Haruskah manusia dikudeta oleh binatang ?

 
LANJUTAN KEMARIN…..Alam semesta beserta seluruh tanda-tandanya sebenarnya merupakan ayat yang tersirat……. Jika mau jujur, lihat dan cermatilah kebijaksanaan yang tampak dalam bahasa alam….. tiada nilai yang bertentangan atau bersinggungan dengan ayat kitab suci manapun……. Ini cukup membuktikan bahwa ilmu Tuhan teramat luas tiada batasnya…… Jika anda ingin melihat BUKTI (bukan sekedar tulisan) kebesaran Tuhan, maka lihatlah tanda-tanda menakjubkan yang terdapat dalam ruang-ruang jagad raya….. Pergilah ke gunung, ke pantai, pandangi sunrise dan sunset, gelombang laut, resapilah saat hujan dan badai menerpa, guntur dan kilat menyambar, semua merupakan kalimat akan kebesaran Tuhan…. Sekali lagi, makna yang tersimpan dalam kalimat tanpa tulis dan kata-kata. Kalimat yang tidak dibatasi oleh bahasa, suku, dan bangsa tertentu…. Kata-kata dan huruf yang tidak terkungkung oleh adat istiadat, tradisi, dan ajaran tertentu….. Istilah yang tidak tergantung oleh ilmuwan tertentu….. Karena hakekatnya adalah kalimat universal, diperuntukkan untuk segala yang hidup, tidak terbatas manusia, namun binatang dan makhluk gaib semuanya….. Tidak terbatas hanya untuk pemimpin, kepala suku, rakyat jelata, bangsawan, orang-orang sudra. Itulah bukti nyata kebesaran Tuhan Yang maha Tunggal, Yang lebih dari Maha Besar….. Tuhan yang lebih dari Maha Adil dan Bijaksana…… Sayang sekali, manusia sering bertengkar gara-gara tak mampu menangkap anugrah perbedaan…… Haruskah manusia dikudeta oleh binatang ? Ataukah manusia harus berguru kepada makhluk hidup lainnya, kepada binatang melata, kepada burung, gajah, atau bahkan kepada makhluk gaib….. Karena mereka tidak pernah tercemar oleh polusi nafsu duniawi seperti manusia, sehingga mereka masih memiliki ketajaman instink dalam menangkap bahasa dan kalimat Tuhan….. Mengerti bilamana akan terjadi bencana dan musibah alam….. Jujur saja kami sering dipaksa harus berguru kepada mereka….. Masya Allah…..

    • Putrie Ragiel Trisno Siaaaaaap Bunda sayang selesai mandi duduk manis mongggoooooo….Emaach
      06 April jam 18:34 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Harmawan Rodjali’s Subhanallah…
      06 April jam 18:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mandilah jeng Putriku say….
      06 April jam 18:44 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Harmawan selamat malam ..
      06 April jam 18:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abbiy Kembar dunia memang sangat menyilaukan bunda……terkadang teramat sakit untuk menepis kilauannya…..itu yg saya rasakan….
      06 April jam 18:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Abbiy say benar… bahkan banyak setannya ya…he he he
      06 April jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abbiy Kembar trmkasih bunda …….saranya….
      06 April jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sama2 Abbiy…..
      06 April jam 18:47 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Ki Sabdo Lanang Sejati Itulah sifatAf’al Allah,alam…kita harus berusaha mampu berkomunikasi dg alam.mhn ma’af kalau keliru.Rahayu.
      06 April jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Jeje Pitulas Derajad Full terima kasih bunda…salam cahaya….duduk menyimak dawuh….
      06 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Owwwww tidak keliru Ki Sabdo… bener kok ….selamat malam saudaraku… salam kasih.
      06 April jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Jeje…. malam kang…
      06 April jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Oni Pangeran Petir malam bunda *selalu terburai kata yang menusuk kalbu, bahkan himpitan terasa longgar ketika membacanya*
      06 April jam 18:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Oni Pangeran Petir terimakasih selamat malam…
      06 April jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Oni Pangeran Petir semoga selalu membawa berkah bagi semuanya amiin
      06 April jam 18:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat wilujeng Ndalu Diajeng … Para kadang kinasih..nuwun sewu
      06 April jam 18:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn injih mas Oni itulah harapan kita mas…
      06 April jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Koko Sugeng dalu mugi ing dalu meniko kito tansah pikantuk Berkahipun Gusti Allah njih kang mas Koko….
      06 April jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Galih Kusuma met malem bunda…
      gimana keadaan bunda..dah sehatkan..??
      06 April jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mama,,kecantikanmu lahir dari pribadi mulia,,perawakanmu hadir dari aklak yg terpuji,,dari wajahmu tersingkap rahasia harapan mulia perjuangan,,,dr mata mama terpancar sinar memberi cahay suluh kebenaran dan Dari Tutur kata terungkap lengkap mutiara kata nilaian berharga,,,,,,ILOVE U MAMA
      06 April jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra selamat malam mbak..hari ini berlalu sudah..esok pagi akan terbit surya seiring derap langkah kita semua menuju gerbang keridhoan ilahi
      06 April jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam ROMO,,,,dan saudraku semua yg hdr sini,,
      06 April jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Galih met malam mas… belum mas… ini juga mesti nggantung kaki….
      06 April jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat malam Ibunda.. Dan ntuk semua saudara2q yg tlah hdir, smoga kslamatan dan kberkahan slalu menyertai kita smua, sbagai manusia yg diciptakan lbh smpurna kita hrs bs belajar dgn Alam, dgn bgitu kita bs menikmati sgala ciptaannya.
      06 April jam 19:02 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Gadisku say… kenapa kamu… wah … wis ankku wedok…
      06 April jam 19:02 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan… selamat malam… langkah nan pasti mas demi Negeri dan Bangsa ini agar gemah ripah loh jinawi… perjuangan dan semangat tanpa henti mas Awan….
      06 April jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mama,,klu keadaan mama kyk begitu gmn aku gk mikir dan nangis to mah,,,aku pingin pulanggggggggg
      06 April jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeans malam … anak lanang yang selalu setia mendampingi biyungnya… salam kasih….
      06 April jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he pulanglah sayang… aku tidak apa2 Gadisku… nih lihat mama masih mampu tersenyum untuk kalian semua … iyakan….
      06 April jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiada sedikitpun kekekalan dan keabadiannya….Apa yang kita lihat, Apa yang kita dengar…..Apa yang kita tangkap dari luar diri kita
      hanyalah menimbulkan ilusi dan kepalsuan….Akal pikiran, logika, Angan angan itulah dunia kepalsuan……
      06 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mam,,klu atasan gk ribet aku dah kabur pulang mah,,,
      06 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abbiy Kembar bunda minta izin ada 2 foto yg diambil sm abby…….mksh…..
      06 April jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Galih Kusuma kok sampek digantung sih bunda..dah 3hari kok lum berkurang bengkaknya..? semoga lekas sembuh bunda…
      didalam sakitpun bunda mash mampu tersenyum,tuk menyapa sodara..smoga Alloh memberikan karuniaNYA berupa kesehatan kpd Bunda..amien
      06 April jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya Gadis sabar ya say…
      06 April jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Abbiy say… ambillah …tapi simpan baik2 ya jang buat PP.
      06 April jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mama,,,udah sabar,,,mah
      06 April jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Ya Ibunda.. Ananda kan slalu menemani dan slalu mendo,akan Bunda.
      06 April jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas jeans met mlm,,di manakah posisi sekarang,,
      06 April jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mlm Gadis.. Klo kmu pngen pulang dah kangen Mama.. Pulanglah adikq.. Dr pd kmu pkiran trs.
      06 April jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Selamat malam saudara/ sahabat/ anak2ku kang kerso komentar ugi kang paring jempol… Semoga yang hadir disini / yg memberi jempol mendapatkan limpahan keberkahan dan kebahagiaan ,selamat sentaosa sukses fidunya wal aqiroh amien….. Selamat malam sederek sedaya, mugi tansah basuki yuwono nir ing sambekala.
      sugeng ing madyaning ratri kairing rembulan ingkang tansah hamadhangi jagad gumelar sagung dumadi ….. hanyekseni poro titah kang tumitah hamemuji mring gusti ingkang moho suci…..Rahayu 3x
      Lihat Selengkapnya

      06 April jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mas jeansss
      06 April jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Slmt malam Bunda ..slmt malam smua shbt2 Bunda yg trkasih ..aku nyimak dr tmptq yg jauh aja ya ..utk Bunda trm ksh krn setiap hr sll mengirim sesuatu yg indah dan amat brguna ..setiap doamu adlh air yg sejuk buat hati shbt2mu ..
      06 April jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Ni posisi Masmu lg di sala3 adikq.
      06 April jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeans … Gadis jangan digitukan anak ini bisa nekat… Gadis jangan dengerin masmu… mama udah baikan besok mama akan terbahak…. Ok say…
      06 April jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat Diajeng dalam keterbatasan tekhnologi bahkan sangat sederhana , orang jaman dahulu mampu memahami bahasa alam .isyarat2, firasat2, atau tanda tanda alam …andai jaman ini masih bertahan kemampuan itu .. manusia mungkin dapat terhindar dari malapetaka dan bencana.Mereka hanya belajar pada alam
      06 April jam 19:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Galih ndak apa2 kok… he he he tuh dah bisa senyum… kalau ndak kasih senyum dan sapaan pada semua takut mereka pada marah sama aku… he he he…
      06 April jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam mbak yu Triasih salam penuh kasih dan santunku padamu mbak yu ku tersayang…. Ku ucapakan terima kasih padamu
      Karena kau selalau menemaniku….Pada saat diriku rapuh
      Dan terpuruk sedih…… doakan aku biar cepat sembuh mbak yu… doamu kuharap selalu.
      06 April jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he kang mas Koko Insya Allah wedaran kita akan kearah itu namun tahap demi tahap agar semua mengerti… setelah wedaranku selesai dan aku dah akan menutup hingga titik Nol … kita akan tau sebenarnya apa yang kita cari dalam hidup ini dan mampukah kita hidup kembali setelah mati….
      06 April jam 19:38 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mama,,hrus cpet sembuh,,saya kwatir sekli mama,,
      06 April jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Iya2x Gadis mama akan segera sembuh say….
      06 April jam 19:42 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Assalamu ‘alaikum …nderek nyimak …sugeng ndalu kagem sedoyo mawon ….
      06 April jam 19:47 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Makanya Bunda hrs slalu sehat dan slalu trsenyum.
      06 April jam 19:48 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Nuwun sewu, hitam manis hitam manis pandang tak jemu, dung tak dung..jendang dung…lho rame iki ada kumpul kumpul ya,yo wis ngamenku mandeq wae,amett dalem derek lenggag.
      06 April jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah Bismillahirrahmanirrahim
      06 April jam 19:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah “Melepaskan Kegelisahan Hidup yang Tak Perlu”
      06 April jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Tukribo… kok derek nyemak kita bareng2 to yo mas…
      06 April jam 19:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Pasti mas Jeans….
      06 April jam 19:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he mas Bagyo setor dulu tadi dapet berapa … dung plak dung deng nya he he he… wahhh jiiannn iso2 wae to yo sedulurku siji iki…
      06 April jam 20:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Bunda Lia…lah kulo niki nopo to Bunda…pengetahuan agama nggeh cetek sanget…mboten saged komentar utawi urun rembug menopo2…
      06 April jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Akarbawah selamat malam mas… salam kasih….
      Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu. Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan. Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?Lihat Selengkapnya

      06 April jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tukribo jangan begitu mas.. apa lagi aku yang hanya buruh tani … yang hanya taunya menanam padi… wong deso cubluk… bodho ela-elo…. tapi banyak orang pintar sekarang berguru pada orang dibawahnya….
      06 April jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo amin amin amin …smoga bekah utk kt…smua yg ada adlh sarana dn prasaran buat smua manusia …srta saling mndukung dn mlengkapi satu sm lain …slm syg bunda …rahayu
      06 April jam 20:06 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat dirumah mas bagyo banyak Drum minyak Jeng … bisa di kirim ke songgo buwono
      06 April jam 20:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam mas Ariyo… salam kasihku ya mas….
      06 April jam 20:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah malam kembali bunda…..Keinginan yang tak dilandasi kebutuhan yang hakiki maka akan menghadirkan kegelisahan. Sedangkan kebutuhan yang tidak diinginkan pun berpotensi menghadirkan kegelisahan. Nah, belajarlah menginginkan apa yang sungguh Anda butuhkan, dan lakukanlah karena Tuhan untuk semesta raya.Insya Allah ketenangan dan kebahagiaan menjadi milik Anda.
      06 April jam 20:07 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Selamat Malam Bunda, para pinisepuh & semua keluarga besar yang hadir semua..
      06 April jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Bunda Lia terlalu merendah …ILMU PADI …sy salut lut lut…hampir setiap hari menyimak semua status dan tautan dari Bunda…walo ga bisa ksh komentar tp minimal ksh jempol…suwun …
      06 April jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn makasih mas Akarbawah… harapanku demikian ucapan yang sama untuk mas Akarbawah sekeluarga… Amin.
      06 April jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam kakang Prabu… salam kasih penuh damai mas…
      06 April jam 20:11 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Pasti Bunda ..aku pasti mendoakan biar kau cpt sembuh ( mdh2an mggu dpn ) dan kakimu normal lg dan bs menjlnkan rutinitas tnp rasa sakit …
      06 April jam 20:14 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Padma Wijaya II Nderek ngangsu bunda d para waskhita? Salam rahayu..
      06 April jam 20:15 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum…….
      Sugeng ndhalu sedhaya kadhang kinasih…..
      Taksih ‘kumanan’ karcir nopo, kulo, Mbakyu………
      06 April jam 20:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Harimau tidak saling membunuh. Tetapi manusia saling membunuh. Ada isyarat tertentu yg dimiliki oleh tiap hewan, di mana dalam duel yg kalah mengakui kekalahannya, dan yg menang menghentikan serangannya dan membiarkan yg kalah itu pergi. Harimau tidak memperoleh pelajaran untuk saling membenci. Jika diberi pelajaran demikian, mereka akan saling membunuh. Beberapa jenis ikan, ayam, dan kerbau yg digunakan untuk pertarungan. Kekacauan terjadi karena ulah manusia. Manusia justru bisa lebih brutal. Karena tak mampu menangkap anugerah perbedaan. Sengaja atau tidak sengaja, manusia banyak yg sudah menjadi korban ~ korban budaya robotisasi. Selamat Malam Bunda… Salam Hormat dan Kasihku Selalu. Lihat Selengkapnya

      06 April jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnnn makasih mbak yu Triasih… doamu akan didengar Allah mbak yu…. salam kasihku mbak yu…
      06 April jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mbak Triasih….kok sama dengan apa yang aku rasa….seminggu lagi kaki Den Ayu insyaAllah sembuh….amin.
      06 April jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Walahhhh mas Padma Wijaya II kita bareng2 mas… kia selalu bersama….
      06 April jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Lathif… dadak arisan RT po …???
      06 April jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Petruk Tralala mbeber kloso ahhh.. mumpung limbuk arisan nduk irian jaya, hihihi..
      06 April jam 20:27 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Lathif kemarin sampai mana ya mas….????
      06 April jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Koko kebeneran kang mas kalau banyak drum bisa ambil untuk tempat aftur …. buat penampungan karena Maospati kan bekas minyak pesawat….
      06 April jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Akarbawah Tanah
      Lepaskanlah semua keinginanmu, kecuali engkau yakin bahwa keinginanmu itu sudah SELARAS dengan KEHENDAK ALLAH…

      Kalau kau ingin Rizki dariNya maka berfokuslah padaNya, dan bukan berfokus kepada Rizki yang kau incar…

      Jangan sampai DIA menunda RIZKI untukmu hanya karena engkau FOKUS kepada rizki yang tidak ditetapkan untukmu. Mari kita Sadari…

      ~wallahu a’lamLihat Selengkapnya

      06 April jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Walah kang Petruk cik adoh temen… he he he….
      06 April jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn nuwun kang Dullah….
      06 April jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Kemarin sampai “MEREDAM AROGANSI ILMIAH” Mbakyu……
      Monggo dipun lanjut, Kulo rencangi Mbeto Tase…… hehehehe…
      06 April jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Petruk……. hahahahaha….. malah ditinggal nang kene…..
      Kelasipun kok dipun tilar, lah mengko mahasiswane rak sami mlajeng….. hehehehe…….
      06 April jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo mksih bun…smoga bunda snantiasa dksih ksehatan dn kkuatan …biar smuanya lancar n sukses
      06 April jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Galih Kusuma sugeng dalu sedoyo sederek..kulo wangsul maleh..pora kadang smpum same mlempak…sumongoo bunda..kulo nderek menyimak..mugio magetan tansah kumandang..
      06 April jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Petruk Tralala sekalian tak suruh kulakan koteka bund, siapa tau di jawa laku dijual hihihi..
      06 April jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Mas Dullah insyaallah mggu dpn ya mas krn aku kepinginnya ya bgt ..ga tau knp pokoknya aku kepingin mggu dpn Bunda sembuh ..
      06 April jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Ehm…. Ehm….
      06 April jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Anton Stone Insya Allah…Bunda Pasti Sembuh…sdh lebih 40 org yg mendoakannya!
      06 April jam 20:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ok mas Latif… hemmmm mas arie Irfan salam kangen… dan salam kasih… harimaunya dibahas besok saja OK kita lanjut yg kemarin ya mas… Ok… aku teruskan … Meredam Arogansi Ilmiah
      Jika dilihat sekilas beberapa pendekatan di atas terlihat sangat erat dengan unsur mistik, sehingga tidak jarang kadar ilmiahnya diragukan. Akan tetapi, paling tidak Wilber menegaskan bahwa fenomena kesadaran itu tidak melulu ilmiah, tetapi merupakan suatu misteri. Maka pendekatan apapun sebenarnya bisa membantu kita untuk memahaminya. Dalam hal ini arogansi ilmiah sedapat mungkin harus dicegah. Saran Wilber tersebut patut dijadikan warning, betapa pendekatan ilmiah yang bertumpu pada akal dan paca indera saja seringkali justru membatasi kemampuan manusia dalam mengungkap misteri kehidupan. Hegemoni arogansi ilmiah justru membuat manusia teralienasi dengan ke-ada-an misteri kehidupan yang sejatinya. Sama halnya dengan statemen-statemen “orang suci” yang telah menghegemoni kesadaran intuisi umat manusia dengan doktrin yang menciutkan hati. Ironis sekali, sebuah kekeliruan fatal manusia karena ketidakpercayaan akan kemampuan intuisinya sendiri, hanya karena merasa rasio akal-budi adalah segalanya. Secara moral agama sikap tersebut juga menafikkan intuisi sebagai anugrah Tuhan pada diri manusia. Sebaliknya, siapaun yang tertarik mengembangkan intuisi harus meredam arogansi ilmiah termasuk arogansi dogma-dogma, lalu membuka diri pada hal-hal yang ada di luar rasio atau akal-budi kita. Jika rasio anda meragukan daya kerja intuisi –bukanlah keputusan yang tepat– bisa jadi hal itu semata-mata karena akal-budi dan rasio belum terbiasa menerima serta menyaksikan sendiri kebenaran intuitif yang ada (being) di luar fikiran kita sebagai kebenaran esensial noumena.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 20:41 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mbak Triasih…..intuisi…
      06 April jam 20:43 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Triasih Prasetianingtyas Pengalaman aku kl rasa skt mencapai titik paling tggi nggak lama akan mereda dan sembuh secara prlahan ..
      06 April jam 20:44 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Den Ayu….bahkan aku berguru kepada seekor kucing tentang ketenangan dalam makan mengisi perut…
      Seekor kucing akan gelisah bila ikan yang dimakan hasil dari mencuri…tetapi akan tenang dan nyaman memakan ikan hasil diberi sang majikan…
      06 April jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Okey Bunda siappp…. Hehehehe….
      06 April jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Arie jangan berdehem dong kan belum kusapa xxxiiii xxxiiii xxxiiii… Mbak Yu Triasih terimakasih mbak yu … kok minggu depan sih besok pagi gitu loh….. Mas Anton Stone makasih mas atas doa panjenengan semoga… tapi besok pagi saja jangan nunggu minggu depan he he he ….. baiklah aku sambung hal diatas kita menuju moyang kita… leluhur kita… lagi2 leluhur… bukan main…..

      Benar kalimat nenek-moyang bangsa kita, Nggawa latu adadamar. Maka ada satu hal yang harus kita sadari sebagai modal utama untuk membuka kesadaran intuitif kita. Yakni, adanya kesadaran bahwa kecenderungan rasio manusia yang sulit menerima sesuatu yang baru dan terlalu rumit untuk dicerna akal-budi, sekalipun hal-hal bersifat empiris dan rasional bagi orang lain yang telah memahaminya. Terlebih lagi hal-hal bersifat hakekat yang abstrak dan gaib. Hal ini disebabkan kurangnya pengalaman pribadi, dan informasi yang lengkap serta sarana pembanding lainnya, sebagai data komparatif yang akan diolah rasio…… Kesadaran Intuisi Sebagai Sumber Kebenaran
      Sekalipun gaib/abstrak, daya kerja intuisi dapat dibuktikan secara logic dan empiris. Hanya saja pembuktian terencana dan empiris lebih sulit dilakukan. Karena pada umumnya intuisi tidak terkelola dengan baik sehingga daya kerjanya hanya bersifat spontanitas saja. Pembuktiannya juga lebih sering bersifat (seolah-olah) kejadian spontanitas sehingga dianggap kejadian yang “kebetulan” yang tidak ada korelasinya. Seorang enterpreneur sejati, seniman dan orang-orang sukses kadang menggunakan intuisinya untuk memilih mana orang yang tepat sebagai partner, mencermati peluang bisnis dan menciptakan kesempatan emas untuk membangun sebuah usaha. Disiplin ilmu menjadi sekedar alat untuk menggaris bawahi atau menguatkan kebenaran intuisinya di samping sebagai alat pembuktian secara obyektif. Intuisi adalah awal dari kesadaran kita sekaligus menjadi jurus untuk membuka jalan mana yang tepat dan benar untuk dipilih……Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Berbagai tradisi intelektual memperkenalkan teknik mengolah intuisi yang bersifat kontemplatif. Dalam pandangan ini kesadaran berada pada tingkatan yang lebih rendah dari yang seharusnya bisa dicapai manusia. Untuk meningkatkan kesadarannya orang perlu melakukan praktek meditasi dan yoga. Kesadaran yang sesungguhnya hanya dapat dicapai jika orang melakukan praktek tersebut secara konsisten. Tak puas hanya dengan melakukan kontemplasi, terdapat pendekatan Psikologi Perkembangan. Pendekatan ini memandang kesadaran bukan sebagai sesuatu yang tunggal tetapi sebagai dinamika yang terus berkembang di dalam proses. Setiap tahap di dalam proses tersebut memiliki perbedaan yang substansial dan harus dianalisis menurut kekhususannya masing-masing. Pendekatan ini juga menyentuh perkembangan-perkembangan unik di dalam diri manusia berupa kemampuan supernatural. Kemampuan ini dianggap sebagai fungsi kognitif, afektif, moral, dan spiritual yang berada di level yang lebih tinggi. Contoh Bekerjanya Intuisi….. adalah hal yang sepele namun tak bisa dianggap sepele. Karena melalui intuisi pula manusia mampu meraih kesuksesan. Dengan intuisi pula manusia kadang berhasil untuk mengungkapkan rahasia alam dan kehidupan. Betapa dahulu para ilmuwan diperingatkan jika metode berkembang biak makhluk hidup melalui cloning adalah sebuah ide atau gagasan non-sense dan kontroversial karena bertentangan dengan norma agama serta dianggap bertentangan dengan rumus/kodrat Tuhan…… Namun demikian riset dan ujicoba tak pernah berhenti hingga al hasil benar-benar membuktikan bila makhluk hidup dapat berkembang biak melalui proses pembiakan/penggandaan unsur genetika milik sendiri.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Kyara Dewi Sugeng dalu Mama sayang…alhamdulillah Yara dapat memetik pelajaran ini Mama…Keselarasan antara Qouliyah (Al-Qur’an al kariim)dan Kauniyah-NYA selaras terhampar dalam kenyataan alam semesta dan konsisten didalam dalil Aqli dan naqlinya….salam tadziim MAMA..
      06 April jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hehehe…. Aku udah senyum ne Bunda….
      06 April jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sekedar contoh proses diperolehnya kebenaran intuisi terdapat dalam beberapa contoh kasus berikut: Pada tanggal 2 bulan Mei 2006, sewaktu duduk berbincang dan diskusi bersama kawan-kawan,kang Dullah tiba-tiba berteriak histeris sambil terkesima, secara tidak sengaja melihat seperti kelebatan gambaran (view) seolah melihat “layar tancap” yang berisi “film” kejadian guncangan gempa dahsyat sekali. Dalam kelebatan tersebut sekilas tampak papan penunjuk arah tertera tulisan Ke Jl. Parangtritis, Ke Bantul, Klaten, Yogyakarta. Sehari kemudian jam 18.00 bayangan itu muncul lagi, namun kali ini sekelebat tertera tanggal “27”. Dalam gambaran itu tampak seolah gempa terjadi waktu remang-remang, tidak jelas apakah pagi atau sore hari. Ternyata bayangan itu benar-benar terjadi tanggal 27 Mei 2009. Antara tanggal 1 mei hingga tanggal 26 Mei, status bayangan tersebut belumlah sebagai kebenaran intuisi. Namun ketika gempa benar-benar terjadi persis tanggal dan harinya, barulah bayangan itu menjadi kebenaran intuisi.

      Dalam alur demikian, intuisi diakui sebagai metode pencari kebenaran, sebab masih tetap membutuhkan verifikasi atau pembuktian sebagai alat pengujian kebenarannya. Namun berbeda dengan metode ilmiah lainnya karena dalam metode intuisi kita tidak dapat mendominasi pembuktian intuisi. Posisi kita sebagai obyek intuisi sangatlah determinan, hanya menunggu bukti itu terjadi dengan sendirinya. Selain itu pembuktian empiris intuisi tidak bersifat instan, terkadang memakan waktu cukup panjang melibatkan beberapa generasi usia manusia, rentang waktunya bisa mencapai puluhan hingga ratusan tahun ke depan. Artinya, intuisi menjadi kebenaran setelah menunggu puluhan hingga ratusan tahun yang akan datang. Lamanya pebuktian menjadikan intuisi seolah hanya sebagai omong kosong belaka.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 21:13 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kyara say… malam say
      06 April jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Are Irfan makasih senyumanya ya mas…
      06 April jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Assalamu’alaikum, Bunda…, Alhamdulillah cuma terlambat 2 jam isi absen, hehehe…, slm jabat hati jg buat saudara”ku disini. smg damai hati sll terjaga….
      06 April jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Abdullah Ali menyukai ini.
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo bun…dalem pamit jogo regol rumiyen …hehehe
      06 April jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Loh ….. mas Aryo …. Lha kok keseso…….
      06 April jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif Wala….. Lha Mas Aryo kok keseso, toh.
      06 April jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wah mantap tuh mas Tukribo Ilmu Padi… wah kapan2 kita gelar ya mas…. kalau sampai ketarap itu waduh… saya mana punya ilmu mas… dasar cucu petani ya akupupun ikut jejak jadi petani he he he baik mas saya teruskan…. Contoh lain misalnya; dalam situasi dan kondisi yang teramat darurat anda harus mengambil keputusan yang sangat fital. Tidak ada waktu berlama-lama berfikir, tiba-tiba hati anda tergerak, atau bahkan seolah mendengar “bisikan gaib”, dan hati terasa menemukan kemantaban memilih salah satu jalan keluarnya. Keputusan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan proses berfikir anda sendiri. Setelah anda mengikuti suara hati dan “bisikan” tersebut, di kemudian hari anda benar-benar membuktikan sendiri sebagai keputusan yang paling tepat. Saya yakin, saudaraku2ku / sahabatku/ anakku yang disini pernah mengalami kejadian serupa.
      Bekerjanya intuisi kita biasanya dimulai dari kasus-kasus sederhana. Sebagai contoh misalnya: Panjenengan tiba-tiba merasakan keinginan kuat dari dalam lubuk hati untuk menelpon teman panjenengan yang lama tak ada kabar berita. Setelah panjenengan menelpon ternyata teman njenengan sedang mengharapkan bantuan anda. Contoh lain misalnya panjenengan tak tahu entah alasan apa namun merasa ingin sekali kembali ke rumah. Ternyata sampai di rumah panjenengan mendapati seorang pencuri mencoba masuk ke rumah njenengan. panjenengan bebas mengartikan intuisi njenengan sebagai ilham, ataukah nurani, bisikan gaib, karomah, wangsit, laduni atau sasmita. Ilustrasi yang lain, misalnya panjenengan sedang memikirkan seseorang, tiba-tiba orang yang bersangkutan menelpon atau mengunjungi panjenengan. Jika panjenengan mengelola intuisi bukanlah hal yang sulit untuk menggali potensi besar panjenengan yang masih tersimpan. Tidak mengherankan bila suatu waktu anda dapat menyaksikan warna-warna metafisik berupa warna-warna aura seseorang hanya dengan mata wadag anda. Lebih dari itu anda dapat menjawab teka-teki (enigma), semakin mudah menyaksikan eksistensi gaib (noumena) di sekitar kita kan…????.
      Lihat Selengkapnya

      06 April jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Arie Irfan Iya Bunda aku juga berterima kasih banyak… Wuih gembira sekali hati ini… Hehehe… Selamat malam Bunda… Salam kasih dan sayangku selalu.
      06 April jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Insting seekor kera seperti yang menghuni hutan disekitar gunung merapi….ketika merapi mau meletus kera kera berlarian turun gunung dan yang elok dimana kera berhenti disitulah tempat aman dari letusan…
      06 April jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Kang Dullah, Mas Latief serta semua yg hadir disini… Salam Hormat & Jabat Erat.
      06 April jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Abdullah Ali menyukai ini.
    • Arie Irfan Selamat malam Kang Dullah, Mas Latief serta semua yg hadir disini… Salam Hormat & Jabat Erat.
      06 April jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa
      laut biru. Pantai berpasir lembut. Rumah2 bersusun bagai mutiara diatas bukit2 yg terhampar hijau. Layar2 putih yg terkembang di laut lepas…, terlebih jika senja mulai menghamili sunyi. dan matahari tersungkur di kaki langit sana, menanti bulan tersenyum menyilih tugasnya. Pijar yg keemasan mengintaidi batas cakrawala, menyepuh kebiruan laut membiaskan secarik silhuet hitam di atas permadani yg terhampar kuning keemasan. sementara riak2 ombak yg ceria bergurau manja menjilati kaki pantai. Melabuhkan kebesaran Ilahi ke pucuk hati insan yg terpesona memuja kepermaian panorama alam. FA BIAYYI AALAA I-ROBBIKUMAA TUKADZDZIBAAN…..Lihat Selengkapnya

      06 April jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah masihkah dikau… kancani kang titik 00.00 aku turun mau 41 Yasin kang siapa tau ada keajaiban besok aku bisa lari2 karena besok malam ada tugas dialun2 Lor Lampah Ageng Kaki Gunung Nini Jaladri kang…. mulo sesok magrib njenengan kudhu wis tekan sanggar yo kang….
      06 April jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wa’alaikum salam mas Mahardhika….. Aminnn Insya Allah mas… salam kasih…. terimakasih mas… ya ini awal suatu pemanasan mas… dan semoga kita akn mampu mempersiapkan diri untuk melangkah naik untuk memasuki dan mengintip ilmu moyang kita … baik saya lanjut… Semua masih dalam lingkup daya kerja instrumen jiwa yang bernama intuisi disebut pula six-sense. Alat detektor makhluk halus yang dulu dianggap mustahil diciptakan, akhir-akhir ini manusia-manusia di negara-negara maju seperti Jepang, Jerman dan Amerika dengan pemberdayaan intuisinya berhasil memperoleh temuan baru (discovery) dengan ditemukan alat pendeteksi hantu atau roh. Di negara-negara maju dengan bimbingan intuisi satu misteri kehidupan telah berhasil diungkap bersama teknologi modern. Bahkan apa yang dilakukan para sastrawan dan pujangga nusantara di masa lalu berhasil membuat prediksi-prediksi besar dan satu demi satu sudah terbukti merupakan metode yang jauh lebih canggih dari alat-alat dan metode ilmiah paling kontemporer sekalipun. Hal itu menunjukkan kesadaran tinggi manusia (higher consciuousness) tidak sekedar spontanitas semata, namun semakin dapat dibuktikan secara ilmiah dan memenuhi syarat menjadi kenyataan obyektif yang diakui sebagai salah satu metode memperoleh kebenaran.

      Dihati panjenengan mungkin timbul pertanyaan….Mungkinkah suatu saat ditemukan kamera canggih yang dapat mengambil gambar wujud roh ? Tidak tertutup kemungkinan ! Mungkin sudah menjadi kodrat/rumus Tuhan bahwa perkembangan kesadaran intuisi (batin) manusia berkembang lebih pesat jauh meninggalkan kesadaran akal-budi………Lihat Selengkapnya

      06 April jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Betapa indahnya hidup manusia jika kesadaran intuisi isi lahir dari cahaya Tuhan yg bersemayam di kalbu….
      06 April jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sendiko dawuh Den Ayu…..
      06 April jam 21:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Javanese Tradition…..Manusia memiliki kecenderungan ontologis untuk selalu berupaya mencapai kesempurnaan dengan mengetahui kasunyatan (kebenaran sejati). Salah satu upaya tidak saja bersifat rasional (akal-budi) dan empiris (pengalaman jasad) namun merambah dalam unsur rasa di luar jasad (six-sense). Dengan mengasah intuisi atau pemberdayaan indera (ke-enam) sebagai indera perasa kita yang ada dalam rasa sejati (bukan indera perasa jasad). Setiap orang memiliki rasa sejati sebagai indera ke-enam (six sense). Namun demikian six sense kita ibarat masih terbungkus kulit yang tebal. Untuk memberdayakan intuisi maka indera ke-enam terlebih dahulu harus dikupas “bungkus”nya yang bermakna nafsu negatif. Hampir senada, Dr. A Ciptoprawiro (dalam bukunya: Filsafat Jawa; 1986) mencoba menjelaskan intuisi dengan mengatakan kesadaran intuitif melibatkan instrumen dasar manusia berupa perasaan & pengetahuan.
      Perlu saya tegaskan di sini dalam konteks perasaan pengetahuan tersebut harus dibedakan dengan perasaan panca indra. Perasaan pengetahuan merupakan perasaan di luar panca indera jasadiah. Dalam spiritualitas Jawa disebut sebagai rahsa sejati atau rasa jati. Untuk mempermudah penggambarannya dapat diperbandingkan dengan arti kata tela’ah, atau berfikir dengan hati. Yakni berfikir secara intutif, dalam terminologi Jawa dikenal sebagai makna dalam ungkapan menggalih (analisa menggunakan rasa). Dalam suasana yang rumit atau saat menghadapi suatu persoalan berat, orang Jawa sering mengatakan, akan melakukan ngenggar-enggar penggalih. Sebagai sebuah cara yang akan meningkatkan kesadaran aku kepada kesadaran pribadi. Kesadaran aku atau kesadaran rasa sejati tidak bersifat statis tetapi dapat berubah dinamis apabila diri kita melakukan upaya-upaya peningkatan kesadaran.
      Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Kalau dialam manusia…manusia ada yang membentuk team pemburu hanta…,maka bisa jadi dialam hantu…,hantu membentuk team pemburu manusia….hehehehe…..saingan hahahaha….hahahaha…
      06 April jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Ndhere’ake…….
      06 April jam 22:00 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Tradisi Jawa mengenal tata cara dan menejemen intuisi yang dapat diumpamakan mengupas bungkus yang menutupi indera ke-enam kita. Yakni antara lain dengan cara semedi, maladihening, mesu budi, tarak brata, tapa brata, dan laku prihatin. “Bungkus” adalah kiasan untuk menggambarkan nafsu negatif atau keinginan jasadiah. Setelah nafsu negatif “dikupas” kemudian akan muncul sensitifitas rahsa sejati, yakni berupa indera ke-enam kita yang menjadi “mata tombak” mengungkap kebenaran melalui intuisi. Nenek-moyang bangsa kita telah menemukan dan memberdayakan intuisi ini sejak zaman animisme dan dinamisme 1500-100 SM jauh sebelum semua agama-agama “impor” masuk ke bumi nusantara. Tak bisa dipungkiri daya jangkau intuisi mampu mencapai ruang-ruang gaib dengan menyaksikan noumena, berbagai eksistensi metafisika nan mistis. Justru dalam wahana ruang lingkup mistis inilah intuisi dapat berkembang dengan pesat. Hingga sekarang metode intuisi telah mengalami kemajuan sangat pesat khususnya di dalam tradisi dan kebudayaan Jawa yang kental akan mistisism. Inilah sejatinya apa yang disebut para ahli spiritual Jawa sejak era sebelum Majapahit sebagai pemberdayaan rahsa sejati dengan cara: nyidhem rahsaning karep, murih jumedule kareping rahsa. Mengendalikan nafsu, agar intuisi menjadi tajam (waskitha). Betapa pentingnya mengendalikan nafsu sampai-sampai dalam segala lini kehidupan tradisi Jawa selalu disipkan pepéling (pengingat) termasuk dalam tradisi kesenian tembang terdapat gaya pangkur. Pangkur bermakna nyimpang soko piolo, mungkur soko nafsu dur angkoro. HARAP DIBACA BENER2 AGAR KITA NANTI KALAU MEDAR ILMU LELUHUR JANGAN ADA PERTANYAAN ATAU ADA YANG MENGATAKAN MACAM2.DAN KALAU COCOK PAKAI KALAU TIDAK COCOK JANGAN DITERUSKAN….

      Dalam tradisi Jawa keberhasilan mengolah intuisi dapat dilihat pada kewaskitaan para Pujangga kita yang mampu menjadi sastrawan, seniman dan futurolog masyhur seperti ; KGPAA Mangkunegoro IV, Raden Ngabehi Ranggawarsita, P Jayabaya, RM Sastra Nagara, Mbah Ageng (Ki Metaram) Juru Nujum Sri Sultan HB IX, KPH Cakraningrat dan masih banyak lagi. Di negara barat seperti Nostradamus, Jucelino Noberga da Luz dan Franciscoshabiz (Brazilia), John Naisbitt, Suku Bangsa Maya dll. Berbagai ajaran spiritual Jawa bertumpu pada kekuatan intuisi masing-masing individu. Individu dapat mengembangkan sendiri-sendiri semampunya. Sehingga pencapaian hasilnya berbeda-beda. Ahli spiritual Jawa tidak mengenal kasta atau derajat pangkat melainkan dapat dicapai siapapun yang “gentur laku” mulai dari wong cilik, rakyat biasa, petani, seniman, pandhita, usahawan, hingga bangsawan. Namun biasanya olah spiritual bangsawan masa lalu lebih terkelola secara rapi dan terorganisir. Hingga sekarang Kraton masih eksis berfungsi sebagai cagar budaya sekaligus menjadi centrum cagar spiritual hasil “olah batin” para leluhur bumi nusantara.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 22:04 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Raden Sadam Benar sekali bunda….leres…jozzzzz
      06 April jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met mlam buat saudaraku semua,,rahayu,,,
      06 April jam 22:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met malam jg dimas Rad3n,,,,gmn kbarmu dimas,,
      06 April jam 22:16 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Raden Sadam leres leres….sugeng ndalu mbak gadis…rahayu, pengestune, dalem sehat bagas waras…amin, pripun kbripun mbak gadis? sehat anggih? amin
      06 April jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pada saat ini ilmu yang tersimpan di dalam kraton telah dipublikasikan melalui berbagai gubahan, buku-buku kajian budaya dsb. Paling tidak terdapat suatu nilai ajaran yang penting diperhatikan yakni prinsip dalam spiritual Jawa memandang bahwa perbedaan pemahaman spiritual menjadi hal yang sangat lazim dan ditoleransi. Dalam tradisi Kejawen tidak dikenal kitab suci, nabi, habib, orang suci dsb karena adanya pemahaman bahwa masing-masing orang telah dibekali kemampuan intuitif sejak lahir sebagai talenta untuk menemukan kebenaran sejati. Lagi pula ajaran spiritual Jawa membahas masalah esensi atau hakekat yang berada dalam ruang universalitas nilai. Tidak diperlukan pelembagaan sebagaimana agama-agama di muka bumi. Karena pelembagaan akan beresiko fragmentasi, terkotak-kotak terbatas dalam ruang yang sempit. Konsekuensinya adalah luasnya ruang spiritual dalam wahana batin terjebak pada ruang fisik yang sempit dan penuh keberagaman jasad.

      Dalam tradisi spiritual Jawa dikenal istilah ilmu padi, semakin tua semakin berisi, dan semakin merunduk. Disebut juga ngelmu tuwa, yang berhasil meraihnya disebut “uwong tuwa” atau sesepuh. Yang tua bukan fisik atau usianya tetapi ilmunya atau ngelmune tuwa atau orang yang tinggi ilmunya. Maka sejatinya orang yang berilmu tinggi justru semakin rendah hati, berlagak seolah bodoh (mbodoni), namun tetap sopan dan santun berhati-hati dalam berbuat dan berucap. Jika berhadapan langsung pun kadang justru tampak bodoh tak bisa ditebak, misterius, tidak bisa disangka-sangka dan diduga-kira ketinggian falsafah hidupnya.

      Bagi yang enggan atau tidak sempat mengolah intuisi bukan berarti gagal total, selama ia masih mau membuka diri dan selalu berpositif thinking. Hanya saja ia tidak dapat menyaksikan langsung kedahsyatan eksistensi beyon side, eksistensi yang ada di luar akal-budi kita (noumena). Setiap orang sebenarnya mudah mengembangkan intuisi dalam diri. Asal mau membiasakan diri ; memperhatikan, mencermati, dan merasakan getaran dalam hati paling dalam, yang tak bisa dipungkiri atau ditolak. Intuisi mengirim getaran sinyal ke dalam hati pada detik-detik pertama, selanjutnya adalah imajinasi yang akan mendominasi akal budi kita. Imajinasi tidak bisa dipercaya karena memuat segala angan dan khayalan keinginan jasad (rahsaning karep). Sedangkan getaran intuisi dalam hati disebut pula sebagai hati nurani (kareping rahsa). MOHON DIPERHATIKAN BENAR2X DAN KITA HARUS PAHAM……Lihat Selengkapnya

      06 April jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Raden@ amin allahuma amin,,kabare baik aja dimas
      06 April jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Raden Sadam nggih matur suwun…nembe nyimak niki nopo, bade sinau rumiyin
      06 April jam 22:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      Pangestunipun, Mbakyu…….. Mugi kasil anggen dhalem ngangsu…… Amin…..
      06 April jam 22:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Raden@ ya dimas,,,belajar dan perhatikan,,,aku jg nyimak2 dimas,,,,
      06 April jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Jika diurutkan cara bekerjanya intuisi adalah sebagai berikut
      rahsa sejati (kareping rahsa) — sukma sejati (guru sejati) — getaran hati (nurani) – intuisi — respon otak (imajinasi)

      Bandingkan dengan kronologi nafsu berikut ini :
      obyek yang menyenangkan –- panca indera –- hati -– respon otak (imajinasi atau perencanaan pemenuhan hasrat/keinginan jasad)

      Kesadaran
      Dalam ilmu Jawa dikenal beberapa tingkatan kesadaran manusia. Diurutkan dari bawah yakni; (1) Jasad, (2) akal-budi, (3) nafsu, (4) roh, (5) rasa (indera ke-enam), (6) cahya, (7) atma. Intuisi setara dengan kesadaran urutan ke lima. Dilihat dari tingkat kesadaran ini manusia dibedakan ke dalam dua kelompok: yakni orang pilihan, dan orang awam.

      Orang Awam (kesadaran lahiriah)
      Untuk menunjuk tingkat kesadaran seseorang yang mencapai taraf kesadaran jasad, akal-budi, dan nafsu. Dalam tataran ini seseorang masih dapat memahami nilai sopan santun, kearifan, dan kawicaksanan. Namun seseorang belum sampai pada menyaksikan langsung (nawung kridha) atau wahdatul wujud, sebaliknya pengetahuannya hanya berdasarkan ajaran yang tertulis (teksbook, referensi) dan dari mulut ke mulut, kulak jare adol jare, ceunah ceuk ceunah, serta yang tak tertulis namun masih dapat disaksikan melalui panca indera jasad, misalnya berbagai macam fenomena atau gejala alam. Kesadaran yang melibatkan unsur cipta, rasa, karsa. Namun ketiganya bukanlah pengalaman batin sendiri.

      Orang Pilihan (kesadaran batiniah)
      Untuk memilah seseorang yang telah mencapai kesadaran batin yang meliputi kesadaran jiwa atau kesadaran roh, kesadaran rasa sejati, kesadaran cahya, dan kesadaran atma. Tataran kesadaran ini dalam terminologi Jawa lazim disebut Nawung Kridha atau orang yang berbudi-pekerti luhur, lazim pula disebut orang yang memiliki tingkat spiritual tinggi. Semakin tinggi spiritualitas seseorang berarti tingkat kesadarannya semakin tinggi pula. Disebut juga sebagai satu mungging rimbagan, yakni orang yang telah mencapai kesadaran spiritual dengan ditandai pencapaian tataran curiga manjing warangka, atau dwi tunggal (loroning atunggil), pamoring kawula Gusti, atau manunggaling kawula Gusti. Dalam agama Budda kurang lebih sepadan dengan orang yang menggapai hakikat Nirvana, sedangkan dalam terminologi Latin sebagai Imago Dei, sementara istilah mistis Arab disebut sajjaratul makrifat yakni orang-orang yang wahdatul wujud. Kesadaran seseorang pada tataran ini dalam memahami hakekat “setan”, surga, dan neraka tidak sama pada umumnya Orang Biasa. Bagi orang pilihan ia akan berani mati sajroning ngaurip (mati di dalam hidup). Artinya nafsu keduniawian atau nafsu jasadiah (rahsaning karep) dimatikan, sedangkan yang hidup adalah rasa sejati (kareping rahsa). Kegiatan ini umpama mengolah lahan gersang menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya six-sense kita.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 22:33 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Tartil….mantep.
      06 April jam 22:39 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Raden Sadam oh ngoten bunda, matur nuwun ….ada ilmu lagi tentang orang2 pilihan dan tingkatan kesadaran manusia, jika nafsu didahulukan, justru kita akan semakin merosot, begitu nggih?
      06 April jam 22:41 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Abdullah Ali, dan Gadis Exsprit menyukai ini
    • Bunda Lia
      Kang Petruk nyuwun pangapunten masikah dibawah pohon waru doyong opo wis ngorok…. …amit nek kliru dibenerke….kang panjenengan sing ahli wayang……
      Beberapa Tipe Orang Pilihan….KRT. Ronggo Warsito dalam karyanya suluk Pamoring Kawula Gusti, berkaitan dengan tingkat kesadaran ini, memilah manusia menjadi tiga tipe yakni :

      1.Tipe Etis yakni kemanunggalan antara kawula dengan Gusti, hasilnya adalah waskita dan susila anor raga. Orang pilihan tipe etis telah mampu megharmonisasi antara batin dengan perbuatannya. Kemanunggalan manusia setelah melebur ke dalam Zat Tuhan ini digambarkan dalam cerita wayang dengan lakon Wisnu Murti, yakni Prabu Kresna masuk ke dalam tubuh Dewa Wisnu. Atau sebaliknya, Zat Tuhan yang melebur di dalam manusia digambarkan dalam lakon wayang Bimasuci, tatkala Dewaruci merasuk ke dalam tubuh Sena. Penggambaran akan manusia yang menguasai kesadaran triloka yakni alam gaib, kesadaran alam batin, dan alam wadag. Istilah yang digunakan dalam mistis Islam disebut rijalul gaib.

      2.Tipe Kosmologis yakni olah lahir dan olah batin seseorang melebur dalam kosmos universal dan mengeliminasi egoisme atau individualitas. Orang pilihan tipe kosmos mencapai high consciuousness dengan cara membebaskan diri dari belenggu alam empiris materiil. Tindakan pembebasan dari belenggu alam empiris materiil menuju pada eksistensi transenden. Dalam keadaan ini kesadaran seseorang meningkat dari kesadaran diri materiil, menjadi kesatuan mutlak sebagai bentuk kesadaran rahsa sejati, yakni pemahaman akan kebenaran sejati pada kehidupan ini. Batin kita akan menjadi batin patipurna; batin yang bebas dari polusi, halusinasi, dan imajinasi jasad (akal-budi) semata. Maka secara emanatif manusia digambarkan akan kembali ke asal muasalnya yakni ke dalam hakekat cahya sejati nan suci. Inilah nilai tradisi Kejawen dalam wahana dimensi vertikal dengan yang transenden yakni; sangkan paraning dumadi. Asal dan tujuan manusia adalah Zat Mahamulya (adi kodrati/ajali abadi). Dalam spiritual Jawa dikenal alam kelanggengan nan suci, atau alam kasampurnan sejati yakni tempat berkumpulnya/kembalinya arwah para leluhur yang berhasil mensucikan diri semasa hidup di dunia. Dengan berbekal kesuksesan mensucikan diri akan menjadi modal utama yang menempatkan roh berada dalam wahana cahya sejati (disebut pula nurulah). Asal roh adalah hakekat cahya yang suci maka roh harus kembali dalam kondisi cahya suci pula. Inikah yang sebenarnya sebagai hakekat “malaikat” ? MAAF INI SUDAH SAYA WEDAR JADI SILAHKAN PANJENENGAN MEMBUKA LAGI.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa
      Kang Abdullah@hantu tim pemburu manusia banyak x ya, Kang? terutama di waktu hendak sholat subuh. tp klo berburu hantu sepertinya gak ada kerjaan deh. Hantu gak akan habis diburu, hahaha…, kalau kita dikejar anjing gak perlu kita lawan, cukup memberi tahu pemiliknya, maka pemiliknya akan mengikat anjingnya dan kita melangkah aman. Kalau kita diburu hantu, ya lapor sama pemiliknya, Tuhan aza wa zalla, pasti aman, heheheheLihat Selengkapnya

      06 April jam 22:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎3. Tipe Teologis …..Tipe ini banyak kemiripan dengan tipe kosmologis hanya saja terdapat perbedaan mendasar dengan adanya istilah-istilah yang berasal dari kitab suci atau ajaran nabi. Pada tipe kosmologis terbuka untuk diperdebatkan secara rasional locic sebagaimana tradisi Kejawen. Sedangkan tipe teologis sangat tertutup bagai monumen sejarah. Sikap kritis sering dianggap menentang, melecehkan dan sesat. Terkesan tipe teologis hanya membutuhkan keyakinan saja. Dari rasa yakin lalu menjadi percaya. Penilaian terhadap kesadaran intuitif manusia, kadang diasumsikan sangat berbahaya mudah tergelincir oleh “bisikan setan”. Resikonya agama akan mengalami stagnansi bagai monumen sejarah yang untouchable makin lama kian lapuk dan ditinggalkan manusia ultramodern. Tradisi ilmiah beberapa filsuf, sejarawan, antropologi, sosiologi, arkeologi, memandang agama sebagai tipe kesadaran kosmologis manusia masa lampau, yang telah dilembagakan sebagai sistem religi masyarakat tertentu. Dan sistem religi ini dalam perspektif psikologi sosial merupakan bentuk kesadaran relative obyektif sesuai dengan sistem sosial budaya masyarakat di mana suatu agama dahulu dilembagakan.

      Ngelmu Kasampurnan…..Ujung dari proses perkembangan kesadaran manusia adalah diraihnya kesempurnaan hidup (ngelmu kasampurnan), atau ilmu kesempurnaan, wikan sangkan paran. Filsafat hidup yang termuat di dalam Ngelmu kasampurnan adalah gambaran kesadaran tertinggi manusia (highest consciuousness). Maka dalam istilah Jawa ilmu kasampurnan disebut pula ilmu kasunyatan, ilmu tuwa, ilmu sangkan paran. Hampir sepadan dalam tradisi mistis Islam disebut makrifat. Idiom Jawa memiliki banyak istilah untuk menggambarkan manusia yang berhasil menggapai ilmu kasampurnan, yakni; jalma limpat seprapat tamat, jalma sulaksana waskitha (weruh) sadurunge winarah. Artinya seseorang yang memahami kebijaksanaan hidup dan memiliki kemampuan mengetahui peristiwa-peristiwa di luar jangkauan ruang dan waktu serta di luar kemampuan akal-budi (kawaskithan). Pedoman hidup atau kebijaksanaan yang dihayati adalah ; wikan sangkan paran, mulih mulanira, dan manunggal. Memahami asal muasal manusia, kembali kepada Hyang Mahamulya, dan manunggal ke dalam kesucian Zat.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Putra Dewa…sebenarnya cuma lucu aja lihat penampilan ustadz menangkap jin seperti mau nangkap ayam seperti yang dilagakan diacara televisi….la wong jin di giring koyo nggiring pitik hahahaha…..
      06 April jam 23:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Petruk nyusul Mbak limbuk teng Irian, hehehe……
      06 April jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Kang Abdullah@pake ada acara kaki patah lg, hahahahahaha….
      06 April jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Gadis Exsprit, dan Abdullah Ali menyukai ini
    • Bunda Lia
      Mas Mahardhika manusia sekarang kang sukanya aneh2x alias aeng2x nanti kalau dikatakan musri/tahayul/ ngapusi NESU…. he he he…..
      Pencapaian kesempurnaan hidup dalam serat Wedhatama disebut sebagai pamoring suksma, roroning atunggil. Menurut serat Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro IV, ilmu kasampurnan disebut pula sebagai ngelmu nyata, ngelmu luhung atau akekat.
      Cara pencapaian kesadaran tingkat tinggi ini, di capai melalui empat tahapan sembah, atau catur sembah; yakni sembah raga, sembah cipta/kalbu, sembah jiwa/sukma, dan sembah rasa, dan meraih rahsa sejati (lihat thread; Serat Wedhatama). Wedha adalah petunjuk atau laku/langkah, Tama adalah utama atau luhur/mulia, yakni ilmu tentang perilaku utama atau budi pekerti yang luhur. Dalam serat Wedhatama mencakup ajaran perilaku ragawi yang kasad mata (solah tingkah), perilaku hati, dan perilaku batin (bawa/perbawa) yang meliputi jiwa dan rahsa. Dalam rangka menggapai kesempurnaan hidup hendaknya ke-empat perilaku tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh. Sehingga secara garis besar terbagi menjadi dua bentuk kesatuan perilaku lahir dan batin. Keduanya harus dibangun dalam wujud korelasi yang harmonisasi, sinergis antara perbuatan lahir atau solah, dan perbuatan batin atau bowo. Wujud solah akan merefleksikan keadaan bowo dalam batin, namun kesadaran bowo juga termanifestasikan ke dalam wujud solah. Apabila tidak terjadi sinkronisasi antara solah dan bowo, yang terjadi adalah sikap inkonsisten, kebohongan, mencla-mencle atau plin-plan. Dalam ranah agama disebut sebagai sikap munafik. Sebaliknya indikator manusia yang telah memperoleh kesadaran tinggi (spiritual) dalam lingkup ngelmu kasampurnan dapat dicermati tingkat pemahamannya yang termanifestasikan dalam beberapa barometer berikut ini ……
      Lihat Selengkapnya

      06 April jam 23:16 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali
      Kembali dalam kesucian zat….seperti apa yang terkandung dalam kalimat basmallah…

      Putra Dewa….dampak dari acara pemburu hantu sebenarnya cukup tragis juga….aku amati semenjak acara itu tayang banyak kejadian kesurupan masal dan tingkah laku aneh,seperti seringnya orang bunuh diri,memperkosa anak sendiri,anak membunuh orang tua,sebab bila jin masuk ketubuh manusia maka akan merusak syaraf syaraf yang menuju ke otak…Lihat Selengkapnya

      06 April jam 23:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wis kang Dullah untung 3 madu iki wis siap tayang tinggal copy dan pernah tak muat di Bunda Lia Songgo Buwono dadak mlayu mbono kang ha ha ha ha … hampir selesai ning masih 30 menit to kang Dullah….wah jiaaaannnnn mugo2 kabeh nyemak ya kang…..
      1. Madu Boso
      Meliputi adab, sopan-santun, tata cara, kebiasaan mengolah tutur kata dalam pergaulan. Madu adalah manis, bukan berarti konotasi negatif seseorang yang gemar bermulut manis. Namun maksudnya adalah seseorang yang mampu membawa diri, mawas diri atau mulat sarira. Kata-kata yang tidak menyakitkan hati orang lain. Ucapan yang menentramkan hati dan fikiran. Tutur kata yang bijaksana, bermutu atau berkualitas, dan selalu menyesuaikan pada keadaan dan lawan bicara. Maka dikatakan ajining diri kerana lathi. Kehormatan atau harga diri seseorang tergantung pada apa yang ada dalam ucapannya. Dalam pribahasa Indonesia terdapat tamsil berupa peringatan agar mewaspadai mulut kita, “mulutmu harimau mu”. Madu Basa adalah seseorang yang pandai mengolah kata sehingga dalam menyampaikan kritikan, penilaian, protes dan nasehat mampu menggunakan bahasa yang simple, mudah dipahami, tidak menyinggung perasaan orang lain dan mudah diterima oleh orang yang dituju. Itulah bahasa akan menjadi “madu” tergantung pada kemampuan kita memadu bahasa. Ibaratnya ikan dapat ditangkap dan airnya tidak menjadi keruh.

      2. Madu Roso
      Meliputi empan papan, tepa selira, unggah ungguh, iguh tangguh, tuju panuju, welas asih, kala mangsa, duga prayoga. Madu rasa adalah bentuk kesadaran tinggi atau kesadaran batin (SQ). Termanifestasikan dalam rasa kasih sayang yang tulus kepada sesama, tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, golongan, pandai-bodoh, kaya miskin, drajat pangkat. Sebuah kesadaran batin yang mampu memahami bahwa derajat manusia adalah sama di hadapan Sang Pencipta. Perbedaan kemuliaan hidup seseorang ditentukan tingkat kesadaran lahiriah dan batiniahnya, serta ditentukan oleh perilaku dan perbuatannya apakah bermanfaat atau tidak untuk sesama. Seseorang yang menghayati madu rasa, mampu ngemong (mengendalikan) gejolak nafsu diri sendiri, maupun ngemong gejolak nafsu orang lain. Keadaan mental seseorang madu rasa, memiliki kematangan, tangguh, ulet dan tekun, bertekad kuat, gigih dan tidak mudah putus asa, segala sesuatu terencana secara matang, memperhitungan segala resiko. Cermat, cakap, tanggap, empatik dan peduli lingkungan.

      3. Madu Broto
      Pertama, meliputi sikap eling dan waspadha, eling terhadap sangkan paraning dumadi, dan waspadha terhadap segala hal yang menjadi penghambat upaya mencapai nglemu kasampurnan. Kedua, madu brata diistilahkan pula keberhasilan sikap sebagai nawung kridha. Untuk menyebut seseorang yang dapat menyaksikan sendiri bahwa dalam menempuh kemuliaan hidupnya diperlukan kesadaran lalu memahami akan karakter, sifat-sifat, tabiat alam, gejala dan tanda-tanda kebesaran Hyang Maha Mulya yang sangat beragam. Madu brata, “madu”nya perilaku dalam menjalani kehidupan ini. Terletak pada kesadaran bahwa manusia sebagai jagad kecil, dan alam semesta sebagai jagad besar memiliki hubungan yang harmonis dan sinergis. Namun demikian manusia lah yang harus pandai beradaptasi dan sensitif dalam merespon gejala alam. Madu bråtå sepadan dengan sikap hamemayu hayuning bawånå. Ketiga, pangastuti dan rasa sejati yang dimilikinya dapat dimanage dengan baik, bukan lagi menjadi alam bawah sadar namun telah berhasil membangkitkan kesadaran mutlak yang mampu meredam watak sura dira jayaningrat melebur dalam pangastuti. Seseorang memiliki daya batin yang jinurung ing gaib, yakni sejalan dengan rumus Tuhan yang terangkum dalam hukum alam, atau kodrat alam lahir maupun alam batin sebagai “bahasa” dari kodrat Ilahiah. Maka Idune idu geni (ludahnya ludah api), kehendaknya adalah kehendak Tuhan, sehingga apa yang diucap terwujud (sabda pendhita ratu).Lihat Selengkapnya

      06 April jam 23:28 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kalimat BISMILLAH…bila di terjemahkan maka BE (dengan),ISMI (asmo) asmo itu suci,ALLAH (asmo) juga suci…..jadi kesimpulannya yang dapat diterima Allah hanya yang suci,nah kira kira kita ini suci apa belum ya….?
      06 April jam 23:33 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Senada dengan serat Wedhatama, dapat dilihat dalam Filsafat Widyatama, terdapat dalam suluk Sukma Lelana, karya KRT Ronggo Warsito. Di dalamnya terdapat ajaran tentang Widyatama atau ajaran tentang lakutama, yakni perilaku utama, atau budi pekerti yang luhur. Dikemas dalam bentuk seni sastra dan budaya lainnya yang mengandung nilai filsafat kehidupan adiluhung, dalam rangka meraih kearifan dan kebijaksanaan hidup (ngudi kawicaksanan), serta mengupayakan kesempurnaan hidup (ngudi kasampurnan). Di dalamnya diungkapkan beberapa tataran kesadaran manusia, yakni kesadaran jasad, kesadaran batin dan tentang kesempurnaan (kasampurnan). Orang yang ngudi kawicaksanan dan kawaskitan disebut sebagai seorang jalma sulaksana.

      Kemampuan Hewan dengan Manusia
      Mengulas tulisan dari awal hingga akhir tampak perbedaan tingkat kesadaran yang amat jauh antara naluri dengan intuisi. Dalam dunia hewan naluri sebagai alat utama yang mampu menjaganya tetap berada pada jalur kodrat alam atau kodrat Sang Pencipta jagad raya. Sedangkan manusia yang hanya berbekal kemampuan akal yang tinggi akan lebih sulit menempatkan diri pada jalur hukum alam atau kodrat Tuhan. Hal ini sekilas tampak paradoksal namun kenyataannya demikian adanya. Karena di satu sisi akal manusia keberadaannya di dalam bungkusan nafsu. Resikonya adalah penguasaan nafsu atas jiwa BUKA SAJA ATAU CARI MENGENAL JATI DIRI, HAKEKAT NENG NING NUNG NANG DI WEDARAN YANG LALU. Di sisi lain otak manusia dapat berubah menjadi sumber imajinasi yang keliru, resikonya berupa salah tafsir, salah sangka, salah duga, salah kira.

      Jalan satu-satunya menyelamatkan diri adalah peningkatan akan kesadaran, sehingga mudah memilah mana kebenaran sejati mana kepalsuan. Jika manusia tidak memiliki tingkat kesadaran yang layak manusia beresiko tinggi mendapat malapetaka kehidupan karena secara sadar atau tidak dapat terjebak nafsu ragawi dan imajinasi akal yang palsu. Akal sering dibangga-banggakan manusia karena diyakini mampu mengangkat derajat kemanusiaannya. Terlebih lagi manusia mengklaim diri dengan dimilikinya akal menjadikannya sebagai makhluk paling sempurna. Tapi jangan gegabah, akal bagaikan pisau bermata dua. Mata yang satunya dapat memuliakan manusia, mata yang satu lagi sebaliknya dapat menyebabkan sebuah malapetaka besar manusia menjadi makhluk paling hina di dunia.

      Dalam konteks demikian tentunya hewan lebih merdeka dibanding manusia, karena hewan terbebas dari segala tanggung jawab atas kemampuannya. Sebaliknya manusia terbebani untuk memper-tanggung-jawabkan atas segala kemampuan, kelebihan dan kesadaran yang dimilikinya. Hewan tidak punya pilihan sedangkan manusia memiliki berjuta pilihan. Salah memilih resikonya adalah malapetaka di dunia maupun setelah ajal tiba.

      Tidak ada orang pandai yang tidak pernah salah,
      Tidak ada orang bodoh yang tidak pernah benar.
      Satu kebenaran intuitif seseorang
      bagaikan satu bintang di antara trilyunan bintang
      Sedangkan kemampuan manusia mengungkap kebenaran intuitif
      Tidak sebanyak jumlah manusia di bumi
      Apalagi sebanyak bintang di langit…… SAMPAI JUMPA BESOK AKAN MULAI MENGENAL KEJAWEN DAN SERAT-SERAT RAHASIA RAJA MATARAM………Kang Dullah bantu aku yo 41 Yasin Fadilah aku mau bikin doa khusus dalam 3 hari ini …. dan 333 Al Ikhlas… kang Dullah sak tekane wae….. ben doa buat besok pagi bisa bantu saudara2 kita semua kang. Nuwun.Lihat Selengkapnya

      06 April jam 23:38 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yo Den Ayu….salam untukmu.
      06 April jam 23:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat nderekaken Diajeng .. anggenie manekung ..kula ugi kepareng nyuwun pamit.nuwun Rahayu3x
      06 April jam 23:47 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Eyang Ibu matur nuwun sedaya seratan wnt fb ngriki ,saged damel pajar damel remen saged kangge koco brenggolo conto menggah lampah kang sae maturnuwun sanget
      06 April jam 23:47 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Asallamu’alaikum wR wB saudara2ku / sahabat2ku dan anak2ku… Dalam kita melangkah… Terkadang diuji dengan ujian yang terasa berat… Hingga kita terduduk dan menangis… Perihnya terasa tetapi….. ketahuilah dan renungilah dalam diri… Mungkin air mata kita itu hadir karena … DIA mau kita menjahit sejadah IMAN yang kian terkoyak… Lantaran ada langkah-langkah yang tersasar… Semoga tabah dan tetapkan iman… Biarlah kita seorang diri … Tanpa berteman… Biarlah malam… Tanpa sinar rembulan… Biarlah tidur… Tanpa dihiasi mimpi indah… Tapi… Jangan biarkan hatimu sunyi… Tanpa sepotong ayat suci AL-QURAN…. maka ijinkan aku turun dari panjenengan semua karena saya harus menerjakan pekerjaan rutin kita ….. untuk itu saya pribadi tidak mengurangi rasa hormatku sedikitpun pada panjenengan semua saya mohon diri dan salam kasihku selalu untuk panjenengan semua… Insya Allah kita akan berjumpa besok pagi dalam bunga Doa dariku…. tak lupa saya ucapkan selamat istirahat dan mimpi yang indah …sebelum aktifitas besok kita buka Mawar DOA dariku. SEKIAN …
      Wassalamu’alaikum wR wB.
      Lihat Selengkapnya

      06 April jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa KANG ABDULLAH@Bnr, Kang. Ibarat manusia juga kali, ya? semakin diburu tambah ge er tuh hantu2. Blm lagi yg dihanyutkan ke kali. begitu bebas mereka marah dan merasuki org2 yg kebetulan lengah hati dan pikirannya…..
      06 April jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sungeng nindha’ake……..
      06 April jam 23:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat mangga bapaAbdul Lathif napa bade tuguran ta?
      06 April jam 23:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Eyang Ibu dawah atur kang sami…. Kulo nyuwun agunging pangapunten badhe mandap Pasilan rumiyen awit anggadahi tugas… pramilo sak estu nyuwun pangapunten. Rahayu ngantos pinanggih mbenjang enjang dateng Mawar Doa… Rahayu3x … Wass.
      06 April jam 23:53 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kanjengmas Koko,; hehehehe…….. masih di sini to, saya kira suda ‘nggegana’ hehe….
      06 April jam 23:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Ndherek ake, Mbak……
      06 April jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nuwun kang mas Koko… mas Lathif… mas Mahardhika..kang Dullah… Gadis… Raden mas Arie Irfan… mas Jeans selamat istirahat…. sampai ketemu besok pagi….kang pas Pkl.00.00 …Ok Wass semua. Offffff.
      06 April jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Putra Dewa…..yang namanya jin selalu ingin ikut campur urusan manusia,maka sebisa mungkin janganlah berteman dengan jin….apalagi sampai masuk ke tubuh,akan membahayakan diri kita….sebab didalam tubuh manusia jin bertempat disyaraf syaraf yang menuju keotak..tapi juga jangan memusuhi jin,sebab dia badan alus yang tak terjangkau secara fisik….dan kita sering lena timbang waspadanya…
      06 April jam 23:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Galih Kusuma monggo sami nderek ndedungo..njiih..met malem semua…salam kasih damai selalu…wassalam.
      06 April jam 23:58 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Oke….jazzakumullah khoiran jazza…
      06 April jam 23:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Benar adanya… Kita adalah bagian alam itu sendiri…sugeng dalu sdoyo kadang2 kinasih salam rahayu…3x
      07 April jam 0:03 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Bunda… Luar biasa penjelasannya… Aku sangat suka sekali… Terima kasih ea Bunda… Semoga kesehatan dan kebahagiaan cinta selalu menyertai Bunda selamanya… Salam Kasihku.
      07 April jam 0:03 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Mahardhika Putradewa Alahmdulillah…, banyak hal2 yg tak ku ketahui ku dapat disini. Terima kasih, Bunda dan Kang Abdullah yg dgn murah hati mau berbagi ilmu kpd kami. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan buat kita semua…, Aku mhn pamit juga krna tugas rutin setiap malam…, slm kasih….
      07 April jam 0:07 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka Jahanam. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Dajjal yang pembohong. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Aku berlindung kepadaMu dari banyaknya dosa dan hutang. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan fitnah kaya dan kejelekan fitnah fakir. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan dan hatiku. Aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan kepada umur yang terlalu tua. Dan aku berlindung kepadaMu dari mati dalam keadaan ingkar kepada agamaMu…. Amin.Lihat Selengkapnya

    • Abdul Lathif ‎.

      @…………………….. امين امين امين يا رب العالمين

      07 April jam 5:31 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Muhammad Mudasir Assalamu ‘alaikum, sugeng enjing, salam sejahtera, Bunda, mbah ali, semua sodara2ku……sinambi menyimak obrolan yang penuh makna monggo sarapane di dhahar……..Rahayu
      07 April jam 7:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Hadi Widayanto ya Allah lindungilah kami dari yang jahat dan bawalah kami pada hadiratmu yang suci…. jadikan kami semua hambamu yang saat ini ada sebagai umat umatMu yang ENgkau benarkan dan Engkau selamatkan ….golongkan kami sebagai hamba hamba yang berkenan dihadapanMu ya Allah…… . Assalamualaikum selamat pagi smua . rahayu.
      07 April jam 8:57 · Tidak SukaSuka · 1 orang

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: