Arjuna bertapa di gunung Indrakila Cerita Wayang hari ke 3

Arjuna bertapa di gunung Indrakila Cerita Wayang hari ke 3

oleh Bunda Lia pada 04 Juni 2011 jam 18:31
Perubahan Anda sudah disimpan.
Arjuna bertapa di gunung Indrakila

Bajra adalah tempat liburan yang menyenangkan. Selain bisa bermain bebas di sawah, tiap malam selalu ada acara bercerita dari Ratu Kompyang. Perlu diketahui, kita ini dari keluarga Brahmana.
Karena itulah nama papa IBM atau Ida Bagus Made Jaya Martha.
Ratu Kompyang adalah pedanda atau pemimpin upacara agama Hindu.
Ratu kompyang orangnya pendiam, jarang bicara, setiap hari rajin membaca danmenulis di buku atau kadang-kadang di daun lontar. Banyak sisia ± atau orang-orang yang datang mintadi selesaikan upacaranya. Biasanya mereka di terima di Bale Bertiang Sembilan yang ada di tengah-tengah halaman rumah. Semuanya duduk bersila di lantai balai-balai tersebut, berdialog kebanyakanmasalah budaya dan agama. Terkadang-kadang papa disuruh bantuin membersihkan lontar menggunakanbuah kemiri dibakar lalu ditumbuk.

Minyaknya di oleskan ke permukaan daun lontar, sehingga torehan diatas daun lontar menjadi jelas dan juga lontar menjadi lemas tidak mudah patah.Akibat hobimembersihkan lontar waktu kecil, maka papa tertarik mengerjakan skripsi sarjana S1 waktu di Teknik Informatika ITB dengan judul Teks Editor Berhuruf Bali.
Pada malam hari, acara menarik lain dengan Ratu Kompyang adalah bercerita. Acara ini berlangsungsampai kami mengantuk.
Ceritanya macem-macem dan berganti-ganti setiap malam. Kebanyakanceritanya dari Mahabarata atau Ramayana.
Tapi ada satu cerita yang diceritakan berulang kali, danmenurut saya paling seru dan paling banyak di minati. Yaitu Arjuan Bertapa di Gunung Indrakila. Alkisahsang arjuna di suruh bertapa di puncak gunung Indrakila. Dia bertapa untuk mendapatkan anugrah dari Hyang Widhi, agar dapat digunakan untuk mengarungi bahtera kehidupan. Dalam perjalanan, di kakigunung indrakila, arjuna di hadang oleh babi hutan. Babi hutan itu menyeruduk arjuna, menanduk,menyepak sehingga kewalahan. Kemana arjuna lari tetap dikejar.

Akhirnya Sang Arjuna melompat agak jauh, memasang anak panah pada gendawanya, dan membidik tepat ke perut babi itu. Ceeep babi itutewas seketika. Setelah mengalahkan babi, Arjuna melanjutkan perjalanan mendaki gunung itu. Dalampendakian, setelah menyeberang sungai nan jernih dan indah, tiba-tiba Arjuan dikejutkan oleh ular berkepala dua yang menghadang perjalanannya. Singkat cerita, dia diserang, dipatuk di lilit. Ekor ular dipegang Arjuna, kepalanya mematuk dia. Kepala yang satu di pegang, kepala lain menubruk dari belakang.Arjuna kerepotan, kembali dia melompat menjauh, sambil merapal mantra memasang dua anak panahsekaligus pada busurnya. Anak panah melesat, langsung menembus dua kepala yang dimiliki oleh si ular.Ular lemas tergeletak tak berdaya.

Ular telah dikalahkan, arjuna beristirahat lalu mandi di tengah telaganan jernih. Sehabis mandi dia tersentak melihat Goa di tepi telaga. Lalu dia melewati goa itu, yangternyata rumah seorang raksasa sakti mandraguna. Sang raksasa bangun mencium bau adanya manusia.Dan dia marah, karena Arjuna telah berani mandi di telaga miliknya. Arjunapun marah mendengar kata-kata kasar dari raksasa lalu menantangnya untuk berkelahi. Sang Raksasa wajahnya merah, rambutnya gimbal, mata melotot dan taringnya tajam. Mereka sama saktinya. Masalahnya adalah, ketika raksasa itudipukul oleh arjuna, bukannya tambah loyo, bahkan tambah kuat. Di panah tidak mempan. Di pukul pakebatang kayu, malah tambah kuat dan garang. Arjuna kehilangan akal. Lalu dia melompat ke belakang,lalu dia duduk mencakupkan tangan, hening, memusatkan pikiran dan pasrah pada kehendak SangPencipta.

Anehnya raksasa itu makin kecil, kecil, kecil akhirnya hilang.Perjalanan dilanjutkan sampai ke puncak gunung Indrakila. Di sanalah Arjuna bertapa dengan khusus,memohon berkah dari Hyang Manon. Di tengah upaya tapanya, datanglah goodaan bidadari supraba yangdiutus oleh Bhatara Guru. Arjuna tak tergoda, akhirnya Sang Hyang Siwa berkenan datang ke hadapanArjuna dan memberikan panah yang disebut Panah Pasopati. Panah Pasopati itu adalah senjata ampuharjuna, ketika menjadi panglima saat perang Bharatayudha. Tancep Kayon. Cucu-cucu pada bubar. Ceritaini sangat membekas di hati papa. Dan ketika sudah besar papa renungkan cerita itu, ternyata ada maknayang dalam di balik cerita seru tadi.

Inilah interpretasi papa : Babi adalah lambang keserakahan. Serakahadalah sifat umum manusia. Manusia yang berhati serakah, diberi seluruh kekayaan bumipun tidak merasa puas. Ingat film James Bond ± World is not enough. Karena itulah, bekal untuk mengarungikehidupan adalah kemampuan kita untuk mengendalikan atau bahkan mematikan keserakahan itu.Berikutnya adalah ular berkepala dua, yang jadi simbul dengki iri hati. Makanya orang yang licik itu,terkadang disebut ular berkepala dua. Dalam melaksanakan hidup, kita terkadang memiliki rasa iri hatiyang semuanya itu berasal dari pikiran kita. Atau juga kita terkadang menghadapi orang dengki iri hati.Orang iri ini sangat berbahaya, mulutnya manis, tapi bisa nikam dari belakang.

Karena itulah, pikiran irihati harus di-´bunuh´ dan orang dengkipun harus ³dibunuh´ pikiran dengkinya. Setelah masalah iri hati,berikutnya raksasa yang menjadi simbol amarah. Raksasa berwajah merah rambut gimbal taring tajamadalah lambang kemarahan. Kemarahan kalau dilawan dengan marah, bagaikan api disiram bensin.Kemarahan akan padam dengan sendirinya jika dilawan dengan hening, mundur selangkah lalu pasrah.Yang terakhir, godaan di puncak gunung adalah nafsu birahi. Begitu banyak orang yang sedang berada dipuncak kekuasaannya, tergelincir karena nafsu birahi.

Berat sekali cobaan yang dihadapi oleh Arjunauntuk mendapatkan panah pasopati. Cerita anak-anak yang seru itu, ternyata mengandung banyak artiyang bisa memberikan saya penyuluh hidup bertahun-tahun kemudian. Kini Ratu Kompyang sudahmeninggal, namun cerita Arjuna Bertapa di Gunung Indrakila, menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. Papa berharap, semoga papa bisa seperti Ratu Kompyang, bercerita lucu dan seru, namuntidak meninggalkan nilai-nilai moral yang bisa digunakan sebagai pegangan hidup.



Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Ibu Nto hmm mundur selangkah utk memenangkan secara lbh bijaksana, gitu ya Bunda

      04 Juni jam 18:50 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Mat malam minggu bunda sayang juga semua sahabat
      Mat menikmati akhir pekan bersama orang’ terkasih
      Lop u celalu
      Mesem *.^

      04 Juni jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Wid Digdo wah ini kungkum dimana mb lia…

      04 Juni jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 35 teman yang sama
      makasih bunda…sugeng ndalu…nderek nyimak …mugi ndadosaken pepenget engkang sae…salam bunda

      04 Juni jam 19:01 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar slamat malam bunda,sya hadir untuk ikut nyimak bunda..!
      Dan slamat mlm jga buat smua yg dah pd hdir.

      04 Juni jam 19:02 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 35 teman yang sama
      makasih bunda…sugeng ndalu…nderek nyimak …mugi ndadosaken pepenget engkang sae…salam bunda

      04 Juni jam 19:03 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Igp Danny Tidak, Arjuna lagi main laptop di kamar saya…

      04 Juni jam 19:04 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda,kepareng nyimak.salam kagem sederek ingkang sampun sowan.

      04 Juni jam 19:08 melalui seluler · SukaTidak Suka · 10 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam Mama,,,,,,salam Kangenku selalu,,,,I love U,,,,

      04 Juni jam 19:10 melalui seluler · SukaTidak Suka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra selamat..mlm minggu..bunda…dan semua yg udah hadir..salam.sejahtera..sllu…sy udah siap grak ndeprok..nderek nyimak wedaraan bunda…kangen dah..keamrin g’ ikut hadir..hehehehe..salm kasih penuh hormat buat bundaku”..

      04 Juni jam 19:10 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat malam buat saudara2ku semua yg telah hadir di sini,,salam sejahtera selalu,,

      04 Juni jam 19:12 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Wulandari Muis Sugeng ndalu mbLia nderek nyimak

      04 Juni jam 19:39 melalui seluler · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Arjuna : petruk..

      petruk : dawuh den..

      Arjuna : cobo mreneo..

      petruk : weeehh..nek
      ditimbali biasane diparingi duwit hihihi

      Arjuna : tulung cekelno iki disik..aku tak kungkum..

      petruk : nopo niki..?

      Arjuna : yo iki pusoko sing marahi aku didemeni arek wedok..

      petruk : jenenge posoko nopo, den..mbok kulo ngampil

      Arjuna : yo iki sing aran pusoko DEWO RENGKAK..

      petruk : nopo tegese..?

      Arjuna : geDE doWO iRENG mangKAK..xixixixi

      petruk : woalaaah..!! mulane rondo sak pasar do katut sampean wkakakakak..

      04 Juni jam 19:44 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Dani Harianto kalau tdk slh wkt itu arjuna berganti nama mnjadi begawan mintharaga ya bu…?
      Atau ada jg yg mnyebutnya cekel indralaya…
      Nuwun

      04 Juni jam 19:48 melalui seluler · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm Ibunda, Mbak Wulan, Mas Cipto, Mas Danny, Mas Hari, Mas Kozink, Kang Mas Petruk, Gadis dan ntuk smua shabat2q trcinta, smoga yg KUASA akan slalu memberikan kberkahan pd kita smua.. Salam Rahayu ntuk smua.

      04 Juni jam 20:05 melalui seluler · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Kozink Saputra amin amin amin…salam..bahagia.sllu kngmas jeans…

      04 Juni jam 20:13 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam BundaLia dan semuanya, salam kasih selalu,,,

      04 Juni jam 20:22 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Assalamu’alaikum wR wB selamat malam… salam sejahtera…. Rahayu3x… salam kasih semuanya….Lov U all….

      Arjuna Papa
      Di istana Astina, dihadapan patih Sakuni, prabu Suyudana berkata, ³Pamanda patih Sakuni, sesudahnyaadinda Arjuna mati diracun, iba rasa hatiku, sekarang kuperintahkan, kepada ratu sabrang prabuJayasutikna hendaknya dapat memusnahkan para Pandawa, jika terlaksana, akan kupenuhi permintaannyameminang ananda Dewi Lesmanawati´, berangkatlah patih Sakuni, resi Durna, dan para Kurawa untuk menyampaikan pesan prabu Suyudana. Hyang Baruna beserta puterinya retna Suyakti, iba rasa hatinyamelihat Arjuna terapung-apung disamudera, berkatalah, ³Wahai, raden Arjuna, kusembuhkan raden dariperbuatan para Kurawa yang meracuni raden, baiklah raden segera berangkat ke Sigrangga. Adapunputramu Abimanyu dan Irawan, telah berada di Astina´, sembuhlah raden Arjuna dari keracunannya,sambil mengucapkan terimaksih, berangkatlah Arjuna ke gua Srigangga.Pula telah berkumpul, Sri Kresna dengan prabu Yudistira, Nakula, Sadewa dan Werkudara, kesemuanyaakan menuju ke istana Astina, tak lain akan mencari Arjuna, demikian pula Gatutkaca, Anantasena,kesemuanya telah berangkat untuk mencari pamandanya Arjuna.

      04 Juni jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra wah kanng masku dullah mana ni g klihatan sendiri…malam..minggu dgn mbk yu wulan dari kali ya…hehheheh..met mlm minggu kang masku dullah..smoga tambah rukun..damai sntosa..amin…

      04 Juni jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Wa’alaikum salam…..

      04 Juni jam 20:46 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dewi Banowati terperanjat hatinyamelihat raden Arjuna sudah ada di kamarnya, setellah berbincang-bincang, masuklah raden Abimanyudan Irawan, dengan isyarat darii ayahandanya, diseyogyakan menuju ke ruangan lain, lajulah raden. Abimanyu ke gupit Mandragini, dan bertemulah dengan puteri ratu sabrang, Dewi Sutiknawati. Parainang pengasuh dari puteri tersebut, sangat terheran-heran melihat tindak-tanduk sang puteri DewiSutiknawati dan raden Abimanyu, takut jika dipersalahkan oleh prabu Jayasutikna, lajulah para inanguntuk melapor. Sri Suyudana, prabu Jayasutikna dan para Kurawa lengkap di istana sedang merekaberbincang-bincang, masuklah inang Dewi Sutiknawati, melaporkan, bahwasanya di gupit Mandraginiterdapat pencuri, tak ada lain, mencuri asmara Dewi Sutiknawati. Marahlah Suyudana, demikian pulaJayasutikna, majulah mereka dengan maksud akan menangkap si pencuri, ikut serta pula para Kurawadibelakangnya. Perang terjadi sangat ramai, Prabu Jayasutikna akhirnya mati terbunuh oleh raden Arjuna,Suyudana akhirnya meminta maaf, Pandawa bersedia pula memaafkannya. Prabu Duryudana, Druna danPatih Sengkuni membuat kesepakatan akan mengundang Pandawa ke Astina untuk jamuan makan.Namun dibalik itu sebenarnya Pandawa akan diracuni agar mati semua.

      04 Juni jam 20:48 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra barusan tak tanyakn kngg dullh,,eeeeeeeeeeeeeeee,,lha kok wes muncul…sugeng ndalu kng dullah..salam kngen..dariku…hehehehe

      04 Juni jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Alhamdulillah…..Kozink....isih ono sing akngen karo aku hahahaha….

      04 Juni jam 20:55 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Pandawa datang di Astinamemenuhi undangan serta tidak menduga akan adanya akal busuk yang dirancang Sengkuni. Para Kurawagembira akan kedatangan Pandawa dan setelah menyantap makanan para Pandawa jatuh ke tanah danmati.Suyudana memerintahkan agar jenazah Bima dibuang ke sumur Jalatunda, lalu jenazah Arjuna dilempar ke tengah samudera, sedangkan jenazah Yudistira, Nakula, dan Sadewa dimasukkan ke Gua Sigrangga.Jenazah Arjuna yang terapung-apung di lautan terlihat oleh Sang Hyang Baruna dan putrinya yakniSuyakti (istri Arjuna) pada waktu Arjuna membunuh raja raksasa Kala Roga dari Kerajaan Guadasar.Sebagai balas jasa maka Arjuna dihidupkan kembali oleh Sang Hyang Baruna dan diperintah untuk pergike Gua Sigrangga. Arjuna segera menuju ke Gua Sigrangga dan di sana bertemu dengan Dewi Supartiistri Sang Hyang Antaboga yang sedang menunggui jenazah Yudistira, Nakula, dan Sadewa. Arjunameminta agar saudara-saudaranya dihidupkan kembali dan permohonan itu dikabulkan.

      04 Juni jam 20:55 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Saat itu yang menemani adalah gatotkaca dan kalabendana. merasa ditangisi setiap hari oleh siti sundari sambil curhat soal hilangnya abimanyu membuatkala bendana sangat sedih dan pamit mencariw arta atau kabar. maka berjalanlah kala bendana mencarikabar dimana angkawijaya atau abimanyu berada. Di negeri mastsyapati ternyata abimanyu baru ajamenikah dengan utari yang kalo diurut umurnya jauh lebih tua dan bisa disebut neneknya. Tetapi karenadewi utari jago spiritual maka disebutkan sang dewi awet muda. Dan menurut hyang bhatara kresnasendiri, wiji mahkota para raja hanya bisa disemai di rahim dewi utari. Ketika sedang berkasih kasihdatanglah kala bendana. sampe disana karena kala bendana tak bisa berbohong dia hampir sajamembocorkan bahwa abimanyu sudah punya istri. Tapi oleh abimanyu kala bendana diusir dengan ditusuk keris, sampe ahirnya kala bendana pun lari pulang ke plangkawati. Saat itulah utari curiga dan berkatapada abimanyu. jika abimanyu sudah punya garwa pun akan diterima sebagai saudara oleh utari. Tapi dasar abimanyu malah ebrbohong bahkan bersumpah akan mati dikeroyok perawan 1000 jika bohong,tapi kepleset lidahnya jadi bersumpah akan mati dikeroyok panah seribu. dan jagad nyakseni, jagad
      mendengar itulah karma abimanyu.

      04 Juni jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Assalamualaikum WarohmatullooHi Wabarokatuhh ..Hampura-Sun..Diajeng Ayu..Kinasihing Hyang Widi ..Salam pamungkasing Katresnan ..pun Kakang Nderek lelenggahan sinanding sliramu diajeng NYIMAK kanti seksami wedaran ing dalu meniko…Salam ugi katur Dumateng sedoyo kadhang kinasih poro sepuh ugi pinisepuh ,kadhang wasisi kakung miwah putri ingkang sami lelenggahan ing paseban,,Sugeng sumunaring Condro ing wayah ratri ..RAHAYU SAGUNG DUMADI…..

      04 Juni jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mati dalam perang bharata yudha dengan keadaan dikeroyok panah1000 sampe tak ada sisa di tubuhnya yang tak kemasukan panah. hati hatilah dalam bersumpah!! janganlalai terutama dalam keadaan bergembira.kala bendana pulang ke plangkawati. disana gatotkaca menemani siti sundari. siti sundari bergembiramenyambut kala bendana dan menanyakan bagaimana kabar abimanyu. kala bendana aka mengucap tapidi halang halangi oleh gatotkaca dengan kasar. tapi kala bendana yang tak bisa berbohong merasa bahwakebenaran harus diungkapkan apapun resikonya. ketika kala bendana mengucap abimanyu ada di negeramatsyapati langsung gatotkaca karena kesalnya mengayunkan tanganya ke kepala kala bendana. tak dinyana tak diduga, kepala pamanya itu langsung hancur berantakan. tak sadar gatotkaca sudahmelakukan pembunuhan kejam kepada pamanya sendiri. Saat itu kala bendana badanya moksa, hilangmayatnya bersama rohnya. terdengar suara ³anaku gatotkaca, aku sebenarnya sudah masuk sorga. tapi akuga rela jika aku masuk sendirian. karena cintaku padamu maka aku akan tunggu engkau gugur di perangbharatayudha.

      04 Juni jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dan kita akan masuk ke sorga bersama´. gatotkaca sangat menyesal dengan kejadian ini.dan pada perang bharata yudha, kala bendana membawa konta yang dilontarkan oleh adipati karna untuk masuk menembus tubuh gatotkaca. inilah pembalasan karma gatotkaca terhadap pembunuhan pamanyakala bendana.dan ahirnya paman anak ini masuk sorga bersamaan.djogonegoro wrote on Jan 16ndilalah, abimanyu kliru mengucap, krn grogi selingkuhnya.. sehingga dlm baratayuda dia mati terpanah1000 panah.. bukankah kisah sdh tertulis sbl terjadi.. bahkan sbl lahirpun sdh ada kisahnya.. apakah kalautidak sumpah, panah 1000 batal tertancap.. Begitu pula gatotkaca, ndilalah sayang banget kpd abimanyu,berupaya menutupi kebohongan adiknya.. dia pukul pamannya.. mati.. dan papamnya µmenjemputgatotkaca sat baratyuda.. dan itu disebut adil.. sing nandur bakal ngundhuh..
      Bima dan Dewaruci (Serat Dewa Ruci)

      04 Juni jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kisah Bima mencari tirta pawitra dalam cerita Dewaruci secara filosofis melambangkan bagaimanamanusia harus menjalani perjalanan batin guna menemukan identitas dirinya atau pencarian sangkanparaning dumadi µasal dan tujuan hidup manusia atau manunggaling kawula Gusti. Dalam kisah initermuat amanat ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan amanat bagaimana manusia kembalimenuju Tuhannya. Konsepsi manusia disebutkan bahwa ia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Konsepsi Tuhan disebutkan bahwa Ia Yang Awal dan Yang Akhir, Hidup dan Yang Menghidupkan,Mahatahu, dan Mahabesar. Ia tan kena kinaya ngapa µtidak dapat dikatakan dengan apa pun. Jalanmenuju Tuhan yang ditempuh oleh Bima dalam menuju manusia sempurna disebutkan melalui empattahap, yaitu: syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat (Jawa sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dansembah rasa).

      04 Juni jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Tirta Naya sugeng dalu bunda ..derek nyimak..

      04 Juni jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia PENDAHULUANKisah tokoh utama Bima dalam menuju manusia sempurna dalam teks wayang Dewaruci secara filosofismelambangkan bagaimana manusia harus mengalami perjalanan batin untuk menemukan identitasdirinya. Peursen (1976:68) menamakan proses ini sebagai ³identifikasi diri´, sedangkan Frans Dahler danJulius Chandra menyebutnya dengan proses ³individuasi´ (1984:128). Proses pencarian untuk menemukan identitas diri ini sesuai dengan hadis nabi yang berbunyi Man µarafa nafsahu faqad rabbahu.µBarang siapa mengenal dirinya niscaya dia akan mengenal Tuhannya. Hal ini dalam cerita Dewarucitersurat pada pupuh V Dhandhanggula bait 49: Telas wulangnya Sang Dewaruci, Wrekudara ing tyasdatan kewran, wus wruh mring gamane dhewe, Habis wejangan Sang Dewruci. Wrekudara dalam hatitidak ragu sudah tahu terhadap jalan dirinya « Bagian-bagian cerita Dewaruci yang secara filosofisberkaitan dengan tahap syariat adalah sebagai berikut.Nilai Filosofis Bima Taat kepada Guru
      Tokoh Bima dalam cerita Dewaruci diamanatkan bahwa sebagai murid ia demikian taat.

      04 Juni jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@salam rahayu kakang mas Tirta Naya ..salam takzimku..kang mas.

      04 Juni jam 21:55 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakang mas Arien Irfan salam hormat jabat erat…rahayu kang mas..

      04 Juni jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Cipto turonggo Kawedar…salam kasih penuh damai sentosa..kang mas..met malming..semoga nahagia selalu.

      04 Juni jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakang mas ku kang kinasih Abdullah ali kang sutrisno…salam kangen penuh rindu..semoga sejahtera senantiasa…rahayu rahayu…

      04 Juni jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Kozink Saputra kang mas agung..sugeng ndalukng mas…salam jabat erat..ya kngmas..nyuwun pangapuntenipun kng mas agung..

      04 Juni jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Nuwun injih,mas Agung….mugi tansah rahayu.

      04 Juni jam 22:01 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@akkang mas Kozink Saputra ..sugeng ing madyaning ratri..semoga berbahagia selalu…dan tetap semangat mengarungi samudra kehidupan..silih asah silih asih silih asuh ..jeng silih wangi….rahayu kang mas..

      04 Juni jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sewaktu iadicegah oleh saudara-saudaranya agar tidak menjalankan perintah gurunya, Pendeta Durna, ia tidak menghiraukan. Ia segera pergi meninggalkan saudara-saudaranya di kerajaan guna mencari tirta pawitra.Taat menjalankan perintah guru secara filosofis adalah sebagai realisasi salah satu tahap syariat.Nilai Filosofis Bima Hormat kepada GuruSelain taat tokoh Bima juga sangat hormat kepada gurunya. Ia selalu bersembah bakti kepada gurunya.Dalam berkomunikasi dengan kedua gurunya, Pendeta Durna dan Dewaruci, ia selalu menggunakanragam Krama. Pernyataan rasa hormat dengan bersembah bakti dan penggunaaan ragam Krama kepadagurunya ini secara filosofis merupakan realisasi sebagian laku syariat.Nilai Filosofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan TarekatTarekat (Jawa laku budi, sembah cipta) adalah tahap perjalanan menuju manusia sempurna yang lebihmaju. Dalam tahap ini kesadaran hakikat tingkah laku dan amalan-amalan badaniah pada tahap pertamadiinsyafi lebih dalam dan ditingkatkan (Mulder, 1983:24). Amalan yang dilakukan pada tahap ini lebihbanyak menyangkut hubungan dengan Tuhan daripada hubungan manusia dengan manusia dan hubunganmanusia dengan lingkungan alam sekitarnya. Pada tingkatan ini penempuh hidup menuju manusiasempurna akan menyesali terhadap segala dosa yang dilakukan, melepaskan segala pekerjaan yangmaksiat, dan bertobat. Kepada gurunya ia berserah diri sebagai mayat dan menyimpan ajarannya terhadaporang lain. Dalam melakukan salat, tidak hanya salat wajib saja yang dilakukan. Ia menambah lebihbanyak salat sunat, lebih banyak berdoa, berdikir, dan menetapkan ingatannya hanya kepada Tuhan.

      04 Juni jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi amien..nembah nuwun kang mas Abdullah ali ..alhamdulilah…puji syukur kang tanpo winates

      04 Juni jam 22:04 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Kozink Saputra injih kng ms agung..matur sembah nuwun..kng mas..salam rahayu..ugi kagem panjenengan kangmas..

      04 Juni jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kozink Saputra kakang sepuh abdullah..salam horamt kulo njih kng..

      04 Juni jam 22:07 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakang mas Hari Yuswadi..salam takzimku kang mas…rahayu..

      04 Juni jam 22:09 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mantab dech___ Selamat Malam___ Salam Kasihku.

      04 Juni jam 22:10 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Zaedin..kang kinasih salam baktos mugi bagja raharja kang mas…

      04 Juni jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakng mas Misterr Jeans Sang Kinasih …salam sejahera..bahagia sentosa kang mas..

      04 Juni jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Kang Dullah, Mas Agung, Mas Kozink, serta semua yg hadir disini… Rahayu… Salam Hormat Dan Jabat Erat.

      04 Juni jam 22:12 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dalam menjalankan puasa, tidak hanya puasa wajib yang dilakukan. Ia lebih banyak mengurangi makan,lebih banyak berjaga malam, lebih banyak diam, hidup menyendiri dalam persepian, dan melakukankhalwat. Ia berpakaian sederhana dan hidup mengembara sebagai fakir.Bagian-bagian cerita Dewaruci yang menyatakan sebagian tahap tarekat di antaranya terdapat pada pupuhII Pangkur bait 29-30. Diamanatkan dalam teks ini bahwa Bima kepada gurunya berserah diri sebagaimayat. Sehabis berperang melawan Raksasa Rukmuka dan Rukmakala di Gunung Candramuka HutanTikbrasara, Bima kembali kepada Pendeta Durna. Air suci tidak didapat. Ia menanyakan di mana tempattirta pawitra yang sesungguhnya. Pendeta Durna menjawab, ³Tempatnya berada di tengah samudra´.Mendengar jawaban itu Bima tidak putus asa dan tidak gentar. Ia menjawab, ³Jangankan di tengahsamudra, di atas surga atau di dasar bumi sampai lapis tujuh pun ia tidak akan takut menjalankan perintahSang Pendeta´. Ia segera berangkat ke tengah samudra. Semua kerabat Pandawa menangis mencegahtetapi tidak dihiraukan.

      04 Juni jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Putrie Ragiel Trisno..yang selalu ol di fb siang malam pagi sore..salam sejahttera..semoga sehat selalu..ya…salam..

      04 Juni jam 22:14 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@Gadis Exsprit..salam sejahera selamat bermalam minggu..

      04 Juni jam 22:17 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kozink Saputra MAS IRFAN SELAMAT MLM.JUGA MAS IRFAN..SALAM..DAMAI SELALU..

      04 Juni jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ mas Dani Harianto..salam rahayu kang mas..semoga bahagia ya..

      04 Juni jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Keadaan Bima yeng berserah diri jiwa raga secara penuh kepada guru ini secarafilosofis merupakan realisasi sebagian tahap laku tarekat.Nilai Filosofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan HakikatHakikat (Jawa laku manah, sembah jiwa) adalah tahap perjalanan yang sempurna. Pencapaian tahap inidiperoleh dengan mengenal Tuhan lewat dirinya, di antaranya dengan salat, berdoa, berdikir, ataumenyebut nama Tuhan secara terus-menerus (bdk. Zahri, 1984:88). Amalan yang dilakukan pada tahapini semata-mata menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. Hidupnya yang lahir ditinggalkan danmelaksanakan hidupnya yang batin (Muder, 1983:24). Dengan cara demikian maka tirai yang merintangihamba dengan Tuhan akan tersingkap. Tirai yang memisahkan hamba dengan Tuhan adalah hawa nafsukebendaan. Setelah tirai tersingkap, hamba akan merasakan bahwa diri hamba dan alam itu tidak ada,yang ada hanyalah ³Yang Ada´, Yang Awal tidak ada permulaan dan Yang Akhir tidak berkesudahan.

      04 Juni jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dalam keadaan demikian, hamba menjadi betul-betul dekat dengan Tuhan. Hamba dapat mengenal Tuhandan melihat-Nya dengan mata hatinya. Rohani mencapai kesempurnaan. Jasmani takluk kepada rohani.Karena jasmani takluk kepada rohani maka tidak ada rasa sakit, tidak ada susah, tidak ada miskin, danjuga maut tidak ada. Nyaman sakit, senang susah, kaya miskin, semua ini merupakan wujud ciptaanTuhan yang berasal dari Tuhan. Segala sesuatu milik Tuhan dan akan kembali kepada-Nya, manusiahanya mendaku saja. Maut merupakan perpindahan rohani dari sangkar kecil kepada kebebasan yangluas, mencari Tuhan, kekasihnya. Mati atau maut adalah alamat cinta yang sejati (Aceh, 1987:67). Tahapini biasa disebut keadaan mati dalam hidup dan hidup dalam kematian.

      04 Juni jam 22:30 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Irfan Salam Kasihku___

      04 Juni jam 22:33 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Saat tercapainya tingkatan hakikatterjadi dalam suasana yang terang benderng gemerlapan dalam rasa lupa-lupa ingat, antara sadar dan tidak sadar. Dalam keadaan seperti ini muncul Nyala Sejati atau Nur Ilahi (Mulyono, 1978:126).Sebagian tahap hakikat yang dilakukan atau dialami oleh tokoh Bima, di antaranya ialah: mengenalTuhan lewat dirinya, mengalami dan melihat dalam suasana alam kosong, dan melihat berbagai macamcahaya (pancamaya, empat warna cahaya, sinar tunggal berwarna delapan, dan benda bagaikan bonekagading yang bersinar).Nilai Filosofis Bima Mulai Melihat DirinyaSetelah Bima menjalankan banyak laku maka hatinya menjadi bersih. Dengan hati yang bersih ini iakemudian dapat melihat Tuhannya lewat dirinya. Penglihatan atas diri Bima ini dilambangkan denganmasuknya tokoh utama ini ke dalam badan Dewaruci. Bima masuk ke dalam badan Dewaruci melalui³telinga kiri´. Menurut hadis, di antaranya Al-Buchari, telinga mengandung unsur Ketuhanan.

      04 Juni jam 22:34 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ salamku kakang mas Petruk Tralala kang kinasih sugeng ndalu..mugi tansah pinaringan rahayu wilujeng sakaminyo…

      04 Juni jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dengan memandang Tuhannya di alam kehidupan yang kekal, Bima telahmulai memperoleh kebahagiaan (bdk. Mulyono, 1982:133). Pengenlan diri lewat simbol yang demikiansecara filosofis sebagai realisasi bahwa Bima telah mencapai tahap hakikat.Nilai Filosofis Bima Mengalami dan Melihat dalam Suasasa Alam KosongBima setelah masuk dalam badan dewaruci melihat dan merasakan bahwa dirinyatidak melihat apa-apa. Yang ia lihat hanyalah kekosongan pandangan yang jauh tidak terhingga. Ke manapun ia berjalan yang ia lihat hanya angkasa kosong, dan samudra yang luas yang tidak bertepi. Keadaanyang tidak bersisi, tiada lagi kanan kiri, tiada lagi muka belakang, tiada lagi atas bawah, pada ruang yangtidak terbatas dan bertepi menyiratkan bahwa Bima telah memperoleh perasaan batiniahnya.

      04 Juni jam 22:41 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG ELING WANCI ,RAHAYU.

      04 Juni jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dia telahlenyap sama sekali dari dirinya, dalam keadaan kebakaan Allah semata. Segalanya telah hancur lebur kecuali wujud yang mutlak. Dalam keadaan seperti ini manusia menjadi fana ke dalam Tuhan (Simuh,1983:312). Segala yang Ilahi dan yang alami walaupun kecil jasmaninya telah terhimpun menjadi satu,manunggal (Daudy, 1983:188). Zat Tuhan telah berada pada diri hambabnya (Simuh, 1983:311), Bimatelah sampai pada tataran hakikat.Disebutkan bahwa Bima karena merasakan tidak melihat apa-apa, ia sangat bingung. Tiba-tiba ia melihatdengan jelasDewaruci bersinar kelihatan cahayanya. Lalu ia melihat dan merasakan arah mata angin, utara, selatan,timur, barat, atas dan bawah, serta melihat matahari. Keadaan mengetahui arah mata angin ini menyiratkan bahwa ia telah kembali dalam keadaan sadar. Sebelumnya ia dalam keadaan tidak sadar karena tidak merasakan dan tidak melihat arah mata angin. Merasakan dalam keadaan sadar dan tidak sadar dalam rasa lupa-lupa ingat menyiratkan bahwa Bima secara filosofis telah sampai pada tataranhakikat.

      04 Juni jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@Salam Sungkem Kakang mbok ayu Sri Kandi.Kinasihing hyang Widi..bekti pun rayi Agung Pambudi mugi kunjuk ing ngarso paduko..rahyu sagung dumadi

      04 Juni jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sendiko dawuh mbak yu Sri …. he he he

      Setelah mengalami suasana alam kosong antara sadar dan tidak sadar, ia melihat berbagai macamcahaya. Cahaya yang dilihatnya itu ialah: pancamaya, sinar tunggal berwarna delapan, empat warnacahaya, dan benda bagaikan boneka gading yang bersinar. Hal melihat berbagai macam cahaya seperti itusecara filosofis melambangkan bahwa Bima telah sampai pada tataran hakikat. Ia telah menemukanTuhannyaNilai Filosofis Bima Melihat PancamayaTokoh utama Bima disebutkan melihat pancamaya. Pancamaya adalah cahaya yang melambangkan hatiyang sejati, inti badan. Ia menuntun kepada sifat utama. Itulah sesungguhnya sifat. Oleh Dewaruci, Bimadisuruh memperlihatkan dan merenungkan cahaya itu dalam hati, agar supaya ia tidak tersesat hidupnya.Hal-hal yang menyesatkan hidup dilambangkan dengan tiga macam warna cahaya, yaitu: merah, hitam,dan kuning.Nilai Filosofis Bima Melihat Empat Warna CahayaBima disebutkan melihat empat warna cahaya, yaitu: hitam, merah, kuning, dan putih. Isi dunia saratdengan tiga warna yang pertama.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 22:56 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIMAS AGUNG SUN TAMPI DONGO PANGESTUKU DIMAS, ELING YO DIMAS MENUNGSO KANG DEMEN GAWE NELANGSANE LIYAN IKU ING TEMBE BAKAL KENO PIWALES SOKO PENGGAWENE DEWE, MULO OJOK MIKIR POLAH MALAH GAWE BUBRAHING PANGAREP-AREP. RAHAYU.

      04 Juni jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ketiga warna yang pertama itu pengurung laku, penghalang cipta karsamenuju keselamatan, musuhnya dengan bertapa. Barang siapa tidak terjerat oleh ketiga hal itu, ia akanselamat, bisa manunggal, akan bertemu dengan Tuhannya. Oleh karena itu, perangai terhadap masing-masing warna itu hendaklah perlu diketahui.Yang hitam lebih perkasa, perbuatannya marah, mengumbar hawa nafsu, menghalangi dan menutupkepada hal yang tidak baik. Yang merah menunjukkan nafsu yang tidak baik, iri hati dan dengki keluar dari sini. Hal ini menutup (membuat buntu) kepada hati yang selalu ingat dan waspada. Yang kuningpekerjaannya menghalangi kepada semua cipta yang mengarah menuju kebaikan dan keselamatan. OlehSri Mulyono (1982:39) nafsu yang muncul dari warna hitam disebut aluamah, yang dari warna merahdisebut amarah, dan yang muncul dari warna kuning disebut sufiah. Nafsu aluamah amarah, dan sufiahmerupakan selubung atau penghalang untuk bertemu dengan Tuhannya.Hanya yang putih yang nyata. Hati tenang tidak macam-macam, hanya satu yaitu menuju keutamaan dankeselamatan. Namun, yang putih ini hanya sendiri, tiada berteman sehingga selalu kalah. Jika bisamenguasai yang tiga hal, yaitu yang merah, hitam, dan kuning, manunggalnya hamba dengan Tuhanterjadi dengan sendirinya; sempurna hidupnya.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:04 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Sri Kandi MULO OJOK SOK NYACAT PIYANDELING LIYAN JALARAN DURUNG MESTI PIANDEL NIRO IKU SING BENER DEWE. MULO OJOK LALI MARANG KEBECIKAN LIYAN.

      04 Juni jam 23:08 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Kozink Saputra sugeng ndalu bunda srikan di..salam takdzim dalem njeh bunda srikandi…

      04 Juni jam 23:16 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sri Kandi OJOK SIRO DEGSURO, NGAKU LUWIH PINTER TINIMBANG SEJENE. OJOK RUMONGSO BENER LAN PENER DEWE, JALARAN DONYO IKI ORA ONO SING BENER DEWE. MULO MBOK YO OJO GAWE RERIBETE LAKUNE LIYAN KABEH DEN TEMOTO. ORA MUNG GAWE CUWO LIYAN AWIT ORA PRAYOGO.

      04 Juni jam 23:17 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Nilai Filosofis Bima Melihat Sinar Tunggal Berwarna DelapanBima dalam badan Dewaruci selain melihat pancamaya melihat urub siji wolu kang warni µsinar tunggalberwarna delapan. Disebutkan bahwa sinar tunggal berwarna delapan adalah ³Sesungguhnya Warna´,itulah Yang Tunggal. Seluiruh warna juga berada pada Bima. Demikian pula seluruh isi bumi tergambar pada badan Bima. Dunia kecil, mikrokosmos, dan dunia besar, makrokosmos, isinya tidak ada bedanya.Jika warna-warna yang ada di dunia itu hilang, maka seluruh warna akan menjadi tidak ada, kosong,terkumpul kembali kepada warna yang sejati, Yang Tunggal.Nilai Filosofis Bima Melihat Benda bagaikan Boneka Gading yang Bersinar Bima dalam badan Dewaruci di samping melihat pancamaya, empat warna cahaya, sinar tunggalberwarna delapan, ia melihat benda bagaikan boneka hading yang bersinar. Itu adalah Pramana, secarafilosofis melambangkan Roh. Pramana µRoh kedudukannya dibabtasi oleh jasad. Dalam teks
      diumpamakan bagaikan lebah tabuhan. Di dalamnya terdapat anak lebah yang menggantung menghadapke bawah. Akibatnya mereka tidak tahu terhadap kenyataan yang ada di atasnya (Hadiwijono, 1983:40).Nilai Filisofis Perjalanan Bima yang Berkaitan dengan MakrifatMakrifat (Jawa laku rasa, sembah rasa) adalah perjalanan menuju manusia sempurna yang paling tinggi.
      Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:18 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu Srikandi nyuwun agungin pangaksami… sak estu mbak yu…. nyuwun dhuko….

      04 Juni jam 23:19 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Secara harfiah makrifat berarti pengetahuan atau mengetahui sesuatu dengan seyakin-yakinnya (Aceh,1987:67). Dalam tasawuf, makrifat berarti mengenal langsung atau mengetahui langsung tentang Tuhandengan sebenar-benarnya atas wahyu atau petunjuk-Nya (Nicholson, 1975:71), meliputi zat dan sifatnya.Pencapaian tataran ini diperoleh lewat tataran tarekat, yaitu ditandai dengan mulai tersingkapnya tiraiyang menutup hati yang merintangi manusia dengan Tuhannya. Setelah tirai tersingkap maka manusiaakan merasakan bahwa diri manusia dan alam tidak ada, yang ada hanya Yang Ada. Dalam hal seperti inizat Tuhan telah masuk menjadi satu pada manusia. Manusia telah merealisasikan kesatuannya denganYang Ilahi. Keadaan ini tidak dapat diterangkan (Nicholson, 1975:148) (Jawa tan kena kinaya ngapa)(Mulyono, 1982:47), yang dirasakan hanyalah indah (Zahri, 1984:89). Dalam masyarakat Jawa hal inidisebut dengan istilah manunggaling kawula Gusti, pamoring kawula Gusti, jumbuhing kawula Gusti,warangka manjing curiga curiga manjing warangka. Pada titik ini manusia tidak akan diombang-ambingkan oleh suka duka dunia. Ia akan berseri bagaikan bulan purnama menyinari bumi, membuatdunia menjadi indah. Di dunia ia menjadi wakil Tuhan (wakiling Gusti), menjalankan kewajiban-kewajiban-Nya dan memberi inspirasi kepada manusia yang lain (de Jong, 1976:69; Mulder, 1983:25). Iamampu mendengar, merasa, dan melihat apa yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia yang masihdiselubingi oleh kebendaan, syahwat, dan segala kesibukan dunia yang fana ini (Aceh, 1987:70).Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:20 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nembah nuwun kakang mbok ayu..sanget anggen kawulo mundi..nembah nuwun wewaler lan pepacuh..mugi hanuju ing sumarah lan sumende ngantos…ing WANGKIT kakang mbok ayu…ngestok aken dawuh…..bilih meniko kang kersak aken..mugi krenteg’e manah tansah hambegawan CIPTO NING…nyuwun pangestunipun….

      04 Juni jam 23:25 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tindakan diri manusia semata-mata menjadi laku karena Tuhan (Subagya, 1976:85). Keadaan yangdialami oleh Bima yang mencerminkan bahwa dirinya telah mencapai tahap makrifat, di antaranya iamerasakan: keadaan dirinya dengan Tuhannya bagaikan air dengan ombak, nikmat dan bermanfaat, segalayang dimaksud olehnya tercapai, hidup dan mati tidak ada bedanya, serta berseri bagaikan sinar bulanpurnama menyinari bumi.Nilai Filosofis Hamba (Bima) dengan Tuhan bagaikan Air dengan Ombak Wujud ³Yang Sesungguhnya´, yang meliputi segala yang ada di dunia, yang hidup tidak ada yangmenghidupi, yang tidak terikat oleh waktu, yaitu Yang Ada telah berada pada Bima, telah menunggalmenjadi satu. Jika telah manunggal penglihatan dan pendengaran Bima menjadi penglihatan danpendengaran-Nya (bdk. Nicholson, 1975:100-1001). Badan lahir dan badan batin Suksma telah ada padaBima, hamba dengan Tuhan bagaikan api dengan asapnya, bagaikan air dengan ombak, bagaikan minyak Nilai Filosofis Bima Merasakan Nikmat dan Bermanfaat Bima setelah manunggal dengan Tuhannya tidak merasakan rasa khawatir, tidak berniat makan dan tidur,tidak merasakan lapar dan mengantuk, tidak merasakan kesulitan, hanya nikmat yang memberi berkahkarena segala yang dimaksud dapat tercapai. Hal ini menyebabkan Bima ingin manunggal terus.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:26 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Gusti nyuwun pangapunten… nek dikon ati2 wae kok yo ndablek… wisss embuh … pasrah waelah….

      04 Juni jam 23:27 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ia telahmemperoleh kebahagiaan nikmat rahmat yang terkandung pada kejadian dunia dan akhirat. Sinar Ilahiyang melahirkan kenikmatan jasmani dan kebahagian rohani telah ada pada Bima. Oleh kaum filsafat,itulah yang disebut surga (Hamka, 1984:139). Keadaan ini secara filosofis melambangkan bahwa Bimatelah mencapai tahap makrifat.Nilai Filosofis Segala yang Dimaksud oleh Bima TercapaiSegala yang menjadi niat hatinya terkabul, apa yang dimaksud tercapai, dan apa yang dicipta akan datang,jika hamba telah bisa manunggal dengan Tuhannya. Segala yang dimaksud oleh Bima telah tercapai.
      Keadaan ini secara filosofis melambangkan bahwa Bima telah mencapai tataran makrifat.Segala yang diniatkan oleh hamba yang tercapai ini kadang-kadang bertentangan dengan hukum alamsehingga menjadi suatu keajaiban. Keajaiban itu dapat terjadi sewaktu hamba dalam kendali Ilahi(Nicholson, 1975:132). Ada dua macam keajaiban, yang pertama yang dilakukan oleh para wali disebutkeramat dan yang kedua keajaiban yang dilakukan oleh para nabi disebut mukjizat (Nicholson,1975:129).
      Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:30 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Nilai Filosofis Bima Merasakan Bahwa Hidup dan Mati Tidak Ada BedanyaHidup dan mati tidak ada bedanya karena dalam hidup di dunia hendaklah manusia dapat mengendalikanatau mematikan nafsu yang tidak baik dalam dalam kematian manusia akan kembnali menjadi satudengan Tuhannya. Mati merupakan perpindahan rohani dari sangkar kecil menuju kepada kebebasan yangluas, kembali kepada-Nya. Dalam kematian raga nafsu yang tidak sempurna dan yang menutupikesempurnaan akan rusak. Yang tinggal hanyalah Suksma. Ia kemudian bebas merdeka sesuaikehendaknya kembali manunggal kepada Yang Kekal (Marsono, 1997:799). Keadaan bahwa hidup danmati tidak ada bedanya secara filosofis melambangkan bahwa tokoh Bima telah mencapai tahap makrifat.Nilai Filosofis Hati Bima Terang bagaikan Bunga yang Sedang Mekar Bima setelah mengetahui, menghayati, dan mengalami manunggal sempurna dengan Tuhannya karenamendapatkan wejangan dari Dewaruci, ia hatinga terang bagaikan kuncup bunga yang sedang mekar.Dewaruci kemudian musnah. Bima kembali kepada alam dunia semula.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:36 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra nuggu tek selanjut nya si nambi nyruput kopi…..kang dullah..kang agung..kng irfan..kang jeans.kng cipto.sedoyo kang taseh setia menanti wedara’an bunda tercinta..yuk sinambi minum kopi jahe..seger tor hangaaaaaat….

      04 Juni jam 23:42 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ia naik ke darat kembali keNgamarta. Keadaan hati yang terang benderang bagaikan kuncup bunga yang sedang mekar secarafilosofis melambangkan bahwa Bima telah mencapai tahap makrifat.KesimpulanKisah Bima dalam mencari tirta pawitra dalam cerita Dewaruci secara filosofis melambangkan bagaimanamanusia harus menjalani perjalanan batin guna menemukan identitas dirinya atau pencarian sangkanparaning dumadi µasal dan tujuan hidup manusia atau manunggaling kawula Gusti. Dalam kisah initermuat amanat ajaran konsepsi manusia, konsepsi Tuhan, dan bagaimana manusia menuju Tuhannya.Konsepsi manusia disebutkan bahwa ia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Ia dijadikandari air. Ia wajib menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu tugas guru hanya memberi petunjuk. Manusiatidak memiliki karena segala yang ada adalah milik-Nya. Ia wajib selalu ingat terhadap Tuhannya, awasdan waspada terhadap segala godaan nafsu yang tidak baik, sebab pada akhirnya manusia akan kembalikepada-Nya. Konsepsi Tuhan disebutkan bahwa Ia Yang Awal dan Yang Akhir, Hidup dan YangMenghidupkan, Mahatahu, dan Mahabesar.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:45 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ia tan kena kinaya ngapa µtidak dapat dikatakan dengan apapun. Kisah perjalanan batin Bima dalam menuju manusia sempurna ini dapat dibagi menjadi empattahap, yaitu: syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat (Jawa sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dansembah rasa).

      Kematian Jayajadra

      Ketika dunia pewayangan mengalami peperangan, mereka yang ke medan laga juga menggunakanberbagai macam senjata. Rupa-rupa senjata digunakannya. Para ksatria menggunakan panah dan kerissedangkan para sudra menggunakan terampang, badik, tombak, atau golok untuk membacok. Panahdigunakan untuk dilepas pada musuh yang jauh tempatnya, sedangkan keris digunakan untuk peperanganjarak pendek. Kedua senjata ini terhitung yang paling sempurna. Ada yang berasal dari sesuatu bendaajaib, misalnya dan taring Betara Kala. Namun, sebaik-baik senjata adalah yang berasal dari pemujaantapa-brata dan pembenan para dewa Umumnya, para dewa memberi hadiah panah kepada anak keturunan
      Pandawa, karena Pandawa dikenal sebagai ahli pertapa dan pemuja. Dari sanalah mereka memperolehsenjata panah dengan kesaktian yang beranekaragam.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:50 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Sri Kandi OJOK SIRO MULANG GETHING MARANG LIYAN, JALARAN IKU BAKAL NANDUR CECONGKRAHAN KANG ORA ONO UWIS-UWIS. OJOK NGUMBAR HOWO NEPSU LAN OJOK MELIK DARBEKING LIYAN MUNDAK TAMBAH SENGSORO URIP NIRO DEWE.

      04 Juni jam 23:54 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tak jarang beberapa jenis panah memilikikesaktian yang melebihi batas. Misalnya, ada panah yang bisa berganti wujud dan bisa memagut bagaikanparuh burung Ardadeli. Bahkan, ada panah yang bias menutup teriknya matahari, mengubah terangbenderangnya dunia menjadi gelap gulita. Raja dari segala senjata adalah panah cakra Prabu Kresna. ladihormati dan ditakuti oleh seluruh benda yang bernama senjata. Segala kesaktian tunduk pada senjatacakra. Tersebutlah dalam sebuah kisah.Tatkala Prabu Arjunasastra hendak dipanah dengan senjata cakra, maka raja agung binatoro-saktimadraguna itu keder, takut hingga bertriwikramalah Sang Prabu, menjadi raksasa titisan Wisnu untuk menandingi kesaktian cakra. Karena hanya kepada Dewa Wisnu sajalah senjata itu tunduk dan takluk bagaikan hamba sahaya. Ini menggambarkan bahwa panah bukan sembarang senjata, apalagi barangmainan. Malah pada saat perang Baratayuda, panah cakra itu digunakan oleh. Prabu Kresna untuk menghadang sanghyang surya. Ketika panah dilepas ke angkasa, ia melesat menembus langit, menutupmatahari. Bumi menjadi gonjang-ganjing,siang menjadi muram, tampak seperti malam.Lihat Selengkapnya

      04 Juni jam 23:55 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG TABUH 00.00.

      04 Juni jam 23:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Pathak Warak Kulonuwun Sugeng Ndalu Jeng.. Eee timbangane lingak linguk malem mingguan dewean tak melu nyimak sinambi leyeh leyeh ngombe wedhang.. Angsal nggeh Jeng.. Ademe Rek …

      05 Juni jam 0:01 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kulo tutukke rumiyen njih mbak yu ngantos Kematian Jayajadra kelar… nyuwun pangapunten mbak yu kolo wau sampun istirahat kok….

      05 Juni jam 0:02 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Tipu muslihat ini digunakan pada waktu Arjuna bersumpahakan mati membakar diri, bila hari itu tak berhasil membunuh Jayadrata. Karena sumpah itu, makaJayadrata disembunyikan Kurawa agar terhindar dari ancaman Arjuna. Namun, sial bagi Kurawa. Ketikasinar matahari tampak suram, Jayadrata ingin mengintai matinya Arjuna dari persembunyiannya.Perbuatan Jayadrata ini diketahui oleh Prabu Kresna. Maka, berkatalah ia kepada Arjuna agar segeramelepas panahnya kepada sang pengintai.Panah dilepas dan terpenggallah kepala Jayadrata. Setelahperistiwa itu terjadi, Prabu Kresna tak lagi menutupi matahari dengan panah cakranya.Seluruh alam tampak terang-benderang sebagaimana sediakala. Sorak sorai mewarnai kehidupan bumi.Kemenangan ada pada pihak Pandawa.Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 0:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Patak warak xxixixixixxixi malam minggu kelabu njih Dimas…. he he he…

      05 Juni jam 0:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Bima Tunak

      Para Pandawa disertai Gatutkaca sedang membicarakan rencana pembukaan hutan Suwelagiri untuk dijadikan sawah. Prabu Darmakusuma minta agar masing-masing Pandawa membuat sawah sesuaidengan perintah dewa-dewa, dan agar pembuatan sawah itu dapat diselesaikan dalam waktu satu hari.Tentang luasnya agar disesuaikan dengan kekuatan masing-masing; paling sedikit membuat tempat untuk pembibitan padi. Mereka semua berangkat ke hutan Suwelagiri. Prabu Darmakusuma mengambil tempatdi tengah, dengan mempergunakan Aji Amral pembuatan sawah itu cukup dengan ditengok (diinguk)saja, sehingga setelah jadi dinamakan Sawah Sak Inguk.Berganti Raden Werkodara maju akan membuat sawah, ia duduk lalu menerapkan Aji Jala Sengkara.Karena saktinya mantra itu hanya dengan menggerakan bahunya saja semua batu besar maupun pohonbesar dapat disingkirkan dan jadilah sawah itu. Karenanya sawah Raden Werkodara dinamakan SawahSebahu. Kemudian Raden Arjuna mengambil pinggir hutan. Ia duduk beralaskan daun-daunan, lalumerebahkan diri dan tiduran sambil berselimut (mujung). Dengan menerapkan Aji Sepi Angin ia mulaiberdoa. Tidak lama kemudian sawah itu telah selesai, dan dinamakan Sawah Saejung.Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 0:10 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Raden Nakulaketika melihat ketiga kakaknya telah selesai membuat sawah, ia dengan tergesa-gesa ingin mengikutijejak kakaknya. Agar cepat selesai tanah itu diludahinya (idu), maka jadilah sawah itu, dan dinamakanSawah Saidu. Raden Sadewa demikian juga, karena terburu-buru ia hanya dapat menyiapkan tanah sedikit(saecrit). Setelah jadi dinamakan Sawah Saecrit. Raja Amarta beserta adik-adiknya menjadi petani,mereka juga menyabit rimput, menyiapkan lahan, menyebar padi untuk bibit, dan lain-lain pekerjaanpetani. Setelah benih padi tumbuh, maka bibit padi itu dipkul dibawa ke sawah masing-masing untuk ditanam. Mereka juga menyiangi rimput-rimput liar yang tumbuh. Selesai dengan pekerjaan itu merekatinggal merawat dan menunggu buah padinya menjadi siap dipetik.
      Tersebutlah di negara Nganjuk hama tanaman yang merupakan anak-anak Prabu Kalagumarangmenghadap ayahandanya. Puthut Jayalapa, adik Prabu Kalagumarang melaporkan bahwa para hamatanaman ini telah beberapa hari menangis karena kelaparan. Mereka mendengar berita bahwa di Amartabanyak tanaman padi, karenanya mereka akan pergi ke sana mencari makan. Ia memintakan izin untuk berangkat ke sana. Sebetulnya Parabu Kalagumarang merasa khawatir akan keselamatan para hama,karena mengetahui bagaimana saktinya para Pandawa.
      Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 0:15 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Pathak Warak kela bu … Kelanggenane…
      Sampeyan isi dewe titik titik e nggeh Jeng … QikqikqikS..

      05 Juni jam 0:18 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Namun ia juga tidak dapat melarang ; untuk menjaga keselamatan para hama ia memberi pusaka yang bernama Tumbak Kyai Ujung Langkir,khasiatnya bila hama yang mau mati akan hidup lagi bila pusaka itu diletakkan di atas hama yang mati.Setelah mendapat restu, mereka lalu berangkat. Karena merupakan hama,perjalanan mereka cepat sekalidan tidak terlihat oleh manusia. Puthut Jayalapa hanya memperhatikannya dari jauh.Setelah sampai di sawah dengan tanaman padinya yang subur, mereka tidak lagi dapat menahan diri .Semuanya menyrbu dan makan tanaman padi dengan perasaan gembira. Puthut Jayalapa hanyamengawasi dari jauh, percaya bahwa bila ada yang mengganggu para hama akan dapat dimusnahkandengan pusaka tadi. Tanaman yang terkena hama tanpa ampun lagi menjadi rusak dan mati. Pada suatuhari Raden Nakula memeriksa tanamannya ke sawah, terkejut sekali ketika melihat tanaman padinyabanyak sekali yang mati. Ia segera menuju ke tempat kakak-kakaknya. Pada saat itu saudara-saudaranyasedang berkumpul, datanglah Raden Nakula memberitahu bahwa tanaman mereka mati semua. Merekaterkejut, karena beberapa hari yang lalu tanamannya masih terlihat subur. Mereka semua menuju kesawah masing-masing. Raden Arjuna memberitahu bahwa terdengar suara berisik di antara batang padi,sedangkan Prabu Darmakusuma membicarakan bagaimana caranya agar tanamannya menjadi sehat lagi.Raden Wrekodara mengetahui bahwa tanamannya disebu para hama. Ia berpendapat bahwa hama itudapat dibasmi.Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 0:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Patak Warak….. ha ha ha ha mawuttttt rasane dadi malam minggu tuku sego goreng njih to… segone kudhune putih kemarah2an mergo tambahan lombok karo saos… ning saking gupuhe mergo kelabu tambahane ora saos karo lombok jebulane abu gosok…. xxixxixixixixixixxii

      05 Juni jam 0:23 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Prabu Darmakusuma dan lainnya mengikuti bagaimana upaya Wrekodara dalammembasmi hama. Wrekodara meminta semuanya telanjang sambil membawa sesajian penolak hamaberjalan mengelilingi sawah mereka. Raden Wrekodara berjalan paling depan, diikuti oleh PrabuDarmakusuma yang membaca mantra serta membawa serat membawa Serat Klimasada dan dibelakangnya adik-adiknya yang lain. Ketika mulai membaca mantra yang berbunyi sebagai berikut:
      1.Mel PlecungSemilah sundul gunung moncar uruping cahya, susurem damaring jagad, salallahu ngalahi wasalam,lumpurana, rampung.
      2.Mel Gentur Tunjungsari sarining ngukir, putra Pandhu Dewanata pretapane, dhasar bagus terusing ngati, pan leburingjagading ama iki, rampung.
      3.Mel TanggulSemilah jambe-jambe thongun, ana baya mambang alun-alun, tapung kepruka marang ama, rampung.
      4.Mel TarungSubana subani telenge kembang, sahadat kalima kekalih delinga, ngama bareng pesating nyawa iki,rampung.
      5.Mel GulungGulung-gulungan emel sida mati ora lunga mendhung ajur telujuring nyawa ama, salallahu, rampung.
      6.Mel SipatKoluk jati rampung gunung, kang kotedha sira manyar gawa luwung gancang-gancang carita kabeh,salalaahu ngalahi wasalam, rampung.
      Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 0:24 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Pathak Warak Wuiik.. Leres Saestu kuwi Jeng… Cacakku iki nangdi Digoleki munyer munyer Senengane Ndelik Ae… QikqiqikS..

      05 Juni jam 0:27 melalui seluler · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Para hama terkejut karena terkena pengaruh tolak bala tadi. Mereka berlarian, dan ketika melihat phallusBima mereka menjadi pingsan. Puthut Jayalapa yang melihat hal itu segera meletakan pusaka tadi di atashama yang pingsan. Ada yang siuman, tetapi akan makan tanaman lagi sudah tidak berdaya. Berulang kalidikerjakannya tetapi hasilnya tidak memuaskan, oleh karenanya Puthut Jayalapa mengajak para hama itupulang kembali ke Nganjuk. Semula para hama tadi menolak untuk pulang, tetapi dipaksa oleh PuthutJayalapa.Dengan selesainya mereka mengelilingi sawah, maka bersihlaj sawah tadi dari hama. Mreka lalubernusana kembali. Beberapa hari kemudian mereka memeriksa tanaman mereka yang sudah mulai hidupsubur dan mulai nerbunga. Mereka bebesar hati ketika padinya telah dapat dituai.Lihat Selengkapnya

    • Kozink Saputra wah blehi tenan bunda…tak nderek gemujeng nggeh…hahhahaahahahaha...ben g ngantuk..isi mung podo ngrungokno bocah2 podo ngorok iki bun…hehhheehe..

      05 Juni jam 0:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kozink Saputra gosok abu rak sepet neng lambe …hheheheh

      05 Juni jam 0:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi bunda njur pripun raose nasi goreng rasa abu? hehe

      05 Juni jam 0:43 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo hem… Sejarah… Bagus tuk kita ketahui… Banyak falsafah yg kita dapat dari sejarah… Salam jasmerah rahayu…

      05 Juni jam 1:00 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ki Joko Bodho arjuna betapa hebat kau dan cerita hidupmu legendaris tapi siapa ya dewisuprobonya sekarang, tapi critanya dewi suprobo akhirnya juga jadi istri arjuna, ya bunda lia mohon di jelakan ya.crita crita arjuna yang lain.

      05 Juni jam 2:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bayu Agustianto oalah ki ki Dewinya lagi ol ki ,n arjuna lagi semedi ki hehehe met malm ki…

      05 Juni jam 2:41 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he…. wissss jiaaannnn…

      05 Juni jam 5:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bayu Agustianto morning jeng…

      05 Juni jam 5:44 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Alam Malaqut · Berteman dengan Eko Susanto dan 217 lainnya
      Subhanallah….tiada yg terucap dng wedaran yg luas ini hanya matur agunge panuwun dalem kalian ta’dziim dalem kagem Mama kalian Bude Sri Kandi kakunjuk…ugi sungkem lan bekti dalem tansah aturaken Mama ,Budhe Sri..

      05 Juni jam 6:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Bayu say… pagi mas….

      05 Juni jam 6:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kyara kok ganti nama ndak bilang2 say….

      05 Juni jam 6:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Alam Malaqut · Berteman dengan Eko Susanto dan 217 lainnya
      Nyuwun Dukho Mama…bagaimana dengan nama ini Mama??..Mama I love You…

      05 Juni jam 6:09 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Segoro Geni

      Alkisah Arjuna, Sang Ksatria Pandawa, berniat untuk bertapa di puncak gunung Indrakila agar mendapatkan berkah Sang Pencipta. Berkah tersebut diharapkan sebagai bekal yang akan digunakan mengarungi samudera kehidupan. Dalam perjalanannya mencapai puncak gunung, Sang Arjuna diserang oleh seekor babi hutan dengan perut yang sangat besar- dengan seru Kakek bercerita tentang peperangan tersebut – sampai akhirnya babi tersebut dipanah perutnya – sehingga mati.

      Setelah mengubur babi tersebut, dilanjutkanlah perjalanan menapak jalan terjal berliku menuju puncak gunung. Ditengah hutan yang lebat, kembali Arjuna diserang oleh ular berkepala tiga. Perkelahian diceritakan dengan sangat sengit. Ekor dipegang, kepala mematuk, kepala dipegang, ekor melilit. Akhirnya Sang Arjuna melompat ke belakang, mencabut tiga anak panah sekaligus, merapal mantra, akhirnya anak panah melesat menembus tiga kepala ular – mati.
      Selesai dengan cerita ular, Sang Arjuna melangkah lagi menuju puncak gunung. Sang Ksatria pandawa melawati Gua Besar yang dihuni oleh raksasa berkepala empat. Penengah Pandawa ini lalu berperang sengit dengan raksasa. Digebuk kepalanya, bukannya loyo, malah tambah besar dan kuat, dipukul badannya – si raksasa tambah galak, dipanah tidak mempan. Di tengah keputus-asaan, Sang Arjuna melompat mundur, dan bersila, mengheningkan cipta, meredam emosi ketitik nol, dan Sang Raksasa, anehnya, mati sendiri.

      Lalu perjalanan tibalah di puncak gunung Indrakila. Sang Arjuna mencari gua tempat dia bersemedi, mengheningkan cipta, memohon kepada Sang Kuasa, agar kehendaknya dapat dikabulkan. Akibat kuatnya tapa Sang Arjuna, konon swargaloka menjadi panas, lalu Bathara Indra mengirim bidadari yang paling cantik, Dewi Supraba, untuk menggoda tapa Sang Arjuna. Godaannya tidak mempan, lalu Bathara Guru datang, memberikan berkah kepada Sang Arjuna sebuah panah sakti bernama PASOPATI. Cerita tamat, 15 cucu-cucu beliau, termasuk saya, kembali ketempat tidur, bermimpi indah untuk menjadi Sang Arjuna.Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 16:46 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Segoro Geni hanya menambahi sedikit aja bunda rahayu

      05 Juni jam 18:17 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia Terimakasih mas Segoro Geni salam kasihku …

      05 Juni jam 18:20 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Segoro Geni sama sama bunda

      05 Juni jam 18:21 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Segoro Geni

      Ada sebuah kisah yang pernah saya baca dalam cerita perwayangan, yaitu; seorang Werkudara alias Bima dari tokoh Pandawa Lima, yang pergi ke kedalaman hutan guna mencari ilmu sejati bernama “Sangkan Paraning Dumadi” yang bertempat di “Kayugung Susuhe Angin”. Yang berada dibawah “Gunung Candradimuka” Pencarian itu diperintah oleh guru spiritual Bima, bernama Durna.
      Sampailah Bima pada hutan dan mulai bertanya pada penduduk disitu dimana gunung yang Candradimuka itu berada? Tak ada satupun penduduk yang tahu, tentunya. Karena selain nama itu asing, penduduk setempat baru saja mendengar nama tersebut dari mulut Bima. Bima tak putus asa, dia terus mencari dan terus menanyai penduduk sekitar, tak lupa juga lelaku dan tapa brata yang sering diajarkan oleh gurunya, sekaligus ayahandanya Pendeta Durna. Akhirnya suatu hari dia bertemu orang tua yang berjalan pelan sekali, karena rasa ingin tahunya semakin besar tak pelak orang tua tersebut juga ditanyai perihal masalahnya.
      Akhirnya orang tua tersebut langsung mencerca dengan pertanyaan:” Hai Bima, apa yang kau cari?” tanya orang itu, “Aku mencari Sangkan Paraning Dumadi yang berada di Kayugung Susuhe Angin tepat dibawah gunung CandraDimuka yang berlobang 2 dasarnya” jawab Bima dengan detil, “untuk apa kau mencarinya?” orang tua itu seakan tak puas: “untuk mencari ilmu sejati” Bima semakin yakin dengan jawabannya. “Setelah Ilmu sejati engkau dapatkan, apa yang kaucari?” “Ketentraman”.
      “Ketahuilah hai Bima, gunung candra dimuka adalah perumpamaan; gunung artinya hidung yang lobangnya ada dua, candra artinya penglihatan mu, muka adalah wajahmu sedangkan susuhe angin adalah masuk keluarnya nafasmu. Jika kau mengatur keluar masuk nafasmu seraya mengingat akan Tuhan, maka engkau sudah melangkah kesana, dan ilmu sangkan paraning dumadi hanyalah ilmu para raja jelas orang tua tersebut.
      Seketika itu Bima menangis, mengetahui keadaanya yang bukan Raja; seakan mengerti tangisannya, orang tua itu melanjutkan penjelasannya, Raja artinya adalah hatimu sendiri, sedangkan rakyatnya adalah tubuhmu, tangan sebagai menteri, kaki sebagai jenderal dan pikiran sebagai panglima. Jika mereka bersitegang, mereka akan berperang, memaksakan kehendaknya sendiri hingga timbullah perang Barathayuda.
      “Sekarang pergilah pulang dan carilah ilmu sejati didalam dirimu, tapi ingat !!! Engkau harus punya Guru Rohani, karena dedengkot setan tidak suka melihat anak manusia mempunyai ilmu sangkan paraning dumadi”. Tambah orang tua itu lebih jelas”Saya sudah punya guru, yaitu pendeta durna”. “Baguslah kalau begitu” Lalu orang tua itu meninggalkan Bima sendirian.
      Ternyata Dalam cerita pewayangan saja,mensyaratkan adanya guru untuk ilmu tinggi dalam rangka ketenangan dan ketentraman hati.Apalagi kalau itu adalah ilmu dari Allah,dibutuhkan Guru yang mengerti dan menterjemahkan kata Demi kata,ayat Demi ayat dan makna yang tersirat dalam Kitab Suci,yang pasti di dalam Al-Quranlah, INTI DARI ILMU KETENANGAN HATI.Tanpa guru yang mengajarkan dengan benar, bisa jadi…bukan ketentraman hati yang didapat,malah kesesatan yang kita jumpai.
      Saat ini ditengah banyaknya musibah yang terjadi di seluruh pelosok Negri kita Indonesia,ilmu ketentraman ini sangat dibutuhkan untuk jiwa jiwa yang sedang lara dan nestapa ini.Karena cobaan ini sangatlah berat,perlu ketenangan dan ketentraman hati menyikapinya.Semoga saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan.Amin….
      Lihat Selengkapnya

      05 Juni jam 18:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Ki Joko Bodho ya kalau saya sangat sadar mas ilmu iku dudu moco. nemune yo kudu nawaitu,oleh pagestu,, duwe guru, gelem lelaku, mituhu dawuhe guru , duwe sangu, lan lek bejo entuk wahyu, lek gak bejo oleh bojo ayu, anake pak guru, lek mung moco yo mung oleh crito songko konco,@ mas segoro geni,@ untuk bunda lia aku hanya bisa berkata….. luar biasa ? berbahagialah yang bernama arjuna arjuna di nusantara ini ,

      07 Juni jam 1:53 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 15, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: