Kanjeng Gusti Ratu Kidul Bag.2


Kanjeng Gusti Ratu Kidul Bag.2
Oleh Bunda Songgo Buwono
Jogyakarta 28 Peb.2012


www.songgobuwono.com
KGRK….. Untuk menjaga keseimbangan wilayah sekitar daratan pantai selatan, aturan2 disampaikan melalui pesan kepada seorang juru kunci atau sesepuh dan keturunannya (yang dapat berkomunikasi langsung) agar selalu menjaga nilai2 luhur budaya yang telah disepakati atau Dinas Pariwisata, termasuk tata cara berpakaian, sopan santun dan tutur kata yang baik. Sehingga bila ada manusia yang konon kebetulan menjadi korban kecelakaan terseret arus kemudian tenggelam di laut adalah akibat dari tindakan kecerobohan manusia itu sendiri, yang mungkin saat sebelumnya terjadi kecelakaan sudah melakukan hal-hal yang kurang baik sehingga secara takdir memang harus demikian jalan ceritanya……. Perlu diketaui…., bahwa sesungguhnya mahluk jin diciptakan oleh Allah SWT untuk selalu menyembah kepada Nya, semakin tunduk dan menjalankan kewajiban (ibadah sholat dan dzikir) hanya semata mata karena Allah, maka akan sempurnalah hidupnya (termasuk wujud badannya, semakin tawaqal, maka semakin berkilau wajahnya menyerupai manusia).

Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Sunting · 28 Februari

    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      lanjutkan Diajeng Ayu..saya menyemak nanti malam sepulang akttivitas salam rahayu…
    • Gadis Exsprit Amin,,Gadis Ingin Seperti KANJENG GUSTI RATU KIDUL,,,,,ya Mah,,,,,
      28 Februari pukul 18:02 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Jika diukur besar kecilnya kerajaan2 gaib di Laut Kidul kerajaan KGRK mempunyai wilayah terkecil tapi mempunyai pengaruh terbesar di dunia gaib . Semua makhluk gaib akan tunduk dan hormat kepada beliau karena KGRK tak dapat mati… KGRK yg menguasai lelembut sejagat raya…. Tak ada yg dapat menandingi ilmunya …. Lagian siapa sih yang gak tertarik sama bidadari yang menjadi utusan Allah ? Bukanlah kita semua pasti akan hormat pada mahkluk2 suciNya ??? Jangankan kepada bidadari atau malaikat , kepada orang yang suci /sufi aja kita hormat… pada ulama kita hormat… pada ustad kitapun hormat …. kecuali setan yang berbadan manusia, pasti setan tidak akan pernah mau hormat kepada manusia atau makhluk ciptaan Allah yang lain .
      28 Februari pukul 18:03 · Tidak Suka · 8
    • Bunda Lia Gadis Exspritku…. la wong we tebar pesona kok kayak KGRK… ha ha ha wis nduk cah ayu kita jualan di kedai wae….
      28 Februari pukul 18:04 · Tidak Suka · 4
    • Indra Kurniawan ha ha h a ha h a h a ha h ah ah mantabs ulasannya dan berbobot
      28 Februari pukul 18:05 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Magrib… magrib…. stop dulu sampai jumpa….
      28 Februari pukul 18:05 · Tidak Suka · 5
    • Lintang Kumala · Berteman dengan Aku Dia dan 445 lainnya
      nderek Nyimak Bunda~
      28 Februari pukul 18:05 · Tidak Suka · 1
    • Indra Kurniawan nak dodol nang kedai aku sing utang kopi
      28 Februari pukul 18:05 · Tidak Suka · 2
    • Indra Kurniawan karo teh tubruk e
      28 Februari pukul 18:05 · Tidak Suka · 2
    • Indra Kurniawan wah malah do mlayuuuuuu
      28 Februari pukul 18:06 · Tidak Suka · 2
    • Indra Kurniawan melu mlayu wae lah
      28 Februari pukul 18:06 · Tidak Suka · 2
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      mandi mandi…hehe…sampai gopoh..
      28 Februari pukul 18:07 · Tidak Suka · 3
    • Elvita Dewi Wahid kalo tmn2ku yg duduk di dewan wakil rakyat jg dipanggil YTH. . . .padahaaal. . . Yth tenanan ??
      28 Februari pukul 18:08 · Tidak Suka · 1
    • Jagad Satria Hmm….maha besar Alloh dgn segala firmanya…met sore jlng petang hari bunda….
      28 Februari pukul 18:08 · Tidak Suka · 1
    • Azis PuZi · Berteman dengan Arief Suprapta
      Tolong d lanjutkan yah mba,agar bisa jdi panutan dlam hidup sya.
      28 Februari pukul 18:09 · Tidak Suka · 1
    • Gadis Exsprit Ayoo,,podho sholat lan Tobat,,,,,,,,,,
      28 Februari pukul 18:09 · Tidak Suka · 2
    • Gadis Exsprit mamal,,hek he,,,,biasa nek masih gini suka tebar pesona
      28 Februari pukul 18:10 · Tidak Suka · 2
    • Syah Ruddin hadirrr di pinggir aje nyimak bunda cerita sambil ngopi dwarung pojok hehehhe All@salam rahayu
      28 Februari pukul 18:11 · Tidak Suka · 1
    • Kristanto White Swallow · Berteman dengan Elvita Dewi Wahid
      maggrib maggrib,sholat disek
      28 Februari pukul 18:12 · Tidak Suka · 1
    • Kozink Saputra Sungeng ndalu bunda..salam rahayu wilujeng njih bunda..salam kompak tuk semua saudaraku yg tlh duluhan hadir..
      28 Februari pukul 18:16 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Alhamdulillah Ya Allah… selesai… kini aku kembali untuk meneruskan tulisanku yang kemarin tentang KGRK…. sebelum kulanjutkan tulisanku …. aku ucapkan banyak terimakasih kepada saudara/saudariku yg terkasih…. sungguh saya minta maaf apa bila ada kurang lebihnya apa yg saya utarakan dan apa yg saya tulis… sungguh kita kumpulkan beberapa legenda dan mitos… Insya’Allah akan terjawab…. diakhir tulisan nanti….. salam kasih selalu untuk yg hadir dan yg memberi jempol tulusnya…. semoga dimalam ini kita mendapatkan suatu titik temu yg bermanfaat…. dan tidak ada simpang siur…. damai dalam kata… tentram dalam suasana….
      28 Februari pukul 18:21 · Tidak Suka · 7
    • Samma Ditthi salim sama bunda
      28 Februari pukul 18:26 · Tidak Suka · 1
    • Mas Yo · Berteman dengan Trah Kidung Alam dan 73 lainnya
      Bu… menawi wonten kidul meniko ingkang lenggah sinten kemawon nggih Bu???

      Kadang wonten ingkang asmo Ratu Kencana Wungu, Kencono Sari, Dewi Kadito, Andoro Sari… lajeng ingkang sinebat Ratu Kidul meniko ingkang pundi nggih???

      Nyuwun babar Ibu…
      __/\__

      28 Februari pukul 18:29 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Makanya jika ada manusia yang takabur ( sok berlebihan dan sok tau tentang KGRK ) maka didalam dirinya pasti ada setan yang terkutuk. Sebenarnya di Pantai Selatan ( Kidul ) ada sekitar 40 Kerajaan Ghoib yang dipimpin oleh 40 Ratu Kidul , termasuk kerajaan Nyi Blorong , Nyi Roro Kidul , Nyi Nyi Nyi lainya … dan semua memakai fasilitas yang sama dan warna yang di simbolkan juga berwarna hijau . Jadi jangan kira jika kalau di Parang Kusumo atau di Pelabuhan Ratu , Parang Tritis dan lain2 itu hanya tempat untuk bertemu dengan KGRK salah2 dan kebanyakan…. banyak yang salah sasaran , karena yang diketemui adalah para Ratu Kidul yang lain …. memang mereka itu ratu2 Kidul yang asli , yaitu ratu2 dari 40 Kerajaan ghoib masalah busana hijau hampir sama… dan kalau tidak jeli memang sama… belum dayang2/ abdi2nya…. . Tapi ingat , mereka bukanlah KGRK yang suci itu …
      28 Februari pukul 18:41 · Tidak Suka · 6
    • Mas Yo · Berteman dengan Trah Kidung Alam dan 73 lainnya
      Caranipun pirso dos pundi???
      28 Februari pukul 18:43 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Mohon bagi yg baru lenggah / yg baru hadir silahkan membuka ulasan kemarin malam agar dapat mengikuti selanjutnya ( Hari Ke 2 tentang KGRK ) lebih lanjut…. agar tidak bosan atau ada yg diulang2… sekali lagi mohon maafku…. dan salam3x untuk semua….
      28 Februari pukul 18:47 · Tidak Suka · 4
    • Mas Yo · Berteman dengan Trah Kidung Alam dan 73 lainnya
      waduuh… wingi wingi durung nate nderek …. nggih …pareng bu…. oalah… weruh ora gumun…ga weruh ora gelo… matur sembah nuwun..
      28 Februari pukul 18:48 · Tidak Suka · 1
    • Kozink Saputra Semakin menarik.sumonggo bunda dipun lajengaken.slm hormatku sllu bunda
      28 Februari pukul 18:49 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Nyuwun agunging pangapunten njih Mas Yo… sak estu mboten ateges pripun2… namung meniko nerasaken tulisan kolo wingi sak estu nyuwun pangapunten mas… wonten kirang lakiunging pangucap kulo kang cubluk bodho ela-elo nyuwun pangapunten…. Nuwun Sugeng dalu…
      28 Februari pukul 18:52 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Baiklah saya teruskan… sekali lagi mohon maaf yg sebesar2nya…. apa bila ada kurang lebihnya… Maaf …. Ratu2 gaib Kidul dan Nyi…Nyi…inilah yang banyak mengoda manusia2 yang sedang “terjerumus akan Ilmu Sesat ,Obsesi dan Ambisi . Banyak pula yang menyaru sebagai KGRK kepada manusia yang minta kekayaan, kekuasaan , kejayaan dan lain2 ….. Banyak manusia yang terjerumus mengadakan pernikahan gaib dengan Ratu2 Kidul / Nyi2 tersebut demi ambisi2 keduniawiannya …. Mengejar kekayaan… mengejar ambisi demi sesaat tanpa memikirkan kelak bila kita kembali, ya pastilah dan tentu saja para jin cantik2 itu pasti akan berebutan untuk menikahi manusia , wowwwww seremmmm … he he he bukan merk lampu loh ha ha ha ha ….. menikah dengan Ratu Jin ?
      28 Februari pukul 18:57 · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Pada umumnya setiap orang yang mengadakan pemujaan terhadap Kerajaan Selatan akan ditemui oleh KGRPS saat pertama kalinya dan beliau akan menyarankan untuk ‘ Jangan Lakukan Itu Ngger “ tapi jika manusia tetap pada pendiriannya dan tak mau dinasehati, maka Ratu2 Kidul / Nyi2 yang lain akan datang dan langsung melakukan registrasi XL atau kartu HP laksana kita beli hp baru kartu baru…. He he he… tobat bener2 goblok untuk mendaftar anggota kerajaan barunya – diberi kekayaan ( transfer dari bank gaib atau bang mi’un ha ha ha ) tapi jika masanya kontraknya sudah lewat , mereka akan dibekerjakan secara rodi di kerajaan2 ratu kidul tersebut …di alam barzah nya , sampai kapan… entahlah ? kok ya ora mikir akibatnya ya… saat melakukan registasi… padahal kesenangan sesaat….
      28 Februari pukul 19:02 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Kanjeng Gusti Ratu Kidul tidak akan pernah memberikan pesugihan dan menggoda / mengumbar aura maksiat kepada manusia . Secara logika seorang utusan Allah apapun sebutannya , bidadari / malaikat / nabi / rasul /wali pasti tidak akan melakukan hal negative seperti itu . Seorang bidadari tidak akan pernah Jahat kepada mahkluk Allah yang lain .Pernah gak sih dengar ada bidadari yang jahat kepada manusia ? Suatu hari nanti akan terbuka Tabir Kebenaran dan manusia2 yang selama tidak tahu , yang sok tau ataupun yang munafik akan hal hal gaib , mereka akan mendengarkan sebuah rahasia Semesta dan terimalah akibat perbuatanmu sendiri yg sok mengatas namakan KGRK… banyak yg mengaku isteri KGRK ada yg mengaku Anak KGRT ada yg mengaku KGRK sering datang membawa kereta kencana emasnya memakai busana inilah itulah.. dan cantik luar biasa… ha ha ha sok tau…. Ha ha ha kalian yg sok tau itu tau apa??? Ingat Allah Maha Ghoib… Ingat hidup ini adalah misteri Yang Maha Pencipta Dunia Seisinya…. KGRK juga rahasia Allah…. yang selama ini masih menjadi rahasia besar dan misteri….. untuk itu tidak mudah menembusi KGRK kalau ilmu kita hanya seujung kuku….. aku yg bodoh cubluk tak berani mendahului kehendak… hanya karena takut pada Allah…. karena bagiku KGRK itu misteri… mau bilang nggak ada tapi ada… mau bilang ada banyak orang tak tau wujutnya… dan banyak orang nggak percay… malah bilak klenik… musrik…. ahhhh entahlah….
      28 Februari pukul 19:10 · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Penting Untuk Pembelajaran dan direnungkan juga dipertimbangkan….. Pemahamam secara ruhani mengenai Ratu-ratu dari 40 Kerajaan gaib Kidul group tersebut juga memiliki wanita2 cantik sebagai murid atau abdi dalem tiap kerajaan Nyi…Nyi….Nyi itu….Penilaian negatip bahwa Ratu2 gaib Kidul inilah yang banyak mengoda manusia2 yang sedang “terjerumus akan Ilmu Sesat ,Obsesi dan Ambisi,ini adalah Keliru, kita sebagai sama-sama mahkluk ciptaan Tuhan yang mendalami spiritual batin dan agama,bahwa KGRK merupakan utusan Tuhan YME ,dengan kuasanya Tuhan juga menciptakan bayangan2 KGRK dengan 40 bidadari-bidadari Ratu yang lain yang mempunyai kewenangan tugas yang macam2. Jadi seumpama ada salah satu Ratu yang misalnya diminta kekayaan pesugihan ,dia juga akan memberi sesuai Tugasnya masing2 he he he kayak alam kita ya….. Namun perlu diingat bahwa ,beliau Ratu khusus kekayaan tersebut hanya menjalankan tugas sebagai bagian Kiri/ tangan kiri sebagai bendahara sebagai Ibu Yang Pengasih dan Penyayang ,ibaratnya mereka sebagai jari-jari tangan dan kaki KGRk sesuai tingkatan orang tersebut mengabdi dan meminta. Jadi mereka-mereka tersebut tidak bisa disalahkan atau mempunyai Hati Jahat karena masing-masing bagian mempunyai tugas masing -masing Ada yang menggoda,ada yang memberi kekayaan,ada yang memberi ilmu pengetahuan dan ada yang menuntun kebaikan….
      28 Februari pukul 19:18 · Tidak Suka · 7
    • Anang Soeprayogi Selamat Malam Bunda Lia… Terimakasih Bunda atas wejangannya , semoga bermanfaat bagi kita semua,,, dan smoga Bunda slalu diberi kemudahan dan kesehatan oleh Allah SWT amin..
      28 Februari pukul 19:27 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Jadi ada bagian Kanan dan bagian Kiri sesuai garis keseimbangan seperti Roh ada yang baik ada juga yang jahat….. Semua hanya menjalankan Tugas masing2 sebagai wakil … atau abdi2 KGRK menemui seseorang yang tingkatan Iman dan Dihajatkan.
      Mereka juga tidak mau menggoda orang yang Imannya teguh kepada Tuhan YME, bahkan memberikan teladan atau tuntunan jalan Kebenaran bahwa apabila yang diambil itu sesuai dengan Ngunduh Wohing Pakarti atau Karma ( perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup). Memang semua adalaha Rahasia Sang Pencipta yang tidak bisa dinalar dengan Agama dan Logika,dengan ini kita Imanni DIA ( Allah ) Yang Maha Mengetaui segala apa yg Ghoib dan yg nyata… Maha Suci Allah … Sucikan Allah dengan Tidak Menyekutukan – Nya… Didalam ( SURAT AL MU’MINUN : AYAT 92 ),jadi KGRK tidak memandang dia itu agama apa , tetapi Iman Kamu kepada Tuhan YME karena beliau lebih mengenal Tuhan Yang Sebenarnya daripada orang-orang yang Beragama… Jadi ada yang perlu diluruskan sekali lagi ,sangat salah besar kalau KGRK itu ikut agama tertentu,misal Islam karena beliau kedekatannya dengan Tuhan lebih dari kedekatan orang beragama…. Insya’Allah….
      28 Februari pukul 19:30 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Memang banyak suatu pertanyaan tentang…. Siapakah sesungguhnya Kanjeng Ratu Kidul itu? Benarkah ada, ataukah hanya dikenal dalam dongeng saja? Aku yakin saudara/saudariku begitu….Pertanyaan ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dan sukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya orang mengenalnya hanya dari tutur … katanya… mimpi dll, kata dan dari semua cerita atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi seperti sebuah cerita yg tak ada ujung pangkalnya….
      28 Februari pukul 19:33 · Tidak Suka · 6
    • Ronggo Waskito · 37 teman yang sama
      Ternyata jin ada yg cantik ya dan yg jelek ada gak
      28 Februari pukul 19:42 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Ok kita cuplik beberapa mitos atau legenda…. misalkan saja…. dari beberapa daerah saja…. kalau diceritakan bisa ke Eropa….

      :: Menurut cerita umum, Kanjeng Ratu Kidul pada mudanya bernama Dewi Retna Suwida, seorang putri dari Pajajaran, anak Prabu Mundhingsari, dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit Raja siluman di Sigaluh….. Sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di gunung Kombang. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau jawa. Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.
      :: Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari.
      :: Ada juga sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul sendiri).
      ::Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata “Lara” berasal dari “Rara”, yang berarti perawan (tidak kawin).

      28 Februari pukul 19:43 · Tidak Suka · 6
    • Jemi Nenobahan kalau berada di kawasan laut selatan dilarang memakai baju merah,…?
      28 Februari pukul 19:47 · Tidak Suka · 1
    • Jon Sabar Sabar dpt lukisan dr mn tu?
      28 Februari pukul 19:49 · Tidak Suka · 1
    • Ronggo Waskito · 37 teman yang sama
      Yg dianggap jin aja mampu membuat manusia takut bahkan ada yg menjadi budak
      28 Februari pukul 19:50 · Tidak Suka · 1
    • Kaate Charles she wanna be my bride
      28 Februari pukul 19:51 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mitos yg lain… Legenda yg lain masih banyak lagi….
      :: Ada pula …. Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu menderita sakit budhug (lepra).
      Utuk mengobatinya harus mandi dan merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan, dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.
      :: Ceritaa lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah dilakukan dapat disimpulakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul tidaklah hanya menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk daerah pesisir pantai selatan, mulai daerah Jogjakarta sampai dengan Banyuwangi.
      28 Februari pukul 19:55 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Kaate Charles take when can you can to become your wife ha ha ha ha
      28 Februari pukul 20:00 · Tidak Suka · 5
    • Kaate Charles bunda things change u never know one day you can be in my hands as my wife , anyway how are u
      28 Februari pukul 20:02 · Tidak Suka · 2
    • Kozink Saputra Lanjuuut bunda
      28 Februari pukul 20:07 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia He he he Kaate Charles thank all live God can confront to whoever and how does your wife later i prayer for you good affection God in you Ok.
      28 Februari pukul 20:07 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia
      ‎:: Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut (sanggar).


      :: Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.

      :: Upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu pesisir pantai selatan, Jawa timur, yang khusus diadakan untuk Nyai Rara Kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara Kidul.

      28 Februari pukul 20:14 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia
      ‎:: Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu pesisir pantai selatan, Jawa timur, yang khusus diadakan untuk Nyai Rara Kidul…. bahkan Mr.Welter juga pernah melakukan. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara Kidul.

      :: Seorang juga pernah bertapa dipulau karang kecil, sebelah timur Ngliyep Dengan cara tanpa busana mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang lampunya bersinar-sinar terang sekali…..

      28 Februari pukul 20:22 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia
      ‎:: Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan dengan terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.

      28 Februari pukul 20:24 · Tidak Suka · 7
    • Pretie Aurora · Berteman dengan Arie Irfan
      Ooo
      28 Februari pukul 20:30 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Ada sebuah mitos lagi yg menarik…. seperti dibawah ini…..
      Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari selir tersebut. Maka, bahagialah sang raja. Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu…. untuk menyingkirkan Kadita/Dewi Srengenge dari kraton…. timbullah niat jahat Dewi Mutiara…. dipanggilnya tukang teluh……

      28 Februari pukul 20:33 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia
      Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun teluh. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa…….

      28 Februari pukul 20:36 · Tidak Suka · 6
    • Arsy Surya · Berteman dengan Raja Jawa dan 5 lainnya
      Q suka ft & artikelnya , , ,
      28 Februari pukul 20:38 · Tidak Suka · 2
    • Panca Tunggal trskan…….
      28 Februari pukul 20:39 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya…… Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara dengan dalih dan rayuannya bahkan hasutan fitnahnya memaksa Raja untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara…. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu….. Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi…. Dia hampir tidak dapat menangis lagi….. Dia memang memiliki hati yang mulia…. Tabah… sabar ikhlas…. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan yg dialaminya…..

      28 Februari pukul 20:45 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia
      Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan… kering sudah air matanya…. dengan ketabahannya Kadita terus menyusuri pantai….. Dia memandang samudera itu…. dipandangnya ….. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi….. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya….. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan….. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya…..
      Masih banyak kisah atau legenda2 tentang siapa KGRK hingga kini banyak orang yg penasaran bahkan ingin tau…. Sudah aku katakan dimuka semua adalah rahasia Allah…. hidup adalah misteri…..

      28 Februari pukul 20:49 · Tidak Suka · 8
    • Bunda Lia
      Kita beralih dalam mitos atau legenda yg lain lagi….. dan lebih membuat kita makin tau… berapa banyak legenda KGRK dan bagaimana kita mau tidak percaya yg namanya ghoib… sehingga Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh namanya, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur….. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepada gurunya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, yang bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana….. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian…..

      28 Februari pukul 20:55 · Tidak Suka · 7
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum…….
      Yunda dan Poro Kadang Sutrisno………
      28 Februari pukul 20:56 · Tidak Suka · 2
    • Panca Tunggal saya sangat setuju kalau KGRK di jelaskan dengan sejelas2nya agar semua tau apa/siapa KGRK itu dan apa hubungannya dengan alam semesta ini jangan sampai orng salah kaprah mengartikan KGRK itu,……….
      28 Februari pukul 20:56 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji untuk membantunya.
      Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan Yogyakarta…. Dan dipercaya dan dilakukan oleh masyarakat setempat…..

      28 Februari pukul 20:59 · Tidak Suka · 6
    • Tik’s Daeng Mis · Berteman dengan Budaya Nusantara
      makasih atas informasia,a… Mdah-mhan bermanfaat buat sya.
      28 Februari pukul 21:03 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Cerita Legenda dan Mitos diambil dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat dalam Babad Tanah Jawi. Legenda cerita tersebut memang berbeda, tapi anda jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi tulisan selanjutnya…. Dan masih banyak lagi legenda dan mitos2 KGRK…..
      Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata Tidak aku yakin itu …. didalam tulisan kemarin malam paling awal telah saya jelaskan dengan gamblang siapa KGRK….. dan bagi yg percaya monggo tidak juga monggo…. semua tinggal masing2…. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini…. kalau tidak percaya mengapa hingga kini masih saja pihak Kraton Solo dan Yogyakarta tetap melakukan larung sesaji … labuhan agung dll yg masih ada kaitanya dengan KGRK…..

      28 Februari pukul 21:04 · Tidak Suka · 5
    • Sheila Nasylaa AzzaAcch · Berteman dengan Sitoresmi Prabuningrat
      Hm ..aq dlu pernah tseret ombak d pr.tritis hmpr smp d tengah krn pd wkt ntu aq memang mainan air tb2 ombak bsr datang,tp keajaiban datang,tb2 aq mrsa ad tangan yg meraihku dan kmd membawaku kembali ke pinggir pantai..hm ..rahasia Illahi ..
      28 Februari pukul 21:07 · Tidak Suka · 1
    • Azis PuZi · Berteman dengan Arief Suprapta
      Saya suka keterangan penjelasan dari artikelnya bunda,terimakasih yah.
      28 Februari pukul 21:10 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik… teka-teki… misteri. Tapi terlepas dari tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya? Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan…..

      28 Februari pukul 21:11 · Tidak Suka · 7
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      hm hujan deras wilayah batavia ..dingin…sinambi nyruput wedhang kopi hangat Diajeng Ayu….monggo..
      28 Februari pukul 21:17 · Tidak Suka · 5
    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Agung Pambudi : KOko yang hujan Wilayah Batavia, ……… Saya jadi teringat ame Bang Pitung…. hehehehe…… Yang satu mengajak konsen Ke Laut Kidul….. satunya ngajak FlashBach ke VOC hahahahaha……………
      28 Februari pukul 21:21 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia
      Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.

      28 Februari pukul 21:24 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia
      Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.
      Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta….

      28 Februari pukul 21:29 · Tidak Suka · 5
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      ‎@ kang mas Abdul Lathif..hehe.rangkaian alur kisah kehidupan saling berkait dari satu kehidupan kekehidupan yang lain..salamku kang mas..rahayu.
      28 Februari pukul 21:31 · Tidak Suka · 3
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kangmas Agung Pambudi : Kula nggih purun menawi dipun kuntuni wedang kopinpum, Mas …….. hehehehehe……
      28 Februari pukul 21:33 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang Yogyakarta … Bedaya Ketawang Surakarta dan yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul…. lalu Panggung Songgo Buwono di Surakarta juga digunakan untuk pertemuan sinuwun Paku Buwono ….Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan.

      28 Februari pukul 21:34 · Tidak Suka · 9
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      nuwun injih kang mas Abdul Lathif..meniko sampun cumawis raos ingkang dikarsak’.aken..monggo sedoyo mawon..kadhang dasih ingkang minulyo….
      28 Februari pukul 21:36 · Tidak Suka · 2
    • Abdul Lathif ‎.
      Yunda : Kalau Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.
      Bagaimana, kalau, hal itu tidak dilakukan oleh orang sekarang????????
      28 Februari pukul 21:38 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan….. kalau begini apakah kita tidak percaya … sampai2 saya pribadi karena merasa penasaran dan ingin tau melakukan dan dengan upaya yg nggak mudah sayapun melakukan apa yg dilakukan para leluhur tanah jawa… sampai2 saya menggelar Bedoyo Songgo Buwono atas gabunganya Bedoyo Semang dan Bedoyo Ketawang… dan apa yg terjadi… Subkhanallah… sungguh2 terjadi … tampak jelas vidio kami menangkap seorang wanita jalan dengan gemulai menuju arah pada kesembilan penari kami… ini benar2 terjadi….

      28 Februari pukul 21:42 · Tidak Suka · 8
    • Kozink Saputra Lanjut bunda
      28 Februari pukul 21:45 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Dan Vidio itu sebagai dokumen penting bagi kami… dan sungguh kejadian2 aneh…. tampak jelas disaat kami melakukan perjalanan ritual labuhan…. dan larung sesaji… dalam alunan kidung Kalacakra… Kidung Sabdopalon… dan Bedoyo Songgo Buwono hingan tari persembahan semua menemukan keanehan… walau tidak bersamaan namun sungguh2 terjadi… apakah aku harus tidak percaya…. sungguh aku percaya KGRK ada… dan Nyi2… atau Ratu2… aku percaya itu….

      28 Februari pukul 21:47 · Tidak Suka · 8
    • Bunda Lia
      Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah Jawa Barat… hingga sampai sekarang walau ada simpang siur ….. Panjenengan pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus (nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang disajikan khusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan sang Ratu, bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang perantara yang menyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar ini adalah salah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden Soekarno…… Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda yang paling spektakuler paling hangat dan paling asyik diceritakan dan dibahas… sungguh luar biasa bukan…??? Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan… masih banyak lagi kisah masing2 manusia tentang KGRK…. sungguh sangat luar biasa kekuatan dan mitos tentang KGRK…. sampai2 banyak orang yg benar dan tidak benar bahkan sampai mencari sensasi membawa2 nama KGRK….. untuk populeritas… jadi ingat Yupe….

      28 Februari pukul 21:57 · Tidak Suka · 9
    • Bunda Lia
      ‎~~ Saudara/ Saudariku…. Perkenankanlah saya untuk memberikan penjelasan tentang siapa Kanjeng Ratu Kidul sesungguhnya, agar dapat dipahami dengan sebenarnya, dan ini sudah menjadi bagian dari tugas saya untuk menyampaikannya….. Memang seperti yang dilontarkan oleh beberapa teman2, bahwa Kanjeng Ratu Segara (Samudra) Kidul (Selatan) adalah identik dengan Nyi Roro Kidul (Ratu Pantai Selatan), Sudah saya jelaskan dengan gamblang dari KGRK 1 itu yg saya ceritakan mulai kemarin…. bahwa sesungguhnya adalah lain/berbeda, Kanjeng Ratu Segara Kidul adalah mahluk Allah SWT yang ditugaskan langsung untuk menjaga keseimbangan alam semesta dimuka bumi khususnya wilayah Nusantara.

      28 Februari pukul 22:00 · Tidak Suka · 8
    • Bunda Lia Istana/Keraton tersebut tertutup dengan ghaib (seperti hijab) atas ijin Allah SWT sehingga tidak dapat dipandang oleh mata manusia, namun hanya kepada segelintir orang tertentu yang mempunyai jiwa dan pikiran yang bersih (bukan untuk diperagakan atau dipertunjukkan kepada orang lain), serta kekuatan hati yang tulus damai, insya’ Allah atas ijin Nya juga, tentu diperkenankan untuk melihatnya.
      28 Februari pukul 22:03 · Tidak Suka · 6
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kangmas Agung Pambudi : Kopinipun gek mulai telas maleh Mas…. hehehehe
      28 Februari pukul 22:04 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia
      Perlu saya jelaskan lagi, bahwa Kanjeng Ratu Segara Kidul, sejak keberadaannya, tidak akan pernah memiliki suami atau pasangan apalagi keturunan seperti mahluk ciptaan Allah lainnya, Beliau adalah tunggal dan selalu tidak pernah putus dari air wudhunya (selalu suci). Jadi cerita atau legenda yang mengabarkan bahwa beliau pernah menikah dengan raja2 di jawa (seperti Panembahan Senopati, Sri Sultan HB IX, Bung Karno, dll) adalah tidak benar adanya, yang benar adalah bahwa raja2 di jawa sejak jaman dahulu selalu berkunjung dan berupaya bertemu dengan Beliau untuk mendapatkan dawuh/pesan atau bimbingan dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala pemerintahan disamping pesan agar selalu menyembah serta berkomunikasi, memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta untuk diberikan keselamatan dan kesehatan. Jadi tujuan kunjungan para raja tersbut adalah bukan untuk memperoleh kekayaan atau materi di dunia….. jadi para2 itu hanya minta petunjuk dalam wening…..

    • Bunda Lia
      Mas Abdul Lathif… he he he kok jadi ngantuk … waduhhhh belum selesai je piye to… mas Lathif… pripun meniko???
      Kemudian, setelah pertemuan tersebut, untuk menghormati keberadaan serta kebajikan Kanjeng Ratu Segara Kidul, biasanya para raja tersebut memperoleh pesan untuk mempermudah komunikasi dengan Kanjeng Ratu agar selalu menuliskan nama seperti Putri Kencana Wungu dan lain lain (akan jelaskan lain waktu). Sementara, Nyi Roro Kidul adalah mahluk jin ciptaan Allah SWT juga yang bermukim di pantai (daratan) selatan Pulau Jawa, beliau mendapatkan amanah kekuasaan dan segala aturan serta tanggung jawabnya dari Kanjeng Ratu Segara Kidul untuk menjaga keseimbangan wilayah sekitar daratan pantai selatan, kemudian aturan2 tersebut disampaikan selanjutnya melalui pesan kepada seorang juru kunci atau sesepuh dan keturunannya (yang dapat berkomunikasi langsung) agar selalu menjaga nilai2 luhur budaya yang telah disepakati, termasuk tata cara berpakaian, sopan santun dan tutur kata yang baik. Sehingga bila ada manusia yang konon kebetulan menjadi korban kecelakaan terseret arus kemudian tenggelam di laut adalah akibat dari tindakan kecerobohan manusia itu sendiri, yang mungkin saat sebelumnya terjadi kecelakaan sudah melakukan hal-hal yang kurang baik sehingga secara takdir memang harus demikian jalan ceritanya… jadi bukan untuk tumbal/ diminta oleh KGRK… sumua saya garis bawah dan tulisan tebal… orang2 itu tidak diminta KGRK tetapi mereka itu sembrono dan kurang hati2 sehingga mendapat petaka dan terseret ombak….

      28 Februari pukul 22:19 · Tidak Suka · 9
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      ampun kuatos kang mas.. Abdul Lathif pun adhi engkang nyeduh malih..kopi racik nunggal raos..hehe.
      28 Februari pukul 22:22 · Tidak Suka · 4
    • Kozink Saputra Ampun ngatok riyen bunda.. Taseh penuh dgn semngat menyimak wedaran bunda.rahayu bunda
      28 Februari pukul 22:23 · Tidak Suka · 3
    • Abdul Lathif ‎.
      Ampon klentu Kopi Luwak, Mas… hehehehehe…….
      28 Februari pukul 22:29 · Tidak Suka · 2
    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      ngestok’aken dawuh kang mas……..
      28 Februari pukul 22:33 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia
      Perlu dijelaskan diketaui…., bahwa sesungguhnya mahluk jin diciptakan oleh Allah SWT untuk selalu menyembah kepada Nya, semakin tunduk dan menjalankan kewajiban (ibadah sholat dan dzikir) hanya semata mata karena Allah, maka akan sempurnalah hidupnya (termasuk wujud badannya, semakin tawaqal, maka semakin berkilau wajahnya menyerupai manusia).Demikianlah sekedar penjelasan dari saya,dapat menyamakan persepsi, namun bukan untuk mendoktrin apalagi merubah terhadap keyakinan agama kita masing-masing, Sekali lagi saya mohon maaf lahir dan bathin yang sangat tulus kepada seluruh rekan/para kadhangl apabila ada kalimat atau perkataan yang tidak sesuai didalam penjelasan saya. Terima kasih…. sampai jumpa KGRK ke 3 besok malam… Wass….

    • Agung Pambudi · 478 teman yang sama
      sugeng suruping netro Diajeng Ayu..nembah nuwun..
      28 Februari pukul 23:12 · Tidak Suka · 4
    • Kozink Saputra Nuwun injih bunda,matur sembahnuwun,sugeng ndalu . Mugiyo gusti allah tansah maringi nikmat sehat,panjang umur, sehingga kita msih di beri ksempatan utk berjumpa besok amin.. Slm damai hati serta hormat sllu kagem.sederek sedoyo,soho ibunda.salam
      28 Februari pukul 23:14 · Tidak Suka · 3
    • Rosalia Amelia Mudjono Pangalila: penggemar Bunda Lia juga ya, aku amsih belum paham dgn kecantikan Beliau Luar Biasa ya..,dari Songgobuwono ( maklum ga paham?) tapi aku tertarik..salut dgn kalimat yg sangat bagus/bhs nya indah/tinggi ya, aku di kasih rekomendasi dong ( kalau ams kenal baik dg beliau ) he he…., isih kelingan toh meski sdh di Menado ( kupikir lali karo asline wong solo ) hem… nuwun.
      14 jam yang lalu · Tidak Suka · 1
    • Rosalia Amelia Kumkum itu masuk dalam Kontemplasi, Meditasi atau Samadhi, aku ga mudeng tuuh? Rahayu Wilujeng
      14 jam yang lalu · Tidak Suka · 1
    • Mudjono Pangalila
      iya mbak Lia biar gimana- gimana lan tinggalku juga dimana mana itu kan bagian dari perjalanan hidupku, mung nggolek kemuliaan batin, tentreme ati, lereme jiwo lan rogo, kecantikane Bunda Lia kuwi pancen wis dititahake marang Gusti, diwenehi keluwihan kang luwih, iku mau ora biso dipelajari wong lio, sing iso yo mung gelem mahami lan nindak ake opo ora, Mbak Lia aku dewe yo durung paham mengenai Profilsing lengkap, sing pasti soko kata2ne, foto2 ne bener2 gawe bangga wong jowo yen nduweni budaya mengagumkan..

      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 1

  • Tulis komentar…

Tentang Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 3, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: