Persahabatan Angsa Dan Burung Gagak oleh Bunda Lia pada 17 Mei 2011 jam 22:14

Persahabatan Angsa Dan Burung Gagak

oleh Bunda Lia pada 17 Mei 2011 jam 22:14
Persahabatan Angsa Dan Burung Gagak
Seekor Angsa betina sedang mandi dan berenang-renang ditengah telaga.
Menari-nari bak bidadari di Telaga Nirmala. Gerak-geriknya sangat lemah gemulai, indah mempesona dipandang mata.Tiba-tiba datanglah seekor Gagak Betina, bertengger di dahan pohon jarak.
Gagak itu menyela, “Hai… Angsa..!” Angsa itu menoleh dan menghampiri , tanpa syak dan wasangka. Mereka berdua bercakap-cakap seolah teman lama yang tak pernah berjumpa.
Bersendau gurau tanpa curiga.
Namun angsa Jantan memperhatikan dari kejauhan. Berkecamuk seribu pertanyaan dalam angan….
Gagak hitam itu mengajukan permohonan pada angsa betina, “Jika kamu sedang mengerami telurmu, bolehkan aku menitipkan telur-telurku untuk engkau erami?” tanya gagak betina sambil mengiba. “Boleh saja gagak, nanti anak-anakmu akan aku rawat seperti anak-anakku sendiri”, kata angsa betina dengan ramah.
Singkat cerita, angsa itu sudah mulai mengerami telurnya, dan gagak sudah menitipkan telur-telurnya pada angsa. Sebenarnya angsa jantan tidak setuju dengan hal itu.
Namun angsa betina memberikan dalih pada angsa jantan, supaya kalau berbuat paik pada sesama harus dengan niat yang iklas. Angsa jantan pun diam, namun tetap waspada.
Ternyata telur-telur gagak itu menetas lebih dulu.
Dengan tanpa dikomando angsa jantan mencarikan makanan untuk-anak-anak gagak, karena angsa betina masih harus melanjutkan mengerami telur-telurnya sendiri sampai menetas.
Meskipun sudah menetas, anak-anak gagak itu masih berada dibawah eraman angsa betina, karena mereka mengira kalau angsa betita itu adalah induknya.
Ketika semua telur-telur itu menetas, angsa betina turun dari sarangnya. Untuk mandi dan membersihkan diri.
Dengan diiringi angsa jantan, bereka berangkat menuju ke Telaga Nirwana. Sebelumnya mereka berpesan pada anak-anak gagak, “Anak-anak, tunggulah ibu di sini, jagalah adik-adikmu…! begitu perintahnya. “Baik bu..!” jawab anak-anak gagak pada angsa betina.
Maka dengan hati riang angsa betina dengan ditemani angsa jantan pergi ke telaga meninggalkan anak-anaknya.
Namun apa yang terjadi..?
Stelah melihat anak-anak angsa yang masih kecil-kecil itu, muncul lah sifat asli dari anak-anak gagak. Dibantai dan dimakan habis anak-anak angsa itu oleh anak-anak gagak beramai-ramai. Karena kekenyangan, merekapun tertidur pulas.
Saat induk angsa datang, mereka masih tertidur kekenyangan.
Mereka semua dibangunkan dan angsa betina bertanya, “Kemana adik-adikmu..?”. dengan sikap tanpa merasa bersalah, mereka menjawab “Sudah aku makan ibu…, sudah habis..!”
Sayang sekali, waktu dulu, angsa betina tidak tidak mengindahkan peringatan angsa jantan. Nasi sudah menjadi bubur. Memang, menyesal itu tiada guna.
————-
Manusia tidak dipenjara oleh takdir.
Namun dipenjara oleh pikiran dan perasaannya sendiri.
————-
Cerita di atas hanya sebuah metafora.
Dan saya persilahkan panjenengan semua untuk memberikan komentar serta pendapat.
Setiap orang mempunyai perspektif berfikir yang berbeda.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Bunda Lia Sik kang aku tak ngurusi iki…. nengo mburi to….

    • Ibu Nto tdk bisa asal memberikan kepercayàan penuh kpd orang bahkan yg kelihatañya sgt baik dan begitu setia, gitukah bunda…

    • Abdul Lathif

      ‎.
      Hitam dan putih adalah warna dunia
      keduanya saling melengkapi
      walau sebagian orang beranggapan
      keduanya hanya sebutan
      Namun, semua mempunyai kelebihan
      dan masing-masing kekurangan
      akan bijaksana apabila
      kita selalu bijak dalam memposisikan

      Wahai orang-orang dewasa
      Sadarlah
      Bangunlah
      Tetap semangatlah
      memposisikan keduanyaLihat Selengkapnya

    • Putrie Ragiel Trisno Bundaaaaaaaa…nututi ke belakang sambil narik’ jaritnyaaaa he he heeee…mat malam Bunda juga Abah Ali n Omm Abdur salam sejahtera

    • Abdul Lathif ‎.
      Putri@ Jangan terlalu kencang narik jaritnya, bisa bahaya…. hahaha….

    • Ibu Nto ‎…n mst kita dpt memahami yg baik dr yg tdk baik, menentukañya scr bijaksana, tdk hny asal bniat baik… gt y bunda

    • Herry Tasman Angsanya Bunda…….aku gagaknya….kan aku hitam….malam Bunda Lia

    • Gadis Exsprit Selamat Malam Mamaku Tercinta,,,,,slam sayang dan kangeku selalu

    • Jr Arief manusia itu pd dasarnya demotivated…dia berjalan netepi lakon prjalanannya sendiri2, bagi jiwa2 yg masih terpenjara dlm kegelapan walau 1000 petunjuk…se…

      17 Mei jam 22:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Salam malam Putrie….rahayu

    • Kepara Bocah Gendeng Barokah Sugeng ndalu bunda…”
      Air susu dibalas Tuba,tpi Tuba dibalas Madu…”{hyach…sok yes…hehehe}

    • Gadis Exsprit Selamat malam Om abdulllahku,,om harry,,,Ibu nto,,,,om lathif,,mbk putri@ salam sejaht3ra,,,,rahayu

      17 Mei jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Jr Arief sejuta cahaya penerang namun bila matanya terpejam,telinga tertutup maka tetap saja dia ada dlm gelap dan kedunguan..

    • Putrie Ragiel Trisno ‎@Waaduuuuh Abaaaah Ali berubah wujud lagi aaaccchhh….akuuuuut…..…@Omm Abdur..he he heeee…nututin Bunda minta kopi he he heeee…@ Kak Gadis salam kasih n miss u selalu terimakasih……

      17 Mei jam 22:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Jr Arief selamat malam Bunda Lia..sederek,sahabat semua… semoga keberkahan,keselamatan &kebahagiaan senantiasa tercurah untuk kita semua…

    • Abdullah Ali Salam malam Gadis….rahayu

    • Herry Tasman Malam Gadis Exsprit…..malam Kang Ali….Malam semua yg hadir dan yg ngintip aja…Rahayu

    • Abdullah Ali Putrie hahahaha….tubuh gagah tampang memelas hahahaha….

      17 Mei jam 22:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda, Abah Ali, Ibu Nto, Mas Lathif, Jenk Putri.. Smoga persahabatan kita slalu mendpt berkah dr yg MAHA KUASA.

      17 Mei jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Salam malam mas Herry….rahayu

      17 Mei jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Herry Tasman Selamat Malam Putrie Ragiel Trisno…..kopi ku jgn pakai gula ya…..!!!

      17 Mei jam 22:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Salam malam,Sang….rahayu

      17 Mei jam 22:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno ‎@Omm Misterr …Amien YRA terimakasih n mat malam….@ Abah Ali he he he heee yang penting waras n penuh cinta kasih buat sesama yoooyoooo…he heeee..salam mesam mesem..

      17 Mei jam 22:48 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Putrie….tentu Putrie,aku kan tuan cinta hehehehe….

      17 Mei jam 22:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm jg Gadis.. Wah foto profile adikq jiiiaaannn.. Cuanntik ex.. Hehehe..

      17 Mei jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Haiyaaaaa omm Herry mat malam Omm…kebetulam Bunda tadi siang ngak ke pasar, pas tak ada gula di dapur adanya kopi kasih dari Bunda juga dari semua sahabat yang ada di sini Srupuuuut…..mantaaaaaaf.…monggoo sedoyo…

      17 Mei jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif

      ‎.
      Waduh……. kok sudah banyak iki yang berdatangan iki,
      Selamat Malam :
      @Mas Ali
      @Mbak Putri
      @Gadies Exsprit
      @Mas Harry
      @Mas Misterr
      Lihat Selengkapnya

      17 Mei jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Salam Rahayu ugi Bah.. Mugi ksarasan kwilujengan tansah amberkahi Abah Ali skluarga.

      17 Mei jam 22:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar sugeng ndalu bunda lia,bpk abdullah ali,mas wisanggeni,mas petruk tralala.lan sugeng ndalu sdoyo ke mawon…mugi2 sdoyo tansah dipun paringi saras slamet lan tansah kinayungan dning gusti kang moho agung,.amin.

    • Abdullah Ali Den Ayu….sebuah kisah yang menggugah kesadaran bahwa pada kenyataan perbuatan baik tidak harus dibalas kebaikan….dan ini memang realita yang sering terjadi….maka bagi si angsa adalah ujian yang memang berat….namun bila mampu menyikapi keadaan tentu akan menjadi makhluk yang luar biasa….

      17 Mei jam 22:59 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Salam malam mas Cipto….rahayu

      17 Mei jam 23:00 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Kang Mas Agung sugeng ndalu.. Monggo mlebet mawon ampun ten jawi asrep.. Hehehe.. Salam Rahayu.

      17 Mei jam 23:01 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sang….insyaAllah,amin amin amin….semoga kaupun begitu.

    • Herry Tasman Selamat Malam Mas Abdul Lathif…Salam Rahayu utk keluarga.

      17 Mei jam 23:05 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Herry : Dawah sami, rahayu……

    • Abdullah Ali Mas Guru….rahayu

      17 Mei jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abbur Boedoet Wiludjeng dalu kakangmbok ayu ugi sedaya para sepuh.. Ceritanya kok medeni to ..raywa sagungging dumadhi.._/\_ …

    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Ali : Salam Kangen bertumpuk-tumpuk…….

      17 Mei jam 23:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Guru….wah nganti sundul langit sajake hahahaha….

      17 Mei jam 23:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Selamat malam … salam kasih sayang nan tulus poro kadang kang kinasih….. mugi tansah rahayu wilujeng…..
      Miyos saking renteging hawa
      ambedah anggit prayitnaning pikir
      sesumeh bayu ayuning asih
      njembari pajar latuning titah
      ilang lunganing ngawang
      nemoni asrep reseping wening
      Ono sanepa kagem pepiling….
      Lihat Selengkapnya

      17 Mei jam 23:29 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Herry Tasman waduh …..Bunda tegahnya….aku lupa pakai kacamata khusus, aku ora ngerti blaaaaaassssss….oh nasib ku……]

      17 Mei jam 23:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Agung Pambudi, dan Abdullah Ali menyukai ini
    • Bunda Lia

      Kejarlah ilmu setinggi langit dan tetaplah berusaha seperti padi, itu kata-kata pepatah yang seringkali kita dengar. Mungkin tidak sekaligus seperti diatas, mungkin hanya kejarlah cita-citamu setinggi langit atau belajarlah dari padi yang artinya kira-kira seperti ini, “Setiap orang memiliki keinginan dan akan selalu memilikinya selama masih merasa hidup, maka cobalah untuk mencapai semuanya dan pada saat pencapaian itu pun apabila telah tercapai belajarlah pada padi, semakin berisi kan semakin merunduk……..Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Sing ora duwe pepinginan kuwi wong turu Den Ayu….ning ngiler hahahaha….

      17 Mei jam 23:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Herry Tasman Mantap Bunda…hal seperti ini yg hrs di share setiap hari Bunda….Mathur Nuwun …Kamsia….Thank you….Domo Arigato…Merzy…Xie xie….Terima kasih Bunda terkasih.

      17 Mei jam 23:35 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Abur sugeng dalu dimas… salam kasih selalu….

      17 Mei jam 23:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tadi siang saat aku jalan2 dipematang sawah…. perhatian saya justru tertarik pada liuk batang bambu yang mengikuti angin dan akhirnya kembali tegak berdiri seakan merasa itu hanyalah senam pemanasan saja……Bambu mengerti untuk bertahan hidup kadangkalapun kita memang harus mengikuti arus namun jangan lupakan tempat kita berpijak, batang bambu mengikuti kemana angin membawanya namun akarnya tetap ingat tempat tumbuhnya…. Bambu mungkin tidak terlalu mementingkan buah yang harus dihasilkan namun tanpa dia sadari, dari dirinya pun dia telah berguna….. Bambu memberikan suatu contoh bagi saya, meski dirinya dapat digunakan untuk berbagai hal, memiliki kepintaran untuk menjadi apapun namun dia masih menyisakan ruang untuk belajar oleh sebab itu di dalam batang bambu ada ruangan kosong.Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Ya memang cita cita haruslah tinggi….tapi dalam renunganku bahwa cita cita tertinggi adalah selamat dunia akhirat….

      17 Mei jam 23:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Herry Tasman Suatu pemahaman yg luar biasa Bunda, perlu dicatat dan dijalani, tdk hanya sekedar mencatat…..Salud Bunda Lia

    • Bunda Lia

      Memang ada waktunya kita bersikap mengalah, rendah hati dan bijak namun tidak semua orang mengerti maksud kita, prinsip padi bukan berarti jalan yang salah menurut saya namun hidup bukan semudah cerita sinetron musiman seperti yang saat ini kejar tayang di TV. Hidup itu berubah, saat anda bangun esok pagi cobalah berkaca, segaris kerut apakah itu halus atau jelas tetaplah merubah wajah anda, hidup itu terlalu singkat bila hanya dilewati hanya dengan diam dan bijak saja.
      Manusia diciptakan Tuhan bukan hanya sebagai mahluk dengan perasaan baik saja, tapi juga sedih, marah dan gembira. Bijak bukan berarti anda harus selalu mengalah pada setiap orang dan diam pasrah, bijak bagi saya adalah bisa menempatkan kapan anda harus mengkuti arus atau mulai menetangnya, mengerti kapan dan mengapa anda harus bersedih, marah atau bergembira serta mampu untuk memilih apakah saat ini anda lebih baik menjadi Padi atau menjadi Bambu?
      Lihat Selengkapnya

      17 Mei jam 23:42 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pada bambu ada ruas ruas yang disitu tumbuh cabang….seperti halnya ketika kita belajar sesuatu….dari tiap belajar sesuatu haruslah tumbuh pengetahuan yang bisa berguna untuk diri sendiri dan orang lain….

    • Herry Tasman Aku mau jadi Murid Bunda aja….biar bisa pinter seperti Bunda Lia

      17 Mei jam 23:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
       

       
       
    • Bunda Lia

      Rumput ilalang sangat dibenci oleh petani karena sangat membahayakan dan merusak tanaman padi. Menanam padi secara musiman di ladang (area tanah keras) bukan sawah (area tanah datar yang berair) memiliki banyak kelemahan yaitu selalu mudah ditumbuhi oleh ilalang dan jenis tanaman rumput lainnya. Rumput ilalang tumbuh diantara padi dan sulit sekali dideteksi karena jenis daunnya hampir sama. Lebih hebatnya lagi, ilalang bisa menyesuaikan diri dengan tingkat kehijauan daun padi. Rumput ilalang sangat kuat dalam memperebutkan makanan dari tanah, justru ilalang kelihatan lebih subur dan kadang daunnya menghalangi daun padi. Rumput ilalang merusak padi dan membuatnya menjadi tidak menghasilkan buah yang maksimal. “Seperti buah ilalang di tengah buah tanaman padi, kelihatan buah kebohongan di bawa angin dan kelihatan buah kebenaran dapat dinikmati / dipanen”
      Sekalipun rumput ilalang berusaha menyembunyikan diri dari komunitas tanaman padi, namun pada akhirnya mereka pasti tertangkap dari hasil kerja yang mereka buahi. Akhir dari semuanya itu adalah “Buah” yang langsung kelihatan mana yang benar dan mana yang penuh dengan kefasikan. Sekalipun rumput ilalang mengubah wajahnya, berusaha seakan-akan seperti padi yang baik hati, namun suatu hari dia tertangkap dalam “hasil kerja yang dibuahkannya”…
      Lihat Selengkapnya

      17 Mei jam 23:46 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Yusmala Dewi dinda … mampir mbak tunggu ni tlp tarok d inbox ku yah

    • Abdullah Ali Yang namanya meniru tentu hasilnyapun tidak sebaik aslinya….namun demikian banyak orang justru menyukai yang tiruan hehehehe….

    • Herry Tasman Mantap Bunda…Memang banyak yg bisa kita pelajari disekitar kita, utk memahami hidup ini….asalkan kita jeli mengupasnya….]

      17 Mei jam 23:51 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Apa misinya rumput ilalang
      Menumpang hidup, artinya rumput ilalang dimana-mana akan berusaha menumpang hidup dilahan yang baru disiapkan untuk Tanaman Padi. Misi yang pertama ini sudah ketahuan bahwa pemikirannya hanya bersifat “Short Term”. Sangat bersifat pendek dan sesaat. Sifat inilah yang sangat membahayakan organisasi dimanapun, ada orang-orang yang berpikir pendek memakai kata “Mumpung Ada Kesempatan”.
      Akibatnya …… karena ilalang kelihatannya persis tanaman padi, mukanya sangat polos seakan-akan buahnya kelak sama dengan buahnya padi, semua orang dilingkungannya menganggap dia saudara, sahabat dan mitra yang baik. Hati sebagian tanaman padi menjadi condong kepadanya, karena belas kasihan namun akan diuji oleh waktu bahwa ketika tiba saatnya akan kelihatan siapa yang akan memberi hasil yang baik dan siapa yang hanya memberi buah kosong, ada penyesalan namun sudah terlambat.
      Akibat lainnya …..Jika petani sang pengelola ladang terlambat mendeteksi rumput ilalang dalam ladang itu, maka rumput ilalang sangat cepat sekali menyebar keseluruh areal ladang. Padipun menjadi kurus kering dan mati, hidupnya terancam akhirnya jika bertahan hidup sekalipun tentu tidak menghasilkan buah yang maksimal, pasti hasilnya tidak sesuai dengan harapan….
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Apa yang harus kita lakukan
      “Cabut rumput ilalang sampai keakar-akarnya dan buang ke bara api untuk dibakar sampai jadi debu, jangan ada belas kasihan padanya, karena dia dilahirkan sebagai perusak, tak akan mungkin dia menghasilkan buah padi sampai kapan pun, Rumput ilalang tetap menghasilkan buah ilalang. Dimanapun ilalang tumbuh dia adalah trouble maker dan pembuat penderitaan bagi tanaman padi”…..Hal ini prinsip para petani yang baik dimanapun dimuka bumi ini, bahwa rumput ilalang tidak menguntungkan dan tidak diharapkan kelahiranya di dalam ladang yang telah disipkan untuk kehidupan dan peradaban manusia. Itulah arti dari apa yang saya sampaikan bahwa kita harus mengabdikan diri bagi kemanusiaan, mendatangkan kebaikan dan mampu mebedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
      Ketika kita memisahkan rumput ilalang dari tanaman padi harus benar-benar super hati-hati, supaya tanaman padi lainnya jangan ikut tercabut dan turut terbawa ke bara api yang mematikan itu. Namun segala sesuatu ada resikonya….
      Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Yo bener Den Ayu….namun dari sisi yang lain ilalang pun juga tumbuh dimanapun tempat….kitapun kalau bisa juga harus bisa tumbuh dimana saja….ini dari sisi lain loh hehehehe….

    • Herry Tasman Lho kok Kang Ali mau jadi ilalang….dari paparan Bunda diatas. Ilalang itu pecundang Kang…piye Kang…???

      18 Mei jam 0:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Kadangku kang kinasih, kita membutuhkan profesionalisme yang tinggi meminimalis resiko apapun. Namun ada harga yang harus dibayar jika memang demikian keadaanya dilapangan, sekalipun beresiko besar bagi tanaman padi yang akan turut tercabut posisinya karena ketika Sang Ilalang dicabut dengan tangan yang kokoh, yang mengakibatkan tanaman padi dilingkungannya turut tercabut, “itu adalah resiko dan harga yang harus dibayar dalam menyelamatkan ladang padi yang lebih besar yang telah disiapkan untuk menghasilkan padi demi keluhuran manusia dan demi kebaikan kita bersama.
      Kadangku, saya tidak tahu siapa yang tersentuh dengan artikel ini, saya tidak bisa mengklaim bahwa sianu adalah ilalang dan yang lain adalah tanaman padi, itu adalah pilihan bagi kita semua. Pilihan ditangan saya dan saudara, yaitu memilih mulai hari ini kita akan menjadi apapun terserah saya dan saudara….
      Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 0:02 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      HAMPURA-SUN …Sugeng sumunaring CONDRO ingkang tansah hamadhangi jagad gumelar sagung dumadi..hanyekseni poro titah kang tumitah hamemuji mring gusti ingkang moho suci..salam ugi katur dumateng poro sepuh lan pinisepuh kakung miwah putri i…ngkang sami lenggah ing paseban…mugi sedoyo kadhang kinasih tansah pinaringan rahayu ugi pinayungan sih lan kawelasanipun gusti ingkang akaryo jagad gumelar….RAHAYU SAGUNG DUMADI..DJOJO ING BOJO,DJOJO DJOJO NUSWANTORO……Diajeng ayu Bunda Lia..pun kakang nderek lelenggahan …Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 0:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Herry dihamparan alam ini adalah pelajaran….ambil yang bisa kita ambil dan tentu dari segi positifnya….banyak sisi lain yang juga menjadi pelajaran yang berguna….

      18 Mei jam 0:07 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Herry Tasman Yg negatif pun bisa kita manfaat kan jika Jeli Kang Ali. Contoh soal : Ilang ilang pun bisa kita manfaat kan jika kita mampu mengolahnya.

      18 Mei jam 0:10 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Herry ya tentu,mas….karena semua yang ada tidak sia sia dan justru saling melengkapi dalam berproses….

      18 Mei jam 0:15 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pohon padi memang simbol yang baik dalam hal kwalitas,namun dari sisi lain juga bisa jadi kurang baik….la kalau dalam hal hidup seseorang hanya mampu tumbuh dalam satu lokasi maka bisa jadi hidupnya tidak berkembang dengan baik….ya itulah ada hitam ada putih….

    • Herry Tasman Betul Kang Ali….yg dipaparkan tdk masuk kriteria pemikiran kita. Sebab yg dipaparkan Padi dgn Ilalang, Tentu Ilalang adalah hama buat padi….Sementara Ilalang yg hudp dimana mana seperti paparan Kang Ali. Bisa aku manfaatkan buat atap Villa. Mahal Lho….!!!

      18 Mei jam 0:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha…..mas Herry….sangatlah bisa,mas hehehehe….dalam hal hidup tentu tak satupun orang mau menjadi pecundang,mas….ini sangat manusiawi kok hehehehe….

      18 Mei jam 0:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Herry Tasman

      Bagi Petani, Ilalang itu Hama….Bagi aku, Ilalang itu uang, karena bisa diolah jadi uang. Padi Hidup hanya disatu tempat, Sawah atau ladang.Tetapi tempatnya disiapkan dan dirawat. Sementara Ilalang hidupnya sembarangan,menyerobat lahan lain.Aku mungkin Ilalang Kang Ali….krn aku hidup tdk disatu tempat. Malah Kang Ali Mungkin Padi, yg hidup disatu tempat….kan sama sama baik kan…Tapi bagi petani ilalang itu adalah musuh besar…hahahhhahahahahahaLihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Ya ya ya ya….bisa jadi aku hidup sebagai hama,kalau ini ketentuanpun tak satu orangpun mampu merubahnya….ya tapi kalau saja ada yang menyadari bahwa hidupnya hanyalah sebagai hama tentu semaksimal mungkin akan berupaya untuk menempatkan diri agar ditempat yang tidak menjadikannya hama….di kebun misalnya….bisa menjadi makanan kambing atau sapi….

    • Herry Tasman Lho Kang Ali padi, sejak lahir tinggal disatu tempat Kok ( Pulau Jawa )Malah aku yg Ilalang…dari Sumatera cari nafkah ke Bali. Tapi aku mungkin Ilalang yg bermanfaat seperti ucapan Kang Ali. Ilalang yg super bisa diexport buat atap Villa, yg sortiran bisa dikasih makan hewan…..bingung kan….???

      18 Mei jam 0:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali

      Hahahaha…..mas Herry….ya bukan berarti antar pulau mas….seperti catatan Bunda Lia kemarin tentang ajur ajer tepo seliro….kita hidup harus bisa menempatkan diri pada lingkungan apapun ajur ajer….bisa bergaul dengan siapapun tanpa pilih kasih….ilalang pun juga begitukan….? Tepo seliro….manakala hadirnya kita hanya akan mengganggu dan di usir seperti ilalang yang dicabut dan dibuang….maka ilalangpun akan hidup dimana dia dibuang….tapi beda kalau terus dibakar,ya itu apes namanya hehehehe….Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 0:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Herry,alangkah mulianya seseorang yang mempunyai sifat padi yang berisi dan bisa hidup dimanapun seperti ilalang….hidup dimana saja apapun keadaannya….hehehehe….

      18 Mei jam 0:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Herry Tasman Setuju Kang….Cuma statement Kang Ali (Tak satupun org mau jadi PECUNDANG) aku bantah….krn dilingkungan kita saja banyak terdapat para pecundang. ini baru manusiawi…hahahahhaha. Contoh didlm 1 kantor pasti ada pecundang….

      18 Mei jam 0:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lo itu kan anggapan orang lain mas Herry….aku yakin seyakin yakinnya bila mau jujur tak seorangpun mau jadi pecundang….Sodron tetep ngeyel iki mas Herry hahahaha….hahahaha….hahahaha….

      18 Mei jam 1:04 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Herry Tasman Selamat Pagi Bunda Lia…Kang Ali..Serta semua Saudara Ku yg hadir disini. Saya mohon pamit, Jika ada yg kurang berkenan dgn komentar saya….Mohon dimaafkan….Besok pagi saya hrs ke Jogya, antar anak saya ikut lomba di UGM…Mohon Doa Restunya…..Astungkara

      18 Mei jam 1:04 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Herry….amin amin amin

      18 Mei jam 1:05 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Angsa adalah si pohon padi dan burung gagak adalah rumput alang alang….rahayu Den Ayu….

      18 Mei jam 1:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Arie Irfan, dan Agung Pambudi menyukai ini
    • Sila Sadewa

      Nyuwun sewu , nyuwun sewu…… ing lingsir puniko dalem netral nggih rumput punopo kemawon mboten melu 2 . Nderek dongo mugi ladang subur makmur loh jinawi, tandurane entheeet……… banget, siknandur pari lemu 2 kuwi sopoooooo…… o enthit ! sik nandur Nda yo wok….yo. sakenggo mboten wonten ingkang cinabut. Mesakaken ilalalange dibakar panas……. banget . Sampun nuwun sedoyo kersanipun gesang ciptaan Tuhan . ajaran Budha Kasih sayang nyamuk ikang ngisap ludiro kemawon mboten angsal diceblek ! Akoooooo……. ojo omong apes toyo…… yok bobok, yok bareng ndiko ono kono nyonge ning kene !Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 1:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Mengabdilah bagi generasi kita ke depan, tidak usah terlalu muluk-muluk tetapi mulailah dari dalam keluarga yaitu dengan anak-anak kita, berikanlah yang terbaik demi masa depan mereka, berjuanglah mati-matian dan selamatkan masa depan mereka sehingga mereka tidak menjadi ilalang ditengah masyarakat kita dimasa yang akan datang. Amin
      Sebaiknya petani yang piawai dan bijaksana menggunakan ilalang yang dibakar tadi dan dijadikan kembali sebagai pupuk kompos misalnya untuk bisa menyuburi tanaman sang petani tadi. Ini artinya siklus proses kehidupan yang saling bermanfaat dan efisiensi tepat guna di semua aspek.
      Di zaman globalisasi saat ini perlu dilakukan efisiensi tepat guna seperti rumput ilalang tadi yang sebenarnya bermanfaat juga sebagai pupuk setelah melalui proses. Demikian juga buangan limbah cair industri tidak selamanya dibuang ke sungai, akan tetapi beberapa industri mulai mengefisiensikan buangan air limbah-nya untuk dapat didaur ulang (direcycle) menjadi lebih bermanfaat sebagai air bersih dengan penerapan sistem proses teknologi tertentu.’
      Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 2:35 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      KEHIDUPAN TANPA KOMPROMI.
      Saya tersentuh dengan tegasnya petani yang harus memusnahkan ilalang yang mengganggu tanaman padi sang petani. Posisi dan tindakan sang petani memusnahkan dengan mencabut lalu membuang ke bara api rumput ilalang sudah “benar” karena menggangu tanaman padinya, namun dilain sisi masih banyak cara sang petani untuk mencegah ilalang tersebut dari tanaman padi
      1.Mengusir Ilalang tersebut dengan memakai obat semprot atau mantra he.he.he. (ini cara lunak)
      2.Tidak membeiarkan dari awal ilalng tersebut bareng tanaman padi.
      3.Mencabut ilalang tersebut tapi jangan dibakar atau dimusnahkan, tapi di berikan suatu tempat yang memang ilalang tersebut bisa tumbuh kembang tanpa mengganggu tanaman padi sang petani.
      4.Memisahkan ilalang dari tanaman padi, Sang petani mengelola rumput ilalang dan memupuknya serta mengasihinya untuk dijadikan tanaman hias demi kepentingan orang banyak siapatau warnanya bisa menyejukkan hati publik atau akar sampai daunnya dapat bermanfaat untuk obat atau gizi untuk sang petani.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Dalam kehidupan kita sehari-hari cara no.4 diatas adalah paling layak dan dapat saya terima secara pribadi karena tidak semua ilalang(perusak/Penjahat/penjilat/pecundang) dianggap sampah atau orang yang harus kita bunuh, namun karakter manusia dapat diubahkan menjadi berkat bagi orang lain, mungkin dalam kehidupan nyata kita dapat kita simpulkan begini dan begitu, namun kalau kita sebagai orang percaya dan punya iman, kita hanya melakukan kewajiban kita menyadarkan atau memupuk ilalang tersebut dan biar kehendak yang bekerja untuk memupuk dan menumbuh kembangkan sang ilalang “Tiada yang Mustahil bagi Tuhan”. Ingat bahwa kita sebagai orang percaya punya Kasih tanpa Batas.
      Namun dalan pemikiran saya bahwa apa yang kita perbuat sesuai kemapuan kita dan kita saling mengasihi orang yang memusuhi kita “Kasihanilah Musuhmu” kecuali ilalang tersebut tidak berhasil jinak atau tidak bisa diperbaiki dalam segala upaya dan Kasih.
      Ada pepatah orang tua kita dulu yang menurut saya ada benarnya kalau dilihat dari sisi sekuler mengatakan “Ada obat orang gila, namun tidak ada obat sifat dan karakter manusia, kalau mau jujur menurut saya segala sesuatu tidak ada yang buntu atau mustahil, asalkan kita menerapkan “Kasih” dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Kemarau, Petani & Ilmu Padi
      Musim panas untuk beberapa tempat di Indonesia sudah dimulai, beberapa daerah mulai mengalami kekeringan. Tanah pertanian terutama sawah-sawah mulai retak, padipun meradang, karena banyak yang puso. Para petani ditimpa kemalangan karena musim panen kali ini gagal, padahal banyak sawah yang sudah ditanam padi.
      Sungguh mengenaskan nasib petani terutama untuk yang tanah garapannya adalah tanah tadah hujan, air hanya mengalir pada saat musim hujan saja, apabila musim kemarau datang seperti sekarang terpaksa harus menggantikan tanaman yang ditanam, seperti palawija ataupun tanaman lain yang keperluan kadar airnya tidak banyak.

      Untuk mengatasi masalah kemarau ini diantaranya adalah dengan membuat hujan buatan, membuat jalur pengairan baru, ataupun membuat sumur (sumber air) baru. Sayangnya biayanya besar, dikerjakan sendiri oleh petani biayanya tak terjangkau, minta bantuan pemerintah rasanya pemerintahpun masih konsentrasi pada bencana alam yang lain.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Jarum jam terus berputar, solusi diatas belum dapat dilaksakan sampai detik ini. Masih ada solusi lain, yaitu minta kepada roh penguasa jagad seperti yang leluhur kita lakukan sebelumnya. Ritual tradisipun mulai digelar kekuatan dukun dengan pengorbanan darah pun digelar demi turunnya sang hujan. Disaat kemarau seperti ini aku baru teringat akan binatang pemanggil hujan dialah sang kodok! Sang Kodok kemana larinya dikau ? Kenapa engkau tidak melakukan pekerjaanmu memanggil hujan? Apakah engkau takut bersuara lantaran kalau engkau bersenandung justru akan diburu para pemburu kodok?

      Kesetimbangan alam mulai goyah, irama alam terdengar fals karena perilaku mahluk hidup didalamnya yang berbuat semena-mena. Logika menyelimuti akal fikiran. Otak adalah diraja terhadap tubuh kita…Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 2:44 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Kita mulai melupakan Dzat Yang Maha Kuasa, yang mampu mengucurkan air hujan dari langit. Kita hanya mengakui jawaban akal. Buat sumur baru atau membuat kali yang baru untuk irigasi dan air minum. Memang tak bisa dipungkiri bahwa salah satu kekuatan kemanusiaan yang menjadikan manusia dapat membekali dirinya dalam merealisasikan daya upaya adalah kekuatan rasio dan daya nalar, tetapi daya tersebut tidak bisa menjamin bahwa daya persepsi itu akan dapat mengantarkan manusia kepada kesempurnaan yang dicari dan dikehendaki. Satu-satunya syarat yang dapat dianggap menjamin kebahagiaan manusia adalah kondisi ketika keinginan luhur dan rasa kehambaan kepada Tuhan mendominasi dan berkuasa atas dirinya. Beranjak dari kenyataan tersebut, wahyu sangat dibutuhkan keberadaannya disamping sistematika komprehensif yang bersumber dari wahyu tersebut….Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 2:45 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Mumpung belum terlambat, bersumber kepada wahyu mari kita berdoa bersama minta kepada Allah SWT agar hujan turun dari langit dan membasahi persada bumi nusantara. Bagi yang muslim terutama para kyai atau ajengan kenapa tidak mengajak umatnya untuk melakukan shalat bersama-sama minta hujan (shalat Istisqo)? Syariatnya sudah ada, kenapa mulai dilupakan? Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkannya dengan menurunkan hujan untuk para petani yang membutuhkannya. Amin…Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 2:47 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tumbuhan padi adalah tumbuhan yang kehidupannya bergantung pada air. Dalam kondisi terpaksa padi bisa juga hidup pada tanah dengan sedikit air tapi sayangnya hasilnya tidak maksimum dan rasa berasnya keras bila dikunyah, di Jawa orang menyebutnya padi gaga.

      Di kalangan para spiritual, tanaman padi adalah sebagai ikon dalam mencari ilmu, ada satu peribahasa yang menjelaskan bahwa ibarat padi makin berisi makin merunduk.
      Yang dimaksud ilmu padi tersebut, mengibaratkan bahwa biasanya orang yang berilmu justru merendah (tidak sombong) karena kepandaiannya yang dia miliki.

      Ilmu manusia diperoleh dengan dua metode, pertama yaitu dengan proses belajar manusiawi dan metode ke dua dengan belajar ilahiah. Metode belajar manusiawi adalah metode yang diperoleh melalui panca indera, menggunakan akal sebagai landasannya.Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 2:47 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ilmu yang berpusat pada dasar jiwa dengan kuat bisa diibaratkan dengan benih padi yang tumbuh diatas bumi. Sementara proses belajar mengajarnya adalah proses pengeluaran benda-benda itu dari bentuk benih ke bentuk aktual.

      Perumpamaan jiwa orang yang belajar (murid) dengan jiwa orang yang mengajar (guru) adalah laksana bumi dengan petani. Sementara ilmu itu seperti benih dan aktivitas belajar mengajar seperti pertumbuhan tumbuhan. Maka jiwa orang yang belajar sempurna itu ibarat pohon padi yang telah berisi padi.

      Proses yang kedua adalah proses belajar Ilahiah, proses ini adalah proses wahyu, yaitu jika jiwa telah sempurna zatnya dimana telah hilang kotoran-kotoran tabiat dari jiwa, daki kerakusan dan angan-angan. Jiwa menyerap Tuhannya, kehendaknya, berpegang pada kualitasNya, bertumpu pada kegunaanNya dan bias cahaya-Nya. Allah SWT dengan kebaikan pertolonganNya menerima jiwa dengan pernerimaan total, memandang jiwa dengan pemandangan ketuhanan, menjadikannya sebagai telaga, sebagai tinta yang mengukir segenap ilmu…Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Proses belajar Ilahiah ini diberikan kepada para Nabi dan Rasul.

      Lalu bagaimana dengan manusia biasa? Menurut Al Ghazali, tempat ilmu adalah kalbu, yaitu al lathifah (yang halus) yang mengatur seluruh anggota badan yang turut dan tunduk kepadanya. Untuk memperoleh ilmu tersebut secara epistemologi (bagaimana metode memperolehnya), yaitu dengan cara ilham ilahi melalui inisiatif (mubada’ah) dan penyingkapan (mukasyafah), ilmu ini disebut ilmu ilham bagi manusia biasa (Ilmu ladunni).

      Bagi Al Ghazali, sampainya hakikat yang diketahui ke dalam benda bagaikan benda dengan cermin. Tiga komponen yang harus ada, yaitu cermin, benda, dan sampai bayangan terhadap cermin. Demikian juga ilmu; ada kalbu, ada hakikat sesuatu, serta sampai hadirnya hakikat sesuatu ke dalam kalbu. Yang mengetahui adalah kalbu dimana hakikat sesuatu bertempat padanya. Yang diketahui adalah hakikat segala sesuatu. Ilmu itu sendiri adalah hadirnya bayangan sesuatu ke dalam cermin kalbu. Kalbu sendiri adalah cermin yang siap terbuka padanya hakikat segala sesuatu…Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 2:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sehebat apapun manusia, hidup di dunia hanyalah “Terminal” sementara untuk berhenti.
      Seorang berilmu adalah orang yang bijak mengamalkan ilmunya untuk kebaikan orang lain tanpa membodohi orang lain.
      Bukan memberikan ke orang lain dengan menutupi kekurangan dia.
      Kekurangan dia akan jadi kesempurnaan buat orang berilmu itu jika orang itu mau jujur dan berusah untuk menuju kesempurnaan ilmu.

    • Agung Pambudi berikan ilalang pada lembu ..kelak ia kan menjadi susu..berikan padi pada ibu ..iapun kelak kan menjadi susu….perjalanan hidup padi dan ilalang sama sama menjadi susu..hanya saja SUSU IBU lebih baik untuk sang bayi..dibandingkan dengan SUSU LEMBU….salam rinduku..

      18 Mei jam 3:09 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Selamat pagi……..

      18 Mei jam 6:25 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo benar adanya… Angsa betina dgn tulusx membantu tanpa pamrih krn yg hanya tau ia adalah menanam kebaikan yg tulus… Masalah anakx yg dimakan anak gagak itu udah takdir/garis si anak angsa… Hemmm tak ragu tuk menanam kebaikan walau trkadang trluka… Damailah angsa salamq untukmu rahayu…3x

      18 Mei jam 8:03 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo mksih bunda…salamku buat saudaraku smua…rahayuuu

      18 Mei jam 8:28 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo mksih bunda…salamku buat saudaraku smua…rahayuuu

      18 Mei jam 8:28 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Asalamualaikum wrwb.
      Ternyata suatu niatan yg tulus juga msh belum mendapatkan suatu balasan yg setimpal, mmg sesal kemudian tiada berguna, tp bila qta kaji lbh dlm bahwa musyawarah tetap berguna, dan tdk seharusnya qta mempercayai org yg br qta knal,
      maturnuwun Bunda Lia, juga seluruh yg hadir slamat siang rahayu

      18 Mei jam 11:48 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm…. Catatan yg luar biasa…. Selamat siang… Salam Kasihku.

      18 Mei jam 12:39 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Arie Irfan

      Keinginan, keliaran pikiran, kegelisahan diri kita disebabkan oleh ketidaksadaran diri kita sendiri. Kesadaran kita seolah masih tertidur lelap. Kesadaran yg tertidur itu harus dibangunkan. Dalam keadaan tidak sadar kita tidak dapat mengenal diri dan tindakan kita sudah pasti semrawut. Badan membutuhkan makanan, pakaian, tempat berteduh… Tetapi, badan bukanlah diri kita. Badan sekadar alat untuk menunjang kehidupan yg saat ini menjadi milik kita. Pikiran membutuhkan teman bicara… Seorang sahabat yg dapat diajak untuk bertukar pikiran, buku dan lain_lain. Tetapi, pikiran pun bukan diri kita. Hati atau rasa membutuhkan seni, sesuatu yg lembut yg dapat menyentuhnya, dan itu pun bukan diri kita. Kita membutuhkan lebih dari sekadar sandang, pangan dan papan. Karena tidak menyadari hal ini, selama ini kita hanya memikirkan badan, pikiran dan perasaan. Kemauan kita jauh melebihi batas kebutuhan kita, dan untuk mencapainya kita akan berbuat apa saja. Kita menjadi budak dari kemauan kita, keinginan kita. Kemauan dan keinginan melahirkan kebiasaan_kebiasaan yg tidak sehat. Pada suatu ketika kita merasa tidak berdaya untuk membebaskan diri dari kebiasaan_kebiasaan seperti itu. Salam Kasih Penuh Damai.Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 13:14 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Arie Irfan

      Kebiasaan_kebiasaan kemudian mempengaruhi watak manusia, ditambah dengan keinginan_keinginan yg belebihan menjadi sebab kelahiran dan kematian berulang kali. Kita bertanggung jawab penuh terhadap apa yg terjadi pada diri kita, termasuk kelahiran berikut.
      Kita harus meningkatkan kesadaran, maka kita akan bebas dari kegelisahan, kebimbangan, kita akan mencapai keseimbangan diri. Kita harus sadar bahwa pengetahuan tentang jalan kesadaran dan ketidaksadaran, serta pilihan untuk itu hanya diberikan kepada manusia. Makhluk_makhluk lain di darat, dan burung_burung yg di langit, dan cacing yg ada di tanah tidak memiliki pilihan itu. Kebebasan mutlak dari kelahiran dan kematian adalah hak serta kewajiban manusia. Kita harus berusaha senantiasa untuk mengingat dan berupaya selama 24 jam sehari untuk menunaikan kewajiban kita dan meraih apa yg menjadi hak kita. Salam Kasih Dan Hormatku.
      Lihat Selengkapnya

      18 Mei jam 13:28 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aries Muh aku suka ceritanya,,, mba Lia….

      18 Mei jam 17:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Soegih Genus Meong kale cicit

      19 Mei jam 1:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.

  • Tulis komentar…
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Juni 13, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: