Sarindhri (Wirataparwa) Cerita Wayang hari ke – 10 ( Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjutannya, Salam Kasih )

Sarindhri (Wirataparwa) Cerita Wayang hari ke – 10 ( Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjutannya, Salam Kasih )

oleh Bunda Lia pada 11 Juni 2011 jam 18:09
Sarindhri (Wirataparwa)
Cerita Wayang hari  ke  – 10
( Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjutannya, Salam Kasih )

Sudah hampir setahun Drupadi menyamar sebagai Sarindhri.
Mereka berenam memasuki Wirata dengan menyamar. Inilah syarat terakhir yang terberat. Mereka telah 12 tahun mengembara dari hutan ke hutan.
Apabila penyamaran ini terbongkar, mereka harus mengulangi pembuangan selama 12 tahun, baru kemudian Indraprastha akan dikembalikan.´O Yudhistira,´ batin Drupadi, ³begitu cendekia dirimu, begitu bodoh dirimu.´

Sebenarnya Destarastra yang buta, ayah para Kurawa, telah mengembalikan seluruh kekalahan Pandawa di meja judi, semuanya dikembalikan kepada Drupadi. Atas nama kehormatan, bahwa Pandawa tidak ingin berada di bawah ketiak Drupadi, Yudhistira terjebak untuk main dadu sekali lagi, dan tentu saja dilibas Sangkuni. Takdir menancap, kodrat tak terhindarkan, mereka sekali lagi mengembara. Untuk Drupadi, inilah pengembaraan yang pertama. Pengembaraan Pandawa sebelumnya berlangsung setelah Peristiwa Bale Sigala-gala, yang berakhir dengan pemunculan mereka dalam sayembara Pancala, tempat kemudian kelima Pandawa menikahi Drupadi bersama-sama.

³Sarindhri!´ ³Ya?´ ³Ratu Sudhesna mencarimu.´.³Ah, kalau saja Sudhesna tahu aku pun seorang ratu,´ pikirnya, ³apa kiranya yang akan terjadi?´Sarindhri berjalan sepanjang taman di keputren. Di kejauhan dilihatnya Tantripala sedang   mengatur taman. Ia tersenyum. ³Kini Sadewa bisa mengembangkan bakatnya,´ batin Sarindhri. Pandawa memasuki Wirata dengan penyamaran yang diarahkan oleh Kresna. Yudhistira menyamar sebagai Kanka, seorang cendekiawan, mengenakan pakaian sanyasin, dan mendapat pekerjaan sebagai penasehat Matsyapati raja Wirata. Bima datang dengan nama Abilawa, mengenakan ikat kepala dan memasang anting-anting di telinga, mendapat pekerjaan sebagai tukang jagal untuk hewan-hewan yang akan dimasak untuk hidangan istana.

Arjuna menyulap diri sebagai wanita-pria bernama Wrehanala, bergerak bebas di antara sida-sida istana, dengan busana berwarna-warni menyala, keahlian utamanyamerancang tari-tarian untuk hiburan istana. Nakula sang penunggang kuda melamar sebagai pelatih kuda pasukan kavaleri Wirata, dan ia menyebut dirinya Grantika. Sedangkan Sadewa yang sejak lama menyukai tanaman dan segala jenis tumbuhan mendapat kerja sebagai ahli pertamanan istana.  
Sungguh penyamaran yang sempurna, karena dengan bekerja di dalam istana, mereka tak tersentuh pengamatan mata-mata Hastina.

Sarindhri melangkah dengan berat sepanjang boulevard yang rindang oleh pepohonan menuju keputren. Ia tahu Ratu Sudhesna akan menanyakan persoalan yang sama, sudikah kiranya ia menjadi istri Kencaka.
Persoalan ini sulit diatasinya sendiri. Kencaka adalah mahapatih Wirata, yang bukan hanya berkuasa tapi juga sakti mandraguna.³Suaminya yang pertama, Yudhistira, hanya merasa permainan caturnya terganggu ketika aku mengadu kepada Raja. Aku tahu engkau akan membelaku, namun Batara Surya yang kurapal mantranya telah melindungiku. Kutahu Kanka berkata, Kembalilah ke tempatmu wahai jagal, dan engkau menurutinya.Inilah kesempatanmu, bunuhlah Kencaka untukku. Aku telah begitu menderita demi dan karena kalian, janganlah engkau menambah penderitaanku dengan kegagalan.

Jangan.´ ³Aku telah selalu merindukanmu Sarindhri, hanya ada engkau dan aku di sini.´ Di bangsal istana yang gelap, di mana Wrehanala selalu mengajarkan tari-tarian, mereka bercinta dalam kerinduan meluap.´Sebelas bulan aku tidak bertemu denganmu istriku.´ ³Dan aku tidak bertemu satupun dari lima suamiku.´ Wrehanala yang sudah sampai dipintu tak jadi masuk. Ia meminta Grantika serta Tantripala menunggu di luar saja. Mereka bertigamenghilang ketika Kencaka datang memasuki kegelapan bangsal. ³Sarindhri! Sarindhri! Ini aku datangmembawakan bunga untukmu.´

Kencaka telah membasuh tubuhnya dengan parfum. Di lihatnya sebuah ranjang, dan mengira Sarindhrimenanti di sana seperti telah dijanjikannya. Tangannya terulur, mengira akan menyentuh tubuh Sarindhriketika sebuah tangan bergerak cepat membantingnya. Dengan gerakan yang sangat cepat dan sangatkejam, Abilawa menghabisi riwayat Kencaka. Mahapatih ternama yang sakti mandraguna itu tak berdayamelawan murid terkuat Mahaguru Dorna. Abilawa memperlakukan Kencaka seperti hewan-hewan yangdijagalnya. Ketika tubuh Kencaka terlempar keluar jendela, orang-orang hanya melihat gumpalan dagingtanpa kepala dan anggota badan.

³Telah kulakukan semuanya untukmu Sarindhri,´ ujar Abilawa dalamkegelapan bangsal,´ berikanlah dirimu sekali lagi untukku.´”Hari sudah terang Abilawa,´ ujar Sarindhri,³lagipula di luar ada tiga suamiku berjaga, mereka telah mengusir para pengawal pribadi dan saudara-saudara Kencaka. Mereka berhak menghendakiku juga.´ Kematian Kencaka mengguncangkan Wirata.Raja Matsyapati mendapat tekanan dari segala pihak untuk mengusir Sarindhri. ³Perempuan itubersuamikan lima gandarwa yang mampu membunuh Kencaka. Ia telah menyulitkan Raja, maka ia jugabisa menyulitkan Wirata.´ ³Kencaka mencari kesulitan sendiri, kami telah memperingatkannya.´

³Ya,tetapi perempuan yang telah menyebabkan kematian Kencaka tak seharusnya berada di Wirata.´Sudhesnaberkata kepada Sarindhri.´Kita harus berpisah Sarindhri, betapa pun Kencaka adalah adikku, kelakuannya buruk, tapi dialahpembela negara.´ Sarindhri menghitung hari. Penyamaran mereka tinggal 13 hari lagi. Betapa sialnya jikaterbongkar. Ia tak sudi terbuang ke hutan 12 tahun lagi. ³Beri saya waktu 13 hari wahai Permaisuri, suamisaya akan sangat berterima kasih kepada Puanku dan Raja. Pada hari itu kelima suami saya akanmenjemput dan menampakkan diri,´  Sudhesna yang selalu bersimpati kepada Sarindhri setuju, dan akanterbukti betapa hal ini sangat berarti.Dalam 13 hari terakhir mata-mata Hastina bekerja sangat keras.

Mereka melapor kepada Sangkuni tanpa hasil apa-apa, kecuali berita bahwa tiada lagi yang saktimandraguna di Wirata, karena Kencaka mati dibunuh gandarwa.³Kita rebut Wirata,´ ujar Sangkuni kepada Duryudhana, ³biarlah Indraprastha kembali kepada Pandawa,tapi kita mendapatkan Wirata. Panglima Karna dari Awangga diminta memimpin balatentara. Seribu ekor pasukan gajah, sepuluh ribu pasukan berkuda, dan seratusribu pasukan aneka senjata siap menggilasWirata. Tanpa sopan santun dan tanpa tantangan perang pasukan Hastina melewati perbatasan. Orang-orang kampung dibunuh, dirampok, dan dibakar rumahnya tanpa sepengetahuan Karna.

Pasukan penjagaperbatasan Wirata yang murka mengamuk dengan sergapan kilat. Pisau kukri pasukan Wirata yangterkenal merobek-robek perut pasukan Hastina. Namun seribu gajah menghancurkan desa-desa. Di istanaWirata berlangsung kegemparan yang amat sangat. ³Biarlah aku memimpin balatentara,´ kata Utara ³Utara, kamu masih terlalu muda,´ ujar Matsyapati. Wratsangka dan Seta sedang berada di Mongolia,tiada lagi yang mampu memimpin balatentara. Utara bergegas. Di luar, Wrehanala mencegatnya. ³Akudulu sais Arjuna,´ katanya, ³biarlah aku menjadi sais kereta perangmu.´ Utara menahan tawa.´Iniberperang bukan menari, Wrehanala.´ Sarindhri muncul entah darimana. ³Percayalah kepadanya Utara,seperti Arjuna telah mempercayainya.´

Tiada waktu berpikir bagi Utara, namun saisnya memang entah dimana, jadi dianggukkanlah kepalanya.Kereta perang Utara melaju diikuti seratus ribu balatentara yangsemuanya berkuda. Di perbatasan mereka menggasak balatentara Hastina. Pertempuran berlangsungseimbang dan Utara mengamuk seperti singa. Pedangnya merah bersimbah darah. Namun ketika Karnamelepaskan senjata-senjata pemusnah dunia yang membunuh beribu-ribu manusia dengan seketika,Wrehanala melarikan kereta keluar medan peperangan.³Wrehanala, kamu mau ke mana? Aku siap untuk mati. Biarlah kuhadapi Karna yang perkasa.´ Di bawahsebuah pohon, Wrehanala berhenti. Ia turun dari kereta dan menggali. Lantas membuka sebuahpeti.´

Inilah senjataku Utara, aku adalah Arjuna.´ Utara ternganga, Arjuna segera menyadarkannya.³Ayolah, biar kuhadapi Karna.´ Dari luar medan, Arjuna memasuki pertempuran dengan Utara sebagaisaisnya. Dengan segera dipunahkannya senjata-senjata Karna, dan dirusaknya formasi perang tentaraHastina. Mahaguru Dorna yang mengenal segala macam bentuk kesaktian segera waspada. ³Ajooowww!Arjuna! Mengapa membela Wirata?´ Dicegahnya Karna yang bersiap maju dengan dada membara.³Biarkan saja Karna, ini belum waktunya.´³Mereka telah menyalahi perjanjian,´ ujar Sangkuni, ³kenapa mereka harus bertempur melawan kita?´Diujung lain, Abilawa mengamuk dengan sepotong kayu. Pasukan gajah Hastina rusak hancur porak poranda. Balatentara Wirata mendesak mereka dengan sisa gajah-gajahnya sampai kembali ke perbatasanHastina.

Tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi selain pulang dengan kekalahan. Pasukan Wiratamelihat Arjuna di kereta perang Wirata. Seluruh dunia mengenal dan mengerti kisah pengusiran Pandawa.³Astaga! Jadi Arjuna yang menyamar sebagai Wrehanala?´ Arjuna bersinar seperti Dewa Indra. Disepanjang jalan orang-orang mengelu-elukannya. Setiba di istana, Sarindhri menariknya ke balik tirai.Tak seorangpun mengetahuinya.´Arjuna, sudah lama kita tidak bercinta.´Arjuna merengkuhnya tanpaberkata-kata.Itulah cara mereka merayakan berakhirnya penderitaan Pandawa.




Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Segoro Geni rahayu ibu salam kasih dan sejahtra

      11 Juni jam 18:18 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Sugeng ndalu bun,nyimak ya bun.

      11 Juni jam 18:19 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn makasih mas Segoro selamat malam…

      11 Juni jam 18:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Segoro Geni slamat mala ibu

      11 Juni jam 18:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng Dalu… mbak Siwi… kok ra mampir kenapa???

      11 Juni jam 18:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Salam kasih kembali mas Segoro…

      11 Juni jam 18:21 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Den Ayu….alhamdulillah….mugo tansah rahayu,Den Ayu….amin amin amin.

      11 Juni jam 18:23 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Salam hormat saya Bunda…
      Moga Bunda snantiasa di beri ALLAH kesehatan dan kelapangan waktu slalu spy bisa awk dpt arahan..

      Wah mau masuk azan ntar Insya ALLAH saya baca Bunda crita nya..

      Salam hormat dan salam kasih Bunda..

      Rahayu..3x….

      11 Juni jam 18:25 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Segoro Geni Arjuna bersinar seperti Dewa Indra. Di sepanjang jalan orang-orang mengelu-elukannya. Setiba di istana, Sarindhri menariknya ke balik tirai. Tak seorangpun mengetahuinya.”Arjuna, sudah lama kita tidak bercinta.”Arjuna merengkuhnya tanpa berkata-kata.Itulah cara mereka merayakan berakhirnya penderitaan Pandawa.

      Naga Taksaka melintasi malam, o
      mencari Parikesit di atas loteng –
      dengan cahaya lembut rembulan
      raja membaca riwayat Tanakung
      : “kutinggalkan peraduan cinta,
      dari pantai ke pantai memburu senja.”

      11 Juni jam 18:26 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Segoro Geni terimakasih ms abdulah ali

      11 Juni jam 18:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Sugeng dalu Bunda sayaaaaaang
      Salam sejahtera maturnuwun.

      11 Juni jam 18:29 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Rahayu smua,
      Monggo di lanjut bunda
      Hehe..

      11 Juni jam 18:32 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Segoro Geni….rahayu.

      11 Juni jam 18:33 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Nimas RoroAyu Wulandari suGenG daLu Bunda..

      11 Juni jam 18:36 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Segoro Geni rahayu ms Abdullah Ali

      11 Juni jam 18:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Alhamdulillah….

      11 Juni jam 18:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Segoro Geni salam sejahtra buat ms abdulah Abdullah Ali dan kluarga semoga Allah melimpahkan rejeki yg berlimpah….Apendi Amin

      11 Juni jam 18:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda lia?

      11 Juni jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Segoro Geni….terimakasih,amin amin amin.

      11 Juni jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • ‘Samuel Pongoh’ Cara Arjuna merayakan berakhirnya penderitaan Pandawa sangat menarik … apalagi hari ini malam minggu …

      11 Juni jam 19:10 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Matur nuwun kang Dullah….

      11 Juni jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Edy Yusuf Ritonga Aminnn… makasih dik selamat malam salam kasih.

      11 Juni jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrie Ragiel Trisno sayang salam kangen penuh kasih sayangku…

      11 Juni jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sebening Embun Pagi… selamat malam … salam kasih.

      11 Juni jam 19:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Matroji assallamualaikum,sugeng ndalu bunda lia moga sejahtera dan lestari widodo.salam semesta raya…

      11 Juni jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu mas Hari Yuswadi… salam kagem keluarga mas…

      11 Juni jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum……….
      @Mbakyu : kulo ngawali ….. radek sorean, mangke ndhak telat lagi….. Takut kena hukuman lagi…. heheheheh…………

      11 Juni jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Samuel … he he he makasih mas salam kangen.

      11 Juni jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Mas Muhamad Matroji selamat malam mas… salam kasih.

      11 Juni jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Abdul Lathif… he he he…

      11 Juni jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah mas Lathif minta dihukum…he he he

      11 Juni jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbakyu : Saya kangen sama hukuman panjenengan, kakakakaka……

      11 Juni jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Nopi Hermawan Assalaamu’alaikum..
      Salam Hormat saya haturkan kpd Bunda Lia

      11 Juni jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aiman Yiman salam kasih…. dan selamat malam

      11 Juni jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Nopi Hermawan salam kasihku dan selamat malam…

      11 Juni jam 19:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Semua pedagang kaki lima sudah sibuk menjajakan dagangannya; mainan anak-anak, makanan ringan, dan miuman serta buah segar. Seiring dengan lakon wayang yang akan digelar pada padhepokan agung milik Bunda Lia pada malam ini. Tak ketinggalan “Sang Bakul Kacang” langganan Mas Petruk……

      Tetapi, ke mana gerangan Mas Petruk, koq belum menampakkan batang hidungnya.

      11 Juni jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Resi Seta gugur (Barathayudha 1)
      Dikisahkan, Bharatayuddha diawali dengan pengangkatan senapati agung atau pimpinan perang keduabelah pihak. Pihak Pandawa mengangkat Resi Seta sebagai pimpinan perang dengan pendamping di sayapkanan Arya Utara dan sayap kiri Arya Wratsangka. Ketiganya terkenal ketangguhannya dan berasal dariKerajaan Wirata yang mendukung Pandawa. Pandawa menggunakan siasat perang Brajatikswa yangberarti senjata tajam. Sementara di pihak Kurawa mengangkat Bisma (Resi Bisma) sebagai pimpinanperang dengan pendamping Pendeta Drona dan prabu Salya, raja kerajaan Mandaraka yang mendukungKorawa. Bisma menggunakan siasat Wukirjaladri yang berarti ³gunung samudra.´ Pasukan dari negara-negara baik yang mendukung Pandawa maupun yang mendukung Kurawa telahberdatangan di Tegal Kurusetra. Mereka telah mendirikan perkemahan-perkemah an.Malam ini merekamulai berjaga jaga, karena esok hari Perang Barata Yuda, akan dimulai.

      11 Juni jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Hati dan perasaaan mulaibergetar, mengapa harus berperang, yang akan mengorbankan banyak orang tewas, mengapa tidak memilih damai, berdasar kan pembagian tanah Astina yang telah dibagi secara adil oleh Resi Bismawaktu itu, Kembalikanlah Indraprasta ke Pandawa. Perda maian telah diajukan kepada Kurawa, namunditolak.Besok pagi Bisma menjadi Panglima Perang Kurawa melawan Pandawa. Sementara itu Prabu SriBathara Kresna meminta Pandawa bersiap-siap memasuki medan laga Kurusetra. Seta ditun juk menjadiSenapati perang Pandawa. Sedang kan kedua adiknya Utara memimpin pasu kan disayap kanan danWratsangka pendamping kiri, memimpin pasukan disayap kiri. Matahari mulai bersinar, suara sangkakala menyayat nya yat.

      11 Juni jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Bergetar jiwa dan raga. Semua prajurit bersi ap berperang. Kedua belah pihak telahmengatur strategi perang.Resi Bisma telah memasuki me dan laga dan melayangkan beberapa senjatapada Perajurit Pandawa. Arjuna menangkis serangan senjata Bisma.Sementera itu kereta perang Bismamelaju cepat ketengah prajurit Pandawa. Resi Bisma bertemu dengan Abimanyu, dimintanya Abimanyumundur saja, karena masih terlalu muda. Kereta Perang Resi Bisma bertemu dengan kereta perangArjuna, yang di saisi Prabu Kresna.Resi Bisma memberi pesan agar Prabu Kresna memerintahkanSrikandi maju ke medan laga, Srikandi lah orang yang bisa menghantarkan kematian Resi Bisma.Sementara kereta perang Prabu Salya mengawal kereta perang Resi Bisma dari arah kiri. Sedangkandisebelah kanan kereta perang Resi Bisma disebelah kanan adalah Kereta perang PanditaDurna.Sementara itu Arjuna kehilangan daya juang, melihat senapati Astina adalah kakeknya yang sangatdisayangi, Sejak masih kecil kakek Bisma menyayanginya.

      11 Juni jam 19:50 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Disnilah timbul dialog antara Arjuna danPrabu Kresna.Untuk menggugah kembali semangat Arjuna.Dialog ini dikenal dengan Bagawad Gita.Balatentara Korawa menyerang laksana gelombang lautan yang menggulung-gulung, sedang pasukanPandawa yang dipimpin Resi Seta menyerang dengan dahsyat seperti senjata yang menusuk langsung kepusat kematian. Sementara itu Rukmarata, putra Prabu Salya datang ke Kurukshetra untuk menontonjalannya perang. Meski bukan anggota pasukan perang, dan berada di luar garis peperangan, ia telahmelanggar aturan perang, dengan bermaksud membunuh Resi Seta, Pimpinan Perang Pandawa.Rukmarata memanah Resi Seta namun panahnya tidak melukai sasaran. Setelah melihat siapa yangmemanahnya, yakni seorang pangeran muda yang berada di dalam kereta di luar garis pertempuran, ResiSeta kemudian mendesak pasukan lawan ke arah Rukmarata.

      11 Juni jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Setelah kereta Rukmarata berada di tengahpertempuran, Resi Seta segera menghantam dengan gada (pemukul) Kyai Pecatnyawa, hingga hancur berkeping-keping. Rukmarata, putera mahkota Mandaraka tewas seketika.Kereta perang Resi Bisma bertemu Senapati Pandawa, Seta. Terjadilah adu panah antara Seta melawanResi Bisma. Namun walaupun Bisma sudah berusia lanjut, ia masih lincah memainkan panah danpedangnya. Keduanya masih berim bang. Sementara itu Werkudara dengan gadanya menyambar nyambar kepala Para Kurawa, Arjuna dengan panahnya melesat ke semua arah penjuru musuh,dan Nakula sertaSadewa membabat Kurawa dengan pedang kembarnya. Gatut kaca menyambar Nyambar-nyambar lawannya dari angkasa.
      Para Kurawa banyak yang ketakutan dengan kegesitan para Pandawa.

      11 Juni jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sementara Putera Wirata, Utara sebagai pendamping Senapati sayap Kanan dan Wratsangka disayap kiri terusmelaju ketengah medan pertempuran. Resi Bisma merasa mulai terdesak. Resi Bisma meninggalkanmedan laga. Resi Seta mengejarnya.Resi Bisma berlari ke Sungai Gangga dan masuk kedalam SungaiGangga menemui ibunya. Resi Bisma pamit mati pada ibunya, Dewi Gangga merasa sedih, karenaseingatnya Resi Bisma, yang sewaktu muda bernama Dewabrata, sampai sekarang hidupnya tidak pernahbahagia, Bisma mestinya yang ber tahta di Astina menggantikan ayahnya. Dewi Gangga memberikancundrik. Resi Bisma berpamitan dan keluar dari sungai Gangga, ternyata di luar sudah ditunggu Seta. ResiBisma meloncat dan menusukan cundrik di dada Seta, yang membuat Seta Gugur.Dalam peperangan tersebut Arya Utara gugur di tangan Prabu Salya sedangkan Arya Wratsangka tewasoleh Pendeta Drona.

      11 Juni jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Bisma dengan bersenjatakan Aji Nagakruraya, Aji Dahana, busur Naracabala, Panahkyai Cundarawa, serta senjata Kyai Salukat berhadapan dengan Resi Seta yang bersenjata gada KyaiLukitapati, pengantar kematian bagi yang mendekatinya. Pertarungan keduanya dikisahkan sangatseimbang dan seru, hingga akhirnya Bisma dapat menewaskan Resi Seta. Bharatayuddha babak pertamadiakhiri dengan sukacita pihak Korawa karena kematian pimpinan perang Pandawa.

      11 Juni jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Resi Bisma Gugur (Barathayudha 2)
      Sementara perang semakin sengit, kini Prabu Salya telah dapat lawan yang seimbang, Prabu Salyabertemu dengaan putera Wirata, Utara. Keduanya duanya sama sama gesit dalam memainkan segalasenjata, dari panah, pedang dan adu kesaktian. Namun ketika terdengar sorak sorai Seta Gugur, Utara terlena, terperanjat, dan Utara tidak teringat lagi kalau masih di medan perang,Kesempatan baik itu tidak disia siakan oleh Prabu Salya, sehingga dengan mudah membidikkan senjatanya kepada Raden Utara.Senjata Prabu Salya mengenai dada Utara, maka gugurlah Raden Utara ditangan Prabu Salya.Demikian juga Raden Wratsangka mendapat lawan tangguh yaitu dengan Pendita Durna. Yang gesit danpandai olah senjata dan kanuragan,maka dengan mudah Pendita Durna membunuh Wratsangka.

      11 Juni jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Malam,trmksh bunda atas tag nya 🙂

      11 Juni jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Pihak Kurawa bersorak sorai dengan gugurnya tiga Satria Wirata. Kubu Pandawa sangat berduka dengankematian tiga satria Wirata.Sementara itu pada hari kesepuluh Perang Barata Yudha, Prabu Kresnameminta Srikandi segera bersiap untuk melawan Resi Bisma. Resi Bisma juga telah siap kembalibertempur, setelah berhasil mengalahkan Seta ditepi Sungai Gangga.Dewi Srikandi sudah berhadapandengan Eyang Bisma. Dewi Srikandi berkali kali dipukul, oleh Resi Bisma, namun tidak membalas.Tiba-tiba Resi Bisma terkesima, waktu memandang Dewi Srikandi, seperti berhadapan dengan Dewi Amba.Resi Bisma tidak bisa berbuat apa-apa, ia teringat sekali waktu Dewi Amba dengan manja mempesona Resi Bisma. Rupanya Dewi Amba telah memasuki tubuh Dewi Srikandi. Melihat situasi yang sedemikian rupa,Prabu Kresna langsung memerin tahkan Dewi Srikandi untuk memanah Resi Bisma, DewiSrikandi segera memanah Resi Bisma, panahpun dengan cepat melesat kearah Resi Bisma, tetapi apakarena ia seorang wanita atau ia ragu ragu terhadap Resi Bisma, panah Dewi Srikandi hampir tidak sampai kepada Resi Bisma.

      11 Juni jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam juga Bunda…
      Sama-2 Bunda…

      11 Juni jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar sugeng ndalu bunda..
      Nderek nyimak njeh bunda.,

      11 Juni jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala sugeng dalu poro kadang kinasih….

      11 Juni jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Sufgeng Ndalu, KangMas Petruk…… Rahayu…

      11 Juni jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Kangmas Abdul Lathif…dangu mboten kepireng suwantene, kamgmas hehehe

      11 Juni jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dengan cepat Arjuna melayangkan sebuah panah, dengan kekuatan tinggimendorong panah Srikandi melaju dengan cepat dan mengenai dada Resi Bisma. Resi Bisma , jatuh kebumi. Sasangkala berbunyi seiring dengan tumbangnya Resi Bisma di Tegal Kurusetra. Untuk menghor mati Resi Bisma, seseorang yang telah banyak berbuat baik kepada Pandawa maupun Kurawa, yangmerelakan melepas tahta Astina demi adik-adiknya, tetapi malah menjadikan Negeri Asti napura hancur lebur, Demikianlah nasib Negeri Astinapura, peninggalan ayahanda Bisma yaitu Prabu Sentanu.Resi Bisma ingin tidur diatas bantal. Prabu Suyudana memerintahkan Dursasana mengambil tilambersulam emas dari istana Astina. Tetap Resi Bisma tidak mau, Resi Bisma minta pada Arjuna untuk mengambilkan bantal pahlawan. Secepat kilat Arjuna mengambil busurnya dan menancapkan beberapaanak panah di dekat Resi Bisma tidur. Kepala Resi Bisma disangga diatas panah Arjuna yang menancapdi tanah dibawah kepalanya. Sedangkan Werkudara memberikan perisai-perisai perajurit yang telah gugur untuk menyelimuti Resi Bisma. Resi Bisa mmeminta pada Dewa untuk memberikan umur sampai akhir Perang Barata Yudha.

      11 Juni jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @kangmas Petruk : Injih…… Ngalaksaake aktivitas rutin akhir tahun pelajaran, Kangmas. Pangestunipun mawon kulo suwun…….

      11 Juni jam 20:55 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Karena ia ingin melihat akhir perang Barata Yudha.Kemudian oleh Pandawa, ResiBisma dibuatkan penutup kelambu untuk menghormati Resi Bisma. Pandawa dalam perang Barata Yudhaini kehilangan banyak tokoh-tokoh berguguran. Karena Resi Bisma adalah ahli strategi Perang yanghandal. Resi Bisma bertahan selama 10 hari menjadi senapati pihak Kurawa.

      Paluhan Bogadenta Gugur (Barathayudha 3)
      Sepeninggal resi Bisma, prabu Bogadenta diangkat menjadi senopati pengganti dengan pengapitnyakertipeya. Untuk menghadapinya, pandawa menampilkan arjuna sebagai senopti dengan werkudarasebagai pengapitnya. dengan mengendarai gajah murdaningkung dengan sratinya dewi murdaningsih,prabu bogadenta mengamuk dengan hebatnya. Melihat keadaan itu, arjuna dengan kereta perangnyamenempuh aliran wadyabala astina dan membawa pasukannya menerobos masuk ke dalam pertahanankurawa sehingga barisan lawan terdesak mundur.

      11 Juni jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Serem amat bunda ceritanya,jadi perang2an semoga saja hanya cerita penghibur di malming hehee

      11 Juni jam 21:14 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Arjuna berhadapan langsung dengan prabu bogadenta.perang tanding antara 2 panglima ini dimenangkan oleh arjuna. prabu bogadenta beserta gajah dansratinya mati sekaligus.Werkudara dengan gada pusakanya membabat hancur wadyabala astina, bergerak seperti banteng luka. iamendesak senopati pengapit kurawa, kertipeya, dan menghantamkan gadanya hingga dada kertipeyahancur. Prabu duryudana menyaksikan senopatinya gugur segera menunjuk penggantinya danmengangkat prabu gardapati, raja puralaya sebagai senopati dan wresaya sebagai pengapitnya
      mengetahui perubahan siasat kurawa, pandawa lalu menggeser kedudukan senpati dan pengapitnya.werkudara menjadi panglima dan arjuna sebagai pendamping. Akibat siasat prabu gardapati, yangmemancing bima bergeser dari tempat kedudukannya ketempat yang tidak dikenal, maka werkudara danarjuna terjebak ke dalam tempat yang berlumpur/embel/paluh. tapi pada saat terakhir, werkudara dapatmenangkap prabu gardapati dan wresaya untuk berpegangan naik keatas, sehingga keduanya terjerembabmasuk ke dalam lumpur. Werkudara yang menggendong arjuna dengan memanjat punggung kedualawannya segera meloncat keluar dari lumpur berbahaya itu. prabu gardapati dan wresaya mati tenggelamdalam lumpur.

      11 Juni jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam Diajeng, selamat malam para kadhang, selamat rinduku semua, rahayu

      11 Juni jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kang baridin : Selamat malam……. jangan pergi lagi, yaaaa…….

      11 Juni jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Arjuna sudah lama kita tidak bercinta___ Hmmm top markotop dech ceritanya___ Selamat Malam Bunda__ Salam Kasihku.

      11 Juni jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Abimanyu Gugur (Barathayudha 4)
      Abimanyu (Sansekerta: abhimanyu) adalah seorang tokoh dari wiracarita Mahabharata. Ia adalah puteraArjuna dari salah satu istrinya yang bernama Subadra. Ditetapkan bahwa Abimanyu-lah yang akanmeneruskan Yudistira. Dalam wiracarita Mahabharata, ia dianggap seorang pahlawan yang tragis. Iagugur dalam pertempuran besar di Kurukshetra sebagai ksatria termuda dari pihak Pandawa, karena baruberusia enam belas tahun. Abimanyu menikah dengan Utara, puteri Raja Wirata dan memiliki seorangputera bernama Parikesit, yang lahir setelah ia gugur. Abimanyu terdiri dari dua kata Sansekerta, yaituabhi (berani) dan manyu (tabiat). Dalam bahasa Sansekerta, kata Abhimanyu secara harfiah berarti ³iayang memiliki sifat tak kenal takut´ atau ³yang bersifat kepahlawanan.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Gus Dul, datang dan pergiku bernilai sama Gus, Baridin hanya pelengkap dari yg telah ada dalam keberadaan,,,gkgkgkgk

      11 Juni jam 21:22 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Indramayu datang hehee

      11 Juni jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ dapatkah aku menjadi Abhimanyu dalam jagat modern ini Diajeng?

      11 Juni jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Bayi : Jangan diledhekin….. ntar lari lagi…… hahahahahahahaha…….
      @Pak Mukhtar : Dapatttttt…..

      11 Juni jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Kelahiran, pendidikan, dan pertempuranSaat belum lahir karena berada dalam rahim ibunya, Abimanyu mempelajari pengetahuan tentangmemasuki formasi mematikan yang sulit ditembus bernama Chakrawyuha dari Arjuna. Mahabharatamenjelaskan bahwa dari dalam rahim, ia menguping pembicaraan Kresna yang sedang membahas haltersebut dengan ibunya, Subadra. Kresna berbicara mengenai cara memasuki Chakrawyuha dan kemudianSubadra (ibu Abimanyu) tertidur maka sang bayi tidak memiliki kesempatan untuk tahu bagaimana carameloloskan diri dari formasi itu. Abimanyu menghabiskan masa kecilnya di Dwaraka, kota tempat tinggal ibunya. Ia dilatih oleh ayahnya yang bernama Arjuna yang merupakan seorang ksatria besar dan diasuh dibawah bimbingan Kresna. Ayahnya menikahkan Abimanyu dengan Uttara, puteri Raja Wirata, untuk mempererat hubungan antara Pandawa dengan keluarga Raja Wirata, saat pertempuran Bharatayuddhayang akan datang.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Mas Lathif, Kang Dullah, Mas Mukhtar, Mas Petruk serta untuk semua yg telah hadir disini__ Selamat bermalming__ Rahayu__ Salam Hormatku.

      11 Juni jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Lho Mas Arie , lha kopine mana iki? Mumpung Pak Mukhtar baru datang. Nanti kalau sudah miber lagi, ndak sempat nyeruput kopine…. hahahahaha…………

      11 Juni jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam juga Arie, ksatria pandawa yg berwibawa,,,

      11 Juni jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Hehe siap mas abdul lathif,salam untuk semua yang hadir,met malming semua,ijin mundur dulu ah,lg migren,bsk mau jalan lg ke osing hehee

      11 Juni jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @pak Mukhtar : Kalau menurut panjenengan Mas Arie ksatria Pandawa yang berwibawa, Lha Panjenengan adalah Ksatria ing Madukara……….

      11 Juni jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas Mukhtar…. Hehehehe… Rahayu…

      11 Juni jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ GusDul, aku ingin jadi ksatria dan kenyataanya aku selalu ga bisa menjadi, tapi terus ku usahakan, mhn doanya Gus,,,

      11 Juni jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Kang Mukhtar : Alhamdulillah masih mau berupaya untuk menjadi.
      Karena “berupaya” adalah kemenangan tanpa peperangan……
      Bukan begitu @Kang Baridin????????

      11 Juni jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mas Lathif kopinya udah disiapkan didapur tinggal ngambil… Hehehe…

      11 Juni jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ jika dalam Mahabharatha ada Bharathayudha, maka dalam Mahababad ada Bhrathaklana, suatu perjalanan juang yg melelahkan

      11 Juni jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Arie : Tolong dipun tuntun Pak Mukhtar, sebab biasane ingkang kulino kluyar -kluyur dateng pawon namung Panjenengan, Kulo, Mbak Wulan, lan Mbak Gadis. Sedangkan Pak Mukhtar Mboten nateh babar blas. Kulo mamang, mangkin kecemplung jeding. hahahahahahaha…………………

      11 Juni jam 21:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Pandawa menyamar untuk menuntaskan masa pembuangannnya tanpa diketahui dikerajaan Raja Wirata, yaitu Matsya. Sebagai cucu Dewa Indra, Dewa senjata ajaib sekaligus Dewapeperangan, Abimanyu merupakan ksatria yang gagah berani dan ganas. Karena dianggap setara dengankemampuan ayahnya, Abimanyu mampu melawan ksatria-ksatria besar seperti Drona, Karna, Duryodanadan Dursasana.
      Ia dipuji karena keberaniannya dan memiliki rasa setia yang tinggi terhadap ayahnya,pamannya, dan segala keinginan mereka.

      Kematian AbimanyuPada hari ketiga belas Bharatayuddha, pihak Korawa menantang Pandawa untuk mematahkan formasiperang melingkar yang dikenal sebagai Chakrawyuha. Para Pandawa menerima tantangan tersebut karenaKresna dan Arjuna tahu bagaimana cara mematahkan berbagai formasi. Namun, pada hari itu, Kresna danArjuna sibuk bertarung dengan laskar Samsaptaka. Oleh karena Pandawa sudah menerima tantangantersebut, mereka tidak memiliki pilihan namun mencoba untuk menggunakan Abimanyu yang masihmuda, yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mematahkan formasi Chakrawyuha namuntidak tahu bagaimana cara keluar dari dalamnya.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ GusDul, aku tidak katakan ttg kebaikan diriku dalam menjadi, dan aku lebih suka memaknainya dgn “berproses&menuju”,,,

      11 Juni jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Okeeeee…… 100 Untuk regu BARIDIN. Itulah Ksatria Sejati- Sejatinya Ksatria………
      Jangan belum-belum sudah…….

      11 Juni jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Untuk meyakinkan bahwa Abimanyu tidak akanterperangkap dalam formasi tersebut, Pandawa bersaudara memutuskan bahwa mereka dan sekutu merekaakan mematahkan formasi itu bersama Abimanyu dan membantu sang pemuda keluar dari formasitersebut.
      Pada hari penting itu, Abimanyu menggunakan kecerdikannya untuk menembus formasi tersebut.pandawa bersaudara dan sekutunya mencoba untuk mengikutinya di dalam formasi, namun merekadihadang oleh Jayadrata, Raja Sindhu, yang memakai anugerah Siwa agar mampu menahan para Pandawakecuali Arjuna, hanya untuk satu hari. Abimanyu ditinggal sendirian untuk menangkis serangan pasukanKorawa. Abimanyu membunuh dengan bengis beberapa ksatria yang mendekatinya, termasuk puteraDuryodana, yaitu Laksmana.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 21:47 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hiahahahaha… Beres Mas Lathif….

      11 Juni jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Setelah menyaksikan putera kesayangannya terbunuh, Duryodana marahbesar dan menyuruh segenap pasukan Korawa untuk menyerang Abimanyu. Karena gagalmenghancurkan baju zirah Abimanyu, atas nasihat Drona, Karna menghancurkan busur Abimanyu daribelakang. Kemudian keretanya dihancurkan, kusir dan kudanya dibunuh, dan seluruh senjatanyaterbuang. Putera Dursasana mencoba untuk bertarung dengan tangan kosong dengan Abimanyu. Namuntanpa menghiraukan aturan perang, pihak Korawa menyerang Abimanyu secara serentak. Abimanyumampu bertahan sampai pedangnya patah dan roda kereta yang ia pakai sebagai perisai hancur berkeping-keping. Tak berapa lama kemudian, Abimanyu dibunuh oleh putera Dursasana dengan cara menghancurkan kepalanya dengan gada.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ GusDul, belum gus, aku sering gagal dan gugur di papan palagan dan kurusetra untuk bangkit memulai dari awal lagi,,,

      11 Juni jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Jatuh bangun aku megejarmu…..
      Namun dirimu tak mau mengerti…..
      Lebih cocok itu lelagon ingkang pas Buat usaha yang telah @Pak Mukhtar lakukan. tapi tak apalah, nilai tambah dalam kehidupan ini adalah–ketika–seseorang dengan perkasa terus berusaha……..
      Itulah nilai hidup yang sebenarnya……

      11 Juni jam 21:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@,,, atau mungkin juga sebenarnya aku belum hidup semestinya krn sering tinggalkan medan perang, ujian para ksatria

      11 Juni jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Aku selalu siap memnabtumu dari belakang untuk menggapai “Usaha”mu…… Agar panjenengan menjadi Ksatria sejati……..

      11 Juni jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ sebab begitu banyak yg aku rencanakan dgn siasat yg pada akhirnya melemparkan aku dlm cucuran keringat dan tangis,,,,

      11 Juni jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Kegagalan adalah Kemenangan yang tertunda…….

      11 Juni jam 22:03 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Arjuna membalas dendamBerita kematian Abimanyu membuat Arjuna sangat sedih dan sakit hati. Ia sadar, bahwa seandainyaJayadrata tidak menghalangai para Pandawa memasuki formasi Chakrawyuha, Abimanyu pasti mendapatbantuan. Ia kemudian bersumpah akan membunuh Jayadrata pada hari berikutnya sebelum mataharitenggelam. Menanggapi hal itu, pihak Korawa menempatkan Jayadrata sangat jauh dari Arjuna. Ribuanprajurit dan ksatria mengelilingi dan melindungi Jayadrata. Arjuna berusaha menjangkau Jayadrata,namun ribuan pasukan Korawa mengahalanginya. Hingga matahari hampir terbenam, Jayadrata masihjauh dari jangkauan Arjuna. Melihat hal ini, Kresna menggunakan kecerdikannya.
      Ia membuat gerhanamatahari, sehingga suasana menjadi gelap seolah-olah matahari sudah tenggelam. Pihak Korawa maupunPandawa mengira hari sudah malam, dan sesuai aturan, mereka menghentikan peperangan dan kembali kekubu masing-masing.
      Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 22:04 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Gus, pun sekarang sedang ku masuki suatu bratayuda, perang besar yg akan menghabiskan seluruh usiaku tanpa henti,,,

      11 Juni jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ entah aku menjadi siapa dlm bratayuda ini, Arjuna, Werkudoro, Abimanyu, Kresna, atw yg lain, entahlah,,,

      11 Juni jam 22:09 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Pak Mukhtar : Saya sadar, kalau peristiwa itu bukan hanya menimpa pada diri panjenegan. Aku pun sama seperti panjenengan, Bunda, Kangmas Ali, dan semuya yan hadir di sini, sebenarnya mengalami peristiwa yang sama.
      Hanya saja kesiapan kita-lah yang masing-masing akan menjawab semua, bahwa pada ending-nya kita mampu mewujudkan diri sebagai Ksatria Sejati (Sejatine Ksatria) atau bahkan sebaliknya……..

      11 Juni jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Yang aku pesan, pada Pak Mukhtar (Sahabatku) Jangalah menjadi seperti Kirawa, Patih Sengkuni, dan Begawan Durna. Walau pun mereka sakti manderaguna.

      11 Juni jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ aku hanya memilih masuk dlm bratayuda ini tanpa menjadi ksatria pilihan, dan wlw hanya sebagai anak panah dari Kresna

      11 Juni jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng Ndalu Ibundaq.. Nderek nyimak jeh.. Salam kasih dan kangenq slalu.

      11 Juni jam 22:15 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ aku masuk dlm perang bratayuda ini dan memilih untuk tdk memilih untuk menjadi apa, sebenarnya itu yg bisa ku lakukan

      11 Juni jam 22:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ aku masuk dlm perang bratayuda ini dan memilih untuk tdk memilih untuk menjadi apa, sebenarnya itu yg bisa ku lakukan

      11 Juni jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Dadi awake dewe wae…..

      11 Juni jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Ali : Jossss…….

      11 Juni jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Dengan demikian, pihak Korawa tidak melanjutkan pertarungan dan Jayadrata tidak dalam perlindungan mereka lagi. Saat kereta Arjuna dekat dengan kereta Jayadrata, matahari muncul lagidan Kresna menyuruh Arjuna agar menggunakan kesempatan tersebut untuk membunuh Jayadrata.Arjuna mengangkat busurnya dan meluncurkan panah, memutus leher Jayadrata. Tepat pada saat tersebut,hari sudah sore, matahari sudah tenggelam dan Arjuna berhasil menuntaskan sumpahnya untuk membunuh Jayadrata. Abimanyu adalah inkarnasi dari putera Dewa bulan. Ketika Sang Dewa bulanditanya oleh Dewa yang lain mengenai kepergian puteranya ke bumi, ia membuat perjanjian bahwaputeranya tinggal di bumi hanya selama 16 tahun sebagaimana ia tak dapat menahan perpisahan denganputeranya. Abimanyu berusia 16 tahun saat ia terbunuh dalam pertempuran. Putera Abimanyu, yaituParikesit, lahir setelah kematiannya, dan menjadi satu-satunya kesatria Keluarga Kuru yang selamatsetelah Bharatayuddha, dan melanjutkan garis keturunan Pandawa. Abimanyu seringkali dianggapsebagai ksatria yang terberani dari pihak Pandawa, yang sudi melepaskan hidupanya saat peperangandalam usia yang masih sangat muda.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ KangDullah, milih awake dewek ugo yo ro iso kang,,,

      11 Juni jam 22:26 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali hahahaha….kang Baridin….hahahaha….bener,kang jiiiiaaaannnn cilekek hahahaha…..

      11 Juni jam 22:27 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalamkandungan ia telah mendapat ³Wahyu Hidayat´, yang mamp membuatnya mengerti dalam segala hal.Setelah dewasa ia mendapat ³Wahyu Cakraningrat´, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar.Abimanyu mempunyai sifat dan watak yang halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras,besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya,Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa.Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Iamempunyai dua orang isteri, yaitu: Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna, Raja Negara Dwarawatidengan Dewi Pratiwi, Dewi Uttari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negaraWirata, dan berputra Parikesit.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      BharatayuddhaAbimanyu gugur dalam perang Bharatayuddha setelah sebelumnya seluruh saudaranya mendahuluigugur, pada saat itu ksatria dari Pihak Pandawa yang berada dimedan laga dan menguasai gelar strategiperang hanya tiga orang yakni Werkodara, Arjuna dan Abimanyu. Gatotkaca menyingkir karena Karnamerentangkan senjata Kuntawijayandanu. Werkodara dan Arjuna dipancing oleh ksatria dari pihak Korawa untuk keluar dari medan pertempuran, maka tinggalah Abimanyu.Ketika tahu semua saudaranya gugur Abimanyu menjadi lupa untuk mengatur gelar perang, dia majusendiri ketengah barisan Kurawa dan terperangkap dalam formasi mematikan yang disiapkan pasukanKorawa. Tak menyiakan kesempatan untuk bersiap-siap, Korawa menghujani senjata ketubuh Abimanyusampai Abimanyu terjerembab dan jatuh dari kudanya (dalam pewayangan digambarkan lukanya ³arangkranjang´ (banyak sekali) dan Abimanyu terlihat seperti landak karena berbagai senjata ditubuhnya)sebagai risiko pengucapan sumpah ketika melamar Dewi Uttari bahwa dia masih belum punya istri danapabila telah beristri maka dia siap mati tertusuk berbagai senjata ketika perang Bharatayuddha, padahalketika itu sudah beristrikan Dewi Siti Sundari.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Dengan senjata yang menancap diseluruh tubuhnyasehingga dia tidak bisa jalan lagi tidak membuat Abimanyu menyerah dia bahkan berhasil membunuhputra mahkota Hastina (Lesmana Mandrakumara) dengan melemparkan keris Pulanggeni setelahmenembus tubuh empat prajurit lainnya, pada saat itu pihak Korawa tahu bahwa untuk membunuhAbimanyu harus memutus langsang yang ada didadanya, kemudian Abimanyupun gugur oleh gada KyaiGlinggang atau Galih Asem milik Jayadrata, ksatria Banakeling.Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 22:34 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Buriswara Gugur (Barathayudha 5)
      Prabu Matswapati Tanya kepada Raden Wrekudara bagaimana dalam menghadapi Prabu Partipa, RadenWrekudara bilang bahwa Prabu Pratipa sudah gugur beserta gajahnya Kyai Jayamaruta. Belum nyampaiselesai dalam berbicara, Patih Udakawara datang, melaporkan bahwa Ngastina sudah ada senopati lagiyaitu raden Harya Burisrawa dan Senopati Pendamping Raden Windandini. Prabu Matswapati mintapetunjuk kepada Prabu Kresna, siapa tandingannya, tiada lain adalah raden Harya Sencaki Romo Prabu.Sebetulnya Raden Harya Wrekudara tidak setuju bila Raden Harya Sencaki yang mnejadi tandingannya.Sebaiknya saya saja, karena yang sama-sama tingginya, perkasanya. Tetapi Bathara Kresna tetapmenunjuk Raden Harya Sencaki, karena sebelumnya keduanya sudah ada perjanjian, bila Baratayudaterjadi akan saling ketemu sebagai tandingannya. Akhirnya Raden Wrekudara setuju tapi dengan satusyarat asalkan kuat menerima lemparan gada dari Raden Wrekudara.
      Akhirnya antara Raden Wrekudara dengan Raden Harya Sencaki terjadi lempar-lemparan gada. RadenHarya Sencaki dinilai kuat menerima lemparan gada dari Harya Wrekudara dan kuat melempar, akhirnyaRaden Harya Wrekudara setuju bila sebagai tandingannya Raden Burisrawa Raden Sencaki. Setelahminta doa restu kepada Prabu Matswapati dan yang hadir, Raden Harya Sencaki segera berangkat kemedan perang.
      Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 22:38 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Segoro Geni

      Setelah burisrawa gugur, kurawa mengangkat adipati karna dari awangga sebagai senopati. Hari sudah gelap, sang surya sudah lama meninggalkan jejak sinarannya di ladang Kurusetra. Harusnya perang dihentikan, masing – masing pihak beristirahat dan mengatur strategi untuk perang esok hari. Namun entah mengapa Kurawa mengirim senopati malam – malam begini.

      Adipati Awonggo ngamuk punggung menerabas dan menghancurkan perkemahan pasukan Pandawa di garda depan. Penjaga perkemahan kalang kabut tidak kuasa menandingi krida Sang Adipati Karno. Secepat kilat berita ini terdengar di perkemahan Pandawa Mandalayuda. Sri Kresna tahu apa yang harus dilakukan. Dipanggilnya Raja Pringgondani Raden Haryo Gatotkaca, putra kinasih Raden Brataseno dari Ibu Dewi Arimbi. Disamping Sri Kresna, Raden Brataseno berdiri layaknya Gunung memperhatikan dengan seksama dan waspada pembicaraan Sri Kresna dengan putranya.

      ”Anakku tersayang Gatotkaca….Saat ini Kurawa mengirimkan senopati nya di tengah malam seperti ini. Rasanya hanya kamu ngger yang bisa menandingi senopati Hastina di malam gelap gulita seperti ini”

      ”Waduh, wo prabu…..terimakasih Wo. Yang saya tunggu – tunggu akhirnya sampai juga kali ini. Wo prabu, sejak hari pertama perang baratayuda saya menunggu perintah wo prabu untuk maju ke medan perang. Wo prabu Kresna, hamba mohon do’a restu pamit perang. Wo hamba titipkan istri dan anak kami Danurwindo. Hamba berangkat wo, Rama Wrekudara mohon pamit….”

      “Waaa………Gatot iya…..“

      Sekejap Gatotkaca tidak terlihat. Sri Kresna merasakan bahwa inilah saatnya Gatotkaca mati sebagai pahlawan perang Pandawa. Dia tidak mau merusak suasana hati adik – adiknya Pandawa dengan mengutarakan apa yang dirasakannya dengan jujur. Namun perasaan wisnu nya mengatakan Wrekudara harus disiapkan untuk menerima kenyataan yang mungkin akan memilukannya nanti.

      “Wrekudoro…“

      “Kresna kakangku, iya ….“

      “Aku kok agak merasa aneh dengan cara pamitan Gatotkaca, mengapa harus menitipkan istri anaknya ??“

      “Wah…Kakang seperti anak kecil. Orang berperang itu kalau nggak hidup ya mati. Ya sudah itulah anakku Gatotkaca, dia mengerti tugas dan akibatnya selaku satria.“Lihat Selengkapnya

      12 Juni jam 0:02 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi alhamdulilah..masih diberi kesempatan hidup untuk bisa kisah ini salam rahayu sagung dumadi.

      12 Juni jam 0:54 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Rahmatsubada Deni Bunda,aq pnasaran dngn Prmpuan yg brsuamikan lima gandawa,adakah kisahnya d blik ceritera itu..?

      12 Juni jam 15:29 · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 17, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: