Mengenal Tokoh SEMAR Hari Ke 4

Mengenal Tokoh SEMAR Hari Ke 

http://www.songgobuwono.com/semar.html

(Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul)

oleh Bunda Lia pada 16 Oktober 2011 jam 18:14
 
Perubahan Anda sudah disimpan.
SEMAR (Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul) 
Anak yang baik perlu berbakti kepada orang tua. Orang tua merupakan pribadi yang paling berjasa atas diri seseorang. Ki Nartosabdo menasehati dalam lagunya Dumadi :


Ki Narto Sabdho

Sangkaning dumadi
wit purbaning Hyang Widhi
rama ibu dadi lantaran tumuwuh
iku pantes bektenana
aja nganti padha lena
Cenger-cenger budi ngayang-ayang
wiwit nembe lahir
rama ibu datan kendhat
dennya ngupakara
mrih sampurnaning dumadi
Asal usul kehidupan
karena kehendak Tuhan
bapak ibu itu jadi sarana hidup
itu pantas kau berbakti
jangan sampai terlupakan
Sejak dalam kandungan
begitu dilahirkan
bapak ibu tiada henti
olehnya merawat
supaya hidup sempurna
Siang malam bapak ibu berusaha untuk melayani kesejahteraan anaknya. Biaya untuk membesarkan anak-anaknya tidak sedikit. Kerja keras membanting tulang dilakukan biar keluarganya tercukupi. Sungguh tidak dapat dimengerti kalau seorang anak menghina orang tuanya, hanya karena si anak itu telah memperoleh sukses hidup. Itu namanya kacang lupa akan kulitnya. Anak durhaka tidak akan pernah tenteram kehidupannya.
Mocopat
“Anenggih ingkang cinarita duking nguni ing Nagari Pancoloradyo yo Cempolorejo Sang Prabu Dripada mrihatosaken ingkang putra mijil putri Dewi Roro Srikandi supados antuk jatu kromo satriyo panungguling jagad lajering bawana mustikane priyo ingkang sejati. Tanggaping cipta lan sasmita pakartine ingkang rama Prabu Drupada Dewi Srikandi ambudidaya meguru olah kridaning warastra pangembating gendewa. Yo ing ngriku Sang Woro Srikandi meguru manah. Kinarya dados sarana batalipun daup kalihan Sang Prabu Jungkung Mardiyo. Satemah panggrahitanipun Sang Prabu Drupada adalah para sentanane negari, tinarka bilih Dewi Woro Srikandi uncat saking negeri Pancala.”
Masih banyak masyarakat Indonesia yang mengira bahwa Semar adalah ciptaan Sunan Kalijaga. Pendapat tersebut amat keliru karena membaca atau mendengar dari sumber yang salah, atau sengaja memutar balikkan fakta. Tokoh Semar sudah ada pada zaman Pra Islam. Tokoh Semar pertama kali ditemukan dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit berjudul Sudamala. Selain dalam bentuk kakawin, kisah Sudamala juga dipahat sebagai relief dalam Candi Sukuh yang berangka tahun 1439.
Dalam catatan kemarin, Semar atau lengkapnya Kyai Lurah Semar Badranaya adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah kisah Mahabharata dan Ramayana. Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut yang berbahasa Sansekerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa.
Pada zaman berikutnya, ketika kerajaan-kerajaan Islam berkembang di Pulau Jawa, pewayangan pun dipergunakan sebagai salah satu media dakwah. Kisah-kisah yang dipentaskan masih seputar Mahabharata yang saat itu sudah melekat kuat dalam memori masyarakat Jawa. Salah satu ulama yang terkenal sebagai ahli budaya, misalnya Sunan Kalijaga. Dalam pementasan wayang, tokoh Semar masih tetap dipertahankan keberadaannya, bahkan peran aktifnya lebih banyak daripada dalam kisah Sudamala.
Dalam perkembangan selanjutnya, derajat Semar semakin meningkat lagi. Para pujangga Jawa dalam karya-karya sastra mereka mengisahkan Semar bukan sekedar rakyat jelata biasa, melaikan penjelmaan Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru, raja para dewa.Terdapat beberapa versi tentang kelahiran atau asal-usul Semar. Namun semuanya menyebut tokoh ini sebagai penjelmaan dewa.
Dalam naskah Serat Kanda dikisahkan, penguasa kahyangan bernama Sanghyang Nurrasa memiliki dua orang putra bernama Sanghyang Tunggal dan Sanghyang Wenang. Karena Sanghyang Tunggal berwajah jelek, maka takhta kahyangan pun diwariskan kepada Sanghyang Wenang. Dari Sanghyang Wenang kemudian diwariskan kepada putranya yeng bernama Batara Guru. Sanghyang Tunggal kemudian menjadi pengasuh para kesatria keturunan Batara Guru, dengan nama Semar.







Tidak SukaSuka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · Hapus

    • Golden Diamond Selamat Malam Bunda Lia
      16 Oktober jam 18:17 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Hardi Muljodihardjo alhamdulillah; matur nuwun sambungan pencerahan sang BODRONOYO. Sugeng dalu n sugeng istirahat.
      16 Oktober jam 18:27 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Indra Kurniawan apakah semar sudah ada sebelum agama hindu dan budha menancapkan pengaruhnya di jawa.
      16 Oktober jam 18:39 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Indra Kurniawan atokah semar lahir bersamaan dengan adanya agama hindu/budha ada di jawa.
      16 Oktober jam 18:42 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm Ibundaq tercinta.. Smoga ksehatan kan slalu di berikan pd Ibunda agar bs trs memberikan wedaran dan mendo,akan pd sesama.. Salam kasih dan kangenq slalu.
      16 Oktober jam 18:43 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Golden Diamond salam kasihku selamat malam dik….
      16 Oktober jam 18:47 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Hardi matur sanget nuwun kerso rawuh …. sugeng dalu mas…
      16 Oktober jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Indra Kurniawan… sabar njih mas mangke lah tekan mriku judule… he he he
      16 Oktober jam 18:48 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminn makasih doa kesehatan dan keadaanku mas Misterr Jeans Sang Kinasih terkasih… met malam kemana saja hari minggu bersama keluarga mas…??? Salam buat anak2 mas Jeans
      16 Oktober jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Golden Diamond bunda itu beliau siapaa ?
      16 Oktober jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Golden Diamond SHANG HYANG BHATARA ISMAYA ( SEMAR/SAMAR )
      16 Oktober jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Indra Kurniawan tambah pertanyaan lagi heheeh (adakah orang jawa beragama sebelum agama hindu/budha mencengkeram orang jawa)
      16 Oktober jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Mbah Jocker Mtr nwn bunda…
      16 Oktober jam 18:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam BundaLia dan sahabatku terkasih semuanya, salam kasih selalu, rahayu.
      16 Oktober jam 18:58 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Walah mas Indra Kurniawan… Jaman dulu mana ada Agama … karena Jaman Dewata Cengkar… ingat Jawa ada 2 Gejawan dan Gejawen… wahhh … mas nanti saja dibahas… SEMAR dulu Ok.
      16 Oktober jam 18:58 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Golden ikuti saja ya….
      16 Oktober jam 18:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Arya Kamajaya Selamat malam Bunda Lia… smga sehat selalu… salam kasihku selalu… monggo dilanjutkan… nyimak….
      16 Oktober jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mbah Jocker malam mas salam kangen wae….
      16 Oktober jam 18:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Muhamad Mukhtar Zaedinselamat malam mas salam cinta kasihku untuk Nayaku ya mas…
      16 Oktober jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arya Kamajaya hemmmm malam mas salam kasih…
      16 Oktober jam 19:00 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam yg terkhusus buat Kangdullah seorang. dimana dirimu? aku tunggu di soko cedak regol, aja klalen kopi ya?
      16 Oktober jam 19:03 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Sugeng Ndalu Bunda Lia,………. Terimakasih Banyak Kiriman Tag SEMAR Nya Yg Indah Bun…….. ALHAMDULILLAH….. AMIIIIN…. Dalem Sampun Nyampai BLORA Dengan Selamat Bun…….. Terimakasih Banyak Doanya Ya Bun….. Hemmm….. He.he.he Juga Oleh Olehnya…. Menjadi Berkah Tetangga2 Ikut Menikmatinya Bun…… Insya’allah Barakkahuallah Bun….. Amiiin… Amin Ya Rabbal Alamin……… Sembah Nuwun Injih Bunda Lia….. Salam Kasih Sejahtera Dan Ta’dhim Dari Kami Sekeluarga Besar Di BLORA Untuk Bunda Beserta Seluruh Keluarga Besar Songgo Buwono…. Amiiin…..
      16 Oktober jam 19:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ salam BundaLia selalu aku sampaikan padanya, dan Kang Nata juga dgn senang hati menerima dan membalas salam Bunda,,,
      16 Oktober jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Rahmatsubada Deni salam kasih Bunda,met mlm
      16 Oktober jam 19:14 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Golden Diamond Oke bunda li
      16 Oktober jam 19:21 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Bunda lanjuuuut …
      16 Oktober jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Malam bunda
      Malam smua.
      Monggo dipun lanjut sinambi ngopi,bund.
      16 Oktober jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Jadi menurut versi ini, Semar adalah cucu dari Ismaya…. nah betapa membingungkan juga … untuk itu mari kita simak hingga selesai siapa sebenanya tokoh Semar… Dalam naskah Paramayoga dikisahkan, Sanghyang Tunggal adalah anak dari Sanghyang Wenang. Sanghyang Tunggal kemudian menikah dengan Dewi Rakti, seorang putri raja jin kepiting bernama Sanghyang Yuyut. Dari perkawinan itu lahir sebutir mustika berwujud telur yang kemudian berubah menjadi dua orang pria. Keduanya masing-masing diberi nama Ismaya untuk yang berkulit hitam, dan Manikmaya untuk yang berkulit putih. Ismaya merasa rendah diri sehingga membuat Sanghyang Tunggal kurang berkenan. Takhta kahyangan pun diwariskan kepada Manikmaya, yang kemudian bergelar Batara Guru. Sementara itu Ismaya hanya diberi kedudukan sebagai penguasa alam Sunyaruri, atau tempat tinggal golongan makhluk halus. Putra sulung Ismaya yang bernama Batara Wungkuham memiliki anak berbadan bulat bernama Janggan Smarasanta, atau disingkat Semar. Ia menjadi pengasuh keturunan Batara Guru yang bernama Resi Manumanasa dan berlanjut sampai ke anak-cucunya. Dalam keadaan istimewa, Ismaya dapat merasuki Semar sehingga Semar pun menjadi sosok yang sangat ditakuti, bahkan oleh para dewa sekalipun….
      16 Oktober jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Chety Eko Susanto selamat malam… Syukur Alhamdulillah sayang… aku akan tetap merasa dirimu terlalu cepat… ahhhh Ok lah salamku saja njih mbak buat keluarga Bloro semuanya … tak lupa salam penuh kasih…
      16 Oktober jam 19:37 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Terimakasih mas Muhamad Mukhtar Zaedin … aku memang sangat sayangggggg pollll sama masku yang satu itu mas… mafkan aku yg selalu merepotkanmu…
      16 Oktober jam 19:38 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Rahmatsubada Deni selamat malam mas…. salam kangen … sampai aku nggak berani menegur… takut mengganggu… bagaimana kabar keluarga mas???
      16 Oktober jam 19:39 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nun injih mas Aiman Yiman selamat malam mas selamat melepas lelah dihari minggu mas…. salam kasih …
      16 Oktober jam 19:40 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Walahhhh mas Kanjeng Romo Joko Suryo he he he sing penting aku ora diutus maneh dadi sinden yo mas… he he he…
      16 Oktober jam 19:41 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Akhir2 ini gi sbuk kerjaan Ibunda.. Mpek dak sempat mau ajak anak2 mingguan..
      16 Oktober jam 19:42 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Syah Ruddin makasih bunda mat malam salam rahayu
      16 Oktober jam 19:42 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bayi Sehat Malam bunda,terima kasih atas tag nya,asyik bunda cerita nya,pamomong agung he he
      16 Oktober jam 19:44 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Gusti Kelab Selamat malam bunda, Matur nuhun.., semoga sehat senantiasa.., Salam Kasih & Hormat dari Bali…
      16 Oktober jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Coba kita tengok sedikit catatan …. Dalam naskah Purwakanda dikisahkan, Sanghyang Tunggal memiliki empat orang putra bernama Batara Puguh, Batara Punggung, Batara Manan, dan Batara Samba. Suatu hari terdengar kabar bahwa takhta kahyangan akan diwariskan kepada Samba. Hal ini membuat ketiga kakaknya merasa iri. Samba pun diculik dan disiksa hendak dibunuh. Namun perbuatan tersebut diketahui oleh ayah mereka. Sanghyang Tunggal pun mengutuk ketiga putranya tersebut menjadi buruk rupa. Puguh berganti nama menjadi Togog sedangkan Punggung menjadi Semar. Keduanya diturunkan ke dunia sebagai pengasuh keturunan Samba, yang kemudian bergelar Batara Guru. Sementara itu Manan mendapat pengampunan karena dirinya hanya ikut-ikutan saja. Manan kemudian bergelar Batara Narada dan diangkat sebagai penasihat Batara Guru…. .
      16 Oktober jam 19:45 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Anggher Kok Ngono Ak delok wayang iku guyu melu guyu ngno bae hehe gk paham com…

      Tp agak suka …

      16 Oktober jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he ya mas Misterr Jeans Sang Kinasih salamku saja ya wong bagus…
      16 Oktober jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Syah Ruddin kembali ….Rahayu3x.
      16 Oktober jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alhamdulillah adikku Bayi Sehat sayang capek nunggu bbm wah wis jiannnn…. aku mau sawahnya mana… dan ambil aki sendiri…
      16 Oktober jam 19:47 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aiman Yiman Kasih kembali
      Mg bunda jg kita smua ttp sht wal afiat tiada halangan apapun, dlm bunda menulis/ menyampaikan wejangan,ajaran, jg bimbingan kpd kami,
      dlm kami membaca jg memahaminya. Mg kita smua
      ttp dlm lindungan jg ridhoNya.
      16 Oktober jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Bunda aku lagi goreng dadar telur, di pecah ada 3 macem kulit, putih telur dan kuning telur, tp yg kuning jd ayam … kata wayang kulit/cangkang dadi Togog, putih telor dadi Semar dan kuning telor dadi batara guru? keturunan batara guru nantinya di emong semar dan togog? Kelak keturunan batara guru yg kurawa diemong Togok (pengetahuan kulit) dan yg pendawa diemong semar (pengetahuan isi). Negri ini kayaknya spt negri kurawa krn mayoritas agama kulit? masyarakatnya pembohong atara mulut dgn isi hati tdk sama, kalau berbisnis apa aja selalu mencuri? itu gemana bunda? kenapa harus semar yg ngatasi? kenapa bukan Togog? krn umumnya pengetahuan kulit cuma omongkosong alias pembohong dan kalau sembahyang aja cuma sampai tenggorokan gak masuk ke hati … hehe …
      16 Oktober jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Alhamdulillah….. Amiiin…. Amin….. Nuwun Injih Bunda Lia….. Maturnuwun Sanget……….. Salam Kasih Setia Dan Damai Dihati Semuanya….. (Dalam Persaudaraan..) Amiiin…
      16 Oktober jam 19:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Gusti Kelab Rahayu3x mas terimakasih kembali…. selamat malam salam kasih…
      16 Oktober jam 19:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Anggher Kok Ngono… selamat malam… wong jowo kok ra weruh wayang….
      16 Oktober jam 19:54 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Aminnn matur nuwun mas Aiman Yiman.. Insya’Alloh…
      16 Oktober jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Bunda Lia….
      Ikut nyimak nie…
      Salam Kasihku.
      16 Oktober jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia He he he pas… masalah telor akan aku kupas nanti dan tak tulis dibukuku kelak pasti aku wedar….mas Kanjeng Romo Joko Suryo….
      16 Oktober jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aries Muh selamat malam mba Lia…
      16 Oktober jam 19:57 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Chety Eko Susanto aku akan selalu ada didekatmu sayang… jaga dirimu baik2 Alloh senantiasa bersamamu…
      16 Oktober jam 19:57 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bayi Sehat He he alhamdulillah bunda sehat,sejenak diam lihat sejarah ini,bagus bunda,ta suka,cermin seribu ing awang awang he he
      ,dilanjut bunda,sukses hehee
      16 Oktober jam 20:00 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda .monggo dilanjut.
      16 Oktober jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Kanjeng Romo Joko Suryo….. Itu yang dimaksut …Dalam naskah Purwacarita dikisahkan, Sanghyang Tunggal menikah dengan Dewi Rekatawati putra Sanghyang Rekatatama. Dari perkawinan itu lahir sebutir telur yang bercahaya. Sanghyang Tunggal dengan perasaan kesal membanting telur itu sehingga pecah menjadi tiga bagian, yaitu cangkang, putih, dan kuning telur. Ketiganya masing-masing menjelma menjadi laki-laki. Yang berasal dari cangkang diberi nama Antaga, yang berasal dari putih telur diberi nama Ismaya, sedangkan yang berasal dari kuningnya diberi nama Manikmaya. Pada suatu hari Antaga dan Ismaya berselisih karena masing-masing ingin menjadi pewaris takhta kahyangan. Keduanya pun mengadakan perlombaan menelan gunung. Antaga berusaha melahap gunung tersebut dengan sekali telan namun justru mengalami kecelakaan. Mulutnya robek dan matanya melebar. Ismaya menggunakan cara lain, yaitu dengan memakan gunung tersebut sedikit demi sedikit…..
      16 Oktober jam 20:08 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arie Irfan selamat malam mas salam kasih
      16 Oktober jam 20:09 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aries Muh selamat malam kemana saja to jane… kok sampai lali… mentang2 dah rukun lupa mampir kewarung kasih yo…. he he he salam kasih…
      16 Oktober jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dik Bayi Sehat say…. aku sempat kehilangan Profil Fb mu makanya aku jarang kirim kesana he he he salam kangen dik….
      16 Oktober jam 20:11 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Hari Yuswadi matur nuwun rawuhipun mas sugeng dalu… sugeng pepanggihan njih ampun bosen njih mas Hari….
      16 Oktober jam 20:12 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Aries Muh iiih…mba Lia nih…aku selalu ada kok…..walau tak tampak…
      16 Oktober jam 20:12 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Anggher Kok Ngono Tu orangx penambang liar hehe gunung lo makan …
      16 Oktober jam 20:13 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiiin…….. Bunda Lia Terimakasih Banyak Bun……….. Mohon Ampun Maafnya Bun…. Dalem Pakai HP Jadinya Lambat Terus Mengikutinya, Namun Demikian Saya Terus Menyimak Membaca Semuanya Dulu Baru Bisa Bercomment……. Maturnuwun Sanget Bunda….. S
      16 Oktober jam 20:13 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo
      Kalau yg harus nerangkan Semar kpd kurawa yg gak bakalan ngerti? lihat tampangnya Togog dan Semar? 3 wayang ini dulu rebutan pingin jd raja dunia dgn cara adu ngontal gunung … Togog naas nelen gunung klolodan nyumpel di tenggorokan sedangkan semar nelen gunung masuk ke dalam qiqiqi … Sekarang ini terbukti jaman edan Togog jd raja dunia, cirinya yaitu td kalau sembahyang spt togog gak masuk ke hati cuma sampai tenggorokan, mulut manis tapi pembohong, pencuri pinter korupsi, pezinah, pembunuh, kalau jd pemimpin negrinya di jarah wong asing malah seneng krn kebagian, ra peduli dgn rakyat kecil, biaya hidup tinggi, pajak naik terus, jalan tol juga naik mrk pd nitip harga sih, kirim budak jd tkw disana dihukum pancung diem aja pdhl mrk pahlawan devisa … maaf lg kemasukan eyg semar, ijin buang hajat kentut bruut (clingak clinguk kiri kanan untung gak ada yg denger qiqiqi …)Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Ampun Maafnya Saya Yg Paling Dalam Injih Bun…. Maksud Dalem…. Bunda….. Tidak Pakai S……….. Kecapaian Diperjalanan Dan Campur Ngantuk Bun…. Jd Kepencet S Nya Langsung Kepencet….. Ampun Bunda…. Maturnuwun Sanget….
      16 Oktober jam 20:20 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo ‎@ mbk Eko, Apa itu S ? jgn2 SUPERMEN qiqiqi …
      16 Oktober jam 20:24 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Ha ha ha ha cocok mas Kanjeng Romo Joko Suryo….Setelah melewati bebarpa hari seluruh bagian gunung pun berpindah ke dalam tubuh Ismaya, namun tidak berhasil ia keluarkan. Akibatnya sejak saat itu Ismaya pun bertubuh bulat. Sanghyang Tunggal murka mengetahui ambisi dan keserakahan kedua putranya itu. Mereka pun dihukum menjadi pengasuh keturunan Manikmaya, yang kemudian diangkat sebagai raja kahyangan, bergelar Batara Guru. Antaga dan Ismaya pun turun ke dunia. Masing-masing memakai nama Togog dan Semar.Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 20:28 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kini jagad alam dan kehidupan telah banyak membawa petaka bagi manusia. Petaka terjadi karena manusia tidak lagi mengindahkan dirinya sebagai makhluk yang hidup bersinergi dengan sesamanya dan alam. Untuk itulah kita perlu kembali memahami ajaran para leluhur untuk saling menghargai dan menghormati di dalam menjaga jagad ini…
      16 Oktober jam 20:30 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto Sugeng ndalu Bunda …wah maaf sy ga bisa mengikuti rangkaian cerita ini …sy lagi sakit…ambruk dari semalam ..ini juga OL ga bisa lama2 …kepareng ..amit mundur rumiiyin…
      16 Oktober jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Eko Susanto Nuwun Injih…… Pak Dalang Kanjeng Romo Joko Suryo,……. He.he.he.he……. Supermen Indonesia…… Hemmmm…… He.he.he.he…… Mohon Ampun Maafnya Pak…… Sugeng Ndalu…. Nuwun…
      16 Oktober jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kearifan-kearifan Jawa merupakan hal penting yang telah diwariskan para leluhur yang merupakan kesadaran lama untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian kehidupan manusia. Mengulas kearifan-kearifan leluhur Jawa dalam melihat tanda alam, kearifan dalam menggapai tujuan, kearifan saat didzalimi, kearifan saat lupa diri, kearifan saat menghadapi cobaan, dan kearifan dalam memimpin. Berbagai kearifan tersebut merupakan satu kesatuan penting yang harus diwarisi dan diamalkan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sekarang yang telah banyak menghadapi petaka.” makanya kita gelar Wayang Kulit Dengan Lakon “Semar Mbangun Kyangan”
      Lebih menariknya, kearifan-kearifan Jawa yang sarat dengan makna kebijaksanaan tersebut diulas lewat sanepo-sanepo Jawa seperti Kali Ilang Kedhunge, pasar ilang kumandange, wong lanag ilang wibawane, wong wadon ilang wirange, Murah Kang Sarwo Tinuku, Wani Ngalah Dhuwur Wekasane, Adigang Adigung Adiguna adimumpung, Urip Sawang Sinawang, dan lain-lain…. sanepan Jawa itu banyak banget pokoknya….
      Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 20:37 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Keberadaan Semar sebagai bagian dari tokoh wayang terdapat pada kitab- kitab kuno, relief-relief candi, maupun ceritera-ceritera lisan yang
      disampaikan secara turun temurun.
      Relief arca candi yang menggambarkan tokoh Semar, antara lain:
      – Candi Panataran di Blitar kurang lebihnya 1197 – 1454 yang memuat ceritera Sawitri, dalam gambar berupa relief diperlihatkan Semar menyertai Setiawan
      – Candi Jago kurang lebih 1286, para punakawan ditampilkan berupa arca.
      – Candi Tegalwangi di Kediri kurang lebih thn.1370 yang memuat ceritera Sudamala, dalam gambar berupa relief diperlihatkan Semar mengiringi Sadewa.
      – Dan masih banyak yg lain….
      Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 20:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kitab-kitab kuno memuat tokoh semar, diantaranya.
      – Kitab Gatotkacasraya, ditulis oleh Mpu Panuluh th 1188 M
      – Kitab Korawaçrama, ditulis antara th 1200-1500
      – Kitab Sudamala, ditulis pada masa Kerajaan Majapahit kira-kira
      seumur dengan Korawaçrama
      – Kitab Tantu Panggelaran, kira-kira seumur dengan kitab Sudamala dan
      Korawaçrama
      – Kitab Manik Maya, ditulis oleh Karta Mursadah pada abad ke 19
      – Kitab Kanda, ditulis oleh Narawita pada abad ke 19
      – Kitab Paramayoga, ditulis oleh Ranggawarsita
      Dalam kitab Korawaçrama dan Sudamala, dikatakan Semar merupakan anak dari Hyang Tunggal, sementara dalam kitab Tantu Panggelaran dikatakan…. Semar merupakan anak dari Sang Hyang Wenang. Kitab-kitab berikutnya, ceritera-ceritera wayang menjadi aneh termasuk mengenai Semar. Dalam kitab- kitab terakhir ini (Manik Maya, Kanda, dan Paramayoga) dewa-dewa secara keseluruhan ditempatkan di bawah “nabi” Adam. Aneh memang, Purbacaraka saja protes….. terus mas Kanjeng Romo Joko Suryo protes nggak ya…. kalau protes tak suruh protes sama yg nulis sejarah tersebut… he he he
      Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 20:45 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Bunda Lia dan seluruh keluarga besar yg hadir….

      Matur nembah nuwun Bunda atas tag nya,,
      Bunda saya nanti nyimak ya Bunda, saya minta ijin pamit sementara dari wall bunda saya mau ke tempat abang senioran saya dulu Bunda krana bsok saya mau kembali ke kota Medan..

      salam Mama, Abang senioran saya Buat Bunda dan seluruh keluarga besar songgo buwono… Rahayu…..

      16 Oktober jam 20:50 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mas Muhamad Mukhtar Zaedin… maaf ya mas…. sedikit menyinggung Tokoh Semar dalam Islam…. Apakah mungkin kanjeng sunan kalijaga sanggup mempengaruhi satu kerajaan majapahit akhir sehingga lalu muncul tokoh punakawan yang di pahatkan sebagai relief pada candi candi majapahit akhir?. saya sendiri kurang yakin akan hal tersebut. hanya saja saya merasa bahwa tidak mungkin sunan kalijaga membangun candi lalu memahatkan semar disana. apalagi untuk candi sukuh dan candi candi majapahit ahir adalah wujud perlawanan terhadap perkembangan demak. tentu aneh jika candi itu justru dibangun mengikuti wejangan para wali?. maka ada misteri tersendiri tentang munculnya pertama kali semar dalam relief relief candi. dan tentu saya lebih condong bahwa kepercayaan tentang hyang semar telah ada jauh sebelum datangnya sunan kalijaga itu sendiri…..Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Tukribo Budiharto ya mas buat istirahat saja ini memang musim… mungkin hawanya mas, salam kasih… cepat sembuh ya…
      16 Oktober jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Alaika salam terimakasih dik Edy Yusuf Ritonga semoga Alloh selalu bersama kita semua….
      16 Oktober jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Pernahkah Anda nonton wayang kulit? Tentu banyak orang yang sudah pernah nonton wayang kulit ataupun wayang orang. Dalam pewayangan tersebut ada beraneka macam tokoh. Konon Sunan Kalijaga telah menciptakan wayang kulit tersebut untuk sarana dakwah, agar manusia senantiasa Eling marang Gusti Alloh.
      Diantara tokoh-tokoh wayang kulit ada tokoh yang disebut Punakawan. Marilah kita simak, apakah arti dari punakawan itu dan arti dari nama-nama tokoh dalam punawakan itu. Punakawan itu berasal dari kata-kata Puna dan Kawan. Puna berarti susah… sedangkan kawan berarti kanca, teman atau saudara…. Jadi arti Punakawan itu juga bisa diterjemahkan teman saudara di kala susah…
      Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Ada penafsiran lain dari kata-kata Punakawan. Puna bisa juga disebut Pana yang berarti terang, sedangkan kawan berarti teman atau saudara. Jadi penafsiran lain dari arti kata Punakawan adalah teman atau saudara yang mengajak ke jalan yang terang.
      Penafsiran lainnya, Puna atau Pana itu berarti fana. Jadi Punakawan juga bisa ditafsirkan teman-saudara yang mengajak ke jalan kefanaan…
      16 Oktober jam 21:02 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Tokoh-tokoh Punakawan itupun namanya memiliki arti. Semar berasal dari kata Samara (bergegas), Nala Gareng berasal dari kata nala khairan (memperoleh kebaikan). Sedangkan Petruk berasal dari kata fat ruk (tinggalkanlah), sementara Bagong berasal dari kata al ba gho ya (perkara buruk). Jadi jika digabungkan maka arti dari tokoh Semar, Nala Gareng, Petruk, Bagong itu memiliki arti ‘bergegaslah memperoleh kebaikan, tinggalkanlah perkara buruk’…. begitulah kira2….
      Setiap manusia sarat dengan keinginan…. Keinginan tersebut senantiasa ada setiap waktu. Kalau kita lihat hati kita, maka setiap saat keinginan kita terhadap ini dan itu akan terus bertambah. Manusia memang ditakdirkan menjadi makhluk yang tidak akan pernah merasa puas….
      Lihat Selengkapnya

    • Abdullah Ali La terus mbilung kuwi sopo Den Ayu hehehehe….wah nek nganggo hp tobat ngikuti wedaran iki….kabotan foto dadi gampang eror hehehehe….
      16 Oktober jam 21:06 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Itulah yang disebut dengan keinginan. Dalam bahasa jawanya keinginan itu disebut kepingin atau biasa disingkat pinginan. Pingin ini, pingin itu dan pingin banyak lagi yang lainnya… Setiap manusia pasti memiliki kepinginan….. jenenge menungso ra onok puase… selalu kurang wae…. Sementara itu, kersaning Gusti merupakan hak prerogatif dari Gusti Alloh. Kita tidak bisa melakukan hal yang lebih maksimal jika sudah menjadi kersaning Gusti yang dicapai hanya segitu….
      Pertanyaan yang kini muncul adalah, apakah perbedaan pingin dan kersaning Gusti? perbedaannya, pingin atau kepinginan dari setiap manusia senantiasa berada di bawah pengaruh dari hawa nafsu. …
      Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 21:11 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sedangkan kersaning Gusti adalah keinginan manusia yang sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
      Kersaning Gusti lebih cenderung pada kepasrahan manusia setelah melakukan ikhtiar. Namun banyak manusia yang salah mengartikan bahwa mereka tidak melakukan ikhtiar apapun, namun menyebut hal itu sebagai kersaning Gusti…..
      16 Oktober jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Tokoh Togog dan Mbilung dalam dunia wayang digambarkan selalu mengikuti raja yang berwatak jahat atau satria yang hanya mengutamakan harta. Togog dan Mbilung adalah dua orang bersaudara. Togog sebagai kakak dan Mbilung adalah adiknya. Salah satu versi menyebutkan, bahwa Mbilung berasal dari bayangan Togog yang disabda menjadi manusia, dan diangkat menjadi adiknya. Versi ini sama dengan hubungan punakawan Semar dengan Bagong…Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 21:28 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Penampilan Togog dan Mbilung dalam panggung wayang sepintas hanya seperti untuk lelucon. Namun kedua tokoh tersebut sebenarnya memanggul tugas yang sangat berat. Sebagai pengawal aturan manusia dan juga sebagai penegak kebenaran, tak beda jauh dengan tugas polisi atau prajurit Bayangkara. Togog dan Mbilung memang hanya satu, namun di situ berwujud dua, karena semua itu hanya untuk menggambarkan lahir dan batin manusia, seperti halnya saat seseorang sedang ngudarasa atau berbicara dengan dirinya sendiri. Dalam ajaran rohani, hal itu merupakan bisikan baik dan buruk dalam diri manusia…Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 21:29 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Joko Lelono sugeng ndalu bunda…..njiiih atur gungeng panuwun saking sedoyo wedaranipun ringgit. puniko wau kangge pangertosanipun kulo bunda.mugi2 kito sami saget anindaken kados ponokawan pandowo.sumonggo kalih dipun resepi puniko kopi soho mendoanipun amrih mboten ngantuk bunda.
      16 Oktober jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Bunda jago masak pasti ngerti kesukaan mrk, apa makanan kesukaan Semar, bagong, petruk dan gareng ?
      16 Oktober jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wayang Togog digambarkan bertubuh bulat, berkepala botak dan bermata lebar, serta berbibir ndower. Sedangkan Mbilung digambarkan bertubuh kecil, di kepala penuh borok, matanya kecil dan terlihat sayu. Nama lain Togog adalah Sanghyang Puguh, sedangkan nama lain Mbilung adalah Sanghyang Sarawita. Togog adalah sosok dewa yang digambarkan abadi dan tak bisa mati. Bahkan Togog dan Mbilung sering disebut dewa ngejawantah, karena tugas Togog dan Mbilung memang berbaur dengan rakyat kelas bawah. Dalam kelir wayang, Togog dan Mbilung memang digambarkan selalu mengikuti raja yang berwatak jahat, namun bukan berarti mengabdi kepada kejahatan. Sanggit watak tersebut dapat diartikan bahwa keduanya selalu berkaitan dengan upaya memberantas kejahatan. Artinya, di mana ada keangkaramurkaan, di situ harus ada sosok Togog dan Mbilung. Bukankah itu sama dengan fungsi polisi? Di mana ada kejahatan, di situ harus ada polisi. Sekecil apapun bentuk kejahatan itu.Mungkin nama Bayangkara hanya kebetulan, namun kenyataan menunjukkan bahwa tugas-tugas polisi selalu berdekatan dengan bahaya dan angkara atau bahaya, kejahatan dan keangkaramurkaan. Sama dengan tugas yang harus diemban oleh Togog dan Mbilung…..Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Dan apa makna dari makanan kesukaan mrk?
      16 Oktober jam 21:36 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Sila Sadewa Hukumnya wajib bhakti ortu takut jambu mete !
      16 Oktober jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sego pecel Madiun mas Kanjeng Romo Joko Suryo… jawaben dewe to mas… ha ha ha ha Seorang polisi juga harus tetap tegar menghadapi penjahat, meskipun ada iming-iming harta benda yang bisa meruntuhkan citra seorang prajurit Bayangkara. Demikian juga ketika harus menghadapi kejahatan atau pelanggaran yang dilakukan oleh saudara sendiri, teman sendiri maupun tetangga sendiri. Hal itu sebagaimana nama lain Togog, yaitu Sanghyang Puguh, yang berarti tegar, berpendirian kuat dan tak berubah-ubah. Sedangkan Sara berarti tajam dan wita berasal dari kata suwita atau pengabdian. Seorang polisi diharapkan selalu tegas lahir maupun batin, serta berjiwa penuh pengabdian di dalam tugasnya sebagai penegak hukum….. Maafkan aku Sila Sadewa… Lov U sayangku…Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 21:42 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sila Sadewa Weleh dung Semar mendem, jebul Polisi Togog Mbilung eulek . . . !
      16 Oktober jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Mbak Sila hahahaha….hahahaha….artine mete opo mbak hahahaha….

      Den Ayu walah sekali klik 132 kb…iki wis opera mini….umpomo sesuk ora nganggo foto piye Den Ayu ben sing katrok nganggo hp koyo aku lancar mengikuti hehehehe….iki mung usul dudu protes lo hahahaha….

      16 Oktober jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sila Sadewa sayang tau tidak Dalam wayang, Togog memang dapat diartikan sebagai simbol sisi lahir seorang polisi. Tubuh berbentuk bulat, merupakan kebulatan tekad sebagai abdi negara dan hamba hukum. Jari tangan selalu menunjuk, artinya selalu menunjukkan arah benar dan baik. Kepala botak, artinya Togog harus selalu berpikir cerdas dan cepat tanggap terhadap gelagat akan terjadinya tindak kejahatan. Kalau kita analogikan Togog dengan Polisi, dua-duanya harus cerdas menyiasati situasi agar tidak sampai terjadi pertumpahan darah, baik di pihak polisi sendiri maupun penjahat yang diburu. Mata lebar membelalak, maksudnya Togog harus selalu jeli dan waspada, juga perlu menjaga keselamatan dirinya sendiri. Bibir ndower terkesan cerewet, artinya ia berkewajiban juweh memberikan penyuluhan tentang hukum, agar tercipta kondisi yang sejuk di tengah masyarakat. Selain itu, bibir Togog juga menggambarkan bagian prosedur tugas seorang polisi, karena polisi memang diwajibkan memberikan peringatan, baik melalui lisan maupun dengan peluit atau pistol, sebelum menindak pelanggar atau penjahat…..Lihat Selengkapnya

      16 Oktober jam 21:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sing jelas ora mbak Sila Sadewa….Sila Togog opo Sila Mbilung…ngono to Den Ayu hahahaha….hahahaha….
      16 Oktober jam 21:56 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Hahahaha….hahahaha….hahahaha….mbak Sila pas banget hahahaha….hahahaha…..
      16 Oktober jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kakang Prabu Anom Selamat malam Bunda, Kang mas abdullah.. juga seluruh sedulur yang telah hadir & menyimak…
      16 Oktober jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sila Sadewa Luweeeh Koong , sak kersane hehehe . . . .!
      16 Oktober jam 22:13 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo Dalang Ki Manteb bisa kalah pamore kegeser bunda Lia lo qiqiqi … cuman yg belum ku lihat adlh gerakan tangan bunda Lia ktk nyabetake wayang ktk perang tanding …
      16 Oktober jam 22:15 · Tidak SukaSuka · 1 orangAnda menyukai ini.
    • Abdullah Ali Mbak Sila…..siap,ndan….sepurane lo mbak…..wis aku manut sesuk di tilang yo gelem wis hahahaha….

      Kakang Prabu…..salam malam Kakang…

      16 Oktober jam 22:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Hemmm…….. He.he.he……… Bunda Lia……… PEACE FULL……..!! Love U…..Full…..!!
      16 Oktober jam 22:20 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Monica Caroline
      mbhnuwun bnd tersayang..
      Ini sangat manfaat sbg pangeling eling dlm menyusuri jln kehdpan..
      Mbhnuwun bnd..
      Slm kshqu sll. .mg damai terjaga..
      Barakallah..:)
      16 Oktober jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Sementara itu, Mbilung yang kepalanya penuh borok juga merupakan gambaran sisi batin seorang polisi. Bahwa sebagai manusia, seorang polisi kadang-kadang juga punya keinginan jahat, kaya, dan memiliki sesuatu yang bukan haknya. Dalam diri Togog, semua keinginan negatif itu hanya ditahan dan akhirnya mewujud dalam bentuk borok, tidak sampai menjadi tindakan negatif. Dengan kata lain, hanya sebatas angan-angan.Tubuh Mbilung yang kecil, punya makna simbolis, bahwa keberadaan Mbilung yang kecil harus selalu berhadapan dengan sesuatu yang besar. Karena itu, Mbilung sering merasa miris juga ketika harus berhadapan dengan pihak-pihak yang lebih kaya, lebih berpangkat, dan memiliki posisi lebih tinggi daripada Mbilung. Sebagai pribadi, Mbilung juga sering merasa sedih, karena harus meninggalkan keluarga, demi tugas yang sedang diembannya….Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 1:41 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Mungkin, perasaan semacam itu juga sering dirasakan oleh seorang polisi. Apalagi kalau harus berhadapan dengan massa yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang jumlah polisi. Lebih menyedihkan lagi, kalau prajurit Bayangkara yang bertugas dan berjuang bertaruh nyawa, namun penghasilannya tidak sebanding dengan pengorbanan yang dipertaruhkan. Mudah-mudahan borok Mbilung tidak sampai menular di kepala prajurit Bayangkara, yang 1 Juli mendatang berulang tahun. Sebab bagaimanapun, yang selalu dihadapi polisi adalah bangsa sendiri dan saudaranya sendiri. Biarkan mata Mbilung kecil dan terlihat sayu, namun jangan sampai ia mengucurkan air mata karena sedih melihat kucuran darah dan derai tawa riang para penjahat melihat kepedihan Mbilung. Mata kecil Mbilung sebenarnya menggambarkan rasa was-was seorang polisi, karena setiap saat kewibawaan, karier dan jiwanya juga sering terancam bahaya. Apalagi kalau ia sampai melakukan tindakan yang memunculkan ‘buaya angkara’. Sebab, buaya adalah binatang simbol kekerasan, sedangkan angkara adalah nafsu jahat. Dirgahayu Bayangkara, Dirgahayu Polisi Republik Indonesia…..Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 1:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Herdiman Sastrosudirdjo Mateb critanya… Bunda Lia….. matur nuwun…
      Tentang aji semar mesem…. itu apa ya dari Ki lurah Badranaya, bu?
      17 Oktober jam 14:20 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Agus Sholeh
      Wilujeng Bunda Lia…….Selamat siang Bunda Lia……..terima kasih Bunda atas wejangan dan petunjuknya semoga wejangan Bunda Lia bisa memberikan pencerahan terhadap kita semua yang hadir di sini, dan selalu memberikan manfa’at terhadap kita semua……..hidup bunda Lia…….. selamat Bunda Lia………semoga Bunda Lia tetap Exis dalam menyampaikan catatan baik berupa wejangan atau Do’a do’anya……salam kasihku selalu……..salam rahayu……. Lihat Selengkapnya

      Kemarin jam 9:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Margo Mulyo ‎.
      9 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Oktober 21, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: