Puncak Ilmu Wedaran hari ke 2

Puncak Ilmu Wedaran hari ke 2

oleh Bunda Lia pada 26 Mei 2011 jam 18:57
 
Puncak Ilmu
SASTRA JENDRA (papan tanpa tulis/ayat-ayat Tuhan yg tergelar di jagad raya), berguna untuk memayu hayuning bawana (amar makruf), dan untuk pangruwating diyu (nahi mungkar). Memiliki nilai dalam tataran HAKEKAT, hakekat jika diumpamakan AIR KELAPA, maka bisa dikupas dan dijabarkan kulitnya. Kulit kelapa memiliki ragam yg sangat banyak, namun air kelapa tetaplah air. Yang satu dan universal, tak dapat dihitung. Lain halnya dengan “kulit” atau penjabaran, bisa beraneka penafsiran, namun masing2 absah.
Ilmu “Sastra Jendra hayuningrat Pangruwating Diyu” adalah puncak Ilmu Kejawen. “Sastra Jendra hayuningrat Pangruwating Diyu” artinya; wejangan berupa mantra sakti untuk keselamatan dari unsur-unsur kejahatan di dunia. Wejangan atau mantra tersebut dapat digunakan untuk membangkitkan gaib “Sedulur Papat” yang kemudian diikuti bangkitnya saudara “Pancer” atau sukma sejati, sehingga orang yang mendapat wejangan itu akan mendapat kesempurnaan. Secara harfiah arti dari “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” adalah sebagai berikut; Serat = ajaran, Sastrajendra = Ilmu mengenai raja. Hayuningrat = Kedamaian. Pangruwating = Memuliakan atau merubah menjadi baik. Diyu = raksasa atau lambang keburukan. Raja disini bukan harfiah raja melainkan sifat yang harus dimiliki seorang manusia mampu menguasai hawa nafsu dan pancainderanya dari kejahatan. Seorang raja harus mampu menolak atau merubah keburukan menjadi kebaikan.Pengertiannya; bahwa Serat Sastrajendra Hayuningrat adalah ajaran kebijaksanaan dan kebajikan yang harus dimiliki manusia untuk merubah keburukan mencapai kemuliaan dunia akhirat. Ilmu Sastrajendra adalah ilmu makrifat yang menekankan sifat amar ma’ruf nahi munkar, sifat memimpin dengan amanah dan mau berkorban demi kepentingan rakyat.
Asal-usul Sastra Jendra dan Filosofinya 
Menurut para ahli sejarah, kalimat “Sastra Jendra” tidak pernah terdapat dalam kepustakaan Jawa Kuno.  Tetapi baru terdapat pada abad ke 19 atau tepatnya 1820. Naskah dapat ditemukan dalam tulisan karya Kyai Yasadipura dan Kyai Sindusastra dalam lakon Arjuno Sastra atau Lokapala. Kutipan diambil dari kitab Arjuna Wijaya pupuh Sinom pada halaman 26;
Selain daripada itu, sungguh heran bahwa tidak seperti permintaan anak saya wanita ini, yakni barang siapa dapat memenuhi permintaan menjabarkan “Sastra Jendra hayuningrat” sebagai ilmu rahasia dunia (esoterism) yang dirahasiakan oleh Sang Hyang Jagad Pratingkah. Dimana tidak boleh seorangpun mengucapkannya karena mendapat laknat dari Dewa Agung walaupun para pandita yang sudah bertapa dan menyepi di gunung sekalipun, kecuali kalau pandita mumpuni. Saya akan berterus terang kepada dinda Prabu, apa yang menjadi permintaan putri paduka. Adapun yang disebut Sastra Jendra Yu Ningrat adalah pangruwat segala segala sesuatu, yang dahulu kala disebut sebagai ilmu pengetahuan yang tiada duanya, sudah tercakup ke dalam kitab suci (ilmu luhung = Sastra). Sastra Jendra itu juga sebagai muara atau akhir dari segala pengetahuan. Raksasa dan Diyu, bahkan juga binatang yang berada dihutan belantara sekalipun kalau mengetahui arti Sastra Jendra akan diruwat oleh Batara, matinya nanti akan sempurna, nyawanya akan berkumpul kembali dengan manusia yang “linuwih” (mumpuni), sedang kalau manusia yang mengetahui arti dari Sastra Jendra nyawanya akan berkumpul dengan para Dewa yang mulia…
Ajaran “Sastra Jendra hayuningrat Pangruwating Diyu” mengandung isi yang mistik, angker gaib, kalau salah menggunakan ajaran ini bisa mendapat malapetaka yang besar. Seperti pernah diungkap oleh Ki Dalang Narto Sabdo dalam lakon wayang Lahirnya Dasamuka. Kisah ceritanya sebagai berikut;
Begawan Wisrawa mempunyai seorang anak bernama Prabu Donorejo, yang ingin mengawini seorang istri bernama Dewi Sukesi yang syaratnya sangat berat, yakni;
  1. Bisa mengalahkan paman Dewi Sukesi, yaitu Jambu Mangli, seorang raksasa yang sangat sakti.
  2. Bisa menjabarkan ilmu “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu”
Prabu Donorejo tidak dapat melaksanakan maka minta bantuan ayahandanya, Begawan Wisrawa yang ternyata dapat memenuhi dua syarat tersebut. Maka Dewi Sukesi dapat diboyong Begawan Wisrawa, untuk diserahkan kepada anaknya Prabu Donorejo.
Selama perjalanan membawa pulang Dewi Sukesi, Begawan Wisrawa jatuh hati kepada Dewi Sukesi demikian juga Dewi Sukesi hatinya terpikat kepada Begawan Wisrawa.
“Jroning peteng kang ono mung lali, jroning lali gampang nindakake kridaning priyo wanito,” kisah Ki Dalang.
Begawan Wisrawa telah melanggar ngelmu “Sastra Jendra”, beliau tidak kuat menahan nafsu seks dengan Dewi Sukesi. Akibat dari dosa-dosanya maka lahirlah anak yang bukan manusia tetapi berupa raksasa yang menakutkan, yakni;
  1. Dosomuko
  2. Kumbokarno
  3. Sarpokenoko
  4. Gunawan Wibisono
Setelah anak pertama lahir, Begawan Wisrawa mengakui akan kesalahannya, sebagai penebus dosanya beliau bertapa atau tirakat tidak henti-hentinya siang malam. Berkat gentur tapanya, maka lahir anak kedua, ketiga dan keempat yang semakin sempurna. Laku Begawan Wisrawa yang banyak tirakat serta doa yang tiada hentinya, akhirnya Begawan Wisrawa punya anak-anak yang semakin sempurna ini menjadi simbol bahwa untuk mencapai Tuhan harus melalui empat tahapan yakni; Syariat, Tarikat, Hakekat, Makrifat.
Lakon ini mengingatkan kita bahwa untuk mengenal diri pribadinya, manusia harus melalui tahap atau tataran-tataran yakni;
1.  Syariat; dalam falsafah Jawa syariat memiliki makna sepadan dengan Sembah Rogo.
2.  Tarikat; dalam falsafah Jawa maknanya adalah Sembah Kalbu.
3.  Hakikat; dimaknai sebagai Sembah Jiwa atau ruh (ruhullah).
4.  Makrifat; merupakan tataran tertinggi yakni Sembah Rasa atau sir (sirullah).
Pun diceritakan dalam kisah Dewa Ruci, di mana diceritakan perjalanan Bima (mahluk Tuhan) mencari “air kehidupan” yakni sejatinya hidup. Air kehidupan atau tirta maya, dalam bahasa Arab disebut sajaratul makrifat. Bima harus melalui berbagai rintangan baru kemudia bertemu dengan Dewa Ruci (Dzat Tuhan) untuk mendapatkan “ngelmu”.
Bima yang tidak lain adalah Wrekudara/AryaBima, masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang Kenyataan “Segeralah kemari Wrekudara, masuklah ke dalam tubuhku”, kata Dewa Ruci. Sambil tertawa Bima bertanya :”Tuan ini bertubuh kecil, saya bertubuh besar, dari mana jalanku masuk, kelingking pun tidak mungkin masuk”. Dewa Ruci tersenyum dan berkata lirih:”besar mana dirimu dengan dunia ini, semua isi dunia, hutan dengan gunung, samudera dengan semua isinya, tak sarat masuk ke dalam tubuhku”.
Atas petunjuk Dewa Ruci, Bima masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri.
Dan tampaklah laut luas tanpa tepi, langit luas, tak tahu mana utara dan selatan, tidak tahu timur dan barat, bawah dan atas, depan dan belakang. Kemudian, terang, tampaklah Dewa Ruci, memancarkan sinar, dan diketahui lah arah, lalu matahari, nyaman rasa hati.
Ada empat macam benda yang tampak oleh Bima, yaitu hitam, merah kuning dan putih. Lalu berkatalah Dewa Ruci:”Yang pertama kau lihat cahaya, menyala tidak tahu namanya, Pancamaya itu, sesungguhnya ada di dalam hatimu, yang memimpin dirimu, maksudnya hati, disebut muka sifat, yang menuntun kepada sifat lebih, merupakan hakikat sifat itu sendiri. Lekas pulang jangan berjalan, selidikilah rupa itu jangan ragu, untuk hati tinggal, mata hati itulah, menandai pada hakikatmu, sedangkan yang berwarna merah, hitam, kuning dan putih, itu adalah penghalang hati.
Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal, murka, yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. Yang merah menunjukkan nafsu yang baik, segala keinginan keluar dari situ, panas hati, menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. Yang kuning hanya suka merusak. Sedangkan yang putih berarti nyata, hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu, perwira dalam kedamaian. Sehingga hitam, merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi, persatuan Suksma Mulia.
Lalu Bima melihat, cahaya memancar berkilat, berpelangi melengkung, bentuk zat yang dicari, apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci, itu bukan yang dicari (air suci), yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya, memancar bernyala-nyala, yang menguasai segala hal, tanpa bentuk dan tanpa warna, tidak berwujud dan tidak tampak, tanpa tempat tinggal, hanya terdapat pada orang-orang yang awas, hanya berupa firasat di dunia ini, dipegang tidak dapat, adalah Pramana, yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin, bertempat tinggal di tubuh, tidak ikut makan dan minum, tidak ikut merasakan sakit dan menderita, jika berpisah dari tempatnya, raga yang tinggal, badan tanpa daya. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya, dihidupi oleh suksma, ialah yang berhak menikmati hidup, mengakui rahasia zat.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Triasih Prasetianingtyas Selamat malam Bunda ..tenangkah hatimu hari ini ? Jgn terus2an melukai perasaanmu sndr ya ..tak perlu sedih ..kau sosok yg tegar dan keikhlasanmu adlh hal yg membuatmu kuat ..teruslah bgt ..salam kasih buatmu adikku …

      26 Mei jam 19:04 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Sukma Prana met malam bunda,salam rahayu slalu

      26 Mei jam 19:06 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat malam Ibunda, Mbak Triasih, Mas Arie Sukma, mugi knugrahan tansah kparing dmateng kito sdoyo.. Monggo Ibunda wedaranipun dipun wiwiti..

      26 Mei jam 19:10 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Antok Nuansa Antika Assalamualaikum…para pini sepuh

      26 Mei jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Mat malam Bunda sayaaaaaang, malam ugi semua sahabat setia, mtrnwun bunda Muaach…

      26 Mei jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Salam penuh kasih dan sayangku selalu mbak yu Triasih tersayang….

      26 Mei jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arie sukma selamat malam…. salam kasih mas Rahayu3x….

      26 Mei jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar slamat mlm bunda,mbak tri,mas ari s,mistr jean sk,lan sedoyo ke’mawon salam rahayu….

    • Bunda Lia Mas Jeans selamat malam salam kasih … hemmmm makasih mas Jeans..

      26 Mei jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam…. Mas Antok Nuansa Antika makasih….. salam kasih.

      26 Mei jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Aku ngidul,Den Ayu….

    • Bunda Lia Jeng Putrie he he he C2 M2 for U…he he he

      26 Mei jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Cipto kenapa statusnya kok aku kirim catatan ndak bisa….

      26 Mei jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mampiro kang Dullah…. aku akeh tamu….

      26 Mei jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yoh….

      26 Mei jam 19:20 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Buat smua shbt2 trkasih selamat malam salam bahagia ..Bunda C2M2 itu apa artinya say ? Aku koq ga gaul bngt ya ?

      26 Mei jam 19:21 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Andy Wae SASTRA JENDRA HAYU NINGRAT….’ojo di wedar lho jenk…….ndak malah repot kedadiane……

      26 Mei jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he mbak Triasihku say….. Cuuuuuuppppp mmmuuuuuaaaaahhhh xixixixixixixixixixii

      26 Mei jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Massss Andy Wae… salam kasihku mas…

      26 Mei jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo jeng… Wengi iki jan sip rahayu tenan… Tansah kanugrahan jati… Salam terkasih sang jiwa sejati… Rahayu matur sukma Rahayu…3x

      26 Mei jam 19:24 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Sukma Prana terimakasih bunda,smoga bunda dan saudara2ku semua slalu dlm lindungan dan ridhoNYA..amin ALLAH huma amin ya ALLAH

    • Bunda Lia We ngopo kang… semaurmu koyo wong ra mangan 3 sasi…

      26 Mei jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok assalamu ‘alaikum.wr.wb Mbak Yu LIA ,..

      26 Mei jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dawah sami mas ArieSukma…

      26 Mei jam 19:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Pangeran Rahayu kang lam kangenku yo kang….

      26 Mei jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Bagyo kok baru muncul kemana saja..???

      26 Mei jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Ooo ..cipika cipiki gt ? Okay ..silahkan kl mau d lanjut wedarannya Bunda ..bulan dpn pasti aku mampir ..serius ..

      26 Mei jam 19:26 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat malam ntuk smuanya.. Ibunda salam kangen dan kasihq slalu ntuk Ibunda…

      26 Mei jam 19:28 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Hesti Sulistyaningsih assalamualaikum wrwb..Bunda..< juga sugeng dalu semuanya>> semoga semua diparingi sehat dan mendapat barokahNYA… salam…

      26 Mei jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar nggeh matur nembah nuwun bunda mkin kulo cek…
      Sugeng ndalu babeh abdullah,mas agung pb,mas petruk,trll,mba puput,gadis ,sugeng ndalu kadhang

      26 Mei jam 19:29 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnnn Hesti say…. matur nuwun wong ayu…

      26 Mei jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Cipto Turonggo Kawedar monggo Dimas…. nuwun ugi njih…

      26 Mei jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Asalamu’alikum mbLia kulo nderek nyimak

      26 Mei jam 19:34 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Budhi Sastro matur nuwun mbak Bunda Lia.., mugi tansah pinaringan pitedah / hidayah saking gusti ingkang Maha Wikan.., matur nuwun sugeng dalu…

      26 Mei jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Sugeng sumunaring condro ing wayah ratri…ingkang tansah sumunar hamadhangi jagad gumelar sagung dumadi…hanyekseni poro titah kang tumitah..hamemuji mring gusti ingkang moho suci….salam ugi katur dumateng sedoyo kadhang kinasih poro wasis sidiq ing paningal..,poro sepuh ugi pini sepuh ,,kakung miwah putri..ingkang sami lenggah ing paseban agung…..RAHAYU SAGUNG DUMADI…Di ajeng ayu…pun kakang nderek lelenggahan njih…Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 19:53 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Tirta Naya ijin ikut baca bunda…

      26 Mei jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Rudi Notoningrat boleh dicopi pastekah?

      26 Mei jam 20:09 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi nderek sowan bunda.salam kagem sedoyo kadang.mugi rahayu.

    • Bunda Lia

      Kehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya, Pramana bila mati ikut lesu, namun bila hilang, kehidupan suksma ada. Sirna itulah yang ditemui, kehidupan suksma yang sesungguhnya, Pramana Anresandani.
      Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan, jangan punya kegemaran, bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku, jangan bicara gaduh, jangan bicarakan hal ini secara sembunyi-sembunyi, tapi lekaslah mengalah jika berselisih, jangan memanjakan diri, jangan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasailah.
      Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar, tidak mengalami hambatan dan kesulitan, tidak sakit, hanya enak dan bermanfaat, peganglah dalam pemusatan pikiran, disimpan dalam buana, keberadaannya melekat pada diri, menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab.
      Sedangkan Suksma Sejati, ada pada diri manusia, tak dapat dipisahkan, tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu, menyatu dengan kesejahteraan dunia, mendapat anugerah yang benar, persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti. Manusia bagaikan wayang, Dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak, dunia merupakan panggungnya, layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya.
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Tirta Naya alhamdulillah…

      26 Mei jam 20:44 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Bila seseorang mempelajari “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” berarti harus pula mengenal asal usul manusia dan dunia seisinya, dan haruslah dapat menguraikan tentang sejatining urip (hidup), sejatining Panembah (pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa), sampurnaning pati (kesempurnaan dalam kematian), yang secara gamblang disebut juga innalillahi wainna illaihi rojiuun, kembali ke sisi Tuhan YME dengan tata cara hidup layak untuk mencapai budi suci dan menguasai panca indera serta hawa nafsu untuk mendapatkan tuntunan Sang Guru Sejati.
      Uraian tersebut dapat menjelaskan bahwa sasaran utama mengetahui “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” adalah untuk mencapai Kasampurnaning Pati, dalam istilah RNg Ronggowarsito disebut Kasidaning Parasadya atau pati prasida, bukan sekedar pati patitis atau pati pitaka. “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” seolah menjadi jalan tol menuju pati prasida.
      Bagi mereka yang mengamalkan “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” dapat memetik manfaatnya berupa Pralampita atau ilham atau wangsit (wahyu) atau berupa “senjata” yang berupa rapal. Dengan rapal atau mantra orang akan memahami isi Endra Loka, yakni pintu gerbang rasa sejati, yang nilainya sama dengan sejatinya Dzat YME dan bersifat gaib. Manusia mempunyai tugas berat dalam mencari Tuhannya kemudian menyatukan diri ke dalam gelombang Dzat Yang Maha Kuasa. Ini diistilahkan sebagai wujud jumbuhing/manunggaling kawula lan Gusti, atau warangka manjing curiga. Tampak dalam kisah Dewa Ruci, pada saat bertemunya Bima dengan Dewa Ruci sebagai lambang Tuhan YME. Saat itu pula Bima menemukan segala sesuatu di dalam dirinya sendiri.
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 20:50 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sugeng ndalu Bunda Lia….nderek ngeyup teng pendopo njih…..wah silir tenan iki hehehehe….

      26 Mei jam 20:50 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali La iki angel iki….kembali keasalnya hehehehe….la wis lali dalane opo ora iki hehehehe….

    • Bunda Lia

      Itulah inti sari dari “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” sebagai Pungkas-pungkasaning Kawruh. Artinya, ujung dari segala ilmu pengetahuan atau tingkat setinggi-tingginya ilmu yang dapat dicapai oleh manusia atau seorang sufi. Karena ilmu yang diperoleh dari makrifat ini lebih tinggi mutunya dari pada ilmu pengetahuan yang dapat dicapai dengan akal.
      Dalam dunia pewayangan lakon “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” dimaksudkan untuk lambang membabarkan wejangan sedulur papat lima pancer. Yang menjadi tokoh atau pelaku utama dalam lakon ini adalah sbb;
      Begawan Wisrawa menjadi lambang guru yang memberi wejangan ngelmu Sastrajendra kepada Dewi Sukesi. Ramawijaya sebagai penjelmaan Wisnu (Kayun; Yang Hidup), yang memberi pengaruh kebaikan terhadap Gunawan Wibisono (nafsul mutmainah), Keduanya sebagai lambang dari wujud jiwa dan sukma yang disebut Pancer. Karena wejangan yang diberikan oleh Begawan Wisrawa kepada Dewi Sukesi ini bersifat sakral yang tidak semua orang boleh menerima, maka akhirnya mendapat kutukan Dewa kepada anak-anaknya.
      Dasamuka (raksasa) yang mempunyai perangai jahat, bengis, angkara murka, sebagai simbol dari nafsu amarah.
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok NGAPUNTEN Mbak YU Lia dAlem wangsul dateng sby.1minggu.

      26 Mei jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok dalem njeh nyuwun ngraosaken tirta purwita sari.njeh.

      26 Mei jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Tambah silir….wis tak ning tengah pendopo hm…….adem ayem….

      26 Mei jam 21:04 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎- Kumbakarna (raksasa) yang mempunyai karakter raksasa yakni bodoh, tetapi setia, namun memiliki sifat pemarah. Karakter kesetiannya membawanya pada watak kesatria yang tidak setuju dengan sifat kakaknya Dasamuka. Kumbakarno menjadi lambang dari nafsu lauwamah.
      – Sarpokenoko (raksasa setengah manusia) memiliki karakter suka pada segala sesuatu yang enak-enak, rasa benar yang sangat besar, tetapi ia sakti dan suka bertapa. Ia menjadi simbol nafsu supiyah.
      – Gunawan Wibisono (manusia seutuhnya); sebagai anak bungsu yang mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan semua kakaknya. Dia meninggalkan saudara-saudaranya yang dia anggap salah dan mengabdi kepada Romo untuk membela kebenaran. Ia menjadi perlambang dari nafsul mutmainah.
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      SolallooHu Allaihi wasalam,malaikat Aruman-Amaroh purbaning urip,Aluamah mulyaning urip,Sufiah lenyeping urip,Arasy pangambu kursy tingal AllooH Katon anglimputi,AllooH Gusti-kang Agung pangeran kang luwih Agung,gusti kang moho suci sang kulinyar putih ROH jenengiro metuo,ingsun arso weruh Sangkaning Urip,yo pangeran Robul Alamin..cahyo gumilang tanpo wewayangan ,kito ora biso ngarani rupane amargo saking elok’e,ora ono pepadane rerupan kang ono ing ndonyo kene,yo iku Sangkan kamulaning Urip ,utowo-Bibiting kang aran NUKAT GHAIB,yoiku cahyo kang pinuji ,wong jowo angarani WISNU,wong arab angarani MUUHAMMAD,yoiku GUSTI..kito kang wajjib tinurut tumekaning pati,ngarepake pecat -nyawane diawasi maring iku mulo,wajib disumurupi ing sak-iki supoyo ing tembe tumekane titi mongso ora kleru pamawase,temah sampurno patine margo weruh anut marang GUSTI….Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:12 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali La berarti jebul menungso ki nek di etung etung yo buto hehehehe….mulane angel nek kon rukun hehehehe…..

      26 Mei jam 21:13 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Gambaran ilmu ini adalah mampu merubah raksasa menjadi manusia. Dalam pewayangan, raksasa digambarkan sebagai mahluk yang tidak sesempurna manusia. Misal kisah prabu Salya yang malu karena memiliki ayah mertua seorang raksasa. Raden Sumantri atau dikenal dengan nama Patih Suwanda memiliki adik raksasa bajang bernama Sukrasana. Dewi Arimbi, istri Werkudara harus dirias sedemikian rupa oleh Dewi Kunti agar Werkudara mau menerima menjadi isterinya. Betari Uma disumpah menjadi raksesi oleh Betara Guru saat menolak melakukan perbuatan kurang sopan dengan Dewi Uma pada waktu yang tidak tepat. Anak hasil hubungan Betari Uma dengan Betara Guru lahir sebagai raksasa sakti mandra guna dengan nama “ Betara Kala “ (kala berarti keburukan atau kejahatan). Sedangkan Betari Uma kemudian bergelar Betari Durga menjadi pengayom kejahatan dan kenistaan di muka bumi memiliki tempat tersendiri yang disebut “ Kayangan Setragandamayit “. Wujud Betari Durga adalah raseksi yang memiliki taring dan gemar membantu terwujudnya kejahatan.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yang mampu pulang kembali pada asal muasal hanya orang yang damai sejahtera….kiro kiro awake dewe wis damai sejahtera durung yo hehehehe….piye iki jal hm…….

      26 Mei jam 21:16 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Melalui ilmu Sastrajendra maka simbol sifat sifat keburukan raksasa yang masih dimiliki manusia akan menjadi dirubah menjadi sifat sifat manusia yang berbudi luhur. Karena melalui sifat manusia ini kesempurnaan akal budi dan daya keruhanian mahluk ciptaan Tuhan diwujudkan. Dalam kitab suci disebutkan bahwa manusia adalah ciptaan paling sempurna. Bahkan ada disebutkan, Tuhan menciptakan manusia berdasar gambaran dzat-Nya. Filosof Timur Tengah Al Ghazali menyebutkan bahwa manusia seperti Tuhan kecil sehingga Tuhan sendiri memerintahkan para malaikat untuk bersujud. Sekalipun manusia terbuat dari dzat hara berbeda dengan jin atau malaikat yang diciptakan dari unsur api dan cahaya. Namun manusia memiliki sifat sifat yang mampu menjadi “ khalifah “ (wakil Tuhan di dunia).Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Manungso iku Asale soko ora tegese ora iku ora ono banjur dadi ono ,dene patine yo bali -ORA ONO maneh..Utoowo NIRWONO ateges sampurno.

      26 Mei jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Namun ilmu ini oleh para dewata hanya dipercayakan kepada Wisrawa seorang satria berwatak wiku yang tergolong kaum cerdik pandai dan sakti mandraguna untuk mendapat anugerah rahasia Serat Sastrajendrahayuningrat Diyu.
      Ketekunan, ketulusan dan kesabaran Begawan Wisrawa menarik perhatian dewata sehingga memberikan amanah untuk menyebarkan manfaat ajaran tersebut. Sifat ketekunan Wisrawa, keihlasan, kemampuan membaca makna di balik sesuatu yang lahir dan kegemaran berbagi ilmu. Sebelum “ madeg pandita “ ( menjadi wiku ) Wisrawa telah lengser keprabon menyerahkan tahta kerajaaan kepada sang putra Prabu Danaraja. Sejak itu sang wiku gemar bertapa mengurai kebijaksanaan dan memperbanyak ibadah menahan nafsu duniawi untuk memperoleh kelezatan ukhrawi nantinya. Kebiasaan ini membuat sang wiku tidak saja dicintai sesama namun juga para dewata.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hehehehe….koyone gampang yo mas Agung….ning opo yo iyo….

      26 Mei jam 21:35 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎(SASTRO JENDRO YUNINGRAT)
      tegese TULISING GUSTI KANG CETHO DUMUNUNG ONO WUJUD ING MANUNGSO LANANG LAN WADON.MULO MANUNGSO BISANE NGGAYUH BUDI LUHUR/RAHAYUNING WIWITAN LAN PUNGKASAN,SENAJAN MANUNGSO IKU DIWENANG AKE DUWE KAREP NGGAYUH DONYO BRONO KUDU MANUT MARANG KRENTEG KE ATI KANG RESIK ,BISO O NGEMONG URIP KANG SUCI, NULI BISO SAMPURNO LAIR LAN BATHINE..

      26 Mei jam 21:40 · SukaTidak Suka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sifat Manusia Terpilih
      Sebelum memutuskan siapa manusia yang berhak menerima anugerah Sastra Jendra, para dewata bertanya pada sang Betara Guru. “ Duh, sang Betara agung, siapa yang akan menerima Sastra Jendra, kalau boleh kami mengetahuinya. “Bethara guru menjawab “ Pilihanku adalah anak kita Wisrawa “. Serentak para dewata bertanya “ Apakah paduka tidak mengetahui akan terjadi bencana bila diserahkan pada manusia yang tidak mampu mengendalikannya. Bukankah sudah banyak kejadian yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua”
      Kemudian sebagian dewata berkata “ Kenapa tidak diturunkan kepada kita saja yang lebih mulia dibanding manusia “.
      Seolah menegur para dewata sang Betara Guru menjawab “Hee para dewata, akupun mengetahui hal itu, namun sudah menjadi takdir Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa ilmu rahasia hidup justru diserahkan pada manusia. Bukankah tertulis dalam kitab suci, bahwa malaikat mempertanyakan pada Tuhan mengapa manusia yang dijadikan khalifah padahal mereka ini suka menumpahkan darah“. Serentak para dewata menunduk malu “ Paduka lebih mengetahui apa yang tidak kami ketahui”. Kemudian, Betara Guru turun ke mayapada didampingi Betara Narada memberikan Serat Sastra Jendra kepada Begawan Wisrawa.
      Lihat Selengkapnya

    • Agung Pambudi DENE syarat 2e kanggo bisane anggayuh papan kang bakal tekan sejatine urip kang langgeng mau.ora ujare sopo2 nanging amung anetepi kawruh kang temen2 lahir bathin di weruhi yo iku jeneng kaweruh,ateges temen2 weruh jeneng kaweruh.
      syarat 2 iku bener dudu bener tumrape manungso..hananging bener tumrape (……..) WONG JOWO ORA WANI NYEBUT ASMANE AMARGO NJANGKAR /ORA SOPAN…yo iku gusti kang akaryo jagatgumelar..

      26 Mei jam 21:52 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      “ Duh anak Begawan Wisrawa, ketahuilah bahwa para dewata memutuskan memberi amanah Serat Sastra Jendra kepadamu untuk diajarkan kepada umat manusia”
      Mendengar hal itu, menangislah Sang Begawan “ Ampun, sang Betara agung, bagaimana mungkin saya yang hina dan lemah ini mampu menerima anugerah ini “.
      Betara Narada mengatakan “ Anak Begawan Wisrawa, sifat ilmu ada 2 (dua). Pertama, harus diamalkan dengan niat tulus. Kedua, ilmu memiliki sifat menjaga dan menjunjung martabat manusia. Ketiga, jangan melihat baik buruk penampilan semata karena terkadang yang baik nampak buruk dan yang buruk kelihatan sebagai sesuatu yang baik. “ Selesai menurunkan ilmu tersebut, kedua dewata kembali ke kayangan.
      Setelah menerima anugerah Sastrajendra maka sejak saat itu berbondong bondong seluruh satria, pendeta, cerdik pandai mendatangi beliau untuk minta diberi wejangan ajaran tersebut. Mereka berebut mendatangi pertapaan Begawan Wisrawa melamar menjadi cantrik untuk mendapat sedikit ilmu Sastra Jendra. Tidak sedikit yang pulang dengan kecewa karena tidak mampu memperoleh ajaran yang tidak sembarang orang mampu menerimanya. Para wiku, sarjana, satria harus menerima kenyataan bahwa hanya orang-orang yang siap dan terpilih mampu menerima ajarannya.
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Wahyu Nugroho Djati nderek nyimak Bunda………….sugeng dalu……

      26 Mei jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Nah iki….dadi ora keno meri karo jatahe wong liyo….yo mung bejo bejan hehehehe….nek bejo yo mentes nek soro yo gabuk walah piye iki hahahaha….hahahaha….

      26 Mei jam 22:01 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sebelum membahas tentang ngelmu sastra jendra saya bermaksud sedikit mengulas secara “ontologis dan epistemologis” agar supaya kita lebih mudah memahami apa sejatinya ngelmu sastra jendra. Di antara para pembaca yang budiman barangkali bertanya-tanya, apakah yang dimaksudkan dengan pendekatan rasionalisme dan apapula yang dimaksud dengan pendekatan emphirisisme dalam tradisi memperoleh pengetahuan, dan bagaimana cara kita untuk mengenali dan membedakan di antara keduanya?
      Untuk membedakannya, kita bisa melihat apakah objek yang dibahas itu adalah sesuatu yang bisa dilihat ataukah sesuatu yang menjadi objek pembahasan itu tidak bisa terlihat. Jika objek dari pokok bahasan itu bisa dilihat seperti objek biologi, kimia, fisika dan lain-lain maka kita menyebutnya dengan ilmu emphirisme. Sementara jika objeknya tidak bisa terlihat seperti fildafat, bahasa, matematika, agama kita menyebutnya dengan ilmu rasionalisme. Jikalau kita sudah bisa mengenali mana persoalan ilmu yang disebut dengan emphirisisme dan mana yang disebut dengan rasionalisme maka apakah yang menjadi pembeda di antara keduanya?
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hehehehe….lanjut……

      26 Mei jam 22:11 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      HE HE HE KANG DULLAH…..
      Bagaimana persoalan pengetahuan dari sudut pandang orang-orang emphiris dan bagaimana pula dari sudut pandang orang-orang rasional? Jawaban sederhananya ; adalah terletak pada penekanan fungsi akal. Menurut orang-orang emphiris tidak ada satupun di alam semesta ini yang masuk akal kalau sesuatu itu tidak bisa dilihat dan dialami. Fungsi akal pada persoalan ini persis seperti fungsi cermin, yaitu hanya menerima bayangan yang masuk lalu kemudian memantulkannya lagi. Dengan memahami persoalan fungsi akal ini maka menurut kaum emphiris manusia itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang mereka usahakan dan karena itulah maka semua orang akhirnya memiliki takaran pengetahuan yang berbeda-beda karena berangkat dari pengalaman olah akal yang berbeda-beda pula. Sedangkan menurut kaum rasional justru sebaliknya. Menurut pendapat mereka fungsi akal justru untuk mengingat-ingat kembali (recalling) apa-apa yang sudah ada di dalam akal itu sendiri. Jadi tidak benar kalau akal mendapatkan pengetahuan dari indra dan pengalaman karena sesungguhnya pengetahuan manusia itu sudah melekat pada dirinya sendiri jauh-jauh hari sebelum mereka terlahir ke planet bumi ini. Karena fungsi akal adalah untuk recalling atau mengingat-ingat kembali, maka dengan sendirinya semua orang sesungguhnya mempunyai potensi pengetahuan yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada kemampuan recalling masing-masing individu.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlam Mama,,,,,salam kangn selalu,,

    • Abdullah Ali Bener Den Ayu jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….coro CD nek diputar mung iso kewoco opo ora hehehehe….

      26 Mei jam 22:18 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ilmu Spiritual yang Metodis dan Ilmiah
      Sastra jendra, merupakan ngelmu yang diperoleh melalui perpaduan antara metode olah batin, pendekatan emphirisisme dan rasionalisme. Ketiga pendekatan tersebut harus matching, sinambung dan sepadan. Untuk itu sastra jendra bukanlah ngelmu yang hanya sekedar jarene atau katanya. Dapat dikatakan Ngelmu sastra jendra diperoleh sebagai hasil dari olah batin yang gentur dilakukan dalam waktu yang lama sehingga membuahkan hasil berupa pengalaman batin dan pengalaman lahir. Bahkan ngelmu sastra jendra merupakan ilmu rahasia “langit” yang berhasil diproses agar “membumi”. Dengan demikian dalam kawruh sastra jendra, tidak ada lagi kegaiban yang tidak masuk akal. Segala yang gaib justru sangat masuk akal, bisa diterima oleh logika penalaran. Artinya, otak kiri sudah berhubungan erat dengan otak kanan. Otak kanan sudah pernah menerima noumena (“fenomena gaib”) yang diterima oleh mata batin maupun wadag. Bagi yang belum bisa memahami gaib secara akal, atau masih menganggap gaib sebagai sesuatu yang irasional, hal itu menandakan ia belum berhasil melewati proses demi proses ngelmu Sastra Jendra secara tuntas….Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlam Om abdullah,,mas agung mas wahyu nugroho,,,salam sejahtra sellalu,,,,Rahayu,,

      26 Mei jam 22:19 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Gadis….salam malam….

      Wo la nek jarene atau katanya yo jelas ngapusi kuwi hehehehe….

      26 Mei jam 22:26 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi salam rahayu gadis..karna malam ini wedaran sangat bagus..perlu diseduhkan kopi hangat buat semua sedulur….hehehe .

      26 Mei jam 22:26 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Pada awalnya untuk mendapatkan ngelmu Sastra Jendra ditempuh melalui metode olah batin yang berat dan panjang. Untuk memperoleh Ngelmu sastra jendra, seseorang tidak hanya cukup yakin saja. Tetapi harus bisa membuktikan sendiri, dengan menyaksikan, mengalami dan merasakan sendiri fakta di balik rahasia alam wadag maupun di “alam” gaib. Dalam metode atau pendekatan ngelmu satra jendra, kebenaran bukanlah sekedar postulat, aksioma, argumentasi rasional, apalagi sekedar keyakinan saja. Kebenaran sekalipun bersifat gaib dan dalam ranah idealitas, tetap harus bisa dibuktikan secara “ontologis” dan “epistemologis” atau obyek dan subyek ilmu. Oleh sebab itu, dalam tradisi ngelmu sastra jendra pengalaman gaib bukan lagi pengalaman batin yang bersifat subyektif, melainkan pengalaman yang bersifat obyektif dapat dibuktikan oleh orang lain yang memiliki kemampuan olah batin yang sama.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:27 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Terima kasih om abdullah,,,slm buat keluarga,,,

      26 Mei jam 22:28 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi TEMBUNG KEBATHINAN
      tegese:OLAH BATHIN/NGOLAH BATHIN..ingih puniko ngladi tumindak engkang sae sae..jumbuh..antarane tumindak lan pangucap jumbuh lair lan bathine supoyo manungso gesang iku biso sampurno uripe ono donyo aherat tansah tumindak samubarang kabecik an ninggal sekabehing laranganipun GUSTI ING MOHO SUCI.,,.

      26 Mei jam 22:29 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Iya mas agung,,,kopi segera datang,,,,

    • Agung Pambudi BAB TEMBUNG NGELMU
      NGELMU iku kelakone kanti lelaku ..ngono iku cetho banget lan wenteh. yen wis ngerti kudu di lakoni/ditindak ake,yen to ora banjur aran ORA KELAKON…ateges muspro ngelmune..

      26 Mei jam 22:32 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Gadis ya….insyaAllah

    • Bunda Lia

      Apabila pengalaman gaib dikatakan subyektif hal itu karena kenyataan bahwa hanya sedikit orang-orang yang sungguh-sungguh bisa membuktikan dan mempunyai pengalaman gaib tersebut. Secara epistemologis, metode pembuktian dilakukan oleh beberapa orang yang sama-sama mampu merambah ke dalam dimensi gaib untuk melakukan pembuktian bahkan tidak menutup kemungkinan menemukan suatu “hipotesis” baru. Hasil dari pembuktian itu lalu diambil suatu kesimpulan yang dirumuskan sebagai sebuah rumus-rumus yang berlaku di alam kegaiban. Misalnya; seperti kisah keajaiban yang pernah saya posting dalam “Kunci Merubah Kodrat” bahwa organ tubuh manusia yang “disimpan” di dalam dimensi atau alam kehidupan sejati (alam kelanggengan) tidak akan rusak atau busuk, karena di sono tidak ada rumus kerusakan sebagaimana di mercapada atau bumi. Merca adalah panas atau rusak, pada adalah tempat atau papan. Segala sesuatu yang ada di mercapada berarti akan terkena rumus kerusakan.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Lanjut….

      26 Mei jam 22:43 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      lorononing atunggal mati sak jeroning urip..sarono salat da’im tanpo wus,sorog’e mocap ake ALLooH hirobbil alamin kaping tigo ,patrape ngilo ing pangilon ojo kedep mandeng wewayangan sakjeroning mripat ,wewayangan kang kedep mau ilang marang kang ningali nuli ningali wewayangan kang cilik ono sak jeroning wewayangan manik rupane putih ojo pegat panyoroge ngucap ALLooH Hirobil alamin kapping tigo tumuli sirno manjing maring kang ningali,yen wes katon ,iku sirnane kang sifat anyar kabeh iku kang jumeneng moho suci ora ono lelawanan.ora ono padhang ora ono petheng,yen ora engal angurip ake koco jisime..mukswa sak ragane….iku ugo podho utamane karo kang tingal jisim,..angger ora samar ing tekad’e..dene yen durung mongso tumeko ing pati..iku tekad’e badan rohani,yen wes tumeko ing pati..iku tekad’e badan ROH ILLAPI…..(mugi tansah pinaring rahayu).Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:46 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Rumus ini tidak berlaku di alam kelanggengan atau alam kehidupan sejati. Rumus ini dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa “aneh” (sebut saja mukjizat) di mana seorang anak angkat yang menghibahkan ginjalnya untuk ditransplantasi kepada ibu angkatnya selama lebih kurang 15 tahun lamanya hingga wafat dalam kondisi baik dan sehat. Setelah beberapa tahun sejak ibu angkatnya wafat, ginjal itu benar-benar kembali ke dalam perut anak angkat yang menghibahkannya dulu, dan tetap berfungsi secara normal lagi. Peristiwa mukjizat tersebut TIDAK terjadi sekonyong-konyong, ujug-ujug, dan bukannya peristiwa yang tidak bisa dijelaskan prosesnya. Melalui ngelmu sastra jendra, peristiwa itu dapat dijelaskan secara rasional oleh orang lain dan secara emphiris oleh ybs (anak angkat tersebut). Maka dari itu ngelmu sastra jendra bisa disebut sebagai ilmu spiritual (gaib) yang ilmiah. Dapat dilakukan verifikasi (uji kebenaran) atas hipotesa-hipotesanya oleh banyak orang terutama yang mampu membuktikan. Hanya saja, kelemahan ngelmu sastra jendra yang memverifikasi hipotesis haruslah seseorang yang sudah berkompeten, mahir dalam berinteraksi dengan dimensi gaib.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 22:47 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hehehehe….la yo mung wong sing mentes ora gabuk hehehehe….

      26 Mei jam 22:50 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Eddy Sudarmanto ‎:: Aku ada sebelum ada yg ada ::
      Salam salam salam____

      26 Mei jam 23:01 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tak cukup hanya melalui disiplin ilmu pengetahuan saja. Kelemahan metode ini selain sangat terbatas orang yang bisa menguji atau memverifikasi kebenarannya, juga orang yang mengaku bisa menguji harus terseleksi hingga lulus uji terlebih dahulu. Sebab bukan tidak mungkin orang tersebut masih rancu dalam memahami gaib. Kerancuan yang disebabkan oleh adanya polutan yang bernama ilusi, imajinasi, dan fantasi hal-hal gaib atau dogma yang mengendap di alam bawah sadarnya yang sewaktu-waktu bisa muncul seolah gambaran gaib. Sebaliknya, yang menseleksi juga harus diseleksi terlebih dahulu. Hal itu dapat dilakukan apabila semakin banyak orang waskita yang mampu berinteraksi dengan gaib secara bersama-sama melakukan uji kebenaran dan dilakukan sejujur-jujurnya. Orang-orang seperti ini jarang kita temukan di zaman sekarang di mana kesadaran kosmos telah terampas oleh kesadaran semu dogma, termasuk pula yang semata-mata mengandalkan daya analisa otak kiri yang limited. Namun masih ada secercah harapan, dengan hadirnya anak-anak kristal, yang jauh lebih cermat dan matang dari anak-anak indigo serta kawula muda bangsa yang kini tampak semakin bersemangat untuk belajar mempertajam batin. Sedikit orang waskita yang memiliki ketajaman batin bukan berarti merupakan takdir atau garis hidup dan bakat alamiah. Bagi saya pribadi, setiap orang memiliki “software” yang kurang lebih sama, sehingga semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mempertajam mata batinnya asal saja mau mengolahnya dengan sungguh-sungguh.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Betul….

      26 Mei jam 23:12 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 2 orangArie Irfan dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Bunda Lia

      Lebih lanjut tentang metode memperoleh ngelmu sastra jendra, secara ontologis ia memiliki obyek penelitian yang bersifat gaib maupun wadag (tanda-tanda/bahasa alam) tetapi apa sesungguhnya yang terjadi masih sangat rahasia. Namun sekali lagi, kegaiban bukan berarti tidak bisa dilihat dan dialami secara emphiris, tidak pula melulu hanya dibahas dengan pendekatan rasionalisme. Hanya saja walaupun obyek gaib (noumena) benar-benar ada, namun belum tentu langsung bisa dilihat secara wadag oleh setiap orang. Bagi orang yang bisa melihat, menyaksikan dan merasakan sendiri obyek gaib, hal itu merupakan sebuah pengalaman emphiris yang biasa-biasa saja. Gaib bukan lagi sekedar bisa dijabarkan melalui pendekatan idealisme-rasionalisme, namun juga dengan mudah dapat diketahui dan dalami secara emphirisisme. Semua tergantung pribadi masing-masing apakah ada kemauan atau tidak. Dengan metode itulah Ngelmu sastra Jendra lahir dari orang-orang waskita di zaman dahulu. Ngelmu Sastra Jendra tak ubahnya “pisau analisa” yang mampu mengupas rahasia di dalam NOUMENA atau gejala-gejala yang ada di dimensi gaib, apalagi hakekat dan rahasia di balik FENOMENA atau gejala-gejala yang ada di dimensi wadag.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:18 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Berdasarkan AL QUR AN jumlah dimensi ada 9(sembilan) sesuai dengan bilangan tertinggi dalam ilmu hitung, adapun perinciannya sebagai berikut.a.dimensi rohaniyah (metafisika)..a.1.titik (sentris) 2.gerak(motoris)3.naluri(detektis)4.indera(sensoris)5.akal(komputeris)6.emosi(akseleris)7.ambisi(akseleris)8.illusi(polusif)9.halusinasi(polusif).

      26 Mei jam 23:22 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      DIMENSI LAHIRIYAH (FISIKA) BERDASARKAN AL QUR AN ..1.TITIK.2.GERAK .3.WAKTU(ketigannya ada di dalam ruang yg disebut HAMPA) 4.PANJANG 5.LEBAR .6.TINGGI 7.LINGKAR 8.RUANG 9.LUAS 10.ISI (ke7dimensi tersebut ada didalam ruang yg di sebut MAGNETIS) 11.BERAT AETER I2.BERAT PARTIKEL 13.BERAT ATOM 14.BERAT UNSUR 15.BERAT MOLEKUL 16.BERAT ORGAN I7.BERAT TUBUH I8.BERAT SEMESTA (ke8 dimensi itu disebut MATERI) JADI KLO KITA HITUNG SELURUHNNYA DIMENSI metafisika ada 9 ,dan dimensi FISIKA ada I8. disini I8 (delapan belas ) mempunnyai arti atau nilai I DITAMBAH 8 samadengan 9 ,atau kalau kita gabungkan dimensi metafisika dengan dimensi fisika bernilai 9+I8=27, 2+7 =9..ADAPUN DIMENSI MILIK EINSTIEN DISINI ADA PADA URUTAN 4,5,6,DARI DIMENSI FISIKA dengan alasan matematika bahwa panjang ,lebar dan tinggi adalah terbentuk oleh titik yg bergerak menempuh waktu atau istilah disiplin matematikannya sebuah garis adalah deretan titik titik, tiga dimensi yg ditemukan einstein sebenarnnya adalah merupakan bentuk pancaran magnetis atau dimensi magnetis( kosmos )sedangkan bangunan alam semesta tidak cuma terdiri dari kosmos saja,dari dari sini kita tahu alam pikiran EINSTEIN tidak hannya terbatas pada MATERIALISME SEMATA MATA,tetapi sudah melangkah jauh tinggi, dia pantas disebut genius..Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:22 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi tapi ada perbedaan mendasar pada dimensi fisika n metafisika…dimana pada dimensi meta…tidak terdapat faktor waktu….maka dimensi meta memilki sifat kekal abadi…

      26 Mei jam 23:27 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya

      Sugeng ndalu, Bunda 🙂 semanten ugi dumateng poro kadang sederek ingkang sami kinurmatan,@Salam Rahayu-Rahayu-Rahayu,.. Haywa pegat ngudiya ronging budyayu, Margane suka basuki,
      Dimen luwar kang kinayun, Kalising panggawe sisip
      Ingkang taberi prihatos.
      (Janganlah berhenti selalu berusaha berbuat kebajikan,
      agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita, terhindar dari perbuatan yang bukan2, dgn cara gemar prihatin)……. Ulatna kang nganti bisane kepangguh
      Galedehan kang sayekti,Talitinen haywa klentu,Larasen sajroning ati
      Tumanggap dimen tumanggon
      (Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama,
      intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati,
      agar mudah menanggapi sesuatu),…….. Pamanggone aneng pangesthi rahayu, Angayomi ing tyas wening, Eninging ati kang suwung, Nanging sejatining isi,… Isine cipta sayektos.
      (Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan,
      mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong, namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati) @Salam 🙂
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:28 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Keyakinanisme dengan Spiritualisme
      Lantas di mana posisi keyakinan dalam hal ini ? Tentu saja keyakinan tidak memiliki metode ilmiah sebagaimana Ngelmu Sastra Jendra. Keyakinan melimputi dua kutub yakni; yakin untuk meyakini adanya sesuatu atau pun yakin untuk meyakini tiadanya sesuatu. Kedua kutub keyakinan tersebut sama-sama hanya butuh pengakuan subyektif saja untuk sekedar meyakini saja! Asas utama kedua kutub keyakinan itu adalah sikap percaya tanpa perlu membuktikan melalui pengalaman batiniah, emphiris dan rasional. Nah, ngelmu sastra jendra bisa digunakan untuk membuktikan sekaligus menguatkan dua macam kutub keyakinan dengan cara membuktikan apakah sesuatu yang diyakini atau tidak diyakininya benar adanya. Dengan cara berusaha untuk mengalami dan menyaksikan paling tidak merasakannya, sehingga tidak hanya sekedar yakin, tetapi menjadi hak atau kesadarannya akan adanya kebenaran sejati. Meskipun demikian kedua kutub keyakinan mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk menopang mental seseorang. Sebaliknya, kelemahan dari kedua kutub keyakinan tersebut masing-masing dapat terpatri secara kuat dalam benak, menyingkirkan kemampuan nalar dan batin untuk memahaminya secara rasional dan secara esensial (hakekat). Bahkan dua kutub keyakinan dapat menjadi lebih kuat daripada pengalaman emphiris dan pengetahuan rasionalitas. Karena kedua keyakinan (sengaja) bertumpu pada sesuatu yang teramat jauh dari jangkauan rasionalisme dan emphrisisme itu sendiri. Jika kita mau jujur, pada saat keyakinan adanya sesuatu atau keyakinan akan tiadanya sesuatu kita serap dengan nalar dengan tanpa disertai olah batin untuk sekedar merasakan bahkan melihat atau mengalami sendiri, nyaris tak ada bedanya pada saat nalar kita menikmati sebuah imajinasi, mitologi, legenda dan dongeng. Dan masing-masing pemegang sikap keyakinan untuk yakin adanya sesuatu dan keyakinan untuk menolak adanya sesuatu, keduanya memiliki kecenderungan yang sama yakni, menganggap bahwa keyakinan dirinyalah yang paling benar sementara ia sulit membuktikannya sendiri.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Sungguh luar biasa…. Selamat Malam____ Salam Kasihku.

      26 Mei jam 23:32 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat Malam Kang Dullah, Mas Agung… Rahayu… Salam Kasih Dan Hormatku.

      26 Mei jam 23:33 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      SELAMAT malam kakang mas arie irfan kang kinasih ..salam rahayu..damai sejahtera…..sebelum tercipta alam semesta ada masa awal di mana keadaannya hampa total..(bahasa jawa,SUWUNG) artinya tidak ada warna,tidak ada suara,tidak ada aroma,tidak ada rasa,tidak ada hawa,..yg ada adalah arsy atau sidrotul muntaha atau kediaman ALLAH SWT (awas jangan salah mengartikan)…kemudian dari titik pusat arsy tersebut memancarkan..bentangan2 magnetis ke segala penjuru ,bentangan2 itu semakin lama semakin meluas dan tiada henti sama sekali sampai sekarang,dan itulah ruang kosmos,setelah berisi
      1.MAGNETIS yg terdiri dari(.warna,suara,aroma,rasa dan hawa,)…kemudian munculah
      2. AETER(bahasa arab itsir),..kemudian
      3. PARTIKEL(elektron,proton,neutron,pasitron,meson,neutrino,,dsb)lalu munculah..
      4.ATOM (zat)sebagai materi pertama..setelah munculnya ATOM..kemudian diteruskan dengan munculnya
      5.UNSUR alam (gas,cair,padat) kemudian munculah
      6.MOLEKUL(sel dan bio sel),selanjutnya molekul berkembang menjadi ..
      7.ORGAN2…(mahkluk2 organis), dimana organ raksasa adalah berbentuk bintang2(salah satu bintang adalah THE SUN atau matahari kita),segerombolan bintang2 dan planetnya ,planet dan satelitnya di tambah asteroid2nya barulah membentuk galaxi2,galaxi2 ini jumlahnya terus bertambah,..sinkron dengan semakin luasnya KOSMOS,..
      menurut AL QUR AN..alam ini d ciptakan dalam enam masa,di hitung dari kerangka (KOSMOS) sampai bahan dasar ,dihitung dari (MOLEKUL) yaitu..
      1.magnetis
      2. aeter
      3.partikel
      4.atom
      5.unsur
      6 molekul….enam masa ini berbentuk kurva sederhana untuk selanjutnnya muncul kurva2 spektakuler,seperti sosok tumbuhan, hewan,manusia, galaxi,dsb…,..
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:34 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      PROSEDUR PENCIPTAAN …………TETAPI BUKAN CARANNYA MENCIPTA ,
      (TAHAPAN)
      1.titik pusat berotasi dan memancarkan titik pancarnya membentuk jari jari magnetis (waktu) daya rotasi itu disebut ( ROH) dan daya pancar itu disebut ( NUR)
      2.titik titik pada jari jari magnetis juga berotasi dan mengorbit kepada titik pusat.
      3.rotasi titik titik pancar menimbulkan bola bola magnetis (waktu) dan orbit dari titik titik pancar juga menimbulkan lingkaran magnetis (waktu)
      4.pengaruh rotasi konstan merubah bola magnetis menjadi pejal(solid) dan lahirlahEMBRIO materi yg disebut ( PARTIKEL)
      5.pengaruh orbit konstan membuat partikel saling bergabung dan terbentuklah materi awal (ATOM) 6.SELANJUTNNYA ROTASI DAN ORBIT ATOM ATOM TERSEBUT MEMBENTUK molekul (sel dan bio sel),molekul molekul ini adalah EMBRIO DARI BENDA PADAT ATAU MIKRO ORGAN.

      sekali lagi tak satupun mahluk (termasuk manusia) yang dapat menerangkan,bagaimana dari suatu keadaan hampa dapat berubah menjadi materi, hannya ALLAH yg dapat menjawabnya dan dalam al qur an di sebut rahasia ALLAH.kita ambil contoh seorang analist dapat mempertemukan atom oksigen dalam suatu reaktor dan menghasilkan suatu materi yg di sebut air( H2O) dalam hal ini air bukanlah ciptaan sang analist tersebut…dengan demikian jelaslah teory BIG BANG (ledakan besar) bukan saja salah tetapi bertentangan dengan AL QUR AN..Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:37 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Kita perlu lahir kembali berulang kali. Tanpa tubuh, kesadaran kita tidak akan meningkat. Kita membutuhkan tubuh sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran diri. Sayang sekali, jika tubuh ini disia_siakan, digunakan untuk hal_hal yg tidak penting. Salam Kasih.

      26 Mei jam 23:37 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Suwung mangling ing leng-lengan…ketiadaan atau volume nol sudah banyak disinggung sesuai dengan nilai ilmiah. ketiadaan dapat menciptakan keberadaan. oleh karena itu ada kalimat yang sampai saat ini masih kita dengar, “Mengheningkan cipta“, dari idiom Jawa: “Sak jeroning ening ono cipto” (dalam keheningan ada kemampuan untuk mencipta), kalau kita mampu mengosongkan diri menuju titik nol, hening, saat itulah Kun Fayakun ada di lidah kita…Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:39 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sementara itu kesadaran spiritual (ketuhanan) lebih cenderung memahami kehidupan ini secara bijak dan arif. Ia sadar bahwa jalan menggapai spiritualitas adalah beribu bahkan bermilyar cara yang tiada batasan jumlahnya. Ibarat bilangan berapapun jika dibagi nol (0) ketemunya adalah bilangan tak terbatas. Atau sejatine ora ono opo-opo, sing ono kuwi dudu. Manusia bisa manembah kepada Gusti Yang Maha Tunggal (suatu episentrum dari segala episentrum zat energi yang maha dahsyat atau energi hidup yang menghidupkan) dengan sebanyak nafasnya. Bagaikan aktifitas menghirup udara bisa kita hitung, berapa kali dalam sehari, dan dilakukan oleh berapa banyak orang. Tetapi udara itu sendiri merupakan suatu zat yang tak bisa dihitung. Sikap manembah berarti menselaraskan zat yang ada dalam diri kita dengan zat maha dahsyat tersebut. Lebih lanjut soal spiritualisme, bahwa nilai-nilai spiritual akan tumbuh dengan sendirinya seiring-sejalan dengan makin banyaknya pengalaman demi pengalaman batin dan lahir yang individu alami sendiri. Maka spiritualisme berakar pada suatu pengalaman batin, dan tak dapat disangkal dan ditolak bahwa kecenderungan setiap individu adalah bersentuhan dengan suatu pengalaman batin. Bagi yang mau mencermatinya, tentu akan mendapatkan pengetahuan spiritual, sebaliknya akan mengabaikan pengalaman batin tersebut bagai angin berlalu begitu saja tanpa bekas.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:42 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Berapa jarak antara Tuhan dengan manusia? Di dalam kitab suci disebutkan sangat dekat. Berapa dekat? “Aku lebih dekat dari urat leher kalian…”atau dimana saja kalian menghadap disitu wujud wajah-Ku ….dan Aku Maha Meliputi Segala Sesuatu.”

      Itu berarti TUHAN TIDAK BISA DILIHAT HANYA DARI SATU DIMENSI SAJA, AKAN TETAPI TUHAN MERUPAKAN KESEMPURNAAN WUJUD-NYA
      Sangat jelas sekali bahwa Tuhan menyebut dirinya “AKU” BERADA MELIPUTI SEGALA SESUATU, dan DIMANA SAJA ENGKAU MENGHADAP DISITU WAJAH-KU BERADA!!!
      Jawaban Tuhan ini begitu lugas dan DIA tidak merahasiakan sama sekali wujud-Nya. Namun dimana? Apakah Tuhan MAHA PEMBOHONG dengan firmanNya ini? Mampukah akal kita menjangkau pernyataan Tuhan yang sedemikian gamblang itu dengan akal?
      Yang hebat adalah para ilmuwan fisika. Justeru dari kajian-kajian merekalah, kita mendapatkan referensi tentang pernyataan Tuhan yang bagi kita sangat metafisis dan berada pada wilayah KEYAKINAN BELAKA. Bagi kaum fisikawan modern, Tuhan tidak boleh sekedar dipercaya melainkan harus bisa dipetakan dalam rumus-rumus sehingga HARUS BISA DIBUKTIKAN.
      Mari kita membuka literatur-literatur ilmu fisika dan mengolah sedikit nalar dengan pendekatan ala fisikawan untuk menelusur keberadaan Tuhan yang katanya LEBIH DEKAT DARI RASA DEKAT INI.
      Kita mulai dengan penalaran sederhana: Bila diandaikan bahwa SATU INTI ATOM ini diperbesar sebesar bola golf, maka dia akan memiliki kulit atom 1 kilometer jauhnya, kulit kedua 4 km dan kulit ketiga 9 km. Sehingga apabila diteruskan maka alam semesta ini lebih banyak KOSONG-nya.
      KOSONG adalah keadaan tanpa ada apa-apa, materi=nol + energi=0. Diameter jagat kita katanya mencapai 100 milyar tahun cahaya = 100 milyar x 300,000 km/detik x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = silahkan dihitung sendiri. Ada yang menghitung bahwa kepadatan masa alam semesta adalah satu per 10 pangkat 26 kg/m3. Dalam sebuah kotak sejuta km x sejuta km x sejuta km cuma ada 1 kg materi kira-kira sekepal logam. Logam inipun mengandung KOSONG dan jika kita remas sampai sebiji kedele. Kesimpulannya, alam semesta ini sesungguhnya didominasi oleh yang KOSONG.
      Apakah gerangan KOSONG itu? KOSONG TAK ADA PENCIPTANYA DAN TAK ADA PENYEBABNYA. KOSONG SUDAH ADA SEBELUM ADA EKSISTENSI. KOSONG ITU TANPA AWAL TANPA AKHIR. DILUAR BATAS JAGAT YANG ADA ADALAH KOSONG. KOSONG ADA DI DALAM JAGAT. KOSONG ADA DI DALAM SETIAP MATERI. SEJAK KITA MASIH BERUPA SEL SAMPAI MENINGGAL KITA TAK PERNAH BERPISAH DARI KOSONG.
      KOSONG ADA DIMANA-MANA,
      MAHA ADA DAN MAHA HADIR.
      KOSONG adalah Maha Besar karena biarpun misalnya jagat mekar sampai triliunan kali, selalu saja di luarnya ada KOSONG dan di dalam volume KOSONG akan mendominasi. Sebaliknya, apa yang terjadi jika jagat ini diremas agar tak ada KOSONG dalam jagat? Maka masa jagat menjadi sangat sangat besar, elektron menyentuh inti atom dan yang terjadi adalah kekacauan dan akhirnya, BLARR….meledak!!!!. KOSONG tidak bisa ditiadakan. KOSONG tidak bisa tidak HARUS ADA..
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:45 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun
      Yen temen-temen sayekti
      Kang Moho Agung aparing pitulung
      Nora kurang sandhang bukti
      Saciptanira kelakon
      (Segala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati, maka ALLAH akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi, segala cita-cita dan kehendaknya tercapai,,, Kun FayaKun 🙂

      26 Mei jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      KOSONG memiliki sifat-sifat TUHAN: tak ada penciptanya, tak ada penyebabnya, tak ada batasnya (infinite), kekal, abadi, tak bisa dihilangkan, ada dimana-mana, ada didalam jagat ada diluar jagat, ada manunggal dengan jagat. KOSONG tidak berwarna, tidak berbau, tidak berbobot dan tidak bergerak. Demikian kecilnya jagat sehingga ibarat sebutir debu di padang pasir Biarpun debu beterbangan, KOSONG tetap tak bergerak.
      Dulu orang mengira KOSONG itu tidak ada materinya, belakangan ketahuan ada materi-KOSONG dan energi-KOSONG. Materi KOSONG tidak bisa terdeteksi oleh indra bahkan dengan bantuan alat (teleskop x-ray dan infra). Dari mana orang tahu bahwa materi-KOSONG ini ada? Dari perhitungan sebuah galaksi bisa dihitung masanya. Ketika sudah ketemu angkanya tidak klop dengan perputaran galaksi. Tidak klopnya bukan hanya 10-20%, tetapi 400%, maka orang pun curiga bahwa ada materi-KOSONG menyelimuti jagat.
      Ketika terjadi tabrakan antara dua galaksi kelihatan. Akibat tabrakan ini materi KOSONG ikut terbakar dan cahayanya lain dengan materi biasa. Yang berwarna kebiruan adalah materi-KOSONG.
      Materi KOSONG mempengaruhi gravitasi tetapi tak terpengaruh oleh elektromagnetik sehingga tidak memantulkan cahaya dan akibatnya tidak terdeteksi. Materi KOSONG berinteraksi lemah dengan materi biasa. Belum jelas apakah materi-KOSONG ini memiliki karakteristik sama dengan materi biasa. Yang jelas ternyata masanya lima kali lebih banyak dari materi biasa.
      Dulu orang berpendapat bahwa jagat ini statis termasuk Einstein. Belakangan orang yakin bahwa jagat mengembang semakin lama semakin semakin cepat. Apa artinya? Ada energi yang mendorong! Energi ini karena energi-KOSONG. Setelah dihitung ternyata jagat ini 73% energi KOSONG + 23% materi KOSONG = sudah 96%. Gas-gas antar galaktika yang didominasi Helium dan Hidrogen 3.6%. Sisanya barulah bintang, planet, dan massa padat.
      Dari dua tesis ini orang mengira bahwa yang kita pahami sebagai KOSONG tidak benar-benar KOSONG. Adalah fisikawan John Baez telah menghitung berapa kandungan energi pada suatu KOSONG. Hasilnya adalah beberapa kemungkinan. Kandungan energi KOSONG bisa: (1). NOL, (2). KECIL SEKALI MENDEKATI NOL (3). TAK BERHINGGA, (4). BESAR SEKALI TETAPI BERHINGGA, (5). TAK BISA DIHITUNG.
      Dari lima kemungkinan itu, yang paling masuk akal adalah nomor 2+5. Partikel subatomik tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang tanpa bisa ditebak. 1+1 bisa = 2, bisa = 0, bisa = 3, bisa =4, dan seterusnya. Bagaimana bisa dihitung? Maka suatu KOSONG bisa memiliki kandungan energi dalam semua kemungkinan. Bisa kecil sekali, sampai besar sekali. Artinya yang kita pahami sebagai KOSONG belumlah betul-betul KOSONG sebab KOSONG haruslah materi+energi+YANG TIDAK DIKETAHUI= nol.
      Partikel subatomik itu ada banyak sekali, ada yang nyata terdeteksi pirantinya ada yang materi hipotesis, artinya belum jelas apakah materi itu benar-benar ada. Partikel elemeter misalnya FERMION, QUARK, LEPTON, GLUON, BOSON. Ada pula yang berupa gabungan partikel seperti HADRON (PROTON+NUTRON), BARYON, MESON..
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:51 · SukaTidak Suka · 2 orangSatyo Aji Sanjaya dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Bunda Lia

      Kebimbangan Pertarungan Nurani dengan Nalar
      Terkadang nurani merasakan adanya kejanggalan atas sesuatu yang kita yakini atau pun yang tidak kita yakini selama ini. Hingga timbul keraguan yang sangat bergolak di dalam sanubari. Hal itu wajar karena apa yang diyakini atau tidak diyakini merupakan sesuatu yang belum pernah dilihat dan dialami sendiri, sehingga “keimanan” sangat rentan bergoyah. Kebimbangan demi kebimbangan muncul saat terjadi pemberontakan nurani terhadap pola pikir yang selama ini hanya menyerap ilmu melalui doktrin semata. Termasuk di dalamnya manakala anda akan melakukan sesuatu keputusan yang membuat bimbang. Hal ini menunjukkan adanya daya tarik menarik antara getaran nurani dengan pertimbangan nalar anda sendiri. Bila kekuatan keduanya berimbang akibatnya kebimbangan itu muncul, yang disertai keraguan, dan ketidakpuasan terhadap apa yang anda yakini ataupun yang tidak anda yakini selama ini.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:52 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Salah satu partikel hipotesis itu ada yang namanya HIGGS BOSON, yang kadang dinamakan PARTIKEL TUHAN, HIGGS BOSON adalah partikel dalam KOSONG yang menyebabkan partikel subatomik memiliki bobot. Yang kita pahami sebagai KOSONG sebenarnya isi yaitu medan Higgs. Dalam analogi, PARTIKEL ADALAH IBARAT ORANG BERJALAN DALAM LUMPUR, QUARK ADALAH PERENANG DI DALAM LUMPUR. QUARK ADALAH IBARAT ORANG BERENANG DENGGAN PAKAIAN MUKENA. ELEKTRON ADALAH DENGAN TOPLESS DAN PROTON ADALAH BELUT. MAKA MEDAN HIGGS ADALAH SEBUAH LAUTAN YANG MENYEBABKAN PARTIKEL PUNYA MASA DAN AKHIRNYA MUNCUL HUKUM GRAVITASI.
      Di Eropa para ilmuwan mengadakan percobaan raksasa namanya Large Hadron Collider (LHC). LHC adalah ring pipa-pipa dengan diameter 27 km terpendam di perbatasan Prancis dan Swis. Dalam ring ada hadron, dalam hal ini proton, ditabrakkan pada kecepatan cahaya. Sehabis ditabrakkan, diselidiki apakah benar ada “partikel terkutuk”. Jika benar kesimpulannya adalah tak ada KOSONG. Yang kita pahami sebagai KOSONG adalah sebuah lautan yang menyebabkan partikel subatomik memiliki masa sekaligus wujud sebagai eksistensi. Jika tak terbukti? Semua teori yang bertumpu pada “partikel terkutuk” ini akan ambrol.
      Barangkali juga bahwa dalam KOSONG tak hanya ada partikel Higgs tetapi ada yang lain. Barangkali KOSONG = X% KOSONG + Y% YANG TIDAK DIKETAHUI, dimana partikel Higgs adalah anggota YANG TIDAK DIKETAHUI. Jika benar YANG TIDAK DIKETAHUI ada, justru KOSONG yang harus dibuktikan ada. Untuk sementara anggaplah KOSONG justru yang tidak ada, yang ada adalah si YANG TIDAK DIKETAHUI. YANG TIDAK DIKETAHUI sudah ada sebelum apapun eksis, bahkan sebelum Bigbang. YANG TIDAK DIKETAHUI adalah sumber energi dan materi, baik yang tampak maupun yang KOSONG. Diantara inti atom dan elektron bukan ada KOSONG tetapi ada YANG TIDAK DIKETAHUI.
      YANG TIDAK DIKETAHUI memenuhi syarat untuk disebut SANG PENCIPTA karena tak ada yang menciptakan, tak ada yang menyebabkan, tak ada awal, tak ada akhir, menjadi penyebab awal terjadinya jagat, CAUSA PRIMA. tak berbentuk, ada dimana-mana, tidak bisa dimusnahkan, tidak bisa dihilangkan, ada di dalam jagat, ada diluar jagat, ada dalam diri manusia, maha besar, dst.
      Apapun isi YANG TIDAK DIKETAHUI itu bisa kita sebut TUHAN sepanjang definisi TUHAN adalah yang menyebabkan jagat ini eksis, lepas dari terjadinya jagat karena sengaja atau tidak. Tetapi TUHAN yang seperti ini bukanlah Tuhan Antromorphis — yang punya kehendak, punya emosi, dan tiba-tiba bisa mencipta, minta disembah, menawarkan surga, mau menghukum yang tak percaya, tanpa alasan yang rasional…
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:53 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Nalar kita yang sudah terpola (mind-setting) oleh doktrin keyakinan sejak kanak-kanak, biasanya nalar tersebut dengan sekuat tenaga akan segera mencegah kesadaran nurani yang sedang menggeliat, dengan buru-buru mendefinisikan geliat nurani itu sebagai bentuk gangguan mahluk halus. Kesadaran indoktrinasi bagaikan “lingkaran setan”. Kesadaran indoktrinasi meretas nilai-nilai doktrin yang baru. Nalar yang sudah terdoktrin cenderung mendoktrin kesadaran kita, dengan cara meyakin-yakinkan diri kita atas suatu dalih bahwa keyakinan merupakan wilayah yang tabu untuk disentuh dan dijabarkan di depan publik. Atau ditekankan suatu konsep bahwa “hanya tuhan saja yang paling berhak mengetahui segala sesuatu yang gaib”.Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Siapa atau apa si YANG TIDAK DIKETAHUI belum sepenuhnya terbuktikan. Statusnya masih membingungkan. Tetapi paling tidak, ada upaya-upaya pencarian bukti-bukti keberadaan-Nya. Berbeda dengan mistisme dalam tradisi keyakinan dan agama. Ada yang bertapa dibawah Bodhi lantas, SUWUNG. Ada yang bertapa di gunung Sinai lantas, SUWUNG. Ada yang bertapa di gua hira lantas, SUWUNG. Sesudahnya tak ada upaya apapun untuk membuktikan dan hanya PERCAYA.
      Kaki Manusia menapak dari satu KESALAHAN ke KESALAHAN yang lainnya. Dulu dikiranya bumi datar, dikiranya matahari mengelilingi bumi, dikiranya jagat itu statis, dikiranya ekspansi jagat melambat, dikiranya KOSONG ternyata ada materi dan energi KOSONG. Sekarang proyek LHC yang harganya 10 miliar dollar ingin membuktikan bahwa KOSONG itu ada Higgs Boson. Jika ilmuwan benar, maka yang dulu kita sebut KOSONG adalah SUMBER DARI EKSISTENSI yang kita sebut saja si YANG TIDAK DIKETAHUI.
      Lantas ada yang bertanya, siapa yang menciptakan si YANG TIDAK DIKETAHUI? YANG TIDAK DIKETAHUI masih membingungkan karena tidak bisa membuktikan tak ada penciptanya. Tetapi paling tidak manusia sudah mendekati JANTUNG SUMBER EKSISTENSI. Barangkali juga manusia tidak pernah bisa.
      Kontroversi kedua adalah bagaimana eksistensi terjadi? Misalnya ada yang berpendapat bahwa terjadinya jagat adalah karena proses yang tidak disengaja. Ada pula yang berpendapat ketidaksengajaan itu adalah INTER KONEKSI dan INTER REAKSI sehingga yang terjadi selanjutnya adalah konsekuensi dari peristiwa yang mengawali. Bukan karena adanya INSINYUR PERANCANG JAGAD.
      Ada sebuah kisah saat seseorang berfantasi tentang Tuhan yang maha tahu. Karena mahatahu ia menjadi bosan karena semua peristiwa sudah diketahuinya. Ibarat nonton video ribuan kali, akhirnya bosan. Akirnya dia bunuh diri dengan meledakkan diri. Persis seperti bom bunuh diri. Maka tuhan hancur berkeping-keping.
      Menurut kisah ini, tuhan yaitu alam semesta ini dianggap sedang memulihkan diri. Semakin lama semangkin cerdas semakin memiliki kesadaran yang tercermin dalam diri manusia. Tuhan mungkin juga sedang reinkarnasi atau bermetamorfosis seperti kupu.
      Namun, Tuhan jelas tidak akan punah karena Tuhan bukanlah hanya Sang Pencipta. Tuhan juga sebagai psikolog bagi yang jiwanya merana. Teman untuk sumber harapan sesudah mati, teman untuk dijadikan kambing hitam atas peristiwa buruk yang dialami, teman yang bisa dijadikan pembenaran atas tindakannya. Teman yang diharapkan agar bisa membalas sakit hatinya atas ketidakadilan yang ia rasakan.
      JIKA ADA SATU JUTA ORANG, BARANGKALI ADA SATU TUHAN YANG BENAR-BENAR DITEMPATKAN SEBAGAI TUHAN SEJATI. YANG JELAS, KEBANYAKAN LAINNYA KEMUNGKINAN BESAR ADALAH MENEMPATKAN TUHAN SEBAGAI TEMAN KHAYALAN. TEMAN UNTUK DICINTAI, DIHORMATI, BAHKAN DITAKUTI…
      Lihat Selengkapnya

      26 Mei jam 23:56 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Pada suatu pemberhentian….ketika dua samudra tak bergelombang….di situ aku tiada….namun tampak olehku bias cahaya yang terang benderang….dan sumber cahaya itu adalah aku….

      27 Mei jam 0:03 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Kita biasa menyebut makrokosmos-mikrokosmos untuk menunjukkan pada jagad gede atau alam semesta dan mikrokosmos atau jagad cilik yang mengacu pada manusia. Namun saat pemahaman kita sudah mengatasi yang fisik maka itu harus dibalik. Manusialah yang harusnya disebut jagad gede.

      Kosmos artinya teratur. Kebalikannya adalah chaos yang artinya kacau, tidak teratur. Suatu ketika lahir cabang ilmu filsafat yang disebut kosmologi. Ilmu kosmologi menyoroti tentang yang ada yang teratur alam, atau menyelidiki alam semesta dari sisi hakekatnya. Ilmu ini masuk ke dalam wilayah kajian ontologi/metafisika, yaitu dasar filsafat yang mengkaji pada yang ada sebagai yang ada. Yang ada dikaji seumum-umumnya.

      Nah, kosmologi ini mengkaji yang ada khusus dari alam semesta. Ada juga pengkajian ada khusus dari manusia sebagai makhluk kosmos yang disebut filsafat manusia atau disebut antropologi metafisik. Kedua ini masih bernaung di bawah induk ilmu ontologi dan ontologi adalah dasar filsafat. Dan Filsafat adalah ibu segala ilmu pengetahuan.

      Kenapa manusia justeru disebut makluk makrokosmos? Kenapa manusia tidak disebut mikrokosmos sebagaimana pemahaman yang dianut banyak pemikir?

      Pertama, manusia adalah kunci memahami jagad/dunia/alam semesta ini. Manusia adalah penakar dan pemberi nilai-nilai terhadap segala yang ada. Manusia adalah makhluk yang dusah ditakdirkan tuhan menjadi rahmatan lil alamin. Rahmat dan pengayom bagi seluruh alam. Manusia lah yang mampu untuk mengukur besar kecilnya kosmosnya alam semesta. Manusia bisa memberi arti sekecil-kecilnya terhadap alam semesta hingga ada di genggaman tangannya, namun juga manusia bisa memberi arti sebesar-besarnnya terhadap alam semesta.
      ..Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:04 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Walau kenyataannya banyak sekali manusia yang berkesempatan merasakan, mengalami dan menyaksikan suatu noumena di alam kegaiban. Dalam titik kulminasi terjadi extreme ignorance, atau kesalahan yang fatal, di mana nalar yang terindoktrinasi berusaha membunuh setiap getaran nurani. Nalar dengan serta-merta menjatuhkan vonis bahwa kebimbangan dan keraguan terhadap suatu keyakinan bukan datang dari nurani, melainkan wujud nyata “bisikan setan” yang bertujuan menggoyahkan keimanan seseorang. Nalar kita mampu bekerja secara otoriter, artinya tidak berperan secara dinamis melalui prinsip dialektika, dialog imbal balik, atau kontemplasi mendalam dalam memahami kehidupan ini. Tabiat nalar yang otoriter justru melahirkan dehumanisme, mencetak karakter pribadi yang tumpul mata batinnya. Alam bawah sadar yang merangkum nilai doktrinasi sejak kecil menciptakan akal fikiran yang sangat terpola dan menjadi kaku, tertutup, serta anti toleran (sikap fanatisme).
      Sudah menjadi hukum alam semesta bahwa kehidupan ini bersifat dinamis, walau seringkali memakan waktu teramat panjang dan terlambat. Bisa jadi lambat laun kekuatan nurani memenangkan pertarungannya dengan kekuatan nalar yang terindoktrinasi.
      Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:08 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra sugeng ndalu porosedulor..kang sampun rumiyini.. rawuh heng..pondok bunda..meniko..sugeng midanget aken wedara’an bunda..senaoso kulo..kang kebagian intip..kulo ttp nderek..lenggah /rawuh heng mriki…kang dullah.mas agun..”BUNDAKU LIA”sugeng ndalu njih..kulo nderek ngangsu.kaweruh miniko..bunda…

      27 Mei jam 0:09 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Kedua, ukuran besarnya alam secara fisik memang lebih besar dari manusia. Namun pemahaman ini harusnya tidak dijadikan patokan ukuran yang sungguh-sungguh benar, khususnya bila kita ingin melakukan perjalanan ruhani yang lebih tinggi. Secara metafisis, harusnya alam semesta lebih kecil daripada kosmos-nya manusia. Pemahaman idealistik ini lebih memberi manfaat praktis untuk memperbaiki dunia yang sudah sedemikian rusak.
      Ketiga, manusia bukan bagian kecil dari dunia yang bisa kita lihat dengan mata dan bisa kita dengar dengan telinga ini. Justeru dunialah yang merupakan bagian kecil dari manusia. Sebab manusia bisa mengulur dan mengkerutkan ukuran dunia fisik ini hanya bahkan sebesar pasir! Kok bisa? Bisa… pejamkan mata segelap-gelapnya untuk beberapa lama. Terserah apa menyebut apa untuk aktivitas ini, bisa disebut meditasi, tadabbur, semedi…dst… Anda akan menemukan dunia yang lebih besar dari dunia fisik ini.

      Ukuran besar kecilnya dunia di dalam diri manusia sangat tergantung pada seberapa hebat kita mampu menyelami angkasa metafisis dalam dirinya sendiri. Jadi ukurannya sangat relatif. Di dalam angkasa metafisis, galaksi-galaksi jumlahnya tidak terukur… pokoknya habis sudah akal kita untuk membahas dunia metafisis yang ada di kedalaman rasa/batin manusia. Sifat besar kecilnya dunia metafisis ini sangat kualitatif. Tuhan Yang Maha Batin lebih lagi, mengatasi besaran alam metafisis ini sebagai tempatnya bersemayam.

      Hebatnya lagi setiap hal yang kita temukan di angkasa metafisis belum tentu kita jumpai di alam fisis. Kedamaian, keselarasan, kemakmuran, keadilan, surga-neraka, baik-buruk, benar-salah, indah-buruk ada di dunia metafisis ini. Semuanya menjadi alasan bahwa hendaknya manusia lebih mengorientasikan diri KE DALAM DIRI-NYA, dibanding mengorientasikan diri KE LUAR DIRINYA.

      Yang aneh, karena manusia adalah JAGAD GEDE/MAKROKOSMOS, kenapa justeru lebih memilih untuk berkonsentrasi penuh bahkan menghabiskan usianya untuk hidup di JAGAD CILIK/MIKROKOSMOS? Manusia terjebak untuk hidup di dunia yang sempit, palsu dan sangat sementara/fana. Menghamba pada kebutuhan fisik di dunia fisik sama saja dengan mengekalkan kebutuhan tubuh yang sesaat lagi menjadi bangkai yang busuk. Menomorsatukan dunia fisik dan kepentingan-kepentingan dunia fisik sama saja dengan memakmurkan kiamat. Sebab dunia ini tidak kekal dan akan tergulung habis bersama dengan kiamat.

      Manusia tidak mampu mengangkasa ke langit hakekat. Apalagi sampai ke makrifatullah. Ia berputar-putar di jagad cilik/semesta fisik untuk mencukupi syariat saja. Syariat yang sudah ada pun berusaha untuk direkayasa sedemikian rupa sehingga akan terasa lebih mudah lagi untuk dijalani. Jumlah bilangan Sholat ditawar dari puluhan waktu, menjadi lima waktu dan itu pun terlupakan.

      .Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Dalam falsafah Jawa dikenal rumus-rumusnya misalnya becik ketitik, ala ketara. Sepadan dengan peribahasa berikut; serapat-rapatnya menyimpan bangkai, toh akhirnya tercium baunya juga. Barangkali tahun 2012 di mana daya magnetik galaktika melemah, gravitasi bumi kendur, menyebabkan banyak orang mengalami penurunan gelombang otak, ibarat melakukan meditasi secara massal. Lereming pancadriya, tinarbuka ing waksita. Bisa jadi saat itu kelak menjadi momentum terbukanya kesadaran nurani yang lebih dalam lagi bagi banyak orang. Bila tahun 2012 dianggap sebagai saat kiamat tiba, saya memahaminya sebagai kiamatnya kesadaran semu yang melekat dalam nilai-nilai doktrin, sekaligus merupakan awal lahirnya suatu kesadaran baru, yakni kesadaran sejati berada di relung sanubari kita. Sementara yang gagal lolos seleksi alam, berarti pula pertarungan dimenangkan oleh kekuatan doktrin yang cenderung kontraversi dengan dinamika alam semesta. Kegagalan itu beresiko melahirkan kepribadian mudah stress, gampang bingung, sikap fatalis, hingga gangguan kejiwaan. Ujung-ujungnya adalah sikap ekstrim sebagaimana sikap-sikap radikal.Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:14 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      Bila Jagad Besar manusia telah dilupakan. Bila aspek batiniah tidak pernah diperdalam. Bila semesta metafisik ditinggalkan diganti dengan semesta fisik, maka bersiaplah untuk mengalami kematian. Hidup yang ribet dan ruwet oleh problema yang tidak pernah selesai dibahas. Bersiaplah pula untuk mengalami sakit kejiwaan akut, meloncak dari stres ke stres berikutnya.
      Sebaliknya, bila hidup ini diorientasikan ke Semesta Metafisik, maka bersiaplah menuju hidup di dalam keabadian. Bersyukurlah mereka yang menjadikan semesta metafisik Yang Maha Luas ini sebagai tempat untuk hidup, berkarya dan bermesraan dengan Sang Pencinta.
      MULAI sekarang tata kembali kosmos dalam diri. Perubahan sekecil apapun di hati/ rasa/qalbu…, owah gingsirnya batin kita hakikatnya adalah perubahan yang sangat besar karena perubahan itu terjadi di aras makromosmos. Mari kita lirik keindahan dan keluasan alam makrokosmos di dalam diri kita, mencebur dan kemudian hidup abadi di dalam genggaman-Nya.

      Di alam metafisik jagad besar diri manusia, “aku tidak ada… yang ada itu bukan aku” (sejatine ora ono opo-opo, sing ono kui dudu)..Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:16 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sampai kapan nalar kita mampu mencegah pemberontakan kekuatan nurani? Sejak zaman dulu manusia terjebak oleh pola pikir yang menyangka bahwa kedua macam kutub keyakinan tersebut selalu dikaitkan dengan kekuatan yang transenden (berada di luar diri manusia), yang memiliki hukum sebab akibat fantastis. Kebaikan menghasilkan surga, keburukan menyebabkan neraka. Surga neraka pun terjadinya kelak pada waktu yang tak seorangpun tahu kapan akan terjadi sehingga banyak orang cenderung bersantai-santai. Saya kira “surga-neraka” sudah ada sejak saat kita hidup di bumi ini yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Hari pembalasan/hukum karma pun tak perlu dinanti kelak, karena telah terjadi pembalasan tiap hari, yang terangkum dalam mekanisme hukum sebab akibat. Hari ini adalah buah dari apa yang kita lakukan di waktu yang telah berlalu.Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      AL QUR AN telah menjawab dengan singkat dan tegas bahwa MAHA CINTA adalah ALLAH (laisa kamislihi syaiun)tidak satupun mahluk yg menyerupainya..dan ia tidak menyerupai mahluk..yg kemudian di jabarkan dalam 99(sembilan puluh sembilan) sifat seperti MAHA AGUNG,MAHA CINTA,MAHA TINGGI,MAHABESAr,MAHA TINGGI,MAHA ADIL ,MAHA MENGETAHUI,dsb tetapi tentunnya anda menghendaki jawaban secara ILMIAH…tidak bisa dengan singkat dan harus di tinjau dari segi FISIKA,METAFISIKA,DAN SECARA UNIVERSIL.karena saint memiliki suatu disiplin dan pembuktian (pengujian)dalam bentuk fakta,realita maupun logika.
      BENTUK FISIK DARI TUHAN
      adalah medan hampa yg tiada batas..dimana pada titik pusatnnya dikembangkan dan di selenggarakan alam semesta beserta isinnya,maka jadilah alam semesta yg berbentuk BOLA MAGNETIS,terletak mengapungdan berotasi pada medan hampa tak terbatas dan sekaligus bahwa alam semesta beserta isinnya beRada dalam diri tuhan ALLAH SWT , TEPAT SEPERTI KETERANGAN( AL QUR AN) BAHWA ALLAH MAHA BESAR.
      bentuk METAFISIKA DARI TUHAN
      ALLAH SWT adalh sosok pribadi yg mandiri total atau segalannya serba utuh……dan
      secara UNIVERSIL… TUHAN
      (ALLAH SWT) ADALAH PUSAT SELURUH KEHIDUPAN,DIA BUKAN SAJA HIDUP TAPI MENGhidupi

      قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَاداً لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَداً

      18.109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

      قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِرَبِّهِ أَحَداً. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”18,110…..Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:21 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam Diajeng,,,

      27 Mei jam 0:21 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ lebure papan lan tulis, sirnaning jasad ilanging nyawa, tinggal rasa kang brantah, madep, tetep, lan idep,,,

      27 Mei jam 0:24 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo didalam kosong trkandung seribu nikmat,hikmah dn hajat …maaf bundaaa…kakang mas Agung …salam rahayu…sugeng enjang

    • Agung Pambudi salam rahayu kakang mas zaedin kang kinasih ..salam rahayu kakng mas Ariyo…..sugeng ing madyaning ratri………………………………………..……………………..…….sangkan= meniko sangkaning urip/agesang
      paran=meniko paraning urip/agesang
      dumadi=meniko dumadining urip/agesang…

      27 Mei jam 0:29 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Hyang Maha Meliputi, al muhit, dzatnya tak terwadahi oleh sesuatu apapun juga, termasuk arasy dan kursi itu sendiri,,

      27 Mei jam 0:31 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Ana tetesing rasa kang wola wali pakartine,cetho yen kabeh kuwi ora mung sepisan gawe,kang ateges marambah-rambah nganti kena diarani datan ana pedhote,utawa langgeng,tetep,adjeg,kaya dene getere jejantungira.Wadhah kanggo papane dhawuh kang wus manunggal kalawan bumi,tegese wadhah lan isine ora bisa pisah,utawa sing andhawuhi lan sing diparinggi dhawuh wus nyawidji…

      27 Mei jam 0:32 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Fanatisme vs Spiritualitas Sejati
      Nilai-nilai keyakinan diikat dan dipertahankan melalui doktrin-doktrin atau proses hegemoni kesadaran agar seseorang mempercayainya. Sementara itu nilai-nilai spiritual diikat dan dipertahankan oleh diri pribadi karena pengalaman emphiris dan pengalaman batiniah yang sekaligus bisa diterima secara rasional. Spiritualisme adalah pemahaman akan hakekat yang memuat nilai-nilai universal. Tak heran jika seorang spiritualis sejati memiliki sikap toleransi tinggi terhadap keyakinan yang berbeda. Karena spiritualisme berlandaskan pada kesadaran holistic spirituality. Inilah bedanya, fanatisme sejati, dengan spiritualis sejati. Fanatisme bertumpu pada keyakinan saja. Sementara itu spiritualitas sejati bertumpu pada perjalanan batin yang penuh dengan pengalaman emphiris, maupun pengalaman batin yang bisa dipahami dan dijangkau oleh rasio. Seorang fanatis menjelaskan tuhan secara etnosentris, rasis, primordialis dan dogmatis, yang memaksa orang lain agar sependapat dengan dirinya. Fanatis juga memvonis siapapun yang berusaha menjelaskan tuhan secara rasional sebagai kafir (menutup diri dari kebenaran) dan sesat (salah jalan).Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:33 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      JIKA kita mendalami KETUHANAN dengan suatu cara memakai GURU dan BUKU,maka cara yang demikian itu dinamakan ILMU PENGETAHUAN,WETENSCHAP,SCIENCE,ATAU KAWERUH.
      yang dimaksud dengan dengan guru ialah manusia yang langsung atau tidak memberikan pelajaran,dan dengan buku dimaksudkan semua KITAB yang langsung maupun tidak di buat oleh orang.
      dengan cara mendalami ketuhanan yang demikian itu maka pengertian tentang KETUHAHANAN yang kita dapat ialah merupakan hasil pemikiran,karena itu dinamakan KAWERUH.
      Pengertian itu kita dapat dari pengetrapan indera,atau tumanduk ing weruh,jadi kaweruh atau ilmu pengetahuan itu hanya merupakan suatu cara untuk mendalamai ketuhanan.
      jika kita mendalamai ketuhanan dengan suatu cara yang lain,yaitu dengan suatu cara yang tanpa guru dan tanpa buku,tetapi dengan TUHAN yang dianggap hidup dan maha tahu itu dijadikan guru dan bukunya,maka cara ini bukan lagi dinamakan ilmu pengetahuan atau kaweruh.
      tidak ada lagi guru- orang dan kitab tulisan-orang yang dipakainnya.
      Cara mendalami ketuhanan tanpa guru dan tanpa buku yang demikian itu dinamakan NGELMU,——-NGELMU jadi juga hanya merupakan suatu cara untuk mendalami KETUHANAN…
      Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:37 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Hal itu justru mengesankan seolah-olah kebenaran sejati ditandai bilamana “kebenaran” tersebut tidak bisa dicerna secara rasional. Jikalaupun ada orang yang mampu mengalami persentuhan dengan gaib, baik secara batin maupun emphiris, disebutlah ia sebagai pembohong besar dan telah disesatkan oleh si “setan kober”. Sementara itu spiritualis sejati menjelaskan konsep ketuhanan dengan sifat-sifatnya secara esoteris, demokratis dan universal. Maka seorang spiritualis sejati, ia akan menganalogikan tuhan sebagai wujud sifat dan karakter yang lebih enak dan nyaman dirasakan. Misalnya Mahakasih, Tuhan Yang Tidak Pilih kasih, Yang Tidak Kejam, Yang Maha Welas Asih. Sikap sebaliknya, meyakini tuhan dengan karakter seperti layaknya sifat-sifat nafsu manusia yang menakutkan, misalnya ; kejam, murka, bahkan disangka tuhan pencemburu. Faktanya, konsep tersebut sangat mempengaruhi pola pikir masing-masing orang. Orang yang mengkonsep tuhan maha kejam, ia akan menjadi pribadi yang tega-an. Yang mengkonsep tuhan maha murka, ia akan menjadi pribadi yang gampang marah, bahkan menyangka kemurkaannya adalah absah karena telah mewakili kemurkaan tuhan. Darimana ia tahu tuhan telah murka ? Jika kita mau cermati adalah suatu fakta di lingkungan kita, bahwa landasan spiritual –yang berlandaskan pada holistic spirituality– cenderung memiliki sifat toleran, sebaliknya fanatisme yang tumbuh dari doktrinasi cenderung bersifat anti-toleran.Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:39 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi

      selama hidup didunia ini,pribadi manusia terdiri dari raga dan jiwa,dan manusia dalam kepribadiannya inilah yang lazimnya menyebut dirinya ‘AKU’ .
      -kepribadian manusia yang terdiri dari raga dan jiwa merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dpisahkan dengan tidak merugikan kepribadiannya.
      -jiwa dan raga adalah dwi tunggal.maka dari itu,walaupun hidup rohani dan hidup jasmani ada dua kenyataannya ,tetapi dua kehidupan itu merupakan satu dalam rangkaian .
      _begitu pula kehidupan manusia didunia ini merupakan benih dan kenyataan darimana akan tumbuh kehidupan rohaninya sehabis kematian.
      _sebagai kesatuan kepribadian manusia berlangsung sampai terpisahnya raga dan jiwa,karena kematian.dengan kematian ini selesailah sudah peranan jiwa di dunia ,tetapi sukma melangsungkan kehidupannya dengan berbadan rohani.
      _bagaimana bentuk kehidupan sukma sehabis kematian ini,bukan menjadi bidang dari semu kamuksan.kepribadian manusia itu jadi tidak didasarkan atas tubuhnya,tetapi atas jiwannya.sesudah kematian,maka sukma manusia dengan badan rohaninya tetap merupakan pribadi.
      _karena hanya sukma sebagai pribadi dapat di bedakan dari sukma lainnya dan hannya suatu pribadi pula akan punya kesadaran untuk mengenal tujuannya.
      -gejala atau gerak gerik jiwa dalam diri kita,seperti :melihat ,memikir,menimbang dan lain sebagainnya,itu adalah rentetan gejala yang tidak bediri sendiri,tetapi merupakan gejala yang mengada dan berpangkal dari suatu inti daya.
      -aktivitas kita dala hidup sehari2 digerakkan oleh suau pangkal daya yang berada di luar aktivitas itu.karena kita dapat mengatakan,bahwa sifat jiwa ialah hakiki,artinya mengandung inti.inti daya dalam jiwa adalah pangkal dari semua aktivitasnya.
      dengan dmikia kita dapat membedakan:
      *- inti- daya sebagai pangkal aktifitas ( pasif), dan
      —aktifitas jiwa itu sendiri (aktif).
      meskipun inti daya adalah pangkal dari semua aktivitas jiwa,tetapi inti-daya berada diluar aktivitas tersebut.inti -daya siang dan malam tetap berfungsi:
      – walaupun kita tidak menghendaki,
      – walaupun kita tidak berkehendak,
      – walaupun kita tid…ak menyadari,dan
      – walaupun kita dalam keadaan tertidur.
      inti -daya berfungsi;
      -melangsungkan kehidupan vital diluar kehendak,seperti pertukaran zat,peredaran darah dan lain sebagainya.
      -melangsungkan aktivitas manusia sebagai pemuasan nafsu yang di kehenddaki.
      -melangsungkan reaksi manusia diluar k…ehenddak terhadap adannya suatu perangsang ( reflek).
      inti-daya dalam jiwa merupakan pangkal hidup vital dan pagkal dari semua aktivitas jiwa.
      inti-daya tersebut dalam ngelmu dinamakan SUKMA dan ada dalam keadaan pasif diluar aktivitas JIWA .SUKMA jadi ialah inti-daya yang pasif dan JIWA adalah daya hidup yang aktif dalam diri manusia.
      -batas kemampuan kaweruh adalah JIWA,karena JIWA mempunyai gejala-gejala lahir dalam aktivitasnya yang dapat di cerap dengan indera.
      -perihal SUKMA manusia tidak biisa disebut kaweruh lagi,karena akal manusia tidak mampu untukk memikirkannya.SUKMA hanya bisa dimengerti dengan RASA,rasa perincian manusiawi yang di bangkitkan oleh rahmat (tinarbuka).
      pengetrapan rasa untuk bisa mengerti hal ikwal SUKMA – itulah NGELMU…namun NGELMU KASUKSMAN bukan merupakan cara untuk mengetahui perihal SUKMA semata.-dasar ngelmu kasukman ialah daya ghaib yang ada.daya ghaib tidak bisa dipakai untuk mengerti tentang kehidupan kekal demi pengetahuan.ngelmu kasukman jadi hanya bertujuan kekekalan dan kesempurnaan JIWA..
      sik tak nyruput wedhang kopi lan nyumet jisokam…monggo ..poro sepuh ..dipun lajeng aken..
      Lihat Selengkapnya

    • Ariyo Hadiwijoyo Maha suci Allah…yg mnciptakan Rosullullah Saw dr kturunan anak manusia biasa… sbgai utusan yg tiada tahu baca tulis …pmberi syafaat ats dunia seisinya

      27 Mei jam 0:46 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ DIA YG MENCINTAI, DIA YG DI CINTAI, DIA CINTA ITU SENDIRI; TUNGGAL, ORA KAWILANG-WILANG,,,

      27 Mei jam 0:46 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Saya pribadi memahami bahwa agama bukanlah tujuan melainkan jalan untuk mencapai kesadaran spiritual itu sendiri. Lebih dari itu, agama bukan alat untuk meraih kekuasaan (politisasi agama) apalagi untuk mendirikan suatu kekalifahan seperti zaman dulu di Timteng dan sekitarnya. Memahami agama sebagai tujuan, lagi-lagi akan terjebak pada sikap fanatisme. Selebihnya, menjadikan agama sebagai alat untuk menciptakan dan meraih kekuasaan (kalifah/theokrasi) akan rentan terjadi instabilitas nasional. Itulah salah satu sebab di manapun saja, negara theokrasi –yang berasaskan agama– sangat rawan terjadi perpecahan dan pergolakan. Hal itu dipicu oleh sebab kebebasan beragama yang bersumber pada kesadaran holistic spirituality hilang bilamana prinsip negara nasional digantikan dengan prinsip “negara agama” (theokrasi). Theokrasi sangat memerlukan tali pengikat keutuhan politik. Biasanya theokrasi lantas terjebak menerapkan sistem otoriiterisme, tirani, ataupun fasisme. Nah, apakah konsep ketuhanan dipahami bersifat tiran, fasis, otoriter ? Ataukah tuhan bersifat demokratis ? Jawabannya bukan pada tuhan, tetapi pada pola pikir masing-masing individu.Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:49 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Apa yang akan terjadi jika nusantara ini berprinsip theokrasi, alias “negara agama”. Tentunya negara theokrasi akan memiliki kecenderungan anti-toleran dan rawan memecah belah kesatuan bangsa yg sangat heterogen ini. Tak pelak nusantara akan menjadi ladang pembantaian antara satu dengan lainnya (killing field). Sebab akan terjadi “pengadilan atas keyakinan yang berbeda” berdasarkan tafsir tunggal suatu (aliran) agama yang memiliki otoritas politik besar. Sekedar contoh, di zaman dulu banyak kasus-kasus hukuman mati atas perbedaan keyakinan, atau bentuk-bentuk kekerasan fisik dan mental, intimidasi, teror, serta anarkhisme seperti masih terjadi di zaman sekarang. Hal itu membuktikan suatu kebangkrutan sebuah ideologi agama bercorak “imperialisme doktriner” yang kurang memberi tempat pada keyakinan/iman yang berbeda-beda.
      Setiap orang pada mulanya berada dalam “goa” prasangkanya sendiri. Manakala menoleh di belakang, oh ternyata ada cahaya tampak terang, lalu melongok ke atas, barulah menyadari betapa selama ini berada di dalam goa yang gelap gulita. Banyak hal merupakan sangkaan pribadinya sendiri, tidak ada apa-apa kecuali yang berfatwa. Maka untuk mengurangi resiko destruktif, kita seyogyanya lebih berpositif thinking dan berhati-hati saat sedang berprasangka (buruk) kepada orang lain yang berbeda pandangan.
      Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:54 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ngelmu Sastra Jendra berasal dari kaum ningrat di dalam kraton, jika dijabarkan teramat luas cakupannya. Dulunya dipelajari oleh para raja, orang-orang linuwih, empu, resi, kihai dan para pandita. Itulah orang-orang yang dimaksud golongan NINGRAT, bukan berarti setiap orang yang “berdarah biru”, tetapi orang yang selalu hening ing rat. Orang yang selalu mengheningkan cipta dan batin untuk menggapai kesadaran kosmos. Seseorang sebelum menyerap ngelmu sastra jendra terlebih dulu harus memahami jagad alit dan jagad ageng, mikrokosmos dan makrokosmos. Mengenali hakekat diri sejati dan hakekat alam semesta. Sesudah itu barulah secara bertahap dapat memahami, menghayati dan mengamalkannya. Bagaimana mungkin seseorang berhasil sukses dalam peng-hayat-an dan peng-amal-an (implementasi) jika belum sungguh-sungguh memahami secara benar tentang diri sejati dan alam semesta ini…. DEMIKIAN SAMPAI KETEMU BESOK WAKTUNYA MANDAP PASILAN. Rahayu3x. WASS.Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 0:59 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Disanbung Besok njih… matur nuwun.

    • Ariyo Hadiwijoyo trpujilah ya Muhammad …yg ummi bgi sluruh nabi …yg mmpunyai rasa malu paling tinggi dr smua anak Adam

      27 Mei jam 1:02 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Saliqun Nafs Maha suci Allah atas nama sifat dzat dan af’al Nya

      akupun tak mampu memikirkanNya ..
      Krn Aku adalah fikir..

      Salam salam salam…

    • Ariyo Hadiwijoyo waalaikum salam wr wbrktuh.

    • Agung Pambudi

      لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً هُمْ نَاسِكُوهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

      22.67. Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus

      mugi krenteg e manah meniko tansah hambegawan cipto ning ..lan sedoyo ingkang kawedar wau tansah andadosaken pangenget khususipun ten diri pribadi

      sanghyang sukma sejati….engkang anglenggahi telenging ati..menopo tego loro tego pati panjenengan sowan piyambak ing ngarsanipun….yo yo raganiro…jeneng siro wus mangerteni babakan iki kanthi lumantar guru sejatiningsun nora susah rogoniro bali menyang patang anasir..hayo nggayuh sampurnaning dumadi (jeneng siro bakal kawedar babakan kamuksan.ateges sampurno lan paripurno).

      monggo nderekaken minggah ing sanggar pamujan hanetepi
      darmaning agesang nggayuh pakarti luhur manungso jati mahening suci lungguhing pribadi,mawas raos sak jeroning batos,madhep manthep,manther,manembah mring gusti engkang moho suci..Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 1:19 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo sumonggo kakang mas Agung…ndereaken lampah…sareng ing pepuji…memuji dateng Gusti ingkang Maha Suci.

      27 Mei jam 1:27 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar wasalamualaikum wr,wb.mathur nembah nuwun bunda…

    • Eddy Sudarmanto Kang dullah kinasih@ kadospundi dalem ngleremaken gelombang mnawi gelombang meniko dalem piyambak? Rahayu kangmas …

    • Eddy Sudarmanto Kangmas Agung @ rahayu kangmas hormat kulo den.. Mugi tansah pinaring raharjan ..
      Salam salam salam…

      27 Mei jam 2:00 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar babeh abdullah ali,masagung pambudi,mas petruk trll,mba kiara dewi,puput rt,lan sdoyo ke mawon .sugeng enjing..lan mugi sdoyo tansah pinaringan karaharjan….amin
      salam.salam…

    • Abdullah Ali Mas Edi….hehehehe….rahayu,mas….bahkan akulah kedua samudra itu….yaitu hati dan pikir….

      27 Mei jam 2:41 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Cipto….insyaAllah,amin amin amin

      27 Mei jam 2:42 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya ‎@Abdullah : Dhe,… Pripun Pawartosipun,… Mugi sae Njih Dhe,…. dereng sare Njih Dhe,… (sama nich,,,) @salam Rahayu

      27 Mei jam 2:44 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mas Tyo….bar seko kidul aku,mas….

      27 Mei jam 2:48 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Njih Dhe,… Copy-Monitor 86,… mbenjang dinten Minggu kula Insya ALLah , badhe mriko,… sugeng pepanggihan Dhe wonten mriko Njih…

      27 Mei jam 2:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Yo,mas Tyo….

      27 Mei jam 3:03 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Yulius Langi salam sejahtra selalu…

      27 Mei jam 6:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Yulius Langi salam kasih dari kami …. selamat pagi…. selamat bekerja doa kami selalu.

      27 Mei jam 6:51 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Yulius Langi terima kasih semoga Allah bapa selalu menyertai kita semua salam kasih selalu.

      27 Mei jam 7:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arya Sudarmanto Sugeng enjing sedoyo mawon,matur suwun bunda mugi tansah pinaringan sugeng rahayu!Terus bagi2 ilmunya bunda?

      27 Mei jam 7:15 melalui Facebook Seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abbur Boedoet

      Kesulitan tertinggi manusia dalam berolah kepribadian adalah menyelaraskan antara lahir dan bathin dan bagaimana cara untuk meminimalisasi egoisme dalam diri,atau rasa keakuan itu sendiri dari dalam diri sendiri,menyelaraskan antara pikiran,perasaan,perkataan dan perbuatan atau laku Catur murti adalah hal utama yang sangat sulit untuk diaplikasikan dalam hidup,Semua naskah dan kitab sesungguhya adanya di dalam diri kita sendiri bacalah maka tak akan pernah ada habisnya,itulah lautan ilmu yang tak bertepian..Apabila seorang mampu menyelaraskan keempat unsur itu maka tidak perlu lagi seorang harus melakukan meditasi atau apapun karena berarti orang tersebut telah mampu mencapai ketenangan dan kesimbangan antara badan raga dan jiwanya,tentu saja dia jadi orang apa adanya dan sederhana…Itu inti dari olah pribadi..Adakalanya seorang yang banyak harta benda namun,itu hanyalah kesenangan raga..dalam dalam bathin tidak menemukan ketenangan..karena selalu raganya saja yang diutamakan..tidak ada keseimbangan..berolah rohani adalah soal yang sangat pribadi tidak akan ada diketemukan hal yang sama pada tiap pribadi manusia atau (ngelmu)yang sama pada tiap-tiap manusia jadi ngelmu adalah soal yang sangat pribadi..hanya sekedar ingin berbagi dalam tulisan..mugi rawya kakangmbok Ayu..Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 7:36 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abbur Boedoet

      Yang ingin menguasai aliran sungai adalah aku-manusia,sungai sendiri hanya bertujuan membawakan air kedalam lautan bebas melewati jalan kerendahan alam sekitar,tugas sungai baru sempurna kalau bisa mencapai lautan bebas,hilanglah nama dan bentuk sungai dan tiap sungai mempunyai kekhasan dalam liku dan derasnya aliran,tiada sungai yang meniru sungai lain,tetapi senantiasa hanya mempunyai satu tujuan:lautan bebas..

      Orang mengolah tanah itu menggarap tanahnya supaya bisa subur kalau ditanami,tetapi benih apa yang akan ditanam tidaklah mesti sama itu tergantung kepada kebutuhannya,tiap manusia mempunyai kehendak bebas dari paksaan langsung demikian pulalah halnya berolah batin,hidup berolah rasa berarti menyediakan batinya sedemikian rupa supaya benih kehidupan yang diterima dalam hati bisa tumbuh dengan baiknya..

      Tiap pohon yang sudah dewasa pasti akan berbunga
      dan berbuah, buah pohon yang wajar jadi harus lezat dimakan oleh semua
      golongan masyarakat merata,buah pohon harus bisa memberi kemanfaatan
      kepada masyarakat dan kemanusiaan,buah pohon yang hanya bisa dikenyam
      kelezatanya oleh segolongan masyarakat saja adalah buah yang tidak alami
      atau buah yang tidak wajar…

      Penyesalan yang mendalam atau tobat menduduki arti yang penting dalam usaha manusia untuk memurnikan jiwa,tobat adalah rasa ketidak berartian dan ketidakmampuan manusia dalam perbuatan yang nyata di hadirat Gusti,suatu pengakuan resmi yang diusahakan tidak terputus dalam kalbu hati,bahwa gusti itu segalanya dan manusia itu bukan apa-apa..

      Orang yang sudah sumarah dan sumeleh itu tentunya adalah orang yang sederhana sederhana lahiriah dan rohaniah,tetapi orang yang belum sumarah dan sumeleh tidak bisa berusaha menjadi sederhana,berusaha untuk menjadi sesuatu itu berarti belum sumarah,rasa keakuan masih mendapat pembinaan,kesederhanaan adalah suatu akibat dari pertumbuhan karena kesadaran,dan bukanya suatu pertumbuhan yang dipaksakan..

      Bertambahnya segala ilmu pengetahuan tidak bisa membebaskan manusia dari ketidak mengertian,bertambahnya segala ilmu pengetahuan menambah rasa kelekatan kepada kemampuan kemampuan yang kita miliki,kita merasa mengerti merasa tahu,ketidak mengertian manusia terhadap arti kehidupan akan berkurang karena kurnia tinarbuka,di dalam rasa tinarbuka akan tumbuh kesadaran akan ke bukan apa-apaan kita terhadap Gusti kang murbeng Dumadi..

      Rahayu Sagung Dumadhi.. (Tjak Tanpoaran)Lihat Selengkapnya

      27 Mei jam 7:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abbur Boedoet Ora Ono Opo Opo.. nembah nuwun dipun lajengaken.. _/\_…

      27 Mei jam 7:47 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sunardi Nardi Klaten Sugeng sonten.. Kulo Sinambi leyeh-leyeh nuwun sewu keparing nyimak.. Rahayu

      28 Mei jam 16:26 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Sunardi Nardi Klaten Sugeng sonten.. Kulo Sinambi leyeh-leyeh nuwun sewu keparing nyimak.. Rahayu

      28 Mei jam 16:30 melalui Facebook Seluler · SukaTidak Suka · 2 orang

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Juli 5, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Salam sejahtera,.salam berbahagia,."Bunda Lia_____Semoga,.Tuhan kasih yang terbaik,.________________Amin________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: