Bukan Kehendak Angan-Angan

 
 
Bukan kehendak angan-angan….. bukan ingatan…. pikiran atau niat…… hawa nafsu pun bukan…. bukan pula kekosongan atau kehampaan….. Penampilanku sebagai mayat baru…. andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu… nafasku terhembus di segala penjuru dunia… tanah… api… air…. kembali sebagai asalnya… yaitu kembali menjadi baru….. Bumi langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia, manusialah yang memberi nama……

    • Pangeran Samodera Wah mau nyaingi Topik Smile sajake
      03 April jam 18:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sinar itu Den Ayu……
      03 April jam 18:41 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Selamat malam Bunda sayang…putrie hadir menyapa karena adanya rasa kuangen yg tak tertahankan itulah nafsuku he he heeee…Emaach
      03 April jam 18:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tasirin Rahmat malam bunda ku, maaf aku tanya , mang gempar anak paduka
      03 April jam 18:45 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Wilujeng Dalu Jeng Lia,Kang MAs Abdulllah saha para kadang kinasih ..kula nuwun sewu nderek sinau mriki …
      03 April jam 18:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sang Suryagama Sabdanata: YG BERASAL DARI TANAH KEMBALI KE TANAH, DARI ROH KEPADA ROH, DARI CAHAYA KEPADA CAHAYA.#met mlm Diajeng
      03 April jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he he mas Nisbi piye karepmu tak susul neng Minggu pagi po he he he dumeh mas Joko dah berpulang kok aku ndak pernah disambangi… piye kabare mas ???
      03 April jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kiut say… mat malam say….
      03 April jam 18:47 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bocah Tanpa Aran semua akan kembali keasal masing2 dan kekal adanya….
      03 April jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kyara Dewi selamat Malam Mama sayang…..
      03 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Dodol Banjar Sugeng ndalu mbakyu……… Udan udan bakmi godognya jalan gak nich……..kgn masakanne…………nyimak.com
      03 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah….Sinar cahaya mengupas ajaran Syeh Siti Jenar dan Kejawen…. dan menyibak Serat Wedhatama…Rahasia Raja-Raja Mataram he he he
      03 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrie…. salam kangen juga say…. sini deket aku wae duduknya biar aku deket kalau nyupit dirimu kalau bandel…. he he he….
      03 April jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tasirin tanya saja sendiri sama mas Gempar… he he he saya ndak mau ikut campur masalah itu….
      03 April jam 18:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Koko sugeng dalu… opo ra kwalik to yo…??
      03 April jam 18:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Tasirin Rahmat aku byk blmtau sejarah raja mataram , gmana saya mengumpulkan raja raja pasundan bunda? mohon petunjuk
      03 April jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibundaq.. Abah Ali, kang Mas Koko, jenk Putri, mbak Kyara lan kgem sdoyo mawon engkang smpun rawoh, mugi kwilujengan tansah amberkahi kito sdoyo.
      03 April jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Sang Suryagama selamat malam kang….
      03 April jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Bocah tanpa Aran ya mas….selamat malam…
      03 April jam 18:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kyara selamat malam say….
      03 April jam 18:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Dodol… kepala kakap wae… tapi aku masih belum boleh nanti saja ya kalu Vigetarianku dah kelar tak serbu ke Semarang…
      03 April jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alhamdulillah Kiut bunda disini baik2 saja… bunda minta Kiut pun demikian say…
      03 April jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tasirin… mengumpulkan Raja2 tidak mudah mesti memakai Jurus Cinta Budaya he he he he
      03 April jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tia Duba Ardhina selamt malam bundaku…semoga sehat selalu..
      03 April jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam mas Jeans…
      03 April jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum……
      Saya hadir dan turut ‘lelenggahan’……….
      03 April jam 19:03 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Malam mbak Din….
      03 April jam 19:03 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Abdul Lathif…..
      03 April jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tasirin Rahmat justru kami lg menjalankan gerakan budaya ,
      03 April jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sugeng ndalu,….. Mbak Lia, Mas Ali, Kanjengmas Koko, Mas Misterr, Pangeran Samodera, Mbak Kyara juga yang lain……. Semoga tetap dalam rahmat Allah…….
      03 April jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sinar seperti itulah yang kudapatkan dalam mujahadah beberapa tahun lalu….dan menerangiku…
      03 April jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Bunda kulo inbox smpun di waos.., mat mlm jg Mas Lathif.. Monggo pinarak.
      03 April jam 19:11 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Tasirin Rahmat kami minta bantuan bunda, insya ALLAH raja2 akan kami undang di istana batu tulis bogor
      03 April jam 19:11 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Selamat malam bunda Lia.
      03 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Teddy Delano di dalamNYA, cinta adalah perpisahan yang dipersatukan oleh rindu tak berkesudahan…dalam keterpisahan antara Allah dan pencariNYA ada setumpuk rindu yang terangkum dalam doa dan anugerahNYA…hai mbakyuu…met malam.
      03 April jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbak Siwi, …. Momggo….
      03 April jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kyara Dewi Amien amien amien mas Abdul ..sugeng dalu ugi Abah serta seluruh yg hadir dimajlis ilmu ini..alhamdulillah kita bisa bermuajahah kembali..
      03 April jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      MBak Kyara, Mbak Siwi, Mas Misterr, Mas Ali……. kulo pamit medhal sautoro…… Bade wonten keperluan kedhap……
      03 April jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Siwi Marthin njih nderekaken.
      03 April jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Tasirin Rahmat maaf bunda, salam sm mas gempar , bahwa mas gempar ditunggu oleh kuncen joyo boyo, janji apa dgn beliu. trim ksh
      03 April jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra menarilah bersama didalam penderitaan dan kesabaran sehingga allah bisa tersenyum dan membanggakan dirimu dihadapan m”aikat malaikatnya
      03 April jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra menarilah bersama didalam penderitaan dan kesabaran sehingga allah bisa tersenyum dan membanggakan dirimu dihadapan m”aikat malaikatnya
      03 April jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra menarilah bersama didalam penderitaan dan kesabaran sehingga allah bisa tersenyum dan membanggakan dirimu dihadapan m”aikat malaikatnya
      03 April jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sinar itu muncul pada lafal basmallah terakhir setelah tiga hari 12000 basmallah setiap malamnya…
      03 April jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kang Dullah mas Jeans mimpimu hampir sama dan kini telah ada padaku… tolong jangan dibuka disini… karena akan ada 7 yg serupa…. kita cerita tentang Syekh Siti Jenar saja….
      Ajaran Siti Jenar memahami Tuhan sebagai ruh yang tertinggi, ruh maulana yang utama, yang mulia yang sakti, yang suci tanpa kekurangan. Itulah Hyang Widhi, ruh maulana yang tinggi dan suci menjelma menjadi diri manusia. Hyang Widhi itu di mana-mana, tidak di langit, tidak di bumi, tidak di utara atau selatan. Manusia tidak akan menemukan biarpun keliling dunia. Ruh maulana ada dalam diri manusia karena ruh manusia sebagai penjelmaan ruh maulana, sebagaimana dirinya yang sama-sama menggunakan hidup ini dengan indera, jasad yang akan kembali pada asalnya, busuk, kotor, hancur, tanah. Jika manusia itu mati ruhnya kembali bersatu ke asalnya, yaitu ruh maulana yang bebas dari segala penderitaan. Lebih lanjut Siti Jenar mengungkapkan sifat-sifat hakikat ruh manusia adalah ruh diri manusia yang tidak berubah, tidak berawal, tidak berakhir, tidak bermula, ruh tidak lupa dan tidak tidur, yang tidak terikat dengan rangsangan indera yang meliputi jasad manusia.
      Syeh Siti Jenar mengaku bahwa, “aku adalah Allah, Allah adalah aku”. Lihatlah, Allah ada dalam diriku, aku ada dalam diri Allah. Pengakuan Siti Jenar bukan bermaksud mengaku-aku dirinya sebagai Tuhan Allah Sang Pencipta ajali abadi, melainkan kesadarannya tetap teguh sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan. Siti Jenar merasa bahwa dirinya bersatu dengan “ruh” Tuhan. Memang ada persamaan antara ruh manusia dengan “ruh” Tuhan atau Zat. Keduanya bersatu di dalam diri manusia. Persatuan antara ruh Tuhan dengan ruh manusia terbatas pada persatuan manusia denganNya. Persatuannya merupakan persatuan Zat sifat, ruh bersatu dengan Zat sifat Tuhan dalam gelombang energi dan frekuensi yang sama. Inilah prinsip kemanunggalan dalam ajaran tentang manunggaling kawula Gusti atau jumbuhing kawula Gusti. Bersatunya dua menjadi satu, atau dwi tunggal. Diumpamakan wiji wonten salebeting wit……..
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Siwi mat malam….
      03 April jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tasirin omongo dwe aku tidak mau urusan sama mas Gempar…. dan aku tidak mau setelah panjenengan telp itu Ok… salam buat mas Guruh wae… masalah Budaya Jabar kalau ada kesulitan silahkan telp aku… aku akan membantu semaksimal mungkin… Ok.
      03 April jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan selamat malam mas… Aminnn… aku tetap akan tersenyum mas… salam kasihku.
      03 April jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Bunda aku nyimak ya,rupanya comp semakin hari semakin lihai edit photonya. yo lanjut nyimakku. malam semuanya.
      03 April jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Jeh Ibunda.. Monggo dilajengaken wdaranipun tentang Syeh Siti jenar, emang bnar Bunda jasad kita akan mati dan membusuk dan jd tulang belulang, tp Roh kita tdk akan pernah Mati.
      03 April jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yoh Den Ayu….mugo lancar…
      03 April jam 19:42 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pandangan Syeh Lemah Abang Tentang Manusia
      Dalam memandang hakikat manusia Siti Jenar membedakan antara jiwa dan akal. Jiwa merupakan suara hati nurani manusia yang merupakan ungkapan dari zat Tuhan, maka hati nurani harus ditaati dan dituruti perintahnya. Jiwa merupakan kehendak Tuhan, juga merupakan penjelmaan dari Hyang Widdhi (Tuhan) di dalam jiwa, sehingga raga dianggap sebagai wajah Hyang Widdhi. Jiwa yang berasal dari Tuhan itu mempunyai sifat zat Tuhan yakni kekal, sesudah manusia raganya mati maka lepaslah jiwa dari belenggu raganya. Demikian pula akal merupakan kehendak, tetapi angan-angan dan ingatan yang kebenarannya tidak sepenuhnya dapat dipercaya, karena selalu berubah-ubah.
      Kalau menurut pemikiran kita, perbedaan karakter jiwa dan akal yang bertolak belakang dalam pandangan Siti Jenar, disebabkan oleh adanya garis demarkasi yang menjadi pemisah antara sifat hakikat jiwa dan akal-budi. Jiwa terletak di luar nafsu, sementara akal-budi letaknya berada di dalam nafsu. Mengenai perbedaan jiwa dan akal, dalam wirayat Saloka Jati diungkapkan bahwa akal-budi umpama kodhok kinemulan ing leng atau wit jroning wiji (pohon ada di dalam biji). Sedangkan jiwa umpama kodhok angemuli ing leng atau wiji jroning wit (biji ada di dalam pohon).
      Bagi Syeh Siti Jenar, proses timbulnya pengetahuan datang secara bersamaan dengan munculnya kesadaran subyek terhadap obyek. Maka pengetahuan mengenai kebenaran Tuhan akan diperoleh seseorang bersama dengan penyadaran diri orang itu. Jika ingin mengetahui Tuhanmu, ketahuilah (terlebih dahulu) dirimu sendiri.
      Syeh Lemah bang percaya bahwa kebenaran yang diperoleh dari hal-hal di atas ilmu pengetahuan, mengenai wahyu dan Tuhan bersifat intuitif. Kemampuan intuitif ini ada bersamaan dengan munculnya kesadaran dalam diri seseorang.
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Nandang M Permana Nur Allah, Nur Muhammad, dan Nur jatidiri manusia…
      03 April jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he tumben bicara mas Nandang… hemmmm mat malam mas… salam kasih.
      03 April jam 19:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Nandang M Permana iya hee..e, selamat malam ya bunda…sukses selalu, amin.
      03 April jam 20:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……
      03 April jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa itulah kesempurnaan manusia. semua unsur dr ciptaan Allah menyatu dlm tbh manusia. lalu ditambahkan akal dan pikiran yg tdk dimiliki oleh makhluk lain, agar manusia menjadi khalifah di bumi….
      03 April jam 20:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Syekh Lemah Bang Tentang Kehidupan Dunia…..
      Pandangan Syeh Jenar tentang dunia adalah bahwa hidup di dunia ini sesungguhnya adalah mati. Dikatakan demikian karena hidup di dunia ini ada surga dan neraka yang tidak bisa ditolak oleh manusia. Manusia yang mendapatkan surga mereka akan mendapatkan kebahagiaan, ketenangan, kesenangan. Sebaliknya rasa bingung, kalut, muak, risih, menderita itu termasuk neraka. Jika manusia hidup mulia, sehat, cukup pangan, sandang, papan maka ia dalam surga. Tetapi kesenangan atau surga di dunia ini bersifat sementara atau sekejap saja, karena betapapun juga manusia dan sarana kehidupannya pasti akan menemui kehancuran.
      Syekh Siti Jenar mengumpamakan bahwa manusia hidup ini sesungguhnya mayat yang gentayangan untuk mencari pangan pakaian dan papan serta mengejar kekayaan yang dapat menyenangkan jasmani. Manusia bergembira atas apa yang ia raih, yang memuaskan dan menyenangkan jiwanya, padahal ia tidak sadar bahwa semua kesenangan itu akan binasa. Namun begitu manusia suka sombong dan bangga atas kepemilikan kekayaan, tetapi tidak menyadari bahwa dirinya adalah bangkai. Manusia justru merasa dirinya mulia dan bahagia, karena manusia tidak menyadari bahwa harta bendanya merupakan penggoda manusia yang menyebabkan keterikatannya pada dunia.
      Jika manusia tidak menyadari itu semua, hidup ini sesungguhnya derita. Pandangan seperti itu menjadikan sikap dan pandangan Syekh Siti Jenar menjadi ekstrim dalam memandang kehidupan dunia. Hidup di dunia ini adalah mati, tempat baik dan buruk, sakit dan sehat, mujur dan celaka, bahagia dan sempurna, surga dan neraka, semua bercampur aduk menjadi satu. Dengan adanya peraturan maka manusia menjadi terbebani sejak lahir hingga mati. Maka Syeh Siti Jenar sangat menekankan pada upaya manusia untuk hidup yang abadi agar tahan mengalami hidup di dunia ini.Syekh Siti Jenar kemudian mengajarkan bagaimana mencari kamoksan (mukswa/mosca) yakni mati sempurna beserta raganya lenyap masuk ke dalam ruh (warongko manjing curigo). Hidup ini mati, karena mati itu hidup yang sesungguhnya karena manusia bebas dari segala beban dan derita. Karena hidup sesudah kematian adalah hidup yang sejati, dan abadi.
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ya…tapi karena kesempurnaan itu pula menyebabkan manusia banyak yang tak tau diri…sehingga menjadi makhluk yang paling tidak sempurna…
      03 April jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Nandang makasih mas ditemeni….
      03 April jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mahardhika Putradewa makasih mas selamat malam mas… dan selamat datang… tumben mas… he he he
      03 April jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Syeh Siti Jenar Mengkritik Ulama dan Para Santrinya…. Alasan yang mendasari mengapa Syeh Siti Jenar mengkritik habis-habisan para ulama dan santrinya karena dalam kacamata Syeh Siti Jenar, mereka hanya berkutat pada amalan syariat (sembah raga). Padahal masih banyak tugas manusia yang lebih utama harus dilakukan untuk mencapai tataran kemuliaan yang sejati. Dogma-dogma, dan ketakutan neraka serta bujuk rayu surga justru membelenggu raga, akal budi, dan jiwa manusia. Maka manusia menjadi terkungkung rutinitas lalu lupa akan tugas-tugas beratnya. Manusia demikian menjadi gagal dalam upaya menemukan Tuhannya.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Diteruske ora kang Dullah…. iki… jadi ingat Eyang Marto luhku drodos wae kang… nek cerito iki….
      03 April jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Peristiwa turunnya Adam kedunia seperti ruh yang ditiupkan kejanin,maka begitu lahir pengembaraan dimulai dan tujuan utama Adam setelah didunia mencari kekasih hati atau jodoh yang dilambangkan Hawa…maka setelah bertemu berkembang biaklah seperti berkembangnya akal pikiran kita yang bila tak didasari kesadaran akan menemui jalan untuk kembali…
      03 April jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa kebetulan wktu olnya sama. jd lgsg bs liat update mba, hehehe
      03 April jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ralat…bila tak didasari kesadaran akan menemui jalan buntu untuk kembali…
      03 April jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ulama memang banyak tapi ulama yang benar benar warosatul anbiya hanya beberapa saja dan keberadaannyapun tak banyak yang tau…..hanya orang orang pilihan saja yang dipertemukan dengan ulama yang langka itu karena ulama langka itu selain ulama juga wali…
      03 April jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Monggo dilanjut poro kadhang kinasih……..
      Mbak Lia, kulo masih mendengar sabdhanipun………
      03 April jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kang Dullah ingat tulisan kemarin lusa masalah surga neraka…. to yo Kritik Syeh Lemah Bang Atas Konsep Surga-Neraka
      Konsep surga-neraka dalam ajaran Siti Jenar berbeda sekali dengan apa yang diajarkan oleh para ulama. Menurut Syeh Siti Jenar, surga dan neraka adalah dalam hidup ini. Sementara para ulama mengajarkan surga dan neraka merupakan balasan yang diberikan kepada manusia atas amalnya yang bakal diterima kelak sesudah kematian (akherat).Ingat belum kang Dullah… kalau dah ingat tak teruske…..Menurut Syeh Siti, orang mukmin telah keliru karena mengerjakan shalat jungkir balik, mengharap-harap surga, sedang surga sesudah kematian itu tidak ada, shalat itu tidak perlu dan orang tidak perlu mengajak orang lain untuk shalat. Shalat minta apa, minta rizki ? Tuhan toh tidak memberi lantaran shalat. iyo to kang … opo rezki jeblok dewe soko wuwunge omah tanpa usaha sing arep menehi yo sopo…??? sekarang banyak sekali Santri yang menjual ilmu dengan siapa pun mau menyembah Tuhan di masjid, di dalamnya terdapat Tuhan yang bohong. Para ulama telah menyesatkan manusia dengan menipu mereka jungkir balik lima kali, pagi, siang, sore, malam hanya untuk memohon-mohon imbalan surga kelak. Sehingga orang banyak tergiur oleh omongan palsunya, dan orang menjadi gelisah tak enak ketika terlambat mengerjakan shalat. Orang seperti itu sungguh bodoh dan tak tau diri, jikalau pun seseorang menyadari bahwa shalat itu dilakukan karena merupakan kebutuhan diri manusia sendiri untuk menyembah Tuhannya, manusia ternyata tidak menyadari keserakahannya; dengan minta-minta imbalan/hadiah surga. Orang-orang telah terbius oleh para ulama, sehingga mereka suka berzikir, dan disibukkan oleh kegiatan menghitung-hitung pahalanya tiap hari. Sebaliknya, lupa bahwa sejatinya kebaikan itu harus diimplementasikan kepada sesama (habluminannas).Lihat Selengkapnya

      03 April jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala sugeng ndalu..
      03 April jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ya seperti itulah ajaran ulama yang bukan warosatul anbiya…karena hanya mengajarkan teori bukan mengajarkan praktek….sementara banyak yang cukup yakin hanya katanya…bukan karena kataku…..
      03 April jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Lalu apa yg ada dan terkandung ….Kesimpulannya ya…… Pandangan Syeh Lemah Bang….. tentang terlepasnya manusia dari belenggu alam kematian yakni hidup di alam dunia ini, berawal dari konsepnya tentang ketuhanan, manusia dan alam. Manusia adalah jelmaan zat Tuhan. Hubungan jiwa dari Tuhan dan raga, berakhir sesudah manusia menemui ajal atau kematian duniawi. Sesudah itu manusia bisa manunggal dengan Tuhan dalam keabadian. Pada saat itu semua bentuk badan wadag (jasad) atau kebutuhan jasmanisah ditinggal karena jasad merupakan barang baru (hawadist) yang dikenai kerusakan dan semacam barang pinjaman yang harus dikembalikan kepada yang punya yaitu Tuhan sendiri. Lak yo ngono to kang Dullah….wis sak iki ngene wae….Terlepas dari ajaran Syekh Siti Jenar yang sangat ekstrim memandang dunia sebagai bentuk penderitaan total yang harus segera ditinggalkan rupanya terinspirasi oleh ajaran seorang sufi dari Bagdad, Hussein Ibnu Al Hallaj, yang menolak segala kehidupan dunia. Hal ini berbeda dengan konsep Islam secara umum yang memadang hidup di dunia sebagai khalifah Tuhan. Yo ora kang Dullah…. he he he. Bukak maneh atau baca ulang tulusan wengenane kae….aku ndak mau ngulang2 lagi… Ok…..
      Terus Nek Kejawen kang Dullah memandang jagat / donyo ki piye… ayo dikupas bareng2 yo kang….
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Dan sekarang memang banyak orang bertuhankan waktu…mereka bingung ketika dalam perjalanan belum sholat sementara waktu hampir habis…itulah waktu yang telah dijadikan tuhan…
      03 April jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Makasih mas Mahardhika… kita kalau pagi doa bersama kalau malam ya begini ini…. jadi gambar/ foto bermanfaat… sekalian kita tukar pikiran… Nuwun mas.
      03 April jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah kae kang Petruk telat suruh pus up 25 x wae ojok akeh2 mesak ake bali kerjo….
      03 April jam 21:22 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Petruk….hahahaha…..
      03 April jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Petruk Tralala lagi tek durung mbeber kloso wis kon push up, ngertio mush up limbuk nang omah, malah entuk pahala hahaha..
      03 April jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Petruk : hahahahaha……..
      03 April jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gus Nuril Arifin Empat ada kumbang makan kembang datang kambing kumbang pergi.
      03 April jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gus Nuril Arifin Empat sahabatku mengajarkan ini dan memberi nama Qur’an teles.
      03 April jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Tak rewangi metu singidan, ben ra konangan Limbuk barek makne..abote golek kopi sak cingkir cilik, ra dimanggakno malah kon olah raga karo sing nduwe warung, adem2 kok yo iihihihi..
      03 April jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Irfan Kulonuwon…. Selamat Malam Bunda….
      03 April jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sugeng ndalu,Gus Nuril….rahayu rawuhipun…
      03 April jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Assalamualilum wrwb,,met malam mama,,,,.
      03 April jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met malam jg buat om dullah,,,,mas petruk ,,mas arie,,dan semua yg hadir di sini,,,,salam kasihku selalu,,,
      03 April jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Kang Dullah, Mas Petruk, dan semua, juga para sepuh yg ada disini… Salam Hormat dan Kasihku Selalu.
      03 April jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok
      Saya mencari tempat yang tentram
      Diatas bumi
      Tahulah saya,bukan di bumi tempat yang tentram
      Kuikuti saja kehendak mauku
      Aku diperbudaknya
      Kalau kucukupkan yang ada,
      Akupun Merdekalah.

      (SAYA TIDAK SERAHKAN DIRIKU MEMIKUL KESAKITAN
      HANYALAH KARENA KU-TAHU BAHWA MAUT JUA YANG
      AKAN MENYEMBUHKAN AKU

      SATU PANDANGAN DARI PADA ENGKAU
      WAHAI TEMPATKU BERMOHON HIMPUNAN CITA-CITAKU
      LEBIH NYAMAN BAGIKU,DARIPADA DUNIA DAN ISINYA
      JIWA YANG SEDANG MENDERITA,SABAR MENDERITA

      SEMOGA YANG MENJEMPUT,DIA SENDIRI YANG ME NGOBATI)

      YA ALLAH…….. DUH YA….ALLAHHH…ALLAH..ALLAH.. YA ALLAH….ALLAH.
      Larutkan diriku dalam Mahabbah-MU,hak apa diriku padanya,saat ku lalai terasa bingung
      I LOVE YOU..I LOVE YOU ARE MY GOD AND MUHAMMAD MESSENGER YOUR.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Gadis… Salam Kasih.
      03 April jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Petruk : Ojo kesusu muleh, panjenengan tutukne olehe Push Up….. hehehehe…….
      03 April jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu poro rawoh sdoyo..
      03 April jam 21:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sebenarnya semua sudah jelas bahwa jagad raya ini tidak ada kecuali DIA…
      03 April jam 21:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Misterr : Kenapa baru datang………. Awas kena hukum Pus-Up juga kayak Mas Petruk hahahahaha.
      03 April jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit arie@ mat mlm mas
      03 April jam 22:00 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Petruk Tralala AL…adem2 kon push up, nek kopi karo gedang gorenge ra mbayar, gelem aku..qiqiqiqiqi..
      03 April jam 22:03 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Petruk : Jangan ‘ngrersulo’ …….. Mari pus-up terus tak aturke kopi klaian pisang gorenge,……. Jangan kuatir, saya setia kawan kok….
      03 April jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sy td udah dtg Mas Lathif.. Tp pergi lg.. Hehehe…
    • Bunda Lia
      Mas Latif… kang Dullah…. mas Arie Irfan…. mas Jeans….iki mondho abot kang… Mugo2 ora salah… Bismilahirrahmanirrahim…. mugo2 ora kliru….Pandangan Kejawen tentang makna hidup manusia dunia ditampilkan secara rinci, realistis, logis dan mengena di dalam hati nurani; bahwa hidup ini diumpamakan hanya sekedar mampir ngombe, mampir minum, hidup dalam waktu sekejab, dibanding kelak hidup di alam keabadian setelah raga ini mati. Tetapi tugas manusia sungguh berat, karena jasad adalah pinjaman Tuhan. Tuhan meminjamkan raga kepada ruh, tetapi ruh harus mempertanggungjawabkan “barang” pinjamannya itu. Pada awalnya Tuhan Yang Mahasuci meminjamkan jasad kepada ruh dalam keadaan suci, apabila waktu “kontrak” peminjaman sudah habis, maka ruh diminta tanggungjawabnya, ruh harus mengembalikan jasad pinjamannya dalam keadaan yang suci seperti semula. Ruh dengan jasadnya diijinkan Tuhan “turun” ke bumi, tetapi dibebani tugas yakni menjaga barang pinjaman tersebut agar dalam kondisi baik dan suci setelah kembali kepada pemiliknya, yakni Gusti Ingkang Akaryo Jagad. Ruh dan jasad menyatu dalam wujud yang dinamakan manusia. Tempat untuk mengekspresikan dan mengartikulasikan diri manusia adalah tempat pinjaman Tuhan juga yang dinamakan bumi berikut segala macam isinya; atau mercapada. Karena bumi bersifat “pinjaman” Tuhan, maka bumi juga bersifat tidak kekal. kang Dullah ojok turu to…
      Mas Arie kang Petruk neng ngendi ??? Mengko dadak golekki limbuk….

      Betapa Maha Pemurahnya Tuhan itu, bersedia meminjamkan jasad, berikut tempat tinggal dan segala isinya menjadi fasilitas manusia boleh digunakan secara gratis. Tuhan hanya menuntut tanggungjawab manusia saja, agar supaya menjaga semua barang pinjaman Tuhan tersebut, serta manusia diperbolehkan memanfaatkan semua fasilitas yang Tuhan sediakan dengan cara tidak merusak barang pinjaman dan semua fasilitasnya.
      Itulah tanggungjawab manusia yang sesungguhnya hidup di dunia ini; yakni menjaga barang “titipan” atau “pinjaman”, serta boleh memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan Tuhan untuk manusia dengan tanpa merusak, dan tentu saja menjaganya agar tetap utuh, tidak rusak, dan kembali seperti semula dalam keadaan suci. Itulah “perjanjian” gaib antara Tuhan dengan manusia makhlukNya. Untuk menjaga klausul perjanjian tetap dapat terlaksana, maka Tuhan membuat rumus atau “aturan-main“ yang harus dilaksanakan oleh pihak peminjam yakni manusia. Rumus Tuhan ini yang disebut pula sebagai kodrat Tuhan; berbentuk hukum sebab-akibat. Pengingkaran atas isi atau “klausul kontrak” tersebut berupa akibat sebagai konsekuensi logisnya. Misalnya; keburukan akan berbuah keburukan, kebaikan akan berbuah kebaikan pula. Barang siapa menanam, maka mengetam. Perbuatan suka memudahkan akan berbuah sering dimudahkan. Suka mempersulit akan berbuah sering dipersulit.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:09 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Misterr : Lha tadi apa udah ngisi absennya, Mas….. Kalau tadi lupa ngisi absen….. Ketahuan Bunda, maka panjenengan siap-siap kena Huku Push-Up….. hehehehehe………
      03 April jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah … pantang menyerah… makin semangat… aku akan tetap…. maju… he he he… malam ini akan ku wedar tuntas sampai habis… yang ngantuk boleh tidur….. tapi habis ini status ini tak hapus kabeh he he he…..
      03 April jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yoh…..tak kancani…
      03 April jam 22:17 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Menurut Syekh salat bukan diartikan sebagai kita telah menyembah Tuhan, tetapi Tuhanlah yang telah mengerakkan kita untuk salat. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah, termasuk dalam kita menyembah. Karena itu kita mohon kepada Allah agar kita digerakkan untuk bisa berbuat baik. Inilah yg disebut para Sufi yg melukiskan ajara Syekh sebagai ibadahnya orang_orang saleh, orang yg sudah tidak lagi mengklaim bahwa dia berbuat baik sebab Tuhan yang menggerakkannya. Pada tingkat ini orang selalu ikhlas, pasrah, tawakal kepada Allah dan inilah sebetulnya Islam dalam arti yg sebenarnya… Salam Hormat & Jabat Erat.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Arie Irfan Aku akan disini terus Bunda….
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Arie : Tolong Panjengan carikan Mas Petruk, Bunda mencari…..
      03 April jam 22:22 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Terus apa yang dilakukan dalam konsep Kejawen Tentang Pahala dan Dosa….dan Pandangan Kejawen tentang Kebaikan-Keburukan….. hemmmm bagiane HPK iki kudhune…. kang ngerti ora mas Latif bingung nek Coppy paste he he he… ra percoyo tanya pada semua yg disini wae…. mengko lak akeh sing Coppy kabeh… wah jiaan podho urik… jadi kang dullah mulai wedaran 1 minggu dulur2 senengane dibendel coppy… nek wis di woco banjur di bakar gantine kopi… ha ha ha di gawe melek maneh…. he he he Ok tak lanjut….
      Ajaran Kejawen tidak pernah menganjurkan seseorang menghitung-hitung pahala dalam setiap beribadat. Bagi Kejawen, motifasi beribadat atau melakukan perbuatan baik kepada sesama bukan karena tergiur surga. Demikian pula dalam melaksanakan sembahyang manembah kepada Tuhan Yang Maha Suci bukan karena takut neraka dan tergiur iming-iming surga. Kejawen memiliki tingkat kesadaran bahwa kebaikan-kebaikan yang dilakukan seseorang kepada sesama bukan atas alasan ketakutan dan intimidasi dosa-neraka, melainkan kesadaran kosmik bahwa setiap perbuatan baik kepada sesama merupakan sikap adil dan baik pada diri sendiri. Kebaikan kita pada sesama adalah KEBUTUHAN diri kita sendiri. Kebaikan akan berbuah kebaikan. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan kembali untuk diri kita sendiri, bahkan satu kebaikan akan kembali pada diri kita secara berlipat. Demikian juga sebaliknya, setiap kejahatan akan berbuah kejahatan pula. Kita suka mempersulit orang lain, maka dalam urusan-urusan kita akan sering menemukan kesulitan. Kita gemar menolong dan membantu sesama, maka hidup kita akan selalu mendapatkan kemudahan.
      Menurut pandangan Kejawen, kebiasaan mengharap dan menghitung pahala terhadap setiap perbuatan baik hanya akan membuat keikhlasan seseorang menjadi tidak sempurna. Kebiasaan itu juga mencerminkan sikap yang serakah, lancang, picik, dan tidak tahu diri. Karena menyembah Tuhan adalah kebutuhan manusia, bukan kebutuhan Tuhan.
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:25 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @MBakyu : Hehehehehehehe.
      03 April jam 22:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sholat itu ingat…sementara gerakan sholat seperti yang diajarkan syariat adalah metode untuk menemukan diri…tapi jarang yang mau mengkaji tentang sholat ini…dan masalah ingat ini juga luas bila dikupas…
      03 April jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hehehe… Beres Mas Lathif, ne udah aku cari Mas Petruknya… Tadi katanya mau pulang sebentar mau ambil jaket… Hahahaha…
      03 April jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mengapa seseorang masih juga mengharap-harap pahala dalam memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri ? Dapat dibayangkan, jika kita menjadi mahasiswa maka butuh bimbingan dalam menyusun skripsi dari dosen pembimbing, maka betapa lancang, serakah, dan tak tahu diri jika kita masih berharap-harap supaya dosen pembimbing tersebut bersedia memberikan uang kepada kita sebagai upah. Dapat diumpamakan pula misalnya; kita mengharap-harapkan upah dari seseorang yang bersedia menolong kita..?

      Ajaran Kejawen memandang bahwa seseorang yang menyembah Tuhan dengan tanpa pengharapan akan mendapat pahala atau surga dan bukan atas alasan takut dosa atau neraka, adalah sebuah bentuk KEMULIAAN HIDUP YANG SEJATI. Sebaliknya, menyembah Tuhan, berangkat dari kesadaran bahwa manusia hidup di dunia ini selalu berhutang kenikmatan dan anugrah dari Tuhan. Dalam satu detik seseorang akan kesulitan mengucapkan satu kalimat sukur, padahal dalam sedetik itu manusia adanya telah berhutang puluhan atau bahkan ratusan kenikmatan dan anugerah Tuhan. Maka seseorang menjadi tidak etis, lancang dan tak tahu diri jika dalam bersembahyang pun manusia masih menjadikannya sebagai sarana memohon sesuatu kepada Tuhan. Tuhan tempat meminta, tetapi manusia lah yang tak tahu diri tiada habisnya meminta-minta. Dalam sikap demikian ketenangan dan kebahagiaan hidup yang sejati akan sangat sulit didapatkan. Sembahyang tidak lain sebagai cara mengungkapkan rasa berterimakasihnya kepada Tuhan. Namun demikian ajaran Kejawen memandang bahwa rasa sukur kepada Tuhan melalui sembahyang atau ucapan saja tidak lah cukup, tetapi lebih utama harus diartikulasikan dan diimplementasikan ke dalam bentuk tindakan atau perbuatan baik kepada sesama dalam kehidupan sehari-harinya. Jika Tuhan memberikan kesehatan kepada seseorang, maka sebagai wujud rasa sukurnya orang itu harus membantu dan menolong orang lain yang sedang sakit atau menderita.
      Itu lah pandangan yang menjadi dasar Kejawen bahwa menyembah Tuhan, dan berbuat baik pada sesama, bukanlah KEWAJIBAN (perintah) yang datang dari Tuhan, melainkan diri kita sendiri yang mewajibkan.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:41 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Latif waktu aku medar Syekh siti Jenar dimana ya mas… tak Copyne tak masukke sini pisan kasian yang belum sempat baca, Ingat ndak….
      03 April jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Ananda kan stia menamani Ibunda mpek wdaran slesai Bun..
      03 April jam 22:43 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Ingat Mbak ……. Apa dicarikan toh, Sekarang?
      03 April jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga
      Ini kan mas Latif…. Statusnya… nek bener tak urutke lagi….Hidup adalah satu perjalanan untuk suatu pencarian……… Sadar atau tak sadar setiap jiwa ini dituntun kesana…. pencarian….. pencarian akan hakikat hidup
      Kedamaian…. Kesadaran….. dan Kebenaran yang sejati…..
      Entah perjalanan ini salah dan benar…. semua adalah sebuah perjalanan…
      Perjalanan mencari sesuatu yang telah lama hilang…. Sesuatu yang sangat dirindukan setelah sekian lama….. dulu kita berkumpul dan bersatu dalam Haribaan-NYA…. Alangkah lebih baiknya jika sang diri mulai menyadari akan pencariannya…… Meninggalkan batasan dan ukuran yang selama ini dipakai
      Ya sadarilah pencarian itu tidaklah akan pernah berakhir…… Sampai akhirnya waktu pun sudahlah habis terbuang percuma….. nunggu apa lagi…. benahilah diri…. sentuh pikiran dengan niat yang bersih…
      karena gejolaknya alam… siapa yang tau….
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:48 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      FAHAM TAUHID SYEIKH LEMAH ABANG
      (Oleh : Bunda LIA, 1 April 2011)

      Apa yang kita lihat….. Apa yang kita dengar
      Apa yang kita tangkap dari luar diri kita…. hanyalah menimbulkan ilusi dan kepalsuan….. Akal pikiran, logika, Angan angan itulah dunia kepalsuan….Tetapi ternyata di dalam… diri kita ada sesuatu bagian yang lama sekali Dia kekal dan abadi dan selalu merindukan jalan pulang….. Dia sebuah daging yang bernama hati Nurani yang terdalam….Sebagai pancaran dari ruh kita yang kekal abadi……
      Apakah wujud dari Tuhan itu dapat dimiliki oleh manusia…. menurut Syeh Siti Jenar …. Memang, sifat wujud itu bisa dimiliki manusia dan itulah inti dari ajaran ini…. Selama manusia mampu menjernihkan kalbunya… maka ia akan mempunyai …sifat-sifat itu. Sifat tersebut pun sudah kumiliki…. Kalian bisa melakukannya dengan mengamalkan apa yang hendak kuajarkan….. Allah adalah satu-satunya yang wajib disembah. Dia tidak tampak dan tidak berbentuk. Tidak terlihat oleh mata. Sedangkan alam dan segala isinya merupakan cerminan dari wujud Allah yang tampak. Seseorang bisa meyakini adanya Allah karena ia melihat pancaran wujud-Nya melalui jagad raya ini. Allah tidak berawal dan berakhir, memiliki sifat langgeng, tak mengalami perubahan sedikitpun. Allah berada di mana-mana, bukan ini dan bukan itu. Dia berbeda dengan segala wujud barang baru yang ada di dunia.

      Sedang Hakikat Kodrat adalah kekuasaan pribadi Tuhan. Tak ada yang menyamainya. Kekuatan-Nya tanpa sarana. kehadiran-Nya berasal dari ketiadaan, luar dan dalam tiada berbeda. Tak dapat ditafsirkan. Jika engkau menghendaki sesuatu maka pasti… kalian rencanakan matang-matang dan pasti pikirkan berulang-ulang. Itupun masih sering meleset. Namun Allah tidak demikian, bila menghendaki sesuatu tak perlu dipersoalkan terlebih dahulu.Allah tidak memerlukan sesuatu ? Benar Allah tidak memerlukan sesuatu. Karena itu jika kalian hidup tanpa memerlukan sesuatu, tanpa butuh harta benda, tanpa butuh jabatan, tanpa butuh pujian, maka kalian akan merasakan hidup yang sesungguhnya. Kalian akan memiliki sifat Allah tersebut.

      Kalau manusia menghindari sesuatu dan merasa tidak memerlukan apapun, apakah akhirnya dapat disamakan dengan Allah ?
      Tidak ! walaupun manusia hidup tanpa bergantung sama sekali kepada duniawi, namun ia tetap berbeda dengan Allah. Tidak bisa disamakan dengan Tuhan. Allah adalah pencipta dan kalian adalah yang diciptakan. Allah berdiri sendiri, tanpa memerlukan bantuan. Hidupnya tanpa roh, tidak merasa sakit dan kesedihan, Allah muncul sekehendaknya.
      Jika Allah berkehendak, maka apakah kehendak seseorang itu karena kemauan Allah ? Untuk sampai pada jawaban itu, kita harus membedakan seseorang mana. Manusia itu dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Ada yang awam, ada yang khowash. Orang awam hanya beribadah secara syariat, tanpa dapat memelihara kalbu, maka ia masih jauh bisa berhubungan dengan Allah. Sedangkan orang-orang khowash, termasuk para nabi, rasul, dan waliyullah, mereka beribadah secara utuh. Bahkan sampai pula pada tingkatan hakikat. Kalau kalbunya sudah bersih dari duniawi dan menyatu dengan cahaya Ilahi, maka kehendak dan kemauannya itu berasal dari Allah.Lihat Selengkapnya

    • Abdul Lathif
      Perbuatannya adalah perbuatan Allah. Maka jangan heran jika ada orang yang diberi karomah sehingga segala ucapannya menjadi bertuah.Lihat Selengkapnya

      Apakah Ibadahnya orang yang sudah khowash itu merupakan kehendak Allah ? Benar ! mereka mempunyai kejernihan akal budi. Memiliki kebersihan jiwa dan ilmu. Shalat lima waktu dan berzikir merupakan kehendak yang sangat dalam. Bukan kehendak n…afsunya, namun kehendak Allah. Semangatnya sedemikian besar. Mereka shalat tidak mengharapkan pahala, tetapi merupakan suatu kewajiban (diri) dan pengabdian. Badan haluslah yang mendorong untuk menjalankan.

      Banyak orang melakukan shalat tetapi tidak menyentuh kepada Yang Disembah. Ini bagaimana ?
      Memang banyak orang yang secara lahiriah tampak khusuk shalatnya. Bibirnya sibuk mengucapkan zikir dan doa-doa, namun hatinya ramai oleh urusan duniawi mereka. Islam yang demikian ini ibarat kelapa, mereka hanya makan serabutnya. Padahal yang paling nikmat adalah buah/daging kelapa dan air kelapanya. Mereka sembahyang lima waktu sebatas lahiriah saja. Tidak berpengaruh sama sekali kepada akal budinya. Padahal sembahyang itu diharapkan dapat mencegah keji dan munkar namun mereka tak mampu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalaupun hakikat shalatnya itu membekas pada budinya itupun hanya sedikit. Buat apa sembahyang lima kali jika perangainya buruk ? masih suka mencuri dan berbohong. Untuk apa bibir lelah berzikir menyebut asma Allah, jika masih berwatak suka mengingkari asma. Kadang-kadang pula mereka berharap pahala. Shalatnya saja belum tentu dihargai oleh Allah, tetapi buru-buru meminta balasan,…..aneh!

      Ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa amal hamba yang pertama kali diperhitungkan adalah sembahyang. Jika sembahyangnya baik, maka semua dianggap baik. Ini bagaimana ?
      Itu perlu ditafsirkan. Tidak boleh dipahami secara dangkal makna dari hadits tersebut. Hadits itu mengandung logika sebagai berikut; Orang yang tekun mengerjakan sembahyang dengan sempurna, maka perilaku, budi pekerti dan kalbunya juga harus terpengaruh menjadi baik. Sebab sembahyang yang dilakukan dengan jiwa yang bersih akan berpengaruh pula bagi cabang kehidupan lainnya.

      “Lebih lanjut Syeh Siti Jenar mengatakan sebaliknya hadits itu tidak berlaku bagi orang yang tekun mengerjakan sembahyang tetapi hatinya masih kotor, tersimpan keinginan-keinginan nafsu misalnya ingin dipuji orang lain, terdapat ujub dan sombong, , serta budinya menyimpang dan menabrak tatanan yang dilarang”.

      Apa hubungannya antara kanjeng Syeh Siti Jenar dengan Allah, yang disebut sebagai Dzat sejati ?
      Syekh Siti Jenar berkata “Dzat yang sejati menguasai wujud penampilanku. Karena kehendakNya maka wajarlah jika aku tidak mendapat kesulitan. Aku …bisa berkelana ke mana-mana. Tidak merasa haus dan lelah, tanpa sakit dan lapar, karena ilmu kelepasan diri, tanpa suatu daya kekuatan. Semua itu disebabkan jiwaku tiada bandingannya. Secara lahiriah memang tidak berbuat sesuatu, tetapi tiba-tiba sudah berada di tempat lain. Gusti Kang Murbeng Dumadi (Allah) yang kuikuti, kutaati siang malam, yang kuturut segala perintah-Nya. Tiada menyembah Tuhan lain, kecuali setia terhadap suara hati nuraniku. Allah Mahasuci”.
      Syekh Siti Jenar menjelaskan apa yang di maksud bahwa Allah itu Maha Suci ?
      Allah Mahasuci itu hanyalah sebatas istilah saja. Merupakan nama saja. Sebenarnya hal itu dapat disamakan dengan bentuk penampilanku. Jika kalian melihatku, maka tampak dari luar sebagai warangka (kerangka), sedangkan di dalamnya adalah kerisnya (intinya) Hyang Agung, yang tak ada bedanya dengan kerangka. Tuhan itu wujud yang tidak dapat dilihat dengan mata, tetapi dilambangkan seperti bintang yang bersinar cemerlang. Sifat-sifat-Nya berwujud samar-samar bila dilihat, warnanya indah sekali seperti cahaya yg sangat luar biasa….Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      Di manakah Tuhan berada ? Apakah Tuhan ada di langit ke 7 dan bersemayam di atas singgasana layaknya raja.
      Siti Jenar mendadak tertawa. Setelah tertawanya reda, ia berkata, “Itu salah besar, itu kebodohan. Sesungguhnya Tuhan tidak berada di …langit ketujuh dan tidak bertahta di singgasana atau arsy (Kursi). Bila kalian membayangkan demikian, maka hati kalian sudah musyrik. Berdosa besar. Karena kalian menyamakan Dia dengan raja atau dengan penguasa.

      Tuhan itu ada di mana ?
      Kalau kalian bertanya demikian, maka jawabnya mudah. Gusti Allah itu tidak kemana-mana, tetapi ada di mana-mana.

      Lebih gamblang ….Gusti Allah itu berada pada dzat yang tempatnya tidak jauh. Dia bersemayam di dalam tubuh kita. Tetapi hanya orang yang khowash, orang yang terpilih dapat melihat. Tentunya dengan mata batin. Hanya mereka yang dapat merasakannya.

      Allah itu berupa roh atau sukma ?
      Bukan roh dan bukan sukma. Allah adalah wujud yang tak dapat dilihat oleh mata, tetapi dilambangkan seperti bintang-bintang bersinar cemerlang.Warnanya indah sekali. Ia memiliki dua puluh sifat seperti; sifat ada, tak berawal, tak berakhir, berbeda dengan barang-barang yang baru, hidup sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari sesuatu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat, berilmu, hidup dan berbicara. Sifat Gusti Allah yang dua puluh itu terkumpul menjadi satu wujud mutlak yang disebut dengan Dzat. Sifat duapuluh itu juga menjelma pada diriku. Karena itu aku yakin tidak akan mengalami sakit dan sehat, punya budi kebenaran, kesempurnaan, kebaikan dan keramahan. Roh ku memiliki sifat dua puluh itu, sedangkan ragaku yang lahiriah memiliki sifat nur Muhammad.

      Muhammad SAW itu seorang nabi. Apakah Syekh mengaku sebagai Nabi ? Sedangkan dikatakan bahwa setelah nabi Muhammad, di dunia ini tidak ada kenabian lagi ?
      Jangan salah menafsirkan kata-kata Syekh. Jika salah, maka kita akan sesat dan timbul fitnah. Tentu saja memfitnah diri Syekh. Jawaban Syekh….” Begini, bahwa rohku adalah roh Ilahi. Karena aku pun memiliki sifat duapuluh. Sedangkan badan wadag ku, jasadku ini, adalah jasad Muhammad. Dari segi lahiriah Muhammad adalah manusia. Namun manusia Muhammad berbeda dengan orang kebanyakan. Muhammad memiliki jasad yang kudus, yang suci. Aku dan dia sama-sama merasakan kehidupan, merasakan manfaat panca indera. Dan panca indra itu hanyalah meminjam. Jika sudah diminta kembali oleh Pemiliknya akan berubah menjadi tanah yang busuk, berbau, hancur dan najis. Nabi atau wali, jika sesudah kematian jasadnya menjadi tak bermanfaat. Bahkan berbau, kotor, najis, busuk dan hancur. Warangka jika sudah ditinggalkan kerisnya maka tiada guna”.

      Apakah Jika seseorang sudah mati, berarti selesai sudah kehidupannya ?Siapa bilang begitu ? Tidak ! meskipun jasadnya mati, tetapi sebenarnya ia tidaklah mati. Karena itu, kalian semua harus mengerti bahwa dunia ini sesungguhnya bukanlah ke…hidupan. Buktinya ada mati. Di dunia ini, kehidupan disebut kematian. Coba rasakan ! Aku mengajarkan kepada kalian untuk tidak menyintai dunia ini dan tidak terpesona terhadap keindahannya. Carilah kebenaran dan kebahagiaan sejati demi kehidupan mendatang, kehidupan setelah kematian. Kalian akan berarti jika telah menemui kematian dan hidup sesudah itu. Engkau harus memilih hidup yang tak bisa mati. Dan hidup yang tak bisa mati itu hanya kalian rasakan setelah nyawa terlepas dari badan. Kehidupan itu akan dapat dirasakan dengan tanpa gangguan seperti sekarang ini. Ketahuilah, hidup yang sesungguhnya adalah setelah nyawa lenyap dari badan.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      Asalamu’alaikum wR wB….Terimakasih saudaraku/ sahabatku/ anak2ku yang sudah mau berkomentar maupun memberi jempol tulusnya sudah berkenan membaca ulasan malam ini dan saya lihat semua komentar bagus dan baik…. namun harapanku adalah ket…ulusan bukan karena takut atau segen…. kepolosan panjenengan justru merupakan realitas yang jujur. Dan Semoda panjenengan jauh dari kemunafikan. iItu adalah modal awal untuk nggayuh kawicaksananing Gusti. karena kejujuran akan membuka pintu utk mengenal diri sendiri lebih dalam, sebelum kita mengenali Tuhan.Dunia tetap menjadi pokok bagi setiap orang utk mengumpulkan “modal utk membeli” kamulyan sejati di “sana” kelak. jadi kehidupan di dunia jangan ditinggalkan. yg ditinggalkan hanyalah NAFSU DUNIAWInya. tetapi kita harus menjadi manusia yg bermanfaat bagi sesama, itulah kunci dari keberhasilan sejati dlm mengarungi samudra kehidupan ini. Keberhasilan hidup yakni berguna bagi sesama, merupakan modal utama meraih kehidupan yg sejati di “sana” kelak. kuncinya; jangan menyakiti hati sesama, jangan mencelakai sesama, dan lakukanlah donodriyah (amal sodaqoh) berupa harta, jika tak mampu berupa tenaga, jika tak mampu berupa ucapan yg menentramkan, jika tak mampu juga, maka sodaqoh lah dengan DOA.

      Reinkarnasi tidak diajarkan secara tegas dalam Islam, tetapi dalam kejawen dan juga pengalaman yang saya alami sendiri, maka saya secara pribadi sangat percaya reinkarnasi. agama merupakan “baju” sebagai kewajaran yang dikenakan manusia yg hidup bermasy. terserah bajunya apa, Tuhan tetap hanya satu, yg dimiliki oleh manusia sejagad, dan mereka manembah dgn caranya masing2.

      bagi ajaran kejawen kematian bukanlah hal yg menakutkan. karena hanya berpindah ke tempat yg lebih luhur. dan sangat dekat dengan kehidupan manusia. bahkan kita menjadi lebih dekat dan singkat jika kita telah “hidup” sejati. kemana-mana tanpa beaya, dalam sekejap sampai tujuan. tak terkena penyakit dst. tetapi kehidupan sejati kelak, akan ditentukan sekarang saat jasad kita masih kitapinjam untuk hidup di dunia, apakah kita berguna dan bermanfaat untuk sesama atau tidak. jika tak bermanfaat bahkan sering menyakiti hati, walau tanpa sadar, dan mencelakai org lain walau tak sengaja, niscaya kehidupan sejati tak dapat kita raih, sebaliknya yg ada hanyalah penderitaan sejati.

      Rumus (Kodrat) Tuhan di dunia ini; jika kita suka memudahkan org lain, gemar menolong dan membantu sesama, maka kita juga akan selalu dimudahkan dalam segala urusan, mendapat pertolongan dan bantuan dari sesama pada saat kita dalam keadaan sulit dan kritis. Tuhan telah mengtur semua itu. berlaku juga sebaliknya. semakin banyak kita mengulurkan tangan untuk org lain yg betul2 membutuhkan, maka akan semakin mudah rizki kita dapatkan. tetapi dgn syarat; topo ngrame; rame ing gawe sepi dalam pamrih. serta ikhlas memberi, sumpama kita buang hajat besar. dan jangan pernah grenengan/ngedumel karena hanya akan menghapus tabungan amal kebaikan kita. ibarat sdh melangkah naik, maka melorot lagi kita. semua kebaikan dan pengorbanan yg pernah kita lakukan pada sesama menjadi percuma sia-sia tiada arti. topo menembah, kuburlah semua kebaikan anda dari ingatan, agar tak muncul lagi dihancurkan hawa nafsu membangkit-bangkit jasa baik. tulislah kebaikan yg pernah kita lakukan pada org lain di atas tanah agar mudah terhapus, sebaliknya tulislah kebaikan org lain yg pernah dilakukan pada diri kita di atas batu agar kita selalu ingat akan “sangkan paraning dumadi”.
      maka..kemuliaan hidup di dunia ini yg sejati adalah ketika lupa akan semua kebaikan yang pernah kita lakukan pada sesama. dan selalu teringat saat kita khilaf, menyakiti hati, dan mencelakai org lain….. Wassalamu’alaikum wR wB….. Rahayu3x.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Orang yg unggul adalah orang yg mampu memahami dan menghayati kesejatian salat. Bukan orang yg tidak pernah absen mengerjakan salat lima kali sehari itu yg unggul, melainkan orang yang memahami dan menghayati hakikat dari salat, sembah dan pujian. Ini jelas tidak sama dengan pengerjaan salat semata_mata. Yg wajib dalam beragama adalah penegakan, dan bukan pengerjaan salat. Salat ditegakkan untuk mencapai kondisi tenang. Salat ditegakkan agar tercipta zikir kepada Tuhan. Yg menjadi sasaran utama itu zikirnya, bukan pengerjaan salatnya. Jika salat tidak menghasilkan zikir kepada Tuhan, ya sama saja dengan gerak badan dalam bentuk salat. Celakalah orang_orang yg mengerjakan salat, yg tak ada perhatian dalam salatnya, dan hanya sekadar pamer. Menurut Syekh sesungguhnya, kalau kita mau mempelajari Alquran dengan hati yang jujur dan pikiran terbuka, yg wajib dalam hidup ini ya zikir alias meditasi. Salam Kasih. Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:55 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif
      Alhamdulillah walau belum semua habis kukupas… dan besoh masih kukupas lagi masalah Syekh Siti Jenar namun hatiku lega….
      Ya Hati ini ternyata sungguh dahsyat dan luar biasa…. Disinilah letaknya kedamaian….. Disinilah munculnya cinta …dan kasih sayang
      Disinilah terbitnya keikhlasan dan ketulusan… Ya hanya dari sebuah hati yang sudah dibangkitkan dari kematiannya…..
      Hati yang sudah hidup dan memancarkan sinar kehidupan…..
      Hati yang terdalam sungguh suatu ukuran yang nyata dalam perjalanan kita…..Ya hati yang hidup makin hidup dan tambah hidup.

      ———–
      *) Amung meniko ingkang saget dhalem ‘unduh’ Mbakyu….. Ngapunten menawi taksih wonten ingkang keliwatan.Lihat Selengkapnya

      03 April jam 22:56 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Insyaallah, Bunda aku akan mengikuti tauziah yg sangat sangat bermanfaat ini
      03 April jam 23:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Agung Pambudi, dan Abdullah Ali menyukai ini
    • Abdullah Ali Hahahaha…..Den Ayu….karang yo nek guru kuwi pancen kudu teliti lan telaten koyo Abdul Latief iki…hahahaha…..mulo wong nek titen tlaten lan open yo mesti deduwen hahahaha…
      03 April jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya udah yang penting kita tau Judulnya….. yang satu itu tentang Agama, Budaya dan Spiritual ya… ya ya ya makasih mas Latif….
      03 April jam 23:06 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sembah nuwun, Mas Ali……. Kalau tidak direwangi ‘open’ sekarang, lantas kapan lagi bisa punya kesempatan belajar (yang katanya) diwajibkan hingga akhir hayat itu, Mas……
      Belajare wong tuwo iki, kudune dhuwe VERSI yang lain.
      @Mbakyu : Sepindah maleh, nyuwun duko menawi meniko kasebat ‘lancang’ , sebab mbenjang badhe kulo print (83 halaman)……hehe..
      03 April jam 23:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Latif Ini kan yg Agama, Budaya Spiritual Statusnya….
      Aku hanya sebagai seorang pengembara…. Yang mencari suatu makna….Akan arti kehidupan….. Yang penuh dengan derita …. dan bahagia….Dari waktu… ke waktu….. terus berlalu... sehingga menjadi masa lalu …. berbagai macam kerja keraspun kita alami… mandi peluh….. kehidupan sagat keras dan kejam…. namun ku harus tetap tegar baga…ikan batu karang …. yang tak mudah terkikis oleh hantaman ombak yang keras…..Tetapi… Aku seorang pengembara sejati….. Akan masa akhir penantianku nanti….. Yang selalu kuimpikan…Sebagai cita-cita yang selalu kuinginkan….. Di dalam tidur dan mimpiku…Cerahkan setiap langkah yang mulai tak tentu……. Tuk Menuju kembali pada- Mu

      Ya Allah jadi ingat leluhur dan Kejayaan ……
      Dalam tradisi Jawa dipahami bahwa di satu sisi leluhur dapat njangkung dan njampangi (membimbing dan mengarahkan) anak turunnya agar memperoleh kemuliaan hidup….lalu apa tindakan kita untuk berterimakasih pada beliau leluhur kita…Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Hahahaha….kesempatan tidak datang dua kali hahahaha….mumpung hahahaha…
      03 April jam 23:12 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Luar biasa… Ngapunten nembe absen… Sugeng dalu sdoyo kadang2 kinasih ugi terkasih…salam Rahayu kanugrahan sumirat tirto wening… Rahayu… Rahayu… Rahayu…
      03 April jam 23:18 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pangeran Joyo Kusumo : AWAS, penjenegan siap-siap kena hukuman Push-Up……. karena baru datang hahahahha……….
      03 April jam 23:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Setelah ini kita masuk teruskan apa itu Neng-Ning-Nung-Nang terperinci karena bagi orang jawa bahasa ini tak asing ditelinga … ingat Prof. DR H.Damardjati Supadjar…..
      Saya rasa benar pandangan dari kacamata Syech Siti Jenar…..tentang tataran manusia yang lebih banyak berkutat tentang tata-cara ( syari’ah ) melakukan ajarannya………itu saya maklumi, karena kemampuan level manusia dengan manusia lain berbeda dalam menjalankan ajarannya.
      Siapapun manusianya…kalau sudah mencapai tataran makrifat….akan mempunyai pandangan yang jauh…mempunyai rasa yang menyatu dengan Dzat Pencipta…..Namun kalau kita lihat secara umum di dunia……banyak orang yang belum mempunyai tataran tersebut….kalau ada orang yang menganggap bahwa dia paling tinggi ilmunya dari yang lain…ini bukanlah seorang dengan syarat yang mau menuju makrifat…..Namun sebagai pemuka agama atau ajaran tertentu ….. tugasnya hanya sebatas syariah…karena tujuannya agar Tatanan Kehidupan ini masih berjalan baik, menjaga dari perbuatan buruk, agar kehidupan di dunia ini selaras dan harmoni ……….kalau ada manusia sebagai pemuka agama/ajaran tertentu yang melakukan kesalahan dalam mengajak menjalankan syari’ah ( tata-cara )-nya ….maka dia harusnya di-judge sebagai “oknum” bukan agama/ajaran itu yang di-judge..Bagi saya……Kebenaran Hakiki itu hanya milik Allah SWT sang Pencipta Semesta……
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 23:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah isih eling to Neng Ning Nung Nang….
      03 April jam 23:24 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut….mengkok nek aku turu tak omong yo hahahaha…..
      03 April jam 23:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Latif,mbah ali@ hahaha saja’e dalange butuh kopi…hehehe
      03 April jam 23:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha…..cocok,nek wis neng ning nung nang terus gung alias turu hahahaha….hahahaha…
      03 April jam 23:29 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      @Pangeran Joyo K : Monggo….. ngrsaake sing pahit nopo manis……
      03 April jam 23:30 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha….Pangeran,ora mung kopi tapi ya karo rokok sak koreke hahahaha…
      03 April jam 23:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Iman Hasan Hmmm…kembali ke asal dgn menyatukan rasa..
      03 April jam 23:33 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Latif,mbah ali@ kopine yo kudu pait dsek… Hahahahaha rahayu tenan…
      03 April jam 23:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ini sudah berulang kali saya wedar jadi tinggal Copy saja… Neng- Sembah Raga…..
      Jumeneng; menjalankan “syariat”. Namun makna syariat di sini mempunyai dimensi luas. Yakni dimensi “vertikal” individual kepada Tuhan, maupun dimensi sosial “horisontal” kepada sesama makhluk. Neng, pada hakekatnya sebatas melatih dan membiasakan diri melakukan perbuatan yang baik dan bermanfaat untuk diri pribadi, dan lebih utama untuk sesama tanpa pilih kasih. Misalnya seseorang melaksanakan sembahyang dan manembah kepada Tuhan dengan cara sebanyak nafasnya, guna membangun sikap eling dan waspadha. Neng adalah tingkat dasar, barulah setara “sembah raga” misalnya menyucikan diri dengan air, mencuci badan dengan cara mandi, wudlu, gosok gigi, upacara jamasan, tradisi siraman dsb. Termasuk mencuci pakaian dan tempat tinggal. Orang dalam tingkat “neng”, menyebut dan “menyaksikan” Tuhan barulah melalui pernyataan dan ucapan mulut saja. Kebaikan masih dalam rangka melatih diri mengendalikan hawa nafsu negatif, dengan bermacam cara misalnya puasa, semadi, bertapa, mengulang-ulang menyebut nama Tuhan dll. Melatih diri mengendalikan hawa nafsu agar bersifat positif dengan cara misalnya sedekah, amal jariah, zakat, gotong royong, peduli kasih, kepedulian sosial dll. Melatih diri untuk menghargai dan mengormati leluhur, dengan cara ziarah kubur, pergi haji, mengunjungi situs-situs sejarah, belajar dan memahami sejarah, dst. Melatih diri menghargai dan menjaga alam semesta sebagai anugrah Tuhan, dengan cara upacara-upacara ritual, ruwatan bumi, larung sesaji, dst. Tahapan ini dilakukan oleh raga kita, namun belum tentu melibatkan hati dan batin kita secara benar dan tepat.
      Kehidupan sehari-harinya dalam rangka latihan menggapai tataran lebih tinggi, artinya harus berbuat apa saja yg bukan perbuatan melawan rumus Tuhan. Tidak hanya berteori, kata kitab, kata buku, menurut pasal, menurut ayat dst. Namun berusaha dimanifestasikan dalam perilaku dan perbuatan kehidupan sehari-hari. Perbuatannya mencerminkan perilaku sipat zat (makhluk) yang selaras dengan sifat hakekat (Tuhan). Tanda pencapaiannya tampak pada Solah. Solah artinya perilaku atau perbuatan jasadiah yang tampak oleh mata misalnya; tidak mencelakai orang lain, perilaku dan tutur kata menentramkan, sopan dan santun, wajah ramah, ngadi busana atau cara berpakaian yang pantas dan luwes menghargai badan. Akan tetapi perilaku tersebut belum tentu dilakukan secara sinkron dengan BAWA-nya. BAWA yakni “perilaku” batiniah yang tidak tampak oleh mata secara visual. Titik Lemah
      Pada tataran awal ini meskipun seseorang seolah-olah terkesan baik namun belum menjamin pencapaian tataran spiritual yang memadai, dan belum tentu diberkahi Tuhan. Sebab seseorang melakukan kebaikan terkadang masih diselimuti rahsaning karep atau nafsu negatif; rasa ingin diakui, mendapat nama baik atau pujian. Bahkan seseorang melakukan suatu kebaikan agar kepentingan pribadinya dapat terwujud. Maka akibat yang sering timbul biasanya muncul rasa kecewa, tersinggung, marah, bila tidak diakui dan tidak mendapat pujian. Kebaikan seperti ini boleh jadi bermanfaat dan mungkin baik di mata orang lain. Akan tetapi dapat diumpamakan belum mendapat tempat di “hati” Tuhan. Kredit point nya masih nihil. Banyak orang merasa sudah berbuat baik, beramal, sodaqah, suka menolong, membantu sesama, rajin doa, sembahyang. Tetapi sering dirundung kesialan, kesulitan, tertimpa kesedihan, segala urusannya mengalami kebuntuan dan kegagalan. Lantas dengan segera menyimpulkan bahwa musibah atau bencana ini sebagai cobaan (bagi orang-orang beriman).
      Lihat Selengkapnya

      03 April jam 23:38 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Sekarang orang banyak disibukkan untuk memerhatikan orang yg mengerjakan salat. Akhirnya, timbullah perasaan negatif terhadap orang yg tidak mengerjakan salat. Kita lebih tertarik ke sangkarnya daripada burungnya. Kita lebih terpesona kulit daripada isinya. Sehingga yg menandaskan tujuan salat, cuma dikomentari sambil lalu. Hanya diterjemahkan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Kebanyakan ulama tidak mengupas realitas salat. Hasil konkret dari penegakan salat. Justru kita lebih sibuk mengawasi pelaksanaan salat seseorang! Salam Kasih Penuh Damai. Lihat Selengkapnya

      03 April jam 23:38 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pada tataran ini, seseorang masih rentan dikuasai nafsu ke-aku-an (api/nar/iblis). Diri sendiri dianggap tahu segala, merasa suci dan harus dihormati. Siapa yang berbeda pendapat dianggap sesat dan kafir. Konsekuensinya; bila memperdebatkan (kulit luarnya) ia menganggap diri paling benar dan suci, lantas muncul sikap golek benere dewe, golek menange dewe, golek butuhe dewe. Ini sebagai ciri seseorang yang belum sampai pada intisari ajaran yang dicarinya. Durung becus keselak becus !Lihat Selengkapnya

      03 April jam 23:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Pangeran : ……. Rokok sak koreke = 8500, Kopi = 1500, Telur asine kaleh = 4000. Dadhos sedhoyo artane Sekawan welas ewu, Mas ……
      03 April jam 23:41 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Bapa Lathif : cobi kula tumbas toya pethak kemawon kersane sueger…
      03 April jam 23:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kanjengmas Koko : hahahahaha…… lhek toya pethak mboten usah bayar Mas …… diparingi mawon hehehehehe……
      Warunge meniko kadung ngedalaken bONUS….
      03 April jam 23:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa
      Sebagai orang yg memiliki sedikit pengetahuan, saya melihat kedudukan Syekh Siti Jenar dari sudut kacamata Ma’rifat. Sebagai seorang yg ma’rifatnya tinggi, maka ia tidak akan mengenali dirinya lagi, apalagi orang lain. kecintaannya terhadap Tuhan yg demikian kuat membuat hati, mulut dan seluruh anggota badannya selalu menyerukan Allah Allah Allah. Syekh Siti Jenar dgn ilmu yg dimilikinya tetap tidak bisa disejajarkan dgn Nabi. Nabi Muhammad diutus ke bumi utk menyelamatkan umat. Sebagai penyelamat Nabi pun lebih berpegang pd hukum syariat, walau sebenarnya Nabi sendiri pernah mengalami ektase, saat menerima wahyu Allah melalui malaikat Jibril. Keadaan ektase seperti ini, jika dilakukan oleh manusia skrg, inilah yg disebut khairikul adat, menyalahi adat kebiasaannya sehari hari. Seorang Al fakir (skrg msh hdp) pernah mengalami khairikul adat selama lima thn. Dlm masa khairikul adat, orangtua al fakir diusir dr rumahnya sendiri. Dipandang dari hukum sareat jelas salah. Bahkan termasuk anak durhaka. Tanah orgtuanya kemudian dibangun mesjid yg sekarang dinamakan Mesjid Pintu Seribu (di trans tv mesjid ini ditayangkan saat adzan maghrib) bahkan orangtuanya kembali dipanggil utk menempati tempat tinggal yg lbh bagus. Sampai sekarang Al Fakir sudah membangun 250 bangunan mesjid diberbagai daerah. Dan pembangunan mesjid itu trs berjalan entah sampai kapan. Nama lengkap beliau adalah AL FAQIR MAHDI HASAN AL QUDDROTILAH AL QODDAM, MASJID AGUNG NURUL YAQIN, PINTU SERIBU. Mesjid ini pernah hendak di buldoser oleh pemda setempat krna pembangunannya tanpa pondasi. Tapi apa kata beliau saat itu: silakan ente hancurkan kalau memang itu perintah Allah. akhir mereka pun mundur. Bahkan sekarang, mereka sering mendatangi mesjid itu utk berdzikir hingga menjelang subuh…. Subhanalloh….Lihat Selengkapnya

      03 April jam 23:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Arie….ya itulah kenyataan sekarang…
      03 April jam 23:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mereka kurang mengenal (bahkan) tidak tahu dirinya sendiri…….
      03 April jam 23:54 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Bunda, kaum intelektual skrg mempelajari agama hanya utk dibawa ke forum2, diperdebatkan, tanpa dihayati dlm kehidupan sehari hari. Akibatnya, islam dgn islam gontok2an. Mungkin ini yg disebut nabi sebagai akhir zaman. Aanak cucu kita kan diajarkan oleh ulama, tetapi ulama yg bodoh!
      03 April jam 23:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎(Ning; Sembah Kalbu)
      Wening atau hening; ibarat mati sajroning urip; kematian di dalam hidup. Tataran ini sepadan dengan tarekat. Menggambarkan keadaan hati yang selalu bersih dan batinnya selalu eling lan waspadha. Eling adalah sadar dan memahami akan sangkan paraning dumadi (asal usul dan tujuan manusia) yang digambarkan sebagai “kakangne mbarep adine wuragil”. Waspadha terhadap apa saja yang dapat menjadi penghalang dalam upaya “menemukan” Tuhan (wushul). Yakni penghalang proses penyelarasan kehidupan sehari-hari (sifat zat) dengan sifat hakekat (Tuhan). Ning dicapai setelah hati dapat dilibatkan dalam menjalankan ibadah tingkat awal atau Neng; yakni hati yg ikhlas dan tulus, hati yang sudah tunduk dan patuh kepada sukma sejati yang suci dari semua nafsu negatif. Hati semacam ini tersambung dengan kesadaran batin maupun akal budi bahwa amal perbuatan bukan semata-mata mengaharap-harap upah (pahala) dan takut ancaman (neraka). Melainkan kesadaran memenuhi kodrat Tuhan, serta menjaga keharmonisan serta sinergi aura magis antara jagad kecil (diri pribadi) dan jagad besar (alam semesta). Tataran ini dicapai melalui empat macam bertapa; tapa ngeli, tapa geniara, tapa banyuara, tapa mendhem atau ngluwat.
      1. Tapa ngeli; harmonisasi vertikal dan horisontal. Yakni berserah diri dan menselaraskan dengan kehendak Tuhan. Lalu mensinergikan jagad kecil (manusia) dengan jagad besar (alam semesta).
      2. Tapa geniara; tidak terbakar oleh api (nar) atau nafsu negatif yakni ke-aku-an. Karena ke-aku-an itu tidak lain hakekat iblis dalam hati.
      3. Tapa banyuara; mampu menyaring tutur kata orang lain, mampu mendiagnosis suatu masalah, dan tidak mudah terprovokasi orang lain. Tidak bersikap reaksioner (ora kagetan), tidak berwatak mudah terheran-heran (ora gumunan).
      4. Tapa mendhem; tidak membangga-banggakan kebaikan, jasa dan amalnya sendiri. Terhadap sesama selalu rendah hati, tidak sombong dan takabur. Sadar bahwa manusia derajatnya sama di hadapan Tuhan tidak tergantung suku, ras, golongan, ajaran, bangsa maupun negaranya. Tapa mendhem juga berarti selalu mengubur semua amal kebaikannya dari ingatannya sendiri. Dengan demikian seseorang tidak suka membangkit-bangkit jasa baiknya. Kalimat pepatah Jawa sbb: tulislah kebaikan orang lain kepada Anda di atas batu, dan tulislah kebaikan Anda pada orang lain di atas tanah agar mudah terhapus dari ingatan.
      Lihat Selengkapnya

      04 April jam 0:03 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Iman Hasan Dalam sekali jeng,Semoga diajeng di qobul Gusti Allah swt..amiin..amin..amiin
      04 April jam 0:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Titik Lemah
      Jangan lekas puas dulu bila merasa sudah sukses menjalankan tataran ini. Sebab pencapaian tataran kedua ini semakin banyak ranjau dan lobang kelemahan yang kapan saja siap memakan korban apabila kita lengah. Penekanan di sini adalah pentingnya sikap eling dan waspadha. Sebab kelemahan manusia adalah lengah, lalai, terlena, terbuai, merasa lekas puas diri. Tataran kedua ini melibatkan hati dalam melaksanakan segala kebaikan dalam perbuatan baik sehari-hari. Yakni hati harus tulus dan ikhlas. Namun..ketulusan dan keikhlasan ini seringkali masih menjadi jargon, karena mudah diucapkan oleh siapapun, sementara pelaksanaannya justru keteteran. Dalam falsafah hidup Kejawen, setiap saat orang harus selalu belajar ikhlas dan tulus setiap saat sepanjang usia. Belajar ketulusan merupakan mata pelajaran yang tak pernah usai sepanjang masa. Karena keberhasilan Anda untuk tulus ikhlas dalam tiap-tiap kasus belum tentu berhasil sama kadarnya. Keikhlasan dipengaruhi oleh pihak yang terlibat, situasi dan kondisi obyektifnya, atau situasi dan kondisi subyek mental kita saat itu.Lihat Selengkapnya

      04 April jam 0:04 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Nung; Sembah Cipta Kesinungan ; yakni dipercaya Tuhan untuk mendapatkan anugrah tertentu. Orang yang telah mencapai tataran Kesinungan dialah yang mendapatkan “hadiah” atas amal kebaikan yang ia lakukan. Ini mensyaratkan amal kebaikan yang memenuhi syarat, yakni kekompakan serta sinkronisasi lahir dan batin dalam mewujudkan segala niat baik menjadi tindakan konkrit. Yakni tindakan konkrit dalam segala hal yang baik misalnya membantu & menolong sesama. Syarat utamanya; harus dilakukan terus-menerus hingga menyatu dalam prinsip hidup, dan tanpa terasa lagi menjadi kebiasaan sehari-hari.
      Pencapaian tataran ini sama halnya laku hakekat. Laku hakekat adalah meliputi keadaan hati dan batin; sabar, tawakal, tulus, ikhlas, pembicaraannya menjadi kesejatian (kebenaran), yang sejati menjadi kosong, hilang lenyap menjadi ada. Tataran ini ditandai oleh pencapaian kemuliaan yang sejati, seseorang mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan di dunia dan kelak setelah ajal. Pada tahap ini manusia sudah mengenal akan jati dirinya dan mengenal lebih jauh sejatinya Tuhan. Manusia yang telah lebih jauh memahami Tuhan tidak akan berfikir sempit, kerdil, sombong, picik dan fanatik. Tidak munafik dan menyekutukan Tuhan. Ia justru bersikap toleran, tenggang rasa, hormat menghormati keyakinan orang lain. Sikap ini tumbuh karena kesadaran spiritual bahwa ilmu sejati, yang nyata-nyata bersumber pada Yang Maha Tunggal, hakekatnya adalah sama. Cara atau jalan mana yang ditempuh adalah persoalan teknis. Banyaknya jalan atau cara menemukan Tuhan merupakan bukti bahwa Tuhan itu Mahaluas tiada batasnya. Ibarat sungai yang ada di dunia ini jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya; ada yang dangkal, ada yang dalam, berkelok, pendek dan singkat, bahkan ada yang lebar dan berputar-putar. Toh semuanya akan bermuara kepada Yang Tunggal yakni “samudra luas”.
      Orang seperti ini akan “menuai” amal kebaikannya. Berkat rumus Tuhan di mana kebaikan akan berbuah kebaikan pula. Kebaikan yg anda berikan, “buahnya” akan anda terima pula. Namun demikian kebaikan yang anda terima belum tentu datang dari orang yang sama, malah biasanya dari pihak lainnya. Kebaikan yang anda peroleh itu merupakan “buah” dari “pohon kebaikan” yang pernah anda tanam sebelumnya. Selebihnya, kebaikan yang anda lakukan akan menjadi pagar gaib yang selalu menyelimuti diri anda. Singkat kata, pencapaian Nung, ditandai dengan diperolehnya kemudahan dan hikmah yang baik dalam segala urusan. Pagar gaib itu akan membuat kita tidak dapat dicelakai orang lain. Sebaliknya selalu mendapatkan keberuntungan. Dalam terminologi Jawa inilah yang disebut sebagai “ngelmu beja”.
      Untuk meraih tataran ini, terlebih dahulu kita harus mengenal jati diri secara benar. Dalam diri manusia setidaknya terdapat 7 lapis bumi yang harus diketahui manusia. Jika tidak diketahui maka menjadi manusia cacad dan akan gagal mencapai tataran ini. Bumi 7 lapis tersebut adalah ; retna, kalbu, jantung, budi, jinem, suksma, dan ketujuhnya yakni bumi rahmat.
      1. Bumi Retna; jasad dan dada manusia sesungguhnya istana atau gedung mulia.
      2. Bumi Kalbu; artinya istana iman sejati.
      3. Bumi Jantung; merupakan istana semua ilmu.
      4. Bumi budi; artinya istana puji dan zikir.
      5. Bumi Jinem; istananya kasih sayang sejati.
      6. Bumi suksma; yakni istana kesabaran dan rasa sukur kepada Tuhan; sukma sejati.
      7. Bumi Rahmat; istana rasa mulia; rahsa sejati.

      Titik Lemah
      Nung, setara dengan Hakekat, di sini ibarat puncak kemuliaan. Semakin tinggi tataran spiritual, maka sedikit saja godaan sudah dapat menggugurkan pencapaiannya. Maka, semakin tinggi puncak dan kemuliaan seseorang ; maka semakin besar resiko tertiup angin dan jatuh. Seseorang yang merasa sudah puas dan bangga dengan pencapaian hakekat ini bersiko terlena. Lantas menganggap orang lain remeh dan rendah. Yang paling berbahaya adalah menganggap tataran ini merupakan tataran tertinggi sehingga orang tidak perlu lagi berusaha menggapai tataran yang lebih tinggi.Lihat Selengkapnya

      04 April jam 0:05 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Nang; Sembah Rahsa..Nang merupakan kemenangan. Kemenangan adalah anugrah yang anda terima. Yakni kemenangan anda dari medan perang. Perang antara nafsu negatif dengan positif. Kemenangan Nur (cahya sejati nan suci) mengalahkan Nar (api; ke-aku-an/”iblis”). Manusia Nar adalah seteru Tuhan (iblis laknat). Sebaliknya, manusia Nur adalah memenuhi janji atas kesaksian yg pernah ia ucapkan di mulut dan hati. Manusia Nur memenuhi kodratnya ke dalam kodrat Ilahi, sipat zat yg mengikuti sifat hakekat, menselaraskan gelombang batin manusia dengan gelombang energi Tuhan. Sifat zat (manusia) menyatu dengan sifat hakekat (Tuhan) menjadi “loroning atunggil“. Yang menjadi jumbuh (campur tak bisa dipilah) antara kawula dengan Gusti. Inilah pertanda akan kemenangan manusia dalam “berjihad” yang sesungguhnya. Yakni kemenangan terindah dalam kemanunggalan; “manunggaling kawula-Gusti“. Bila Anda muslim, di situlah tatar makrifat dapat ditemukan.Lihat Selengkapnya

      04 April jam 0:05 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Monggo dipun maem singkong gorenge….. sambil lenggah ingkang prayogi…. hehehe…..
      Kulo sambi kora-kora piring lan gelas, saha cingir kopine……
      04 April jam 0:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Dadi wong nek wis iso meNENG nuwuhke ati lan pikir sing weNING, nek wis wening mulo dadi duNUNG…yen wis dunung lagi weNANG…utowo kuwoso….la wong nek kuwoso kuwi aGUNG….
      04 April jam 0:19 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Lathif… masalah Syekh Siti Jenar aku juga pernah ngupas di Labuh Labet… Catatanku disitu agak rame sih… karena sedikita agak tegang….
      04 April jam 0:19 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbakyu : Masalah nya ‘Labuh Labet’ yang sangat berhubungan dengan keikhlasan seseorang itu tempatnya ada dalam hati.
      Jadi, siapa yang tidak berhati ‘jernih’ (kebeningan jiwa), tentunya akan sulit menerima ‘wedharan’ itu, Mbak.
      04 April jam 0:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Bapa lathif anggene isah isah inkang resik njih…piring,gelas,cangkire resik umpami disoki toya malih kersani higienis ..bebas bakteri..njur pun ngantos pecah lo.. nek pecah didukani ingkang kagungan.
      04 April jam 0:23 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kanjengmas Koko : Injih…… Kulo sampun terlatih wonten warung menika, Kanjeng……..
      04 April jam 0:24 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha…iki poro wali kelas lagi musyawarah to iki…hahahaha…
      04 April jam 0:26 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Ali : Wali murid………
      04 April jam 0:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Kang Mas Abdullah nadyan ngaten Bapa lathief palenggahane sampun “Wali ……” loo. nadyan wali kelas. jenengan malah dereng wali. h h h
      04 April jam 0:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Mbah ali…hahaha yo ngopi2,udud2 rumiyen…
      04 April jam 0:30 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Walah, mas …… Sabune telase….. dibersihan pakai samo saja ya……
      04 April jam 0:33 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ha ha ha ha kang Dullah tanpa kita sadari ulasan dan catatan Syekh Siti Jenar kalau kita kumpulkan tuntas juga ya kang terakhir di Catatan Labuh Labet…dan kita membuka Serat wae kang …. Contohnya Wedhatama…Nitisruti…... Tapi besok aku mau memberi penjelasan tentang Serat Wedhatama Rahasia Spiritual Raja-Raja Mataram , terus Serat Kuning yang sangat Luar biasa…. atau kita selingi wae kang… aku mau sehari agama sehari kejawe…. jadi kita tidak kehilangan jawanya….Lihat Selengkapnya

      04 April jam 0:35 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Abdul Latief,mas Koko….la sing dadi wali nikah sopo yo hahahaha….nek ono sing arep nikah tapi hahahaha…..

      Den Ayu yoh ngono yo prayogo…..

      04 April jam 0:39 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Petruk : …… Besok lakone “Wahyu Makuto Romo”…… Mas Petruk…… Mas Petruuuukkk…….
      Walah ,,,,, turu tenan to wong iki mau, kekeselen olehe Push Up ini ….. hahahahaha…….
      04 April jam 0:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Petruk Tralala kik.kuk…
      04 April jam 0:41 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pangeran la kopiku pahitpahitmanis….rokoke 234 wis gelem opo ora…?
      04 April jam 0:41 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Hahahaha…… ijek melek wonge…
      04 April jam 0:42 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas Lathif kopinya yg diceret itu masih ada apa udah habis… Hehehehe… Singkong gorengnya jian mantaf tapi wis rodok adem… Hahahaha…
      04 April jam 0:42 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Arie@ Masih di tambahi lagi , belum masak benar airnya……..
      04 April jam 0:43 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas Lathif kopinya yg diceret itu masih ada apa udah habis… Hehehehe… Singkong gorengnya jian mantaf tapi wis rodok adem… Hahahaha…
      04 April jam 0:44 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Hmmmm,,,om lathif masih ada gak untukku
      04 April jam 0:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Mbah ali…kopine siiip yen wonten udude kretek sampurna aga mawon…hehehe rahayu tenan…
      04 April jam 0:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎@Gadis : Ooo, masih……….. Spesial untuk …. Nasi goreng + Telur mata sapi toh???? Mongggo…………
      04 April jam 0:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Gadis… Tuh udah disiapkan sama Mas Lathif teh hangat buat Gadis… Hehehe…
      04 April jam 0:50 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali La intine wengi iki dadi wong agung…wong agung kuwi turu ning melek…kamongko turu kuwi nikmat….la kok koyo statusku dino iki…jiiiiiiaaaaannnn sarwo mbeneri iki…hahahaha….hahahaha…Den Ayu……puji Gusti lan rahayu kabeh…ya Nabi…..salam ‘alaika wa’alaina….amin amin amin……
      04 April jam 0:52 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hahaha… Malah disiapne nasi goreng + telur mata sapi….
      04 April jam 0:52 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Klo Gadis pingin krupuk tuh di blek masih banyak… Hehehehe…
      04 April jam 0:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Petruk Tralala eneng sing dodolan sandal pora yo..?
      04 April jam 0:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Anton Stone Bunda Lia….saat ini saya dan keluarga berdomisili di Medan…
      04 April jam 1:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Gadis… ojok akeh2 mangan krupuk mundak mabur… ha ha ha ha
      04 April jam 1:01 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Aku pamit yo Den Ayu….wis wancine mancal mego…poro sederek nyuwun pangapunten ijin medal paseban agung meniko…pun sekecaaken anggenipun wawan rembak….mugi tansah ginanjar wilujeng…..Gusti tansah paring pengayoman dumateng kito sedoyo…..salam salam salam ya salam…..
      04 April jam 1:02 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wah Nek Medar Wahyu Mahkuto Romo kari Dewe yo karena ini paling gawat maliwat-liwat je … lak Njih ngaten jih kang mas Koko…. h ah ah ah aha ha ha
      04 April jam 1:03 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah wali nikahe sopo??? Gadis arep nikah karo Daniel po kang….
      04 April jam 1:03 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Ngapunten poro kadang sdoyo engkang sami tinarbuka padang trawangan ugi kanugrahaneng agung…meniko bade mandap rumiyen…salam agunge nugroho hayu hayu rahayu…
      04 April jam 1:04 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Petruk Tralala
      Limbuk : ko ndi truk..?

      Petruk : biasa ngopi..

      Limbuk : ngopi po push up..?

      Petruk : push up trs ngopi hihihi..

      Limbuk : saiki push up maneh, kene..!!

      Petruk : Ayo…!!

      Limbuk : Alon wae yo truk.. (selanjutnya terserah anda)

      … (^__^)…cling…Lihat Selengkapnya

      04 April jam 1:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Oya mas Anton masih disini ya … aku kira … maaf mas Anton… selamat pagi mas salam kagem keluargo njih mas….
      04 April jam 1:14 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Lha krupuknya enk kok mah ha ha ha,,
      04 April jam 1:17 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah…. apa tangannya kang mas Agung Pambudi apa ndak kriting ya kok ndak mau pangandikan sak itik wae kok cuma seneng jempolan ya kang….
      04 April jam 1:20 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om lathif@ aku mau nasi dr singkong wae szmz sambal ulek,,udah mntap ,,,he he ,,,,
      Mas arie@ mlm jg,,,boleh aja mas,,ha ha
      04 April jam 1:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hehehehe…. Krupuknya enak ea… Klo Gadis mau semua dibawa pulang juga gak pa pa kok.. Ne tas kresek nya…. Hiahahahahaha…..
      04 April jam 1:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Gadis kamu tuh mau nikah to kok kang Dullah ngomong Wali… kok ra tembung aku ki piye… Daniel po Jaya….
      04 April jam 1:23 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ha ha ha ha ha,,,lha terus piye mah,,,
      04 April jam 1:24 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Jeng Lia: tak kira para kadang sakabehe ora ana kang kriting jempole.. ning socane sing kriyip kriyip karo manthuk manthuk…
      04 April jam 1:24 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wowwwalllaaahhhh Gadis2 mama we rung wani kok kamu mau nikah… tobat tenan aku…. iso di undang simbah aku iki….
      04 April jam 1:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mama,@ ha ha ha,,,,seng di nikah isik ngumpet kabehhhh,,,,wahh,,,danil lak yo terjun neng bengawan solo to mah,,lek aku karo jaya,,,ha ha ha
      04 April jam 1:26 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Mas Koko … nyuwun sewu niki malah anak wedok nyuwun kromo… wisss tobattt biyunge wae isih bingung durung wani anakke malah nyuwun…. waduhhh piye iki jallll.
      04 April jam 1:27 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ha ha ha,,ktanya mama udah pingin gendong cucu,,,,,,ha ha ha
      04 April jam 1:27 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Anton Stone Salam kembali kagem Keluargo lan sepuh saking yogya….!
      04 April jam 1:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam Romo,,,,
      04 April jam 1:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ha ha ha ha ha tobatttt aku Gadis… wis sak karepmu nek perlu bareng pisan ning Thn.2014 wae yo…
      04 April jam 1:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Gadis : nikah itu bagus asal sudah mantab hati ,nikah itu menjalani kodrat dari penciptanya… sudah mantab belum?
      04 April jam 1:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm……
      04 April jam 1:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas arie@ wahhh klu kresek kurang mas,,hz ha ha
      04 April jam 1:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alaika salam mas Anton… nyuwun pangapunten mas Anton meniko njih … nyuwun pangapunten loh sami gegladen…
      04 April jam 1:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ha ha ha ha,,,mama,,,lek aku nikah dulu,,,tania ama ella gmna ha ha ha,,,,apa gk nangisss,,,
      04 April jam 1:30 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Romo_ lahir batin belum siap sama sekli,,
      04 April jam 1:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ws wr wb,,mas anton
      04 April jam 1:32 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Waduhhhh apa kamu siap kalau mama dulu nanti kamu teriak2 kalau punya adik lagi ha ha ha ….. Wis Gadis aku tak Thn.2014 wae… kamu sajalah say….
      04 April jam 1:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan ¤Gadis: Hahahaha…. Klo kurang di bawa sekalian sama blek nya juga gak pa pa kok…. Hwahahahaha….
      04 April jam 1:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Gadis : jika ada krenteg dan kemantaban serta dukungan dijalani aja … usia sudah cukup. nunggu apa.. kita juga tidak akan tahu usia kita akan sampai 2014 … ya gadis perlu direnungkan kembali mohon petunjuk Allah.
      04 April jam 1:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ha ha,,siap sedia mama,,,,,
      04 April jam 1:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Koko… mas Anton…kang Dullah … mas Arie… ankku Gadis tersayang… berhubung sudah waktunya tugas untuk Yasingan dan Al Ikhlas…. saya mohon diri untuk mengisi Doa besok pagi… Selamat pagi salam kasih selalu… sampai jumpa besok pagi jam 06.30.
      04 April jam 1:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya Romo,,,,tpi hati ini belum mantap romo
      04 April jam 1:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Koko nyuwun pangapunten ijin palilah mandap prasilan… ngantos pepanggih benjang enjang njih… Rahayu3x.
      04 April jam 1:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Arie@ wahh terlalu berat mas ,,he he,,,, bisa antar lzngsung ngak ya kira2
      04 April jam 1:40 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat njih rahayu3x
      04 April jam 1:40 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Petruk lali … aku pamit yo kang mengko ketemu neng jok teng…. Rahayu3x.
      04 April jam 1:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mama,,,,ILOVE U
      04 April jam 1:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Iya Bunda… Selamat Pagi… Salam Kasihku.
      04 April jam 1:43 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Okey dech aku bawakan, siapkan ea Gadis… Sekalian aku mau pulang ne… Hehehehe…..
      04 April jam 1:45 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas arie tak tunggu
      04 April jam 1:47 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Okey, tunggu sebentar ea Gadis… Aku tak ambil kendaraan dulu… Hehehehe…
      04 April jam 1:51 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Anton Stone Ojo ali neng Jok Teng…Soto Pak amat njih…Rahayu3x
      04 April jam 1:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Arie@ yoo beres,,,,,
      Anton_@ iya masss
      04 April jam 1:56 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Akhirat Selo asalamualaikum bunda
      04 April jam 8:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Akhirat Selo sak meniko tahsih dereng sahadat sempurnane wontene sunan kali jogo suwun sumanggak aken
      04 April jam 8:54 · Tidak SukaSuka · 2 orang

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: