Dupa Pasupati Songgo Buwono

Lalu lalang pembeli terlihat tanpa henti di toko milik Hardi, yang menjual beragam barang-barang keperluan sehari-hari. Sudah hampir tiga bulan ini, toko yang berada di dekat pasar Wangon Banyumas ini terlihat ramai pembeli. Padahal sebelumnya hampir tidak ada pembeli yang terlihat berbelanja di sana. Sebab selain tokonya kecil, persaingan di antara pedagang di wilayah ini begitu kuat. Dan sepertinya Hardi memang tidak mampu memenangkan persaingan itu.
Namun belakangan segalanya berubah. Toko Hardi menjadi toko yang paling ramai didatangi pembeli. Keuntungan berlimpahpun diperoleh Hardi. Bahkan diapun berencana mengembangkan toko miliknya dengan membeli lahan kosong yang berada di dekat tempatnya berjualan.
Tak ada rahasia khusus yang dimiliki Hardi agar tokonya berhasil. Dari pengakuannya, dia cuma sekedar belajar dari mereka-mereka yang sudah berhasil. Selain itu Hardi mendengar nasehat dari seorang Supranatural dari Yogyakarta Bunda Lia Songgo Buwono. Hardi yang selalu mengutamakan pelayanan terbaik bagi pembelinya. Prinsip pembeli adalah raja sangat dipegang teguh, agar pembeli betah dan mau untuk kembali berbelanja di tokonya.
Meski demikian, ada satu hal yang diyakini Hardi ikut menunjang perkembangan bisnis yang dijalankannya, yaitu perubahan suasana yang terjadi di dalam tokonya. Perubahan ini diyakini karena pengaruh dupa Pasupati Songgo Buwono yang selalu dipasang di setiap sudut tokonya. Aroma harum dupa yang khas dan tidak tampak namun kekuatannya sangat diakui oleh Hardi, karena auranya mampu menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Sehingga setiap orang yang datang ke tokonya pasti kerasan dan selalu ingin kembali.
Dupa Pasupati Songgo Buwono memang berbeda dengan dupa-dupa lain pada umumnya. Tidak ada kesan mistis dari aroma dupa yang diciptakan oleh Bunda Lia Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono, Bantul, Jogjakarta ini terkesan lembut. Karena itulah, dupa ini sangat cocok bila dipasang sebagai pengganti pengharum ruangan di tempat-tempat usaha.
Bahan-bahan khusus yang dipakai sebagai bahan ramuan dupa, diyakini mampu menebarkan energi positif bagi tempat di mana dupa ini dibakar. Karena itulah, siapapun yang berada di ruangan itu akan senantiasa merasa nyaman. Dan hal ini akan berdampak positif dalam sebuah aktifitas bisnis yang dijalankan.
Energi positif sangat diperlukan dalam sebuah tempat usaha. Sebab energi inilah yang akan menjadi kekuatan penarik bagi orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang akan terdorong untuk masuk dan terlibat dalam aktifitas bisnis yang dijalankan di tempat itu. Untuk kemudian terikat dan terus menjalin hubungan bisnis di sana.
Untuk sebuah toko atau kios di pasar, energi ini akan membuat pembeli senantiasa datang dan senang berbelanja di tempat tersebut. Begitupun dengan tempat usaha lain seperti restoran ataupun penginapan bahkan energi pengasihan sangat tampak. Pancaran energi positif yang tersebar dari asap dupa ini akan membuat orang kerasan untuk menginap ataupun makan di restoran itu.

Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on September 23, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: