SUAMIKU…. MENGERTILAH….

SUAMIKU…. MENGERTILAH….

oleh Bunda Lia pada 16 Juni 2011 jam 20:30
Perubahan Anda sudah disimpan.
Suamiku…  MENGERTILAH  
Kadang-kadang dan mungkin tergambar di benak fikiranmu suamiku, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasangan hidupmu. Kadang kala “si dia” mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan…. itu hal yang terjadi pada diri ….. Suamiku…..Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan…..Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita dan berpesan,
Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa’ 19].
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.
Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu….  Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu…. Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku….. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku…….  Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?”
Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.”
Ku harap engkaulah laki-laki itu, suamiku.
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu….  Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku…..  Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.
Suamiku… Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.”  
Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu…. Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah….. Wahai Robb ku…. Engkau-lah saksi ikatan hati ini……. Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku…. jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu…..Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu…hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu…. jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu…. jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku…. jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu……Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu…. ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu….. Ya Robb ku…. Engkau mengetahui bahwa hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu….. telah berjumpa pada taat pada-Mu,…. telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu….. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya…. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar….. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu….. Amin ya rabbal alamin.

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Hapus

    • Toro Herlino Alhamdulillah…barakhalloh…

      16 Juni jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Ibunya Anak anak engkau juga mengertilah Aku.

      16 Juni jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali InsyaAllah….mengerti….

      16 Juni jam 20:47 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Toro Herlino …Amin… terimakasih….

      16 Juni jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Bagyo… ha ha ha ha

      16 Juni jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alhamdulillah kang Dullah… kudoakan ….. berbahagialah….

    • Abdullah Abahe Ali Den Ayu….matursembahnuwun….amin amin amin.

      16 Juni jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Sutrisno Assalamu’alaikum poro sedulur….juga bunda lia sekeluarga semoga selalu dalam kebaikan ALLAH SWT.. Alhamdulillah tks atas kirimannya bunda…….Bismillahirohmanirrohim lahawla walaquata illa billahi aliyil adzhim Ya Allah Ya Kholiq YA Mutakabir…jadikan diri kami ini dan istri serta keturunan kami menjadi aparat-aparat Engkau Ya Allah…mohon Kumpulkan kami dalam satu naungan ….dimana tidak ada naungan selain rahmat dan kasih sayang Engkau kelak,,,,,jadikan Istri2 kami bidadari kami di dunia dan akhirat….Ya Allah berikan kepada kami sebagai Imam kekuatan dan Ilmu Engkau Ya Allah dalam memimpin keluarga kami….dan tolonglah kami Ya Robb dalam mewujudkan perintah Engkau memenuhi nafkah lahir dan batin terhadap keluarga kami…berkahilah dan rahmatilah kami didalam kasih sayang dan kemuliaan Agama Engkau Ya Allah …Allohumma Sholi ala sayyidina Muhammad Wa ala alihi Sayiidina Muhammad …amiiin ya mujib Ya robbal alamiin….

    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Eko Sutrisno… tumben mas…. he he he…
      Asma’ binti Kahariyah Fazari diriwayatkan telah berkata kepada puterinya dihari pernikahan anaknya itu: “Hai anakku, kini engkau kan keluar dari sarang di mana engkau dibesarkan. Engkau akan berpindah ke sebuah rumah dan hamparan yang belum engkau kenal dan berkawan pula dengan orang yang belum engkau kenali. Itulah suamimu.”Jadilah engkau tanah bagai suamimu (taati perintahnya) dan ia akan menjadi langit bagimu (tempat bernaung). Jadilah engkau sebagai lantai supaya ia dapat menjadi tiangnya. Jangan engkau bebani dia dengan pelbagai kesukaran karena itu akan memungkinkan ia meninggalkanmu….

      16 Juni jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kariyan Santri Gundhul Hmmm…copo to yoooo seng dadi LELANANING JAGAD kuwiiiiiiiiiii…

    • Bunda Lia Janganlah engkau terlampau menjauhinya, agar ia tidak melupaimu. Sekiranya dia menjauhimu, maka jauhilah dia dengan baik. Peliharalah suamimu itu dengan baik. Jagalah mata, hidung dan anggotanya yang lain. Janganlah kiranya suamimu itu akan mencium sesuatu darimu melainkan yang harum. Jangan pula ia mendengar sesuatu darimu melainkan yang enak dan janganlah ia melihatkan melainkan yang indah sahaja pada dirimu…..

      16 Juni jam 20:59 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Aamiin..sunhanallah walhamduiillah wala ilahailallah wa allahu akbar… sabar ya Bunda …

      16 Juni jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he mas Kariyan Santri Gundhul….. malam mas salam kangen wae,,,,

    • Kariyan Santri Gundhul Bahwasanya ketika engkau mampu benar² menjaga rasa dan perasaanya, dengan sesungguh agar engkau tak melakukan apa yang menjadikan duri dalam dada. Ketika engkau telah mampu untuk menjaga kesucian rasa yang menggelora, dan tidak mengotorinya dengan luka yang kau hujam. Inilah wujud hakikat pengertian yang akan mengabadikan CINTA dalam keabadian rasa yang terjaga…Hmmm…

      16 Juni jam 21:01 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tukribo Budiharto… selamat malam mas… apa kabat mas, salam kasih selalu.

      16 Juni jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Alhamdulillah sae2 kemawon Bunda ..semoga Bunda Lia pun demikian ya…

      16 Juni jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Kariyan Santri Gundhul…. Kalau wanita ingin menjadi isteri yang baik, dipihak lelaki juga berhasrat memiliki wanita yang begitu. Mereka (para suami ) ingin benar punya isteri yang menyambut kepulangan dari tempat kerja dengan wajah yang manis dan ceria, senyum menawan, pakaian yang bersih dan wangi dan rumahtangga pula berada dalam keadaan bersih kemas dan terurus. Bila mata sedap memandang, tenang dan damailah hati suami…..Bukan itu saja suami juga bercita-cita memiliki seorang isteri yang boleh menjadi penghibur dirinya, boleh berkongsi masalah dengannya, faham apa yang disenangi, tahu mengambil hati suaminya disamping boleh memberi layanan-layanan yang menyenangkan dan mengembirakan suami. Itulah wanita idaman setiap lelaki. Pendek kata bagaimana lelaki akan dilayani oleh bidadari di syurga kelak begitu jugalah keinginan lelaki berhajatkan layanan dari seorang isteri seorang bidadari rumahtangga. Oleh sebab itu dikatakan rumahtangga yang bahagia itu ialah syurga tentulah ada bidadarinya. Siapa lagi kalau bukan isteri yang solehah yang layak menyandang gelaran bidadari dunia….. he he he bagaimana mas Kariyan…???

      16 Juni jam 21:05 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tukribo Budiharto terimakasih Syukurlah mas… doaku selalu mas… salam kagem keluarga…..

    • Tukribo Budiharto Injih Bunda …matur nuwun…mangke dugeaken mamak’e lare2…

      16 Juni jam 21:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Isteri yang solehah akan berusaha memberi wajah jernih pada rumahtangga. Kasih sayang yang lahir adalah hasil dari masing-masing hendak mencari keridhaan Allah, bukannya dorongan nafsu semata- mata. Masing-masing suami isteri meletakkan Allah dan akhirat yang lebih besar dan utama. ….Isteri yang solehah tidak terasa hina menjadi pelayan suami, malah sebaliknya rasa bangga dan bahagia kalau boleh melakukan tugas-tugas itu dengan baik dan sempurna. Gembira kerana yakin dengan janji Allah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

      “Apabila seorang perempuan mencuci pakaian suaminya, maka Allah mencatat baginya seribu kebaikan dan mengampuni dua ribu kesalahan dosanya, bahkan segala sesuatu yang disinari oleh matahari memohon ampun baginya serta Allah mengangkat seribu darjat baginya.”

      “Wahai Fatimah, setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan membina tujuh parit antara dirinya dengan api neraka. Jarak antara parit itu ialah sejauh bumi dangan langit.”

      “Wahai Fatimah, setiap wanita yang berair matanya ketika memotong bawang untuk menyediakan makanan keluarganya, Allah akan mencatat untuknya pemberian sebanyak yang diberi kepada mereka yang menangis kerana takutkan Allah.”

      16 Juni jam 21:10 · SukaTidak Suka · 10 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Duh Gusti….aku ini bukan siapa siapa namun begitu besar karunia Kau limpahkan padaku….ampuni aku ya Gusti bila aku tak mampu memenuhi kewajiban seorang suami namun selalu menuntut hak seorang suami….bukan aku yang memberi nafkah istri dan anakku….sebab mereka telah kau limpahkan karunia nafkah tersendiri….aku hanyalah hidup diantaranya yang sekedar memenuhi apa yang menjadi ketentuanmu tentang diriku….mohon ampunMu ya Gusti atas apa yang aku telah perlakukan pada dia yang juga kekasihku….ampuni aku atas apa yang aku pinta atas dia yang benar benar kekasihku….hingga lahirlah generasi generasi yang aku tak kuasa atas mereka….ampuni aku….

      16 Juni jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kariyan Santri Gundhul Bukanlah saat dimana engkau mampu memperhatikan seseorang dengan sepenuh hatimu. Juga bukan saat dimana engkau menyayangi dia sepenuh seluruh yang kau curah. Apalagi dengan memberikan segala yang kau punya, inginmu agar itu dapat membhagiakan. Sadarilah, itu hanyalah sebagian kecil dari makna terkandung dari pengartian CINTA….hiiiiiiiiiikzzzz...Salam KASIH selalu buat Bunda Lia.

      16 Juni jam 21:12 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Duh Ibu ingkang sampun maringi pinten2 pepenget dhateng kito,… pepenget ingkang langkung utami katimbang banda utawi pangkat donya,…saumpami mboten dipun paringi pepenget saking Ibu, temtu mboten sumerep/mboten mangertos dhateng sedoyo tumindak ingkang leres,,, pramilo mniko kawulo ngatur’akeun sembah nuwun,… mugi kito sedoyo pinaringan sih kawelasan ugi kanugrahaning Gusti ALLAH SWT, amien.

      16 Juni jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Siapa yang tidak mau kemuliaan ini hanya dengan melakukan tugas yang ringan? Seorang isteri yang solehah akan sentiasa mencari-cari jalan untuk menyenangkan hati suami dan menutupi ruang-ruang untuk menyusahkan dan mencurigakan suami terhadap dirinya. Dia tidak akan membimbangkan suaminya terhadap dirinya. Maruah dirinya sebagai seorang isteri senantiasa dipelihara dan dijaga kerana itu juga yang menjadi syarat untuk dia mendapat keredhaan Allah dan keselamatan di akhirat nanti.Setiap rumahtangga yang dihuni oleh isteri yang solehah bererti rumahtangga itu telah memiliki perbendaharaan yang termahal di dunia dan di sisi Allah rumahtangga itu mendapat perhatianNya.

      16 Juni jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas Kariyan Santri Gundhul mantep….. he he he.

      16 Juni jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Salam kangen mas Tio… mbak Din dah hampir 2 minggu to mas…

      16 Juni jam 21:17 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kariyan Santri Gundhul Cintai ia dengan ketulusan yang muncul dari kedalaman hatimu
      Ketulusan berarti kau mencintai dengan ihlas
      Tanpa harus mengharap imbalan atau balasan darinya tuk mencintaimu
      Dan ketika kamu benar-benar tulus mencintainya
      Maka kamu kan terlelap pada ketenangan yang muncul dari jiwamu
      Ketenangan yang slalu menyegarkan hatimu saat mulai melayu…Hmmm…

      16 Juni jam 21:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud : ” Seorang wanita yang solehah itu lebih baik daripada seribu orang lelaki yang tidak soleh dan seorang perempuan yang berkhidmat melayani suaminya selama seminggu maka ditutuplah daripadanya tujuh pintu neraka dan dibukakan lapang pintu syurga dan dia bebas masuk dari pintu mana yang disukainya tanpa hisab.”
      Isteri solehah biasanya menjadi milik lelaki yang soleh. Tetapi ada juga ketikanya isteri solehah bersuamikan lelaki yang toleh (jahat). Bolehkan kedamaian dan keamanan wujud dalam rumahtangga bilamana suami kufur dengan Allah dan buruk akhlak terhadap isterinya?. Isteri yang menghadapi persoalan begini boleh tertekan jiwanya. Ada yang tidak sabar dengan kerenah suami hingga tidak terfikir cara lain untuk menyelamatkan jalan hidup yang dipilihnya melainkan berpisah saja dari suami.

      16 Juni jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Kariyan Santri Gundhul Sungguh ketulusan yang sebenarnya adalah, Ketika kamu selalu berlaku hanya dan demi untuknya.
      Walau ia tak pernah lakukan hal itu padamu
      Ketulusan yang kau berikan kepadanya adalah
      sebuah pembebasan dari duka dan deritamu
      Karena ketulusan yang telah kau tanam hanya berbuah kebehagiaan
      Bukan kekecewaan yang menyesakkan dada
      Justru jika engkau banyak mengharap cinta dari orang yang kau cintai
      Engkau kan sering mengalami siksaan batin
      Karena saat itu kehawatiran dan kegelisahan
      Slalu ikut kemana hatimu bergerak
      Saat itu pula cintamu tak pernah tegak berdiri dalam jiwamu
      Dimana jiwamu sedang terombang ambing
      Di antara perasaan takut kalau ia tak mencintaimu
      Bahkan membencimu….Hmmm….Salam..Salam…

      16 Juni jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dalam hal sebegini, si isteri perlu banyak bersabar dan selalu bermunajat pada Allah. Ingatlah mungkin kesusahan yang kita hadapi adalah ujian dari Allah s.w.t. Ada dua maksud Allah mendatangkan ujian yaitu pertamanya ujian itu didatangkan sebagai penghapusan dosa dan keduanya untuk peningkatan drajat disisi Allah.
      Jadi jika kita boleh bersabar maka terhapuslah dosa-dosa yang lalu. Sebaliknya tidak mustahil juga itu merupakan peningkatan darjat dari Allah. Kalau tidak diuji, mungkin hati kita akan terpaut benar dengan suami, menyayangi suami lebih dari Allah. Jadi untuk melihat sama ada kita membesarkan suami atau membesarkan Allah maka Allah timpakan ujian itu. Kalau benar hati sayang dan takut pada Allah tentu isteri tidak teragak-agak untuk bertindak membesarkan dan menyayangi Allah daripada suaminya sendiri.

      16 Juni jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya njih Bun,,, salam kangen jg buat kluarga d-sana,… ujar’e mba’ Dien, nenggo dinten ingkang sae,… mnawi kawulo piyambak sampun siap mental, lahir-batos,,, nderek’akeun mba’Dien ng-kidul

      16 Juni jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda, Abah Ali lan kgem sdoyo poro kdang knasih engkang tansah kulo mbetosi pitutur ugi pangadikanipun, wdaranipun sae sanget Ibunda, monggo kalajengaken..

      16 Juni jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Se7,
      Kaliyan ungkapanipun mas Satyo Aji Sanjaya
      Kawulo ugi ngatur’aken sembah nuwun kagem bunda kaliyan sedoyo kemawon ingkang sampun paring pepenget ,mugi kito sedoyo meniko pinaringan kanugrahipun Allah swt.
      RAHAYU bunda, rahayu sedayanipun.

      16 Juni jam 21:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ingatlah, sejahat-jahat suami kita, tidaklah dia lebih jahat daripada Firaun, sedangkan isteri Firaun, Siti Asiah boleh bersabar menghadapi kesombongan dan keangkuhan Firaun sehinggakan Siti Asiah disenaraikan oleh Allah termasuk di dalam barisan antara wanita-wanita solehah yang dijamin syurga. Oleh itu kalau suami kita masih belum diberi petunjuk janganlah kita jemu untuk memujuk dan mentarbiah, berlaku baik dan paling penting mohon dan bermunajatlah kepada Allah agar Allah mengubah hatinya untuk tunduk pada perintah-Nya. ….Rasulullah s.a.w pernah bersabda : “Wanita yang taat akan suaminya semua burung-burung diudara, ikan- ikan di air, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana ia (isteri) masih taat pada suaminya dan diredhai (serta menjaga sembahyang dan puasanya).”Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Jeans malam mas… salam kasih…

      16 Juni jam 21:33 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aiman Yiman sampai kaget aku…. he he he apa kabar malam ini mas…???

      16 Juni jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Ada sebuah cerita…. Abdullah Ali namanya … maaf kang Dullah ini nggak nyindir loh … hanya cerita… Ok kalau begitu sebut saja “ALI”

      16 Juni jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Alhamdulillah baik,berkat do’a bunda jg saudara smua.
      Bunda sendiri bgaimana?
      Hehe..,knp kok kaget bund..?

      16 Juni jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Duh Gusti….ada satu perintahMu yang sungguh diluar kuasaku….menyelamatkan keluarga dari api neraka….apakah aku sanggup,Gusti…..?…..sementara aku menyelamatkan diriku sendiri saja aku belum tentu mampu….apalagi mereka yang sangat aku kasihi,Gusti….ampunmu atas keterbatasanku,Gusti…..

      16 Juni jam 21:39 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Alhamdulillah mas kamipun baik2saja mas Aiman… kaget Se7… he he he … Ok teruskan dulu cerita si ALI….”Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu,” orang itu berteriak balik. “Baiklah kalau begitu,” jawab ‘Ali, dan dia menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu.”Apa yang sedang kamu lakukan”, tanya orang itu kebingungan.”Bukankah saya ini musuhmu?” Ali memandang tepat di matanya dan berkata, “Kamu bersumpah kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena itu majulah dan seranglah aku”.Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 21:40 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Tetapi orang itu tidak mampu. “Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata,” jelas ‘Ali. “Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Yaitu antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan mempertanyakan hal ini kepadaku.’Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Hehe…,
      Silahkan di lanjut bund..

    • Bunda Lia ‎”Inikah cara Islam?” Orang itu bertanya.”Ya,” jawab ‘Ali, “Ini adalah firman Allah, yang Mahakuasa, dan Sang Unik.” Dengan segera, orang itu bersujud di kaki ‘Ali dan memohon, “Ajarkan aku syahadat.”Dan ‘Ali pun mengajarkannya, “Tiada tuhan melainkan Allah. Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah.”

      16 Juni jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. ‘Ali menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi sekali lagi dia tidak membunuh orang itu. “Mengapa kamu tidak membunuh aku?” Orang itu berteriak dengan marah. “Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?” Dan dia meludahi muka ‘Ali. Mulanya ‘Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya. “Aku bukan musuhmu”, Ali menjawab. “Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu.”Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 8 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih SUAMI adalah seorg Pmimpin dan Imam dlm suatu rmh tangga, yg hrs menciptakan dan membuat suatu rmh tangga yg Harmonis, Damai dan Bahagia.

      16 Juni jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      ‎”Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?” orang itu bertanya. “Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan”. ‘Ali menjelaskan kepadanya. “Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk membunuhmu, aku tak boleh.” “Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?” “Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam.”
      Dengan segera orang itu tersungkur di kaki ‘Ali dan dia juga diajari dua kalimat syahadat.
      Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 21:56 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Eko Sutrisno Maka disebabkan rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut thd mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.(QS.3:159) Sungguh, Allah Maha lembut dan menyukai kelembutan di dalam semua urusan, Allah memberi kpd kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya.(HR Muslim)

      16 Juni jam 21:57 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit selamat malam Mamanda terkasih,,,,salam cinta kasihku,,,I LOVE U,,,,

      16 Juni jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Gadis Exsprit sugeng ndalu mas eko,,mas jeans,,,lan sedoyo kadang kinasih,,salam hormat dan salam sejahtera selalu,,,

      16 Juni jam 22:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Wahai suami …. suami….
      Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!

      Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!

      Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!

      Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala???Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 22:04 · Tidak SukaSuka · 12 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Ketika kau meludahi wajahku….maka saat itulah kau menyelamatkan aku dari api neraka amarahku….dan ketika itu pula kau menyadarkanku bahwa kau adalah saudaraku senasib sepenanggungan….sangat sangat tak pantas aku membunuh saudara sendiri….dan kau betul betul menyelamatkan aku dari api neraka saat itu….

      16 Juni jam 22:14 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Aring Sukaton

      Asalamualaikum wrwb, nyuwun duko radi telat Bunda , dlm prjalanan mnuju jkt,

      Aq adalah suami dari istriku seorang
      Aq adalah bapak dari anak2 q yg dilahirkan dr rahim istriku seorang
      31thn kami membina RT tak ada keberatan sedikitpun aq melakukan kwajiban apapun terhadap istriku
      Jangankan hanya menyuapi disaat makan, kemesraan dlm bentuk apapun aq jalani walau usia sudah mulai senja
      Bunda Lia , kiranya perjalanan hidup yg mungkin berbeda diantara suami suami
      Sugeng dalu salam kasih. Rahayu
      Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya

      wahai smua kaum wanita,… Alangkah indahnya sosok wanita yg berakhlak baik,
      yg mengukur dunia dan seisinya dgn akhlaknya.
      Alangkah indahnya wanita yg lemah lembut & tenang, dan patuh kepada Tuhan dan suaminya.
      Alangkah indahnya wanita yg rendah hati, yg hatinya tdk tersentuh rasa sombong, ujub, & pengkhianatan.
      Alangkah indahnya wanita yg rendah hati, yg memiliki suara lembut.
      Alangkah indahnya wanita yg selalu berbaik sangka terhadap suaminya.
      Alangkah indahnya wanita yg jika mendengar suatu peringatan dan nasehat, akan meningkatkan rasa takutnya kepada Allah SWT.
      Subhanallaah!
      Seandainya setiap istri/wanita memiliki sifat bidadari…?
      Niscaya dunia ini akan jd lebih indah 🙂 dan suami akan semakin sayang thd istrinya,… duhai istri-qu,,, engkaulah bidadari-qu 🙂
      Lihat Selengkapnya

      16 Juni jam 22:38 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Agung Pambudi Salamku padamu duhai para kekasih illahirobbi….amien atas segala munajat maha cinta dimalam ini……semoga mujahadah kubro ini mampu menghantar kesingasananya…….amien yarobbal alamien…

      16 Juni jam 22:51 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Petruk Tralala Persoalan suami istri muncul, konon katanya kebanyakan berawal dr urusan “RANJANG”… benarkah pendapat itu..? salam Rahayu…

      17 Juni jam 0:47 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Pathak Warak Kulo nuwun Poro sepuh Nderek nyimak sinambi Dlosoran nggeh.. Rahayu Sagung Dumadi.

      17 Juni jam 1:48 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sila Sadewa Wooohhhh …… ribet 2 bener 2 ribet xixixi …… siaaappp !

      17 Juni jam 6:12 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • ‘Samuel Pongoh’ Suami dan isteri tidak bisa dipandang dua sebagai dua insan yang terpisah. Pengertian tercipta karena adanya ‘rasa kasih yang manunggal’ ….

      17 Juni jam 8:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono

      Apakah termasuk susah, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : “Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh” agar anda meraih 30 kebaikan?!!

      Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!

      Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!

      Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : “Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun”.

      Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :”Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah”.Lihat Selengkapnya

      17 Juni jam 9:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.

      Ucapan baik adalah sedekah.
      Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.
      Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
      Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
      Berhubungan badan mendapatkan pahala…..

      17 Juni jam 9:40 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Wa’alaikum salam wR wB Mas Aring selamat siang njih salam kasih….

      17 Juni jam 9:41 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas Agung makasih… salam.

      17 Juni jam 9:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Dimas Pathak Warak salam kangen penuh kasih dimas…

      17 Juni jam 9:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Kang Petruk we lah la kok menjurus pollll ki piye jal….

      17 Juni jam 9:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Roso kang sejati mas Eddy… salam kasih sayang nan tulus mas…

      17 Juni jam 9:46 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Silla kenapa toh dirimu ini…say…??? Kok Ribet…. kenapa dibuat ribet… nikmati dan jalani kan beres.

      17 Juni jam 9:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Songgo Buwono Mas ‘Samuel Pongoh’… coco… pas tepat…. terimakasih saudaraku terkasih… selamat siang salam kasih.

      17 Juni jam 9:48 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan ini.

      1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
      2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
      3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
      4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
      5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
      6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
      7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
      8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

      makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM”

      Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

      Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

      Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

      Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.Lihat Selengkapnya

      17 Juni jam 9:52 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

      Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

      Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

      Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

      Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

      Masya’ ALLAH … demikian sayangnya ALLAH pada wanita …. kan?Lihat Selengkapnya

      17 Juni jam 9:58 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Oalah Den Ayu hahahaha….la bener kuwi kandamu….la ngopo ribet mikirke sing ora penting di pikir….hahahaha….ora mumet hahahaha….hahahaha….hahahaha….

      17 Juni jam 10:08 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Puspa Flow wahai para SUAMI – SUAMI,,mengertilah hati dan perasaan seorang wanita..

      17 Juni jam 10:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Abahe Ali Reni Chelsea….ya karena itulah istri adalah kekasih yang Dia ada padanya….maka aku sangatlah sombong dan tak tau diri bila aku merasa bahwa akulah yang memberi nafkah anak istriku….seorang suami bukan siapa siapa dan istri juga bukan siapa siapa….tapi suami istri adalah segala galanya….

      17 Juni jam 10:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Tatot Pitulungan Bukan salah bunda mengandung……… tapi sudah suratan takdir …

      17 Juni jam 10:45 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya

      wanito , wani ing toto, wani = berani (*dlm konotasi yg baik) berani memperjuangkan hak2 kehidupan keluarga-nya, membimbing anak2-nya, hingga meng-entas-kan kehidupan anak2nya,… toto = tata, menata lahir dan batin-nya,… dgn di-dukung tata aturan yg tsb di atas (uraian oleh Bunda Lia) shg bgitu sangat besar tanggung-jwb-nya kaum wanita,… wwoowww, itulah wanita utama,… maka alangkah baik-nya kita (kaum pria) memuliakan wanita,… dgn caranya masing2 menyenangkan perasaan hati… wanita (istri). @salam rahayu.Lihat Selengkapnya

      17 Juni jam 11:01 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Sila Sadewa ya itulah , Bunda kan ngerti siapa saya, dimana saya dan saya mau kemana ya emang ribet 2 dijalani aja …. ?!

      17 Juni jam 12:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Kisemar Bodronoyo Bodronoyo piyeee too iki getun kok ning mburi

      17 Juni jam 12:11 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Rahayu… Salam damai kasih rahayu…

      17 Juni jam 16:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Wiyasa Prayoga woouuww .. Ooo .. ooo capa dia?? mbok menawa kenal! hihi

      17 Juni jam 18:40 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Tasirin Rahmat kenapa bundaku, kok sedih banget ya

      17 Juni jam 20:09 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Priyono Basra Cinta itu misteri, cinta itu perlu pengorbanan, pengorbanan yang utama adalah EGO. EGO ibarat bara sekam dlm dada yg mampu membakar tali2 yg trjalin indah dlm rumah tangga menjadi arang kehidupan.

      18 Juni jam 7:33 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Asmin Pribadi Ma’rifatullah

      salamku untukmu bunda, setelah aku baca tentang diri bundah. di catatan bundah. aku baru lebih memahami .begitu mulianya hati seorang wanita terhadap suami pasangan hidupnya.dan begitu kuat cintah terhadap sang halik. karna ALLAH aku sungguh mengagumi dirimu bundah wanita seperti ini ,sungguh beruntung bagi suami bundah, semoga hati suami bunndah seperti layaknya seorang rasul muhammad saw, menyayangi chadijah istrinya…….amiiiiinnnLihat Selengkapnya

      02 Agustus jam 5:39 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Asmin Pribadi Ma’rifatullah

      jika aku bisa mengeti lebih jau tenta diri bundah , apa yang harus aku perbuat untuk bundah .. yaa Allah jika ada sesuatu yg menimpah permasalahan tentang rumah tangganya hambamu yg mulia ini yaa Allah .rasanya aku tak tega jika itu terjadi,padanya..aku jadi sangat menyayangi dirinya, yaa Allah hanya kpdamulah tempat kami memohon…kuatkanlah hubngan diatra suami yg sangat dicintainya .. tapi jika seandainya itu benar terjadi bunda …mungkin itu sebagai ujian dari ALLAH dan aku yakin bundah harus kuat menerima kenyataan itu bundah…salam kasihku padamu bundah… mohon maaf jika aku lancang dalam hal ini…..semoga aku salah dalam menilai menafsirkan tentang catatan budaku ini .bundah Lia.. ter….t…Lihat Selengkapnya

      02 Agustus jam 6:12 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…

  • Tulis komentar…
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 22, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: