Sambungan dari tulisan yg kemarin… Bumi dan Langit –Gatut Kaca dan Abimanyu oleh Bunda Lia pada 14 April 2011 jam 17:00

Sambungan dari tulisan yg kemarin… Bumi dan Langit –Gatut Kaca dan Abimanyu

oleh Bunda Lia pada 14 April 2011 jam 17:00

Bumi dan Langit –Gatut Kaca dan Abimanyu
Dalam tulisan yang lalu, telah saya jabarkan tentang bertemunya kekuatan Api dan Air, dalam symbolisme dan metafora. Berikut ini akan saya ulas tentang kekuatan unsur lainnya, yaitu tanah dan Udara (langit/ angkasa). Dalam makna yang disimbolkan pada ketiga putra pandawa yang lain.
Langit (angkasa/udara) fungsi sebenarnya adalah untuk melindungi kulit bumi, dalam istilah ilmiah dikenal dengan Atmosfer. Sedangkan atmosfer sendiri sebenarnya terbentuk dari senyawa gas. Beberapa jenis gas yang ada dalam atmosfer bersifat mudah terbakar, seperti misalnya oksigen. Itulah sebabnya meteor yang memasuki wilayah atmosfer akan berpijar terbakar, sehingga akan habis menjadi debu. Dengan demikian tidak akan menghantam kulit bumi. Namun kadang karena besarnya butiran meteor, sesekali ada yang menghantam kulit bumi, itu karena bongkahannya yang sangat besar. Fungsi atmosfer yang menjaga bumi, ini disimbolisasikan dengan tokoh Gatotkaca, putra Bima yang lahir dari ibu Dewi Arimbi. Sewaktu masih bayi, ia sudah dijadikan jago oleh para dewa, dan digembleng di kawah Candramuka. Karena kehendak para dewa, ia menjadi kuat dan kebal terhadap semua senjata (tilas tepak paluning pande), sampai-sampai tali pusernya tidak dapat dipuput oleh senjata jenis apapun kecuali oleh senja Kunta milik uwaknya (Pakde-nya) Basukarna. Namun malang bagi Sang Tetuka, warangka dari senjata Kunta Wijayadanu, menyatu dengan puser yang telah berhasil di potong oleh senjata Kunta. Sang Gatotkaca adalah simbol dari seorang Prajurit sejati yang gagah pemberani. Tidak pernah gentar menghadapi segala peperangan. Tak pernah silau dengan kekuatan lawan.
Ksatria yang lain adalah Abimanyu, secara lahiriah ia adalah putra dari Arjuna, yang lahir dari ibu Subadra. Namun secara batin, ia adalah putra Bima. Itulah sebabnya dia diberi Julukan Abimanyu, yang juga berarti putra Bima. Sewaktu Bima mendapatkan wahyu “Wijining Ratu” namun wahyu itu terlepas dan bersatu dengan Abimanyu, maka diangkatlah Abimanyu sebagai anaknya. Dalam angkatan perang Pandawa, Ia selalu disimbolkan sebagai kekuatan Angkatan Darat.
Kedua ksatria diatas, Gatotkaca dan Abimanyu, ibaratkan mimi lan mintuno, tidak pernah terpisahkan, dimana ada Gatotkaca disitu ada Abimanyu. Ibarat pepatah, dimana ada langit disitu bumi dipijak. Dua wujudnya namun sebenarnya hanya satu, loro ning atunggal. Seolah seperti bersatunya antara Bumi dan Langit.
Namun kedua ksatria ini gugur dalam medan pertempuran Perang Baratayudha sebagai ksatria yang gagah berani. Namun dalam kisah masa lalunya, kedua ksatria ini mempunyai kesalahan yang besar. Dan perang Baratayudha adalah pintu penebusan kesalahan yang telah mereka perbuat. Kesalahan Gatotkaca adalah membunuh Pamannya sendiri, Kala Bendana. Meskipun sebenarnya bukan merupakan kesengajaan. Sedangkan kesalahan dari Abimanyu adalah telah berlaku dusta kepada calon istrinya, ia mengatakan kalau dia belum beristri. Abimanyu memperistri Dewi  Sundari, padahal secara silsilah masih terhitung neneknya. Tatkala meminang Dewi Sundari, Abimanyu bersumpah, matinya akan tertusuk oleh ribuan anak panah, jika ia berkata dusta kalau sudah memiliki istri. Itulah kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh kedua ksatri ini.
Namun sebenarnya, dibalik romantisme cerita yang digambarkan menggunakan figur kedua ksatria diatas, terdapat ajaran yang sangat luhur. Menyatukan Bumi dan Langit, ibarat Bapa Angkasa dan Ibu Pertiwi, bukan pekerjaan Gampang. Menyatunya kedua unsur ini sering timbul pertentangan, sehingga akan membutuhkan sebuah pengorbanan yang tiada tara. Di alam nyata seperti dalam kehidupan kita sehari-hari, pengorbanan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar sering kita hadapi, bahkan sering menjadi dilema. Korban materi, korban waktu dan korban perasaan. Korban materi dan korban waktu itu sangat mudah dilakukan. Jika kita memiliki lebih, tidak akan menjadi masalah. Namun beda halnya dengan korban perasaan, tidak semua orang mampu melakukan. Tergantung dari tingkat keiklasan seseorang. Dibutuhkan sebuah jiwa yang besar untuk dapat melakukannya. Berhati samodra, berbudi bawa leksana.
Jadi lengkaplah, dalam kehidupan kita selalu terdapat unsur-unsur alam yang berpengaruh dalam segenap kehidupan kita, yaitu Tanah (Bumi), Air, Api dan Angin (udara). Keempat unsur ini merupakan elemen pembentuk alam secara fisik. Keempat unsur ini juga merupakan pembentuk tubuh (badan kasar) manusia. Sungguh sangat disayangkan, jika memperlakukan keempat elemen ini dengan sikap yang semena-mena.
Bunda Lia Songgo Buwono.

Bunda Lia Songgo Buwono.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Bunda Lia
      Lanjutan kemarin… kita ingat dengan Air dari catatan Wahyu Hasta Brata”
      Watak Air / Hambeg Tirta
      Mengambil sisi positif dari watak maruta. Tirta atau air berwatak selalu rendah hati dalam perilaku badan (solah) dan perilaku batin (bawa) atau andhap asor. Selalu menempatkan diri pada tempat yang rendah, umpama perilaku dinamakan rendah hati (lembah manah) dan sopan santun (andhap asor). Orang yang berwatak air akan selalu rendah hati, mawas diri, bersikap tenang, mampu membersihkan segala yang kotor. Air selalu mengalir mengikuti lekuk alam yang paling mudah dilalui menuju samodra. Air adalah gambaran kesetiaan manusia pada sesama dan pada kodrat Tuhan. Air tidak pernah melawan kodrat Tuhan dengan menyusuri jalan yang mendaki ke arah gunung, meninggalkan samodra. Orang yang berwatak air, perbuatannya selalu berada pada kehendak Tuhan, jalan yang ditempuh selalu diberkahi Gusti Kang Murbeng Dumadi. Sehingga watak air akan membawa seseorang menempuh jalan kehidupan dengan irama yang paling mudah, dan pada akhirnya akan masuk kepada samodra anugrah Tuhan Yang Maha Besar. Tapi jangan mengikuti watak air bah, tsunami, lampor, rob, yang melawan kodrat Tuhan, perbuatan seseorang yang menerjang wewaler, religi, tatanan sosial, tata krama, hukum positif, serta hukum normatif.

      Berwatak air, akan membawa diri kita dalam sikap yang tenang, tak mudah stress, tidak mudah bingung, tidak gampang kagetan, lemah-lembut namun memiliki daya kekuatan yang sangat dahsyat. Sikap kalem tidak bertabiat negatif. Namun hati-hatilah karena orang sering merasa sudah mengikuti watak air, namun tidak menyadari yang diikuti adalah air bah, maknanya adalah watak cenderung membuat kerusakan, diburu-buru, tanpa perhitungan, asal ganyang, buta mata akan resiko, yang penting gasak dulu, urusan dipikir dibelakang (pecicilan/pencilakan/cenanangan/jelalatan).Lihat Selengkapnya

      14 April jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@trimakasih Diajeng. Salam Kasihjati selalu. Rahayu Diajeng.
      14 April jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Watak Api /Hambeg Agni
      Agni atau api atau dahana. Yang diambil adalah sisi positif dari watak api yakni Bathara Brahma. Watak api adalah mematangkan dan meleburkan segala sesuatu. Seorang yang mengambil watak api akan mampu mengolah semua masalah dan kesulitan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Ia juga bersedia untuk melakukan pencerahan pada sesama yang membutuhkan, murah hati dalam mendidik dan menularkan ilmu pengetahuan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Mematangkan mental, jiwa, batin sesama yang mengalami stagnansi atau kemandegan spiritual. Api tidak akan mau menyala tanpa adanya bahan bakar. Maknanya seseorang tidak akan mencari-cari masalah yangbukan kewenangannya. Dan tidak akan mencampuri urusan dan privasi orang lain yang tidak memerlukan bantuan. Api hanya akan melebur apa saja yang menjadi bahan bakarnya. Seseorang mampu menyelesaikan semua masalah yang menjadi tanggungjawabnya secara adil (mrantasi ing gawe). Serta tanpa membeda-bedakan mana yang mudah diselesaikan (golek penake dewe), dan tidak memilih berdasarkan kasih (pilih sih) , memilih
      berdasarkan kepentingan pribadinya (golek butuhe dewe).
      Lihat Selengkapnya

      14 April jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Don Banunaek Ia bunda… terima kasih atas ulasannya yang menjadi permenungan pribadi ku. salam selalu. GBU
      14 April jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mukhtar malam mas salam kasihku mas…
      14 April jam 19:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Don terimakasih mas salam kasihku mas… Casete ketinggalan 4 bi udah dikirin anak2 tadi pagi.
      14 April jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Don Banunaek IA BUNDA TERIMA KASIH KEMBALI . salam
      14 April jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@iya Diajeng, betapa catatanmu sangat teliti dan telaten. Aku kagum padamu Diajeng. Salam Kasihjatiku selalu.
      14 April jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Terimakasih mas Mukhtar…
      14 April jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Kakang Prabu selamat malam bunda & semua keluarga yang hadir..
      14 April jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Warok Suromenggolo Jeh.. Mbak’yu taseh timur sanget jehhh hem
      14 April jam 20:01 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam kakang Prabu… ini kang Dullah lagi gitaran sama mas Agung Pambudi….jadi ramai nih he he he.
      14 April jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kakang Prabu wah kang mas Abdullah ga ajak2 ya hehehe…
      14 April jam 20:06 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kesini saja kakang….
      14 April jam 20:07 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kakang Prabu pengen bun kesana, insya allah cari waktu yang tepat..
      14 April jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      Assalaamu’alaikum….
      @Mbakyu : Kulo sowan……
      @Pak Mukhtar
      @Mas Warok
      @Mas Kakang Prabu
      @Mas Don Baunaek
      Semuanya……. Selamat malam…… Salam kompak penuh persaudaraan………..
      Lihat Selengkapnya

      14 April jam 20:14 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kakang Prabu ‎@Mas Lathif: Walaikumsallam, selamat malam juga mas.. kopi..kopi.. hehe
      14 April jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kakang harus kesini….
      14 April jam 20:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Mas Lathif… hemmm… mas….
      14 April jam 20:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbakyu : Ada apa kok dehem-dehem, Mbak……..
      14 April jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Insya Allah Bunda siap.. mudah2an acara kumpul keluarga besar jadi juga bun.. ke pantai..🙂
      14 April jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Kakangprabu@apa kabar kakang prabu? selamat malam. heheheheheeee
      14 April jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Guslathif@sugeng dalu gus. piye kabare? heheheheeee
      14 April jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Kangdullah@sugeng dalu Kangdullah. kopi mbokis yo kang? heheheheeee
    • Kyara Dewi Trimaksih Mama…sugeng Dalu ..yara kan belajar dan nyimak cerna apa hikmah didalamnya..Sugeng dalu ugi kagem sedoyo engkang hadir …salam kasih dan sayang…mangke dalu dalem hadir meleh
      14 April jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@sugeng dalu Diajeng. Salam Kasihjatiku selalu. Rahayu Diajeng heheheheeee
      14 April jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Kyara@sugeng dalu mbakyara. sugeng rawuh heheheheee
      14 April jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin All@sugeng dalu sanak kadang sedulurku semua di Songgo Buwono. Salam Kasih selalu. Rahayu.
      14 April jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sabar Lemottttttt…. Erorrrrrr po yooo……
      14 April jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      na …… sekarang Mbak Lia kena LEMOT…. hehehe
      14 April jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎@Pak Mukhtar : Sugeng Dalu ……. tetep pinanringan kawelasaning Gusti Allah, Pak. Alhamdulillah…..
      Mudah-mudahan malam ini tidak ada gangguan seperti kemarin malam….. Wedharan Bunda Lia tentang “Pandawa” (Aku Banget)……
      Tapi saya tidak bisa ngikuti, gara-gara komputeripun mengalami gangguan……
      14 April jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Slmt mlm smua shbt2 Bunda yg trkasih ..smg mlm ini qt bs menambah wawasan lewat apa yg d jabarkan oleh Bunda ..monggo aq akan menyimak dr tmptku yg jauh ..salamku
      14 April jam 21:18 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Sugeng ndalu pakMukhtar,yara,mas Lathif@mb Lia sugeng ndalu ugi rahayu…rahayu
      14 April jam 21:18 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Sugeng ndalu mbTriasih..salam taklim kulo
      14 April jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Sugeng ndalu, Mbak Wulan……. mugi tetep pinaringan Kawelasaning Gusti Allah klawan sedhoyo keluargo, amin………
      14 April jam 21:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Amin…amin matur nuwun doa nipun ms Lathit semanten ugi panjenengan dan klg pinaringan berkahipun Gusti
      14 April jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ki Joko Bodho jangn lupa nanti tulis kisah asmara arjuna ya bunda lia…..udah baca posmo edisi 622, minggu ini, dan bersabarlah ,jodoh ada di tangan tuhan dan siapa yang membuka rahasia itu kecuali yang maha cinta sendiri.
      14 April jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah hemmm mmmm sugeng ndalu…
      14 April jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Ali pundi toh yo? Kok mboten ketingal…… Kok nulayani adat…. hehehehe……
      14 April jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Guslathif@semoga demikian. amiiiin yra. salam kasih. rahayu.
      14 April jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Mbawulan@sami2 mba. maturnuwun. heheheheeee
      14 April jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Met mlm Ki Joko ..salamku
      14 April jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda.. Abah Ali, Mas Lathif, Pak Mukthar, Ki Joko, Mas Akarbawah, Mbak Wulan lan sdoyo kdang kinasih, mugi ksarasan, kwilujengan tansah amberkah kito sdoyo.
      14 April jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Amin…amin ndalu ugi Sang kinasih mugi rahayu
      14 April jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlam Mbak Triasih.. Rahayu wilujeng..
      14 April jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Gusjeans@sami2 gus. Salam Kasih. Rahayu.
      14 April jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Slmt mlm jg mas Jeans ..mbk Wulan ..slm sejahtera ..smg bahagia itu sll d sini ..keluarga besar Bunda ..
      14 April jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ki J.Bodho tak buatkan khusus untukmu ya Ki.. wia jiaaannnn tenan njenengan Ki… ora bukak kartu…awas… wis tak woco Sejarah Agama to….
      14 April jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu Triasih maaf disisni lemot…apa eror ya mbak tobat mulai jam 5 sore ngadat…. Salam kasihku mbak yu…
      14 April jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kyara ya sayang malam say…
      14 April jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Wulan selamat malam…lemot pol ki mbak.
      14 April jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Lathif…. njih mas lemot tenan ki…
      14 April jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Iyo mb nggonku yo lemot
      14 April jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda mugi rahayu wilujeng. salam kagem sederek woten mriki,
      14 April jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Agung Pambudi, dan Wulandari Muis menyukai ini
    • Triasih Prasetianingtyas Gpp Bunda .. D wall aku katanya lg ada hacker jd bnyk yg mengeluh n pada pusing krn jd error trs
      14 April jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Watak Bumi (Hambeging Kisma)
      Digambarkan watak Bethara Wisnu sebagai karakter bumi yang memiliki sifat kaya akan segalanya dan suka berderma. Pemimpin yang mengikuti sifat bumi adalah seseorang yang memiliki sifat kaya hati. Dalam terminologi Jawa kaya hati disebut sabardrono, ati jembar, legawa dan lembah manah. Rela menghidupi dan menjadi sumber penghidupan seluruh makhluk hidup. Bumi secara alamiah juga berwatak melayani segala yang hidup. Bumi dengan unsur tanahnya bersifat dingin tidak kagetan dan gumunan, sebaliknya bersifat luwes (fleksibel) mudah adaptasi dengan segala macam situasi dan kondisi tanpa harus merubah unsur-unsur tanahnya. Maknanya, sekalipun seseorang bersifat mudah adaptasi atau fleksibel namun tidak mudah dihasut, tak mempan diprovokasi, karena berbekal ketenangan pikir, kebersihan hati, dan kejernihan batinnya dalam menghadapi berbagai macam persoalan dan perubahan.

      Bumi juga selalu menempatkan diri berada di bawah menjadi alas pijakan seluruh makhluk. Artinya seseorang yang bersifat bumi akan bersifat rendah hati, namun mampu menjadi tumpuan dan harapan orang banyak. Sifat tanah berlawanan dengan sifat negatif api. Maka tanahlah yang memiliki kemampuan efektif memadamkan api. Api atau nar, merupakan ke-aku-an yang sejatinya adalah “iblis” yakni tiada lain nafsu negatif dalam diri manusia. Seseorang yang bersifat bumi atau tanah, tidak akan lepas kendali mengikuti jejak nafsu negatif.

      Bumi dalam hukum adi kodrati memiliki prinsip keseimbangan dan pola-pola hubungan yang harmonis dan sinergis dengan kekuatan manapun. Namun demikian, pada saat tertentu bumi dapat berubah karakter menjadi tegas, lugas dan berwibawa. Bumi dapat melibas kekuatan apapun yang bertentangan dengan hukum-hukum keseimbangan alam. Seseorang yang memiliki watak bumi, dapat juga bersikap sangat tegas, dan mampu menunjukkan kewibawaannya di hadapan para musuh dan lawan-lawannya yang akan mencelakai dirinya. Akan tetapi, bumi tidak pernah melakukan tindakan indisipliner yang bersifat aksioner dan sepihak. Karena ketegasan bumi sebagai bentuk akibat (reaksi) atas segala perilaku disharmoni.Lihat Selengkapnya

      14 April jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Injih sugeng dalu mas Hari… nyuwun pangapunten nembe lemot….
      14 April jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kakang Prabu sepertinya FB gangguan…
      14 April jam 22:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Dilanjuuut…….
      Pak Mukhtar, empun tilem riyin…..
      14 April jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Watak Air /Hambeg Tirta
      Mengambil sisi positif dari watak maruta. Tirta atau air berwatak selalu rendah hati dalam perilaku badan (solah) dan perilaku batin (bawa) atau andhap asor. Selalu menempatkan diri pada tempat yang rendah, umpama perilaku dinamakan rendah hati (lembah manah) dan sopan santun (andhap asor). Orang yang berwatak air akan selalu rendah hati, mawas diri, bersikap tenang, mampu membersihkan segala yang kotor. Air selalu mengalir mengikuti lekuk alam yang paling mudah dilalui menuju samodra. Air adalah gambaran kesetiaan manusia pada sesama dan pada kodrat Tuhan. Air tidak pernah melawan kodrat Tuhan dengan menyusuri jalan yang mendaki ke arah gunung, meninggalkan samodra. Orang yang berwatak air, perbuatannya selalu berada pada kehendak Tuhan, jalan yang ditempuh selalu diberkahi Gusti Kang Murbeng Dumadi. Sehingga watak air akan membawa seseorang menempuh jalan kehidupan dengan irama yang paling mudah, dan pada akhirnya akan masuk kepada samodra anugrah Tuhan Yang Maha Besar. Tapi jangan mengikuti watak air bah, tsunami, lampor, rob, yang melawan kodrat Tuhan, perbuatan seseorang yang menerjang wewaler, religi, tatanan sosial, tata krama, hukum positif, serta hukum normatif.

      Berwatak air, akan membawa diri kita dalam sikap yang tenang, tak mudah stress, tidak mudah bingung, tidak gampang kagetan, lemah-lembut namun memiliki daya kekuatan yang sangat dahsyat. Sikap kalem tidak bertabiat negatif. Namun hati-hatilah karena orang sering merasa sudah mengikuti watak air, namun tidak menyadari yang diikuti adalah air bah, maknanya adalah watak cenderung membuat kerusakan, diburu-buru, tanpa perhitungan, asal ganyang, buta mata akan resiko, yang penting gasak dulu, urusan dipikir dibelakang (pecicilan/pencilakan/cenanangan/jelalatan).Lihat Selengkapnya

      14 April jam 22:28 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Gauslathif@injiiih Gusguru, kulo maksih ngentosi Bunda Lia gus, heheheheheeee
      14 April jam 22:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kakang Prabu ‎@Ang Mukhtar: malam ang, alhamdulillah kabar baek, gimana juga ang & keluarga? FB agak error plus koneksi lemot…
      14 April jam 22:33 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@sangat bagus. salam kasihjatiku selalu. rahayu. heheheheeee
      14 April jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Walah……Walah……Walah…… Empun mbuka rahasia to Pak…… biasa kemawon, mboten kepenak kulo ngeten niki……
      14 April jam 22:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Kakangprabu@oh syukurlah klo pada sehat semua kakang. keluarga di cirebon juga, alhamdulillah, baik2 saja. salam kakang.
      14 April jam 22:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Watak Angin /Hambeg Maruta
      Maruta atau angin atau udara. Mengambil sisi positif dari watak angin Bathara Bayu. Angin memiliki watak selalu menyusup di manapun ada ruang yang hampa, walau sekecil apapun. Angin mengetahui situasi dan kondisi apapun dan bertempat di manapun. Kedatangannya tidak pernah diduga, dan tak dapat dilihat. Seseorang yang berwatak samirana atau angin, maknanya adalah selalu meneliti dan menelusup di mana-mana, untuk mengetahui problem-problem sekecil apapun yang ada di dalam masyarakat, bukan hanya atas dasar kata orang, katanya, konon, jare, ceunah ceuk ceunah. Watak angin mampu merasakan apa yang orang lain rasakan (empati), orang berwatak angin akan mudah simpati dan melakukan empati. Watak angin sangat teliti dan hati-hati, penuh kecermatan, sehingga seorang yang berwatak angin akan mengetahui berbagai persoalan dengan data-data yang cukup valid dan akurat. Sehingga menjadi orang yang dapat dipercaya dan setiap ucapannya dapat dipertanggungjawabkanLihat Selengkapnya

      14 April jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Guslathif@ooooaalaaah jiaaaaan niku rahasia toh??!!! ngapunten aku, aku ra ngerti Gus heheheheeeee
      14 April jam 22:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Agung Pambudi, dan Abdul Lathif menyukai ini
    • Bajra Gini ikut nyimak
      14 April jam 22:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : hehehehe……. di forum ini saya hanya sebagai siswa kok Pak……
    • Akarbawah Tanah Katuwane winawas dahat matrenyuh,
      Kenyaming sasmita sayekti,
      Sanityasa tyas malatkunt,
      Kongas welase kepati,
      Sulaking jaman prihatos.
      14 April jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Guslathif@Guru yg baik adalah guru yg mengalami banyak belajar, sering menjadi siswa heheheheeee
      14 April jam 22:50 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@gus,,,salam kasihku selalu. Rahayu gus.
      14 April jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Nuwun injih, Pak Mukhtar……. itulah yang, sekarang ini sedang saya usahakan.
      Setiap orang yang mampu berbicara bijak (mencerminkan kesatuan antara hati, ilmu, dan pembicaraannya) adalah guru saya, termasuk Panjenengan, Bunda Lia, Mas Ali, Pak Puh, Mas Petruk, dan para pinisepuh yang lain…..
      14 April jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Guslathif@Gus Lathif lah yg pantas menjadi Guru saya gus, sy bukan siapa2 dan ga tau apa2 Gus,,,
      14 April jam 23:00 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @pak Mukhtar : hehe…… saya tambah nemen Pak …….
      Kalau Pak Mukhtar kan lebih mempunyai pengalaman ….
      14 April jam 23:05 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@menurut Bunda, watak mana yg lebih “utama” dari ke “empat” watak yg Bunda sebutkan dlm serat itu?
      14 April jam 23:17 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Asalamualaiku wr wb,,,selamat malam mama,,dan selamat malam kage poro sederek,,,,,salam hormatku selalu
      14 April jam 23:17 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@Diajeng,,,Salam Kasihjatiku selalu. Rahayu Diajeng.
      14 April jam 23:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Gadis@wa’alaikumussalam wrwb. Dari mana aja Dis, kelihatan ngos-ngosan, buru2 ke Bunda Lia ya?
      14 April jam 23:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mlm adikq Gadis… Gmana kbrmu…
      14 April jam 23:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : Wa’alaikum salam …….
      selamat datang, Gadis…… Wah yang membuat kopi sejak tadi tidak ada, Dais…… ditunggu-tunggu sama Pak Mukhtar-nya hehehehehe…… (termasuk saya) hehehehe
      @Pak Mukhtar : Kopinya datang hehehehe…….
      14 April jam 23:34 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om zaedin@ iya om,,ini lgi betulin pd,,error,,,,makasih om,,salam kasih penuh damaii,,mama masih sibuk ngetik,,barusan ku intip2,,
      14 April jam 23:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas jeans@met malam masku tersayang,,,
      Alkmdulilah kabr adek baik mas
      14 April jam 23:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om zaedin@ baru di kejar maling om,,jadi ngos ngosan ha ha na
      14 April jam 23:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Guslathif@heheheheeee
      14 April jam 23:44 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Gadis@oooooh gitu ya? heheheheee
      14 April jam 23:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam jgom lathif,,maaf om telat datang,,ada mas jeans yg bikinin
      14 April jam 23:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om zaedin@ ngih leres om,,
      14 April jam 23:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Diluruskan artinya, RALAT
      Hasta artinya tangan
      Astha artinya Delapan
      jd yg benar: ASTHA BRATA (Delapan Tugas Pokok yang harus diemban)
      15 April jam 8:59 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali
      Salam pagi dan sejahtera selalu untuk kita semua….dari catatan ini aku berharap sedikit banyak dapat membuka simpul simpul yang tertutup di diri kita sehingga kelancaran dalam menyikapi hidup dikehidupan ini semakin selaras dengan kondisi yang sedang kita alami….sebab sudah saatnya kita bangkit untuk berdiri dengan sadar bahwa tugas kita masing masing saling berkait erat dalam melaksanakan tugas sebagai manusia indonesia untuk kembali kejati diri….salamku.Lihat Selengkapnya

      15 April jam 11:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Arie Irfan, dan Agung Pambudi menyukai ini
    • Agung Pambudi salam sejahtera damai dihati…rahayu sagung dumadi….ASTHA BRATA…hanyokro manggilingan bagai satu titik yang memancar kesegala penjuru..menebarkan bentangan bentangan magnetis…mengendalikan jagad cilik jagad agung didalam mikro dan makro kosmos diri pribadi kita..untuk sama sama hamemayu hayuning bawono…
      15 April jam 11:23 · Tidak SukaSuka · 3 orang

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 19, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: