FILOSOFI Ha-Na-Ca-Ra-Ka Semar Mbabar Jati Diri SEMAR-BAGONG-BAWOR-CEPOT www.catatan.songgobuwono.com/semar.html

FILOSOFI Ha-Na-Ca-Ra-Ka Semar Mbabar Jati Diri SEMAR-BAGONG-BAWOR-CEPOT 

(Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul) http://www.catatan.s

oleh Bunda Lia pada 19 Oktober 2011 jam 17:57
FILOSOFI  Ha-Na-Ca-Ra-Ka Semar Mbabar Jati Diri SEMAR-BAGONG-BAWOR-CEPOT
(Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul) 
http://www.catatan.songgobuwono.com/semar.html

Semar…Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun).
Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik”.
Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati.

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma“, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.

Ki Lurah Bagong adalah nama salah satu tokoh panakawan dalam kisah pewayangan yang berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tokoh ini dikisahkan sebagai anak bungsu Semar. Dalam pewayangan Sunda juga terdapat tokoh panakawan yang identik dengan Bagong (dalam bahasa Sunda: bagong berarti babi hutan, celeng), yaitu Cepot atau Astrajingga, adalah anak tertua Semar, dan di versi wayang golek purwa- Sunda terkenal dengan sebutan Cepot atau Astrajingga , disebut juga Gurubug atau Kardun, sedang di Jawa Timur lebih dikenal dengan nama Jamblahita. Di daerah Banyumas, panakawan ini lebih terkenal dengan sebutan Bawor, Pada wayang Banjar – Kalimantan Selatan ia dipanggil Begung.

Ciri Fisik, sebagai seorang panakawan yang sifatnya menghibur penonton wayang, tokoh Bagong pun dilukiskan dengan ciri-ciri fisik yang mengundang kelucuan, bertubuh pendek dan gemuk, dengan mata bundar besar, bibirnya lebar, hidung kecil dan bersifat agak kekanak-kanakan…. bagong (e-wayang)
Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri. Dibandingkan dengan ketiga panakawan lainnya, yaitu Semar, Gareng, dan Petruk, maka Bagong adalah sosok yang paling lugu dan kurang mengerti tata krama. Meskipun demikian majikannya tetap bisa memaklumi.
Pada versi Cirebon ciri- ciri Bagong, suaranya serak, kasar, selalu berbahasa Sunda, mungkin karena hal ini Bagong Cirebon disebut juga Astrajingga. Jika berkelahi ia “menumbuk“ lawan nya dengan kepala.





Tidak SukaSuka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · Hapus

    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Bunda Lia dan seluruh keluarga yg hadir….
      Trima kasih atas tag dan wedaran nya Bunda,
      saya nyimak Bunda…

      salam takdhim saya Bunda….. Rahayu…..

    • Danang Kitong mohon tag bunda.matur sembah nuwun

      Rabu pukul 18:25 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Eko Susanto Amiiiiin….. Sugeng Ndalu Bunda Lia, Maturnuwun Sanget Kiriman Tag Nya SEMAR MBABAR JATI DIRI.. SEMAR- BAGONG- BAWOR- CEPOT…. SMOGA MENJADIKAN BERKAH SURI TAULADAN KEPRIBADIAN BAGI KITA SEMUANYA…. AMIIIN…. AMIN YRA……. SALAM KASIH DAN DAMAI DIHATI SEMUANYA……

      Rabu pukul 18:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Setiawanti malem bun….malem semua…..makasih kirimannya bun…….

      Rabu pukul 18:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sarjono Imam terima kasih Bunda selamat malem

      Rabu pukul 18:52 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Asal usul Bagong…. Beberapa versi menyebutkan Bagong bukanlah anak kandung semar, namun ciptaan….Dikisahkan Semar yang merupakan penjelmaan Batara Ismaya diturunkan ke dunia bersama kakaknya, yaitu Togog atau penjelmaan dewa bernama Batara Antaga untuk mengasuh ketu-runan adik mereka, yaitu Batara Guru.Togog dan Semar sama-sama mengajukan permohonan kepada ayah mereka, yaitu Sanghyang Tunggal, supaya masing-masing diberi teman. Sanghyang Tunggal ganti mengajukan pertanyaan berbunyi, siapa kawan sejati manusia. Togog menjawab “hasrat”, sedangkan Semar menjawab “bayangan”. Dari jawaban tersebut, Sanghyang Tunggal pun mencipta hasrat Togog menjadi manusia kerdil bernama Bilung, sedangkan bayangan Semar dicipta menjadi manusia bertubuh bulat, menjadi seorang lelaki yang postur tubuhnya mirip Semar, ia diberi nama Bagong.

      Rabu pukul 18:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
       
       
       

       
       
       
    • Bunda Lia Selamat malam dih Edy Yusuf Ritonga…. terimakasih dik… Rahayu3x.

      Rabu pukul 18:57 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Danang Kitong sugeng dalu mas… sugeng njih rawuhipun…

      Rabu pukul 18:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Selamat malam mbak Chety Eko Susanto, wis kangen aku mbak… apa masih di Pati…???

      Rabu pukul 18:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Arie Setiawanti selamat malam kembali kasih mbak… salam kasih penuh kangen.. kok baru muncul mbakku sayang..

      Rabu pukul 19:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nun injih mas Sarjono Imam… terimakasih kembali… apa kabar mas…???

    • Danang Kitong sugeng ndalu ugi bunda.matur nuwun

      Rabu pukul 19:01 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Dawah atur ingkang sami mas Danang Kitongmm pamuji Rahayu njih mas Danang.

      Rabu pukul 19:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sarjono Imam alhamdulillah ,berkakat doa nya bunda juga kami sekeluarga dalam keadaan sehat wall afiat,

      Rabu pukul 19:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Eko Susanto Alhamdulillah….. Amiiin…. Sugeng Ndalu Bunda Lia, Nuwun Injih Dalem Masih Di PATI…… Dalem Juga Kangen Bun….. Hemmm…. He.he.he.he…….. Smoga Bunda SEHAT WAL’AFIAT,KABERKAHAN ALLAH….. DAN SELALU DALAM LINDUNGAN- NYA…… AMIIIIN……. AMIN YRA……… Salam Kasih Dan Ta’dhim Selalu……

      Rabu pukul 19:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Nur Santi Bhumi Ningtyas
      -matur nuwun Bunda…sugeng dalu Bun…

      Rabu pukul 19:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Versi lain menyebutkan, Semar adalah cucu Batara Ismaya. Semar mengabdi kepada seorang pertapa bernama Resi Manumayasa yang kelak menjadi leluhur para Pandawa. Ketika Manumayasa hendak mencapai moksa, Semar merasa kesepian dan meminta diberi teman. Manumayasa menjawab bahwa temannya yang paling setia adalah bayangannya sendiri. Seketika itu pula, bayangan Semar pun berubah menjadi manusia, dan diberi nama Bagong, walaupun Bagong sebenarnya merupakan anak pertama Semar, ia sering dijadikan anak bungsu. Salah kaprah ini disebabkan oleh sifat Bagong yang kekanak-kanakan…..

      Rabu pukul 19:09 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Met malam dan Kembali Kasih Bunda Lia

      Rabu pukul 19:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Syukurlah mas Sarjono Imam turut senang mendengarnya… salam sejahtera selalu untu keluarga di Lombok mas…

      Rabu pukul 19:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn terimakasih mbak Chety …. doaku selalu bersamamu….

      Rabu pukul 19:10 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Bunda Lia Jeng Nur Santi Bhumi Ningtyas terimakasih jeng selamat malam selamat mengikuti cerita wayang ya sayang Lov U

      Rabu pukul 19:12 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Sawung Sariti malm bunda jg para kluarga fb..
      Tolong sjarah pewayangan di tag ke saya bunda..
      Untk tmbh pngetahuan saya.
      Trimksh slm rahayu3x..

      Rabu pukul 19:15 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Alhamdulillah….. Amiiin…. Maturnuwun Sanget Bunda Lia…… Dalem Nderek Nyimak Injih Bun….. Maturnuwun…

      Rabu pukul 19:16 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sampun to mas Sawung Sariti, pun kawulo kintun … Nuwun.

      Rabu pukul 19:17 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Nur Santi Bhumi Ningtyas
      Suka sekali Bun cerita wayang kan bisa kita ambil yg baik baik Bun…

      Rabu pukul 19:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sawung Sariti matur swun sanget.
      Mugi meniko dadosno kabecikan dateng kito sami.
      Lan kususipun kagem tambahing pangertosan kawulo.

      Rabu pukul 19:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Sawung Sariti matur swun sanget.
      Mugi meniko dadosno kabecikan dateng kito sami.
      Lan kususipun kagem tambahing pangertosan kawulo.

      Rabu pukul 19:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Sawung Sariti matur swun sanget.
      Mugi meniko dadosno kabecikan dateng kito sami.
      Lan kususipun kagem tambahing pangertosan kawulo.

      Rabu pukul 19:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Hehehehe ternyata mode yg dipakai bagong itu skrg lagi ngetren di pakai para wanita saat ini benar lho

      Klo saya perhatikan ternyata BAGONG lbh dulu pakai Leging hitam !

      Hahahaha hahahaha hahahaha

      Rabu pukul 19:33 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia Versi lainnya, diceritakan bahwa pada saat Gareng diangkat menjadi anak sulung Semar, Petruk tidak terima karena sesungguhnya Petruk lebih tua, maka Petruk minta diberikan seorang adik. Kemudian Semar memuja bayangannya sendiri menjadi seorang laki-laki yang mirip Semar. Maka terciptalah Bagong menurut pedalangan gagrak Yogyakarta atau Bawor menurut pedalangan gagrak Banyumas, yang berasal dari bayangan Ismaya atau Semar, dan diangkat menjadi anak bungsunya. tokoh Bawor hadir di dunia bukan dilahirkan melainkan diciptakan.

      Rabu pukul 19:34 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Joko Lelono sumonggo dipun lajengaken malih entukipun medar bunda…puniko kulo sampun nyiapaken benteran kopi, sumonggo bunda.

      Rabu pukul 19:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Hehehehe ternyata mode yg dipakai bagong itu skrg lagi ngetren di pakai para wanita saat ini benar lho

      Klo saya perhatikan ternyata BAGONG lbh dulu pakai Leging hitam !

      Hahahaha hahahaha hahahaha

      Sugeng dalu Bunda kalian sedoyo engkang sampun rawuh, nyuwun duko tulisan meniko namung joke dalu hehehe

      Rabu pukul 19:36 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Kakang Prabu Anom Selamat malam Bunda & seluruh yang telah hadir… menyimak wedaran sambil ngopi.. tinggal menghitung hari menuju hari H…

      Rabu pukul 19:41 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Nur Santi Bhumi Ningtyas… bener sayang yang penting kita ambil segi baiknya sayangku…

      Rabu pukul 19:44 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kakang Prabu Anom menyukai ini.
    • Bunda Lia Sipppp cocok legi tur kental ya mas Joko Lelono sewengi ra turu yo ra popo… he he he…

      Rabu pukul 19:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pambalah Batung Jogja Malam bund….saya mau tanya neh…dlm catatan ini ada tertulis wayang banjar kalimantan selatan….kira2 ada ga bun punya informasi pewayangan dalam versi banjar…entah buku ato bagus lagi kasetnya….jika berkenan saya pengen ngerti bun….maturnuwun…..salam kasih bun…..

      Rabu pukul 19:47 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia Lohhhh kok dipakai wanita bagaimana to mas Aring Sukaton… sugeng dalu….

      Rabu pukul 19:47 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Teguh Pusar Angin Nana · 321 teman yang samaMemuat…
      Rahayu … .

      Rabu pukul 19:50 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Joko Lelono njiih ampun ngaten thoh bunda….mbenjing kan tesih wonten wekdal…he he he.sugeng ndalu njiiih bunda.

      Rabu pukul 19:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Aring Sukaton Iya Bunda tu Bagong kan pake switer hitam dan Leging hitam , naaaa skrg wanita ga perduli ibu2 remaja banyak pake leging
      Bunda pake nggak ? Hehehe
      Bunda jenis kelamin semar itu laki2 ato perempuan ?
      Tapi dipanggil Romo. Lho

      Rabu pukul 20:03 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Versi Banyumas mengisahakan ketika Sanghyang Ismaya menjadi Semar, turun ke bumi, Bumi masih awang-uwung, tak ada satupun makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu kemudian Sanghyang Wenang menciptakan bayangan Semar menjadi sesosok manusia dengan postur tubuh yang relatif sama, diberi nama Bawor yang bertugas menemani Semar. Atas dasar dari kejadian itu, kemudian Bawor diakui sebagai anak tertua dari tokoh Semar. Anak kedua dan ketiga adalah Nala Gareng dan Petruk….

    • Bunda Lia Tokoh Bawor adalah maskot masyarakat Banyumas. Ciri utama dari wayang kulit gagrag Banyumasan adalah nafas kerakyatannya yang begitu kental dan Ki Dalang memang berupaya menampilkan realitas dinamika kehidupan yang ada di masyarakat….Riwayat gaya … sedangkan Jawatimuran adalah ketika Sang Hyang Ismaya turun ke bumi menjelma menjadi Semar, Semar diutus oleh Sang Hyang Tunggal agar menuju Keling, selanjutnya Semar membutuhkan teman. Bayang-bayangnya sendiri lalu dicipta menjadi bentuk yang hampir mirip dengannya, yang dinamakan Bagong…… Ba artinya bek, gong artinya gedhe. Juga dinamakan (Sanghyang) Bladu, Bla adalah belah/sigar, dho artinya loro, bahwa Bagong terjadi dari belahan yang menjadi dua…

      Rabu pukul 20:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bayi Sehat terima kasih atas tag nya bunda

      Rabu pukul 20:14 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Disebut Mangun Hadiwangsa, karena dia yang mempunyai kewajiban untuk membangun /mangun agar wangsa /bangsa menjadi baik atau adi. Nama lainnya Jamblahita. Jambla yang berarti bodoh, hita adalah temen /jujur. Ia bodoh tetapi jujur dan serius….Semar dan Bagong diberi satu senjata. Namun, senjata tersebut diperebutkan berdua sehingga melebar dan berubah wujud manusia yang dinamai Saraganja serta menjadi kawan Semar…

      Rabu pukul 20:14 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sawung Sariti kulo nderek nyimak mawon..

      Rabu pukul 20:16 · SukaTidak Suka
    • Bunda Lia Kakang Prabu Anom selamat malam kakang… he he he kayak kecanduan saja… tapi besok dah lakon2 wayang ya kakang aku agak bosan nih ngumpulkan beberapa versi punokawan….

      Rabu pukul 20:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kph Darudriyo Sumodiningrat makasih dah di tag….saya sekarang nginab dirumah Ida…besuk naik ke gn bromo terus ke Jolotundo….

      Rabu pukul 20:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Pambalah Batung Jogja ada Petruk Kembar tapi ya udah kacau ada 14 casete bukan CD tapi Casete pita…. itu karena sering diputar dan banyak dagelanya jadi ya mawut… dan lagi karena dah keluaran thn 80 an ya nggak tau masih utuh apa nggak coba kalau ke Maospati dirumah prabonnya Romo Marto kang Abdullah Ali ali suruh minta ke adikku Pandu… karena yg hobbi mutar dulu aku sama Romo Marto…. sekarang mana mau anak sekarang mutar Casete Pita….

      Rabu pukul 20:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Joko Lelono… jangan tidur ya mas… Peristiwa selanjutnya, Semar membuang kentut dan Bagong membaui bau busuk terus-menerus ke mana pun perginya. Bau kentut yang mengikuti Bagong itu akhirnya berubah wujud menjadi seorang wanita yang selanjutnya dinamai Dewi Muleg. Dewi Muleg ini dijodohkan dengan Bagong sebagai istrinya. Sedangkan timbulnya Besut belum lama. Ketika Bagong ke belakang dalam kondisi yang gelap, dia menginjak tinjanya sendiri lalu dikipat-kipatkan. Tiga kipatan menjadi tiga orang, dinamakan Besut, Besel dan Besil, ketiganya menjadi anak Bagong…

      Rabu pukul 20:23 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto Rahayu…. Sugeng Ndalu, Kanjeng Romo Kph Darudriyo Sumodiningrat…. Smoga Romo Selalu Sehat Wal’afiat, Kaberkahan ALLAH, Dan Selalu Dalam Lindungan- NYA….. Amiiiin…. Salam Kasih Ta’dhim Dalem….. Rahayu. Rahayu.. Rahayu…

      Rabu pukul 20:24 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Yang dipakai sekarang ini hanya Besutnya saja, Besut akhirnya dinyatakankan sebagai anak Bagong. Tokoh wayang Besut bentuknya mirip Bagong tetapi dalam ukuran lebih kecil. Disebut juga Hyang Katinja, versi lain tokoh ini berasal dari tinja Semar yang terinjak Bagong…. Dengan kejadian tadi, Semar memiliki relasi perkawanan dengan Bagong, Saraganja, Dewi Muleg, dan Besut. Mereka selanjutnya disebut Panakawan…

      Rabu pukul 20:30 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Joko Lelono njiih bunda kulo tansah nyimak.mugi2 kemawon kentutipun kathah berkahipun.

      Rabu pukul 20:35 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Hemmm…… He.he.he.he….. Amiiin…… Injih Kanda Joko Lelono…… Mugi Kentutnya Bawa Berkah…..

      Rabu pukul 20:38 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Abdullah Ali Sendiko dawuh Den Ayu…..weh wis ngumpet meneng yo meso konangan hehehehehe….

      Rabu pukul 20:42 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Nuwun injih kang mas Kph Darudriyo Sumodiningrat pamuji kawulo kang mas mugi tansah Rahayu Wilujeng… ampun sayah2 njih kang mas… salam kemawon kagem mbak Ida ugi mas Haris… mugi mbak Ida sehat2 kemawon … awit asring sakit… watukke mboten mantun2… kesayahen meniko… atos2 njih kang mas… Rahayu3x….

    • Bunda Lia Tiga Ojok2 mas Joko Lelono nderek ngentut meniko he he he…

      Rabu pukul 20:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arie Setiawanti malem bun…..maaf saya nderek sinau aja ya…..saya tdk faham ttg wayang bun…..dulu waktu kcl sering baca cerita wayang diperpustakaan KR itu aja…….

      Rabu pukul 20:44 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia Tiga Versi Sunda : Sanghyang Antaga menyatakan bahwa ia tidak sanggup memelihara Pusaka Jamus Layang Kalimasada, serta menyerahkannya kepada Semar, hanya meminta teman. Togog memuja serata meminta dari pusaka, muncullah seorang yang mirip Togog, hanya agak kurus, dan dinamai Sarawita. Togog dan Sarawita meninggalkan Semar, menuju ke arah barat…. Semar menangis sendiri beserta pusaka Layang Jamus Kalimasada, tiba-tiba datang hujan yang deras, Semar mencari tempat berteduh, dan menemukan dangau da masuk ke dangau. Tiba-tiba hujan berhenti dan seketika terang benderang. Semar sangat gembira dan merasa ditolong oleh dangau, lalu meminta kepada pusaka agar dangau itu dijadikan teman….

      Rabu pukul 20:47 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Kang Abdullah Ali… ha ha ha ndelikko neng leng semut ambumu prengus mesti konangane….

      Rabu pukul 20:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Bunda Lia Tiga menyukai ini.
    • Kph Darudriyo Sumodiningrat Ida sekarang sehat2 kok pada hal saya melekan dah 2hari….kabar bunda gimana apa sehat2 juga

      Rabu pukul 20:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Mbak ayuku Arie Setiawanti ya mbak yu disana lengkap dan itulah pakem dalang lama…. dan kalau aku ke Perpus Kraton … wah bisah bawa bantal mbak nggak pulang2 …karena kesenengen baca dasarnya seneng lakon wayang… Ngomong2 Mantan Presiden kita Bpk. Soekarno cerita Wayang No 1 paling senang mbak…. karena oleh pak Dalang digambarkan kehidupan Manusia….

      Rabu pukul 20:53 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto Hemmm…. He.he.he……. Sugeng Ndalu Abah Ali……. Naahhh….. He.he.he…. Bisa Keliatan Bunda Lia Injih…… Salam Kasih Dan Damai Dihati Abah…….

      Rabu pukul 20:53 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Abdullah Ali Mbeeekkkk hahahaha….hahahaha….cilekek iki hahahaha….klekaran ning lincak karo nginjen la mu ndalang Den Ayu hahahaha…..

      Rabu pukul 20:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Seketika muncullah orang yang mirip Semar namun agak kecil, dan dinami Astra /Asta Jingga, asta artinya lengan – jingga jenis warna, yang berarti bibit kehidupan…. Dalam perjalanannya Semar dan Astrajingga menemukan patok, yang di”puja” oleh Semar, yang menjelma menjadi manusia jangkung berhidung panjang dan dinamai Petruk yang artinya patok di jalan. Ketiganya terus berjalan memasuki tempat perlindungan sehingga semua binatang buas tak mampu mengganggu, yang kemudian tempat perlindungan itu di”puja” dan menjelma menjadi orang pendek, bertangan bengkok dan berperut buncit dan dinamai Nalagareng, artinya hati yang kering…

      Rabu pukul 20:56 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Nah iki Versi Cirebon … Semar menikah dengan Sudiragen, titisan dari isterinya di alam Kahyangan, yaitu Dewi Sanggani /puteri Umayadewa , dari Sudiragen Semar tidak memperoleh anak. Tetapi Palasara, tempat Semar mengadi menyuruh Semar untuk mempunyai panakawan pembantu… Semar menciptakan panakawan dan diakui sebagai anaknya, yaitu Ceblog, dari gagang daun kelapa /papah blarak, Bitarota, dari orang-orangan sawah /unduh-unduh, Duwala,dari bonggol atau tonggak bambu /bonggolan pring, Bagong, dari daun kastuba /kliyange godong kastuba, Bagalbuntung , dari bonggol jagung /bagal jagung, Gareng, dari potongan kayu gaharu dan Cungkring atau Petruk, dari potongan bambu /anjir dawa…. Versi Cirebon lainnya menyebutkan Bagong berasal dari tunggak jati…

      Rabu pukul 21:04 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Isteri Bagong ialah Dewi Bagnawati puteri Prabu Balya, raja gandarwa di kerajaan Pucang Sewu. Menurut versi Sunda, istri Cepot, ialah Endang Laelasari, putri Togog Wijamantri, dari perkawinannya Cepot berputra Sanggalangit…

      Rabu pukul 21:06 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Adik Bayi Sehat salam kangen dik Bayi… posisi dimana???

      Rabu pukul 21:11 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa….Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa….

    • Bunda Lia Tiga Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma“, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.

      Rabu pukul 21:20 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda. dalem nderek nyimak.

      Rabu pukul 21:26 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Pamujinipun kang mas Kph Darudriyo Sumodiningrat… sampun berangsur sae meniko nanging kok kaki bengkak meniko… syukur menawi mbak Ida sehat… bingah raosing manah mireng kang mas… watuk ipun sampun mantun to njih….

      Rabu pukul 21:26 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri
      Dalam Etika Jawa disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah punakawan ” Abdi ” Pamomong ” yang paling dicintai. Apabila muncul di depan layar, ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya…

    • Bunda Lia

      Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara …. waduhhhh iki luwih kacau meneh piye jalllll….. Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa. Meskipun berpenampilan sederhana, sebagai rakyat biasa, bahkan sebagai abdi, Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Ia adalah dewa yang ngejawantah ” menjelma ” menjadi manusia yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan….Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 21:33 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhammad Kromo Sagirat Sugeng ndalu Den Ayu..
      Nderek ngangsu kawruh..
      Lan kawulo nyimak mawon..
      Salam kasih..
      Rahayu..

      Rabu pukul 21:35 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia

      Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa Semar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia. Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih, rame ing ngawe ” sepi akan maksud, rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana ” menjaga kedamaian dunia Dari segi etimologi, joinboll berpendapat bahwa Semar berasal dari sar yang berarti sinar ” cahaya “. jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya, sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad, Nur Illahi atau sifat Ilahiah….Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 21:36 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar, tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu, merupakan simbol yang bersifat Ilahiah pula . Sehubungan dengan itu oleh Prodjosoebroto pada 1969 : 31 berpendapat dan menggambarkan dalam bentuk kaligrafi )bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah…. Sifat ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti ” pimpinan rahmani ” yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih ( timoer, tt : 13 ). Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling ” rasa ingat ” timoer 1994 : 4 , yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. Oleh karena itu sifat ilahiah itu pula, Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma oleh Mulyono 1978 : 35 Berkenaan dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah pada pribadi Semar, maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon ” Semar Mbabar Jati Diri “. gagasan itu muncul dari presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal, 20-23 Januari 1995. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya, termasuk pembudayaan P4 ( Cermomanggolo 1995 : 5 ).Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Wis do turu po yo…???? Arep goro2 kok turu…

      Rabu pukul 22:18 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda.. Derek nyimak.. Salam kasih.

      Rabu pukul 22:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Anom masih tetap menyimak bun… biar tuntas, kan besok lakon2 wayang.. hehehe…

      Mas jeans, selamat malam mas…

      Rabu pukul 22:22 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Asliorang Man-kul NUR MUHAMMAD Juga ada dalam diri kita..sugeng dalu BUNDA LIA..poro rawuh sedoyo..

      Rabu pukul 22:23 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm jg Kakang Prabu.. Rahayu..

      Rabu pukul 22:27 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kakang Prabu Anom menyukai ini.
    • Joko Lelono kangge selajengipun kados pundi bunda? njiih nyuwun pangapunten bilih bunda sampun sayah,goro2nipun kangge ngenjang kemawon bunda.

      Rabu pukul 22:37 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Gagasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain : Gitopurbacarita, Panut Darmaka, Anom Suroto, Subana, Cermomanggolo dan manteb Soedarsono Cermomanggolo 1995 : 5 – Arum 1995 : 10 Dikemukan oleh Arum 1995:10 bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon ” Semar Mbabar Jadi Diri ” diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi ” ilmu asal dan tujuan hidup, yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer 1994:4 bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke arah keselamatan hidup. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang berpengawak sastra dentawyanjana. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito dalam Ciptoprawiro 1991:46 bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar, maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka….Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 22:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kita sebagai orang jawa harus paham …. Huruf Jawa Huruf Ha
      Berarti ‘hidup’, atau huruf berarti juga ada hidup, sebab memang hidup itu ada, karena ada yang menghidupi atau yang memberi hidup, hidup itu adalah sendirian dalam arti abadi atau langgeng tidak terkena kematian dalam menghadapi segala keadaan. Hidup tersebut terdiri atas 4 unsur yaitu:a. Api b. Angin c. Bumi d. Air.

      Rabu pukul 22:43 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Huruf Na
      Berari ‘nur’ atau cahaya, yakni cahaya dari Tuhan YME dan terletak pada sifat manusia.
      Huruf Ca
      Berarti ‘cahaya’, artinya cahaya di sini memang sama dengan cahaya yang telah disebutkan di atas. Yakni salah satu sifat Tuhan yang ada pada manusia. Kita telah mengetahui pula akan sifat Tuhan dan sifat-sifat tersebut ada pada yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia karena memang Tuhan pun menghendaki agar manusia itu mempunyai sifat baik.Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 22:50 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Huruf Ra-Berarti ‘roh’, yaitu roh Tuhan yang ada pada diri manusia.
      Huruf Ka-Berarti ‘berkumpul’, yakni berkumpulnya Tuhan YMEyang juga terletak pada sifat manusia.
      Huruf Da-Berarti ‘zat’, ialah zatnya Tuhan YME yang terletak pada sifat manusia.
      Huruf Ta-Berarti ‘tes’ atau tetes, yaitu tetes Tuhan YME yang berada pada manusia.
      Huruf Sa-Berarti ‘satu’. Dalam hal ini huruf sa tersebut telah nyata menunjukkan bahwa Tuhan YME yaitu satu, jadi tidak ada yang dapat menyamai Tuhan.
      Huruf Wa-Berarti ‘wujud’ atau bentuk, dalam arti ini menyatakan bahwa wujud atau bentuk Tuhan itu ada dalam manusia yang setelah bertapa kurang lebih 9 bulan dalam gua garba ibu lalu dilahirkan dalam wujud diri.
      Lihat Selengkapnya

    • Pambalah Batung Jogja Bun…ak mau tuch…dirumah masih ada tipe politron yg ada kaset pitanya….boleh dong saya pinjem nanti..bagus lagi di trnsfer ke cd/mp3….mohon bantuannya bund….nuwun

      Rabu pukul 22:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Saut Pep teguh rahayu selamet !

      Rabu pukul 22:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Saut Pep sing medeni mung SEMAR MENDEM !!

      Rabu pukul 22:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Joko Lelono dos pundi bunda niku enten ingkang bade ngampil kaset pareng nopo mboten.

      Rabu pukul 22:56 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia

      Huruf La-Berarti ‘langgeng’ atau ‘abadi’, la yang mengandung arti langgeng ini juga nyata menunjukkan bahwa hanya Tuhan YME sendirian yang langgeng di dunia ini, berarti abadi pula untuk selama-lamanya.
      Huruf Pa-Berarti ‘papan’ atau ‘tempat’, yaitu papan Tuhan YME-lah yang memenuhi alam jagad raya ini, jagad gede juga jagad kecil (manusia).
      Huruf Dha-Berarti dhawuh, yiatu perintah-perintah Tuhan YME inilah yang terletak dalam diri dan besarnya Adam, manusia yang utama.
      Huruf Ja-Berarti ‘jasad’ atau ‘badan’. Jasad Tuhan YME itu terletak pada sifat manusia yang utama.
      Huruf Ya-Berarti ‘dawuh’. Dawuh di sini mempunyai lain arti dengan dhawuh di atas, karena dawuh berarti selalu menyaksikan kehendak manusia baik yang berbuat jelek maupun yang bertindak baik yang selalu menggunakan kata-katanya “Ya”.
      Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 22:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Saut Pep PA NIKU PAKPAHAN ..RAHAYU ..SUGENG NDALU SADEREK SADULUR TUNGGAL BANYU ,.

      Rabu pukul 23:01 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Huruf Nya-Berarti ‘pasrah’ atau ‘menyerahkan’. Jelasnya Tuhan YME dengan ikhlas menyerahkan semua yang telah tersedia di dunia ini.
      Huruf Ma-Berarti ‘marga’ atau ‘jalan’. Tuhan YME telah memberikan jalan kepada manusia yang berbuat jelek dan baik.
      Huruf Ga-Berarti ‘gaib’, gaib dari Tuhan YME inilah yang terletak pada sifat manusia.
      Huruf Ba-Berarti ‘babar’, pi tidak dapat diraba atau pun disentuh, dan harus diakui bahwa besarnya gaib itu adalah seperti debu atau terpandang. Demikianlah gaibnya Tuhan YME itu (micro binubut).
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Huruf Tha-Berarti ‘thukul’ atau ‘tumbuh’. Tumbuh atau adanya gaib adalah dari kehendak Tuhna YME. Dapat pula dikatakan gaib adalah jalan jauh tanpa batas, dekat tetapi tidak dapat disentuh, seperti halnya cahaya terang teta
      Huruf atau carakan Jawa yakni ha na ca ra ka dan seterusnya merupakan sabda pangandikanipun) dari Tuhan YME di tanah Jawa.
      Huruf Nga -Berarti ‘ngalam’, ‘yang bersinar terang’, atau terang/gaib Tuhan YME yang mengadakan sinar terang.
      Demikianlah huruf Jawa yang 20 itu dan ternyata dapat digunakan sebagai lambang dan dapat diartikan sesuai dengan sifat Tuhan sendiri, karena memang seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa Jawa yang menggunakan huruf Jawa itupun merupakan sabda dari Tuhan YME. yaitu kabarnya manusia dari gaibnya Tuhan YME.
      Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 23:07 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Penyatuan Huruf atau Aksara Jawa 20
      -Huruf Ha + Nga
      Hanga berarti angan-angan.
      Dimaksudkan dengan angan-angan ini ialah panca indra yaitu lima indra, seperti:
      1. Angan-angan yang terletak di ubun-ubun (kepala) yang menyimpan otak untuk memikir akan keseluruhan keadaan.
      2. Angan-angan mata yang digunakan untuk melihat segala keadaan.
      3. Angan-angan telinga yang dipakai untuk mendengar keseluruhan keadaan.
      4. Angan-angan hidung untuk mencium/membau seluruh keadaan.
      5. Angan-angan mulut yang digunakan untuk merasakan dan mengunyah makanan.
      -Huruf Na + Ta
      Noto, berarti ‘nutuk’.
      Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 23:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Huruf Ca + Ba
      Caba, berarti coblong (lobang) dan kata tersebut di atas berarti wadah atau tampat yang dimilki oleh lelaki atau wanita saat menjalin rasa menjadi satu; adanya perkataan kun berarti pernyataan yang dikeluarkan oleh pria dan wanita dalam bentuk kata ya dan ayo dan kedua kata tersebut mempunyai persamaan arti dan kehendak yaitu mau.
      Huruf Ra + Ga
      Raga, berarti ‘badan awak/diri’. Kata raga atau ragangan merupakan juga kerangka dan kehendak pria dan wanita ketika menjalin rasa menjadi satu karena bersama-sama menghendaki untuk menciptakan raga atau diri agar supaya dapat terlaksana untuk mendapatkan anak.
      Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 23:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam BundaLia, wedaran yg kaya dengan makna dan filosofi, maafkan, aku baru sempat dan buka “ogan lopian” ini

      Rabu pukul 23:18 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kakang Prabu Anom menyukai ini.
    • Bunda Lia

      Huruf Ka + Ma
      Kama, berarti ‘komo’ atau biji, bibit, benih. Setiap manusia baik laki-laki atau wanita pastilah mengandung benih untuk kelangsungan hidup; oleh karena itu di dalam kata raga seperti terurai di atas merupakan kehendak pria dan wanita untuk menjalin rasa menjadi satu. Karena itulah maka kata raga telah menunjukkan adanya kedua benih yang akan disatukan dengan melewati raga, dan dengan penyatuan kama dari kedua belah pihak itu maka kelangsungan hidup akan dapat tercapai.
      Huruf Da + Nya
      Danya atau donya atau dunia.
      Persatuan kedua benih atau kama tadi mengakibatkan kelahiran, dan kelahiran ini merupakan calon keturunan di dunia atau (alam) donya; dengan demikian dapat dipahami kalau atas kehendak Tuhan YME maka diturunkanlah ke alam dunia ini benih-benih manusia dari Kahyangan dengan melewati penyatuan rasa kedua jenis manusia.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Huruf Ta + Ya
      Taya atau toya, yaitu ari atau banyu. Kelahiran manusia (jabang bayi) diawali dengan keluarnya air (kawah) pun pula kelahiran bayi tersebut juga dijemput dengan air (untuk membersihkan, memandikan dsb); karena itulah air tersebut berumur lebih tua dari dirinya sendiri disebut juga mutmainah atau sukma yang sedang mengembara dan mempunyai watak suci dan adil.
      Huruf Sa + Ja
      Saja atau siji atau satu. Pada umumnya kelahiran manusia (bayi) itu hanya satu, andaikata jadi kelahiran kembar maka itulah kehendak Tuhan YME. Dan kelahiran satu tersebut menunjukkan adanya kata saja atau siji atau satu.
      Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 23:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Huruf Wa + Da
      Wada atau wadah atau tempat. Berbicara tentang wadah atau tempat, sudah seharusnya membicarakan tentang isi pula, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian timbul pertanyaan mengenai wadah dan isi, siapakah yang ada terlebih dahulu.
      Pada umumnya dikatakan kalau wadah harus diadakan terlebih dahulu, baru kemudian isi, sebenarnya hal ini adalah kurang benar. Yang diciptakan terlebih dahulu adalah isi, dan karena isi tersebut membutuhkan tempat penyimpanan, maka diciptakan pula wadahnya. Jangan sampai menimbulkan kalimat “Wadah mencari isi” akan tetapi haruslah “Isi mencari wadah” karena memang ‘isi’ diciptakan terlebih dahulu.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Sebagai contoh dapat diambilkan di sini: rumah, sebab rumah merupakan wadah manusia, dan manusia merupakan isi dari rumah. Jadi jelaslah bahwa sebenarnya isilah yang mencari wadah.
      Sebagai bukti dari uraian di atas, dapatlah dijelaskan bahwa: kematian manusia berarti (raga) ditinggalkan isi (hidup). Bagai pendapat yang mengatakan “wadah terlebih dahulu diciptakan” maka mengenai kematian itu seharusnya wadah mengatakan supaya isi jangan meniggalkan terlebih dahulu sebelum wadah mendahului meninggalkan. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi, apalagi kalau kematian itu terjadi dalam umur muda dimana kesenangan dan kepuasan hidup tersebut belum dialaminya..Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 23:34 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Demikianlah persoalan wadah ini dengan dunia, karena sebelum dunia ini diciptakan (sebagai wadah) maka yang telah ada adalah (isinya) Tuhan YME. Pendapat lain mengatakan kalau sebelum diadakan jalinan rasa maka keadaan masih kosong (awangawung). Tetapi setelah jalinan rasa dilaksanakan oleh pria dan wanita maka meneteslah benih dan apabila benih tadi mendapatkan wadahnya akan terjadi kelahiran. Sebaliknya kalau wadah tersebut belum ada maka kelahiran pun tidak akan terjadi, yang bearti masih suwung atau kosong. Meskipun begitu, “hidup’ itu tetap telah ada demikian pula “isi’, dan dimanakah letak isi tadi ialah pada ayah dan ibu. Maka selama ayah dan ibu masih ada maka hidup masih dapat membenihkan biji atau bibit.Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Huruf La + Pa
      Lapa atau mati atau lampus. Semua keadaan yang hidup selalu dapat bergerak, keadaan hidup tesebut kalau ditinggal oleh hidup maka disebut dengan mati. Sebenarnya pemikiran demikian itu tidak benar, akan tetapi kesalahan tadi telah dibenarkan sehingga menjadi salah kaprah. Sebab yang dikatakan mati tadi sebenarnya bukanlah kematian sebenarnya, akan tetapi hidup hanyalah meninggalkannya saja yaitu untuk mengembalikan semua ke asalnya, hidup kembali kepada yang menciptakan hidup, karena hidup berasal dari suwung sudah tentu kembali ke suwung atau kosong (awangawung) lagi. Akan tetapi sebenarnya dapatlah dikatakan bahwa suwung itu tetap ada sedangkan raga manusia yang berasal pula dari tanah akan kembali ke tanah (kuburan) pula.Lihat Selengkapnya

       

       
       
       
    • Bunda Lia

      WEJANGAN URIP
      Labeting kartiyasa punika… Awit saking pambudayaning gita dursila
      Rinuwat kanthi mrihatini adrenging karsa… Ngubara lan ngumbara miyat dumununging kamitran…. Amangsuli prahara bebendu ageng
      Tan ginayuh hastaning mamilat brata… Wosing rasa kang ginubel graito
      Graitaning karsa, dumununging cipta….. Tan ana angkara…. Tan ana rubeda… Tan ana dursila…. Tan ana tandang duraka.
      Jejer anyar… Gagrak anyar… Titah anyar… Jagad anyar…Sarwa gumebyar… Tan ana kang samar… Tansah suminar… Magilar-magilar
      Anggelar tulusing nalar.
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Budi pinilih, luhur angarih-arih…. Masa wurunga karsaning Jati
      Hangesti drajading titah… Hawya miruda kang kinarsa ing Allah
      Kabeh saka telenging jangkah… Kabeh awit gumelaring pratingkah
      Kabeh ngemu tulusing ibadah…. Ngaminana marang donga kang pinuji
      Kunjuk Ing Ngarsaning Maha Ji… Humangkara… Humangrasa
      Hamungwat trikarsa… Hamungwing baskara… Hamungwing jumantara.
      Ngadep Rabbul Ngalamin….Welasing Gusti… Ingkang Maha Sih.
      Muliha, muliha, muliha… Muliha mring pancardriya… Balia mring panaraga…. Mawanti-wanti, angati-ati… Aja kongsi keri nunggang jung baitagung…. Kang dinayung malaikat hambaruyung…. Dipandhegani dening para nabi…..
      Lihat Selengkapnya

      Rabu pukul 23:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Sinangga mring para wali…. Kinebakan jamna utami
      Mulyaning manusa jati…. Kang pinilih dening Gusti
      Kapilah saking ngalamipun… Awit driyanira mung nyawiji,
      Kabeh kagungane Allah…. Mula aja noleh…. Mula kudu mantheng
      Katuta baitagung… Nyuwuna palilahe Hyang Agung…. Awit kuwi Kagunganipun….. Aja ninggal trapsila… Aja nggugu kersaning pribadi
      Aja dumeh wus katam kitabe… Najan wus apal dongane…. Najan wus guntur sujude… Ning durung kaparingan ridhaning Allah…. Mula dudu rapale, ning atine… Mula dudu wujude, ning lire… Mula dudu jlegere, ning makripate…. Poma, sindukara karaning ronsih… Sawunging swara sawang suwung….
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      Gebyaring gebyur gambyong grambyangan…. Rinakit, rinasa, rapita, retyakaning radya…. Jung, jung baitagung… Wus tinata ambaruyung
      Lir grimis handaridis… Re-rep pantiarsaning resep… tilasing atilas tulus.
      Tlusurana sing tlaten… Anggita gitaning suksma… Andungkap sunaring padhang… Njingglang ngawang-awang…. Hamung sawiji kang kinanthi
      Wahyuning Hyang Widhi, Kang pinuji-puji….Wus pupus barang kalire….
      Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 0:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      PUJINE DINA BADAN NAPAS NAPSU ATI WIJI LAN ANASIRING MANUNGSA PUJINE DINA PITU
      *Dina Ahad ; ya kayu ya kayumu, nabi Adam kang ndarbemni, lakunya tidak boleh nginang sehari semalam, ahad lakune ing surya, kang rumeksa sadina lawan sawengi, malekat limang leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing wulu, teguh ora kena winekang, lan ora katon.
      *Dina Senen ; ya rahmanu ya rahima, nabi’ullah kang ndarbeni, lakune nyegah iwak sadina sadalu, senen uripe ning wulan kang rumeksa sadina lawan sawengi, malekat kawan leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing kulit, teguh kang kena binenggang.
      *Dina Selasa ; ya maliku ya kudusu, nabi Isa kang ndarbeni, lakune apasa sadina sadalu selasa uriping lintang kang rumeksa sadino lawan sawengi, malekat tigang leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing bebayu, angumpulake cahya kabeh.
      *Dina Rebo ; ya kabiru ya muntaha, pepitu uripipun nabi Ibrahim kang ndarbeni, lakune nyegah toya sadina sadalu, rebo bumi uripira kang rumeksa sadina lawan sawengi, malekat pitung leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing daging, teguh tan kena winangenan..
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      ‎* Dina Kemis ; ya ngalim ya ngalimu, wewolu uripipun, nabi Idris kang ndarbeni, lakune nyegah uyah sadina sedalu, kemis dahana uripnya, kang rumeksa sadina lawan sawengi, malekat wolung leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing otot, teguh sajege urip.
      * Dina Jumungah ; ya kafi ya muqni, ya enem uripipun, nabi Rasul kang ndarbeni, lakune nyegah pangan sadina sadalu, jumungah lakune barat, kang rumeksa sadina lawan sawengi, malekat leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing bebalung, sekti mandraguna.
      * Dina Saptu ; ya fatah ya rajah, sesanga uripipun, nabi Iskhak kang ndarbeni, lakune datan mendra, sadina sadalu, saptu uripe ing toya kang rumeksa sadina lawan sawengi, malekat sangang leksa.
      Kuwasane : lungguhe ing sumsum, angumpulaken sakehing rasa kabeh.
      * Dina pitu lakon solan salin, mung sadina sawengi salinnya, pan akatah supangate, sarta anganggo laku lakunira solan salin, puji lan nabirira, myang cecegahipun apa kajate tinekan, lan malati ora kena den langkahi wayangane kang maca…
      Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 0:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      PUJINE BADAN
      Pujine Utek : ” Rasulun Rabbil’alamiin “….. Kuwasane luput tujuh teluh dadi tawar…. Pujine Kuping tengen : ” Alliyatan ilahu rabbi ‘umum “.
      Kuwasane ngilangake bilahi kabeh….. Pujine Kuping kiwa : ” Samikna wa ‘atakna guprana karabbasa wa’llekal massiir “…. Kuwasane ngilangake pakewuh kabeh…. Pujine Sirah : ” Padaraktum “.
      Kuwasane nglerebaken kang sarwa galak kabeh.
      Pujine netra : ” Kudusun rabbana wa rabbul malaikatu wa ruh “.
      Kuwasane kinaweden dening wong lanang wadon .
      Pujine napas : ” Haplil palubuti ngalla yasin “.
      Kuwasane kinasihan wong sajagad kabeh.
      Pujine Gigir : ” Nawaitu minal kibari pibigalikad hapika karja “.
      Kuwasane teguh timbul….
      Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 0:13 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Pujine Otot : ” Parekun parekanun wa’ljannatun nangimum cipta katon cipta ora katon “ Kuwasane amurba ora katon…. Pujine Awak kabeh : ” Inna fatokna iakafakan mubinin ” lamun arep malebu ing omah
      Kuwasane slamet rahayu…. Pujine Ati : ” Nasrun minallahi wa patekun karibun wa kasiril mukminin “… Kuwasane awake katon gede.
      Pujine Amperu : ” Layastakli panahum “…. Kuwasane kinawedan dening wong tur bagus rupane kang muji…. Pujine Sikil : ” Sari mal maruna “
      Kuwasane ora katon….. Pujine Pepusuh : ” Fasayakfikahumullahu, wahuwassami’ul ‘aliim “….Kuwasane luput senjata tawa.
      Pujine Dalamake : ” Sangan sangun yuhyi wayumitu wahuwa allah lakuli sekkin katdir “Kuwasane betah lumaku lan lumayu….
      Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 0:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      PUJINE NAPSU PATANG PRAKARA
      – Lawwammah, iku af’aling urip, rupane ireng, plawangane cangkem, dununge ing waduk, pujine ; ” Ya Hu…Ya Hu “, iku sapurnaning cipta lan ripta.
      – Amarah, iku asmaning urip rupane kuning, plawangane ing kuping, dununge ing jantung, pujine ; ” Ilah…Ilah “, iku sampurnaning sir lan angen-angen.
      – Supiyah, iku sifating urip rupane ijo, plawangane ing irung, dununge ing amperu, pujine ; ” Imanahu …Imanahu “, iku sampurnaning osik lan meneng.
      – Muthmainah, iku Dzating urip, rupane putih, plawangane ing mata, dununge ing pepusuh, pujine ; ” Hu…Hu…Hu “, iku sampurnaning budi lan rasa.
      Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 0:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      PUJINE NAFAS PATANG PRAKARA
      1. Napas, iku tetalining urip, iya tetalining ruh, rupane ireng, plawangane Af’alullah, dununge ing lesan, pujine ; ” Laa ilaha ilallaah “, iku sampurnaning kulit daging.
      2. Tanapas, iku pamiyarsaning ruh, rupane kuning, plawangane Asma’ullah, dununge ing kuping, pujine ; ” Allahu… Allahu “, iku sampurnaning balung lan otot.
      3. Anpas, iku panggonaning ruh, rupane ijo, plawangane Sifatullah, dununge ing gigir, pujine ; ” Allah…Allah “, iya iku sampurnaning geting lan sumsum.
      4. Nupus, iku paningaling ruh, rupane putih, plawangane Dzatullah, dununge ing netra, pujine ; ” Ya Hu…Ya Hu “, iku sampurnaning pangawasa lan napsu…
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      PUJINE ATI PATANG PRAKARA
      1. Ati Sanubari, iku wisesaning rasa, rupane ireng, plawangane kaharullah, dununge alam sulpil, pujine ; ” Allahu…Allahu “, iku sampurnaning pangucap.
      2. Ati Maknawi, iku purbaning rasa, rupane kuning, plawangane kamahullah, dununge alam sulbi, pujine ; ” Allah…Allah “, iku sampurnaning pamiyarsa.
      3. Ati Siri, iku sampurnaning rasa, rupane ijo, plawangane jalahullah, dununge alam topek, pujine ; ” Hu…Hu…Hu “, iku sampurnaning pangambu.
      4. Ati Pu-at, iku sirnaning rasa, rupane putih, plawangane jamalullah, dununge alam sabit, pujine ; ” Annalkaka … annalkaka “, iku sampurnaning paningal…
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia

      PUJI WIJINING MANUNGSA
      1. Wadi iku rupane abang, kadadiyane getih-kita, pujine ” Layakrifu ilallaah “
      2. Madi iku rupane kuning, kadadiyane banyu-kita, pujine ” Lamakbuda ilallaah “
      3. Mani iku rupane ijo, kadadiyane penguwasa-kita, pujine ” Lamujuda ilallaah “
      4. Manikem iku rupane putih, kadadiyane cahya-kita, pujine ” Layatkuru ilallaah “
      PUJINE ANASIRING MANUNGSA
      1. Asal Bumi, rupane ireng, kadadiyane wujud- kita hakikate Dzatira, iku dadining kulit daging, pujine…” Waashadu anna Muhammadarasulullaah “
      2. Asal Geni, rupane kuning, kadadiyane nur-kitasifatira iku, dadine otot, balung, pujine…” Ashadualla ilaha illallaah “
      3. Asal Angin, rupane ijo, kadadiyane ilmu-kita af’al iku, dadining panguwasa, pujine…” Lasariikalaahu lailaha illallaah ”
      4. Asal Banyu, rupane putih, kadadiyane suhud-kita, hakekate asmanira, iku dadining geting lan sumsum, pujine…” Sahitna ‘ala anpusina wa sbit ‘indana innahu lailahaillahuwa. ”
      Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 0:48 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Ya salam…..alhamdulillah….shollu ‘ala nabi Muhammad…..

      Kemarin jam 0:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Agus Aan Pri Putranto Wilujeng subuh Bunda, Para Sesepuh, Pinisepuh & Sedherek..

      Rahayu..

      Kemarin jam 2:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Rahayu… benar adanya… damai dalam berbudi luhur… Rahayu…3x

      Kemarin jam 7:37 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kakang Prabu Anom menyukai ini.
    • Eko Susanto Amiiiiin……. Amin Ya Rabb’……………….. Maturnuwun Sanget Wedaranipun Bunda Lia…….. Salam Bekti Dan Kasihku Selalu…….. (I Love U Mom)

      Kemarin jam 7:50 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bayi Sehat alhamdulillah terima kasih atas pengetahuan yang bunda berikan untuk kita semua 🙂

      Kemarin jam 9:30 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.

  • Tulis komentar…
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Oktober 21, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: