Suluhan-Gathotkaca Gugur (Barathayudha 6) Cerita Wayang hari ke – 11 ( Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjuta

Suluhan-Gathotkaca Gugur (Barathayudha 6) Cerita Wayang hari ke – 11 ( Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjuta

oleh Bunda Lia pada 12 Juni 2011 jam 19:44
Suluhan-Gathotkaca Gugur (Barathayudha 6) 
Cerita Wayang hari  ke  – 11 ( Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjutannya, Salam Kasih ) 

Setelah burisrawa gugur, kurawa mengangkat adipati karna dari awangga sebagai senopati. Hari sudahgelap, sang surya sudah lama meninggalkan jejak sinarannya di ladang Kurusetra. Harusnya perangdihentikan, masing ± masing pihak beristirahat dan mengatur strategi untuk perang esok hari. Namunentah mengapa Kurawa mengirim senopati malam ± malam begini.
Adipati Awonggo ngamuk punggungmenerabas dan menghancurkan perkemahan pasukan Pandawa di garda depan. Penjaga perkemahankalang kabut tidak kuasa menandingi krida Sang Adipati Karno. Secepat kilat berita ini terdengar diperkemahan Pandawa Mandalayuda.

Sri Kresna tahu apa yang harus dilakukan. Dipanggilnya RajaPringgondani Raden Haryo Gatotkaca, putra kinasih Raden Brataseno dari Ibu Dewi Arimbi. Disamping Sri Kresna, Raden Brataseno berdiri layaknya Gunung memperhatikan dengan seksama dan waspadapembicaraan Sri Kresna dengan putranya. ´Anakku tersayang Gatotkaca«.Saat ini Kurawa mengirimkansenopati nya di tengah malam seperti ini. Rasanya hanya kamu ngger yang bisa menandingi senopatiHastina di malam gelap gulita seperti ini´
´Waduh, wo prabu«..terimakasih Wo. Yang saya tunggu ± tunggu akhirnya sampai juga kali ini. Woprabu, sejak hari pertama perang baratayuda saya menunggu perintah wo prabu untuk maju ke medanperang.

Wo prabu Kresna, hamba mohon doa restu pamit perang. Wo hamba titipkan istri dan anak kamiDanurwindo. Hamba berangkat wo, Rama Wrekudara mohon pamit«.´ ³Waaa«««Gatot iya«..³Sekejap Gatotkaca tidak terlihat.
Sri Kresna merasakan bahwa inilah saatnya Gatotkaca mati sebagaipahlawan perang Pandawa. Dia tidak mau merusak suasana hati adik ± adiknya Pandawa denganmengutarakan apa yang dirasakannya dengan jujur. Namun perasaan wisnu nya mengatakan Wrekudaraharus disiapkan untuk menerima kenyataan yang mungkin akan memilukannya nanti. ³Wrekudoro«³³Kresna kakangku, iya «.³ ³Aku kok agak merasa aneh dengan cara pamitan Gatotkaca, mengapa harusmenitipkan istri anaknya ??³ ³Wah«Kakang seperti anak kecil.
Orang berperang itu kalau nggak hidupya mati. Ya sudah itulah anakku Gatotkaca, dia mengerti tugas dan akibatnya selaku satria.³ ³
Oo..begituya, ya sudah kalau begitu.

Kita sama ± sama doakan mudah-2an yang terbaik yang akan diperolehanakmu Gatotkaca.³. Sebenarnya Kresna hanya mengukur kedalaman hati dan kesiapan Wrekudara saja.Paling tidak untuk saat ini, Wrekudara terlihat sangat siap dengan apapun yang terjadi.Malam gelap gulita, namun di angkasa ladang Kurusetra kilatan ribuan nyala obor menerangi bawana.Nyala obor dari ribuan prajurit dua belah pihak yang saling hantam gada, saling sabet pedang, salinglempar tombak, saling kelebat kelewang dan hujan anak panah. Gatotkaca mengerahkan semua kesaktianyang dimilikinya. Dikenakannya Kutang Antakusuma, dipasangnya terompah basunanda, dikeluarkansegala tenaga yang dimilikinya.

Terbang mengangkasa layaknya burung nazar mengincar mangsa.Sesekali berkelebat menukik merendah menyambar buruannya. Sekali sambar pululan prajurit Hastinamenggelepar tanpa daya disertai terpisahnya kepala ± kepala mereka dari gembungnya. Semenjak lahir,Gatotkaca sudah menunjukkan tanda-tanda kedidgyaannya. Ari ± arinya berminggu ± minggu tidak bisadiputus dengan senjata tajam apapun. Kuku pancanaka Wrekudara mental, Keris Pulanggeni Arjuna tiadaarti, Semua senjata Amarta sudah pula dicobai. Namun ari ± ari sang jabang bayi seperti bertambah alotseiring bertambahnya usia si jabang bayi. Para pinisepuh Amarta termasuk Sri Kresna pun kehabisan rekadaya bagaimana menolong Sang jabang bayi Dewi Arimbi ini. Maka lelaki kekasih Dewata ± Sang PamanRaden Arjuna ± menyingkirkan sejenak dari hiruk piruk dan kepanikan di Kesatrian Pringgondani. Atassaran Sri Kresna, Raden Arjuna menepi.

Semedi memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kiranyamemberikan kemurahannya untuk menolong Pandawa mengatasi kesulitan ini.Di Kayangan Suralaya, permintaan Arjuna didengar oleh para dewa. Bethara Guru mengutus BetharaNarada untuk memberikan senjata pemotong ari ± ari berupa keris Kunta Wijayandanu. Bethara Naradaturun dengan membawa senjata Kunta bermaksud menemi Arjuna yang kala itu diiringi oleh parapunakawan, abdi tersayang. Sahdan di tempat lain, Adipati Karno sedang mengadu kepada AyahnyaDewa Surya, dewanya Matahari. Adipati Karno, memohon welas asih kepada Sang Ayah untuk memberikan kepadanya senjata andalan guna menghadapi perang besar nanti. Dewa Surya menyarankananaknya untuk merampok Senjata Kunta dari Bethara Narada.

Karno dan Arjuna adalah saudara seibuyang wajah dan perawakkanya sangat mirip melebihi saudara kembar. Hanya suara saja yangmembedakan keduanya. Maka ketika Adipati Karno dirias oleh Dewa Surya menyerupai Arjuna, BatharaNarada tidak akan mengenal Adipati Karno lagi melainkan Arjuna.Kelicikan Dewa Surya tidak cukup di situ. Siang yang terik dan terang benderang itu tiba ± tiba meredupseolah menjelang malam. Dengan upaya dan rekayasanya, terjadilah gerhana surya. Narada, dewa yangsudah tuwa dengan wajah yang selalu mendongak ke atas itu, semakin rabun karena gerhana ini. AdipatiKarno mencegat Bethara Narada, tanpa perasaan curiga diberikannya senjata Kunta kepada ´Arjuna´.Merasa tugas selesai Narada berniat kembali ke Kahyangan. Ternyata masih ditemuinya Arjuna lagi yangkali ini tidak sendiri melainkan diiring para punakawan.

Sadar Narada tertipu, diperintahkannya Arjunauntuk merebut senjata kunta dari Sang Adipati Karno. Perang tanding tak bisa dielakkan, namun hanya
warangka senjata yang dapat direbut oleh Arjuna dari kakak tertuanya itu. Dengan warangka senjataitulah ari ± ari jabang bayi arimbi yang kelak bernama Raden Gatotokaca dapat diputus. Keanehan terjadiketika sesaat setelah ari ± ari jabang bayi diputus, seketika warangka hilang dan menyatu ke badan sijabang bayi.Sekarang, saat perang besar terjadi takdir itu sudah sampai waktunya. Senjata Kunta mencariwarangkanya, di tubuh Raden Gatotkaca. Tidak berarti sesakti apapun Gatotkaca, setajam pisau cukur tangannya memancung leher musuhnya. Konon pula otot gatotkaca sekuat kawat tembaga, tulangnyasealot besi tempa. Kesaktiannya ditempa di Kawah Candradimuka. Namun garis tangan Gatotkaca hanyalah sampai di sini.



Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Putrie Ragiel Trisno Selamat malam bunda sayang
      Salam kasih dalam kebersaman
      Nyimak….matirnuwun Rahayu.
      12 Juni jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Mbak Purtrie..aku ibelakangmu lho hihihi..
      12 Juni jam 19:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Kelino hiiihiiiiii….sepunten’e Omm Petruk.
      Salam kangen…hehhee…
    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Bunda….

      Salam hormat saya dan salam kasih utk Bunda saya yg Linuwih dan mumpuni…..

      RAHAYU..3x

      12 Juni jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ajeng Marmoet MALAM BUNDA SALAM AJENG
      12 Juni jam 19:57 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abbas Yusuf aslm wr wb…….saudaraku smua….ikutan nyimak ya……
      12 Juni jam 19:59 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda lia. sugeng ndalu putrie,mas petruk,serta semua yg telah hadir.salam rahayu.
      12 Juni jam 20:08 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Omm Hari…sugeng dalu Omm nunggu Bunda rawuh niki kopi rasa kasih monggoo sesarengan di unjuk….hehheee….salam kasih.
      12 Juni jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Wiyasa Prayoga nyimak
      12 Juni jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra sebuah kisah yg menarik untuk di cerna.. ternyata tidak yg kekal dan abadi di bumi ini,selamat malam semua,selamat menyongsong hari esok yg penuh rutininitas..
      12 Juni jam 20:23 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Tirta Naya sugeng dalu bunda..selamat lamam saudaraku semua … nderek nyimak bunda salam..
      12 Juni jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrieku salam kangen penuh kasih sayang…
    • Bunda Lia Kang Petruk… selamat palam ya kang….
      12 Juni jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Edy malam dik…
      12 Juni jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ajeng Marmoet salam kasih… selamat malam…
      12 Juni jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Abbas … selamat malam mas…
      12 Juni jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Hari sugeng rawuh… sugeng dalu mas….
    • Bunda Lia Mas Dharmo sugeng rawuh mas… mugi tansah rahayu wilujeng…
      12 Juni jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan salam kasih mas selamat malam … kemana dihari minggu ini mas..
      12 Juni jam 20:36 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dimas Tirta Naya…. selamat malam saudaraku terkasih.
      12 Juni jam 20:38 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Sdikit menyimak Bunda mgkin saya yg masih dangkal klo salah mmbrikan pendapat nati di benar kan ya Bunda maklum kepikiran skripsi juga Bunda..
      hehehe

      Sesakti-sakti nya gatot kaca toh pada akhir nya mati juga yg mnandakan kekuatan itu gak ada yg abadi, di atas gunung ada langit di atas langit ada langit,yg menarik di sini gatot kaca mati ,,
      tapi mati di sini bukan mati utk sia-sia,,mati sebagai seorang kesatria yg mnjalan kan tugas nya…..

      ini juga bercrita mgnai perang saudara ya Bunda….

      12 Juni jam 20:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Indra Kelana Met malam bunda lia ,,smoga kbrnya baek” aja……………
      12 Juni jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam Diajeng, selamat malam sahabatku terkasih semuanya, salam kangen penuh rasa rindu, rahayu.
    • Bunda Lia Mas Indra Kelana malam mas apa kabar kok baru muncul kemana saja…???
      12 Juni jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mukhtar tumben sore dah muncul …
    • Awan Baraya Galuh Putra ning griyo kulo..wae,aku di rumah saja,karena ku tak tau aku harus kemana..mbak..
      12 Juni jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Indra Kelana Iya nich bunda .lg bnyk kerjaan ampe gak sempat ol je he he he………….
    • Bunda Lia Mas Awan main ke Jogya wae… tak tunggu piye..???
      12 Juni jam 20:48 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Indra tak ewangi po mas…
      12 Juni jam 20:48 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Indra Kelana boleh” aja bunda ,aq senang ada yg bantu he he he he……….
      12 Juni jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
       

       
       
    • Bunda Lia Ok kapan2 tak bantu kalau aku sudah sembuh panggil saja…. Ok.
      12 Juni jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Di gerbang yang memisahkan antara alam fana dengan alam baka, sukmaKalabendono, paman yang sangat menyawangi Gatotkaca menunggu ³sowan ke pengayunan yang MahaPemberi Hidup´. Begitu sayangnya Kalabendono kepada keponakannya, sukmanya berjanji tidak akankembali ke asal kehidupan jika tidak bersama sang keponakan.Di sisi seberang ladang pertempuran, Karno telah siap dengan busur panahnya dengan anak panah KuntaWijayandanu. Dalam hatinya berbisik ³Anakku bocah bagus, belum pupus bekas ari ± arimu«.berani ± beraninya kamu menghadapi uwakmu ini. Bukan kamu yang aku tungggu ngger«Arjuna mana? Ya ya..sama ± sama menjalani darma satria, ayo aku antarkan kepergian syahidmu dengan KuntaWijayandanu´. Gatotkaca, mata elangnya sangat tajam melihat gerak ± gerik seekor tikus yang barukeluar dari sarangnya. Pun meski dia melihatnya dari jarak ribuan tombak diatas liang tikus itu.
      12 Juni jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat datang sahabatku semuanya, selamat datang di Padang Kurusetra yg jadi cerminan kita semua, siapa kita di sana?
      12 Juni jam 20:55 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Alhamdulillah, hari ini lebih cepat dari jadwal, trimakasih doanya Diajeng, trimakasih yg tulus,,,
      12 Juni jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Begitupula, dia tahu apa yang sedang dilakukan Sang Adipati Karno. Dia tahu riwayatnya, dia tahu bahwawarangka senjata Kunta ada di tubuhnya dan menyokong kekuatannya selama ini. Dicobanya mengulur takdir. Dia terbang diantara awan ± awan yang gelap menggantung nun di atas sana. Dicobanyamenyembunyikan tubuhnya diantara gelapnya awan yang berarak ± arakan di birunya langit.Namun takdir kematian sama sekali bukan di tangan makhluk fana seperti dia. Takdir itu sejengkal puntidak mungkin dipercepat atau ditunda. Sudah waktunya Gatotkaca, sampai di sini pengabdiankesatriaanmu. Kunta Wijayandanu dilepaskan dari busurnya oleh Adipati Karno. Di jagad ini hanyaArjuna yang mampu menyamai keahlian dan ketepatan Basukarno dalam mengolah dan mengarahkananak panah dari busurnya. Kuntawijandanu melesat secepat kilat ke angkasa, dari Kereta perangBasukarno seolah keluar komet bercahaya putih menyilaukan secepat kilat melesat.
      12 Juni jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia Diangkasa«.Kalabendono yang sudah siaga menunggu tunggangan, dengan sigap menumpang ke senjataKunta. Senjata kunta dan Kalabendono, menghujam ke dada Gatotkaca, membelah jantung Sang SatriaPringgandani. Dalam sekaratnya, Gatotkaca berucap ´Aku mau mati kalau dengan musuh ku«.´. Sepertibintang jatuh yang mencari sasaran, jatuhnya badan Gatotkaca tidak lah tegak lurus ke bawah, namunmengarah dan menghujam ke kereta perang Basukarno. Basukarno bukanlah prajurit yang baru belajar olah kanuragan setahun dua tahun. Dengan keprigelan dan kegesitannya, sebelum jasad Gatotkacamenghujam keretanya dia melompat seperti belalang menghindar dari sergapan pemangsa.Jasad gatotkaca menimpa kereta, Keretapun hancur lebur, pun delapan kuda dengan kusirnya tewasdengan jasad tidak lagi bebentuk. Selesailah episode Gatotkaca dengan perantaraan Uwaknya, AdipatiKarno Basuseno. Gugurnya Gatotkaca menjadi berita gembira di kubu kurawa. Para prajurit bersorak sorai mengelu ± elukan sang Adipati Karno. Kepercayaan diri mereka berlipat, semangat perang mereka meningkat.
      12 Juni jam 21:08 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Bunda Lia Keyakinan diri bertambah akan memenangi perang dunia besar yang ke empat ini.Sebaliknya, kesedihan mendalam tergambar di kubu Pandawa. Wrekudara hampir ± hampir tidak mampumenguasai diri ´Gatot«, jangan kamu yang mati biar aku saja bapakmu«Hmmm Karno«..!!! beranimuhanya dengan anak kemarin sore..Ayo lawanlah Bapaknya ini kalau kamu memang lelaki sejati«!´.Arimbi, sang ibu, tidak kuasa menahan emosi. Selagi para pandawa meratapi dan merawat jasadGatotkaca, Arimbi menceburkan ke perapian membara yang rupanya telah disiapkannya. Sudah menjaditekatnya jika nanti anak kesayangannya mati sebelum kepergiannya ke alam kelanggengan, dia akan nglayu membakar diri.
      12 Juni jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 13 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibundaq, Abah Ali, Pak Mukthar, Mas Indra, Mas Cipto lan kgem sdoyo kmawon engkang sampun rawoh, mugi kwelasaning GUSTI tansah amberkahi kito sdoyo, nderek nyimak wdaranipun Ibunda..
      12 Juni jam 21:13 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Rahayu kang Dullah….
      12 Juni jam 21:14 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Den Ayu….alhamdulillah….amin amin amin.
      12 Juni jam 21:19 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dan itu dilakukannya sekarang. Pandawa, dengan demikian kehilangan duakeluarga dekat sekaligus di malam menjelang fajar ini. Wrekudara kehilangan anak tersayang dan istritercintanya. Namun keturunan tidaklah terputus, karena baik Antareja maupun Gatotkaca telahmempunyai anak laki ± laki sebagai penerus generasi Wrekudara. Fajar menjelang, jenazah Gatotkaca danabu Arimbi telah selesai diupakarti sesuai dengan ageman dan keyakinan mereka. Sri Kresna sudah bisamenenangkan Wrekudara dan para pandawa yang lain. Sekarang saatnya mengatur strategi. Tugas harusdilanjutkan. Pekerjaan harus diselesaikan, perang harus dituntaskan.
      Dunia akan segera mengetahui,gunjingan dunia mengenai perang besar antar dua saudara kembar akan segera terjadi siang ini.
      Dursasana gugur Werkudara melihat anaknya, Gatutkaca gugur di Tegal Kurusetra menjadi marah. Werkudara menyapupara Kurawa dengan gada Rujakpolonya. Banyak korban berjatuhan. Akhirnya Werkudara mendapatkanDursasana dalam posisi sudah terpojok. Dursasana adalah pendamping Senapati Adipati Karna.Werkudara dan Dursasana berkelahi habis-habisan. Werkudara teringat waktu Perang dadu. Yaitutantangan Kurawa bermain judi kepada Pandawa, namun dengan kecurangan Patih Sengkuni maka semuaharta benda, Istana sampai dengan Dewi Drupadi menjadi taruhan. Sampai Pandawa menjadi budak.
    • Cipto Turonggo Kawedar slamat malam bunda ikut nyimak ya bunda
      !!
      ,selamat malam jga mister jsk,babeh abdullah ali,pa muhamad mz,mas agung pb dan semua temen – tmen yg sudah pd hdir duluan…salam kasih slalu..
      12 Juni jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Asliorang Man-kul sugeng dalu bun,.nyimak mawon…
      12 Juni jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Harus melepaskan seluruh pakaian kerajaan. Sedangkan Dursasana belum puas dengan itu, masih berbuatkurang ajar. Ia menjambak rambut Dewi Drupadi dan menyeret Dewi Drupadi ketengah tengahjkerumunan Kurawa sampai sanggulnya lepas, dan Dursasana berusaha menelanjangi Dewi Drupadi.Para Pandawa yang telah menjadi budak tidak bisa berbuat apa-apa, mereka tidak bisa menolong DewiDrupadi.Namun atas pertolongan Sanghyang Wisnu, maka setiap lapis kain yang lepas selalu diganti ,sehingga Dursasana sampai bercucuran keringat ketika melepas kain Dewi Drupadi. Pakaian Drupadisudah menumpuk, namun kain yang dibadan Dewi Drupadi tidak pernah habis. Disinilah Dewi Drupadibersumpah, bahwa selama hidupnya tidak akan menyanggul rambutnya, sebelum keramas dengan darahDursasana Sedangkan Werkudara bersumpah untuk membunuh Dursasana dan menghirup darahnya.Ahirnya Werkudara dengan kekuatan amarah, bagai serigala hutan, memukul Dursasana dengan GadaRujakpolo.
      12 Juni jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 14 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ hmmmm mengharukan,,,
      12 Juni jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Lha ini pasti rame perang Baratha yudha sugeng dalu nderek nyimak ke mawon
      Bunda Mas Dullah monggo dilanjut !
      12 Juni jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm…Mantab dech…. Selamat malam… Salam Kasihku.
      12 Juni jam 21:51 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Rahayu smua,
      Bermakna diatas langit masih ada langit ya bun,
      Di atas kesaktian masih ada kesaktian,
      Jg smua tk kan terhindar dari kematian ya bun.
      Hehe,
      Di lanjut bunda.
      12 Juni jam 21:54 · SukaTidak Suka · 8 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat Malam Mama,,I Love U,,,
      12 Juni jam 22:03 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Selamat mlam Om abdul,,mas agung mas arie,om mukhtar,,om Aring,,,,mas iskandar,,serta semua yg hadir di sini,,,salam sejahtera selalu,,,
      12 Juni jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Hampura-sun..diajeng ayu..maaf terlambat mengikuti wedaran malam ini..salam rahayu sagung dumadi…
      12 Juni jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@met malam Gadis salam sejahtera..
      12 Juni jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Karna Tanding (Barathayudha 7)
      Adipati karno tetap menjadi senopati kurawa, sementara pengapitnya adalah durgandasena, durta, danjayarata. Pandawa mengangkat arjuna sebagai senopati dan werkudara sebagai pengapitnya.Raden Arjuna, satria panengah Pandawa telah berganti busana bagai seorang Raja, mengenakan busanakeprabon. Karena keahlian Prabu Kresna dalam ndandani sang adik ipar Arjuna pada kali ini jika diamatitidak ada bedanya dengan kakak tertuanya Adipati Karno. Saking miripnya, Arjuna dan Karno ibaratsaudara kembar. Meskipun mereka hanya saudara seibu lain Bapak keduanya bagai pinang dibelah dua.Bahkan karena begitu miripnya, Dewa Kahyangan Bathara Narada pun tidak mampu membedakan manaArjuna yang mana Basukarno kala itu. Kedua senopati perang telah bersiap di kereta perang masing ± masing. Basukarno dikusiri oleh mertuanya Prabu Salya. Basukarno tahu bahwa Prabu Salya tidak dengansepenuh hatinya dalam mengendalikan kereta perangnya. Prabu Salya, juga tidak sepenuh hatinya dalammendukung Kurawa dalam perang ini. Hati dan jiwanya berpihak kepada Pandawa meskipun jasadnya di
      pihak Kurawa. Karena putri ± putrinya istri Duryudono dan Karno, maka dengan keterpaksaan yangdipaksakan Prabu Salya memihak Kurawa pada perang besar ini.Meskipun demikian, berulang kali sebelum perang terjadi Prabu Salya membujuk Duryudono agar perangini dibatalkan. Bahkan dengan memberikan Kerajaan Mandaraka kepada Duryudono pun, Prabu Salyamerelakan asal perang ini tidak terjadi.
    • Gadis Exsprit Mas agung@ ugi Rahayu,,
      12 Juni jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Wah Bunda bagus kali mempaparkan rangkaian makna dari suatu crita luar biasa Bun.. salut habis buat Bunda..
      12 Juni jam 22:40 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@Salam rahayu mas Edy yusuf ritonga..sugeng ndalu.
      12 Juni jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Salam Rahayu Juga Mas Agung Pambudi….
      iyo Mas.. sama-sama Mas….
      12 Juni jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Hady Yuss Rahayu Rahayu Rahayu………….Poro Sedulurku Sedoyo……Nuwun Sewu radi telat……Sugeng nDalu Mbayu…….
      12 Juni jam 22:53 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Hady Yuss salam rahayu sugeng sumunaring condro kakang mas..
      12 Juni jam 23:03 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi mas agung pambudi,sugeng ndalu mas, rahayu.
      12 Juni jam 23:06 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang masku kang kinasih Hari Yuswadi salam takzimku kang mas..sugeng ing madyaning ratri.mugi tansah pinaringan rahayu wilujeng…kang mas,
      12 Juni jam 23:09 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Namun tekat dan kemauan Duryodono tidak dapat dibelokkanbarang sejengkal pun. Tekad Duryudono yang keras dan kaku ini juga karena dukungan Adipati Karnoyang menghendaki agar perang tetap dilaksanakan. Adipati Karno, berkepentingan dengan kelanjutanperang ini demi mendapatkan media balas budi kepada Duryudono dan kurawa yang telah mengangkatderajatnya dan memberikan kedudukan yang terhormat sebagai Adipati Awangga yang masih bawahanHastina Pura. Maka latar belakang ini pula yang menambah kebencian Salya kepada menantunya, AdipatiKarno. Di seberang sana, Kresna telah bersiap sebagai kusir Arjuna. Kereta Kerajaan Dwarapati KyaiJaladara telah siap menunaikan tugas suci. Delapan Kuda penariknya bukanlah turangga sewajarnya.Kedelapan kuda itu adalah kuda ± kuda pilihan Dewa Wisnu yang dikirim dari Kahyangan untuk melayani Sri Kresna. Turangga ± turangga itu telah mengerti kemauan dari tuannya, bahkan jika tanpamenggunakan isyarat tali kekang pun. Berbagai medan laga telah dilalui dengan kemengan ± demikemenangan. Bahkan saat Raden Narayana, Kresna di waktu muda, menaklukkan Kerajaan Dwarawatiketika itu. Atas permintaan Prabu Kresna, Arjuna menghampiri dan menemui Adipati Karno untuk mengaturkan sembah dan hormatnya.
    • Agung Pambudi sugeng ratri kang cinondro ing saklebeting kolbu diajeng ayu..
      13 Juni jam 1:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dengan menahan tangis sesenggukan Arjuna menghampiri kakak tertuanya ´Kakang Karno salam hormatsaya untuk Kakanda. Kakang, jangan dikira saya mendatangi Kakang ini untuk mengaturkan tantanganperang. Kakang, dengan segala hormat, marilah Kakang saya iringkan ke perkemahan Pandawa kitaberkumpul dengan saudara pandawa yang lain layaknya saudara Kakang«´ Adipati Karno ´Aduhadikku, Arjuna«Kakang rasakan kok kamu seperti anak kecil yang kehilangan mainan. Menahan tangissesenggukkan, karena perbuatan sendiri. Adikku yang bagus rupanya, tinggi kesaktiannya, mulya budipekertinya. Sudah berapa kali kalian dan Kakang Prabu Kresna membujuk Kakang untuk meninggalkanAstina dan bersatu dengan kalian Para Pandawa. Aduh..adikku, jikalau aku mau mengikuti ajakan danpermintaan itu, Kakang tidak ada bedanya dengan burung dalam sangkar emas. Kelihatannya enak,kelihatannya mulia, kelihatannya nyaman. Tapi adikku, kalau begitu, sejatinya Kakang ini adalahseorang pengecut, seseorang yang tidak dapat memegang omongan dan amanah yang telah diniatinyasendiri. Adikku«bukan dengan menyenangkan jasad dan jasmani Kakang jikalau kalian berkehendak membantu Kakang mencari kebahagiaan sejati. Adikku..Arjuna, jalan sebenarnya untuk mendapatkankebahagiaan sejatiku adalah dengan mengantarkan kematianku di tangan kalian, sebagai satria sejati yangmemegang komitmen dan amanah yang Kakang menjadi tanggung jawab Kakang.
      13 Juni jam 1:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya mas Agung selamat pagi mas…. salam penuh kasih mas.
      13 Juni jam 1:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Oleh karena ituAdikku, ayo kita mulai perang tanding ini layaknya senopati perang yang menunaikan tugas dan tanggungjawab yang sejati.Ayo yayi, perlihatkan keprigelanmu, sampai sejauh mana keprawiranmu, keluarkan semua kesaktinmu.Antarkan kakangmu ini memenuhi darma kesatriaannya. Lalu sesudah itu, mohon kanlah pamit Kakangkepada ibunda Dewi Kunti. Mohonkan maaf kepadanya, dari bayi sampai tua seperti ini belum pernahsekalipun mampu membuatnya mukti bahagia meskipun hanya sejengkal saja.´ ´Aduh Kakang Karnoyang hamba sayangi, adinda mohon maaf atas segala kesalahan. Silakan Kakang kita mulai perangtanding ini´ Setelah saling hormat antara keduanya, perang tanding kedua senopati perang yang mewakilikepentingan berbeda namun demi prinsip yang sama secara substansi itu dimulai. Keduanya mengerahkansegala kemampuan perang darat yang dimiliki. Sekian lama adu jurus kanuragan ini berlangsung. Salingmenerjang, saling menghindar dan berkelebat ibarat burung Nasar yang menyasar mangsanya di daratan.Bagi siapa yang melihat, keduanya sama ± sama prigel, keduanya sama ± sama tangkas dan keduanyasama ± sama sakti. Kelebat mereka demikian cepat seperti kilat.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 1:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nembah nuwun..adem raosing penggalih..tumetesan embun suci..
      13 Juni jam 1:52 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ribuan prajurit kedua pihak menghentikan pertempuran demi melihat hebatnya adegan perang keduasatria bersaudara ini. Namun bagi mereka yang melihat, kabur sama sekali tidak mampu membedakanyang mana Arjuna dan yang mana Karno. Keduanya mirip, keduanya menggunakan busana yang sama.Perawakan dan pakulitannya sama. Hanya desis suara masing ± masing yang sesekali terucap yangmembedakan keduanya. Perkelahian tangan kosong ini telah berlangsung sampai matahari sampai ditengah kubah langit. Tidak ada yang kalah tidak ada yang unggul sampai sejauh ini. Keduanya menyerangdengan sama baik, keduanya menghindar dengan sama sempurna. Keduanya menghunus keris masing ± masing. Pertarungan tangan kosong dilanjutkan dengan pertarungan dengan senjata keris. Karno memulaidengan menerjang mengarahkan keris ke ulu hati Arjuna. Secepat kilat arjuna menghindar melompatvertikal layaknya belalang menghindar dari sergapan burung pemangsa, Keris Adipati Karno menerjangsasaran hampa, berkelebat berkilat diterpa sinar panas matahari tengah hari.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 1:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sejurus kemudian posisimereka saling bertukar, Arjuna kini menyerang, leher Karno menjadi incaran. Demikian cepat tusukan inimenerobos udara panas menerjang leher Adipati Karno. Namun Adipati Karno tidak kalah cepat dalamberkelit, digesernya leher dan kepalanya menyamping kiri. Tidak hanya menghindar yang dilakukan,penyeranganpun dapat dilakukannya. Sambil menyempingkan badan dan kepalanya ke kiri, tangankirinya mengirimkan pukulan ke dan mengenai bahu kanan Arjuna. Sedikit terhuyung Arjuna saatmendaratkan kakinya di tanah, meskipun tidak sampai membuatnya roboh. Adipati Karno tersenyumkecil, melihat adiknnya terhuyung. Kini keduanya saling menerjang dengan keris terhunus di tangan.Masing ± masing mencari sasaran yang mematikan sekaligus menghindar dari sergapan lawan. Aduketangkasan keris ini berlangsung sampai matahari condong ke barat, hampir mencapai paraduannya diakhir hari. Tidak ada yang cedera dan mampu mencedarai, tidak ada yang kalah dan mampumengalahkan.Keduanya memutuskan perang tanding dilanjutkan dari atas kereta. Arjuna sekali melompat sudah sampaipada kereta Jaladara. Demikian juga Karno, sekali langkah dalam sekejap sudah bersiap di keretaperangnya.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 1:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kemesraan kakang dan adhi yang tlah lama perpish sekian lama..keduanya saling mencinta..bertemu di padang kurusetra..
      13 Juni jam 1:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di kereta perang Karno, Karno meminta nasehat sang mertua ´Rama Prabu, saya tidak dapatmengalahkan Arjuna saat perang di daratan Rama´ ´Karno, aku ini hanyalah Kusir, tanggung jawabkuhanyalah mengendalikan kuda. Asal kudanya tidak bertingkah tugasku selesai.´ ´Iya benar Romo, namunputra paduka ini mohon pengayoman Rama Prabu Salya´ ´E lah, apa kamu lupa kondangnya RajaAwangga itu kalau perang menerapkan kesaktian aji Naraca Bala´ ´Terimakasih Rama´Adipati Karna menyiapkan anak panah dengan ajian Naraca Bala, begitu dilepaskan dari busurnyaterjadilah hujan panah yang mengerikan. Kyai Naraca Bala yang telah ditumpangkan pada anak panahmenyebabkan anak panah terlepas dan menjadi hujan ribuan anak panah di udara. Anak panah ituberkilatan seperti kilat menjelang hujan turun di musim pancaroba. Tidak cukup itu, ribuan anak panahitu juga mengandung racun mematikan. Jangankan menghujam ke tubuh, hanya menyenggol kulit pundapat mengakibatkan kemaitan. Tidak heran para prajurit lari tunggang langgang menyelamatkan diri darihujan anak panah itu. Pun demikian ratusan prajurit menemui ajal tanpa mampu menyelematkan diri.Namun di sisi lain, Arjuna adalah satria kinasih Dewata dengan kesaktian tanpa tanding. Meski terkenaratusan anak panah Naraca Bala, tiada gores sedikitpun kulit sang Panengah Pandawa.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ya mas Agung seperti….. trah eyang Katong yg….. Baginya ratusan anak panak yang menghujam ke tubuhnya tiada beda dirasakan layaknya digiit semut hitam. PenasaranAdipati Karno melihat kesaktiannya tidak berarti apa ± apa bagi Arjuna, maka dihunusnya Anak Panak Kunta Drewasa pemberian Dewa Surya. Jagad sudah mendengar bagaimana kesaktian anak panah ini,jangankan tubuh manusia gunung pun akan hancur lebur jika terkena anak panah ini. Secepat kilat anak panah Kunta Drewasa sudah terpasangkan di busurnya.Seperti halnya Arjuna, keahlian Karno dalam memanah tiada tanding di dunia ini. Jangankan sasarandiam, nyamuk yang terbang pun dapat dipanah dengan tepat oleh Sang Adipati. Prabu Salya, hatta melihatanak panah sudah siap dilepaskan dan dapat dipastikan tidak akan bergeser seujung rambutpun darisasaran leher Arjuna, timbul rasa dengki dan serik nya kepada Karno. Prabu Salya tidak rela anak anaknya Pandawa kalah dalam perang ini. Maka disentaknya kendali kerata perang bebarengan dengandilepaskannya Kunta Drewasa, akibatnya kureta perang mbandang tidak terkendali. Tangan Karno pungoyah, dan lepasnya anak panah meleset dari sasaran. Di sisi lain, Kresna adalah kusir bukan sembarangKusir. Penghlihatannya sangat presisi, dia tahu apa yang akan dilepaskan oleh Karno. Dia tahu kesaktiandan apa yang akan terjadi kepada Arjuna jika Kunta Drewasa tepat mengenai sasarannya. Makadihentaknya kereta kuda dengan kaki dan kesaktannya.,Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:02 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi prabu salya teringat akan nakula sadewa..maka hatinya teriris ..maka tali kekang kud itupun..
      13 Juni jam 2:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Roda kereta amblas dua jengkal menghujambumi. Anak panah Kunta Drewasa terlepas, namun meleset dari leher dan mengenai gelung rambutArjuna. Jebolnya gelung rambut Arjuna disertai dengan lepasnya topong keprabon yang dikenakannya.Malu Arjuna karena gelung rambutnya ambrol dan topongnya terlepas. Dia juga was ± was jangan ± jangan ini pertanda kekalahannya dalam perang tanding ini. Namun Kresna sekali lagi, bukan hanyapengatur strategi dan penasehat perang bagi Pandawa. Dia juga adalah pamong dan guru spiritual paraSatria Pandawa. Dihiburnya Arjuna bahwa ini hanyalah risiko perang. Disambungnyanya rambut Arjunadengan rambutnya sendiri. Digantikannya topong harjuna dengan yang lebih bagus.´Arjuna«,kelihatannya ini sudah sampai waktunya Adi Prabu Karno menyelesaikan darma baktinya.Semoga Tuhan menerima bakti dan darmanya adikku. Siapkanlah anak panah pasopati yang busurnyaberupa bulan tanggal muda itu. Kiranya itu yang akan menjadi sarana menghantarkan Kakangmu Karnomenuju kebahagiaan sejatinya´ ´Sendiko dawuh Kakanga Prabu, mohon doa restu Kakang Prabu´Arjuna menghunus Panah Kyai Pasopati yang anak panahnya berbentuk bulan sabit. Ketajaman bulansabit ini tidak ada makhuk jagad yang meragukannya. Galih kayu jati terbaik di jagad pun akan teririslayaknya kue lapis diterjang pisau cukur.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:04 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Arjuna adalah satria dengan tingkat keahlilan memanahmendekati sempurna. Ibaratnya, Arjuna mampu memanah sasaran dengan membelakangi sasaran itu. Diamembidik bukan dengan mata lahirnya namun dengan mata batinnya. Oleh karena itu, meski matanyaditutup rapat dengan kain hitam berlipat ± lipat, dia akan mampu mengenai sasaran dengan tepat.Sekarang anak panah telah siap di busurnya. Ditariknya tali busur, dikerahkan segala konsentrasinya,dibidiknya leher Sang Kakak, Adipati Karno. Dalam konsentrasi yang dalam ini, sebentar ± sebentar diamenarik napas. Sebentar ± sebentar menata hati dan pikirannya. Saat ini yang dituju anak panah adalahleher Adipati Karno. Saudara sekandung lain bapak. Bagaimanapun, susunan tulang, urat, darah dan leher itu dari benih yang sama dengan lehernya. Darah yang mengalir pada Karno adalah dari sumber yangsama dengan darahnya. Putih tulang leher itu dari jenis yang sama dengan putih tulangnya. Urat leher itu,tiada beda dengan bibit pada urat lehernya. Namun, tugas adalah tugas. Darma adalah darma yang harusdilaksanakan dengan sepenuh hati. Dibulatkan tekatnya, dimantapkan hatinya bahwa bukan karena inginmenang dan ingin mengalahkan dia melakukan ini. Ditetapkannya hatinya, inilah cara yang dikehandakisang Kakak untuk membuatnya bahagia. Dalam hati dia berdoa kepada Tuhan Yang Maha tunggal, agar kiranya mengampuni kesalahannya ini.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di seberang sana, Adipati Karno tahu apa yang akan dilakukanadiknya. Dia sudah dapat mengira apa yang akan terjadi padanya. Kesaktian dan ketajaman pasopati,sudah tidak perlu diragukan lagi. Kulit dan dagingnya tidak akan mampu melawannya. Namun, tidak adarasa takut dan khawatir yang terlihat pada ronanya menghadapi akhir hidupnya ini. Yang adalah senyumkebahagiaan, karena adik yang dicintainya yang akan mengantarkannya menemuai kebahagian sejati.Sebaliknya bukan rona takut dan pucat terpancar pada wajahnya, namun senyum manis dan bersinar wajah yang terlihat. Semakin kentara indahnya wajah sang Adipati Karno. Sang Kusir, Prabu Salyamelihat apa yang akan dilakukan Arjuna. Ketakutan dan khawatir nampak pada wajah dan sikapnya.Anak panah dilepaskan dari busurnya oleh Arjuna. ´Ssseeeettttttt´, begitu suaranya tenang setenang Karno dalam menerimanya. Lepasnya panah seperti kilatan petir dari kereta Jaladara. Secepat dia mampu,Prabu Salya melompat dari kereta mengindari bahaya. Anak panah tepat mengenai leher Adipati Karno,putus seketika. Kepala menggelinding ke tanah, badanya menyampir di kereta.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:09 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Adipati Karno telahsampai pada garis akhir kesatraiannya. Dia telah mendapatkan apa yang diharapkannya. Kematian yangterhormat dalam menegakkan darma bakti satria. Basukarno adalah satria sejatinya satria. Duka menyelimuti Kurusestra dari pihak Pandawa. Lagi mereka kehilangan saudara yang dicintainya.Meskipun Karno di pihak musuh, sejatinya dia adalah saudara kandung mereka. Tidak terkira bagaimanapedih dan perih yang dirasakan Dewi Kunti. Semenjak lahir, anak sulungnya itu telah dibuangnya keSungai Gangga. Jangankan memelihara dan membesarkan, menyusui dan membelai bayinyapun tidak pernah dirasakannya. Belasan tahun dia tidak pernah mendengar kabar lagi mengenai anaknya. Setelahsekian belas tahun tidak ada khabar berita, begitu berjumpa anaknya telah memihak musuh Pandawa,anak ± anaknya yang lain. Sekarang saat perang ini terjadi, putra bungsunya telah menjadi bangkai ditangan Arjuna anaknya yang lain.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:10 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Rubuhan-Duryudhana Gugur (Barathayudha 8)
      Dengan tewasnya adipati karna, kurawa mengangkat resi durna menjadi senopati kurawa yangdisampaikan oleh kartamarma. Kartomarmo mulai menyampaikan kabar yang dibawanya« ³Sinuwunmohon maaf, hari ini seperti yang Paman Sangkuni perintahkan hamba mendampingi Sang SenopatiAgung Bapa Begawan Druna maju ke medan laga Baratayudha«.´.Dengan gaya dan cengkok suara yang khas, Sengkuni menyela ³Iya, kowe paman kasih pekerjaan entengKartomarmo, mendampingi Senopati Agung yang jelas tidak terkalahkan«´ ³Inggih Paman«´³Kartomarmo, teruskan ceritamu adikku´, perintah Prabu Duryudono³Terlaksana Bapa Druna maju sebagai senopati perang Astina. Pandawa menggunakan konfigurasipasukan berupa bulan sabit, Permadi di sisi kiri, Bratasena di sisi kanan. Keduanya sebagai ujungkonfigurasi bulan sabit itu. Bapa Druna menggunakan konfigurasi Bangau Terbang, dengan pucuk perangBapa Druna sendiri. Terbukti gunjingan dunia bahwa Bapa Druna tanpa tanding. Tanpa waktu lamabarusan pasukan bulan sabit pandawa diterjang, diterabas seolah tanpa perlawan.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Konfigurasi pasukanwulan tinanggal itu kocar ± kacir, morat marit terkena badai panah dan lautan api dari Sang PanditaSukalima itu´. Sangkuni ³He..he«he«, ya sudah paman perkirakan kok ngger. Kalau Bapa Drunabertindak lama mijit buah ranti, dalam sekejap Pandawa akan takluk..terus lanjutannya gimana le ??´´Melihat pasukannya kocar ± kacir, hamba lihat Arjuna bertindak. Busur panah disiapkan, panahandalannya kiai Pasopati dihunus, dipasangkan di busur panah siap dilepaskan ke arah Bapa Druna. Tiba± tiba gemetar tangan Arjuna, keringat dinginnya keluar, otot dan tulangnya seperti di-lelesi. Tanpa daya,Arjuna lemas ambruk dan semaput«´Duryudana ´Ha..ha«wah harusnya aku ada di sana. Aku akan bertepuk tangan dan kalau perlu sekaliantepuk kaki untuk menyemangati Bapa Druna dan mempermalukan Arjuna. Terusannya gimanaKartomarmo ? Pandawa menyerah tentunya«´. ´Belum kakang prabu. Melihat adiknya pingsan,Wrekudara siap tumandang. Diayunkannya Gada Rujakpolo ke kiri dan ke kanan. Beberpa prajurit Astinayang dekat dengan Wrekudara terlempar dan terluka. Bapa Druna memang memiliki daya magis yangluar biasa, belum sampai jarak selemparan tombak Wrekudara mengarah ke Bapa Druna, seolahdipakukan di bumi, kaki Wrekudara tidak bisa digerakkan. Wrekudara termangu seperti patung, balik kanan ketika dipanggil oleh Prabu Kresna..´. Sengkuni ´He..he«ya pasti begitu, Druna itu gurunya, jadi Wrekudara tidak akan berani melawan. Sudah saya duga kok ngger..terus Puntadewa nongol juga?? Ataumenyerah pastinya ´.´Belum paman. Nggih..puntadewa mencoba maju perang«´.´Alah anak itu nggak pernah perang kok, ya pasti kalahnya sama Pandita Druna´ .´Iya dicegah oleh Prabu Kresna, Puntadewatidak jadi maju.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pandita Druna terus menerus mengamuk mengeluarkan kesaktiannya. Ratusan prajuritpandawa tewas. Tetapi tiba ± tiba Wrekudara kembali ke arena lagi berteriak Swatama mati ± swatamamati´.Sengkuni´Loh, padahal Aswatama khan gak ikut perang dan belum mati ?´.´Iya pamanSangkuni´.´We lah, teriakan tipuan itu. Apus krama namanya«´.´Inggih Paman«teriakannya begitunyaring dan disambut gemuruh oleh seluruh pasukan Pandawa«Teriakan ini terdengar oleh PamanDruna. Mendengar isu yang beredar di arena pertempuran ini, Bapa Druna seperti kehilangan tenaga,linglung, bingung kehilangan daya sangga tubuhnya. Beliau menangis gero ± gero seperti anak kecil
      Begawan Druna menyingkir dari arena perang, sembunyi di balik bukit. Badannya lemas ditumpukanpada lututnya yang bersandar di tanah merah. Tanpa diketahuinya, ada satria bertindak curang.Drestajumena menebas leher Pandita Druna dari belakang. Putus leher Pandita Druna, kepalanyamenggelinding, ditendang ± tendang oleh pasukan Pandawa, Kakang Prabu«hu..hu«..tidak tega sayamelihatnya«.oh ho«ho«´Sampai di sini cerita Kartomarmo, tangis yang tadi ditahannya tidak bisa dia bendung. Rebah badannyaseketika«Demikian juga semua yang hadir diterpa kesedihan, kekecewaan, penyesalan dan rasa amarah tidak tahukepada siapa.
      Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:19 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Tidak terlukiskan bagaimana perasaan kesedihan, kekecewaan dan kepedihan PrabuSuyodono mendengar kabar ini. ´Aduhh««Gustiii«gusti«, betapa tidak adilnya Engkau«.Mengapaselalu kami yang tertima nestapa, mengapa hanya Pandawa yang engkau kasihi«..´ Setelah resi durnagugur, kurawa mengangkat prabu salya menjadi panglima dan sebagai pendampingnya diangkatkartomarmo. sebelum tampil perang untuk keesokan harinya, prabu salya telah membeberkan rahasiakelemahannya kepada kemenakannya nakula dan sadewa. karena ia telah merasa tiba saatnya. ia sekaligusmenyerahkan kerajaan mandaraka kepada nakula, putra dewi madrim adiknya. selanjutnya ia mengatakanbahwa orang yang berdarah putihlah yang bisa mengalahkan ajian candrabirawa nya yaitu prabuyudhistira. Keesokan harinya Di ladang Kuru setra. Bau busuk bangkai hewan tunggangan perang yangberserakan semakin menusuk hidung.Darah para prajurit, senopati, dan agul agul pandawa maupu kurawa yang gugur sebagian mengering,sebagian masih terasa basah berjampur rereumputan kering dan debu musim kemarau. Semilir angin pagihari mendendangkan senandung kepedihan, kesedihan. Rumput rumput kering berserakan tercerabut daritanah berpijak, begitu pula nyawa para prajurit yang telah gugur terpisah dari raganya. Ladang Kurusetra,sejak jaman kuno ketika Hutan Hastinapura diubah menjadi kerajaan oleh Prabu Gajah Hoyo (oleh karenaitu jagad mengenal Hastinapura dengan sebutan Kerajaan Gajahoyo) telah menjadi saksi puluhan perangbesar.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:21 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Perang besar dunia pertama juga terjadi di sini. Ketika Prabu Tremboka dari Pringgandani matisampyuh bersama Prabu Pandu kala itu. Pandu mati muda meninggalkan dua orang istri dengan anak2yang masih kecil, bahkan Nakula Sadewa belum putus tali pusarnya.Hari ini ternyata Sangkuni tidak mematuhi pesan Salya kemarin sore. Paling tidak itulah yang dilihatSalya. Kurawa telah memulai formasi perangnya dan menyerang prajurit Kurawa. Dari kejauhan Salyamelihat Setyaki bertempur melawan«siapa di sana? Salya tidak mengenalinya. Namun perkiraannyamengatakan, pastilah lawan Setyaki itu adalah salah satu sekutu Duryudono dari Kerajaan sebrang.Drestajumena, senopati Pandawa itu, melawan musuh lain yang juga tidk dikenalnya. Begitu pula paraprajurit tingkat bawah saling beradu satu sama lain. Salya belum lagi beranjak untuk memerintahkanpasukan setianya maju menggempur formasi Pandawa. Dalam hati dia mengumpat, Sangkuni memangtidak tahu tata krama. Sudah dipesannya jangan sampai tanpa perintahnya digelar formasi perang. Sebabdia adalah Senopati Agung. Di bawah kendalinya lah seharusnya segala pergerakan perag hari ini berada.³Duwoyoto«!´ ³Hamba sinuwun prabu..´ ³Sangkuni dan para kurawa memang tidak tahu tata krama dansopan santun. Sudah aku pesankan, jangan sampai menggelar pasukan hari ini tanpa seijinku. Tapimengapa mereka lancang mendahului perintah senopati??´ ³Sinuwun Prabu memang benar adanya,namun lama lama saya amati, kelihatannya mereka bukan pasukan Kurawa sinuwun.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:23 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Hamba tidak melihat pasukan kurawa dan kurawa ada di medan laga..´³Oh ya«we la«siapa mereka Duwayata? Kelihatannya memang mereka sekutu Kurawa. Tetapimengapa tidak terlihat Kurawa di sana? Hmm«.ya sudah biarkan saja. Tahan pasukanmu, tidak perlumelakukan gerakan apapun´ ³Sendika sinuwun«´ Maka demikianlah, Salya dan pasukan Mandarakahanya diam menunggu dan mengamati apa yang terjadi di medan laga. Debu bergulung gulungbeterbangan karena sapuan kaki kaki prajurit yang sedang bertempur, atau karena hentakan kaki kuda,gajah dan tunggangan yang lain. Suara gemuruh terdengar riuh rendah. Teriakan kemenangan berselang seling dengan jerit kesakitan. Sorak sorai yang berhasil merobohkan ditimpali erangan mereka yangdirobohkan. Pedang beradu dengan tameng, tusukan tombak mendesis menerjang sasarang. Anak panahbagai guyuran hujan dari dan menuju kedua belah pihak yang berlawanan. Teriakan sorak sorai dari arah pandawa tiba tiba membahana. Setyaki berhasil merobohkan lawannya.Dengan ketangkasan dan keprigelannya, Si Bima Kunting ini berhasil merebut tombak lawannya setelahdua tiga kali menghindar terjangan. Sambil melenting menghindari tusukan horisontal tombak sanglawan, dikirimkannya tendangan tumit kaki kiri mengenai leher lawan. Lawan terhuyung ke belakang.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Secepat ular mematuk mangsa, tangan Setyaki menghujamkan tinju ke pergelangan lawan, tombak terjatuh. Bersamaan dengan robohnya sang lawan. Setyaki sudah menggenggam tombak itu. Kendalisekarang ada padanya. Lawan yang roboh mencoba bangun, dengan terhuyung dia berdiri. Dicabutnyakeris dari pinggangnya. Di sebrang sana Setyaki siaga memasang kuda kuda. Lawan melompat menerjangdengan keris terhunus. Setyaki melemparkan tombak ke sasaran. Tepat menghujam dadanya. Darahmengucur deras. Sang lawan sekali lagi roboh, kali ini tidak mampu bangun lagi. Sorak kemenanganprajurit pandawa menggema menggetarkan Kurusetra. Di sisi lain, Drestajumana sibuk dengan lawanyang lain. Namun kelihatannya, ini bukan lawan sebanding baginya. Nyalinyapun ciut. Belum lagi sampaiberadu senjata, namun begitu diketahunya bahwa senopatinya telah dikalahkan Setyaki diperintahkanpasukannya mundur. Begitulah akhirnya, sekutu kurawa inipun kalah memalukan. Gemuruh kemenanganprajurit pandawa. Mereka tidak mengejar pasukan musuh yang lari tunggang langgang. Sebab, meskipunini perang besar dan bisa jadi akan habis habisan, ada aturan yang harus dipatuhi kedua belah pihak. Salahsatunya, tidak boleh ada penyerangan bagi mereka yang mundur. Apalagi sudah di luar padang Kurusetra.Perang ini hanya berlaku di ladang Kurusetra. ³Sekarang saatnya Duwoyoto, ayo perintahkan pasukanmumaju menerjang Pandawa..!´. Dan pasukan Mandaraka pun maju menyerbu. Sebagai incaran merekatentu saja jika berhasil meringkus atau merobohkan salah satu pandawa lima, sudah cukup untuk menyatakan mereka menang. Namun tentu saja hal ini tidaklah mudah. Sudah tujuh belas hari perang ini berlangsung.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sudah berribu2 pasukan dikerahkan, sudah berpuluh panglima perang diturunkan Kurawa.Toh para pandawa masih segar bugar tanpa cela. Drestajumena sedikit terkejut melihat serbuan pasukanMandaraka. Meski sudah terdengar kabar sebelumnya, akan turun nya Salya di perang ini, tetap saja adarasa was was di dadanya. Dia tahu, bagaimana tingginya keahlian Salya dalam strategi perang dankeprajuritan.Narayana pun mengakui ini. Ajian Canda Birawa yang disandang Salya, membuat siapapun miris. Namundia adalah Senopati Pandawa sekarang, maka ditatanya perasaan diteguhkannya tekat. Dilihatnya wajah ± wajah cemas pasukan Pandawa. Bahkan Setyaki sekalipun miris. Kabar mengerikan yang sayup ± sayupdihembuskan Kurawa memakan mangsa. Tidak akan setengah hari, Pandawa dan seluruh pasukannyaakan tumpas oleh Canda Birawa. Drestajumena, sang senopati membangkitkan kembali semangatpasukannya, ³Kalian prajurit Pandawa«! Ingatlah kalian mengemban tugas suci saat ini. Jangan kalianingkari kesanggupan dan janji kalian hanya karena kengerian akan kabar kesaktia Salya yang belum tentubenar. Aku sama sekali belum pernah melihat kebenarannya, kecuali kabar bohong yang sengajadisebarkan Kurawa. Para pendusta itu«.! Apakah kalian percaya?.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Apakah kalian tidak malu ngeridengan kabar bohong itu? Hayo tunjukkan keberanian kalian yang sudah terbukti dalam perang ini..Sudahterbukti ribuan prajurit kita robohkan, ratusan panglima Kurawa kita lumpuhkan, bahkan Maha guruDruno sekalipun. Tidak ada alasan untuk tidak bisa merobohkan Salya hari ini. Kembali ke formasi bungateratai, lindungi Pandawa«!!! ³ Pasukan pimpinan Drestajumena mengikuti perintah panglimanya. Entahsukarela atau terpaksa, hanya mereka yang tahu.Di pihak lawan, para prajurit Mandaraka maju menyerbu. Riuh rendah suara penyemangat perangterdengar dari arah mereka. Memang benar kondangnya, meski jumlahnya tidak seberapa ketangkasanmereka luar biasa. Mereka yang menunggang kuda atau menyerbu dengan berlari sama tangkasnya.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ketika jangkauan mereka sudah tercapai anak panah, ribuan anak panah menghujani pasukan Mandarakaitu. Luar biasa, tidak satupun dari mereka terkana. Sambil tetap maju menyerbu, mereka menangkis anak panah yang melesat dengan tameng, pedang, atau bahkan tombak mereka. Pasukan Mandaraka semakindekat«dan duel satu lawan satu tak terelakkan. Bergelimangan pasukan Drestajumena tak kuasamenghadang mereka. Namun jumlah pasukan Mandaraka tidak sebanding. Perlahan mereka kewalahanjuga, satu pasukan Mandaraka kira kira berhadapan dengan sepuluh pasukan Pandawa yang juga sangatterlatih. Melihat pasukannya berjatuhan, timbul amarah Salya. Yang tadinya sebenarnya hanya ³lamis´dia berperang, cintanya kepada pasukan dan simbul simbul Negara manadaraka yang dicederai lawan,membuatnya marah juga. Disingkirkannya rasa ewuh pekewuh dan rasa welas kepada para pandawakeponakannya. Di medan laga ini, tidak ada keluaarga, tidak ada sanak saudara, tidak ada pepundensesepuh. Yang ada hanyalah lawan, yang ada hanyalah musuh. Tidak ada kasih sayang, tidak ada welasasih. Yang ada hanyalah melukai jika tidak ingin terlukai, yang ada hanyalah membunuh jika tidak mauterbunuh. Dikerahkannya kesaktiannya.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Panah disiapkan dibusurnya, secepat kilat panah itu terlepas danribuahn panah tiba2 saja seolah menyembur dari kereta salya menghujani arah pandawa. Drestajumenaberteriak memberikan komando, ³Kakang setyaki«bawa pasukanmu seutuhnya, kepung keretaSalya..Jangan sampai dia mendekat ke arah Pandawa«!´ Segera Setyaki dan ratusan pasukannyamengepung kereta Salya. Ratusan tombak dilemparkan ke arah Salya. Tidak satupun mampu melukainya.Bahkan kuda kuda kereta itupun seolah hanya digigit semut ketika terkena senjata dari arah pasukanSetyaki. Setyaki dan pasukannya terdesak mundur, meski hanya menghadapi seorang Salya. Sebagianpasukan Drestajumena membantu menghadang laju Salya. Tak kuasa, panah Salya seolah tiada hentimenyembur dan memakan korbannya. Jarak antara salya dan para pandawa di tengah formasi bungateratai tak lebih dari sepuluh lapis pasukan, dengen Setyaki dan Drestajumana di garis depan. Arjunabertindak. Dilepasknnya panah ardodedali, tidak mampu mengeni Salya. Namun menghantam payungkereta, menyambar leher kusir Duwuyoto.Mati seketika sang patih Duwoyoto. Semakin menjadi jadi marah Salya. Sejenak kereta kehilangankeseimbangan karena ditinggalkan kusirnya. Sekarang Salya memegang sendiri tali kekang, sambilsesekali tangan kanannya melempar tombak ke arah pasukan pandawa untuk mencari jalan menyerbuPandawa. Salya benar benar tidak lagi melihat pandwa sebagai kelurga, mereka semua dalah musuh saatini. Dari luar gelanggang Kresna berteriak, ³Yayi Yudistira«sekarang giliran adinda«!´Yudistira maju menerjang dengan menunggang kuda putih. Mengitari kereta salya seolah2 meledek Salya, ³Mana ajian Canda Birawa Salya yang terkenal itu? Apakah terkenal kabar dustanya saja? Sebabsekalipun belum pernah aku melihatnya« ´ Sayup sayup itulah yang didengar Salya. Meski terbersit jugakeraguan, benarkah Yudistira selancang itu kepadanya meski ini di medan perang???Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di alam tapaksuci yang memisahkan dunia dan alam baka, arwah Bagaspati yang masih menunggu anak menantu tersayangnya mendapati momen yang dinantikan. ³We lah«inilah saatku menghadap kepengayunan Yang Maha Menang, sudah cukup lama aku menunggu. Sekarang Narasoma sudahberhadapan dengan manusia berdarah putih. Yudistira«.jangan kaget, aku akan menyatu denganragamu.´ Salya semakin merasa terhina ketika kuda Yudistira hanya mengitari, mengejek dirinya.Lemparan tombak dan lontaran panah, tidak satupun mengenai Yudistira. Dikesampingkannya rasa ragudan kasih sayang pada Yudistira, diucapkannya mantra ajian Candabirawa. Seketika muncul dihadappnyamonster kerdil menyeramkan,´Narasoma«.mengapa kamu panggil aku hmmm?´³Canda birawa..,berpuluh tahun kamu di ragaku baru kali ini aku menyuruhmu. Yang menunggang kudaputih itu Ratu pandawa, hisaplah ubun2nya agar sampai pada kematiannya..´³Wah..ha ha, jangan kuwatir tidak sampai kedip matamu usai, Yudistira akan tewas´. Dan ketika monster itu menampakkan wujudnya benar2 membuat prajurit yang melihat heran dan ngeri. Meski secara spontanitu membuat mereka maju menyerbu monster kecil itu. Bukan erangan kesakitan yang keluar dari mulutmonster itu ketika berbagai sanjat menghujam tubuhnya, tetapi tawa kegirangan. Dan seketika monster ituberlipat seperti amuba membelah diri. Satu jadi sepuluh, sepuluh menjadi seratus, dan ratusan monster itumembuat pasukan pandawa dan senopatinya tunggang langgang. Sekarang hanya Yudistira yangmenghadapi. Semua yang melihat keheranan melihat keanehan ini. Selama hidupnya, Yudistira tidak pernah perang. Kali ini begitu gagah beraninya dia menghadang Candabirawa, yang bahkan Bima Janakapun ciut nyalinya.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Keajaiban itu semakin bertambah ketika ratusan monster kerdil itu mendekati Yudistira. Bukan rasa benciapalagi amarah yang terlihat di wajah monster itu, tetapi kegembiraan yang luar biasa karena kerinduanyang kelihatannya sangat lama terpendam. Lihatlah seolah mereka anak anak kecil yang seharianditinggal ibunya. Semmuanya menubruk dan ingin merangkul Yudistira. Entah apa yang terjad, ketikatubuh2 mereka menyentuh Yudistira, seketika hilang tidak berbekas.Tak terdengar lagi raungan monster2 canda birawa. Yudistira bersiap. Dihusnya panah dari sarungnya,dipasangkannya ke busur. Panah itu sudah ditumpangi Jimat Kalimasada. Seolah tanpa ragu dan tetlihatsangat terlatih, Ydistira melepaskan anak panahnya. Tepat mengenai dada Salya. Salya gugur memenuhijanji dan melunasi hutangnya. Bagi yang melihat kasar mata mungkin itu adalah penderitaan dan aib.Namun bagi Salya sebaliknya. Inilah bukti cintanya pada pandawa dan kebenaran. Dikorbankannyanyawa untuk membelanya. Ini pula momen yang ditunggunya, ketika dia melunasi hutang kepada Bapak mertuanya. Dengan demikian, dia pulang ke pangkuan yang maha sempurna, dengan kesempurnaan.Paling tidak tiada membawa beban dan janji yang tak terlunasi. Setelah Prabu Salya gugur di TegalKurusetra, kini ganti Patih Sengkuni dengan kereta pe rangnya memasuki Tegal Kurusetra, menujupertahanan Pandawa. Ternyata Patih Sengkuni betul betul mahir dalam memainkan segala senjata, daripanah, pedang, juga gada.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:46 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Patih Sengkuni dikala mudanya, satria dari Gandara, bernama Sri Gantalpati,seorang pemuda yang tampan dan sakti pula. Ia mengikuti Sayembara memperebutkan Dewi Kunti dikerajaan Mandura. Namun gagal, ia dikalahkan oleh Pandu. Berkali kali senjata senjata Pandawamengenai tubuh Sengkuni namun, tidak satupun bisa melukai Sengkuni. Bahkan Sengkuni melepaskanberbagai panah ke arah Arjuna dan Patih Sengkuni berhasil mematahkan serangan panah Arjuna.Werkudara mencegat kereta perang Sengkuni. Werkudara me maksa Sengkuni turun dari Kereta perang.Sengkuni pun turun. Terjadi perkelahian antara Werkudara dan Sengkuni. Berkali-kali Werkudaramemukul tubuh Sengkuni dengan Gada Rujakpolo. Namun Sengkuni hanya ketawa-ketawa, ia tidak merasakan kesakitan. Werkudara terus memukul Sengkuni dari kepala, dada, perut, sampai paha,betis dantelapak kaki, namun kelihatannya tidak merasakan apa apa. Tidak patah semangat. Gada Rujakpoloditinggalkan, Werkudara maju menghadapi Sengkuni, terjadilah perkelahian, berkali-kali Werkudaramenangkap Sengkuni, namun kulit Sengkuni licin bagaikan belut, sehingga selalu lepas.Werkudara terus melawan Sengkuni. Werkudara, teringat masa lalu, kejadian Bale Sigolo golo, yanghampir membawa korban para Pendawa, itu karena perbuatan Sengkuni.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:49 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Perang dadu, itu ide Sengkuniyang mencurangi Pandawa, hingga Pandawa sengsara 13 tahun di hutan. Sedangkan Sengkuni merasakecewa ketemu Prabu Pandu di Mandura, waktu sayembara memperebutkan Dewi Kunti, Sengkunimenyerahkan Dewi Gendari, kakaknya pada Pandu, dengan harapan agar kakaknya bisa berbahagiabersama Pandu. tetapi ternyata kakaknya di berikan pada Drestarastra. Andaikata Dewi Gendari tidak diberikan pada Drestarastra, Kurawa itu menjadi anak Pandu. Sehingga Pandu akan memiliki 105 anak.Pastilah Astina sangat kuat. Dan tidak ada perang Barata Yudha. Semua ini gara-gara Pandu. MakaSengkuni ingin membunuh anak-anak Pandu, yang telah membikin sengsara.Werkudara capek menghadapi Sengkuni. Tiba-tiba Werkudara ingat, bahwa kulit Sengkuni amat licin,dan peluhnya berbau lengo tolo (mungkin, minyak tanah), ini pasti ada hubungannya waktu Kurawa danPendawa masih kecil bermain di sumur tua menemukan cupu lengo tolo milik kakek Abiyasa yang berisiminyak kesaktian. Yang akhirnya lengo tolo diambil Sengkuni dan dilumurkan keseluruh tubuhnya.Werkudara langsung meraih leher Sengkuni, lalu dihimpitnya dengan lengannya kuat kuat, sehinggalehernya tercekik, dan mulutnya pun membuka lebar kehabisan napas. Werkudara memasukkan kukuPancanaka kedalam mulut Sengkuni karena Sengkuni tidak meminum lengo tolo,maka dengan mudahdirobek robeknya sampai kedalam leher dan menembus ke jantungnya. Namun Sengkuni masih hidup.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:50 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ia mengerang kesakitan. Werkudara menjadi ngeri dan ketakutan. Walaupun sudah luka berat, Sengkunitidak mati mati.Prabu Kresna meminta Werkudara bisa menyempurnakan kematiannya. Werkudara akhirnya mengertikeadaan ini dikarenakan kesaktian Lengo tolo yang dioleskan kesekujur tubuh Sengkuni. Setelahterkelupas kulitnya, akhirnya Sengkuni pun Gugur. senopati terakhir kurawa akhirnya maju ke medanperang. werkudara menekan pasukan astina sehingga mereka terdesak. prabu duryudana lari namun dapatditemukan oleh bima. dua raksasa pihak kurawa dan pandawa bertemu. pertarungan berjalan seimbang.hingga lama pertarungan belum juga dapat diketahui pemenangnya. hingga batara kresna ingat bahwakelemahan(pengapesan) duryudana berada di paha kanannya. ia lalu memberi tanda pada bima denganmenepuk2 pahanya. bima segera tanggap dan menyerang paha duryudana, akhirnya duryudana kalah oleh bima.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Khrisna dan Arjuna
      Saat perang dunia Baratayuda mulai, dan genderang perang ditabuh, Arjuna, pahlawan terbesar Pandawalumpuh. Ksatria ini berubah menjadi begitu humanis, sehingga Krishna, lambang humanisme, harusmengajarkan Arjuna bagaimana menjadi ksatria sejati, dalam Bhagavad Gita, the Song of God. Dalamkisah Mahabarata, perselisihan antara keluarga Kurawa dan Pandawa, yang sebenarnya bersaudara iniketurunan Barata, tidak dapat didamaikan lagi. Kehidupan dunia memanas, seluruh aspek kehidupanhanya tentang pertentangan kedua keluarga ini. Tidak ada perkembangan. Tidak ada kemajuan. Makapeperangan dengan skala global, bahkan kosmik,tidak dapat dihindari. Baratayuda, perang keluargaBarata, dimulai.Pihak Kurawa sangat kuat, dibantu guru-guru Pandawa seperti Bhisma dan Durna, serta ksatria puteradewa Surya yang tidak terkalahkan, Karna. Harapan Pandawa sebenarnya hanya ada pada Arjuna. Pahlwan terbesar, putera dewa perang Indra. Tetapi di medan perang Arjuna lumpuh. Kehilangan rohksatria. Kita perlu menyadari ironi dari semua ini. Jauh sebelum peristiwa ini terjadi, dewa terbesar adalah dewa Indra. Dewa perang. Dewa ini pemimpin dunia, dan menjadi sesembahan para ksatria,penguasa dunia.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Para ksatria ini sangat ditakuti, menjelajahi tanah India, dan merampok ke sana ke mari.Sampai suatu hari muncul ilham humanisme, paham kebajikan, sebagai reaksi penderitaan yangditimbulkan kaum ksatria. Humanisme yang kemudian berkembang nanti menjadi agama Hindu,meletakkan kebajikan dan menahan diri di atas segala-galanya. Oleh sebab itu timbul dewa tandinganIndra, dan dalam kosmos penduduk Kuru posisi dewa Indra tergeser oleh dewa-dewa yang baru. Dewayang memimpin pada kebajikan dan humanisme. seperti dewa Wishnu menjadi dewa utama melebihiIndra.Dan ini tercermin dalam struktur Pandawa. Kakak tertua, Yudhistira adalah anak dewa Dharma. Bimaadalah anak dewa Bayu. Barulah Arjuna, anak ketiga, adalah anak dewa Indra, dewa perang. Yudhistiraadalah pemimpin Pandawa, bukan Arjuna. Dengan kata lain, dewa Indra harus mengalah pada dewa Dharma. Baratayuda adalah peperangan. Di sini Arjuna berkuasa, lepas bebas, menjadi seorang ksatria.Tetapi setelah bertahun-tahun bergaul dengan Yudhistira, Arjuna mampu melihat apa yang di lihatYudhistira. Betapa mengerikan dan kejam peperangan itu. Betapa besar kerusakan yang ditimbulkan paraksatria. Ia harus membunuh saudara sendiri, guru-guru yang dihormati, pahlawan, orang-orang terhormat. Ia harus bertindak keras pada orang yang sebenarnya ia hargai, mengerti, dan cintai.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 2:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dan Arjuna lumpuh.Akhirnya Krishna memperlihatkan siapa dirinya sebenarnya, dewa Wishnu. Dewa pemelihara kehidupan.Ia mendorong Arjuma untuk berperang. Ia menjelaskan arti dharma yang sebenarnya. Ia mengajarkan Arjuna untuk menjalankan tugas tanpa perasaan, tanpa melihat hasil, tanpa melihat konteks, tanpamemikirkan kerugian pada diri sendiri, tanpa mementingkan diri sendiri. Ia menjelaskan apa artinyaksatria itu, dan betapa besarnya peran seorang ksatria. Sampai seorang Wishnu, pemelihara kehidupan,memerlukan kepahlawanan Arjuna untuk menjaga kehidupan ini. Semua didikan dan penjelasan Krishnaitu dituangkan dalam the Song of God, Bhagavad Gita. Akhirnya Arjuna mengerti, dan iapunmengeluarkan semua yang ia miliki untuk dipersembahkan di Kurusetra, tempat Baratyuda. Danpeperangan yang hebat dan lama akhirnya dimenangkan oleh Pandawa. Tapi dalam kemenangan yanganti klimaks. Karena semua, Kurawa dan Pandawa, hancur lebur. Di atas kehancuran Kurawa danPandawa ini, Wishnu membangun sebuah dunia baru, yang lebih baik dari dunia yang hanya berisikonflik antara Kurawa dan Pandawa.Hari ini ksatria itu adalah para penegak hukum, para tentara, para pemerintah, para alat negara. Tidak jarang ksatria jaman sekarang lumpuh. Karena ia berhadapan dengan keluarganya, saudaranya, orangsegolongan, satu suku, satu agama, satu daerah, satu bangsa. Dan ia tidak bisa menegakkan keadilan. ialumpuh. Semua ksatria harus mengerti esensi tugasnya, penegakan keadilan. Mampu menjalankan tugasnya dengan teguh, tanpa terpengaruh dengan berbagai pemikiran yang melemahkan rasakeadilannya. Keadilan yang lebih universal, bukan kepentingan kelompoknya. Di atas perjuangan paraksatria ini dunia yang lebih baik dan indah dapat dibangun.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:00 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wahyu Tringgolo
      Marcapada geger karena mendengar kabar dewata akan memberikan wahyu tri manggolo. di kerajaanhastina kegegeran ini dimulai dengan datangnya seorang pendeta berjuluk begawan dewa kumara,begawan berwujud raksasa. dia mengabarkan kepada sang prabu duryodana bahwa istrinya dewi banowatimendapatkan wahyu tri manggolo. wahyu ini konon berwujud 3 buah dan salah satunya masuk ke dalamtubuh banowati. maka gegerlah kurawa. pertama duryodana akan mengadakan pesta besar besaran, tapikarena diingatkan oleh prabu salya mertuanya dari mandaraka, maka hal ini dibatalkan. karena prabusalya tahu bahwa wahyu tak akan betah jika penerima wahyu justru bersenang senang. prabu salya jugamemberikan petunjuk bahwa wahyu akan lestari masuk dalam tubuh sang penerima jika saratnyadipatuhi. apa itu?yaitu tidak srawung atau bergaul berhubungan badan atau memegang lain jenis dalamjangka waktu 40 hari. Saat itu dewa kumara sang begawan pembawa kabar gembira itu mengajukan suatuusul dan pembicaraan kepada prabu duryodana, yaitu bahwa hal itu tak mutlak, tetapi bisa diakali denganmenebus tumbal. apakah tumbalnya?kera putih, sipa kera putih?ya hanoman dari pertapaan kendalisadha.itulah tumbalnya, dengan tumbal itu maka diharapkan wahyu akan selamanya menjadi milik banowati. maka duryodana menyetujuinya, tapi prabu salya tiba tiba memberikan petuah kepada semuayang hadir, bahwa tak pantas wahyu dipertahankan dengan jalan menyakiti bahkan membunuh orang lainyang tidak berdosa. begawan dewa kumara menjawab ucapan salya dengan berkata ³saya disini untuk menghadap duryodana raja hastina, bukan salya raja mandaraka´.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:02 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      salya naik pitam, demikian juga prabukarna raja ngawangga mantu salya. begawan dewa kumara ditarik oleh akrna untuk keluar ke alun alununtuk ditantang berantem. sementara prabu salya yang menahan amarah pamit kepada duryodana dansegera pulang ke mendaraka.Perang tanding di alun alun terjadi. adipati karna yang merasa mertuanya dipermalukan oleh begawandewa kumara mengamuk. tapi segala ilmunya tidak mempan di tubuh begawan sakti tersebut. dengansekali gebuk, begawan dewa kumara mengeluarkan ajian saktinya gelap sayuta, dan adipati karnaterlempar jauh ke angkasa entah kemana. patih sengkuni datang menghadap, tadinya mau melerai, tapimelihata dipati karna dikalahkan niyatnya batal. Patih sengkuni meminta begawan menghadap rajaduryodana kembali di paseban agung. Di paseban duryodana memberikan wewenang kepada dewakumara untuk memimpin wadya bala hastina. dewa kumara menghaturkan trimakasih dan segera bersiapbersama pasukan kurawa berangkat ke kendali sadha tempat pertapaan resi hanoman. sebelum berangkat sengkuni mengabsen para kurawa, dan diberi tahukan oleh dursasana bahwa pendeta dorna dan anaknyaaswatama tidak hadir, demikian juga raja banakeling jayadrata juga tidak hadir.segera pasukan itudiberangkatkan ke pertapaan kendali sadha.Lihat Selengkapnya

    • Saliqun Nafs Salam salam salam
      Salam hormatku untk smua
      13 Juni jam 3:04 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di pertapaan kendali sadha anoman sedang menerima tamupara anak pandawa, abimanyu, antasena, gatotkaca hadir. mereka hadir untuk bertanya tentang hilangnya2 pendawa yaitu harjuna dan para punakawan serta werkudara dari kesatrian madukara danyodipati.perginya para kesatria tanpa pamit ini membuat anak anak mereka merasa kuwatir dan berusahamencari infi keberadaan mereka dimana. dan ahirnya mereka sempat datang ke dwarawati, tapi ternyatakresna juga sedang tidak ada di tempat maka segera mereka mencoba mencari ke tempat begawananoman.begawan anoman mengaku tidak mengetahui dimana ayah mereka berada, belum jauh mereka berbicara,pasukan kurawa datang dan terjadilah pertempuran di pertapaan kendali sadha. pertama para kurawadapat dikalahkan, tapi ketika dewa kumara maju, maka para anak anak pendawa kewalahan dan mundur.ahirnya hanoman yang maju dan ternyata hanoman bisa dibunuh oleh begawan dewa kumara. jazadanoman dibawa oleh kurawa pulang ke hastina sementara anak anak pandawa kemudian bertekadmembalas dan mengambil kembali jazad anoman mengikuti ke hastinapura.Di tengah hutan arjuna dan para punakwan berjalan, naik turun bukit masuk keluar hutan prihatin,meminta atau nyenyuwun kelimpahan wahyu trimanggolo. sampai suatu ketika muncul macan yang besar dan berhasil menyambar tubuh harjuna, petruk bertekad sekuat tenaga merebut harjuna dari tangan macandan berhasil. macan tadi ternyata bisa berbicara dan mengaku bernama singo jalmo dan bermaksudmemakan punakawan, harjuna berkata sebaiknya macan tadi memakan dirinya sebelum makanpunakawan. dan perang tanding pun terjadi. 3 panah harjuna menembus mulut macan.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:10 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ki Joko Bodho lagi lagi arjuna yang jadi tokoh penyelamat kelompok suci, siiiip bunda lia ,
      13 Juni jam 3:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ketika akandibuang bangkai macan tersebut, macan tersebut berubah menjadi bhatara kamajaya. dan memebrikanwangsit bahwa wahyu trimanggolo hak harjuna sekarang sudah diambil oleh ratu banowati, maka harjunadisuruh untuk mengambil wahyu tersebut. Sepeninggal bhatara kamajaya, arjuna menangis tersedu sedudipangkuan semar. dia menangis karena merasa gagal emndapat wahyu dan bertekad bunuh diri karenadia tak mungkin merampas wahyu dari tangan banowati. semar dan punakawan berusaha membujuk harjuna tapi tak berhasil, dan arjuna mencabut kerisnya siap bunuh diri. semar mencegah dan ahirnya mauuntuk memberikan jalan agar arjuna bisa mendapat wahyu tri manggolo tersebut. punakawan dirubahmenjadi gajah raksasa oleh semar, petruk jadi kepala dan gading, gareng jadi belalai, dan bagong jadiperut dan buntut, mereka diberi nama gajah ijo dan disuruh ngamuk di keraton hastina, denganpermintaan dinikahkan dengan banowati. hitungan semar, wahyu akan keluar dari tubuh banowati jikabanowati bisa dikeluarkan dari kaputren keraton hatina. karena memang wahyu itu bukan hak banowati.maka berangkatlah gajah semar dan harjuna ke hatsinapura.Sementara di khayangan arwah anoman bertemu dengan kresna, anoman menceritakan kejadian yangmenimpanya, lalu kresna mengajak serta arwah anoman ke kayangan alang alang kumitir, tempatnyasyang hyang wenang. karena kresna akan meminta wahyu trimanggolo, rupanya kresna meninggalkandwarawati untuk bertapa dan hendak meminta wahyu trimanggolo jua.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Sampai di hadapan syang hyangwenang, kresna dan anoman mengatukan salam. lalu karena syang hyang wenang mengetahui maksudkedatanagn mereka maka beliau langsung memebrikan jawaban tentang wahyu trimanggolo. Wahyu iniada 3 bagian, 2 bagian satria, dan satu bagian pamomong. yang satu bagian milik hanoman karenakesetiaanya sejak jaman prabu rama sampai sekarang untuk membela yang benar. dan yang 2 untuk werkudoro dan arjuna, sebagai manggolo atau pemimpin satria yang berbudi luhur. segera wahyudiebrikan kepada anoman. sementara kresna dinasehati bahwa dia adalah penjelmaan wisnu oleh karenaitu tak boleh ikut ikutan meminta wahyu. kresna insyaf, lalu syang hyang wenang menitipkan wahyuuntuk werkudoro kepada kresna. hanoman disuruh kembali ke hastina dan memebrantas angkara murkadisana yang berwujud begawan dewa kumar. dan kresna disuruh untuk mencari sang werkudoro.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:13 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Maka turunlah hanoman dan kresna, mereka lalu berpisah, hanoman menuju hastina. sementara kresna kengamarta. di alam ayang ayang kresna dihadang sukma lelana sukma raga sukma begawan drona. rupanyabegawan drona hendak merebut wahyu itu untuk anaknya aswatama. terjadi eprtempuran di awangawang. dan wahyu yang dipegang kresna terlempar ke bumi. dalam hati kresna meminta supaya jatuh keorang yang benar benar pantas menerimanya. sementara dorna dibohongi oleh kresna, dorna merampasbungkusan yang dikira wahyu dan cepat kembali ke bumi. kresna tertawa dalam hati melihat polah dronadan segera memburu dimana wahyu trimanggolo asli jatuh. Di sungai suci yamuna werkudoro tampak tekun bertapa, dia sedang melakoni tapa kungkum di tengah kali dengan cara menenggelamkan badansampai sedada dan terus memuji dan meninggalkan makan minum, sudah berhari hari werkudoro dalamposisi yang sama. dan hari itu sesuai kehendak dewata dari langit turun wahyu tri manggolo yang jatuhdan masuk ke dalam tubuh werkudoro. Kresna segera turun dan tertegun melihat werkudoro di tengahkali, dan merasa senang karena wahyu sudah masuk dalam tubuhnya. kresna membangunkan werkudorodan menyadarkannya bahwa permintaannya dikabulkan dewata dia akan menjadi manggolo senopatidalam perang bharata yudha nanti. werkudoro bersyukur atas terkabulnya permintaanya.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:15 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Werkudoro dankresna berjalan menyusuri kali hendak menyusul saudaranya arjuna, tiba tiba bertemu begawan sempanidan anaknya jayadrata yang juga mencari wahyu. mengetahui wahyu diterima werkudoro begawansempani dan jayadrata meminta dnegan paksa dari tangan werkudoro.Tak dinyana banowati sangking takutnya lari ke luar istana, disana ketemu harjuna dan langsungberpelukan, saat itu ketentuan wahyu dilanggar dan arjuna menerima wahyu dari banowati. duryodanamengetahui hal ini ahirnya sadar dan minta arjuna mengusir gajah edan yang mengamuk. Anak anak putrapandawa sampai, dan bersedia untuk menghadapi gajah. antaseno segera menyuruh punakawan untuk kembali ke wujud asal. dan kembalilah gajah ke wujud punakawan. sementara anoman hidup kembalisetelah rohnya masuk ke dalam raganya. dan terjadilah pertarungan antara anoman dan begawan dewakumara. kali ini dewa kumara berubah wujud asli arwah ganda yitma, warga alengka. maka anomansegera membawa kembali arwah ganda yitma ke penjara di gunung kendali sada. Kresna, anoman, arjuna,werkudoro, semar, punakawan dan semua anak pandawa yang hadir mengucapkan syukur teramat sangatkepada tuhan yang maha kuasa. karena wahyu tri manggolo telah mereka dapatkan.Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ki Joko Bodho
      wahyunya tri manggolo apa cantik kaya di poto profil ki joko bodho ya bunda lia…..? salut dengan kisah mahabarata nya, supaya jadi pendidikan dalam bangsa yang sedang kena gelombang krisis kepercayaan ,dan tanda keruntuhan .seperti negara …….? jempol dua tangan dari ponorogo buat putri madiun yang kini di pinggir laut selatan,yang dalam asuhan kanjeng ibu ratu…..? ( prabu klono sewandono suami dewi songgo langit dewi putri sri maha raja aji jaya baya, kediri, mungkin crita ini perlu juga di anggkat bundaku.)Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar
      ceritanya seru bnget bunda seolah sy lgi berada di dpan kelir..
      Tpi kalo inget skarang miris rasanya batin ini,knapa yah budaya yang adiluhung sudah mulai di tggal kan.
      Tpi alham dllh sy tgl di jakarta mlh sering bnget ada pagelaran wayang bunda cnth bln juni ini aja satu bulan penuh pemprov dki ngadain wayang tiap mlm mgu apa hri mggu.mlah pas wktu hri mggu tgl 5 juni pas kmren wayang di tugu proklamasi wayang 2 pakeliran ki enthus s sama ki manteb s lakonya sama ama wedaran bunda,brajadenta braja musti. Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:48 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      hm sebuah kisah yang luar biasa ketika yudistira berhadapan dengan prabu salya….sebenarnya yudistira tiada tega mengarahkan anak panahnya langsung ke pamannya itu prabu salya disinilah berlaluk adat span santun yang luar biasa dari seorang yg lebih muda berhadapan dengan yang lebih tua ..apalagi pamanya sendiri……maka menurut sebagian kisah..yudistira mengarahkan panahnya kebumi..dengan memejamkan mata……ketika panah itu mencapai bumi..bumi memantulkan anak panah itu..menuju prabu salya..tentu dengan salam jamus kalimusadha….seperti erjadi dialg yang luar biasa ketika anak panah itu hendak memasuki tubuh prabu salya..hm….Lihat Selengkapnya

      13 Juni jam 3:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi dari kisah Wahyu Tringgolo yang menarik dan perlu dikupas adalah ketika banowati menubruk arjuna ..dan wahyu itu bisa masuk kedalam tubuh arjuna…..hm…
      13 Juni jam 4:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kok bisa begitu ya ..banowati ,,umpama yang dipeluk itu ponokawan kang gareng apa kang bagong..wah ..opo yo wahyu itu bisa masuk ya…hm..sayang ceritanya udah rampung..he he..salam rahayu..sampai jumpa pada episode yg akan datang semoga masih diberi kurnia umur..untuk menyelesaikan lanjutan kisah ini..amien
      13 Juni jam 4:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Mas agung,@
      Kok kang bagong ama kak gareng to, kalau aku ama mas agung pambudinya gimana, apa bisa masuk ya?
      Haha…
      13 Juni jam 6:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas Eddy…. maaf semalam aku terbangun karena aku tidak bisa tidur lagi…. maafkan aku suamiku say…. aku tau dirimu agak marah melihatku terbangun maafkan aku say… Lov U ….
      13 Juni jam 10:33 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Saliqun Nafs ga ada yg marah diajeng.. cuma diajeng kan lagi sakit, wong dieman kok yoo
      13 Juni jam 14:36 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya mas Eddy maaf…. ndak lagi.
      13 Juni jam 14:43 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 17, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: