ILMU. Wedaran hari 1

ILMU. Wedaran hari 1

oleh Bunda Lia pada 25 Mei 2011 jam 18:58
 
ILMU.
Apabila,Ma’rifat adalah penyaksian akan Allah,
Hakekat adalah ikhlas, syukur dan sabar sebelum penyaksian Allah,
Tarekat adalah jalan pengosongan sebelum hakekat,
Syari’at adalah dalil kehidupan dalam menghormati eksistensi-eksistensi lain.
Maka,Syari’at adalah bagaimana mewujudkan penyaksian akan Allah,
Tarekat adalah bagaimana dalam kehidupan senantiasa mengingatnya,
Hakekat adalah bagaimana ikhlas, syukur dan sabar dalam kehidupan,
Ma’rifat adalah implementasi kehidupan dalam penyaksian dan menyaksikan-Nya.
Apabila,Syari’at adalah bagaimana mewujudkan penyaksian akan Allah,
Tarekat adalah bagaimana dalam kehidupan senantiasa mengingat-Nya,
Hakekat adalah bagaimana ikhlas, syukur dan sabar dalam kehidupan,
Ma’rifat adalah implementasi kehidupan dalam penyaksian dan menyaksikan-Nya.
Maka,Ma’rifat adalah penyaksian akan Allah,
Hakekat adalah ikhlas, syukur dan sabar sebelum penyaksian Allah,
Tarekat adalah jalan pengosongan sebelum hakekat,
Syari’at adalah dalil kehidupan dalam menghormati eksistensi-eksistensi lain.
Apabila dan Maka,Bersatu dalam Titik,
Titik itu adalah Allah,
Syari’at-Tarekat berawal dari Titik,
Hakekat-Ma’rifat berakhir di Titik.
Billahu,Fillahu,Bi Idznillahu,Minallahu,Allahu,Titik.
SULUK SARIDIN (SYEKH JANGKUNG)
Bismillah, wengi iki ingsung madep, ngawiti murih pakerti, pakertining budi kang fitri, sujud ingsun, ing ngarsané Dzat Kang Maha Suci.
Bismillah, malam ini hamba menghadap, mengawali meraih hikmah/ hikmah budi yang suci, hamba bersujud, di hadapan Keagungan Yang Mahasuci.
Bismillah ar-rahman ar-rahim, rabu mbengi, malam kamis, tanggal lima las, wulan poso, posoning ati ngilangi fitnah, posoning rogo ngeker tingkah.
Bismillâh ar-Rahmân ar-Rahîm, Rabu malam Kamis, tanggal 15 bulan Ramadhan, puasa hati menghilangkan fitnah, puasa raga mencegah tingkah buruk.
Bismillah, dhuh Pangeran Kang Maha Suci, niat ingsun ndalu niki, kawula kang ngawiti, nulis serat kang ingsun arani, serat Hidayat Bahrul Qalbi, anggayuh Sangkan Paraning Dumadi.
Bismillâh, wahai Tuhan Yang Mahasuci, niat hamba malam ini, hamba yang mengawali, menulis surat yang dinamai, surat Hidayat Bahrul Qalbi, untuk memahami asal tujuan hidup ini.
Bismillah, dhuh Pangeran mugi hanebihna, saking nafsu ingsun iki, kang nistha sipatipun, tansah ngajak ing laku drengki, ngedohi perkawis kang wigati.
Bismillâh, wahai Tuhan semoga Engkau menjauhkan, dari nafsu hamba ini, yang buruk sifatnya, senantiasa mengajak berlaku dengki, menjauhi perkara yang baik.
Bismillah, kanthi nyebut asmaning Allah, Dzat ingkang Maha Welas, Dzat ingkang Maha Asih, kawula nyenyuwun, kanthi tawasul marang Gusti Rasul, Rasul kang aran Nur Muhammad, mugiya kerso paring sapangat, kanthi pambuka ummul kitab.
Bismillâh, dengan menyebut nama Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, Dzat Yang Maha Penyayang, hamba memohon, melalui perantara Rasul, Rasul yang bernama Nur Muhammad, semoga berkenan memberi syafaat, dengan pembukaan membaca ummul kitab.
Sun tulis kersaneng rasa, rasaning wong tanah Jawa, sun tulis kersaneng ati, atining jiwa kang Jawi, ati kang suci, tanda urip kang sejati, sun tulis kersaning agami, ageming diri ingkang suci.
Hamba tulis karena rasa, perasaan orang tanah Jawa, hamba tulis karena hati, hati dari jiwa yang keluar, hati yang suci, tanda hidup yang sejati, hamba tulis karena agama, pegangan diri yang suci.
Kang tinulis dudu ajaran, kang tinulis dudu tuntunan, iki serat sakdermo mahami, opo kang tinebut ing Kitab Suci, iki serat amung mangerteni, tindak lampahé Kanjeng Nabi.
Yang tertulis bukan ajaran, yang tertulis bukan tuntunan, surat ini sekadar memahami, apa yang tersebut dalam Kitab Suci, surat ini sekadar mengetahui, perilaku hidup Kanjeng Nabi.
Apa kang ana ing serat iki, mong rasa sedehing ati, ati kang tanpa doyo, mirsani tindak lampahing konco, ingkang tebih saking budi, budining rasa kamanungsan, sirna ilang apa kang dadi tuntunan.
Apa yang ada di surat ini, hanya rasa kesedihan hati, hati yang tiada berdaya, melihat sikap perilaku saudara, yang jauh dari budi, budi rasa kemanusiaan, hilang sudah apa yang menjadi tuntunan.
Mugi-mugi dadiho pitutur, marang awak déwé ingsun, syukur nyumrambahi para sadulur, nyoto iku dadi sesuwun, ing ngarsane Dzat Kang Luhur.
Semoga menjadi petunjuk, terhadap diri hamba sendiri, syukur bisa berguna untuk sesama, itulah yang menjadi permohonan, di hadapan Dzat Yang Maha Agung.

 

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Triasih Prasetianingtyas Selamat malam Bunda ..semoga kau tetap menjd sosok yg ikhlas pribadi yg rendah hati dan tetap brhati baik ..salam kasih ..terus melangkah maju ya ..

      25 Mei jam 19:03 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Wongso Susah Bundaku…

      25 Mei jam 19:04 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Tirta Naya malam bunda…

      25 Mei jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Elvita Dewi Wahid Insya Allah ….aamiiin yra…matur nuwun tausyiahnya bunda cantik.
      Kami dah nyampe sasaran neh……nyuwun dungonipun….mugi2 sedoyo rencana lancar lan sae…aamiin.

      25 Mei jam 19:08 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Mavi Marmara amin.., amin yarobbal ‘alamin

      25 Mei jam 19:10 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu Triasihku say salam kangen pokoknya aku terun kangen…

      25 Mei jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Wongso Susah selamat malam…

      25 Mei jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Malam juga mas Tirta Naya… salam kasih..

      25 Mei jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ met malam Diajeng,,,

      25 Mei jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Hadiiiiir Bunda sayang yg selalu iklas berbagi pada kita semua, smg Bunda selalu diberi kebahagian serta kesehatan muaaaacch….

      25 Mei jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Dewiku salam kangen … baru ditinggal berapa saat saja kok dah kangen… he he he Titip mbakku Elly yang cuannntikkkk ya mbak Dewiku say… Lov U Fulll…. ciumkan mbak Elly ya… Sukses selalu… waktunya gebrakan kaum Wanita xxixiixixxixiiiiiii

      25 Mei jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mavi Marmara… Alhamdulillah… selamat malam salam kasih selalu…

      25 Mei jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mukhtar malam mas salam kangen penuh kasih…

      25 Mei jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrieku say…. C2 M2 khusus untukmu say… Love U….

      25 Mei jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha….la kok intine podo statusku sing bar wae tak update jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….sugeng ndalu,Den Ayu….mugo tansah rahayu….amin

      25 Mei jam 19:20 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kgph AdiPati lenyap diriku di keheningan, kesenyapan dlm ruang tanpa batas….hanya tenteram, tak terasa lapar dan dahaga…illahi anta makhsudii, wa ridhloka madlubbii.. yaa Allah al Malikul qudhusy..

      25 Mei jam 19:23 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Elvita Dewi Wahid sssiiiiiaaaaaap bunda cantik……..luv u too…mmmuuaachhh
      gus Nas jg dah merapat neeeh….

      25 Mei jam 19:24 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Yudi Pitulas Derajad Full terima kasih bunda….

      25 Mei jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar sugeng ndalu bunda,… kpangih malih kalih kula ampun bosen njih bunda…salam rahayu…salam kagem sedaya ke mawon…mboten tansah kula wiji2.,.

      25 Mei jam 19:30 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Bismillaahirrohmaanirrohiim
      Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin 3x

      Hamdan Yuuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidah. Yaa robbana lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa’adhiimi sulthoonik. Wa shollal loohu ‘alaa sayyidina muhammaddin wa’alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin.Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Pujian yang memadai nikmat-Nya yang selaras dengan kebaikan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang layak bagi keagungan dan kebesaran kekuasaan-Mu. Sholawat serta salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw, keluarga dan sahabat-sahabat semuanya.

      Ya Robb jadikanlah aku, saudaraku. sahabatku, anak-anakku, dan keluargaku termasuk dari golongan orang yang baik. Dan janganlah Engkau jadikan aku serta mereka dalam golongan orang yang jahat, dan orang yang membuat mudharat. Berilah rejeki kepadaku dan kepada mereka berupa ilmu yg bermanfaat mudah menerimanya, dan rizki yg luas,akhlaq yg baik dan berilah aku petunjuk untuk taat kepada nabi-nabi…. Aminnnn.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 19:31 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah siap kang…. Bismillah kang mugo lancar wengi iki kang… matur nuwun.

    • Bunda Lia Aminnn mas Kgph AdiPati nyuwun tambahing pangestu mugi lancar ing dalu meniko… Rahayu3x…. salam kasih.

    • Bunda Lia Mbak Dewiku yang manis dan sangat kusayang makasih mbakku… Syukurlah kalau Gus Nas sudah merapat… aku doakan Sukses selalu… waktunya tampil Srikandi-Srikandi… MERDEKA….!!!

      25 Mei jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali InsyaAllah,amin amin amin

      25 Mei jam 19:36 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kgph AdiPati lancar…!

      25 Mei jam 19:38 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kgph AdiPati lancar…sukses…!.

      25 Mei jam 19:39 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Wongso Susah Sugeng ndalu ugi bunda..

      25 Mei jam 19:39 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Sugeng ndalu bunda Lia,nyimak.

      25 Mei jam 19:40 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeje sama2 selamat malam salam kasih…

      25 Mei jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Cipto selamat malam mas salam kasih…

      25 Mei jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Siwiku sayang Lov u

      25 Mei jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm… Sungguh luar biasa… Semoga lancar… Selamat Malam.. Salam Kasihku Penuh Cinta.

      25 Mei jam 19:41 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnnn Insya’AllooH mas Arie Irfan matur nuwun doa nya….

      25 Mei jam 19:47 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Sugeng ndalu mbLia nderek sinau

      25 Mei jam 19:58 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      SYARIAT
      Mangertiyo sira kabéh, narimoho kanthi saréh, opo kang dadi toto lan aturan, opo kang dadi pinesténan, anggoning ngabdi marang Pangeran.

      Mengertilah kalian semua, terimalah dengan segala kerendahan jiwa, terimalah dengan tulus dan rela, apa yang menjadi ketetapan dan aturan, apa yang telah digariskan, untuk mengabdi pada Keagungan Tuhan.

      Basa sarak istilah ‘Arbi, tedah isarat urip niki, mulo kénging nampik milih, pundhi ingkang dipun lampahi, anggoning ngabdi marang Ilahi.

      Istilah syarak adalah bahasa Arab, yang berarti petunjuk atau pedoman untuk menjalani kehidupan ‘agama’, untuk itulah diperbolehkan memilih, mana yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan diri, guna mengabdi pada Keagungan Ilahi.

      Saréngat iku tan ora keno, tininggal selagi kuwoso, ageming diri kang wigati, cecekelan maring kitab suci, amrih murih rahmating Gusti.

      Apa yang telah di-syari‘at-kan hendaknya jangan kita tinggal, selama diri ini mampu untuk menjalankan, aturan yang menjadi pegangan hidup kita, aturan yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Qur’an, Itu semua, tidak lain hanya usaha kita untuk mendapat rahmat, dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 19:59 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda, Abah Ali, Mbak Siwi, Mas Arie, Mas Adipati, Mas Wongso lan sdoyo kdang knasih engkang tansah kulo tresnani.. Mugi kberkahan kalimpahaken dmateng kito sdoyo.

      25 Mei jam 20:00 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……

      25 Mei jam 20:01 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sang Kinasih,insyaAllah….amin

      25 Mei jam 20:03 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Saréngat iku keno dén aran, patemoné badan lawan lésan, ono maneh kang pepiling, sareh anggoné kidmat, nyembah ngabdi marang Dzat.

      Syariat juga diartikan, sebuah pertemuan antara badan dengan lisan, bertemunya raga dengan apa yang dikata, ada juga yang memberi pengertian, bahwa syariat adalah pasrah dalam berkhidmat, menyembah dan mengabdi pada Keagungan Yang Mahasuci.

      Saréngat utawi sembah raga iku, pakartining wong amagang laku, sesucine asarana saking warih, kang wus lumrah limang wektu, wantu wataking wawaton.

      Syari`at atau Sembah Raga itu, merupakan tahap persiapan, di mana seseorang harus melewati proses pembersihan diri, dengan cara mengikuti peraturan-peraturan yang ada, dan yang sudah ditentukan rukun Islam.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Mulo iling-ilingo kang tinebut iki, sadat, sholat kanthi kidmat, zakat bondo lawan badan, poso sak jroning wulan ramadhan, tinemu haji pinongko mampu, ngudi luhuring budi kang estu.

      Maka ingat-ingatlah apa yang tersebut di bawah ini, syahadat dengan penuh keihklasan, shalat dengan khusuk dan penuh ketakdhiman, mengeluarkan zakat harta dan badan untuk sesama, puasa pada bulan ramadhan atas nama pengabdian pada Tuhan, menunaikan ibadah haji untuk meraih kehalusan budi pekerti.

      Limo cukup tan kurang, dadi rukune agami Islam, wajib kagem ingkang baligh, ngaqil, eling tur kinarasan, menawi lali ugi nyauri.

      Lima sudah tersebut tidak kurang, menjadi ketetapan sebagai rukun Islam, wajib dilakukan bagi orang ‘Islam’ yang sudah baligh, berakal, tidak gila dan sehat, adapun, jika lupa menjalankan hendaknya diganti pada waktu yang lain.

      Syaringat ugi kawastanan, laku sembah mawi badan, sembah suci maring Hyang, Hyang ingkang nyipto alam, sembahyang tinemu pungkasan.

      Syariat juga dinamakan, melakukan penyembahan dengan menggunakan anggota badan, menyembah pada Keagungan Tuhan, Tuhan yang menciptakan alam, Sembah Hyang, begitu kiranya nama yang diberikan.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:11 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih ILMU MA,RIFAT Ilmu kasunyatane Urip sg di lakoni ng Alam Donyo, ILMU kang ngajarke Urip ng Alam Donyo kudu kon Sabar Iman Ikhlas ngakehake Roso Syukur marang kang KUOSO.

      25 Mei jam 20:16 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Mas Jeans…. kang Dullah mugo2 tutuk wedaranku… Bismillahhirroohmanirroohhim…..

      SYAHADAT
      Sampun dados pengawitan, tiyang ingkang mlebet Islam, anyekseni wujuding Pangeran, mahos sadat kanthi temenan, madep-manteb ananing iman.

      Sudah menjadi pembukaan, bagi orang yang ingin masuk Islam, bersaksi akan wujudnya Tuhan, bersungguh-sungguh membaca syahadat, disertai ketetapan hati untuk beriman.

      Asyhadu an-la ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Tinucapo mawi lisan, Sareh legowo tanpa pameksan, Mlebet wonten njroning ati, Dadiho pusoko anggoning ngabdi.

      Asyhadu an-la ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, ucapkanlah dengan lisan, penuh kesadaran tanpa paksaan, masukkan maknanya ke dalam hati, semoga menjadi pusaka untuk terus mengabdi.

      Tan ana Pangeran, kang wajib den sembah, kejawi amung Gusti Allah, semanten ugi Rasul Muhammad, kang dadi lantaran pitulunge umat.

      Hamba bersaksi bahwa tak ada tuhan, yang wajib disembah, kecuali Allah swt, begitu pula dengan Nabi Agung Muhammad saw, yang menjadi perantara pertolongan umat.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      SHALAT
      Syarat limo ajo lali, kadas najis, badan kedah suci, nutup aurat kanti kiat, jumeneng panggonan mboten mlarat, ngerti wektu madep kiblat, sampurno ingkang dipun serat.

      Lima syarat jangan lupa, badan harus suci dari hadats dan najis, menutup aurat jika tidak kesulitan, dilaksanakan di tempat yang suci, mengerti waktu untuk melakukan shalat, lalu menghadap kiblat, sempurna sudah yang ditulis.

      Wolu las kang dadi mufakat, rukun sahe nglakoni shalat, niat nejo, ngadek ingkang kiat, takbir banjur mahos surat, al-fatihah ampun ngantos lepat.

      Delapan belas yang menjadi mufakat, rukun sahnya menjalankan shalat, niat melakukan shalat, berdiri bagi kita yang mampu, mengucapkan takbiratul ikhram membaca surat, al-Fatichah jangan sampai keliru.

      Rukuk, tumakninah banjur ngadek, aran iktidal kanti jejek, tumakninah semanten ugi, banjur sujud tumurun ing bumi, sareng tumakninah ingkang mesti, kinaranan ing tumakninah, meneng sedelok sak wuse obah.

      Rukuk dengan tenang lalu berdiri, disebut i’tidal dengan tegap, hendaknya juga tenang seperti rukuk, lalu sujud turun ke bumi, bersama thumakninah yang benar, dinamakan thumakninah, diam sebentar setelah bergerak.

      Sewelas iku lungguh, antarane rong sujudan, tumuli tumakninah, kaping telulas lungguh akhir, banjur maos pamuji dikir.

      Sebelas itu duduk, di antara dua sujud, disertai thumakninah, tiga belas duduk akhir, lalu membaca pujian dzikir.

      Limolas iku moco sholawat, kagem Gusti Rosul Muhammad, tumuli salam kang kawitan, sertane niat rampungan, tertib sempurna dadi pungkasan.

      Lima belas membaca shalawat, kepada Rasul Muhammad, kemudian salam yang pertama, bersama niat keluar shalat, tertib menjadi kesempurnaan.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:24 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……

      25 Mei jam 20:25 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ZAKAT
      Zakat iku wus dadi prentah, den lampahi setahun pindah, tumprap wong kang rijkine torah, supados bersih awak lan bondo, ojo pisan-pisan awak déwé leno.

      Zakat sudah menjadi perintah, dilakukan setahun sekali, bagi orang yang hartanya berlimpah, supaya bersih raga dan harta, jangan sekali-kali kita lupa.

      Umume wong dho ngethoni, malem bodho idul fitri, zakat firah den arani, bersihake badan lawan ati, zakat maal ugo mengkono, nanging kaprahing dho orak lilo.

      Umumnya orang mengeluarkan, malam Hari Raya Idul Fitri, zakat fitrah dinamai, membersihkan raga dan hati, zakat harta juga begitu, namun umumnya pada tidak rela.

      Ampun supe niating ati, nglakoni rukun pardune agami, lillahi ta`ala iku krentekno, amrih murih ridaning Gusti, supados dadi abdi kang mulyo.

      Jangan lupa niat di hati, menjalankan rukun fardhunya agama, karena Allah tanamkanlah, untuk mendapat keridhaan-Nya, supaya menjadi hamba yang mulia.Lihat Selengkapnya

    • Misterr Jeans Sang Kinasih Monggo kalajengaken Ibunda..

      25 Mei jam 20:34 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      PUASA
      Islam, balik, kiat, ngakal, papat sampun kinebatan, wonten maleh ingkang lintu, Islam, balék lawan ngakal, dados sarat nglampahi siam.

      Islam, baligh, kuat, berakal, empat sudah disebutkan, ada juga yang mengatakan, Islam, baligh, dan berakal, menjadi syarat menjalankan puasa.

      Kados sarat rukun ugi sami, kedah dilampai kanthi wigati, niat ikhlas jroning ati, cegah dahar lawan ngombé, nejo jimak kaping teluné, mutah-mutah kang digawe.

      Seperti syarat, rukun juga sama, harus dijalanlan dengan hati-hati, niat ikhlas di dalam hati, mencegah makan dan minum, jangan bersetubuh nomor tiga, jangan memuntahkan sesuatu karena sengaja.

      Papat jangkep sampun cekap, dadus sarat rukune pasa, ngatos-ngatos ampun lena, mugiyo hasil ingkang dipun seja, tentreming ati urip kang mulya.

      Empat genap sudah cukup, menjadi syarat rukunnya puasa, hati-hati jangan terlena, semoga berhasil apa yang diinginkan, tentramnya hati hidup dengan mulia.Lihat Selengkapnya

    • Arie Irfan Selamat Malam Kang Dullah, Mas Jeans, serta semua yg hadir disini… Rahayu… Semoga malam ini Tuhan senantiasa memberkahi kita semua… Amien. Salam Kasih Dan Hormatku.

      25 Mei jam 20:40 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      HAJI
      Limo akhir dadi kasampurnan, ngelampahi rukun pardune Islam, bidal zaroh ing tanah mekah, menawi kiat bandane torah, lego manah tinggal pitnah kamanungsan.

      Lima terakhir menjadi kesempurnaan, menjalankan rukun fardhunya Islam, pergi ziarah ke tanah Makah, jika kuat dan hartanya berlimpah, hati rela menjauhi fitnah kemanusiaan.

      Pitu dadi sepakatan, sarat kaji kang temenan, Islam, balik, ngakal, merdeka, ananing banda lawan sarana, aman dalan sertané panggonan.

      Tujuh jadi kesepakatan, syarat haji yang betulan, Islam, baligh, berakal, merdeka, adanya harta dan sarana, aman jalan beserta tempat.

      Ikram sertane niat, dadi rukun kang kawitan, wukuf anteng ing ngaropah, towaf mlaku ngubengi kakbah, limo sangi ojo lali, sopa marwah pitu bola-bali.

      Ikhram beserta niat, menjadi rukun yang pertama, thawaf berjalan mengelilingi ka‘bah, lima sa’i jangan lupa, safa-marwah tujuh kali.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      THARIQAT
      Muji sukur Dzat Kang Rahman, tarekat iku sak dermo dalan, panemone lisan ing pikiran, nimbang nanting lawan hening, bener luput sira kanthi heling.

      Puji syukur Dzat Yang Penyayang, tarekat hanyalah sekadar jalan, bertemunya ucapan dalam pikiran, menimbang memilih dengan tenang, benar tidaknya engkau dengan penuh kesadaran.

      Tarekat ugi kawastanan, sembah cipto kang temenan, nyegah nafsu kang ngambra-ambra, ngedohi sipat durangkara, srah lampah ing Bathara.

      Tarekat juga dinamakan, sembah cipta yang sebenarnya, mencegah nafsu yang merajalela, menjauhi sifat keburukan, berserah di hadapan Tuhan.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      KANG DULLAH / MAS ARIE MINTAKAN MAAF KE KADANG2 NDAK USAH PAKAI CAPIL ATAU SANDANGAN YA BAHASA JAWANYA… INI KIBORTKU MALAH NGADAT … POKOKNYA NDAK PAKAI CAPING ATASNYA YA….

      Semanten ugi aweh pitutur, makna tarekat ingkang luhur, den serupaaken kados segoro, minongko sarengat dadus perahu, kang tinemu mawi ngelmu.

      Kiranya juga memberi penuturan, makna tarekat yang luhur, diibaratkan laksana samudera, dengan syariat sebagai perahunya, yang ditemukan dengan ilmu.

      Mila ampun ngantos luput, dingin nglampahi sarengat, tumuli tarekat menawi kiat, namung kaprahe piyambak niki, supe anggenipun ngawiti.

      Maka jangan sampai keliru, mendahulukan menjalani syariat, kemudian tarekat jika mampu, namun umumnya kita ini, lupa saat memulai.

      Mila saksampunipun, dalem sawek sesuwunan, mugiya tansah pinaringan, jembaring dalan kanugrahan, rahmat welas asihing Pangeran.

      Maka setelahnya, hamba senantiasa memohon, semoga terus mendapat, lapangnya jalan anugerah, cinta dan kasih sayang Tuhan.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:50 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Sugeng sumunaring condro ing wayah ratri…ingkang tansah sumunar hamadhangi jagad gumelar sagung dumadi…hanyekseni poro titah kang tumitah..hamemuji mring gusti ingkang moho suci….salam ugi katur dumateng sedoyo kadhang kinasih poro was……is sidiq ing paningal..,poro sepuh ugi pini sepuh ,,kakung miwah putri..ingkang sami lenggah ing paseban agung…..RAHAYU SAGUNG DUMADI…Di ajeng ayu…pun kakang nderek lelenggahan njih..Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      SYAHADAT
      Lamuno sampun kinucapan, rong sadat kanthi iman, kaleh puniko dereng nyekapi, kangge ngudari budi pekerti, basuh resék sucining ati.

      Jika sudah diucapkan, dua syahadat dengan iman, dua ini belumlah cukup, untuk mengurai budi pekerti, membasuh bersih sucinya hati.

      Prayuginipun ugi mangertosi, sifat Agunge Hyang Widhi, kaleh doso gampil dipun engeti, wujud, kidam lawan baqa, mukalapah lil kawadisi.

      Seyogyanya juga mengerti, sifat Keagungan Tuhan, dua puluh mudah dimengerti, wujud, qidam, dan baqa, mukhalafah lil hawadis.

      Limo qiyam binafsihi, wahdaniyat, kodrat, irodat, songo ilmu doso hayat, samak basar lawan kalam, pat belas iku aran kadiran.

      Lima qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, qodrat, iradat, sembilan ilmu, sepuluh hayat, sama dan lsquo, bashar, kalam, empat belas qadiran.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Arie Irfan

      Dalam bidang peribadatan, kita jangan pamer dan jangan fanatik. Banyak orang yg suka mencontoh Nabi Muhammad, tapi sayang itu semua hanya untuk aksi_aksian. Yg diperbuat bukan menyembah Tuhan, tetapi mengharap munculnya mukjizat untuk naik pangkat. Pemahamannya terhadap agama hanya sampai pada sariat, sedangkan fikih dan tafsir tidak dikuasainya. Mereka hanya suka hilir mudik ke masjid untuk pamer. Mungkin kita tidak dapat mencontoh perilaku Nabi Muhammad, kita tidak perlu memaksa diri karena terlalu berat. Kita sebagai makhluk lemah yg berusaha cara hidup yg baik, dengan tekun mencari nafkah, baik dengan cara mengabdi, bertani, maupun berdagang. Salam Kasih.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:55 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Muridan kaping limolas, aliman, hayan pitulase, lawan samian ampun supe, banjur basiron madep manteb, mutakalliman ingkang tetep.

      Muridan nomor lima belas, aliman, hayan nomor tujuh belas, kemudian samian jangan lupa, terus bashiran dengan mantab, mutakalliman yang tetap.

      Nuli papat kinanggitan, dadi sifat mulyane utusan, sidik, tablik ora mungkur, patonah sabar kanthi srah, anteng-meneng teteping amanah.

      Kemudian empat disebutkan, menjadi sifat kemuliaan utusan, sidiq, tabligh tidak mundur, fathanah sabar dengan berserah, diam tenang bersama amanah.

      Kaleh doso sampun kasebat, mugiyo angsal nikmating rahmat, tambah sekawan tansah ingeti, dadiho dalan sucining ati, ngertosi sir Hyang Widhi.

      Dua puluh sudah disebut, semoga mendapat nikmatnya rahmat, ditambah empat teruslah ingat, jadilah jalan mensucikan hati, mengetahui rahasia Yang Mahasuci.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      SHALAT
      Limang waktu dipun pesti, nyekel ngegem sucining agami, agami budi kang nami Islam, rasul Muhammad dadi lantaran, tumurune sapangat, rahmat lan salam.

      Lima waktu sudah pasti, memegang kesucian agama, agama budi yang bernama Islam, rasul Muhammad yang menjadi perantara, turunnya pertolongan, rahmat, dan keselamatan.

      Rino wengi ojo nganti lali, menawi kiat anggoné nglampahi, kronten salat dadi tondo, tulus iklasing manah kito, nyepeng agami tanpo pamekso.

      Siang malam jangan lupa, jika kuat dalam menjalani, karena shalat menjadi tanda, tulus ikhlasnya hati kita, mengikuti agama tanpa dipaksa.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ngisak, subuh kanthi tuwuh, tumuli luhur lawan asar, dumugi maghrib ampun kesasar, lumampahano srah lan sabar, jangkep gangsal unénan Islam.

      Isyak, Shubuh dengan penuh, kemudian Luhur dan Ashar, sampai Maghrib jangan kesasar, jalanilah dengan pasrah dan sabar, genap lima disebut Islam.

      Kanthi nyebut asmane Allah, Sak niki kita bade milai, ngudari makna ingkang wigati, makna sak-estu limang wektu, pramila ingsun sesuwunan, tambahing dungo panjengan.

      Dengan menyebut nama Allah, sekarang kita akan mulai, mengurai makna yang tersembunyi, makna sesungguhnya lima waktu, karenanya hamba memohon, tambahnya doa Anda sekalian.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      ISYAK
      Sun kawiti lawan ngisak, wektu peteng jroning awak, mengi kinancan cahya wulan, sartane lintang tambah padang, madangi petenge dalan.

      Hamba mulai dengan isyak, waktu gelap dalam jiwa, malam bersama cahaya bulan, bersanding bintang bertambah terang, menerangi gelapnya jalan.

      Semono ugi awak nira, wonten jroning rahim ibu, dewekan tanpa konco, amung cahyo welasing Gusti, ingkang tansah angrencangi.

      Seperti itu jasad kamu, di dalam rahim seorang ibu, sendirian tanpa teman, hanya cahaya kasih Tuhan, yang senantiasa menemani.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 21:06 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……

      25 Mei jam 21:10 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      HARAP TIDAK ADA YG PROTES SANDANGAN INI KADANG BISA KADANG TIDAK KIBORTKU BHS.JAWA. Maksudku yang begini ini tidak bisa aku buat… é dan â jangan ada yang protes karena aku dah amit dan minta maaf….. Ok saya lanjutkan lagi….. sekali lagi mohon maaf karena keterbatasan fasilitas he…. he… he….

      SHUBUH
      Tumuli subuh sak wuse fajar, banjur serngenge metu mak byar, padang jinglang sedanten kahanan, sami guyu awak kinarasan, lumampah ngudi panguripan.

      Kemudian shubuh setelah fajar, lalu matahari keluar bersinar, terang benderang semua keadaan, bersama tertawa badan sehat, berjalan mencari kehidupan.

      Duh sedulur mangertiya, iku dadi tanda lahiring sira, lahir saking jroning batin, batin ingkang luhur, batin ingkang agung.

      Wahai saudara mengertilah, itu menjadi tanda kelahiranmu, lahir dari dalam batin, batin yang luhur, batin yang agung.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      ZHUHUR
      Luhur teranging awan, tumancep duwuring bun-bunan, panas siro ngraosake, tibaning cahyo srengenge, leren sedelok gonmu agawa.

      Zhuhur terangnya siang, menancap di atas ubun-ubun, panas kiranya kau rasakan, jatuhnya cahaya matahari, berhenti sebentar dalam bekerja.

      Semono ugo podho gatekno, lumampahing umur siro, awet cilik tumeko gede, tibaning akal biso mbedakke, becik lan olo kelakuné.

      Seperti itu juga pahamilah, perjalanan hidup kamu, dari kecil hingga dewasa, saat akal bisa membedakan, baik dan buruk perbuatanmu.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      ASHAR
      Ngasar sak durunge surup, ati-ati noto ing ati, cawesno opo kang dadi kekarep, ojo kesusu ngonmu lumaku, sakdermo buru howo nepsu.

      Ashar sebelum terbenam, hati-hatilah menata hati, persiapkan apa yang menjadi keinginan, jangan tergesa-gesa kamu berjalan, hanya sekadar menuruti hawa nafsu.

      Mulo podho waspadaha, dho dijogo agemaning jiwa, yo ngene iki kang aran urip, cilik, gede tumeko tuwo, bisoho siro ngrumangsani, ojo siro ngrumongso biso.

      Maka waspadalah, jagalah selalu pegangan jiwa, ya seperti ini yang namanya hidup, kecil, besar, sampai tua, bisalah engkau merasa, janganlah engkau merasa bisa.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      MAGHRIB
      Maghrib kalampah wengi, srengenge surup ing arah keblat, purna olehe madangi jagad, mego kuning banjur jedul, tondo rino sampun kliwat.

      Maghrib mendekati malam, matahari terbenam di arah kiblat, selesai sudah menerangi dunia, mega kuning kemudian keluar, tanda siang sudah terlewat.

      Duh sederek mugiyo melok, bilih urip mung sedelok, cilik, gede tumeko tuwa, banjur pejah sak nalika, wangsul ngersane Dzat Kang Kuwasa.

      Wahai saudara saksikanlah, bahwa hidup hanya sebentar, kecil, besar, sampai tua, kemudian mati seketika, kembali ke hadapan Yang Kuasa.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      ZAKAT
      Lamuno siro kanugrahan, pikantuk rijki ora kurang, gunakno kanthi wicaksono, ampun supé menawi tirah, ngedalaken zakat pitrah.

      Jika engkau diberi anugerah, mendapat rezeki tidak kurang, gunakanlah dengan bijaksana, jangan lupa jika tersisa, mengeluarkan zakat fitrah.

      Zakat lumantar ngresiki awak, lahir batin boten risak, menawi bondo tasih luwih, tumancepno roso asih, zakat mal kanthi pekulih.

      Zakat untuk membersihkan diri, lahir batin tidak rusak, jika harta masih berlimpah, tanamkanlah rasa belas kasih, zakat kekayaan tanpa pamrih.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 15 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Pakir, miskin, tiyang jroning paran, ibnu sabil kawastanan, lumampah ngamil, tiyang katah utang, rikab, tiyang ingkang berjuang, muallap nembe mlebu Islam.

      Fakir, miskin, orang berpergian, ibn sabil dinamakan, kemudian amil, orang yang banyak hutang, budak, tiyang ingkang berjuang, muallaf yang baru masuk Islam.

      Zakat nglatih jiwo lan rogo, tumindak becik kanthi lilo, ngraosaken sarane liyan, ngudari sifat kamanungsan, supados angsal teteping iman.

      Zakat melatih jiwa dan raga, menjalankan kebajikan dengan rela, merasakan penderitaan sesame, mengurai sifat kemanusiaan, supaya mendapat tetapnya iman.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 15 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut,Den Ayu….

      25 Mei jam 21:38 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Kakang Prabu mumpung lagi rehat… saya ucapkan selamat malam untuk Bunda, kang mas Abdullah Ali dan semua keluarga besar yang hadir & menyibak wedaran ini.. salam hormat & rahayu..

      25 Mei jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Kakang Prabu… Rahayu… Salam Hormatku.

      25 Mei jam 21:52 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Kang Dullah____

      25 Mei jam 21:52 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Selamat malam juga mas arie.. salam hormat & rahayu

    • Kozink Saputra sugeng ndlu sedoyo ke mawon…engkng sampun ngrumiyin..hadir.. midangetaken wedaran bunda..salm rahayu…tuk bunda..dalem nderek nyimak njih bunda..salam takzhim dalem..bunda….

      25 Mei jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Petruk Tralala kling..klong…* petruk hadir..!! sugeng dalu poro sesepuh, pini sepuh lan kasepuhan, ingkang nembe pinangkrak..

      25 Mei jam 21:54 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hola… Haloo… Selamat malam Kang Petruk… Rahayu… Salam Hormat & Jabat Erat.

      25 Mei jam 21:59 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Den Ayu……..

      25 Mei jam 22:06 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Banyak sudah orang mampu menunaikan ibadah Haji….namun sedikit yang yang mau ibadah Zakat….dalam pikiranku….lantas apa jadinya bila sarana berHaji tak di Zakat terlebih dahulu….?

      25 Mei jam 22:20 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Lia Niezh Tag sya ya bun…

      25 Mei jam 22:20 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Kozink Saputra tiu yg mingkin di namai jurus kodok kang…melompati jln yg musti d llui…capek kali klo pkai yg urut….jd meloncat aja…yaa klo caranya melompat..jurus kodok red..klo spulng dari sono dinamai haji apa kng….hehehehhe…

      25 Mei jam 22:25 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali

      Haji….pada pengertianku adalah mengkaji akan adanya diri….dan merupakan pelajaran untuk kita mau merenung dari mana asal muasal kita dan akan kembali kemana kita….
      Untuk itu perlu pembersihan lahir batin dengan kata lain berZakat….dalam keadaan hati dan pikiran yang tenang dan jernih itulah maka akan tampak asal muasal kita dan akan kemana nantinya kita….
      Kelima rukun islam ini saling terkait untuk menggiring kita pada keadaan menyaksikan dan di saksikan….
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:35 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Alhamdulillah … keno kang Dullah….

      PUASA
      Posoning rogo énténg dilakoni, cegah dahar lan ngombé jroning ari, ananging pasaning jiwa, iku kang kudhu dén reksa, tumindak asih sepining cela.

      Puasa badan mudah dilakukan, mencegah makan dan minum sepanjang hari, namun puasa jiwa, itu yang seharusnya dijaga, menebar kasih sayang menjauhi pencelaan.

      Semanten ugi pasaning ati, tumindak alus sarengé budi, supados ngunduh wohing pakerti, pilu mahasing sepi, mayu hayuning bumi.

      Demikian pula puasa hati, sikap lemah lembut sebagai cermin kehalusan budi, supaya mendapat kebaikan sesuai dengan apa yang dingini, tiada harapan yang diinginkan, kecuali hanya ketentraman dan keselamatan dalam kehidupan.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:36 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Alhamdulillah….

      25 Mei jam 22:40 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlam Mama,, sayang dan kangenku selalu,,,,,I love U,,

      25 Mei jam 22:42 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      HAJI
      Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo.

      Haji menjadi kesempurnaan, rukum lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.

      Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan.

      Tapi janganlah engkau keliru, memahami apa yang dituju, karena haji hanya sekadar jalan, bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.

      Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna.

      Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga, karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah….Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Met mlam om abdullah,,,mas arie….mas saputra serta saudara2ku smua,,salam sejahtera selalu,,

      25 Mei jam 22:43 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      HAJI
      Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo.

      Haji menjadi kesempurnaan, rukum lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.

      Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan.

      Tapi janganlah engkau keliru, memahami apa yang dituju, karena haji hanya sekadar jalan, bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.

      Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna.

      Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga, karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:43 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Alhamdulillah …namung saged nyimak mawon …

    • Bunda Lia

      Pembukaan Huruf Jawa
      1. Huruf Ha

      Berarti ‘hidup’, atau huruf berarti juga ada hidup, sebab memang hidup itu ada, karena ada yang menghidupi atau yang memberi hidup, hidup itu adalah sendirian dalam arti abadi atau langgeng tidak terkena kematian dalam menghadapi segala keadaan. Hidup tersebut terdiri atas 4 unsur yaitu:
      a. Api
      b. Angin
      c. Bumi
      d. Air

      2. Huruf Na
      Berari ‘nur’ atau cahaya, yakni cahaya dari Tuhan YME dan terletak pada sifat manusia.

      3. Huruf Ca

      Berarti ‘cahaya’, artinya cahaya di sini memang sama dengan cahaya yang telah disebutkan di atas. Yakni salah satu sifat Tuhan yang ada pada manusia. Kita telah mengetahui pula akan sifat Tuhan dan sifat-sifat tersebut ada pada yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia karena memang Tuhan pun menghendaki agar manusia itu mempunyai sifat baik.

      4. Huruf Ra
      Berarti ‘roh’, yaitu roh Tuhan yang ada pada diri manusia.

      5. Huruf Ka
      Berarti ‘berkumpul’, yakni berkumpulnya Tuhan YMEyang juga terletak pada sifat manusia.

      6. Huruf Da
      Berarti ‘zat’, ialah zatnya Tuhan YME yang terletak pada sifat manusia.

      7. Huruf Ta
      Berarti ‘tes’ atau tetes, yaitu tetes Tuhan YME yang berada pada manusia.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      ‎8. Huruf Sa
      Berarti ‘satu’. Dalam hal ini huruf sa tersebut telah nyata menunjukkan bahwa Tuhan YME yaitu satu, jadi tidak ada yang dapat menyamai Tuhan.

      9. Huruf Wa
      Berarti ‘wujud’ atau bentuk, dalam arti ini menyatakan bahwa wujud atau bentuk Tuhan itu ada dalam manusia yang setelah bertapa kurang lebih 9 bulan dalam gua garba ibu lalu dilahirkan dalam wujud diri.

      10. Huruf La
      Berarti ‘langgeng’ atau ‘abadi’, la yang mengandung arti langgeng ini juga nyata menunjukkan bahwa hanya Tuhan YME sendirian yang langgeng di dunia ini, berarti abadi pula untuk selama-lamanya.

      11. Huruf Pa
      Berarti ‘papan’ atau ‘tempat’, yaitu papan Tuhan YME-lah yang memenuhi alam jagad raya ini, jagad gede juga jagad kecil (manusia).

      12. Huruf Dha
      Berarti dhawuh, yiatu perintah-perintah Tuhan YME inilah yang terletak dalam diri dan besarnya Adam, manusia yang utama.

      13. Huruf Ja
      Berarti ‘jasad’ atau ‘badan’. Jasad Tuhan YME itu terletak pada sifat manusia yang utama.

      14. Huruf Ya
      Berarti ‘dawuh’. Dawuh di sini mempunyai lain arti dengan dhawuh di atas, karena dawuh berarti selalu menyaksikan kehendak manusia baik yang berbuat jelek maupun yang bertindak baik yang selalu menggunakan kata-katanya “Ya”.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎15. Huruf Nya
      Berarti ‘pasrah’ atau ‘menyerahkan’. Jelasnya Tuhan YME dengan ikhlas menyerahkan semua yang telah tersedia di dunia ini.

      16. Huruf Ma
      Berarti ‘marga’ atau ‘jalan’. Tuhan YME telah memberikan jalan kepada manusia yang berbuat jelek dan baik.

      17. Huruf Ga
      Berarti ‘gaib’, gaib dari Tuhan YME inilah yang terletak pada sifat manusia.

      18. Huruf Ba
      Berarti ‘babar’, yaitu kabarnya manusia dari gaibnya Tuhan YME.

      19. Huruf Tha
      Berarti ‘thukul’ atau ‘tumbuh’. Tumbuh atau adanya gaib adalah dari kehendak Tuhna YME. Dapat pula dikatakan gaib adalah jalan jauh tanpa batas, dekat tetapi tidak dapat disentuh, seperti halnya cahaya terang tetapi tidak dapat diraba atau pun disentuh, dan harus diakui bahwa besarnya gaib itu adalah seperti debu atau terpandang. Demikianlah gaibnya Tuhan YME itu (micro binubut).

      20. Huruf Nga
      Berarti ‘ngalam’, ‘yang bersinar terang’, atau terang/gaib Tuhan YME yang mengadakan sinar terang.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Demikianlah huruf Jawa yang 20 itu dan ternyata dapat digunakan sebagai lambang dan dapat diartikan sesuai dengan sifat Tuhan sendiri, karena memang seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa Jawa yang menggunakan huruf Jawa itupun merupakan sabda dari Tuhan YME.
      Huruf atau carakan Jawa yakni ha na ca ra ka dan seterusnya merupakan sabda pangandikanipun) dari Tuhan YME di tanah Jawa.

      25 Mei jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Penyatuan Huruf atau Aksara Jawa 20
      1. Huruf Ha + Nga
      Hanga berarti angan-angan.
      Dimaksudkan dengan angan-angan ini ialah panca indra yaitu lima indra, seperti:
      1. Angan-angan yang terletak di ubun-ubun (kepala) yang menyimpan otak untuk memikir akan keseluruhan keadaan.
      2. Angan-angan mata yang digunakan untuk melihat segala keadaan.
      3. Angan-angan telinga yang dipakai untuk mendengar keseluruhan keadaan.
      4. Angan-angan hidung untuk mencium/membau seluruh keadaan.
      5. Angan-angan mulut yang digunakan untuk merasakan dan mengunyah makanan.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:55 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abbur Boedoet Wiludjeng Ndalu kakangmbok Ayu..tansah raywa begja karaharjan.._/\_ ..

      25 Mei jam 22:59 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎2. Huruf Na + Ta
      Noto, berarti ‘nutuk’.
      3. Huruf Ca + Ba
      Caba, berarti coblong (lobang) dan kata tersebut di atas berarti wadah atau tampat yang dimilki oleh lelaki atau wanita saat menjalin rasa menjadi satu; adanya perkataan kun berarti pernyataan yang dikeluarkan oleh pria dan wanita dalam bentuk kata ya dan ayo dan kedua kata tersebut mempunyai persamaan arti dan kehendak yaitu mau.
      4. Huruf Ra + Ga
      Raga, berarti ‘badan awak/diri’. Kata raga atau ragangan merupakan juga kerangka dan kehendak pria dan wanita ketika menjalin rasa menjadi satu karena bersama-sama menghendaki untuk menciptakan raga atau diri agar supaya dapat terlaksana untuk mendapatkan anak.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 22:59 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎5. Huruf Ka + Ma
      Kama, berarti ‘komo’ atau biji, bibit, benih. Setiap manusia baik laki-laki atau wanita pastilah mengandung benih untuk kelangsungan hidup; oleh karena itu di dalam kata raga seperti terurai di atas merupakan kehendak pria dan wanita untuk menjalin rasa menjadi satu. Karena itulah maka kata raga telah menunjukkan adanya kedua benih yang akan disatukan dengan melewati raga, dan dengan penyatuan kama dari kedua belah pihak itu maka kelangsungan hidup akan dapat tercapai.
      6. Huruf Da + Nya
      Danya atau donya atau dunia.
      Persatuan kedua benih atau kama tadi mengakibatkan kelahiran, dan kelahiran ini merupakan calon keturunan di dunia atau (alam) donya; dengan demikian dapat dipahami kalau atas kehendak Tuhan YME maka diturunkanlah ke alam dunia ini benih-benih manusia dari Kahyangan dengan melewati penyatuan rasa kedua jenis manusia.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:05 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎7. Huruf Ta + Ya
      Taya atau toya, yaitu ari atau banyu. Kelahiran manusia (jabang bayi) diawali dengan keluarnya air (kawah) pun pula kelahiran bayi tersebut juga dijemput dengan air (untuk membersihkan, memandikan dsb); karena itulah air tersebut berumur lebih tua dari dirinya sendiri disebut juga mutmainah atau sukma yang sedang mengembara dan mempunyai watak suci dan adil.
      8. Huruf Sa + Ja
      Saja atau siji atau satu. Pada umumnya kelahiran manusia (bayi) itu hanya satu, andaikata jadi kelahiran kembar maka itulah kehendak Tuhan YME. Dan kelahiran satu tersebut menunjukkan adanya kata saja atau siji atau satu.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:07 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎9. Huruf Wa + Da
      Wada atau wadah atau tempat. Berbicara tentang wadah atau tempat, sudah seharusnya membicarakan tentang isi pula, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian timbul pertanyaan mengenai wadah dan isi, siapakah yang ada terlebih dahulu.
      Pada umumnya dikatakan kalau wadah harus diadakan terlebih dahulu, baru kemudian isi, sebenarnya hal ini adalah kurang benar. Yang diciptakan terlebih dahulu adalah isi, dan karena isi tersebut membutuhkan tempat penyimpanan, maka diciptakan pula wadahnya. Jangan sampai menimbulkan kalimat “Wadah mencari isi” akan tetapi haruslah “Isi mencari wadah” karena memang ‘isi’ diciptakan terlebih dahulu.
      Sebagai contoh dapat diambilkan di sini: rumah, sebab rumah merupakan wadah manusia, dan manusia merupakan isi dari rumah. Jadi jelaslah bahwa sebenarnya isilah yang mencari wadah.
      Sebagai bukti dari uraian di atas, dapatlah dijelaskan bahwa: kematian manusia berarti (raga) ditinggalkan isi (hidup). Bagai pendapat yang mengatakan “wadah terlebih dahulu diciptakan” maka mengenai kematian itu seharusnya wadah mengatakan supaya isi jangan meniggalkan terlebih dahulu sebelum wadah mendahului meninggalkan. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi, apalagi kalau kematian itu terjadi dalam umur muda dimana kesenangan dan kepuasan hidup tersebut belum dialaminya.
      Demikianlah persoalan wadah ini dengan dunia, karena sebelum dunia ini diciptakan (sebagai wadah) maka yang telah ada adalah (isinya) Tuhan YME. Pendapat lain mengatakan kalau sebelum diadakan jalinan rasa maka keadaan masih kosong (awangawung). Tetapi setelah jalinan rasa dilaksanakan oleh pria dan wanita maka meneteslah benih dan apabila benih tadi mendapatkan wadahnya akan terjadi kelahiran. Sebaliknya kalau wadah tersebut belum ada maka kelahiran pun tidak akan terjadi, yang bearti masih suwung atau kosong. Meskipun begitu, “hidup’ itu tetap telah ada demikian pula “isi’, dan dimanakah letak isi tadi ialah pada ayah dan ibu. Maka selama ayah dan ibu masih ada maka hidup masih dapat membenihkan biji atau bibit.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎10. Huruf La + Pa
      Lapa atau mati atau lampus. Semua keadaan yang hidup selalu dapat bergerak, keadaan hidup tesebut kalau ditinggal oleh hidup maka disebut dengan mati. Sebenarnya pemikiran demikian itu tidak benar, akan tetapi kesalahan tadi telah dibenarkan sehingga menjadi salah kaprah. Sebab yang dikatakan mati tadi sebenarnya bukanlah kematian sebenarnya, akan tetapi hidup hanyalah meninggalkannya saja yaitu untuk mengembalikan semua ke asalnya, hidup kembali kepada yang menciptakan hidup, karena hidup berasal dari suwung sudah tentu kembali ke suwung atau kosong (awangawung) lagi. Akan tetapi sebenarnya dapatlah dikatakan bahwa suwung itu tetap ada sedangkan raga manusia yang berasal pula dari tanah akan kembali ke tanah (kuburan) pula.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Abbur sugeng dalu dimas… pangapunten ini lagi full tamu tak sambi Dimas….. salam kangen penuh kasih ya….

      25 Mei jam 23:21 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……

      25 Mei jam 23:22 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Aksara jawa memang penuh makna. dulu, jaman tahun 1970-an, ada buku yg bertutur tentang aksara jawa. katanya, kalau dibaca sebaris
      HA NA CA RA KA berarti ada utusan (dua)
      DA TA SA WA LA konon, terjadi sengketa dan terjadi peperangan.
      PA DHA JA YA NYA konon, sama-sama sakti. sama-sama ampuh.
      MA GA BA THA NGA konon, keduanya tewas bersama. mati sampyuh.
      saya sendiri, mencoba mengotak-atik makna aksara jawa itu. begini rumusannya.
      HA NA CA RA KA berarti, ada utusan. bukankah semua makhluk di dunia ini utusan Tuhan? masing-masing diutus dengan peran sendiri-sendiri. semua memiliki tugas atau fungsi yang berbeda. banyak yang hampir mirip, tetapi tidak ada yang sama persis.
      DA TA SA WA LA bermakna, apabila (semua) utusan tadi tidak membantah tugas, fungsi dan peran masing-masing. atau dg kata lain menerima dan menjalani apa yang sudah diperintahkan. Da Ta Sa Wa La bisa dimaknai DATAN (tidak) SAWALA (membantah). maka…
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:26 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      PA DHA JA YA NYA bermakna, semua makhluk akan berbahagia karena menemukan kemenangan hakiki. kemenangan atau keberhasilan menjalankan peran masing-masing di dunia ini. yg terjadi kemudian adalah harmoni kehidupan. ada keselarasan dan kedamaian yg dapat dinikmati. dan
      MA GA BA THA NGA bermakna, silakan menebak (BATHANG). silakan mencari bagaimana aplikasi selanjutnya dari ajaran aksara jawa tadi. sebagaimana ayat suci Alquran yang turun kepada Nabi Muhammad adalah IQRA, bacalah! maka, piwulang aksara jawa tadi haruslah dibaca (dicari) maknanya sepanjang manusia hidup. membaca tentu tidak terbatas pada aksara atau tulisan, tetapi juga membaca tanda-tanda alam (seperti kok mendhung, apakah akan hujan? kok saudara saya cemberut, apakah ada yang membuatnya marah, ada apa? dll. dll. aksara jawa semuanya bersifat hidup. maka untuk mematikannya harus DIPANGKU, ini juga dapat dimaknai, andaikata satu huruf harus dimatikan (dikalahkan) demi sebuah arti, maka ia harus dipangku. analoginya, kalau pendapat seseorang tidak tepat (kalah argumentasi), maka pemilik argumen tadi tidak boleh direndahkan. ia harus dimuliakan (DIPANGKU). maka kemudian ada istilah MENANG TANPA NGASORAKE……
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Nuwun sewu poro kadang2,menawi ingkang mangertos sumangga dipunkoreksi..
      1. palawa :sebelum 700
      2. kawi tahap awal 750-925
      3. kawi tahap akhir 925-1250
      4. majapahit 1250-1450
      5. jawa baru 1600-sekarang…..
      HA-NA-CA-RA-KA berarti ada utusan yakni utusan hidup,berupa nafas yg berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasad manusia.maksudnya ada yg mempercayakan,ad yg dipercaya dan ada yg diprcaya untk bkerja,ke3 unsr itu adalah tuhan,manusia dan kewajiban manusia.
      DA-TA-SA-WA-LA: berarti manusia telah diciptakan sampai dengan saatnya(dipanggil.tidak boleh mengelak manusia harus menjalankan,menerima dan melaksanakan kehendak tuhan
      PA-DA-JA-YA-NYA: berarti menyatukan zat pemberi hidup(khalik)dengan zat yg diberi hidup(mahkluk)..magsudnya pada:sama atau sesuai,jumbuh,cocok, tunggal bathin yangtercermin dalam perbuatanberdasarkan keluhuran dan keutamaan. JAYA itu menang atau unggul sungguh2 dan bukan berarti menang2an,sekedar menang atau tdk sportif..
      MA-GA-BA-THA-NGA berarti menerima sagala sesuatu yang diperintah dan dilarang oleh tuhan YME.magsudnya manusia harus pasrah,sumarah pada garis kodrat,meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat,berusaha untuk menanggulanginya..sepertinya mrip bgt dalam manikmaya jilid II (panambangan 1981:385)..atau dalam Lajang Hanatkaraka jilid I dan II (dharmabrata, 1048:10-11 ; 1949:65-66)….
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      JAMUS KALIMO SODO
      Papat kalima pancer merupakan sebuah wacana yang perlu terus kita gali dan kita renungkan plus bertukar fikiran dengan orang-orang tua kita yang sudah mumpuni baik dari ilmu tahid dan ilmu rasanya. Menurut petunjuknya papat kalima pancer itu pusatnya ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) dan PAPAT-nya adalah unsur-unsur ilahi yang kita sendiri hak untuk mendapatkannya. Karena dengan menggunakan PAPAT itu kita bisa selalu ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai penguasa alam semesta ini.
      Papat yang pertama adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.
      Papat yang kedua adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.
      PAPAT yang ketiga yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.
      PAPAT yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh Allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).
      Semoga Allah mengampuni kedua orang tua kita, keluarga kita, mengampuni kita, dan orang-orang yang mempunyai hak dan kewajiban atas kita yang seiman serta mengampuni sesepuh-sesepuh kita. Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah kepada kita dan mereka dan semoga kita dan mereka semua dijadikan golongan dari hamba-hamba Allah yang sholeh.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:34 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ADABEBERAPA VERSI yang menginterpretasikan JAMUS KALIMOSODO.
      1. ada yang menginterpretasikan 2 kalimah syahada
      2. ada yang menginterpretasikan lahirnya pancasila
      3. ada yang menginterpretasikan tokoh pewayangan pandawa lima, apakah semua nya salah?tentu tidak…karena cara pandang setiap orang tidaklah sama.
      Hal yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan ISI/makna dari Jamus Kalimosodo sebagai orang yang berpengertian jawa yang mendapatkan warisan dari leluhur Jawa, pengertian jamus kalimusodo secara singkat adalah:
      Istilah jamus kalimosodo terdapat dalam kisah pewayangan baratayudha, suatu jamus/surat yang ada tulisannnya tentang pengertian/kawruh. “barang siapa mendapat kawruh ini ia akan menjadi raja/mempunyai kekuasaan yang besar. kitab ini dimiliki oleh prabu yudistira(samiaji) yang selalu menang dalam peperangan dan akhirnya masuk surga tanpa kematian…memiliki dalam hal ini adalah bukan saling berebut tetapi saling berebut memiliki makna.
      Arti Kalimasada terdiri dari beberapa bagian;
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Ka= huruf/pengejaan Ka, Lima=angka 5, Sada= lidi/tulang rusuk daun kelapa yang diartikan Selalu, Jadi kelima ini haruslah utuh(selalu 5), Kelima unsur kalimasada teridiri dari:
      1. KaDonyan(Keduniawian).
      ojo ngoyo dateng dunyo yang arti singkatnya adalah jangan mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi, kebutuhan duniawi kita kejar tapi jangan diutamakan.
      2. Ka Hewanan ( sifat binatang).
      ojo tumindak kaya dene hewan, cotoh:asusila. amoral, tidak beretika dll.
      3. KaRobanan.
      Ojo ngumbar hawa nafsu yang arti singkatnya jangan memelihra hawa nafsu…nafsu itu harus dikendalikan.
      4. Kasetanan.
      Ojo tumindak sing duduk samestine yang arti singkatnya jangan bertindak yang tidak semestinya alias gengsi, sombong( ingin seperti Gusti), menyesatkan, berbuat licik dll.
      5. KaTuhanan.
      artinya kosong. Gusti Allah iku tan keno kinoyo ngopo nanging ono yang artinya Gusti Allah tidak dapat diceritakan secara apapun tapi toh ada. Gantharwa adalah salah satunya yang diberikan “pusaka” mewarisi warisan dari leluhur Jawa. Pengertian Asli dari jamus kalimosodo diatas adalah isi murni dari pengertian sebenarnya..setiap orang boleh membungkusnya dengan bungkus apapun tetapi jangan sampai kehilangan makna aslinya, karena pengertian diatas adalah pengertian sebenarnya dari jamus kalimusodo.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:44 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Aku terus menulis dan terus menulis,
      mengalir dari Cahaya DiriNya kepada murid yang benar-benar murid
      dan murid yang benar-benar murid adalah
      hamba yang dengan hidayahNya
      menyatu dengan dawuh gurunya
      belajar terus agar tetap mbalung sungsum dengan ajarannya.
      dan dari data yang tertulis dalam Lauh MahfudzNya
      Tetap sebagaimana keputusan firmanNya,
      sedikit sekali jumlahnya

      Hanya saja di zaman akhir ini
      dari yang sedikit itu
      Dijadikan Tuhan bisa menularkan
      kepada murid yang berkehendak bertemu Tuhan, yang
      masih dengan berbagai macam perhitungan
      hingga tetap terjaga keselamatan matinya
      meskipun masih harus merasakan betapa hebatnya
      siksa kubur yang harus dijalaniya.Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:48 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Arie Irfan Sungguh luar biasa____

      25 Mei jam 23:50 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Itulah sebuah kemurahan di zaman akhir yang digelar
      dan yang tetap saja tidak bisa dimengerti
      oleh hamba yang hidupnya berpedoman dengan nafsu dan watak akunya
      meskipun ia telah mendapatkan ilmunya.
      Apalagi dengan yang hendak aku tulis ini
      dari Lembaga Ketuhanan yang kesucianNya hanya bagi Diri Ilaahi sendiri
      ditulis hamba yang ngayawara dan nggladrahnya juga hampir habis
      terobsesi
      dengan tipuan hal dunia yang terjadi.
      Bahwa apa yang juga sering diutarakan para Wasithah
      tentang perubahan wolak waliking zaman
      lalu akan ada diwujudkannya sebuah keadaan
      zaman ratu adil atau zaman imam mahdi yang menjanjikan
      ternyata
      setalah aku jlimeti dengan mata batin yang masuk ke dalam wilayahNya
      njegur ke dalam celupanNya
      tujuan pokok beliau-beliau adalah
      agar di zaman akhir ini lebih banyak yang terpanggil
      dengan kemurahan hidayah Allah yang digelar di zaman mukmin
      Maka perlu di takut takuti
      dan juga perlu diberi kabar yang menggembirakan.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Hal di atas persis dengan kehendak Allah menciptakan surga dan neraka
      Maunya Tuhan agar hambaNya banyak yang terpanggil dengan rela hati menyembahNya
      supaya menjadi hamba yang mulia di sisiNya
      tetapi harus di uji agar dapat diketahui
      kesetiaan lahir dan batinnya kepada DiriNya
      dan termasuk ujian itu adalah
      digembirakan dengan janji hendak dimasukkan ke dalam surga
      dan ditakut-takuti dengan ancaman neraka
      dan ternyata semua ujian itu membelokkan tujuan pokoknya.
      Sebagaimana perumpamaan yang nyata terjadi pada diri manusia
      Allah Azza Wajalla menciptakan sepuluh ribu orang
      untuk menguji kesetiaan pada DiriNya
      Allah menguji dengan mewujudkan iming-iming dunia dengan segala kehormatannya
      maka yang sembilan persepuluhnya, yaitu yang sembilan ribu manusia
      yang dituju tidak lagi Diri Tuhan Yang menciptakan
      tetapi kehidupan dunia dengan segala iming-imingnya.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:53 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tuhan masih menguji lagi dengan iming-iming surga
      maka yang sembilan persepuluh dari sisa yang tinggal seribu orang
      yaitu yang sembilan ratusnya
      ibadahnya tidak murni sejati menuju pada Tuhan lagi
      tetapi mengharap mendapat iming-iming surga
      tinggallah seratus orang saja.
      Tuhan menguji lagi dengan ancaman neraka
      maka yang sembilan persepuluh dari sisa seratus orang itu
      membelok
      ibadahnya karena takut neraka
      maka tinggallah sepuluh orang saja.
      Yang tersisa sepuluh orang ini
      oleh Allah masih di uji pula
      yaitu dengan adanya susah, bungah
      sedih, gelisah, khawatir, enak, nggak enak dan lain sebagainya
      maka yang sembilan persepuluhnya
      nangsang disitu
      bila dirasa enak, berjalanlah ia di jalan Tuhannya,
      memenuhi perintah gurunya
      dan bila di rasa ada yang tidak enak,
      berhentilah ia dengan nafsunya.
      Maka tinggal satu saja
      yang terus berjalan menuju Tuhannya
      tidak peduli apapun yang terjadi
      tekadnya hanya satu saja
      berjalan menuju kepada Tuhan sehingga sampai.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Demikian halnya berita dan segala macamnya
      yang datangnya bergelombang dengan bermacam variasinya
      bahwa akan ada wolak-waliking zaman
      ngamuknya lelembut dan segala macam bencana yang menghancurkan
      kemudian dimunculkannya zaman keadilan
      semua itu ternyata adalah ujian
      menguji kesetiaan murid
      apakah niat hidupnya untuk dapat selamat bertemu Tuhan
      tetap lurus atau akan dapat dibelokkan.
      Bagi yang lurus
      sama sekali tidak peduli
      akan ada apa di dunia ini
      tetap DiriNya Ilaahi yang dijadikan tujuan hidup yang sejati murni.
      Hakekat wolak waliknya zaman adalah
      wolak-waliknya jagadnya pribadi
      ikut yang zulumat apa ngikut yang an Nuur
      Apalagi ngikut yang zulumat, yaitu yang sesat
      itulah yang dihancurkan Tuhan
      Hancurnya perasaan hati yang disesatkan.
      dan bila ngikut yang nuur
      sepenuhnya dawuh guru yang dijadikan pedoman
      maka dialah yang diselamatkan
      dengan rasa bahagia bertemu dengan DiriNya
      sebab ngertinya dengan maksud firmanNya
      Kullu syai’in haalikun illa wajhahu.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:57 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Yang zulumat dan kemudian dihancurkan
      lalu merasakan hancurnya rasa merasakan di tempat sesatnya
      adalah yang tidak waspada terhadap ngamuknya lelembut
      dan lelembut yang selalu ngamuk itu adalah
      lelembut yang biasa bersembunyi
      di dalam dadanya sendiri
      yang setia sekata dengan nafsu dan watak akunya manusia
      karena itu perlu meminta bantuan kepada para wali kutub
      para wali yang ditugasi Ilaahi menjaga tepi-tepinya jagad.
      Dan hakekat jagad itu adalah alam shaghirnya sendiri
      yang ada di dalam dadanya
      dan hakekat wali kutub itu adalah
      Daya dan Kekuatan Ilaahi sendiri, yaitu Ruh Ilaahi
      yang menjadikan manusia ada keluar masuknya nafas di dalam dada
      maka yang terjaga oleh para wali Allah ini
      adalah mereka (murid) yang telah paham dan telah ngerti
      dengan makna hakekat yang sejati murni
      hingga yang terasa dengan seyakinnya, dalam dadanya
      adalah Ada dan Wujud DiriNya Dzat Yang Mutlak WujudNya
      dan hanya DiriNya-lah satu-satuNya
      yang Merajai dan Menguasai dada tempat alam shaghirnya
      itulah bahagia yang sejati murni
      itu pula yang merdeka sejati dan sempurna
      hidupnya dalam wilayahnya Ratu Adil
      yang Ratu Adil itu adalah Tuhan itu sendiri
      juga bahagia di zaman Imam Mahdi
      sebab Imam Mahdi itu adalah
      juga Tuhan itu sendiri, yang menampak nyata dalam rasa hatinya
      yang menjadi imam hidupnya
      yang senantiasa diingat-ingat dan dihayati dalam rasa hatinya.
      Lihat Selengkapnya

      25 Mei jam 23:59 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tulisan yang terus mengalir ini
      adalah tulisan yang mengalir dari Cahaya DiriNya
      maka barang siapa (murid)
      yang dikehendaki dapat menangkap dan mencerna
      itulah hamba yang dipilih dengan hidayahNya.
      Kalimasodo…
      Wadahnya syahadat…
      Isinya syarofah…
      Sada…lidi…perlambang alif….
      Kalima…lima buah alif…
      Menjadi satu…
      Bukan untuk mengalahkan jin dan genderewo…
      Karena itu adalah serendah-rendahnya kekuatan…
      Tapi untuk menundukkan
      Narrun..
      Hawaun…
      Maun…
      Turobbun..
      Di bawah kendali Muhammad…
      Sehingga kembali kepada Ahmad…
      Kembali menjadi Ahad..
      Menyatu dengan Ad
      Alif…Dal…
      Ketika turun namanya Adam..
      Alif..Dal..Mim…
      Ketika naik..Mim nya itu menjadi Muhammad…
      Membimbing Narrun (Nafsu Amarah), Hawaun ( Nafsu Sawiyah), Maun ( Nafsu Luamah ) dan Turobbun ( Nafsu Mutmainah ) kembali kepada AD…
      Huwallah hu ahad…
      Untuk kembali kepada AKU…
      Kelima buah alif menjadi satu…
      Menuju AKU…
      Menjadi AKU…
      Tidak ada lagi hamba…
      Tidak ada lagi engkau…
      Yang ada hanya AKU…
      innalillahi waina ilaihi rajiun…..
      Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali Salam salam salam ya salam…..

      26 Mei jam 0:06 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali

      Orang yang mampu berZakat atau membersihkan diri hanyalah orang yang telah mampu berPuasa atau mengendalikan hawa nafsu….dan orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu hanyalah orang yang telah mampu menDirikan Sholat….
      Orang yang mampu menDirikan Sholat hanyalah orang yang telah menyaksikan dan disaksikan atau berSyahadat….jadi benarlah kalimat yang berbunyi AWAL AGAMA ADALAH MA’RIFATULLAH….ya Nabi…..salam ‘alaika wa ‘alaina,amin amin amin.Lihat Selengkapnya

    • Arie Irfan

      Di dalam manusia ada rasa. Dan, ada sesuatu yg keluar dari rasa dan amat tajam bagi kehidupan, yaitu angan_angan dan keinginan. Angan_angan dan keinginan ini muncul setiap saat. Muncul ketika kita diam atau bergerak. Ternyata eh ternyata dalam hidup ini, angan_angan dan keinginan merupakan pasangan hidup Diri Sejati kita. Pasangan setia. Ia senantiasa mengikuti Sang Diri, baik dalam hidup ini maupun setelah mati. Ia tak mau berpisah di mana saja Sang Diri berada. Ketika kita masih hidup di dunia ini, angan_angan dan keinginan menggunakan badan jasmani untuk bertindak. Kenikmatan dari luar yg diterima oleh badan jasmani ini akan menggerakkan angan_angan dan keinginan yg lebih besar. Keadaan angan_angan dan keinginan setelah manusianya mati masih tetap ada. Angan_angan dan keinginan itu laksana pakaian dalam kita. Meski pakaian luar sudah ditanggalkan, pakaian dalam tetap melekat ketika kita tidur. Angan_angan dan keinginan tak pernah sirna. Ia merupakan bagian dari hidup. Bukankah hidup tak pernah mati? Yg bisa mengalami mati itu hanyalah badan jasmani. Sukma Jati atau Diri Sejati tidak mati. Ia hanya hinggap dari raga ke raga. Kalau sudah menyelesaikan tugasnya sebagai khalifah, ya kembali kepada_Nya. Kembali ke Hadirat_Nya. Alam kedamaian puncak! Bukan pada surga dan neraka. Salam Kasih.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 0:13 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Alhamdulillah kang Dullah …ugi poro kadang kang kinasih kang rawuh dateng mriki… sak estu kulo pribadi menawi wonten kirang langkungipun anggen kulo medar nyuwun agunging pangapunten… mugi mbejang dalu kawulo terasaken…. awit ing dalu meniko menawi dipun terasaken… panjang sanget 1 minggu mboten cekap wancinipun…. pramilo nyuwun agungin pangapunten maring sih paduko…. sepindah malih menawi wonten kladuk ugi kirang prayogi atur kawulo nyuwun pangapunten… monggo kito saling paring pangapunten sampun ngantos kagungan wernining penggalih. Matur sanget nuwun. Rahayu3x… Wass.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 0:15 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo waalaikum salam wr wbrkth

      26 Mei jam 0:18 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Rahayu____ Salam Kasihku.

    • Cipto Turonggo Kawedar walaikum salam wr,wb..terima ksh bunda..atas wejanganya…
      Salam taklim sya bwt mas agung pb,babeh abdullah ali,mister jean sk,arif irfan,mas ary boedod,mas petruk,mba ptri rt.mba gadis exsprt,dan buat smua sodara2 di songgo buono ini .yg ga saya sbt stu per satu…

    • Sri Kandi DIAJENG, KAWERUHONO SIRO KUWE WONG KANG BECIK BEBUDI NIRO, LUHUR, TANSAH NGUPOYO SAMUBARANG KANG BENER, PENER, LAKU JUJUR LAN SANTOSO, ORA DUWE SEDYO LIYO-LIYO, BEKTI NYAWIJI PANEMBAHE.

      26 Mei jam 1:09 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Sri Kandi

      DIAJENG ELOK BEBUDI NIRO, TANSAH NINDAK AKE PANGGAWE BENER IKU ORA BAKAL TUMIBO ING KASANGSARAN, ING DONYO OPO ING DELAHAN, SAK LAWAS-LAWASE NIRO ORA BAKAL KAPIRAN. TANSAH NYANDUNG KEBECIKAN ORA KURANG SANDANG PANGAN, ISO DADI TUDUNGE LULANG MACAN, TLATAH SONGGO BUWONO BAKAL DADI TLATAHING KENCONO. KOK YO DURUNG SARE TO DIAJENG, DONGO NIRO ORA NATE KENDAT AMUNG KANGGO SAKPODHO. YO DIAJENG DONGO PANGESTUKU TAMPANONO YO DI. RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 1:18 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat pagi BundaLia,,,

      26 Mei jam 9:52 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kakang Prabu terima kasih bunda atas wedarannya..
      @Kang Mas Abdullah: iya betul Awal Agama Adalah Mairifatullah (awallu dinni marifattullahi ta’ala)

      26 Mei jam 10:32 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Wahyu Nugroho Djati BUNDA…………Pitutur Panjenengan Pangukir Jiwa lan Ragaku

      26 Mei jam 18:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Hesti Sulistyaningsih amin amin amin.. matur nuwun Bunda>>, matur nuwun sedaya sedherek.. pujisyukur alhamdulillah, dipun paringi tambahing ilmu kang manfaat… mugi sedaya tansah lir ing sambekala… salam..

      26 Mei jam 18:37 · Tidak SukaSuka · 3 orang
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Juli 5, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: