Mohon Kekuatan

 
 
 

Ya Alloh, karunikanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan karuniakanlah untuk kami ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta karuniakanlah untuk kami keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia. Jadikankan kami bisa menikmati dan memanfaatkan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kami hidup. Dan jadikan semua itu sebagai pewaris bagi kami tetap ada pada kami sampai kematian…. Jadikanlah kemarahan dan balas dendam kami hanya kepada orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami….. Ya Alloh Janganlah Engkau jadikan musibah kami adalah yang terjadi pada dien kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami…..
 
 

Tidak SukaSuka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Bagikan · SuntingSunting · 22 Januari

  • 50 dari 56
    • Bunda Lia
      Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduKa, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya wa abu’u laKa bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )
      Ya Alloh Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau Ya Alloh….
      Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 6:22 · Tidak SukaSuka · 7
    • Bunda Lia Kanda Syahwir Papude selamat pagi kanda… terimakasih selalu menemaniku dalam doa2ku… salam hormatku selalu kanda… salam dan berkah senantiasa milik kita semua…. Amin….
      22 Januari pukul 6:24 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam dimas… boro2 kepasar… pagi ini ramai pembeli dimas… belum sempat dimas… sayur stok lumayan sampai jam 09.00…
      22 Januari pukul 6:25 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia Mas Prabu Bolo Dewo selamat pagi selamat berhari minggu salam kasihku selalu mas..
      22 Januari pukul 6:26 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Effi Mustika Widiarini say… selamat pagi say… makasih ya… nggak tidur ya…
      22 Januari pukul 6:27 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Mas Awan Baraya Full… selamat pagi mas salam kasih selalu selamat berhari minggu mas doaku selalu…
      22 Januari pukul 6:27 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia Allohumma laa ilaaha illaa antal-mannaanu badii’us-samaawaati wal-ardhi dzal-jalaali wal-ikroom……Ya Alloh, tiada ilah selain Engkau, Dzat Yang Maha Memberi Anugerah, dan Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi, wahai Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan….
      22 Januari pukul 6:30 · Tidak SukaSuka · 5
    • Putra Rhagil biar ak aja BUNDA yg kepasar tnggal aja kan belanjanya……tp nnti rokokku gratis lho ya…….heheheheheeeee
      22 Januari pukul 6:30 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia Ya Allah Ya Jabbaar Ya Qowiyy, Yang Maha Perkasa Sang Maha Sumber Kekuatan, berilah kami kesehatan dan vitalitas fisik sepanjang usia kami, agar kami bisa kuat dan giat beribadah kepada-Mu dan juga mampu memberikan kemanfaatan bagi seluruh makhluk-Mu. Berilah kami kekuatan hingga mampu saling mengingatkan dalam taqwa dan kebaikan…..
      22 Januari pukul 6:32 · Tidak SukaSuka · 5
    • Agung Pambudi Amin ya Robb……sugeng sumunaring suryo Diajeng Ayu..mugi sedoyo panuwunan ..kaijabah sedantenipun…sugeng angayahi jejibahan agung hamemayu hayuning bawono….rahayu sagung dumadi….
      22 Januari pukul 6:33 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia He he he dimas Putra Rhagil… yohhh ra po2 tak kasih itu catatanya… kronjotnya dibawah tangga…. kasih kain biar nggak kena jok….
      22 Januari pukul 6:34 · Tidak SukaSuka · 3
    • St Maryam Taqqiya Taq amin … assww. pagi bunda lia …
      yg slalu bbagi doa kebaikan
      22 Januari pukul 6:34 · Tidak SukaSuka · 3
    • Putra Rhagil OK …..Bunda ak siiiiaaapppp…meluncur….hheheheheheheheee
      22 Januari pukul 6:36 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia
      Amin3x mas Agung Pambudi… Rahayu wilujeng njih…punten dalem sewu mas,lan mugi mawon manggih leres ….arap mengku karsa; urip, urip-uripi kang wajibe bisa urap kanti lelandesan napa ingkang dados kersanipun sang Robb.datan mimpang saking “firah”(jati diri) ipun titah kang kumedah kumawula marang sang Robb ipun,manut sarengat (syari’at)ipun kanti lampah tirakat (thariqat)ipun,amrih manggih kakekat (hakikat) lan ngraosaken makripat (makhrifat)ipun.ing pangajab saget dados lan manggih ka-lslaman (slamet krana ngerti,lan mangerteni saha nggadahi pangerten) tumrap bebrayan lan manembah.amrih wenang nampi saha ngraosaken rahmatan lil ‘alamin njih meniko sejatining katetreman lair trusing batin.. nuwun sewu lepat nyuwun diagung pangak sami… lak njih makaten to mas Agung…Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 6:38 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam Jeng St Maryam Taqqiya Taq salam kangenku say… doaku selalu…
      22 Januari pukul 6:39 · Tidak SukaSuka · 5
    • Bunda Lia Walahhhh banyak ngomong tahu habis ya… noh berangkat dimas Putra Rhagil… kuwi duwite kurang tambahi… menggko tak ijoli…
      22 Januari pukul 6:40 · Tidak SukaSuka · 4
    • Agung Pambudi leres menopo ingkang pandjenengan serat Diajeng Ayu..mugi sedoyo sami kinayungan sih ugi katresnanipun Gusti ingkang murbeng dumadi…pinanggih rahayuning wiwitan lan pungkasaning agesang….pinanggiho raharjeng saklaminipun..Diajeng Ayu..
      22 Januari pukul 6:44 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia
      Ya Alloh Engkau Yang Maha Mempunyai alam beserta isinya dan Engkau pula yang maha Pemurah, Penyayang dan Pengasih mohon jadikan hari ini hari barokah dengan hidayahMU bagi kami suami/istri, keluarga serta saudara2 seiman semua yang mengagungkanMU menjadi hari yang lebih baik seperti biasa yang kami rasakan limpakan hidayah serta rahmatMU kepada kami semua agar kami dapat menjalankan semua aktifitas hari ini dan esok didalam kemudahanMU serta RidhaMU, ampunilah kami atas kesalahan dan dosa-2 kami yang telah lalu yang kami sengaja ataupun tidak kami sengaja…..aamiin semoga hari ini lebih baik dari kemarin mari semangat saudraku semua dengan bismillahi tawakaltu la haula walakuwata illa billa aliiyyil adhim……InsyaAllah…. Amin YRA…Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 6:45 · Tidak SukaSuka · 6
    • Agung Pambudi amin ya robb..
      22 Januari pukul 6:46 · Tidak SukaSuka · 4
    • Putra Rhagil beres…ni udah nyampe pasar kok…Bunda…(jebule sng jenenge pasar ki yo rame to….)
      22 Januari pukul 6:46 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia Amin3x mas Agung Pambudi… matur sanget nuwun ngo dinongo kemawon mugi Gusti Alloh ngijabahi ugi asih dumateng kito sami ngabulaken nopo ingkang kito suwun ….
      22 Januari pukul 6:47 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Dimas luweh seneng meneh pasare diobong ben dang digawe anyar jur oleh proyek maneh soko asuransi pasar… wah jian tenan menungso sak iki yo dimas Putra Rhagil….
      22 Januari pukul 6:48 · Tidak SukaSuka · 4
    • Putra Rhagil setuju BUNDA…..kapan rencananya dilaksanankan….ak siap..heheheheeeee…
      22 Januari pukul 6:50 · Tidak SukaSuka · 2
    • Bunda Lia Nek wis kobongan sing ketiban awu panas PLN alasan karena arus pendek konslet… hemmmm…. dimas Putra Rhagil wis ora usah mbahas kuwi marai mangkel mesak ake pedagange… mung oleh santunan ra bejaji…
      22 Januari pukul 6:50 · Tidak SukaSuka · 5
    • Bunda Lia Ra sudi aku dimas Putra Rhagil… pikiran najis….
      22 Januari pukul 6:51 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia Sik2 sik dimas Putra Rhagil tak ngedoli iki tambah antri ki….
      22 Januari pukul 6:52 · Tidak SukaSuka · 2
    • Putra Rhagil ini ditaruh mana belanjane…weeeee..ngomong wae ono wng kaboten gur dilirik tok jeee,,,,,itu ada orang beli lhOOO…. wah…payah BUNDA…ki….
      22 Januari pukul 6:53 · Tidak SukaSuka · 2
    • Bunda Lia
      Banyak mengucapkan syukur di bibir saja tidak cukup. Kami harus lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Rasa bersyukur serta doa-doa melebur dan mewujud ke dalam satu perbuatan. Rasa sukur termanifestasikan kedalam perbuatan yang bermanfaat untuk banyak orang. Demikian pula cara berdoa tidak sekedar terucap melalui mulut, namun lebih penting adalah mewujud dalam perbuatan nyata… dan keikhlasan hati kita…..Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:04 · Tidak SukaSuka · 5
    • Bunda Lia
      Dasar pemikiran kami adalah kesadaran sebagai makhluk Tuhan yang telah menerima sekian puluh atau ratus anugrah dalam setiap detiknya. Namun kenyataannya manusia tiada punya rasa “malu” setiap saat selalu meminta pada Tuhan. Lantas kapan bersukurnya ? Jika berdoa memohon sesuatu, kami lebih banyak melakukannya untuk mendoakan teman, kerabat, keluarga. Sedangkan untuk diri sendiri, tiada yang pantas dilakukan selain lebih banyak mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu berusaha dan berusaha dan berusaha dengan iringan doa dan doa dan doa pada Yang Maha Pencipta ….Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:10 · Tidak SukaSuka · 7
    • Miser Suparman AMIN…..salam sungkem mbakyu..met beraktivitas..semoga niaganya laris dan berkah..amin..
      22 Januari pukul 7:11 · SukaTidak Suka · 3
    • Bunda Lia Doa akan memiliki kekuatan , asalkan kita mampu memadukan empat unsur yaitu hati, ucapan, pikiran, dan perbuatan nyata. Dengan syarat perbuatan kita tidak bertentangan dengan isi doa. Di lain sisi amal kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan menjadi doa mustajab sepanjang waktu, hanya jika, kita melakukannya dengan ketulusan. Setingkat dengan ketulusan kita di pagi hari saat “membuang ampas makanan” tak berarti.
      22 Januari pukul 7:14 · Tidak SukaSuka · 6
    • Bunda Lia
      Doa adalah seumpama cermin … Doa kita akan terkabul atau tidak tergantung dari amal kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap sesama. Dengan kata lain terkabul atau gagalnya doa-doa kita merupakan cerminan akan amal kebaikan yang pernah kita lakukan pada orang lain. Jika kita secara sadar atau tidak sering mencelakai orang lain maka doa mohon keselamatan akan sia-sia. Sebaliknya, orang yang selalu menolong dan membantu sesama, kebaikannya sudah menjadi DOA sepanjang waktu, hidupnya selalu mendapat kemudahan dan mendapat keselamatan. Kita gemar dan ikhlas mendermakan harta kita untuk membantu orang-orang yang memang tepat untuk dibantu. Selanjutnya cermati apa yang akan terjadi pada diri kita, rejeki seperti tidak ada habisnya…. Semakin banyak beramal, akan semakin banyak pula rejeki kita. Bahkan sebelum kita mengucap doa, Tuhan sudah memenuhi apa-apa yang kita harapkan. Itulah pertanda, bahwa perbuatan dan amal kebaikan kita pada sesama, akan menjadi doa yang tak terucap, tetapi sungguh yang mustajab. Ibarat sakti tanpa kesaktian. Kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu seperti doa untuk kita sendiri……Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:18 · Tidak SukaSuka · 7
    • Mustika Kusuma Kencana Tdurrr ko bu jm satu sampa jm lima…
      Gmana kbar adek adek kecil bu…
      22 Januari pukul 7:19 · SukaTidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Kakekku… moyang kita dulu tak kurang2nya menasehati kita…. bahkan orang tua kita misalnya selalu mengingatkan…..
      :: Siapa gemar membantu dan menolong orang lain, maka ia akan selalu mendapatkan kemudahan.
      :: Siapa yang memiliki sikap welas asih pada sesama, maka ia akan disayang sesama pula.
      :: Siapa suka mencelakai sesama, maka hidupnya akan celaka.
      :: Siapa suka meremehkan sesama maka ia akan diremehkan banyak orang.
      :: Siapa gemar mencaci dan mengolok orang lain, maka ia akan menjadi orang hina.
      :: Siapa yang gemar menyalahkan orang lain, sesungguhnya ialah orang lemah.
      :: Siapa menanam “pohon” kebaikan maka ia akan menuai buah kebaikan itu.
      Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:21 · Tidak SukaSuka · 8
    • Bunda Lia
      Semua itu merupakan contoh kecil, bahwa perbuatan yang kita lakukan merupakan doa untuk kita sendiri. Doa ibarat cermin diri kita, yang akan menampakkan gambaran asli atas apa yang kita lakukan. Sering kita saksikan orang-orang yang memiliki kekuatan dalam berdoa, dan kekuatan itu terletak pada konsistensi dalam perbuatannya. Selain itu, kekuatan doa ada pada ketulusan kita sendiri. Sekali lagi ketulusan ini berkaitan erat dengan sikap netral dalam doa, artinya kita tidak menyetir atau mendikte Tuhan kita Ampunilah hambamu ini Ya Alloh…..Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:23 · Tidak SukaSuka · 7
    • Bunda Lia
      Agar supaya kita lebih cermat dalam mengevaluasi diri kita sendiri misalnya….
      :: Jangan pernah berharap-harap kita menerima (anugrah), apabila kita enggan dalam memberi.
      :: Jangan pernah berharap-harap akan selamat, apabila kita sering membuat orang lain celaka.
      :: Jangan pernah berharap-harap mendapat limpahan harta, apabila kita kurang peduli terhadap sesama…. dan nggak mau usaha…
      :: Jangan pernah berharap-harap mendapat keuntungan besar, apabila kita selalu menghitung untung rugi dalam bersedekah.
      :: Jangan pernah berharap-harap meraih hidup mulia, apabila kita gemar menghina sesama.
      Lima cara di atas hanya sebagian contoh saja loh dan harap tidak ada yg tersinggung. Silahkan saudara/ saudariku yang budiman mengidentifikasi sendiricara2 yang lainnya, yang tentunya tiada terbatas jumlahnya bukan… ???
      Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:27 · Tidak SukaSuka · 6
    • Bunda Lia
      Kuakui… dulu saya pernah mengalami kebanyakan asa, lalu giat sekali berdoa bermacam-macam hal. Siang-malam berdoa isinya permohonan apa saja yang kuinginkan. Waktu berdoa pun hanya pada waktu tertentu yang kuanggap tijab. Tetapi saya masih merasakan kehampaan dalam hidup. Bahkan dirasakan realitas yang terjadi justru semakin menjauh dari harapan seperti yang terucap dalam setiap doa. Lama-kelamaan muncul kesadaran ada yang tidak beres dalam prinsip pemahaman saya….Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:29 · Tidak SukaSuka · 5
    • Bunda Lia
      Kesadaran diriku muncul lagi manakala merasa sangat kurang dalam melakukan amal kebaikan terhadap sesama. Kami berfikir, betapa buruknya tabiat ini, yang selalu banyak meminta-minta saat aku melakukan doa, tetapi sedikit “memberi”. Coba mengingat apa saja kebaikan yang pernah kami lakukan pada sesama, Parah… sepertinya kok nggak ada… atau kami yang sudah lupa. Namun yang teringat justru keburukan dan kesalahan yang pernah kami lakukan pada teman, keluarga, orang tua, dan pada orang lain. Kami menjadi resah sendiri, merasa dalam kehidupan ini kami tidak bermanfaat samasekali untuk orang banyak, sementara kami nggak tahu malu dengan selalu meminta-minta terus pada Alloh SWT saat doa malam dalam keperluan pribadi ….. Egoisnya aku, maunya enaknya sendiri. Berharap-harap memperoleh pemenuhan hak-hak sebagai manusia ciptaan Tuhan, tetapi enggan memenuhi kewajiban untuk beramal baik pada sesama…. dan mendoakan sesama…..Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:34 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia
      Hingga pada suatu saat saya mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berarti, paling tidak menurut diri saya sendiri. Sejak itu, terjadilah perubahan paradigma dalam memandang dan memahami cara untuk dekat dengan Alloh SWT. Doa (harapan) adalah perbuatan konkrit. Sejak saat itu, dengan sekuat tenaga setiap saat ada kesempatan kami melakukan sesuatu yang kira-kira ada manfaat untuk orang lain. Dimulai dari hal-hal sepele, sampai yang tidak sepele….. setiap ada kesempatan saya berusaha menyelawak waktu untuk berbuat sesuatu untuk sesama….Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:37 · Tidak SukaSuka · 4
    • Bunda Lia
      Cara kami berdoa seperti itu mungkin terasa aneh tur nyleneh bagi beliau-2 yang telah berilmu tinggi dan menguasai ajaran agama secara teksbook. Akan tetapi prinsip dan cara-cara itulah yang kami pribadi rasa paling pas untuk dilakukan….. Maklum saya ini orang bodoh yang masih belajar ke sana-kemari. Tetapi paling tidak, kami secara pribadi telah membuktikan manfaat dan hasilnya. Mohon maaf apabila banyak kata dan ucapan yang kurang berkenan, saya menyadari sebagai orang yang masih bodoh banyak kekurangan, tetapi memaksa diri untuk menulis pengalamanku pribadi…..Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:39 · Tidak SukaSuka · 3
    • Bunda Lia
      Mohon direnungkan… banyak sekarang pejabat2 bangun tengah malam… lalu bertahajut dan berdoa apa yang dia minta…???? Ha ha ha ha tentu untuk pribadinya bukan…???? Bukan untuk masyarakat… bukan untuk rakyat… bukan untuk negeri ini… bukan untuk pidatonya di depan banyak orang…. tapi semua yg diminta hanyalah untuk jabatanya… untuk rezekinya… untuk kesehatanya diri pribadi…. itulah orang2 sekarang….. jadi saya pribadi ya begitulah adaku… dan memang itulah mauku… dan memang prinsipku tertuang pengalamanku sendiri yg telah aku ceritakan diatas tadi… mau diterima monggo tidak juga tidak apa2 kok….Lihat Selengkapnya

      22 Januari pukul 7:44 · Tidak SukaSuka · 3
    • Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikka AMIIN BUNDA ,HAMDANLAH QOSIRAN, SUBAHANALLAH ,ILMUMU SANGAT LUAS ,JIKA SEMUANYA ITU SELARAS DARI LAHIR DAN BATIN , SERTA PERBUATAN DGN DEMIKIAN MAKA SESUNGUHNYA ITU SEMUA ADALAH KEBENARAN,…BERSUMBER DARI PADANYA, ALLAHU RABBY LIL ALAMIN,,,
      22 Januari pukul 8:06 · SukaTidak Suka
    • Radzi Saad آمِيـنََ … آمِيـنََ … يا رَبَّ الْعَالَمِينَ
      22 Januari pukul 8:39 · SukaTidak Suka · 1
    • Yudi Bro · Berteman dengan Diajeng Kamaratih dan 1 lainnya
      ‎…inggih…
      22 Januari pukul 8:43 · SukaTidak Suka
    • Herdiman Sastrosudirdjo amin… amin… amin yarabbalalamin… Semoga Bunda Lia tetap terjaga dijalan Allah mencapai keluhuran budi yang sejati….
      <<<< Bunda Lia sy undang ke akun-ku… temanateman aku baru kumpul-kumpul……. heheee terima kasih….. >>>
      22 Januari pukul 8:47 · SukaTidak Suka
    • Eyang Sapu Kerik · 30 teman yang sama
      amin semoga di ijabah semua do’a2 bunda lia. ketakutan kpd TUHAN akan membawa kt ber_hati2 utk menjalani hidup
      22 Januari pukul 8:51 · SukaTidak Suka
    • Eyang Sapu Kerik · 30 teman yang sama
      kemaksiatan dibumbui keindahan2& kenikmatan duniawi beruntunglah org2 yg taudiri & sll mengkajidiri utk temukan jatidiri
      22 Januari pukul 8:55 · SukaTidak Suka
    • Nazim Othman · Berteman dengan Kusparhadiati Tjakraningrat
      Bu, mohon di tag bunganya.. boleh.
      22 Januari pukul 9:19 · SukaTidak Suka
    • Ayah Fauzie آمِيّنْ.. آمِيّنْ.. يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْنن
      22 Januari pukul 15:07 · SukaTidak Suka
    • Naim Emel Prahana lambang kesucian dan keindahan
      22 Januari pukul 20:17 · SukaTidak Suka

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Januari 31, 2012, in Kumpulan Doa Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: