Semar Mbangun Kahyangan.” Hari 1

Semar Mbangun Kahyangan.” Hari 1 

( Ingin mengikuti kisah ini silahkan Klik judul /gambar ) http://www.songgobuwono.com/semar.html

oleh Bunda Lia pada 10 Oktober 2011 jam 18:38
Perubahan Anda sudah disimpan.
Semar Mbangun Kahyangan.”   Hari 1 ( Ingin mengikuti kisah ini silahkan Klik  judul /gambar )      http://www.songgobuwono.com/semar.html
Pada Tgl 11 Nopember 2011 Di Pendopo Alit Songgo Buwono. Jln. Parangtritis KM.12 NO.22 Manding Serut-Sabdodado-Bantul.  

“Wong cilik, lungguh dingklik, isih di ithik-ithik,
Mangan thiwul, mabul-mabul, isih ditutul-tutul”.

Itulah ungkapan yang menggambarkan keadaan rakyat kita saat ini. Sudah hidupnya susah, nestapa dan sengsara, masih juga ditindas.
Kesederhanaan hidup bukanlah penghalang untuk menggapai kebahagiaan. Namun masih banyak orang menilai kebahagiaan dari segi materi.

Melihat keadaan jaman saat ini, Sanggar Supranatural Songgo Buwono, akan mempergelarkan wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan.” Pada Tgl 11 Nopember 2011 Di Pendopo Alit Songgo Buwono. Jln. Parangtritis KM.12 NO.22 Manding Serut-Sabdodado-Bantul.  Dalam lakon ini, eksistensi rakyat kecil sangat dikedepankan. Di kala para penguasa kebingungan menghadapi situasi negara yang kalang kabut, tampilnya Semar, sebagai simbol rakyat kecil, mampu mengatasi keadaan yang kacau balau.

Semar, adalah tokoh yang samar-samar. Gambaran secara fisik sangat kabur. Apakah dia seorang laki-laki ataukah seorang perempuan? Kalau dia seorang laki-laki, dia memiliki payudara yang montok, namun kalau dia seorang perempuan, dia memiliki kuncung yang di gombak. Kalau dia seorang pamong mengapa hidupnya melarat? Kalau dia hanya rakyat jelata, mengapa para ksatria menghormatinya? Banyak sekali kontradiksi yang ada pada diri tokoh Semar.

Dalam lakon Semar Mbangun Kahyangan, semar bermaksud untuk membangun jiwa dari para pemimpinnya. Karena keberadaan Semar saat itu hanya sebagai abdi (rakyat yang tidak bermartabat), maksud baik semar justru dipertanyakan. Bahkan Sri Krisna sendiri berkoalisi dengan para dewa untuk menggagalkan rencana Semar. Mau tidak mau para Pandawa mengikuti keinginan Sri Krisna. Hanya Sadewa yang menentang Sri Krisna dan saudara-saudaranya. Sadewa lebih memilih bersama Semar, demi tegaknya kebenaran. Simbolik cerita dari kisah ini digambarkan dengan tiga pusaka: Jamus Kalimasada, Tumbak Kalawelang dan Payung Tunggulnaga. Semar menghendaki memijam ketiga pusaka itu untuk membangun Kahyangan. Inilah awal dari pertentangan  yang dihadapi Semar.

Namun Semar tetap melanjutkan tekadnya, meskipun tidak direstui oleh para penguasa dan pemimpinnya. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan tekad yang bulat akhirnya semar berhasil dalam menjalankan tapanya. Jamus Kalimasada adalah pusaka andalanKerajaan Amarta, Kalimasada tidak lain adalah “Dua Kalimat Syahadat” yang merupakan kunci ke-islaman seseorang. Sedangkan Tumbak Kalawelang, adalah simbol dari ketajaman budi. Tumbak bentuknya menyerupai anak panah, namun lebih besar. Panah berasal dari kata “Manah” =bhs.kawi,jw.kuno. yang artinya budi pekerti, pikiran, rasa, jiwa. Dalam bahasa jawa “manah” juga berarti “penggalih”. Kalau penggalih ini sudah sakit, maka seluruh jiwa dan raga akan sakit, seluruh tingkah dan polah manusia akan sakit. Kalawelang, berasal dari dari kata “Kala” dan Welang.

Kala adalah simbol dari berjalannya waktu. Tak ada yang bisa menghalangi berjalannya waktu. Semuanya akan diterjang dan dihancurkan oleh Sang Kala. Welang adalah ular yang yang paling berbisa. Bisa dari ular welang ini sangat mematikan. Namun welang disini berkaitan dengan wulang dan weling, yang mempunyai makna sebagai sebuah ajaran dan pitutur. Dan yang ketiga, adalah pusaka Payung Tunggulnaga. Payung adalah pengayoman. Pengayoman dari para penguasa. Kalau para penguasa dan pejabat sudah tidak bisa mengayomi rakyat, apalah jadinya negara ini. Tunggulnaga, tunggul bermakna meliputi di atasnya, artinya menaungi. Sedangkan Naga adalah gambaran sebuah ular raksasa yang sangat besar. Namun makna sebenarnya adalah kekuatan dari naga itu sendiri. Tidak lain adalah people power. Naga disini bermakna “naga-ra” atau NEGARA. Satu-satunya kekuatan yang mampu menegakkan negara adalah kekuatan rakyat.

Kisah Semar Mbangun Kahyangan, adalah sebuah bentuk edukasi moral. Sebenarnya merupakan sindiran bagi para penguasa. Begitulah pujangga pada jaman dulu. Tidak berani mengkritisi para penguasa secara terang-terangan. Namun secara terselubung membuat suatu lakon cerita yang sebenarnya sangat tepat jika disebut sebagai nasehat. Rakyat jelata adalah sentral dari lakon Semar Mbangun Kahyangan. Petruk diutus Semar untuk meminjam ketiga pusaka Kerajaan. Namun di Sitihinggil Kraton Amarta bertemu dengan Sri Krisna. Setelah mengutarakan maksudnya, Petruk malah dicaci-maki oleh Sri Krisna. Dianggap tidak tahu diri, karena hanya dari kalangan rakyat jelata berani meminjam pusaka andalan kerajaan. Akhirnya Petruk dihajar sampai babak belur dan diusir pula. Sadewa melihat keadaan seperti itu sangat trenyuh hatinya. Ia pergi meninggalkan kedaton, mengikuti Petruk untuk menjumpai Semar.

Para kadang Pandawa hanya mengiyakan  pendapat Sri Krisna. Semar bukannya malah marah mengetahui kejadiannya seperti itu, ia justru menangis tersedu. Melihat pada penguasa yang tidak punya pendirian. Tangisan Semar rupanya didengar oleh ketiga pusaka yang ia kehendaki dalam mendampingi tapanya. Ketiga pusaka itu datang menghampiri Semar ke Karang Kabolotan dimana Semar tinggal. Mengetahui ketiga pusaka andalan itu murca, para kadang Pandawa kebingungan. Sri Krisna menghadap Bathara Guru. Mereka berdua bersekongkol untuk menghalangi dan menggagalkan usaha Semar untuk Mbangun Kayangan. Disinilah eksistensi spiritual Semar diuji. Jatidiri seorang Semar yang sebenarnya muncul. Bahkan kekuatan dan kesaktian Bathara Gurupun tidak ada artinya sama sekali. Bathara Guru adalah dewa paling berkuasa di Kahyangan. Niat tulus, jiwa yang ikhlas, serta semangat dan tekad yang bulat dari Semar ternyata membuahkan hasil. Dengan didampingi ketiga pusaka, yang tidak lain adalah “Syahadat” yang merupakan kunci ke-isalaman,

Tumbak Kalawelang, pikiran dan hati yang bersih namun tajam, Serta Payung Tunggulnaga, sebuah usaha untuk melindungi dan memberikan pengayoman pada seluruh rakyat jelata. Setelah mengetahui niat semar yang sebenarnya, para kadang Pandawa kembali bersatu. Dan Sri Krisna meminta maaf kepada Semar.
Semar yang sebenarnya adalah “dewa” yang mangejawantah, hidup menyamar sebagai rakyat kecil. Sering nasibnya “ketula-tula” diremehkan dan disakiti.
Namun Semar tetap riang gembira hidupnya.
Begitulah….., kira-kira gambaran simbolik dari kisah Semar Mbangun Kahyangan. Kalau ada yang kurang mohon diralat ya…. karena aku bukan dalang jadi Tunggu saja nanti disaat kita menggelar Ringgit Semar Bhangun Kayangan 
pada Tgl.11 Nopember 2011….Nuwun….
Bunda Lia Songgo Buwono




Tidak SukaSuka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · Hapus

    • Kawulo Alit Sugeng ndalu,Den Ayu…..amin

      10 Oktober jam 18:43 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Don Banunaek ia

      10 Oktober jam 18:50 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Triasih Prasetianingtyas Met malam Bunda ..senangnya aku menatap foto Bunda ..tetap tersenyum ya say ..krn hal itu akan membuat sejuk hati siapapun ..salam kasih dan hormatku ..

      10 Oktober jam 18:52 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Semoga sukses karena akan kami buat dengan naskah tersendiri yg mengena dengan gejolaknya negeri ini…. Ismaya berdialog dengan raga tubuh Semar, menjadi manusia biasa. Bagaimana rasanya kehilangan alter-ego? Bagaimana rasanya menyadari-diri dan penuntunmu pergi meninggalkanmu?
      Ada juga Krishna yang belum bisa memutuskan perkara. Manakah yang kamu pilih: meminjamkan pusakamu untuk mengatasi bencana di daerah musuhmu, ataukah, membantu orang biasa membangun rencana mulia yang belum kamu ketahui detailnya? Belum lagi dia bisa memutuskan, Krishna melihat pusakanya ternyata raib. Dicuri ibu ratu, penguasa kegelapan….. kita simak saja Ok…. betapa ramainya lakon ini nantinya…..www.songgobuwono.com/formulir_ruwat_online.html
      Lihat Selengkapnya

      www.songgobuwono.com

      Ruwatan Pribadi (Tunggal) Ruawatan Massal (Kelompok) Bedah Aura

      10 Oktober jam 19:02 · Tidak SukaSuka · 10 orangMemuat… ·
    • Bunda Lia Kawulo Alit yoh dalu…

      10 Oktober jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Don Banunaek malam mas salam kangen ya mas Don… selamat malam salam sejahtera selalu….

      10 Oktober jam 19:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak ayuku tersayang Triasih Prasetianingtyas emmmuccchhhh salam kangen pollll tenan pokoknya….

    • Bunda Lia

      Adegan petruk bertarung melawan Baladewa, juga menarik. Apakah kamu berani mengungkapkan kenyataan di depan Krishna, bahwa titisan Dewa itu sedang diancam? Kalaupun kamu bisa menyampaikan data kejahatan terorganisir para Kurawa, apakah kamu berani melawan Baladewa? Raja sakti ini memiliki tapak Alugoro, yang kadang bisa menjadi nuklir portable, kadang pula bisa menjadi efek psikologis untuk memenuhi semua diplomasinya…. maaf cerita yg banyak kita rubah dengan keadaan yg sekarang ini…. memang tidak mudah karena nantinya akan membuat kebaikan Nusantara ini…. Bismillah….Lihat Selengkapnya

      10 Oktober jam 19:13 · Tidak SukaSuka · 11 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibundaq lan sdoyo kdang knasih.. Wah jane pengen mirsani Ibunda tp pas tgl 11 wangsul Kediri mengeti 1000hr adik, jeh dongaaken mawon mugi2 diparingi Lancar sukses.. Salam Kasihq

      10 Oktober jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Ki Juru Taman Nderek mangayubagjo mugi saged kasembadhan ingkang dipun sejo diri pribadi niki ugi nyuwun pangestu mugi bagas waras sarejekine murih saged nyengkuyun pagelaran ringgit purwo sak dalu natas. Bunda lia Rahayu

      10 Oktober jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Nimas RoroAyu Wulandari menyukai cerita ini Bunda..raHAYU.

      10 Oktober jam 19:49 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Nur Santi Bhumi Ningtyas
      Pengen Bunda langsung hadir, sayang jauh…lakon nie bagus sekali Bunda..sukses njih Bun…matur nuwun..sugeng dalu Bunda, ugi sedaya saudaraku…Rahayu.

      10 Oktober jam 19:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Bunda Lia dan seluruh keluarga besar yang hadir….
      saya nyimak dulu ya Bunda sembari nunggu sepupu mau datang..

      salam taklim saya Bunda…. Rahayu…

      10 Oktober jam 20:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo hem… saja’e tansoyo rahayu tenan… salam kasih slalu rahayu…

      10 Oktober jam 20:10 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Subagyo Ucok

      Sugeng ndalu Bun nderek urun bloko.asal mula Semar(muhammad surya alam)Bopo semar yaitu sanghyang tunggal menikah dengan dewi rakti putri dari sanghyang suyud,dari hasil pernikahan tsb lahir berupa cahaya yg menkilap sebesar telor ayam saat akan di jamah boponya sinar tersebut terbang ke angkoso,sang bopo semedi dan beliau di datangi sahhyang wenang dan diberi pusoko,dalam usahanya menemukan putranya datanglah sinar mendekati sanghyang tunggal kemudian di doakan hingga menjelma sanghyang ismaya,manikmaya dan antaga.manikmaya personifikasi bethara guru,mewarisi kadewatan,ismaya njeh semar dan antogo adalah togog yang pernah tinggal di alas purwo banyuwangi.cerito puniko kasebat ing layang paramayoga.dan bab semar ini pernah di syembarakan oleh KGPAA Mangkunegaran VII thn 1921-1922 dan hasilnya samar tidak jelas.dan hanya untuk penghormatan diberikan hadiah kepada KI MUSAL MAHFUDZ yg menjelaskan bahwa semar itu dari bahasa arab SIMAR yg artinya paku/pasak semar adalah lambang para wali pengembang islam nusantara.yg bertindak sebagai penasehat raja .Lihat Selengkapnya

    • Hardi Muljodihardjo

      sugeng dalu; pemilihan lakonny super sekali penuh dg pitutur n falsafahs yg dalam n yg belum kami ketahui; andaikan ditunjuk koordinator dibinkan DVD atau VCD NYA LALU DIKOMERSILKAN UTK NUTUP BIAYA, MK BISA DIJUAL OLEH PRODUSE, NGIRAS PROMOSI pADEPOKAN songgo buwono, insyaallah poro kadhang sadoyo tuwin community Jowo, langsung grudugan bade indent; ngapunten BUNDA puniko sakdermo usulan poro punokawan. Matur nuwun, yra….amien…amien…amien.Lihat Selengkapnya

      10 Oktober jam 20:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Herdiman Sastrosudirdjo saya teringat waktu tahun 63-an ….. setiap sabtu malem minggu akhir bulan … hadir dalam pentas wayang kulit di istana Bogor.. yang dihadiri Bung Karno…. beliau banyak terinspirasi dari kisah-kisah dalam pewayangan….. Terima kasih bunda telah menggugah ku kedalam nostalgia jaman mahasiswaku di tahun sulit 1963-1967….
      Salam kasih untuk Bunda Lia…..

      10 Oktober jam 20:53 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Tukribo Budiharto II Sugeng ndalu Bunda …kulo nderek nyimak kemawwon…mboten saged nyukani utawi maringi komentar ..nyuwun pangapunten ….

      10 Oktober jam 20:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sugeng ndalu….Gusti tansah paring pengayoman mring sliramu,Den Ayu…..amin amin amin.

      10 Oktober jam 21:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Bunda Lia___
      Sukses selalu___
      Tuhan memberkati___
      Salam Kasihku.

      10 Oktober jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Kanjeng Romo Joko Suryo

      Adanya lakon krn ada permohonan dari yg punya hajat kpd sang dalang. Setelah itu pertunjukan wayang digelar oleh sang dalang, suluk sang dalang diiringi oleh alunan suara gamelan dan nyanyian sinden serta sorak-sorak hore para penonton … yg punya hajat nyuguhi permohonan kpd sang dalang 3 macam yaitu telor ayam dara, daun klewek dan pohon sereh agar kehidupan terus berjalan lebih baik sbg fitrah manusia, gamelan telah telah ditabuh gunung2 berbunyi di seluruh dunia, air laut bergejolak dan menunggu detik-detik yg mendebarkan karena cerita makin ramai … msg2 para wayang menjadi pemain dan sang dalang dgn gesitnya memainkan wayang2 yg tdk berguna msk kotak, dgn lakon Semar bangun kahyangan … setelah goro2 reda nusantara jaya lagi … Lihat Selengkapnya

      10 Oktober jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda. dalem tunggu undanganya .

      10 Oktober jam 21:43 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Dwi Hadi Baruwarso sugeng ndalu bunda, nderek nyimak.

      10 Oktober jam 22:05 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Prathita Lasiman menarik

      10 Oktober jam 22:20 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abah Anom Mugio lancar adicaranipun..kanthi kawaluyan rahayu…. katur sedoyo keluargo ageng Songgo Buwanan ingkang nderek mangayu bagyo ……

      10 Oktober jam 22:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Saliqun Nafs menyukai ini.
    • Wahyu Suryokusumo Diponegoro amin,semoga lancar acaranya yaa mbk

      11 Oktober jam 0:34 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ada pula adegan Semar marah pada Krishna. Sesuatu yang jarang dimainkan, di mana manusia biasa yang mengawal masih mengawal para penguasa itu, memarahi Krishna yang merupakan avatar dari Wishnu. Krishna yang terbiasa playing-god (berperan sebagai dewa di dunia politi) dimarahi Semar. Jika kamu menjadi Semar, apakah kamu tunduk pada avatar yang kehilangan kesaktiannya? Raja Krishna malu di balik jabatannya, dia yang baru saja menasehati cara menjalankan pemerintahan kepada Baladewa, ternyata keluar kemanusiaannya, merana….Lihat Selengkapnya

      11 Oktober jam 0:47 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Saliqun Nafs Jaga hati dan sehatmu ya ma..
      Smg kebaikan bersama kita.. Amin

      11 Oktober jam 0:53 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Adegan Bethari Durga yang salah mengolah informasi, juga dimainkan. Durga mengharapkan puteranya, Bathara Kala untuk menggagalkan isu Semar membangun kayangan. Apa yang kamu lakukan jika kamu salah mengolah informasi? Apa yang kamu lakukan jika suatu isu dapat menghancurkan rencanamu sendiri? Maklum, Durga menggunakan intel makhluk halus untuk menentukan kebijakan “dunia lain” yang dia kuasai. Bathara Kala yang biasanya menjadi lakon dalam pementasan ruwatan, ternyata dalam lakon malam itu justeru menjadi bulan-bulanan. Penguasa waktu itu, telah kalah oleh Semar. Manusia biasa, yang harus menerima kenyataan: Dewa Ismaya telah meninggalkan tubuhnya….Lihat Selengkapnya

      11 Oktober jam 0:55 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dalam cerita Semar Bangun Kahyangan itu, sosok Semar memulai gerakan ketidak percayaan kepada semua elite di negara Hastina, Ia meminjam pusaka kerajaan Pandawa dan beberapa senjata milik Prabu Kresna untuk membangun kembali masyarakatnya yang rusak….

      11 Oktober jam 0:58 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Wahyu Suryokusumo Diponegoro ikut nyimak mbk…

      11 Oktober jam 0:59 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia Semula niatnya meminjam pusaka-pusaka yang menjadi simbol kerajaan itu dicurigai oleh para elite (penguasa) hingga akhirnya Semar marah besar dan elit pun tidak bisa berbuat banyak dengan kemarahan Semar yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan negaranya. Dengan berat hati para elite kemudian menyerahkan pusaka yang diminta oleh semar….

      11 Oktober jam 0:59 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Hingga akhirnya pulihlah dan dikikis habislah persoalan yang menggelayuti negeri hingga muncullah harapan baru dan era baru yang lebih baik. Begitu pekerjaannya selesai, Semar mengembalikan semua pusaka yang dipinjamnya, dan juga mengembalikan kekusaan dan jalanya roda pemerintahan kembali ke pada elite…..

      11 Oktober jam 1:03 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto

      Alhamdulillah… Amiin… Amin Ya Rabbal Alamin………….. Selamat Malam Bunda Lia, Terimakasih Kiriman Tag Semar Nbagun Kahyangan Nya…. Luar Biasa … Semoga Berjalan Lancar Dan Dijauhkan Dari Kendala… Dan Semoga Menjadikan Berkah Ketauladanan Dedikasi, Kejujuran, Kesetiaan, Kebijaksanaan, Adil, Maupun Wawasan Yg Indah Pada Setiap Jiwa Jiwa Kesatria2, Srikandi2, Sejati Dalam Mengemban Tugas Mulianya…. Yaitu Mengemban Tugas Negara… Amiiin… Amin Ya Rabbal Alamin… Salam Kasih Dan Ta’dhim Selalu Bunda Lia…. Rahayu..3XLihat Selengkapnya

      11 Oktober jam 1:08 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Semar membangun Khayangan merupakan sebuah sindiran kepada elite yang sibuk memperbaiki kondisi fisik, pembanguan hanya dititik beratkan pada sektor ekonomi untuk kepentingan pribadi, Semar kemudian membolak balikan keadaan, dengan cara membangun jiwa. Penduduk negeri harus dicerdaskan, tidak hanya cerdas cecara intelektual, melainkan memiliki kecerdasan spiritual, yaitu masyarakat yang berkesadaran…. Khayangan disini adalah merupakan simbol dari jiwa manusia, menghias khayangan, mempercantik khayangan caranya Cuma satu yaitu memberdayakan diri, dengan memberdayakan diri maka akan lahir kesadaran, dan masyarakat yang sadar tidak perlu banyak aturan, masyarakat yang sadar akan dapat mengatur dirinya sendiri….Lihat Selengkapnya

      11 Oktober jam 1:09 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Amin amin amin

      11 Oktober jam 1:11 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Memang tidak gampang memahami visi dan pemikiran Semar. Lakon Semar Mbangun Khayangan itu awalnya menceritakan Semar yang juga bernama Kiai Badranaya tidak sowan ke Kerajaan Amarta dalam beberapa kali paseban (pertemuan). Hal itu tentu membuat Pandawa khawatir tentang apa yang sedang terjadi pada Semar. Karena itulah, Pandawa yang terdiri dari Raja Amarta Puntadewa bersama adik – adiknya, Werkudara, Arjuna, Nakula, dan Sadwa datang ke padepokan Klampis Ireng tempat tinggal Semar. Tujuan mereka ingin mengetahui penyebab Semar absen dalam beberapa kali pisowanan….Lihat Selengkapnya

      11 Oktober jam 1:13 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ternyata, dugaan Pandawa betul. Semar sedang galau pikirannya dan prihatin melihat berbagai persoalan di kerajaan Amarta. Arjuna bertanya kepada Semar, apa gerangan yang membuat ia risau dan galau. Semar dengan samar mengatakan bahwa ia sedang prihatin melihat perilaku para pemimpin dan nayaka praja Amarta yang tidak merakyat lagi. Para pejabat keraton mengalami degradasi moral…

      11 Oktober jam 1:15 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiin… Amin Ya Rabb’……. Semoga Lancar Tanpa Kendala Ya Bun….

      11 Oktober jam 1:17 · SukaTidak Suka
    • Bunda Lia Para pemimpin yang seharusnya ngayomi lan ngayemi rakyatnya malah menjauhi dan tidak merakyat. Bahkan, dalam memegang tampuk pemerintahan para pemimpin jauh dari hati nurani. Oleh karena itu, Semar ingin pamit meninggalkan Pandawa jika para satria Pandawa tidak mengubah perilaku mereka . karena perilaku buruk para pemimpin akan memengaruhi para rakyatnya sendiri di Amarta….

      11 Oktober jam 1:17 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Saat mendengar ucapan Semar tersebut, Puntadewa dan saudaranya sedih dan berjanji akan memperbaiki perilaku mereka dan meminta Semar untuk tidak meninggalkan mereka. Janji itu membuat Semar membatalkan keinginanya pergi dan malah mengajak Pandawa ikut mbagun khayangan…..

      11 Oktober jam 1:19 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia

      Ketika mendengar rencana Semar itu, sebenarnya Pandawa bertanya – tanya dan bahkan terkejut. Bagaimana tidak? Mereka tahu kayangan merupakan tempatnya Dewa dan hanya Bethara Guru yang memiliki kewenangan membangun kayangan. Semar menjelaskan nahwa yang akan dibangun itu bukan Khayangan Jongring Saloka, tempatnya para Dewa, melainkan kayangannya jagat kecil atau jiwanya para pemimpin dan para kawula di Kerajaan Amarta. Setelah mendengar wejangan Semar itu. Pandawa merasa lega dan tut wuri dengan langkah yang akan dilakukan semar….Lihat Selengkapnya

      11 Oktober jam 1:22 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiin… Smoga ALLAH MEMBERIKAN KEMUDAHAN KEMUDAHAN PERJALANANNYA SEMAR MEMBANGUN KAHYANGAN… SUKSES LANCAR DAN TANPA HAMBATAN….Amiiin.. Amin Ya Rabbal Alamin…. Selamat Malam Semuanya Poro Sepuh Dan Sederek Kadhang Yg Hadir Di Pencerahan Bunda Lia SEMAR NBANGUN KAYANGAN…. SALAM KASIH DAN TA’DHIM… RAHAYU..3x

      11 Oktober jam 1:48 · SukaTidak Suka
    • Wahyu Suryokusumo Diponegoro Semoga Akan selalu diberikan Hikmah dari smuanya

      11 Oktober jam 1:51 · SukaTidak Suka
    • Wahyu Suryokusumo Diponegoro Dengan keiklasan,keuletan,kesabaran,dan keberanian serta Doa kita akan bisa meraih semua itu..amin

      11 Oktober jam 3:03 · SukaTidak Suka
    • Asmin Pribadi Mappasotta sesungguhnya citacita suci leluhur kita ini sebaiknya meman di wujudkan kembali.guna perubahan tentang apa yg dialami Negara kita di jaman sekarang..dan mari kita berdoa, dgn adanya, ide yg yg mulia oleh ,Bunda Li, mari kita beri dukungan amin,..amin…yr, alamin.

      11 Oktober jam 6:20 · SukaTidak Suka
    • Johanes Judiono Dear Bunda Lia,mudah2 saya bisa datang sambil meditasi di Parangtritis..Rahayu3X

      11 Oktober jam 9:34 · SukaTidak Suka
    • Mbah Ogah sugeng enjang bunda.., salam taklim.., mugio pengageng2 nagari tasih kagungan ” hati nurani”…

      11 Oktober jam 10:07 · SukaTidak Suka
    • Herdiman Sastrosudirdjo dalam cerita ini…… sadewa favoriteku disamping ki Semar Bodronoyo.

      13 Oktober jam 17:20 · SukaTidak Suka

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Oktober 21, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. sangat menarik bunda, kalau membicarakan tokoh ini yaitu SEMAR..mohon maaf bunda..ada pertanyaan siapa sebenarnya pencipta tokoh semar dalam mahabarata versi jawa karena tokoh ini sangat misterius….nuwun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: