SEMAR Mbangun Kayangan – Yin dan Yang Hari ke 5 www.songgobuwono.com/semar.html

SEMAR Mbangun Kayangan 11 Nopember 2011 – Yin dan Yang

  (Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul) http://www.catatan.songgobuwono.com/sem

oleh Bunda Lia pada 17 Oktober 2011 jam 18:38
SEMAR Mbangun Kayangan 11 Nopember 2011 – Yin dan Yang (Ikuti tulisan selanjutnya Klik Judul) 
www.catatan.songgobuwono.com/semar.html

Kehidupan di dunia ini dapat dikatakan sebagai perwujudan peperangan antara dua kutub yang berbeda, antara kebaikan dan kejahatan, antara kekacauan dan ketertiban, antara benar dan salah dan lain-lain. Wayang adalah gambaran dari hasil tersebut. Wayang sebagai seni pertunjukan kebudayaan Jawa sering diartikan sebagai “bayangan” atau samar-samar yang dapat bergerak sesuai lakon yang dihidupkan oleh seorang dalang. Wayang sebagai hasil budaya Jawa di dalamnya memuat nilai-nilai pendidikan hidup yang lengkap.

Tidak hanya nilai kepahlawanan, tetapi juga pendidikan moral, kesetiaan dan kejujuran beserta dilema-dilema kehidupan yang kesemuanya menggambarkan segala sifat dan perangai perjalanan manusia di muka bumi.
Di dalam cerita wayang, terdapat tokoh abdi yang peranannya sangat besar dan penting, karena selain abdi juga merangkap sebagai penasehat dan pamomong. Mereka, yaitu Semar beserta anak-anaknya (Gareng, Petruk dan Bagong) yang lebih dikenal dengan nama punokawan. Mereka mengabdi pada satria-satria yang berwatak baik. Abdi yang kedua adalah Togog yang ditemani Bilung, yang mengabdi pada tokoh-tokoh berwatak jahat.

Dalam kisah wayang purwa kemarin sudah kami jelaskan dalam komentar kami, Semar dilahirkan atau terjadi dari putih telur, menunjukkan mitos bahwa Semar adalah makhluk tertua menurut pemikiran orang-orang Jawa. Semar tidak memiliki keinginan duniawi sebagaimana manusia pada umumnya. Hal tersebut adalah gambaran simbol kebijaksanaan yang tak terpengaruh oleh watak manusia lain, situasi dan kondisi di mana dia sedang berada. Semar memiliki bentuk fisik yang unik, seolah-olah simbol penggambaran jagad raya. Tubuhnya yang bulat merupakan simbol bumi. Semar selalu tersenyum tetapi bermata sembab, simbol suka dan duka. Wajahnya tua tetapi potongan rambutnya kuncung, simbol tua dan muda. Berkelamin laki-laki tetapi berpayudara seperti perempuan, simbol pria dan wanita. Penjelmaan dewa tetapi hidup sebagai rakyat jelata, simbol atasan dan bawahan.

Biasanya para punokawan dalam pagelaran wayang kulit purwa akan dimunculkan oleh dalang dalam babak kedua untuk mengisi babak goro-goro. Babak ini menggambarkan bencana alam yang disebabkan tindakan dewa atau manusia yang menyimpang dari ketentuan. Tetapi dapat juga akibat pengaruh sebuah tindakan yang luar biasa, seperti kekuatan yang timbul akibat seorang satria atau pertapa menjalankan laku samadi terlalu kuat, khusyuk dan lama. Selama goro-goro berlangsung, biasanya tokoh wayang raksasa yang melambangkan unsur kejahatan muncul dan menyebabkan penderitaan. Semar sebagai lambang penyeimbang ketentraman memiliki andil dan beban yang berat, karena tugasnya adalah mendampingi dan menjaga agar sang asuhan tetap teguh dalam pendirian.

Tugas Semar adalah membuat keadaan stabil kembali tanpa menggunakan senjata/kekuatan fisik, karena yang lebih dipentingkan adalah petuah-petuahnya. Dapat digambarkan bahwa fungsi keterlibatan Semar adalah sebagai abdi, sekaligus orang tua asuh dan sumber kesaktian ilmu-ilmu luhur untuk merawat, membimbing, melindungi dan mengarahkan para satria untuk membuka jalan ke arah turunnya wahyu.
Togog, adalah saudara Semar yang lahir atau terjadi dari cangkang telur dan dianggap lebih tua.Tugas utamanya adalah mengingatkan satria yang diabdi sekaligus diasuhnya agar insyaf dari rencana-rencana buruknya dan kembali kepada kebenaran. Kendati tugasnya adalah menasehati dan mengingatkan, tetapi Togog tidak pernah memaksakan kehendak agar sang satria menuruti dan menjalankan nasehatnya.

Tugas Semar dan Togog ini seperti konsep Yin  dan  Yang, sebuah konsep yang berasal dari Cina. Konsep Yin diartikan sebagai kegelapan dalam simbol warna hitam mengacu kepada misteri paruh waktu kehidupan perkembangan yang dijalani manusia dalam dunia jasmani atau fisik. Sedangkan Yang diartikan sebagai penerang dalam simbol warna putih mengacu kepada paruh waktu selanjutnya dalam sisi spiritual atau kejiwaan/batin. Keduanya saling berhadapan dalam pautan yang seimbang laksana roda yang berputar sebagai daur pertumbuhan yang menyeluruh. Simbol ini adalah lambang penyadaran akan hakekat kehidupan manusia tentang sifat yang telah menjadi kodrat keilahian tentang kebaikan dan keburukan yang akan senantiasa dihadapi dalam perjalanan hidup di dunia… Ikutilah terus di http://www.songgobuwono.com



Tidak SukaSuka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · Hapus

  • Lihat 1 yang dibagikan
    • Syah Ruddin makasih bunda ditunggu kelanjutan ceritanya salam rahap.
      17 Oktober jam 18:46 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arya Kamajaya maturnuwun Bunda Lia… nyimak….
      17 Oktober jam 18:51 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Pangeran Joyo Kusumo Rahayu…. benar adanya…. hem… hidup penuh misteri… salam kasih slalu rahayu…
      17 Oktober jam 18:53 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Antok Nuansa Antika trima kasih Bunda..
      17 Oktober jam 19:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Abdullah Ali Sugeng ndalu poro rawuh….amin
      17 Oktober jam 19:05 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arya Kamajaya sugeng dalu Abah Abdullah Ali….
      17 Oktober jam 19:07 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Muhammad Kromo Sagirat Maturnuwun Den Ayu tambahan wawasan n pengetahuanya..
      Sugeng ndalu..
      Salam kasih..
      Rahayu..
      17 Oktober jam 19:11 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Satyo Aji Sanjaya Makacieh kiriman-nya,Jeng… ‘Met malam, smua-nya🙂
      17 Oktober jam 19:15 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Hardi Muljodihardjo Amien….. yra; kam sudah melaporkan ke Panitia; bhw hari ini sdh berhasil transfer dukungan donation lewat BCA untuk pagelaran RUWATAN wYANG kULIT, LAKON semar; very impressive/mengesankan, ternyata Bunda LIA telah siapkan Steering Comitee yg handal utamanya dalam adminisrasi dan nanti juga pastinya dalam Pagelaran menata lay out n logistik n dsb; pastinya Bunda spt gadah pesta mantu; Bunda is perfeksionis. Ternyata dlm ad ministrasi sudah ada 3 pengaman; yaitu pebnunjukan BCA GOLD sbg penampung donasi sehingga transparans namas n jumlah angka yg disumbangkan; pengaman kedua on line melalui e-mail dan ketiga lewat SMS; SEHINGGA TIDAK HANYA DOUBLE CHECK, MALAH TRIPLE CHECK pengamanannya; tinggal s.o.p. pengatura pengeluaran biaya, juga bisa lewat ATM dan buktis bisa dibukukan simple, but akurat. Dan yg berhak mengeluarkan dan atau persetejuan hanya oleh Bunda LIA [one stop system]; n semua buktis harus difile rapi dan direkap dlm tabulasi dng penerimaan kedalam tabel/tabulasi; EXCELL; sehingga Bunda LIA mudah setiap kali memeriksanya. Memang dg kemajuan tehnology mk semuanya bisa disimplify/disederhanakan oleh Steering Comitee yg dipimpin putri atau putra Bunda LIA. Semoga sukses dan sesempurna mungkin, kami doakan. Salam taqlim, HHM.
      17 Oktober jam 19:17 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Kang Arya Kamajaya….nuwun injih.
      17 Oktober jam 19:18 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wah wis tak teruske dalang wae tinimbang buyer…. Semua keputusan sepenuhnya diserahkan kepada asuhannya, Togog hanya sekedar memberi gambaran tentang kekuatan lawan yang akan dihadapi dan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Tak jarang Togog justru terkena amarah bahkan diusir karena nasehat tersebut. Bila Togog bertemu Semar, tidak jarang ia mengeluh akan tugasnya yang sangat berat. Semar biasanya mengingatkan dan menguatkan hati saudaranya dengan nasehat-nasehat agar tabah dan tegar menjalani tugas tersebut. Dari sini kita lihat bahwa kewajiban Togog lebih berat karena dikelilingi oleh mereka yang berwatak jahat, daripada Semar yang dikelilingi mereka yang berwatak baik…
      17 Oktober jam 19:22 · Tidak SukaSuka · 9 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Syah Ruddin selamat malam mas salam kasih …
      17 Oktober jam 19:23 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Alhamdulillah…… Amiiin……. Selamat Malam Bunda Lia,….. Terimakasih Banyak Kiriman Tag Pencerahan SEMAR MBANGUN KAHYANGAN Nya Injiih Bunda Lia…… Smoga Menjadikan Berkah Ketentraman Dan Kedamaian Buat Semuanya…….. Amiiin… Amin YRA……… Salam Kasih Dan Ta’dhim…….. Maturnuwun….
      17 Oktober jam 19:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arya Kamajaya terimakasih selamat malam…
      17 Oktober jam 19:28 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Pangeran Joyo Kusumo… selamat malam Rahayu3x
      17 Oktober jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Antok Nuansa Antika selamat malam mas terimakasih mas… selamat datang …
      17 Oktober jam 19:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang Abdullah Ali… he he he wahhh jiannn tenann….
      17 Oktober jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Edy Yusuf Ritonga, dan Bunda Lia Tiga menyukai ini
    • Bunda Lia Malam mas Satyo Aji Sanjaya… selamat datang juragan kopi…
      17 Oktober jam 19:30 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Edy Yusuf Ritonga, dan Bunda Lia Tiga menyukai ini
    • Aring Sukaton Hehehe Semar sakti turunan dewa lambang bumi dan segala isinya laki laki tapi punya payudara yaa unik memang senjatanya kentut !

      Hehehe sugeng dalu Bunda mas Dullah , monggo dipun lanjut !

      17 Oktober jam 19:31 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Sidoel Sodron Sepurane,Den Ayu….aku mbligung….sumuk hehehehe….
      17 Oktober jam 19:32 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Edy Yusuf Ritonga, dan Bunda Lia Tiga menyukai ini
    • Sidoel Sodron Mas Aring….bengi iki aku dadi Togog wae yo hahahaha….
      17 Oktober jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Satyo Aji Sanjaya Njih Bund,… pesanan khusus –> Coffee Mix,… sumonggo di-Lanjoet-kn Jeng Lia,… kulo sambi ggarap Tugas,,, heemm🙂
      17 Oktober jam 19:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Hoesaini Sinungan I Like this…
      17 Oktober jam 19:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Aring Sukaton Yow rah opo2 asal dudu SENGKUNI hahahahaha
      Togog tugase ngelingke ndorone ben orah jahat nemen2 ngono tow mas Dullah ??????
      17 Oktober jam 19:44 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Mas Aring hehehehe….
      17 Oktober jam 19:46 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Hardi selamat malam salam sejahtera selalu… terimakasih mas Hardi Muljodihardjo atas bantuanya sebagai salah satu donatur yg peduli akan budaya dan juga keadaan negeri ini…. kami tidak melihat besar kecil nilai rupiahnya namun saya sangat berterimakasih walau bagaimana mas Hardi telah membantu untuk pagelaran Wayang tersebut … sekali lagi terimakasih njih mas …. dan masalah terbukanya hanya di webb kami kalau dibuka disini ada yang tidak berkenan untuk itu kami sengaja hanya terbuka di webb saja tidak di Status FB…. sekali lagi terimakasih… hormat kami….Nuwun.

    • Herdiman Sastrosudirdjo sugeng ndalu, Bunda Lia……
      dalam era kini…. adakah sosok Semar….. yg mampu mbangun kayangan? apakah rakyat kecil yg tlah diwakili di lembaga yth… mampu mempunyai watak Semar?….. mungkin jawabannya di tgl 11.11.2011 njih Bu……..
    • Sidoel Sodron Mas Herdiman….hari ini udara panas….mungkin di jakarta lebih panas,mas….rakyat mulai gerah dan gemas….mungkin sebentar lagi marah….
      17 Oktober jam 19:53 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sebenarnya…. Dengan kebijaksanaan yang diperagakan oleh Semar dan Togog, kita dapat melihat cara pandang kosmologis yang lebih luas tetapi dalam cara pandang yang justru lebih sederhana, yaitu pandangan keseimbangan ekologis bagi alam sekitar. Pandangan hidup manusia Jawa akan membimbing masyarakat untuk mempertahankan hidup dengan kesadaran keseimbangan lingkungan. Semar menunjukkan berbagai cara untuk menyikapi ketimpangan yang dilakukan oleh manusia dan mengingatkan mereka untuk berperilaku sebagaimana mestinya. Sedangkan Togog mengingatkan atas perbuatan-perbuatan manusia yang mengarah kepada keburukan yang pada akhirnya akan menimbulkan malapetaka bagi kelangsungan kehidupan. ….
      17 Oktober jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Antok Nuansa Antika Slamat malam Bumda yg Bijak
      17 Oktober jam 19:55 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Sikap hidup masyarakat di Jawa memiliki konsep yang terbagi dua kategori yang dipergunakan untuk mengatur semua unsur lahir dan batin sebagai tolok ukur perilaku untuk menilai segala sesuatu kategori itu adalah halus dan kasar. Dalam pemahaman Yin dan Yang adalah dengan simbol gelap dan terang yang keduanya bagaikan sebuah sisi mata uang yang saling berkaitan dan menempel satu dengan lainnya….
    • Bunda Lia Kang Abdullah Ali dadi Togog… he he he ….sik tak teruske….Semar dan Togog (sebagai gambaran Yin dan Yang dalam budaya Jawa), mengemban tugas utama sebagai pamomong para satria di muka bumi, keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda dalam melaksanakannya. Togog ibarat ulama, tugas utama adalah memberi peringatan dan penuntun menuju jalan kebaikan… iso pora kang Dullah. Semar ibarat guru, tugas utama adalah membimbing murid kepada jalan kebaikan dan kepandaian… Semare sopo jallll. Namun tujuannya sama yaitu memberikan penyadaran kepada manusia agar keberadaannya dalam masyarakat luas dapat bermanfaat dan berhasil guna serta terhindar dari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain…..
      17 Oktober jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 7 orangMemuat…
    • Herdiman Sastrosudirdjo Bang Doel…. jangan marah dulu….. Pak Sultan kita mau mantu dulu……. biar adem-adem dulu , dan sukses perhelatan nya…..
      17 Oktober jam 20:03 · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini.
    • Hardi Muljodihardjo Sugeng dalu n rahayu…rahayu…rahayu.. Bunda LIA; semoga dg nikmati doa njenengan, jadi nyenyak tidurnya n dan ada mimpi indah ttg SONGGO BUWONO beserta isensipun dng segala keindahannya.. Amien…..yra.
      17 Oktober jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dalam naskah Purwakanda dikisahkan, Sanghyang Tunggal memiliki empat orang putra bernama Batara Puguh, Batara Punggung, Batara Manan, dan Batara Samba. Suatu hari terdengar kabar bahwa takhta kahyangan akan diwariskan kepada Samba.
      Hal ini membuat ketiga kakaknya merasa iri. Samba pun diculik dan disiksa hendak dibunuh. Namun perbuatan tersebut diketahui oleh ayah mereka. Sanghyang Tunggal pun mengutuk ketiga putranya tersebut menjadi buruk rupa…..
      17 Oktober jam 20:13 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Ulama podo karo kyai….jare mbahkung kyai werno 4….kyai sedang belajar,kyai terpelajar,kyai kurang ajar,kyai njaluk diajar….la aku bingung….mulo pilih togog sodron wae aku hahahaha….
      17 Oktober jam 20:15 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Puguh berganti nama menjadi Togog sedangkan Punggung menjadi Semar. Keduanya diturunkan ke dunia sebagai pengasuh keturunan Samba, yang kemudian bergelar Batara Guru. Sementara itu Manan mendapat pengampunan karena dirinya hanya ikut-ikutan saja. Manan kemudian bergelar Batara Narada dan diangkat sebagai penasihat Batara Guru…..
      17 Oktober jam 20:16 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat mlm Ibunda.. Nderek nyimak.. Salam Kasihq slalu.
      17 Oktober jam 20:17 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kemarin masalah telur sudah takupas…. kini aku ingatkan lagi…. Sementara dalam naskah Purwacarita dikisahkan, Sanghyang Tunggal menikah dengan Dewi Rekatawati putra Sanghyang Rekatatama. Dari perkawinan itu lahir sebutir telur yang bercahaya. Sanghyang Tunggal dengan perasaan kesal membanting telur itu sehingga pecah menjadi tiga bagian, yaitu cangkang, putih, dan kuning telur. Ketiganya masing-masing menjelma menjadi laki-laki. Yang berasal dari cangkang diberi nama Antaga, yang berasal dari putih telur diberi nama Ismaya, sedangkan yang berasal dari kuningnya diberi nama Manikmaya. ….
    • Bunda Lia Pada suatu hari Antaga dan Ismaya berselisih karena masing-masing ingin menjadi pewaris takhta kahyangan. Keduanya pun mengadakan perlombaan menelan gunung. Antaga berusaha melahap gunung tersebut dengan sekali telan namun justru mengalami kecelakaan. Mulutnya robek dan matanya melebar. Ismaya menggunakan cara lain, yaitu dengan memakan gunung tersebut sedikit demi sedikit. Setelah melewati bebarapa hari seluruh bagian gunung pun berpindah ke dalam tubuh Ismaya, namun tidak berhasil ia keluarkan….
      17 Oktober jam 20:29 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Eko Susanto Sugeng Ndalu Bun…. Nderek Nyimak….. Suwun….. Salam Kasih Selalu….
      17 Oktober jam 20:33 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Akibatnya sejak saat itu Ismaya pun bertubuh bulat. Sanghyang Tunggal murka mengetahui ambisi dan keserakahan kedua putranya itu. Mereka pun dihukum menjadi pengasuh keturunan Manikmaya, yang kemudian diangkat sebagai raja kahyangan, bergelar Batara Guru. Antaga dan Ismaya pun turun ke dunia. Masing-masing memakai nama Togog dan Semar. Dalam pewayangan Jawa Tengah, Semar selalu disertai oleh anak-anaknya, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong. Namun sesungguhnya ketiganya bukan anak kandung Semar. Gareng adalah putra seorang pendeta yang mengalami kutukan dan terbebas oleh Semar…. Petruk adalah putra seorang raja bangsa Gandharwa. Sementara Bagong tercipta dari bayangan Semar berkat sabda sakti Resi Manumanasa. …
      17 Oktober jam 20:35 · Tidak SukaSuka · 6 orangMemuat…
    • Bunda Lia Wahhh bahaya ki kang Abdullah Ali… nek salah iso diprotes Mas Muhamad Mukhtar Zaedin…. Dalam pewayangan Sunda, urutan anak-anak Semar adalah Cepot, Dawala, dan Gareng. Sementara itu, dalam pewayangan Jawa Timuran, Semar hanya didampingi satu orang anak saja, bernama Bagong, yang juga memiliki seorang anak bernama Besut….Semar selalu tersenyum, tapi bermata sembab. Penggambaran ini sebagai simbol suka dan duka. Wajahnya tua tapi potongan rambutnya bergaya kuncung seperti anak kecil, sebagai simbol tua dan muda. Ia berkelamin laki-laki, tapi memiliki payudara seperti perempuan, sebagai simbol pria dan wanita. Ia penjelmaan dewa tetapi hidup sebagai rakyat jelata, sebagai simbol atasan dan bawahan. Meskipun statusnya hanya sebagai abdi, namun keluhurannya sejajar dengan Kresna dalam kisah Mahabharata….
      17 Oktober jam 20:39 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Nah kang Abdullah Ali iki omong Togog maneh kang…. Jika dalam perang Baratayuda menurut versi aslinya, penasihat pihak Pandawa hanya Kresna seorang, maka dalam versi pewayangan penasihat Pandawa Kresna dan Semar.
      Dalam pewayangan, Semar bertindak sebagai pengasuh golongan kesatria, sedangkan Togog sebagai pengasuh kaum raksasa. Dapat dipastikan anak asuh Semar selalu dapat mengalahkan anak asuh Togog. Ini merupakan simbol belaka, bahwa perpaduan rakyat kecil dan dewa dari kahyangan. Jadi, suatu negara akan makmur dan sentosa pemerintahnya harus selalu mendengarkan suara rakyat kecil yang mewakili suara Tuhan….
      17 Oktober jam 20:44 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mbak Chety Eko Susanto kemana saja kok baru muncul say….
      17 Oktober jam 20:49 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Dalam kehidupan sehari-hari, nama semar digunakan sebagai suatu ajian kesaktian namanya Ajian Semar Mesem (tersenyum). Ajian ini merupakan aji pengasihan yang cukup terkenal di bumi Nusantara, yaitu suatu ilmu untuk memikat lawan jenis.Ada lagi yang menggunakan nama Semar, yaitu Semar Mendem (mabuk), suatu nama makanan yang dibuat dari beras ketan putih, dikukus, di dalamnya ada daging ayam giling, dan digulung dengan dadaran telur. Dalam politik ada Supersemar, yang sampai sekarang masih menimbulkan kontroversi mana yang asli mana yang palsu, seperti halnya tokoh Semar kita, asal-asulnya saja mempunyai banyak versi. Semar memang tokoh wayang yang hebat….
      17 Oktober jam 20:51 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Mbah Jocker Mtr nwn bunda…sugeng ndalu…klo nderek nyimak mawon njih…
      17 Oktober jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron La iki….kawulo alit berontak….togog wis ra kurang le ngelengke rasekso….yo wis bejo bejan hahahaha….
      17 Oktober jam 20:52 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Eko Susanto Nuwun Injih Bunda Lia, Mohon Ampun Maafnya Yg Dalam………. Anterin Anak Beli Buku Tulis Dan Perlengkapan Sekolah Bun….. Namun Demikian Dalem Tetap Nyimak Bun….. Ini Sinyal Nya Pun Udah Mulai Membaik……. Sugeng Ndalu…. Salam Kasih Dan Damai Dihati Semuanya……
      17 Oktober jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Hahahaha….hahahaha….apik iki….togog sodron semar mendem jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….
      17 Oktober jam 20:54 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Mbah Jocker… nah aku muni semar mendem opo ajian semar mesem lak yo metu brudul….
      17 Oktober jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Bunda Lia dan seluruh keluarga besar yg hadir,,

      trima kasih atas tag dan wedaran nya yg sangat bermanfaat ini Bunda saya nyimak Bunda..

      salam takdhim saya Bunda….. Rahayu…

      17 Oktober jam 20:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Sugeng Ndalu Abah Sidoel Sodron……… Hemmm….. He.he.he….. Ampun Maafnya Tadi Sore Ketiduran Pulas Sekali Dan Tdk Jadi Telp…… Mohon Ampun Maafnya Yg Dalam Injih Abah……. Maturnuwun Sanget…. Salam Kasih Dan DAMAI DIHATI SEMUANYA…..
      17 Oktober jam 20:58 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Hahahaha….hahahaha….Mbilung ning endi iki yo hahahaha….
      17 Oktober jam 20:59 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Mbak Eko….ya…ndak apa apa….salam dari jogja njih….
      17 Oktober jam 21:00 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiiin…….. Amin…. Maturnuwun Abah Sidoel Sodron…………. Naahh…. Metu Brudul Artinya Nopo Abah…….?? Suwun…(he.he.he.he)
      17 Oktober jam 21:03 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Metu mbrudul….wah opo bahasa indonesiane Den Ayu hahahaha….
      17 Oktober jam 21:06 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Para pujangga Jawa dalam karya-karya sastra mereka mengisahkan Semar bukan sekadar rakyat jelata biasa, melaikan penjelmaan Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru, raja para dewa. Asal-usul Semar ini ada beberapa macam versi seperti yang tertulis dalam Serat Kanda, Paramayoga, Purwakanda dan Purwacarita.Semar memiliki bentuk fisik yang sangat unik, seolah-olah ia merupakan simbol penggambaran jagad raya. Tubuhnya yang bulat merupakan simbol dari bumi, tempat tinggal umat manusia dan makhluk lainnya…. IKI AMUNG WAYANG ORA SERIUS kan yg membuat lakon mbak dalang to …. cuma kisah wayang itu ceritanya banyak menjurus kepelajaran bagi manusia….
    • Mbah Jocker Kados laron nu bunda..
      17 Oktober jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Bunda Lia__
      Salam Kasih.
      17 Oktober jam 21:09 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Ha ha ha Chety… Chety…. metu brudul itu yo… dirimu tau Laron nggak kalau musim hujan… coba perhatikan… kalau keluar lak brudal brudul… tanya ibu mertua di Bloro Ok…. Tak teruske kang Abdullah Ali…. Serat Kanda mengisahkan, penguasa kahyangan yang bernama Sanghyang Nurrasa memiliki dua orang putra yaitu Sanghyang Tunggal dan Sanghyang Wenang. Karena Sanghyang Tunggal berwajah jelek, maka takhta kahyangan pun diwariskan kepada Sanghyang Wenang. Setelah Sanghyang Wenang lengser, tahta diwariskan kepada putranya yaitu Batara Guru. Sanghyang Tunggal kemudian menjadi pengasuh para kesatria keturunan Batara Guru, dengan nama Semar…
      17 Oktober jam 21:12 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Arie Irfan Selamat malam Kang Sidoel Sodron, mba’ Eko, serta untuk semua yg telah hadir disini…. Rahayu… Salam Hangat & Jabat Erat.
      17 Oktober jam 21:15 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Nuwun Injih Bunda Lia, Sendiko Dawuh….. Maturnuwun Sanget Pencerahannya……… Salam Kasih Selalu Bun……
      17 Oktober jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Lanjut,Den Ayu….aku nyimak….
      17 Oktober jam 21:16 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Eko Susanto Alhamdulillah……. Amiiin…….. Selamat Malam Juga Saudaraku Kanda Arie Irfan……… Salam Kasih Dan Damai Dihati Semuanya….. Rahayu….
      17 Oktober jam 21:19 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aring Sukaton… wah kang Abdullah Ali masih penasaran dengan Aji Semar Mesem meniko pripun…????
      17 Oktober jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Misterr Jeans Sang Kinasih he he he punya aji Semar mendem apa Semar Mesem nggak… ha ha ha kang Dullah kang Dullah…
      17 Oktober jam 21:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Arie Irfan selamat malam mas… aku mungkin diuji lebih sabar ya mas… he he he he…
      17 Oktober jam 21:25 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Welahhhh kang Dullah… la nek mu sinau karo mbah jenggot situa gila piye kok nyimak… durung patek pinter opo podho sodrone???
      17 Oktober jam 21:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Versi lain asal-usul Semar tercatat dalam naskah Paramayoga. Sanghyang Tunggal adalah anak dari Sanghyang Wenang. Sanghyang Tunggal kemudian menikah dengan Dewi Rakti, seorang putri raja jin kepiting bernama Sanghyang Yuyut. Dari perkawinan itu lahir sebutir mustika berwujud telur yang kemudian berubah menjadi dua orang pria. Keduanya masing-masing diberi nama Ismaya untuk yang berkulit hitam, dan Manikmaya untuk yang berkulit putih. Ismaya merasa rendah diri sehingga membuat Sanghyang Tunggal kurang berkenan. Takhta kahyangan pun diwariskan kepada Manikmaya, yang kemudian bergelar Batara Guru. …..Lihat Selengkapnya

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ selamat malam BundaLia dan sahabatku semua, salam kasih selalu, rahayu. *kok pada ribut Ajian Semar? hehehee
      17 Oktober jam 21:30 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Mohon Ampun Maafnya Bunda Lia, Dalem Titip Salam Kagem Abah Jenggot……. Cu Pek Thonk (Bocah Tua Nakal) …… Hemmm….. He.he.he…. Salam Kasih Dan Kangen Selalu….
      17 Oktober jam 21:31 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Bunda Lia
      Sementara itu Ismaya hanya diberi kedudukan sebagai penguasa alam Sunyaruri, atau tempat tinggal golongan makhluk halus. Putra sulung Ismaya yang bernama Batara Wungkuhan memiliki anak berbadan bulat bernama Janggan Smarasanta, atau biasa dipanggil dengan Semar. Ia menjadi pengasuh keturunan Batara Guru yang bernama Resi Manumanasa dan berlanjut sampai ke anak-cucunya. Dalam keadaan istimewa, Ismaya dapat merasuki Semar sehingga Semar pun menjadi sosok yang sangat ditakuti, bahkan oleh para dewa sekalipun. Jadi menurut versi ini, Semar adalah cucu dari Ismaya….Walahhh jiannn malah mumet … memang setiap dalan kalau kita amati memang seenak hatinya sendiri…. kecuali lakon yg pakem2 harus bener2 nggak boleh asal2an…….Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 21:34 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Leres mas Mbah Jocker
      17 Oktober jam 21:35 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Mbah Ogah sugeng ndalu bunda…. , sumonggo dipun lajengaken… salam taklim… ugi sugeng ndalu sadoyo kadang ingkang sampun nyimak…
      17 Oktober jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Hahahaha….hahahaha….jebul mbah kung luwih sodron jiiiiiiaaaaannnn hahahaha….
      17 Oktober jam 21:37 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Bunda monggo dipun jlentreaken kemawon ! Lha kulo piyambak nggih mboten mangertos hehehehe
      Mas Dullah yen semar mendem aq ngerti lha kae koyo lemper ning dibungkus dadar hehehehe
      17 Oktober jam 21:38 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Sidoel Sodron Hahahaha….wah nek dalange sodron kiro kiro wayange protes opo ora iki hahahaha…
      17 Oktober jam 21:41 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Mbak Eko bocah tua nakal temannya wiro sableng alias sidoel sodron,mbak hehehehe….
      17 Oktober jam 21:45 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Eko Susanto Hemmm…… He.he.he.he……. Nuwun Injih Benar, Temannya Wiro Sableng…….. Dan Pendekar Rajawali Sakti…… Hemmm…… he.he.he.he….
      17 Oktober jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kang mas Mbah Ogah… nun injih kang mas sugeng dalu…
      17 Oktober jam 21:49 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Hemmm…. He.he.he…. Juga Temannya Abah Sidoel Sodron…..( abah Jenggot temanku juga)
      17 Oktober jam 21:50 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Aring Sukaton… nohhhh lak yo tenan wong sodron ketemu situa gila… dadine yo podho karo suminten edan… la piye sing siji jenggote dowo di klabang sing siji rambute dowo di ure2 koyo wong edan anyaran… ha ha ha ha
      17 Oktober jam 21:51 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Eko Susanto Hemmm……. He.he.he…… Mantttaapp…… Bun…… Ampun Maafnya Injih Bun Ndrerek Senyum……. Ha.ha.ha.ha……..
      17 Oktober jam 21:54 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Kang Dullah… ha ha ha …. Kehidupan di dunia ini dapat dikatakan sebagai perwujudan peperangan antara dua kutub yang berbeda, antara kebaikan dan kejahatan, antara kekacauan dan ketertiban, antara benar dan salah dan lain-lain. Wayang adalah gambaran dari hasil tersebut. Wayang sebagai seni pertunjukan kebudayaan Jawa sering diartikan sebagai “bayangan” atau samar-samar yang dapat bergerak sesuai lakon yang dihidupkan oleh seorang dalang. Wayang sebagai hasil budaya Jawa di dalamnya memuat nilai-nilai pendidikan hidup yang lengkap….. JADI DULU BUKAN KISAH NYATA WAYANG itu… dan bisa kita pakai untuk pedoman…. Tidak hanya nilai kepahlawanan, tetapi juga pendidikan moral, kesetiaan dan kejujuran beserta dilema-dilema kehidupan yang kesemuanya menggambarkan segala sifat dan perangai perjalanan manusia di muka bumi… ITU NALARKU loh… masak manusi dulunya WAYANG yo ora lah….itu hanya simbol dan contoh….WONG WAYANG itu kari Dalange piye nek ngobahke….Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 21:55 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Dalange wedok sodron sisan hahahaha….
      17 Oktober jam 21:56 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Wayang bagiku adalah gambaran …. suri contoh tauladan… jadi kalau kita melihat wayang ya tinggal dalangnya… punya versi masing2… bukan sejarah loh … tapi pakem dan dijadikan Budaya… lalu peran dalang ya macam2 sak enaknya dalange…. Di dalam cerita wayang, terdapat tokoh abdi yang peranannya sangat besar dan penting, karena selain abdi juga merangkap sebagai penasehat dan pamomong. Mereka, yaitu Semar beserta anak-anaknya (Gareng, Petruk dan Bagong) yang lebih dikenal dengan nama punokawan. Mereka mengabdi pada satria-satria yang berwatak baik. Abdi yang kedua adalah Togog yang ditemani Bilung, yang mengabdi pada tokoh-tokoh berwatak jahat. Dalam kisah wayang purwa, Semar dilahirkan atau terjadi dari putih telur, menunjukkan mitos bahwa Semar adalah makhluk tertua menurut pemikiran orang-orang Jawa loh… TAPI INGAT ini hanya contoh dan gambaran….Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Eko Susanto Loh…. Abah Kok Protes Sama Dalangnya Ya Abah Sidoel Sodron…….??? Hemmm… He.he.he.he….. Jenggotnya Abah Jenggot Masih Dikepang Ya Abah?? Mohon Ampun Maafnya…. Suwun…
      17 Oktober jam 21:59 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda monggo dilanjut.mugi kulo panjenengan sami tansah pinanggih rahayu.
      17 Oktober jam 22:01 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Iyo Den Ayu….wewayangane wong urip podo rebutan bener….nek cara saiki koyo sepak bola….bal siji nggo rebutan wong 22….dadi kok intine pancen kudu sodron opo yo ben entuk bener hehehehe….
      17 Oktober jam 22:02 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Dalang selalu menggabarkan pakemnya… SIS menurunkan Shyahyang Nur Cahyo lalu Nur Cahyo turun Nur Roso… lalu Nur Roso turun ke Syhahyang Wening dan Shyayang Wenang turun lagi ke Syahyang Tunggal, turun lagi Semar dan Betoro Guru,turun lagi ke betaro Bromo turun lagi ke Bermani turun lagi B.Parikenam turun lagi Rs Manumayoso turun lagi Bb Sekutrem turun Bb Sakri, Polo Soro turun ke Abiyoso turun Pandu lalu Pendowo dst….. jadi ini Gambaran saja simbul… contoh… jadi Wayang itu adalah alat untuk ditiru dan dicontoh …..Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 22:07 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Hahahaha.. Punya Ibunda.. Tinggal pilih sg Guuedi po sg CuuiLik Bah.. Hehehe..
      17 Oktober jam 22:10 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Semar tidak memiliki keinginan duniawi sebagaimana manusia pada umumnya. Hal tersebut adalah gambaran simbol kebijaksanaan yang tak terpengaruh oleh watak manusia lain, situasi dan kondisi di mana dia sedang berada. Semar memiliki bentuk fisik yang unik, seolah-olah simbol penggambaran jagad raya. Tubuhnya yang bulat merupakan simbol bumi. Semar selalu tersenyum tetapi bermata sembab, simbol suka dan duka. Wajahnya tua tetapi potongan rambutnya kuncung, simbol tua dan muda. Berkelamin laki-laki tetapi berpayudara seperti perempuan, simbol pria dan wanita. Penjelmaan dewa tetapi hidup sebagai rakyat jelata, simbol atasan dan bawahan…. jadi harusnya kita dapat menilainya… dan langsung dapat membacanya….Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 22:11 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Wayang….wewewayangan atau gambaran tentang kehidupan nyata yang terjadi dari sebab akibat….jadi memang sesuatu tidak akan terjadi kecuali apa yang telah ditentukan….namun jelas dari wayang di gambarkan bahwa tingkah polah manusia yang menentukan sesuatu terjadi….
      17 Oktober jam 22:12 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Bunda Lia
      Para punokawan dalam pagelaran wayang kulit purwa akan dimunculkan oleh dalang dalam babak kedua untuk mengisi babak goro-goro. Babak ini menggambarkan bencana alam yang disebabkan tindakan dewa atau manusia yang menyimpang dari ketentuan. Tetapi dapat juga akibat pengaruh sebuah tindakan yang luar biasa, seperti kekuatan yang timbul akibat seorang satria atau pertapa menjalankan laku samadi terlalu kuat, khusyuk dan lama. Selama goro-goro berlangsung, biasanya tokoh wayang raksasa yang melambangkan unsur kejahatan muncul dan menyebabkan penderitaan. Semar sebagai lambang penyeimbang ketentraman memiliki andil dan beban yang berat, karena tugasnya adalah mendampingi dan menjaga agar sang asuhan tetap teguh dalam pendirian……Lihat Selengkapnya

    • Bunda Lia Tugas Semar adalah membuat keadaan stabil kembali tanpa menggunakan senjata/kekuatan fisik, karena yang lebih dipentingkan adalah petuah-petuahnya. Dapat digambarkan bahwa fungsi keterlibatan Semar adalah sebagai abdi, sekaligus orang tua asuh dan sumber kesaktian ilmu-ilmu luhur untuk merawat, membimbing, melindungi dan mengarahkan para satria untuk membuka jalan ke arah turunnya wahyu…..
      17 Oktober jam 22:20 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiin…….. Maturnuwun Sanget Pencerahannya Injih Bunda Lia, Salam Kangen Full………
      17 Oktober jam 22:22 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Teddy Delano asyik iki mbakyu, bisa menikmati pengetahuan sambil minum kopi…:)
      17 Oktober jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Kita smua jg trmasuk Wayang to Ibunda, Bah Ali.. Dalangnya malah tiada tandingannya di Dunia manapun.. Dalangnya SANG PENGUASA ALAM..
      17 Oktober jam 22:23 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Aring Sukaton Hahaha sopo sing dadi suminten ki edan , jenggote di klabang dicet abang wkwkwkkkkkkkkkk
      17 Oktober jam 22:24 · Tidak SukaSuka · 3 orangAnda, Bunda Lia Tiga, dan Edy Yusuf Ritonga menyukai ini
    • Bunda Lia Walahhhh dah panjang adikku dik Edy Yusuf Ritonga sampai lupa tak salami… selamat malam dik Edy… salam kasih dik…
      17 Oktober jam 22:26 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Kangen mbak Chety Eko Susanto… yo mbalik Jogya saja piye hayo….
      17 Oktober jam 22:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Teddy Delano selamat malam mas salam kasih selamat datang ya…
      17 Oktober jam 22:27 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Misterr Jeans Sang Kinasih… aku kok pingin sekolah dalang … kalau dah pinter ndalang aku mau bikin lakon WISANG GENI NGIDAK2 NDASE DEWO piye jal biar Penguasa di Negara kita ini sadar… apa lagi Pejabatnya biar nggak jadi penjilat….
      17 Oktober jam 22:29 · Tidak SukaSuka · 4 orangMemuat…
    • Eko Susanto Amiiin…… Nuwun Injih Bunda Lia, Tar Tgl 11 Bulan Depan Aja Bun…….. Maturnuwun Sanget…….. Hemmm….. He.he.he….. Luar Biasa…… Manttaappp!!”……. Salam Kasih Dan Kangenku Selalu Bun……
      17 Oktober jam 22:32 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Wah.. Setuju buannget Ibunda Pas cocok Muuaantep.. Iso nanggap Wayang gratis.. Hehehe..
      17 Oktober jam 22:33 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Hahahaha….cocok Den Ayu….
      17 Oktober jam 22:35 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Edy Yusuf Ritonga
      Selamat malam dan kembali Kasih Bunda Lia

      baru nyampe di Medan capek kali Bunda,,
      ni bentar saya ijin mau pamit Bunda nanti saya baca -2 Bunda,,

      saya mau nyuci pakaian yg bejibun Bunda ” anak kos ” Bunda..
      khe he he he he

      salam takdhim saya Bunda…. Rahayu….Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 3 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga
      Oya aku ingatkan lagi … Catatan kemarin peran Togog, adalah saudara Semar yang lahir atau terjadi dari cangkang telur dan dianggap lebih tua.Tugas utamanya adalah mengingatkan satria yang diabdi sekaligus diasuhnya agar insyaf dari rencana-rencana buruknya dan kembali kepada kebenaran. Kendati tugasnya adalah menasehati dan mengingatkan, tetapi Togog tidak pernah memaksakan kehendak agar sang satria menuruti dan menjalankan nasehatnya. Semua keputusan sepenuhnya diserahkan kepada asuhannya, Togog hanya sekedar memberi gambaran tentang kekuatan lawan yang akan dihadapi dan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Tak jarang Togog justru terkena amarah bahkan diusir karena nasehat tersebut. Bila Togog bertemu Semar, tidak jarang ia mengeluh akan tugasnya yang sangat berat. Semar biasanya mengingatkan dan menguatkan hati saudaranya dengan nasehat-nasehat agar tabah dan tegar menjalani tugas tersebut. Dari sini kita lihat bahwa kewajiban Togog lebih berat karena dikelilingi oleh mereka yang berwatak jahat, daripada Semar yang dikelilingi mereka yang berwatak baik…Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 22:37 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Sidoel Sodron Ndas Dewo….nek ndas berarti dudu dewo tapi kewan jenenge kadal….la wong senenge ngadali rakyat….la kok mbeneri yusuf kala mencanangkan dukung komodo sebagai keajaiban dunia wis ngalamat opo iki negoro hehehehe….
      17 Oktober jam 22:39 · Tidak SukaSuka · 2 orangMemuat…
    • Bunda Lia Tiga
      Dengan kebijaksanaan yang diperagakan oleh Semar dan Togog, kita dapat melihat cara pandang kosmologis yang lebih luas tetapi dalam cara pandang yang justru lebih sederhana, yaitu pandangan keseimbangan ekologis bagi alam sekitar. Pandangan hidup manusia Jawa akan membimbing masyarakat untuk mempertahankan hidup dengan kesadaran keseimbangan lingkungan. Semar menunjukkan berbagai cara untuk menyikapi ketimpangan yang dilakukan oleh manusia dan mengingatkan mereka untuk berperilaku sebagaimana mestinya. Sedangkan Togog mengingatkan atas perbuatan-perbuatan manusia yang mengarah kepada keburukan yang pada akhirnya akan menimbulkan malapetaka bagi kelangsungan kehidupan…Lihat Selengkapnya

      17 Oktober jam 22:43 · Tidak SukaSuka · 5 orangMemuat…
    • Bunda Lia Mas Misterr Jeans Sang Kinasih beressss dalange gratis… tapi gong … wayang wiyogo… sindene bayaren yo mas Jeans ha ha ha…
      17 Oktober jam 22:55 · Tidak SukaSuka · 1 orangMemuat…
    • Monica Caroline
      mbhnuwun bnd tersayang..
      Sngt dalam makna n sngt bagus utk dipahami dlm perjalanan ini. .
      Slm kshqu sll. .mg damai tetap terjaga..
      Rahayu sll..:)
      17 Oktober jam 23:04 · SukaTidak Suka
    • Misterr Jeans Sang Kinasih Yo gak mslh to Ibunda.. Sg penting Dalange Ibunda.. Hahaha..
      17 Oktober jam 23:09 · SukaTidak Suka
    • Kakang Prabu Anom Selamat malam Bunda.. juga seluruh keluarga yang telah hadir… mohon maaf baru online… salam hormat, kasih & rahayu..
      17 Oktober jam 23:48 · SukaTidak Suka
    • Slamet Gurip · Berteman dengan Kgph AdiPati dan 3 lainnyaMemuat…
      sing mbangun yo pak tukang…
      Selasa pukul 0:49 · SukaTidak Suka
    • Djoko Pranyoto Sri Nugroho ada semar ada togog sbg yin yang….manik mayanya dimana ini??
      Selasa pukul 3:47 · SukaTidak Suka

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Oktober 21, 2011, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: