ALUSING PANDULU

 
 
Setiap pribadi mampu berdiri sebagai mandireng pribadi, yakni pribadi yang memiliki kemandirian dalam menentukan mana dan apa yang paling tepat, paling baik dilakukan. Bukankah nilai manusia terletak pada kejernihan isi kalbu atau suara hati nuraninya ?!! Nurani merupakan kesadaran aku akan tanggung jawab dan kewajiban aku sebagai makhluk bernama manusia dalam situasi yang sungguh-sungguh konkrit dan tepat. Itulah salah satu alasan mengapa suara hati nurani idealnya selalu dipatuhi dan diikuti. Hati nurani atau dalam terminologi Jawa disebut sebagai ALUSING PANDULU atau kehalusan daya cipta, yakni kekuatan yang atau kemampuan perasaan hati nurani untuk meraba, merasakan, membedakan, dan menentukan pilihan dan keputusan hidup. Alusing pandulu merupakan pangkal dari otonomi dan kemerdekaan batin setiap individu, sehingga melahirkan sikap kemandirian pribadi. Sumber kekuatan setiap orang berada di dalam hati nuraninya sendiri-sendiri. Sementara itu untuk mengidentifikasi apakah suatu tindakan termasuk baik atau buruk merupakan tanggungjawab setiap individu. Namun hanya nalar yang telah memiliki cara befikir terbuka atau open minded, yakni pemikiran terbuka dan bebas menentukan pilihan dan keputusan mana yang paling tepat……

    • Nandang M Permana Setiap detik hati berjalan dgn sgl rencananya, sedangkan hawa nafsu cpt sekali menyambut dan menurutinya. Sehingga u/ menahannya walau dgn mengerahkan sgl daya
      09 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Mat malam minggu Bunda sayang mat malam sahabat’ semuanya mat berkasih bersama orang’ tekasih di sekeliling kita salam bahagia ….malam minggu malam mingguuuuuuu…he he heeee
      09 April jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Itulah hidup mas Nandang… memang sulit mengendalikan diri dari yang namanya Nafsu… sehingga Nurani …. he he he he
      09 April jam 18:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Ndaru Luckys sugeng dhalu bunda lia…….leres ngendikanne penjenengan bunda…bersyukuralah org yg mempunyai jiwa terbuka …bisa memmerdekakan diri sendiri…..sangkin peparing GustiNe….,salam damai dalam kasih,rahayu….3x
      09 April jam 18:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra selamat malam minggu..semoga ada tamu malam minggu yg membawa kebahagiaan bagimu..
      09 April jam 18:56 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Nandang… hemmmm bahasa leluhur kita….Mangreh landeping mimising cipta, cipta panggraitaning rahsa. Haywa lena kaki, awit hamung pinda sak gebyaring thathit” Agar memiliki ketajaman nalar (daya cipta/intelegensia otak), nalar harus bisa menangkap makna yang terbersit dalam nurani.Jangan sampai lengah anakku, sebab proses untuk menangkap gerataran nurani hanya berlangsung secepat kilat.
      09 April jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ekoes Alyes Antoes Met malem bunda. Pa kbr?
      09 April jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrie say… kalau bundamu malam minggu ndak malam minggu ya disini nunggu Warung Cinta Kasih Xxixixixixixixixiiiii
      09 April jam 18:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu kang Ndaru… hemmm lak njih to kang Ndaru…
      Nurani milik siapapun pastilah setajam “sembilu”, jika dirasa tumpul, itu bukan berarti salah nuraninya, melainkan tugas nalar sebagai cipta panggraitaning rahsa telah mengalami kegagalan….. lak njih makaten to kang… monggo kalajeng.
      09 April jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan kebahagiaanku entah kemana larinya… aku ndak tau…. kalau tamu yang datang… he he he paling kang Dullah…
      09 April jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Ndaru Luckys bunda lia :he.he sendiko dawuh bunda……..
      09 April jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awab kalau kang Dulah sama mbak Wulan kan memang disini rumahnya… begitu…
      09 April jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ekoes Alyes… selamat malam mas ini agak krodit mas… kena asam urat he he he
      09 April jam 19:02 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wah kang Ndaru jangan begitu jadi sungkan aku kang…
      09 April jam 19:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Adjie Kodir Hati adalah cermin, t4 baik dan buruk bertarung …… Met malam Bunda _/\_
      09 April jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aswin Der Nafsu bukan utk di hapuskn….ttpi di lemahkn/d jinakkn,
      09 April jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Adjie Kodir selamat malam mas … he he he
      09 April jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Indra Kelana met malam bunda n sobat”ku smua,,smoga malam minggu yg indah ini kita dibrikan kedamaian dalam hati kita…,,,—
      09 April jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aswin met malam … he he Nafsu kok dihapuskan to lalu…. he he he jenis yg jahat saja lah yg dihapuskan…
      09 April jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aswin Der ingka rasa cipta rasa = kamu telah miciptakn apa yg kamu rasakan,
      09 April jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn dik Indra…. ehhh kok ndak malam mingguan…. kenapa ???
      09 April jam 19:09 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Betul mas Aswin …. Waduh ini aku agak susah mas karena ada bahasa jawanya… aku bagaimana terhadap mas Aswin nanti… ok aku berusaha sedikit saja ya bhs.Jawanya….
      09 April jam 19:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Indra Kelana aq klo di keramaian merasa sepi bunda,mending buat cari inspirasi buat nglukis xexeeeeee
      09 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aswin Der BDL@ silahkn mnggunakn bahsa jwa klw mmng sy sulit mngrti sya akn mmkai pnterjemah…yg pnting trcipta kedamaian d sini.dan tdak ada prdebatn…..
      09 April jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya aku juga ada yg mau aku bicarakan denganmu Dik Indra….
      09 April jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kang Jerry siiiip akur bunda…
      09 April jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tenang saja mas Aswin percayakanlah padaku… aku akan menetralkan suasana… namun biar selesai dulu mereka bicara … biar lega….he he he baru kita jelaskan…kan begitu mas Aswin….
      09 April jam 19:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Salam Rahayu Bunda Lia. Tak dapat di pungkiri, Hati Nurani adalah kehidupan bagi pemiliknya. Trimakasih tagnya, Bunda.
      09 April jam 19:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum…..
      Dhalem Sowan, sugeng dalu sedhoyo kadang ingkang sami rawuh…..
      hehehehe…… lha iki, fotonya kok singkur-singkuran dengan Mas Petruk to Mbak……..
      09 April jam 19:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Indra Kelana inbok aja bunda,,,
      09 April jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mukhtar … selamat malam Rahayu3x…. terimakasih mas….
      09 April jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Lathif… salam penuh kasih mas…
      09 April jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Nofri Herry tiada yg lebih dalam selain dgn hati nurani yg jalan dalam sanubari bunda,
      09 April jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya mas Indra .. kalau udah agak banyak ngetikku dan bisa kutinggal pasti ku Inbox dirimu…. pandang terus Ken Dedes…ukuran 130 _ 200 kalau yg lukisan ku yg itu ukuran kecil tidak begitu besar dan aku mau yg lebih besar…
      09 April jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Kang Jerry hati nurani tdak di miliki dan memiliki….dia terpisah dr roh idafi bagian dr eyang sukma sejatning ragai
      09 April jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Nofri Salam Sukses Laskarku….
      09 April jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Jerry selamat malam kang … tumben nih…. ndak malam mingguan???
      09 April jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Nofri Herry doa dan semangat bunda senantiasa roh buat laskar dan khusus nya nofri bunda,
      09 April jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Slmt malam sahabat yg berjiwa muliya, salam berseri di ini bumi..
      09 April jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@tak terbayangkan rasa bageya hati sy melihat diskusi yg hidup dan saling mengisi. Salam Lestari.
      09 April jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlm mama,,,
      09 April jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kang Jerry he he ia bunda…..kmarinan istirahat dlu sktar 5 bln….bunda kan ini lg malming d fb bunda gmna siie he he
      09 April jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Selamat malam Mas Petruk……. Foto Panjenengan kok singkur-singkuran kaleh kulo to……..
      09 April jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Gadis,….. Selamat malam …. monggo dicepakake Kopine …. Tamu-tamune selak podho pesan…… hehehe,……
      09 April jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om lathif selamat malam,,,iya om,,,bentr ya kakiku crammm
      09 April jam 19:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Gadis : hehehehehe…….. lha kok kamu ikut-ikutan sakit kaki kayak mamu, toh…. hehehe……
      09 April jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah
      Agar kebahagiaan yang dapat kita raih selalu bersama ridho Allah, maka kata “Spiritual” akan menjadi pondasi KETENANGAN kita dalam mentafakkuri beberapa ayat-ayatNya yang dipondasikan dari Al-Quran dan As-Sunnah.
      Spiritual bukanlah “Sepi Ritual” sehingga meninggalkan ibadah pasti yg sudah ditetapkanNya.
      Tapi,
      Spiritual = Spirit + Ritual
      Spirit : Hanya Allah sebagai sumber motivasi dan hanya kepadaNya kita berserah.
      Ritual : Hanya Aturan Allah (Qur’an dan Sunnah) sebagai jalan sah menujuNya.
      Spirit itu Keikhlasan (Urusan Hati), sedangkan Ritual itu Teknik Ibadah yang benar (Urusan Aksi).
      Lihat Selengkapnya

      09 April jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Indra Kelana aq lg mo ngoleksi lukisan Kanjeng Ratu Kidul berbagai versi n berbagai warna nich…
      09 April jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Insya Allah mas nofri akan kita hidupkan kembali demi membangun Putra Putri Bangsa…waduhhhh mas lupa jangan disini di Warungku ha ha ha ketemu dirimu jadi lupa lingkungan tanpa sadar… Xixixixixixixxii… OOoo hampir saja…hampir saja…
      09 April jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Petruk gedhe sepuramu yo kang….nanti tak inbox atau mas Lathif yg inbox saja… tapi jangan dibahas di Warung xixixixiixixixii
      09 April jam 19:57 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Petruk Tralala AL…gpp mas, itu kan hanya gambar sj, yg penting hati & jiwa kita semua, saling berpelukan, merasa dekat tdk ada sekat, akhirnya membawa berkat, sekarang smpi nanti kiamat hehehe..
      09 April jam 19:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mukhtar he he he.. salam cinta damai mas…
      09 April jam 19:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Gadissay malam say….
      09 April jam 19:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Misterr Jeans Sang Kinasih menyukai ini.
    • Bunda Lia Kang Jerry sampai kangen aku…ya mas… makasih ber malming disin bersamaku…salam kasih.
      09 April jam 19:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Asalamu’alaikum wR wB mas Akar…Hari ini bahanya Nurani dan Kejawen mas Akarbawah monggo….
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Petruk : Adhem rasane manah kulo mireng keagungan jawaban panjenengan. Mugi Gusti Allah nyembadani punapa ingkang dadhos sejo kita sami, Mas Petruk….
      09 April jam 20:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Indra ya mas aku ikut senag….
    • Akarbawah Tanah iya bunda,……..
      09 April jam 20:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo smoga dn smoga bunda…kt dberi jiwa raga yg bnr2 mndiri, kukuh kokoh dn teguh dlm sikap…luluh lunglai mlihat penderitaan dn ksewenang an …saat rs ini letih lelah mengejar bayang dn angan2…sudah sharusny jiwa mnepi,menyepi menyendiri dmi keheningan sjati …salam kasih utk kedamaian…salam syg dlm kbersamaan…rahayu semesta alam.
      09 April jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat Mlm Ibunda.. Mas Lathif, Mas Petruk, Gadis dan ntuk smua yg tlah hdir di warung Ibunda, smoga kslamatan, ksehatan slalu menyertai kita semua. Nyuwun pangapunten Ibunda nanda nembeh sget sowan, sharian sbuk bnget ni msh ada sesuatu yg hrs di slesaikan.
      09 April jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Petruk Tralala AL…Amiiin kangmas..
      09 April jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sugeng dhalu, Mas Misterr : Monggo mlebet kemawon……. Ngersaake nopo….. hehehehe…..
      Kopinipun sampun sumadyo lho Mas……
      09 April jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah
      Cah angon,cah angon, penekna blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekna kanggo seba mengko sore : Cah angon adalah simbolisasi dari manusia sebagai Khalifah Fil Ardh, atau pemelihara alam bumi ini (angon bhumi). Penekno blimbing kuwi ,mengibaratkan buah belimbing yang memiliki lima segi membentuk bintang. Kelima segi itu adalah pengerjaan rukun islam (yang lima) dan Salat lima waktu. Sedang lunyu-lunyu penekno , berarti, tidak mudah untuk dapat mengerjakan keduanya (Rukun islam dan salat lima waktu) ,dan memang jalan menuju ke surga tidak mudah dan mulus. Kanggo sebo mengko sore, untuk bekal di hari esok (kehidupan setelah mati).

      Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane : Selagi masih banyak waktu selagi muda, dan ketika tenaga masih kuat, maka lakukanlah (untuk beribadah).Lihat Selengkapnya

      09 April jam 20:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Asalaammu’alaikum wR wB saudara/ Sahabat/ anak2ku salam sejahtera dan selamat malam .sebelum dan sesuadahnya saya pribadi mengcapkan beribu-ribu maaf apa bila saya salah ucap atau menyinggung persaan panjenengan apa bila tulisan saya kurang berkenan… tidak mengurangi rasa hormatku pada panjenengan sekali lagi saya mohon maaf…dan kuawali Bismillahirrahmaniirrahimmm…. baik kita membahas status diatas dan yg tujuannya ….Tentang bagaimana teknik atau tata cara agar supaya individu mampu meraba, merasakan dan membedakan mana getaran nurani, mana pula getaran nafsu. Pertanyaan tersebut bukanlah sekedar latah, tetapi mengelola hati nurani merupakan hal yang signifikan untuk diupayakan dengan skala prioritas tinggi. …. Sebab ia menjadikan setiap pribadi mampu berdiri sebagai mandireng pribadi, yakni pribadi yang memiliki kemandirian dalam menentukan mana dan apa yang paling tepat, paling baik dilakukan. Bukankah nilai manusia terletak pada kejernihan isi kalbu atau suara hati nuraninya ?!! Nurani merupakan kesadaran aku akan tanggungjawab dan kewajiban aku sebagai makhluk bernama manusia dalam situasi yang sungguh-sungguh konkrit dan tepat. Itulah salah satu alasan mengapa suara hati nurani idealnya selalu dipatuhi dan diikuti. Hati nurani atau dalam terminologi Jawa disebut sebagai ALUSING PANDULU atau kehalusan daya cipta, yakni kekuatan yang atau kemampuan perasaan hati nurani untuk meraba, merasakan, membedakan, dan menentukan pilihan dan keputusan hidup. Alusing pandulu merupakan pangkal dari otonomi dan kemerdekaan batin setiap individu, sehingga melahirkan sikap kemandirian pribadi. Sumber kekuatan setiap orang berada di dalam hati nuraninya sendiri-sendiri. Sementara itu untuk mengidentifikasi apakah suatu tindakan termasuk baik atau buruk merupakan tanggungjawab setiap individu. Namun hanya nalar yang telah memiliki cara befikir terbuka atau open minded, yakni pemikiran terbuka dan bebas menentukan pilihan dan keputusan mana yang paling tepat……..Lihat Selengkapnya

      09 April jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Jeh matur suwon Mas Lathif.. Kopine kulo unjuk mengke mawon jeh, meniko tasih wonten perjalanan.
      09 April jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Ibunda.. Nanda mhn izin bentar jeh.. Ni msh perjalanan pulang.
      09 April jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah
      Zhu yuanshen manusia yang mudah terpengaruh oleh keduniawian akan mudah dituntun oleh informasi-informasi yang membujuk kita untuk selalu berjalan di jalan yang menyimpang, karena informasi yang dibawa/diperoleh bisa jadi informasi dari unsur-unsur negatif yang berusaha menyesatkan Zhu yuanshen/kesadaran utama kita. Meskpiun hati nurani (Fu Yuanshen) selalu mengingatkannya, namun apa daya tangan tak sampai karena jika kesadaran utama kita tetap mengambil keputusan yang menyimpang tersebut, maka tetap saja kita melakukan suatu keburukan, sesuai dengan informasi yang menyesatkan yang diperoleh oleh Zhu Yuanshen kita.

      Untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa karena perbuatan buruk maka kita harus mendengarkan bisikan hati nurani. Saat terjadi perseteruan isi hati antara hati nurani kita dengan bisikan hati yang mengajak keburukan, maka segera kuatkanlah kesadaran utama kita untuk mengikuti bisikan hati nurani yang jelas-jelas akan membawa kita melakukan hal-hal yang benar. Sebagai contoh, saat kita berpikir untuk berbohong demi menutupi perbuatan buruk kita, maka hati nurani anda akan membisikkan larangan untuk tidak berbohong, atau saat kita mau memamerkan diri, hati kita membisikkan untuk tidak memamerkan diri, saat ingin menyebarkan hasutan, gosip dll yang buruk, akan ada suara hati yang melarang kita melakukan hal-hal tersebut.

      Saat manusia sudah tidak mau mendengarkan hati nuraninya, niscaya akan selalu melakukan hal yang tidak benar, hanya saja kita tetap bersyukur karena hati nurani kita tidak bosan-bosannya menyertai dan membimbing kita sepanjang hidup kita. Setelah raga ini terpisah dari jiwa kita maka barulah Fu Yuanshen berpisah dengan Zhu Yuanshen untuk menjalani kehidupan masing-masing. Mungkin Fu Yuanshen masuk surga, sedang Zhu yuanshen harus menjalani reinkarnasi dalam enam jalur reinkarnasi, atau malah mengalami pemusnahan total di neraka yang tak berujung pangkal tingkatannya.Lihat Selengkapnya

      09 April jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Yang Terhormat mas AkarBawah aku tidak pernah mengusik ketenangan orang lain … kalau panjenengan bisa membabar maksud tujuan kita di Warung Penuh Kasih… saya tak diam dan panjenengan yang menjelaskan monggo… sapai Rahasia Serat Raja2 Mataram dan kepemimpinan Bangsa Indonesia….
      09 April jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Dilanjut Mbak……
      09 April jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda@semakin menarik untuk di simak, aku salut sama keluarga songgo buwono yg kompak dan bijak. Rahayu.
      09 April jam 20:39 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Indra Kelana di lanjut ngobroldi warungnya,jangan lupa ngopi plus singkong rebusya,,,damai slalu smuanya ????????!!!
      09 April jam 20:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eyang Ibu ‎”kata hati” monggo dipun cerna,kata2 yg manis, nanging kito kedah saged milah2 sae lan awonipun pekerti ingkang thukul saking “kata hati” mugi2 kadang sanak sederek milo wiwt samangke pekerti ingkang sae pun angge ingkang awon pun bucal rahayu slamet mugi barokah sedaya lampah temindak panjenengan sedaya amien
      09 April jam 20:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Bapa Mukhtar
      @Mas Indra
      @Eyang Ibu
      Monggo ……. Mlebet kemawon, taksih wonten panggenan lenggah kok…….. Monggo sami ngersaake nopo mawon……
      09 April jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kita simak saja pencerahan saudara kita Akarbawah tanah…..Den Ayu…..berhentilah dahulu mari kita simak pencerahan Akarbawah…..silahkan Akarbawah kami akan menyimak kok..
      09 April jam 20:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah ‎1.Beninging ati atau kejernihan kalbu.
      2.Sirnaning kekarepan atau sirnanya rahsaning karep
      3.ereming pancadriya atau ketenangan panca indera
      4.Jatmikaning solah bawa atau perilaku lahir dan batin yang santun.
      09 April jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah
      Sirnaning kekarepan atau sirnanya rahsaning karep. Atau lenyapnya semua maksud jahat, keburukan, dan tindakan hina-aniaya. Hal ini berkaitan dengan perilaku dan perbuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita menyakiti hati orang lain, baik sadar apalagi tanpa sadar. Jangan sampai mencelakai, merugikan, menyerobot hak orang lain. Untuk menuntun perilaku demikian diperlukan sebuah kesadaran kosmologis yakni sikap eling dan waspada.Lihat Selengkapnya

      09 April jam 20:53 · SukaTidak Suka
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@apa itu merupakan satu2nya pendapat soal Hati Nurani? sy rasa tidak, tahapan itu juga masih terlalu datar. Rahayu.
      09 April jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……
      09 April jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wah nulisnya cepet bangen hebat dong mas Akarbawah….
    • Abdul Lathif
      ‎.
      L
      a
      n
      j
      u
      t
      .
      .
      .
      >
      Lihat Selengkapnya

      09 April jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kira kira kamu sudah seperti yang kau ucapkan belum,akar?
      09 April jam 21:04 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wisang Geni SUGENG NDALU UGI SALAM RAHAYU DUMATENG SEDOYO KEMAWON INGKANG SAMPUN LENGGAHAN LANGKUNG RUMIYIN….
      KADOS PUNDI NDA… PAWARTOSANIPUN… LAK NJIH SEHAT KEMAWON…. MUGI TANSAH RAHAYU WILUJENG TEBIH SAKING LIR SAMBI KOLO…. AMIN….
      09 April jam 21:04 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah
      om ali saya ga mengucapkan,hanya mengutip…..Panggraitaning cipta batin (bisikan nurani) yang secara tepat menentukan target dan memotivasi kepada pencapaian suatu tujuan (mligining cipta). Seseorang tidak akan merencanakan dan melakukan sesuatu di luar kehendak nurani. Sebaliknya keinginan yang bukan kehendak nurani tidak akan terwujud. Maka seseorang tidak akan berharap-harap selain yang berasal dari bisikan nuraninya sendiri.
      Ketepatan Bertindak. Setelah suatu target dan tujuan secara tepat dapat ditentutan oleh nurani, dituntut konsistensi tata lahir atau gerak ragawi untuk mewujudkan target dan tujuan tersebut. Dengan diipandu oleh nalar budi pekerti (intelegensia nurani) atau kejernihan nalar membuat diri kita lebih cermat membaca sinyal-sinyal dari panggraitaning cipta atau bisikan nurani. Akan tetapi kejernihan nalar baru dapat kita ciptakan apabila kita mampu cara meletakkan pikiran pada sudut yang netral dan obyektif. Hal ini tidak mudah dilakukan, sebab nalar manusia selalu penuh dengan intrik, imajinasi, pengandaian, ilusi dan penuh dengan data-data mentah yang tidak mudah dicerna. Untuk itu hendaknya cyclon atau gelombang otak sering-sering diturunkan pada level bheta dan tetha. Jangan terus-terusan memforsir otak selalu bekerja pada level alpha. Sebab daya kecermatan gelombang alpha hanyalah berkisar 0,0000035 dibanding kecermatan gelombang theta.
      Tekad Bulat atau Kemantaban Hati. Ketepatan bertindak merupakan langkah konkrit dalam pencapaian tujuan. Namun hal itu belum cukup untuk mewujudkan daya pangaribawa, masig diperlukan adanya KETANGGA, atau keketeg ing angga, yakni kuatnya kehendak dari dalam jiwa atau tekad bulat. Untuk mencapai satu tujuan kita tak boleh mencla-mencle, plin-plan, ragu-ragu akan apa yang kita tetapkan sebagai tujuan. Tetapi harus konsentrasi penuh melibatkan batin (hati nurani), tata lahir atau gerak ragawi yang termaktub dalam kecermatan penalaran, dan sebuah tekad yang bulat yang bersumber dari kekuatan jiwa.
      NING. Ketiga sumber kekuatan pribadi di atas belumlah lengkap. Masih harus melibatkan ning atau wening, hening cipta. Ning merupakan bentuk konsentrasi yang lebih tinggi daripada ketiga konsentrasi di atas. Ning merupakan full consentration, konsentrasi penuh, menjadi satu KARYO LEKSONO. Atau lebih mudah saya istilahkan NYAWIJI yakni melibatkan kekompakan seluruh elemen daya kekuatan dalam diri pribadi untuk satu tujuan. Atau hanya bertujuan tunggal dan mengerahkan segala daya dari dalam diri secara KOMPAK. Individu yang nyawiji menyatukan beberapa komponen sebagai satu kesatuan gerak langkah. Komponen tersebut meliputi 4 unsur yakni ; hati, pikiran, ucapan, dan tindakan nyata yang diarahkan kepada pencapaian tujuan yang satu. Contoh paling mudah, pada saat anda membidik agar mengenai sasaran, anda perlu full konsentrasi yakni harus menciptakan keheningan, ketenangan, percaya diri, kesabaran dalam tekad yang bulat, yang disatukan dalam setiap hela nafas. Keadaan full consentration akan mudah dicapai saat menahan nafas beberapa saat lamanya. Nafas adalah kendali dan tali yang bisa mengikat konsentrasi anda. Hal ini menjelaskan juga mengapa olah pernafasan menjadi pelajaran utama dalam latihan meditasi, olah semedi, maladihening, mesu budi. Termasuk di dalamnya sebagai sarana menyatukan diri (aku) dengan dzat sifat, afngal tuhan (Ingsun). Dalam tradisi tasawuf Jawa-Islam a la Syeh Siti Jenar disebut sebagai shalat dhaim. Sepadan pula dengan apa yang termaktub dalam Serat Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro ke IV sebagai sembah cipta, atau sembah kalbu. Pada intinya ning adalah upaya mewujudkan pencapaian kehidupan yang meditatif. Yakni tercapainya kesadaran di atas kesadaran nalar (higher consciousness). Secara intuitif manusia dapat mengetahui apa yang akan terjadi di alam. Karena kita dapat menangkap seluruh vibrasi yang ada di alam semesta. Setiap akan terjadi peristiwa, selalu terjadi perubahan vibrasi yang sebetulnya bisa dirasakan jika kita mau mencermati pancaran gelombang vibrasi tersebut. Di sinilah salah satu fungsi ning. Layaknya meditasi, ning membuat kita lebih peka, lebih memahami apapun yang sedang dan akan terjadi di sekeliling kita, bahkan apa yang terjadi pada belahan bumi yang lainnya.
      Akhir kalam, selamat mencoba dan menghayatinya. Semoga berkahing Gusti Moho Agung selalu berlimpah kepada seluruh para pembaca yang budiman. Salam karaharjan, rahayu
      Lihat Selengkapnya

      09 April jam 21:06 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Wisang Geni NYUWUN SEWU NDA… KOK KADOSE WONTEN SEDEREK INGKANG NULIS CEPET SANGET……..NGLUWIHI MESIN FOTO COPY……. HEHEHEHEHHE…… MBOTEN USAH DIGAGAS…. ISO NULIS WAE BOCAH TK MAWON SAGET… TP ISO MUNG NULIS THOK… HEHEHEHEHHEHEHEHEHEH….
      09 April jam 21:07 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @MAS ALI : ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha………..
      09 April jam 21:07 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha…..hahahaha…..hahahaha….hahahaha…
      09 April jam 21:08 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah he he he he sama2 belajar om
      09 April jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Wisang Geni Akarbawah Tanah SELAMAT MALAM DAN SALAM KENAL…..
      MOHON MAAF…. KALAU BISA JANGAN ASAL NGUTIP …..!!!! KALAU TDK TAU MAKSUDNYA…. ???? SILAHKAN BILA TDK BERKENAN DENGAN MASUKAN SAYA…. ITU SDH MENJADI KONSEKUNSI BAGI SAYA…..!!!.
      09 April jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Guru,ceritanya ini sedang mencari pengakuan…..ya sudah kita akui saja bahwa AKARBAWAH TANAH memang AMPUH……LUAR BIASA….LANJUT….HAHAHAHA…..HAHAHAHA…..HAHAHAHA…..
      09 April jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Petruk Tralala mbeber kloso rek..!! melu sinau ben pinter..
      09 April jam 21:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Belajar apa menggurui….walah habis bicara setinggi langit kok bilang belajar oalah……murid mbah google ya walah hahahaha……hahahaha….hahahaha…
      09 April jam 21:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah jangan salah persepsi om ali
      09 April jam 21:14 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah nabi muhammad saja sama pengikutnya tidak menganggap murid tapi sebagai sahabatnya
      09 April jam 21:17 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lo kamu itu ngomong harus tanggung jawab….sudah seperti yang kau omongkan kah?
      09 April jam 21:18 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wisang Geni Abdullah Ali pie kabar kang…… TAK RASAKE MAU NYIMAK RASANE ADEM AYEM KOK NGERTI2 KUPINGKU PANAS….!!!!… TAK GOLEK KAPUK WAE…. YO KANG….
      09 April jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Memang kamu pernah ketemu nabi?
      09 April jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Indra Kelana di lanjut lagi sing penting damai dihati tuk kmajuan bangsa ini…..
      09 April jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah ya sudah om ali sekarang saya nyimak wae
      09 April jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@apa pendapatmu ttg ‘sirjati’ yg berhubungan dgn ‘hatinurani’? mhn petunjuk heheheheee
      09 April jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Dibantu “BoloSewu” kangmas Wisang, heheheheheheh.
      09 April jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Gus Wisang….nek tamu ki rak yo duwe sopan santun to…..la iki tamu kok malah ceramah…
      09 April jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah om ali,tadi bunda lia dah mengijinkan lho….
      09 April jam 21:24 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam,,,,saya datang lagi,,,,,,he he he,,,,,
      09 April jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah saya ga ada niatan ceramah,om ali mesti salah persepsi sama saya
      09 April jam 21:25 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali AKAR,KALAU KAMU MEMANG SUDAH SEPERTI YANG KAU OMONGKAN BIKIN AJA STATUS SENDIRI KALAU MEMANG KAMU RUMONGSO ISO…
      09 April jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali SALAH PERSEPSI BAGAIMANA…?
      09 April jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Walah la kok dadi wong tuo kok ra ngerti nek dilulu…
      09 April jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wisang Geni Abdullah Ali : wis dijarke wae kang…. AKU DEWE MALAH BINGUNG… DURUNG RAMPUNG LE MOCO KOK WIS NJEDUL MENEH TULISAN Akarbawah Tanah….. ANGGEP WAE TOPLES DIGERET KANG…. hehehehehehehe….iyo ora kang…?
      NEK Akarbawah Tanah NESU BERARTI ORA PODO KARO SING DIOMONGKE…. HEHEHEHEHEHEHHE…
      09 April jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Indra Kelana iso ngomong ra iso nglakoni po dhe ?????????
      09 April jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ iNDRA KELANA ; sugeng ndalu kang mas… salam rahayu….
      niku sanepane GEDANG AWOH PAKEL… hehehehehe
      09 April jam 21:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Nek pancen wong pinter lan tuo kudune ngerti sopo Bunda Lia kuwi…
      AKAR,AKU KI NGEMAN KOWE…
      09 April jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Abdul Latif : SUGENG NDALU UGI SALAM RAHAYU….
      CADONG DUKO….. UGI CADONG DAWUH…. WONTEN LEPATE NYUWUN PANGAPUNTEN… BILIH DALEM KELADUK WANI KIRANG DUGO….. AMPUN….AMPUN…AMPUN….
      09 April jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlm mas wisanggeni,,mas indra,,salam kasih ku selalu,,,hik hik hik
      09 April jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Muhammad Mochtar : sugeng ndalu…. salam persaudaraan…
      PERTANYAAN YANG BAGUS SEKALI….. rahayu….
      09 April jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Indra Kelana sugeng ndalu juga mas Geni….jarkoni iso ngajar ra iso nglakoni….,,,…..mustinya dalam forum ini mari kita bersatu tuk bisa memajukan bangsa ini dari keterpurukan,,jangan ada yg merasa pintar dan mrasa sakti ,,kita di hadapan Ilahi sama saja..,,tidak memandang pangkat ,drajat dan harta benda ,sumunggo di lanjut.
      09 April jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@masih punya bahan ga untuk saya yg bodoh ini? heheheheeee
      09 April jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Petruk Tralala ono es degan pora yo..?
      09 April jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin All@Salam Kasih semua keluarga “songgo buwono”, marilah kita saling tebarkan kasih untuk kedamaian jiwa sesama. Salam.
      09 April jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sugeng tetepangan ugi, Mas Wisang.
      09 April jam 21:42 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Indra kelana : selamat malam mas… terima kasih atas apresiasinya…. saya SARUJUK ( SETUJU ) dengan apa yang disampaikan kang mas Indra…. SEPAKAT……!!!!!!!.
      salam taklim ugi salam rahayu kagem keluarga…. njih mas…
      09 April jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Petru : Wonten……..
      09 April jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@datanglah ke Keraton Kacirebonan dan Pusat Koservasi Naskah Cirebon, biar sy bacakan semuanya !!!
      09 April jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Muhamad Mukhtar : selamat malam pak…. salam kasih dan sejahtera selalu….. serta salam taklim kagem keluarga…
      09 April jam 21:44 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm…. Luar biasa… Top markotop… Selamat Malam Bunda… Salam Hormat & Kasihku Selalu.
      09 April jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah Muhamad Mukhtar Zaedin:terimakasih sebelumnya jika Allah mengijinkan saya akan berkunjung
      09 April jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@sy tunggu janji seorang Ksatria heheheheheee. Rahayu.
      09 April jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Wisang@sami-sami kakang, kulo sing kedahipun taklim kalih njenengan, kulo cuma iso moco hahahahahaaa
      09 April jam 21:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Akarbawah Tanah : SEORANG KSATRIA LEBIH BAIK MATI DI MEDAN LAGA DARI PADA PULANG SELAMAT NAMUN JADI PENGECUT…..!!!!. NAMUN ALANGKAH ” PERKASANYA ” BILA BERMANDI KERINGAT DARI PADA MANDI ” DARAH ” DI MEDAN LAGA… NEK WANI OJO WEDI2…. NEK WANI OJO WEDI2….
      RAHAYU…. RAHAYU… RAHAYU….
      09 April jam 21:54 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pamuji rahayu.. Kang Mas Mukhtar… mas Lathif…kang Dullah… mas Wisang… Dik Indra Kelana… mas Arie Irfan dan Anakku Gadis…..
      ugi para pinisepuh ingkang dahat kinurmatan wonten mriki…
      nyuwun gunging pangaksami rehne dereng saged urun komen / rembug wonten ing Warung kasih ingkang saben dintenipun ingkang tansah ndamel asrep , damai lan nyes.. raosing kados ngelak ingkang sampun kados dehidrasi keguyur kaliyan tirto wening ing mriki.. ..lan dinten meniko kados wonten mowo kang mulat-mulat sak estu kulo nyuwun pangapunten….duh.. leres sanget kang mas Mukhtar.. panjejnengan tansah lantip waskita lan handarbeni agunging budi pekerti ingkang luhur..matur sembah nuwun sedaya ulasan kadang Akarbawah meniko kados kladuk lan mboten kados biasanipun njih mas Lathif… sak estu kawulo nyuwun pangapunten.. niatipun badhe nambahi kaweruh tiyang ingkang cubluk kados kulo menika… matur suwun sanget dumateng kang mas Mukhtar lan para pini sepuh sedaya.. mugya tansah ginanjar wilujeng rahayu karaharjan.. saking kersaning Gusti.. Matur Nuwun Salam Sih Katresnan kawulo….kagem panjenengan sedoyo… sak estu nyuwun agunging pangapunten awit kladuk ipun Akarbawah… Nuwun…Rahayu3x.Lihat Selengkapnya

      09 April jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Akan lebih baik dan enak didengar bila ucapanmu sesuai apa yang kau ketahui berdasarkan lelaku pribadimu…
      Ungkapan yang didasari kebersihan hati akan mewujudkan nurani yang pas dan tepat sehingga orang yang membaca atau mendengar akan merasa sejuk dan tentram….tapi bila ucapan keluar dari nurani yang telah terbungkus nafsu maka yang terjadi keresahan yang menjalar…
      09 April jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala weeehh…luar biasa mengikuti diskusinya para jiwa2 yg luhur, penuh santun, saling menghargai dgn lainya, akrab, saling berbesar hati & jiwa..tdk ada yg merasa kalah menang atau mengalahkan & dikalahkan..hehehe es degannya tambah mas..
      09 April jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Gus Wisang…….kudune rak yo NEK WANI OJO WEDI WEDI….NEK WEDI OJO WANI WANI…
      09 April jam 22:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Abdullah : Ayo kang umbah2 pakaian wae… sambil lihatin kandang sapi ternak kita… Nanti pulangnya sambil beli makan nasi kucing wae… xixixixixixixiix… karo rokok samsoe…. hehehehehehe….
      09 April jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ sami2 Bunda Lia, Salam Kasih juga untuk Kang Dullah, Kang Wisang, Kang Akar, Sy selalu serta. Salam Kasih, Rahayu.
      09 April jam 22:04 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Indra Kelana enak maneh koro ngombe kopi jOss lor stasiun tugu kangmas Geni….,,,xexexexee.
      09 April jam 22:04 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sabar… sabar … sabar…he he he wis rampun opo durung….??? Wah jian… 2 malam kok onok wae… ngimpi opo to kang Petruk…
      09 April jam 22:04 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah… hemmmm yo kang njaluk sepuro awit wingi AkarBawah kok yo koyo ngono… yo aku kliru kudhune tak saring tenanan….
      09 April jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Wisang Geni ‎@ Indra : njih kang… kulo nderek….. camilan kacang godog kaliyan telo goreng….. jian… marem sak estu…..
      09 April jam 22:06 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah saya juga mohon maaf bila selama ini telah memnuat keresahan semuanya dan membuat suasana panas
      09 April jam 22:06 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Sabar ya mamaku sayankkkkkk
      09 April jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Wisang… saya malu sama kang mas Mukhtar… baru masuk ko yo enek2 wae to mas Wisang….
      09 April jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Gadisku sayang…. masihkah kamu say…
      09 April jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Gus Wisang hahahaha…..aku seneng kopi pahitpahitmanis…..urip iki pancen pahit….ning nek dinikmati dadi manis….la rokokku 234…..jisamsu…nek wis nyawiji sampornakno solatmu…la sholat wae rung paham…kapan le sampurno jiiiiiiaaaaannnn hahahaha…
      09 April jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Petruk Tralala hehehe..sy malah senang kok bund, itu bukti apa yg njenengan rintis tdk sia2, ini bagian dr belajar kita, sebab apa yg trjd skrg, kegunaannya utk yg akan datang…jadi ya its ok no problemo…itu menurutku lho hihihi..
      09 April jam 22:08 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Abdul Lathif menawi sampun tenang kito lajengaken njih sak duginipun njih menawi wedal mboten cekap njih mbenjang….
      09 April jam 22:08 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Saya masih di sini mama,,sambil pijit2 kaki,,,tadi di jalan kena injak orang,,,,
      09 April jam 22:09 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan Bunda…….
      09 April jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om dullah,,,,,aku sediakan khusus cemilan untukmu om,,,yaitu,,kadang goreng,,,,,
      09 April jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om dullah,,,kacang goreng maksudnya,,,,salah ketik,,,mohon maaf
      09 April jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya mas Arie Irfan maaf ya aku tadi kan sudah pamit…jadi hanya memberi kesempatan AkarBawah…nanti kalau tidak aku kasih kesempatan piye…???Sabar ya mas….
      09 April jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Wisang Geni SUGENG NDALU UGI SALAM RAHAYU…. WONTEN LEPAT ATUR NYUWUN PANGAPUNTEN UGI KIRANG SUBO SITO TOTO KROMO… TANPO NGIRANGI ROSO HORMAT DUMATEN SEDOYO INGKANG LENGGAH WONTEN WALL IPUN BUNDA LIA… Rahayu… Rahayu… rahayu…
      09 April jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat Malam Kang Dullah, Mas Petrok, Mas Wisang, Mas Latief, Gadis, serta semua yg hadir disini… Salam Hormat & Jabat Erat.
      09 April jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Hemmm hati2 ya Gadis…kok yo kayak mama … ya dikasih Conterpain say….
      09 April jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@oalaaaah aku salah ya? heheheeee ngapunten yo Bun, aku ra sengaja hahahahahaaaa
      09 April jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mama,,,,,,,udah kok,,,,,terima kasih mama
      09 April jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam jg mas arie
      09 April jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya kang Petruk… kita kan belajar bareng… jadisekaligus nguji kesabaran njih kang Petruk…. sampun njih kito ngendikan ingkang sanes kemawon… diunjuk kang Petruk es Deganipun… kersane adem kados adate….
      09 April jam 22:15 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Iya Bunda…. Salam Kasihku.
      09 April jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Akarbawah,maaf….aku bersikap begini karena aku peduli padamu…orang kalau bisa membawa diri akan nikmat dan nyaman…apa yang akan diucapkan dipikir dahulu…pada siapa bicara bagaimana kondisinya maka bila bisa menyelaraskannya kau akan banyak teman dan saudara…
      09 April jam 22:19 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : Apa ndak salah kata-katamu,….. Kok ‘kadang-goreng’ hahahahahaha.
      09 April jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas petruk es degannya kok nggak datang_datang ea.. Hehehe…
      09 April jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Lohhh kang mas Mukhtar justru saya malu dengan kejadian ini sama panjenengan kang mas… karena adanya keributan ini… sungguh kang mas…. tidak salah saya yang malu jadi ribut mulai kemarin malam sampai hari ini…. kok ya ndak sadar2…sudah dibilangin malah maksa ya sudah seperti ini…. sungguh saya minta maaf ya mas…aku yg jadi ndak enak sama panjenengan kang mas… sekali lagi maaf….
      09 April jam 22:20 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Arie : Lha ini Mas es degannya….. menggo….
      09 April jam 22:22 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om lathif,,he he,,iya om salah ketikk,,,tadi yng ku maksud kacang goreng,,he he,,mohon maaf
      09 April jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : Saya minta ‘Kacang Goreng’nya jangan diaturkan pada mamamu, nanti kakinya kambuh…… hehehehe……..
      09 April jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit He he he,,boleh om,,,tenang wae,,mama gk tau kok,,,,soalnya mama lg sibukkkkkk,,,,..
      09 April jam 22:25 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Gadis hahahaha….nek kacang trimo ora wae aku hahahaha….bal balan wong untuku ompong hahahaha…
      09 April jam 22:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Indra Kelana bunda lia mank kakinya sakit knapa ?????
      09 April jam 22:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Tapi jngn lupa berbagi sama om abdulah ali ya om,,,,he he,,,
      09 April jam 22:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ha ha ha,,,tenang om,,,ada gigi palsu,,,,
      09 April jam 22:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Wis Den Ayu…..ayo dilanjut….mugo Gusti paring pangapuro….monggo.
      09 April jam 22:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Ali : hahahahahaha………
      09 April jam 22:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@di sini dan kemarin sebenarnya ga ada yg salah, kita semua saling mengisi kok, kita musyawarah untuk mufakat
      09 April jam 22:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ dan jujur sy akui, Kakang Akar telah memperlihatkan kebesaran hatinya pada kita semua. Sy salut padanya heheheheee
      09 April jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om abdullah ali@ amin Allahuma amin,,,moga Allah selalu bersama kita,,,
      09 April jam 22:33 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      ‎.
      Monggo Mas Wisang……
      Monggo Pak Mukhtar…..
      Monggo mas Ali……
      Monggo Mas Indra ……
      Monggo Mas Petruk ……
      Kopi nipun dipun unjuk mumpung taksih anget…….
      Lihat Selengkapnya

      09 April jam 22:34 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Latif Ok siap ya…. kita lanjutkan apa bila kita masuk yang namanya NURANI JENDELA MENEMBUS UNINONG, ANING, UNONG
      Nalar pun faktanya sangat riskan terperangkap ke dalam oleh suatu tembok yang bernama keyakinan membabi buta.
      Dengan kata lain, penghalang terbesar ketajaman nurani kita adalah doktrin yang membelenggu nalarkita ini mas Lathif…. Baik berupa doktrin militer, doktrin budaya, doktrin seni, doktrin ideologi, hingga doktrin Agama. Sebab itu efek doktrinasi lebih bersifat pengungkungan kesadaran, agar individu memiliki loyalitastanpa perlu nalar.
      Tanpa perlu menjawab pertanyaan2x yang timbul dari HATI NURANI. Jika dianalogikan, doktrin merupakan alat yang serupa dengan kacamata kuda, sementara “kuda” adalah perumpamaan insan.
      Supaya kuda tetap berjalan lurus ke depan maka diperlukan kacamata ( doktrin). Sebab doktrin (kacamata kuda) mempunyai prinsip keharusan/kewajiban bahwa jalan ”kebenaran” hanyalah jalan yang lurus yang hanya tampak di depannya saja. Sementara itu, adalah realitas dan fakta bahwa hidup ini banyak ditemukan “persimpangan jalan”, banyak sekali “jalan raya”, “jalan protokol”, “jalan daendels”, “jalan propinsi”, dan “jalan setapak”. Masing-masing “jalan” menuju ke satu tujuan yang sama yakni Sang Causa Prima atau Gusti /bagusing ati, Gusti ada di dalam aku. Setiap orang hendak mencari Gusti di dalam aku, agar supaya diri kita menjadi aku di dalam Gusti. Dalam istilah Ki Ageng Suryomentaram disebut sebagai “rasa; aku bukan kramadhangsa” atau “aku kang madeg pribadi” atau saya sebut sebagai rahsa sejati. Itulah paraning dumadi manusia, tak berada jauh di atas langit sana, tetapi ada dalam setiap pribadi kita masing-masing. Kesadaran ini dapat menjelaskan pula mengapa nenek moyang bangsa kita dulu jika berdoa tidak menengadah sambil menatap langit, melainkan cukup dengan telapak tangan memegang dada. Dalam maneges pun tersebutlah NIAT INGSUN, yang bermakna Ingsun ing sajroning aku, Aku ing sajroning Ingsun. Konsep KGPAA Mangkunegoro ke IV sebagai roroning atunggil, dwi tunggal, atau asas Manunggaling Kawula kalawan Gusti. Sebuah pelataran spiritual yang pernah pula digelar oleh Ki Ageng Kebo Kenongo (Ki Ageng Pengging) bersama Syeh Lemah Abang sebagai UNINONG ANING UNONG. nah kitapun harus paham apa itu UNINONG ANINH UNONG….
      Lihat Selengkapnya

      09 April jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah Ya Sattaar ustur ‘uyuubanaa, Ya Ghoffaar Ighfir Khothooyaanaa

      “Wahai Sang Maha Penutup aib tutuplah aib-aib kami, wahai Sang Maha Pengampun ampunilah kesalahan-kesalahan kami…”

      09 April jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      O,njih….. Taksih wonten sing kirang,
      Monggo Mas Andic……. Ngapunten mboten katingal….. Milo mlebet kemawon mumpung taksih wonten gelaran……..
      09 April jam 22:38 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……
      09 April jam 22:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Akar@Amiiiin Ya Mujibassailiiin wa Ya Arhamarrohimiiin
      09 April jam 22:48 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Kang Lathif@nek nyebut aku ojo pak to yo kang, opo aku iki wis keto tuwo? hehehehehee
      09 April jam 22:50 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@monggo dipun lajengaken wewedaripun bunda, kulo bade nyimak. Salam Kasih.
      09 April jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Belum terbiasa Pak Mukhtar,…. hehehe…. Salam Hormat saya…..
      09 April jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : Mbokya di periksa unjukane pro tetamu, nopo taksih – punopo wonten sing sampun telas……
      Mumpung kula taksih wonten dapur lan ugi kompore dereng mati….. hehehe……
      09 April jam 22:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Masya Allah jan wis … mas Lathif kita lanjut njih masalah uninong aning unong sama dengan neng ning nung nang saya rasa itu masih ada kan mas Latif….. Sementara itu, hati nurani selalu mampu menembus berbagai tembok penghalang, yang menghalangi obyektivitas sesungguhnya akan suatu realitas kehidupan. Nurani adalah kekuatan yang tak bisa dikelabuhi oleh imajinasi, ilusi, dan polusi getaran nafsu. Nurani yang terasa akan menjadi “mata hati”, “mata jiwa” yang mampu menguak “kebenaran sejati”. Hanya saja, untuk menggali dan menemukan hati nurani, kita harus menggalinya dari kubangan lumpur yang penuh bakteri, kuman dan penyakit. Tulisan berikut bertujuan untuk berbagi kawruh (pengetahuan) dan ngelmu (pengetahuan spiritual), bagaimana cara paling sederhana agar kita dapat menemukan nurani yang dapat diumpamakan sebagai “berlian” yang terendam di dalam “comberan/got”. lalu kita akan MEMBUKA JENDELA NURANI Kita harus menutup panca indera misalnya…. untuk membuka mata batin yang berada dalam jiwa kita…… nah kita kenali dulu apa sih mata batin itu….. Mata batin adalah mata yang dapat melihat sesuatu secara lebih cerah, jelas, dan gamblang. ….. Kecermatan dan kemampuannya menjabarkan fakta gaib dan wadag jutaan kali melebihi panca indera….. Paling tidak terdapat lima sarat agar supaya kita betul-betul mampu merasakan dan membedakan apakah sesuatu getaran merupakan getaran NURANI (kareping rahsa) ataukah hanya sekedar getaran nafsu (rahsaning karep). TAPI INGAT KITA HARUS TAU KUNCI DARI WADAH DAN ISI…. ATAU WADAH ILMU.Lihat Selengkapnya

      09 April jam 22:56 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Ac rahayu…..sugeng dalu BUNDA…
      09 April jam 22:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Nuwun injih, MBakyu……. monggo………
      09 April jam 22:57 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Selamat malam semua keluarga besar yang hadir.. menyimak pembelajaran sambil minum kopi..🙂
      09 April jam 22:59 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Beres om,,,,semua masih ada,,tpi cemilanya udah mau abis om,,,,,
      09 April jam 23:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kakang Prabu ‎@Gadis: subsidi silang aja buat cemilannya hehehe…
      09 April jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Kakang prabu@ wehhh jngn kasian tamuku,,,
      09 April jam 23:06 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah saya mohon ijin undur diri,utk semua sahabat2 yg ada di wall ini saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan wassalam
      09 April jam 23:08 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : kalau begitu, saya tak lari keluar dulu cari – cari makanan di luar……. Panjenengan tunggu dulu ya, saya tak keluar………
      09 April jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kakang Prabu ‎@Mas Abdul latif: jangan lama2 mas cari makanannya hehehe
      09 April jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya om lathif,,,tapi seng cepet yo,,,jngan belok2 awasss
      09 April jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu mas Arie Ac dangu mboten panggih nyuwun pangapunten. …. Rahayu3x.
      09 April jam 23:15 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Praru : Saya sudah datang
      @gadis : ya ….. saya tidak belok2…. nanti ketabrak becak …. hehehe……
      09 April jam 23:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎@Mas Prabu : Maaf salah ketik……..
      09 April jam 23:18 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Di lanjut,Den Ayu……
      09 April jam 23:23 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sabar yo mas Lathif….. sabar anakku no 2 uring2an….
      09 April jam 23:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Guru…lan sedoyo ingkang rawuh…punsekecaaken rumiyin anggenipun lenggah…sinambi ngentosi sarining pepanggihan ndalu meniko hehehehe…
      09 April jam 23:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Lha Mas Ali badhe tindhak pundi to…..?
      09 April jam 23:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ora ning ndi ndi….ning omah wae…..mas Guru hehehehe…
      09 April jam 23:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Kulo nuwon… Sugeng ndalu sdoyo kemawon.. Tasih oman kopi nopo boten anak lanang niki Ibunda…
      09 April jam 23:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Gaaaddiiiisssss…,….
      09 April jam 23:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mAS Misterr : sing bagian ngudeg kopi dalu menila Mbak Gadis…..
      @Mas Ali : Kulo wastani……..
      09 April jam 23:42 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Menurut pendapat saya, yang disebut ilmu itu ialah segala sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata. Umpamanya, Demak dari sini tidak tampak, akan tetapi Demak itu ada. Itulah yang disebut ilmu. Adapun pernyataan yang kedua, di mana tempat hidup itu, jawabannya, hidup itu uninong ananung. Pertanyaan yang ketiga, siapa yang mengajak tidur, jawabannya menurut saya, yang mengajak tidur itu tirta nirmaya.” “Yaitu air hayat kata Arabnya. Air hidup itulah yang dulu dicari Sang Sena dan disebut air prawita dalam bahasa Hindu-Budha. Adapun tempatnya di uning unong uninong aning.” Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh III Dandanggula, 16-17 melihat pupuh ini angan kita melayang dengan Dewa Ruci…Saya semakin sadar, perjalanan ini belum apa-apa. Ibarat mendaki gunung, saya masih berada di lereng yang landai…puncak masih nun jauh di sana. Walau begitu…saya gembira karena puncak itu sudah mulai terlihat dan semakin yakin jalan mana yang harus ditempuh.

      Nurani, matahati, atau alusing pandulu, apapun namanya, memang modal berharga bagi setiap manusia, sekaligus merupakan “keajaiban” yang sering disepelekan. Saya bersyukur kepada Sang Pemberi Hidup, karena berkesempatan merasakan gelapnya hidup tanpa bimbingan nurani…walau sehari-hari demikian akrab dengan kata Allah dan kalimat-kalimat relijius,. Lebih bersyukur lagi, karena kini saya mulai menapaki hidup yang lebih berkesadaran diterangi cahaya dari dalam diri. Kedamaian menjadi lebih mudah digapai..lebih tepatnya, mulai menjadi bagian dari keseharian…walau sejuta badai menghantam.

      Ternyata, ajaran kedamaian ini telah tumbuh demikian subur di negeri ini, dilestarikan oleh para cerdik cendekia, para empu, para pujangga. Ajaran demikian, di satu sisi berkesuaian dengan semesta negeri ini, dan pada saat yang sama, selaras dengan kebenaran universal yang tumbuh di negeri manapun.

      Sungguh sayang….kebanyakan kita seringkali terpedaya, menganggap bahwa ajaran kedamaian dan kebenaran universal hanya muncul di satu titik…di Jazirah Arab..semata-mata karena memang di sana pernah lahir seorang nabi yang agung. Repotnya, kita lalu terpesona oleh mereka yang secara lahiriah dan kultural mirip dengan sang nabi agung itu….padahal tak sepenuhnya mewarisi kebijaksanaannya. Maka, lengkaplah penderitaan…kita abaikan ajaran agung dari negeri leluhur, untuk menerima “ajaran distortif” dari mereka yang disangka sebagai pewaris nabi…..

      Mari kita terus berjuang…mengembalikan negeri ini pada jalur yang semestinya…mengajak seluruh anak negeri untuk kembali pada jatidiri, kembali pada sebuah formula kesuksesan yang telah terbukti. Tentu saja, tanpa mesti menjadi chauvinis. Sebaliknya, kita menjadi manusia yang bangga pada jatidiri, saat yang sama, terbuka pada kebajikan yang ditawarkan siapapun, dari manapun……Lihat Selengkapnya

      09 April jam 23:51 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Tak gwe dwe mawon Mas Lathif.. Hehehe…
      09 April jam 23:51 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Mas Misterr : Walah lah pripun to Mas ..
      09 April jam 23:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ning omah….yo mugo mugo ati lan pikir tansah wening manggon ono omah utowo badan sakojor iki…mas Guru….dadi ora lungo lungo hehehehe…
      09 April jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Ngesthoake Dhawuh, Mas Ali…… Mugi Katampi…….
      09 April jam 23:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@monggo dipun lajeng Bunda, Salam Kasih selalu. *all@monggo dipun dahar sa wontenipun, monggo, salam kasih.
      10 April jam 0:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pewaris nabi…….hanya ada satu dari seribu ulama….sungguh orang yang sangat beruntung bila sempat bertemu…..lanjut Den Ayu……
      10 April jam 0:05 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Betul bunda.. seperti yang pernah bunda kaji di Agama & Budaya.
      10 April jam 0:06 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Guru….insyaAllah,amin…
      10 April jam 0:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Misterr…..
      @Mbak Gadis ……
      Empun keseso Sare…….. Ewang-ewangono mamamu melekan……
      10 April jam 0:12 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sejenak kita mengingat Dewa Ruci…. DAN KITA HARUS BENAR2 PAHAM
      Kang Petruk penerno nek aku salah yo kang….
      SERAT DEWARUCI
      Kidung Dhandhanggula
      Arya Sena duk puruhita ring, Dhang Hyang Druna kinen ngulatana, toya ingkang nucekake, marang sariranipun, Arya Sena alias Wrekudara mantuk wewarti, marang negeri Ngamarta, pamit kadang sepuh, sira Prabu Yudistira, kang para ri sadaya nuju marengi, aneng ngarsaning raka.
      Artinya :
      Arya Sena ketika berguru kepada, Dhang Hyang Druna disuruh mencari, air yang mencyucikan, kepada badannya, Arya Sena alias Wrekudara pulang memberi kabar, kepada negeri Ngamarta, mohon diri kepada kakaknya, yaitu Prabu Ydistira, dan adik-adiknya semua, ketika kebetulan di hadapan kakaknya.
      Arya Sena matur ing raka ji, lamun arsa kesah mamprih toya, dening guru piduhe, Sri Darmaputra ngungun amiyarsa aturing ari, cipta lamun bebaya, Sang Nata mangungkung, Dyan Satriya Dananjaya, matur manembah ing raka Sri Narpati, punika tan sakeca.
      Artinya :
      Arya Sena berkata kepada Kakanda Raja, bahwa ia akan pergi mencari air, dengan petunjuk gurunya, Sri Darmaputra heran mendengar kata adiknya, memikirkan mara bahaya, Sang Raja menjadi berduka, Raden Satriya Dananjaya, berkata sambil meyembah kepada Kanda Raja, bahwa itu tidak baik.
      Inggih sampun paduka lilani, rayi tuwan kesahe punika, boten sakeca raose, Nangkula Sadewaku, pan umiring aturireki, watek raka paduka, Ngastina Sang Prabu, karya pangendra sangsara, pasthi Druna ginubel pinrih ngapusi, Pandawa sirnanira.
      Artinya :
      Sudahlah jangan diizinkan, adinda (Wrekudara) itu pergi rasanya itu tidak baik, Nakula dan Sadewa, juga menyetujui kata-kata Dananjaya, sifat kakanda tuanku, yang tinggal di Ngastina, hanya ingin menjerumuskan ke dalam kesengsaraan, tentu Druna dibujuk agar medustai, demi musnahnya Pandawa.
      Arya Sena miyarsa nauri, ingsun masa kenaa den ampah prapteng tiwas ingsun dhewe, wong nedya amrih putus, ing sucine badanireki, Sena sawusnya mojar, kalepat sumebrung, sira Prabu Darmaputra, myang kang rayi tetiga ngungun tan sipi, lir tinebak wong tuna.
      Artinya :
      Arya Sena mendengar itu lalu menjawab, aku tak mungkin dapat ditipu dan dibunuh, karena ingin mencari kesempurnaan, demi kesucian badan ku ini, setelah berkata begitu, Sena lalu segara pergi, Sang Prabu Darmaputra, dan ketiga adiknya sangat heran, bagaikan kehilangan sesuatu.
      Tan winarna kang kari prihatin, kawuwusa Sena lampahira, tanpa wadya among dhewe, mung braja kang tut pungkur, lampah mbener amurang margi, prahara munggeng ngarsa gora reh gumuruh, samya giras wong padesan, ingkang kambuh kaprunggul ndarodog ajrih mendhak ndhepes manembah.
      Artinya :
      Tak terkisahkan keadaan yang ditinggalkan dalam kesedian, diceritakanlah perjalanan Sena, tanpa kawan hanya sendirian, hanyalah sang petir yang mengikutinya dari belakang, berjalan lurus menentang jalan, angin topan yang menghadang di depan terdengar gemuruh riuh, orang-orang desa bingung, yang bertemu di tengah jalan gemetar katakutan sambil menyembah.
      Ana atur segah tan tinolih, langkung adreng prapteng Kurusetra, marga geng kambah lampahe, glising lampahira sru, gapura geng munggul kaeksi, pucak mutyara muncar, saking doh ngenguwung, lir kumembaring baskara, kuneng wau kang lagya lampah neng margi, wuwusen ing Ngastina.
      Artinya :
      Kesediaan yang sudah disanggupi tak mungkin ditolehnya, sangat kuat tekatnya untuk menuju hutan Kurusetra, jalan besar yang dilaluinya, sungguh cepat jalanya, pintu gerbang tampak dari kejauhan, puncaknya seperti mutiara berbinar-binar, dari jauh seperti pelangi, bagaikan matahari kembar, sampai di sini dulu kisah perjalanan Arya Sena Wrekudara, sekarang dikisahkan keaadaan di negeri Ngastina.
      Lihat Selengkapnya

    • Abdul Lathif ‎.
      Wah, @Kangmas Petruk, kok mboten ketingal to yo…
      10 April jam 0:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa wah, terlambat isi absen nih….,hihihihihi…, met dini hari, Bunda…, met jabat hati utk kang Abdullah dan saudara2ku semua…, smg kasih selalu terjaga…..
      10 April jam 0:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas mahardhika : Awas kena hukum…… xixixixixixixi………
      10 April jam 0:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kanjeng Haris Kalo dr penuturan bunda saya kok jadi ingat kembali tentang sesetyo manik candrama, gelung minangkoro, kayu gung susuh angin lan tirto pawitro kang dumunung ono ing samudro minangkalbu
      10 April jam 0:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Selamat Malam, Kamjeng Haris…….. Monggo…… ngersaake punopo……
      10 April jam 0:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Kanjeng Haris Ingkang wonten kemawon, kang doel…

      Sugeng enjang ..

      10 April jam 0:41 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dihadapan Allah, semua umat manusia adalah satu didalam kutukan dosa, telah menjadi hamba dosa, condong dan bernafsu berbuat dosa sebagai warisan turun-temurun, dan memang nyatanya semua manusia pernah melakukan dosa, entah dia seorang nabi, seorang imam ataupun orang biasa. Tabiat dosa ini menjalar ke seluruh manusia sejak ia dilahirkan. Seorang bayi meski belum berbuat dosa, namun ia sudah mempunyai tabiat dosa. Seorang anak kecil meski tidak ada yang mengajari berbohong , dia dapat berbohong dengan sendirinya, meski tidak ada yang mengajarinya memukul, ia dapat memukul, marah, mau menang sendiri dan seterusnya. Inilah yang disebut “dosa waris” yaitu tabiat dosa yang diturunkan dari Adam manusia pertama.

      Namun ada banyak salah-paham mengenai istilah Dosa Asal atau yang kadang disebut Dosa Waris ini. Ada kalangan yang sering mengkritisi Kristianitas mengidentikkannya sebagai transfer-muatan dosa dari nenek-moyang ke anak-cucu. Misalnya, banyak teman-teman Muslim yang memahami dosa-asal ini sebagai dosa yang pertama yang “segepok” dari Adam itu terturun “segepok” pula kepada anak-cucunya. Akibatnya dirasakan tidak masuk akal, bahwa setiap bayi yang terlahir sudah membawa hutang-waris, walau ia belum berbuat dosa apapun!

      Itulah proto-type yang salah kaprah dari kalangan yang sering memaksakan makna teologis-kristiani secara dangkal, dan menurut pengertian mereka sendiri. Andaikata itu benar maksudnya, tentulah akan lebih tidak masuk akal bahwa kita-kita yang hidup di ujung zaman ini akan ketimpaan ratusan/ribuan/jutaan gepok dosa-asal kumulatif dari ratusan generasi sejak kejatuhan Adam! Dosa asal atau yang dikenal dengan dosa waris ini tidak ada hubungannya dengan pemindahan muatan dosa dari siapa saja, melainkan merupakan penjalaran imbasan kultur dosa Adam yang diturunkan kepada seluruh peradaban umat manusia sejak Adam dikutuk dan diusir dari Taman Eden.

      Manusia di dunia meski telah tercemar dengan dosa, masih diberi bekal oleh Allah di Sorga dengan hati-nurani. Manusia bukan robot, bagaimanapun manusia diciptakan dengan “image” Allah /Hati-nurani manusia tak pernah mati, kecuali manusia berubah menjadi mati, atau berubah menjadi arca batu tanpa spirit. Sejahat apapun dia, hati-nurani mengetuknya, mengadilinya. Hati-nurani menjadi kriteria untuk mengembalikannya ke “jalan yang benar” bila ia tersesat. Maka tak heran, agama-agama duniapun menganalisanya sebagai “suara Tuhan” yang berbisik dalam hati kita.

      “Sentuhan pada hati” itulah hati-nurani. Ketika kita hati kita tergerak melihat orang jompo miskin dan lemah, pengemis cacat, orang tak bersalah dituduh salah, orang hidup hendak dihukum mati. Darimana kita tahu rasa manisnya gula, indahnya pemandangan di pantai? Yaitu dengan mencicipinya, merasakannya, mengalaminya. Bukan dengan membaca artikel tentang gula, membaca karangan tentang pantai. Hati-nurani menyangkut rasa dan empati, hati-nurani terasa juga termasuk ketika kita memungut sampah yang tercecer dan memasukan ke tempat sampah untuk menjaga kebersihan di bumi ini. Hati-nurani sebenarnya bekerja dalam keadaan apa saja, ketika dalam keadaan marah-pun kita dapat menahan untuk tidak berkata-kata kotor dan berbuat jahat karena ketukan hati-nurani. Walaupun kadang kita pun dapat mengabaikan “suara-hati” ini, namun pasti ada saatnya hati-nurani akan menggedor dengan kencang pintu hati kita, dan kita tak akan mampu menutup telinga untuk hal itu.Lihat Selengkapnya

      10 April jam 0:41 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Kanjeng : Kopine kentel nopo ingkang model buatan Kaji Pandhol, hehehehehe………..
      10 April jam 0:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Abdul Lathif@Sudah kena hukum, Mas. Sebelum isi absen tadi, aku disuruh cukur kumis sama Bunda, hahahaha….., piiisss ah, Bunda….
      10 April jam 0:43 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@pembahasan yg mendalam dan detail sekali. monggo Bunda dipun lajeng malih. Salam Kasih.
      10 April jam 0:44 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Bila manusia tanpa melakukan kesalahan atau dosa, apa mungkin manusia bisa mengenal Tuhan, Bunda?
      10 April jam 0:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Mahardhika : Walah, PushUp berapa kali Mas………hehehe…..
      @Mbakyu : Monggo dipun lajengake, juru rekamipun taksih styo tuhu ngantos paripurna……..
      10 April jam 0:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Abdul Lathif@Tidak pushUp, Mas. Tp disuruh baca Asma’ul Husna 100x, hehehehe….
      10 April jam 1:05 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎1.Beninging ati atau kejernihan kalbu. Antara suara hati dan nalar manusia selalu terjadi dialog, tarik menarik, bahkan masing-masing saling “berperang” untuk berebut pengaruh dan otoritas. Jika kekuatan keduanya berimbang gejalanya dapat kita rasakan pada saat terjadi kebimbangan dan keragu-raguan. Atau sikap ambigu, dan dualisme. Sementara itu, jika nalar memenangkan jadilah pribadi yang hanya mengandalkan kemampuan rasio semata. Sehingga bagi dirinya banyak sekali hal-hal di luar nalar yang dengan segera ia tepis sebagai sesuatu yang tidak ada, omong kosong atau ngoyoworo. Hal-hal gaib dianggap sebagai sesuatu yang non-sense, dan di luar logika. Maka gaib pun dianggap omong kosong. Menurut saya pribadi, gaib pun ternyata sangat logis dan masuk akal. Jika ada hal gaib yang dianggap tidak masuk akal, ada dua kemungkinan yakni, pertama; benar-benar dongeng atau mitologi yang digaib-gaibkan. Kemungkinan kedua, nalar kita belum cukup menerima informasi akan rumus-rumus yang ada dan berlaku di dimensi gaib. Sementara itu beninging ati atau weninging tyas, akan tercipta manakala dialog, tarik-menarik, dan peperangan antara suara hati nurani dengan nalar berhenti sejenak. Saat itulah hati kita menjadi jernih, karena saat itu hati menjadi bebas merdeka dari segala bentuk “penjajahan” nalar yang seringkali terkooptasi oleh kepentingan pribadi, persepsi atau penilaian diri terhadap suatu obyek, serta ilusi dan imajinasi. Dalam dimensi lebih luas hati pun menjadi bebas dari kepentingan politik, kekuasaan, egoisme aliran, dan segala macam keinginan yang belum tercapai. Cara menghentikan dialog dan tarik-menarik antara hati dan nalar adalah dengan cara “mengalir mengikuti aliran air” atau (tapa ngeli). Yakni hidup dalam sikap kepasrahan. Konsentrasi pasrah bukan pada proses berusaha atau saat berikhtiar, karena kepasrahan demikian ini merupakan konsep hidup yang salah kaprah. Pasrah yang dimaksud adalah pasrah akan ketentuan besar-kecil hasilnya akhir. Sementara itu dalam menjalani prosesnya step by step kita tak boleh pasrah, tetapi harus berusaha secara maksimal, sekuat tenaga dan pikiran kita. Ada pepatah bola mengatakan,”Bermainlah bola secara cantik, soal menang kalah itu bukanlah urusan kita. Bila kalahpun, tetap akan menjadi “kesebelaasan” yang disegani dan dihormati orang lain. Jangan konsentrasi pada hasil akhir, tetapi konsentrasilah pada proses. Hal ini menjadi salah satu kiat sukses dalam olah semedi atau meditasi. Bila anda berkonsentrasi pada hasil, maka yang terjadi nalar kita akan dipenuhi oleh angan-angan.
      2. Sirnaning kekarepan atau sirnanya rahsaning karep. Atau lenyapnya semua maksud jahat, keburukan, dan tindakan hina-aniaya. Hal ini berkaitan dengan perilaku dan perbuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita menyakiti hati orang lain, baik sadar apalagi tanpa sadar. Jangan sampai mencelakai, merugikan, menyerobot hak orang lain. Untuk menuntun perilaku demikian diperlukan sebuah kesadaran kosmologis yakni sikap eling dan waspada.
      Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. Sang Hyang Ismaya.. Semar.. Kaki Semar selalu mengajarkan dan menasehati anak cucunya sikap Paugeraning Urip adalah dengan Kata sesanti atau Petuah âOJO DUMEH.. OJO GUMUNAN.. ELING LAN WASPODO.. Petuah tersebut sepertinya sudah menjadi satu paket yang berkaitan erat dari beliau dalam menjalani kehidupan di dunia ini.. ….
      Lihat Selengkapnya

      10 April jam 1:06 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Alhamdulillah…………
      @Mas Mahardhika ……… berarti itu tidak hukuman …. tapi bentuk kasih sayang Mbak Lia pada penjenengan…….
      10 April jam 1:16 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎3.Lereming pancadriya atau ketenangan panca indera. Ketenangan panca indera. Dalam spiritual Jawa dikenal sebagai Babakan Howo Songo atau babahan hawa (nafsumu), kosongno (bersihkanlah/kendalikanlah hawa nafsumu).
      Dapat pula diartikan 9 lubang pancaindera -2 lubang telinga, 2 lubang hidung, 2 lubang mata, 1 lubang kemaluan, 1 lubang anus, dan 1 lubang mulut = 9 lobang kesemuanya menjadi pintu masuk hawa nafsu hendaknya dikendalikan atau “dikosongkan”. Keberhasilan mengendalikan panca indera akan memperoleh ketenangan pancaindera. Sebaliknya, kegagalan lereming pancadriya seseorang akan tersiksa dalam kegelisahan panjang oleh karena gejolak nafsu syahwat , nafsu makan, nafsu tidur , dan banyaknya karep atau kemauan yang diinginkan sulit bersyukur nafsu angkara Penyakit Hati ; panasten, suka panas hatinya, mudah iri hati, drengki, serba pamrih, congkak, sombong, takabur, egois. Emosi yang Labil ; tersinggungan, mudah sedih, mudah marah, kagetan, gumunan, nafsu halus gede ndase, gemar dipuji, pamrih pahala. Pola bekerjanya panca indra yang lebih dominan dalam merespon obyek kehidupan justru akan mengaburkan getaran atau bisikan nurani. Salah-salah, getaran nafsunya dianggap sebagai getaran nurani. Sementara itu lereming pancadira akan mengistirahatkan bekerjanya otak. Hal ini seperti halnya kita melakukan olah semedi atau meditasi….Lihat Selengkapnya

      10 April jam 1:16 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@injih mekaten Bunda, monggo dipun lajengaken malih. Salam Kasih. Rahayu.
      10 April jam 1:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Nek aku wis ora njempoli berarti aku wis bablas turu iki…hahahaha…dilanjut...
      10 April jam 1:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Ali : hehehehehehe……. (Obore mati)….
      10 April jam 1:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎4.Jatmikaning solah bawa atau perilaku lahir dan batin yang santun. Perilaku lahiriah (solah) merupakan refleksi dari perilaku batin (bawa). Jatmikaning solah bawa, merupakan wujud kekompakan perilaku yang melibatkan empat unsur yakni; hati, ucapan, pikiran dan perbuatan atau tindakan nyata. Berbekal dengan hati yang jernih akan mampu menuntun nalar kita supaya lebih cermat dalam menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Selanjutnya bermodalkan kecermatan nalar dapat mengendalikan keinginan, dan memilah memilih serta mempertimbangkan secara arif dan bijak terhadap sesuatu yang dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat. Solah dan bawa yang keluar dari nurani memiliki karisma besar sehingga dapat menselaraskan apa yang ada di sekelilingnya dengan apa yang diinginkan dan diharapkan. Dengan kata lain, jatmikaning solah bawa, menebarkan aura yang kuat, bagaikan medan magnet yang akan menyedot segala sesuatu yang senyawa dan sejenis. Kebaikan dan keburukan akan terkumpul dalam kumparan yang sejenis, terkonsentrasi dalam kelompoknya masing-masing. Maka kebaikan akan berbalas dengan kebaikan yang berlipat. Welas asih akan berbalas kasih sayang yang berlimpah ruah. Kejahatan akan berbalas kejahatan berlipat. Limpahan itu bagaikan suara yang bergema, terucap dengan memantul. Sebagaimana pernah saya singgung dalam Laksita Jati beberapa waktu yang lalu…MAS LATHIF MASIH INGAT KAN LAKSITA JATI …/MERAIH KASEMPURNAAN HIDUP. Begitulah rumus-rumus yang terjadi dalam hukum alam semesta. Pribadi yang menghayati jatmikaning solah bawa gerak-gerik, tingkah laku, watak wantun, sifat tabiatnya selalu enak dilihat dan membuat nyaman di hati (nuju prana). Pribadi yang pembawaan sifatnya selalu nuju prana bagai gayung bersambut, di mana-mana selalu menciptakan ketentraman, kenyamanan, kebahagiaan bagi orang di sekelilingnya. Selalu membuat enak di hati, kinaryo karyenak ing tyas sesama. Perilaku nuju prana menjadikan pribadi yang penuh aura positif. Jika wanita maka inner-beauty-nya akan memancar kuat dari dalam sanubari. Jika seorang pria perilakunya selalu anggawe reseping pancadriya. Barangkali hal ini ada kaitannya, mengapa seseorang dengan tingkat spiritual yang sudah mapan dan matang akan memancarkan daya tarik yang kuat, terlebih terhadap lawan jenis. Selanjutnya kita sebut sebagai goda. Resiko menjadi besar, apabila libidonya tidak tersalurkan dengan penuh tanggungjawab, baik tanggungjawab terhadap diri pribadi, keluarga, maupun tanggungjawab publik. BAGI YANG BELUM TAU SERAT LAKSITA JATI bisa membuka wedaran beberapa hari yang lalu…. MAS LATHIF MASIH INGATKAH….??? Digambar yang mana ya mas Lathif….????Lihat Selengkapnya

      10 April jam 1:34 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Taksih, Mbakyu.
      10 April jam 1:40 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@hmmmm luar biasa, sangat mendalam. Salam Kasih. Rahayu.
      10 April jam 1:41 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang wah curiga aku kang Dullah la wong njenengan muncul mbak wulan jempoli wahahahahahahaa
      10 April jam 1:42 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sampun panggih mas Lathif….meniko LAKSITA JATI
      Ilmu yang mengajarkan tata cara menghargai diri sendiri, dengan “laku” batin untuk mensucikan raga dari nafsu angkara murka (amarah), nafsu mengejar kenikmatan (supiyah), dan nafsu serakah (lauwamah). Pribadi membangun raga yang suci dengan menjadikan raga sebagai reservior nafsul mutmainah. Agar supaya jika manusia mati, raganya dapat menyatu dengan “badan halus” atau ruhani atau badan sukma.
      Hakikat kesucian, “badan wadag” atau raga tidak boleh pisah dengan “badan halus”, karena raga dan sukma menyatu (curigo manjing warongko) pada saat manusia lahir dari rahim ibu. Sebaliknya, manusia yang berhasil menjadi kalifah Tuhan, selalu menjaga kesucian (bersih dari dosa), jika mati kelak “badan wadag” akan luluh melebur ke dalam “badan halus” yang diliputi oleh kayu dhaim, atau Hyang Hidup yang tetap ada dalam diri kita pribadi, maka dilambangkan dengan “warongko manjing curigo”. Maksudnya, “badan wadag” melebur ke dalam “badan halus”. Pada saat manusia hidup di dunia (mercapada), dilambangkan dengan “curigo manjing warongko”; maksudnya “badan halus” masih berada di dalam “badan wadag”. Maka dari itu terdapat pribahasa sebagai berikut:

      “Jasad pengikat budi, budi pengikat nafsu, nafsu pengikat karsa (kemauan), karsa pengikat sukma, sukma pengikat rasa, rasa pengikat cipta, cipta pengikat penguasa, penguasa pengikat Yang Maha Kuasa”.

      Sebagai contoh :
      Jasad jika mengalami kerusakan karena sakit atau celaka, maka tali pengikat budi menjadi putus. Orang yang amat sangat menderita kesakitan tentu saja tidak akan bisa berpikir jernih lagi. Maka putuslah tali budi sebagai pengikat nafsu. Maka orang yang sangat menderita kesakitan, hilanglah semua nafsu-nafsunya; misalnya amarah, nafsu seks, dan nafsu makan. Jika tali nafsu sudah hilang atau putus, maka untuk mempertahankan nyawanya, tinggal tersisa tali karsa atau kemauan. Hal ini, para pembaca dapat menyaksikan sendiri, setiap orang yang menderita sakit parah, energi untuk bertahan hidup tinggalah kemauan atau semangat untuk sembuh. Apabila karsa atau kemauan, dalam bentuk semangat untuk sembuh sudah hilang, maka hilanglah tali pengikat sukma, akibatnya sukma terlepas dari “badan wadag”, dengan kata lain orang tersebut mengalami kematian. Namun demikian, sukma masih mengikat rasa, dalam artian sukma sebenarnya masih memiliki rasa, dalam bentuk rasa sukma yang berbeda dengan rasa ragawi. Bagi penganut kejawen percaya dengan rasa sukma ini. Maka di dalam tradisi Jawa, tidak boleh menyianyiakan jasad orang yang sudah meninggal. Karena dipercaya sukmanya yang sudah keluar dari badan masih bisa merasakannya. Rasa yang dimiliki sukma ini, lebih lanjut dijelaskan karena sukma masih berada di dalam dimensi bumi, belum melanjutkan “perjalanan” ke alam barzah atau alam ruh.

      Rahsa atau rasa, merupakan hakikat Dzat (Yang Maha Kuasa) yang mewujud ke dalam diri manusia. Dzat adalah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Kuasa, Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Urutan dari yang tertinggi ke yang lebih rendah adalah sebagai berikut;
      1. Dzat (Dzatullah) Tuhan Yang Maha Suci, meretas menjadi;
      2. Kayu Dhaim (Kayyun) Energi Yang Hidup, meretas menjadi;
      3. Cahya atau cahaya (Nurullah), meretas menjadi;
      4. Rahsa atau rasa atau sir (Sirrullah), meretas menjadi ;
      5. Sukma atau ruh (Ruhullah).
      No 1 sampai 5 adalah retasan dari Dzat, Tuhan Yang Maha Kuasa, maka ruh bersifat abadi, cahaya bersifat mandiri tanpa perlu bahan bakar. Ruh yang suci yang akan melanjutkan “perjalanannya” menuju ke haribaan Tuhan, dan akan melewati alam ruh atau alam barzah, di mana suasana menjadi “jengjem jinem” tak ada rasa lapar-haus, emosi, amarah, sakit, sedih, dsb. Sebelum masuk ke dimensi barzah, ruh melepaskan tali rasa, kemudian ruh masuk ke dalam dimensi alam barzah menjadi hakikat cahaya tanpa rasa, dan tanpa karsa. Yang ada hanyalah ketenangan sejati, manembah kepada gelombang Dzat, lebur dening pangastuti…Lihat Selengkapnya

      10 April jam 1:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Waduhh….. Kalah cepet anggen kulo madhosi Mbakyu…….
      10 April jam 1:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Lathif ini…MANFAAT LAIN DARI NURANI….Dengan landasan pemahaman dan pengelolaan seluk-beluk nurani seperti telah saya uraikan di atas, membuat setiap individu dapat mengendalikan DAYA PANGARIBAWA. Daya pangaribawa adalah sebuah kekuatan besar berasal dari getaran nurani. Berupa kewibawaan atau pengaruh kekuatan yang besar yang memancar dari tatapan mata, air muka, solah dan bawa (perilaku lahir dan batin). Sementara itu tutur kata yang bersumber dari nurani, sangat berguna untuk mencapai suatu maksud dan tujuan yang diharapkannya. Daya pangaribawa akan memancar, beresonansi ke sekelilingnya, bahkan daya pangaribawa yang getaran “resonansinya” kuat sekali akan membahana memencar ke penjuru semesta alam. Mampu mewujudkan apa yang yang diharapkan. Apa yang dipikirkan dan diucapkannya mudah menjadi kenyataan. Belum lagi kita berdoa, harapannya sudah terkabul lebih dulu. Metode ini menjelaskan pula bagaimana seseorang dapat memiliki kekuatan Idu Geni, sabdo pandito ratu, apa yang diucapkan pasti terwujud. Getaran alam akan selaras, sinergis dan harmonis dengan getaran nurani, demikian pula sebaliknya getaran nuraninya akan selaras dengan getaran kodrat/hukum alam.
      Di situlah letak “kesaktian” seseorang, manakala menjadi mandireng pribadi, berarti pula aku adalah alam semesta, kekuatan alam semesta adalah kekuatanku. Yang ini menjelaskan pula bagaimana orang-orang zaman dulu, seperti Ki Ageng Selo, Ki Ageng Mangir Wonoboyo, para Ratugung Binatara menjadi seorang pribadi yang sakti mandraguna. Di antaranya mampu menangkap dan mengendalikan petir, mampu menjebol dan memuntahkan lahar gunung berapi dll. Ini bukan sekedar dongeng atau mitologi, beliau-beliau bukanlah orang yang gegulangan ilmu karang, tetapi hanya karena berhasil menjadi manusia yang (dengan tingkat kesadaran) Kosmologis, lebih dari sekedar kesadaran spirit. Siapapun anda, pasti bisa melakukan, asal ada kemauan. Secara teknis, proses daya pangaribawa menjadi hasil karya nyata, atau menjadi kalimat bertuah setelah melalui tahapan-tahapan berikut ini
      Lihat Selengkapnya

      10 April jam 1:59 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin Bunda Lia@hmmm telah sampai pada HAYYUN BILAA RUHIN-HIYANG MAHA HIDUP TANPA NYAWA. Sangat bagus. Salam Kasih. Rahayu.
      10 April jam 2:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pangestunipun, Mbakyu.
      10 April jam 2:10 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎4.NING. Ketiga sumber kekuatan pribadi di atas belumlah lengkap. Masih harus melibatkan ning atau wening, hening cipta. Ning merupakan bentuk konsentrasi yang lebih tinggi daripada ketiga konsentrasi di atas. Ning merupakan full consentration, konsentrasi penuh, menjadi satu KARYO LEKSONO. Atau lebih mudah saya istilahkan NYAWIJI yakni melibatkan kekompakan seluruh elemen daya kekuatan dalam diri pribadi untuk satu tujuan. Atau hanya bertujuan tunggal dan mengerahkan segala daya dari dalam diri secara KOMPAK. Individu yang nyawiji menyatukan beberapa komponen sebagai satu kesatuan gerak langkah. Komponen tersebut meliputi 4 unsur yakni ; hati, pikiran, ucapan, dan tindakan nyata yang diarahkan kepada pencapaian tujuan yang satu. Contoh paling mudah, pada saat kita membidik agar mengenai sasaran, anda perlu full konsentrasi yakni harus menciptakan keheningan, ketenangan, percaya diri, kesabaran dalam tekad yang bulat, yang disatukan dalam setiap hela nafas. Keadaan full consentration akan mudah dicapai saat menahan nafas beberapa saat lamanya. Nafas adalah kendali dan tali yang bisa mengikat konsentrasi anda. Hal ini menjelaskan juga mengapa olah pernafasan menjadi pelajaran utama dalam latihan meditasi, olah semedi, maladihening, mesu budi. Termasuk di dalamnya sebagai sarana menyatukan diri (aku) dengan dzat sifat, afngal tuhan (Ingsun). Dalam tradisi tasawuf Jawa-Islam a la Syeh Siti Jenar disebut sebagai shalat dhaim. Sepadan pula dengan apa yang termaktub dalam Serat Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro ke IV sebagai sembah cipta, atau sembah kalbu. Pada intinya ning adalah upaya mewujudkan pencapaian kehidupan yang meditatif. Yakni tercapainya kesadaran di atas kesadaran nalar (higher consciousness). Secara intuitif manusia dapat mengetahui apa yang akan terjadi di alam. Karena kita dapat menangkap seluruh vibrasi yang ada di alam semesta. Setiap akan terjadi peristiwa, selalu terjadi perubahan vibrasi yang sebetulnya bisa dirasakan jika kita mau mencermati pancaran gelombang vibrasi tersebut. Di sinilah salah satu fungsi ning. Layaknya meditasi, ning membuat kita lebih peka, lebih memahami apapun yang sedang dan akan terjadi di sekeliling kita, bahkan apa yang terjadi pada belahan bumi yang lainnya. BESOK SERAT WEDHATAMA KITA BAHAS. dan ini catatan yang aku tulis juga harus kita bahas …….Lihat Selengkapnya

      10 April jam 2:24 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Ndereake Pangandikan Mbakyu.
      10 April jam 2:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      CATATAN INI KITA HARUS BAHAS ENTAH KAPAN TAPI HARUS
      Suara burung-burung kecil bernyanyi riang, menyambut pagi… Titik-titik embun berjatuhan menimpa dedaunan. Butiran-butiran air yang lembut itu terkumpul pada permukaan daun menjadi semakin banyak. Dan berubah menjadi butiran-butiran air. Setelah beban mereka mencukupi… butir-butir air itupun meluncur melalui pucuk-pucuk daun menuju ke tahah… dengan percepatan yang sangat dahsyat. Kecepatannya sebenarnya menyamai kecepatan bintang (meteor) yang jatuh ke bumi… dengan kecepatan dan percepatan mendekati 10 m/dt2 sangat memungkinkan untuk menimbulkan dentuman suara yang dahsyat. Hanya dengan volume butiran air yang sekecil itu pun kadang-kadang kita sudah merasa giris (takut) mendengarnya.
      Titik-titik dan butiran air kemudian berkumpul dengan butiran air lainnya, mereka berkumpul dan merencanakan untuk melanjutkan perjalan. Sebenarnya mereka tidak tahu mana jalan yang akan mereka tempuh. Tetapi air mempunyai sumpah dan kodrat, mereka ditakdirkan menempati tempat yang lebih rendah. Itulah takdir mereka… sehingga mereka dapat dengan mudah menemukan jalan untuk cita-cita yang ingin diraihnya… Lautan adalah sorganya. Tetapi apah perjalanan air sudah selesai sampai disini? Ternyata tidak demikian, mereka masih mempunyai tugas berikutnya dengan siklus kehidupan berikutnya.
      Air sebenarnya adalah merupakan sebuah komposisi valensi dari unsur-unsur pembentuknya.. Ia terbentuk dari dua macam gas yang berbeda sifatnya… yaitu Hidrogen (H) dan Oxygen (O). Hidrogen mempuyai sifat mudah meledak, dan selalu ingin mencari tempat yang tertinggi. Jika kita mampu membelah sampai ke inti atomnya, maka akan terjadi ledakan berantai pada semua unsur molekulnya. Sedangkan Oxygen, mempunyai sifat mudah terbakar, juga mempunyai sifat ingin selalu memenuhi ruang, bahkan kalau mungkin ia akan memenuhi seluruh antariksa…? Sungguh sangat mencolok perbedaan sifat dari kedua unsur pembentuknya dengan gambaran dari sifat-sifat air, yang menyejukkan.. Keduanya terikat dengan hukum alam (valensi) dengan takaran yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Satu molekul oxigen akan mengikat dua molekul hidrogen (H2O). Begitulah Tuhan sudah mengatur sifat maupun perubahan sifat dari semua jenis unsur yang ada di alam tempat dimana kita hidup.
      Memang kenyataannya air dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai sumber kehidupan. Secara fisik tubuh kita juga didominasi oleh unsur cairan, bahkan bumi kita juga didominasi oleh unsur air.
      Begitulah, banyak orang (bangsa) menggunakan air sebagai simbol-simbol kehidupan. Di kebudayaan barat (lama) orang berebut mencari elixir (air yang bisa menjadikan awet muda dan hidup abadi), inilah alasan yang memicu bangsa-bangsa eropa melakukan perjalanan ke Timur, mencari elixir. (meskipun dalam prakteknya adalah sebuah penjajahan dan menumpuk harta dan emas untuk kebutuhan kemewahan duniawi).
      Lihat Selengkapnya

      10 April jam 2:30 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      CATATAN INI BAHAN YG BUAT BAHASAN….

      Namun, nenek moyang kita menggunakan air sebagai simbol-simbol kehidupan yang abadi. Saya teringat cerita tentang Bima yang mencari Tirta Perwitasari, air kehidupan. (Sebuah ajaran sufi yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti) Karena keteguhan dan kegigihan Bima, akhirnya mendapatkan apa yang dia harapkan, meskipun sebenarnya Bima tidak berhasil menemukan Tirta Perwitasari.
      Begini …..
      Cupkikan dari serat Dewaruci
      Kaesthi ing dalu siyang, kathah denira miyarsi, para wiku pratingkahnya, kang luput anggepireki, kawruh pangijabneki, wus bener panarkanipun, wasana tanpa dadya, kawilet tatrapanneki, ana ingkang mati dadya manuk engkuk.
      Mung malih kang pepencokan, kayu kang warnanira di, nagasari lan angsana, tanjung lan wreksa waringin, kang tuwuh aneng pinggiring pasar kang manuk engkuk, angungkuli wong pasar, pindha kamukten kang pinrih, pan kasasar iku anasar mbelasar.
      Ana nitis para raja, asugih rajabrana di, lawan sugih wanodya endah, tuwin sugih putra putri, ingkang arsa mengkoni, siji-siji karemipun, samyantuk kaluwihan, ing panitisira nenggih, yen mungguha Dyan Wrekudara tan arsa.
      Pan ana amung murih pribadya, iya sariraneki, sadaya iku ingaran, tibane tan pana yekti, pan durung nama jalmi, ingkang utama satuhu, kang mengkono anggepnya, pangrasanira ing nguni, nemu suka suka sugih singgih badanira.
      Tan wruh yen nemu deduka, kabanjur mangkono ugi, manitis ing sato kewan, tanpa wekas dennya nitis, tangeh tan manggih asil, tan mbabar pisani iku, luput kacakrabawa, saking karemireng nguni, pati panitisan koneng tibanira.
      Tan kuwat parenging pejah, keron kasamaran ugi, mangsah wowor sambu samya, pan saking abotireki, ulah kamuksan titis wus datan nolih ing pungkur, bapa biyang lan suta, jroning mrih wekasan nenggih, yen luputa patakaning bumi pala.
      Leheng aywa dadi jalma, sato gampang tingkahneki, tanpa tutur sirnanira, yen aris benering kapti, langgeng puniku ugi, tanpa karena satuhu, pama angga buwana, tan lir sela menengneki, eningira iya nora kadi tirta.
      Warata tanpa tuduhan, liyaning pandhita nganggepi, ing kamuksan peksanira, njangkung kasutapaneki, nyana ingangkuh keni, mung lan tapa tanpa tuduh, tanpa wit puruhita, suwunging ciptanireki, durung antuk pratikel wuruk kang nyata.
      Pratingkah angayawara, tapaning raga runting, denira amrih kamuksan, tanpa tutur sirnaneki, wuk tapanira ugi, dene kang lestari iku, tapa iku minangka, ragining sariraneki, ilmu iku iya kang minangka ulam.
      Yen tanpa ilmu tapanya, iya nora bisa dadi, lamun ilmu tanpa tapa, cemplang nora wurung dadi, asal puniku ugi, tan kawilet tatrapipun, kacagak bekanira, dadya keh pandhita sandi sinatengah wuruke mring cantrikira.
      Cantrikira landhep prinyangga, wedharira kang linempit, raose punika mulya, ngaturaken guruneki, pemedharira nenggih, mung saking graitanipun, nguni-uni punika, durung mambu warah yekti saking dene tan eca ing manahira.
      Dadya katur gurunira, gurune ngungun miyarsi, ngugemi ing aturira, sinemantakaken maring, wiku kang luwih-luwih pasthi anggepnya satuhu, iku wahyu nugraha, tiba ing angga pribadi, cantrikira pan lajeng ingaku anak.
      Artinya kira-kira begini : (terjemahan bebas)
      Dipikirkan siang dan malam, banyak yang didengarnya, tentang tingkah para pertapa yang berpikiran salah, akan ilmu ijab, mengira sudah benar, akhirnya tak berdaya, dililit oleh penerapannya, ada yang mati menjelma burung engkuk.
      Hanya memilih tempat hinggap, kayu yang berwarna baik, kayu nagasari dan anhsana, tanjung dan pohon beringin yang tumbuh di tepi pasar sang burung engkuk, melebihi orang-orang pasar, seperti mengharap kemuliaan, yang akhirnya tersesat dan terjerumus.
      Anak yang menitis (reinkarsani) menjadi raja, yang kaya harta benda, dan memiliki banyak wanita cantik, serta mempunyai banyak putra-putri yang akan menguasai, setiap kesukaannya, semua mendapatkan kelebihan, dalam proses penitisan, bagi sang Wrekudara tidak akan.
      Yang ada hanya pribadi, terhadap diri sendiri, semuanya dikatakan, jatuhnya tidak tepat benar, belum dapat disebut makhluk, yang sangat utama, demikianlah pengakuannya, yang dirasakan dahulu, menemukan suka kaya lagi berpangkat tinggi dirinya itu.
      Tidak tahu jika mendapat marah (dimarahi), terlanjur demikian, ia menitis pada hewan-hewan, tanpa bekas titisannya, tak mungkin akan berhasil, tidak sama sekali, salah dalam perkiraan, oleh kegemarannya di masa lalu, mati menitis jatuhnya.
      Tidak kuat menuju matinya, bingung dan tertutup juga melawan secara menyamar bersatu dengan orang banyak, oleh terlalu beratnya, gerakan menuju matinya dan menitis tidak akan menoleh kebelakang, ayah, ibu dan anak, dalam mencapai akhir, jika salah menjadi petaka dunia.
      Lihat Selengkapnya

      10 April jam 2:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia lANJUTAN BAHAN UNTUK DIBAHAS
      10 April jam 2:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Lebih baik jangan jadi manusia, hewan lebih mudah bertingkah, tanpa kata-kata sirna, bila secara pelan akan menuju kebenaran tyjuan, abad itu juga, tanpa sarana sebenarnya, seumpama diri adalah dunia, tak sperti batu diam, jernihnya pun tidak seperti air.
      Merata tanpa petunjuk, selain pendeta menganggap, dlam kematian yang dipaksakan, mendukung kepertapaannya, mengira akan dapat dicapai, dengan cara bertapa tanpa petunjuk, tanpa pedoman berguru, kekosongan pikiran, belum mendapatkan petunjuk yang
      Tingkahnya seenaknya sendiri, bertapa dengan merusak tubuh, dalam mencapai kamuksan, tanpa kata ia hilang, gagallah bertapanya itu, sedangkan yang dikatakan lestari, bertapa digunakan sebagai, ragi bagi tubuhnya, ilmu itu merupakan lauknya.
      Jika bertapa tanpa ilmu, tentu tidak akan berhasil, jika ilmu tanpa dijalankan, hambar tidak mungkin jadi, asal semua itu juga, tidak dililit oleh penerapannya, ditopang kesulitan, jadi banyak pendeta, setengah-tengah dalam memberikan ajaran kepada muridnya.
      Muridanya pandai dengan sendirinya, ajaran yang disimpan dirasakan mulia, memberi tahu gurunya, ajarannya itu hannya dari pikiran, di masa lalu itu juga, belum pernah mendapatkan ajaran yang benar, jadi tidak enak dalam hatinya.
      Kemudian disampaikan kepada gurunya, gurunya heran mendengar hal itu, memegang teguh kata-katanya yang diperoleh dari, wiku yang punya kelebihan, tentu dianggap suatu kebenaran, itu wahyu anugrah, jatuh kepada dirimu, cantrik itu kemudian di akui sebagai anak.

      Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian.
      Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah.Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya cakra panggilingan.
      Dasar pemikiran yang kemudian menjadi umpan untuk pertanyaan berikutnya:
      1. Siapakah sebenarnya Sekh Siti Jenar (Sunan Lemah Abang?)
      2. Dari mana asal beliau ? (benarkah beliau orang Jawa asli?)
      3. Apa hubungan beliau dengan Bhagawan Ciwamurti dan Mpu Kanwa ( karena pokok ajaran yang hampir serupa, yaitu tentang kemoksaan, Manunggaling Kawula Gusti, ==Moksatam Jagadita Yaca Itidharma== kw.)
      4. R. Ng. Ronggowarsito mengadopsi kisah ini dan ditulis ulang ke dalam Bahasa jawa yang lebih Modern, namun tidak merubah substansi isi ajaran. (apakah mungkin Beliau adalah Murid (pengikut) Kanjeng Sunan Lemah Abang?)…Lihat Selengkapnya

      10 April jam 2:34 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mmmmhh……..
      10 April jam 2:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      SELAMAT PAGI, SEMUANYA………………
      10 April jam 5:57 · SukaTidak Suka · 2 orangAswin Der dan Muhamad Mukhtar Zaedin menyukai ini.
    • Muhamad Mukhtar Zaedin All@pagi yg cerah, mari kita ngopi saudaraku semua, ini aku bawain gulanya heheheee *Salam Kasih selalu*
      10 April jam 6:38 · SukaTidak Suka · 1 orang

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. ..Ing salebeting kalbu rumaos kagigah,binuka saja kentjeng sedijanipun,thukuling raos ladjeng tansah kagungan rasa tresna marang ing sesamining tumitah,mboten mbedak-mbedak aken malah sansaja ngrembaka ing wasana ugi mahanani santosaning penggalih anggonipun badhe mangudi dhateng kaluhuran..Inggih ing salebeting kawontenan punika manungsa saget rumaos,bilih pengalihipun kirang santosa mijar mijur gampil kapikut tuwin kapikat dening ppakartining pantja drija ingkang damelipun namung adjak adjak gawe risak kemawon..Mangertija jen sira ana ing sadjeroning lali kuwi kang ana kabeh mung marang nistha,jen sira dumunung ana ing sadjeroning eling kabeh kuwi mau sedjatine dalan kang tumudju marang kaluhuran,mula saka kuwi jen pantjen ing wektu dina iki sira wus wiwit binuka rasanira,elinga marang djedjering djagad ja djagad raja,utawa djagadira pribadi kang den arani bawana setra,lan jen pantjen sira njata njata temen sumedija tumindak kang tumudju marang kaluhuran djati,pirsa marang asal mulanira,weruh marang sedjatine djiwangga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: