Mohon Ampunan Ibu Bapak

 



 

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO…Ya Alloh, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil…. Berilah mereka balasan yg sebaik-baiknya atas didikan mereka kepadaku semenjak aku kecil hingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini….. Berilah mereka pahala yg besar atas rasa sayangnya yg beliau curahkan kepadaku semasa masih hidup…,peliharalah mereka disisi-Mu Ya Alloh… sebagaimana mereka memeliharaku,dan masukkanlah mereka ke jannah-Mu dengan ampunan,rahmat dan kasih sayang-Mu…… Ya Alloh… Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami mengikuti yang benar itu…. Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar dan permudahkan kami meninggalkannya …. Amin

Tidak SukaSuka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · SuntingSunting · 26 Januari

    • Syahwir Papude Bismillaahirrahmaanirrahiim…
      Robbi, sesunguhnya aku memohon pilihan yang paling baik kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan memohon kekuatan kepada-Mu dengan kehendak-Mu dan aku memohon kepada-Mu dengan karunia-Mu yang sangat besar. Karena, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedang aku tidak punya kuasa apa-apa. Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui; dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.

      Robbi, Engkau mengetahui bahwa hal ini baik bagi diriku, agamaku, dan akibat urusanku (urusan duniaku dan akhiratku), maka berilah aku kekuatan untuk melakukannya, mudahkanlah bagiku, kemudian berkatilah aku dalam hal itu. Jika menurut pengetahuan-Mu bahwa hal itu buruk bagiku, agamaku, kehidupanku, dan akhir dari urusanku (dalam urusan duniaku dan akhiratku), maka singkirkanlah ia dariku, jauhkanlah aku darinya. Berilah kekuatan kepadaku untuk melakukan kebaikan itu dan ridhailah aku, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin…

      26 Januari pukul 5:29 · Tidak SukaSuka · 5
    • Papanya Nanda Buuuuuuund…..

      26 Januari pukul 5:32 · Tidak SukaSuka · 2
    • Djoni Budi Waluyo ‎..
      Do’a yg sering aku baca kini… ketika kedua orang tua tiada
      seharus dari dulu ketika mereka masih ada shg aku dpt merasakan betapa dalamnya kasih sayang mereka.

      26 Januari pukul 5:32 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Ya Illhi Robbi… Peganglah tangan ku erat2… Ajaklah aku kedalam keridhoan-Mu… Biarkan aku tetirah disana…. Karena…. Hanya ridho-Mu semata… Yang selalu kudamba…. Dalam setiap ibadahku.
      Ya Illahi… Raihlah kalbu kami …. Rendamlah kedalam telaga cinta-Mu
      Biarkan aku terpejam disana…. Karena… Tiada yang lebih aku cintai
      Selain Engkau, Rabbku…
       
      .

      26 Januari pukul 5:33 · Tidak SukaSuka · 7
    • Bunda Lia Terimakasih kanda Syahwir selamat pagi salam kasihku selalu…

      26 Januari pukul 5:35 · SukaTidak Suka · 4
    • Bunda Lia Papanya Nanda selamat pagi …

      26 Januari pukul 5:35 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Mas Djoni Budi Waluyo… semasa hiduppun kita diwajibkan untuk mendoakan kedua orang tua hingga kini ibu telah tiada… kami mesti tetap mendoakan orang tua … selamat pagi mas Djoni salam hormat dan santunku selalu…
       

       

      26 Januari pukul 5:37 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia

      Ya alloh, sesungguhnya aku hadapi pagi hari yang Egkau berikan ini dengan kenikmatan serta ‘afiyah dan tertutup rapi. Maka sempurnakanlah ni’matMu untukku, serta ‘afiyah dan tutupan Engkau di dunia dan di akhirat…. Ya Alloh lindungi keluarga kami, sahabat2 kami, saudara2 kami, teman2 kami…. Ya Alloh sesungguhnya kami memohon keselamatan kepadaMu dalam agama, memohon kesejahteraan atau kesehatan jasmani, memohon tambahan ilmu pengetahuan, memohon rizki yang diberkahi, memohon diterimanya taubat sebelum tiba kematian, mohon mendapatkan rahmat…. berilah kemudahan bagi mereka Ya Alloh…Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 5:44 · Tidak SukaSuka · 6
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama
      Amin.

      26 Januari pukul 5:45 · Tidak SukaSuka · 4
    • Soenarto Sp Amin yaroballamin . . . .

      26 Januari pukul 5:46 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia

      Ya Alloh.. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Engkaulah Yang Maha Pemberi Rezeki.. Engkaulah Yang Maha Pemberi Keselamatan.. Ya Alloh.. berikanlah kelapangan rezeki pada keluarga kami saudara2 kami orang2 sekitar kami.. luaskanlah rezeki yang halal dan barokah pada keluarga kami saudara kami, sahabat kami, teman2 kami dan orang2 sekitar kami.. rezeki yang dapat memberikan ketentraman lahir dan batin.. rezeki yang dapat membahagiakan keluarga kami, saudara-saudara kami, sahabat2 kami, teman2 kami dan orang-orang di sekitar kami…Ya Alloh….Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 5:51 · Tidak SukaSuka · 6
    • Nandito Sugianto · 34 teman yang sama
      amin yaa robb’allamin…
      bagai menemukan mutiara di pagi hari Bunda,,
      sugeng enjang ibunda,salam sejahtera

      26 Januari pukul 5:51 · Tidak SukaSuka · 4
       
       

       
       
    • Bunda Lia Mbak Niki Saraswati…. terimakasih mbak selamat pagi salam kasih selalu….

      26 Januari pukul 5:51 · Tidak SukaSuka · 4
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama
      Allah Maha Mengetahui, tidak akan menyengsarakan siapa pun dengan kelebihan beban. Berusahalah dengan jujur, senantiasa kasih-sayang itu menyertai siapa pun.

      26 Januari pukul 5:52 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Mas Soenarto Sp… terimakasih selamat pagi salam kasih selalu…

      26 Januari pukul 5:52 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Mas Nandito Sugiarto sugeng enjang ugi mas… pamuji kulo njih mas mugi tansah karaharjan ugi pikantuk berkahipun Gusti Alloh…. tansah Rahayu Wilujeng…. rahayu3x…

      26 Januari pukul 5:54 · Tidak SukaSuka · 4
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama

      Tiap pagi, tiap hari saya membaca kalimat doa-doa yang indah, syair penuh penyerahan diri… ingin ku sampaikan sesuatu, lebh baik sendiri-sendiri. Namun ku kasihani… karena tiap hari berucap doa permintaan dan permohonan.

      Mungkin Bunda Lia masih merasa kekurangan… makanya, saya kesini untuk turut berdoa…. semoga Tuhan Yang Maha Esa mengijabkan segala yang baik untuk Bunda Lia dan dijauhkan dari segala pikiran yang susah.Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 5:55 · Tidak SukaSuka · 4
    • Ayoe Rahayu Amiiin ya robbal alamiiin. Bunda cantiq 2 jmpolku untukmu…

      26 Januari pukul 5:58 · Tidak SukaSuka · 4
       
       

       
       
    • Bunda Lia Terimakasih mbak Niki Saraswati salam kasih dan hormatku… oya mbak gambar tulisan itu sungguh sangat luar biasa… bukan hanya sekedar tulisan… makna arti yg terkandung didalamnya… sungguh2 sangat bermakna… terimakasih ya mbak… walau aku nggak bisa Like atau komen biarlah aku utarakan disini… salam kasihku selalu…

      26 Januari pukul 5:59 · Tidak SukaSuka · 4
    • Nandito Sugianto · 34 teman yang sama
      amin…
      dawuh matur suwun sanget ibunda atas pandonganipun,,mugi” Gusti Alloh ugi maringi kesehatan lahir bathin dumateng ibunda sekeluargi ugi sadoyo rencang”…
      nuwun..

      26 Januari pukul 5:59 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Mbak Ayoe Rahayu selamat pagi terimakasih jempol tulus mbak salam kasih ku selalu…

      26 Januari pukul 6:00 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Aminnnn3x terimakasih mas Nandito Sugianto…. atas doa panjenengan mugi dipun ijabahi mring Gusti Alloh…. Amin

      26 Januari pukul 6:01 · Tidak SukaSuka · 5
    • Ayoe Rahayu slamat pgi sayang….

      26 Januari pukul 6:02 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia Mbak Ayoe Rahayu…. salam hormat dan salam kasih sayangku…

      26 Januari pukul 6:03 · Tidak SukaSuka · 4
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama
      Tersenyum adalah ibadah… pertanda ikhlas. Carilah dari kebebasan jiwa yang tidak lagi menyadari tentang “aku” dan “keinginan”. Bersatulah dengan alam, seperti laut yang sering dikunjungi.

      Ritual alam ke laut adalah membebaskan aksara sehat, selamat dan sejahtera. Karena leluhur kita berada di laut, selamat kembali menggunung dan moksha.

      26 Januari pukul 6:04 · Tidak SukaSuka · 5
    • Sulistiyo Yudi Amin yra.
      matur suwun pandonganipun
      sugeng enjing, Bunda, lan sedoyo ingakang sampun wonten mriki.
      sampun repot Bunda?

      26 Januari pukul 6:04 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia Terimakasih mbak Niki Saraswati… Insya’Alloh… salam … Rahayu3x….

      26 Januari pukul 6:06 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Mas Sulistiyo Yudi… dawah atur ingkang sami mas Yudi salam dan berkah mugi keparingaken mring Gusti Alloh kagem kito sedoyo… Pamuji kulo mas mugi sami Rahayu Wilujeng…

      26 Januari pukul 6:07 · Tidak SukaSuka · 4
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama
      Saya hanya punya ini, tidak bisa membaca… tapi meminta sahabatku dulu untuk menulis Surah Alfatihah…. dan saya mencari tahu, di balik tulisan abjad itu…adakah Dia, sebagai Maha Penyayang dan Maha Pengasih?

      Semoga bisa memberikan petunjuk kepadamu…

      https://www.facebook.com/photo.php?fbid=225409927485253&set=a.101405889885658.3318.100000487432318&type=1&theater

      26 Januari pukul 6:09 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia

      Asallamu’allaikum poro kadang kang kinasih… sugeng enjang sugeng pepanggihan njih…. mugi tansah rahayu wilujeng….Asung Puji Dhumateng Gusti Kang Moho….. ugi asung pamundhut mugi kita tansah kalimputan kasarasan lan kabagyan….. sumlempit pangarep arep …. mugi kepanggih menopo ingkang dipun upadi….. duhhhh poro kadang sedoyo kawulo tansah trisno dumateng poro kadang kang kinasih… mugi sedoyo reribet ing gesang sageto uwal dateng lampah … mamuji kawulo mugi panjenengan sami nyandung kabegyan kang sae saking ngersaning Gusti Kang Moho Wikan…. Wass. Rahayu3x….Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 6:10 · Tidak SukaSuka · 4
    • Agung Pambudi amin yra….sugeng sumunaring suryo Diajeng Ayu..mugi sedoyo panuwunan kaijabah sedantenipun…salam sih mugi tansah kinayungan katresnanipun gusti ingkang moho suci..pinanggih rahyuning wiwiwtan lan pungkasaning agesang…rahayu suagung dumadi….amin..

      26 Januari pukul 6:10 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Subkhanallah….. teriamkasih mbak Niki Saraswati… terimakasih…. akan saya perhatikan dan akan saya pelajari… sekali lagi terimakasih…

      26 Januari pukul 6:11 · Tidak SukaSuka · 5
       

       
    • Bunda Lia Amin3x Ya Robb… matur sanget nuwun mas Agung Pambudi… pamuji Rahayu Wilujeng njih mas…. Rahayu3x…

      26 Januari pukul 6:14 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Barang siapa menabur angin, akan menuai badai… Siapa menanam, akan mengetam… Barang siapa gemar menolong, akan selalu mendapatkan kemudahan…. Barang siapa gemar sedekah kepada yang susah, rejekinya akan menjadi lapang…. Orang pelit, pailit
      Pemurah hati, mukti….

      26 Januari pukul 6:15 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Ilmu yang mengajarkan tata cara menghargai diri sendiri, dengan “laku” batin untuk mensucikan raga dari nafsu angkara murka (amarah), nafsu mengejar kenikmatan (supiyah), dan nafsu serakah (lauwamah). Pribadi membangun raga yang suci dengan menjadikan raga sebagai reservior nafsul mutmainah. Agar supaya jika manusia mati, raganya dapat menyatu dengan “badan halus” atau ruhani atau badan sukma….

      26 Januari pukul 6:17 · Tidak SukaSuka · 5
    • Agung Pambudi matur sagung”e panuwun Diajeng Ayu..salam kagem sedoyo kadhang kinasih kakung miwah putri ingkang sami ha witi hamemuji ..ngaturaken sedoyo panuwunan…sugeng angayahi jejibahan agung..nderekakenlelampahan suci…..rahayu ingkang sami pinanggih…nuwun…

      26 Januari pukul 6:18 · Tidak SukaSuka · 4
       
       
    • Bunda Lia

      Hakikat kesucian, “badan wadag” atau raga tidak boleh pisah dengan “badan halus”, karena raga dan sukma menyatu (curigo manjing warongko) pada saat manusia lahir dari rahim ibu. Sebaliknya, manusia yang berhasil menjadi kalifah Tuhan, selalu menjaga kesucian (bersih dari dosa), jika mati kelak “badan wadag” akan luluh melebur ke dalam “badan halus” yang diliputi oleh kayu dhaim, atau Hyang Hidup yang tetap ada dalam diri kita pribadi, maka dilambangkan dengan “warongko manjing curigo”. Maksudnya, “badan wadag” melebur ke dalam “badan halus”. Pada saat manusia hidup di dunia (mercapada), dilambangkan dengan “curigo manjing warongko”; maksudnya “badan halus” masih berada di dalam “badan wadag”. Maka dari itu terdapat pribahasa begini…. “Jasad pengikat budi, budi pengikat nafsu, nafsu pengikat karsa (kemauan), karsa pengikat sukma, sukma pengikat rasa, rasa pengikat cipta, cipta pengikat penguasa, penguasa pengikat Yang Maha Kuasa”.Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 6:21 · Tidak SukaSuka · 6
    • Bunda Lia

      Jasad jika mengalami kerusakan karena sakit atau celaka, maka tali pengikat budi menjadi putus. Orang yang amat sangat menderita kesakitan tentu saja tidak akan bisa berpikir jernih lagi. Maka putuslah tali budi sebagai pengikat nafsu. Maka orang yang sangat menderita kesakitan, hilanglah semua nafsu-nafsunya; misalnya amarah, nafsu seks, dan nafsu makan. Jika tali nafsu sudah hilang atau putus, maka untuk mempertahankan nyawanya, tinggal tersisa tali karsa atau kemauan. Hal ini, para pembaca dapat menyaksikan sendiri, setiap orang yang menderita sakit parah, energi untuk bertahan hidup tinggalah kemauan atau semangat untuk sembuh.Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 6:25 · Tidak SukaSuka · 7
       
       
       
       
    • Bunda Lia

      Apabila karsa atau kemauan, dalam bentuk semangat untuk sembuh sudah hilang, maka hilanglah tali pengikat sukma, akibatnya sukma terlepas dari “badan wadag”, dengan kata lain orang tersebut mengalami kematian. Namun demikian, sukma masih mengikat rasa, dalam artian sukma sebenarnya masih memiliki rasa, dalam bentuk rasa sukma yang berbeda dengan rasa ragawi. Bagi penganut kejawen percaya dengan rasa sukma ini. Maka di dalam tradisi Jawa, tidak boleh menyianyiakan jasad orang yang sudah meninggal. Karena dipercaya sukmanya yang sudah keluar dari badan masih bisa merasakannya. Rasa yang dimiliki sukma ini, lebih lanjut dijelaskan karena sukma masih berada di dalam dimensi bumi, belum melanjutkan “perjalanan” ke alam barzah atau alam ruh….Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 6:29 · Tidak SukaSuka · 7
       
       
       
       
    • Bunda Lia

      Rahsa atau rasa, merupakan hakikat Dzat (Yang Maha Kuasa) yang mewujud ke dalam diri manusia. Dzat adalah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Kuasa, Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Urutan dari yang tertinggi ke yang lebih rendah ad 5 tahap
      :: Dzat (Dzatullah) Tuhan Yang Maha Suci, meretas menjadi…
      :: Kayu Dhaim (Kayyun) Energi Yang Hidup, meretas menjadi…
      :: Cahya atau cahaya (Nurullah), meretas menjadi…
      :: Rahsa atau rasa atau sir (Sirrullah), meretas menjadi …
      :: Sukma atau ruh (Ruhullah).
      Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 6:34 · Tidak SukaSuka · 8
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama
      Maaf, Jeng. Misinya masih banyak… kita adalah generasi Pemimpin yang menggantikan pemimpin yang lebih tua dan akan mempensiunkan diri.

      Kita sudah seharusnya saling mengasihi, menyayangi dan mengampuni… biar masa depan yang kita ciptakan memberi manfaat untuk generasi berikutnya.

      26 Januari pukul 6:37 · Tidak SukaSuka · 5
    • Niki Saraswati · 548 teman yang sama
      Tidak kenal, tidak sayang… tidak ada kasih-sayang yang lebih dari pada orang memohon pengampunan untuk kita…

      Saya tidak akan bisa menjadi Bunda Lia, atau Bunda Lia menjadi diriku… saling asah – saling asih – saling asuh.

      26 Januari pukul 6:39 · Tidak SukaSuka · 6
    • Bunda Lia

      ‎5 Tahap Dzat, Tuhan Yang Maha Kuasa, maka ruh bersifat abadi, cahaya bersifat mandiri tanpa perlu bahan bakar. Ruh yang suci yang akan melanjutkan “perjalanannya” menuju ke haribaan Tuhan, dan akan melewati alam ruh atau alam barzah, di mana suasana menjadi “jengjem jinem” tak ada rasa lapar-haus, emosi, amarah, sakit, sedih, dsb. Sebelum masuk ke dimensi barzah, ruh melepaskan tali rasa, kemudian ruh masuk ke dalam dimensi alam barzah menjadi hakikat cahaya tanpa rasa, dan tanpa karsa. Yang ada hanyalah ketenangan sejati, manembah kepada gelombang Dzat, lebur dening pangastuti…. Ijin ke pasar dulu… nanti disambung lagi… keburu siang …. salam kasih sayangku saudaraku… selamat bermalam Jumat Kliwon…Lihat Selengkapnya

      26 Januari pukul 6:40 · Tidak SukaSuka · 7
       
       
       
       
       
    • Bunda Lia He he he mbak Niki Saraswati terimakasih mbak ayuku terkasih sungguh menyenangkan dan membahagiakan bila itu mbak yuku tersayang… sekali lagi terimakasih salam horman dan santunku selalu… kita saling mendoakan njih mbak yu… salam kangenku selalu…. Lov U… mbak ijin kepasar ambil dagangan dulu… kasihan mbak Tia Duba Ardhina….. kelamaan menanti sayur yg dicari tetangga… maaf mbak yu… mohon ijin….

      26 Januari pukul 6:44 · Tidak SukaSuka · 5
    • Sunardjo Wihardjo Trimakasih bunda mengingatkanku tentang ke dua orang tuaku yang telah mendahgului sowan gusti hanya doa putranya yang soleh yang dapat meringankan dosa2nya dan ilmu yang bermanfaat serta amal soleh selama hidupnya

      26 Januari pukul 7:21 · SukaTidak Suka · 3
    • Wongso Suwito sapa pagi dengan senyum manisku buat bunda Lia terkasih hihihihk,,, pagi Bunda Lia

      26 Januari pukul 8:01 · SukaTidak Suka · 3
    • Budi Akil · Berteman dengan Syahwir Papude dan 167 lainnya
      amin…
      selamat pagi BUNDA..!
      selamat berjuang.
      rahayu..

      26 Januari pukul 8:21 · SukaTidak Suka · 3
    • Selo Ajie Songgo Buwono Y ALLAH memang tidaklah pantas hamba ini masuk di surgamu, tapi hamba juga tak kuat menahan panas api nerakamu… jadikanlah kami semua orang yang kamu cintai dan ridloi…

      26 Januari pukul 11:30 · SukaTidak Suka · 3
    • Ayah Fauzie آمِيّنْ.. آمِيّنْ.. يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْنن

      26 Januari pukul 13:01 · SukaTidak Suka · 3
    • Syah Ruddin aminyarobbal’alamin, mat malam bunda semoga bunda selalu dlm keadaan sehat dan mendapat ridho dri Allah S.W.T dlm menjalankan rutinitas bunda, maaf bunda ketingalan kereta lagi hadir dstat bunda pd malam ini, salam rahayu, All@ mat malam semoga Allah selalu meridhoi dlm setiap langkah kita amin

      26 Januari pukul 21:11 · SukaTidak Suka · 1
    • Taufik Aziz sanggupkah manusia manusia setelah bangun tidur sebelum menginjakkan kaki ke bumi mengingat doa diatas itu untuk orang tua kita …? , jawaban ku tidak ada sama sekali

      27 Januari pukul 0:29 · SukaTidak Suka
    • Syah Ruddin mas taufik@hehehe y jelas aku rasa tdk ada yg ada cuma mensyukuri diri dibangunkanya dari kematian sementara yg ada hehehe

      27 Januari pukul 0:42 · SukaTidak Suka · 1
    • Taufik Aziz he9x ….!

      27 Januari pukul 0:43 · SukaTidak Suka · 1

  • Tulis komentar…
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Januari 31, 2012, in Kumpulan Doa Bunda Lia, Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: