Wisanggeni Lahir Cerita Wayang Hari ke 9 ( Bila ingin dan berkenan mengikuti jalannya cerita harap KLIK JUDUL Salam kasihku)

Wisanggeni Lahir Cerita Wayang Hari ke 9 ( Bila ingin dan berkenan mengikuti jalannya cerita harap KLIK JUDUL Salam kasihku)

oleh Bunda Lia pada 10 Juni 2011 jam 18:18
Wisanggeni Lahir  
Cerita Wayang Hari ke 9
( Bila ingin dan berkenan mengikuti jalannya cerita harap KLIK JUDUL Salam kasihku selalu.)

Tersebutlah Dewi Dresnala Dewi cantik yang dihadiahkan pada Arjuna beserta keenam dewi lainya karena Arjuna berhasil membunuh raja raksasa yang meminta Dewi Supraba sebagai istrinya. Rupanya anak betari Durga Dewa Srani menginginkan juga Dewi cantik Dresnala ini. Tapi apa lacur?
Sang Dewi beserta 7 dewilaninya telah mengandung bibit benih Arjuna.
Dan kayaknya Arjuna sayang juga terhadap Sang Dewi, Arjuna sering menyambangi Dewi cantik ini di kayangan. Tersebutlah sang Sewa Srani mengadu kepada ibunya Betari Durga, ibunya kemudian berkata, menghadaplah kepada Betara Guru aku akan mencoba untuk membantumu, maka berangkatlah Dewa Srani diiringi oleh sang ibu Betari Durga ke paseban agung tempat Bhetara Guru dan para dewa bertemu.

Di paseban agung hadir dewa dewa dan terutama Bhatara Guru sebagai Rajanya para Dewa, lalu Bhataranarada sebagai Patihnya para dewa, dan Bhetara Penyarikan, Bhetara Indra, Bhetara Kamajaya dan bermacam macam dewa hadir dalam pertemuan Sgung itu. Nah saat itu menghadaplah Dewa Srani,mengutarakan maksudnya untuk ³mengawini´ Dewi Dresnala, dengan didampingi Betari Durga yang juga ikut melobi kepada Bhatara Guru. Seperti biasa Bhetara Guru termakan omongan Betari Durga dan Dewa Srani, maka Betara Guru mengeluarkan titah untuk mengusir Arjuna dan kayangan (kebetulan Arjuna sedang di kayanan mengunjungi Dewi Dresnala), menggugurkan semua kandungan bidadari yg bersal dari benih Arjuna, dan mengawinkan Dresnala dengan Dewa Srani.

Bhatara Narada dan Kamajaya berusaha mencegah, tapi malah diberi pidana dengan dilepas pangkat dan kedudukanya sebagai dewa, Bhatara Narada marah dan turun ke bumi bersama Kamajaya. Sementara itu pasukan dewa dibawah pimpinan Betara Penyarikan dan Batara Indra segera diutus untuk menjalankan perintah, menggugurkan semua kandungan Bidadari, mengusir Arjuna dari kayangan dan membawa paksa. Terkisahkan pasukan Dewa sampai di kediaman Dewi Dresnala, Arjuna diusir dengan kasar dan kembali ke Ngarcapada dengan sedih. Dewi Dresnala dipaksa untuk ikut ke kediaman Dewa Srani, sangking sedihnya Dewi Dresnala berteriak nyaring, lalu lahirlah jabang bayi dari perutnya bersamaan dengan teriakan itu.

Sementara di Ngarcapada Semar dilapori Arjuna kejadian yang terjadi, apalagi pasukan Bajubarat dari Sentra Gandamayit kediaman Dewi Durga sempet menghambat langkah Arjuna, untung bias dimusnahkan. Semar naik darah dan pergi ke khayangan untuk melihat apa yang terjadi. Bayi yg masih orok itu anak Dresnala seharusnya dilihat dengan penuh kasih sayang, tapi tidak dengan pasukan dewa. Mereka justru memukuli bayi merah itu. Anehnya bukanya mati, justru bayi merah itu jadi bisa merangkak. Bahatara Indra dan Bhatara Penyarikan bingung, maka disiapkanlah pusaka. Dihantamkanya ke bayi merangkak tadi. Keajaiban kembali terjadi, bayi itu berubah jadi anak kecil yangbisa berjalan. kehilangan akal sehatnya bayi itu dimasukan kedalam Kawah Candradimuka.

Semar melihatnya dengan penuh gregetan, dia sudah nggak sabar pengen manampar dewa dewa tanpa rasa kasihan itu, lalu Semar turun dan berdiri di samping kawah candradimuka. Tiba tiba keluarlah anak mudadari dalam kawah dengan tubuh berwarna merah api. Dia kemudian menghampiri Semar dan bertanya siapa dirinya dan siapa ayah ibunya. Semar memberi nama Wisanggeni kepadanya. Begitu diberi nama Wisanggeni si pemuda ini menjadi sehat badanya, segar dan penuh dengan kekuatan.
Dia berterimakasih kepada semar. Lalu oleh Semar disuruh untuk bertanya kepada pasukan dewa siapa ayah ibunya. Bagaimana kalo tak dijawab? Kata si Wisanggeni, gebuki aja kata Semar.

Wisanggeni menghadang pasukan dewa, dan seperti disinyalir, pasukan dewa gak tau siapa ayah ibu anak ini, maka Wisanggeni mengamuk dan dihajarlah pasukan dewa sampai kocar kacir, dan lari menghadap ke Bhatara guru. Wisanggeni mengikuti ke hadapan Bhatara Guru diiringi oleh Semar dari jauh. Batara Guru marah, Semar menyuruh Wisanggeni berbuat sama pada Bhatara Guru, bertanya siapa ayah ibunya kalo gak dijawab gebuki. Dan Bhatara Guru bertanding melawan Wisanggeni, dan kalah. Cis ditangan kanan kirinya tak mampu menembus kulit Wisanggeni. Bhatara Guru melarikan diri ke dunia. Wisanggeni mengikuti larinya Bhatara Guru ke dunia.

Di dunia Bhatara Guru menemui Arjuna yang lagi bersedih bersama Werkudoro. Dia dibarengi oleh 2 orang petapa yang membimbing Arjuna. Bhatara Guru datang dan meminta bantuan. Bahwa ada anak setan yang mengacak acak khayangan. Walau Arjuna sedih karena diperlakukan buruk oleh para dewa, dia siap maju. Tapi Werkudoro mencegah dan maju terlebih dahulu. Wisanggeni melihat ada satria tinggi besar bertanya pada Semar, siapa itu? Dijawab oleh  Semar, Satria Yodipati Werkudoro. Ketika akan dihajar oleh Wisanggeni, Semar melarang dan menyuruh Wisanggeni menghantam kuku Pancanaka Werkudoro, karena itu kelemahanya.

Dan benar, setelah tantang menantang terjadilah perkelahian antara Wisanggeni dan Werkudoro. Werkudoro mundur ketika Wisanggeni menghantam kukunya. Sambil menahan sakit Werkudoro menyuruh Arjuna maju. Melihat ada satria bagus maju bertanya Wisanggeni siapa dia? Maka dijawab oleh Semar itu ayahmu, janganlah melawanya. Dan Wisanggeni pun berkelahi tanpa kekuatan, dia hampir dikeris oleh Arjuna, tapi dihalangi semar. Semar berkata lebih baik bunuh saya, karena dia itu anakmu, dan berangkulanlah dua orang ayah anak itu sambil menangis. Bima ngamuk ngamuk setelah tau Bhatara Guru salah, dia berkata pantas saja aku kalah, la aku mbela orang yg salah. 2 pertapa berubah jadi Kamajaya dan Narada setelah nggak kuat berhadapan dengan Semar.

Bhatara Guru minta maaf pada Semar, Bhatara Narada dan juga Arjuna Wisanggeni. Dan berjanji nggak akan mengulangi. Wisanggeni melabrak tempat kediaman Dewa Srani, Dewa Srani digebuki oleh Wisanggeni, Dewi Dresnala diajak pulang, sementara ibunya Bhetari Durga di hadapi Semar, maka lunglailah Sang Betari, dia gak berani melawan Semar. Pasukan Baju Barat yg tadinya mengacau dibawa balik setelah Semar memaafkan si betari durga. Ahirnya berkumpulah, Dresnala, Arjuna,Wisanggeni

Wisanggeni Lahir Wujude Geni

Wisanggeni iku anake Arjuna lan Dewi Dresanala. Dewi Dresanala iku anake Bathara Brahma. Arjunaduwe sisihan Dewi Dresnala nalika Arjuna dadi raja ing Kaindran, jejuluk Prabu Kiritin. Arjuna bisajumeneng dadi raja ing Kaindran amarga antuk kanugrahan saka dewa sawise kasil ngalahake PrabuNiwatakawaca, raja ditya sing sekti mandraguna saka nagara Imaimantaka. Wisanggeni lair saka guwagarbane Dewi Dresanala wujud geni, sabanjure malih lan ngrembaka dadi satriya sing pinunjul.
Wisanggeni dadi satriya sing pinunjul kapinterane, kawegigane lan kasektene. 



Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Siwi Marthin Sugeng ndalu bunda LIa. Nyimak bun. Salam.
      10 Juni jam 18:40 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Siwi matur nuwun mbak Siwi salam kangen besok hari Sabtu mbakku say…
      10 Juni jam 18:42 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Putrie Ragiel Trisno Selalu nyimak Bunda sayang….
      Mat malam buat semuanya
      salam sejahtera….~♥ஜ♥~
      Miss n lop u..muaach..
      10 Juni jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Awan Baraya Galuh Putra selamat malam mbak..selamat malam semua..salam cinta kasih penuh kedamaian..
      10 Juni jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Putrieku say… makasih say… salam kangen ya…
      10 Juni jam 18:53 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Awan makasih ya mas… salam kasih kembaliku mas.
      10 Juni jam 18:53 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi nyimak saja bunda.
      10 Juni jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Trmksh atas tag nya bunda,lalu dimanakah bidadari itu,apakah selembut sutra dalam senyuman?hee,dalang tok toroktok hong g0ng g0ng klinting klinting hee
      10 Juni jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Hari selamat malam mas monggo mas..
      10 Juni jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Bayi sama2 dik selamat malam ….
      10 Juni jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar sugeng ndalu..
      Nderek nyimak bunda…
      10 Juni jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Mas Attim Halit Attim bagus bunda critanya,he5,sekali2 pas goro2nya bunda!
      10 Juni jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG, WONG AYU LAK YO TENAN OPO KANG DADI PANGRAITAKU, NGANTI NAKULO SADEWO DAUP/ BEBRAYAN YO DIAJENG. DAK MELU NYIMAK. MEDANGETAKE. RAHAYU-RAHAYU-RAHAYU.
      10 Juni jam 19:31 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu mas Cipto …. saya kira bosan he he he
    • Bunda Lia Mas Attim makasih mas… salam kasih… kok pakai busana itu … hemmmm mau…. po…??? Kudoakan semoga…. cepat2 nunggu apa lagi…????
      10 Juni jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo salam damai kasihku tuk smua n guru sejarah… Dari sejarahlah kita dapatkan banyak pengertian… Rahayu…3x
      10 Juni jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he mbak yu srikandi… nyuwun dhuko mbak yu… sembah sungkem mbak yu saking kawulo ugi salam bekti kawulo kagem poro pini sepuh ingkang nderek aken mbak yu… Rahayu3x.
      10 Juni jam 19:34 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Sri Kandi DIAJENG KANG BANGET SUN TRISNANI, YO DIAJENG DONGO PANGESTUKU YO DIAJENG.
      10 Juni jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 35 teman yang sama
      sugeng ndalu bunda…matur suwun…wedaran yg bagus tp mboten nyimak dangu2 …wancinipun ngayahi jejibahan…salam njih…rahayu sdoyo kinasih.
      10 Juni jam 19:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Pangeran matur nuwun kakang … mugi tansah rahayu wilujeng njih kakang.
      10 Juni jam 19:37 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
       
       

       
       
       
       
    • Bunda Lia Matur sanget nuwun mbak yu mugi kito enggal dados setunggal malih njih mbak yu… sampun kangen raosipun manah … kados rikolo sak manten… panjenengan dalem sampun 11 thn kesah ninggalaken kawulo… mbak yu sak estu kawulo pingin kados rumiyen malih… tebih ngaten meniko malah tambah awerat raosing beban meniko….
      10 Juni jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ariyo salam kasih… selamat malam mas Ariyo…
      10 Juni jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Sri Kandi YO ORA KEDLARUNG NGONO MANAHMU JENG, MEMUJI WAE KITO ENGGAL KUMPUL MANEH, KABEH MAU NEK WUS WANCINE, MULO ENGGAL DIGAR AKE PAYUNG AGUNGMU KANGGO RAKYAT CILIK YO WONG AYU. WUS BACUTAKE MENGKO WAE TELEPON.
      10 Juni jam 19:42 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nyuwun injih mbak yu nyuwun pangapunten mangke dalu bibar carios wayang kawulo telp.
      10 Juni jam 19:43 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 35 teman yang sama
      iya bunda mksih…salam kagem kakang mbok Sri njih…rahayu
      10 Juni jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar insyaalloh mboten bosen bunda..
      10 Juni jam 19:48 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu Srikandi … kang kawulo hormati… Mênggahing tiyang, sabar tuwin rupaking budi punika tansah dipun angge, yèn ta wujuda undhak-undhakan, pun rupak ingkang dipun idak rumiyin, awit limrahipun tiyang, ingkang dipun ambah rumiyin punika, kawontênan ingkang kados makatên, kados ta: samukawis ingkang dipun sumêrêpi namung sarwa sakêdhik, dhatêng kawontênaning kawruh inggih botên sapintêna. Dangu-dangu wiwit ngambah dhatêng pêpadhang, sumêrêp dhatêng têba wiyar, sumêrêp dhatêng kawruh nyata…. he he he kulo trimah sedoyo kawontenan mbak yu…. nyuwun tambahing pangestu…
      10 Juni jam 19:50 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Mas Attim Halit Attim ngak bunda,seneng aja bunda am budaya jawa,pa lagi photo kaliyan sinuwun Pakubuwono xIII,sungguh berkesan,
      10 Juni jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Sugeng dalu bunda, dalah poro rawuh..Rahayu
      10 Juni jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibundaq, Abah Ali, Kang Mas Agung, Ibunda Sri Kandi, Mas Ariyo, Mas Cipto, Mas Attim, Mas Petruk lan sdoyo kdang knasih, mugi ksarasan kwilujengan tansah amberkahi kito sdoyo, monggo Ibunda wedaranipun kalajengaken. Salam Rahayu.
      10 Juni jam 20:06 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ok kita mulai cerita selanjutnya…. Bismilahirrahmanirrahim…

      Wisanggeni uga kondhang minangka wayang sing mbranyak, raine bagus nanging sakmadya banget anggone nyenyandhang. Marangsapa wae Wisanggeni tansah mungkak krama utawa caturan tanpa nggunakake basa krama sing alus.Kepara yen guneman kalawan Sanghyang Wenang wae Wisanggeni uga tansah mungkak krama. Deningpara dhalang Wisanggeni arang banget diwetokake ing pakeliran. Wisanggeni duwe sisihan sing jenengeDewi Mustikawati. Dewi Mustikawati iku anake Prabu Mustikadarwa, raja ing Krajan Sonyapura. Inglakon Wisanggeni Krama, Wisanggeni kudu ngadhepi Prabu Sitija utawa Prabu Bomanarakasura kanggomupu Dewi Mustikawati ing sawijining patembayan. Dewi Mustikawati njaluk wewaton gambaring jagadmarang Wisanggeni lan Prabu Sitija. Yen Wisanggeni utawa Prabu Sitija bisa minangkani penjaluke iku,Dewi Mustikawati saguh dadi sisihane. Wusana Wisanggeni sing kasil nggawa gambaring jagad lan banjur dipasrahake marang Dewi Mustikawati.

      10 Juni jam 20:09 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Salam Hormat Saya Bunda Lia..

      Trima kasih byk atas wejangan nya Bunda,
      Bunda maaf saya gak bisa pakai bahasa jawa, tapi kalo Ayat Sastro Jendro Hayuningrat Pangruating Diyu saya hapal dan saya terap kan dalam khidupan dan saya bawakan ktika habis sholat subuh dan mgrib..

      Saya ngerti maksud dari crita ini bahwa sesakti mandra guna apapun kita klo kita membela orang yg salah maka kita tidak akan menang krna kita Gak di ridhoi ALLAH SWT….

      Hal ini di buktikan Bima ngamuk ngamuk setelah tau Bhatara Guru salah, dia berkata pantas saja aku kalah, aku mbela orang yg salah…

      Dalam hal ini kita di ajar kan utk tdk membela orang yg salah bagai mana pun pintar nya kita toh pasti akan kalah….

      SALAM Hormat dan salam damai saya Bunda..

      RAHAYU… RAHAYU…RAHAYU….

      10 Juni jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kasile Wisanggeni amarga dibiyantu dening SanghyangWenang sing nyumadhiyakake gambaring jagad kaya panjaluke Dewi Mustikawati. Ing lakon Wisanggeni Takon Bapa, ing laku nggoleki bapake, Wisanggeni kasil mbiyantu bapake lan nagara Amarta bisanemokake maneh pusaka-pusaka piyandel sing ilang.Dene pusaka-pusaka piyandele Krajan Amarta sing ilang lan kasil dibalekake maneh dening Wisanggeniyaiku Kalimasada, Sarotama, Hrudadali, Anantakusuma, payung Tunggulnaga lan Pasopati. Kabehkulawarga Pandhawa, kalebu Prabu Kresna, ora ana sing wani tumindak sakepenake dhewe marang Wisanggeni. Salawase uripe Wisanggeni dedunung ing kayangan Daksinageni bebarengan ibune, DewiDresanala, lan kabeh kulawargane. Wandane Wisanggeni iku Rungsit.n Dene kawitane Arjuna rabikalawan Dewi Dresanala sing sabanjure nurunake Wisanggeni yaiku nalika Prabu Niwatakawaca pengin ngrabi Dewi Supraba. Niwatakawaca sing jeneng enome Nirbita iku banjur tumuju suralaya kanggo nglamar Dewi Supraba. Ananging para dewa ora ana sing nglilani yen Dewi Supraba rabi kalawan Niwatakawaca.
      10 Juni jam 20:22 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sugeng dalu kang Petruk…. salam kasih.
      10 Juni jam 20:24 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeans salam kasih mas… selamat malam.
      10 Juni jam 20:24 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he tidak lebihnya begitu mas Edy Edy Yusuf Ritonga tapi disini bukan menceritakan Bima…. maaf… karena Wisang Geni monggo mas Edy kalau berkenan kita bahas bersama … makasih….
      10 Juni jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Cah anom 2 wkwkwkwk
      10 Juni jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Bayi…. ada apa say…???
      10 Juni jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wusana Niwatakawaca banjur ngrabasa ing suralaya. Kasektene ora ana sing bisa nandhingi, para dewa kabeh kasoran. Sanghyang Girinata banjur mrentahaka Arjuna supaya ngadhepi Niwatakawaca. Nalika iku Arjuna nembe mertapa ing pertapan Indrakila lan jejuluk Begawan Ciptaning Mintaraga utawa Cipta Ening Mintaraga. Arjuna sing dibiyantu Dewi.
      10 Juni jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Nga apa2 monggo diteraskeun hee
      10 Juni jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Bunda Lia… Oo salah tafsir saya ya Bunda,
      Maaf ya Bunda saya kurang paham mgkn hya baca bait di penghujung crita bsok-2 hrus lbh teliti…
      wah jadi perlu lbh mengasah pemahaman lagi ini dari Bunda…
      Biar lebh mngerti dan memahami arti dan makna….

      Trima kasih Bunda udh mau berbagi jadi enak klo gini sharing,
      Ingat klo di kampung habis jamasan anggoro kasih dan jumat kliwon sharing sama abg snioran, ini bisa sharing seneng hati dan besar hati awak sharing sama Bunda…
      hehehehe

      10 Juni jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ndak apa2 mas Edy namanya juga Sharing….
      10 Juni jam 20:40 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Ngono yo ono, ya pie iki ceritane ya ngono hehee,mantap bunda ta ikut nyimak hehee
      10 Juni jam 20:40 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Prabu Kalimantra
      Uwong yen wis darbe samubarang tur rumangsa digdaya kerep-kerepe banjur takabur. Semono uga PrabuKalimantara, ratu saka nagara Nusantara utawa Cempaka Kawedhar iki. Wujude buta, sekti mandraguna.Isih enom, gegayuhane ngrabi widadari lan nguwasani tribawana. Ana ing negarane sing gedhe lanjembar laladane, Prabu Kalimantara mbawahake wadyabala raseksa kang seneng ulah kaprajuritan,prigel-prigel nggunakake sanjata lan kedhotan. Para nayakane prasasat ora ana kang ora duwe kasekten.Para agul-aguling praja mau, ing antaraning kaya ta Arya Sarotama, Ardadhedhali, Tunggulnaga, lanKarawelang. Sang nata uga kagungan titihan garudha yaksa aran Banarata, ndadekake Prabu Kalimantarasaya diwedeni dening para ratu saindenging ndonya.Ringkesing crita lelakone Prabu Kalimantara iki, nuju sawijining dina sang prabu nglurug perangmenyang Suralaya ngirid bala yaksa sagelar-sapapan. Sang Prabu nedya nyuwun widadari sajodho kangbakal dikarsakake minangka garwa prameswari. Para wadya dorandara maune iya padha nyoba arepmbalekake bala raseksa kang nggunggahi kahyangan iku.
      10 Juni jam 20:41 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nanging wadya dorandara tetela ora kongangnadhahi yudane para manggala perang wadyabalane Prabu Kalimantara sing racak-racake padhadhugdheng kuwi. Wadya dorandara keseser perange, dhinawuhan padha mundur. Kori Selamatangkepage-age ditutup. Para raseksa ngepung rapet Repatkepanasan. Bathara Guru lan Bathara Narada banjur nganakake pirembugan, netepake manawa perlu golek jago kanggo ngundurake para raseksa PrabuKalimantara sawadya iku. Untung dene wadya raseksa kang ngepung Repatkepanasan kuwi isih bisadisemayani. Bathara Narada banjur golek sraya marang Wukir Retawu padhepokane BegawanManumayasa. Sang begawan iku apeputra loro, yakuwi Bambang Sekutrem lan Bambang Sriyadi utawaBambang Sriyati. Kekarone marisi sipat lan budi luhure kang rama. Hyang Narada, sarawuhe ingPratapan Wukir Ratawu banjur ngendika marang Begawan Manumayasa yen ngersakake mundhutputrane Begawan Manumayasa, ya Bambang Sekutrem, kinarsakake minangka jago kanggo munah satrusekti Prabu Kalimantara sawadya kang ngunggahi Suralaya.
      10 Juni jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sadurunge budhal, dewa maringi nugrahasanjata panah aran Pasopati marang Bambang Sekutrem.Sawise matur sendika, Sekutrem banjur methuki Prabu Kalimantara sawadyabalane kang kandheg anajaba amarga gapura lawang seketheng Selamatangkep ditutup dening Bathara Cingkarabala lan BatharaBalaupata, dewa loro kang tugase njaga gapurane kahyangan. Bareng weruh ana satriya ijen tanpa rowangmarepegi, Prabu Kalimantara cingak. ³We lha dalah! Kok iki para dewa mung ngajokake jago manungsa
      lumrah. Sing jenenge para dewa dhewe, kang padha nduweni kadigdayan wae wis ora ana sing kuwawanandhingi yadaningsun, kok iki.´ mangkono batine Prabu Kalimantara. Prabu Kalimantara banjur ndhawuhi titihane, garudhayaksa Banarata supaya nladhung Sekutrem. Ananging Sekutrem wis siap.Jemparing Pasopati linepasake ngenani Garudha Banarata lan Prabu Kalimantara pisan. PrabuKalimantara nggereng sarosane, banjur ambruk ndhepani bantala, nemahi pati bebarengan karo titihane.
      10 Juni jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kaget semu gumun weruh ratu-gustine tiwas, para manggalayuda, Arya Sarotama lan Ardadhedalisawadya ngroyok Sekutrem. Ananging sing dikroyok iku satriya srayaning dewa sing banget prigel ulahsanjata. Wadya raseksa padha sirna gempang tan mangga puliha. Lan eloking lelakon, dene kuwandanePrabu Kalimantara banjur malih dadi senjata pusaka Jamus Kalimasada. Kuwandane para manggala ugadadi gegaman kang tembene dadi pusakane Pandhawa.
      10 Juni jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm___ Luar biasa, mantab dech___ Selamat malam__ Salam Kasihku.
      10 Juni jam 21:04 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Asssalamu’alaikum…… Mbakyuku-Guruku…….
      Ngapunten….. Sekarang ini, saya jadi murid yang selalu telat terus………..
      10 Juni jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Widura Ora Kendhat
      Widura ing jagad pedhalangan kondhang kanthi sesebutan Yamawidura. Dheweke iki anake PrabuKresna Dwipayana/Abiyasa/Wiyasa, raja nagara Astina lan prameswarine Dewi Datri. Arya Widura duwesisihan sing jenenge Dewi Padmarini, anake Prabu Dipacandra. Kekarone nurunake anak sing jenengeSanjaya lan Yuyutsuh. Dene sedulur tunggal bapa beda ibu yaiku Drestarastra lan Pandu. Ingcecongkrahan antarane Pandhawa lan Kurawa, rebutan nagara Astina, Widura kanthi kupiyane ngupayasupaya antarane Pandhawa lan Kurawa bisa bedhamen. Widura tansah nandhesake yen Pandhawa lanKurawa iku isih sedulur lan ora liya anak-anak sedulure. Ing kupiyane iki, Widura dibiyantu Sanjaya.Widura sabanjure nemoni Begawan Wiyasa, Prabu Matswapati, Resi Bisma, Resi Krepa, Pandhita Durna,Prabu Drupada, Prabu Drestarastra, Sri Kresna, Prabu Yudhistira lan Prabu Suyudana kanggo mujudakebedhamen antarane Pandhawa lan Kurawa.Widura uga sing nulis piagam sing wose masrahake Astina saka Wiyasa/Prabu Kresna Dwipayanamatang pamangku krajan, yaiku Prabu Drestarastra, sawise Prabu Pandudewanata mangkat. Bab ikidilakoni Widura kanggo mujudake bedhamen lan nyawijine kabeh kulawarga Astina.Lihat Selengkapnya

      10 Juni jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Selamat Malam :
      @Mas Arie Irfan
      @Mas Petruk Trrrrlllll : Ojo mesam-mesem tok, pnopo taksih nyimak?????
      10 Juni jam 21:14 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Sugeng Dalu ugi kagem
      @Mbak Srikandi ingkang kinasih lan kinurmatan……..
      10 Juni jam 21:14 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tirta Naya sugeng dalu bunda…
      10 Juni jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Monggo dipun lanjut bunda,
      Hehe…
      10 Juni jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Arya Sakuni,tukang mitenah, lan Karna sing duwe rasa sengit kepati-pati marang Pandhawa kasil merbawani kabehsikep lan panemune Prabu Duryudana/Droyudana, nanging amarga trampil lan pintere Widura, Pandhawangalah lan njaluk marang Kurawa kanthi lantaran Sanjaya yen Pandhawa gelem nampa separo krajanAstina, yaiku Awistala, Wrekastala, Waranawata, Mukandi lan Amasana. Ananging, Prabu Duryudanaora sarujuk lan nulak sikep Pandhawa sing gelem ngalah kasebut. Wiwit kawitane, Kurawa pancen duwekarep kanggo nyirnakake Pandhawa. Ing kedadeyan Krukmandala, Widura nulungi Pandhawa kanthi caranggawe trowongan saengga Pandhawa bisa kalis saka bebaya kobongan sing digawe dening Kurawa.Kedadeyan iki dicritakake ing lakon Bale Sigala-gala.
      Ing kedadeyan toh-tohan dhadhu, lakon Pandhawa Dhadhu, Widura wus ngelingake Yudhistira supayaora nampa panantange Duryudana, ananging Yudhistira ora nggape, saengga Pandhawa lan Dewi Drupadikelangan kabeh kaskayane lan diina entek-entekan dening Kurawa lan kudu urip kaningaya mataun-taun.Kanggo nuduhake bektine marang kakange sing wuta, Drestarastra, Widura mrentahake Sanjaya supayatansah ngantheni, njaga lan ngladeni.
      Lihat Selengkapnya

      10 Juni jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @MBakyu :
      Kadang-kadang orang seperti Sengkuni (yang tukang provokasi) pun diperlukan reformasi cara berpikir dan pola pandang kita terhadap situasi kebangsaan kita saat ini.
      Agar supaya tidak semua orang berkarakter seperti Sengkuni.
      Bisa kita bayangkan, betapa jadinya, kalau tak seorang pun ada di dunia ini, orang -orang seperti Sengkuni, tentu dunia (indonesia) tak mengalami kemajuan.
      10 Juni jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sawijining dina, nalika Pandhawa kasil nemoni Widura sing nembe mertapa lungguh sendhen mandira(wit gedhe), para Pandhawa banjur ngresiki suket lan tetuwuhan sing ngupengi. Pandhawa nyedhak sedyangaturake urmat. Yudhistira amarga saking ngurmati marang Widura arep sujud ing dhengkule Widura,ananging diwurungake amarga keprungu swara sing nyegah. Wose, swara sing keprungu iki nerangakeyen Widura wus moksa lan butuh disampurnakake wadhage. Para Pandhawa banjur ngrakit pancaka lannyulet geni kanggo ngobong badan wadhage Widura. Pandhawa kasil nyampurnakake jasade Widuratumuju alam Nirwana kairingan rasa dhuhkita kang temen-temen. Widura duwe watak jujur, adhil, tliti,limpat lan anteng ngadhepi sakehing reridhu lan bebaya ing uripe. Widura nguwasani maneka basa lantulisan, wegig maca kakawin lan nguwasani.Lihat Selengkapnya

      10 Juni jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbakyu :
      Widuraning jagat saki sinten? Kabeh podho ngaku Arjunaning jagat…..
      10 Juni jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wahmuka lan Arimuka SedulurKakang Kawah Ari-ari
      Ditya Wahmuka ora bisa dipisahake kalawan Ditya Arimuka. Kekarone awujud raseksa kembar singriwayat asal-usule siji. Kekarone metu ing lakon Alap-alapan Triputri, yaiku kedadeyan nalika ana putritelu kembar arep ningkahan bareng. Telu putri kasebut yaiku Dewi Amba, Dewi Ambika lan DewiAmbiki. Ditya Wahmuka lan Ditya Arimuka dadi pasanggiri nagara Pandansurat. Saksapaa sing bisangalahake raseksa kembar iki bakal bisa mboyong putri kembar telu, ya Dewi Amba, Dewi Ambika lanDewi Ambiki.Patembayan kasebut kasil narik kawigatene para raja lan satriya sing rata-rata pancen padha kapencutmarang kasulistyane putri telu kembar kasebut. Ananging saka raja-raja lan satriya sing melu patembayanora ana sing bisa ngalahake kasektene Wahmuka lan Arimuka. Nalika iku Dewabrata utawa Resi Bismadiutus bapake, Prabu Santanu raja Astina kanggo melu ing patembayan kanggo adhine, Citragada lanWicitrawirya,Lihat Selengkapnya

    • Abdul Lathif ‎.
      HHHmmmmm…….. Kulo nyekseni, Mbakyu…….
      10 Juni jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Mas Lathif__ Udah ngopi belum__ Hehehe__ Rahayu__ Salam Hormatku.
      10 Juni jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Whala ……. Mas Arie……
      Untung saja, panjenengan Ingatakan…… Mari ke dapur tak seduhkan kopinya.
      @Mbakyu : Kopinya habis iki, Mbak wulan dan Mbak Gadis pundi toh kok mboten ndang tumbas………….
      10 Juni jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Bisma banjur adhep-adhepan kalawan Wahmuka lan Arimuka. Katelune banjur perangtandhing rame banget. Kanthi pusaka lembing Kyai Salukat, Dewabrata kasil ngalahake Ditya Wahmukalan Arimuka. Wahmuka banjur bali marang wujud asale yaiku kawah, dene Ditya Arimuka uga balimarang wujud asale, yaiku ari-ari. Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki iku anake PrabuDarmahambara, raja ing Giyantipura. Dewi Amba wus dipacangake lan Prabu Citramuka, raja nagaraSrawantipura. Nalika Bisma kasil mupu patembayan lan mboyong Dewi Amba, Dewi Ambika lan DewiAmbiki, ing tengah dalan Dewi Amba njaluk marang Bisma supaya diluwari amarga wus dipacangake lanPrabu Citramuka saka nagara Srawantipura.Nanging nalika Dewi Amba kasil sapatemon kalawan Citramuka, raja nagara Srawantipura iku wus oragelem maneh nganggep Amba minangka pacanange. Miturut Citramuka, Amba wus dadi hake Bisma singmenang ing patembayan kanthi ngalahake pasanggirine Wahmuka lan Arimuka. Amba banjur nyusulBisma maneh lan njaluk supaya entuk melu tekan Astina. Nanging Bisma ora gelem nampa baline Ambaminangka putri Boyongan. Dene Amba dhewe tetep ndhesek Bisma supaya gelem ngejak tekan Astina.Bisma banjur nesu lan ngancam Amba nganggo sanjatane.Lihat Selengkapnya

      10 Juni jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan Soale aku juga belum ngopi loh__ Hehehe__ Mari Mas Lathif ke dapur__
      10 Juni jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Lan tanpa sengaja, panah sing pinenthang inggandhewane Bisma kanggo ngagar-agari Amba ucul saka jepitan drijine Bisma. Panah iku ngenanidhadhane Amba. Sadurunge mati Amba nyepatani Bisma yen dheweke bakal males patine lumantar sawijining prajurit wanita titisane. Sepatane Amba kawujud ing perang Bharatayuda babak kapindhoutawa Tawur. Bisma gugur ing tangane Srikandhi, prajurit wanita saka Pandhawa, sisihane Arjuna.Nalika iku Srikandhi kasusupan sukmane Dewi Amba.Lihat Selengkapnya

      10 Juni jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Mari, Mas Ary…… mpun ngantus ngridu Mbakyu ingkang nembeh khusyu’ mring jejibahanipun, mangki kita ndhak di dukani………
      10 Juni jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pregawa-Pregiwati Anake Arjuna lan Endang
      Manuhara…xixixxxxiiiiii xi xi
      Ing lakon Pregiwa-Pregiwati, kekarone bebarengan lunga nggoleki bapakne menyang Amarta, kairinganCantrik Janaloka minangka pangiringe. Ing tengahing laku ngupadi bapakne iku, katelune sapatemon kalawan Kurawa sing nembe ngupadi patah kembar kanggo minangkani wewaton nglamar Dewi SitiSendari. Ancase Kurawa, Dewi Siti Sendari bakal didhaupake kalawan pangeran pati Astina sing jenengeLeksmanamandrakumara. Nalika Janaloka kacipuhan ngadhepi Kurawa ing sawijining andon yuda singora imbang, Endang Pregiwa banjur ngejak mlayu Endang Pregiwati, nyingkir saka papan andon yuda.Endang Pregiwa lan adhine wusana sapatemon kalawan Abimanyu.Lihat Selengkapnya

    • Agung Pambudi assalamualaikum wr wb,Hampura-sun..diajeng ayu.nderek lelenggahan salam rahayu sagung dumadi…
      10 Juni jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Iya Mas Lathif__ Mari ke dapur Mas__ Aku tak ngambil rokok dulu ea ketinggalan di jaket neh__ Hehehee__
      10 Juni jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      HHHHmmmmmmm……… Setiap upaya kebaikan, tak lepas dari rintangan di jalan. Tinggal bagaimana seharusnya kita mensikapi serta menyingkirkan setiap rintangan yang menghadang kita. di sanalah, kedeasaan berpikir, serta kemantapan bertindak kita sedang diuji.
      Semoga kita, sukses dalam menghadapi semua……..
      10 Juni jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Mantab___
      10 Juni jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Arie : Inji monggo……. senyampang pelajaran masih tetap berlangsung, mari kita menyediakan kopi ….. agar kita tuntas mengikuti sampai pelajaran selesai…….
      10 Juni jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      Selamat malam bertabur cahaya kinasih, kagem :
      @Kangmas Agung : Monggo mlebet……. Telo panenipun punopo sampun sumadyo, dhamel camilan, kersani tambah gayem……
      10 Juni jam 21:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      O, yaa…. ada yang lupa….
      @Mbakyu : Apa kah ada tokoh di zaman Mahabrata tokoh pewayangan yang memiliki nama sekeren; DEWI MANOHARA????? hahahahaha………….
    • Bunda Lia
      Sabanjure Abimanyu ngadhepiKurawa sawise Janaloka nemahi pati. Lan nalika iku Gathotkaca mbiyantu Abimanyu saengga kekaronekasil ngasorake para Kurawa. Gathotkaca sing weruh Pregiwa lan Pregiwati banjur tuwuh rasa tresna ingatine. Endang Pregiwa nglanggati krenteging rasa tresa ing atine Gathotkaca lan wusana kekaronedidhaupake. Gathotkaca lan Endang Pregiwa nurunake anak siji sing jenenge Arya Sasikirana utawaSasikirna.Dene Endang Pregiwati sabanjure dilamar dening Pancawala sawise kedadeyan rajapati. Gathotkacaditutuh mateni Pancawala nggunakake keris sing disilih saka Arjuna, saengga antuk paukuman kanthicara dirante. Nanging Gathotkaca kasil ndhudhah sejatining kedadeyan rajapati iku. Gathotkaca kasilnemokake bukti yen sing mateni Pancawala ora liya Leksmanamandrakumara, anake Duryudana utawaSuyudana, sing pancen pengin sesandhingan kalawan Endang Pregiwati. Wusana, Gathotkaca diluwarisaka paukuman lan Pancawala diwaluyakake maneh dening Sri Kresna amarga pancen durung tekanpepesthene nemahi pati. Dhaupe Endang Pregiwati lan Pancawala, anake Prabu Yudhistira, lumaku kanthiregeng lan agung kadidene dhaupe anak raja.Pancawala ing crita pedhalangan Jawa mujudake anake Prabu Yudhistira utawa Puntadewa, raja ingIndraprasta/Amarta/Amerta, lan Dewi Drupadi, anake Prabu Drupada raja ing Pancala.Lihat Selengkapnya

      10 Juni jam 21:55 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Mas Agung Pambudi matur nuwun… sugeng rawuh mas….
      10 Juni jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nembah nuwun diajeng ayu..salam kagem sedoyo kadhang kinasih ingkang sampun hamiwiti lelenggahan..mugi sedoyo sami rahayu ing ndalem alam katentremaning paseban ratri..
      10 Juni jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he he guyon setitik to mas Latif …..
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mbakyu……
      Ee, alaaaa….. Kulo nganti muter …. iling-iling…. kok nembe nemu iki kulo DeWI MANOHARA hahahahaha…………
      10 Juni jam 22:11 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Dewi Manohara.com
      Hahahahaa….
      10 Juni jam 22:19 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Sugeng ndalu….nyuwun pangapunten kawulo telat meniko hehehehe….yo pisan pisan telat ben di strap mas Guru hahahaha….hahahaha….
      10 Juni jam 22:42 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Abdul Lathif salam rahayu.
      10 Juni jam 22:46 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Arie Irfan..salam rahayu sugeng ndalu
      10 Juni jam 22:47 · SukaTidak Suka · 2 orangHady Yuss dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Agung Pambudi ‎@kakang mas Abdullah Ali kang kinasih..salam sejahtera damai dihati..rahayu sagung dumadi..kang mas.
      10 Juni jam 22:48 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@ kakang mas Bayi Sehat sugeng ing madyaning ratri kang mas..
      10 Juni jam 22:49 · SukaTidak Suka · 2 orangHady Yuss dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Agung Pambudi ‎@ kakng mas Edy Yusuf Ritonga salam hangat jabat erat..rahayu ingkang sami pinanggih.
      10 Juni jam 22:50 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ‎@salam rahayu kagem kakng mas Ariyo Hadiwijoyo..sugeng ndalu kang mas..
      10 Juni jam 22:51 · SukaTidak Suka · 3 orangHady Yuss dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Abdul Lathif ‎.
      @Mas Ali : Kulo menawi ngulang, nji mboten kereng-kereng seru…. hahahahaha………….
      10 Juni jam 22:54 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit selamat Malam MAMA,,,salam kang3nku selalu,,,,I LOVE U
      10 Juni jam 22:59 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit selamat Ma!am Mas Agung,,om abdulah,,om lathif,serta semua yg hdr di sini,,salam kasihku
      10 Juni jam 23:01 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Gadis Exsprit SALAM RAHAYU semoga selalu damai dihati..
      10 Juni jam 23:03 · SukaTidak Suka · 2 orangHady Yuss dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Abdul Lathif ‎.
      @Gadis : Dari mana koq baru nongol?????
      10 Juni jam 23:04 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Mas Agung,selamat ulang tahun yo mas….mugo umurmu tambah berkah lan manfaat,amin amin amin
      10 Juni jam 23:15 · SukaTidak Suka · 2 orangHady Yuss dan Agung Pambudi menyukai ini.
    • Agung Pambudi MUGI ing madyaning ratri kito sami saget ngraosaken manah ingkang adem ayem lan tetrem .saget ngraosaken bilh gusti ingkang moho suci rawuh ing ing sak lebeting raos panjenengan sami…
      10 Juni jam 23:17 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Abdul Lathif ‎.
      @mas Agung : Amin….. amin….. amin…..
      10 Juni jam 23:19 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Gregorius Riyadi
      Kalo gak salah ada sedikit perbedaan cerita… dewi Dresnala…yg dalam keadaan hamil dihajar oleh Bapake dewe Betoro Bromo (sing oleh prentah soko bethoro guru)…mergo ra gelem pisah karo Arjuno.. luwih becik mati tinimbang rabi karo dewo srani… diajar koyo rojo koyo… diuncalne ning kawah condro dimuko.. saking ra kuat nahan loro… ngairake ponang jabang bayi…dewo srani ngerti… dresnolo dibopong digowo mulih..bayek di kon mateni…Lihat Selengkapnya

      11 Juni jam 9:55 · SukaTidak Suka · 1 orangHady Yuss menyukai ini.
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat siang semuanya, maaf aku terlambat, hehehehe
      11 Juni jam 12:04 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Abbas Yusuf matur nuwun……..jannn maremmmm tenannn bu………GBU….
      11 Juni jam 17:19 · SukaTidak Suka

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 17, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: