HUT RI KE 66 Damai Negeriku, Damai Bangsaku Indonesia….

HUT RI KE 66 Damai Negeriku, Damai Bangsaku Indonesia….

oleh Bunda Lia pada 17 Agustus 2011 jam 7:26
HUT RI KE 66 Damai Negeriku, Damai Bangsaku  Indonesia…. ( Klik judul apabila ingin melajutkan komen yg lain )

Hai para pemuda dan pemudi
Mari kita bersatu membangun
Bangsa dan Negara Republik Indonesia Tercinta
Hingga titik darah terakhir

Berkibarlah Sang Dwi Warna
Junjung tinggi harkat martabat Bangsa
Mari bersama membangun Indonesia
Adil dan Makmur cita-cita anak Bangsa
Junjung tinggi semakin tinggi Bumi ini
Basuh luka Ibu Pertiwi dengan kasihmu
Damai Negeriku, Damai Bangsaku
Indonesia….
Aduh Gusti Yang Maha Suci
Bimbinglah kami …
Agar kami dapat Fahami jeritan hati

Segumpal daging tiada ber-arti
Bila tak punya budi
Kita semua pasti kan kembali
Padamu ya Illahi Rabbi
Menuju alam abadi….Tat kala kulihat sebuah bendera yang berkibar di angkasa, terbayang olehku sebuah kegigihan dan semangat yang berkobar dari pengibarnya. Mengibarkan bendera membutuhkan sebuah perjuangan yang harus disertai dengan keberanian yang besar.Alangkah indahnya tarian yang meliuk-liuk diiringi oleh irama deru angin yang menerpa. Alangkah gagahnya rentang kibarnya menghias angkasa.
Ketika angin berhenti bertiup, bendera itupun berhenti menari. Hilanglah kegagahannya, surut pula keindahan tariannya.
Hatiku gundah, namun aku tak mampu berbuat apa-apa…
Baru kusadari…
Ternyata terpaan angin sangat dibutuhkan demi tetap berkibarnya Sang Bendera. Semakin kencang terpaan angin yang bertiup, semakin gagah bendera itu berkibar. Bak menentang Angkasa Biru.
Teruslah berkibar benderaku….!
Angin yang menerpamu hanya datang silih berganti…!
Janganlah ragu Benderaku…!
Tunjukkan pada dunia kegagahanmu…!
Tantanglah Angkasa Raya…!
Indahnya tarian bendera, hanya bisa kita saksikan dari kejauhan. Jika kita melihatnya dari dekat, tepat di bawahnya, dan berada di sisi tiang bendera, maka sangat sulit untuk dapat menikmati indah tariannya. Kita harus mendongakkan kepala terus menerus. Dan ini akan menyebabkan leher kita menjadi pegal. Lain halnya jika kita melihatnya dari kejauhan. Kibarannya akan terlihat begitu anggun dan indah.
Ijinkan aku menjauh… Agar aku dapat melihat kegagahanmu…
Akan aku tiru semangatmu, yang tak pernah menyerah dengan terpaan angin. Akupun tak pernah takut menghadapi kerasnya kehidupan, walaupun itu menyebabkan hidup ini menjadi susah. Asal masih dalam garis pandu kebenaran. Aku tak kan pernah merasa takut dan menyerah. Yang aku takuti hanyalah berbuat dosa dan kesalahan, yang menyebabkan orang lain tersakiti perasaannya. Yang aku kejar adalah kedamaian hidup dan kebenaran yang sesungguhnya. Yaitu kebenaran yang tidak pernah menyakiti siapapun, juga termasuk pada diri sendiri…
Seekor punguk yang selalu hidup dalam gelap, takkan mampu menatap terangnya Matahari. Orang bodoh sepertiku, tak kan pantas bersanding dengan Bhagawan. Orang miskin sepertiku mana mungkin diterima di kalangan saudagar kaya.
Hidup ini harus optimis…
Dengan menghadapi semua kenyataan yang ada didepan mata…

Namun kadang, apa yang kita lihat, tidak seperti kejadian yang sesungguhnya….

Bunda Lia 17 Agustus 2011








Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Yongky Hendriyanto Sekali Merdeka tetap Merdeka………..
      17 Agustus jam 7:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Franata Daniel Mps MERDEKA…..!!!!
      17 Agustus jam 7:38 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Toro Herlino Dari yakinku teguh…hati ikhlasku penuh…akan karuniaMU…tanah air pusaka…indonesia merdeka…
      17 Agustus jam 7:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Gempar Soekarnoputra Kita harus berani membela kebenaran, keadilan dan kejujuran sebab buat apa kita merdeka jika suatu kebenaran, keadilan dan kejujuran tidak dapat kita perjuangkan untuk merdeka sesungguhnya???
      17 Agustus jam 7:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Yuyun Yuwonowati Priyono Aamiin . Selamat ulang tahun Indonesia ke 66 . Merdeka!
      17 Agustus jam 7:47 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Franata Daniel Mps xixixixixi….iyahhh, mana nih Bunda Lia-nya…..xixixixixixi…...keluar dong
      17 Agustus jam 7:53 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Franata Daniel Mps nah, tuh ada mas Gempar Soekarnoputra,,,,bagaimana mas pendapatnya…..?
      17 Agustus jam 7:53 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Qohar Ashari Dirgahayu indonesia yg ke 66,bertepatan dengan 17 ramadhan’nuzulul qur’an..
      Sugeng injing bunda soho sedoyo kadhang kinasih..
      Salam welas asih..

      Rahayu

      17 Agustus jam 8:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit Merdeka,
      17 Agustus jam 8:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Qohar Ashari Ura pénting kanggo aku….!
      Selagi keamanan dan kesejahteraan untuk rakyat bisa d perjuangkan..
      Silahkan.Hamba hanyalah kawulo alit/abdi….
      Rahayu
      17 Agustus jam 8:06 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi DIRGAHAYU NKRI….SALAM NUSANTARA MERDEKA.
      17 Agustus jam 8:06 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Agung Pambudi DISEBAGIAN WILAYAH JARINGAN SATELIT LEMOT….MBAK ANI..SAYA 3 JAM BARU BISA MASUK LANCAR,,.mungkin yogya sedang kena lemot harap maklum..
      17 Agustus jam 8:09 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Biarlah mas Agung …akan saya terima yang penting hati kita dibulan puasa tetap bersih… kita doakan semoga aku bukan apa yang dikatakan .. Insya Allah… tetap terjaga putih bagaikan Dwi Warna… Merah lambang keberanian dalam sikap yang bijaksana… bukan arogan mencari masalah… Dibulan Romadhon… menghadapi Malam Lailatul Qodhar… sabar saja….
      17 Agustus jam 8:13 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi DISEBAGIAN WILAYAH JARINGAN SATELIT LEMOT….MBAK ANI..SAYA 3 JAM BARU BISA MASUK LANCAR,,.mungkin yogya sedang kena lemot harap maklum..
      17 Agustus jam 8:14 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Qohar Ashari Alhamdulillah…
      17 Agustus jam 8:15 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Ani….berhati hatilah dalam berucap….karena ucapanmu menunjukkan kwalitas dirimu….
      17 Agustus jam 8:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Qalu uzina min qabli an ta’tiyana wa mim ba’di ma ja’tana, qala ‘asa rabbukum ay-yuhlika’aduwwa kum wa yastakhlifakun fil –ardi fa yanzura kaifa ta’malun. …
      17 Agustus jam 8:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
       

       
       
    • Bunda Lia Mas Qohar Ashari terimakasih mas… selamat pagi …. salam cinta damai …. semoga kesabaran tetap melekat dihati….
      17 Agustus jam 8:17 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Abdullah Ali Demi Allah kang semoga aku tetap menjaga imanku….. dan tetap tabah dan sabar … kita kembalikan dia pada hasratnya yg telah mengotori hatinya sendiri… biarlah…. lihatlah apa yang akan menimpa dirinya… Subkhanallah…
      17 Agustus jam 8:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Gempar Soekarnoputra rahayu wilujeng mas… MERDEKA !!!
      17 Agustus jam 8:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Gempar Soekarnoputra… inilah karena kita masih diatas krisisnya kepemimpinana….. Maka mari kita pilih pemimpin yang benar apa bila telah tiba saatnya, gunakan nurani kita diatas akal kita. Pilihlah pemimpin yang memiliki tutur – sembur – uwur agar dapat menjadi pemimpin yang adil bagi rakyatnya, yang mengerti akan kebutuhan rakyat kecil, bukanlah pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompok saja…..Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Abahe Ali Den Ayu….amin amin amin.
      17 Agustus jam 8:23 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aring Sukaton
      Merdekaku
      Merdekamu
      Merdeka kita semua
      Entah negri ini akan kemana dibawa pemimpin pemimpin saat ini
      Ternyata adil dan makmur itu masih jauh di awang awang walau 66 tahun telah qta jalani
      Salam merdeka

      Dirgahayu negrikuLihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Agung Pambudi…. Tadi malam kita berkumpul untuk merenung, berdo’a, serta ber-introspeksi diri, apa yang harus kita lakukan untuk melangkah kedepan agar bangsa ini terbebas dari penjajahan nuraniah, agar kita lolos dari kepemerintahan yang sewenang-wenang, agar kita tak mati di lumbung padi…. karena kita telah terperosok dalam lemahnya kepemimpinan…. dan membuat hukumpun lemah….
      Jelas ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama.
      Sekali lagi saya katakan. ……… kita harus berani bersikap dalam menentukan siapa yang patut menjadi pemimpin Bangsa ini atau daerah sekalipun.
      Kita harus tulus ikhlas memohon kepada Allah, agar Allah memberikan kepada kita petunjuk seorang pemimpin yang Jujur berkeadilan, pemimpin yang tegas bermartabat. Pemimpin yang benar-benar berjiwa kepemimpinan. Bukan hanya pemimpin yang lahir karena demokrasi di luar kandungan Ibu Pertiwi. Subahanallah…. Hanya Engkau yang maha tahu atas apa yang kami butuhkan. Ya Allah ………… Dan Untuk Mbak Ani Chayank mamah aku doakan dirimu bukan PKI… yang sedang koar2 tak tau apa arti hati Nurani…. dan jaga dirimu baik2 …..
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:27 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sudah menjadi kelemahan manusia memang, ketika telah diberikan rahmatan…, tamak, serakah serta kelalaian lainnya akan mengikuti.
      Lagi-lagi kita harus mengingat kata “Iqra” – Bacalah –
      Kita harus bisa membaca dan merasakan apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita…. Jika kita berani dan mau membaca, kemudian merasakan apa yang telah diberikan, maka rasa tamak, serakah, serta hal lain yang membuat kita merugi akan terlupakan….Yang ada hanya rasa syukur, sabar serta berusaha untuk menjadi lebih baik….. Semoga Bumi Pertiwi tidak menggulung Ani Chayank Mamah……. Bopo Angkoso akan memberi peringatan padanya……Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:31 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dalam Falsafah jawa mengatakan “Mulat Sariro Hangroso Wani”. Secara harfiah yang artinya “ Sebagai hamba Allah kita harus selalu ber- Intropeksi diri, mawas diri supaya kita tidak tergelincir dijalan yang sesat” Ingat mulut yang tajam akan membuat kita terjerembab dengan ketidak sopanan dan sekaligus menjadikan petaka bagi dirinya sendiri….
      Ini….., hal ini yang harus dijadikan kata kunci bagi kita.
      Terlebih bagi seorang pemimpin yang jelas-jelas memikul nasib orang banyak. Introspeksi diri merupakan benteng kukuh yang bisa menyelamatkan segalanya…..
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Siapa bilang kita sudah MERDEKA… kita masih dijajah didalam negeri sendiri…. kita masih diracuni oleh barang2 yg tidak baik…. pergaulan bebas dan ucapan yg telah membelenggu diri sendiri….Berbicara tentang sosok kepemimpinan, saya jadi ingat seorang pemimpin besar Jenderal Sudirman. Berlatar belakang seorang guru, Pak Dirman juga mampu bersikap sebagai ‘Tentara Perkasa” yang memiliki komitmen atas nasib bangsa ke depan. Walau kala itu beliu dalam kondisi sakit, namun tetap memimpin perang di medan laga tidak perduli mesti di tandu. … apakah ada yang seperti beliau sekarang ini…???Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Hal ini bisa dijadikan sebagai inspirasi dan dan contoh kita betapa mulianya jasa dan penjuangan Jendral Sudirman.
      Semangat kebangsaan Pak Dirman sebagai pemimpin tak surut oleh apapun…..Kemerdekaan bangsa ini tetap menjadi perioritas utama ketimbang kesehatan dirinya sendiri. Hanya ada satu tujuan, yakni menuju Bangsa Indonesia Merdeka, lepas dari segala macam bentuk penjajahan…..Baik bentuk penjajahan per-ekonomian, penjajahan nurani maupun aqidah….Tetapi apa yang kita jumpai sekarang ini – apa???Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:38 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Yang menjadi pertanyaan mengapa Orang Islam tidak dapat bersatu?
      Agaknya di tahun 2011, bumi pertiwi masih dirundung malang.
      Bencana demi bencana masih dialaminya. Selain dampak dari pemanasan global, faktor moralitas juga mendominasi terjadinya petaka. Berkaitan dengan pemanasan global, masyarakat dunia telah mencapai kesepakatan (walau belum memuaskan), dimana negara maju sepakat akan memberikan kompensasi atas dampak teknologi yang berpengaruh buruk terhadap kondisi alam semesta.
      Nilai kompensasi yang kurang memadai ini juga akan bertambah sia-sia jika penggunaannya tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. ….
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:41 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • ‘Samuel Pongoh’ Merdeka !
      17 Agustus jam 8:42 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
       

       
       
    • Bunda Lia
      Yang lebih mengerikan lagi, Agama masih dijadikan komoditi unggulan pihak ketiga dalam upaya memecah belah bangsa ini. Kali ini upaya pemecah belahan Agama Islam gencar dilakukan.
      Gerakan-gerakan tersebut mendiaspora di mana-mana.
      73 golongan akan ‘diadu’ dan ego-nya dipancing mengakui bahwa golongannya adalah aliran yang benar dan terbaik.
      Kemudian mereka menuding kelompok lain sebagai aliran sesat.
      Berkaitan dengan hal tersebut, saya berpendapat, Islam yang benar adalah Islam yang tidak mau di pecah belahkan.
      Jangan terpancing atas isu pemecah belahan tersebut.
      Kendalikan emosi serta hilangkan sifat ego kelompok atau golongan…..
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Min Sara Salam Merdeka Indonesia!
      Salam Kangen.
      Dirgahayu Indonesia ke 66…
      Tanah tumpah darah Leluhur ku.
      Doaku muga Kemakmuran mu Terpelihara.
      Amin. Amin. Amin Ya Robbal ‘Aalamiiin.
      Salam sayang Jeng Ayu ku Bunda Lia.
      17 Agustus jam 8:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      BERKIBARLAH BENDERAKU…DAMAILAH NEGRIKU…MERDEKA.
      17 Agustus jam 8:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Jelas, permasalahan ini berkait erat dengan tingkat keimanan kita kepada sang khalik. Apapun golongan atau alirannya, Islam telah memiliki aqidah baku dan berinti kepada cinta kasih kepada sesama, serta mengakui akan ke-Esaan Allah SWT.
      Maka mari kita cari seorang pemimpin yang dapat menjadi panutan yang dapat menjadi Imam yang baik bagi kita semua, bagi anak cucu kita dan tunas-tunas Bangsa nantinya. Seperti pepatah Jawa mengatakan…. Ing ngarso sung tulodho ( pimpinan itu apa bila didepan harus dapat memberi contoh ) ing madyo mangun karso ( bila sedang ditengah membangun semangat ) tut wuri handayani ( apa bila dibelakang memberi dukungan ) ini sangat berarti bagi kita tapi kenapa Pemimpin sekarang lain tidak seperti ajaran dan pesan atau kalimat ki Hajar Dewantoro ? Beda halnya dengan isu kedaerahan serta pemecah belahan Islam, lembaga hukum di Indonesia justeru ‘memilih jalan gelap’ dimana para penegak hukum semakin melemah dalam menyangga hukum yang berlaku….Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 8:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Akbar Linggaprana TAK ADA YANG LEBIH PENTING PERJUANGAN KITA, SELAIN MEMPERTAHANKAN RAKYAT INI UNTUK TETAP MEMPUNYAI HARKAT DAN MARTABAT SEBAGAI MANUSIA SUTUHNYA … MERDEKA !!!
      17 Agustus jam 9:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Salam putra putri nusantara salam semangat juang MERAH PUTIH Rahayu…3x
      17 Agustus jam 9:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Saya menitik beratkan kepada Lembaga Hukum.
      Lembaga hukum bakal mendapat cobaan yang demikian berat. Disamping ancaman dari luar, tingkat kolusi yang tinggi juga akan mempengaruhi jejegnya naluri keadilan bagi para pelaku hukum di lembaga tersebut…. Saya yakin, mereka yang sekarang duduk dan memiliki kedudukan adalah orang-orang terpilih dan pinilih yang betul-betul paham dengan tugas dan kewajiban yang diembannya. Tapi saya masih meragukan, apakah mereka benar-benar teguh dalam pendiriannya jika terjadi ancaman atau mungkin sogokan yang akan diberikan kepadanya. Allahu alam…. Kelak tampak dari mata batin kita yang duduk akan ketauan tidak menepati janji dan akan kehilangan kekuasaan dan kewibawaannya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab.Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 9:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Salam putra putri nusantara salam semangat juang MERAH PUTIH Rahayu…3x
      17 Agustus jam 9:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ingat……. lemahnya peradilan bukan merupakan siksaan dari Tuhan, melainkan lemahnya manusia atas tanggung jawabnya sebagai mahluk sosial yang bergantung kepada hukum.
      Garong makin merong – rong, rampok makin merajalela, pengayom memfitnah yang diasuh, penjaga mencuri yang dijaga, penjamin malah minta dijamin, karena menjadi korban orang jahat dan jahil, orang kecilpun semakin terkucil.
      Tidak hanya para petinggi, atau praktisi hukum saja yang berperan untuk menegakkan hukum di negeri ini. Semua lapisan masyarakat harus tunduk kepada hukum.
      Jika tidak, maka dia akan terhukum.
      Banyak janji yang diingkari, banyak orang melanggar sumpahnya sendiri, manusia senang menipu tidak melaksanakan hukum Allah SWT barang jahat dipuja dan dimenangkan, barang suci dibenci dan dihakimi tanpa peduli membawa ke jeruji.
      Telah kita ketahui, di Indonesia di mana negara ini adalah negara hukum yang berdasarkan atas Ketuhanan yang Mahe Esa.
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 9:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gusti Heni Endrawati MERDEKA..MERDEKA… MERDEKA… SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA…
      17 Agustus jam 9:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Maka mari kita benar-benar memilih….. jangan sampai keliru dengan pemimpin-pemimpin palsu yang menyamar. Kasihan saudara kita di daerah, didesa maupun dikota, makanya kita teliti bagaimana calon pemimpin yang akan kita usung ?
      Namun, masih ada sisa waktu kita untuk merenung dan mencari jalan pulang untuk kembali kepada-Nya. Saya lebih cenderung, agar kita segera kembali kepada fitrah kita sebagai manusia, mahluk sempurna yang berkewajiban melindungi dan menjaga apa yang telah diberikan-Nya kepada kita.
      Allah SWT Maha segalanya.
      Doa kita semoga segera muncul seorang tokoh pilihan yang sudah digembleng … guna berbekal kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Seorang tokoh itu yang dapat membelah pulau Jawa ( Bumi Pertiwi ) ini menjadi dua. Maaf bukan berarti tanah jawa akan terbelah dua tetapi terpisah oleh dua golongan yaitu Jahat dan Lurus.
      Yang luruslah yang dipimpin, rakyat bersatu padu dalam hukum yang adil jujur dan bijaksana memutuskan perkara ( inilah saat yang disebut Ratu Adil) rakyat bersuka ria karena keadilan dari YME, akan muncul Seorang Pemimpin baru entah kapan Allah Hu Alam…….
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 9:53 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sekarang yang kita lihat dan kita jumpai adalah
      Banyak laknat banyak pengkhianat, anak berani pada orang tua, saudara saling membunuh, guru saling bersateru dan adu kekuatan, dimana-mana banyak yang melampiaskan amarah.
      Harta akan menjadi penyebab, pangkat akan menjadi pemikat, yang wenang akan menjadi sewenang-wenang dan merasa paling hebat, yang kalah dan mengalah semua merasa bersalah…..
      17 Agustus jam 9:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Yang berhati suci dibenci yang jahat penjilat malah mendapat pangkat yang mencuri hanya duduk dan dapat upeti.
      Setelah melihat ini semua apa yang mampu kita lakukan ???
      Hanya berserah diri pada Allah SWT dan menata rasa dan hati kita agar kembali ke Fitrah kita sebagai makluk sempurna yaitu manusia.
      Saya rasa cukup panjang lebar rasanya aku menulis…..
      Semoga kedepan kita dapat lebih banyak berbuat untuk negeri ini, negri yang diberikan kesuburan dan kemakmuran oleh Allah SWT, Amin. …
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 9:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Akhir kataku untuk saudara2ku sebangsa dan setanag air… yang sekiranya menyisihkan waktu untuk membaca tulisanku dan ikut komen maupun hanya memberi jempol tulus ….,saya pribadi mengkgucapkan maaf sedalam2nya… apa bila ucapan atau perkataan saya menyinggung atau tidak berkenan dihati tidak mengurangi rasa hormat saya sedikitpun mohon maaf sebesar-besarnya, karena kami masih harus banyak belajar dan menerima usulan dari panjenengan semua demikian kami hanya bisa menghantar tulisan ini dengan ungkapan hati nurani yang paling dalam… dengan penuh harap pada rasa kebersamaan dan kepedulian kita……Semoga langkah awal kita pada hari ini mendapat bimbingan dan kekuatan dari Allah SWT. Amin.
      Billahit taufiq wal hidayah wal hamdullillahi rabbil alamin, Wassalamu’alaikum wR wB…..
      Lihat Selengkapnya

      17 Agustus jam 10:02 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Gde Mahesa yang ihklas yang MERDEKA, PANCASILA tak bisa ditawar lagi, NKRI harga mati – rahayu diajeng. salam
      17 Agustus jam 10:47 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Subhan Palal Indonesia tanah air beta, korupsi abadi nan jaya—
      17 Agustus jam 10:48 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Kgph AdiPati Mahardika negeri IndONEsiaku.. Mardika Bangsaku.. Merdeka Tanah airku..MERDEKA !..salam satu jiwa Nusantara..
      17 Agustus jam 11:03 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Gusti Kelab amin, hatur nuhun bunda,salam hormat & rahayu dari bali, Merdeka !!
      17 Agustus jam 11:19 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Arie Irfan M E R D E K A
      Salam Nusantara
      17 Agustus jam 11:50 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Ahmad Dany salam merdeka….
      17 Agustus jam 12:11 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Herry Tasman NKRI Harga Mati….Pancasila Sebagai Dasar Negara Kita. Merah Putih Bendera Kita…..Bhineka Tunggal Ika pemersatu Bangsa…..Merdeka.
      17 Agustus jam 12:30 · SukaTidak Suka
    • Dess Nus M E R D E K A . . . . . .
      17 Agustus jam 12:54 · SukaTidak Suka
    • Satyo Aji Sanjaya ‎”KU-SINGSINGKAN LENGAN,,,RAWE-RAWE RANTAS, MALANG-MALANG TUNTAS”… DENGAN-MU…. INDONESIA… MERAH-DARAH-QU, PUTIH TULANG-QU,,, BERSATU DLM SEMANGAT-MU,… KEBYAR-KEBYAR KE-LANGIT,… hinggaaaaaaapppp,… MERRDEKKAAAAA….
      17 Agustus jam 13:40 · SukaTidak Suka
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat menunaikan ibdah puasa dan selamat mensyukuri kemerdekaan indonesia yang kita cintai,,,
      17 Agustus jam 15:34 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Arie Setiawanti ‎……MERDEKAAAAAA……..
      17 Agustus jam 17:29 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Cahaya Hati Bunda Amiiiiim amiiiiin,jangan menyerah bunda maju pasti kita jaya.merdeka.
      17 Agustus jam 20:21 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Don Banunaek selamat merayakan hari kemerdekaan . jaya selalu bangsa kita.
      17 Agustus jam 20:40 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Anom semangat kemerdekaan lahir & batin…
      17 Agustus jam 20:56 · SukaTidak Suka
    • Adjie Çhaka
      ” Dirgahsyu…Negri ku INDONESIA RAYA “
      Merdekaaa dari penjajahan..!!! ??
      17 Agustus jam 21:45 · SukaTidak Suka
    • Adjie Çhaka smanfat ’45….
      Smangat yg ber api api para pejuang,para pahlawan ,
      Para patriot bangsa…
      Smoga generasi penerus tetap smangat…
      Tidak Loyo
      Tidak sekedar slogan… Tingkatksn esence dan gairah /smangat juang…
      “Bersatu kita Teguh …!!!! “
      17 Agustus jam 21:49 · SukaTidak Suka

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: