MYTH oleh Bunda Lia pada 16 April 2011 jam 18:39

MYTH

oleh Bunda Lia pada 16 April 2011 jam 18:39

Myth (mitos), sangat erat hubungannya dengan kehidupan orang Jawa. Orang yang tidak mau memahami mitos, sering kali terjebak dalam kehidupan yang bersifat normatif saja, segalanya akan dilakukan sesuai takaran. Tanpa mau berfikir lebih jauh untuk mendalami maksud dan tujuannya. Ibaratnya orang menggambar tanpa warna, semuanya serba datar. Tujuan MITOS sebenarnya adalah untuk menciptakan paradoks-paradoks dan aporia (jalan buntu) yang menghantam dan membelenggu pikiran kita, dengan memahami mitos akan mendesak kita untuk berpikir lebih dalam, dan giat  mencari penjelasan (logis = masuk akal) untuk memuaskan pikiran kita.
Misalnya begini…
Nenek moyang kita ingin mengajarkan sesuatu pengetahuan, namun mereka terbentur dengan aturan yang diciptakan oleh para penguasa di jaman itu, akhirnya terbentuklah suatu kisah dengan gaya Metafora, serba simbolik. Mitosnya begini : Bumi sebagai ibu, langit sebagai bapak dan fungsiair adalah sebagai penghubung diantara keduanya. Jika kedua unsur ini bergabung (dlm diri kita) maka akan ada unsur tambahan yang ikut bergabung yaitu api (panas). Metafora inilah yang sering kita jumpai dalam pandangan orang jawa tentang Jagat Gede dan Jagat Cilik. Masuknya Jagat Gede ke dalam Jagat cilik (bukan sebaliknya..!) melambangkan proses penemuan jati diri. Dalam filsafat jawa sering disebut Manunggaling Kawula Gusti. Tentu saja penalaran ini tidak hanya sebatas kulitnya saja, tentunya tugas kita untuk mengupas dan mendalami ilmu-ilmu yang dilambangkan dalam metafora yang bersifat  aporia itu. Sungguh saya sangat bangga dilahirkan sebagai orang Jawa, dan memiliki nenek moyang yang sangat cerdas….. mereka selalu menyelimuti pengetahuannya yang tinggi dengan kisah-kisah metafora, yang tujuannya mengajak kita untuk selalu berfikir lebih dalam. Tidak hanya belajar dengan cara normatif, yang hanya melekat di akal saja…! Namun nenek moyang kita mengajari kita untuk belajar tidak hanya dari sisi akal saja, tetapi harus sampai ke ujung rasa. Wow… sangat luar biasa. Inilah bedanya sisi keilmuan di dunia barat dan dan paradigma berfikir orang-orang Jawa masa lampau.
Sebagai contoh yang lebih konkrit.
Pemberian nama untuk bagian-bagian dari pohon kelapa (jw. Klapa=kambil=krambil è jawata ing ngarsa pada = inti dari ilmu tentang kehidupan = sangkan paraning dumadi).
Batang kelapa disebut dengan Glugu, kata glugu (dlm semantik mempunyai akar kata LUGU). Dalam belajar ilmu, orang harus lugu, seperti wujud dari batang kelapa yang lurus tanpa bercabang. Begitulah sebaiknya sikap orang dalam belajar. Harus dengan hati yang mantap, tidak mudah tergoda.
Yang kedua, Manggar. Manggar adalah bunga kelapa, (semantik : akar kata manggar adalah sanggar), sanggar adalah suatu tempat dimana kita bisa mengolah ilmu, bertukar-pikiran (brain stromming) kepada kawan dan guru yang ada. Tanpa mau (belajar) ke sanggar (sekolah di jaman sekarang), sangat mustahil orang akan mendapatkan ilmu (logika) yang benar.
Ketiga, Bluluk. Setelah bunga kelapa mengalami penyerbukan, akan tumbuh menjadi bluluk, (semantik : akar kata bul dan muluk) bluluk adalah metafora simbolik dari “berdoa kepada Tuhan”.  Orang yang belajar dan menjadi pandai (cerdas otaknya) harus diimbangi dengan ilmu rasa, nurani yang suci. Apa jadinya, kalau ada orang yang cerdas otaknya namun berwatak jahat…? Dia hanya akan membuka pintu neraka lebar-lebar…!
Keempat, Cengkir. Adalah bakal kelapa yang masih kecil, kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa. (semantik : ceng = kenceng dan kir = pikir). Keseimbangan antara logika dan nurani harus diikuti dengan diasahnya pikiran kita, “kenceng ing pikir”. Meskipun ini semua masih sebatas dalam tataran teori saja.
Kelima : Degan, adalah kelapa yang masih muda. Dagingnya lunak, sangat enak dimakan, karena semuanya masih dalam kondisi yang serba baru. Memang demikian halnya dalam kehidupan kita, semuanya yang serba baru, masih muda, semuanya terasa sangat menyenangkan. Namun kita tidak boleh lupa, sewaktu kita masih muda, kita harus dengan segala kemampuan kita menjangkau segala keinginan yang ada dalam pikiran kita. (semantik : Adegan) kita harus berdiri (jw. Jumeneng) menunjukkan segala eksistensi yang ada dalam diri kita, namun dengan meninggalkan sifat arogansi. Kebanyakan orang sudah puas, setelah dia mampu berdiri dengan eksistensi yang diakui oleh orang lain dan masyarakat luas. Dia lupa, karena masih ada bagian lain dalam dirinya yang harus diingat, yaitu daun kelapa, karena daun (untuk semua tumbuhan) adalah dapur dari tanaman, disana terjadi proses fotosintesis, yang merubah energi (panas matahari) menjadi zat-zat makanan.
Keenam : Sada dan Janur. Daun kelapa terdiri dari dua bagian, bilah daun dan tulang daun. Bilah daun disebut janur, terdapat dua bilah daun dalam janur yang mengapit  sada (lidi), simbolik bagi dua sisi yang harus disatukan untuk mencapai kesempurnaan. Misalnya Pria – Wanita, Siang – Malam, Logika – Rasa. Sada berarti satu, Eka, Esa. Sebagai individu, kita harus mengakui ke-Esaan Hyang Pencipta, Dia yang memberi hidup, lewat pancaran cahaya sucinya. Sada atau lidi, bentuknya bulat gilig, meruncing hingga keujungnya. Sada, juga berarti berjumlah sebelas, yaitu angka satu yang berjajar dua (11), welas, adalah kasih. Kawelasan dari hyang Pencipta, “Causa Prima”. Memohon belas kasihnya agar kita selalu mendapatkan rahmat dan hidayah-Nya.  Sedangkan janur (semantik : Nur = cahaya, Jnana = pikiran) namun para ulama nengartikan sebagai Nur Jannah, cahaya suci sorga. Banyak diantara kita menggunakan janur, misalnya dalam Pahargyan Penganten (pesta pernikahan), namun banyak diantara kita tidak mengerti makna mitologi dari apa yang kita gunakan. Sungguh sayang sekali…
Ketujuh : kelapa. Orang yang melihat buah kelapa akan tertipu dan mendapatkan banyak hambatan. Dengan kulit yang halu, gilap dan licin, namun keras, akan terbayang buah yang sangat lezat. Orang akan ingin sekali memakannya, karena keelokan dan kecantikannya. Namun apa yang terjadi. Begitu dikupas, dalamnya sangat mengerikan, terdapat sabut yang sangat kasar. Orang yang tidak tahan ujian, akan segera meninggalkan buah itu, karena isinya hanyalah sabut yang kasar saja. Tidak bagi orang orang yang sudah memahami makna-makna hidup, sabut adalah ujian dan halangan kecil yang tidak berarti apa-apa, mereka meneruskan mengupas sabut itu. Disini juga terjadi ujian yang berat berikutnya. Orang-orang yang mudah putus asa, akan membuang buah yang sangat berharga itu, karena yang ditemuai hanyalah sebuah tempurung kelapa yang sangat keras, dan tidak enak di makan. Namun, inti sebenarnya ada di dalam tempurung yang sangat keras itu. Tempurung itu menjaga dan melindungi inti dari buah kelapa itu, berturut-turut : daging buah kelapa, air dan ruang hampa. Daging kelapa yang putih bersih dengan air suci yang melindungi ruang hampa di tengahnya. Sebuah ruang yang secara metafisis adalah sebuah kesucian, awang uwung. Sunyi dan kedap suara, bahkan kedap cahaya. Perlindungan yang berlapis-lapis. Rahasia besar yang tidak boleh diungkap sembarangan.
Begitulah Allah SWT, mengajari kita dengan kalamnya yang tidak tertulis, namun kita harus pandai mencernanya. Subhanallah…. Allah Maha Besar…
Daging buah kelapa adalah bahan dasar untuk dijadikan minyak goreng. Minyak goreng dalam bahasa jawa disebut dengan “lênga”. Untuk menulis lênga dengan aksara jawa tidak boleh menggunakan la di pêpêt, namun harus menggunakan Nga Lêlêt. La adalah simbul dari laku, adegan manusia, jangan halangi laku kita. Sebuah makna filosofis dari salah satu aksara yang diajarkan oleh moyang kita dalam bersikap untuk menjalani hidup. Mencari dan menggapai cita-cita tanpa meninggalkan tata krama.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Ndaru Luckys sugeng dhalu bunda lia…damai selalu dlm kasih,rahayuu..3x
      16 April jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Murai Batu Malam Bunda….,btul skali itu Bunda…
    • Putrie Ragiel Trisno Mat malam mingguan Bunda Rahayu
      16 April jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Siwi Marthin sugeng ndalu bunda Lia,kayane rampung macane nang manding.
      16 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng kalau habis wedaran kita bewrsyair ya jeng Putrie… xixixxixixxixixi
      16 April jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Opo mbak Siwi…. la piye….
      16 April jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo mksih bunda…sugeng ndalu…dingapunten wayahipun ngojek…slm syg.
    • Agung Pambudi hm kok yo pas…baru dibathin ..eh sudah nongol wedarnnya..hehehhe
      16 April jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya ‎’Met Malem, Jeng,… makacieh , sudah nyimak smua-nya. & mo’ nanya, soal “Kenthos” dr Kelapa, apakah ada lagi Filosofi untuk itu…? @Salam,…
      16 April jam 19:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra manusia punya keterbatasan dlm mengungkap rahasia alam,mitos biarlah tetap menjadi mitos hanya allah yg maha tahu kebenarannya..selamat menikmati malam minggu
      16 April jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Ndaru njih kang sugeng dalu…. matur nuwun. Rahayu3x
      16 April jam 19:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Assalamu ‘alaikum ..sugeng ndalu ..malam mingguan …tak melu ndeprok nang kene ..monggo Bunda Lia dipun lajengaken wedaranipun…
      16 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda .mugi tansah pinaringan rahayu.
      16 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Murai say.. mat malam dan selamat bermalam minggu ya mbak…
      16 April jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ariyo kangen bercanda ya… he he he
      16 April jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Agung … SATU RASA xixixixixixixixixiixxixi bukan nano2 he he he
      16 April jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Sutrisno
      Alhamdulillah …bertafakur sejenak lebih baik …di hadapan Allah sembari menabah rasa syukur kepada Gusti ALLAH swt…satu lagi lihat Pohon kelapa dia tetap bisa berdiri tegak walaupun diterpa angin..kenapa? lihat Daunnya tidak seperti layar terkembang ..dia terurai menjulur…bayangkan jiga ia seperti layar maka cepat rubuhlah ia…so dadi manungso juga seprti itu…gemulainya…itulah arif dan bijak menjadi satu..Lihat Selengkapnya

      16 April jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tyo monggo loh menawi kerso dipun wedar…
      16 April jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan … he he he selamat malam mas… salam kasih.
      16 April jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Serba guna….
      16 April jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Mas Tukribo njih mas selamat malam mas…. he he he gantian kang medar… meniko wonten mas Agung Pambudi… he he he nanti kita ambil kesimpulannya … saya tak buntut2nya saja nantu… arahipun dateng pundi mangke… kulo pirsani rumiyen….
      16 April jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Bunda,… maaf ‘tuk yg sy tanya-kn td (sy betul2 ndak tau,…) tolong dech,,, Please 🙂
      16 April jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kenthos dalam filosof maknanya bodoh ..maka jika kita semakin mendalami suatu pengetahuan..semakin merasa bodohlah diri ini….bukankah tergambar betapa ilmu Allah itu tergambar didalam akhir surat alkahfi….
      16 April jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Wow….
      Sugeng dalu Bunda,spertinya mempelajari falsafa org jawa yg sekarang sangat langkah di tanah jawa ini,
      betapa indah makna dri pohon kelapa dr batang, daun, bunga dan buah mengandung makna , maka setiap org jawa hajatan mesti menggunakan janur, tapi blum tau artinya termasuk saya
      16 April jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn… matur nuwun mas Hari… dawah atur kang sami njih mas Hari mugi tansah manggihi karahayon dumateng mas Hari sekeluargo… Amin.
      16 April jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya ha-haa-haaa,… Ooouuuwhh,… ternyata itu. Matur-Nuwon, Jeng Lia
      16 April jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alhamdulillah mas Eko Sutrisno sugeng dalu njih mas … makasih mas Eko kerso nyambangi kulo dateng gubuk warung meniko…. Nuwun.
      16 April jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mitos yang berkembang selama ini kebanyakan mempengaruhi pola pikir sehingga menjadikan suatu sugesti sehingga mampu membuat percaya akan kebenaran mitos tersebut….
      16 April jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Sutrisno samin2 bunda…mugo kita semua selalu mengingat Allah dalam setiap peristiwa dan setiap penglihatan kita…
      16 April jam 19:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nyuwun injih mas Eko…. Insya Allah mas Eko….
      16 April jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat wilujeng ndalu Diajeng … hmm bungah rasaning ati bisa pepanggihan … kangen ku kaliwat liwat … wilujeng ndalu ugi dhumateng para kadhang kinansih sadaya.
      16 April jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo brcanda mmbwa manfaat bun …sumonggo dlanjut wekdalipun mlampah guwo argo…salam dumateng sdoyo kadang kinasih…rahayu…3x
      16 April jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Slmt mlm Bunda ..slmt mlm smua ..smg apa yg d wedar Bunda spt biasa akan sll ada gunanya buat qt ..lanjut Bunda ..aku dr jauh aja deh ..
      16 April jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@sugeng ndaluh Diajeng. Semoga sehat selalu dan senyumnya bertambah manis. Salam Kasihjatiku. Rahayu.
      16 April jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Dari batang pohon kelapa…ada individu individu yang menyatu…saling berpegang erat tangan tangan kokoh…dalam satu ikatan erat menggapai angkasa bersama….tegak kokoh menyatu tak mengenal cabang penyelewengan…
      16 April jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ All@sanak kadang sedulurku semua di Songgo Buwono. Salam Kasih selalu. Sugeng nDalu. Selamat mem’bedah’ ‘janurkuning’.
      16 April jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • BonnySinter Deloniks R Menyukai inih
      16 April jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Janur kuning…dua sisi yang berbeda disatukan oleh SODO atau SYAHADAT atau AKHAD atau PERSAKSIAN….dalam naungan cahaya bahagia yang berwarna kuning bak sinar matahari terbit di langit timur…timur adalah MUDA yang bersemangat untuk melahirkan cikal bakal cikal bakal generasi yang akan datang…
      16 April jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Kang mas Koko ….. nyuwun injih kang mas….
      16 April jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mbak yu Triasih sugeng dalu mbak yu… salam kasih…
      16 April jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas Mukhtar njih mas sugeng dalu salam kasih…
      16 April jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Kang Dullah mbak Siwi wis anjok kene….
      16 April jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Selamat malam bunda & seluruh keluarga yang hadir… Sebuah catatan yang bagus untuk berbagi menambah wawasan.
      @Kang mas Abdullah & Ang Mukhtar: dah pada ngopi belum? 🙂
      16 April jam 20:38 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Jr Arief Sugeng dalu ….Sae saestu Bunda… damel pangangen angen..kulo, bab taksih cengkir..monggo di lajengaken kulo ngleset..Nyimak.. seksama..
      16 April jam 20:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@sangat menarik jika ‘jagat gedhe’ dgn ‘jagat cilik’ itu di bahas lebih lanjut, gmn terusannya Dijeng?
      16 April jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum……..
      Sugeng ndalu sedaya sanak kaluarga…… Mugi tansah pinaringan kawelasan Gusti……
      16 April jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Wilujeng Ndalu Bapa Lathief
      16 April jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yoh…..salam malam mbak Siwi,mas Edi…selamat datang di SONGGO BUWONO hehehehe…
      16 April jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      ‎.
      Wilujeng Dhalu ugi Kanjengmas Koko……
      lami mboten ketingal Nggegono, wonten pawigathos punopon to….?????

      Pak Mukhtar : Salama kangen selalu untuk panjenengan…..

      Mas Ali : Salam Hormat ………
      Lihat Selengkapnya

      16 April jam 20:57 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Kakangprabu@selamat datang Kakang, silahkan memberi tambahan tgg makna pusaka yg berkaitan dgn masalah ini. Salam
      16 April jam 20:57 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar
      @kanjengmas Koko
      @mas Ali

      Saya datang membawa kopi pahit dan rokok kretek….. Monggo sinten engkang kerso……

      16 April jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Bunda.. Abah Ali, Kakang Prabu, Mas Lathif, Kang Mas Koko, Mas Jr, Pak Mukthar lan sdoyo kdang kinasih, mugi kmulyan, kbegjan tansah amberkahi kito sdoyo.
      16 April jam 20:59 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@salam kangen lan tresno Kangmas Guru, monggo rembuk Kangmas Guru,,,wewedhar sa kersane heheheheeee
      16 April jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Mister : Kulo mbeto Kopi lan rokok kretek……. lha monggo ndang dimasak, lan enggal-enggal disuguhake poro tetamu ingkang sami rawuh hehehehe……..
      16 April jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Kang Dullah walah piyw ki jiaaaaaan ha…..ha….. isine wong pinter kabeh je, ngangsu kawruh tuenan.
      16 April jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Saruju@Pak Mukhtar …….. Taksih mirsaake pawedharanipun….. sumonggo…….
      16 April jam 21:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mbak Siwi….aku teringat,dahulu ada seorang kakek dengan semangat menanam cikal kelapa dikebun pekarangan rumahnya…aku berfikir,apakah sikakek akan sempat menikmati buah dari cikal kelapa yang ditanam itu….?
      16 April jam 21:08 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sndiko dawoh Mas Lathif.. Kulo tak msak toyone riyen.. Abah Ali lan Pak Mukthar pun siyat siyut lek boten enggal2 di paringi kopi mlah sami gletak mengke.. Xixixixi..
      16 April jam 21:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ ‘jagat cilik’ yg di maksud adalah jiwa dan raga yg kita yg mampu menampung ‘jagat gedhe’, semesta raya,,
      16 April jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Semua orang berharap untuk bisa menikmati hasil dari apa yang ditanam tapi kalaupun tidak bisa dinikmati oleh keturunannya. kaya kuwi piye
      16 April jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Sendika Dhawuh……
      16 April jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Gusjeans@mana kopi buatku Gus? Aku wis ngelak iki heheheheeee
      16 April jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sebentar mas Mukhtar kalau hanya singkat begitu kalau ada pertanyaan detail kita yang akn bingung… Okay akan saya kupas lebih rinci….
      Bila proses penghancuran jagad cilik dan jagad gede oleh si jagad cilik ini terus berlangsung maka jangan harap ruh manusia akan mampu menemukan kesatuan dengan ruh Yang Satu. Dibutuhkan sebuah proses penghancuran kesadaran secara massif alias proses laku utama: “Mati dalam Hidup” sehingga manusia menemukan kembali jati dirinya. Inilah jalan makrifat tertinggi yang harusnya ditempuh oleh kita semua: KAWULO DENGAN GUSTI SEBENARNYA MANUNGGAL DAN JUMBUH. Sebab semuanya asalnya dari yang datu… dan yang kesatuan itu kini sudah dihancurkan dan drusak oleh manusia.Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Hahahaha…mbak Siwi….tentu sikakek tak akan pernah menikmati langsung hasil dari yang ditanam….tetapi akan mendapat kiriman kebaikan dari yang ditanam…..karena buah kelapa ibarat islam yang tentu harus dikupas tuntas sampai pada isi sehingga mendapat air suci yang menyegarkan dan melegakan…
      16 April jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Oak Mukhtar : Sabar sak atawis ……… tenagane Mas Mister mung siji……. hehehe……
      16 April jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Siwi Marthin semoga akupun bisa dapat pencerahan seperti itu kang. aku nyimak ki.
      16 April jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@hmmmm begitu ya, lalu apa yg mendorong kita dlm pengrusakan itu Diajeng sehingga tdk menyatu/manunggal?
      16 April jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@injih Kangmas Guru, kulo sabar ngenteni heheheheeee
      16 April jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Kangdullah@apa Pakdhe masih di jalan Kakang? heheheheee
      16 April jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Kaleh kulo mawon , Pak Mukhtar lenggahe….. kersane baring pikantuke wejangan….. hehehehe……
      16 April jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dalam kitab suci kata “ruh” itu selalu dinyatakan dalam bentuk tunggal, bukan jamak. Juga dinyatakan sebagai ruh-Nya. Tidak ada satupun ayat di dalam Al Quran yang menyatakan bahwa ruh itu diciptakan oleh Tuhan. Sebab Ruh-Nya hanya satu yang kemudian nitis kepada manusia agar manusia dapat membangkitkan kesadaran dirinya sendiri bahwa dia adalah citra-Nya. “Maka, apabila Aku telah menyempurnakannya, dan Aku tiupkan ruh-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” Ini salah satu ayat dalam kitab suci yang memaparkan bahwa Yang Satu (Tuhan) mentamsilkan “tiupan” ruh ke dalam diri manusia. Nah, karena Tuhan tidak bermulut, maka kita perlu memahami kata “tiupan” itu sebagai limpahan, pancaran, emanasi ruh-Nya. Itulah sebabnya semua mahluk tidak terkecuali jin dan malaikat dulu diminta untuk sujud kepada manusia.Lihat Selengkapnya

      16 April jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@begini Diajeng, ‘jalan makrifat’ tertinggi bisa ga di sebutkan tataran tekhnis (laku)nya? Dilanjut Diajeng,,
      16 April jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pak Mukhtar….aku ndak tau,Pakpuh belum hubungi aku….
      16 April jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Saya minum, kopinya dulu, ya…… mongo, poro sedulur……..
      16 April jam 21:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dunia akan kiamat dan yang mampu menyelamatkan hanya manusia yang kembali menjadi pribadi yang terkendali oleh ruh. Jika jiwa/nafs merupakan substansi yang menyebabkan makhluk menjadi hidup dan menjalankan kodratnya maka ruh merupakan substansi yang mampu mewujudkan iradat manusia. Bila manusia hidup memiliki kodrat dan iradat, maka iradat manusia hanya bisa bekerja dengan benar bila dibimbing oleh ruh. Iradat yang benar bukan hasil dorongan dari luar yang palsu, tapi tumbuh dari dasar pribadinya.
      Ingatlah bahwa manusia sudah dibekali dengan kesempurnaan penciptaan. Dibekali dengan sarana dan prasarana, baik fisik dan metafisik untuk manunggal kembali dengan iradat-Nya.
      Lihat Selengkapnya

      16 April jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Mukhtar satu2 dulu to kalau ngasih pertanyaan … disini lemot jadi malas Fb an nih….. Bukankah KAWULO sesungguhnya adalah GUSTI???? “Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ruh-Nya ke dalamnya. Dia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan perabaan. Tapi sedikit sekali kamu yang bisa bersyukur!”….Terakhir, memohon maaf bila interpretasi tentang ruh ini ternyata salah dan melenceng dari kebenaran. Itu semata-mata proses yang saya lakoni masih sangat terbatas dan semoga akan terus berproses hingga akhir hayat. Sehingga tercapai benar-benar pengetahuan makrifatullah tentang Metafisika RUH yang sejati dan tidak ada yang lain. “Timur dan Barat adalah kepunyaan Allah. Maka kemana saja menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas dan Maha Tahu”……Lihat Selengkapnya

    • Koko Puspo Handokoningrat Bapa Lathief saha Kang Mas Abdullah: nyuwun gung Pangaksami ..kula nderek titip diajeng Lia ingkang sanget kula tresnani njih ..kepareng bade lumengser nyuwun pamit . sawetawis .. “Djeng aku pamit dhiisk ” prayogakne anggene medhar ” Nuwun Rahayu
      16 April jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Sampun toh Koine……..
      16 April jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@sy akan mendengar dan mengikuti dgn baik dan sabar Diajeng,,,silahkan Diajeng wewedhar lg,,,
      16 April jam 22:08 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbak Lia : Nuwun Injih …….. Wallahu A’lam bis Showab……
      16 April jam 22:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@Kangmas Guru,,,
      16 April jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@Kangmas Guru,,,
      16 April jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Hati-hati salah ketik : BATHARA GURU hahahahahahahhhahahhha….……………………..
      16 April jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Loh, Pak Mukhrtar ,,,, Sudah gerogi, keluarnya dobel seperti saya beberapa hari yang lalu….. hahahha………..
      16 April jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@heheheheee Kangmas Guru,,,
      16 April jam 22:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Kok sepi …….. orang – orang ‘mosok’ sudah pada kangen sama isterinya toh….. hehehehe…….
      16 April jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@aku ra weruh Gus, tapi rasa-rasane ngono yo? heheheheee
      16 April jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @pak Mukhtar : Nopo prayogane, kita njih sami wangsul Pak……. nopo tetep tunggu regol, hehehehe………
      16 April jam 22:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi pk mohtar.pk abdul kulo kancani nggih?
      16 April jam 22:40 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Jagat Gede lan Jagat Cilik
      Sebuah simbolisme yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan ajaran yang “sinengker” atau bersifat rahasia. Namun kadang-kadang, orang yang menerima atau mendengar ajaran yang “sinengker” akan menangkapnya dengan persepsi yang berbeda-beda. Bergantung tingkat penalaran dan pengalaman batin dari orang tersebut. Jagat Gede adalah simbol dari Jagat raya, atau alam semesta. Dan Jagat cilik adalah simbol dari diri pribadi manusia. Dengan pengertian lebih lanjut, Jagat Gede adalah jagat yang mampu ditangkap oleh panca indera kita, sedangkan jagat cilik adalah jagat yang tidak tertangkap oleh panca indera, namun bisa dirasakan keberadaannya.
      Berikut ini kutipan dari serat Dewaruci, (Kidung Dhandhanggula)
      Lah ta mara Wrekudara aglis, manjinga guwa garbaningwang, kagyat miyarsa wuwuse, Wrekudara gumuyu, sarwi ngguguk aturireki, dene paduka bajang, kawula geng luhur, nglangkungi saking birawa, saking pundi margane kawula manjing jenthik masa sedhenga.
      Dewa Ruci mesem ngandikaris, gedhe endi sira lawan jagad, kabeh iki saisine, alas myang gunungipun, samodra lan isine sami, tan sesak lumebuwa, ing jro garbaningsun, Wrekudara duk miyarsa, esmu ajrih kumel sandika turneki, mengleng Sang Ruci Dewa.
      Lihat Selengkapnya

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@hmmmmm bagus,,,
      16 April jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Iki dalan talingan ngong kering, Wrekudara sigra manjing karna, wus prapteng ing jro garbane, andulu samodra gung, tnapa tepi nglangut lumaris, ngliyek adoh katingal, Dewa Ruci nguwuh, heh apa katon ing sira, dyan umatur Sena pan inggih atebih, tan wonten katingalan.
      Awang-awang kang kula lampahi, uwung-uwung tebih tan kantenan, ulun saparan-parane, tan mulat ing lor kidul, wetan kulon boten udani, ngandhap nginggil myang ngarsa, kalawan ing pungkur, kawula datan uninga, langkung bingung Sang Dewa Ruci lingnyaris, aywa maras tyasira.
      Byar katingal ngadhep Dewa Ruci, Wrekudara Sang Wiku kawangwang, umancur katon cahyane, nulya wruh ing lor kidul, wetan kulon sampun udani, nginggil miwah ing ngadhap, pan sampun kadulu, kawan umiyat baskara, eca tyase miwah Sang Wiku kaeksi, aneng jagad walikan.
      Lihat Selengkapnya

      16 April jam 22:56 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Gushari@yo gus, monggo gus, sambil minum kopi heheheheee
      16 April jam 22:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@indah sastranya,,,
      16 April jam 23:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Artinya :
      Segeralah kemari Wrekudara, masuklah ke dalam tubuhku, terkejut mendengar kata-katanya, Wrekudara tertawa, dengan terbahak-bahak, katanya, tuan ini bertubuh kecil, saya bertubuh besar, dari mana jalanku masuk, kelingking pun tidak mungkin dapat masuk.
      Dewa Rcuci terseyum dan berkata lirih, besar mana dirimu dengan dunia ini, semua isi dunia, hutan dengan gunung, samudera dengan semua isinya, tak sarat masuk ke dalam tubuhku, Wrekudara setelah mendengar, agak takut menyatakan mau, berpalinglah Sang Dewa Ruci.
      Di dalam telingaku yang kiri, Wrekudara segera masuk telinga, sudah sampai di dalam tubuhnya, melihat laut luas, tanpa tepi jauh sekali ia berjalan, tampak jauh terlihat, Dewa Ruci berteriak, hai apa yang kau lihat, Arya Sena berkata bahwa tampah jauh, tak ada yang tampak.
      Langit luas yang kutempuh, langit yang sangat luas, aku pergi ke mana-mana, tak tahu mana utara dan selatan, tidak tahu timur dan barat, bawah atas dan depan, serta di belakang, aku tidak tahu, bingung sekali sang Dewa Ruci berkata pelan, jangan taku tenangkan dirimu.
      Tiba-tiba terang tampaklah Dewa Ruci, Wrekudara Sang Wiku terlihat, memancarkan sinar, kemudian tahu utara selatan, timur barat sudah tahu, di atas dan dibawah, juga sudah diketahui, kemudian terlihat matahari, nyaman rasa hati melihat Sang Wiku, di balik dunia ini.
      Di alam Ghaib ataupun alam kasunyatan, panca indera kita sudah tidak bisa difungsikan. Semuanya hanya bisa dirasakan menggunakan panca indera yang berada dalam batin, misalnya : mata batin, dst. SELESAI.
      Lihat Selengkapnya

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Bunda Lia@trimakasih Diajeng, luar biasa. Salam Kasihjatiku selalu. Rahayu.
      16 April jam 23:25 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Pak Mukhtar : Punopo sampun…… hehehehe…..
      16 April jam 23:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh salam hormatku bunda, gus ali, mas mukhtar, mas lathief dan semua-semua yg sudah hadir … semoga Allah ridho
      17 April jam 0:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Punopo dhereng saget tilem nopo, Pak Puh…….
      Saking kadohan kok ketingal jempolipun kemawon…. hehehehe….
      Sugeng ndalu Pak Puh……
      17 April jam 0:34 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh ‎”kancilen” mas lathief … shubuh nanti aku sudah harus ke bandara … jadi takut kelewatan .. ya .. nemani panjenangan aja disini
      17 April jam 0:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      1. Pertanyaan : KANCILEN itu apa Pak Puh, hehehe…..
      2. Barangkali belum juga dapat tidur, karena Pak Puh mau berangkat ke TANAH SUCI, saya bersedia menemani sampai pagi…… Karena siapa tahu saya mendapatkan BAROKAHnya….. hehe….
      17 April jam 0:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh ‎1. kancilen itu gak bisa tidur karena udah kelewat waktu
      17 April jam 0:39 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh ‎2. ho’oh betul sekali … semoga barokahnya aku juga kebagian ..hehehe
      17 April jam 0:40 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Amin…..
      Kalau pun demikian, Pak Puh yang lebih banyak karena yang berangkat, kalau saya sedikit pun tak apalah, karena hanya menemani “melekan” Pak Puh agar tidak kelewatan hehehehe……
      17 April jam 0:42 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh hahahaha .. mbagi barokah kok semaunya sendiri ..ya .. biar aja sedapat-dapatnya … hahahaha
      17 April jam 0:44 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      hehe…. Kalau kita berharap , boleh kan Pak Puh…..
      17 April jam 0:45 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh sebaiknya jangan banyak berharap .. karena harapan yg tidak berhasil akan menimbulkan kecewa .. dan kecewa adalah pintu neraka … hehehehe … lepaskan aja .. biar Allah mengatur yg terbaik untuk kita .. hehehehe … (=aku yang sok tau)
      17 April jam 0:47 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Kalau sudah keluar pakemnya gini, saya jadi malu Pak Puh, hehehe…..
      17 April jam 0:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh hahahaha .. pegawai negeri itu punya NIP (nomor induk pegawai) .. kalo menurut saya NIP itu Nrimo Ing Pandum … hehehehe .. terima aja penghasilan sesuai haknya … jangan nambahi dengan korupsi … hahahahahaa …(ngarang.com)
      17 April jam 0:51 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh orang yg masih punya malu brarti imannya tinggi … semoga
      17 April jam 0:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      SEmooga, Pak Puh……
      17 April jam 1:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh mas lathief .. semoga pula kita bisa saling mengingatkan …
      17 April jam 1:12 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh bunda lia … kalo belum sare .. moga2 wedaranya bisa dilanjutkan .. sepertinya masih nggantung … hehehehehe
      17 April jam 1:14 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Injeh …… Pak Puh……
      Agar kita tidak tergolong orang-orang yang merugi……..
      Tepai tergolong orang-orang yang BERIMAN dan BERAMAL SHOLIH.
      17 April jam 1:15 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh mas lathief .. yang lain kemana?? … biasanya mas mukhtar ada … jangan2 lagi “sunnah rosul” .. hahahaha … kok malam minggu??
      17 April jam 1:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      ya Pak Puh……. saya juga heran, malam ini kok tidak seperti biasanya, orang-orang pada pulang sore, seperti saya beberapa hari yang lalu–karena–sinyalnya tidak dapat diajak kompromi….
      Mudah-mudahan melakukan sunnah Rosul semua hahahaha…..
      (bagi_yangberkeluarga.com)
      17 April jam 1:28 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh lho memangnya mas lathief belum berkeluarga ..???
      17 April jam 1:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sudah Pak Puh, Malah sudah punya anak 2 orang……..
      Tapi kalau malam-malam seperti ini, biasanya pekerjaan sekolah saya kerjakan di rumah.
      Dan iseng-iseng (mengunjungi) teman-saudara FB, termasuk dalam diding BUNDA LIA ini Pak Puh….
      Begutulah……..
      17 April jam 1:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh ooo kirain belum .. hehehe .. anakku juga 2 mas .. cewek semua … jadinya cepet tua … hahahahaha
      17 April jam 1:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Kalau pikiran dibuat ‘Nyantai’ terus kan jadinya, tetap berjiwa muda Pak Puh……
      Ya, tentu tanggung jawab rumah tangga tetap kita fikirkan……
      @Kalau Anak saya 1 laki-laki, no. 2 perempuan Pak Puh (www.lengkap.com)
      17 April jam 1:42 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh hehehe .. cepet tua dalam pengertian … kalo anak perempuan lebih cepat nikah .. punya anak .. dan aku punya cucu … hahahahaha
      17 April jam 2:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Bangun… bangun… bangun….. he he he
      17 April jam 2:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh salam hormatku bunda … kerahayuan melimpahi kita .. amin
      17 April jam 2:14 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Pakdhe@Pakdhe,,,aku daftar tooo, ento opo ora? hahahahaaaa
      17 April jam 8:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar, ……. tadi malam menghilang ke mana…. hehehe….
      17 April jam 10:09 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎_ Guslathif@hilang di telan kegelapan heheheheeeee
      17 April jam 11:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan Luar biasa, catatan yg penuh makna…. Terima kasih ea Bunda…. Salam Kasih.
      17 April jam 12:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan Pokoknya Top markotop… Mantap surantap… Selamat siang Bunda…
      17 April jam 12:12 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Kisemar Bodronoyo Bodronoyo e…eeeeh kok yo winasis tenan cah wadon iki sejatine sopo…ndukkk
      17 April jam 12:52 · Tidak SukaSuka · 1 orang


About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 19, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: