MAAFKU

MAAFKU {Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti kelanjutannya, Salam Kasih}

oleh Bunda Lia pada 02 September 2011 jam 17:28
MAAFKU
{Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti kelanjutannya, Salam Kasih}
Kalimat MAAF…. Hampir setiap hari kita dengar bahkan kita tulis di komen FB misalnya…. Nah kini kita membahas sedikit pemahaman akan kata maaf…..  Walaupun Allah telah banyak menjelaskan dalam firman- firman Nya, bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah memaafkan kesalahan orang lain, namun dalam prakteknya memaafkan adalah bukan perkara yang mudah. Bahkan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa dan dalam suasana ‘Idul Fitri, ketika manusia yang lain larut dalam suasana saling memaafkan, ternyata masih tersisa jiwa- jiwa yang merasa berat untuk memaafkan sesamanya….. lahir memaafkan namun batin belum ikhlas bahkan ada yang tak mau sama sekali menegur sapa… jangankan orang lain pada saudara… bahkan ada juga murid kepada gurunya… sungguh aneh watak manusia.
Masih ingatkah kita akan kisah Abu Bakar As-Shiddiq yang pada suatu hari bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah bin Atsatsah, salah seorang kerabatnya? Begitu berat kenyataan itu bagi beliau karena Misthah bin Atsatsah telah ikut menyebarkan berita bohong tentang putri beliau yaitu siti Aisyah. Tetapi Allah yang maha Rahman melarang sikap Abu Bakar tersebut, sehingga turunlah ayat ke-22 dari surah An-Nur.
“Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin agar Allah mengampunimu? Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar melakukan sebuah hal mulia kepada orang yang pernah berbuat dosa kepada diri kita, yaitu memaafkan.Dan sebuah kemaafan masih belum sempurna ketika masih tersisa ganjalan, apalagi dendam yang membara didalam hati kita.
Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Dan sebuah keberuntungan ketika kita mengikhlaskan hati menerima Islam sebagai jalan hidup, yaitu berarti kita tertuntun sebagai manusia yang senantiasa membawa berkah dan kedamaian bukan hanya untuk diri kita namun juga semua makhluk disekitar kita. Salah satu kebesaran kedamaiannya akan merujuk pada setiap jiwa yang dengan rela memaafkan. Hal itu juga akan melingkupi batin manusia lain yang ada disekitarnya.
Dan di hari yang fitri ini, sudah ringankah hati kita untuk menghantarkan maaf dan membalas orang- orang yang telah dengan sengaja atau tidak menyakiti hati kita? Tak perduli siapapun dan bagaimanapun kita sekarang, namun satu yang pasti, kerendahan hati kita untuk memaafkan dan meminta maaf mencerminkan ketinggian dan keluhuran budi sebagai manusia.
Berikan senyum dan jabat tangan orang yang meminta maaf dengan ikhlas kepada anda, begitupun sebaliknya. Jangan biarkan kekerasan hati hadir sebagai pembatas dan pemungkas semua keikhlasan kita untuk menuju kesucian diri.Jangan biarkan hati dikuasai ego dan emosi, apalagi hanya sekedar kepentingan duniawi. Betapa indah hari yang fitri, sebagai nikmat dan karunia Ilahi yang tiada batas, yang terikat dalam jalinan silaturahmi…..



Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ Maafkan aku Bunda
      02 September jam 17:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Sidoel Sodron Hehehehe….
      02 September jam 17:37 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ hihihihiiiixxx
      02 September jam 17:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Riendu Iglesias Kendal SUBHANALLAH,,-)
      Dua kata yg penuh dgn makna Ma’af…
      Note yg sangat bguz..
      i like it.. ^_^
      perlu di renungi..
      mohon ma’af lahir bathin bunda..
      sugeng sonten..
      «« RAHAYU »»
      02 September jam 17:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Terimalah maafku mas Muhamad Mukhtar Zaedin… sungguh maafku…
      02 September jam 17:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Kang Sidoel Sodron maafku….
      02 September jam 17:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Riendu Iglesias Kendal… maafku say….
      02 September jam 17:42 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Tukribo Budiharto Sugeng sonten Bunda…
      02 September jam 17:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ maafku sdh kuberikan pada Bunda di alam arwah, semuanya, Bunda tak perlu menintanya sekarang,,,
      02 September jam 17:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Riendu Iglesias Kendal Tak perlu bnda minta 5f
      Q sng & bhgia sllu senyum bla hdir dstatuz bnda.. (.^_^.)
      all the best..
      02 September jam 17:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Sugeng sonten mas Tukribo Budiharto… maafku mas…
      02 September jam 17:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Matursembahnuwun,Den Ayu….maafku juga untukmu….
      02 September jam 17:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Waduhhhh mas Muhamad Mukhtar Zaedin jur piye jal…
      02 September jam 17:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Terimakasih jeng Riendu Iglesias Kendal… salam kasihku selalu
      02 September jam 17:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Jika hari raya hanya sekedar basa basi senyum dan keramahan dan hanya merupakan sekedar formalitas pengisian sebuah momen, tanpa hadirnya kemaafan yang datang dengan ringan mengalir dihati, lalu dimanakah letak kemenangan sesungguhnya atas penguasaan dan kontrol diri kita???? Siapa yang tau hayooooo
      02 September jam 17:52 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Injih sami2 Bunda …
      02 September jam 17:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selanjutnya bisa di tebak Bunda,,,kita bersama.
      02 September jam 17:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Tukribo Budiharto Bunda juga harus waspada…jangan2 selama ini yg suka like dan koment pun hanya basa basi…he he he …
      02 September jam 18:01 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Semoga saja tidak mas Tukribo Budiharto… aku jadi sedih mas….
      02 September jam 18:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Edy Yusuf Ritonga, dan Tukribo Budiharto menyukai ini
    • Bunda Lia
      Untuk apa kita harus dengan detail membuat neraca kesalahan orang lain sehingga hal tersebut malah semakin menggambarkan kekerdilan jiwa kita. Bukankah tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini?
      Memaafkan ibarat bunga yang melepaskan keharumannya, pada kaki seseorang yang telah menginjaknya. Keharumannya tidak akan terbuang percuma, dan bahkan mungkin penyesalan yang akan melingkupi hati manusia yang telah menyia-nyiakannya….Lihat Selengkapnya

    • Arie Irfan Selamat malam Bunda Lia___
      Salam Kasihku.
      02 September jam 18:13 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Selamat malam mas Arie Irfan… maafku mas….
      02 September jam 18:13 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sifat mudah memaafkan dan meminta maaf hanya dimiliki oleh hamba- hamba yang terpilih karena keluasan hati mereka yang pastinya sangat membahagiakan, bukan hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi makhluk disekitar mereka….. Memaafkan adalah rejeki. … Setidaknya dengan memaafkan, relasi kita tidak pernah berkurang. Ini berarti perantara kita mendapatkan rezeki juga tidak pernah berkurang….. Bahkan rezeki dari Allah Subhanahu Wata`ala adalah sebagian besar melalui perantaraan dari orang lain…..Lihat Selengkapnya

      02 September jam 18:18 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Arie Irfan Sama_sama ea Bunda__ Demikian juga aku__ Salam Kasih.
      02 September jam 18:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Teramat banyak hikmah pelajaran dari alam sekitar untuk bisa di jadikan pengetahuan….akhlakul karimah yang di bawa rasul….kini bisa kita pelajari dari setiap hikmah yang terdapat di sekitar kita….namun untuk bisa memetik hikmah tersebut memang di butuhkan kejelian dalam berfikir….untuk kemudian pikir di selaraskan dengan nurani….
      02 September jam 18:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Saudara/ saudariku ….dengan tetesan airmataku aku bener2 memohon… Semoga Allah menggolongkan kita atas hamba- hamba Nya yang berhati lembut karena mudah tersadar atas kesalahan diri dan ringan dalam meminta maaf. Dan semoga kita tergolong hamba- hamba yang berjiwa besar karena keluasan hati kita dalam memaafkan saudara- saudara kita yang telah menyakiti kita. Amiin3x Ya Alloh….
      02 September jam 18:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Edy Yusuf Ritonga, dan Tukribo Budiharto menyukai ini
    • Bunda Lia
      Dunia, lagi2 dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan mengacaukan pikir manusia berhati gersang…. selanjutnya, adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan luas tanpa batas, dia sama sekali tidak memiliki pegangan apapun, sampai akhirnya dia tenggelam dan… mati…. tak sempat saling memaafkan…. jangan sampai kita seperti itu….Lihat Selengkapnya

      02 September jam 18:28 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Syah Ruddin mat malam bunda. Maaf ketinggalan kereta he he he
      02 September jam 18:28 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Mas Syah Ruddin he he he belum ketinggalan kok… nih masih kkutunggu….
      02 September jam 18:31 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Galuh Tantra sugeng sonten ibu,,nyuwun pangapunten nembe saged sowan..
      02 September jam 18:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Syah Ruddin makasih bunda
      02 September jam 18:37 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
       
       

       
       
    • Bunda Lia
      Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras.
      Tengoklah betapa hati yang keras begitu sangat kering dan merongrong hidup manusia tersebut terus-menerus, sedang kegundahannya muncul terhadap segala sesuatu. Jiwanya pun terasa kosong, sehingga bagian tubuhnya yang lain ikut bercermin kepadanya….Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Jeng Galuh Tantra ora dadi opo cah ayu… salam kangen sayang…
      02 September jam 18:38 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia
      Dengarkan lisannya. Dia bergerak tanpa berpikir. Bagai menyebar bulu keluar dijalan, sehingga dalam beberapa detik bulu- bulu itu hilang entah kemana. Ketika manusia tersebut berniat kembali untuk menemukan dan membersihkannya, hal itupun menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Maka banyak tersakitilah hati- hati saudaranya karena ketajaman kata dari lidah yang tiada berdzikir.
      Lisan adalah anak kandung hati. Lisan mengikuti hati. Hati yang keras adalah hati yang kosong dari berbagai nasehat yang baik, dan akan menjadi buta karenanya. Dan bila seseorang telah buta hatinya maka ia akan semakin jauh dari cahaya Illahi…..
      Lihat Selengkapnya

    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda?saya mintak maaf yg selama ini telah merepotkan.pangapunten dereng saged sowan.
      02 September jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia
      Begitulah gambaran jelas ketika kekerasan hati sudah terlanjur menancap dan akhirnya si manusia hanya menjadi budak dan bulan- bulanan nafsu, sedang setan sebagai pengemudinya. Naudzubillah…
      Maka tidak adalah keraguan atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Dalam Az Zumar 22 : “Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”
      Sungguh betapa kasihan manusia- manusia itu……………
      Lihat Selengkapnya

      02 September jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Hari Yuswadi ndak apa2 mas yang penting kita kan masih bisa berkomonikasi via FB jadi tau keadaan masing2… salam kasih untuk keluarga mas….
      02 September jam 19:01 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Igo Wekas Sisih Kiwo Mohon maaf lahir bathin Diajeng ayu….
      02 September jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Dess Nus Maapin yaa Bunda Lia
      Salam kasihQ Bunda…….
      02 September jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia
      Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras…Saudara / saudariku…Dalam sendiri, jujurlah pada diri, apakah kita merasa jauh dari Allah? Jika ya, mungkin saja keadaan hati kita sudah sedemikian mengeras. Dan pantaslah jika kau bersedih, sebab hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang paling keras, dan jika hati sudah mengeras maka indrawi pun terasa gersang. Hati kita yang keras bisa saja ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan makan, tidur, bicara, dan pergaulan…..Lihat Selengkapnya

    • Tukribo Budiharto Bunda …sy ada tanyangan sangat menarik utk dijadikan contoh/panutan ..sekalgus utk teguran utk manusia (my be) ..sy mau tag tapi sayang sekali wall Bunda tertutup…
      02 September jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia
      Maka Berhentilah… Sudahilah derita penyiksaan atas dirimu sendiri itu….Sudahilah semua kekacauan hidupmu yang diakibatkan kekerasan hatimu ini…. Tidakkah kau kasihan melihat sampai seperti itu kau mendholimi dirimu sendiri? Menyerahlah…Karena hanya Allah yang akan mengeyangkan batinmu dengan kebahagiaan.Bukankah itu yang selama ini kau cari?. Menyerahlah kepada sang Maha Rahman, sumber kebahagiaan sejatimu….Kembalilah…Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Kembalilah untuk berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak di pelupuk matamu, dan kau pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah.
      Jika hatimu senantiasa disuapi dzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, maka kau pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah…..
      02 September jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Bukankah selama ini kaupun tumbuh dalam kasih sayang dan kelembutan Allah sang maha rahman, lalu mengapa kau tetap harus berkeras hati menyebarkan kekerasan dan kekasaran hati dan lisanmu kepada sesamamu? Tidakkah dapat kau rasakan kasih dari Tuhanmu?
      Bukankah Allah juga mengkaruniakan akal kepada kita untuk menjadi manusia berhati lembut dan penuh kasih sayang? Lalu mengapa kau masih berkasar hati? ataukah sudah karena saking terlalu banyaknya dosa yang menutup sehingga cahaya hati terlalu susah untuk menyinari lagi???
      Lihat Selengkapnya

      02 September jam 19:43 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Saudarakdan saudariku…yang terkasih….Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan hidup dalam kebaikan. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh hatinya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya…. Dan siapapun yang ingin mensucikan hatinya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya…Lihat Selengkapnya

      02 September jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tukribo Budiharto wah ditutup saja bisa nrobos lewat inbox atau Email apa lagi ndak kututup bisa jadi ancur2an dindingku…. maafku mas…
      02 September jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Edy Yusuf Ritonga, dan Tukribo Budiharto menyukai ini
    • Bunda Lia Mbak Igo Wekas Sisih Kiwoku sayang salam kangen penug kasihku mbak eeeeeemmmmuuuuaaaacccchhhhhhh….
      02 September jam 19:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Mas Dess Nusku maafkan aku jua ya mas…. jadi sedih nichhh hikkkk hikkk
      02 September jam 19:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Tukribo Budiharto Oh nggeh pun mboten dados menopo …sebenarnya gampang kok Bunda…org2 yg suka jahil ya diblokir saja…biar ga bisa ngapa2in …
      02 September jam 19:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Mensucikan hati….hal yang tidak mudah namun juga jangan dianggap sulit….setiap diri akan memiliki hati baik manakala pikiran selaras dengan nurani,kalau kedua hal ini bisa selaras maka baiklah hatinya….
      02 September jam 20:15 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kerapuhan hati kita adalah karena lalai dan merasa aman, sedang tenangnya batin adalah karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dzikir. … Maka tengoklah dan belajarlah dari sebuah hati yang merasa zuhud dari hidangan-hidangan kenikmatan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat…. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat…. Siapapun, siapapun yang menempatkan hatinya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram…. Dan siapapun yang melepaskan hatinya di antara manusia, ia akan semakin kacau dan gersang hatinya…. Ingatlah… Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang teramat mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang jarum…..Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia
      Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang teramat mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang jarum…Hati kitapun bisa sakit seperti halnya badan yang bisa terluka. Dan obat dari semua itu adalah dengan bertaubat. Hati pun bisa tumpul dan berkarat, seperti benda yang di umbar begitu saja tanpa ada perhatian untuk mengurusnya. Dan cemerlangnya semua itu adalah dengan berdzikir. Hati bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Hati pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa taala, cinta, tawakkal, bertaubat dan tunduk patuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala…Lihat Selengkapnya

    • Pedy Budisatrio Hemmmmm…dalam kenyataan tidak semudah membalik telapak tangan…tapi tidak ada salahnya utk mencoba dan berusaha…أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ
      02 September jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron
      Mengenal Allah….mengenal diri sendiri….di sinilah syahadat sejati….bukan syahadat yang di wujudkan sepasang suami istri….kalau bersyahadat harus di wujudkan dalam sepasang suami istri,maka nafsu yang merekayasa pernyataan ini….mengenal diri pribadi bisa siapa saja….bisa pangeran atau cantrik….bukan berarti sang pangeran yang berilmu pasti baik hati….justru bisa buruk hati karena ilmu dan status pribadi yang di miliki….Lihat Selengkapnya

      02 September jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Asmin Pribadi Ma’rifatullah menyukai ini.
    • Bunda Lia
      Saudara dan saudariku terkasih… Betapapun kerasnya hidup kita sekarang, namun jagalah hati kita agar senantiasa lembut, mendamaikan dan menyejukkkan, paling tidak untuk diri kita sendiri dahulu. Ketahuilah, bahwa hanya orang yang baik yang akan selalu dekat dengan kebaikan, dan kebaikan akan selalu mendekatkan kepada rahmat dan keberuntungan….. Jika Allah Subhanahu wa Wa’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Hatinya senantiasa dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya….Lihat Selengkapnya

      02 September jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Sidoel Sodron he he he … ndak kang dirimu, mbak Wulandari Muis.. mbak Siwi Marthin dan bagi yg pernah datang kerumah… apakah Foto Profilku palsu…??? Apa aku pakai topeng atau wajah bintang cantik..???? hemmmmm… sungguh menyedihkan ya kang pemberian Yang Maha kok ya mau dipalsukan…..aku bisa dilempar batu sama orang dong…
      02 September jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wahai jiwa.. tunduklah! Tunduklah kepada sang penguasa langit dan bumi, sang pemegang nyawa dan ubun- ubun manusia,sang penggerak dan pencipta jagad raya. Tunduklah dalam keikhlasan dan kepasrahan kepadaNya. ….. Wahai jiwa.. damailah… Damailah dalam kelembutan dan kebaikan sebagai cerminan rahmat dari sang maha Penyayang kepada hamba- hambanya yang senantiasa memenuhi celah kosong mereka dengan keagungan dan keperkasaan-Nya yang Abadi…..Lihat Selengkapnya

    • Sidoel Sodron Hehehehe….lo memang kita ini termasuk orang yang tidak terima dengan anugrah wajah sendiri to Den Ayu….ya cuma orang yang malu akan keadaan wajah sendirilah orang yang memalsukan wajah….tapi ya itu hak mereka Den Ayu….biar kau dan aku apa adanya….ya wajah inilah yang kupunyai dan kau punyai….hehehehe….
      02 September jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang ijin ya kang aku tak mandap pasilan….
      02 September jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Sidoel Sodron Yo Den Ayu….salamku….
      02 September jam 22:45 · SukaTidak Suka
    • Bunda Lia Yo kang Rahayu3x…
      02 September jam 22:53 · SukaTidak Suka
    • Sidoel Sodron Amin amin amin.
      02 September jam 22:59 · SukaTidak Suka · 1 orangEdy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Edy Yusuf Ritonga
      Selamat malam Bunda Lia dan seluruh keluarga besar yang hadir…

      Bunda prisnip saya….

      Memaaf kan merupakan suatu perbuatan yang mulia dan
      Si pemberi maaf berjiwa seorang kesatria….

      saya memohon maaf baik lahir maupun batin sama Bunda bila ada penuturan maupun tulisan yg kurang berkenan slama mengenal bunda, moga dgn saling memaafkan smua amal ibadah kita sempurna dan silaturahim kita semakin terjaga,,
      menurut saya Bunda ini lah hakikat dan pedoman saya Bunda…

      kalo salah saya dengan segenap hati bertrima kasih pada Bunda dan kluarga besar bila memperbaiki kerancuan dalam komen saya di wall ini..Lihat Selengkapnya

      02 September jam 23:38 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Agung Pambudi maafin kakang ya diajeng ayu..
      03 September jam 5:46 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
    • Kgph AdiPati smoga ada maaf dr smua saudaraku utk smua ucap saya yg slh..dan sikap saya yg keliru..
      03 September jam 23:33 · SukaTidak Suka

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. nyuwun agung'e samudro pangaksami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: