MANUNGGALING KAWULO GUSTI AGUNG PAMBUDI-BUNDA LIA

MANUNGGALING KAWULO GUSTI
AGUNG PAMBUDI-BUNDA LIA

TERSENYUMLAH AGAR TAK MURUNG DUNIA
 songgo buwono in the night
  • Jeje Pitulas Derajad Full rahayu bunda….tambah lagi pengetahuan saya…terima kasih bunda penjabarannya…..
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Wahyu Wijaya Kusuma wilujeng sonten BUNDA,… nyuwun tambahing pangestu,…
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh ya ..ya .. ini lho bunda yang saya maksud yang begini … salam hormatku bunda
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Wahyu Wijaya Kusuma jeje# pakpuh# wilujeng sonten,.. Salam Rahayu ,…
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh mas wahyu .. rahayu ..rahayu
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Mayonggo Seto Alhamdulillah …
    Bertambah pengengetahuan ..
    Trima kasih ..Bunda Q
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Wahyu Wijaya Kusuma mas Mayonggo,..wilujeng sonten mas,..
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Liem Ming Lie bertambah wawasan saya terima kasih bunda. rahayu…..rahayu…..
  • Wahyu Wijaya Kusuma Mas Liem,.. wilujeng ndalu mas,.. salam Rahayu utk semua nya,..
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Wahyu Wijaya Kusuma Bunda,.. pangapunten nyuwun pamit rumiyn,. bade prsiapn utk Dialog di Banyumas Tv jam 21′ wib ,.. nyuwn tambahing Dongo pangestu Bunda,. Rahayu,.. Rahayu,.. Rahayu,…
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Bunda Lia Mas Jeje selamat malam… terimakasih. Salam
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia Mas Wijaya selamat malam … terima kasih mas. Salam dan monggo nderek aken njih Sukses untuk panjenengan mas Wijaya.
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Syahrul Akhyar Syariat tariqot ma’rifat
    10 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia Mas Tegoeh ha ha ha ha waduh iso di rampas loh Lap Top nya tapi ok lah ndak apa monggo saja…
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Eyang Ibu penjabaran yg mengena sekali mtr nwn sanget
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Kang Ande-ande Lumut Aja Trimakasih ya bun atas sharing pengetahuannya…wassalam
  • Prazh Wonk Yk Sugeng sonten Bunda, katur sagunging panuwun, saget nambih wawasan kulo, menawi keparengaken, nyuwun panuntun, Do’a ugi pangestu
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Putrie Ragiel Trisno Sugeng dalu Bunda mtrnwun lan sugeng pinangging poro kadang kinasih Salam MKG
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh nyimak bunda … monggo dilanjut …
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Siwi Marthin Sugeng ndalu bunda Lia. Mangkeh kula waos maleh. Mangga dipun wedar bun,dalem nyimak.
  • Siwi Marthin Selamat sore pak Tegoeh. Aku didoain dari tanah suci ya pak. Trimakasih.
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Ariyo Hadi Hadiwijoyo rahayu bun…nderek memayu…sugeng ndalu mugi amberkahi…salam salam salam
  • Badarrudin Sultan Hmm…siapakah sebenarnya Eyang Syekh Siti Jennar ra…
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Liem Ming Lie ‎@mas wahyu terima kasih salam rahayu untuk mas wahyu sekeluarga
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda.. Lan sdoyo kemawon engkang sami rawoh wonten warung penuh kasih kang saliro dening IBUNDA LIA, mugi GUSTI tansah paring kwelasan, knugrahan dmateng kito sdoyo.. Matur nuwon sanget Ibunda wedaranipun mugi saget nambah pangertosan dmateng kawulo lan sdoyo kdang kinasih.
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Badarrudin Sultan Karena riwayat tentang Eyang Syekh Siti Jennar ra..yang ada dinusantara ini,apalagi tentang perseteruannya dgn Eyang2 Wali Songo.tidak benar sama sekali..alangkah baiknya bila saudara2 ku terkasih sebelum mengitu wejangan tentang ajaran2 beliau berwudhu dulu bagi yg muslim
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Badarrudin Sultan Saya Mohon maaf kepada sedulur2 terkasih.bukan maksud saya yg tiada ini,menggurui
    9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Kanjeng Haris siapa kanjeng syekh Siti Jenar itu sebenarnya ?
    8 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Hari Yuswadi matur agenge panuwun bunda sampun dikeparengaken nyimak.salam kagem sedoyo sederek ingkang sampun sowan.rahayu mugi tansah kito pinanggih.
    8 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Assalamu’alaikum wR wB … dengan ucapan Bismilahhirrahmanirrahim … saya dan Mas Agung Pambudi pribadi mengucapkan Syukur Alhamdulillah, kita masih bisa berkumpul di sini dan tidak mengurangi rasa hormat kami sedikitpun mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami memang butuh waktu yang tidak sedikit untuk membahas ini semua .. untuk itu marilah kita sejenak untuk hening agar apa kami utarakan disini sesuai Kehendak_NYA Amin….Lihat Selengkapnya

    8 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Alhamdulillah…. Alhamdulillah … Alhamdulillahirrabil Alamin …. Sekapur Sirih kami berdua…. Barang siapa lurus daya nalarnya….. setia beribadat dengan segala ciptanya….. sudah timbang serasi perjalanan hidupnya… seakan-akan sudah berada pada pertengahan antara dua titik alis mata…. sewaktu-waktu dipanggil Yang Maha Esa sudah siap cepat masuk dalam Roh yang paling tinggi dan Mulia…… terang dan gelap itu keadaan duniawi yang tak ada habisnya…. oleh karenanya, bagi yang sudah memahami dua jalan tersebut tentu tidak akan ragu lagi memilih….. maka dari itu hendaknya kita harus selalu memiliki pikiran yang jernih dan pendirian yang mantap…. terang…jalan kearah jalan keabadian…. gelap… kearah keduniawian…. Petang dalam hati…. sepi tak bertepi…. lautan mimpi
    sengsarakan rasa hati….. ingin lari,lari,dan lari….. jauhi rasa ini
    namun akar- akar bumi….. milik Tuhan,Tak menghendaki…..
    Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita lihat… inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar….. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa….
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Agung Pambudi assalamualaikum wr wb..salam sejahtera damai dihati ..rahayu sagung dumadi….
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Orang orang pada wudlu kemana sih lama banget hehehehe…
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi monggo diajeng ayu ..darimana kita akan memulai wedaran ini…sumonggo dipun wiwiti..
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Kanjeng Haris sugeng dalu pak dullah…
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Triasih Prasetianingtyas Ikut nyimak dari jauh slmt mlm Bunda slmt mlm shbt2 smua ..slm sejahtera smua ..lanjut Bunda
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Sugeng ndalu ugi mas Haris….menawi badhe wudlu rumiyin monggo kawulo dereaken wonten telogo wingking ngriyo…
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nuwun injih diajeng ayu…leres sak meniko..
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Beliau benar benar seorang guru agung dalam mengembangkan sebuah dhaukiyah kewaliyan/tentang segala pemahaman ilmu kewaliyan. Tak heran bila kala itu banyak bermunculan para waliyulloh lewat ajaran ilafi yang dimilikinya.
    Diantara beberapa nama santri beliau yang hingga akhir hayatnya telah sampai kepuncak derajat waliyulloh kamil, salah satunya, sunan Kali Jaga, raden Fatah, kibuyut Trusmi, kigede Plumbon, kigede Arjawinangun, pangeran Arya Kemuning, kiageng Demak Purwa Sari, ratu Ilir Pangabean, gusti agung Arya diningrat Caruban, Pangeran Paksi Antas Angin, sunan Muria, tubagus sulthan Hasanuddin, kiAgeng Bimantoro Jati, ki Subang Arya palantungan dan kigede Tegal gubug.Seiring perjalanannya sebagai guru para wali, syeikh Siti Jenar mulai menyudahi segala aktifitas mengajarnya tatkala, Syarief Hidayatulloh/ sunan Gunung Jati, telah tiba dikota Cirebon. Bahkan dalam hal ini bukan hanya beliau yang menyudahi aktifitas mengajar pada saat itu, dedengkot wali Jawa, sunan Ampel dan sunan Giri juga mengakhirinya pula.Mereka semua ta’dzim watahriman/ menghormati derajat yang lebih diagungkan, atas datangnya seorang Quthbul muthlak/ raja wali sedunia pada zaman tersebut, yaitu dengan adanya Syarief Hidayatulloh, yang sudah menetap dibumi tanah Jawa.
    Sejak saat itu pula semua wali sejawa dwipa, mulai berbondong ngalaf ilmu datang kekota Cirebon, mereka jauh jauh sudah sangat mendambakan kedatangan, Syarief Hidayatulloh, yang ditunjuk langsung oleh, Rosululloh SAW, menjadi Sulthan semua mahluk / Quthbul muthlak
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    He he he kang mas Agung… nyuwun injih … banyak pertanyaan begini kang mas….Mengapa Syarief Hidayatulloh kala itu sangat disanjung oleh seluruh bangsa wali ?
    Baik kang mas kita kupas bersama njih kang mas….. hemmm.
    Dalam tarap kewaliyan, semua para waliyulloh, tanpa terkecuali. Mereka semua sudah sangat memahami akan segala tingkatan yang ada pada dirinya. Dan dalam tingkatan ini tidak satupun dari mereka yang tidak tahu, akan segala derajat yang dimiliki oleh wali lainnya. Semua ini karena Alloh SWT, jauh jauh telah memberi hawatief pada setiap diri para waliyulloh, tentang segala hal yang menyangkut derajat kewaliyan seseorang.
    Nah, sebagai pemahaman yang lebih jelas, dimana Alloh SWT, menunjuk seseorang menjadikannya derajat waliyulloh, maka pada waktu yang bersamaan, nabiyulloh, Hidir AS, yang diutus langsung oleh malaikat, Jibril AS, akan mengabarkannya kepada seluruh para waliyulloh lainnya tentang pengangkatan wali yang barusan ditunjuk tadi sekaligus dengan derajat yang diembannya.
    Disini Misteri akan menuliskan tingkatan derajat kewaliyan seseorang, dimulai dari tingkat yang paling atas. ” Quthbul muthlak- Athman- Arba’ul ‘Amadu- Autad- Nukoba’ – Nujaba’’– Abdal- dan seterusnya”. Nah dari pembedaran ini wajar bila saat itu seluruh wali Jawa berbondong datang ngalaf ilmu ketanah Cirebon, karena tak lain didaerah tersebut telah bersemayam seorang derajat, Quthbul muthlak, yang sangat dimulyakan akan derajat dan pemahaman ilmunya.Kembali kecerita syeikh Siti Jenar, sejak adanya, Syarief Hidayatulloh, yang telah memegang penting dalam peranan kewaliyan, hampir seluruh wali kala itu belajar arti ma’rifat kepadanya, diantara salah satunya adalah, syeikh Siti Jenar sendiri.
    Empat tahun para wali ikut bersamanya dalam “Husnul ilmi Al kamil”
    menyempurnakan segala pemahaman ilmu, dan setelah itu, Syarief Hidayulloh, menyarankan pada seluruh para wali untuk kembali
    ketempat asalnya masing masing.
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    hm ..nuwun inih diajeng…leres sakmeniko..Mereka diwajibkan untuk membuka kembali pengajian secara umum sebagai syiar islam secara menyeluruh.
    Tentunya empat tahun bukan waktu yang sedikit bagi para wali kala itu, mereka telah menemukan jati diri ilmu yang sesungguhnya lewat keluasan yang diajarkan oleh seorang derajat, Quthbul mutlak. Sehingga dengan kematangan yang mereka peroleh, tidak semua dari mereka membuka kembali pesanggrahannya.
    Banyak diantara mereka yang setelah mendapat pelajaran dari, Syarief Hidayatulloh, segala kecintaan ilmunya lebih diarahkan kesifat, Hubbulloh/ hanya cinta dan ingat kepada Alloh semata. Hal seperti ini terjadi dibeberapa pribadi para wali kala itu, diantaranya; syeikh Siti Jenar, sunan Kali Jaga, sulthan Hasanuddin Banten, pangeran Panjunan, pangeran Kejaksan dan Syeikh Magelung Sakti.
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    namun Mereka lebih memilih hidup menyendiri dalam kecintaannya terhadap Dzat Alloh SWT, sehingga dengan cara yang mereka lakukan menjadikan hatinya tertutup untuk manusia lain. Keyakinannya yang telah mencapai roh mahfud, membuat tingkah lahiriyah mereka tidak stabil. Mereka bagai orang gila yang tidak pernah punya rasa malu terhadap orang lain yang melihatnya.
    Seperti halnya, syeikh Siti Jenar, beliau banyak menunjukkan sifat khoarik/ kesaktian ilmunya yang dipertontonkan didepan kalayak masyarakat umum. Sedangkan sunan Kali Jaga sendiri setiap harinya selalu menaiki kuda lumping, yang terbuat dari bahan anyaman bambu. Sulthan Hasanuddin, lebih banyak mengeluarkan fatwah dan selalu menasehati pada binatang yang dia temui.
    Lihat Selengkapnya

  • Agung Pambudi monggo kalem kalem ke mawon..diajeng ayu..
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Lanjut……
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Subkhanallah kang mas … bener2 mesti penyelarasan dengan suatu rasa dan pemikiran yang super… he he he njih kang mas…. komentar yang sangat luar biasa…. bukankah waktu itu…. Pangeran Panjunan dan pangeran Kejaksaan, kakak beradik ini setiap harinya selalu membawa rebana yang terus dibunyikan sambil tak henti hentinya menyanyikan berbagai lagu cinta untuk Tuannya Alloh SWT, dan syeikh Magelung Sakti, lebih dominan hari harinya selalu dimanfaatkan untuk bermain dengan anak anak.
    Lewat perjalanan mereka para hubbulloh/ zadabiyah/ ingatannya hanya kepada, Alloh SWT, semata. Tiga tahun kemudian mereka telah bisa mengendalikan sifat kecintaannya dari sifat bangsa dzat Alloh, kembali kesifat asal, yaitu syariat dhohir.
    Namun diantara mereka yang kedapatan sifat dzat Alloh ini hanya syeikh Siti Jenar, yang tidak mau meninggalkan kecintaanya untuk tuannya semata ( Alloh )Beliau lebih memilih melestarikan kecintaannya yang tak bisa terbendung, sehingga dengan tidak terkontrol fisik lahiriyahnya beliau banyak dimanfaatkan kalangan umum yang sama sekali tidak mengerti akan ilmu kewaliyan.Sebagai seorang waliyulloh yang sedang menapaki derajat fana’, segala ucapan apapun yang dilontarkan oleh syeikh Siti Jenar kala itu akan menjadi nyata, dan semua ini selalu dimanfaatkan oleh orang orang culas yang menginginkan ilmu kesaktiannya tanpa harus terlebih dahulu puasa dan ritual yang memberatkan dirinya.
    Dengan dasar ini, orang orang yang memanfaatkan dirinya semakin bertambah banyak dan pada akhirnya mereka membuat sebuah perkumpulan untuk melawan para waliyulloh.
    Dari kisah ini pula, syeikh Siti Jenar, berkali kali dipanggil dalam sidang kewalian untuk cepat cepat merubah sifatnya yang banyak dimanfaatkan orang orang yang tidak bertanggung jawab, namun beliau tetap dalam pendiriannya untuk selalu memegang sifat dzat Alloh.Bahkan dalam pandangan, syeikh Siti Jenar sendiri mengenai perihal orang orang yang memenfaatkan dirinya, beliau mengungkapkannya dalam sidang terhormat para waliyulloh;
    “Bagaimana diriku bisa marah maupun menolak apa yang diinginkan oleh orang yang memanfaatkanku, mereka semua adalah mahluk Alloh, yang mana setiap apa yang dikehendaki oleh mereka terhadap diriku, semua adalah ketentuanNya juga” lanjutnya;
    “Diriku hanya sebagai pelantara belaka dan segala yang mengabulkan tak lain dan tak bukan hanya dialah Alloh semata .
    Karena sesungguhnya adanya diriku adanya dia dan tidak adanya diriku tidak adanya dia. Alloh adalah diriku dan diriku adalah Alloh, dimana diriku memberi ketentuan disitu pula Alloh akan mengabulkannya. Jadi janganlah salah paham akan ilmu Alloh sesungguhnya, karena pada kesempatannya nanti semua akan kembali lagi kepada-Nya.” Monggo kang mas kalajeng….
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    hm ya ….Dari pembbedaran tadi sebenarnya semua para waliyulloh, mengerti betul akan makna yang terkandung dari seorang yang sedang jatuh cinta kepada tuhannya, dan semua waliyulloh yang ada dalam persidangan kala itu tidak menyalahkan apa barusan yang diucapkan oleh, syeikh Siti Jenar.Hanya saja permasalahannya kala itu, seluruh para wali sedang menapaki pemahaman ilmu bersifat syar’i sebagai bahan dasar dari misi syiar islam untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat luas yang memang belum mempunyai keyakinan yang sangat kuat dalam memasuki pencerahan arti islam itu sendiri.
    Wal hasil, semua para wali pada saat itu merasa takut akan pemahaman dari syeikh siti jenar, yang sepantasnya pemahaman beliau ini hanya boleh didengar oleh oleh orang yang sederajat dengannya, sebab bagaimanapun juga orang awam tidak akan bisa mengejar segala pemahaman yang dilontarkan oleh syeikh Siti Jenar.
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Sedangkan pada saat itu, syeikh Siti Jenar yang sedang kedatangan sifat zadabiyah, beliau tidak bisa mengerem ucapannya yang bersifat ketauhidan, sehingga dengan cara yang dilakukannya ini membawa dampak kurang baik bagi masyarakt luas kala itu. Nah, untuk menanggulangi sifat syeikh Siti Jenar ini seluruh para wali akhirnya memohon petunjuk kepada Alloh SWT, tentang suatu penyelesaian atas dirinya, dan hampir semua para wali ini mendapat hawatif yang sama, yaitu,
    “ Tiada jalan yang lebih baik bagi orang yang darahnya telah menyatu dengan tuhannya, kecuali dia harus cepat cepat dipertemukan dengan kekasihnya”Dari hasil hawatif para waliyulloh, akhirnya syeikh Siti Jenar dipertemukan dengan kekasihnya Alloh SWT, lewat eksekusi pancung. ( Itu adalah Fitnah yang tersebar padahal Syekh Siti Jenar Muksa )
    Dengan cara Muksa ini bagi syeikh Siti Jenar sendiri sangat diidamkannya. Karena baginya, mati adalah kebahagiaan yang membawanya kesebuah kenikmatan untuk selama lamnya dalam naungan jannatun na’im
    Lihat Selengkapnya

    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Agung Pambudi hm ingatkah diajeng akan serat centini..?…
    7 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Iki do nyimat opo do turu to iki kok ora ono suworo blas…..lanjut
    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nggo sinambi di sruput wedhang kopinipun kang mas…
    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Bismilahirrahmanirrahimm... Insya’ Allah… Kang mas … kalau sesuai dengan ajaran Syekh Siti Jenar secara langsung bait ke 5 yang bunyinya …..
    5. Kewawa ngelmi makripat / de Ki Bayi panurteki / kahidayat ngelmu sarak / Sarengat utameng urip / Mongraga matur aris / paduka ingkang akasud / tepakur maring Allah / lan tangat kala ning wengi / lawan ngagengena salat perlu kala.
    “Kedua anak itu mampu menerima ngelmu makrifat, sedangkan kepada Ki Bayi Panurta diberi tuntunan ngelmu sarak (agama menurut hukum), sehingga ia hidup dengan utama. Kemudian Amongraga berkata dengan lirih, tekunlah dalam menjalankan dan lakukanlah olah bakti malam hari, junjunglah sholat yang diwajibkan pada saat-saat tertentu.”
    6. Ywa pegat adarus mulang / ing kitan Kur’an amerdi / ing janma pekir kasihan / Ki Bayi nor raga ajrih / ing wulang Amongragi.
    “Daraskanlah (membaca) ayat-ayat Al-Qur’an, rajinlah dalam mengajarkan Kitab Suci. Berilah sedekah kepada orang-orang miskin. Ki Bayi merendahkan diri ketika ia menerima ajaran Amongraga.”
    7. Mongraga denya kasud / sunad wabin nem rekangatipun / tigang salam sawus ing bakda anuli / tangat kiparat tawajuh / kalih salam bakda manggon.
    “Guna mencapai keadaan ekstasis Amongraga melakukan sholat sunat wabin dengan enam rekaat dan tiga salam (pujian), sesudah itu olah kifarat tawajuh (pemulihan dan terarah kepada Tuhan) dengan dua salam, sesudah itu duduk tidak bergerak.”
    Lihat Selengkapnya

  • Bunda Lia Kang mas nyuwun pangapunten bait 8 sampai 11 saya agak lupa kalau 12 – 21 Insya Allah masih ingat monggo kang mas kalajeng baik 8 sampai 11….
    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orang
  • Agung Pambudi
    baiklah akan saya coba diajeng…..bait ke 8. Amapanaken junun -pasang wirid isbandiahipun- satariah jalalah barjah amupid -pratingkahe timpuh wiung – tyas napas kenceng tan dompo.
    “Sambil mempersiapkan diri untuk manunggal dengan Tuhan, ia melakukan wirid menurut (tarekat) Isbandiah, Satariah, Jalalah, dan Barjah, terserap olehnya, ia duduk bersimpuh (kakinya terlekuk ke belakang), hati sanubari dan pernapasan dalam keselarasan.”
    9. Nulya cul dikiripun -lapal la wujuda ilalahu – kang pinusti dat wajibulwujudi -winih napi isbatipun – pinatut tyas wusa anggatok.
    “Kemudian ia mengawali dikirnya dengan kata-kata, la wujuda ilalahu (tak ada sesuatu selain Allah), Dat yang niscaya ada, itulah yang menjadi pusat perhatiaannya, dasar penyangkalan dan pengakuan dan dengan itulah hatinya diselaraskan.
    Lihat Selengkapnya

    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    bait ke ..!0. Angguyer kepala nut -ubed ing napi lan isbatipun -derah ing lam kang akir wit puserneki – tinarik ngeri minduwur -lapal ilaha angengo.
    “Kepalanya mulai bergerak memutar, silih berganti menyangkal dan mengakui, pada lingkaran lam terakhir kepalanya bergerak dari pusat ke kiri ke atas. Pada ucapan ilalah kepalanya bergerak.”
    11. Nganan pundak kang luhut -angleresi lapal ila mengguh -penjajahe kang driya mring napi gaib – ilalah isbat gaibu -ing susu kiwa kang ngisor.
    “Ke kanan ke atas ke arah bahunya, pada saat ia berkata ila inderanya memasuki penyangkalan tersembunyi, ilalah ialah pengakuan gaib di sebelah kiri dadanya.”
    Lihat Selengkapnya

  • Agung Pambudi mekaten diajeng ayu..
    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎12. Nakirahe wus brukut / lapal la ilaha ilalahu / winot seket kalimah senapas nenggih / senapas malih motipun / ilalah tri atus manggon.
    “Demikianlah nakirah menjadi paripurna, kata-kata la ilalahu dirasakannya 50 kali dalam suatu pernapasan, kemudian 300 kali ilalah pada pernapasan berikut. Istirahat sebentar.”
    13. Anulya lapal hu hu / senapas ladang winotan sewu / pemancade tyas lepas lantaran dikir / kewala mung wrananipun / muni wus tan ana raos.
    “Lalu hu, hu, 1000 kali dalam satu pernapasan panjang, demikianlah hatinya naik lepas bebas tanpa rintangan, dengan perantara dikir yang fungsinya hanya sebagai sarana. Suara-suara yang dikeluarkannya tak ada arti lagi.”
    14. Wus wenang sedayeku / nadyan a a e e i i u u / sepadane sadengah-dengan kang uni / unine puniku suwung / sami lawan orong-orong.
    “Segalanya diperbolehkan, entah itu aa, ee, ii atau uu atau lain sebagainya, terserah apa saja. Kemudian suara-suara itu tiba-tiba lenyap seperti suara seekor orong-orong (yang tiba-tiba diam seketika).”
    15. Ing sanalika ngriku / coplok ing satu lan rimbagipun / dewe-dewe badan budine tan tunggil / nis mikrad suhul panakul / badan lir gelodog.
    “Pada saat yang sama bata-bata dan bentuk terlepas, artinya badan dan budi masing-masing berdiri sendiri-sendiri, ia lenyap dan mi’raj, terlebur dalam Dat Ilahi, badannya tertinggal bagaikan sebatang glodog.”
    Lihat Selengkapnya

    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Agung Pambudi hm …
    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎16. Tinilar lagya kalbu / yekti ning napi puniku suwung / komplang nyenyed jaman ing mutelak haib / wus tan ana darat laut / padang peteng wus kawios.
    “Yang ditinggalkan oleh lebah-lebah, kosong. Kalbunya merupakan ketiadaan sejati, kosong sepi. Tiada ada lagi daratan maupun laut, terang dan gelap tiada lagi.”
    17. Pan amung ingkang mojud / wahya jatmika jro ning gaibu / pan ing kono suhule dinera mupid / tan pae-pinae jumbuh / nora siji nora roro.
    “Yang ada hanya indah itulah yang meliputi yang batiniah dan lahiriah di alam gaib. Di sanalah usaha Amongraga untuk mencapai kemanunggalan sampai pada titik penghabisan. Tak ada lagi perbedaan, hanya kesamaan yang sempurna, mereka bukan satu bukan dua lagi.”
    18. Wus tarki tanajul / mudun sing wahya jatmika ngriku / aningali tan lawan netranireki / Dat ing Hyang Kang Maha Luhur / patang prekara ing kono.
    “Sesudah tarakki menyusullah tanazzul, ia turun dari alam lahir dan atin (wahya jatmika), ia memandang lagi tetapi bukan dengan matanya, Dat Yang Maha Luhur, di sana terdapat empat hal.”
    Lihat Selengkapnya

  • Bunda Lia
    ‎19. Sipat jalal gaibu / jamal kamal kahar gaibipun / wusna mijil saking gaib denyaa mupid / wiwit beda jinisipun / Gusti lan kawula reko.
    “Sifat jalal yang gaib, keindahan, kesempurnaan dan kekuasaan (jamal, kamal dan kahar) yang gaib. Sesudah keluar dari keadaan gaib mulailah perbedaan dua jenis, yaitu Gusti dan kawula.”
    20. Dat ing gusti puniku / jalal kamal jamal kahar nengguh / sipat ing kawula pan akadiati / wahdat wakidiatipun / alam arwah adsam mengko.
    “Adapun hahekat Gusti itu ialah jalal, kamal, jamal adapun sifat-sifat kawula itu ialah ahadiyya, wahda, wahadiyya, alam arwah, alam ajsam.”
    21. Misal insan kamilu / beda ning gusti lan kauleku / yekti beda ingriku lawan ingriki / kejaba kang wus linuhung / pramateng kawroh kang wus wroh.
    “Alam misal dan insan kamil. Perbedaan antara Gusti dan kawula ialah perbedaan antara dua jenis sifat-sifat itu, kecuali bagi manusia yang istimewa (linuhung) yang sudah mengetahui ilmu sejati.”
    Lihat Selengkapnya

    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
  • Agung Pambudi estu meniko jeng leres sanget….monggo kito lajeng ken ..mengenai TENTANG ALLAH,TAUHID UGI MANUNGGALING KAWULO GUSTI..
    6 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Diajeng,,,
    6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi salam rahayu kang mas zaedin..sugeng suminaring condro…
    6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Mempelajari Ilmu Kanjeng Syech Siti Jenar harus dapat menjalani ilmu dua kalimah syahadat yaitu ilmu penyaksian terhadap Diri-Nya dan Diri kekasih-Nya. Konsep kesaksian adalah melihat, mendengar dan merasakan secara langsung terhadap apa yang disaksikannya dari situlah maka dapat dipahami secara utuh apa itu manunggaling kawula lan gusti. dan hakikatnya Syech Siti Jenar tidak ada pertarungan ideologi dengan para wali semua terjadi akibat salah memahami konsepsi ilmu manunggaling kawula lan gusti pada tingkatan murid Syech Siti Jenar, itu pulalah yang terjadi pada diri Mansyur al hallaj, ibn al arabi dan lain sebagainya….Lihat Selengkapnya

    6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 8 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Rahayu Gusagung, ber”SINAR”lah jiwa dlm “SHOLAT DAIM”,,,
    6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    ‎1. “Allah itu adalah keadaanku, knapa harus memakai penghalang? Sesungguhnya aku inilah haq Allah pun tiada wujud dua, nanti Allah sekarang Allah, tetap dzahir batin Allah, kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?”
    Ucapan spiritual Syekh Siti Jenar tersebut diucapkan pada saat para wali menghendaki diskusi yang membahas masalah Micara Ilmu tanpa Tedeng Aling-aling. Diskusi para wali diadakan setelah Dewan Walisanga mendengar bahwa Syekh Siti Jenar mulai mengajarkan ilmu ma’rifat dan hakikat. Sementara dalam tugas resmi yang diberikan oleh Dewan Walisanga hanya diberi kewenangan mengajarkan syahadat dan tauhid. Sementara menurut Syekh Siti Jenar justru inti paling mendasar tentang tauhid adalah manunggal, di mana seluruh ciptaan pasti akan kembali menyatu dengan yang menciptakan.Lihat Selengkapnya

    6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 8 orangMemuat…
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Abah Ali, Ibunda, Kang Mas Agung.. Ananda taseh nyimak sinambi ngopi..
    6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Pada saat itu, Sunan Gunung Jati mengemukakan, “Adapun Allah itu adalah yang berwujud haq”; Sunan Giri berpendapat, “Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan.”; Sunan Bonang berkata, “Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah, tidak bertempat, tidak berbahasa, tidak bersuara, wajib adanya, mustahil tidak adanya.”; Sunan Kalijaga menyatakan, “Allah itu adalah seumpama memainkan wayang.”; Syekh Maghribi berkata, “Allah itu meliputi segala sesuatu.”; Syekh Majagung menyatakan, “Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi ini.”; Syekh Bentong menyuarakan, “Allah itu itu bukan disana sini, ya inilah.”; Setelah ungkapan Syekh Bentong inilah, tiba giliran Syekh Siti Jenar dan mengungkapkan konsep dasar teologinya di atas. Hanya saja ungkapan Syekh Siti Jenar tersebut ditanggapi dengan keras oleh Sunan Kudus, yang salah menangkap makna ungkapan mistik tersebut, “Jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu tidak bersekutu dengan sesama.”
    Mulai persidangan itulah hubungan Syekh Siti Jenar dengan para wali memanas, sebab Syekh Siti Jenar tetap teguh pada pendirian tauhid sejatinya. Sementara para Dewan Wali mengikuti madzhab resmi yang digariskan oleh kerajaan Demak, Sunni-Syafi’i. Sampai masa persidangan penentuannya, Syekh Siti Jenar tetap menyuarakan dengan lantang teologi manunggalnya bahwa, “Utawi Allah iku nyataning sun kang sampurna kang tetep ing dalem dhohir batin,” (bahwa Allah itu nyatanya aku yang sempurna yang tetap di dalam dzahir dan batin) …………….
    Lihat Selengkapnya

  • Agung Pambudi nuwun injih kang mas jeans monggo dipun sekeck kaen..
  • Agung Pambudi ‎:Jika ada seorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain dari Tuhan yang Mahakuasa, ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan.”
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ demi sebuah cinta pada keilmuan, tlg dan mhn sebutkan referensi yg di gunakan. rahayu.
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Hehehehe…
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh bunda … bunda … lha wong wedaran begini istimewa .. kok laptop-ku mau dirampass … walah …. monggo dipun lajengaken mas agung .. bunda ….
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Jika ada seorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain dari Tuhan yang Mahakuasa, ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan.”ferensi (S. Soebardi, The Book of ebolek, hlm. 103)….adakah zat yang lain yang tergelar ini selain dari padanya,,,nur muhammad dumadining zat..nur tajali dumading sifat..yang keduanya bertemu didalam nur alam ..sifatu nabi rosulluloh..? …adalah perjalanan nur muhammad dan nur tajali kembali menuju titik pusat hampa tanpa koordinat..yaitu titik pusat lahirnya alam semestaLihat Selengkapnya

    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ maaf itupun klo berkenan, klo tdk berkenan yo ga popo, yg penting ROSO nya heheheheheeee
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi dari Nur illahi memancarlah nur muhammad..(jasmaniyah) yang melahirkan zat 7 lapis bumi (dalam konsep) bumi lapis 7…yang menjadi raga manusia
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Agung Pambudi dari Nur illahi memancarlah nur tajali (ruhaniyah) yang melahirkan sifat atau disebut 7lapis langit (dalam konsep)..yang menjadi jiwa 7 aspek
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur muhammad dan nur tajali (jasmaniyah dan ruhaniyah)atau jiwa dan raga bertermu di dalam nur alam yang gumelar saat ini
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ persoalan semakin melebar dan cukup asyik, sepertinya aku harus jadi pendengar yg baik nih, hehehehehe *NUR MUHAMMAD*
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi ‎7 lapis langit dan 7 lapis bumi disebutkan didalam suroh arrohman يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

    55.33. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ MARATABAT TUJUH melalui konsep cahaya?
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur muhammad (jasmaniyah )awal terciptanya zat ..yn pertama adalah magnet yang mempunyai lima daya..a.warna.b,suara.c,hawa.d. rasa.e,aroma….kelima daya ini hanya bisa ditangkap oleh panca indra yang terlahir dari nur tajali..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur tajali (ruhaniyah) yang melahirkan sifat…awal yang pertama disebut naluri…..naluri ..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ kok berbalik ke ‘SHULTON’?
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Agung Pambudi urutan 7 lapis bumi atau zat yang terlahir dari nur muhammad adalah 1,magnit
    5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi ‎2.aeter bahasa arab itsir..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi ‎3.partikel..4.atom.5.undur 6.molekul.7.organ..dan lahirlah raga manusia
    5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi atau disebut 7 lapis bumi..dalam silsilah
    5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    nur tajali.(ruh/ruhaniyah)yang melahirkan sifat..yang pertama adalah 1.naluri..2.panca indra. 3.akal yang mempunyai tiga daya…daya pikir daya cipta daya rencana..4.emosi 5. ambisi …emosi dan ambisi disebut empat hawa nafsu..amaroh aluamah sufiah dan mutmainah asor….6.ilusi..(daya trawang diwaktu tidur)..7.halusinasi..(daya trawang diwaktu jaga..)..dan lahirlah jiwa ..atau disebut jiwa 7 aspek atau 7 lapis langit dalam silsilah mahkluk..Lihat Selengkapnya

    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi raga yg terlahir dari nur muhammad…..bertemu jiwa yang terlahir dari nur tajali….disini yang di sebut nur alam..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur alam yang gumelar inilah jiwa dan raga bertemu untuk memayu hayuning bawono sebagai kalifah bukan hanya didalam satu alam..namun untuk segenap alam..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ hmmmm apa kaitan emosionalnya dgn 7watak dan 7 hari berkaitan dgn kelahiran manusia di hari yg berbeda?
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh mohon dikembangkan lagi mas agung ; TAHALLI, TAKHOLLI, TAJALLI … nuwun
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Agung Pambudi iya kang mas..ini saya berusaha menjelaskan silsilah dari zat dan sifat…agar kita tahu..perbedaan nur muhammad dan aktifitasnya..juga nur tajali didalam aktifitasnya…..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi aktifitas nur= adalah dari titik pusat membias kesegala penjuru..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi aktifitas ruh=adalah dari titik pusat..bergerak towaf…
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur dan ruh..seiring bias dan gerak..kesegala dimensi..memenuhi ruang …batas ruang itu dinamakan dinding kosmos alam semesta…
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi diluar dinding alam semesta dinamakan arsy
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi sedangkan ALLAH LAITSA KAMISLIHI SYAI’UN..tiada satupun yang menyerupainya dan ALLAH tiada serupa dengan apapun
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Hari Yuswadi saya pernah mendengar istilah sholat tajali.apa itu mohon dijelaskan.nuwun.
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi mas hari..tajali adalah sholatul ilmi dalam bentuk sifat..bukan zat
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi karena tajali adalah ruh…..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi sedang nur …adalah zat …yang dimaksud disisni adalah nur muhammad duamadining zat..yang disebut zatulloh…
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi jadi harus dibedakan anatara nur muhammad dengan nur tajali…
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur muhammad adalah awal terjadinya zat….(raga manusaia /7 lapis bumi)
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nur tajali adalah awal terjadinya sifat…(ruh)…yang kemudian kita kenal dengan 7 aspek jiwa …
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Kang mas Agung… hemmmm… Ketika dihadapkan pada peradaban baru, banyak di antara manusia yang memilih jalan yang dianggap benar. Jalan wali adalah salah satu yang mungkin bisa membawa manusia memasuki peradaban yang penuh dengan kesadaran untuk menuju Tuhan, karena jalan wali adalah jalan menuju pembebasan…..
    Syekh Siti Jenar adalah salah satu wali yang memiliki ajaran dan pemikiran kontroversial. Banyak ulama melihat ajaran Beliu dari sudut pandang tasawwuf dan menjadikan persoalan yang timbul menjadi lain, karena dianggap menyesatkan tetapi justru menjadi suatu ajaran yang sudah mencapai derajat ”fana”.
    Apa dan bagaimana ajaran dan pemikiran Syekh Siti Jenar yang telah menemukan ”sejati ning urip” hidup yang lahir. Apakah ajaran dan pemikiran Beliu dapat kita petik untuk bekal kehidupan atau malah menyesatkan ….
    Mari kita ungkap ajaran-ajaran Beliu serta membuka misteri yang selama ini masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan,baik kita ajak yg hadir disini untuk merenungkan beberapa ajaran….
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR
    – Syekh Siti Jenar… tidak usah kebanyakan teori semu, karena sesungguhnya ingsun (saya) inilah Allah. Nyata ingsun yang sejati, bergelar Prabu Satmata, yang tidak ada lain kesejatiannya yang disebut sebangsa Allah.
    – Jika ada seseorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain Allah SWT, maka ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan.
    – Allah itu adalah keadaanku, lalu mengapa kawan-kawanku sama memakai penghalang? Dan sesungguhnya aku ini adalah haq Allah pun tiada wujud dua; saya sekarang adalah Allah, nanti Allah, dzahir bathin tetap Allah, kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?.
    – Sebenarnya keberadaan dzat yang nyata itu hanya berada pada mantapnya tekad kita, tandanya tidak ada apa-apa, tetapi harus menjadi segala niat kita yang sungguh-sungguh.
    – Tidak usah banyak bertingkah, saya ini adalah Tuhan. Ya, betul betul saya ini adalah Tuhan yang sebenarnya, bergelar Prabu Satmata, ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang lain selain saya.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Arie Irfan Nyemak sambil minum kopi… Hmmm… Mantap surantap… Wedaran yg luar biasa…. Selamat Malam Bunda…. Salam Kasihku.
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Aku adalah kau…lanjut……
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Saya ini mengajarkan ilmu untuk betul-betul dapat merasakan adanya kemanunggalan. Sedangkan bangkai itu selamanya tidak ada. Adapun yang dibicarakan sekarang adalah ilmu yang sejati yang dapat membuka tabir kehidupan. Dan lagi semuanya sama. Tidak ada tanda secara samar-samar, bahwa benar-benar tidak ada perbedaan yang bagaimanapun, saya akan tetap mempertahankan tegaknya ilmu tersebut.
    – Bahwa sesungguhnya, lafadz Allah yaitu kesaksian akan Allah, yang tanpa rupa dan tiada tampak akan membingungkan orang, karena diragukan kebenarannya. Dia tidak mengetahui akan diri pribadinya yang sejati, sehingga ia menjadi bingung. Sesungguhnya nama Allah itu untuk menyebut wakil-Nya, diucapkan untuk menyatakan yang dipuja dan menyatakan suatu janji. Nama itu ditumbuhkan menjadi kalimat yang diucapkan Muhammad Rasulullah.
    – ….. padahal sifat kafir berwatak jisim, yang akan membusuk, hancur lebur bercampur tanah. Lain jika kita sejiwa dengan Dzat Yang Maha Luhur. Ia gagah berani, Maha Sakti dalam syarak, menjelajahi alam semesta. Dia itu pangeran saya, yang mengusai dan memerintah saya, yang bersifat wahdaniyah, artinya menyatukan diri denga ciptaan-Nya. Ia dapat abadi mengembara melebihi peluru atau anak sumpit, bukan budi bukan nyawa, bukan hidup tanpa asal dari manapun, bukan pula kehendak tanpa tujuan. Dia itu yang bersatu padu dengan wujud saya. Tiada susah payah, kodrat dan kehendak-Nya, tiada kenal rintangan, sehingga pikiran keras dari keinginan luluh tiada berdaya. Maka timbullah dari jiwa raga saya kearif-bijaksanaan saya menjumpai ia sudah ada di sana.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
  • Arie Irfan Selamat malam Mas Agung, Pakpuh Tegoeh, Kang Dullah, Mas Jeans, Serta semua yg hadir disini… Salam Kasih Dan Hormatku Selalu.
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Bunda Lia Mau diteruskan ndak ….??? kalau nggak aku mau tidur…..
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi met malam kang mas arie..salam rahyu..
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi lho diajeng apa udah ngantuk..heehheee
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Diajeng,,,
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Kau selalu dihatiku….
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia Wah tergantung mas Mukhlas dan mas Arie…. mau dilanjut apa ndak…
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ rasamu ya rasaku Diajeng,,,
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi manunggaling roso jati hehhee
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Arie Irfan Bunda……
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Atimu yo atiku Diajeng,,,
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Pak Mukhtar…..thekmu yo thekku hahahaha…..hahahaha…...hahahaha…..thekku yo thekku dewe hahahaha……hahahaha…..
    5 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ sihmu yo sihku Diajeng,,,
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Syehk Lemah Bang namaku, Rasulullah ya aku sendiri, Muhammad ya aku sendiri,Asma Allah itu sesungguhya diriku, ya akulah yang menjadi Allah ta’ala.
    – Jika Anda menanyakan di mana rumah Tuhan, maka jawabnya tidaklah sukar. Allah berada pada Dzat yang tempatnya tidak jauh, yaitu berada dalam tubuh manusia. Tapi hanya orang yang terpilih saja yang bisa melihatnya, yaitu orang-orang suni.
    – Rahasia kesadaran kesejatian kehidupan, ya ingsun ini kesejahteraan kehidupan, engkau sejatinya Allah, ya ingsun sejatinya Allah; yakni wujud yang berbentuk itu sejati itu sejatinya Allah, sir (rahasia) itu Rasulullah, lisan (pengucap) itu Allah, jasad Allah badan putih tanpa darah, sir Allah, rasa Allah, rahasia rasa kesejatian Allah, ya ingsun (aku) ini sejatinya Allah.
    – Adanya kehidupan itu karena pribadi, demikian pula keinginan hidup itupun ditetapkan oleh diri sendiri, tidak mengenal roh, yang melestarikan kehidupan, tiada turut merasakan sakit ataupun lelah. Suka dukapun musnah karena tidak diinginkan oleh hidup. Dengan demikian hidupnya kehidupan itu berdiri sendiri.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Kangdulahmu yo Kangdulahku Diajeng,,,ora ono lian e,,,mung siji
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Hahahaha….hahahaha…..pek-en kabeh pak Mukhtar hahahaha…..hahahaha…..
  • Arie Irfan Pokok’e melu…. Hahahaha….
  • Hari Yuswadi lanjut bunda.
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Arie Irfan Hahahahaha…..
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Mas Arie…. ya mas… ada apakah gerangan…???
    Mas Mukhtar ada apa to mas…aku tak nerusin dulu ya… sabar… ya…
    Ok saya teruskan….
    – Dzat wajibul maulana adalah yang menjadi pemimpin budi yang menuju ke semua kebaikan. Citra manusia hanya ada dalam keinginan yang tunggal. Satu keinginan saja belum tentu dapat dilaksanankan dengan tepat, apalagi dua. Nah cobala untuk memisahkan Dzat wajibul maulana dengan budi, agar supaya manusia dapat menerima keinginan yang lain.
    – Hyang Widi, kalau dikatakan dalam bahasa di dunia ini adalah baka bersifat abadi, tanpa antara tiada erat dengan sakit apapun rasa tidak enak, ia berada baik disana, maupun di sini, bukan ini bukan itu. Oleh tingkah yang banyak dilakukan dan yang tidak wajar, menuruti raga, adalah sesuatu yang baru.
    – Gagasan adanya badan halus itu mematikan kehendak manusia. Di manakah adanya Hyang Sukma, kecuali hanya diri pribadi. Kelilingilah cakrawala dunia, membubunglah ke langit yang tinggi, selamilah dalam bumi sampai lapisan ke tujuh, tiada ditemukan wujud yang mulia.
    – Kemana saja sunyi senyap adanya; ke Utara, Selatan, Barat, Timur dang Tengah, yang ada di sana hanya adanya di sini. Yang ada di sini bukan wujud saya. Yang ada dalam diriku adalah hampa dan sunyi. Isi dalam daging tubuh adalah isi perut yang kotor. Maka bukan jantung bukan otak yang pisah dari tubuh, laju peasat bagaikan anak panah lepas dari busur, menjelajah Mekkah dan Madinah.
    – Saya ini bukan budi, bukan angan-angan hati, bukan pikiran yang sadar, bukan niat, buka udara, bukan angin, bukan panas, dan bukan kekosongan atau kehapaan. Wujud saya ini jasad, yang akhirnya menjadi jenazah, busuk bercampur tanah dan debu. Napas saya mengelilingi dunia, tanah, api, air, dan udara kembali ke tempat asalnya, sebab semuanya barang baru bukan asli.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ huuu,,,ingsun sawiji,,,ora no lian,,,
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Arie Irfan Aku akan terus menyemak…. Lanjut ea Bunda….
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi suwung hamengku ono….
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ injiih Diajeng, sembah dawuh, sumonggo dipun lajengaken Diajeng,,,yo isun kang ngadeg,,,
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Mas Arie… mas Mukhtar he he he
    – Maka saya ini Dzat sejiwa yang menyatu, menyukma dalam Hyang Widi. Pangeran saya bersifat Jalil dan Jamal, artinya Maha Mulia dan Maha Idah. Ia tidak mau sholat atas kehendak sendiri, tidak pula mau memerintah untuk shalat kepada siapapun. Adapun shalat itu budi yang menyuruh, budi yang laknat dan mencelakakan, tidak dapat dipercaya dan dituruti, karena perintahnya berubah-ubah. Perkataannya tidak dapat dipegang, tidak jujur, jika dituruti tidak jadi dan selalu mengajak mencuri.
    – Syukur kalau saya sampai tiba di dalam kehidupan yang sejati. Dalam alam kematian ini saya kaya akan dosa. Siang malam saya berdekatan dengan api neraka. Sakit dan sehat saya temukan di dunia ini. Lain halnya apabila saya sudah lepas dari alam kematian. Saya akan hidup sempurna, langgeng tiada ini dan itu.
    – Menduakan kerja bukan watak saya. Siapa yang mau mati dalam alam kematian orang kaya akan dosa. Balik jika saya hidup yang tak kekak ajal, akan langeng hidup saya, tida perlu ini dan itu. Akan tetapi saya disuruh untuk memilih hidup ayau mati saya tidak sudi. Sekalipun saya hidup, biar saya sendiri yang menetukan.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Agung Pambudi gusti allah fb an kabeh..
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Fb itu aku…
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    ngsun, Allah dan Kemanunggalan (Syekh Siti Jenar)
    SATU
    “Sabda sukma, adhep idhep Allah, kang anembah Allah, kang sinembah
    Allah, kang murba amisesa.”
    Pernyataan Syekh Siti Jenar diatas secara garis besarnya adalah: “Pernyataan roh yg bertemu-hadapan dgn Allah, yg menyembah Allah, yg disembah Allah, yg meliputi segala sesuatu.”
    Ini adalah salah satu sumber pengetahuan ajaran Syekh Siti Jenar yg maksudnya adalah sukma (roh di kedalaman jiwa) sebagai pusat kalam (pembicaraan dan ajaran). Hal itu diakibatkan karena di kedalaman roh batin manusia tersedia cermin yg disebut mir’ah al-haya’ (cermin yg memalukan). Bagi orang yg sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya serta mencapai fana’ cermin tersebut akan muncul, yg menampakkan kediriannya dengan segala perbuatan tercelanya. Jika ini telah terbuka maka tirai-tirai Rohani juga akan tersingkap, sehingga kesejatian dirinya beradu-adu (adhep idhep), “aku ini kau, tapi kau aku”.
    Maka jadilah dia yg menyembah sekaligus yg disembah, sehingga dirinya sebagai kawula-Gusti memiliki wewenang murba amisesa, memberi keputusan apapun tentang dirinya, menyatu iradah dan kodrat kawula-Gusti.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- …….Betapa banyak nikmat hidup manfaatnya mati. Kenikmatan ini dijumpai dalam mati, mati yang sempurna teramat indah, manusia sejati adalah yang sudah meraih ilmu. Tiada dia mati, hidup selamanya, menyebutnya mati berarti syirik, lantaran tak tersentuh lahat, hanya beralih tempatlah dia memboyong kratonnya.
    – Aku angkat saksi dihadapan Dzat-KU sendiri, susungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku. Dan Aku angkat saksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-KU, susungguhny yang disebut Allah adalah ingsun (aku) diri sendiri. Rasul itu rasul-KU, Muhammad itu cahaya-KU, aku Dzat yang hidup yang tak kena mati, Akulah Dzat yang kekal yang tidak pernah berubah dalam segala keadaan. Akulah Dzat yang bijaksana tidak ada yang samar sesuatupun, Akulah Dzat Yang Maha Menguasai, Yang Kuasa dan Yang Bijaksana, tidak kekurangan dalam pegertian, sempurna terang benderang, tidak terasa apa-apa, tidak kelihatan apa-apa, hanyalah aku yang meliputi sekalian alam dengan kodrat-KU.
    – Janganlah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah keberadaan Allah. Disebut Imannya Iman.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah tempat manunggalnya Allah. Disebut Imannya Tauhid.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan pancaindera. Pancaindera ini merupakan barang pinjaman, yg jika sudah diminta oleh yg empunya, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis. Oleh karena itu pancaindera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari pancaindera, tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa tidur dan seringkali tidak jujur. Akal itu pula yg siang malam mengajak dengki, bahkan merusak kebahagiaan orang lain. Dengki dapat pula menuju perbuatan jahat, menimbulkan kesombongan, untuk akhirnya jatuh dalam lembah kenistaan, sehingga menodai nama dan citranya. Kalau sudah sampai sedemikian jauhnya, baru orang menyesalkan perbuatannya.”
    Menurut Syekh Siti Jenar, baik pancaindera maupun perangkat akal tidak dapat dijadikan pegangan dan pedoman hidup. Sebab semua itu bersifat baru, bukan azali. Satu-satunya yg bisa dijadikan gondhelan dan gandhulan hanyalah Zat Wajibul Maulanan, Zat Yang Maha Melindungi. Pancaindera adalah pintu nafsu dan akal adalah pintu bagi ego. Semuanya harus ditundukkan di bawah Zat Yang Wajib memimpin.
    Karena hanya Dialah yg menunjukkan semua budi baik. Jadi pancaindera harus dibimbing oleh budi dan budi dipimpin oleh Sang Penguasa Budi atau Yang Maha Budi. Sedangkan Yang Maha Budi itu tidak terikat dalam jeratan dan jebakan nama tertentu. Sebab nama bukanlah hakikat. Nama itu bisa Allah, Hyang Widi, Hyang Manon, Sang Wajibul Maulana dan sebagainya. Semua itu produk akal, sehingga nama tidak perlu disembah. Jebakan nama dalam syari’at justru malah merendahkan nama-NYA.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Lintang Djohar Wedaran para winasis ,tp pemahamanku masih terhijab……..
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    ‎:Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, tulang, sunsum, bisa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya? Biarpun bersembahyang seribu kali setiap harinya akhirnya mati juga. Meskipun badan Anda, Anda tutupi akhirnya menjadi debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, Apakah para Wali dapat membawa Pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan batu, dalilnya layabtakiru hilamuhdil yg artinya tidak membuat sesuatu wujud lagi tentang terjadinya alam semesta sesudah dia membuat dunia.”
    Dari pernyataan itu nampak Syekh Siti Jenar memandang alam makrokosmos sama dengan mikrokosmos (manusia). Kedua hal tersebut merupakan barang baru ciptaan Tuhan yg sama-sama akan mengalami kerusakan atau tidak kekal.
    Pada sisi lain, pernyataan Syekh Siti Jenar tsb mempunyai muatan makna pernyataan sufistik, “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia pasti mengenal Tuhannya.” Sebab bagi Syekh Siti Jenar manusia yg utuh dalam jiwa raganya merupakan wadag bagi penyanda, termasuk penyanda alam semesta. Itulah sebabnya pengelolaan alam semesta menjadi tanggungjawab manusia.
    Maka mikrokosmos manusia, tidak lain adalah Blueprint dan gambaran adanya jagat besar termasuk semesta.
    Baginya Manusia terdiri dari jiwa dan raga yg intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan dzat Tuhan (Sang Pribadi). Sedangkan raga adalah bentuk luar dari jiwa yg dilengkapi pancaindera, berbagai organ tubuh seperti daging, otot, darah dan tulang. Semua aspek keragaan atau ketubuhan adalah barang pinjaman yg suatu saat setelah manusia terlepas dari pengalaman kematian di dunia ini, akan kembali berubah menjadi tanah. Sedangkan rohnya yg menjadi tajalli Ilahi, manunggal ke dalam keabadian dengan Allah.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Wisang Geni hemengku cipto….
    hamengku roso….
    hamengku pujo….
    kaliyan angresepi menopo ingkang sampun kawedar…… supadoso saget nambah katiaksan manembah mring gusti ugi jejibahan ing alam dunyo meniko…. kagem kesaenan sesami… monggo mas agung ugi den ayu lia lajengaken supadoso saget nambah wawasan ugi wacana kagem kulo….. rahayu….
    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ yg di maksud dgn budi itu apakah ‘Agung Pam”Budi”‘? *tanya Syekh Lemahabang
    4 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah sifatnya Allah. Disebut Imannya Syahadat.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kewaspadaan Allah. Disebut Imannya Ma’rifat.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah menghadap Allah. Disebut Imannya Shalat.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kehidupannya Allah. Disebut Imannya Kehidupan.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kepunyaan dan keagungan Allah. Disebut Imannya Takbir.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, sebab engkau adalah pertemuan Allah. Disebut Imannya Saderah.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kesucian Allah. Disebut Imannya Kematian.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, sebab engkau adalah wadahnya Allah. Disebut Imannya Junud.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah bertambahnya nikmat dan anugrah Allah. Disebut Imannya Jinabat.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah asma Nama Allah. Disebut Imannya Wudlu.
    Lihat Selengkapnya

  • Pakpuh Tegoeh ‎’abidu wal ma’budu wahidan ……….. lanjut
  • Bunda Lia
    ‎- Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah ucapan Allah. Disebut Imannya Kalam.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah juru bicara Allah. Disebut Imannya Akal.
    – Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah wujud Allah, yaitu tempat berkumpulnya seluruh jagad makrokosmos, dunia akhirat, surga neraka,arsy kursi, loh kalam, bumi langit, manusia, jin, iblis laknat, malaikat, nabi, wali, orang mukmin, nyawa semua, itu berkumpul di pucuknya jantung, yang disebut alam khayal (ala al-khayal). Disebut Imannya Nur Cahaya.
    – Yang disebut kodrat itu yang berkuasa, tiada yang mirip atau yang menyamai. Kekuasannya tanpa piranti, keadaan wujudnya tidak ada baik luar maupun dalam merupakan kesatuan, yang beraneka ragam.
    – Iradat artinya kehendak yang tiada membicarakan, ilmu untuk mengetahui keadaan, yang lepas jah dari panca indra bagaikan anak gumpitan lepas tertiup.
    – Inilah maksudnya syahadat: Asyhadu berarti jatuhnya rasa, Ilaha berarti kesetian rasa, Ilallah berarti bertemunya rasa, Muhammad berartihasil karya yang maujud dan Pangeran berarti kesejatian hidup.
    – Mengertilah bahwa sesungguhnya inisyahadat sakarat, jika tidak tahu maka sakaratnya masih mendapatkan halangan, hidupnya dan matinya hanya sperti hewan.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    HM….“Segala sesuatu yg terjadi di alam semesta ini pada hakikatnya adalah af’al (perbuatan) Allah. Berbagai hal yg dinilai baik maupun buruk pada hakikatnya adalah dari Allah juga. Jadi keliru dan sesat pandangan yg mengatakan bahwa yg baik dari Allah dan yg buruk dari selain Allah.” “…Af’al Allah harus dipahami dari dalam dan dari luar diri. Saat manusia menggoreskan pena misalnya, di situ lah terjadi perpaduan dua kemampuan kodrati yg dipancarkan oleh Allah kepada makhluk-NYA, yakni kemampuan kodrati gerak pena. Di situlah berlaku dalil “Wa Allahu khalaqakum wa ma ta’malun (Qs.Ash-Shaffat:96)”, yg maknanya Allah yg menciptakan engkau dan segala apa yg engkau perbuat. Di sini terkandung makna mubasyarah. Perbuatan yg terlahir dari itu disebut al-tawallud. Misalnya saya melempar batu. Batu yg terlempar dari tangan saya itu adalah berdasarkan kemampuan kodrati gerak tangan saya. Di situ berlaku dalil “Wa ma ramaita idz ramaita walakinna Allaha rama (Qs.Al-Anfal:17)”, maksudnya bukanlah engkau yg melempar, melainkan Allah jua yg melempar ketika engkau melempar. Namun pada hakikatnya antara mubasyarah dan al-tawallud hakikatnya satu, yakni af’al Allah sehingga berlaku dalil la haula wa la quwwata illa bi Allahi al-‘aliyi al-‘adzimi. Rosulullah bersabda “La tataharraku dzarratun illa bi idzni Allahi”, yg maksudnya tidak akan bergerak satu dzarah pun melainkan atas idzin Allah.”
    Eksistensi manusia yg manunggal ini akan nampak lebih jelas peranannya, dimana manusia tidak lain adalah ke-Esa-an dalam af’al Allah. Tentu ke-Esa-an bukan sekedar af’al, sebab af’al digerakkan oleh dzat. Sehingga af’al yg menyatu menunjukkan adanya ke-Esa-an dzat, kemana af’al itu dipancarkan.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Syahadat allah, allah badan lebur menjadi nyawa, nyawa lebur menjadi cahaya, cahaya lebur menjadi roh, roh lebur menjadi rasa, rasa lebur sirna kembali kepada yang sejati, tinggalah hanya Allah semata yang abadi dan terkematian. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).
    – Syahadat Ananing Ingsun, Asyhadu keberadaan-KU, La Ilaha bentuk wajahku, Ilallah Tuhanku, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku, yaitu badan dan nyawa seluruhnya. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).
    – Syahadat Panetep Panatagana yaitu, yang menjadi bertempatnya Allah, menghadap kepada Allah, bayanganku adalah roh Muhammad, yaitu sejatinya manusia, yaitu wujudnya yang sempurna. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).
    – Kenikmatan mati tak dapat dihitung ….tersasar, tersesat, lagi terjerumus, menjadikan kecemasan, menyusahkan dalam patihnya, justru bagi ilmu orang remeh…..
    – Segala sesuatu yang wujud, yang tersebar di dunia ini, bertentangan denga sifat seluruh yang diciptakan, sebab isi bumi itu angkasa yang hampa.
    – Shalat limakali sehari adalah pujian dan dzikir yang merupakan kebijaksanaan dalam hati menurut kehendak pribadi. Benar atau salah pribadi sendiri yang akan menerima, dengan segala keberanian yang dimiliki.
    – Pada permulaan saya shalat, budi saya mencuri, pada waktu saya dzikir, budi saya melepaskan hati, menaruh hati kepada seseorang, kadang-kadang menginginkan keduniaan yang banyak, lain dengan Dzat Maha yang bersama diriku, Nah, saya inilah Yang Maha Suci, Dzat Maulana yang nyata, yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibayangkan.
    Lihat Selengkapnya

    4 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    ‎:Di dunia ini kita merupakan mayat-mayat yg cepat juga akan menjadi busuk dan bercampur tanah. Ketahuilah juga apa yg dinamakan kawula-Gusti tidak berkaitan dgn seorang manusia biasa seperti yg lain-lain. Kawula dan Gusti itu sudah ada dalam diriku, siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Tetapi hanya untuk saat ini nama kawula-Gusti itu berlaku, yakni selama saya mati. Nanti, kalau saya sudah hidup lagi, Gusti dan kawula lenyap, yg tinggal hanya hidupku sendiri, ketentraman langgeng dalam ADA sendiri. Bila kau belum menyadari kebenaran kata-kataku maka dgn tepat dapat dikatakan, bahwa kau masih terbenam dalam masa kematian. Di sini memang terdapat banyak hiburan aneka warna. Lebih banyak lagi hal-hal yg menimbulkan hawa nafsu. Tetapi kau tidak melihat, bahwa itu hanya akibat pancaindera. Itu hanya impian yg sama sekali tidak mengandung kebenaran dan sebentar lagi akan cepat lenyap. Gilalah orang yg terikat padanya. Saya tidak merasa tertarik, tak sudi tersesat dalam kerajaan kematian. Satu-satunya yg kuusahakan, ialah kembali kepada kehidupan.”
    Syekh Siti Jenar menyatakan dgn tegas bahwa dirinya sebagai Tuhan, ia memiliki hidup dan Ada dalam dirinya sendiri, serta menjadi Pangeran bagi seluruh isi dunia. Sehingga didapatkan konsistensi antara keyakinan hati, pengalaman keagamaan, dan sikap perilaku dzahirnya. Juga ditekankan satu hal yg selalu tampil dalam setiap ajaran Syekh Siti Jenar. Yakni pendapat bahwa manusia selama masih berada di dunia ini sebetulnya mati, baru sesudah ia dibebaskan dari dunia ini, akan dialami kehidupan sejati. Kehidupan ini sebenarnya kematian ketika manusia dilahirkan. Badan hanya sesosok mayat karena ditakdirkan untuk sirna. Dunia ini adalah alam kubur, dimana roh suci terjerat badan wadag yg dipenuhi oleh berbagai goda-nikmat yg menguburkan kebenaran sejati dan berusaha menguburkan kesadaran Ingsun Sejati.
    Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Abdullah Ali Salam malam yang sungguh semakin malam…
    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Syahadat, shalat, dan puasa itu adalah amalan yang tidak diinginkan, oleh karena itu tidak perlu dilakukan. Adapun zakat dan naik haji ke Makkah, keduanya adalah omong kosong. Itu semua adalah palsu dan penipuan terhadap sesama manusia. Menurut para auliya’ bila manuasia melakukannya maka dia akan dapat pahala itu adalah omong kosong, dan keduanya adalah orang yang tidak tahu.
    – Tiada pernah saya menuruti perintah budi, bersujud-sujud di masjid mengenakan jubah, pahalanya besok saja, bila dahi sudah menjadi tebal, kepala, berbelang. Sesungguhnya hal itu tidak masuk akal. Di dunia ini semua manusia adalah sama. Mereaka semua mengalami suka duka, menderita sakit dan duka nestapa, tiada bedanya satu dengan yang lain. Oleh karena itu saya, Siti Jenar, hanya setia pada satu hal, saja, yaitu Gusti Dzat Maulana.
    -….Gusti Dzat Maulana. Dialah yang luhur dan sangat sakti, yang berkuasa Maha Besar, lagi pula memiliki dua puluh sifat, kuasa atas segala kehendak-Nya. Dialah Maha Kuasa pangkal mula segala ilmu, Maha Mulia, Maha Indah, Maha Sempurna, Maha Kuasa, Rupa warna-nya tanpa cacat, seperti hamba-Nya. Di dalam raga manusia ia tiada tanpak. Ia sangat sakti menguasai segala yang terjadi, dan menjelajahi seluruh alam semesta, Ngindraloka.
    Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Surga dan Negara Syekh Siti Jenar
    “anal jannatu wa nara katannalr al anna”, sering digunakan oleh Syekh Siti Jenar dalam menjelaskan hakikat surga dan neraka. Penulisan yg benar nampaknya adalah “inna al-janatu wa al-naru qath’un ‘an al-ana” (Sesungguhnya keberadaan surga dan neraka itu telah nyata adanya sejak sekarang atau di dunia ini). Sesungguhnya, menurut ajaran Islam pun, surga dan neraka itu tidaklah kekal. Yang menganggap kekal surga dan neraka itu adalah kalangan awam. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa. Bagi Syekh Siti Jenar, surga atau neraka bukanlah tempat tertentu untuk memberikan pembalasan baik dan buruknya manusia. Surga neraka adalah perasaan roh di dunia, sebagai akibat dari keadaan dirinya yg belum dapat menyatu-tunggal dgn Allah. Sebab bagi manusia yg sudah memiliki ilmu kasampurnan, jelas bahwa ketika mengalami kematian dan melalui pintunya, ia kembali kepada Hidup Yang Agung, hidup yang tan kena kinaya ngapa (hidup sempurna abadi sebagai Sang Hidup). Yaitu sebagai puncak cita-cita dan tujuan manusia. Jadi, karena surga dan neraka itu ternyata juga makhluk, maka surga dan neraka tidaklah kekal, dan juga bukanlah tempat kembalinya manusia yang sesungguhnya. Sebab tidak mungkin makhluk akan kembali kepada makhluk, kecuali karena keadaan yang belum sempurna hidupnya. Oleh al-Qur’an sudah ditegaskan bahwa tempat kembalinya manusia hanya Allah, yang tidak lain adalah proses kemanunggalan ……ilaihi raji’un, ilaihi al-mashir………Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Mas Arie masihkah engkau disana…???
    – Hyang Widi, wjud yang tak tampak oleh mata, mirip dengan ia sendiri, sifat-sifatnya mempunyai wujud, sperti penampakan raga yang tiada tanpak. Warnanya melambangkan keselamatan, tetapi tanpa cahaya atau teja, halus, lurus terus menerus, menggambarkan kenyataan tiada dusta, ibaratnya kekal tiada bermula, sifat dahulu yang meniadakan permulaan, karena asal diri pribadi.
    – Mergertilah bahwa sesungguhnya ini syahadat sakarat, jika tidak tahu maka sekaratnya masih mendapatkan halangan, hidupnya dan matinya hanya seperti hewan.
    -. Syekh Siti Jenar mengetahui benar di mana kemusnahan anta ya mulya, yaitu Dzat yang melanggengkan budi, berdasarkan dalil ramaitu, ialah dalil yang dapat memusnahkan beraneka ragam selubung, yaitu dapat lepas bagaikan anak panah, tiada dapat diketahui di mana busurnya. Syari’at, tarekat, hakekat, dan ma’rifat musnah tiada terpikirkan. Maka sampailah Syekh Siti Jenar di istana sifat yang sejati.
    – Kematian ada dalam hidup, hidup ada dalam mati. Kematian adalah hidup selamanya yang tidak mati, kembali ke tujuan dan hidup langgeng selamanya, dalam hidup ini adalah ada surga dan neraka yang tidak dapat ditolak oleh manusia. Jika manusia masuk surga berarti ia senang, bila manusia bingung, kalut, risih, muak, dan menderita berarti ia masuk neraka. Maka kenikmatan mati tak dapat dihitung.
    Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh ana hu lailahaila ana …………… lanjut
    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ini merupakan barang pinjaman, yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis. Oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari panca indera, tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa, tidur dan sering kali tidak jujur. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki, bahkan merusak kebahagiaan orang lain. Dengki juga akan menimbulkan kejahatan, kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. Kalau sudah sampai sedemikian parahnya manusia biasanya baru menyesali perbuatannya.
    – Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, tulang, dan sumsum busa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya. Biarpun bersembahyang seribu kali setiap barinya akhirnya mati juga. Meskipun badan Anda, Anda tutupi akhirnya kena debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini adalah baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru.
    – Segala sesuatu yang terjadi di alam ini pada hakikatnya adalah perbuatan Allah. Berbagai hal yang dinilai baik maupun buruk pada hakikatnya adalah dari Allah juga. Jadi sangat salah besar bila ada yang menganggap bahwa yang baik itu dari Allah dan yang buruk adalah dari selain Allah. Oleh karena itu Af’al allah harus dipahami dari dalam dan dari luar diri manusia. Misalnya saat manusia menggoreskan pensil, di situlah terjadi perpaduan dua kemampuan kodrati yang dipancarkan oleh Allah kepada makhluk-Nya, yaitu kemampuan gerak pensil. Tanah yang terlempar dari tangan seseorang itu adalah berdasar kemampuan kodrati gerak tangan seseorang, ”maksudnya bukanlah engkau yang melempar, melainkan allah yang melempar ketika engkau melempar.
    Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Wilujeng dalu Para Sesepuh lan Para Sedherek, Sembah sujud pangabekti dalem, Nyuwun dibimbing nggih.. Matur Sembah Nuwun
    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Di dunia ini kita merupakan mayat-mayat yang cepat juga akan menjadi rusak dan bercampur tanah. Ketahuilah juga bahwa apa yang dinamakan kawulo-gusti tidak berkaitan dengan seorang manusia biasa seperti yang lain-lain. Kawulo dan Gusti itu sudah ada dalam diriku, siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Tetapi hanya untuk saat ini nama kawula-gusti itu belaku, yakni selama saya mati. Nanti kalau saya sudah hidup lagi, gusti dan kawulo lenyap, yang tinggal hanya hidupku sendiri, ketentraman langgeng dalam Anda sendiri. Bial kamu belum menyadari kata-kataku, maka dengan tepat dapat dikatakan bahwa kamu masih terbenam dalam masa kematian. Di sini memang terdapat banyak hihuran macam warna. Lebih banyak lagi hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu. Tetapi kau tidak melihat, bahwa itu hanya akibat panca indera. Itu hanya impian yang sama sekali tidak mengandung kebenaran dan sebentar lagi akan cepat lenyap. Gilalah orng yang terikat padanya. Saya tidak merasa tertarik, tak sudi tersesat dalam kerajaan kematian, satu-satunya yang ku usahakan ualah kembali kepada kehidupan.
    – Bukan kehendak, angan-angan, bukan ingatan, pikir atau niat, hawa nafsupun bukan, bukan juga kekosongan atau kehampaan, penampilanku bagai mayat baru, andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu, napsu terhembus ke segala penjuru dunia, tanah, api, air kembali sebagai asalnya, yaitu kembali menjadi baru.
    061. Bumi, langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia. Manusialah yang memberi nama. Buktinya sebelum saya lahir tidak ada.
    – Sesungguhnya pada hakikatnya tidak ada perbedaan antara ajaran Islam dengan Syiwa Budha. Hanya nama, bahasa, serta tatanan yang berbeda. Misalnya dalam Syiwa Budha dikenal Yang Maha Baik dan Pangkal Keselamatan, sementara dalam Islam kita mengenal Allah al Jamal dan as Salam. Jika Syiwa dkenal sebagai pangkal penciptaan yang dikenal dengan Brahmana maka dalam Islam kita mengenal al Khaliq. Syiwa sebagai penguasa makhluk disebut Prajapati, maka dalam Islam kita mengenal al Maliku al Mulki. Jika Syiwa Maha Pemurah dan Pengasih disebut Sankara, maka dalam Islam kita mengena ar-Rahman dan ar-Rahim.
    Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Puasa dan Haji Syekh Siti Jenar
    “Syahadat, shalat dan puasa itu, sesuatu yang tidak diinginkan, jadi tidak perlu. Adapun zakat dan naik haji ke Makah, itu semua omong kosong (palson kabeh). Itu seluruhnya kedurjanaan budi, penipuan terhadap sesama manusia. Orang-orang dungu yg menuruti aulia, karena diberi harapan surga di kelak kemudian hari, itu sesungguhnya keduanya orang yang tidak tahu. Lain halnya dengan saya, Siti Jenar.”
    “Tiada pernah saya menuruti perintah budi, bersujud-sujud di mesjid mengenakan jubah, pahalanya besok saja, bila dahi sudah menjadi tebal, kepala berbelulang. Sesungguhnya hal ini idak masuk akal! Di dunia ini semua manusia adalah sama. Mereka semua mengalami suka-duka, menderita sakit dan duka nestapa, tiada beda satu dengan yang lain. Oleh karena itu saya, Siti Jenar, hanya setia pada satu hal saja, yaitu Gusti Zat Maulana.”
    Syekh Siti jenar menyebutkan bahwa syariat yang diajarkan para wali adalah “omong kosong belaka”, atau “wes palson kabeh”(sudah tidak ada yang asli). Tentu istilah ini sangat amat berbeda dengan anggapan orang selama ini, yang menyatakan bahwa Syekh Siti Jenar menolak syari’at Islam. Yang ditolak adalah reduksi atas syari’at tersebut. Syekh Siti Jenar menggunakan istilah “iku wes palson kabeh”, yg artinya “itu sudah dipalsukan atau dibuat palsu semua.” Tentu ini berbeda pengertiannya dengan kata “iku palsu kabeh” atau “itu palsu semua.” Jadi yang dikehendaki Syekh Siti Jenar adalah penekanan bahwa syari’at Islam pada masa Walisanga telah mengalami perubahan dan pergeseran makna dalam pengertian syari’at itu. Semuanya hanya menjadi formalitas belaka. Sehingga manfaat melaksanakan syariat menjadi hilang. Bahkan menjadi mudharat karena pertentangan yang muncul dari aplikasi formal syariat tsb.
    Bagi Syekh Siti Jenar, syariat bukan hanya pengakuan dan pelaksanaan, namun berupa penyaksian atau kesaksian. Ini berarti dalam pelaksanaan syariat harus ada unsur pengalaman spiritual. Nah, bila suatu ibadah telah menjadi palsu, tidak dapat dipegangi dan hanya untuk membohongi orang lain, maka semuanya merupakan keburukan di bumi.
    Apalagi sudah tidak menjadi sarana bagi kesejahteraan hidup manusia. Ditambah lagi, justru syariat hanya menjadi alat legitimasi kekuasaan (seperti sekarang ini juga). Yang mengajarkan syari’at juga tidak lagi memahami makna dan manfaat syari’at itu, dan tidak memiliki kemampuan mengajarkan aplikasi syari’at yg hidup dan berdaya guna. Sehingga syari’at menjadi hampa makna dan menambah gersangnya kehidupan rohani manusia.
    Nah, yg dikritik Syekh Siti Jenar adalah shalat yg sudah kehilangan makna dan tujuannya itu. Shalat haruslah merupakan praktek nyata bagi kehidupan. Yakni shalat sebagai bentuk ibadah yg sesuai dgn bentuk profesi kehidupannya. Orang yg melakukan profesinya secara benar, karena Allah, maka hakikatnya ia telah melaksanakan shalat sejati, shalat yg sebenarnya. Orientasi kepada yang Maha Benar dan selalu berupaya mewujudkan Manunggaling Kawula Gusti, termasuk dalam karya, karsa-cipta itulah shalat yg sesungguhnya.
    Lihat Selengkapnya

    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Sejatine iku ono ning ora ono *Kangen Romo Damardjati*. monggo dilajengaken
    3 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Kehilangan adalah kepedihan. Berbahagialah engkau, wahai musafir papa, yang tidak memiliki apa-apa maka tidak akan pernah kehilangan apa-apa.
    – Jika engkau kagum kepada seseorang yang engkau anggap Wali Allah, jangan engkau terpancang pada kekaguman akan sosok dan perilaku yang diperbuatnya. Sebab saat seseorang berada pada tahap kewalian, maka keberadaab dirinya sebagi manusia telah lenyap, tenggelam ke dalam al Waly.
    – Kewalian bersifat terus menerus, hanya saja saat tenggelam dalam al Waly. Berlangsungnya Cuma beberapa saat. Dan saat tenggelam ke dalam al Waly itulah sang wali benar-benar menjadi pengejawantahan al Waly. Lanaran itu sang wali memiliki kekeramatan yang tidak bisa diukur dengan akal pikiran manusia, dimana karamah itu sediri pada hakekatnya pengejawantahan al Waly. Dan lantaran itu pila yang dinamakan karamah adalah sesuatu diluar kehendak sang wali pribadi. Semua itu semata-mata kehendak-Nya mutlak.
    – Kekasih Allah itu ibarat cahaya. Jika ia berada di kejahuan, kelihatan sekali terangnya. Namun jika cahaya itu didekatkan ke mata, mata kita akan silau dan tidak bisa melihatnya dengan jelas. Semakin dekat cahaya itu kemata maka kita akan semakin buta tidak bisa melihatnya.
    – Engkau bisa melihat cahaya kewalian pada diri seseorang yang jauh darimu. Nemun engkau tidak bisa melihat cahaya kewalian yang memancar dari diri orang-orang yang terdekat denganmu.
    Lihat Selengkapnya

  • Agus Aan Pri Putranto Benar adanya bahwa “manungso mung salin klambi”
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Saya hanya akan memberi sebuah petunjuk yang bisa digunakan untuk meniti jembatam (shiratal mustaqim) ajaib ke arahnya. Saya katakan ajaib karena jembatan itu bisa menjauhkan sekaligus mendekatkan jarak mereka yang meniti dengan tujuan yang hendak dicapai.
    – Bagi kalangan awan, istighfar lazimnya dipahami ebagai upaya memohon ampun kepada Allah sehingga mereka memperoleh pengampunan. Tetapi bagi para salik, istighfar adalah upaya pembebasan dari belenggu kekakuan kepada Allah sehingga memperoleh ampun yang menyingkap tabir ghaib yang menyelubungi manusia. Sesungguhnya di dalam asma al Ghaffar terangkum makna Maha Pengampun dan juga Maha menutupi, Maha Menyembunyikan dan Maha Menyelubungi.
    – Semua itu terika itu benar, hanya nama dan caranya saja yang berbeda. Justru ”cara” itu menjadi salah dan sesat ketika sang salik melihat menilai terlalu tinggi ”cara” yang diikutinya sehinga menafikan ”cara” yang lain.
    – Semua rintangan manusia itu berjumlah tujuh, karena kita adalah makhluk yang hidup di atas permukaan bumi. Allah membentangkan tujuh lapis langit yang kokoh di atas kita, sebagaimana bumipun berlapis tujuh, dan samuderapun berlapis tujuh. Bahkan neraka berlapis tujuh. Tidakkah anda ketahui bahwa suragapun berjumlah tujuh. Tidakkah Anda ketahui bahwa dalam beribadaaah kepada Allah manusia diberi piranti tujuh ayat yang diulang-ulang dari Al-Quran untuk menghubungkang dengan-Nya? Tidakkah Anda sadari bahwa saat Anda sujud anggota badan Anda yang menjadi tumpuan?
    Lihat Selengkapnya

    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Di dunia manusia mati. Siang malam manusia berpikir dalam alam kematian, mengharap-harap akan permulaan hidupnya. Hal ini mengherankan sekali. Tetapi sesungguhnya manusia di dunia ini dalam alam kematian, sebab di dunia ini banyak neraka yang dialami. Kesengsaraan, panas, dingin, kebingungan, kekacauan, dan kehidupan manusia dalam alam yang nyata.
    – Dalam alam ini manusia hidup mulia, mandiri diri pribadi, tiada diperlukan lantaran ayah dan ibu. Ia beberbuat menurut keingginan sendiri tiada berasal dari angin, air tanah, api, dan semua yang serba jasad. Ia tidak menginginkan atau mengaharap-harapkan kerusakan apapun. Maka apa yang disebut Allah ialah barang baru, direka-reka menurut pikiran dan perbuatan.
    – Orang-orang muda dan bodoh banyak yang diikat oleh budi, cipta iblis laknat, kafir, syetan, dan angan-angan yang muluk-muluk, yang menuntun mereka ke yang bukan-bukan. Orang jatuh ke dalam neraka dunia karena ditarik oleh panca indera, menuruti nafsu catur warna : hitam, merah, kuning, serta putih, dalam jumlah yang besar sekali, yang masuk ke dalam jiwa raganya.
    – Saya merindukan hidup saya dulu, tatkala saya masih suci tiada terbayangkang, tiada kenal arah, tiada kenal tempat, tiada tahu hitam, merah, putih, hijau, biru dan kuning. Kapankah saya kembali ke kehidupan saya yang dulu? Kelahiranku di dunia alam kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru.
    – Kelahiranku di dunia kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru.
    – Keinginan baru, kodrat, irodat, samak, basar dan ngaliman )’aliman). Betul-betul terasa amat berat di alam kematian ini. Panca pranawa kudus, yaitu lima penerangan suci, semua sifat saya, baik yang dalam maupun yang luar, tidak ada yang saya semuanya iti berwujud najis, kotor dan akan menjadi racun. Beraneka ragam terdapat tersebut dalam alam kematian ini. Di dunia kematian, manusia terikat oleh panca indera, menggunakan keinginan hidup, yang dua puluh sifatnya, sehingga saya hampir tergila-gila dalam dan kematian ini.
    Lihat Selengkapnya

  • Pakpuh Tegoeh banyak uraian yang diulang-ulang … jangan dipaksakan supaya tidak jenuh ….. nuwun
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ini merupakan barang pinjaman, yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis, oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari panca indera, tidak dapat dipakai sebagai pandangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa, tidur dan sering kali tidak jujur. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki, bahkan merusak kebahagian orang lain. Dengki juga akan menimbulkal kejahatan, kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. Kalau sudah samapai sedemikian parahnya manuasia biasanya baru menyesali perbuatannya.
    – Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, sungsum, bisa merusak dan bagaimana cara anda memperbaikinya. Biarpun bersembahyang seribu kali tiap harinya akhirnya mati juga. Meskipun badan anda, anda tutupi akhirnya kena debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini adalah baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru.
    – mayat-mayat berkeliaran kemana-mana, ke Utara dan ke Timur, mencari makan dan sandang yang bagus dan permata serta perhiasan yang berkilauan, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah mayat-mayat belaka. Yang naik kereta, dokar atau bendi itu juga mayat, meskipun seringkali ia berwatak keji terhadap sesamanya.
    – Orang yang dihadapi oleh hamba sahayanya, duduk di kursi, kaya raya, mempunyai tanah dan rumah yang mewah, mereka sangat senang dan bangga. Apakah ia tidak tahu, bahwa semua benda yang terdapat di dunia akan musnah menjadi tanah. Meskipun demikia ia bersifat sombong lagi congkak. Oh, berbelas kasihan saya kepadanya. Ia tidak tahu akan sifat-sifat dan citra dirinya sebagai mayat. Ia merasa dirinya yang paling cukup pandai.
    – Di alam kematian ada surga dan neraka, dijumpai untung serta sial. Keadaan di dunia seperti ini menurut Syekh Siti Jenar, sesuai dengan dalil Samarakandi ”al mayit pikruhi fayajitu kabilahu” artinya Sesungguhnya orang yang mati, menemukan jiwa raga dan memperoleh pahala surga serta neraka.
    Lihat Selengkapnya

    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi hm interval..nyruput wedhang kopi riyen diajeng ayu….
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh tak kancani mas agung … hehehehe
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Yang mana mas Tegoeh…???? Saya tidak berani memotong fakta yang ada… nyuwun sewu… karena takut saja dan ini adalah rawan… maafkan saya….

    – ”Keadaan itulah yang dialami manusia sekarang” demikian pendapat Syekh Siti Jenar, yang pada akhirnya Siti Jenar siang malam berusaha untuk mensucikan budi serta menguasai ilmu luhur dengan kemuliaan jiwa.
    – Di alam kematian terdapat surga dan neraka, yakni bertemu dengan kebahagian dan kecelakaan, dipenuhi oleh hamparan keduniawian. Ini cocok dengan dalil Samarakandi analmayit pikutri, wayajidu katibahu. Sesungguhnya orang mati itu akan mendapatkan raga bangkainya, terkena pahala surga serta neraka.
    – Surga neraka tidaklah kekal dan dapat lebur, ataupun letaknya hanya dalam rasa hati masing-masing pribadi, senang puas itulah surga, adapun neraka ialah jengkel, kecewa dalam hati. Bahwa surga neraka terdapat dia akhirat. Itulah hal yang semata khayal tidak termakan akal.
    – Sesungguhnya, meurut ajaran Islam pun, surga dan neraka itu tidak kekal. Yang menganggap kekal surga neraka itu adalah kalangan awam. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa. Hanya Allah Dzat yang wajib abadi, kekal, langgeng, dan azali.
    Lihat Selengkapnya

  • Agus Aan Pri Putranto Jadi bahan interopeksi diri dari raga, jiwa, rasa, karsa dan ruh, “sejatine aku iki sopo, seko sopo, nggo opo, seko opo?”
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi nembah nuwun pak puh..kang mas agus..sugeng suminraing condro salam rahayu…
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh bunda … ada beberapa .. tapi gakpapa … aku udah copy paste … lanjut aja …
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Sekedar saran, dibukukan/dicetak aja Bunda & Mas Agung, jadi Kebenaran yang sejati tergapai ke semua makhluk se Semesta Raya
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Mas Agung> Sembah sujud pangabekti dalem Mas… Salam Asih…
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Agung Pambudi hm sayapun sering mengulang ulang sebuah kalimat dalam wedaran ..tapi ya no problem….bisa dilanjut…diajeng ayu..
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Sesungguhnya, tempat kebahagian dan kemulian yang disebut swarga oleh orang-orang Hindu-Budha, di dalam Islam disebut dengan nama Jannah (taman), yang bermakna tempat sangat menyenangkan yang di dalamnya hanya terdapat kebahagian dan kegembiraan. Hampir mirip dengan swarga yang dikenal di dalam Syiwa-Budha, di dalam Islam dikenal ada tujuh surga besar yang disebut ’alailliyyin,al-Firdaus, al-Adn, an-Na’im, al-Khuld, al-Mawa, dan Darussalam. Di surga-surga itulah amalan orang-orang yang baik ditempatkan sesuai amal ibadahnya selam hidup di dunia.
    – Sementara itu, tidak berbeda dengan ajaran Syiwa-Budha yang meyakini adanya Alam Bawah, yaitu neraka yang bertingkat-tingkat dan jumlahnya sebanyak jenis siksaan, Islam pun mengajarkan demikian. Jika dalam ajaran Syiwa-Budha dikenal ada tujuh neraka besar yaitu, Sutala, Wtala, Talata, Mahatala, Satala, Atala, dan Patala. Maka dalam Islam juga dikenal tingkatan neraka yaitu, Jahannam, Huthama, Hawiyah, Saqar, Jahim, dal Wail.
    – Sebetulnya yang disebut awal dan akhir itu berda dalam cipta kita pribadi, seumpama jasad di dalam kehidupan ini sebelum dilengkapi dengan perabot lengkap, seperti umur 60 tahun, disitu masih disebut sebagai awal, maka disebut masyriq (timur) yang maknanya mengangkat atau awal penetapan manusia, serta genapnya hidup.
    – Yang saya sebut Maghrib (Barat) itu penghabisan, maksudnya saat penghabisan mendekati akhir, maksudnya setelah melali segala hidup di dunia. Maka, sejatinya awal itu memulai, akhir mengakhiri. Jika memang bukan adanya zaman alam dunia atau zaman akhirat, itu semua masih dalam keadaan hidup semua.
    Lihat Selengkapnya

    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Untuk keadaan kematian saya sebut akhirat, hanyalah bentuk dari bergantinya keadaan saja. Adapun sesungguhnya mati itu juga kiamat. Kiamat itu perkumpulan, mati itu roh, jadi semua roh itu kalau sudah menjadi satu hanya tinggal kesempurnaannya saja.
    – Moksanya roh saya sebut mati, karena dari roh itu terwujud keberadaan Dzat semua, letaknya kesempurnaan roh itu adalah musnahnya Dzat. Akan tetapi bagi penerapan ma’rifat hanya yang waspada dan tepat yang bisa menerapkan aturannya. Disamping semua itu, sesungguhnya semuanya juga hanya akan kembali kepada asalnya masing-masing.
    – Ketahuilah, bahwa surga dan neraka itu dua wujud, terjadinya dari keadaan, wujud makhluk itu dari kejadian. Surga dan neraka sekarang sudah tampak, terbentuk oleh kejadian yang nyata.
    – Saya berikan kiasan sebagai tanda bukti adanya surga, sekarang ini sama sekali berdasarkan wujud dan kejadian di dunia. Surga yang luhur itu terletak dalam perasaan hati yang senang. Tidak kurang orang duduk dalam kereta yang bagus merasa sedih bahkan menangis tersedu-sedu, sedang seorang pedagang keliling berjalan kaki sambil memikul barang dangangannya menyanyi sepanjang jalan. Ia menyanyikan berbagai macam lagu dengan suara yang terdengar mengalun merdu, sekalipun ia memikul, menggendong, menjinjing atau menyunggi barang dagangannya pergi ke Semarang. Ia itu menemukan surganya, karena merasa senang dan bahagia. Ia tidur di rumah penginapan umum, berbantal kayu sebagai kalang kepala, dikerumuni serangga penghisap darah, tetapi ia dapat tidur nyenyak.
    Lihat Selengkapnya

    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi hm kang mas abdullah kmana ya..sudah merlambai kah..?hm..
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Menyadur dari wedaran Romo Damardjati : Jumeneng “Satu garis vertical dengan Cahaya Illahi yang merupakan lorong/terowongan menuju ke Alam Illahi karena GUSTI tetap berada di Arsy’ NYA” mohon diralat jika salah.
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi kekalnya syurga dan neraka dibatasi oleh kekalnya ALLAH …maka ilaihirojiun syurga ke rohmatulloh..dan ilaihirojiun nya neraka kelaknatulloh…kedua sifat ini kekal adanya..
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi kang mas agus..hal yang demikian telah dijabarkan didalam suroh annur..
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    24.35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus , yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Lihat Selengkapnya

    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Orang disurga segala macam barang serba ada, kalau ingin bepergian serba enak, karena kereta bendi tersedia untuk mondar-mandir kemana saja. Tetapi apabila nerakanya datang, menangislah ia bersama istri atau suaminya dan anak-anaknya.
    – Manusia yang sejati itu ialah yang mempunyai hak dan kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa, serta mandiri diri pribadi. Sebagai hamba ia menjadi sukma, sedang Hyang Sukma menjadi nyawa. Hilangnya nyawa bersatu padu dengan hampa dan kehampaan ini meliputi alam semesta.
    – Adanya Allah karena dzikir, sebab dengan berdzikir orang menjadi tidak tahu akan adanya Dzat dan sifat-sifatnya. Nama untuk menyebut Hyang Manon, yaitu Yang Maha Tahu, menyatukan diri hingga lenyap dan terasa dalam pribadi. Ya dia ya saya. Maka dalam hati timbul gagagasan, bahwa ia yang berdzikir menjadi Dzat yang mulia. Dalam alam kelanggengan yang masih di dunia ini, dimanapun sama saja, hanya manusia yang ada. Allah yang dirasakan adanya waktu orang berdzikir, tidak ada, jadi gagasan yang palsu, sebab pada hakikatnya adanya Allah yang demikian itu hanya karena nama saja.
    – Manusia yang melebihi sesamanya, memiliki dua puluh sifat, sehingga dalam hal ini antara agama Hindu-Budha Jawa dan Islam sudah campur. Di samping itu roh dan nama sudah bersatu. Jadi tiada kesukaran lagi mengerti akan hal ini dan semua sangat mudah dipahami.
    Lihat Selengkapnya

    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi setiap zat mengandung sifat dan mempunyai asma yang melahirkan af,al…maka ALLAH ISMUN LIIZATI WAJIBUL WUJUD….dan bila ini ditarik ke jadirulloh maka ..tiadalah zat dan sifat apalagi af al..karena semua tlah kembali kehampa (SUWUNG)…
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Bimbingan yang seperti ini yang dirindukan para Makhluq se-Semesta Alam. Pintar, paham, cerdas belum tentu “mengerti”. Itulah luar biasanya Alam Semesta. Dalem nyuwun dibimbing nganthos “ngerti” Para Sesepuh & Sedherek.. Salam Asih..
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi dan tentu pula tiada asma yang bisa disebut ..
    2 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    Mas Agus Aan… hemmm bukankah mas Agus tau bahwa aku dan romo DamarDjati sama2 satu perjuangan dan paling suka dengan Syekh Siti Jenar ??? Kitab yang sama… Romo Damar juga belajar banyak dengan ini tokoh Syekh Siti Jenar…

    – Manusia hidup dalam alam dunia ini hanya mengadapai dua masalah yang saling berpasangan, yaitu baik buruk berpasangan dengan kamu, hidup berjodoh dengan mati, Tuhan berhadapan dengan hambanya.
    – Orang hidup tiada mersakan ajal, orang berbuat baik tiada merasakan berbuat buruk dan jiwa luhur tiada bertempat tinggal. Demikianlah pengetahuan yang bijaksana, yang meliputi cakrawala kehidupan, yang tiada berusaha mencari kemuliaan kematian, hidup terserah kehendak masing-masing.
    – Keadaan hidup itu berupa bumi, angkasa, samudra dan gunung seisinya, semua yang tumbuh di dunia, udara dan angin yang tersebar di mana-mana, matahari dan bulan menyusup di langit dan keberadaan manusia sebagai yang terutama.
    – Allah bukan johor manik, yaitu ratna mutu manikam, bukan jenazah dan rahasia yang gaib. Syahadat itu kepalsuan.
    – akhirat di dunia ini tempatnya. Hidup dan matipun hanya didunia ini.
    – Bayi itu berasal dari desakan. Setelah menjadi tua menuruti kawan. Karena terbiasa waktu kanak-kanak berkumpul dengan anak, setelah tua berkumpul dengan orang tua. Berbincang-bincanglah mereka tentang nama sunyi hampa, saling bohong membohongi, meskipun sifat-sifat dan wujud mereka tidak diketahui.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agus Aan Pri Putranto Bunda Lia> Inggih.. Leres sanget Bunda.. dalem kangen wedaran seperti ini, karena disini dalem merasa hampa tiada bimbingan langsung seperti yang pernah dalem rasakan dari Romo Damardjati di Kentungan & Perum Banteng dulu.
    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Makna Ihsan
    “Itulah yang dianggap Syekh Siti Jenar Hyang Widi. Ia berbuat baik dan menyembah atas kehendak-NYA. Tekad lahiriahnya dihapus. Tingkah lakunya mirip dengan pendapat yg ia lahirkan. Ia berketetapan hati untuk berkiblat dan setia, teguh dalam pendiriannya, kukuh menyucikan diri dari segala yg kotor, untuk sampai menemui ajalnya tidak menyembah kepada budi dan cipta. Syekh Siti Jenar berpendapat dan menggangap dirinya bersifat Muhammad, yaitu sifat rasul yg sejati, sifat Muhammad yg kudus.”
    “Gusti Zat Maulana. Dialah yg luhur dan sangat sakti, yg berkuasa maha besar, lagipula memiliki dua puluh sifat, kuasa atas kehendak-NYA. Dialah yg maha kuasa, pangkal mula segala ilmu, maha mulia, maha indah, maha sempurna, maha kuasa, rupa warna-NYA tanpa cacat seperti hamba-NYA. Di dalam raga manusia Ia tiada nampak. Ia sangat sakti menguasai segala yg terjadi dan menjelajahi seluruh alam semesta, Ngidraloka”.
    Dua kutipan di atas adalah aplikasi dari teologi Ihsan menurut Syekh Siti Jenar, bahwa sifatullah merupakan sifatun-nafs. Ihsan sebagaimana ditegaskan oleh Nabi dalam salah satu hadistnya (Sahih Bukhari, I;6), beribadah karena Allah dgn kondisi si ‘Abid dalam keadaan menyaksikan (melihat langsung) langsung adanya si Ma’bud. Hanya sikap inilah yg akan mampu membentuk kepribadian yg kokoh-kuat, istiqamah, sabar dan tidak mudah menyerah dalam menyerukan kebenaran.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Takdir itu tiada kenal mundur, sebab semuanya itu ada dalam kekuasaan Yang Murba Wasesa yang menguasai segala kejadian.
    – Orang mati tidak akan merasakan sakit, yang merasakan sakit itu hidup yang masih mandiri dalam raga. Apabila jiwa saya telah melakukan tugasnya, maka dia akan kembali ke alam aning anung, alam yang tentram bahagia, aman damai dan abadi. Oleh karena itu saya tidak takut akan bahaya apapun.
    – Menurut pendapat saya. Yang disebut ilmu itu ialah segala sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata.
    – Mana ada Hyang Maha Suci? Baik di dunia maupun di akhirat sunyi. Yang ada saya pribadi. Sesungguhnya besok saya hidup seorang diri tanpa kawan yang menemani. Disitulah Dzatullah mesra bersatu menjadi saya.
    – Karena saya di dunia ini mati, luar dlam saya sekarang ini, yang di dalam hidupku besok, yang di luar kematianku sekarang.
    – Orang yang ingin pulang ke alam kehidupan tidak sukar, lebih-lebih bagi murid Siti Jenar, sebab ia sudah paham dengan mengusai sebelumnya. Di sini dia tahu rasanya di sana, di sana dia tahu rasanya di sini.
    – Tiada bimbang akan manunggalnya sukma, sukma dalam kehingan, tersimpan dati sanubari, terbukalah tirai, tak lain antara sadar dan tidur, ibarat kaluar dari mimpi, menyusupi rasa jati.
    – Manusia tidak boleh memiliki daya atau keinginan yang buruk dan jelek.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Agung Pambudi
    Sebab Syekh Siti Jenar merasa, hanya Sang Wujud yg mendapatkan haq untuk dilayani, bukan selain-NYA. Sehingga, dgn kata lain, Ihsan dalam aplikasinya atas pernyataan Rasulullah adalah membumikan sifatullah dan sifatu-Muhammad menjadi sifat pribadi.
    Dengan memiliki sifat Muhammad itulah, ia akan mampu berdiri kokoh menyerukan ajarannya dan memaklumkan pengalamannya dalam “menyaksikan langsung” ada-NYA Allah. “Persaksian langsung” itulah terjadi dalam proses manunggal.
    “Hyang Widi, wujud yg tak nampak oleh mata, mirip dengan ia sendiri, sifat-sifatnya mempunyai wujud, seperti penampakan raga yg tiada tampak. Warnanya melambangkan keselamatan, tetapi tanpa cahaya atau teja, halus, lurus terus-menerus, menggambarkan kenyataan tiada berdusta, ibaratnya kekal tiada bermula, sifat dahulu yg meniadakan permulaan, karena asal dari diri pribadi.”
    Ihsan berasal dari kondisi hati yg bersih. Dan hati yg bersih adalah pangkal serta cermin seluruh eksistensi manusia di bumi. Keihsanan melahirkan ketegasan sikap dan menentang ketundukan membabi-buta kepada makhluk. Ukuran ketundukan hati adalah Allah atau Sang Pribadi. Oelh karena itu, sesama manusia dan makhluk saling memiliki kemerdekaan dan kebebasan diri. Dan kebebasan serta kemerdekaan itu sifatnya pasti membawa kepada kemajuan dan peradaban manusia, serta tatanan masyarakat yg baik, sebab diletakkan atas landasan Ke-Ilahian manusia. Penjajahan atas eksistensi manusia lain hakikatnya adalah bentuk dari ketidaktahuan manusia akan Hyang Widhi…Allah (seperti Rosul sering sekali mengatakan bahwa “Sesungguhnya mereka tidak mengerti”).
    Karena buta terhadap Allah Yang Maha Hadir bagi manusia itulah, maka manusia sering membabi-buta merampas kemanusiaan orang lain. Dan hal ini sangat ditentang oleh Syekh Siti Jenar. Termasuk upaya sakralisasi kekuasaan Kerajaan Demak dan Sultannya, bagi Syekh Siti Jenar harus ditentang, sebab akan menjadi akibat tergerusnya ke-Ilahian ke dalam kedzaliman manusia yang mengatasnamakan hamba Allah yg shalih dan mengatasnamakan demi penegakan syari’at Islam.
    Pribadi adalah pancara roh, sebagai tajalli atau pengejawantahan Tuhan. Dan itu hanya terwujud dengan proses wujudiyah, Manuggaling Kawula-Gusti, sebagai puncak dan substansi tauhid. Maka manusia merupakan wujud dari sifat dan dzat Hyang Widi itu sendiri. Dengan manusia yg manunggal itulah maka akan menjadikan keselamatan yg nyata bukan keselamatan dan ketentraman atau kesejahteraan yg dibuat oleh rekayasa manusia, berdasarkan ukurannya sendiri. Namun keselamatan itu adalah efek bagi terejawantah-NYA Allah melalui kehadiran manusia. Sehingga proses terjadinya keselamatan dan kesejahteraan manusia berlangsung secara natural (sunnatullah), bukan karena hasil sublimasi manusia, baik melalui kebijakan ekonomi, politik, rekayasa sosial dan semacamnya sebagaimana selama ini terjadi. Maka dapat diketahui bahwa teologi Manuggaling Kawula Gusti adalah teologi bumi yg lahir dengan sendirinya sebagai sunnatullah. Sehingga ketika manusia mengaplikasikannya, akan menghasilkan manfaat yg natural juga dan tentu pelecehan serta perbudakan kemanusiaan tidak akan terjadi, sifat merasa ingin menguasai, sifat ingin mencari kekuasaan, memperebutkan sesama manusia tidak akan terjadi. Dan tentu saja pertentangan antar manusia sebagai akibat perbedaan paham keagamaan, perbedaan agama dan sejenisnya juga pasti tidak akan terjadi.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Manusia tidak boleh berbohong.
    – Manusia tidak boleh mengeluarkan suara yang jorok, buruk, saru, tidak enak didengar, dan menyakiti orang lain.
    – Manusia tidak boleh memakan daging (hewan darat, udara ataupun air).
    – Manusia tidak boleh memakan nasi kecuali yang terbuat dari bahan jagung.
    – Manusia tidak boleh mengkhianati terhadap sesama manusia.
    – manusia tidak boleh meminum air yang tidak mengalir.
    – Manusia tidak boleh membuat dengki dan iri hari.
    – Manusia tidak boleh membuat fitnah.
    – Manusia tidak boleh membunuh seluruh isi jagad.
    – manusia tidak boleh memakan ikan atau daging dari hewan yang rusuh, tidak patut, tidak bersisik, atau tidak berbulu.
    – Bila jiwa badan lenyap, orang menemukan kehidupan dalam sukma yang sungguh nyata dan tanpa bandingan. Ia dapat diumpamakan dengan isinya buah kamumu. Pramana menampilkannya manunggal dengan asalnya dan dilahirkan olehnya.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- tetapi yang kau lihat, yang nampaknya sebagai sebuah boneka penuh mutiara bercahaya indah, yang memancarkan sinar-sinar bernyala-nyala, itu dinamakan pramana. Pramana itu kehidupan badan. Ia manunggal dengan badan, tetapi tidak ambail bagian dalam suka dan dukanya. Ia berada di dalam badan.
    – Tanpa turut tidur dan makan tanpa menderita kesakitan atau kelaparan. Bila ia terpisah dari badan, maka badan ikut tertinggal tanpa daya, lemah. Pramana itulah yang mampu mengemban rasa, karena ia dihidupi oleh sukma. Kepadanya diberi anugrah mengemban kehidupan yang dipandang sebagai rahasia rasa nya Dzat.
    – Penggosokan terjadi karena digerakkan oleh agin. Dari kayu yang menjadi panas muncullah asap, kemudian api. Api maupun asap keluar dari kayu. Perhatikanlah saat permulaan segala sesuatu, segala yang dapat diraba dengan panca indera, keluar dari yang tidak kelihatan tersembunya…..
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Ada orang yang menyepi dipantai. Mereka melakukan konsentrasi di tepi laut. Buka dua hal yang mereka pikirkan. Hanya Pencipta semesta alam yang menjdai pusat perhatiannya. Karena kecewa belum dapat berjumpa dengan-Nya, maka mereka lupa makan dan tidur.
    – Badan jasmani disebut cermin lahir, karena merupakan cermin jauh dari apa yang dicari dalam mencerminkan wajah dia yan ber-paes. Cermin batin jauh lebih dekat.
    – Siang malam terus menerus mereka lakukan shalat. Dengan tiada hentinya terdengarlah pujian dan dzikir mereka. Dan kadang mereka mencari tempat lain dan melakukan konsentrasi di kesunyian hutan. Luar biasalah usaha mereka, hanya Penciptalahyang menjadi pusat pandangannya.
    – Badan cacat kita cela, keutamaan kerendahan hati kita puji, tetapi keadaan kita ialah digerakkan dan didorong olek sukma. Tetapi sukma tidak tampak, yang nampak hanya adan.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Bunda Lia
    ‎- Cermin batin itu bukanlah cermin yang dipakai orang-orang biasa. Cermin ini sangat istemewa, karena mendekati kenyataan. Bila kau mengetahui badan yang sejati itulah yang dinamakan kematian terpilih.
    – Bila engkau melihat badanmu, Aku turut dilihat … Bila kau tidak memandang dirimu begitu, kau sungguh tersesat.
    – Sukma tidak jauh dari pribadi. Ia tinggal di tempat itu jua. Ia jauh kalau dipandang jauh, tetapi dekat kalau dianggap dekat. Ia tidak kelihatan, karean antara Dia dan manusia terdapat kekuadaan-Nya yang meresapi segala-galanya.
    – Hyang Sukma Purba menyembunyikan Diri terhadap peglihatan, sehingga ia lenyap sama sekali dan tak dapat dilihat. Kontemplasi terhadap Dia yang benar lenyap dan berhenti. Jalan untuk menemukan-Nya dilacak kembali dari puncak gunung.
    – Tetapi Hyang Sukma sendiri tidak dapat dilihat. Cepat orang turun dari gunung dan dengan seksama orang melihat ke kiri ke kanan. Namun Dia tidak ditemukan, hati orang itu berlalu penuh duka cita dan kerinduan.
    Lihat Selengkapnya

  • Bunda Lia
    ‎- Hendaklah waspada terhadap penghayatan roroning atunggil agar tiada ragu terhadap bersatunya sukma, pengahayatan ini terbuka di dalam penyepian, tersimpan di dalam kalbu. Adapun proses terungkapnya tabir penutup alam gaib, laksana terlintasnya dlam kantuk bagi orang yang sedang mengantuk. Penghayatan gaib itu datang laksana lintasan mimpi. Sesungguhnya orang yang telah menghayati semacam itu berarti telah menerima anugrah Tuhan. Kembali ke alam sunyi. Tiada menghiraukan kesenangan duniawi. Yang Maha Kuasa telah mencakup pada dirinya. Dia telah kembali ke asal mulanya…..
    – Mati raga orang-orang ulama yang mengundurkan diri di dalam kesunyian hutan ialah hanya memperhatikan yang satu itu tanpa membiarkan pandangan mereka menyinpang. Mereka tidak menghiraukan kesukaran tempat tinggal mereka hanya Dialah yang melindungi badan hidup mereka yang diperlihatkan. Tak ada sesuatu yang lain yang mereka pandang, hanya Sang Penciptalah yang mereka perhatikan.
    – Yang menciptakan mengemudi dunia adalah tanpa rupa atau suara. Kalbu manusia yang dipandang sebagai wisma-Nya. Carilah Dia dengan sungguh-sungguh, jangan sampai pandanganmu terbelah menjadi dua. Peliharalah baik-baik iman kepercayaanmu dan tolaklah hawa nafsumu.
    – Bila kau masih menyembah dan memuji Tuhan dengan cara biasa, kau baru memiliki pengetahuan yang kurang sempurna. Jangan terseyum seolah-olah kau sudah mengerti, bila kau belum mengetahui ilmu sejati. Itu semua hanya berupa tutur kata. Adapun kebenaran sejati ialah meninggalkan sembah dan pujian yang diungkapkan dengan kata-kata.
    – Sembah dan puji sempurna ialah tidak memandang lagi adanya Tuhan, serta mengenai adanya sendiri tidak lagi dipandang. Papan tulis dan tulisan sudah lebur, kualitas tak ada lagi. Adamu tak dapat diubah. Lalu apa yang masih mau dipandang. Tiadak ada lagi sesuatu. Maklumilah.
    Lihat Selengkapnya

    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh yang memisahkan aku dengan DIA adalah jasadku … ketika aku berusaha menuruti keinginan jasadku … maka DIA akan menjauh …. lanjut ….
    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Agung Pambudi hm…tinggalah kini bahasa sunyi cinta dalam dirimu..
    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • Pakpuh Tegoeh ‎….. dan DIAM DALAM DIAM ……….
    sekitar sejam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
  • Bunda Lia hamparan sirmu menuju sirnamu kepadanya….dan kesunyian menyapa dirimu……
    Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
  • ஜ۩۞۩ஜoஜ۩۞۩ஜ

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 19, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: