiklah kita sekarang mulai membuka mitos dan legenda…. dari daerah2 di nuswantara ini…. dan mari kita simak bersama…. bagaimana moyang kita dalam menimba ilmu sampai tingkat kasampurnan ( Bukan Sempurna karena Kesempurnaan hanyalah milik Allah) sehingga nenek moyang kita ilmunya luar biasa…. dan menjadikan alam ini… bumi ini sebagai seorang IBU yg diibaratkan serang wanita cantik seluruh jagat ini dan didalam ghoib…. baiklah mari kita sama2 menyimaknya…. Siapa Ibu Ratu Kidul? Kita kembali ke pada jaman dulu (jaman Hindu/Nabi Sis AS) tepatnya jaman Aji Saka, Aji Sakti dan Aji Putih. Ketiganya adalah kembar dan putra dari Raja Sungging Perbangkala dengan Ibu Ratu Dewi Arumba kerajaan dari India dekat Sungai Yamuna. Setelah meningkat dewasa ketiganya mempunyai kesaktian dan kepandaian yang setara sehingga membuat Raja melakukan sayembara kepada ketiganya untuk memperebutkan pusaka Kembang Cangkok Wijaya Kusuma yang selalu diikuti oleh pusaka Cakra Bijaksana dan Tiwi Krama. Siapa yang mendapatkan pusaka itu akan ditunjuk menjadi Raja….
      27 Februari pukul 21:24 · Tidak Suka · 5
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar lajeng..
      27 Februari pukul 21:27 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Oleh Patih Kerajaan, Patih Abiyasa yang sakti pusaka kembang cangkok wijaya kusuma dilempar jauh-jauh. Akhirnya ketiga putra raja mengejar pusaka itu dengan kesaktian mereka masing-masing.
      Sampailah pada satu masa dan tempat dimana pusaka uitu ternyata jatuhnya di sekitar Nusantara tepatnya di pulau Jawa. Setelah berbulan-bulan mengejar akhirnya mereka tiba di pulau Jawa.
      Singkat cerita seiring dengan waktu, ternyata yang menemukan pusaka itu adalah Aji Putih (bungsu). Dengan sikap yang elegan dan tenang disampaikanlah penenemuannya kepada Aji Sakti (tengah) dan dikatakan oleh Aji Sakti bahwa ini adalah kehendak Sang Hyang Wenang (Tuhan bahasa sekarangnya). Tiba-tiba datanglah Aji Saka (sulung) dengan nafsunya dan cenderung iri merebut pusaka itu dari Aji Putih tetapi ditahan oleh Aji Sakti sehingga tetap dipegang oleh Aji Putih. Pada saat itu Aji Putih mengatakan kalau memang kakak sulungnya memang menginginkan pusaka akan diberikan. Aji Saka mengatakan itu memang hak dia sebagai kakak tertua tetapi ditolak ole Aji Sakti dengan mengatakan sesuai dengan pesan dan janji dari ayahanda bahwa yang menemukan pusaka akan dijadikan raja maka Aji Putihlah yang berhak menjadi Raja.
      27 Februari pukul 21:34 · Tidak Suka · 6
    • Labas Santoso · Berteman dengan Anton BahuHartono
      harus juga percaya pd yg ghoib..
      27 Februari pukul 21:38 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Aji Saka terus beragumen dan tetap menginginkan pusaka tetapi selalu dibantah oleh Aji Sakti sehingga terjadilah perang mulut dan perang fisik diantara keduanya sementara Aji Putih tetap pasrah dan ikhlas. Disini ditunjukkan bahwa pasrah dan ikhlas yang tawadu pasti menuai hasil yang baik….Perang antara kakak-adik terus terjadi tidak ada yang menang dan yang kalah sampai waktu bertahun-tahun sampai berabad bahkan sekarang.Karena bosan berperang, Aji Saka akhirnya pergi ke timur tepatnya daerah Banyuwangi (Alas Purwo). Disitulah Aji Saka merintis dan mendirikan kerajaan secara turun menurun mulai dari Daha, Kediri, Singasari, Majapahit sampai Mataram. Ingatsuka bapak suka anak, sifat iri dan gila kekuasaan selalu menyertai perjalanan anak cucu Aji Saka sehingga kita dapat menyaksikan sejarah perebutan kekuasaan Ken Arok-Tunggul Ametung, Tribuana Tunggal Dewi sampai kerajaan Mataram menjadi dua Yogyakarta dan Surakarta bahkan sekarang keraton Surakarta sempat pecah memperebutkan kekuasaan menjadi Mangkunegaran…..
      27 Februari pukul 21:40 · Tidak Suka · 6
    • Syahwir Papude Dinda Bunda Lia…Salaam Hormat, Bahagia dan Santun kanda…Semoga DIA YANG MAHA RAHMAN senantiasa selalu MEMBIMBING dan MEMBERIKAN PETUNJUK~NYA kepada kita…Keselamatan dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk…Mereka tidak akan cemas dan tidak akan berduka cita…!!!
      27 Februari pukul 21:46 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Bagaimana dengan Aji Putih? Aji Putih bersama turunannya mendirikan kerajaan Galuh Pakuan sedangkan Aji Sakti mendirikan kerajaan Pajajaran yang sebenarnya hanya seolah-olah.Maksudnya mendikan kerajaan tetapi tidak menjadi raja jadi Pandita) dan selalu melindungi adiknya dari serangan Aji Saka. Hubungannya dengan Ratu Kidul? Aji Sakti mempunyai 2 anak yaitu Dewi Sri Pohaci (sering dipanggil Cinde Maya) dan Jaka Manggala. Karena kecantikan Dewi Pohaci, banyak pria terutama kaum bangsawan menginginkannya menjadi calon istri mereka sehingga dibuatlah sayembara oleh Aji Sakti siapa yang dapat mengalahkan kesaktian Jaka Manggala maka akan ditunjuk sebagai suami Dewi Sri Pohaci. Seiring waktu, kesaktian Jaka Manggala tidak dapat dikalahkan oleh pria manapun sehingga membuat Dewi Sri Pohaci merenung dan sedih memikirkan nasibnya. Kalau begini terus bisa selamanya nggak punya pendamping (dalam hatinya). Sikap Dewi Sri Pohaci inilah membuat Jaka Manggala merasa bersalah tetapi dia sangat mencintai kakaknya sampai kapanpun.
      27 Februari pukul 21:47 · Tidak Suka · 5
    • Kozink Saputra Knp setiap ku akses youtube ini.gagal dn konten tlh d bloker,ada apa ini bunda.
      27 Februari pukul 21:48 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Mas Kozink Saputra entahlah aku sendiri bingung mas sekarang webb ku diacak2… dan hilang dari peredaran….
      27 Februari pukul 21:50 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Setelah merenung dan berpikir, Jaka Manggala memutuskan akan menghilang dari hadapan Dewi Sri Pohaci agar dapat menikah dengan pria idamannya dengan syarat dia menghilang tapi tidak jauh dari kakaknya. Caranya? Dengan kesaktiannya, Jaka Manggala masuk ke dalam kemaluan Kakaknya sampai ditemukan calon suami yang ideal buat kakaknya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, sampai abad berganti abad, masuklah masa Islam di tanah Jawa. Suatu hari Wali Songo memanggil Panembahan Senopati untuk memberitahukan peristiwa besar yang akan dialami oleh Panembahan Senopati. Dikatakannya Panembahan Senopati akan menemukan calon istri yang ideal tetapi ada petunjuk buat dia bahwa setelah menikah Panembahan Senopati dilarang untuk melakukan hubungan badan dengan istrinya selama 40 hari dan selama itu melakukan shalat Tahajud dengan amalan yang telah ditentukan.
      27 Februari pukul 21:56 · Tidak Suka · 5
    • Kozink Saputra Sabar ya bunda..semoga semua cpt membaik..sumonggo dipun lajengaken.dewaranipun.slm takdzimku sllu ibu.
      27 Februari pukul 22:01 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Maaf ini mitos legenda…. sehingga diingat sampai sekarang sebagai penerus…. baik saya teruskan…. Benar saja, suatu hari ketika berburu di hutan, Panembahan Senopati bertemu seorang wanita yang sangat cantik sekali dan dia sangat terpesona akan tutur bahasanya yang santun. Akhirnya wanita itu diajaklah ke kediaman beliau karena ternyata wanita itu tinggal seorang diri di hutan. Beliau mengabarkan kepada para wali apakah ini calon istri yang ideal. Ternyata benar dan menikahlah keduanya tetapi Panembahan Senopati tidak lupa akan amanat para wali selam 40 hari melakukan amalan dari para wali…. sekali lagi ini legenda… sekedar cerita…. luar biasa ternyata kekuatan sebuah nama Ibu Kanjeng Ratu Kidul… baik saya lanjutkan kembali…. Pada hari ketiga terjadilah peristiwa yang akan mengubah tatanan dan sikap masyarakat Jawa terhadap pantai Selatan. yaitu ketika sedang wirid tepat di samping kelambu istrinya tiba-tiba Panembahan Senopati melihat seorang pria ada dalam kelambu itu. Ternyata pria di dalam kelambu itu tidak lain dan tidak bukan adalah Jaka Manggala, adik dari istrinya yaitu Dewi Sri Pohaci (berganti nama menjadi Cinde maya pada jaman itu). Rupanya Jaka Manggala keluar dari kemaluan kakaknya karena tidak kuat lagi menahan panasnya energi yang keluar dari setiap ayat Qur’an yang diwiridkan oleh Panembahan Senopati…..
      27 Februari pukul 22:03 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Panembahan Senopati sempat berpikir apakan istrinya telah berbuat serong dan dikejarlah Jaka Manggala tetapi dengan kelihaiannya berhasil melarikan diri dengan cepatnya tanpa bisa dikejar oleh Panembahan Senopati. Ketika kembali ke kediaman Panembahan, ternyata Cinde Maya sudah tidak ada di kamarnya dan kelihatan melarikan diri juga karena merasa malu kepada Panembahan Senopati yang sudah dianggapnya sebagai pria dan suami yang baik dan beriman. Akhirnya dengan tergopoh-gopoh Cinde Maya sampailah di tepi jurang di Pantai Selatan dengan maksud bunuh diri ketika akan menceburkan diri, ada seorang pria yang memegang pundaknya sehingga selamatlah Cinde Maya. Siapakah Pria itu?
      27 Februari pukul 22:06 · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Pria itu adalah Nabi Khidir AS, dengan suara yang lantang ditegur dan dimarahilah Cinde Maya dengan mengingatkan bahwa sebagai manusia yang melakukan tindakan bunuh diri adalah dosa besar dan tidak diampuni oleh ALLAH SWT dan jaminannnya adalah neraka. Sambil menangis, Cinde Maya mengatakan apa yang harus dilakukan untuk menutupi aib itu. Oleh Nabi Khidir AS itu bukan aib tapi itu adalah takdir ALLAH SWT, atas seijin ALLAH, Nabi Khidir menawarkan kepada Cinde Maya untuk tinggal di Laut Selatan (alam gaib) sekaligus bertugas menjaga harta warisan Nabi Sulaeman AS (Nabi terkaya) dan juga ikut melestarikan alam lingkungan sepanjang pantai selatan Jawa. Cinde Maya menyetujuinya hingga sekarang masih menetapi laut selatan yang dikenal dengan Ibu Kanjeng Ratu Kidul.
      27 Februari pukul 22:11 · Tidak Suka · 4
    • Syah Ruddin y salam bunda. Lanjutkan bunda ceritanya… Pria itu kalau tdk salah jaka menggala sendiri
      27 Februari pukul 22:12 · Tidak Suka · 1
    • Kozink Saputra Luar biasa. Bunda. Lanjuut bunda
      27 Februari pukul 22:13 · Tidak Suka · 2
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar nah to…aku jadi agak inget cerita ini…lajeng bun?
      27 Februari pukul 22:13 · Tidak Suka · 2
    • Mas Tebe Oye Sugeng ndalu Bunda Lia .. lan sedoyo mawon .. ikut nyimak saja ..biar ikut tau sejarah …
      27 Februari pukul 22:16 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Pertanyaannya adalah siapa sebenarnya yang selama ini digambarkan dengan wanita cantik pada lukisan dan kemunculan di sekitar laut selatan? Wanita itu adalah Nyi Blorong, siluman yang merupakan panglima dari Ibu Ratu Kidul dengan sifat yang kurang baik seperti tidak ingin disamakan dengan manusia baik pakaian, fisik dan lain sebagainya, Kalau di darat dikuasai oleh Centing Manik (Siluman) sedangkan di pantai Utara Jawa dikuasai Dewi Lanjar (siluman)….. belum wanita2 cantik yg muncul yg lain ada yg baik ada yg jelek peragainya itulah abdi2 dalem atau murid2 Ibu Kanjeng Ratu Kidul…. ingat Ibu Kanjeng Ratu Kidul tak pernah menikah dan tak punya anak…. dan tetap sendiri…. hingga kini… dan Ibu Kanjeng Ratu Kidul memang cantik sekali namun tidak muda lagi…. Ingat baik2 itu….
      27 Februari pukul 22:18 · Tidak Suka · 4
    • Kozink Saputra Hehehe kng mas tebe dtng nya lambat kopi nya sampun telas kng mas. Walau gtu ttp sm2 yuuk kng.ikut nyimak.slm hormatku’ kng
      27 Februari pukul 22:18 · Tidak Suka · 2
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar lajeng sinten Roro Kidul puniko?
      27 Februari pukul 22:20 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Jadi kesimpulannya adalah Ibu Ratu Kidul adalah manusia juga yang mengalami proses penuaan fisik dan karena Kun Faya Kun-nya ALLAH, beliau dapat berada di dua alam serta selalu melindungi anak cucunya. Begitulah ceritanya, jadi sebagai manusia , kita tidak boleh takut pada hal-hal mistik, klenik dan lain sebagainya apalagi jin dan setan tetapi yang kita takutkan adalah diri kita sendiri dalam mengendalikan nafsu manusia. Haya min autiha ka bada min sahadati (bahasa ibrani: ingat akan adat kita yang sah sebagai manusia) mudah-mudahan bermanfaat dan terus tingkatkan ibadah kepada ALLAH SWT dan bermanfaat bagi manusia dan alam sekitarnya……
      27 Februari pukul 22:21 · Tidak Suka · 9
    • Aman Fauzi B · Berteman dengan Bunda Lia Tiga dan 141 lainnya
      Salam Bunda semoga sehat selalalu.
      27 Februari pukul 22:25 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Jadi tanpa kita sadari semua pertanyaan telah kita jawab Nyi Roro Kidul adalah abdi dalem yg taat dan patuh beda dengan yang lain seperti Nyi2 yg lain yg ingin mbalelo sehingga sebagai pelajaran adalah blorong yg oleh Ibu Kanjeng Ratu Kidul disabda menjadi itu kepala manusia cantik badan ular… maaf ini adalah legenda/ mitos… jadi apa bila ada persamaan itu wajar namanya juga legenda…. Ok mau diterusin tidak…????

      27 Februari pukul 22:30 · Tidak Suka · 4
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar pun lajengaken bun…
      27 Februari pukul 22:31 · Tidak Suka · 2
    • Kozink Saputra Nyuwun sewu . Bunda jujur kepingin tangklet, nma cinde. Meniko artosipun menopo. Maya sampun jelas. Cinde dereng mangertos ibu.
      27 Februari pukul 22:32 · Tidak Suka · 2
    • Rienke Anggraeni sugeng ndalu bunda..waah ceritanya seru sambil denger campur sari aq menyimak..jd bener y bun, INDONESIA BENUA ATLANTIS
      27 Februari pukul 22:32 · Tidak Suka · 2
    • Syah Ruddin terusssssskan bunda nyimakkk aje y
      27 Februari pukul 22:32 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Penjelasan diatas adalah salah satu solusi bagaimana membuat Mataram atau Nusantara itu kembali virgin atau perawan demi melahirkan Satrio2 Piningit yg akan membawa kemajuan bagi Nusantara ini. Tapi yg terpenting Satrio piningit itu adalah ruh atau jiwa didiri kita yg berkesadaran ruhani yg masih kita pingit oleh ego2 kesombongan serta keduniaan untuk segera kita keluarkan dari pingitannya dan kita jadikan pemimpin atas diri kita sendiri, maka itulah cita2 luhur dari pendiri Mataram atau tanah keibuan…. yaitu IBU BUMI.

      27 Februari pukul 22:35 · Tidak Suka · 6
    • Hafidz Daulay bunda.. ak ingin tau lbh banyak lg… ak tinggal d bekasi ak sgt tertarik sekali mndengar sejarah ini.. gmn caranya y?
      27 Februari pukul 22:36 · Tidak Suka · 2
    • Kozink Saputra Semakin mantab, lanjuuut ibu.
      27 Februari pukul 22:38 · Tidak Suka · 2
    • Rienke Anggraeni lanjuuuttttt..bunda..seru.. bagaimana dgn BENUA ATLANTIS
      27 Februari pukul 22:40 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Aku wis ngantu tuh… kan aku dah ngomong … kita bahas 7 hari… bagaimanakah….???? Rahayu tenan ki nek gawe kopi dulu po yo… mas Kozink Saputra aku tak buat kopi dulu nanti kita buka mitos atau legenda yg lain…. hingga 7 hari aku harus tutup tentang Ibu Kanjeng Ratu Kidul… dan kesimpulannya sampai hari minggu malam ya mas…. lalu kita teruskan sejarah2 mataram dan sebelumnya ,,, Ok Ngopi dulu rebus air … 10 menit Ok…

      27 Februari pukul 22:40 · Tidak Suka · 4
    • Teddy Delano
      Sebagai Ibu, bumi adalah ibu yang menderita. Ironis memang. Sebab di satu pihak Ibu Bumi adalah pemberi kehidupan, dia menjadi rebutan bagi manusia-manusia rakus yang ingin ngempeng, menyusu pada buah dada kehidupannya. Namun di pihak lain, pada saat yang sama, manusia-manusia rakus itu selalu berkecenderungan untuk memusnahkannya. Manusia-manusia rakus itu seperti Kala Gumarang, yang ingin mempersunting Dewi Sri, tapi pada saat yang sama ingin memusnahkannya dengan menjadi hama yang menghancurkannya. Itulah nasib Bumi sebagai Ibu: ia dicintai, tapi juga dilukai. Dalam dirinya ada sumber kehidupan yang diperebutkan oleh manusia rakus mana pun.

      Bumi sebagai Ibu yang menderita membuka kebusukan manusia: seperti laki-laki yang hanya mau nikmatnya wanita saja. Karena bisa memberi rasa nikmat: Bumi dirayu, dibujuk untuk memuaskan nafsu syahwatnya. Tapi sesudah Bumi kelihatan menderita: hutan gundul, laut tercemar, tak ada lagi kekayaan alam yang bisa dikeruk, para pemerkosa Ibu Bumi dengan tega meninggalkannya begitu saja.

      Begitu semua tatanan alam sudah kacau, manusia baru mengakui, betapa Ibu Bumi perlu disayang. Pada saat inilah banyak yang sering getun, seperti seorang anak yang rindu Ibu Bumi yang dulu. Kerinduan memang bisa saja dijeritkan. Tapi jangan lupa, hati Ibu yang selalu disakiti juga bisa menjadi alasan untuk mutung, ngambek, atau bahkan mungkin mengutuk kehidupan: seperti seorang Ibu yang mengutuk anaknya, Malin Kundang.

      27 Februari pukul 22:46 · Tidak Suka · 2
    • Kozink Saputra Sumonggo ibu. Kulo hamung nderek. Manut kerso ibu,ampun kesupen kopi nipun njih bu.hehehe slm takzdimku ibu.
      27 Februari pukul 22:46 · Tidak Suka · 2
    • Rienke Anggraeni Bunda..Aku Minta Sejarah BENUA ATLANTIS..Kenapa Negeri Yg Gemah Ripah Loh Jinawi Bisa Terpecah & Terkutuk..Ceritain yaa
      27 Februari pukul 22:51 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      DIA ( ALLAH ) MAHA MENGETAHUI SEGALA APA YANG GAIB DAN YANG NYATA, MAHA SUCILAH ALLAH DENGAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN- NYA, ( SURAT AL MU’MINUN : AYAT 92 )
      Sekali lagi saya katakan bahwa untuk bercerita tentang beliau saja kita membutuh energi yang luar biasa , apalagi untuk berjumpa dengan beliau didunia gaib ? Lupakanlah cerita2 fiksi yang bergaung di luar sana …. kita berpikir yang Ok2 sajalah….. Rienka Rienke Anggraeni… ikuti saja wedaran ini hingga 7 malam… nanti kan terjawab he he he Ok say….

      27 Februari pukul 22:55 · Tidak Suka · 6
    • Angin Hampa · Berteman dengan Syah Ruddin dan 15 lainnya
      Selamat malam !
      27 Februari pukul 22:58 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Legenda yg lain banyak dan mitos2 yg lain juga banyak….
      Ibu Kanjeng Ratu Kidul/ Selatan….. Beliau adalah salah seorang dari 7 bidadari yang turun dari Khayangan ( surga ) dalam bentuk Nur yang suci , yang berwujud Roh kudus yang bisa berwujud sebagai seorang wanita cantik yang luar biasa dan didunia ini tak ada yg menandingi kecantikannya….. Beliau bukanlah sosok yang tiba2 muncul dan bisa bertemu sembarang orang , karena beliau adalah makluk Allah SWT yang suci .Beliau sangat halus budi dan bahasa , lemah lembut ke ibuan dan bisa berbicara berbagai macam bahasa di dunia…. nah aneh kan..???

      27 Februari pukul 23:02 · Tidak Suka · 9
    • Lentera Hati · Berteman dengan Nyi Mas NawangSari
      Gak jadi ngantok aq,,karena baca tautan bunda,,,,
      hmmmm,menarik sekalli
      27 Februari pukul 23:03 · Tidak Suka · 3
    • Kozink Saputra Semakin asik dn terbuka.mganjalnku bunda..monggo di lanjuuut.hehehe.kopi nipun smpun dados dereng meniko bu.?
      27 Februari pukul 23:05 · Tidak Suka · 2
    • Poerwo Djatmiko orang utusan ALLAH zaman ini udh turun kebumi dan dia adalalah RATU ADIL nmx NYAI DHUFA,,,
      27 Februari pukul 23:06 · Tidak Suka · 2
    • Sulistiyo Yudi Sugeng dalu Bunda, kula telat nggih, duginipun?
      27 Februari pukul 23:08 · Tidak Suka · 2
    • Hari Yuswadi Sugeng ndalu bunda ,radi sakwetawis wedal dalem mboten sowan, rahayu bunda?
      27 Februari pukul 23:08 · Tidak Suka · 2
    • Rahadian P Hadi ayii.. tu foto isti aku tu..wkwkwkwk
      27 Februari pukul 23:10 · Tidak Suka · 2
    • Angin Hampa · Berteman dengan Syah Ruddin dan 15 lainnya
      Ya benar benar aneh, tapi nyata ! namanya juga mitos&cerita ! Selamat Malam.
      27 Februari pukul 23:14 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Maka kenalilah beliau dengan keheningan kita dalam olah rasa kita yg mendalam…. namun jangan takabur karena menembusi beliau tidak mudah kalau tidak terpilih…. Cerita tentang legenda Kanjeng Gusti Ratu Pantai Selatan/ Kidul ( KGRPS/K ) Lihat Selengkapnya

      27 Februari pukul 23:15 · Tidak Suka · 9
    • Rienke Anggraeni tmn-2 yg telat silahkan masuk & menyimak..lanjuuuttt..
      27 Februari pukul 23:18 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Allah memberikan mandat / amanah yang Mulia kepada Beliau untuk rakyat… Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya , konon pula bahwa Beliau bisa menitis pada wanita2 yang Terpilih oleh Allah , untuk menjadi para lelakon dibumi ini ( legenda ) sehingga tak jarang wanita2 yang bercahaya/aura pecahan dari Beliau akan diburu2 oleh para lelaki yang berkepentingan untuk menyokong auranya , seperti konon Raja2 Mataram…. nggak cuma lelaki achhhh aku lihat banyak wanita melakukan ritual juga untuk aura kecantikanya….

      27 Februari pukul 23:21 · Tidak Suka · 11
    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaar mengapa bun…?
      27 Februari pukul 23:22 · Tidak Suka · 3
    • Lisa Rahmansyah bunda,mav sya ingin tw crita ttg 2 pemuda yg ada dlm rmln Jaya Baya dan Uga Wangsit Siliwangi& kitb Musasar Ronggowarsto
      27 Februari pukul 23:23 · Tidak Suka · 2
    • Kozink Saputra Lanjuut bunda
      27 Februari pukul 23:42 · Tidak Suka · 2
    • Poerwo Djatmiko bunda aku udh ktmu lngsung sama RATU ADIL(NYAI DHUFA)..Dia panglima perang n senopatix nmx ARYO KUMITIR..
      27 Februari pukul 23:46 · Tidak Suka · 3
    • Kang Irin salam rahayu bunda lia… semoga wacana tersebut bisa jadi pedoman pribadi…
      27 Februari pukul 23:54 · Tidak Suka · 2
    • Siaoyin Putra Kalingga Eheemm Bunda penjabaran yg indah nh smoga semua yg memang sudah digambarkan menjadi nyata RAHAYU..
      27 Februari pukul 23:55 · Tidak Suka · 2
    • Taufik Aziz mirip bangeeeeet …….mbak turuni berat awak mu 45 kg yaa???
      28 Februari pukul 0:30 · Tidak Suka · 2
    • Roy Maksoedi Slamat pagi,.
      28 Februari pukul 2:34 · Tidak Suka · 2
    • Rohmanto Achmad · Berteman dengan Gus Nuril Arifin Tiga
      bu,saya mau nanya,kata seorang khotib sholat jum’at di masjid al-istiqlal kemarin bahwa nyai loro kidul sekarang sdah berhaji,benarkah bun!
      28 Februari pukul 4:27 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Subuh cepet sekali…. maaf tadi turun tanpa pamit… biasa menghadap… munggah noto dampar pasilan… mahening cipto ugi raos ….Cerita ini memang kontroversial , seperti Davinci kode terhadap sejarah kesucian Jesus sebagai “ Roh Kudus “ . Tetapi bagaimanapun juga yg namanya kebenaran harus ditegakkan makanya aku nggak mau menyerah begitu saja…. harus selalu ditegakkan dan kita tidak boleh membengkokan sejarah .
      Siapa Nyi Roro Kidul ? Dia dulunya adalah murid dari KGRK yang bernama Dewi Anjani , yang akhirnya mempunyai kesaktian yang tinggi dan merasa “lebih “ , sehingga jadi takabur dan membangun kerajaan sendiri , terpisah dengan Kerajaan KGRK .Belum dipastikan apakah dia ini dulu aslinya berbentuk manusia atau memang mahkluk gaib .Secara fisik dan rupa bentuknya berbeda dengan KGRPS/K , tetapi baju kebesarannya sama2 berwarna hijau. Jadi sekali lagi setelah membaca ini , jangan pernah salah untuk menafsirkan siapa Nyai Roro Kidul dan Kanjeng Gusti Ratu Kidul ….

      28 Februari pukul 4:38 · Tidak Suka · 8
    • Yayuk Sekaryu · 5 teman yang sama
      Salam Rahayu Bunda…
      28 Februari pukul 5:06 · Tidak Suka · 3
    • Rohmanto Achmad · Berteman dengan Gus Nuril Arifin Tiga
      berarti nyi roro kdul dankanjeng gusti ratu kidul tu berbeda ya bun,trus yang diceritakan khotib td gak benar t bun!mohon penjelasan!
      28 Februari pukul 5:19 · Tidak Suka · 1
    • Kozink Saputra Sugeng enjang bunda..jm 5 subuh td msih setia aku nunggu bu,,ber arti jm 4 klo di jw, karena gk da muncul lagi lepas subuh trus bobok. Ni bru bangun lht fb. Bunda dh hadir kembli..sy ucpakn selamat pg! Bunda selama ber aktifitas.semoga bunda ttp sehat. Kuat. Sukses selalu amin.
      28 Februari pukul 8:38 · Tidak Suka · 1
    • Amy Takinginbalasbudi WalauQdahdisakiti gag berani buka page nya bunda lia, cz ada gbar uletnya,…
      :’(
      28 Februari pukul 9:58 · Tidak Suka · 1
    • Denny Gibran Chevalier Callum luar biasa “samudramu” bun…
      28 Februari pukul 11:05 · Tidak Suka · 2
    • Nicky Ukur Salamm bunda
      28 Februari pukul 11:25 · Tidak Suka · 2
    • Angin Hampa · Berteman dengan Syah Ruddin dan 15 lainnya
      SELAMAT SIANG BUATKU&SELAMAT SIANG BUAT BUNDA
      28 Februari pukul 12:13 ·
    • Nicky Ukur Salamm bunda
      28 Februari pukul 12:36 ·
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      hm luar biasa….
      28 Februari pukul 17:41 · Tidak Suka · 3
    • Angin Hampa · Berteman dengan Syah Ruddin dan 15 lainnya
      MEMANG SUDAH TERBIASA DI LUAR ! HMMM
      28 Februari pukul 18:10 ·
    • Haries Andreas ini poto manusia apa ibunda yaa??
      Rabu pukul 6:42 · Tidak Suka · 2
    • Arief Wibisono Istimewa bunda….banyak sisi kemisterian yang belum semuanya terungkap …hanya lamat2 dan pandangan sekilas orang2 yang dangkal faham dan pemikirannya….terimakasih mulai jelas beberapa pandangan saya….
      Rabu pukul 7:50 · Suka · 1
    • Angin Hampa · Berteman dengan Syah Ruddin dan 15 lainnya
      PEMIKIRANKUPUN AMAT DANGKAL&HAMPIR TAK DPT BERPIKIR LAGI.! SELAMAT SIANG BUATKU&BUNDA
      Rabu pukul 14:20 ·

  • Tulis komentar…

Tentang Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 2, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. terimakasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: