Mengenal Tokoh “SEMAR“ Hari Ke 2

Mengenal Tokoh “SEMAR“ Hari Ke 2 

( Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul ) http://www.songgobuwono.com/semar.html

oleh Bunda Lia pada 14 Oktober 2011 jam 18:43
 
Mengenal Tokoh “SEMAR“ 
 ( Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul )  
http://www.songgobuwono.com/semar.html 

Bahasa Pewayangan MAYA adalah sebuah cahaya hitam… Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
v  Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
v  Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
v  Yang bukan dikira iya.
v  Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.

Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.
Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:

Ø  tidak pernah lapar
Ø  tidak pernah mengantuk
Ø  tidak pernah jatuh cinta
Ø  tidak pernah bersedih
Ø  tidak pernah merasa capek
Ø  tidak pernah menderita sakit
Ø  tidak pernah kepanasan
Ø  tidak pernah kedinginan

Kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.

Filosafi SEMAR

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra – Membangun sarana dari dasar
Naya – Nayaka – Utusan ,rasul
Yang berarti …. Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Javanologi : Semar – Haseming samar-samar
Harfiah      : Sang Penuntun Makna Kehidupan
Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik”.


Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.
Rambut semar “kuncung” /jarwadasa/pribahasa jawa kuno maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung – sebagai kepribadian pelayan. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.

Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas /sang Khaliq  yang maha pengasih serta penyayang umat”.

Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah /untuk menuntun manusia agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi.
Ciri sosok semar adalah
– Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
– Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
– Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
– Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
– Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya

Situasinya jelas suasana yang `chaos’ dan ditandai gunung meletus, bukit ambrol …….  dan panggeblug yang datang…..

Di cerita Ramayana atau Mahabarata versi asli, tokoh Semar tidak dikenal. Semar adalah tokoh pewayangan ciptaan pujangga lokal asli jawa, di Jawa Tengah Semar punya anak, Petruk, Gareng, dan Bagong, pindah ke Jawa Timur, anak semar tinggal satu yaitu Bagong, dan Bagong sendiri punya anak namanya Besut, sedang kalau pindah ke Jawa Barat, anak Semar menjadi Cepot, Dawala dan Gareng. Ada banyak versi garis keturunan Semar, baik garis keatas ke para leluhur, maupun ke bawah garis anak -cucu.

 


SukaTidak Suka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · Hapus

    • Aby Airbyon Bunda tanya saya pernah dengar dr almrhum embah kakung tentang semar mesem apakah itu ciptaan manusia atau sbuah ilmu trun temurun?
      14 Oktober jam 18:57 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Nur Santi Bhumi Ningtyas
      Tokoh pewayangan yang patut diacungi jempol Bunda..matur nuwun…sugeng dalu..Bun, ugi sedaya.
      14 Oktober jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Muhammad Kromo Sagirat Trim’s Bunda atas tambahan pengetahuanya..
      Salam kasih..
      Rahayu..
      14 Oktober jam 19:10 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Yopi Ajah Dech · 3 teman yang samaMemuat…
      makasih kisahnya …..duh jd pingin tahu kisah2 wayang nech
      14 Oktober jam 19:10 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Ian Sofian bunda tokoh eyang semar seru jg y……….
      14 Oktober jam 19:16 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he Jeng Aby Airbyon sayang… itu berupa ajian atau mantra sayang…
      14 Oktober jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Nur Santi Bhumi Ningtyas… salam sayangku selalu….
      14 Oktober jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Muhammad Kromo Sagirat kadangku kang kinasi malam salam kangen selalu…
      14 Oktober jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Yopi Ajah Dech makasih ya atas sambutannya…. ya … selamat malam salam kasih selalu…
      14 Oktober jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Ian Sofian he he he selamat mengikuti… salam kasih selalu..
      14 Oktober jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Anom selamat malam Bunda… juga semua yang hadir… silahkan dilanjut bun wedarannya…
      14 Oktober jam 19:19 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Ian Sofian tokoh eyank semar perlu ditauladani………..
      14 Oktober jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Selamat malam Kakang Prabu Anom… salam kasihku selalu…
      14 Oktober jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Betul sekali mas Ian…
      14 Oktober jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Lhaaaa ternyata Semar tak berkelamin tapi punya anak ?
      Mmg siapa pencipta tokoh Semar ya Bunda
      14 Oktober jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Bunda lia iki kira kira tak rapalne semar mesem kira apa mempan ya,..he..2x sugeng dalu bun, bagyo pecel.
      14 Oktober jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aby Airbyon Trus adakah hubungannya dgn eyang semar sendiri Bunda?
      14 Oktober jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Bunda Lia dan seluruh keluarga besar yg hadir…
      Bunda saya sekarang ge di kampung halaman gak di Medan saya nyimak Bunda,

      salam Mama, abang senioran saya dan keluarga besar utk Bunda dan keluarga besar songgo buwono…. Rahayu…

      14 Oktober jam 19:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
       
       

       
       
       
       
    • Bunda Lia Tipologi Semar dalam mitologi jawa adalah seorang penasehat, dalam perang Baratayuda versi asli penasehat pendawa adalah Kresna seorang, tapi dalam wayang jawa penasehatnya tambah satu Semar. Dalam cerita Ramayana Semar berperan sebagai pengasuh keluarga Sri Rama. Jadi nampaknya Semar ada dimana-mana . Dalam karya sastra jawa Semar bukan rakyat jelata, Semar adalah penjelmaan Batara Ismaya , kakak Batara Guru raja para dewa….
      14 Oktober jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nah mas Aring… ha ha ha ya itu ada pakarnya semar Mas Subagyo Ucok tanya pada saudaraku yg satu ini… pasti terjawab….
      14 Oktober jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Subagyo Ucok dengan senang hati…. monggo…
      14 Oktober jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arya Sudarmanto Mau tanya bunda?Apa benar yg memberi nama wisang geni itu semar,trima kasih sebelumnya….
      14 Oktober jam 19:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Monica Caroline
      hmm. .mbhnuwun bnd tersayang. .
      Ini sngt manfaat buat pangeling eling. .bhw manusia sbg abdi Allah n memiliki keterbatasan dlm sgl hal, hrs bs menjlni dg se baik”nya n berusaha agar selaras dg sgl perintahNya..
      Slm kshqu sll..mg ketentraman tetap bersemayam..
      Rahayu..rahayu..:)
      14 Oktober jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tokoh Semar adalah perlambang kebijakan wong cilik, karena perannya sebagai pengasuh, abdi, batur atau rewang tetapi sisi lain nya Semar dengan maha kesaktian mampu mengalahkan dewa, bisa jadi ini adalah cara orang jawa menjelaskan konsep adagium latin yang sangat kesohor …Vox populi vox dei…. suara rakyat adalah suara Tuhan. Artinya penguasa, pengendali aturan, yang tidak mendengar suara rakyat maka tinggal tunggu waktunya dia akan dikutuk Tuhan….
      14 Oktober jam 19:53 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Sawung Sariti met mlm..
      Monggo lanjut, kulo namung nderek nyimak mwon..
      14 Oktober jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Figur Semar selalu melambangkan dua sisi yang saling berlawanan, ini bisa jadi menjelaskan akan keluasan karakter semar mewakili rakyat, coba perhatikan figur Semar dengan kuncung nya, dia melambangkan kanak-kanak, namun wajahnya sangat tua…Mulutnya tertawa tapi matanya selalu menangis, Semar berdiri sekaligus jongkok. Dalam perilakunya Semar tidak pernah menyuruh, namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya. …Ya dialah Semar satu figur dengan dua karakter, kawula sekaligus dewata….
      14 Oktober jam 19:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok Ingsun matak ajiku si semar mesem, mut-mutaku inten cahyane manjing pilinganku kiwa lan
      tengen, sing nyawang kegiwang, apa maneh yen sing nyawang kang tumancep kumanthil ing
      telenging sanubariku.. ya iku si djabang bayi……..teka walas teka asih saking kersaning Allah,

      LIr ilir tandure wus sumilir tak ijo royo royo,..tak sengguh temanten anyar…..

      14 Oktober jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Bagaimana dengan Semar sang superhero ala jawa ini ?, apa senjata pamungkasnya ?, maaf, kentut…, senjata pamungkas yang bisa jadi tak pernah terpikir oleh pencipta superhero lain di seluruh dunia. Kentut Semar jadi senjata pamungkas yang digunakan ketika seluruh kesaktian pandawa tak mempan melawan musuhnya. Kentut Semar konon tidak untuk membunuh, kentut semar menyadarkan. Meski mempunyai senjata yang ampuh, namun Semar bukan typikal pengumbar kentut, dia melepaskannya hanya ketika, seorang Semar harus mengingatkan adanya kesewenangan, dan adanya penyimpangan akan pakem. Menarik untuk disimak pemikiran sang pujangga lokal pencipta tokoh Semar, menempatkan kentut sebagai senjata utama Semar, bisa jadi itu bagian budaya jawa, yang para Raja-Rajanya penuh aturan yang kaku, namun rakyatnya bebas guyon mentertawakan diri sendiri, apalagi yang bisa lebih bebas dibicarakan tanpa aturan dibanding ketika membahas persoalan senjata pamungkas Semar ini ….????Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Aby Airbyon say… ikuti terus ya sayang lov u…
      14 Oktober jam 20:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Aby Airbyon iya Bunda menarik bget sifat2 eyang semar
      14 Oktober jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Joko Lelono sumonggo dipun lajengaken malih bunda entukipun medar ringgit purwo kulo tansah nyimak.hanamung kulo pesen kalih fans fb.bilih kirang sreg nyuwun pangapunten.ampun damel dredeh.kito manungso nggadahi raos,kedahipun gadah rasa soho rumongso.tansah eling lan kinelingan.
      14 Oktober jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arya Sudarmanto, he he he aku dengar mas Arya yang ngasih he he he…. selamat malam mas salam kasih kok baru muncul …. ikuti terus mas…. nanti akan sampai…. ikuti terus ya mas sampai selesai dalam 27 hari kita wedar….
      14 Oktober jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Malam bunda
      Gimana kbr disana,
      Bimbingan, ajaran, jg petunjuk bunda tetap kami harapkan.
      14 Oktober jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Monica Caroline… selamat malam sayangku… makasih ya sudah ikut membaca….
      14 Oktober jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Sawung Sariti selamat malam salam kasih mas…
      14 Oktober jam 20:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Subagyo Ucok ha ha ha ha …
      14 Oktober jam 20:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jeng Aby Airbyon he he he ya sayangku…
      14 Oktober jam 20:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok monggo pun wedaranipun dipun lanjut dalem medangetaken,..Bun,.
      14 Oktober jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he kadangku kang kinasih Mas Joko Lelono… Rahayu3x salam kasih selalu… salam sayang untuk keluarga ya…
      14 Oktober jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aiman Yiman… terimakasihku mas… semoga ada manfaatnya… salam kasihku…
      14 Oktober jam 20:21 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      ”Semar sedang kentut, dan menebar aroma tak sedap kemana – mana, kentut yang tidak membunuh tapi mengingatkan…. Sebagai orang jawa saya faham benar bagaimana filosofi Semar menyampaikan pesan.
      Begitulah cara Semar sebagai rakyat (jawa) mengingatkan, ketika melihat mulai ada ketidak beresan, dia diam meskipun ”mbathin”, jika ketidak beresan terus ada, dihadapan sang penguasa, Semar akan tetap membungkuk takzim, meski sisi lainnya Sang Semar kentut. Kentut pengingat. Jika penguasa tetap tak menyadari nya, maka Sang Semar akan makin sering menebar kentutnya, hingga memenuhi ruang dengan aroma tak sedap….Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 20:26 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Joko Lelono atur gungengeng panuwun bunda. mugi2 kito tansah pinaringan karahayon,
      14 Oktober jam 20:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Makasih kembali bunda,
      Mg bunda tetap ada semangat tuk meberikan smua pda kami2 yg kurang dlm pengetahuan.
      14 Oktober jam 20:27 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Mbah Jocker Mtr nwn bunda…sugeng ndalu salam rahayu mwn kgm bunda… monggo dipun lajengaken… klo nderek nyimak mwn…
      14 Oktober jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Suami-istri Semar, yg laki2 Ki Lurah Semar Badranaya Sekartiningrat dan yg perempuan Ibu Ratu Siti Nuragen Badranaya Sekartiningrat mungil dan cantik mengalahkan kecantikan bunda Lia …
      14 Oktober jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda lan sdoyo kdang knasih engkang sami rawoh nyimak wdaran Ibunda, ananda Hadir derek nyimak Ibundaaaa…
      14 Oktober jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kakang Prabu Anom menyukai ini.
    • Bunda Lia
      Semakin tak diindahkan, semakin sering Semar kentut, semakin sering kentut, matanya semakin berair, bahkan lama-lama Semar menangis suaranya menyayat hati. ”le…le..le.., lha dalah…lha dalah…” sambil kepala mengeleng geleng, seperti batinnya menolak sesuatu, tangan kiri mengacung-acung ke atas menunjuk ke langit, seolah mengingatkan, diatas ada yang Maha Tunggal, dan tangan kanan menunjuk kebawah, seolah menunjuk ke bumi, memberi penjelasan banyak kawula di belantara bumi, sehingga janganlah menjadi menara gading, penuh bangga namun sendirian, tak membumi, tak dikenal kawula.Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Joko Lelono he he he matur nuwun mas… yang penting aman… tidak ada tokoh Sengkuni….
      14 Oktober jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aiman Yiman… Insya’Alloh mas salam kasih selalu…
      14 Oktober jam 20:31 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mbah Jocker pamuji Rahayu mas… he he he salam kangen ya mas… doakan tidak ada Sengkuni hari ini…
      14 Oktober jam 20:32 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ha ha ha ha ha Mas Kanjeng Romo Joko Suryo ha ha ha ha … po iyo…
      14 Oktober jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Misterr Jeans Sang Kinasih selamat malam mas salam kasih penuh kangen we…
      14 Oktober jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Mbah Jocker Slm kangen ugi bunda…njih insya4jji mugi2 sengkuninìpun dipun dukani kalihan eyang semar lan mbtn wantun medal2…
      14 Oktober jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dan ketika sang penguasa tetap juga tidak mendengar, mata sang Semar tak bisa lagi melihat dengan jernih lantaran dipenuhi air mata, Semar akan mengamuk. Kalau Semar sudah mengamuk, siapa lagi yang mampu menghentikannya? , Semar bisa tidak peduli lagi aturan tatakrama yang berlaku, bahkan Dewa pemegang kendali aturanpun, tak kan mampu menghentikannya…..Ah Dulur…., adakah dulur mencium aroma kentut semar..?, adakah dulur dengar tangis Semar yang menyayat hati…?, semoga Semar tidak mengamuk….. sehari-hari ini dulur merasa mulai sesak dengan aroma tak sedap, jika hari-hari ini hati dulur terasa sedih ”mendengar”, tangisan yang menyayat, berbahagialah…. dulur masih punya nurani, konon kata pak dalang, hanya orang yang punya nurani yang bisa melihat kehadiran Semar.
      ”Le…le…le….,lha dalah…lha dalah……”
      Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 20:39 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Joko Lelono njiih bunda menawi kados makaken raos saged tenang.sumonggo kalih dipun sambi kopi nipun bunda.
      14 Oktober jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Salam kangen ugi Ibunda.. Monggo kalajengaken wedaranipun…
      14 Oktober jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Joko Lelono mendoanipun njih mas… ampun kesupen xxixixixiixiixixi
      14 Oktober jam 20:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiiiin….. Selamat Malam Bunda Lia, Terimakasih Banyak Kiriman Tag Nya Bun….. Smoga Bunda Lia Beserta Seluruh Keluarga Besar Songgo Buwono Selalu Sehat Wal’afiat Dan Dalam Lindungan-NYA….. Sukses Selalu….. Amiiiin.. Amin YRA…. Salam Kasih Dan Ta’dhim…. Rahayu
      14 Oktober jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga…..Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 20:50 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Joko Lelono njiiih tesih kemetan thoh bunda…insya Alloh mbenjing menawi wonten acara kulo sangu mendoan.hehehe…
      14 Oktober jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Nderek langkung….
      14 Oktober jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta…. Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan….Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Sugeng ndalu Bunda ..kulo nderek nyimak mawon …
      14 Oktober jam 21:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kakang Prabu Anom menyukai ini.
    • Aby Airbyon Lanjut sampai selesai Bunda
      14 Oktober jam 21:21 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo
      Ngarang crita dikit hehe … nama Semar ada 313 + 1 (yg satu ini perempuan) dinamakan Pasukan Panji-panji HITAM, di akhir jaman benar2 akan muncul memberantas angkara murka … tp sesungguhnya 314 ini wujud dhohirnya BESI dan adanya hanya di pulau Jawa (di malaysia, bruney, phlipina apa lg india dst tdk ada disana?)ditempa dlm bentuk gaman/keris? dan semar adalah pemilik/penguasa harta2 nusantara untuk mercusuar dunia yg sdg diperebutkan manusia dan juga pemilik benua atlantis yg hilang? dalilnya (dicocok2in aja deh biar klop) “3 khalifah berperang berebut harta simpanan ka’bahmu, tp 3 khalifah tdk mendapatkan sampai datang pasukan panji-panji hitam dari timur, hatinya bgkn KEPINGAN2 BESI, barang siapa melihatnya datangi dia walaupun merangkak di atas salji, ditengah2 pasukan itu ada al-mahdi (petunjuk)”. Goro2 sdg berjalan di seluruh dunia menanti datangnya kejayaan nusantara … maaf ini pendapatku hehe …Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 21:24 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Aswin Der menyukai ini.
    • Kgph AdiPati sugeng sumanar candra purnamasidi, nggih, Bunda Lia..dalah para kadhang kinasih.. mugi sedaya pinanggih bagya mulya raharja, sairing pangestunipun Gusti Kang Maha Murba Wisesa… slm tresna asih, nuwun,… rahayu
      14 Oktober jam 21:47 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Semar sebelum turun ke dunia (di alam kadewatan atau alam cahaya) punya anak yg bernama Pangeran Matahari atau Jaka Surya … betul atau tdk bunda Lia hehe …
      14 Oktober jam 21:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Selamat Malam Saudaraku Kanda Joko Lelono, Kanda Sidoel Soedron, Kanda Tukribo Budiharto, Mbak Aby Airbyon….. Semuanya….. Salam Kasih Dan Damai Dihati……..
      14 Oktober jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Kanjeng Romo Joko Suryo
      Dalam serat darmogundul maksudku gandul … Sabdo palon bernama Semar? Siapa sabdo palon/semar? Semar itu asma atau nama … “coba tunjuk bunda Lia itu yg mana”? jika bunda nunjuk dada, tangan, kepala dst … itu bukan bunda Lia!!! hampir semua tubuh bunda punya nama sendiri2 … jadi bunda Lia yg mana?!! ya tdk ada cuma nama, akan tetapi dgn adanya nama pasti ada pemilik nama … itulah artinya Semar, ada-tiada, tiada tp ada, namanya meliputi adanya samar … qiqiqi … Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Kawulo Alit menyukai ini.
    • Kanjeng Romo Joko Suryo
      Gantian ku jd dalang gantiin bunda, honornya buat bunda aja deh hehe … Singkat crita, sangyang ismoyo ngejowantah ke arcapadha msk ketubuh Semar, ia dikejar2 oleh 2 harimau. Semar lari sipat kuping ketakutan, masuk ke padepokan resi Manumanasa. 2 harimau diruwat oleh mas resi, ternyata penjelmaan bidadari, cantiknya ngalahkan bunda Lia (ah moso iyo sih) akhirnya masing2 jd istrinya mrk. sejak itu semar mengabdi kpd resi tsb. Ada 2 versi cerita ttg semar, aku crita yg pertama aja deh, ktk sanghyang ismoyo mau turun ke bumi, beliau minta ditemeni sbg saksi, maka di ciptakanlah Bagong sbg kembaran nya (wadah/badan) semar Bagong sbg wadah (lahir) dan semar sbg bayangannya (bhatin), kelak akhir jaman mrk punya tugas yg diceritakan dlm karya sastra sbb “ana bocah kembar, Kuncung (Semar) kalawan Gombak (Bagong), yg pertama bersenjatakan lidi lanang arep nyapu dunia dan yg ke dua bersenjatakan batok bolong arep nawu samudra dst … Lihat Selengkapnya

      14 Oktober jam 23:08 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Ismangil Ibrahimovic dimanakah domisili eyang ismoyo berada skrg?
      15 Oktober jam 2:50 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Indra Kurniawan adakah dulur dengar tangis Semar yang menyayat hati..(SAYA MENDENGAR) moga Semar tidak mengamuk…(APAKAH SEMAR AKAN MENGAMUK……(YA))
      15 Oktober jam 3:14 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna…Lihat Selengkapnya

      15 Oktober jam 3:41 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Batara Semar atau Batara Ismaya, yang hidup di alam Sunyaruri, sering turun ke dunia dan manitis di dalam diri Janggan Semarasanta, seorang abdi dari Pertapaan Saptaarga. Mengingat bahwa bersatunya antara Batara Ismaya dan Janggan Semarasanta yang kemudian populer dengan nama Semar merupakan penyelenggaraan Illahi, maka munculnya tokoh Semar diterjemahkan sebagai kehadiran Sang Illahi dlam kehidupan nyata dengan cara yang tersamar, penuh misteri…Lihat Selengkapnya

      15 Oktober jam 3:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Riel Sastera · Berteman dengan Muhammad Kromo Sagirat
      semsr hebst ya mbak,mudah bsk di alam kita tumbuh 1000 semar,maka amanlah dunia ini.he..he..he..
      15 Oktober jam 4:28 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Harya Teja Wilujeng bund : lajeng menawi Hyng Wenang kaliyan Hyg Wasis niku sinten jih
      15 Oktober jam 10:00 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Yuyun Yuwonowati Priyono Gng Srandil ?ada Semar Bund. ?
      Rabu pukul 4:56 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Bunda Lia Aku dah sering ke sana mbak Yuyun… salam kasih sayangku selalu.
      beberapa detik yang lalu · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Oktober 21, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: