Doa Menyambut Tahun Baru


Robb, tahun 2011 ini benar-benar istimewa, menguji kesabaran, keteguhan iman dan keikhlasan yang luar biasa untuk melaluinya. Titip mereka yang sudah tiada untuk Kau jadikan syuhada, dekap mereka yang masih tersisa dalam rahman dan rahim-Mu, agar mereka dan kami tiada lupa menafaskan-Mu, tiada berburuk sangka atas kehendak-Mu, berserah dan bersandar hanya kepada-Mu. Biarkan mereka menangis…memohon kasih-Mu, biarkan mereka meratap meminta pertolongan-Mu, mungkin saat ini hanya itu yang mereka bisa. Namun, jangan biarkan mereka larut dalam duka, terus meretas serpihan luka. Bantu mereka untuk berdiri, menata hidup dan hati untuk kembali ditapaki. Hadirlah di setiap hela nafas mereka, agar beban yang mereka tanggung semakin terasa ringan. Perlahan, kikislah duka mereka dengan serat-serat semangat, basuhlah luka mereka dengan tetesan harapan yang Kau alirkan melalui kanal darah di tubuh mereka, menuju jantung dan kepala mereka, agar hati dan pikiran mereka tetap bersama-Mu, hingga terhapus pilu itu karena-Mu…. Amin YRA…

Sunting · 25 Desember 2011 sekitar Kota Yogyakarta

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Januari 31, 2012, in Kumpulan Doa Bunda Lia, Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: