PASRAH UNTUK PENYELARASAN SIKAP

 
 
Pasrah…. dgn penyelarasan sikap … perbuatan diri ……. kehendak alam semesta… Apa kehendak tuhan…… Pasrah bukan bermakna sikap pasif …. tanpa usaha….. aplah arti hidup kita….. Justru pasrah di dalamnya termaktub suatu usaha sekuat tenaga….. semaksimalnya …..agar sikap dan perbuatan kita selaras dan sinergis dengan hukum alam….. Sehingga di antara jagad kecil atau mikrokosmos….. jagad besar atau makrokosmos tercipta hubungan yang harmonis….. Dan begitulah hakekatnya orang yang disebut tunduk patuh kepada Tuhan….. Sebaliknya… radikalisme… ekstrimisme…. mengarah pada kekerasan dan penghancuran antar sesama manusia…. sudah termasuk ke dalam kategori bertentangan dengan hukum/kodrat alam yang bersifat sebaliknya…. selalu harmonis berada dalam hukum keseimbangan alam semesta……

    • Indra Kelana Alam sàat ini sudah banyak rusak karna ulah manusia,,,jagalah ciptaan Tuhan ini dan slalu kita syukuri dgn keindahannya….
      30 Maret jam 18:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh seandainya saja gaya hidup kita masing-masing seperti orang yang sedang “IHROM”, betapa tenangnya hidup ini …. salam hormatku bunda, mas koko dan semuanya … semoga Allah ridho … mohon maaf bunda saya baru hadir …. hehehehe
      30 Maret jam 18:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Warok Suromenggolo Mbakyu…dapat salam dari mas WIBISONO
      30 Maret jam 18:34 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Nerimo ing pandum berusaha semampu ku kan aku temukan damai dalam hidupku Malam Bunda sayang malam sahabat monggo sesarengan dahar….lop u
      30 Maret jam 18:38 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Alam tlah mengajari kita tntang bnyak Hal, Alam tlah memberi 4 unsur utk kita Hidup, mat malam Ibunda dan ntuk smua yg tlah hadir..
      30 Maret jam 18:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Indra Kelana selamat malam… salam kasih…
      30 Maret jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tegoeh selamat malam salam kasih…
      30 Maret jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Warok Alaika salam mas semoga aku akan segera jumpa mas Wibisono… salam cinta damaiku ya mas Warok untuk mas Wibisono…
      30 Maret jam 18:51 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrieku tersayang…. salam penuh kasih damai dan bahagia selalu untukmu dan keluarga … Ok.
      30 Maret jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeans… malam mas… salam kasih.
      30 Maret jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      PASRAH, adalah kata-kata yang tak mudah dipahami. Banyak orang salah kaprah mengartikan makna pasrah ……yang dipahami sebagai sikap melenyapkan segala kemauan, keinginan, inisiatif, dan kehendak……Yang seperti ini sudah termasuk ke dalam terminologi FATALISME yang rentan sekali terhadap sikap putus asa. Tanpa disadari keputus-asaan akan mudah membuat siapapun mudah tergelincir pada sindrom radikalisme, ekstrimisme, dan ekslusivisme….Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Gmana cuaca di jogja Bunda.. Sala3 hujan dr siang, trnyata udara sala3 duinngin..
      30 Maret jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Fatalisme adalah faham atau cara pandang hidup, disebut pula prinsip dalam menjalani kehidupan. Secara sosiologis fatalistis menunjuk sikap seseorang yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak, terutama pada saat menghadapi problema kehidupan…… Lantas di mana kehendak diri atau self ? Musnah ditelan oleh suatu paham akan kemutlakan “kehendak tuhan”! Bila seseorang terlalu pasrah dalam segala hal sampai-sampai kehilangan inisiatifnya, maka sikap inilah disebut fatalis….. Sikap fatalis yang telah menjadi prinsip menjalani hidup sehari-hari, berubah menjadi paham fatalisme…… Dalam paham fatalisme, secara sadar atau tidak seseorang menyangka suatu keadaan sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa dirubahnya tanpa kehendak tuhan….. Bahkan pandangan fatalisme yang paling ekstrim menganggap segala nasib baik dan buruk mutlak datang dari kehendak Tuhan. Manusia tidak memiliki celah sedikitpun untuk merubahnya…… Dalam khasanah agama, sikap fatalistik berkaitan dengan cara pandang /mind set seseorang terhadap pemaknaan takdir atau kehendak Tuhan yang dipahami dengan salah kaprah.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wahhhh cuaca untuk sekarang grimis kecil mas Jeans….
      30 Maret jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ironisnya, sikap fatalistis biasanya justru bermula dari cara penafsiran akan ajaran suatu agama…… Atau pola-pikir yang sudah terpola oleh doktrin agama yang tidak dipahami secara esensial/hakekat….. Sikap fatalis akan muncul bilamana seseorang memahami bahwa karsa atau kehendak dalam kehidupan ini mutlak merupakan kehendak Tuhan. Tak ada gerak-gerik sekecil apapun yang bukan kehendak tuhan. Sikap seorang fatalis menganggap semua keinginan manusia sekecil dan seburuk apapun tidaklah mandiri, kecuali sudah menjadi determinasi kekuasaan tuhan. Bahkan pada tingkat ekstrim, orang-orang tipe fatalis akan menganggap “kemutlakan tuhan” telah meniadakan peran individu sebagai makhluk hidup yang memiliki kehendak mandiri, dan memiliki kemampuan untuk memilih.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Pasrah dlm arti pasrah sgalanya pd yg KUASA Bunda, Pasrah dgn hidup kita, Pasrah dgn sgala mslh kita dgn hrs tetap berikhtiar, dgn pasrah yg sbenarnya kita akan bs jalani hidup dgn SABAR IMAN IKHLAS.
      30 Maret jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Misalnya kita garuk-garuk kepala pada jam 19.17 malam Kamis, tanggal 30 Maret 2010, merupakan kejadian yang sudah merupakan ketentuan Tuhan. Tuhan mengatur seekor nyamuk supaya terbang dari comberan lalu menggigit tangan, kemudian menepuk nyamuk tsb pada jam 19.17 wit. Seorang fatalis akan menganggap peristiwa itu sudah menjadi KODRAT TUHAN. Daun yang gugur dari ranting pohon pada jam 19.20 pun dipahami sebagai kodrat dan iradat /ketentuan dan kehendak Tuhan saat itu. Artinya tuhan telah menentukan peristiwa di mana anda menepuk nyamuk pada jam tersebut serta gugurnya daun dari ranting pada jam tersebut. Cara berfikir demikian inilah yang menjadi terkesan sangat aneh… sungguh aneh.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Raja Gunawan kaleresan BUN….
      30 Maret jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he mas Jeans kita mesti memahami semuanya … jangan hanya Sabar Iman dan Ikhlas… hemmmm tanpa usaha apa yang kita makan dan hidup ???
      30 Maret jam 19:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Joko Suwarno Ass Wr Wb, Benar bunda semuanya harus kita sendiri yang menyikapi jgn korbankan org lain apalagi saudara kita dari nenek moyang dah punya aturan sendiri dlm memeluk suatu agama tentunya dgn saling bertoleransi kita akan hidup berkesinambungan jangalah kita saling membenci menfitna apalagi menodai suatu agama lha wong kita senidiri aja nggak memahami apa sih sejatinya jatidiri kita yang sebenarnya……
      30 Maret jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Assalamulikum dan selamat malam mama,,,,,
      30 Maret jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlm mas jeans,,,gmn kbrnya,,,,????
      30 Maret jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      LALU BAGAIMANA CARA PASRAHNYA ….FATALISME dan PENYAKIT JIWA ibarat obat / kapsul kesadaran berakibat fatal. Di antaranya adalah fanatisme dan sikap fatalis. Sikap fatalis menenggelamkan segala kehendak seseorang. Jika sikap ini terus-menerus dijadikan pedoman hidup, setiap individu fatalis akan kehilangan cipta dan karsanya. Lantas ia cenderung berpangku-tangan menunggu-nunggu kehendak Tuhan. Secara tidak langsung sikap fatalis akan menimbulkan makna yang bisa di mana manusia sekedar menjadi obyek penderita. Di samping itu tanpa di sadari justru menimbulkan pemahaman seolah manusia bersikap tidak mau disalahkan, dan tidak mau melakukan instrospeksi diri akan keadaan nasib buruknya. Apabila kita mengerjakan pekerjaan dengan ceroboh, lalu mengalami kegagalan fatal, hal itu tetap dianggap sebagai kehendak Tuhan. Misalnya bila terjadi musibah kapal tenggelam gara-gara kelebihan penumpang, serta-merta dianggap sebagai kehendak Tuhan. Atau misalnya terjadi kasus jebolnya tanggul waduk Situ Gintung yang menelan korban lebih dari 120 orang, lantas orang mengatakan,” musibah itu sudah direncanakan Tuhan” untuk memberi cobaan kepada umat manusia yang beriman. Kenapa orang tidak berkata sebaliknya,”..oh, musibah itu merupakan peringatan atau teguran tuhan kepada umat manusia yang sudah tidak eling dan waspada.
      Jika kita mau instropeksi, jebolnya tanggul Situ Gintung disebabkan oleh ulah para pejabat yang berwenang teledor melakukan perawatan tanggul. Dana anggarannya sengaja disusutkan dari alokasi APBD, atau malah diselewengkan sehingga rehabilitasi tanggul menjadi tertunda-tunda hingga musibah benar-benar terjadi.
      Coba kita renungkan bersama. Kenapa banyak orang menggunakan jalur hijau dan wilayah resapan air sebagai pemukiman yang padat. Bukankah hal itu sebagai perbuatan MELAWAN KODRAT ALAM (Tuhan) ??!! Kenapa banyak orang diwawancara televisi berpendapat bahwa musibah itu dikatakan sudah menjadi kehendak dan rencana tuhan ? Waduh…jahat bener tuhan demikian?? Apakah tuhan berencana menciptakan para koruptor dan para penyeleweng anggaran pembangunan ? Apakah tuhan berencana membuat pejabat yang ceroboh ? Apakah tuhan merencanakan sebanyak 120 orang bakal mati konyol menjadi korban kecerobohan segelintir pejabat ?

      Kemutlakan kehendak tuhan biasanya tertanam begitu kuat melalui doktrin yang berkesinambungan sejak masih usia kanak-kanak. Wajar jika doktrin kemutlakan tersebut akhirnya tertancap kuat dalam alam pikiran bawah sadar. Namun jika kemutlakan tuhan masih saja dipahami dengan pola pikir di atas, maka tanpa sadar pola pikir itu kian dekat dengan virus fatalisme yang erat dengan “gangguan kejiwaan”. Cobalah bersama-sama kita melakukan rehabilitasi atas gangguan kejiwaan itu. BUKAN BEGITU CARANYA MANUSIA PASRAH kepada tuhan…. bukan begitu……Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Gadisku… salam kasih….
      30 Maret jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Mas Joko… selamat malam mas… salam kasih.
      30 Maret jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Slmt mlm bunda…trm ksh sll dikirimi albumnya yg bagus…
      30 Maret jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Terima kasih mama,,,,salam kasihku jg
      30 Maret jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Menerima kodrat bukan berarti menjadi manusia pasif… Menerima kodrat dan bertindak pasif, tidaklah sama… Keduanya berbeda! Menerima kodrat berarti menyadari sepenuhnya siapa dan apa diri kita… Sedangkan bertindak pasif berarti tidak mau atau enggan berikhtiar dalam menjalankan tugas hidup kita sebagai khalifah, wakil Tuhan, di bumi… Ini justru menyalahi kodrat! Begitu ea Bunda… Selamat Malam Bunda… Salam Kasihku.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ida Widyastuti Waaaaahh panen apa ini? Hmmmmm….ijo royo2, suegeeeerrr……met malem Bunda. Juga buat semua sahabat. Met malem semua…
      30 Maret jam 19:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      PASRAH, HIDUP BAGAI PUTARAN RODA/TAPA NGELI / SEPERTI ALIRAN SUNGAI merupakan upaya manusia untuk menselaraskan, harmonisasi dan sinergisasi antara perilakunya dengan kodrat alam atau hukum alam yang terdapat di dalam semesta raya ini. Kodrat/hukum alam itulah yang dimaksud dengan aturan tuhan. Berbeda dengan fatalistis /tapa ngeli / seperti aliran air disungai merupakan prinsip berserah diri atau selaras dan sinergis dengan “kebijaksanaan” hukum alam /Tuhan. Tapa ngeli dapat “bekerja” secara efektif menjadi pedoman perilaku dan perbuatan pada saat seseorang menghadapi masalah berat atau dalam situasi yang serba gambling dan penuh resiko. Pada saat menghadapi kesulitan hidup yang sulit untuk dijabarkan dan dianalisa apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa bantuan dan share dari siapapun, orang biasanya terjebak pada suatu keadaan yang serba membingungkan, dilematis dan buntu. Sangat sulit memahami secara pasti bagaimana jalan keluar yang harus ditempuh.

      BELAJAR DARI WATAK SUNGAI.
      Dalam kondisi demikian tapa ngeli menjadi jalan alternatif paling ideal. Tapa ngeli adalah di mana seseorang berprinsip menyerahkan segala proses pada irama atau ritme alam atau “kehendak tuhan”. Karena alam semesta ini, hukum alam dengan rumus-rumus keTuhanannya akan berproses secara alamiah. Terangkum sebagai rumus atau kodrat alam, bahwa alam mampu melakukan seleksi secara alamiah, adil, bijaksana, teliti, dan cermat /mulat laku jantraning bumi tanpa menyisakan secuilpun ketidakadilan. Jika seseorang dapat melakukan “tapa ngeli” ia akan membiarkan diri terbawa proses alamiah dalam kebijaksanaan alam /kehendak Tuhan. Bagi pelaku “tapa ngeli” sikap dan perilaku akan menjadi sinergis, harmonis, sesuai dengan rumus-rumus atau prinsip-prinsip alamiah tentang keadilan dan kebijaksanaan yang sejatinya. Sebagaimana disuguhkan oleh alam semesta melalui “bahasanya sendiri” yang menyiratkan hukum/kodrat alam. Namun prinsip-prinsip itu terasa sangat sulit dijabarkan dan dianalisa bila hanya mengandalkan kemampuan akal budi manusia serta hanya berbekal dogma-dogma kaku anti-kritik. Sebaliknya terasa lebih mudah dipahami melalui indera rasa pangrasa /mata hati kita. Prinsip utama tapa ngeli adalah ; sabar, sumarah, sumeleh /qonaah & pantang menggerutu /grenengan atau tidak tulus menjalani suatu keadaan yang pahit. Dalam tapa ngeli ibaratnya kita “menghanyutkan diri kedalam aliran sungai kehendak alam semesta” yang terbukti bijaksana. Sungai yang masih alamiah selalu memiliki keseimbangan dengan alam sekitarnya. Sungai yang masih alamiah belum terkena polusi akal-akalan dan keserakahan manusia, sungguh masih berwatak sangat bijaksana. Sungai tidak akan merusak lingkungan alam, termasuk para penghuninya yang terdiri dari tumbuhan, hewan, masyarakat “halus” dan pemukiman penduduk. Sebaliknya sungai justru menjadi sumber berkah bagi lingkungan alam yang dilaluinya. Perjalanan air sungai yang penuh berkah hingga sampailah pada “muara keberuntungan”, masuk ke dalam “samudra kemuliaan” hidup.

      Kita dapat memahami bahwa rumus tuhan mengejawantah ke dalam bahasa dan kodrat alam. Pada saatnya pelaku “tapa-ngeli” akan berhasil memasuki “muara samudra keberuntungan”. Ciri-ciri seseorang yang berhasil melakukan tapa ngeli, biasanya akan merasakan nikmatnya hidup, seolah serba kebetulan, dan selalu memperoleh keberuntungan /menggapai ngelmu bejo. Terjadinya lika-liku hidup dirasakan sudah seperti ada yang mengatur. Sekalipun proses dan jalan cerita kehidupan kadang terasa pahit namun selalu indah pada akhirnya /happy ending. Bisa saja anda kilas balik merasakan perjalanan melewati masalah-masalah sulit dan berbahaya, namun pada akhirnya menemukan kemenangan dan kesuksesan yang di luar yang anda duga-duga sebelumnya. Begitulah hukum alam, asal manusia bersedia sinergis dan harmonis dengan hukum/kodrat alam, maka alam akan mengatur kehidupan anda menjadi harmonis penuh berkah.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:02 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh
      luar biasa … bunda .. ini pencerahan yg mendasar dan penting … Tuhan memang telah menentukan “hukum” dan Tuhan tidak akan mengingkari hukumNYA sendiri, kodrat irodat telah melahirkan hukum sebab akibat, yg sering dilupakan atau tidak disadari oleh manusia, suatu ketidak nyamanan yg disebabkan oleh ulahnya sendiri sering di-claim sebagai “cobaan dari Tuhan” .. ini adalah sebuah kebodohan berfikir … luar biasa bunda … saya menunggu kelanjutannyaLihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Galih Kusuma met malem..assalamu’alaikum Bunda…meluruh tanpa mengeluh..makasih bunda..do’a2 bunda selalu hadir di wall ku..smoga Bunda selalu diberikan yg terbaik..
      30 Maret jam 20:11 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra bersabarlah sebab dalam bersabar ada kebaikan yg kuat dan besar tak usah meragukannya hati akan dan bersih karena bersabar sebab allah sangat mencintai orang yg bersabar dan tawakal dalam menghadapi uji coba dalam kehidupan
      30 Maret jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali
      Ketika diri terbangun dari tidur….maka mulailah menemukan sikap yang harus di kokohkan diatas kesadaran..meski hanya dari sumber yang tak jelas…..tetapi air keruh ini mulai mengalir….tempat rendah menjadi naluri untuk menapakkan kaki.….berharap bertemu muara….dimana disitu akan menyempurnakan diri sebagai ujut yang nyata…di samudra air menguap menjadi embun atau hujan yang suci mensucikan….ataukah akan merembas saja kedalam tanah menjumpai akar akar gerilya….menyatu memberi hidup pada pohon rindang…mengayomi dan memberi kenyamanan bagi siapapun yang berteduh…rahayu…Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Arie Irfan baiklah akan saya jelaskan disini sedikit ulasan tentang pengetauan kodrat…… HAOS dalam MEMAHAMI KODRAT
      Kembali ke pokok bahasan, jika dianalogikan, kodrat bagaikan “karpet merah” yang musti dilalui manusia agar selamat dan sentausa menggapai kemuliaan hidup. Sebaliknya, orang yang enggan melewati “karpet merah” itu hidupnya akan mengalami sengsara dan gagal meraih kemuliaan lahir dan batinnya. Kodrat bisa saja bersifat pasif, yang aktif tentu saja manusianya. Manusia aktif untuk menentukan pilihannya secara tepat. Ketepatan memilih ditentukan kecermatannya memahami rumus-rumus hukum alam. Itulah makna memahami sejatinya hidup. Gusti iku mahawicaksana, nanging menungso ora biso hanggayuh kawicaksananing Gusti. Tuhan itu mahabijaksana, tetapi manusia sering gagal memahami kebijaksanaan tuhan. Sehingga kebijaksanaan tuhan yang mahaluas tiada batas, menjadi sesempit nalar manusia, lebih parah lagi dipersempit oleh doktrin (dogma-dogma) yang bertebaran menghipnotis mayoritas masyarakat dunia. Kesadaran spiritual manusia tak bisa berkembang sebab selalu terkurung di dalam kapsul kesadaran semu, kesadaran hasil indoktrinasi para saleh. Ironis sekali! Seharusnya dogma bertujuan memerdekakan manusia, dan membuka kesadaran spiritual seluas-luasnya, akan tetapi kenyataannya justru sebaliknya, doktrin menghegemoni manusia, dan membelenggu kesadaran spiritual. Mengapa demikian ? Agama tak ubahnya parpol yang berorientasi mengejar kekuasaan yang diperoleh dari sisi KUANTITAS, yakni mencari pengikut sebanyaknya guna memperkuat barisan. Padahal tujuan semula agama adalah untuk memerdekakan individu, menggapai kualitas kesadaran spiritual yang lebih baik untuk menggapai kualitas hidup yang lebih baik pula. Namun kini, telah terjadi chaos (kekacauan) dalam kesadaran spiritual beragama. Serba kebalik (wolak-waliking jaman). Banyak orang tidak menyadari jika dirinya sedang tidak sadar. Yang sadar dianggap tak sadar, yang tak sadar merasa dirinya sadar…. he he he inilah yang ada sekarang mas Arie Irfan………Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Pusar Angin Rahayu ..
      30 Maret jam 20:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Idaku nan ayu mat malam mbak yu itu tumbuhan liar tepi pantau mbak… ha ha ha
      30 Maret jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali
      Benar sekali Den Ayu….agama hendaknya menjadi sarana untuk merdeka bukan untuk berkoalisi merebut kursi…..tak sedikit orang melahap kitab kitab agama tapi tak berdaya ketika di iming imingi uang dan jabatan….maka kitab kitab itupun hanya menjadi koleksi penghias lemari mewah yang dibanggakan diruang tamu…agama adalah tingkah laku bukan pakaian mewah untuk mendapatkan pujian dan titel kemasyarakatan…wis rusak tenang donyo iki…Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm… Luar biasa Bunda aku setuju banget… Emang sekarang jaman udah menggila… Kalau kita jujur sekarang orang dalam beragama malah merasa terancam… Jadi banyak yg diam karena takut… Salam Kasihku.
      30 Maret jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali
      Sering kali aku mengelus dada ketika ada orang dengan antusias menceritakan pahala dan surga yang hanya diketahui lewat buku….dimana mana menganjurkan orang untuk ibadah dengan di iming imingi pahala dan bidadari…atau ditakuti takuti neraka yang panasnya kerikil neraka di kaki otakpun mendidih….lalu dari mana orang orang akan merasa nikmatnya ibadah bila hanya karena surga yang baru katanya dan takut neraka yang juga baru katanya….aku menjadi asing dengan agamaku sendiri…..Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hiahahaha…. Iming_iming bidadari_bidadari cantik dan bermata jeli gitu ea Kang Dullah… Hehehe… Selamat malam Kang Dullah… Salam Hormatku Selalu.
      30 Maret jam 20:40 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Win’s East ada yang lagi ngumpet di balek semak semak hahaha.
      30 Maret jam 20:41 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali
      Orang hidup ibarat menempuh perjalanan….sudah tentu harus tau syarat rukunnya orang bepergian…orang yang akan menempuh perjalanan pertama harus niat,tau tujuan yang dituju,tau jalan yang akan dilewati,punya bekal dan kemantapan hati pasti sampai….sesudah sampai ditujuan maka selayaknya orang bertemu dengan yang dituju tentu uluk salam atau menyapa….baru kemudian dipersilahkan masuk atau mendapat ucapan selamat datang dari tuan rumah…atau penguasa tempat yang dituju…Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • HAry KarNo selamat malam byung….
      30 Maret jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Win’s East ‎100% betul kang ali hahaha.
      30 Maret jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mari berfikir secara wajar dan nalar….sekiranya nanti benar kita disurga dan mendapat bidadari apakah masih terfikirkan untuk bersenang senang dengan bidadari sementara melihat yang punya surga sudah sempurna kenikmatan kita?
      30 Maret jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • HAry KarNo setuju…
      30 Maret jam 20:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh sorga itu ciptaan … kalo kita masih mengharapkan ciptaan ?? ya brarti … wis embuh lah … aku hanya ingin “masuk” kedalam PENCIPTANYA … gus ali … aku njaluk pendongamu gus ali … hehehehehe
      30 Maret jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lalu bagaimana pertanggungjawabannya ketika terucap kata aku cinta Allah dan Rosulnya sementara beribadah hanya mengharap surga dan menghindari neraka….terlalu remeh hal itu….kenapa kita tidak menginginkan yang punya surga atau neraka saja…
      Kalau belum kenal dan apalagi bertemu Allah dan rosulnya mengaku cinta itu bohong besar…bagaimana bisa cinta sedang kenalpun belum apalagi bertemu…
      30 Maret jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Tegoeh … kang Dullah…. mas Galih… mas Arie….saya teruskan masalah yang diatas….mari kita sama2 mencermatilah… Tapa Ngeli atau Mengikuti Air Bah….Berikut ini saya membuat analogi dan ilustrasi untuk memudahkan Anda memilah, mencermati dan membedakan mana tapa ngeli dan mana yang bukan tapa ngeli. Tapa Ngeli adalah sikap perilaku kita yang mau mengikuti “aliran air sungai” agar kehidupan kita selaras sesuai hukum alam (kodrat Tuhan). “Aliran air sungai” pasti menuju “samudra” anugrah dan keberuntungan. Sebaliknya adalah sepak terjang air bah yang menerjang wewaler, dengan kata lain perilaku yang melawan hukum alam (kodrat Tuhan). Jika tapa ngeli jauh dari polusi hawa nafsu negatif (nuruti kareping rahsa). Sebaliknya mengikuti “air bah” sama saja mengikuti hawa nafsu negatif (nuruti rahsaning karep) atau sikap semaunya si hawa nafsu sendiri (dikiaskan; manut wudele dewe). Air bah menerjang segala sesuatu yang bukan menjadi haknya. Air bah merusak tepi pantai, daratan, pemukiman penduduk, sawah, ladang dan membuat kerusakan di mana-mana.

      PERILAKU TAPA NGELI
      Apabila perilaku dan perbuatan anda tidak melanggar sesuatu yang menjadi hak orang lain termasuk perbuatan melawan hukum (breaking the law), tidak menyinggung perasaan atau menyakiti hati orang lain, atau perilaku kita tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi orang banyak. Perbuatan kita tidak merusak alam, lingkungan hidup, itulah perilaku yang masih berada dalam koridor tapa ngeli.

      Misalnya, perusahaan pengeboran tambang yang menyebabkan terjadinya semburan lumpur Porong Sidoarjo boleh saja menganggap hal itu sebagai musibah. Musibah diterima, dijalani, dan dirasakan dengan penuh kesabaran sebagai kelalaian dan kealpaan manusia. Tidak perlu banyak menggerutu dan menyalahkan pihak lain atau mencari-cari kambing hitam termasuk menganggap sebagai akibat dari efek gempa Jogjakarta yang letaknya nun jauh dari lokasi musbah lumpur Porong Sidoarjo. Yang paling penting mau menanggung semua resiko lalu memenuhi kewajibannya dengan cara yang penuh tanggungjawab, ketulusan, dan penuh kasih sayang. Perusahaan secepatnya mengambil langkah-langkah nyata melindungi dan mengganti kerugian kepada masyarakat sekitar yang tertimpa luapan lumpur dengan tulus ikhlas walaupun menguras aset perusahaan sampai habis. Begitulah perilaku tapa ngeli yang tepat. Jika semua tanggungjawab dijalani dengan penuh kesabaran, penuh ketulusan dan kasih sayang untuk melindungi warga masyarakat yang tertimpa luapan lumpur seadil-adilnya, maka kemungkinan besar perusahaan pengeboran itu akan mendapatkan gantinya yang jauh lebih besar dari apa yang telah ia keluarkan. Wah ini kalau menyinggung aparat pemerintahan ya saya minta maaf saja memang adanya begitu… dan kalau ada disini sebagai pejabat atau aparat saya tidak takut karena ya memang begitu… tata kotanya saja sudah ndak bisa…. jadi timbulnya begitu… ok saya teruskan lagi…

      Sedangkan bagi masyarakat dan PemKab setempat misalnya, melakukan tapa ngeli dengan cara menerima penderitaan itu dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Tidak sibuk menggerutu atau meratapi nasibnya, namun sebaliknya dengan penuh semangat tetap memperjuangkan apa yang menjadi haknya melalui prosedur yang tepat dan benar secara hukum. Perjuangan tidak berhenti di situ saja, Pemkab bersama komponen masyarakat secepatnya menyusun rencana ke depan untuk merubah musibah menjadi anugrah. Dengan berfikir kreatif, alternatif dan inovatif untuk menciptakan peluang baru di tengah runyamnya keadaan akibat luapan lumpur. Dirancang melalui pemikiran positif, dilakukan dengan sikap positif bahu membahu antara Pemerintah dengan semua unsur masyarakat setempat. Saya yakin akan datang anugrah agung terlimpah bagi masyarakat Sidoarjo. Saya termasuk orang yang yakin 100 % bahwa mukjizat Tuhan harus diraih oleh manusia sendiri. Artinya manusia tidak bisa hanya dengan berpangku tangan lantas mukjizat Tuhan datang dengan seketika. Manusia harus benar dulu “laku”nya. Barulah anugrah dan mukjizat yang diharapkan benar-benar terwujud. Mujizat Tuhan (hukum alam semesta) hanya berlaku bagi orang-orang yang mau memperjuangkannya dan bagi orang yang percaya 1000.000% saja…. ha ha ha …Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Seperti yang di wedar Den Ayu pada intinya adalah cinta….kita tidak akan bisa mencintai Allah dan Rosulnya kalau belum bisa mencintai sesama…
      30 Maret jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ya ,seharusnya memang begitu Den Ayu….tapi kenyataan sungguh diluar tanggungjawab sebagai manusia yang seharusnya menjadi makhluk sosial menjadi makhluk bikin sial…
      30 Maret jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kyara Dewi Sugeng dalu Mama lan sedoyo Engkang Rawuh wonten majelis meniko …salam kasih ..
      30 Maret jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      TENTANG AIR BAH Sebaliknya, apabila perilaku dan perbuatan Anda sadar atau tidak ternyata telah menyakiti hati orang lain, menyinggung perasaan sesama, melibas hak orang lain, mencelakai dan merugikan orang, melakukan tindakan invasi, menyerobot, menggusur dan menjajah, maka termasuk mengikuti sepak terjang air bah.

      Misalnya, perusahaan pengeboran tambang yang menyebabkan terjadinya semburan lumpur Porong Sidoarjo menganggap hal itu sebagai cobaan buat dirinya (atau cobaan untuk orang-orang yang “beriman”). Sekilas kalimat itu terdengar indah sekali. Namun pernahkah berfikir dan melakukan instropeksi diri bahwa musibah itu timbul atas kelalaian dan kecerobohan dirinya sendiri. Sangatlah arif dan bijaksana apabila pihak pengebor sendiri menyadari bahwa luapan lumpur Porong sebagai bentuk teguran atau hukuman Tuhan atas segala kesombongan manusia yang terlalu mengandalkan teknologi canggih, kurang bijak perlakuan terhadap alam semesta, dan sikap lancang tidak menghargai “masyarakat gaib” yang benar-benar ada di sekitar kita. Sikap instropeksi ini tentu saja lebih tepat dilakukan serta lebih arif dan bijaksana karena tidak “menyalahkan” Tuhan secara tidak langsung.

      Namun pada umumnya terjadi anggapan yang sebaliknya, musibah lumpur itu dianggap semata-mata datang dari Tuhan yang ingin mencoba-coba keimanan manusia. Seolah konsep keTuhanan hanya dijadikan sebagai obyek penderita saja, bahkan secara tidak langsung manusia menganggap Tuhan sebagai pelaku kerusakan alam. Lantas di mana letak kebenaran rumus bahwa: “Tuhan merupakan berkah bagi alam semesta (rabbul alamin)..?! Di situlah terdapat sifat egosentris manusia yang sangat halus, yang seringkali tidak disadarinya. Tuhan dijadikan sarana kambing hitam dan cuci tangan manusia dari segala tuntutan tanggungjawab atas segala resiko yang ditimbulkan akibat ulah ceroboh dan kelalaiannya. Hebatnya orang-orang tipikal demikian disadari atau tidak, dengan santun masih bisa berucap,”…kami melakukan “tapa ngeli” kami pasrah mengikuti apa yang menjadi kehendak Tuhan..! Namun tanpa ia sadari dirinya telah mengikuti prinsip air bah, nuruti rahsaneng karep, dengan bersikap golek menange dewe, golek benere dewe, golek butuhe dewe, sembari menjadikan Tuhan sebagai “kambing hitam” yang telah mendatangkan segala macam musibah. Orang-orang atau pihak yang memiliki sikap demikian itu, cepat atau lambat tidak ada yang luput dari bebendu (hukuman) Tuhan sejak masih di dunia maupun setelah ajal tiba. Itulah “ilustrasi” bilamana manusia mengikuti kehendak “air bah”.
      Pada tingkat retorika, seolah sebagai orang yang tabah melakukan tapa ngeli. Diawas den dieling, kita sering tidak menyadari hal itu terjadi pada diri kita sendiri. Maka jangan tertipu indahnya kulit, merdunya kalimat dan pesona wajah nan rupawan. Kebenaran sejati ada di dalam hakekat. Di balik semua yang tampak oleh mata.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 21:07 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Jr Arief mempertemukan kehendak hamba dengan kehendak Tuhannya kemudian menselaraskan,sungguh perjuangan yang tidak mudah…Bunda …
      30 Maret jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Jr Arief Banyak yang mengaku faham akan KeTuhanan Yang Maha Esa ..namun tidak sampai pada Kemanusiaan Yang Adil dan beradab…Ngapunten Bunda ..maleh ikut2 nyerocos..jane Isin …lha wong Ketuhanan sy ndak faham …kemanusiaane ya apalagi…wkwkwkwk…masih nol…
      30 Maret jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Jr Arief sugeng dalu..Bunda…Salam kasih slalu…semoga keberkahan,keselamatan dan kebahagiaan terlimpah untuk kita semua…Amiin…
      30 Maret jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.Assalaaumu’alaikum…..
      Kulo Sowam Mbakyu…..
      30 Maret jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Walah kang Dullah seru iki onok pertanyaan lewat Inbox… he he he ternyata ada yang mau coba2 bener padaku…BETULKAH TUHAN GEMAR MENCOBA ini pertanyaanya… Saya ingin berbagi kepada para pembaca yang budiman tentang suatu analisa bagaimana sistematika dan hubungan sebab-akibaat atas terjadinya berbagai bencana dan musibah di negeri ini, siapa tahu ada manfaatnya. Coba kita renungkan bersama, mengapa bencana alam kebakaran, angin, banjir dan gempa kini sering terjadi. Mengapa terjadi kebakaran (hutan), banjir, angin, salah musim, hama tanaman, wabah penyakit, hingga gempa dahsyat dan tsunami..?

      Pertanyaan di atas, akan menghasilkan berbagai jawaban seperti di bawah ini, sesuai dengan tingkat kesadaran ku……

      – Jawaban paling mudah dan simpel, sekaligus bodoh = hal itu sudah menjadi kehendak tuhan. Sudah digariskan tuhan untuk mencoba keimanan manusia. Nah, jawaban ini keluar dari seseorang yang terlalu percaya diri, yang hanya membuat pribadi-pribadi seolah agamis, tetapi sungguh congkak menganggap diri sebagai orang beriman paling baik dan bener. Lantas dari mana manusia bisa mengukur keimanannya sendiri? Apa parameter keimanan, yang berkaitan dengan keyakinan yang mengendap dalam perasaan dan di alam pikiran bawah sadar? Jawaban ini beresiko membuat seseorang lupa diri, gagal melakukan instropeksi dan evaluasi diri. Maka termasuk tipikal orang yang tak tahu jika dirinya sedang tidak tahu.

      – Jawaban yang lumayan kritis = hal itu terjadi karena manusia telah meninggalkan agama. Cuma sayangnya, agama mana yang ditinggalkan ? Biasanya masing-masing orang menjawab ; agama yang paling benar dan yang dianutnyalah yang ditinggalkan. Musibah itu sebagai hukuman bagi orang-orang yang telah menutup mata terhadap agama yang dianutnya. Jawaban ini masih terpolusi oleh rasa egoisme, fanatisme kelompok, golongan, sektarian, primordial, etnosentrisme. Apakah berkah dan kasih sayang alam semesta bersifat sektarian hanya welas asih kepada sekte/umat agama tertentu? Apakah kasih sayang dan anugrah alam bersifat primordialis, pilih kasih hanya kepada agama tertentu ? Apakah berkah dan anugrah alam bersifat etnosentris ? hanya berlaku bagi kebudayaan dan peradaban manusia tertentu? Apakah sumber kehidupaan yang disediakan oleh jagad raya ini hanya diperuntukkaan bagi suku dan ras tertentu? Coba berfikirlah lebih dalam dengan hati yang bersih dan batin yang bening.

      – Jawaban lebih kritis = musibah dan bencana merupakan teguran tuhan (alam semesta) atas perilaku, perbuatan dan ulah manusia. Bahkan merupakan hukuman tuhan (alam semsta) agar supaya manusia dapat berinstropeksi diri. Agar supaya manusia lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah tuhan (alam semesta). Jawaban ini rasanya lebih positif, tidak menjadikan diri kita congkak, terlalu merasa percaya diri, dan membuat lupa diri. Hal ini menjadikan diri kita selalu sadar jika kita ternyata belum sadar. Kita menjadi tahu, jika diri kita ternyata belum tahu. Dan begitulah modal besar bagi siapapun agar menjadi oraang yang tahu dan sadar.

      Jawaban yang lebih kritis, sebagai bentuk kesadaran kita akan adanya hukum sebab akibat. Bahwa musibah dan bencana ada hubungannya dengan ulah manusia. Mau percaya atau tidak percaya pada hukum alam dan hukum sebab akibat, toh hukum sebab akibat itu tetap ada dan terbukti bisa disaksikan siapapun yang mau mencermati hukum alam. Akibat adalah bentuk hisab. Kapan terjadinya hari hisab ? Tentu saja tak perlu menunggu “kiamat” (bagi yang percaya kiamat). Hari hisab terjadi setiap hari, di mana hari ini merupakan “buah” atas apa yang kita tanam beberapa hari, minggu, bulan, tahun lalu. Sing sopo nggawe bakal nganggo, siapa menabur angin akan menuai badai, siapa menanam pasti akan mengetam. Inilah hukum sebab akibat yang bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja, yang memungkirir maupun yang tak memungkirir.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sekarang ini sudah menjadi hal yang biasa bila manusia berperikehewanan tapi hewan berperikemanusiaan…..banyak tingkah laku hewan yang mengedepankan sikap tau diri sementara manusia lupa diri…
      30 Maret jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Wisang Geni Sugeng ndalu ugi salam rahayu….
      Bagus sekali apa yang bunda sampaikan….terima kasih sebagai wacana dan wawasan yang bisa untuk pangugeran bagi saya pribadi…matur nuwun ugi salam rahayu…
      30 Maret jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo sugeng ndalu bun …skedap nyimak kagem tombo kange…rahayu.
      30 Maret jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sebab akibat ya memang itu yang terjadi…
      30 Maret jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mlm Bunda.. Dan ntuk smuanya yg tlah hdir.. Siapa orgnya Bunda.. Yg mau coba2 ma Bunda..
      30 Maret jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Gempa, banjir, kekeringan, kebakaran, bisa terjadi oleh ulah manusia. Manusia yg tak memahami hukum alam di wilayah tertentu (misalnya Indonesia), dengan seenaknya melakukan penggundulan hutan, ekploitasi alam secara berlebihan, tidak melakukan konservasi alam, merusak sungai, hutan, tepi pantai. Akibatnya sangat fatal. Hutan gundul mengakibatkan kurangnya resapan air ke dalam tanah. Akibatnya begitu kompleks. Lempeng bumi yang selalu bergetar, bergeser, setiap saat terjadi kekurangan “pelumas” dan pelentur berupa air sehingga keadaannya menjadi rapuh mudah patah. Pada saat terjadi sedikit geseran dan getaran, maka patahlah lempeng bumi mengakibatkan gempa. Terjadinya perpatahan lempeng bumi bersifat estafet, maka gempa terjadi beruntun terjadi secara estafet pula. Lindu sedino ping pitu. Akibat lain, reboisasi berkurang sangat signifikan, sehingga terjadi proses penguapan air tanah secara besar-besaran, berakibat pada penyusutan kandunga air tanah dan global warming, hal ini menambah porsi penguapan air laut semakin bertambah besar, yang berpengaruh pada perubahan iklim secara distortif, lantas terjadi hujan salah mongso. Pada saat kemarau, empang, kolam tak kering kerontang, pada saat musim penghujan air meluap menjadi banjir besar. Akibatnya hasil pertanian gagal total. Sekali hujan maka terjadi sangat lebat, hingga menimbulkan banjir besar. Pemanasan global berakibat es kutub meleleh, terjadi elevasi air laut, perubahan cuaca yang begitu cepat dan terjadi berkali-kali dalam sehari. Suhu ektrim terjadi di mana-mana, menimbulkan pergerakan udara dingin ke panas terjadi begitu cepat, sehingga menimbulkan bencana angin topan, lesus, tornado, putting beliung yang merusak permukaan bumi. Pemanasan global, distorsi cuaca dan iklim, berimplikasia menimbulkan wabah penyakit, virus, bakteri mengalami perubahan genetika dan sifat dasar, lantas muncullah penyakit-penyakit baru yang mematikan manusia, tanaman dan binatang. Esuk lara sore mati, sore lara isuk mati.

      Ini baru sedikit ulasan mengenai apa sebab musabab terjadinya gempa, banjir, anginm dan wabah penyakit. Masihkan kita “menyalahkan” tuhan yang ujug-ujug mencoba-coba manusia ? Marilah berfikir dengan akal sehat, betapa ulah kita, ulah manusia telah menjadi penyebab utama kerusakan bumi ini. Tegakah kita kepada anak cucu generasi penerus kita, yang hanya kita warisi kerusakan, malapetaka, penyakit, wabah, kesengsaraan, penderitaan. Jika tidak eling dan waspada, diam-diam kita bisa berubah menjadi generasi biadab, keji, dan buas beringas, menjadi monster bagi anak turun kita sendiri…!! Siapa sesungguhnya yang menjadi dajjal ?

      SIAPA YANG TAK BERAGAMA?
      Tapa ngeli berarti perilaku yang sesuai dengan kodrat alam atau kodrat ilahi. Pelaku “tapa ngeli” inilah sesunggunya secara hakekat dikatakan orang yang beragama. Sementara itu, mengikuti “air bah” berarti melawan kodrat alam, melawan hukum alam. Dan yang ini, tipikal orang yang tak beragama, sekalipun ia menganut salah satu agama yang ada. Atheis bukan berarti orang yang tidak menganut satu agamapun yang ada di bumi ini. Bagi saya pribadi, atheis lebih pas untuk menyebut orang yang perbuatannya selalu melawan dan menentang hukum alam. Sekalipun seseorang memeluk salah satu agama, namun perbuatannya selalu membuat kerusakan alam, mencelakai dan membunuh orang lain. Maka secara hakekat ia termasuk manusia tak beragama. Monggo sama2 nglaras dan merenung… bener tidak…????Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Pakpuh Tegoeh mau tahu rasanya sorga atau neraka gak usah nunggu mati dulu … coba aja sekarang brangkat ke kantor koramil .. trus pukul aja pipinya salah satu tentara yang ada disitu … saya jamin 1 menit kemudian bisa merasakan neraka .. hehehehehehe
      30 Maret jam 21:53 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Pak poeh@ weh jangan to pak puh,,,,kasian tuh,,,,tentara ganas ganas,,ha ha ha,,met malam pak poeh,,,
      30 Maret jam 21:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Bener lan pener Den Ayu…..la wong sing beragama cuma KTP hahahaha…
      30 Maret jam 21:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met mlam mama,,om abdullah,,,,mas jeans,,mas wisangeni ,,,om ariyo,,,dan saudraku semua,,salam kasihku selalu,,,,
      30 Maret jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎/
      @Mas Ali : Kaya Bang Madit (orang) terlanjur kaya hahahahahahhha………..
      30 Maret jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Adanya manusia tidak lebih dan tidak kurang hanya sebagai penyebab……nek arep protes yo protes karo Gusti Allah wae…
      30 Maret jam 22:00 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mlam jg adikq Gadis.. Gmana kbr kmu..
      30 Maret jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Syukur alkamdulilah,,kabar adekmu baik mas,,panjenengan pripun,,,??
      30 Maret jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ariyo Hadi Hadiwijoyo salam sayang Dis…sukses buat kamu.
      30 Maret jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Nek di onceki ngene iki oyo ara isin nek ngaku menungso…oalah….mending ngaku dadi wedus wae mbeeekkkk hahahaha…..hahahaha…..
      30 Maret jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om ariyo@ terimakasih buanyak om,,,sukses jg buat om dan untuk saudaraku semua yg di sini,,
      30 Maret jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Alhamdulilah kbrq jg baik2 aja..
      30 Maret jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Selamat Malam, Mas Aryo, Mas Ali, Mas Misterr, Mbak Gadis…….
      Mas Petruknya mana iki? Kok gak nongol,
      Apa masih diuber-uber Bakul Kacang? kakakakakakak………
      30 Maret jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm jg Mas Lathif gmana kbrnya..
      30 Maret jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met mlm jg om latif,,,
      30 Maret jam 22:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Senang rasanya masih bisa ketemu lagi, walaupu saling berjauhan……
      Tapi dekat di FB, benarkan Mas Mister….. Mbak Gadis…. hehehe…..
      30 Maret jam 22:25 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Benar skali Mas.. Klo da waktu kita smua kumpul di pendopo Bunda gmana Mas.. Hehehe..
      30 Maret jam 22:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbakyu LIa…… , Kanjeng Koko……
      Kok mesam-mesem aja ……. mana lanjutan wedharannya…… Nopo sampun paripurna?????
      Kulo taksih nenggo kelanjutanipun, Mbakyu……..
      30 Maret jam 22:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Para Komando Ibunda selamat malam
      30 Maret jam 22:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Misterr : Boleh………. kalau sya libur panjang (nggak) ngajar….. Insya Allah……
      Saya akan lebih bahagia lagi kalau bisa bertatap muka dengan sedhaya kadang kinasih di Pendopo,
      Tapi dengan syarat………… Sampean jangan paksa Bunda supaya saya berlatih di sana ….. saya malu… hihihi….
      30 Maret jam 22:34 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ha ha ha ha kurang tuwuk po mas Lathif xxxiiii xxxiiii
      30 Maret jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Angin puting beliung baru saja terjadi di jawa barat….
      30 Maret jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya om lathief,,,jauh di mata deket di hati,,,he he he
      30 Maret jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Allahu akbar
      30 Maret jam 22:36 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Setuju sekali Bunda… Semua sudah menjadi ketentuan hidup [karma yg kita terima] tak bisa diubah, takdirnya sendiri_sendiri. Kalau kita menyatakan bahwa penderitaan yg menimpa seseorang itu sebagai Kehendak Tuhan, sebenarnya sama dengan menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam. Sama dengan menjadikan Tuhan bertindak sewenang_wenang. Tuhan tidak berlaku zalim pada hamba_hamba_Nya. Tak ada seorang pun yg dirugikan atau dizalimi. Kita skrg ini hanya sekadar menerima buah dari hasil kita sendiri. Jadi kita tidak boleh bersedih hati bika tertimpa musibah, dan tidak boleh terlalu bangga bila dapat keuntungan. Sebenarnya Allah itu Maha Rahman dan Rahim. Juga Maha Pengampun. Apabila Allah tidak menutupi sebagian dari kesalahan manusia, niscaya beban atau balasan yg dipikul manusia terlalu berat. Jika Allah tidak memaafkan kesalahan manusia, manusia akan hidup menderita lagi di bumi sekarang ini… Selamat Malam Untuk Semua… Salam Kasih dan Hormatku Selalu.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 22:38 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : Kurang lengkap …… Campur di FB, hehehehe……………
      30 Maret jam 22:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah mudun jam 11. kang 41 Yasin Fadillah… 16 menit x 41…. demi masyarakat banyak… ora opo2 kang sing penting sukses….
      30 Maret jam 22:39 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Om latief,,@ okk deh,,,he he
      30 Maret jam 22:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sya jg brhrp bgitu Mas .. Yg nongkrong di warung Bunda bs brtemu lgsg, wah.. Suruh blajar kok malu to Mas… Hahahaha..
      30 Maret jam 22:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met mlm jg mas arie
      30 Maret jam 22:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Iyo Den Ayu….tak dereke seko omah….mugo isih ono kesempatan ndandani awake dewe…
      30 Maret jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat Malam Mas Jeans, Gadis, Kang Dullah, Mas Latief dan semua yg ada disini… Salam Kasih dan Hormatku Selalu.
      30 Maret jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      @Mbakyu : Saya coba mengamalkan nasehat almarhum guru saya :
      “Bersikaplah seperti Bumi menerima Curah hujan dari langit……. Ia tak akan pernah merasa bosan….. Tidak akan pernah……
      Begitu, seharusnya engkau bersikap dalam menerima ajaran yang benar…….”
      Begitulah kalimat beliau Mbakyu……
      30 Maret jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat wilujeng ndalu para kadang kinasih : ngapunten dereng saget nderek jagongan … amargi wonten jejibahan, Jeng Lia …ayo tak dereke mangkat doa yasinan.. monggo sadaya… rahayu3x
      30 Maret jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎>
      @Mas Misterr
      @Gadis Exsprit
      30 Maret jam 22:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Masih 20 menit lagi kang mas Koko…. entar lagi njih…
      30 Maret jam 22:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Misterr
      @Gadis Exsprit
      hehehehehe……… ya ya ya, semua akan terasa hangat penuh keakraban, bisa Ta’aruf satu sama lain….
      @Mbakyu ……. Kulo mboten kuman jatah tugas toh….. hehehe….
      30 Maret jam 22:48 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Latif aku masih bikin catatan tentang bumi sabar saja nanti kan tertayangkan untukmu…. tenang ya…. yang penting jangan bosan dengan ini semua… kalau bosan bilang aku tak selingi dengan bahasa CINTA ha ha ha ha ha
      30 Maret jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Daniel masih adakah atau sudah lari….
      30 Maret jam 22:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Nuwun injih @Mbakyu…… Kulo tansah sumadyo……
      30 Maret jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Nuwun injih @Mbakyu…… Kulo tansah sumadyo……
      30 Maret jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Nuwun injih @Mbakyu…… Kulo tansah sumadyo……
      30 Maret jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm jg Mas Arie..
      30 Maret jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Hehehehe….. Saya malah sudah sering membaca syair-syair CINTAnya Mbakyu, hehehehe……. terasa sudah tak asing lagi….. hihihi…..
      30 Maret jam 22:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kgph Samber Nyawa Sugeng ndalu para kadang kinasih…. sugeng ndalu jeng Lia…
      30 Maret jam 22:52 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Para Komando Di sini Ibundaaaa…
      30 Maret jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Aq kbagian tugas opo Bunda.. Hehehe..
      30 Maret jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat wilujeng ndalu Kanjeng Samber Nyawa . sumangga katuran paring dawuh
      30 Maret jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat Malam Romo,,,salam kasih
      30 Maret jam 22:56 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlm jg kanjeng kgph samber nyawa,,salam kasih selalu kanjeng
      30 Maret jam 22:57 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Para Komando wilujeng dhalu abah ali..ms arie…ms kinasih dn semua yg hdr di sini..slm kenal dr saya…
      30 Maret jam 23:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Koko Puspo Handokoningrat gadis ya slmt malam
      30 Maret jam 23:00 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu Kanjeng Gph Samber Nyowo… mugi Gusti paring Rahayu Wilujeng… monggo Kanjeng….
      30 Maret jam 23:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Daniel diurusi warunge wong loro yo karo Gadis iki wis jam. 23.00 arep enek tugas….
      30 Maret jam 23:01 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Terimakasih Romo
      30 Maret jam 23:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Jeje Pitulas Derajad Full selamat malam bunda…terima kasih bunda….selamat malam dulur sedoyo nderek makempal….rahayu
      30 Maret jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mama,,,
      30 Maret jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met mlam jg mas jeje,,salam kenal ya
      30 Maret jam 23:05 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Jeje Pitulas Derajad Full injih mbak gadis….
      30 Maret jam 23:06 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Para Komando Di Persilahkn Ibunda….
      30 Maret jam 23:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu ugi Mas Komando.. Salam knal ugi..
      30 Maret jam 23:07 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kgph Samber Nyawa
      Satu detik…

      Dua detik…

      Tiga detik….

      Empat detik….

      Lima detik….. berlalu, terasa lebih sangat sangat lama lagi.
      Sang Dewi tetap berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun dalam posisi teratai penuh.

      bukankah permintaan pertama akan Kesehatan dan kedua akan Kebahagian sebenarnya jauh lebih sulit, dari pada permintaan terakhir yang ketiga untuk melenyapkan halangan dalam pembinaan.

      “Dewi yang Welas Asih, permohonan pertama dan kedua jauh lebih sulit, tetapi sang Dewi dengan welas asih mengabulkan permohonan kami. Permohonan kami yang ketiga, jauh lebih mudah dibandingkan permohonan yang pertama dan kedua. Dan permohonan kami yang ketiga, bermanfaat untuk pembinaan spiritual, bukan sebatas permohonan duniawi seperti permohonan kami yang pertama dan kedua.
      “Bila memang demikian adanya permintaan kalian, saya akan mengabulkan permintaan ketiga yang terakhir ini.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 23:08 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kang mas Koko, Kang Dullah, Mas Jeans, kang mas Petruk…..Mas Jean Danie, Gadis wedaran tak terusake sesok… 41 Yasin… ok makasih salam saudaraku dan saudariku seiman…… nembah nuwun …mugi panjenengan ugi tansah pinaringan sih kawelasannipun gusti ingkang murbeng dumadi…lan sedoyo krenteg e manah jumbuh kalawan kersanipun gusti…..salam kasihku, nyuwun ijin palilah mandap pasilan…. Rahayu …… salam penuh kasih …nyuwun pamit………Wass.Lihat Selengkapnya

      30 Maret jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Para Komando inggih mas kinasih
      30 Maret jam 23:10 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Para Komando ws.wr.wb
      30 Maret jam 23:11 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ok mas jeje,,
      30 Maret jam 23:11 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Ws mama,,,
      30 Maret jam 23:12 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Akhirnya sesion ini ditutup
      the end.
      30 Maret jam 23:46 · SukaTidak Suka
    • Gadis Exsprit Aring@ ha ha ha,,iya om
      31 Maret jam 0:05 · Suka

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: