Poligami {Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjutannya, Salam Kasih}

Poligami {Mohon Klik Judul bila ingin mengikuti cerita kelanjutannya, Salam Kasih}

oleh Bunda Lia pada 19 Juni 2011 jam 19:12

Poligami

Poligami merupakan salah satu isu yang disorot tajam kalangan feminis, tak terkecuali feminis Islam…. Islam adalah agama universal yang…..mengatur segenap tatanan kehidupan manusia. Sistem dan konsep yang dibawa Islam….sesungguhnya padat nilai dan memberikan manfaat yang luar biasa kepada umat…. manusia. Konsepnya tidak hanya berguna pada masyarakat muslim, tapi dapat….dinikmati siapapun. Sistem Islam ini tidak mengenal batas ruang dan waktu…..tetapi selalu laik diterapkan kapan dan di mana saja tanpa menghilangkan
faktor-faktor kekhususan suatu masayarakat. Semakin utuh konsep itu..
diaplikasikan, semakin besar manfaat yang diraih. Di sisi lain….. syariat Islam banyak dipahami orang secara keliru. Penyebab utama adalah factor “keawaman” terhadap hukum Allah ini.
Juga tak bisa dipungkiri keterlibatan
Barat dalam memperburuk asumsi itu. 

Allah SWT yang menciptakan manusia, tidak….. mungkin menetapkan yang tidak relevan dengan kehidupan manusia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk sikap, sifat dan kecenderungan manusia dengan segala tabiatnya, baik dia jenis laki-laki maupun wanita, baik secara individu maupun sosial……Di antara beberapa hukum yang mendapat
perhatian Allah SWT dalam kaitannya dengan manusia adalah hukum poligami
(ta’addud zaujat).
Poligami merupakan persoalan kemanusiaan dan masyarakat
yang selalu menjadi bahan perbincangan di setiap tempat dan waktu. Bukan karena
Islam telah menurunkan syariat tentang itu, tapi jauh sebelumnya persoalan
poligami sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di setiap zaman.

Poligami adalah syariat Islam yang merupakan sunnah Rasulallah SAW, tentunya dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”(QS An-Nisa, ayat ke-3)
Berlaku adil dalam bermuamalah dengan istri-istrinya, yaitu dengan memberikan kepada masing-masing istri hak-haknya dalam hal ini adil adalah menyamakan hak yang ada pada para istri dalam perkara-perkara yang memungkinkan untuk disamakan di dalamnya. Jika tidak mampu berlaku adil, maka sebagaimana ayat lainnya :

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung..” (An-Nisa’: 129)

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil,maka (kawinilah) seorang saja..” (An-Nisa’: 3)

Pada zaman kini pun banyak kita temukan pendapat pro dan kontra di
sekitar persoalan ini. Sebagian masyarakat dewasa ini banyak melihat dengan
sebelah mata terhadap lelaki yang mempunyai lebih dari satu isteri. Bahkan
orang yang berpoligami terkadang menjadi buah bibir dan cemoohan di masyarakat.
Banyak tuduhan negatif yang dilemparkan kepada mereka yang berpoligami. Hal ini
disebabkan suatu kenyataan bahwa kebanyakan dari mereka sering menimbulkan
masalah dalam keluarganya. Di sisi lain ada orang yang berpandangan bahwa
poligami adalah sunnah Rasulullah SAW sehingga mendorongnya untuk melakukan
ibadat sunnah sebanyak-banyaknya, termasuk berpoligami. Bahkan ada sebagian
orang berpendapat bahwa poligami adalah suatu kewajiban sesuai dengan ayat yang
tersebut dalam Al-Qur’an, dengan alasan bahwa kalimat (amr) perintah dalam
Al-Qur’an tersebut mengandung hukukm wajib.

Lalu bagaimana
sebenarnya Islam menyikapi persoalan ini?. Tulisan ini mencoba mengetengahkan
persoalan di atas menurut pandangan Islam. Harapan penulis semoga tulisan yang
sederhana ini menambah wawasan pengetahuan kita tentang ajaran Islam universal,
meskipun penulis sadar bahwa hal ini belum sepenuhnya mendudukkan persoalan
pada proporsinya yang sesuai dengan Islam.

Beberapa alasan seorang suami mempertimbangkan langkah Poligami ;
Ada manusia yang kuat keinginannya untuk mempunyai keturunan, akan tetapi ia dikaruniai rezki isteri yang tidak beranak (mandul) karena sakit atau sebab lainnya. Apakah tidak lebih mulia bagi seorang isteri dan lebih utama bagi suami untuk menikah lagi dengan orang yang disenangi untuk memperoleh keinginan tersebut dengan tetap memelihara isteri yang pertama dan memenuhi hak-haknya.

Ada juga di antara kaum lelaki yang kuat keinginannya dan kuat syahwatnya, akan tetapi ia dikaruniai isteri yang dingin keinginannya terhadap laki-laki karena sakit atau masa haidnya terlalu lama dan sebab-sebab lainnya. Sementara lelaki itu tidak tahan dalam waktu lama tanpa wanita. Apakah tidak sebaiknya diperbolehkan untuk menikah dengan wanita yang halal daripada harus berkencan dengan sahabatnya atau daripada harus mencerai yang pertama.

Selain itu jumlah wanita terbukti lebih banyak daripada jumlah pria, terutama setelah terjadi peperangan yang memakan banyak korban dari kaum laki-laki dan para pemuda. Maka di sinilah letak kemaslahatan sosial dan kemaslahatan bagi kaum wanita itu sendiri. Yaitu untuk menjadi bersaudara dalam naungan sebuah rumah tangga, daripada usianya habis tanpa merasakan hidup berumah tangga, merasakan ketentraman, cinta kasih dan pemeliharaan, serta nikmatnya menjadi seorang ibu. Karena panggilan fitrah di tengah-tengah kehidupan berumah tangga selalu mengajak ke arah itu.

Beberapa renungan yang didihadapkan kepada para wanita untuk turut juga memikirkan kaum sesamanya yang realistisnya jumlah wanita lebih banyak dari pria apabila tidak adanya ayat Al-quran dan sunnah Rasulallah yang menggambarkan diperbolehkannya poligami ;

1. Menghabiskan usianya dalam kepahitan karena tidak pernah merasakan kehidupan berkeluarga dan menjadi ibu.
2. Menjadi bebas (melacur, untuk menjadi umpan dan permainan kaum laki-laki yang rusak. Muncullah pergaulan bebas yang mengakibatkan banyaknya anak-anak haram, anak-anak temuan yang kehilangan hak-hak secara materi dan moral, sehingga menjadi beban sosial bagi masyarakat.
3. Dinikahi secara baik-baik oleh lelaki yang mampu untuk memberikan nafkah dan mampu memelihara dirinya, sebagai istri kedua, ketiga atau keempat.

Tidak diragukan bahwa cara yang ketiga inilah yang adil dan paling baik serta merupakan obat yang mujarab. Inilah hukum Islam. Allah berfirman:

“Dan hukum siapakah yang lehih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.”
(Al Maidah: 5O)

Sesungguhnya sistem poligami yang diatur dalam Islam adalah sistem yang bermoral dan manusiawi. Manusiawi, karena Islam tidak memperbolehkan bagi laki-laki untuk berhubungan dengan wanita yang ia sukai di luar pernikahan. Dan sesungguhnya tidak boleh baginya untuk berhubungan dengan lebih dari tiga wanita selain isterinya. Tidak boleh baginya berhubungan dengan satu dari tiga tersebut secara rahasia, tetapi harus melalui aqad dan mengumumkannya, meskipun dalam jumlah yang terbatas.Bahkan harus diketahui juga oleh para wali perempuan tentang hubungan yang syar’i ini, dan mereka menyetujui atau mereka tidak menentangnya. Harus juga dicatat menurut catatan resmi di kantor yang tersedia untuk aqad nikah, kemudian disunnahkan mengadakan walimah bagi laki-laki dengan mengundang kawan-kawannya serta dibunyikan rebana atau musik sebagai ungkapan gembira.

Tidak disyaratkan bagi seorang laki laki untuk meminta ijin kepada istrinya bila akan menikah lagi. Hanya saja untuk menghindari permasalahan di kemudian hari, seorang suami baiknya memberitahukan (bukan meminta ijin) agar ada kesiapan mental bagi si istri pertama. Termasuk mempersiapkan mental istri adalah seorang suami mendidik istrinya dengan pendidikan agama yang baik. Dan ini memerlukan waktu yang lama.
Poligami merupakan sistem yang manusiawi, karena ia dapat meringankan beban masyarakat yaitu dengan melindungi wanita yang tidak bersuami dan menempatkannya ke shaf para isteri yang terpelihara dan terjaga.

Seorang suami yang hendak melakukan poligami hendaknya melihat kemampuan pada dirinya sendiri, jangan sampai pahala yang dinginkan ketika melakukan poligami malah berbalik dengan dosa dan kerugian. Dalam sebuah hadits disebutkan (yang artinya) “Barangsiapa yang mempunyai dua istri, lalu ia lebih condong kepada salah satunya dibandingkan dengan yang lain, maka pada hari Kiamat akan datang dalam keadaan salah satu pundaknya lumpuh miring sebelah.”

Semoga apa yang teringkas ini dapat menjadi pemahaman kita semua mengenai Poligami, sekali lagi bahwa Poligami bukanlah hal yang mudah karena akan dihadapkan pada pertanggungan jawab yang besar di hari akhirat kelak.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Abdullah Abahe Ali Mugi Gusti tansah paring hidayah dumateng kito sedoyo….amin amin amin….
      Sugeng ndalu,Den Ayu….rahayu.
      19 Juni jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo hem… Rahayu tenan… Salam damai kasih slalu rahayu…
      19 Juni jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Selamat malam Bunda ..selamat malam smua shbt ..smg mlm ini persaudaraan d antara kita semakin erat ..untuk Bunda jgn trll capek dan jaga kesehatan ..tetap kuat dan semangat ..salam kasih dan salam bahagia utk para shbt ..
      19 Juni jam 19:34 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Asman Gress hukum Allah sungguh sempurna….tinggal kesiapan kita mengikutinya….sugeng dangu, salam rahayu bunda….jazaakallahu khair….
      19 Juni jam 19:38 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Pambalah Batung Jogja Luar biasa bun….begitu bijak tanngapanmu tentang masalah polyfami….buat apa ya bun munafik jd wanita…wong kodrat wanita itu buat melengkapi pria….juga sebagai priapun kudu menghormati keberadaan wanita….Allah lebih memahami akan hambanya dengan membolehkan beristri lebih dari 1didlam hukum syariat dngan ketetntuan yg diantaranya dijelaskan diatas…..dan sebagai lelakikhususnya saya pribadi tentunya lebih engukur kemampuan diri…tujuan polygami wajib hanya karna Allah bulan karna yg lain….sya salut dan jempol untuk per masalah ini sekiranya dalam menyikapi tentang polygami tidak salah kaprah dan merusak image….hanya org2 MUNAFIK lah yg tidak mengerti aturan syariat yg menentang polygami….
      19 Juni jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Elvita Dewi Wahid so…tak ada poliandri di islam…!
      19 Juni jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Pambalah Batung Jogja Ha….ha….ha…yg memakai pahan poliandri itu hanya orang2 yg terpengaruh dengan ajaran dunia barat…yg mengatas namakan EMANSISAPI…..
      19 Juni jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Arie Irfan Hmmm___ Luar biasa__ Selamat malam__ Salam Kasihku.
      19 Juni jam 20:11 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam kang Dulah… he he nguju ketabahan dalam Iman …
      19 Juni jam 20:14 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Pangeran Rahayu tenan njih kang… he he he
      19 Juni jam 20:14 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu Triasihku tersayang… mbakyu Triasihku terkasih… senang bahagia haru jadi satu mbak yu adikmu masih mampu dan semakin semangat…. lihat tulisan adikmu diatas … he he he mohon doanya mbak yu… sms mu sungguh obat bagiku say…
      19 Juni jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Asman Gress terimakasih… Insya Allah sampai tuntas ya…
      19 Juni jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Pambalah Batung Subie he he he dasyat nya… malam ini… xiiixxixixixi agar memahami saja mas … Ok….
      19 Juni jam 20:18 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak yu Ku yg ayu Elvita Dewi Wahid xixixxixiixxii hari ini kita bahas Berpoligami dulu ya… yang Poliandrinya besok nanti kalau hari ini juga aku besok kehabisan bahan dong he he he salam kangen sayang….
      19 Juni jam 20:19 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Asman Gress insya Allah Bunda q akan sll tunggu kelanjutannya…makasih
      19 Juni jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arie… he he he bagaimana menurutmu mas Arie … salam kasih mas….
      19 Juni jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he ya ini dah mau siap2 menulus kelanjutan… ok… mas Asman aku mulai menulis…..
      19 Juni jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Subie….meski demikian bila di zaman sekarang ada lelaki yang poligami dengan alasan sunah rosul….itu jelas bohong….karena jelas tidak mungkin kita memiliki hati seperti rasulullah….sudahlah bila dijaman ini poligami jujur saja karena nafsu….meski berdasarkan nafsupun akan lebih baik dari pada selingkuh atau jajan….
      19 Juni jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Elvita Dewi Wahid jajan…? waw..kita sama ama permen yaah…gula2 gitu…? hiks
      19 Juni jam 20:24 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Persoalan poligami bukan hanya eksis pada
      masa Islam, ia telah ada sejak sebelum datangnya Islam dan telah dipraktekkan….oleh bangsa-bangsa terdahulu., seperti bangsa Yunani, Cina, India, Babilonia, Mesir dan bangsa lain yang mempunyai peradaban tinggi dalam sejarah dunia. Bahkan bangsa Cina pernah mempunyai undang-undang yang membolehkan laki-laki
      berpoligami dengan 130 wanita. Sejarah Cina juga pernah mencatat bahwa salah….seorang bangsawannya pernah memiliki isteri sebanyak 30.000 isteri.

      Bangsa Yahudi pun tidak berbeda dengan bangsa lainnya. Ia
      membolehkan pengikutnya berpolgami. Bahkan para nabi Bani Israil, tanpa…terkecuali, mempunyai banyak isteri. Dalam sejarah tercatat bahwa Nabi Sulaimanmemiliki 700 isteri dari orang merdeka dan 300 wanita dari kalangan hamba sahaya.

      19 Juni jam 20:27 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Di awal aku fban,pernah aku bikin status masalah poligami….dan komentarpun beraneka ragam….dan aku berdasarkan kenyataan saja yang sebenarnya bisa di logika dengan merujuk pada hukum agama islam….
      Katakanlah berpoligami karena nafsu….ini akan banyak manfaat dari madhorotnya….sebab secara otomatis bila poligami di terapkan maka prostitusi,perselingkuhan,wanita piaraan,anak anak terlantar akan berkurang….
      19 Juni jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dalam Bibel, meskipun tidak ada ayat-ayat yang menyentuh poligami,
      tapi tidak ada satu ayat pun yang melarang poligami. Di sana Cuma ada nasehat bahwa Tuhan telah menjadikan bagi laki-laki seorang isteri. Secara tersirat, ayat ini mengandung pengertaian bahwa boleh berpoligami dalam situasi tertentu, sebab tidak ada yang menyebutkan bahwa bila seseorang kawin dengan isteri kedua
      disebut sebagai penzina. Meskipun dalam Bibel tidak disebutkan secara sarih,tapi surat Paulus menyebutkan bolehnya berpoligami. Surat Paulus itu berbunyi:
      “Seorang uskup hanya boleh memiliki satu isteri”. Bunyi surat ini
      mengandung arti boleh berpoligami bagi selain uskup.
      Waster Mark,pakar sejarah perkawinan pernah menulis: “Poligami telah diakui gereja hingga abad ke 17”. Ia juga menyebutkan bahwa raja Irlandia, Masdt memiliki dua isteri.
      19 Juni jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Cipto Turonggo Kawedar selamat malam bunda ikut nyimak ya bunda,
      slamat malam babeh abdullah ali,dan semua temen2 yg sudah pd hadir…
      19 Juni jam 20:34 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Marthin Luther pun sering berbicara tentang poligami dan tak seorang
      pun mengingkarinya. Pada tahun 1949 penduduk Bonn pernah mengajukan tuntutan kepada pemerintahnya agar memasukkan hukum dibolehkannya poligami dalam undang-undang Jerman.
      Memang para pakar telah banyak memuji hukum poligami, di
      antaranya Grotius, seorang ahli hukum terkenal. Ia membenarkan telah terjadi poligami pada para pendeta dan nabi bangsa Ibrani yang tersebut dalam Perjanjian Lama. Dalam sejarah pun pernah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW …. pernah memerintahkan seorang yang telah masuk Islam untuk mencerai isteri-isterinya yang berjumlah lebih dari empat dan untuk cukup dengan empat isteri saja. Ini menunjukkan bahwa pada zaman Jahiliyyah telah terjadi poligami.
      19 Juni jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Selamat malem, Bun… spertinya materi mlm ini… lumayan (berratt)… namun bgitu ada jg nich sisi positif dr Poligami : yaitu, Melatih Sabar
      Setelah bertahun-tahun setia menemani suami, sejak nol sampai sekarang jadi orang,eh-eeh, sekarang tiba-tiba harus rela dipoligami, harus mau berbagi dengan wanita lain ?! Kecewa, marah, luka hati itu manusiawi. Tapi jangan larut, ini adalah kesempatan emas untuk menjadikannya sebagai ladang amal tempat melatih kesabaran. Mengendalikan nafsu itu sangatlah sulit, (konon bahkan lebih sulit dari perang Badr-nya Sang Rasul dulu)

      Melatih Ikhlas dalam Berbagi
      Betapa serakahnya kita, bila kebahagiaan hanya dinikmati seorang diri. Berbagi kenikmatan dengan penuh keikhlasan tentu mendapat nilai spesial di mata Alloh.

      Membuat diri lebih mencintai Alloh
      Dengan merelakan suami menambah istri, wanita akan lebih sadar, siapa yang seharusnya lebih dicintai. Suami yang hanya untuk di dunia, atau Alloh yang akan memberinya kebahagiaan kekal di surga kelak? Sudah sepantasnya istri lebih mencintai Alloh dari apapun di dunia ini.

      Melatih diri untuk selalu meningkatkan kualitas.
      Dengan poligami, setiap istri akan termotivasi untuk selalu menjaga kualitas diri, bila kualitas dirinya buruk, maka sang suami akan cenderung menghindar, dan cenderung mendekat ke istri yang lain. Atau lebih parah, bila quota-nya belum habis, mungkin malah memutuskan untuk menambah istri lagi. Tapi ini persaingan positif. Memperbaiki diri juga berarti pahala lagi🙂

      Melatih untuk tidak dengki
      Berbagi suami, bagi seorang istri yang pendengki akan membuatnya selalu makan hati, depresi, mungkin juga tekanan darah tinggi. Selain itu, istri yang pendengki cenderung lebih cepat keriput, akhirnya tak lagi seksi, aura yang dipancarkan pun bikin orang menyingkir pergi. Dan suami tercinta pasti beralih ke lain hati. Poligami akan mendorong para istri untuk tidak lagi jadi pendengki. Memang laki-laki punya naluri, “keinginan” untuk poligami. namun ketika tak bisa menaklukkan keinginan itu,… dan mengingat berat-nya pertanggung-jawaban kelak,… apakah musti berlaku langkah “Bras-Brress”… & syapa yg d-jumpai langsuung kpengin maen-Tubruk ajj,… haa-haaay, enggak kan…? abot lo sangga’ne. @Salam Rahayu.

      19 Juni jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Iwed Judith P brpapun dan apapun niat bpoligami sing penting ikhlas dr smua pihak…jk blm…yo jo d lakoni…
      19 Juni jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Den Ayu,sebelumnya aku minta maaf bila komentarku nanti banyak kaum wanita yang tak sependapat denganku….ini demi mencairkan tentang bekunya masalah poligami,aku akan bicara dengan nalarku….
      Kebanyakan wanita mengagungkan ego yang di bungkus dengan istilah harga diri….
      19 Juni jam 20:38 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dalam Islam masalah poligami sudah tidak asing lagi. Dan justrtu ramainya perbincangan tentang poligami lebih dikarenakan ia ada dalam hukum Islam yang dewasa ini Islam menjadi sasaran serangan kaum yang benci terhadap Islam, terlebih setelah timbulnya analisis dari seorang pakar futurulog Samuel Huntington yang menyatakan bahwa setelah runtuhnya masa perang dingin dengan Uni Soviet
      (komunis), akan terjadi pertentangan antara peradaban Barat dengan
      Islam. Dalam menyikapi persoalan poligami, ada dua ayat dalam surat An-Nisa…. yang saling berhubungan untuk mengambil suatu natijah hukum, atau paling tidak mengenal lebih proporsional kedudukan poligami dalam Islam.
      19 Juni jam 20:39 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Akhirat Selo asalamualaikum sudah aku katakan jauh sblum aku ciptakan manusia ,kebenaran dan keadilan hanya aku yg mempunyai
      19 Juni jam 20:40 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Robin Wisnumurty Sugeng ndhalu Bunda…. Salam damai…..rahayu……
      19 Juni jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ayat pertama
      terdapat dalam surat An-Nisa ayat 3 yang berbunyi: وان
      خفتم ألا تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب
      لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع فان خفتم
      ألاتعدلو فواحدة أو ما ملكت أيمنكم ذلك أدنى
      ألا تعولوا

      “Dan jika kamu takut tidak akan dapat
      berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu
      mengawininya), maka kawinlah wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berbuat adil, maka (kawinlah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki, yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya (Ani-Nisa: 3).

      19 Juni jam 20:43 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Arie Irfan Kalau menurutku mantab banget tuh…. He he hee….
      19 Juni jam 20:43 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Akhirat Selo…. salam Ta’dhimku kang mas… Mugi tansah Rahayu Wilujeng … segera kondisikan ….Ok.
      19 Juni jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      mksih bunda…slmt mlm…wedaran yg mnarik…mdh2n mnjdi kbenaran yg mmbangun napsu2 yg tiada terarah…dri ego2 yg salah mnjdi ego yg baik…salam bunda…salam sdoyo kinasih…rahayu rahayu
      19 Juni jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Makasih mas Arie Irfan
      19 Juni jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ariyo he he he…
      19 Juni jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ariyo Hadiwijoyo · 36 teman yang sama
      waalaikum slm wr wb @ kakang mas Akherot Selo …rahayu kakang mas …slm damai penuh rindu
      19 Juni jam 20:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tyo… xixxixixixixiii… walah lungguhe mas Tyo nek rembuk Poligami ngarep dewe….
      19 Juni jam 20:48 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Iwed Judith selamat malam mas…. he he he he
      19 Juni jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Siwi Marthin Nyimak bun,sugeng ndalu.
      19 Juni jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ya mbak Siwi Marthin…. selamat malam say….
      19 Juni jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Kesadaran….disini akan lebih terasa nyata betapa tingginya kedudukan kesadaran ini….
      Kalau saja banyak diantara kaum wanita mempunyai kesadaran bahwa hidup dengan siapapun hanyalah sarana untuk beribadah dan hanya poligamilah yang bisa menyelamatkan kaumnya dari tindak menyimpang dari norma agama dan dari kondisi yang hina….maaf.
      19 Juni jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya lhaa Njih Nouw, Bun… haa-haay, tp kan hya wez ngunu kuwi,… wong wez nembung apik2 karo mba’ Din-qu, dewek’e ming mesam-mesem thok kie,… haa-haay,… padahal aqu hyo kari nunggu roso ikhlas’e niku sing dak enten’ni🙂 haa-haay…
      19 Juni jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tyo .. om Yunus piye… aku nganti rung turu ki…
      19 Juni jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ayat berikutnya
      firman Allah SWT:
      ولن تستطيع أن تعدلوا بين
      النساء ولو حرصتم فلا تميلوا كل الميل
      فتذروها كالمعلقة وأن تصلحوا وتتقوا فا ن
      الله كان غفورا رحيما
      “Dan kamu
      sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walau
      pun kamu sangat ingin berbuat demikian. Karena itu jangan kamu terlalu
      cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain
      terkatung-katung, dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 129).
      19 Juni jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok selamat Malam Bunda Lia,Keberania,kejujuran,dan ilmun
      19 Juni jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Ouuwh hyaa,,, mpun mboten sah sumelang,… Piyambak’e baik2 ajj,… malah mekso dino iki mau kpengin mulih wae,,, ora betah jare di-Infus… (udah bisa napas+bicara normal) Amiien . makacieh d-bantu Do’a-nya,…
      19 Juni jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Iwed Judith P makash bun. tp po aq keto’ l a n a n g yo. he.he.he met mlm bun. sht n bhagia sllu.
      19 Juni jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dari dua ayat di atas dapat diambil kesimpulan sebagaimana
      yang dipahami pula oleh Jumhur muslimin sejak zaman Nabi, sahabat, tabi’indan masa tumbuhnya ijtihad sebagai berikut:

      1.Hukum poligami hingga empat isteri adalah mubah, karena lafadz “fankihu” walaupun berupa amr (perintah) tapi mengandung makna mubah, bukan wajib. Sebagaimana hal itu pun menjadi pendapat jumhur mujtahidin dalam setiap masa. Oleh karena itu
      pendapat yang mengatakan bolehnya berpoligami lebih dari empat adalah pendapat yang tidak berdasar.

      2.Mubahnya hukum pilogami harus dengan syarat dapat berbuat
      adil terhadap para isteri. Jika tidak yakin bahwa dirinya tidak dapat berbuat adil, maka tidak boleh kawin poligami. Namun demikian bila orang tersebut melangsungkan perkawinannya, maka akad nikahnya tetap sah menurut ijma’ (konsensus) ulama meskipun ia tetap dihukumi berdosa. Para ulama sepakat, sebagaimana dikuatkan oleh tafsir dan perbuatan rasulullah SAW, bahwa yang dimaksud dengan adil di sini (ayat pertama) adalah adil dalam pengertian segi materi, seperti rumah, pakaian, makanan, minuman dan segala sesuatu yang
      berhubungan dengan mu’amalah kepada isteri.

      19 Juni jam 20:59 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Bagyo…. xxixixxixixixiiii jare nek ra wani dudhu Persaudaraan Setia Hati xxixixixixixxi…
      19 Juni jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sorry Jeng IWed xixixiixix… maklum bunda dah tua sayang….
      19 Juni jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Ya Sebenarnya topiq ini lebih berbobot karena yang menyampekan Bunda Lia,karena dibutuhkan pemikiran jernih,dan itu medal sangking panjenengan,sekarang tinggal kaum adamnya semoga tidak munafiq semua.wkwkwkw,.alam manusia rek.sepuranen bloko suto.
      19 Juni jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi assalamualikum warohmatulohi wabarokatuh.Hampurasun..diajeng ayu..salam rahayu sagung dumadi….salam ugi katur dumateng sedoyo kadhang kinasih ingkang sampun hamiwiti leggah ing paseban…..wah ..wedaran yang sangat menarik dan penuh hikmah..tentunya malam ini..nderek managyu bagyo diajeng.ayu.
      19 Juni jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Matur Nuwun Bunda..
      Salam Hormat saya Buat Bunda…

      Hmmm,, mngnai poligami sgat mnarik utk di bahas ni Bun…
      Klo dlm sistem hukum islam mnganal adanya perkawinan poligami relatif ” boleh beristri lbh dari satu asal berlaku adil dan ada alasan tepat [ Q.s. an nisa ayat dan dan Qs. al maidah ayat 50]

      , sdg kan dlm sistem hukum barat itu mgnal monogami absolut ” tdk boleh bristri utk yg ke dua kali dasar nya surat matius ayat 6 “,

      Sbnar nya di tinjau dri sgi sistem hukum, sistem hukum islam lbh baik yg di atur dlm AL Qur’an lbh baik alasan sya sama sprti yg bunda urai kan detail di atas utk mghindari luas nya perjinahan, pergaulan bebas, dan di sini juga ada kejelasan mngenai status PATI ” DARAH ” si Anak Bunda juga mnyelamtkan wanita-wanita yg janda, atau yg jauh jodoh nya jadi mrka bisa mmnuhi sunnah dan terhindar dari perdagangan diri Bun,,

      sdg kan klo sisstem hukum barat itu tdk mgnal ada nya pernikahan utk yg ke dua kali maka dari itu kita bisa lihat sndiri marak nya pergaulan bebas ” samen laop / kumpul kebo, perjinahn kita bisa lihat sndiri” tapi sgat snstif klo sya critakan lwat komen…..
      mohon Bunda maklum..

      Salam hormat dan salam silaturahmi saya bagi para Bapak, Ibu, Mas dan Mbak skalian…

      Klo komen saya kurang baik atau kurang tepat tlg di benar kan besar dan senang hati klo di tambahi utk yg lbh baik nya…

      Smoga kita smua bisa mnjaga AMANAH yag di titip kan ALLAH kpada kita smua…

      AMIN YA ROBBI…

      19 Juni jam 21:04 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎3.Ayat pertama menunjukkan
      persyaratan kemampuan memberi nafkah kepada isteri kedua dan anak-anaknya. Hal ini berdasarkan lafadz “an laa ta’uulu” yang berarti
      jangan memperbanyak keluargamu. Ini merupakan tafsir ma’tsur dari Imam Syafi’i. Persyaratan ini merupakan syarat keagamaan bukan syarat qodlo’ (sah atau tidaknya perbuatan).

      4.Ayat kedua memberi gambaran bahwa
      berbuat adil dalam mencintai isteri-isteri adalah suatu hal di luar
      kemampuan. Oleh karena itu sang suami hendaknya jangan terlalu berpaling membiarkan isteri pertama sehingga terkatung-katung, digauli tidak, diceraikan pun tidak. Tapi hendaknya sang suami dapat menggaulinya dengan lemah lembut dan baik semampunya, sehingga dapat meraih cintanya lagi. Oleh sebab itu ketika Rasulullah SAW berusaha berbuat adil terhadap isteri-isterinya beliau berkata:

      اللهم
      هذا قسمي فيما أملك فلا تؤاخذني فيما لا
      أملك
      “Ya Allah, inilah bagaianku yang ku miliki, janganlah Kau
      hukum aku pada apa yang tak ku miliki”.

      19 Juni jam 21:05 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Tirta Naya assalamualaikum wr wb. sugeng dalu bunda makasih tag nya, selamat malam poro kadhang kinasih..salam
      19 Juni jam 21:08 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Namun demikian, di sisi lain ada sebagian orang memahami kedua ayat di atas sebagai sesuatu larangan berpoligami. Mereka mendasrkan pendapatnya bahwa ayat pertama mensyaratkan adil
      terhadap isteri-isteri, sedangkan ayat ke dua menunjukkan kemustahilan melakukannya. Sehingga, menurut mereka, poligami disyaratkan dengan suatu syarat yang mustahil terwujud, jadi poligami adalah dilarang. Tentunya pendapat mereka ini mempunyai kelemahan dan dapat dibantah dari beberapa tinjauan:

      1.Bahwa dalil yang menjadi syarat pada ayat pertama bukan adil yang
      disebutkan pada ayat kedua. Yang dimaksud dengan adil pada ayat pertama adalah adil yang masih mungkin dapat dilakukan suami, yaitu adil yang bersifat materi seperti pakaian, nafkah dan lain sebagainya. Sedangan adil yang tidak mungkin terwujud –seperti yang tersebut pada ayat ke dua- adalah adil maknawi (abstrak) seperti rasa cinta dan kecendrungan hati. Sebab biasanya bila seorang kawin lagi dengan wanita kedua, ia lebih cenderung berpaling dari isteri pertama. Namun demikian, adil bersifat materi tetap
      menjadi syarat kelangsungan berpoligami.

      19 Juni jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Sekarang sudah jelas tinggal pilih saja.mau surga di dunia ikutlah penganut materialisme,Tuhannya sangat kelihatan(lha tuhannya sudah nampak e.jadi temenan notok).atau pilih Tuhan kita Yng Maha sempurna,melebihi alam pikiran manusia.biar tidak tampak tapi bisa membuat hati tentram.semoga kita semua menjadi hamba pilihan ALLAH SWT.
      19 Juni jam 21:12 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Bagi kaum lelaki….kita akui saja bahwa untuk adil jelas tidak bisa….wis jujur wae….
      Kalau poligami di ukur dari materi jelas ini akan menimbulkan keraguan bagi sang pelaku….dan inilah yang selalu menjadi cemooh dan hinaan tertuju pada sang pelaku lelaki yang notabene paspasan dalam hal materi….pertanyaan yang muncul pertama kali adalah,arep tok pakani opo bojomu mengko….? Hal inilah yang kemudian membungkus rapi harga diri wanita yang sebenarnya hanyalah ego saja….
      Di kenyataan sekarang tak sedikit wanita berpenghasilan lebih banyak di banding laki laki….kalau hitunghitungan begini jelas poligami tidak akan berjalan itu artinya akan banyak wanita yang tanpa status….maaf.
      19 Juni jam 21:14 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono ‎2.Allah hanya memberi taklif (kewajiban) kepada hambanya yang mampu, padahal dalam ayat kedua jelas-jelas Allah menyatakan ketidakmampuan manusia berbuat adil maknawi. Oleh karena itu Allah
      tidak akan menghukum dan menyalahkan orang yang memang jelas-jelas tidak mampu melakukannya dan oleh karena itu, adil pada ayat kedua tidak di tuntut oleh Allah SWT.

      3.Jika Allah melarang poligami, maka mengapa Allah berfirman pada
      ayat pertama “Nikahilah wanita-wanita yang baik; dua, tiga, empat”?. Jika Allah bermaksud melarang, mengapa tidak langsung saja berkata: “Janganlah kawin dua dan seterusnya”?

      4. Jika poligami dilarang dalam Islam, mengapa Rasulullah SAW
      menyetujui poligami para sahabat?. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasululla SAW pernah mengizinkan poligami hingga empat wanita tatkala banyaknya orang masuk Islam dan memiliki lebih dari empat isteri, lalu rasulullah SAW membatasinya hingga empat saja.

      Di samping itu sejarah membuktikan bahwa para sahabat, tabi’in dan para ulama ada yang berpoligami. Maka tidak mungkin pula kita mengatakan bahwa mereka salah dalam memahami dua ayat di
      atas. Karena para sahabat, tabi’in dan ulama adalah orang yang mengerti akan
      ajaran Islam.

      19 Juni jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi poligami.=jika 1000.orang semua istrinya mengandung status anak yang dikandung itu jelas bin fulan……poliandri=jika istri mengandung status anak yang dikandung rumit..binnya bin siapa..wong bapaknya buanyak….
      19 Juni jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sebagaimana disebutkan di awal Tulisan ini bahwa praktek
      poligami telah ada sebelum datangnya Islam. Maka ketika Islam datang ia telah melakukan beberapa reformasi dalam bidang poligami, di antaranya adalah pembatasan poligami hingga empat wanita saja. Karena sebagaimana ditemukan pada masyarakat Jahiliyyah bahwa seorang laki-laki boleh mengawini lebih dari empat wanita.

      Bentuk refomasi lainnya adalah bahwa Islam menekankan berbuat adil
      terhadap isteri-isteri. Contoh yang jelas dalam masalah ini adalah ketika Rasulullah SAW sakitnya keras dan mendekati kematian. Beliau ingin sekali bermalam di setiap isteri-isterinya hingga ketika tidak bisa lagi berjalan beliau meminta ijin kepada isteri-isterinya untuk tinggal di tempat Aisyah ra.

      19 Juni jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi namun untuk masalah adil……saya setuju satu pasutri..(pasangan tungal)..
      19 Juni jam 21:20 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Malam ini sing di bahas urusan kacuk.kulo sampeyan niki podo kabeh(podo nduwene.hi..2x.)wis jian pinter tenan kae sing lenggah ning Paseban AGUNG.ANGGAWE anget Akar rumput.wkwkwkwk,..
      19 Juni jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Bentuk reformasi lain adalah bahwa Islam telah menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. Dengan demikian ketika menghadapi isterinya, seorang muslim tidak berbuat semena-mena dan semaunya. Ia menjadi orang tawadhu’ dan berbuat baik terhadap isteri-isterinya.

      Dengan pendidikan Islam seperti inilah terwujudnya ketenteraman, hilangnya cemburu buta dan kerukunan di antara anggota keluarga. Rumah tanggal ideal seperti inilah yang pernah dialami para sahabat dan orang-orang yang bertakwa pada masa permulaan Islam.

      19 Juni jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dalam sekala sosial, poligami mempunayi beberapa urgensi:
      Pertama, dalam situasi normal.Sering terjadi populasi wanita melebihi jumlah pria, sebagaimana yang ditemukan di negara-negara Eropa Utara. Pada masa di mana tidak ditemukan peperangan,
      biasanya jumlah kaum hawa lebih banyak dari kaum Adam. Salah seorang dokter bersalin di Helsinky, Finlandia pernah berkata bahwa setiap terjadi kelahiran empat bayi, satu dari padanya adalah bayi laki-laki. Dalam kondisi seperti ini, maka poligami merupakan persoalan yang urgen, baik ditinjau dari kemaslahatan etika maupun sosial. Poligami dalam kondisi ini lebih baik dari pada ditemukannya wanita-wanita yang tak mendapatkan jodoh bergentayangan di jalan-jalan, tidak punya keluarga, tidak pula rumah. Keadaan ini dapat
      mengundang kejahatan dan perilaku negatif serta penyakit sosial.
      19 Juni jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi jika poligami dizaman permulaan islam…wanita yang dinikahi itu kebanyakan sudah tua janda janda yang tak mampu dan anaknya banyak..sudah tidak menarik lagi untuk hasrat birahi….maka poligami disini sifatnya hanya menolong ..dan adil disini adalah adil dalam pembagian nafkah materi….saja umumnya…..
      19 Juni jam 21:32 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi poligami dizaman imperium raja raja yang berkuasa.poligami ..hanya bersifat nafsu serakah untuk memperbesar wilayah kekuasaan..maka ia nikahi istri istri dari segala pelosok penjuru dunia…
      19 Juni jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Oleh karena itu sejak awal abad ini, para pakar Barat yang sadar
      akan bahaya pelarangan poligami telah mewanti-wanti bahaya pelarangan tersebut dengan timbulnya kenakalan wanita dan lahirnya anak-anak tanpa ayah. Dalam edisinya tanggal 20 April 1901 harian “Lagos Weekly Record” pernah memuat tulisan yang dinukil dari dari harian “London Trust” tulisan seorang wanita Inggris yang berbunyi: “Telah banyak wanita jalanan di tengah-tengah masyarakat kita, tapi sedikit sekali para ilmuwan membahas sebab-sebabnya. Saya adalah seorang wanita yang hati ini merasa pedih menyaksikan pemandangan ini. Tapi kesedihanku tak bermanfaat apa-apa, maka tidak ada jalan lain kecuali menghilangkan kondisi ini. Maka benarlah apa yang dilakukan seorang ilmuwan bernama Thomas, ia telah melihat penyakit ini dan menyebutkan obatnya, yaitu “membolehkan laki-laki kawin dengan lebih dari satu wanita”. Dengan cara inilah segala musibah akan berlalu, dan genarasi wanita kita akan mempunyai rumah tangga. Bencana yang besar kini adalah karena memaksa pria Eropa untuk
      cukup kawin dengan satu orang wanita”.
      19 Juni jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi clreopatra ..ratu yang punya banyak suami suami…dan lihatlah diahir hidupnya….
      19 Juni jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Matur NUwun…
      Mas Agung Pambudi
      Hahahah
      btul Mas klo Poligami jelas siapa Bapak dari anak itu,
      Klo Poliandri siapa Bapak nya…

      Saya sangat setuju sama Mas Agung adil dalam hal sifat nya menolong janda yg sudah monofause sdg kan poligami kebayakan itu mncari kenikmatan doank terkadang sih….

      19 Juni jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Mas Ucok….sebenarnya untuk urusan bukan tujuan utama dalam berpoligami bila merujuk pada aturan agama islam….namun lebih di titik beratkan pada keseimbangan sosial….mari kita berpikir jernih tentang poligami ini….dari masalah materi….setiap individu sudah punya jatah rizki sendiri,maka bila dua atau tiga individu di gabung maka akan banyak pula….kemudia masalah kehidupan sehari hari yang sebelumnya satu pekerjaan di kerjakan sendiri,maka akan lebih ringan bila dikerjakan berdua atau bertiga….bila ada permasalahan yang sebelumnya dipikir sendiri maka akan ada yang diajak musyawarah untuk permasalahan itu terlebih bila ada tiga pemikiran yang diselaraskan maka keputusannya pun akan lebih meyakinkan…..kegotongroyongan dalam berumah tangga yang beristri lebih dari satu bila masing masing mengedepankan kesadaran maka akan lebih indah dan nikmat menjalani hidup dikehidupan ini dalam beribadah.
      19 Juni jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Kedua, dalam kodisi di mana jumlah laki-laki lebih sedikit dari jumlah wanita akibat pertempuran atau bencana alam. Dalam kondisi ini maka poligami menjadi urgen bagi tatanan sosial seperti yang terjadi pada masa perang dunia. Urgensi Poligami Secara Individual. Di samping urgensi poligami secara sosial, ada beberapa hal sehingga secara individual pun poligami menjadi sesuatu yang sangat urgen.
      Antara lain adalah:
      Pertama, bila seorang isteri mandul sementara sang suami
      ingin sekali memiliki keturunan. Keinginan memiliki keturunan adalah sesuatu hal yang wajar dan fitrah. Dalam situasi seperti ini hanya ada dua kemungkinan: mencerai isteri mandul atau kawin lagi. Tentunya mempertahankan perkawinan bagi seorang laki-laki dan wanita adalah lebih baik dari pada bercerai. Biasanya seorang wanita yang mandul lebih memilih dimadu dari pada hidup sendirian. Sebab bila memilih cerai, ia khawatir tidak ada lelaki lain yang ingin mengawininya.
      19 Juni jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dari keterangan di atas tentang beberapa keadaan di mana poligami menjadi begitu urgen bagi seorang laki-laki, timbul pertanyaan, mengapa tidak diberi kesempatan pula kepada wanita untuk
      melakukan hal yang sama, yaitu dengan melakukan poiandri (mempunyai lebih dari satu suami) ?. Jawaban atas pertanyaan ini dapat dikemukakan dengan simpel saja. Yaitu bahwa persamaan hak dalam masalah poligami antara laki-laki dan wanita adalah perkara yang mustahil. Sebab berapa pun jumlah suami seorang
      wanita, ia tetap akan hamil dan melahirkan setahun sekali. Berbeda dengan laki-laki yang bisa saja mempunyai beberapa anak dari isteri-isterinya. Bila seorang wanita mempunyai lebih dari satu suami, kepada siapakah anaknya nanti akan dinisbatkan ? apakah kepada mas Slamet, le Toha atau kang Dandi ? atau di sebut bin rame-rame ?. Di samping itu, siapakah yang akan menjadi kepala keluarganya ? Mungkinkah kepala keluarga dipegang oleh orang banyak?.
      19 Juni jam 21:42 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nah ini dia tambah seru dech hehe…mantabz..
      19 Juni jam 21:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Bunda Lia….
      hahahaha,
      sama sprti pembahasan saya sblum nya dan pembahasan Mas Agung Pambudi
      KLO Laki-2 Poliandri jelas Bapak nya,
      klo Permpuan Poliandri Bapak nya Rame dunk Bunda sprti Bunda cantum kan dlm komen bunda…
      Ini kan jadi kasus di blakang hari , apalagi klo anak nya cwek bisa berabe ntar Bunda klo walimah…
      heheheh
      19 Juni jam 21:47 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kita melirik dari…. Sisi Negatif Poligami….Selain beberapa keunggulan yang terdapat pada sistem poligami, kita juga tidak menutup mata
      bahwa secara empiris masih dijumpai sisi negatif dari poligami. Sisi negatif ini timbul disebabkan beberapa faktor. Namun faktor utama dari segalanya adalah kembali kepada manusianya itu sendiri. Banyak dari kalangan kita yang menyalahgunakan kebolehan polgami ini, di samping itu keislaman dan kesalehan orang yang bersangkutan masih kurang dari yang diharapkan. Maka banyak terjadi berbagai persoalan negatif yang ditimbulkan poligami, antara lain:
      1.Timbulnya rasa dengki dan permusuhan di antara para isteri.
      Persaaan ini biasanya timbul karena suami lebih mencintai satu isteri dari pada isteri yang lain, atau karena kurang adanya keadilan. Tapi hal ini jarang terkadi bila sang suami dan isteri mengerti hak dan
      kewajibannya.
      2.Perasaan di atas juga biasanya terwarisi hingga kepada
      anak-anaknya dari masing-masing isteri, sehingga rasa persaudaraan tidak ada lagi.
      3.Timbulnya tekanan batin bagi sang isteri pertama, karena biasanya sang suami lebih mencintai isteri barunya. Perasaan ini mengakibatkan isteri pertama kurang bahagia dalam hidupnya.
      4.Poligami juga menjadi penyebab timbulnya genarasi santai,
      mereka lebih suka bermejeng di jalanan untuk menghabis-habiskan masa mudanya. Hal ini juga disebabkan karena kurangnya perhatian dari sang ayah.
      19 Juni jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi lha iyo..arep dadi wali wae iso rebutan .yo kang mas Edy..heh
      19 Juni jam 21:48 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dalam menjalani peraturan agama, memang ada beberapa hal
      yang harus kita hadapai dengan pengorbanan. Dalam poligami, kenyataan itu hampir sama yang ditemukan pada perang (jihad). Di sana ada yang sakit, terluka dan tewas menjadi korban. Tapi bila timbulnya korban adalah suatu hal yang harus terjadi karena suatu kondisi, maka justru segala pengorbanan dan penderitaan harus dipikul. Oleh karena itu Dr. Musthofa Siba’i dan Muhammad
      Qutub menyatakan bahwa poligami dapat dilaksanakan hanya dalam keadaan darurat. Oleh sebab itu bila seseorang melakukan sesuatu yang menimbulkan pengorbanan dan penderitaan tanpa didasari keadaan darurat, maka sama saja orang itu seperti orang gila.
      19 Juni jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi sejajar..itu penganten baru…1.orang laki dan 1.orang wanita..11 dinamakan sewelas artinya welas asih..maka naptu hari yang jumlahnya 11 adalah anggoro kasih..dimana dua kalimah bertemu ..untuk manunggal jati…menjadi 1.nyawa ..karna garwa itu adalah sigaraning nyawa..jika sudah bertemu menjadi satu 1. nyawa..menuju keyang maha 1…jejer jajar dinamakan pajajaran manunggaling kawulo lan gusti..maka inilah dahsyatnya PASUTRI dimana sesungguhnya sangat menentukan banyak faktor didalam hukum kebenaran..yang dahsyat bila dikaji..dan dipelajari… nah jika ada wanita yang mempunyai suami lebih dari satu…atau suami yang mempunyai istri lebih dari satu..kira kira yang mana yang mau dibawa kealam ketuhanan itu..maka renungkanlah.
      19 Juni jam 21:53 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Kalau saja pemerintah indonesia menganjurkan poligami bagi setiap PNS pria,dan kaum wanita menyadari kenyataan lebih banyak dari laki laki dan wanita merupakan wadah mulia bagi generasi berikutnya dan mau membuang jauh jauh egonya,yakin….di negara ini akan berangsur angsur berkurang adanya prostitusi,perselingkuhan,istri simpanan dan juga anak anak terlantar….dan aku yakin wanita wanita menjadi baik,negarapun jadi baik pula….maaf.
      19 Juni jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sementara itu di sisi lain, kita tidak pula mengatakan bahwa
      perasaan yang dialami wanita sebagai sesuatu yang menafikan hukum poligami. Sebab bila seorang laki-laki tetap melirik wanita lain, akankah ketiadaan hukum poligami menghilangkan kecenderungan lelaki tersebut ? Bukankah ia bisa saja menghianati isterinya ? Ia bisa juga berhubungan dan bergaul dengan wanita lain tanpa diketahui sang isteri. Dan hal ini telah terjadi, bahkan meskipun sudah diketahui sang isteri, tapi ia tidak berbuat apa-apa. Inilah yang sering banyak
      terjadi di masyarakat Barat dan orang-orang yang suka menyeleweng (dalam arti yang sebenarnya, tanpa nikah yang sah). Bila demikian halnya, bukankah lebih baik bila isteri, suami dan wanita lain itu sama-sama tahu dan saling mengenal serta saling rela dan sah ?. Bukankah lebih baik bila dilakukan tanpa melanggar hukum Allah dan Rasul-Nya?. Sehingga keturunan pun jelas dan terhindar dari masksiat?.
      19 Juni jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Ening Pencinta Budi Pekerti Bunda Lia yang saya hormati, kalau saya sih SETUJU dengan adanya POLIGAMI, tetapi itu pria HARUS mampu MELULUHKAN HATI para istri-istrinya biar tidak terjadi percekcokan/permusuhan diantara mereka malah harus mampu menyatukannya agar menjadi sebuah keluarga dalam suatu ikatan persaudaraan yang erat, begitu loh…
      19 Juni jam 21:55 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Mas Agung Pambudi.. Panggil adik aza Mas,,
      saya masih anak bawang, ini pun blum cukup umur utk poligami..
      heheheheh

      iyo Mas, gak mau lah Mas jadi rebutan jadi wali..
      itu soal tanggung jawab juga Mas, orang nanam benih awak yg jadi wali nya putus…
      hehehe

      tapi ada juga koq Bunda Lia dan Mas Agung Pambudi ada kata Dosen saya di suatu negara ” gak etis kalo di sebut” boleh kumpul kebo dan berganti pasangan jadi klo lahir anak status nya di bilang anak TUHAN..
      INi kan dilematis kalo smpat terjadi di Indonesia…
      heheheh

      19 Juni jam 21:55 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi sebuah kebenaran tauhid,,,namun harus diperjelas arahnya ..jika seorang istri berkata duhai suamiku..maka berlakulah hukum satu orang suami….namun jika duhai suamiku….itu terdapat lebih dari satu suami ..maka inilah sebuah bencana dalam… pengertian madilog..karena setiap orang yang merasa sebagai suami akan halal bila membunuh orang yang menggangu kehormatan rumah tangganya ..dan dengan perisiwa seperti ini hukum menjadi kacau..mana yang benar..mana yang salah..dan apabila dilarikan ke tauhid bahwa kita adalah satu jua adannya….dan jelas tiket bahtera nabi nuh adalah syahadat dari satu istri dan satu suami dalam arti pasangan tunggal…..maaf agka melenceng mungkin namun arah dari hidup dan kehidupan tentu bermuara dari ini…baik nanti benih yg akan terlahir maupun tujuan hidup manusia menemui robbnya……
      19 Juni jam 21:56 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he he mbak Hening Pecinta Budi Pekerti say….. he he he selamat malam salam kasih… he he he aku emohhh mbak diduakan mendingan hidup sendirian saja say…. biar ngasuh anak2 ndak apa2 kok… Lov U…
      19 Juni jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya gmana yaa mungkin (sbg contoh) bila istri ke 1 pedagang, yg ke-2 petani, yg ke-3 peternak, yg ke-4 nelayan. hasil keuntungan dr usaha tsb, sangat berguna jika d-gunakan untuk membantu sodara kita yg lain dgn demikian akan dpt ikut membantu mengangkat kesejahteraan,.. nafkah batin jg bisa di-atur,… hari senin sampe kamis jatah istri ke 1 ~ 4,.. hr Jum’at istirahat-Libur,.. hr Sabtu turun mesin/ check fisik kesehatan, hari minggu di-adakan pertemuan rutin ‘tuk arisan,.. nach hari senin mulai kembali performance-test “Reyen” buat nafkah batin. walaah,,, urusan kerjaan isa kether ga’ yuaww, hi-hiihiiii,…
      19 Juni jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Mas Agung Pambudi itu aritna ya Mas 11 dinamakan sewelas artinya welas asih hitungan hari nya 11 adalah anggoro kasih ” wew kebetulan tu malam anggoro kasih besok malam yg ditunggu-tunggu…

      Mas jadi klo kita mau walimahan bagus nya di hari anggoro kasih slasa kliwon ya Mas…..???

      19 Juni jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi yen tibo ing dununge urip bebrayan.kamongko mangkono mau ugo amanah titipane gusti…bener lan pener manugso ora handuweni opo… opo…ateges ..dudu ing pakarti yen diamanahi garwo siji trus ora rumongso handuweni..yen mangkono dununge kliru sebab yen mangkono garwo amanah iku biso digarwani sopo wae ..lak yo bubrah lelakone jagad,yen ora ngerti dununge kasuwungan lan amanah…..kamongko bebrayan jati iku kang biso nyurung ing pinuju marang sekabehaning hukum sagung dumadi…
      19 Juni jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tyo nek lengkap ngono njenengan ora usah kerjo wae… kan semua dah sedia….
      19 Juni jam 21:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya haa-haay, Bunda lucuuu… hwe-he-heee,… kan materi malem ini Poligami,… nach knapa koq jd “mendingan hidup sendiri” haa-haaay
      19 Juni jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya malah di-kerja’in rame2,… haa-haaa
      19 Juni jam 22:00 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Setelah timbulnya kesadran umat Islam tentang besarnya
      pengaruh pemikiran Barat melalui jalur informasi, buku-buku dan para
      orientalisnya, para pakar Islam berupaya untuk menata kembali masyarakat Islam agar bangkit dari tidurnya.

      Di antara pemikiran Barat yang banyak mempengaruhi pola pikir umat Islam adalah melempar keraguan kepada umat Islam tentang hukum poligami. Sehingga persoalan ini menjadi perdebatan di kalangan
      umat Islam. Sayangnya, banyaknya timbul poligami di kalangan umat Islam dewasa ini justru terjadi di saat umat Islam tidak mengenal agamanya, jauhnya dari hukum Islam dan akhlak Islam sehingga menyebabkan timbulnya penyakit sosial di masyaraklat muslim.
      Di tengah kondisi keterbelakangan inilah kaum orientalis
      Barat menyerang agama Islam dengan sangat empuknya.

      19 Juni jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono La piye to mas Tyo la kasunyatane ngono je mas…. nek aku poligami lak yo anak2ku rame iso lungo dewe2….
      19 Juni jam 22:03 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi nah sing arep poligami…kae ono mbah mbah sing ora nduwe bojo..tur putune uakeh kemriyek….hayo jare arep niru kanjeng rosul…hehe.
      19 Juni jam 22:03 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi bunda untyuk perempuan poliandri ..laki laki poligami….
      19 Juni jam 22:04 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya mas Agung P,… ora po-po mas,… kan yg lebih penting lg,.. ngrembag urip bebrayan, katentreman, pangayoman, kekancan, rembugan bareng2 kanggo mengentaskan anak2/ putu2,…
      19 Juni jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Setelah timbulnya kesadran umat Islam tentang besarnya
      pengaruh pemikiran Barat melalui jalur informasi, buku-buku dan para
      orientalisnya, para pakar Islam berupaya untuk menata kembali masyarakat Islam agar bangkit dari tidurnya.

      Di antara pemikiran Barat yang banyak mempengaruhi pola pikir umat Islam adalah melempar keraguan kepada umat Islam tentang hukum poligami. Sehingga persoalan ini menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Sayangnya, banyaknya timbul poligami di kalangan umat Islam dewasa ini justru terjadi di saat umat Islam tidak mengenal agamanya, jauhnya dari hukum Islam dan akhlak Islam sehingga menyebabkan timbulnya penyakit sosial di masyaraklat muslim. Di tengah kondisi keterbelakangan inilah kaum orientalis. Barat menyerang agama Islam dengan sangat empuknya.

      19 Juni jam 22:06 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi iya bener mas ..maka poligami itu boleh…tapi yo sama itu tadi yang sudah tidak menarik birahi….maka hukum adil benar akan terjadi…
      19 Juni jam 22:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya nggih touw Bun… kalo’ anak2 jgn pergi/minggat,,, kan msh perlu pangayoman,.. kan jd-nya sepiiii, Bun… hananging mbesuk nek pergi dlm arti sampun mentas gadah kewajiban ngurus kluarga,,, nggih sepii maneh,…
      19 Juni jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Oleh Karena itu, para pakar muslim terpanggil untuk menjawab segala tuduhan dan serangan mereka tentang poligami. Di antara para pakar yang banyak menanggapi persoalan ini adalah Syeikh Muhammad Abduh, Beliau menulis tentang bahaya poligami yang beliau saksikan sendiri pada masanya. Beliau pernah menyampaikan ceramah di Al
      Azhar yang salah seorang mahasiswanya bernama Rasyid Ridlo. Perkuliahan ini kemudian dimuat dalam majalah “Al Mannar” yang kemudian dikutip dalam kitab tafsirnya (juz 4/349).
      Abduh berkata: “Orang yang menghayati kedua ayat
      (maksudnya ayat An-Nisa yang tersebut di permulaan tulisan ini) ia akan
      mengerti bahwa diperbolehkannya poligami dalam Islam adalah sebagai suatu perkara yang mempunyai ruang sempit, ia seakan satu darurat yang hanya diperbolehkan bagi yang membutuhkannya dengan persyaratan jujur dan adil serta tidak berlaku lalim.. Bila melihat kerusakan yang terjadi di masyarakat kita dewasa ini akibat poligami, kita meyakini bahwa sulit sekali membina (mentarbiyah) masyarakat yang sudah banyak terjangkit poligami. Karena rumah
      yang di sana terdapat dua isteri seakan tidak pernah ditemukan ketenangan, tidak karuan, bahkan suami dan isteri-isteri seakan bekerja sama dalam menciptakan kehancuran rumah tangga, seakan setiap pribadi adalah musuh bagi lainnya hingga menjalar kepada anak-anaknya, anggota keluarga dan masyarakat.
      19 Juni jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Berarti nikahnya sama mak nyak mas Agung he he he…
      19 Juni jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi hahahahaa…lho polgami itu khan sifatnya buat yang sudah mampu segalanya….maka bantulah itu ..mbah mbah ..hehe lha klo untuk saya ya cukup toh atu aza ..tuk selamannya dunia aherat ..g tu loh..heheh
      19 Juni jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya njih mas Agung,,, mosyo’ touw ono wong lanang koq seneng’e karo sing enom kinyis2,… (lha niku malah gegowo saking nafsu thok) … hyoo sing mbok2 niki wau njih kudu enten sing mernah’akeun,.. melu di-ayom’mi,.. lha nika Kanjeng Nabi umur 25 thnpikantuk Siti Katdijah 40 thn,.. haa-haay
      19 Juni jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Ha..ha..ha. Poligami.? Mau.mau mauuuuu..siapa yang mau ayooo..tpi ada syarat nya lho ya. Hrs bener2 perempuan..bkn jadi2an hehehehe..sugeng ndlu bunda..lan sdoyo kadang kinasih kng sampun ngrumiyini lengah..slm bahagia sllu..
      19 Juni jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi waw..kanjeng rosul dahsyatuloh cintanya kepada siti khodijah..ra…
      19 Juni jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi iya mas kozink..tuh satu rt udah siap kaum jompo mbah mabh..siap di poligami..hehe
      19 Juni jam 22:15 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Abduh berkata pula: “Adalah poligami pada masa permulaan Islam
      mempunyai beberapa manfaat, antara lain menyambung keturunan dan persaudaraan dan tidak menyebabkan kerusuhan seperti sekarang ini. Sebab agama sudah tertanam kuat pada diri kaum wanita dan pria. Oleh karena itu hendaknya janganlah membiarkan kaum wanita tidak mengerti bagaimana menghormati suami dan
      menyayangi anak. Jangan membiarkan wanita dalam kebodohannya tentang agama. Seandainya wanita terdidik dengan pendidikan agama, ia menjadikan agama di atas segala perasaan dan cemburunya sehingga tidak akan terjadi bahaya yang
      diakibatkan poligami. Beliau berkata pula: “Dengan demikian kita mengetahui bahwa poligami adalah sebagai sesuatu yang haram ketika seseorang takut tidak bias berbuat adil”. Namuan demikian di bagian lain Abduh berkata: “Dari penjelasan terdahulu, bukan berarti bahwa bila terjadi akad nikah (poligami) maka tidak sah akadnya. Sebab keharaman sesuatu tidak berarti batalnya akad.
      Karena bisa saja berbuat zalim ketika mulai berumah tangga kemudian sadar dan taubat sehingga mencapai hidup bahagia”.
      19 Juni jam 22:15 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Bukan-kah Cinta-Kasih-Sayang lebih baik di-7-kan antar sesama, tdk memandang usia,… tuo-enom-elek-apik smua butuh perhatian, katentreman, pangayoman dr pendamping-nya,…
      19 Juni jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dari ucapan Muhammad Abduh di atas,
      Musthofa Siba’i menyimpulkannya sebagai berikut:
      1.Abduh tidak melihat adanya bahaya di masyarakat yang timbul akibat poligami pada masa permulaan Islam
      2.Abduhmelihat adanya bahaya yang timbul di masyarakat akibat poligami sebagaimana ia saksikan
      3.Abduh juga mengusulkan pentingnya peraturan yang dapat
      meminimalkan bahaya poligami di masyarakat.
      Walaupun secara eksplisit Abduh tidak melarang poligami, namun sebagian orang mungkin memahaminya sebagai suatu larangan. Dalam hal ini kita tidak sependapat dengan orang yang memahaminya sebagai suatu larangan. Karena pelarangan poligami sama halnya dengan merubah hukum yang telah ditetapkan Allah SWT. Di samping itu
      juga poligami masih tetap diperlukan dalam keadaan tertentu bagi suatu bangsa, baik bersifat individual maupun sosial.
      19 Juni jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Kangmas agung mbok ampun ngoten tah..masak si d tawari yg jompo2 yg kren dikiit gt biar smngat..he..he..he..slm sejatra utkmu kangmas agung.
      19 Juni jam 22:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi betul kang mas…satu tiket ..pasangan hidup yang benar akan mampu menampung banyak jika itu benar….pasangan tungal pasutri yang benar syahadatnya……maka bahtera nuh itu akan menampung banyak jiwa jiwa duka lara..
      19 Juni jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Rasulullah SAW dan Poligami Sebelum mengakhiri tulisan tentang poligami, kurang lengkap rasanya bila kita tidak membahas tetang perkawinan dan poligami Rasulullah SAW. Sebagaimana kita ketahui, bahwa di antara beberapa hukum yang diturunkan kepada Rasulullah SAW untuk umatnya, ada beberapa hukum yang hanya khusus diberlakukan kepada Rasulullah SAW. Di antaranya adalah kewajiban qiyamullail bagi Rasulullah SAW dan dibolehkannya berpoligami lebih dari empat wanita. Kekhususan ini disebabkan beliau adalah seorang Rasul dan karena ada hikmah tertentu yang Allah SWT inginkan.

      Namun demikian pihak musuh Islam selalu mencari jalan untuk dapat mengkritik Rasulullah SAW agar umatnya tidak lagi menaruh hormat kepada nabinya atau menanamkan keraguan terhadap rasulnya.
      Karenanya mereka tidak segan-segan melempar tuduhan kepada pribadi beliau.

      19 Juni jam 22:21 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kang kozink nah kalo mau adil ya sama yang itu tadi hhahhaahha…jika mampu loh..klo saya sih lum mampu n nggak pernah mampu atu aza uangel berantem mulu..hehehe.
      19 Juni jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di antara tuduhan mereka terhadap Rasulullah SAW adalah masalah
      poligami. Mereka menuduh bahwa Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat haus sex, tukang main perempuan dan lain sebagainya. Oleh karena itu ia tidak puas hanya dengan satu wanita. Ia juga sangat berbeda dengan Yesus (maksud mereka Isa as). Isa adalah orang yang suci, tidak pernah mengumbar nafsunya, tidak seperti Muhammad.
      Untuk menjawab tuduhan di atas, ada dua hal penting yang
      harus kita ingat:
      1.Rasulullah SAW tidak pernah mengawini wanita lebih dari satu, kecuali setelah beliau memasuki usia senja, yaitu usia lebih dari 50
      tahun.
      2.Seluruh isteri-isteri Rasulullah SAW berstatus janda, kecuali hanya Aisyah ra.
      Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Agung Pambudi hm nah ini dia…asyik lanjut diajeng..
      19 Juni jam 22:25 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kang mas satyo kang kozink..jangan lupa disruput wedhang kopinya loh ya…hm semuannya aza dech…
      19 Juni jam 22:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya mas Agung,.. haa-haaay, jgn berantem atuuh,… hyaa yg sabar,… ga’ boleh moro – tangan,… di-beri pengertian dgn bahasa yg halus & santun,… d-tambah lg CiPika-Cipiki,… sun-sayang, gituu,,,,pasti dech akan smakin lebih Cintrong, he-hee….
      19 Juni jam 22:27 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dari dua point ini dapat kita simpulkan, bahwa meskipun sebagai seorang manusia dan mempunyai nafsu birahi serta tidak menutup
      kemungkinan ada dorongan naluri manusia dalam mengawini wanita-wanita, tapi dibalik itu semua ada maksud luhur. Oleh karena itu untuk mengatakan bahwa perkawinan Rasul dengan banyak wanita sama denga poligami yang dilakukan oleh kebanyakan orang sekarang atau disamakan dengan kebutuhan sex orang Barat adalah sebagai sesuatu yang naïf. Hal ini dapat dikemukakan beberapa alasan, selain dua alasan pokok di atas:
      1.Andai kata semata-mata hanya dorongan syahwat saja, mengapa Rasulullah SAW tidak memilih yang gadis-gadis saja? Padahal Rasulullah pernah menganjurkan sahabat Jabir bin Abdullah untuk lebih
      baik mengawini gadis dari pada janda karena seorang gadis lebih bisa
      bermesraan dan bercanda.
      2.Seandainya Rasul mau gadis, bukankah beliau bisa saja meminta kepada sahabat-sahabatnya untuk memberikam anak gadisnya kepada
      Rasulullah SAW ? Bukankah kesetiaan sahabat begitu besar kepada Rasulullah SAW dan siap memberikan apa saja yang diminta ?.
      Lihat Selengkapnya

    • Kozink Saputra He..he..he..kang mas agung klo bc kata janda wah..kyknya semangat banget..hik hik hik hik..atuh inta ya kang ama janda..ssssst..pelan2 ya kng ngomong tar tetangga dgr tu..hahahaha.
      19 Juni jam 22:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ssst…hehe..
      19 Juni jam 22:31 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Petruk suka status & komentar anda semua, makanya jempol aja deh hehehe….sugeng dalu Rahayu sagung dumadi
      19 Juni jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Ouwwh,… model mesra2 an bgitu hyaah,… hii-hii-hiii,… siiep deh
      19 Juni jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Oleh karena itu,
      tentu di balik poligami Rasul ada hikmah yang Allah kehendaki. Diantara
      hikmah-hikmah tersebut adalah:
      1. Hikmah Pendidikan
      Dengan poligami, Rasulullah SAW banyak
      mengeluarkan wanita yang alim yang dapat mengajarkan wanita lainnya.Isteri-isteri Rasulullah SAW itulah yang mengajarkan agama kepada wanita muslimah, khususnya tentang masalah-masalah yang bersifat feminisme (kewanitaan). Karena sering sekali Rasulullah SAW malu dalam menjawab persoalan itu, apalagi bila masalah yang ditanyakan amat “sensitive” Aisyah ra meriwayatkan bahwa wanita Anshor datang kepada Rasulullah SAW bertanya tentang
      cara membersihkan haid. Lalu Rasulullah SAW mengajarkannya. Beliau berkata: “Ambillah kapas yang ada wewangiannya, lalu bersihkanlah dengannya”. Wanita itu berkata: “Bagaimana membersihkannya?”. Rasul menjawab: “Bersihkanlah dengannya”. Ia bertanya lagi: “Bagaimana membersihkannya ?”. Rasul menjawab: “Subhanallah ! bersihkan saja dengannya”. Mendengar hal ini, Aisyah ra langsung menarik tangan wanita tersebut lalu berkata: “Letakkanlah kapas tadi di tempat ini dan itu, lalu hilangkan bekas darahnya”. Aisyah ra
      berkata: “Aku jelaskan tempat yang mesti diletakkan kapas”.
      Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:34 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Nek aku jujur wae dadi wong lanang normal….bojo siji gelem….bojo loro wegah….wegah nolak….
      19 Juni jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kang dulah hahhahaha..salam kang mas.rahayu..
      19 Juni jam 22:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kang mas petra..sala rahayu kang mas..
      19 Juni jam 22:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Kakang sepoh..nak panjeneng bene bojo papat kayane kuat kakang..hahaha..slm hormat ku kakang..
      19 Juni jam 22:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎2. Hikmah Tasyri” (perundang-undangan) Hikmah ini dapat kita saksikan ketika terjadi perkawinan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy Al-Asadi, yaitu terhapusnya kebiasaan menganggap anak angkat (adopsi) seperti anak nasab, yaitu menyamakan hukumnya
      dalam hal waris, perkawinan dan lain sebagainya. Pada saat itu, bangsa Arab selalu menyebut anak angkat Rasulullah SAW yang bernama Zaid bin Haristah dengan sebutan Zaid bin Muhammad. Hal ini dimaklumi, karena kebiasaan itu sudah mengakar di tengah-tengah masyarakat Jahiliyyah. Oleh karena itu demi menghapus kebiasaan ini, Rasulullah SAW mengawini Zainab yang sebelumnya telah
      dikawini oleh Zaid bin Haristah. Sebagai manusia, Rasulullah SAW takut bila orang munafik dan orang yang benci akan berkata: “Lihat tuh, Muhammad telah kawin dengan isteri anaknya”. Tapi kekhawatiran itu sirna setelah turun firman Allah SWT:

      وتخشى الناس والله أحق أن تخشاه
      فلما قضى زيد منها وطرا زوجناكها لكيلا يكون
      على المؤمنين حرج فى أزواج أدعيائهم اذا قضوا
      منهن وطرا وكان أمر الله
      مفعولا

      “Dan kamu (Muhammad) takut kepada manusia, sedang
      Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah
      mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya dari pada isteri-isterinya, dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi”
      (Al Ahzab; 37).Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:40 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      ‎3. Hikmah Secara Sosial Hikmah ini terlihat pada perkawinan beliau dengan puteri Abu Bakar; Aisyah ra dan puteri Umar; Hafsah. Perkawinan Rasulullah SAW ini sebagai penghargaan yang sangat besar yang pernah dirasakan kedua sahabat beliau. Dan Rasulullah SAW pun layak memberikan penghargaan yang besar ini. Sebab perjuangan dan jerih payah yang pernah dirasakan kedua
      sahabat terhadap Islam begitu besar. Maka suatu penghargaan besar bila Rasulullah SAW mengawini puteri-puteri mereka. Sehingga kecintaan Rasulullah SAW dan mereka begitu kuat.
      Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:42 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Kozink hahahaha….ojo ngono….nek jare wong wong arep di pakani opo bojoku hahahaha….hahahaha….hahahaha….
      19 Juni jam 22:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Intermezzo : sy nyanyi doeloe yuaww,… abang-Ijo lampune disco, awak kuru, mas… mikir nduwe bojo loro(2),… bojo sing tuwo,,, pengin d-sayang,..bojo enom wegah d-tinggal,… wehduuh,… bojo yg lain-nya kbagiaan opo ngko,… ha-haaay,.. malah mriang tinggal angin2 thok,.. hi-hii-hiii,.. ora sido wae lah,,, butuh ggolek modal syek sing akeh🙂 ben isa bagi adil roto,.. hi-hii-hiiii,..
      19 Juni jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ‎4.Hikmah Secara Politis Perkawinan Rasulullah SAW dengan beberapa wanita mengakibatkan bersatunya pengikut kabilah-kabilah yang berbeda, karena sebagaimana kita ketahui bahwa apabila seseorang berkeluarga dengan anggota suku lain, maka ia akan menjadi bagian dari suku itu, begitu pula sebaliknya. Hikmah perkawinan Rasulullah SAW secara politis itu dapat kita lihat ketika Rasulullah SAW mengawini beberapa wanita dari suku yang berbeda, antara lain:

      A. Juwairiyah bin Al Harits. Ia adalah putri dari perempuan Bani Musthaliq. Ketika terjadi peperangan, ia dan kawannya menjadi tawanan kaum muslimin. Ketika dihadapkan kepada Rasulullah SAW, beliau menawarkan kepadanya apakah ia ingin bebas dengan membayar tebusan yang akan dibayarkan Rasulullah SAW dan menikahinya. Juwairiyah pun menerima tawaran tersebut. Setelah
      Rasulullah menikahinya, kaum muslimin pun merasa sungkan bila masih menawan tahanan dari kaum anak pemimpin Bani Musthaliq yang kini menjadi isteri Rasulullah SAW itu. Mereka berkata: “Pantaskah kita menawan para besan Rasulullah SAW?”. Akhirnya para tawaran dari Bani Musthaliq pun dibebaskan. Dan akibat dari kemurahan kaum muslimin ini mereka (Bani Musthaliq) berbondong-bondong masuk Islam.Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:44 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Wadoh yen deleng tulisan mlungker2 kuwi marahi mumet sirahku..wes wes wes jiann gk enak dadi wong cublok..
      19 Juni jam 22:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Petruk Tralala bojo siji wae nang boyok rasane kudu pedot hihihihi………….katanya
      19 Juni jam 22:46 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Mas Agung….rahayu.
      19 Juni jam 22:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      B. Sofiyah binti Huyyay bin Akhtab. Ia adalah termasuk pembesar dari Bani Quraidhoh. Suaminya telah tewas dalam peperangan Khaibar. Ketika ia menjadi tawanan, salah seorang pasukan muslim mengajukan usul bahwa sebaiknya wanita ini diserahkan kepada Rasululah SAW. Ketika sampai dihadapan Nabi, beliau menawarkan dua hal; apakah
      dibebaskan dan menjadi isteri Rasulullah SAW atau dibebaskan hingga bertemu keluarganya?. Atas dua pilihan ini, Sofiyah memilih yang pertama karena ia melihat kewibawaan Nabi. Ia pun masuk Islam yang kemudian diikuti oleh kaumnya.
      C. Romlah binti Abu Sufyan Ia adalah puteri Abu Sufyan, salah
      seorang tokoh Quraisy di Makkah yang sangat memusuhi Nabi dan kaum muslimin. Puterinya telah masuk Islam ketika masih di Makkah dan pernah hijrah dengan suaminya ke Habasyah. Suaminya meninggal dunia di Habasyah, maka tinggallah ia sendiri tanpa ayah dan suami. Ketika Rasulullah SAW mengetahui hal itu, beliau
      mengirim surat kepada raja Najasyi untuk disampaikan kepada Romlah bahwa Nabi ingin menikahinya. Mendengar berita ini, Romlah sangat gembira karena tidak mungkin baginya untuk kembali kepada ayahnya.
      Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:47 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono
      Ketika berita ini sampai kepada Abu Sufyan, ia pun seperti menyetujuinya, lalu membanggakan. Nabi yang telah menjadi suami puterinya. Keadaan ini membuat sikap Abu Sufyan dan kaum Quraisy berubah menjadi lembut terhadap kaum muslimin yang masih
      berada di Makkah yang sebelumnya sangat mengganggu.
      Penutup Dari uraian di atas, jelas bagi kita bahwa betapa sempurnanya ajaran Islam. Keberadaan aturan poligami masih tetap relevan hingga kini, terlebih di tengah-tengah zaman globalisasi seperti sekarang ini, di mana menurut catatan sensus menyebutkan bahwa jumlah kaum wanita lebih banyak dari kaum pria. Lalu akan dikemanakankah sisa kaum wanita bila lelaki hanya dibatasi kawin hanya dengan satu orang wanita?. Banyak sudah akibat yang ditimbulkan dari larangan poligami, baik secara resmi ataupun tidak
      resmi. Merajalelanya perzinahan, tempat-tempat maksiat dan lainnya, anak-anak yang tidak tahu kepada siapa harus menyebut ayah adalah salah satu akibat laranga poligami. Telah bertahun-tahun lamanya penyakit sosial ini timbul,bahkan dari tahun ke tahun selalu menampakkan peningkatan saja. Lalu kemanakah para pakar psikologi, sosial, kriminil, alat negara dan lain sebagainya dapat
      memecahkan masalah ini?. Hanya satu jalan keluar dari kemelut ini, yaitu kembali kepada Islam.
      Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:49 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Kakang sepoh..bojo kn iso mangan dewe2kang gk perlu d pakani..koyo kambing ae d pakani..gk repot kok kang asli iso mangan dewe..g percoyo buktekne bojo 4.rak mangan dewe kabeh..hahahaha..
      19 Juni jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kang petra..wah jadi kangen tenanan kulo niki wuah..rasane pengen gelut wae ..ngadep anggoro kasih hahahhaa..tobat.
      19 Juni jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Agung Pambudi kang kozink..hahaha..mbetul mbetul mas..haha
      19 Juni jam 22:52 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di sisi lain, kita juga tidak mentolelir sikap para poligamis yang berbuat seenaknya terhadap isteri-isterinya, bersikap tidak adil dan mengenyampingkan tanggung jawab isteri dan anak-anaknya. Mereka
      merasa bahwa dengan kekayaannya dapat berbuat seenak-enaknya. Kita juga menyesalkan beberapa sikap wanita muslimah yang mata duitan dan rela dimadu hanya karena calon suami kaya. Gejala-gejala ini patut kita waspadai dengan mendidik dan mempersiapkan kaum pria dan wanita yang dapat mengerti dienul Islam dan mengerti akan hak dan tanggung jawab masing-masing….. OKKKKKKk.Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 22:52 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Agung Pambudi ok…diajeng mantabz…hehe
      19 Juni jam 22:53 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit assalamualikum Mama,,salam kangenku selalu,,,I miss u
      19 Juni jam 22:55 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit selamat malam mas agung,,,mas saputra,,ln sedoyo kadang kinasih,,,slam hormat,,,dan salam sejahtera selalu,,,slam,,,,
      19 Juni jam 22:56 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Agung Pambudi met malem gadis..salam rahayu…
      19 Juni jam 22:58 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Kozink hahahaha….hahahaha….hahahaha….la jebul sing wedus kuwi aku,Zink….la nyatane aku sing dipakani ki hahahaha….hahahaha….la mulo lak prengus to aku hahahaha….hahahaha….wis opo anane wae hahahaha….hahahaha….
      19 Juni jam 22:59 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Kakang spoh panjenengan lho kn ngedikan mboten kulo..hahahaha…tenang kakang sepohku..wedos ceklah penting iso migunani..hahaha..tk hbr dirimu kang,cek tambh mekar kumise..slmkang
      19 Juni jam 23:05 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Gadis..njih sugeng ndlu ugi..slm kashku sllu utkmu..jm segini kok malah hadir toh nimas ayu..jgn blng kehadiranmu mau d poligami lho ya..hahaha sory canda aja gadis..key
      19 Juni jam 23:08 · SukaTidak Suka · 7 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Zink hahahaha….hahahaha….nek hiburanku ki yo eling….eling sopo jatine awake dewe….wis opo anane wae hahahaha….
      19 Juni jam 23:10 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya
      Poligami itu bukan suatu larangan,… dan bukan pula suatu Anjuran, namun Poligami itu di-perbolehkan🙂 dgn syarat2 yg di-uraikan d-atas,,, okey, bagi yg sudah siap Fisik & mental,… sehat jasmani & Rohani,… sy pribadi mengucapkan selamat buat anda yg sudah bisa menjalankan Poligami. smoga kesejahteraan bersama menaungi keluarga anda,… bagi yg belum,,, heemmm siapkan modal doeloe, smoga sukses,.. bagi yg tdk ingin sama-sekali,,, jgn coba2 bermain api, lebih berbahaya,… (melirak-lirik skali ajj boleh) hwe-hee-heee,… smoga materi malam ini bisa menjadikan perenungan tersendiri bagi smua. & smoga membawa manfaat.@Salam Rahayu.Lihat Selengkapnya

      19 Juni jam 23:12 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi amien….yra…pembahasan yang luar biasa buagus tenan.pokoknya siplah..
      19 Juni jam 23:16 · SukaTidak Suka · 8 orangMemuat…
    • Kozink Saputra Oh injih kakang sepoh leres..kulo njih tasih susah banget belajar utk bs punya sikap popo anane kok kang..amprat sanget..masalahe wesduwe mbl tpi lht mbl seng anyar isih milek/pingin..tpi nk bojo si wes gk pingin maneh kang..1 ae gk iso hbs..hehehe..emang nya apa kok hbs..tk disik.i kng..hahaha..nyuwun sewu lho njh gegujengan meniko.
      19 Juni jam 23:18 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Agung Pambudi yang dapet giliran ronda malam ini nyeduh wedhang kopi sak morong..plus jisam soe..hehe..jangan lupa .camilannya..hihi.
      19 Juni jam 23:21 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit om abdulah@ selamat malam om,,,salam sejahtera selalu,,,
      Mas saputra@ iya mas,,bru buka fb soalnya,,,
      Mas agung@wilujeng rahayu,,,,
      19 Juni jam 23:22 · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Zink hahahaha….la opo di cakoti po kok entek hahahaha….yo bener siji wae wis cukup nek umpomo iso loro jujur iki wong aku normal yo mesti wegah….wegah nolak hahahaha….
      19 Juni jam 23:38 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Rahayu___
      20 Juni jam 0:05 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan
      Bila kita membina keluarga di atar dasar kebenaran dan saling percaya, sesungguhnya kita telah menghadirkan Allah di dalam keluarga kita.
      Bila kita berhasil menciptakan kebersamaan antar anggota keluarga, kita telah mengundang Yang Maha Kuasa di rumah tangga kita.
      Bila terjalin hubungan kasih yg tidak menuntut dan bukan sekadar cinta yg selalu menuntut, kita telah berhasil menatap wajah Sang Pengasih.
      Kehadiran Allah dalam keluarga, dalam rumah tangga memancarkan Cahaya Kasih yg luar biasa dahsyatnya, sehingga para tetangga serta lingkungan akan ikut memperoleh berkahnya lewat kita. Salam Dini Hari.
      Lihat Selengkapnya

      20 Juni jam 0:14 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Putera Majapahit Langit Biru kalo mau payung emas ya tepuk dada tanya selera Lia.
      20 Juni jam 0:17 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Kilauan permata, mutiara dan batu_batu mulia sungguh tidak berarti dibanding dengan kilauan yg terpancar oleh kehadiran Sang Cahaya Agung dalam keluarga kita. Inilah Kebenaran Hakiki… Inilah Kebajikan Sejati… Inilah Keindahan Ilahi. Salam Dini Hari.
      20 Juni jam 0:17 · SukaTidak Suka · 4 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Status+komen yg sgt aku suka.
      Rahayu smua
      20 Juni jam 7:16 · SukaTidak Suka · 2 orangAgung Pambudi dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Eko Sutrisno
      sUNGGUH jika kita memandang nafsu maka sangat ingin setiap lelaki mempunyai istri atau pacar atau pendamping lebih dari satu…kecederungan itu sudah ada ketika dia menjadi seorang lelaki… namun Agama mengaturnya dan mengarahkan sang nafsu agar sesuai tempatnya dan derajat kemanusiaannya….nah ada juga bagi lelaki yang menyadari beratnya konsekwensi dan tanggung Jawab yang luar biasa dihadapan Allah kelak untuk keluarganya maka dia akan berhati-hati….semua itu terpulang kepada diri kita sendiri… karena telah jelas mana jalan yang benar mana yang salah…Lihat Selengkapnya

      20 Juni jam 12:11 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: