Kejawen Tentang Kehidupan di Dunia Lanjutan wejangan ilmu kemarin hari ke 6

Kejawen Tentang Kehidupan di Dunia Lanjutan wejangan ilmu kemarin hari ke 6

oleh Bunda Lia pada 30 Mei 2011 jam 17:56
Kejawen Tentang Kehidupan di Dunia 
Lanjutan wejangan ilmu kemarin hari ke 6
Bukan kehendak angan-angan, bukan ingatan, pikiran atau niat, hawa nafsu pun bukan, bukan pula kekosongan atau kehampaan. Penampilanku sebagai mayat baru, andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu, nafasku terhembus di segala penjuru dunia, tanah, api, air, kembali sebagai asalnya, yaitu kembali menjadi baru. Bumi langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia, manusialah yang memberi nama”.
    Pandangan Syeh Lemah Bang; tentang terlepasnya manusia dari belenggu alam kematian yakni hidup di alam dunia ini, berawal dari konsepnya tentang  ketuhanan, manusia dan alam. Manusia adalah jelmaan zat Tuhan. Hubungan jiwa dari Tuhan dan raga, berakhir sesudah  manusia menemui ajal atau kematian duniawi. Sesudah itu manusia bisa manunggal dengan Tuhan dalam keabadian. Pada saat itu semua bentuk badan wadag (jasad) atau kebutuhan jasmanisah ditinggal karena jasad merupakan barang baru (hawadist) yang dikenai kerusakan dan semacam barang pinjaman yang harus dikembalikan kepada yang punya yaitu Tuhan sendiri.
    Terlepas dari ajaran Siti Jenar yang sangat ekstrim memandang dunia sebagai bentuk penderitaan total yang harus segera ditinggalkan rupanya terinspirasi oleh ajaran seorang sufi dari Bagdad, Hussein Ibnu Al Hallaj, yang menolak segala kehidupan dunia. Hal ini berbeda dengan konsep Islam secara umum yang memadang hidup di dunia sebagai khalifah Tuhan.
Kejawen Tentang Kehidupan di Dunia
Pandangan Kejawen tentang makna hidup manusia  dunia ditampilkan secara rinci, realistis, logis dan mengena di dalam hati nurani; bahwa hidup ini diumpamakan hanya sekedar mampir ngombe, mampir minum, hidup dalam waktu sekejab, dibanding kelak hidup di alam keabadian setelah raga ini mati. Tetapi tugas manusia sungguh berat, karena jasad adalah pinjaman Tuhan. Tuhan meminjamkan raga kepada ruh, tetapi ruh harus mempertanggungjawabkan “barang” pinjamannya itu. Pada awalnya Tuhan Yang Mahasuci meminjamkan jasad kepada ruh dalam keadaan suci, apabila waktu “kontrak” peminjaman sudah habis, maka ruh diminta tanggungjawabnya, ruh harus mengembalikan jasad pinjamannya dalam keadaan yang suci seperti semula. Ruh dengan jasadnya diijinkan Tuhan “turun” ke bumi, tetapi dibebani tugas yakni menjaga barang pinjaman tersebut agar dalam kondisi baik dan suci setelah kembali kepada pemiliknya, yakni Gusti Ingkang Akaryo Jagad. Ruh dan jasad menyatu dalam wujud yang dinamakan manusia. Tempat untuk mengekspresikan dan mengartikulasikan diri manusia adalah tempat pinjaman Tuhan juga yang dinamakan bumi berikut segala macam isinya; atau mercapada. Karena bumi bersifat “pinjaman” Tuhan, maka bumi juga bersifat tidak kekal.
Betapa Maha Pemurahnya Tuhan itu, bersedia meminjamkan jasad, berikut tempat tinggal dan segala isinya menjadi fasilitas manusia boleh digunakan secara gratis. Tuhan hanya menuntut tanggungjawab manusia saja, agar supaya menjaga semua barang pinjaman Tuhan tersebut, serta manusia diperbolehkan memanfaatkan semua fasilitas yang Tuhan sediakan dengan cara tidak merusak barang pinjaman dan semua fasilitasnya.
Itulah tanggungjawab manusia yang sesungguhnya hidup di dunia ini; yakni menjaga barang “titipan” atau “pinjaman”, serta boleh memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan Tuhan untuk manusia dengan tanpa merusak, dan tentu saja menjaganya agar tetap utuh, tidak rusak, dan kembali seperti semula dalam keadaan suci. Itulah “perjanjian” gaib antara Tuhan dengan manusia makhluk-Nya. Untuk menjaga klausul perjanjian tetap dapat terlaksana, maka Tuhan membuat rumus atau “aturan-main“ yang harus dilaksanakan oleh pihak peminjam yakni manusia. Rumus Tuhan ini yang disebut pula sebagai kodrat Tuhan; berbentuk hukum sebab-akibat. Pengingkaran atas isi atau “klausul kontrak” tersebut berupa akibat sebagai konsekuensi logisnya.
Misalnya; keburukan akan berbuah keburukan, kebaikan akan berbuah kebaikan pula. Barang siapa menanam, maka mengetam. Perbuatan suka memudahkan akan berbuah sering dimudahkan. Suka mempersulit akan berbuah sering dipersulit.  
  
    Ajaran Kejawen tidak pernah menganjurkan seseorang menghitung-hitung pahala dalam setiap beribadat. Bagi Kejawen, motifasi beribadat atau melakukan perbuatan baik kepada sesama bukan karena tergiur surga. Demikian pula dalam melaksanakan sembahyang manembah kepada Tuhan Yang Maha Suci bukan karena takut neraka dan tergiur iming-iming surga. Kejawen memiliki tingkat kesadaran bahwa kebaikan-kebaikan yang dilakukan seseorang kepada sesama bukan atas alasan ketakutan dan intimidasi dosa-neraka, melainkan kesadaran kosmik bahwa setiap perbuatan baik kepada sesama merupakan sikap adil dan baik pada diri sendiri. Kebaikan kita pada sesama adalah KEBUTUHAN diri kita sendiri. Kebaikan akan berbuah kebaikan. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan kembali untuk diri kita sendiri, bahkan satu kebaikan akan kembali pada diri kita secara berlipat. Demikian juga sebaliknya, setiap kejahatan akan berbuah kejahatan pula. Kita suka mempersulit orang lain, maka dalam urusan-urusan kita akan sering menemukan kesulitan. Kita gemar menolong dan membantu sesama, maka hidup kita akan selalu mendapatkan kemudahan.
Menurut pandangan Kejawen, kebiasaan mengharap dan menghitung pahala terhadap setiap perbuatan baik hanya akan membuat keikhlasan seseorang menjadi tidak sempurna. Kebiasaan itu juga mencerminkan sikap yang serakah, lancang, picik, dan tidak tahu diri. Karena menyembah Tuhan adalah kebutuhan manusia, bukan kebutuhan Tuhan. Mengapa seseorang masih juga mengharap-harap pahala dalam memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri ? Dapat dibayangkan, jika kita menjadi mahasiswa maka butuh bimbingan dalam menyusun skripsi dari dosen pembimbing, maka betapa lancang, serakah, dan tak tahu diri jika kita masih berharap-harap supaya dosen pembimbing tersebut bersedia memberikan uang kepada kita sebagai upah. Dapat diumpamakan pula misalnya; kita mengharap-harapkan upah dari seseorang yang bersedia menolong kita..?
Ajaran Kejawen memandang bahwa seseorang yang menyembah Tuhan dengan tanpa pengharapan akan mendapat pahala atau surga dan bukan atas alasan takut dosa atau neraka, adalah sebuah bentuk KEMULIAAN HIDUP YANG SEJATI. Sebaliknya, menyembah Tuhan, berangkat dari kesadaran bahwa manusia hidup di dunia ini selalu berhutang kenikmatan dan anugrah dari Tuhan. Dalam satu detik seseorang akan kesulitan mengucapkan satu kalimat sukur, padahal dalam sedetik itu manusia adanya telah berhutang puluhan atau bahkan ratusan kenikmatan dan anugerah Tuhan. Maka seseorang menjadi tidak etis, lancang dan tak tahu diri jika dalam bersembahyang pun manusia masih menjadikannya sebagai sarana memohon sesuatu kepada Tuhan. Tuhan tempat meminta, tetapi manusia lah yang tak tahu diri tiada habisnya meminta-minta. Dalam sikap demikian ketenangan dan kebahagiaan hidup yang sejati akan sangat sulit didapatkan.
Sembahyang tidak lain sebagai cara mengungkapkan rasa berterimakasihnya kepada Tuhan. Namun demikian ajaran Kejawen memandang bahwa rasa sukur kepada Tuhan melalui sembahyang atau ucapan saja tidak lah cukup, tetapi lebih utama harus diartikulasikan dan diimplementasikan ke dalam bentuk tindakan atau perbuatan baik kepada sesama dalam kehidupan sehari-harinya. Jika Tuhan memberikan kesehatan kepada seseorang, maka sebagai wujud rasa sukurnya orang itu harus membantu dan menolong orang lain yang sedang sakit atau menderita.
Itu lah pandangan yang menjadi dasar Kejawen bahwa menyembah Tuhan, dan berbuat baik pada sesama, bukanlah KEWAJIBAN (perintah) yang datang dari Tuhan, melainkan diri kita sendiri yang mewajibkan.
Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Abdullah Ali Ya rochman….ya rochim….

      30 Mei jam 18:07 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pambalah Batung Subie

      Mantab bun….tulisannya……walopun saya tidak mengerti akan ajaran kejawan….tp saya yakin apa diajarjakan adalah tuntunan untuk menuju kepada kebaikan…begitu pula yg diajarkan oleh sang sidharta gautama kepada umat budha….dan kanjeng syech abdul jalil ato syech st jenar adalah insfirator saya dalam menjalani kajian tauhid….banyak pelajaran yg saya dapatkan dari tulisan2 mengenai beliau….khususnya tentanh ajaran manunggaling kaula gusti….dan ajaran inipun tidak jauh dengan tokoh kalimantan yakni datu sanggul….yg mewariskan syair saraba empat…dalam ajaran beliau disamping kitab Barencong….boleh dong kapan ada kesempatan bisa ngobrol secara langsung bun sharing pengetahuan….sya yg kurang banyak pengetahuan ingin menambah wawasan terutama tentang ajaran kejawan…salam kasih bun…….Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 18:17 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bambang Astono Piwulang kang adi luhur

      30 Mei jam 18:21 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Bunda Lia Kang Dullah…

      30 Mei jam 18:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Pambalah selamat malam… ya mas kapan2 kita shering… makasih.

      30 Mei jam 18:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bambang Astono Matur sewu nuwun… Bunda Lia

      30 Mei jam 18:23 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dawah atur kang sami mas Bambang mugi tansah rahayu wilujeng… Nuwun…

      30 Mei jam 18:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kozink Saputra

      hehehehe…arohman …ar rokhim..cmn biasa gae wirid…bar wirid..metu soko mejid..muka cemberut..angkuh..d sapa..malingkn muka..mlh ngedumel..wong gaktau..neng mejid nyopa nyopo…hehehe…banyak yg menyanjung..tpi g d aplikasikn dlm pergaulan..dn ber massyarakat…mlh bilang..mari kita amal kn..asma alloh..yaa rohmn yaa rhokim..1ooo x..agar kmu d kasihani tuhan…..hemmm…menguwatirkn ya kng…hehehe,..sugeng sonten..bunda ..kang dullah..kng subie..sugeng kepangihan maleh…ampun bosen njeh..muka kulo muncul trus..padahal g’ biasa minum jamu sido muncul tpi..kok..suka muncul…salm ..bombai buat kng dullah…salam takdzim kulo dateng bundaku…Lihat Selengkapnya

    • Bambang Astono Monggo Dimas Kozink… mboten sak nyatur liyan… mulat sariro

      30 Mei jam 18:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      He he he he mas Kozink…. Dibalik keindahan rumah tersergam, disebalik senyum dan tawa, seseorang insan itu mungkin dilanda kepahitan dan kekecewaan yang tidak diketahui orang lain…. kesombongan he he he sama halnya….Semiskin-miskin orang ialah orang yang kekurangan adab dan budi pekerti, sedang Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar, dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya ….Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 18:31 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Wongso Susah Sugeng sonten bunda, nderek lenggahan njih..

      30 Mei jam 18:35 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Bunda Lia Mas Wongso Susah sugeng dalu mas salam kasih selalu… lama ndak jumpa apa kabar mas…??

    • Bunda Lia

      Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya kerana kepandaiannya berkata-kata tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya…… sesungguhnya apa yang kita lihat serupa sebenarnya tidak semestinya sama.Akhlak yang buruk itu ibarat tembikar yang pecah. Tidak dapat dilekatkan lagi dan tidak dapat dikembalikan menjadi tanah… orang sombong biasanya sama dgn aklak dia yang sebenarnya itulah cermin mereka sendiri….Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 18:39 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Dalem Den Ayu….nyadhong duko hehehehe….

      30 Mei jam 18:46 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Zink….mbok ojo nyindir aku to Zink….la rupaku wis seko pabrike cemberut je…..nek ngguyu malah medeni hahahaha….hahahaha….hahahaha….

      30 Mei jam 18:48 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Hampura-Sun..sugeng lumengsering suryo..kairing sumunaring condro sineksen lintang abyor kerlap kerlip hanyekseni poro titah kang tumitah..ingkang tansah hamemuji mring gusti ingkang moho suci..
      .salam ugi katur dumateng sedoyo kadhang sepuh lan pinisepuh kakung miwah putri ingkang sami lenggah ing paseban …….. diajeng ayu..pun kakang nderek lelenggahan njih nyemak wedaran agung ingkang bade kawedar ing dalu meniko.Lihat Selengkapnya

    • Wongso Susah alhamdulillah kbr baik bunda, smoga bunda slalu dlm damai bhgia.. dilanjutkan bunda saya tak ikut nyinau.. slam sjahtera rahayu kasih dlm senyum..

      30 Mei jam 18:51 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Kang Dullah… Bismilahirrahmanirrahim…. “Rabbanā ‘alaika tawakkalnā wa ilaika anabnā wa ilaikal mashīr. Rabbanā lā taj’alnā fitnatan lilladzīna kafarū, waghfirlanā rabbanā innaka antal ‘azīzul hakīm.”
      Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluan kami dalam segala urusan, dan ampunilah kami atas dosa-dosa kami, baik kami sengaja atau tidak, karena Engkau lebih mengetahui Ya Allah.
      Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan bagi setiap urusanku, perbaikilah duniaku karena di sinilah urusan kehidupanku……
      Lihat Selengkapnya

    • Wongso Susah amin.. ya robbal allamin

      30 Mei jam 18:58 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda, Abah Ali, Kang Mas Agung, Mas Kozink, Mas Bambang, Kang Wongso lan kgem sdoyo kmawon kdang knasih, mugi wedaran Ibunda sget nambah pangertosan dmateng kito sdoyo, lan akhiripun saget nglampai menopo engkang dados dawuhipun GUSTI ENGKANG DAMEL GESANG.

      30 Mei jam 19:02 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah sebelum kita mulai kita diam sesaat agar apa yang kita lakukan pada malam hari ini mendapat Ridho AllooH ya kang…. karena bagiku …. Kekurangan adalah milikku, Kesempurnaan adalah milik Allah…INNALLAHA LA YUGHOIYYIRU MAA BI QAUMIN
      HATTA YUGHOIYYIRU MAA BI ANFUSIHIM
      Kita telah usaha lahir batin tapi hakekat keputusan kita serahkan pada Allooh SWT.

      30 Mei jam 19:02 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alhamdsulillah… matur nuwun…. mas Agung makasih njih mas… salam kasih selalu.

      30 Mei jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kozink Saputra

      alkhamdullilh bisa konek lagi…pak bamabng..matur nuwn ..atas..nasehat nya..bunda..sepuntene katah njeh bunda…kang dullah..jane wong kulo gak nyidir sampean kng…iki klkuhanku dewe kok kng …hehehe..tpi wong mpun kadong kebacot ke sindir..yo bene kng..hahahaha..kulo nyuwun sepuro kang..kulo mboten saget..sopan..yowes ngene iki asline..nyuwun sepuro karo konco2 kabeh..yen kulo mboten sopan hhehehehe….salam..salam..salam..Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeans ya mas selamat malam doakan saja semoga wedaran malam ini bisa kesasaran dan bisa tenang…..

      30 Mei jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Mohon maaf kemari terpenggal karena teguran saudara perempuan… wah jadi ndak berani meneruskan dehhhhh… baik ini saya ulang setengan dari Tarekat dan Jalan Mistik Syekh Siti Jenar

      LIMA PULUH DUA
      “Adapun asalnya kehidupan itu, berdasar kitab Ma’rifat al’iman, seperti dijelaskan di bawah ini, terbebani 16 macam titipan;
      Yang dari Muhammad : roh, napas.
      Yang dari Malaikat : budi, iman.
      Yang dari Tuhan : pendengaran, penciuman, pengucapan, penglihatan.
      Yang dari Ibu : kulit, daging, darah, bulu.
      Yang dari Bapak : tulang, sungsum, otot, otak.
      Inilah maksud dari lafal “kulusyaun halikun ilawajahi”, maksudnya semua itu akan rusak kecuali dzat Allah yang tidak rusak. <Sang Indrajit, Wedha Mantra : 1979, Bab 203, hlm. 51>.
      Kitab Ma’rifat al-Iman adalah karya dari Maulana Ibrahim al-Ghazi, al-Samarqandi, yang menjadi salah satu sumber bacaan Syekh Siti Jenar…… Kalimat “kulusyaun halikun ilawajahi” lebih tepatnya berbunyi “kullu syai-in halikun illa wajhahu” (Segala sesuatu itu pasti hancur musnah, kecuali wajah-Nya (penampakan wajah Allah)) [QS : Al-Qashashash / 28:88]. Dari kalimat inilah Syekh Siti Jenar mengungkapkan pendapatnya, bahwa badan wadag akan hancur mengikuti asalnya, tanah. Sedangkan Ingsun Sejati (Jiwa) mengikuti “illa wajhahu”, (kecuali wajah-Nya). Ini juga menjadi salah satu inti dan kunci dalam memahami teori kemanunggalan Syekh Siti Jenar. Maka kata wajhahu di sini diberikan makna Dzatullah.
      Bagi Syekh Siti Jenar, antara Nur Muhammad, Malaikat, dan Tuhan, bukanlah unsur yang saling berdiri sendiri-sendiri sebagaimana umumnya dipahami manusia. Nur Muhammad dan malaikat adalah termasuk dalam Ingsun Sejati. Ini berhubungan erat dengan pernyataan Allah, bahwa segala sesuatu yang diberikan kepada manusia (seperti pendengaran, penglihatan dan sebagainya) akan dimintakan pertanggungjawabannya kepada Allah, maksudnya adalah apakah dengan alat titipan itu, manusia bisa manunggal dengan Allah atau tidak. Sedangkan proses kejadian manusia yang melalui orangtua, adalah sarana pembuatan jasad fisik, yang di alam kematian dunia, roh berada dalam penjara badan wadag tersebut…
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 19:09 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Amin.. Ngestoaken dawoh Ibunda.. Ananda kan slalu brdo,a ntuk Ibunda dan smua kluarga SONGGO BUWONO…

      30 Mei jam 19:09 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG ATI-ATI YO WONG AYU, ELING WAYAH TABUH 1 MANDAP. RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU.

      30 Mei jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Alhamdulillah…..salam ta’lim keng rayi mugi konjuk,Mbak Ayu Sri….ugi keng rayi nyadhong duko….

      30 Mei jam 19:17 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Kozink hahahaha….ora dadi ngopo la wong nyoto hahahaha….

      30 Mei jam 19:18 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda Sri Kandi.. Ngaturaken sembah pangabekti.

      30 Mei jam 19:24 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ sungkem kawulo kakang mbok ayu….Sri kandi..salam rahayu..

      30 Mei jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin.. Amiin.. Amiiin Ya Robbal Alamin…. Sugeng Dalu Bunda Lia, Eyang2, Paman2, Kanda2 , Adinda Semua.. Saya Pribadi Berterimakasih Atas Wejangan Yg Bunda Lia Dan Kanda Berikan, Sehingga Telah Memulihkan Semua Kekurangan Pada Saya. Begitu Sejuk Dan Jelas Diterima Masuk Dalam Sanubari Serta Akal Budi Dalem.. Suwun Sanget Bunda.. Suwun Sanget Kanda Beserta Yg Hadir Semua. Salam..RAHAYU

      30 Mei jam 19:26 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      LIMA PULUH TIGA
      “Kehilangan adalah kepedihan. Berbahagialah engkau, wahai musafir papa, yang tidak memiliki apa-apa. Sebab, engkau yang tidak memiliki apa-apa maka tidak pernah kehilangan apa-apa.” <Suluk Syekh Siti Jenar, I, hlm. 292>.
      Hakikat Zuhud bukanlah meninggalkan atau mengasingkan diri dari dunia. Zuhud adalah perasaan tidak memiliki apa-apa terhadap makhluk lain, sebab teologi kepemilikan itu hakikatnya tunggal. Manusia baru memiliki segalanya ketika ia telah berhasil Manunggal dengan Gustinya, sebab Gusti adalah Yang Maha Kuasa, otomatis Yang Maha Memiliki. Sehingga dalam menjalani kehidupan di dunia ini, sikap yang realistis adalah perasaan tidak memiliki, karena sebatas itu antara makhluk (manusia) dengan makhluk lain (apa pun yang bisa ‘dimiliki’ manusia) tidak bisa saling memiliki dan dimiliki. Karena semua itu merupakan aspek dari ketunggalan.
      Orang yang masih selalu merasa ‘memiliki’ akan makhluk lain, pasti tidak akan berhasil menjadi salik (penempuh jalan spiritual) yang akan sampai ke tujuan sejatinya, yakni Allah Yang Maha Tunggal, karena memang ia belum mampu untuk manunggal. Nah, zuhud dalam pandangan Syekh Siti Jenar adalah menjadi satu maqamat menuju kemanunggalan dan menjadi salah satu poros keihsanan dan keikhlasan.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo sugeng ndalu bunda…mkasih ats tag wedaranipun…salam kangen njih….saudaraku smua @ salam taklim dalem …mohon maaf mbok mnawi wonten salah tuwin khilaf ndalem…dalem rumaos sderek plg bodho ingkang panjenengan tampi dados kadang …mugi saget dados sdulur ingkang sae…salam njihhh…rahayu

      30 Mei jam 19:31 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo sugeng ndalu bunda…mkasih ats tag wedaranipun…salam kangen njih….saudaraku smua @ salam taklim dalem …mohon maaf mbok mnawi wonten salah tuwin khilaf ndalem…dalem rumaos sderek plg bodho ingkang panjenengan tampi dados kadang …mugi saget dados sdulur ingkang sae…salam njihhh…rahayu

      30 Mei jam 19:35 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      LIMA PULUH EMPAT
      “Jika engkau kagum kepada seseorang yang engkau anggap Wali Allah, janganlah engkau terpancang pada kekaguman akan sosok dan perilaku yang diperbuatnya. Sebab saat seseorang berada pada tahap kewalian maka keberadaan dirinya sebagai manusia telah lenyap, tenggelam ke dalam al-Waly. Kewalian bersifat terus-menerus, hanya saja saat Sang Wali tenggelam dalam al-Waly. Berlangsungnya Cuma beberapa saat. Dan saat tenggelam ke dalam al-Waly itulah sang wali benar-benar menjadi pengejawantahan al-Waly. Lantaran itu, sang wali memiliki kekeramatan yang tidak bisa diukur dengan akal pikiran manusia, di mana karamah itu sendiri pada hakikatnya adalah pengejawantahan dari kekuasaan al-Waly. Dan lantaran itu pula yang dinamakan karamah adalah sesuatu di luar kehendak sang wali pribadi. Semua itu semata-mata kehendak-Nya mutlak.
      Kekasih Allah itu ibarat cahaya. Jika ia berada di kejauhan, kelihatan sekali terangnya. Namun jika cahaya itu di dekatkan ke mata, mata kita akan silau dan tidak bisa melihatnya dengan jelas. Semakin dekat cahaya itu ke mata maka kita akan semakin buta tidak bisa melihatnya. Engkau bisa melihat cahaya kewalian pada diri seseorang yang jauh darimu. Namun, engkau tidak bisa melihat cahaya kewalian yang memancar dari diri orang-orang yang terdekat denganmu.” <Suluk Syekh Siti Jenar, II, hlm. 246-248>.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Apa Esha laa hijjabaaka illa wujudika fafni aniil faakum wasilaam…..=TIDAK ADA YG MENGHALANGI ANTARA AKU DAN KALIAN KECUALI WADAG(BADAN) rusak wujud kalian itulah HASIL KAMI………

      30 Mei jam 19:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin.. Ya ALLAH.. Amiin Ya ALLAH.. Amiiin Ya ALLAH..

      30 Mei jam 19:45 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sugeng dalu mbak yu Srikandi… sungkem dalem sewu… nyuwun tambahing pangestu…. nyuwun agunging pangapunten njih mbak yu kawulo terasaken rumiyen njih…. Rahayu3x.

      Doktrin kewalian Syekh Siti Jenar sangat berbeda dengan doktrin kewalian orang Islam pada umumnya. Bagi Syekh Siti Jenar, yang menentukan seseorang itu wali atau bukan hanyalah pemilik nama al-Waliy, yaitu Allah. Sehingga seorang wali tidak akan pernah peduli dengan berbagai tetek-bengek pandangan manusia dan makhluk lain terhadapnya. Demikian pula terhadap orang yang memandang kewalian seseorang.
      Syekh Siti Jenar menasihatkan agar jangan terkagum-kagum dan menetukan kewalian hanya karena perilaku serta kewajiban yang muncul darinya. Yang harus diingat adalah bahwa para auliya’ Allah adalah pengejawantahan dari Allah al-Waliy. Sehingga apapun yang lahir dari wali tersebut, bukanlah perilaku manusia dalam wadagnya, namun itu adalah perbuatan Allah. Seorang wali dalam pandangan Syekh Siti Jenar tidak lain adalah manusia yang manunggal dengan al-Waliy dan itu berlangsung terus-menerus. Hanya saja perlu diingat, setiap tajalliyat-Nya adalah bagian dari si Wali tersebut, namun tidak semua sisi dan perbuatan si wali adalah perbuatan atau af’al al-Waliy.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Eko selamat malam salam kasih ya mas… maaf mas telat membalas….. Mas Ariyo maaf ya mas telat…. salam kasih… Mas Apa Esha malam mas salam damai dihati dan salam kasih…

      30 Mei jam 19:50 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Kulo ndeprok mriki mawon, nggih bund..?

      30 Mei jam 19:51 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sri Kandi RAHAYU DIMAS AGUNG PAMBUDI. SUNTOMPO DONGO PANGESTUKU DIMAS.

    • Sri Kandi DIMAS ABDULLAH ALI RAHAYU DIMAS TITIPAN MOMONGANKU OJOK NGANTI LALI DIMAS. RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU.

      30 Mei jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Oleh karena itu sampai di sini, kita harus menyikapi dengan kritis terhadap sebagian naskah-naskah Jawa Tengahan yang menyatakan bahwa Syekh Siti Jenar pernah mengungkapkan pernyataan, “di sini tidak ada Syekh Siti Jenar, yang ada hanya Allah,” serta ungkapan sebaliknya “di sini tidak ada Allah, yang ada hanya Siti Jenar.” Kisah yang berhubungan dengan pernyataan tersebut, hanya anekdot atau kisah konyol dan bukan kisah yang sebenarnya. Dan itu merupakan bentuk penggambaran ajaran anunggaling Kawula Gusti yang salah kaprah. Pernyataan pertama “di sini tidak ada Syekh Siti Jenar, yang ada hanya Allah,” memang benar adanya. Namun pernyataan kedua, “di sini tidak ada Allah, yang ada hanya Siti Jenar,” tidak bisa dianggap benar, dan jelas keliru.
      Teologi Manunggaling Kawula Gusti bukanlah teologi Fir’aun yang menganggap kedirian-insaniyahnya menjadi Tuhan, sekaligus dengan keberadaan manusia sebagai makhluk di dunia ini. Jadi kita harus ekstra hati-hati dalam memilah dan memilih naskah-naskah tersebut., sebab banyak juga pernyataan yang disandarkan kepada Syekh Siti Jenar, namun nyatanya itu bukan berasal dari Syekh Siti Jenar.
      Lihat Selengkapnya

    • Agung Pambudi nembah nuwun kakang mbok ayu…sanget anggen kawulo mundi .mugi handadosaken kawuningan……

      30 Mei jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo sakam taklim dalem kakang mbok Sri Kandi@ …kakang Abdullah…kakang mas Agung ..kang Petruk …mas Eko… Mas Arie …mas Jeans…mas Apa Esha… Soho sdoyo kinasih salam taklim dalem njih …rahayu

      30 Mei jam 20:11 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      “Menurut wejangan Syekh Siti Jenar, orang sembahyang tidak memperoleh apa-apa, baik di sana, maupun di sini. Nyatanya kalau ia sakit, ia menjadi bingung. Jika tidur seperti budak, disembarang tempat. Jika ia miskin, mohon agar menjadi kaya tidak dikabulkan. Apalagi bila ia sakaratul maut, matanya membelalak tiada kerohan. Karena ia segan meninggalkan dunia ini. Demikianlah wejangan guru saya yang bijaksana.”
      “Umumnya santri dungu, hanya berdzikir dalam keadaan kosong dari kenyataan yang sesungguhnya, membayangkan adanya rupa Zat u’llahu, kemudian ada rupa dan inilah yang ia anggap Hyang Widi.”
      “Apakah ini bukan barang sesat? Buktinya kalau ia memohon untuk menjadi orang kaya tidak diluluskan. Sekalipun demikian saya disuruh meluhurkan Dzat’llahu yang rupanya ia lihat waktu ia berdzikir, mengikuti syara’ sebagai syari’at, jika Jum’at ke mesjid berlenggang mengangguk-angguk, memuji Pangeran yang sunyi senyap, bukan yang di sana, bukan yang di sini.”
      “Saya disuruh makbudullah, meluhurkan Tuhan itu, serta akan ditipu diangkat menjadi Wali, berkeliling menjual tutur, sambil mencari nasi gurih dengan lauknya ayam betina berbulu putih yang dimasak bumbu rujak pada selamatan meluhurkan Rasulullah. Ia makan sangat lahap, meskipun lagaknya seperti orang yang tidak suka makan. Hal itulah gambaran raja penipu!”
      “Bonang, jangan berbuat yang demikian. Ketahuilah dunia ini alam kematian, sedang akhirat alam kehidupan yang langgeng tiada mengenal waktu. Barang siapa senang pada alam kematian ini, ia terjerat goda, terlekat pada surga dan neraka, menemui panas, sedih, haus, dan lapar”. <Serat Syaikh Siti Jenar, Ki Sastrawijaya, Pupuh XI Pangkur, 9-20>.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 20:12 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Eko Susanto Subhaanallaah… Amin Ya ALLAH… Amin Ya ALLAH…

      30 Mei jam 20:15 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda.nuwun sewu randat anggen kulo marak sowan. salam kagem sederek ingkang wonten mriki

      30 Mei jam 20:15 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Tutur Pamungkas sugeng dalu BUNDA….
      Kepareng nderek sebo ngangsu seserepanipun…
      @mas Agung,@pak Dullah,sugeng dalu….

      30 Mei jam 20:18 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto ‎..TERIMAKASIH BUNDA LIA.. Penuntun Dan Penerang Jalanku Menuju JALAN-NYA.. Salam Taklim Dan Kasihku Selalu… @Kanda Apa Esha, @Kanda Dullah, @Kanda Petruk@Kanda Ariyo@Bunda Srikandi.. Ugi Sedoyo Yg Hadir Matur Sembah Nuwun Bimbingannya.. Salam Kasihku Selalu.. RAHAYU..

      30 Mei jam 20:22 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi salam rahayu kakang mas Hari Yuswadi,sugeng ndalu..

      30 Mei jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Tutur Pamungkas salam sejahtera kang mas..

      30 Mei jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Nuwun injih Mbak Ayu Sri….doa pangestunipun Mbak Ayu kawulo suwun

      30 Mei jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Eko Susanto salam sejahtera damai dihati..

      30 Mei jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Abdullah ali kang kinasih.salam takzimku…kang mas rahayu..

      30 Mei jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Ariy Hadiwijoyo..kang kinasih ..rahayu ingkang sami pinanggih…

      30 Mei jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      “Tiada usah merasa enggan menerima petuahku yang tiga buah jumlahnya. Pertama janganlah hendaknya kamu menjalankan penipuan yang keterlaluan, agar supaya kamu tidak ditertawakan orang di kelak kemudian hari. Yang kedua, jangan kamu merusak barang-barang peninggalan purba, misalnya : lontar naskah sastra yang indah-indah, tulisan dan gambar-gambar pada batu candhi. Demikian pula kayu dan batu yang merupakan peninggalan kebudayaan zaman dulu, jangan kamu hancur-leburkan. Ketahuilah bagi suku Jawa sifat-sifat Hindu-Budha tidak dapat dihapus. Yang ketiga, jika kamu setuju, mesjid ini sebaiknya kamu buang saja musnahkan dengan api. Saya berbelas kasihan kepada keturunanmu, sebab tidak urung mereka menuruti kamu, mabuk do’a, tersesat mabuk-tobat, berangan-angan lam yakunil.”
      “…orang menyembah nama yang tiada wujudnya, harus dicegah. Maka dari itu jangan kamu terus-teruskan, sebab itu palsu.” <Serat Syaikh Siti Jenar, Ki Sastrawijaya, Pupuh XI Pangkur, 25-36>.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Kozink.yang selalu setia salam sejahtera damai dihati…rahayu kang mas…

    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Wongso Susah..rahayu kang mas..sugeng sumunaring condro..

      30 Mei jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Rahayu mas Agung….alhamdulillah

      30 Mei jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu kang Tutur lak njih sami rahayu wilujeng to njih….

      30 Mei jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Misterr Jeans Sang Kinasih…salam takzimku semoga bahagia senantiasa..ya kang mas..

      30 Mei jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Khotbah Perpisahan Sunan Panggung
      “Banyak orang yang gemar dengan ksejatian, tapi karena belum pernah berguru maka semua itu dipahami dalam konteks dualitas. Yang satu dianggap wjud lain. Sesungguhnya orang yng melihat sepeti ini akan kecewa. Apalagi yang ditemui akan menjadi hilang. Walaupun dia berkeliling mencari, ia tidak akan menemukan yang dicari. Padahal yang dicari, sesungguhnya telah ditimang dan dipegang, bahkan sampai keberatan membawanya. Dan karena belum tahu kesejatiannya, ciptanya tanpa guru menyepelekan tulisan dan kesejatian Tuhan.”
      “Walaupun dituturkan sampai capai, ditunjukkan jalannya, sesungguhnya dia tidak memahaminya karena ia hanya sibuk menghitung dosa besar dan kecil yg diketahuinya. Tentang hal kufur kafir yang ditolaknya itu, bukti bahwa ia adalah orang yang masih mentah pengetahuannya. Walaupun tidak pernah lupa sembahyang, puasanya dapat dibangga-banggakan tanpa sela, tapi ia terjebak menaati yang sudah ditentukan Tuhan.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Bambang Astono salam sejahtera…sugeng ndalu kang mas..

      30 Mei jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sembah puji dan puasa yang ditekuni, membuat orang justru lupa akan sangkan paran (asal dan tujuan). Karena itu, ia lebih konsentrasi melihat dosa besar-kecil yang dikhawatirkan, dan ajaran kufur kafir yang dijauhi justru membuat bingung sikapnya. Tidak ada dulu dinulu. Tidak merasa, tidak menyentuh. Tidak saling mendekati, sehingga buta orang itu. Takdir dianggap tidak akan terjadi, salah-salah menganggap ada dualisme antara Maha Pencipta dan Maha Memelihara.
      Jika aku punya pemikiran yang demikian, lebih baik aku mati saja ketika masih bayi. Tidak terhitung tidak berfikir, banyak orang yang merasa menggeluti tata lafal, mengkaji sembahyang dan berletih-letih berpuasa. Semua itu dianggap akan mampu mengantarkan. Padahal salah-salah menjadikan celaka dan bahkan banyak yang menjadi berhala.”
      “Pemikiran saya sejak kecil, Islam tidak dengan sembahyang, Islam tidak dengan pakaian, Islam tidak dengan waktu, Islam tidak dengan baju dan Islam tidak dengan bertapa. Dalam pemikiran saya, yang dimaksud Islam tidak karena menolak atau menerima yang halal atau haram.
      Adapun yang dimaksud orang Islam itu, mulia wisesa jati, kemuliaan selamat sempurna sampai tempat tinggalnya besok. Seperti bulu selembar atau tepung segelintir, hangus tak tersisa. Kehidupan di dunia seperti itu keberadaannya”.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 20:40 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut…

      30 Mei jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Aku ganti klambi kang Dullah…..“Manusia, sebelum tahu makna Alif, akan menjadi berantakan….Alif menjadi panutan sebab uintuk semua huruf, alif adalah yang pertama. Alif itu badan idlafi sebagai anugerah. Dua-duanya bukan Allah. Alif merupakan takdir, sedangkan yang tidak bersatu namanya alif-lapat. Sebelum itu jagat ciptaan-Nya sudah ada. Lalu alif menjadi gantinya, yang memiliki wujud tunggal. Ya, tunggal rasa, tunggal wujud. Ketunggalan ini harus dijaga betul sebab tidak ada yang mengaku tingkahnya. ALif wujud adalah Yang Agung. Ia menjadi wujud mutlak yang merupakan kesejatian rasa. Jenisnya ada lima, yaitu alif mata, wajah, niat jati, iman, syari’at.”
      “Allah itu penjabarannya adalah dzat Yang Maha Mulia dan Maha Suci. Allah itu sebenarnya tidak ada lain, karena kamu itu Allah. Dan Allah semua yang ada ini, lahir batin kamu ini semua tulisan merupakan ganti dari alif, Allah itulah adanya.”
      “Alif penjabarannya adalah permulaan pada penglihatan, melihat yang benar-benar melihat. Adapun melihat Dzat itu, merupakan cermin ketunggalan sejati menurun kepada kesejatianmu. Cahaya yang keluar, kepada otak keberadaan kita di dunia ini merupakan cahaya yang terang benderang, itu memiliki seratus dua puluh tujuh kejadian. Menjadi penglihatan dan pendengaran, napas yang tunggal, napas kehidupan yang dinamakan Panji. Panji bayangan dzat yang mewujud pada kebanyakkan imam. Semua menyebut dzikir sejati, laa ilaaha illallah.” <Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 4>.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Kematian di Mata Sunan Geseng

      “Banyak orang yang salah menemui ajalnya. Mereka tersesat tidak menentu arahnya, pancaindera masih tetap siap, segala kesenangan sudah ditahan, napas sudah tergulung dan angan-angan sudah diikhlaskan, tetapi ketika lepas tirta nirmayanya belum mau. Maka ia menemukan yang serba indah.”
      “Dan ia dianggap manusia yang luar biasa. Padahal sesungguhnya ia adalah orang yang tenggelam dalam angan-angan yang menyesatkan dan tidak nyata. Budi dan daya hidupnya tidak mau mati, ia masih senang di dunia ini dengan segala sesuatu yang hidup, masih senang ia akan rasa dan pikirannya. Baginya hidup di dunia ini nikmat, itulah pendapat manusia yang masih terpikat akan keduniawian, pendapat gelandangan yang pergi ke mana-mana tidak menentu dan tidak tahu bahwa besok ia akan hidup yang tiada kenal mati. Sesungguhnyalah dunia ini neraka.”
      “Maka pendapat Kyai Siti Jenar betul, saya setuju dan tuan benar-benar seorang mukmin yang berpendapat tepat dan seyogyanya tuan jadi cermin, suri tauladan bagi orang-orang lain. Tarkumasiwalahu (Arab asli : tarku ma siwa Allahu), di dunia ini hamba campur dengan kholiqbta, hambanya di surga, khaliknya di neraka agung.” <Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh VIII Dandanggula, 29-31>
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Syari’at Palsu Para Wali Menurut Ki Cantula
      “Menurut ajaran guruku Syekh Siti Jenar, di dunia ini alam kematian. Oleh karena itu, dunia yang sunyi ini tidak ada Hyang Agung serta malaikat. Akan tetapi bila saya besok sudah ada di alam kehidupan saya akan berjumpa dan kadang kala saya menjadi Allah. Nah, di situ saya akan bersembahyang.”
      “Jika sekarang saya disuruh sholat di mesjid saya tidak mau, meskipun saya bukan orang kafir. Boleh jadi saya orang terlantar akan Pangeran Tuhan. Kalau santri gundul, tidak tahunya yang ada di sini atau di sana. Ia berpengangan kandhilullah, mabuk akan Allah, buta lagi tuli.”
      “Lain halnya dengan saya, murid Syekh Siti Jenar. Saya tidak menghiraukan ujar para Wali, yang mengkukuhkan Syari’at palsu, yang merugikan diri sendiri. Nah, Syekh Dumba, pikirkanlah semua yang saya katakan ini. Dalam dadamu ada Al-Qur’an. Sesuai atau tidak yang saya tuturkan itu, kanda pasti tahu.” <Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya, Pupuh V Pangkur, 8-18>.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:04 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Kozink Saputra injih kng ms agung..matur nuwun uluk salm .ipun..salam dami.sejahtera ugi kagem panjenengan kngmas…hehehehe…spuntene lho njeh..kuli nk kon gae tutur seng nka nyes..niku mboten saget..nggih ngeten nikilh kulo kng mas,….

      30 Mei jam 21:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Agung Pambudi, dan Abdullah Ali menyukai ini
    • Abdullah Ali ganti klambi….yoh….lanjut….Den Ayu…

      30 Mei jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Jawaban Ki Bisono Tentang Semesta, Tuhan dan Roh
      Ki Bisana menyanggupi kemudian menjawab pertanyaan dari Sultan Demak:“Pertanyaan pertama : Pertanyaan, bahwa Allah menciptakan alam semesta itu adalah kebohongan belaka. Sebab alam semesta itu barang baru, sedang Allah tidak membuat barang yang berwujud menurut dalil : layatikbiyu hilamuhdil, artinya tiada berkehendak menciptakan barang yang berwujud. Adapun terjadinya alam semesta ini ibaratnya : drikumahiyati : artinya menemukan keadaan. Alam semesta ini : la awali. Artinya tiada berawal. Panjang sekali kiranya kalau hamba menguraikan bahwa alam semesta ini merupakan barang baru, berdasarkan yang ditulis dalam Kuran.”
      “Pertanyaan yang kedua : Paduka bertanya di mana rumah Hyang Widi. Hal itu bukan merupakan hal yang sulit, sebab Allah sejiwa dengan semua zat. Zat wajibul wujud itulah tempat tinggalnya, seumpamanya Zat tanahlah rumahnya. Hal ini panjang sekali kalau hamba terangkan. Oleh karena itu hamba cukupkan sekian saja uraian hamba.”
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiin.. Ya ALLAH.. Amiiiin.. Ya ALLAH..

      30 Mei jam 21:15 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      “Selanjutnya pertanyaan ketiga : berkurangnya nyawa siang malam, sampai habis ke manakah perginya nyawa itu. Nah, itu sangat mudah untuk menjawabnya. Sebab nyawa tidak dapat berkurang, maka nyawa itu bagaikan jasad , berupa gundukan, dapat aus, rusak dimakan anai-anai. Hal inipun akan panjang sekali untuk hamba uraikan. Meskipun hamba orang sudra asal desa, akan tetapi tata bahasa kawi hamba mengetahui juga, baik bahasa biasa maupun yang dapat dinyanyikan. Lagu tembang sansekerta pun hamba dapat menyanyikan juga dengan menguraikan arti kalimatnya, sekaligus hamba bukan seorang empu atau pujangga, melainkan seorang yang hanya tahu sedikit tentang ilmu.”
      “Itu semua disebabkan karena hamba berguru kepada Syekh Siti Jenar, di Krendhasawa, tekun mempelajari kesusasteraan dan menuruti perintah guru yang bijaksana. Semua murid Syekh Siti Jenar menjadi orang yang cakap, berkat kemampuan mereka untuk menerima ajaran guru mereka sepenuh hati.”
      Lihat Selengkapnya

    • Tutur Pamungkas punten dalem sewu Bunda…
      pikantuk pangestunipun Bunda,dalem sakeluargo ginanjar wilujeng…..
      mugi2 Bunda ugi tansah plnayungan sihing Hyang Tunggal…

      30 Mei jam 21:19 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kozink Saputra duh bunda…sak yektine..engkng putro kng ndablek meniko..kepingin..mangertosi klmbine kanjeng syeck..sak wolak wali.e..nanging..menawi kanjeng ibu..derengeparengake..kedah d ganti klmbi ki bibisono..engkng putra ugi..nderek ke mawon bu..engkng putro..belajr nurut. bekti klian anjeng ibu…kng putra nyadong deduko..atas kirang sopan.lan kedablekng putra bunda…

      30 Mei jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi sama sama kakang mas kozink salamku pada leluhur di bumi yang kang mas pijak…rahayu..

    • Kozink Saputra waduh..kngmas agung..mbok ampun medeni kulo toh kng mas..dos pundi mawi coro kulo nyampe aken salm panjenengan kng mas..kulo piambak mawon mboten ngertos..nyalami leluhur..eng papan panggenan kulo ..mriko..

      30 Mei jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Abdullah Ali, dan Agung Pambudi menyukai ini
    • Zurike Takarada Umar Alhamdulilah betapa bahagianya guru Syekh Siti Jenar..mempunyai murud seperti bunda…selain cantik, cakap,pintar serta patuh..selamat bunda salah satu murud yg telah berasil…met malam bunda say…

      30 Mei jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      “Adapun pertanyaan yang keempat : paduka bertanya bagaimanakah rupa Yang Maha Suci itu. Kitab Ulumuddin sudah memberitahukan : walahu lahir insan, wabatinul insani baitu-baytullahu (Arab asli : wa Allahu dzahir al-insan, wabathin, al-insanu baytullahu), artinya lahiriah manusia itulah rupa Hyang Widi. Batiniah manusia itulah rumah Hyang Widi. Banyak sekali yang tertulis dalam Kitab Ulumuddin, sehingga apabila hamba sampaikan kepada paduka, Kanjeng Pangeran Tembayat tentu bingung, karena paduka tidak dapat menerima, bahkan mungkin paduka mengira bahwa hamba seorang majenun. Demikianlah wejangan Syekh Siti Jenar yang telah hamba terima.”
      “Guru hamba menguraikan asal-usul manusia dengan jelas, mudah diterima oleh para siswa, sehingga mereka tidak menjadi bingung. Diwejang pula tentang ilmu yang utama, yang menjelaskan tentang dan kegunaan budi dalam alam kematian di dunia ini sampai alam kehidupan di Akhirat. Uraiannya jelas dapat dilihat dengan mata dan dibuktikan dengan nyata.”
      “Dalam memberikan pelajaran, guru hamba Syekh Siti Jenar, tiada memakai tirai selubung, tiada pula memakai lambang-lambang. Semua penjelasan diberikan secara terbuka, apa adanya dan tanpa mengharapkan apa-apa sedikitpun. Dengan demikian musnah segala tipu muslihat, kepalsuan dan segala perbuatan yang dipergunakan untuk melakukan kejahatan. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan para guru lainnya. Mereka mengajarkan ilmunya secara diam-diam dan berbisik-bisik, seolah-olah menjual sesuatu yang gaib, disertai dengan harapan untuk memperoleh sesuatu yang menguntungkan untuk dirinya.”
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:27 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bayi Sehat

      hanya kedamaian lah yang membentuk bunga itu merekah menjadi sebuah iman,benturan di dalam hidup bagai sebuah pukulan yang indah ketika semua di terima dengan ucapan alhamdulillah,tiada yang sempurna di dunia ini kecuali kesempurnaan itu milik allah swt,salam indah teruntuk damai yang terlahir dari sebuah kejernihan senyum dan kehalusan budi,walau noda tiada henti menyentuh sekujur harap asa dan perjalanan,semoga allah swt bisa mengasihi kita dalam maaf amiin^^Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bayi Sehat salam malam teruntuk semua ^^

      30 Mei jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@salam sejahtera mbak Zurike Takarada Umar….rahayu….

      30 Mei jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Zurike Takarada Umar sama2 mas agung..selam sejahtera selalu..met malam.

      30 Mei jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kozink Saputra

      budan nyuwun panga punten njeh niki kisah kulo..lleres kalh pinopo engkng panjenengan aturaken..kulo nate ten daerah jombang..yg menerut kbnyakn orang..orang itu pintar.ahli dlm hal gaib..dan kaweruh luhunya..bgtu aku nyampai d rmh nya..aku di tnya..da keperluan apa..sampean kesini.jwb sy..aku mau belajar kaweruh..yg sdh di ajarkn para leluhur duluh…aku d kasih amalan..tpi di sruh beli kambing..sama burung berkutut..bun..walah….telas modal katah kulo..malah..aku dadi won kenter ..bingung..karepe dewe…hahahaha..iki asli bunda..kng dullah ojo guyu kisahku lho yaa..Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Wasiat dan Ajaran Syekh Amongraga
      ”Syekh Amongraga adalah salah seorang pewaris ajaran Syekh Siti Jenar pada masa Sultan Agung Hanyokusumo (1645). Mengenai rincian kehidupan dan ajaran Syekh Amongraga dapat dibaca di serat Centini”.
      Syekh Amongraga mewasiatkan berbagai inti ajaran yang meliputi (Primbon Sabda Sasmaya; hlm. 24):
      1. Rahayu ing Budhi (selamat akhlak dan moral).
      2. Mencegah dan berlebihnya makanan.
      3. Sedikit tidur.
      4. Sabar dan tawakal dalam hati.
      5. Menerima segala kehendak dan takdir Tuhan.
      6. Selalu mensyukuri takdir Tuhan.
      7. Mengasihi fakir dan miskin.
      8. Menolong orang yang kesusahan.
      9. Memberi makan kepada orang yang lapar.
      10. Memberi pakaian kepada orang yang telanjang.
      11. Memberikan payung kepada orang yang kehujanan.
      12. Memberikan tudung kepada orang yang kepanasan.
      13. Memberikan minum kepada orang yang haus.
      14. Memberikan tongkat penunjuk kepada orang yang buta.
      15. Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat.
      16. Menyadarkan orang yang lupa.
      17. Membenarkan ilmu dan laku orang yang salah.
      18. Mengasihi dan memuliakan tamu.
      19. Memberikan maaf kepada kesalahan dan dosa sanak-kandung, saudara, dan semua manusia.
      20. Jangan merasa benar, jangan merasa pintar dalam segala hal, jangan merasa memiliki, merasalah bahwa semua itu hanya titipan dari Tuhan yang membuat bumi dan langit, jadi manusia itu hanyalah sudarma (memanfaatkan dengan baik dengan tujuan dan cara yang baik pula) saja. Pakailah budi, syukur, sabar, menerima, dan rela. <Ajaran Syekh Amongraga itu sebenarnya meliputi semua tindakan manusia di dalam menyelami kehidupan di bumi ini, yang disebut Syekh Siti Jenar sebagai alam kematian. Dalam memahami 20 ajaran tersebut, hendaknya jangan terjebak dalam segi kontekstualnya saja, namun hendaknya diselami dengan segenap nalar dan rasa batin.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mbak Zurike he he he apa kabar calon…. hemmmm

      30 Mei jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas Motor Butut apa kabar mas…. selamat malam salam kasih selalu.

      30 Mei jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bayi Sehat motor nya antik ini bunda,keren kan id nya hee,malam bunda^^

      30 Mei jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ziiiiinnkk hahahaha…..

      30 Mei jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Dik Margo ha ha ha ha

      30 Mei jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bayi Sehat mas abdullah hai hai hehee

      30 Mei jam 21:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Agung Pambudi, dan Abdullah Ali menyukai ini
    • Bunda Lia

      Ajaran Syekh Siti Jenar Menurut Pangeran Panggung
      “….Saya mencari ilmu sejati yang berhubungan langsung dengan asal dan tujuan hidup, dan itu saya pelajari melalui tanajjul tarki. Menurut saya , untuk mengharapkan hidayah hanyalah bias didapat dengan kesejatian ilmu. Demi kesentausaan hati menggapai gejolak jiwa, saya tidak ingin terjebak dalam syariat.”
      “Jika saya terjebak dalam syariat, maka seperti burung sudah bergerak, akan tetapi mendapatkan pikiran yang salah. Karena perbuatan salah dalam syariat adalah pada kesalahpahaman dalam memahami larangan. Bagi saya kesejatian ilmu itulah yang seharusnya dicari dan disesuaikan dengan ilmu kehidupan. Kebanyakan manusia itu, jika sudah sampai pada janji maka hatinya menjadi khawatir, wataknya selalu was-was…senantiasa takut gagal….Alam dibawah kolong langit, diatas hamparan bumi dan semua isi didalamnya hanyalah ciptaan Yang Esa, tidak ada keraguan. Lahir batin harus bulat, mantap berpegang pada tekad.” (Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 1-2).
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:47 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga

      “Yang membuat kita paham akan diri kita, Pertama tahu akan datang ajal, karena itu tahu jalan kemuliaannya, Kedua, tahu darimana asalnya ada kita ini sesungguhnya, berasal dari tidak ada. Kehendak-Nya pasti jadi, dan kejadian itu sendiri menjadi misal. Wujud mustahil pertandanya sebagai cermin yang bersih merata keseluruh alam. Yang pasti dzatnya kosong, sekali dan tidak ada lagi. Dan janganlah menyombongkan diri, bersikaplah menerima jika belum berhasil. Semua itu kehendak Sang Maha Pencipta. Sebagai makhluk ciptaan, manusia didunia ini hanya satu repotnya. Yaitu tidak berwenang berkehendak, dan hanya pasrah kepada kehendak Allah.”
      “Segala yang tercipta terdiri dari jasad dan sukma, serta badan dan nyawa. Itulah sarana utama, yakni cahaya, roh, dan jasad. Yang tidak tahu dua hal itu akan sangat menyesal. Hanya satu ilmunya, melampaui Sang Utusan. Namun bagi yang ilmunya masih dangkal akan mustahil mencapai kebenaran, dan manunggal dengan Allah. Dalam hidup ini, ia tidak bisa mengaku diri sebagai Allah, Sukma Yang Maha Hidup. Kufur jika menyebut diri sebagai Allah. Kufur juga jika menyamakan hidupnya dengan Hidup Sang Sukma, karena sukmaitu adalah Allah.” <Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 2>.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Butut…hehehehe….

      30 Mei jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bayi Sehat heee mas abdullah sehat kah kabar nya hee….

    • Bunda Lia Tiga

      ” Waktu shalat merupakan pilihan waktu yang sesungguhnya berangkat dari ilmu yang hebat. Mengertikah Anda, mengapa shalat dzuhur empat raka’at? Itu disebabkan kita manusia diciptakan dengan dua kaki dan dua tangan. Sedang shalat ‘Ashar empat raka’at juga, adalah kejadian bersatunya dada dengan Telaga al-Kautsar dengan punggung kanan dan kiri. Shalat Maghrib itu tiga raka’at, karena kita memiliki dua lubang hidung dan satu lubang mulut. Adapun shalat ‘Isya’ enjadi empat raka’at karena adanya dua telinga dan dua buah mata. Adapun shalat Subuh, mengapa dua raka’at adalah perlambang dari kejadian badan dan roh kehidupan. Sedangkan shalat tarawih adalah sunnah muakkad yang tidak boleh ditinggalkan dua raka’atnya oleh yang melakukan, men-jadi perlambang tumbuhnya alis kanan dan kiri.”Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:52 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat Malam Mama,,,salam kangen,,,I LOVE U

      30 Mei jam 21:54 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Lov U to Gadisku say… lagi bali po cah ayu…

      30 Mei jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bayi Sehat kembali kepada apa yang ada dari tubuh kita,seperti gambar bola dunia bukankah bulat bentuk nya,di karenakan anggota tubuh kita tidak ada yang kotak hee,nuwun sewu bunda,mangga di lanjut hee

      30 Mei jam 21:54 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam Om Abdullah,,,,mas butut,,mas saputra serta semua yg hadir di sini,,slam sejahtera,,

      30 Mei jam 21:55 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga

      “Menurut pemahaman saya, sesuai petunjuk Syekh Siti Jenar dahulu, anasir itu ada empat yang berupa anasir batin dan ansir lahir. Pertama, anasir Gusti. Perlu dipahami dengan baik dzat, sifat, asma dan af’al (perbuatan) kedudukannya dalam rasa. Dzat maksudnya adalah bahwa diri manusia dan apapun yang kemerlap di dunia ini tidak ada yang memiliki kecuali Tuhan Yang Maha Tinggi, yang besar atau yang kecil adalah milik Allah semua. Ia tidak memiliki hidupnya sendiri. Hanya Allah yang Hidup, yang Tunggal. Adapun sifat sesungguhnya segala wujud yang kelihatan yang besar atau kecil, seisi bumi dan langit tidak ada yang memiliki hanya Allah Tuhan Yang Maha Agung. Adapun asma sesungguhnya, nama semua ciptaan seluruh isi bumi adalah milik Tuhan Allah Yang Maha Lebih Yang Maha Memiliki Nama. Sedangkan artinya af’al adalah seluruh gerak dan perbuatan yang kelihatan dari seluruh makhluk isi bumi ini adalah tidak lain dari perbuatan Allah Yang Maha Tinggi, demikian maksud anasir Gusti.”Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:55 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bayi Sehat selamat malam gadis super hehee

      30 Mei jam 21:56 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Tidak Mama,,,udah Jam 8 tdi Mama,,,,

      30 Mei jam 21:56 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas motor buntut,,,makasih,,,,he he,,super apa nya,,,??????? ^_^

      30 Mei jam 21:57 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Bayi Sehat spirit semangat heuheheee

      30 Mei jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga

      “Anasir roh, ada empat perinciannya yang berwujud ilmu yang dinamai cahaya persaksian (nur syuhud). Maksudnya adalah sebagai berikut : pertama, yang disebut wujud sesungguhnya adalah hidup sejati atau amnusia sejati seperti pertempuran yang masih perawan itulah yang dimaksud badarullah yang sebenarnya. Kedua, yang disebut ilmu adalah pengetahuan batin yang menjadi nur atau cahaya kehidupan atau roh idhafi, cahaya terang menyilaukan seperti bintang kejora. Ketiga, yang dimaksud syuhud adalah kehendak batin kejora. Ketiga, yang dimaksud syuhud adalah kehendak batin tatkala memusatkan perhatian terutama ketika mengucapkan takbir. Demikianlah penjelasan tentang anasir roh, percayalah kepada kecenderungan hati.”
      “Anasir manusia maksudnya hendaklah dipahami bahwa manusia itu terdiri dari bumi, api, angin dan air. Bumi itu menjadi jasad, api menjadi cahaya yang bersinar, angin menjadi napas keluar masuk, air, menjadi darah. Keempatnya bergerak tarik menarik secara ghaib. Demikianlah penjelasan saya tentang anasir. <Serat Suluk Malang Sumirang, Pupuh 3>
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas Motor buntut,,,,ya semangatnya udah smpai 75 nih,,,he he he,,

      30 Mei jam 22:00 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bayi Sehat hehee laptop nya bagus gadis lagi kumpul yah hee

      30 Mei jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas Buntut@ hmmmmmm,,iya mas,,,

      30 Mei jam 22:03 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bayi Sehat heee salam untuk semua yah,maaf bunda yah jadi ngobrol sama gadis hee,monggo di lanjut bunda^^

      30 Mei jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga

      Adapun ilmu manusia itu ada 2, anakku. Yang pertama adalah ilmu kamanungsan yg lahir daru jalan indrawi dan melalui laku kamanungsan. Yang kedua adalah ilmu kasampurnaan yg lahir melalui pembelajaran langsung dari Sang Khalik. Untuk yg kedua ini, ia terjadi melalui 2 cara, yaitu dari luar dan dari dalam. Yang dari luar, dilalui dg cara belajar. Sedangkan yg dari dalam, dilalui dg cara menyibukan diri dg jalan bertapa ( bertafakur ).
      Adapun bertafakur secara batin itu sepadan dg belajar secara lahir. Belajar memilki arti pengambilan manfaat oleh seorang murid dari gerak seorang guru. Sedangkan tafakur memilki makna batin, yaitu suksma seorang murid yg mengambil manfaat dari suksma sejati, ialah jiwa sejati.
      Suksma sejati dalam olah ngelmu memilki pengaruh yg lebih kuat dibandingkan berbagai nasehat dari ahli ilmu dan ahli nalar. Ilmu2 seperti itu tersimpan kuat pada pangkal suksma, bagaikan benih yg tertanam dalam tanah, atau mutiara di dasar laut.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Mas Buntut@ iya,,,mas,,,,salam balik jg buat kluarga,,,

      30 Mei jam 22:09 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga

      Ketahuilah anakku, kewajiban orang hidup tidak lain adalah selalu berusaha menjadikan daya potensial yg ada di dalam dirinya menjadi suatu bentuk aksi (perbuatan) yg bermanfaat. Sebagaimana engkau juga wajib mengubah daya potensial yg ada dalam dirimu menjadi perbuatan, melalui belajar. Sejatinya dalam belajar, suksma sang murid menyerupai dan berdekatan dg suksma sang guru. Sebagai yg memberi manfaat, guru laksana petani. Dan sbg yg meminta manfaat, murid ibarat bumi atau tanah.
      Anakku ketahuilah, ilmu merupakan kekuatan seperti benih atau tepatnya seperti tumbuh2an. Apabila suksma sang murid sudah matang, ia akan menjadi seperti pohon yg berbuah, atau seperti mutiara yg sudah dikeluarkan dari dasar laut. Jika kekuatan badaniah mengalahkan jiwa, berarti murid masih harus terus menjalani laku prihatin dalam olah ngelmu dg menyelami kesulitan demi kesulitan dan kepenatan demi kepenatan, dalam rangka menggapai manfaat.
      Jika Cahaya Rasa mengalahkan macam2 indra, berarti murid lebih membutuhkan sedikit tafakur ketimbang banyak belajar. Sebab suksma yg cair atau dalam bahasa arab dsb nafs al-qabil akan berhasil menggapai manfaat walau hanya dg berfikir sesaat, ketimbang proses belajar setahun yg dilakukan oleh suksma yg beku nafs al-jamid.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Terima Kasih Mama atas wedaranya,,,,,,akan aku pelajari isi dan maknanya,,,,,,

      30 Mei jam 22:13 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga

      Jadi, engkau bisa meraih ilmu dg cara belajar, dan bisa juga mendapatkannya dg cara bertafakur. Walaupun sebenarnya dalam belajar itu juga memerlukan proses tafakur. Dan dg tafakur engkau tahu manusia hanya bisa mempelajari sebagian saja dari seluruh ilmu dan tidak bisa semuanya.
      Banyak ilmu2 mendasar atau yg dsb annazhariyyah dan penemuan2 baru, berhasil dikuak oleh orang2 yg memilki kearifan. Dg kejernihan otak, kekuatan daya fikir dan ketajaman batin, mereka berhasil menguak hal2 tsb tanpa proses belajar dan usaha pencapaian ilmu yg berlebihan.
      Dg bertafakur, manusia berhasil menguak ajaran sangkan paraning dumadi . Dg begitu terbukalah asumsi dasar dari keilmuan sehingga persoalan tidak berlarut2 dan segera tersingkap kebodohan yg menyelimuti kalbu.Seperti telah kuberitahukan sebelumnya anakku, suksma tidak bisa mempelajari semua yg di inginka, baik yg bersifat sebagian ( juz’i / parsial ) maupun yg menyeluruh ( kulli / universal ) dg cara belajar. Ia harus mempelajari dg induksi, sebagian dg deduksi sebagaimana umumnya manusia dan sebagian lagi dg analogi yg membutuhkan kejernihan berfikir. Berdasarkan hal ini, ahli ilmu terus membentangkan kaidah2 keilmuan.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:16 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Eko Susanto Subhaanallaah.. Subhaanallaah.. Subhaanallaah.. Amiiiin.. Ya ALLAH..

      30 Mei jam 22:17 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ketahuilah anakku.
      Seorang ahli ilmu tidak bisa mempelajari apa yg dibutuhkan seluruh hidupnya. Ia hanya bisa mempelajari keilmuan umum dan beragam bentuk yg merupakan turunannya dan hal itu menjadi dasar untuk melakukan qiyas terhadap berbagi persoalan lainnya. Begitu pula para tabib, tidaklah bisa mempelajari seluruh unsur obat2an untuk orang lain. Meraka hanya mempelajari gejala2 umum. Dan setiap orang diobati menurut sifat masing2 Demikian juga para ahli perbintangan, mereka mempelajari hal2 umum yg berkaitan dg bintang, kemudian berfikir dan memutuskan berbagai hukum.
      Demikian juga halnya seorang ahli fikih dan pujangga. Begitu seterusnya, imajinasi dan karsa yg indah2 berjalan. Yang satu menggunakan tafakur sbg alat pukul, semacam lidi, sedangkan yg lain menggunakan alat bantu lain untuk merealisasikan.
      Anakku jika pintu suksma terbuka, ia akan tahu bagaimana cara bertafakur dg benar dan selanjutnya ia bisa memahami bagaimana merealisasikan apa yg diinginkan. Karena itu hati pun menjadi lapang, pikiran jadi terbuka dan daya potensial yg ada dalam diri akan lahir menjadi aksi (perbuatan) yg berkelanjutan dan tak mengenal lelah.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      B. Memahami Ilmu Kasampurnaan.
      Ketahuilah anakku bahwa ilmu kasampurnaan itu ada 2 macam,
      Pertama, diberikan melalui wahyu.
      Apabila suksma manusia telah sempurna, niscaya akan sirna segala sesuatu yg dapat mengotori watak, seperti halnya sikap rakus dan impian semu. Suksma akan menghadap Sang Pencipta, merengkuh cintaNya dan berharap manfaat serta limpahan cahayaNya.
      Allah akan menyambut suksma itu secara total. Tatapan Ketuhan memandanginya dan menjadikannya seperti papan. kemudian Allah akan menjadikan pena dari suskma sejati. Dan pena itu diukirkan ilmu pada papan tadi.
      Suksma sejati laksana guru, suksma manusia suci ibarat sang murid. Sehingga dicapailah seluruh ilmu, dan padanya semua bentuk terukir tanpa proses belajar maupun berfikir. Dalilnya : “Dan Dialah yg mengajarkanmu apa2 yg tidak kamu ketahui” (QS. An-Nisa:213).
      Ilmu para nabi lebih tinggi derajatnya dibandingkan ilmu mahluk2 yg lain. Karena ilmu tsb diperoleh langsung dari YME tanpa perantara. Kau bisa memahami dalam kisah para malaikat dg kanjeng Nabi Adam. Sepanjang usianya para malaikat terus belajar. Dan dg berbagi cara mereka berhasil mendapatkan banyak macam ilmu, sehingga mereka menjadi mahluk yg paling berilmu dan mahluk paling berpengetahuan.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:25 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Joko Lelono Amin 3x yarobal alamin. Mugio gusti tansah hanayomi.

      30 Mei jam 22:26 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@salam sejahtera kakang mas Motor Buntut kang kinasih….rahayu..

      30 Mei jam 22:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@selamat malam Gadis….salam sejahtera..

      30 Mei jam 22:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin Ya ALLAH.. Amiin Ya ALLAH.. Terimakasih Bundaku…

      30 Mei jam 22:32 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sementara itu Adam tidaklah tergolong ahli ngelmu karena ia tidak pernah belajar dan berjumpa dg seorang guru. Malaikat bangga dan dg besar hati mereka berkata:” padahal kami Senantisa bertasbih dg memuji Engkau dan mensucikan Engkau.” (QS. Al-Baqarah:30).
      Kanjeng Nabi Adam kembali menuju Sang Pencipta. Lantas beberapa bagian dalam hati Kanjeng Nabi oleh Allah dikeluarkan ketika ia menghadap dan memohon pertolongan kepada Tuhan. Lalu Allah ajarkan seluruh nama2 benda. “Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat, lantas Allah berfirman: “Sebutkanlah kepadaku nama benda2 itu jika kamu memang orang2 yg benar” (QS. Al-Baqarah:31).
      Ketahuilah, malaikat menjadi kerdil dihadapan Adam. Ilmu mereka menjadi terlihat sempit. Mereka tak bisa berbangga dab besar hati, justru yg ada hanya rasa tak berdaya. “Maha Suci Engkau, tidak ada yg kami ketahui selain dari apa yg Engkau ajarkan kpd kami” (QS. Al-Baqarah:32).
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam Mas agung,,,salam sejahtera,,,
      Mas Eko@ selamat malam ,,salam sejahtera

      30 Mei jam 22:36 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Maka kepada mereka Adam diberitahukan bbrp bagian ilmu dan hal2 yg masih tersembunyi. Akhirnya jelaslah bagi kaum berakal, bahwa ilmu gaib yg bersumber dari wahyu lebih kuat dan lebih sempurna dibandingkan ilmu yg diperoleh dg penglihatan langsung.
      Ilmu yg diperoleh melalui wahyu merupakan warisan dari hak para nabi. Namun mulai masa Kanjeng Nabi Muhammad pintu wahyu telah ditutup oleh Allah. Sebab Muhammad adalah penutup para nabi. Dia mewakili sosok paling berilmu dan paling fasih dikalangan manusia. Allah telah mendidiknya dg budi pekertinya menjadi baik.
      Ketahuilah anakku, Ilmu Rasul itu lebih sempurna, lebih mulia, dan kuat. Karena ilmu tsb diperoleh langsung dari Sang Khalik. Beliau sama sekali tidak pernah menjalankan proses belajar-mengajar insani.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiiiiin Ya ALLAH…. @Adindaku Gadis Selamat Malam.. Salam Sejahteraku Kembali Dalam Kasih.. Sugeng Dalu Kagem Sedoyo Keng Hadir… Suwun Jempol2 Manisnya.. Mugi GUSTI Atansah Paring PINAYUNGAN BERKAH SEHAT Lan KASELAMETAN Kagem Sedoyo.. RAHAYU..

      30 Mei jam 22:47 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Terima kasih mas eko,,salam sejahtera buat mas eko sekeluarga,,,,Rahayu

      30 Mei jam 22:50 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ilmu Kasampurnaan yg Kedua,
      disampaikan sebagai ilham yaitu peringatan suksma sejati terhadap suksma manusia berdasarkan kadar kejernihan, penerimaan dan daya kesiapannya. Ilham boleh dikatakan mengiringi wahyu. Kalau wahyu merupakan penegasan perkara gaib, maka ilham merupakan penjelasannya. Ilmu yg diperoleh dg wahyu itulah sejatinya ilmu kenabian, sedangkan yg diperoleh dg ilham itulah sejatinya ilmu kewalian.
      Ilmu kewalian diperoleh secara langsung, tanpa perantara antara suksma dan Sang Pencipta. Ilmu Kasampurnaan itu laksana secercah cahaya dari alam gaib, yang datang menerpa hati yg jernih, hampa dan lembut.
      Semua ilmu merupakan produk pengetahuan yg diperoleh dari suksma sejati yg terdapat dalam inti sangkan paraning dumadi
      dg menisbatkan pada RASA SEJATI, seperti penisbatan Siti Hawa kepada Kanjeng Nabi Adam.
      Ketahuilah anakku, rasa sejati lebih mulia, lebih sempurna dan lebih kuat dari disisi Allah dibandingkan suksma sejati. Sedangkan suksma sejati lebih terhormat, lebih lembut dan lebih mulia dibandingkan mahluk2 lain.
      Lihat Selengkapnya

      30 Mei jam 22:54 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiin.. Enjih Dawah Sami Sami.. Adinda Gadis, Mugi Gusti Paring Sehat, Selamat, Sejahtera.. Kagem Adinda Sekeluarga Ugi Kagem Bunda Lia, Bunda2, Kanda2, Eyang2, Adinda2, Ugi Poro Sederek Semua Keng Hadir.. Nuwun.. SALAM KASIH SEJAHTERAku.. RAHAYU.

      30 Mei jam 22:58 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin.. Amiin.. Amiin.. Ya Rob’bal Alamiiiiiin…

      30 Mei jam 23:01 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Amin mas eko,,,matur sembah nuwun,,

      30 Mei jam 23:02 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Roso sejati roso kang ora owah gingsir hamengku sekabehing roso.

      30 Mei jam 23:18 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut……

      30 Mei jam 23:19 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kakang Prabu menyapa dulu… Selamat malam Bunda, Kang Mas Abdullah, Kang Mas Agung P, saudariku Gadis… dan seluruh keluarga besar yang tidak dapat saya sebut satu persatu… salam erat tali silaturahmi & rahayu..

      30 Mei jam 23:26 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlm kakang prabu,,,,

      30 Mei jam 23:29 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo kakang mas Agung P @ salam taklim dalem njih…nyuwun tambah pangestu…saudara trkasih smua…salam hormat njih …sugeng ndalu…rahayu

      30 Mei jam 23:43 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Mavi Marmara emang jmpolan bunda yg 1 ini, matursembah nuwun bunda awit ngelmunipun…

      30 Mei jam 23:47 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakng prabu,,rahayu kang mas..@kakang mas Ariyo Hadiwijoyo..sugeng ing madyaning ratri kakang mas..

      30 Mei jam 23:48 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo kakang mas Agung pambudi…injeh…matur suwon sanget kang mas…

      31 Mei jam 0:00 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Orang hidup sekarang ini hanyalah untuk menyiapkan diri memasuki kehidupan yg sebenarnya. Bila tidak siap, yg ditemui hanyalah alam kematian lagi. Jiwa akan terperangkap lagi ke dalam badan yg bersifat bangkai, mayit.
      Selamat Malam… Salam Kasih Sayangku Penuh Cinta.

      31 Mei jam 0:08 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat Malam Kakang Prabu, Kang Dullah, Mas Agung, Mas Ariyo, Gadis, serta semua yg hadir disini… Rahayu… Salam Kasih Dan Hormatku.

      31 Mei jam 0:10 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakang mas Arie Irfan kang kinasih..rahayu ingkang sami pinanggih kakang mas.sugeng ing madyaning ratri..

      31 Mei jam 0:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas Agung…. Rahayu…. Salam Hormat & Jabat Erat.

      31 Mei jam 0:14 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar slamat malam bunda lia’absen bunda,ikut nyimak sya dri tdi dah nyimak tpi blm absen ko hati ga enak mlah sperti orang mencuri.’
      slamat mlm jga buat babeh abdulah ali,mas agung pb,mister jean sk,mas kosink,mas irfan,mba puput,mba gadis exsprit,kakang prabu.mas aryo hadi wijoyo,dan smua yg sdah pd hdir di pendopo SGB ini…..

      31 Mei jam 0:16 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kakang Prabu ‎@Mas Arie: salam hormat & rahayu.. sampe kangen..
      @Mas Cipto: terima kasih… absennya nunggu rehat dulu ya, biar wedarannya bunda ga terpotong-potong hehehe… Rahayu.

      31 Mei jam 0:19 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakang mas Cipto ..sugeng sumunaring condro ing madyaning ratri..kang mas..mugi tansah pinaringan kawilujengan ugi karaharjan…

      31 Mei jam 0:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo kakang mas Arie …kakabg mas Prabu …kakang mas Cipto …salam hormat njih …mugi rahayu kagem kito sami

      31 Mei jam 1:00 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi TABUH SETUNGGAL sampun titi wancinipun MAHENING SUCI diajeng ayu…..

      31 Mei jam 1:05 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Adapun ilham itu terlahir dari melimpahnya rasa sejati dan juga terlahir dari melimpahnya pancaran sinar suksma sejati. Jika wahyu menjadi perhiasan para nabi, maka ilham menjadi perhiasan para wali. Adapun ilmu yg diperoleh dari wahyu adalah sebagaimana suksma tanpa rasa atau wali tanpa nabi. Begitu pula ilham tanpa wahyu akan menjadi lemah. Ilmu akan menjadi kuat jika dinisbatkan kepada wahyu yg bersandar pada penglihatan ruhani. Itulah ilmu para nabi dan wali
      Ketahuilah, ilmu yg diperoleh dg wahyu hanya khusus bagi para rasul, seperti diberikan kepada Adam, Musa, Ibrahim, Isa, Muhammad saw dan para rasul lain. Itulah yg menbedakan antara risalah dg nubuwwah .
      Adapun nubuwwah adalah perolehan hakikat dari ilmu dan rasionalitas2 oleh suksma yg suci kepada orang2 yg mengambil manfaat. Barangkali perolehan semacam itu didapat salah satu suksma, tetapi ia tidak berkewajiban menyebarkannya karena suatu alasan dan oleh sebab2 tertentu.
      Lihat Selengkapnya

      31 Mei jam 2:24 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ilmu kasampurnaan menjadi milik seorang nabi dan wali, sebagaimana dimilki Khidir a.s. Hal itu terdapat pd dalil: “Dan yg telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami” (QS. Al-Kahfi:65).
      Ingatlah ketika khalifah Ali berujar: “Kumasukan lisanku kemulutku, hingga terbukalah dihatiku seribu pintu ilmu, yg pada setiap pintu terdapat seribu pintu yg lain”. Dan ia berkata: “Andai kuletakkan bantal dan aku duduk diatasnya, niscaya aku akan mengambil putusan hukum bagi penganut Taurat berdasarkan Taurat mereka, bagi penganut Injil berdasarkan Injil mereka, dan bagi penganut al-Quran berdasarkan al-Quran mereka”.
      Derajat seperti ini tidak bisa diterima dg melalui ilmu kemanungsa semata yg hanya dari pembelajaran insani. Pastilah seseorang yg telah mencapai derajat tsb telah dikarunia ilmu kasampurnaan.
      Lihat Selengkapnya

      31 Mei jam 2:24 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirimu, Dia akan menyingkap tabir atau hijab yg menhalangi dirimu dg suksma yg menjadi papan itu. Dg demikian, sebagian rahasia dari apa2 yg tersembunyi akan ditampakan pdmu. segenap makna yg terkandung didalam rahasia tsb akan terpahat pd suksmamu. Dan suksma itupun mengungkapkan sebagaimana engkau ingin karena dikehendakiNya..
      Sejatinya, kearifan bisa lahir dari ilmu kasampurnaan. Selama engkau belum mencapai derajat atau tingkatan ini, engkau tidak akan menjadi seorang arif.
      Karena kearifan merupakan pemberian Hyang Widi.
      Dalilnya : ” Allah menganugrahkan al-hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar2 telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang2 yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran ” (QS. Al-Baqarah:269).
      Lihat Selengkapnya

      31 Mei jam 2:25 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Hal itu karena orang2 yg berhasil mencapai ilmu kasampurnaan tidak perlu lagi banyak berusaha memahami ilmu secara induktif dan berpayah-payah belajar. Orang yg demikian sedikit belajar, banyak mengajar, sedikit capai, banyak istirahat.
      Ketahuilah anakku, setelah wahyu terputus dan sesudah pintu risalah ditutup, umat manusia tidak lagi membutuhkan kehadiran rasul atau utusan. Mereka tidak lagi memerlukan penampakan dakwah setelah penyempurnaan agama. Bukanlah termasuk kearifan menampakan nilai lebih tidak berdasarkan kebutuhan.
      Tapi ketahuilah anakku, pintu ilham itu tidak pernah ditutup. Pancaran cahaya suksma sejati tidak pernah terputus. Karena suksma terus membutuhkan arahan, pembaharuan dan peringatan. Umat manusia tidak memerlukan risalah dan dakwah, tetapi masih membutuhkan peringatan sebagai akibat dari tenggelamnya mereka pada rasa was-was dan terhanyut oleh gelombang syahwat.
      Lihat Selengkapnya

      31 Mei jam 2:25 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Karena itu Allah menutup pintu wahyu sebagai pertanda bagi hamba-Nya dan membuka pintu ilham sebagai rahmat serta menyiapkan segala sesuatu menyusun tingkatan2 supaya mereka tahu bahwa Allah Maha Lembut kepada hamba2-Nya, memberikan rezeki kepada siapa saja yg dikendaki tanpa perhitungan. Selesai sudah nasehatku tentang kawruh kesejatian yg kubeberkan padamu. Hendaklah engkau bisa menggunakan sebaik mungkin.
      Dengan sikap takzim, Raden Paku ( Sunan Giri ) menerawang ke depan membayangkan wajah ayahandanya mengucapkan sendiri kata2 yg barusan dibacanya. Digengamnya erat2 lembaran lontar itu, lalu didekapkan didada serasa hendak menggoreskan makna dalam hatinya. Suatu makna dari nasehat orang suci yg tak lain adalah ayahandanya sendiri Syeh Wali Lanang / Syeh Awallul Islam ( Maulana Ishak ), lelaki suci keturunan manusia utama.
      Lihat Selengkapnya

      31 Mei jam 2:25 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG ELING ROGO, OJOK DIPEKSO DIAJENG. WIS ISTIRAHAT DIAJENG PENGGALIHIRO KEBAK ORA DIBACUTAKE DIAJENG.

      31 Mei jam 2:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu nyuwun agunging pangapunten…. nuwun injih mbak yu… meniko kolo wau awit pikantuk impen dados srental mundut toyo suci sholat wengi mbak yu… nyuwun pangapunten…

      31 Mei jam 2:38 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi RADEN PAKU (JAKA SAMUDRA) KETIKA BARU TERLAHIR DIBUANG KESAMUDRA..DISITULAH HIKMAH PERTEMUANNYA DENGAN NABIULLOH QIDIR AS….LAKSANA SUNAN KALI BERTEMU DIDALAM TIDUNYA BAGAI ASHABUL KAHFI…LAKSANA SYEH YUSUF MEMANGKU JASAD NENEK YANG TERTIDUR DIPANGKUANNYA HINGGA MENJADI MAYAT YANG DI AMAKAN BELATUNG TINGGAL KERANGKA….ALLAH MEMBIMBIMBING CAHAYANYA KEPADA LADUNI YANG DIKEHENDAKINNYA….

      31 Mei jam 2:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG WONG AYU ISTIRAHAT WAE SESOK SLIRANE PERJALANAN ADOH, HAYO SUN DEREK AKE.

      31 Mei jam 2:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Duh kakang mbok ayu Sri Kandi..nembe ke mawon krenteg’e manah….hmm…salam sungkem kakang mbok ayu…..pangapunten..

      31 Mei jam 2:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nuwun injih mbak yu …

      31 Mei jam 2:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiin Ya ALLAH… Ungkapkan Semua Kekuranganku Ya ALLAH.. Dan Masukkan Ilmu Kebenaranmu Didalam Kekurangan2ku Ya ALLAH.. Agar Tidak Timpang Lagi Hatiku Ini Ya ALLAH.. Dan Selalu TETAP TERTUJU PADA TUJUAN YG ENGKAU KEHENDAKI Ini Ya ALLAH.. Mungkin Lewat Wejangan Bunda Inilah Kau Tunjukanku JALAN SEJATI MENUJU Yg KAU KEHENDAKI.. Amin Ya ALLAH.. Amiin Ya ALLAH.. Amiiin Ya ALLAH..

      31 Mei jam 2:42 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sri Kandi WIS HAYO PODHO NENUWUN SUPOYO KABEH BISO BECIK.

      31 Mei jam 2:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nderek aken minggah ing sanggar pamujan kakang mbok ayu sri ugi diajeng ayu..kakang mas eko kang kinasih..salam takzimku…rahayu..

      31 Mei jam 2:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIMAS EKO RAHAYU, PAKAILAH YANG BAIK BILA MENURUT DIMAS BAIK, KARENA BANYAK MANUSIA YANG KELEWAT BATAS KARENA PIKIRAN YANG TERLALU INGIN MENCARI WAH DAN KETERLALUAN CONTOHNYA DIKOLOM TANYA JAWAB SONGGO BUWONO YANG TERTULIS ITU KAYAKNYA KURANG PAS. MAAF. RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU.

      31 Mei jam 2:50 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIMAS AGUNG PAMBUDI RAHAYU.

      31 Mei jam 2:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Eko jangan berlebihan ikuti saja mas… ibarat glinding semprong atau putaran roda…. yang penting ibarat ilmu padi mas… terimakasih.

      31 Mei jam 2:53 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wah monggo mas Agung derek aken kulo mangke kemawon… la kandung tangi menawi mboten ngisi dongo lak njih eman….

      31 Mei jam 2:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto Injih Sembah Nuwun Kanda Pambudi.. Sembah Nuwun Bunda Lia, Bunda Sri Kandi.. TERIMAKASIH UNTUK HAL YG ISTIMEWA HARI INI DARI BUNDA LIA, Jua KANDA2 Semua, Bunda2.. SEMUANYA.. Selamat Malam.. Dan Mendapatkan Rehatnya Nan Nyaman.. Salam Takzim Kasih Dalem… RAHAYU..

      31 Mei jam 2:54 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu monggo mbak yu derek aken … nyuwun ijin badhe ndamel kembang dongo rumiyen mbak yu…. Rahayu3x.

      31 Mei jam 2:55 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kakang mas Eko kang kinasih..mugi dados kinasihing gusti ing madyaning ratri meniko rahayu kang mas..

      31 Mei jam 2:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG ORA DADI OPO WONG AYU, PANCEN LUHUR MANAH DIKO. SAK WUSE NYERAT DONGO ENGGAL SARE DIAJENG. WUS DIBACUTAKE NYERAT DONGO. SUN PAMIT WONG AYU. RAHAYU.

      31 Mei jam 2:58 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin.. Amiin.. Amiiin Ya ALLAH……….

      31 Mei jam 2:58 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ diajeng ayu…nuwun injih..nembah nuwun,,,,,..ugi nuwun agung’e samudr pangaksami……mugi tansah pinaringan rahayu..saklaminyo.amien

      31 Mei jam 2:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIMAS EKO DONGO PANGESTUKU YO DIMAS.

      31 Mei jam 2:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin.. Amiin.. Amiiin Ya ALLAH……….

      31 Mei jam 2:59 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ nderek aken lumengser kakang mbok..mingah ing sanggar pamujan ..MAHENING SUCI…..

      31 Mei jam 3:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Siap.. Injih Bunda Sri Kandi.. Matur Sembah Nuwun… RAHAYU.

      31 Mei jam 3:01 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Rahayu..,
      kagem sedoyo ingkang sampun rumiyin lenggahan wonten pendopo meniko, kawulo ingkang kirang ilmu,nderek nyimak kemawon.
      Matur nembah nuwun,

      31 Mei jam 6:10 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Rahayu____ Salam Kasih.

      31 Mei jam 6:24 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Alhamdulillah………….……………

      31 Mei jam 7:21 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Adjie Çhaka
      “Salam sejahtera untuk Bunda beserta para sanak kadang kinasih dlm payung agung ILAHI…
      …rahayu….

      31 Mei jam 15:17 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orang
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Juli 5, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Salam sejah tera bunn,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: