DILEMA SEBUAH PERNIKAHAN

DILEMA SEBUAH PERNIKAHAN {Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti kelanjutannya, Salam Kasih}

oleh Bunda Lia pada 04 Juli 2011 jam 18:02
DILEMA  SEBUAH PERNIKAHAN   
 {Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti kelanjutannya, Salam Kasih}

Pernikahan bagi remaja merupakan masalah yang asyik dibicarakan. Apalagi di usia-usia mahasiswa seperti saat ini. Pernikahan seolah-olah menjadi sesuatu hal yang istimewa dan bersejarah bagi kehidupan seorang manusia. Kesenangan, keindahan, dan kebahagiaan seakan-akan telah menunggu di jenjang pernikahan. Jika kita menikah maka akan bermekaranlah bunga-bunga di beranda rumah kita. Akan ada teman diskusi, tidak single fighter lagi dan yang paling aman akan terjaga hati kita. Masalah ini memang bukan sesuatu yang harus dihindari. Karena pernikahan adalah sesuatu yang fithrah bagi setiap manusia. Yang jadi permasalahannya adalah bagaimana kita menyikapi pernikahan ini dalam hidup.

Dalam kaitannya dengan ibadah. Pernikahan yang dilandasi dengan mengharap ridlo Allah SWT, menduduki tingkatan yang tinggi. Dijelaskan bahwa pernikahan separuh dari dien ini. Pernikahan semacam ini bisa mengalahkan jenis ibadah lain. Secara kebutuhan manusia, nikah merupakan sesuatu hal yang biasa. Pernikahan sama dengan kebutuhan manusia untuk makan dan minum, istirahat, belajar, olahraga, dll. Kalau memang pernikahan adalah sesuatu hal yang istimewa, waktunya tidak lebih dari seumur jagung. Waktu-waktu berikutnya akan berjalan seperti biasa. Socrates mengatakan “jika kita menikah kita akan menyesal, tetapi jika kita tidak menikah, kita juga akan menyesal”. Sedangkan Lincoln mengatakan “perkawinan bukanlah sorga, bukan pula neraka, tetapi merupakan api pencuci semata”.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah doa, sabar, tawakal serta ridlo orang tua. Jika semua memang sudah memungkinkan tidak ada salahnya kita untuk bersegera menuju jenjang pernikahan. Walaupun ada sebuah anekdot yang menyebutkan bahwa pernikahan 25 % kesenangan sedangkan yang lainnya adalah problematika. Di sini tergantung dari individunya masing-masing. Jikalau bisa mengelolanya maka problematika tidak menutup kemungkinan bisa berbuah pula kebahagiaan. Dan akan menjadi bencana serta kesengsaraan jika tidak bisa mengatasi problematika dalam pernikahan. Pembinaan rumah tangga secara baik, mampu mengangkat martabat, memperbaiki nasib rezeki, mengukir prestasi, memelihara moral generasi, dan menanggulangi dekadensi sehingga membuat hati tenang dan jiwa lapang. Maka pembinaan harus berbasis penumbuhan kesadaran, keimanan, ketaqwaan dan pengendalian diri, serta mampu membentuk suasana damai dan mesra sehingga perasaan kasih sayang tumbuh subur.
Niat untuk menikah tetaplah harus ada. Bahkan bagi setiap manusia normal pernikahan mau tidak mau harus dilaluinya. Namun pernikahan jangan sampai dilakukan dengan ketergesa-gesaan. Hanya karena semangat ingin menggenapkan dien, tanpa mempertimbangkan factor lain sebagai penunjangnya. Namun ia juga bukan sesuatu hal yang boleh ditunda-tunda jika waktunya telah tiba. Pernikahan tetap harus dipikirkan, dan disesuaikan dengan alur kehidupan kita sendiri. Acara-acara tentang masalah pernikahan perlu tetap ada sebagai fungsi kita terhadap umat. Namun di sisi lain acara-acara tersebut jangan sampai membuat kita menjadi latah yang akhirnya menyebabkan niatan awal kita keluar dari bingkai ibadah, sehingga melenakan hati dan terbawa angan tak bermakna. Bersikap wajar dalam menuju pernikahan. Biarkan semuanya berjalan secara alamiah. Jika telah tiba masanya yakinlah kita pun akan melalui. Wallahu alam.

Saudaraku poro kadang kang kinasih, memperoleh petunjuk dari Allah adalah sebuah anugerah yang tak terhingga dalam hidup ini. Sebuah masalah, seberapa pun sukarnya ia, akan menjadi mudah saat ‘tangan-tangan’ Allah memandunya. Karenanya, jangan pernah menyandarkan segala solusi masalah, hanya berlandaskan pada kemampuan yang ada dalam diri kita, sembari melupakan Allah yang menggenggam jiwa ini.
Manusia memang dikarunia berbagai kemampuan yang dapat dipergunakannya untuk mengatasi masalah. Tetapi, bila kemampuan-kemampuan itu tidak mendapat pengayoman dari cahaya Allah, maka kelak kita akan tersesat oleh ilusi kebenaran yang diciptakannya. Sebagaimana Allah nyatakan dalam surat Al-Qashash ayat 50.

Jadi, carilah bimbingan dari Allah di setiap detik hidup ini. Raihlah petunjuk-Nya, ketika masalah datang menerpa. Ketuklah pintu ridho-Nya, agar Nur Illahi selalu menerangi langkah-langkah kita. 
“Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan, Amin” 


Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Tirta Kesuma · Berteman dengan Agung Pambudi dan 2 lainnya
      Bunda Lia, saya pun setuju… bila jujur tujuan hidup menikah berbagi kasih. beranak pinak… he he he he
      04 Juli jam 18:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Ahmad Zafeng Ning Awet syukron syukron nasehat nya umii,,insya Alloh ana kan pegang,,fadzajakillah kheir katsiir
      04 Juli jam 18:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Jr Arief hehe… jd ingat tulisan Bunda Lia yg lalu…bahwa apapun yg kita lakukan adalah hrs dpt mendekatkan diri kpd Allah Swt, termasuk pernikahan… itu intinya…
      04 Juli jam 18:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Jr Arief sy dulu nyesal nikah Bund… sbb ternyata byk yg lebih cakep yg mau sm sy… hehehe…tp skg ya tidak… hehehe…
      04 Juli jam 18:34 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Aamiin,
      Setuju bget bunda,
      Gimana kabar disana?
      04 Juli jam 18:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Denny Gibran Chevalier Callum Sugeng ndalu Bunda… PERNIKAHAN adlh AWAL SEBUAH KEHIDUPAN dari masa transisi trhadap pasangan jiwa kita _{}_
      04 Juli jam 18:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Selamat malam Bunda ..smg kau baik2 saja ..salam kasih ..
      04 Juli jam 18:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • LintAng MahaRdheka
      Betul bunda..

      Lalu,
      pernikahan jg dpt menghindarkn diri dr fitnah..

      Masalahny Bund,
      Utk single parent prti sy..
      yg prnh gagal.,
      utk Kali yg ke dua ini,
      harus bnr2 selektif,
      agar tdk jatuh ke l0bang yg sama lg,
      Trutama hrs bs trima sepaket..

      Waduh, nyambung gag ya Bund..dg uraian bunda diatas..
      hehe..

      Salam kasih dn syng slalu bunda cantik..

      04 Juli jam 18:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar selamat malam bunda
      dan slamat mlm semua yang sdh pd hdir disini…
      ikut nyimak bunda..!!
      04 Juli jam 18:51 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Inti dari pernikahan adalah ijab qobul atau serah terima….

      Sugeng ndalu Den Ayu….mugi kesarasan,ketentreman ugi kabekjan tansah den sariro panjenengan ndalem Den Ayu….amin amin amin.

      04 Juli jam 19:03 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo benar sekali pernikahan adalah suatu yg sakral n perlu perhitungan yg matang… Namun jika dilandasi rasa welas aseh lahir batin smuanya akan terjadi dgn lancar n membawa suasana damai… Salam kasih rahayu….
      04 Juli jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Assalamu’alaikum wR wB…. selamat malam salam kasih poro kadang kang kinasih yang berkomentar maupun yg memberi jempolnya… lega dan kangen rasanya malam ini karena lama ndak berkoar-koar malam bersama saudaraku terkasih semua… salam kangen salam kasih salam damai salam sejahtera bagi kita semua… …. ….
      04 Juli jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…

    • Bunda Lia Mas Gebyar Damar Alit selamat malam salam kasihku selalu…. terimakasih mas…
      04 Juli jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tirta Kesuma · Berteman dengan Agung Pambudi dan 2 lainnya
      Bunda Lia, kasih juga mengiringi malam ini… buat @bunda, he he he
      04 Juli jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ahmad Zafeng Ning Awet terimakasih masih selalu mengingat catatanku… selamat malam salam kasihku.
      04 Juli jam 19:08 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Baik kita nanti cerita sesuai dengan penyesalanmu mas Jr Arief he he he… selamat malam salam kasih…..
      04 Juli jam 19:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aiman Yiman Alhamdulillah baik mas… begitu jua harapanku mas Aiman sekeluarga… salam kasihku…
    • Bunda Lia Mbak yuku tersayang Triasih begitu kangenya aku malam ini padamu… aku bener2 semakin menikmati perjalanan waktu dan hari2ku mbak… yang penting tetap baik dan tidak sombong.
      04 Juli jam 19:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Denny Gibran betul sekali mas karena akan menuju singgah sana hemmm… salam kasih selamat malam.
      04 Juli jam 19:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Diajeng Lintangku say… tumben muncul malam say… salam kangen say.
      04 Juli jam 19:12 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Aamiin,
      Makasih atas do’a do’anya bunda.
      Mg bunda sekeluarga jg smua sobat fb tetap dlm lindungan juga ridhoNya.
      04 Juli jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Cipto Turonggo Kawedar salam kasih mas terimakasih mas atas kehadiran panjenengan yang setia mengikuti setiap gerak jariku… salam kasih.
      04 Juli jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Dullah sugeng dalu kang … matur nuwun rawuhipu panjenengan….
      04 Juli jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Pangeran salam kangen kang….
    • Bunda Lia Mas Aiman Yiman… Aminnnn makasih mas.
      04 Juli jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tirta Naya selamat malam bunda…malam poro kadang kinasih..salam
    • Abdullah Abahe Ali Hahahaha….hahahaha….waduh koyo priyayi agung wae rawuh jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….hahahaha….
      04 Juli jam 19:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Alangkah indahnya hidup ini sekiranya kita ditakdirkan memiliki hati yang selalu merasakan nikmat dan bahagia melihat kebaikan tersebar di muka bumi. Selalu merasakan nikmat dan lezat manakala kita sendiri juga berbuat kebaikan. Bahkan, akan lebih indah lagi jika setiap desah nafas kita adalah cerminan rasa rindu untuk selalu melakukan aneka kebaikan. Rindu pula akan semakin banyaknya saudara-saudara kita yang ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam menyebarkan kebaikan tanpa pamrih … betapa indahnya kita hidup selalu mensyukuri tanpa selalu memohon belas kasihan pada orang lain karena kesedihan… betapa indahnya hidup ini apa bila kita mampu membantu sesama dengan keikhlasan kita tanpa melihat ruang dan waktu….
      04 Juli jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dik Tirta terimakasih dik atas kehadiran dik Tirta malam ini salam kangen penuh kasih….
      04 Juli jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Tirta Naya siap bunda..hadir, insyaalloh klu besok mboten saget hadir, makaryo bunda…
      04 Juli jam 19:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sama dik Tirta Naya besok malam aku banyak gawe karena banyak tamu… makanya hari ini dilanjut.
      04 Juli jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Wahyu Nugroho Djati sugeng dalu Bunda…………………..mohon doanya smg taun depan sy dpt menjalanknya,membina kelurga yg sakinah mawadah warrohmah……………..…..
      04 Juli jam 19:26 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…

    • Bunda Lia Aminnnn… mas Wahyu Nugroho Djati….Insya Allah kan kudoakan untuk kebahagiaanmu… ketepatan pada intinya malam ini kita wedar ikuti ya mas … salam kasih.
      04 Juli jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Jika kebaikan telah tersebar, orang-orang yang semula kafir dan ingkar akan menjadi muslim. Orang-orang yang semula munafik dan durjana menjadi bertaubat. Dan orang-orang yang semula fasik dan durhaka pun menjadi taat. Ya, kita memang harus menginginkan sebanyak mungkin makhluk-makhluk Allah di muka bumi ini menjadi mulia. Orang-orang yang pernah menyakiti kita semoga diampuni dan dikaruniai petunjuk oleh Allah. Begitu pula orang-orang yang pernah tersakiti oleh kita, semoga Dia Yang Maha Perkasa, mengangkat derajat kemuliaannya.

      Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berfirman, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah…” Umat terbaik adalah umat yang memiliki kesanggupan menata, menjaga, merawat, dan mewaspadai qalbunya dengan sebaik-baiknya. Sehingga selalu bersih, lapang, dan selamat dalam menjalani kehidupan ini. Sedangkan qalbu yang selamat akan membuahkan kepekakan, yaitu pekak terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan….

      04 Juli jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Den Ayu….menawi dipun parengaken kawulo nderek nyimak njih,Den Ayu….
      04 Juli jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Tirta Naya njih …bunda nderek aken…adimu mung saget nyimak wae..
      04 Juli jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sumonggo kemawon kang Dullah… syukur kerso urun rembakan njih… Nuwun.
      04 Juli jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sedikit Renungan cerita buat kita yang banyak hikmahnya jika kita mau mengkajinya” umpamanya aku seorang laki2 bernama Arief he he he mas Jr Arief xixixixxixixi jangan tersinggung ini seandainya Arief namaku loh ….
      Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku….menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru.
      Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satu pun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku….
      04 Juli jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Alhamdulillah….matursembahnuwun,Den Ayu….dalem nyimak mawon….
      04 Juli jam 19:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Mas Dullah slmt mlm ..salam sejahtera titip salam kangenku buat mbak Wulan ya
      04 Juli jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, “Jadi juga kau nikah sama buntelan karung hitam’ itu ….?!?” Duh……, hatiku sempat
      kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘buntelan karung hitam’. “Kamu sudah kena pelet barangkali Arief. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi
      dibanding kamu !!” sambung ibu lagi.
      “Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu…?” Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.
      “Oh…. rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu. baiklah Arief. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada ditempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!”DEGG !!!!
      “Arief…. jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba,” teguran Ismail temanku membuyarkan lamunanku…..
      04 Juli jam 19:36 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dawah atur ingkang sami kang Dullah…
      04 Juli jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Segera kuucapkan istighfar dalam hati.
      “Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah …akhi,” sekali lagi Ismail memberi semangat padaku.
      “Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai !” Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan aqad nikah.
      “Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain.”

      Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

      “Assalamu’alaikum …. permintaan hafalan Qur’annya mau di cek kapan Dik…?”tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya….

      04 Juli jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Kulo-nuwun,… amit nuwun-sewu, njih… (+lenggah ngarep dhewe aach,… rembagan niki kados’e gayeng tnan kie) bab nikah iku,,, kpenak’e sak-klentheng,.. rekasane sak-kapuk sak-uwit’e,… kabeh niku uwez dadi resiko-ne,.. @Salam Rahayu
      04 Juli jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui.
      “Nanti saja dalam qiyamullail,” jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.

      Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku ‘tidak menarik’. Sekelebat pikiran itu muncul ….dan segera aku mengusirnya.
      Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.
      “Mas, sudah saya katakan sejak awal ta’aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Mas Arief kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila mas tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk mas Arief. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam malik yang ikhlas menerima
      sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan mas Arief akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka,” …
      Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS An-Nisa:19).

      04 Juli jam 19:44 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat- lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat itu….Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.
      “Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milik-Mu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.”

      Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.
      “Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, mas. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

      “Tidak…Dik’. Sungguh sejak awal niat mas menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat itu. Hingga mas tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi,” paparku sambil menggenggam erat tangannya….

      04 Juli jam 19:47 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Panji Panjol Menikah itu Saliang memahami antara yg satu dengan yg lain….. sehingga timbul keselarasan….. Selamat malam Bunda… semoga Allah SW melimpahkan RahmatNya kepada Bunda dan Keluarga….. amin
      04 Juli jam 19:50 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Hahahaha….hahahaha….la kok critane podo sing tak lakoni biyen jaman nikah jiiiiiiaaaaannnn hahahaha…..la opo meneh saksi,la sedulur wae ora ono blas….dadi aku nikah ning KUA ijen….tanpo sanak kadang jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….nganti saksi wae njaluk tulung sopir sing ngeterke rombongan manten wedok jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….hahahaha….hahahaha….hahahaha….
      04 Juli jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn terimakasih kamas Sastro Jendro… selamat malam salam kasih…
      04 Juli jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait do’a kubentangkan pada Nya.

      “Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !”

      Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.

      Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.

      “…dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan- tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah….”

      04 Juli jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Apa yang dilihat, apa yang dirasakan, dan apa yang didengar dari aneka kejadian di bumi ini, Insya Allah tidak ada yang disikapi dengan salah. Yakinlah, pada semua kejadian itu pasti Dia menebarkan ilmu yang tidak hanya membuat kita semakin arif dan bijak, tetapi juga untuk memiliki kesanggupan bersungguh-sungguh kepada-Nya.

      Sekiranya bumi ini dihuni oleh lebih banyak lagi orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah, niscaya dunia ini akan terasa semakin lapang, indah, dan mengesankan. Orang-orang tiada lagi mencari kemuliaan dari tingginya pangkat dan kedudukan, melainkan semata-mata dari tingkat ma’rifat, ketaatan, dan kedekatan kepada-Nya semata.Subhanallah. Mudah-mudahan kita digolongkan oleh Allah ke dalam golongan orang-orang yang mampu merasakan nikmatnya berbuat kebaikan dan merasa senang melihat tersebarnya kebaikan.
      Wallahu’alam… saja…

      04 Juli jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Sugeng dalu poro rawuh, ingkang tansah kinurmatan…rahayu sami pepanggihan
      04 Juli jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Bener po salah yo salamku ngono mau hehehe
      04 Juli jam 19:58 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali La isih mending mas Arief bakdo nikah langsung kumpul hahahaha….la bojoku biyen bakdo nikah di jaluk ning pesantren meneh nganti telung sasi….la bar nikah tetep senggel aku alias dewean hahahaha….
    • Bunda Lia Sugeng dalu kang Petruk… salam katrisnan kulo njih… nah iki malah salah…. he he he
      04 Juli jam 20:01 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jr Arief jangan marah to dimana dikau…
      04 Juli jam 20:02 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Mbak Triasih….salam malam,mbak….salam balik dari Wulan….rahayu….
      04 Juli jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jr Arief mbok sing sabar… kan tadi dah permisih…. he he he
      04 Juli jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas Jr Arief waduhhh marah po aku cuma pinjam sebentar saja kok mas….
      1. Sabar menanggung Kesulitan, Penderitaan, Kesengsaraan dalam keta’atan. Ta’at dan ibadah akan dirasakan berat oleh hawa nafsu, disana dijumpai kesulitan,penderitaan dan kesengsaraan. Sehingga dalam ta’at dan ibadah diperlukan kesabaran.
      2. Sabar menaggung Kesukaran dalam taubat menjauhi maksiat. Seperti kita ketahui untuk sampai pada taubat yang benar bukanlah perkara mudah, paling tidak dibutuhkan proses yang kadang penuh liku dan cobaan. Seseorang yang sudah terbiasa maksiat dan tergerak untuk kembali ke jalan Allah (taubat) akan menemui beberapa rintangan, entah itu dari dalam diri sendiri yang sudah ketagihan atau dari factor exsternal, lingkungan pergaulan dan keluarga. Sangat wajar dalam proses menuju taubat ini dibutuhkan kesabaran.
      3. Sabar menanggung penderitaan dan kesengsaraan dalam menghadapi cobaan hidup atau musibah. Alam dunia adalah tempat ujian digelar, cobaan kekurangan sandang pangan, kehilangan harta benda bahkan nyawa orang-orang yang dikasihi,badai fitnah, cibiran tak jarang menyapa dalam kehidupan kita. Bukan Cuma cobaan lahir, juga ujian batin, seperti rasa gelisah, kwatir, takut pasti kadang kalanya akan menyelimuti hati,pikiran, jiwa kita. Dan semua itu harus dijalani dengan penuh kesabaran….
      04 Juli jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Subhanallah, ,,, trm ksh Bunda Lia, indahnya tulisan ini, Insya Allah pernikahan kami sll mendapat ridho Allah, n diberikan berkah, rahmad, rezeki, n kesejahteraan pd kita smua,,, amien
      04 Juli jam 20:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mbak Yu Gusti Heni … selamat malam salam kasih… selamat berjumpa lagi… jangan bosan ya mbak yuku yg cantik…. ini ada beberapa langkah menuju kesempurnaan Iman kita semoga bisa diterima dan bermanfaat … kalau di pakai poro kadang dan saudara kinasih disini monggo tidak juga ndak apa2….

      01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
      02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
      03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
      04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
      05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
      06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
      07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
      08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
      09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
      10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
      11. Jangan tamak kepada harta;
      12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
      13. Jangan hancur karena kezaliman;
      14. Jangan goyah karena fitnah;
      15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
      16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
      17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
      18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
      19. Jangan sakiti anak yatim;
      20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
      21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;

      04 Juli jam 20:12 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Subahanallah Bunda Lia Songgo Buwono,,,,, mbakku yg cantik n baik hati, trm kash tuk tausiahnya, saya sangat beruntung dpt berada di dlm catatan ini, ,, Insya Allah kebaikan mbakku ini dibalas Allah dg berlipat ganda rezeki, rahmad, pahala dan kesuksesan dlm segala hal…dan saya berharap n izin Allah untuk dpt mengikuti ke 21 saran yg telah mbakku ini berikan n tuliskan ,,, Insya Allah… trm kash n salam damai dan kasih..
      04 Juli jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
      23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
      24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
      25. Biasakan shalat malam;
      26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
      27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
      28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
      29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
      30. Jangan marah berlebih-lebihan;
      31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
      32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
      33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
      34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
      35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;.
      04 Juli jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Waw, masih banyak toch yg harus kulakukan,,, trm kash mbakku yg cantik… Insya Allah , dpt kujalani semua saranmu..
      04 Juli jam 20:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Masih banyak say… agar cantik mbak yu Gusti Heni Endrawati luar dalam Ok say…
      04 Juli jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎36. Jangan percaya ramalan manusia;
      37. Jangan terlampau takut miskin;
      38. Hormatilah setiap orang;
      39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
      40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
      41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
      42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
      44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
      45. Perbanyak silaturrahim;
      46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
      47. Bicaralah secukupnya;
      48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
      49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
      50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
      51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
      52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;.
      04 Juli jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Subhanallah… trm kash mbakku yg cantik n baik hati… Insya Allah ini sdh sebagian yg kujalani, n Insya Allah dpt kita jalani semuanya.. amiin, sbb kita menginginkan hidup ini nantinya untuk mempersiapkan diri menuju kematian,,, sdh siapkah kita,,, bila ke 52 ini dijalankan dng ikhlas n tawakal Insya Allah siap… bukan begitu say..
      04 Juli jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
      54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
      55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
      56. Cintai keluarga Nabi saw;
      57. Jangan terlalu banyak hutang;
      58. Jangan terlampau mudah berjanji;
      59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
      60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
      61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
      62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
      63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
      64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
      65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
      66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
      67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
      68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
      69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
      70. Jangan melukai hati orang lain;.
      04 Juli jam 20:25 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Arie Irfan Bila kita membina keluarga di atas dasar kebenaran dan saling percaya, sesungguhnya kita telah menghadirkan Allah di dalam keluarga kita.
      Bila kita berhasil menciptakan kebersamaan antar anggota keluarga, kita telah mengundang Yang Maha Kuasa di rumah tangga kita.
      Selamat Malam Bunda Lia___ Salam Kasihku.
      04 Juli jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak ayuku sayang… he he he masih banyak to yo…
      04 Juli jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Bunda Lia, masih ditambah gak, aku jd malu mau koment ya…
      04 Juli jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      sugeng ndalu bunda…nderek nyimak…mugi ndadosaken pernikahan ingkang sawiji …nyawiji wonten ngarsaning Gusti…sageto golog giling …saget ngglinding semprong kagem poro kadang dawah kito sami…rahayu bunda…salam rahayu…kagem sdoyo sanak kadang
      04 Juli jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎71. Jangan membiasakan berkata dusta;
      72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
      73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
      74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
      75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
      76. Jangan membuka aib orang lain;
      77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
      78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
      79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
      80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
      81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
      82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
      83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
      84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
      85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
      86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
      87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
      88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;.
      04 Juli jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      sugeng ndalu bunda…nderek nyimak…mugi ndadosaken pernikahan ingkang sawiji …nyawiji wonten ngarsaning Gusti…sageto golog giling …saget ngglinding semprong kagem poro kadang dawah kito sami…rahayu bunda…salam rahayu…kagem sdoyo sanak kadang
      04 Juli jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ariyo Hadiwijoyo sugeng dalu mas… mugi tansah rahayu wilujeng njih mas… salam kagem keluargo…
      04 Juli jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
      90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
      91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
      92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
      93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
      94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
      95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
      96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
      97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
      98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
      99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

      “Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71).

      04 Juli jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arie Irfan selamat malam mas salam kasih selalu.
      04 Juli jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      sugeng ndalu bunda…nderek nyimak…mugi ndadosaken pernikahan ingkang sawiji …nyawiji wonten ngarsaning Gusti…sageto golog giling …saget ngglinding semprong kagem poro kadang dawah kito sami…rahayu bunda…salam rahayu…kagem sdoyo sanak kadang
      04 Juli jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Assalamu ‘alaikum…sugeng ndalu Bunda Lia …nderek ndeprok teng emperan tumut nyimak kemawon…
      04 Juli jam 20:38 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Mbakku yg cantik Bunda Lia atau Bunda Lia Songgo Buwono,,,, trm kash tuk ke 99 tulisan yg harus saya lakukan atau yg harus saya hindari dlm berprilaku kehidupan kita sehari2… Insya Allah dpt kita jalani semua, paling tidak mendekati kesempurnaan dr 99 tulisan tsb, ,,, Insya Allah… salam damai n kasih dr bandar lampung..
      04 Juli jam 20:38 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Hujan gerimis membasahi satu sore menjelang malam di bulan Juli.
      Di pendopo saya duduk bersamanya, seorang perempuan awal tiga puluhan. Wajahnya pucat dan cekung. Matanya sembab. Ia bukan lagi sosok ceria yang pernah saya kenal. Betapa derita telah menyedot kebahagiaannya. Di depan saya dia menjadi begitu rapuh.

      “Mengapa laki-laki seperti itu, Mbak? Orang yang seharusnya membina dan membimbing keluarga, tega menyakiti hati istrinya? Meskipun hanya lewat facebook atau hp, disebut apa itu kalau bukan selingkuh? Yang ada dalam pikirannya hanya seks dan memikat perempuan. Aku nggak tahan lagi, Mbak. Ini sudah yang kesekian kalinya. Aku capek…,”lirih bibirnya berkata.

      Saya terdiam. Hanya sanggup mengusap arus air yang jatuh dari matanya, mengalir di pipinya yang tirus….

      04 Juli jam 20:41 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Kang Dullah, Mba Heni, Kang Petruk, Mas Ariyo, serta untuk semua yang telah hadir disini… Rahayu… Salam Kasih Dan Hormatku.
      04 Juli jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia “Untuk apakah pernikahan itu mbak? Apa artinya selain penjara bagi kami? Aku berjuang mengalahkan egoku untuk dia. Aku mengubur cita-citaku. Aku bekerja untuk membantunya menafkahi keluarga. Aku menjaga harta dan anak-anaknya. Aku melayaninya sekuat aku bisa di sisa-sisa tenagaku. Aku menjaga harga diri dan kehormatannya di depan orang. Aku tidak mau menyerewetinya begini terus, aku capek menjadi orang yang selalu mengomeli dia. Sekarang dia menganggap aku terlalu ikut campur urusannya. Allah.. mengapa dia tega??” jeritnya tertahan di sela isak tangisnya.

      Tangisnya tiba-tiba meledak. Saya memeluknya. Angin berhenti bertiup. Pepohonan tak lagi menggesek dedaunannya, seakan menyelami perasaan seorang wanita yang sedang kehilangan sayapnya….

      04 Juli jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Arie Irfan Bila terjalin hubungan kasih yang tidak menuntut dan bukan sekadar cinta yg selalu menuntut, kita telah berhasil menatap wajah Sang Pengasih.
      Kehadiran Allah dalam keluarga, dalam rumah tangga memancarkan Cahaya Kasih yang luar biasa dahsyatnya, sehingga para tetangga serta lingkunganpun akan ikut memperoleh berkahnya lewat kita. Salam Kasih.
      04 Juli jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia “Menangislah… Habiskanlah tangismu malam ini, hingga tak ada lagi sisa kemarahanmu esok. Anak-anak, wajah kamu yang akan mereka lihat esok. Untuk merekalah kau harus berjuang untuk hidup,” saya mencoba membuatnya bangkit.

      Tampaknya topik anak menjadi hal yang sangat sensitif baginya. Tangisnya kian dalam di dadaku. Cakrawala membenamkan cahaya sore perlahan. Alam mendengarkan nyanyian cinta seorang istri kepada suaminya. Begitu halus dan manis. Namun mengapa justru suaminya tak dapat mendengar kasidah indah itu?

      Tak sekali dua saya mendengarkan curhatan teman-teman tentang perilaku para suami. Sebenarnya saya tidak begitu suka, tetapi daripada mereka bercerita kepada orang yang tidak tepat, lebih baik saya sediakan telinga. Sesungguhnya perempuan hanya perlu didengarkan….

      04 Juli jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Wah, ceritanya seru jg ya mbak ,,, insya Allah problem2 kita dlm rumah tangga dpt kita lewati n selesaikan dg baik, dg keputusan yg kita ambil sll keputusan yg diridhoi n diberkahi oleh Allah… Insya Allah… tolong bantu kami tuk itu ya mbakku yg cantik n baik hati… trm kash sebelumnya…
      04 Juli jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      iya bunda makasih @ salamku njih …sukses buat bunda…damai srta tenang sllu utk kita

      sugeng ndalu mas Arie@ salam rahayu…smoga damai utk kita

      04 Juli jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Paling banyak mereka mengeluhkan tentang selingkuhan. Sejak dari berteman terlalu akrab sampai pada perilaku seksual dengan orang selain istrinya. Kali ini teman saya ini bercerita tentang perilaku suaminya yang mulai aneh-aneh sejak aktif berinternet. Sejak ada internet di rumah, suaminya selalu nongkrong di depan komputer. Sampai akhirnya teman saya sendiri tertidur karena lelah seharian bekerja dan mengurus rumah. Mengajak suaminya untuk tidur bersama-sama pun sering ditampik. Mereka mulai jarang mengobrol. Suaminya asyik berinternet, dia sendiri sibuk dengan pekerjaan rumah dan anak-anak. Terkadang sampai menjelang subuh suaminya baru tidur. Pada handphone suaminya dia pun sering mendapati ada panggilan atau telepon yang dilakukan lewat tengah malam. Ketika nomor itu ditelepon kembali, ternyata suara di seberang adalah milik seorang perempuan…. suaminya sering mengucap SUMPAH serapah tetapi ternyata hanya SUMPAH palsu….. dia telah kehilangan keharmonisan rumah tangganya, dia telah menyaksikan kebohongan dan yang lebih celakanya sumpah suaminya yg membuat dia ketakutan akan karma perbuatan suaminya… sehingga hari2nya dia selalu murung dan menagis….
      04 Juli jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sebelumnya ia menemukan gambar-gambar yang tidak pantas dalam folder tersembunyi di komputer rumah mereka. Sakit hati sudah pasti. Ia yang dengan tegasnya menolak pornografi, memiliki suami yang menjadi konsumen pornografi. Naif. Sekali, dua, tiga, empat, dan sekian kali suaminya selalu minta maaf dan berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Lama-lama ia terbiasa meskipun sungguh tidak ingin.Menganggap istrinya baik hati, suaminya malah mulai berekperimen dengan hawa nafsunya: membuat ID facebook samaran untuk menggaet perempuan gampangan, terakhir ia mendapati suaminya melakukan virtual seks dengan perempuan melalui video call. Setan bertepuk tangan.

      Menyakitkan.
      Yah, bagi perempuan, apa lagi yang dapat dirasa? Terhina, malu, rendah diri, marah, putus asa, merasa dikhianati..

      04 Juli jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Wahyu Nugroho Djati tansah nyimak ……………..sinambi leyeh leyeh…………….
      04 Juli jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Bayi Sehat… hemmm… mbak ayu Gusti Heni Endrawati Doaku selalu say… Mas Wahyu Nugroho Djati terimakasih mas….. saya teruskan ya … memang…

      Teknologi tidak selalu membawa kebaikan bagi manusia. Semakin kuat, semakin rapuh pula ia. Teknologi ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk memotong sayuran, tetapi sekaligus dapat melukai jari kita sendiri. Dunia maya dan jejaring sosial di internet telah membuka ruang privat menjadi lebih luas daripada ruang umum. Karena itu, tak heran lagi bila kebanyakan selingkuh dimulai dari ruang-ruang tertutup itu. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga berlomba memenuhi hawa nafsunya di sana. Ada yang rela meninggalkan keluarganya demi kesenangan semu itu. Dipikirnya orang yang diajak berselingkuh lebih sesuai. Dia tidak menyadari bahwa setanlah yang telah menipunya….

      04 Juli jam 21:06 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Nata,nanti kalau kamu nikah mungkin kecewa….kenapa nggak nikah dari dulu hahahaha….hahahaha….
      04 Juli jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia “Ini ujian kenaikan tingkat untukmu. Allah sangat sayang kepadamu. Tak usahlah kita memikirkan hak. Bila suamimu tak sanggup memenuhinya, biar Allah yang mencukupkan. Ingatkan suamimu, ia sedang tersesat. Lihat apa yang belum sempurna kamu berikan kepadanya. Tak ada salahnya mencoba memperbaiki. Bersabarlah. Tak ada yang sempurna. Jika kamu tinggalkan dia, berarti kamu melepaskan ladang dakwah yang Allah berikan saat ini untukmu. Cinta itu memberi, tanpa menagih hasil. Kamu ingat kan, lilin yang habis lumat karena menerangi sekelilingnya? Kamu pasti bisa. Kamu hanya sedang tidak fokus dan terlalu sedih sekarang. Kamu bisa lalui ini. Kamu perempuan luar biasa,” saya menggenggam tangannya erat…
      04 Juli jam 21:12 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Seperti tersengat, tangisannya mulai reda. Saya tahu dia masih menyimpan semangat yang terkubur kepanikan dan kesedihan selama bertahun-tahun. Ia terdiam, memandangi daun melati air yang terangguk. Aliran air mata mulai terhenti menyisakan manik berkilau di matanya. Saya mengangkat wajahnya.

      “Katakan kamu bisa! Kamu bisa menangis, mengapa tidak bisa tersenyum?” ujar saya.

      Ia hanya menunduk. Tetapi tak ada lagi tangisnya. Saya mencolek hidungnya. Ia menatap saya lalu menarik sudut bibirnya, membentuk seulas senyum tipis.

      Ah, sahabat… dunia ini membahagiakan jika kau tahu pahitnya sedih. Menangislah jika kau ingin. Malam ini saja. Karena esok matahari akan membawamu menjadi dirimu yang baru. Berjanjilah untuk berjuang mencari jalan dari kebuntuan hidupmu. Jadilah lilin untuk keluarga dan masyarakatmu. Jangan pernah anggap dunia ini tak adil untukmu. Kehidupan abadi yang menyenangkan akan menjadi milikmu…

      04 Juli jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm… Jangan suka bermain api bahaya tuh…. Hehehehe…
      04 Juli jam 21:22 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Tirta Naya selamat mala kangmas dullah, kangmas pambudi..salam
      04 Juli jam 21:22 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Heris Erlina Indah
      Subhanalloh….nasehat yang begitu menakjubkan yang jumlahnya dapat dikatakan = Asma alhusna. benar2 bila kita pahami dan kita ikuti akan menjadikan kita ber akhlak Mulia …..Insya Alloh….dan terima kasih banyak buat Mbak/ Dindaku Bunda Lia, yang dapat memberikan pencerahan kepada saya dan kita semua sehinga kita semua mendapat pengetahuan yang begitu berharga…..Isnya Alloh bagi yang menbacanya terinspirasi untuk menjadi yang lebih baik…..terima kasih adinda telah tag…….wassalam.Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Nata….membahagiakan istri,akupun belum mampu….tapi paling tidak sudah melaksanakan perintah agama….ini yang penting,Nata….
      04 Juli jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Untuk temanku yang mulai bermain dengan nafsumu, ketahuilah bahwa apa yang kau pegang adalah air laut yang terus merosot dari genggamanmu. Dan ketika kau minum airnya, dahagamu menjadi.
      Saat kau melihat orang lain lebih cantik/tampan dari istri/suamimu, mengapakah harus merasa istri/suamimu tidak seperti harapanmu? Kecantikan itu sesaat, harta itu sementara. Dan ketika semuanya hilang, kau punya apa?

      Tak ada yang perlu diputus. Mengapa harus meninggalkan mereka? Kau merasa telah meninggalkan ketidaksempurnaan istri/ suamimu untuk sebuah kebahagiaan dalam sebuah kesempurnaan katamu? Aku katakah bahwa itu tipuan! Itu perselingkuhan! Tahukah kau, tak ada yang sempurna kecuali kau yang menanam kesempurnaan itu di hatimu. Dan kau mencari orang lain yang kau anggap bisa mengisi hatimu? Mengapakah? Dan kau mencari sejuta alasan untuk melegalisasi egomu? Untuk apakah???Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Sahabat/ saudaraku, jika suami/istrimu menjadi sumber masalahmu, tak inginkah engkau bersabar? Kepada merekalah kamu bisa mencari sejumput rumbia untuk atapmu di dunia. Pada merekalah tersimpan kekuatan dirimu. Temukanlah. Jangan pernah katakan kau membenci istri/suamimu. Karena kepada merekalah kamu kembali di dunia, sejauh apa pun kau bisa berlari. Jangan pernah bakar jembatan di belakangmu, karena suatu hari mungkin kamu harus kembali. Arungi petualanganmu, tetapi ingatlah suatu saat kamu harus kembali. Kejarlah impianmu, tapi jangan lupa suatu hari kau harus menapak bumi.

      Jika sekali kau merasa sakit, biar hujan yang menghapusnya. Maafmu akan memberi keajaiban di hatimu dan di hatinya. Jika kau pernah menyakiti hati suami/istrimu, jadilah pemberani untuk meminta maaf, mengakui kesalahan, dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama…Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Salam malam Tirta Naya…rahayu.
      04 Juli jam 21:32 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tak perlu putus asa, tak usah merasa tak mungkin. Cinta itu ada, tapi kau perlu bersabar. Cinta itu kau tanam, bukan cuma kau petik.
      Dan bila kau telaten menanam cintamu, bila suatu saat tak ada yang bisa kau pegang di dunia ini, cinta akan mengisi ruang hatimu.
      Kabar bagusnya, cinta itu akan membawamu menuju cinta yang hakiki di dunia abadi. ….Hemmm… adakah itu artinya buatmu???
      04 Juli jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mbak yu Heris Erlina Indah… terimakasih mbak yuku yang ayu… salam penuh kasih….
      04 Juli jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Tirta Naya subhanaalloh….matur nuwun sangat bunda, salam malam mas arie irfan
      04 Juli jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sama2 dik Tirta Naya…. selamat malam salam penuh kasih…
      04 Juli jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dik Bayi kenapa kok lagi seneng baca say…
      04 Juli jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Cinta adalah Tujuan Hidup, sekaligus mengantar kita keluar dari dunia, untuk menyatu dengan Kehidupan itu sendiri. Saat ini diri_mu, diri_ku hanyalah bagian kecil dari dunia ini. Cinta menjadikan dunia ini bagian kecil dari Diri_Mu, Diri_Ku. Salam Kasih.
      04 Juli jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Nata….hidup ini saling berjodohan….maka tentu kau pun ada jodohnya…
      04 Juli jam 21:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sahabat/ poro kadangku kang kinasih…. Janganlah terlena dengan kesenangan fana…Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia… Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
      Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya
      Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka
      Dan mereka kekal di dalamnya ….
      04 Juli jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Saudaraku kang kinasih…. pulang malam… Dengan jasad yang kelelahan… Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang…. Lupakah engkau …. Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari…. Dan menjadi singa di siang hari…. Sementara kamu
      Tak peduli siang tak peduli malam…. Yang penting dunia dalam genggaman… Sahabat cobalah engkau renungkan… Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang… Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang… Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu letih… Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan… Buat beli martabak atau nasi… Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran
      Jujur saja, untuk urusan rumah tempat kau tinggal bukan… Buat beli keramik, AC ataupun busa… Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan… Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang kau rindukan bukan… Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman… Dinikmati, menghilang dari pandangan….
      Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Jika engkau hidup hanya untuk itu semuanya… Maka harga diri kita… Nilainya sama dengan apa yang kamu makan… Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam… Nilainya sama dengan apa yang kamu rindukan….Karena jasadmu tak ubahnya tembolok karung… Tempat penyimpanan semua makan yang kamu makan… Karena jasadmu tak ubahnya perekat….Tempat semua kesenangan dunia melekat…. Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang
      Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti kau tinggalkan
      Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan…. Tapi sahabat… Jika engkau hidup untuk saling tolong terhadap sesama dan saling mengingatkan bila salah / Berdakwah …. Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan…. Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang…. Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah… Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan… Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan…..
      Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:18 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi
      Assalamualaikum warohmaullohiwabarokauh..Hampura-sun..Diajeng Ayu…nembah nuwun dikeparengaken nyemak wedaran ing dalu meniko..wedaran ingkang ngresepaken penggalih…sugeng sumunaring condro ing madyaning ratri kairing sumunaring kartiko kang edi peni..salam ugi katur dumateng sedoyo kadhang kinasih ,poro sepuh lan pinisepuh kakung miwah putri ingkang sami lenggah ing paseban agung songgo buwono ingkang sami..hamiwiti wedaran kanti seksami ..rahayu sagung dumadi….mugi gusti ingkang moho suci paring berkah dumteng sedayanipun..lelampahan gesang kito..ugi nyuwun agunge samudro pangaksami bilih srawung kulo lan panjengan sami wonten klenta klentune ,mugi sedoyo sami pinanggih karaharjaan….amien.Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Wa’alaikum salam mas Agung Pambudi….ampun sungkan mas Agung monggo sareng2 kemawon… mugi mas Agung sak keluargo pinayungan dening Gusti Allah… salam kasih….


      Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

      Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
      Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah….Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
      “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

      Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
      Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh…Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
      Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?” Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh….Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:38 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita….. Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah….. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
      Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh….
      Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:41 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
      Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya….Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya….Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:46 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
      Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.
      Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
      Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam..
      Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nuwun injih nembah nuwun Diajeng Ayu ..nyemak wedaran ing dalu meniko kraos trenyuh mbrebes mili..hananging njih bungah awit sedoyo ginambaran sejatining agesang tumplek blek wonten ing gesang bebrayan sagung dumadi meniko..mugi sedoyo ingkang panjengan wedar saget hanambahi pepadhanging jagad kang gumelar..bekal sangu kito panjenengan sami sowan ing ngarasanipun gusti ingkang moho suci..amien..
      04 Juli jam 22:54 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
      Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah…Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa `sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia “), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah….Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 22:59 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri. Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah…Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 23:02 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah…. Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.
      Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin)…..
      Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 23:06 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Agung Pambudi amien.
      04 Juli jam 23:10 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      PENTING.
      Assalamu’alaikum wR wB … untuk saudaraku kang kinasih baik yg inbox maupun yang sms dan tak dapat kusebutkan satu persatu disini karena banyaknya ucapan ” Terimakasih ” yg masuk pada malam hari ini mencapai 148 sms dan 83 Inbox.... saya pribadi benar2 dengan rasa hormat yang amat sangat hanya mampu mengucapkan terimakasih kembali …. dan sayapun minta maaf apa bila tulisanku malam ini menyinggung perasaan panjenengan …. apa bila tulisan saya ada yg mirip dengan kisah/ sejarah hidup panjenengan…. karena semua hanya sekedar gambaran dan tulisan yang hanya bertujuan untuk contoh atau untuk simple cermin saja…. demikian saudaraku kang kinasih dan ringkasnya saya haturkan terimakasih untuk sms juga inbox ucapan terimakasih atas wedaran malam ini mendapat sambutan baik yg sangat luar biasa… dan untuk pemberitauannya tentang banyaknya saudara kita yg mencontoh doa pagiku dengan senang hati saya ucapkan banyak terimakasih…. saya tidak kecewa dengan saudara kita yg telah mencontoh bahasa tulisan saya dengan doa paginya…. demikian saudaraku terkasih… sekali lagi saya terimakasih… dan maafkan saya apa bila ucapan atau sikap saya tidak berkenan dihati… Sekian Terimakasih. Wassalamu’alaikum wR wB….Lihat Selengkapnya

      04 Juli jam 23:29 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Ba Ra Wa alaikum salam…sangat baik dan bermanfat,..matur nuwun..
      04 Juli jam 23:31 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi barokalloh diajeng ayu..
      04 Juli jam 23:32 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Manusia banyak yg menderita penyakit lupa, penyakit yg menyebabkan kelahiran dan kematian yg tak berkesudahan. Penyakit lupa adalah penyakit yg sangat berbahaya. Penyakit_penyakit lain membahayakan badan, sedangkan penyakit lupa membahayakan jiwa kita. Penyakit lupa mencelakakan diri kita. Ingatlah watan_kita, tempat asal kita, negeri kelahiran kita. Kita berasal dari Yang Maha Benar. Kita luga akan hubungan kita dengan Kebenaran, maka kita merasa sepi, kita gelisah. Sesungguhnya penyakit lupa pun bukan suatu penyakit. Kita pikir kita lupa. Lupakan pikiran yg membuat kita berpikir bahwa kita lupa. Lupakan penyakit lupa yg sesungguhnya tidak kita derita. Ingat asal_usul kita dan ingat pula bahwa kita akan kembali ke sana. Salam Kasih. Lihat Selengkapnya

    • Eko Susanto Wa’alaikum Salam.. Amin… Amin…. Amin Ya Robbal Alamiiiinn…. Terimaksih Banyak Bunda Lia, Syukur Alhamdulillah…. Saya Masih Diberi Kesempatan.. Mengikuti Doa Pencerahan Bunda…. Serasa Legalah Hati Ini Bun….Terimakasih Doa Serta Penyejuknya Ya Bun…. Semoga Doa2 Tulus Bunda Selalu Dikabulkan Allah Swt… Amiin Ya Robbal Alamin… Salam Hangat Kasih Hormat Takzim Dalem.. Rahayu…..Wasalam…
      04 Juli jam 23:59 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Percuma saja kita menghabiskan waktu mengejar sesuatu yg sudah pasti kita tinggalkan, karena eh karena tempat yg sedang kita kunjungi ini bukanlah tempat asal kita. Kita harus tinggalkan tempat ini. Rasa sepi kita pun sungguh tidak berdasar. Kita datang ke sini untuk berjalan_jalan, singgah sebentar. Selesai jalan_jalan, selesai persinggahan ~ kembalilah ke negeri asal kita.
      Salam Dini Hari.
      05 Juli jam 0:00 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Endro Wijoyo Diningrat Al-Upriti Assalamu’alaikum, terima kasih Bunda Lia atas pencerahannya, semoga butiran mutiara nasehat diatas mnjadikan saya mawas diri dan ridho atas ketetapan Alloh, dan mudah2an bila dah waktunya aku ingin segera menikah…..Insyaalloh bi Izdnillah matur sembah nuwun kagem sedoyo, salam takdim kulo kagem Bunda Lia lan ugi kagem sedoyo..Barokallohulakum ma’a taufiq wa salamah…Rahayu..rahayu...
      05 Juli jam 5:06 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Bun aku lg buka ini. Semalam tidur gasik bngt,kurang fit bun. Doa bunda senantiasa kuharapkan. Selamat pagi.
      05 Juli jam 5:15 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Srie Indah Karunia Selamat pgi bunda,sya ingn catatan ini bunda,,^__^
      05 Juli jam 7:11 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • ‘Samuel Pongoh’ Menikah tidaklah rumit .. hanya butuh kesiapan saling menerima tanpa syarat, tekad untuk bersatu dan menjaga keutuhan dari kebersatuan. Allah SWT sudah menyerahkan pilihan itu pada ‘kebebasan manusia’ yang harus dipertanggungjawabkannya padaNYA.
      05 Juli jam 8:29 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin… Amin… Allahummaa Amin…. Semoga Saudara Saudariku Semuanya Yg Terkasih Bisa Menciptakan Istana Sinta Yaitu Rumah Tangga Yg Warochmah, Mawadah, Dan Harmonis…. Yg Berpegang Selalu Pada Jalan Kebenaran Allah Swt… Amin…. Amin… Salam Hangat Kasihku Buat Semua Yg Hadir Di PENCERAHAN HATI BUNDA LIA SEMUANYA…. SELAMAT PAGI….SEMOGA SUKSES SELALU…… Amin.. Rahayu..
      05 Juli jam 9:29 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati Waalaikummussalam Bunda Lia …terima kasih tuk semua doa n tausiahnya pd kami, sungguh tidak ternilai ilmu yg kami dptkan drmu mbakku yg cantik… Allah yg akan balas kebaikkanmu ini.. Insya Allah…
      05 Juli jam 10:13 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amin…. Amin… Amin Ya Robb’…….
      05 Juli jam 10:32 · SukaTidak Suka
    • Hendi Kurnia Terima kasih pencerahannya bunda, tulisan ini sangat bermanfaat
      05 Juli jam 11:56 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Salam Rahayu Ibundaq.. Smoga wdaran ini akan brmanfaat dan jd pmbelajaran bg saudara2 kita yg blm paham dan mengerti. Salam kasihq Ibunda.
      05 Juli jam 23:43 · SukaTidak Suka · 1 orangEko Susanto menyukai ini.

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: