Raja Mataram pertama & KGRK – 4

Raja Mataram pertama & KGRK- 4
Oleh : Bunda Lia Songgo Buwono


www.songgobuwono.com
Tidak hanya sebuah ritual budaya dan agama, pernikahan juga memiliki arti politik dan ekonomi. Bahkan juga memiliki makna simbolik berupa pertemuan dua jiwa yang dimabuk rasa cinta dan kasih, untuk menjadi satu, melebur dan mencair dalam satu ikatan untuk mencapai kesempurnaan….. Dalam khasanah Jawa, mitologi yang terkenal tentang perkawinan adalah perkawinan antara Panembahan Senopati, Raja Mataram pertama dengan Kanjeng Ratu Kidul. Ada beragam penafsiran tentang makna perkawinan dua makhluk berlainan spesies ini. Panembahan Senopati berspesies manusia dan Kanjeng Ratu Kidul berspesies lelembut.

Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Sunting · 13 jam yang lalu

  • 2 kali dibagikan
    • Siaoyin Putra Kalingga Wakakakkk Bunda dari dahulu sampai sekrng masih banyak yg seperi itu eheemmm apalagi tahun ini d seterusnya tahun penyempurnaan ..mat malam smoga bahagia slalu GBU..
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Sawung Sariti met mlm bunda…
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Selamat malam selamat berjumpa dihari ke 4…. Ada yang menafsirkan bahwa perkawinan itu hanya upaya legitimasi politik Panembahan Senopati agar semakin ditakuti dan disegani lawan-lawan politiknya, sehingga dia merekayasa cerita tidak masuk akal…. mungkinkah??? He he he…
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 12
    • Sawung Sariti masuk akl jg bunda.. Rahayu3x..
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Mas Siaoyin Putra Kalingga… selamat malam monggo mas kita babar mungkin mas Kalingga lebih tau… sangat senang bila dapat sedikit menulis tentang beliau… monggo….
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Syahwir Papude Dinda Bunda Lia…Selamat malam…Salaam Hormat, Bahagia dan Santun kanda selalu…Kanda nyimak…!!
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Selamat malam mas Sawung… terimakasih…
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Selamat malam juga kanda Syahwir…. salam hormat selalu…
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Agus Seti Aji Sutejo belajar sejarah…. nderek nyimak njih….
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Mas Sawung Sariti… Ada pula yang menafsirkan secara filosofis, bahwa perkawinan Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul itu sesungguhnya sebuah upaya Gusti agar manunggal dengan Kawulo dengan cara ngayomi lahir dan batin para kawulo sehingga Raja menjadi seorrang Ratu Adil…. mungkin… he he he….
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 10
    • Denny Gibran Chevalier Callum selamat malam Bunda Lia,dalem nderek nyimak kemawon…
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Hasan Bachri met malam bundaku….
      Maaf, itu foto/lukisan siapa..?
      Indah dan berkharisma…
      terima kasih.
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Abil Ghifari Selamat malam Bunda Lia…
      Rahayu
      Rahayu
      Rahayu
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Afif Junaidi Asyik…. Mitologi cinta juga dong….
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Sawung Sariti kulo awam sanget ngengingi lan babagan misteri..
      Krna rhsia alam.. Sumonggo dipun lajengaken bunda..
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Siaoyin Putra Kalingga Ehemm Bunda Lia,,sulit dibeber banyak versi d mungkin juga ada yg tidak pas haha lebih baik mendengar d menyimak aja salamm..sulit dijabarkan memakai logika..
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Ada pula yang menafsirkan bahwa perkawinan itu benar-benar terjadi sebagaimana pernikahan pasangan hidup kita. Bila ini benar-benar terjadi, pastilah ini kejadian luar biasa yang hanya dilakukan oleh manusia yang sakti mandraguna…. sungguh saya benar2 sangat kagum dengan kekuatan ilmu Panembahan Senopati apa bila demikian … karena mampu mengalahkan KGRK yg kesaktiannya sangat luar biasa dan dijagat raya ini tak ada yg mampu mengalahkan…. ada apa dibalik semua ini…. sampai2 KGRK mampu bertekuk lutut dalam cinta/ asmaranya pada Panembahan Senopati…. siapakan sesungguhnya dan bagaimana ceritanya… kita telusuri bareng2 OK…. masalah memahami dan menilai tulisan saya ini….. Terserah Anda, mau percaya pada penafsiran yang mana…. Ada baiknya akan kita runut asal muasal perkawinan Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul yang fenomenal tersebut…. dan kita pecahkan bersama….
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 14
       
       
       
       
       
    • Bunda Lia Danang Sutawijaya nama kecilnya Panembahan Senopati. Ayahnya bernama Ki Ageng Pemanahan yang berjasa besar membantu Jaka Tingkir membunuh Aryo Penangsang, adipati Jipangpanolan dalam krisis politik di Kesultanan Demak Bintoro pada masa akhir pemerintahan Sultan Trenggana…..Setelah Jaka Tingkir menjadi Raja bergelar Sultan Hadiwijaya yang akhirnya mendirikan Kesultanan Pajang, Sutawijaya kemudian dianugerahi tanah Mentaok – Kotagede, Jogja sekarang ini……Bersama-sama ayahnya ia babat alas kawasan yang kini terkenal dengan kerajinan perak tersebut…… Karena keraton Sutawijaya berada di sebelah utara pasar maka dia bergelar Ngabehi Loring Pasar….. Setelah Ki Gede Pemanahan meninggal tahun 1575 M, Sutawijaya memberontak ke Pajang saat di Pajang terjadi konflik elite tahun 1582 M dan membuat Mataram merdeka dari Pajang…. kita mengenal Panembahan Senopati dulu ya…
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 14
    • Bunda Lia Konflik elite yang terjadi yaitu anak Sultan Hadiwijaya, Pangeran Benowo yang merupakan pewaris Pajang di kudeta oleh Aryo Pangiri adipati Demak. Merasa terdesak Pangeran Benowo meminta bantuan Sutawijaya di Mataram. Setelah berhasil mengalahkan Aryo Pangiri, Pangeran Benowo menyerahkan pusaka Pajang pada Sutawijaya. Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama dan bergelar Panembahan Senopati Khalifatullah Sayyidin Penatagama….. Danang Sutawijaya adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601, bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Panembahan Senopati bila dirunut silsilahnya ke atas ternyata sampai kepada Nabi Muhammad SAW dan juga masih ada hubungan darah dengan Sunan Gunung Jati (Maulana Syarif Hidayatullah)……
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 11
    • Rahadian P Hadi lanjuut ..
      13 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Inilah silsilah Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya ….
      ~ Nabi Muhammad SAW
      ~ Fathimah az Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib
      ~ Sayyid Husain
      ~ Sayyid Zaenal Abidin
      ~ Sayyid Muhammad al Baqir
      ~ Sayyid Jakfar Shodiq
      ~ Sayyid Qosim Kamil
      ~ Sayyid Idris An Naqib
      ~ Sayyid Ali Muhajir
      ~ Sayyid Ubaidillah
      ~ Sayyid Muhammad Alwi
      ~ Sayyid Ali Kholaqosan
      ~ Sayyid Muhammad Shohibul Mirbad
      ~ Sayyid Aminul Faqih
      ~ Sayyid Abdul Malik
      ~ Sayyid Abdullah Khon
      ~ Sayyid Ahmad Jalal Basyah
      ~ Sayyid Jamaludin Husain
      ~ Sayyid Ali Nuril Alam
      ~ Maulana Syarif Abdullah
      ~ Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
      ~ Pangeran Pasirian (Pangeran Arifin)
      ~ Pangeran Swargo
      ~ Panembahan Senopati (Danang Sutawijaya)
      Dan maaf tidak saya jelaskan satu persatu … kalau dari Panembahan Senopati hingga kini Insya’Allah kami dapat menjelaskan satu persatu tetapi mungkin 1 bulan tidak selesai apa lagi dari Panembahan keatas… ohoyyyyy bisa 3 bulan….
    • Abhi Phala berarti nama lain Ki Ageng Pemanahan = Pangeran Swargo ya Buu ???…
    • Bunda Lia Maaf terpaksa saya ganti akun karena akunku yg ini kok rasanya kurang beres… ada apa lagi nih….
    • Bunda Lia Tiga Maaf saya pakai ini… karena Bunda Lia kok tiba2 macet…. Baik saya teruskan lagi…. Panembahan Senopati dikisahkan dalam babad Tanah Jawa memiliki kebiasaan yang hebat dalam olah rasa, meditasi dan gentur bertapa senang olah rasa… prihatin … mahening didalam kesendirian…. Salah satu ritual wajib yang dilakukannya untuk melatih kesabaran adalah membuang cincinnya sendiri ke sungai dan kemudian mencarinya hingga ketemu. Tindakan unik dan nyeleneh dan sungguh lucu…. namun itulah kebiasaan Panembahan Senopati…. diluar kebiasaan ini membuahkan hasil berupa diperolehnya kawicaksanan tertinggi, ilmu-ilmu ketuhanan yang mumpuni serta kesaktian yang pilih tanding.
      Saben mendra saking wisma
      Lelana laladan sepi
      Ngisep sepuhing sopana
      Mrih para pranaweng kapti
      Setiap kali keluar rumah
      Wisata ke wilayah sunyi sepi
      Menghidup napas kerokhanian
      Agar arif kebulatan awal akhir luar biasa… siapa yg mau begitu dijaman sekarang ??? He he he bisa dikatakan musrik…. he he he… orang kalau sudah dikatakan musrik… udah patah semangat… he he he … aneh… kalau aku makin dilarang makin jadi dan ingin tau… sampai2 dibilang dablek…. goblok… ha ha ha siapa takut…. Nabi Muhammad saja mendapat Wahyu pertama juga saat olah rasa di goa …. mengapa kita takut dibilang musrik….
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 10
    • Bunda Lia Tiga Panembahan Senopati tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik, yang keteladanannya memandu alam pikiran Kejawen untuk menggapai pemahaman tertinggi Ketuhanan yaitu Manggalih, artinya mengenai soal-soal esensial, pasca Manah (dipersonifikasikan Ki Ageng Pemanahan) artinya membidikkan anak panah, mengenai soal-soal problematis di jantung kehidupan, pusat lingkaran.
      Panembahan Senopati yang cerdas memahami psiko sosial masyarakatnya. Ia pun menganyam serat-serat kehidupan yang dianyam dengan amat simbolik mistik berupa kisah Asmara dengan Penguasa Laut, dengan Empu Laut Kanjeng Ratu Kidul sehingga Panembahan Senopati memperoleh dataran baru, daratan ke-Mataram-an…. kupasan tentang Mataram sudah saya tulis hari pertama… 5 hari yg lalu diawal saya menulis… monggo silahkan dibuka kembali tentang KGRK bagian pertama…..
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 10
    • Tatot Pitulungan Ada dua hal mitos ini yg menjadi hebat. 1. walaupun kanjeng ratu kidul penguasa laut selatan beliau ini tak pernah pakek bikini. layak menjadi contoh…2,. kanjeng senopati efesiensi dalam menata kehidupan dengan kenjeng ratu …
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Sik sik…aku jadi mumet ki kenapa akunku yg ini kok aku buka komen nggak bisa…. aneh bener… mas Tatot panjenengan bisa buka 25 komen distatusku tidak??? Maaf merepotkan… wahhhh piye jal kok aneh lagi…
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 8
    • Tatot Pitulungan Bisa bunda Q .!!!! Laptop bunda perlu ganti yg baru..
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Kozink Saputra Sugeng ndlu.bunda nderek nyimak wedaranipun.manaf hdirku agak terlambt lg ngantar saudara ke rs.slm rahayu bunda
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Dikisahkan, Panembahan Senopati saat babad alas Mentaok menghadapi Raja Jin bernama Jalumampang…. konon jalumampang sangat sakti samapai2 Panembahan Senopati tak mampu mengalahkan…. . Merasa kesulitan mengalahkannya, Panembahan Senopati kemudian bertapa di laut selatan….. Dalam bertapa, dia di datangi oleh Kanjeng Ratu Kidul yang terpikat oleh ketampanannya. Kanjeng Ratu Kidul berjanji akan membantu melawan Jalumampang asal Panembahan Senopati dan keturunannya mau menjadi suami dari Kanjeng Ratu Kidul…. wowwwww gara2 ketampanannya to…. wowww ya embuh kalau begitu… he he he … gurau dari pada aku stress buka komen nggak bisa….
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 8
    • Bunda Lia Mas Tatot cocok kuwi…. ha ha ha ha …. minta ganti Panembahan Senopati… xixixixixixiixiiiii
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Mas Kozink tak ada kata terlambat…. yg jelas aku lagi jengkel dgn lap topku apa bagaimana masak buka komen kok nggak bisa…. nyebelin bener… jadi malas nih… jangan2 mau di kunci lagi sama wong gemblung….
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 8
    • Kozink Saputra Hehehe njeh bunda klo d selingi gurauan. Lbh nyantai.dn gk jenuh. Sumnonggo kalajengaken bunda.
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Kozink Saputra Cuaca d jw lg extrim. Mungkin gangguan signal.bunda. Jd lelet.modem nya mintak ganti yg baru xixixi slm ku bunda
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Songgo Buwono Bunda Lia dan Bunda Lia Tiga… krodit lagi….. seperti kemarin tapi aku masih mampu melihatnya…. tambah stressssss….. maaf lagi bener2 kacau… Ok pantang menyerah…..
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Kozink Saputra Ok bunda ttp semangat. Bunda pasti bisaaaaaa.
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Songgo Buwono Baik saya teruskan Ok…. Perkawinan Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul pada dasarnya adalah perkawinan yang strategis. Panembahan Senopati memperoleh kedaulatan atas wilayah Mataram yang wilayahnya berdampingan dengan Laut Selatan yang tak terbatas. Dengan perkawinan tersebut, Panembahan Senopati mampu untuk menguasai juga para lelembut yang tak terbilang banyaknya sebab Kanjeng Ratu Kidul adalah raja para lelembut tersebut sehingga Panembahan Senopati biso toto jalmo kang ora kasat moto…. Panembahan Senopati bisa bicara dengan ghoib… yg tak dapat dilihat dengan mata telanjang…..oleh sebab itu Panembahan Senopati mampu membangun sebuah kekuatan psikologis untuk memperkokoh legitimasi pemerintahannya…. hebat…. sungguh sangat mengagumkan…. Selama pemerintahan Panembahan Senopati, Kerajaan Mataram tercatat harus berperang menundukkan bupati-bupati daerah di antaranya Kasultanan Demak, Ponorogo, Pasuruan, Kediri, Surabaya. Cirebon pun berada di bawah pengaruhnya….
      12 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
       
       
       
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Perkawinan Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul, oleh sebab itu diyakini terus dipertahankan oleh para Raja Mataram mulai Sri Sultan Hamengko Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ini…. Di setiap bangsa pasti ada sosok dan tokoh yang menjadi panutan. Demikian pula dalam Kejawen. Banyak tokoh-tokoh Kejawen yang bisa menjadi panutan. Tercantum dalam Serat Wedhatama ….. tokoh yang menjadi panutan adalah Panembahan Senopati…..

      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Sulistiyo Yudi karena ga bisa mengalahkan kadipaten Madiun, kalah oleh kesaktian Retno Dumilah, Panembahan Senopati memperistri Retno Dumilah, dhn janji kelak anak keturunannya dijadikan pewaris tahta mataram. dgn gelarnya sultang agung hanyokrokusumo….. mataram mencapai puncak kejayaan.
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Sulistiyo Yudi Bunda, kula nrenjel2 nggih?
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Songgo Buwono Lanjutke ndisik mas aku tak ngurusi akunku dijahili orang lagi aku nggak bisa masuk ki….
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Panembahan Senopati memiliki nama asli Danang Sutawijaya. Beliau adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah 1587-1601 dengan bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Mengapa tokoh Panembahan Senopati dianggap sebagai tokoh panutan? Panembahan Senopati yang juga pendiri kerajaan Mataram Islam itu memiliki kegemaran melakukan tapa brata….. Tiada hari tanpa lelaku…. he he he jadi ingat keluargaku…. masak aku seneng lelaku suka diomel2li keluarga semasa usiaku diatas 17 dibawah 25 thn…. wahhhh pokoknya waktu itu perang terus sama keluarga… dicap musriklah… kleniklah… mursal… bandel… dll… aku dasarnya cuwek nggak mau ditegur makin menjadi ditambah ada dukungan dari eyangku Romo Marto… wahhhh pokoknya ritual jalan terus…. Ok saya teruskan lagi… Karena kelebihan dan kesaktian yang dianugerahkan Gusti Allah kepada Panembahan Senopati, Panembahan Senopati bisa melakukan semedi di tengah samudera. Nah, sekarang kita simak apa saja pesan dari Mangkunegara IV bagi kita untuk meneladani Panembahan Senopati? Simak Pupuh II (Sinom) dari Serat Wedhatama….. apa ya isi pupuh itu…??? Baik kita simak… pelan pelan karena diartikan sekalian biar semua bisa paham OK….

      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Denny Gibran Chevalier Callum Sabar bun…
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Sulistiyo Yudi sebelum mewarisi tahta Mataram, raden Jatmiko, sultan agung hanyokrokusumo, ketika lahir langsung diungsikan ke ponpes tegalsari. sekarang gontor untuk menimba ilmu agama & tata negara, agar terhindar dari keluarga panembahan yg tdk menghendaki keberadaanya.
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Nulada laku utama, tumrape wong Tanah Jawi, Wong Agung ing Ngeksiganda, Panembahan Senopati, kepati amarsudi, sudane hawa lan nepsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amamangun karenak tyasing sesama….. yang artinya….Contohlah perbuatan yang sangat baik, bagi penduduk di tanah Jawa, dari seorang tokoh besar Mataram, Panembahan Senopati, berusaha dengan kesungguhan hatinya, mengendapkan hawa nafsu, dengan melakukan olah samadi, baik siang dan malam, mewujudkan perasaan senang hatinya bagi sesama insan hidup….

      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum………..
      Wahai para saudaraku yang berhati luas seluas samudera……
      Saya datang dengan membawa tikar di luar untuk turut menyimak….
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Kozink Saputra Kng abdul lathif.di luar byk nyamuk lho kng.sumonggo mlebet kempal wonten warungipun bunda..kopi nipun sampun cumepak lho kng lathif..sumonggo..hehehe slm mlm ku kng
      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Samangsane pesasmuan, mamangun martana martani, sinambi ing saben mangsa, kala kalaning asepi, lelana teki-teki, nggayuh geyonganing kayun, kayungyun eninging tyas, sanityasa pinrihatin, puguh panggah cegah dhahar, lawan nendra….. Saat berada dalam pertemuan, untuk memperbincangkan sesuatu hal dengan kerendahan hati, dan pada setiap kesempatan, di waktu yang luang mengembara untuk bertapa. Dalam mencapai cita-cita sesuai dengan kehendak kalbu, yang sangat didambakan bagi ketentraman hatinya. Dengan senantiasa berprihatin, dan memegang teguh pendiriannya menahan tidak makan dan tidak tidur.

      11 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Abdul Lathif ‎.
      @Khozink : Saya mencoba untuk memantau dari luar, atas yang diwedar Bunda Lia malam ini, hitung-hitung memposisikan diri sebagai JAGABAYA-nya heheheh…….
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Saben nendra saking wisma, lelana laladan sepi, ngisep sepuhing supana, mrih pana pranaweng kapti, titising tyas marsudi, mardawaning budya tulus, mese reh kasudarman, neng tepining jala nidhi, sruning brata kataman wahyu dyatmika….. Setiap kali pergi meninggalkan rumah (istana), untuk mengembara di tempat yang sunyi. Dengan tujuan meresapi setiap tingkatan ilmu, agar mengerti dengan sesungguhnya dan memahami akan maknanya, Ketajaman hatinya dimanfaatkan guna menempa jiwa, untuk mendapatkan budi pikiran yang tulus, Selanjutnya memeras kemampuan (acara untuk mengendalikan pemerintahan, dengan memegang teguh pada satu pedoman) agar mencintai sesama insan. (Pengerahan segenap daya olah semedi) dilakukannya di tepi samudra. Dalam semangat bertapanya, yang akhirnya mendapatkan anugerah Illahi, dan terlahir berkat keluhuran budi….

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Songgo Buwono PENGUMUMAN BAGI SIAPA YG PUNYA KOLEKSI LUKISAN RATU KIDUL AKU MINTA he he he he….
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Songgo Buwono MINTA TAG maksudnya tak buat wejangan besok malam…. he he he…
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Abdul Lathif ‎.
      Tolong juga dijelaskan Yunda….. foto-foto yang menyebar itu ; mana yang asli dan mana yang palsu, heheheheh….. (sekedar bertanya)
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Wikan wengkoning samodra, kederan wus den ideri, kinemat kamot hing driya, rinegan segegem dadi, dumadya angratoni, nenggih Kanjeng Ratu Kidul, ndedel nggayuh nggegana, umara marak maripih, sor prabawa lan Wong Agung Ngeksiganda….. Setelah mengetahui yang terkandung dalam samudra, dengan berjalan mengelilingi sekitarnya, merasakan kesungguhan yang terkandung di dalam hatinya. Untuk dapat digenggam, sehingga berhasil menjadi raja. Tersebutlah Kanjeng Ratu Kidul keluar menjulang mencapai angkasa, mendekati datang menghadap dan memohon dengan suara halus, karena kalah wibawa dengan tokoh besar dari Mataram….

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Songgo Buwono He he he tepat mas Abdul Lathif… yg nyebar itu banyak yg Aspal… karena…. Ratu Kidul banyak tapi kalau KGRK ohoiiiii…. tak ada semua….
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Abdul Lathif ‎.
      Tak gampang orang bicara bisa…… Tak mudah orang bicara mampu….. Semua harus tahu batasan-batasannya Yun…..
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Kozink Saputra Bunda. Apakh bunda punya foto/ lukisan KGRK. Yg asli bunda.? Klw ada mintk bunda..
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Dahat denira aminta, sinupeket pangkat kanci, jroning alam palimunan, ing pasaban saben sepi, sumanggem anjanggemi, ing karsa kang wus tinamtu, pamrihe mung aminta, supangate teki-teki, nora ketang teken janggut suku jaja….. Kanjeng Ratu Kidul) memohon dengan sangat, untuk dapat mempererat hubungan dalam kedudukannya di alam ghaib. Pada saat sedang mengembara di tempat yang sunyi, ia selalu bersedia dan tidak akan ingkar janji, terhadap kehendak (Kanjeng Senopati) yang telah ditentukannya. Yang diharapkannya hanyalah memohon ridho-NYA berkat olah tapanya, meskipun harus bersusah payah membanting tulang.

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Kozink Saputra Kng latif monggo kng..kulo namung derek aken ke mawon kng.slm damai sllu
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Prajanjine abipraja, saturun-turun wuri, Mangkono trahing ngawirya, yen amasah mesu budi, dumadya glis dumugi, iya ing sakarsanipun, wong agung Ngeksiganda, nugrahane prapteng mangkin, trah tumerah darahe pada wibawa…. Kanjeng Ratu Kidul) berjanji dan berikrar, bahwa hingga keturunannya (Kanjeng Panembahan Senopati) kelak dikemudian hari. Demikianlah keturunan bangsawan besar, bila sedang menempa diri untuk mencapai kesempurnaan budi/batin. Tentu akan berhasil dan cepat terkabul, apa saja yang dikehendakinya. Tokoh besar Mataram, anugerahnya masih tampak hingga kini, Turun temurun keturunannya mulia dan berwibawa.

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sippppp mas Abdul Lathif… ha ha ha begitulah kalau manusia sudah dihinggapi sok tau…. seratus gambar lebih aku lihat ora karu2an… ha ha ha… yg mengaku-akupun banyak kadang membuat hatiku geli…. wis embuh kono wae… rung nate keno tulah….
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Mas Kozink Saputra…. mana mungkin seorang bunda Lia yg bodoh punya lukisan KGRK yg asli… masih banyak keakuan mereka tentang KGRK yg pandai2 mungkin mereka punya… itulah nada sumbang terdengar dahsyat… sampai2 alampun ngamuk karena ulah2 mereka yg mana akhirnya manusia yg tak punya dosa kena imbasnya… cobalah semakin banyak keakuan2 itu semakin OK saja alam ini…. membuat aku gemes…. mana mereka bisa mengerti bahasa yg dimiliki Panembahan Senopati… kok suka mengada2… bahkan malah dibuat kesempatan untuk memikat…. ohoiiiii luar biasa daya pikatnya apakah itu namanya….???? Sayangnya aku orang bodoh yg tak paham ilmu setinggi mereka yg menjadi anak dari KGRK…. itu…. he he he…

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Kozink Saputra Lanjuuuuut bunda
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Ambawani tanah Jawa, kang padha jumeneng aji, satriya dibya sumbaga, tan lyan trahing Senapati, pan iku pantes ugi, tinelad labetanipun, ing sakuwasanira, enake lan jaman mangkin, sayektine tan bisa ngepleki kuna.Yang memerintah di tanah Jawa menjadi raja, para ksatria yang melebihi daripada yang lain. Mereka tidak lain adalah keturunan Panembahan Senopati, yang pantas untuk dijadikan panutan dalam perbuatan baiknya. Disesuaikan dengan kemampuannya, pada keadaan yang akan datang. Sesungguhnya memang tidak akan dapat menyamai keadaan pada masa lalu.

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Luwung kalamun tinimbang, ngaurip tanpa prihatin, Nanging ta ing jaman mangkya, pra mudha kang den karemi, manulad nelad Nabi, nayakeng rad Gusti Rasul, anggung ginawe umbag, saben saba mampir masjid, ngajap-ajap mukjijat tibaning drajat….Meskipun tidak memuaskan tapi masih lebih baik bila dibandingkan, dengan yang hidupnya tanpa laku prihatin. Namun pada jaman yang akan datang, yang digemari para anak muda, hanya sekedar meniru perbuatan Nabi. Rasulullah (yang ditetapkan oleh Tuhan) sebagai panutan dunia, selalu dijadikan sandaran menyombongkan diri. Setiap singgah ke masjid, mengharapkan mukjizat dapat derajat (kedudukan tinggi)….

      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Kozink Saputra Bunda kulo nyuwun pamagpunten bunda. Menawi wonten kirang sopan kulo ndaluniki slm takzimku bunda
      10 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Anggung anggubel sarengat, saringane tan den wruhi, dalil dalaning ijemak, kiyase nora mikani, katungkul mungkul sami, bengkrakan neng masjid agung, kalamun maca kutbah, lelagone dhandhanggendhis, swara arum ngumandhang cengkok palaran….. Terus menerus tiada hentinya mendalami masalah syari’at, tanpa mengetahui inti sarinya. Ketentuan yang dijadikan sandaran peraturan di dalam agama Islam. Serta suri tauladan dari masa lampau yang dapat dipergunakan untuk memperkuat suatu hukum, dengan bertingkah laku berlebihan di dalam masjid agung. Bila berkhotbah seperti sedang nembang Dhandhanggula, suaranya berkumandang mengalun dengan cengkok Palaran.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Agus Ae met mlm Bunda……..heheheeeeee..lega rasanya bisa nyemak di akun Bunda lg……slam kangen slalu Bunda……
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Sulistiyo Yudi sinomparijoto, meniko gubahanipun ki ronggowarsito nggih, Bunda
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Herri Teguh ikut nyimak bnd…
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Anjani Suseno Bunda Lia, tidak boleh menyerah. Tetaplah tegar… saya doakan dari seberang lauan.
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Lamun sira paksa nulad, Tuladhaning Kangjeng Nabi, O, ngger kadohan panjangkah, wateke tak betah kaki, Rehne ta sira Jawi, satitik bae wus cukup, aja ngguru aleman, nelad kas ngepleki pekih, Lamun pungkuh pangangkah yekti karamat…. Bila engkau memaksakan diri meniru ajaran, yang dilaksanakan Kanjeng Nabi. Oh anakku! Terlalu jauh jangkauan langkahmu, dari dasar kepribadianmu tidak akan tahan uji, nak! Karena engkau adalah orang Jawa, sedikit saja sudah cukup. Janganlah berkeinginan mendapat pujian, lalu meniru perbuatan layaknya orang fakih. Asalkan engkau tekun dalam mengejar cita-citamu pasti akan mendapatkan rahmat pula.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 8
    • Kakang Prabu Anom selamat malam bunda dan semua yang hadir, izin menyimak wedarannya…
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Nanging enak ngupa boga, rehne ta tinitah langip, apa ta suwiteng Nata, tani tanapi agrami, Mangkono mungguh mami, padune wong dhahat cubluk, durung wruh cara Arab, Jawaku bae tan ngenting, parandene pari peksa mulang putra….. Alangkah baiknya mencari nafkah, karena telah ditakdirkan hidup miskin, lebih baik mengabdi pada raja, untuk bertani atau berdagang. Demikianlah menurut pendapatnya, dan menurut pendapat orang yang sangat bodoh, serta belum mengerti bahasa Arab. Sedangkan pengetahuan tentang bahasa Jawa saja tidak tamat, walaupun demikian tetap memaksakan diri mengajar anak-anaknya….

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Saking duk maksih taruna, sadhela wus anglakoni, aberag marang agama, maguru anggering kaji, sawadine tyas mami, banget wedine ing besuk, pranatan ngakir jaman, Tan tutug kaselak ngabdi, nora kober sembahyang gya tininggalan. Karena ketika masih muda dulu, walaupun hanya sebentar pernah mengalami perasaan tertarik pada soal agama. Bahkan berguru juga tentang ibadah haji, rahasianya yang menjadi pendorong utama terhadap maksud hati. Sangatlah takut pada ketentuan, yang berlaku pada akhir jaman kelak. Namun belajarnya belum sampai selesai telah terburu mengabdi, bahkan acapkali tidak sempat bersembahyang karena sudah dipanggil majikan.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia
      Marang ingkang asung pangan, yen kasuwen den dukani, abubrah bawur tyas ingwang, lir kiyamat saben hari, bot Allah apa gusti, tambuh-tambuh solah ingsun, lawas-lawas graita, rehne ta suta priyayi, yen mamriha dadi kaum temah nista….. Menghadap) kepada orang yang memberi nafkah, bila terlalu lama datangnya pasti mendapat marah. Sehingga membuat kacau balau perasaan hati, layaknya kiamat setiap hari. Apakah berat kepada Tuhan atau rajanya. Tingkah perbuatannya menjadi ragu-ragu, lama kelamaan terpikir di dalam hati. Karena terlahir sebagai anak seorang terhormat, bila ingin menjadi penghulu tentulah tidak pantas.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Alhamdulillah akhirnya bisa juga aku masuk keruangan ini lagi…. Anjani pantang menyerahlah… aku tetap aku Ok sayangku… I Lov U pollll pokoknya….
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia
      Tuwin ketib suragama, pan ingsun nora winaris, angur baya angantepana, pranatan wajibing urip, lampahan angluluri, aluraning pra luluhur, kuna kumunanira, kongsi tumekeng semangkin, Kikisane tan lyan among ngupa boga…..Demikian pula untuk menjadi khotib atau juru agama, juga tidak patut karena tidak punya wewenang jabatan tersebut. Lebih baik berpegang teguh, pada ketentuan kewajiban hidup. Menjalankan adat istiadat leluhur, sesuai dengan yang dijalankan oleh para leluhur, sejak jaman dahulu kala hingga kini. Keputusannya tidak lain hanyalah mencari nafkah hidup…

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Herri Teguh hmmmmm
      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Bonggan kang tan mrelokena, mungguh ugering ngaurip, uripe tan tri prakara, wirya, arta, tri winasis, kalamun kongsi sepi, saka wilangan tetelu, telas tilasing janma, aji godhong jati aking, temah papa papariman ngulandara….. Salahnya sendiri jika tidak memerlukan sesuatu, yang patut menjadi pegangan hidup. Kehidupan yang patut dilengkapi dengan tiga macam syarat, ialah kekuasaan, harta, dan kepandaian. Bila sampai terjadi sama sekali tidak memiliki, salah satu dari tiga syarat tersebut, akhirnya akan menjadi orang yang tidak berguna, dan masih berharga daun jati yang sudah kering. Akhirnya hina papa menjadi pengemis, yang pergi tidak tentu arah tujuannya.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia
      Kang wus waspada ing patrap, mangayut ayat winasis, wasana wosing Jiwangga, melok tanpa aling-aling, kang ngalingi kaliling, wenganing rasa tumlawung, keksi saliring jaman, angelangut tanpa tepi, yeku aran tapa tapaking Hyang Sukma…. Yang telah arif bijaksana melaksanakannya, dalam merangkum tanda-tanda kebesaran Tuhan yang terdapat di alam semesta. Pada akhir inti jiwanya, akan tampak jelas tanpa dihalangi tabir. Maka jiwa pun terbuka dengan jelas, hingga tampak jelas dari jauh seluruh peredaran jaman. Hingga seolah-olah tidak terbatas dan bertepi. Demikianlah yang dapat dikatakan bertapa dengan cara berserah diri secara mutlak ke haribaan kebesaran Tuhan.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia
      Mangkono janma utama, tuman tumanem ing sepi, ing saben rikala mangsa,masah amemasuh budi, lahire den tetepi, ing reh kasatriyanipun, susila anor raga, wignya met tyasing sesame, yeku aran wong barek berag agama…… Demikianlah insan yang telah mencapai tingkat utama, yang kebiasaannya menyatu di tempat yang sunyi. Serta setiap saat berulangkali mempertajam olah budinya, dan sikap lahiriyahnya tetap berpegang, pada ketentuan jiwa ksatrianya yang rendah hati. Serta tahu benar menyenangkan hati sesama insan, dan sudah tentu dapat dikatakan insan yang serba baik, serta senang sekali pada ajaran agama.

      9 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia
      Ing jaman mengko pan ora, arahe para turami, yen antuk tuduh kang nyata, nora pisan den lakoni, banjur njujurken kapti, kakekne arsa winuruk, ngandelken gurunira, pandhitane praja sidik, tur wus manggon pamucunge mring makrifat….. Pada masa mendatang tidaklah demikian adanya, gejala yang timbul pada kawula mudanya. Bila mendapat petunjuk yang benar, sama sekali tidak mengindahkannya. Selalu menuruti kehendak hatinya sendiri, bahkan kakeknya pun hendak digurui. Dengan mengandalkan gurunya, seorang pandita pejabat kerajaan yang arif bijaksana, serta memahami benar tembang Pucung yang mengarah pada uraian ma’rifat.

      8 jam yang lalu · Tidak Suka · 6
    • Pireyy Ezii Aslmualailum….
      ….Bunda aku pngen jdi tmen bunda .
      .Compir dong bnda
      8 jam yang lalu · Tidak Suka · 1
    • Taufan Kuntoadji Very nice pictures, siapa ya.. pelukisnya…? Karena tidak semua pelukis dapat menggambar Kanjeng Ratu Kidul.., salut dan hormat buat BUNDA LIA..
      7 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Danu Doyo ‎@Bunda Lia Kalau menurut pencermatan saya di balik cerita perkawinan Ratu kidul dg Panembahan Senpati secarapolitik adalah sebagai bagian dari strategi mengatur negara. Kalau dikontekkan zaman sekarang dg perkawinan itu rakyat tidak ada yang berani demo ataupun melawan raja takut wadyobolo lelembut. Panembahan Senopati memang Raja Hebat untuk mengatur negara. Nuwun.
      6 jam yang lalu · Tidak Suka · 2
    • Totok Bin Yuzak kalo gmbar nyi roro kidul spt diatas… mau saya ketemu beliau…
      sekitar sejam yang lalu · Tidak Suka · 1

  • Tulis komentar…

Tentang Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 3, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: