Sulitnya menyelesaikan sesuatu dalam kesendirianmu….

Sulitnya menyelesaikan sesuatu dalam kesendirianmu….


Kelak kau akan merasakan bagaimana sulitnya menyelesaikan sesuatu dalam kesendirianmu…. akan tetap kuterima apa katamu dan apa yg kau perbuat padaku…. agar kau puas…. memang sekarang kebanyakan dimana manusia kehilangan dasar sikap dan perilaku yang benar….. Takdir kehendak Alloh…. sebahagia-bahagianya yang lupa lebih berbahagia yang sadar serta waspada akan ucapannya… maka hati2lah… doaku selalu…. Pamanggone aneng pangesthi rahayu, angayomi ing tyas wening, heninging ati kang suwung, nanging sejatine isi, isine cipta kang yektos.
Tempatnya ada di dalam cita-cita sejahtera, meliputi hati yang terang, hati yang suci kosong, tapi sesungguhnya berisi, isinya cipta sejati….

Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Sunting · 29 Januari

    • Pangeran Joyo Kusumo Hmm… Alam kang aru biru… Sworo nylengkeng agawe mobat mabite jagad… Dewo ugo jenggirat nginguk… Hmm ealah antengeng alam kajaten makmureng rogo sukmo sejatine… Sukma rahayu…
      29 Januari pukul 17:22 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Ujung Pena Tak Lagi Tajam…Dan Ujung Kuas Tak Lagi Lembut
      Bagi orang-orang seusia kita, sebenarnya membicarakan kata “cinta” sudah tidak layak lagi, sudah bukan waktunya… sadarlah kita sudah tua dan waktunya untuk koreksi diri… jangan lagi hanya memburu ego… lihatlah diri kita apa nggak malu dengan anak2 kita… kayak ABG saja ada curiga dan cemburu…. aneh dan lucu kedengaranya….. Definisi tentang cinta yang njlimet dan rumit, hanya akan membebani pikiran saja…. Ujung-ujungnya hanya akan melemahkan semangat hidup…. semua itu untuk apa dan buat apa….???? Orang-orang yang mendewakan “Cinta” kebanyakan hanya akan menuai penderitaan yang membelenggu akal sehatnya….
      29 Januari pukul 17:25 · Tidak Suka · 9
    • Bunda Lia Kakang Pangeran Joyo Kusumo…. Menurut saya, hidup ini indah, bagaikan air yang mengalir. Pada saatnya akan sampai juga pada titik akhir kedamaian dan ketentraman, di lautan kasih. Mungkin saya memahami kata “cinta” berbeda dengan orang kebanyakan. Sebenarnya cinta hanyalah sebuah “bualan” dan isapan jempol belaka. Egois, yang maunya menang sendiri. Namun pada akhirnya, hanyalah penderitaan yang didapat…. seperti kita2 ini untuk apa semua itu…. ya nggak kang… kok yo onok wae…. mereka kok ya kapok2nya… usia udah 40 thn kok ya sempat2nya untuk bermain api…. lebih baik kan benahi diri… keluarga … dan isi kekosongan dengan bekerja kan beres…. kakang Cinta ….Lain halnya dengan “kasih” dan “sayang”. Cinta lebih bersifat fisik, sehingga bisa rusak ataupun hilang. Namun sebuah kasih sayang lebih bersifat batin atau rasa yang tulus. Sesuatu yang nyata namun abstrak. Kasih sayang lebih menyejukkan, menumbuhkan rasa damai di hati, dan bersifat langgeng. Karena bukan bersifat ragawi, sehingga tidak mungkin hilang ataupun musnah. ( Aku tetap akan menjaga dan selalu memberi kasih dan sayang pada sesama…. )
      29 Januari pukul 17:29 · Tidak Suka · 8
    • Tatot Pitulungan Bunda q Cyg.!!!! janganlah engakau suka topang dagu, nanti anak kita menyanyi . tralala la la…
      29 Januari pukul 17:31 · Tidak Suka · 2
    • Surya Jiwa Cinta adalah utk selama-lamanya. Tidak kira usia. Apatahlagi bagi mereka yg tersungkur di alam perkahwinan dan tidak menikmatinya sepuas2nya di alam muda.. kita bisa mengkoreksi diri tetapi ngak bisa meminggirkan.. cinta.
      29 Januari pukul 17:31 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Satu lagi… Cinta tidak mengenal logika, bahkan efeknya lebih sering membelenggu logika kita…. Egois, sering memaksakan kehendak, lebih mementingkan diri sendiri, bahkan tidak menghiraukan perasaan orang yang dicintainya….. lupa akan buah hati yaitu anak… Cinta lebih dekat dengan sifat cemburu yang tidak beralasan (buta / membabi buta tanpa ada alas an yang tepat). Sering orang menjadi bodoh karena cinta. Sikap dan tingkah lakunya tidak logis. Pada akhirnya hanya akan menghancurkan orang yang ia cintai…..Tentu pada diri sendiri juga tentunya….
      29 Januari pukul 17:32 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia He he he ngantuk ki mas Tatot Pitulungan… lagi nunggu antrean sembako ki ha ha ha ha
      29 Januari pukul 17:33 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Mas Surya Jiwa aku lebih suka kasih sayang dari pada cinta… selamat sore mas…. salam kasih selalu….
      29 Januari pukul 17:33 · Tidak Suka · 4
    • Surya Jiwa Salam sore buatmu.. Dari mana dtgnya cinta.. kalau tidak dr.. kasih sayang.. Bunda.
      29 Januari pukul 17:36 · Tidak Suka · 2
    • Srianti Semarang Memang sulit hdp sendiri,tp kutlah lalui dengan keiklasan hati dm buah hatiku., kutak salahkan taqdir atau yg maha Agung,tp kt lah yg mungkin silap dlm memilih.. Dm Alloh aku tk pernah menyesali kesendirianku,walau kurasakan sepi.namun aku happy dlm kesendirianku.
      29 Januari pukul 17:38 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Rasa kasih dan sayangku pada sesama bukanlah tanpa alasan…..
      Bukan proses sesaat yang instant. Namun penuh dengan ujian mental yang “menurut saya” berat. Banyak dilema yang saya hadapi, dilema dan pertentangan antara logika dan rasa.
      Kuikuti dan kutapaki hari demi hari…. Bahkan, meskipun harus tidur pada dinginnya lantai dan berbantalkan lengan pun…. aku jalani dengan suka hati. Tempat dimana saya sering merenung dan tidur, sekarang menjadi tempat untuk mengais rejeki. Banyak kenangan yang tak mungkin kuhapus dalam ingatanku…. Kadang aku sampai menangis bila mengingat betapa berat perjalanan ini… Aku hanya ingin menunjukkan pada semua bahwa aku mampu bertahan memperjuangkan hidup ini dan mendidik putra putriku tanpa cinta… karena aku benar2 sadar cinta tak harus kumiliki…. betapa dalamnya rasa kasih dan sayangku pada putra putriku dan sesama… lebih baik tanpa cinta dari pada tak dipercaya…. he he he mbak Srianti Semarang… ya nggak mbak….

      29 Januari pukul 17:40 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia Emohhhh aku taku mas Surya Jiwa aku nggak wae… dari pada … achhhh nggak lah…. maafkan aku mas… nggak mau cerita…
      29 Januari pukul 17:41 · Tidak Suka · 3
    • Surya Jiwa Aku faham cinta perlukan komitmen.. ikatan. Kasih sayang hanyalah pertalian yang longgar.. Bunda.
      29 Januari pukul 17:43 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Namun seiring perjalanan waktu…. Sesuatu terjadi… Kejadian itu sangat menoreh batinku demikian dalam, namun tidak sampai merusak sisi lain dimana aku simpan rasa kasih dan sayang itu..
      Kalau saat itu, yang ada dalam kepalaku hanyalah kata “cinta”, kemungkinan akan lain efeknya. Mungkin akan timbul perasaan dendam dan kebencian….. namun Alhamdulillah aku imbangi semua dengan putaran roda yang namanya renik2 …kehidupan… atau gambaran kuas yg digoreskan diatas kanfas….. jadi tak akan kaget….

      29 Januari pukul 17:44 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Rasa kasih dan sayang itu mampu menyembuhkan dan mengobati torehan luka yang sangat pedih menyakitkan itu.
      29 Januari pukul 17:45 · Tidak Suka · 3
    • Yay Upakarti Budaya Nuswantoro Karena pada dasarnya setiap manusia akan memasuki ruang sunyi…
      29 Januari pukul 17:47 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Meskipun saat ini aku berada di tempat yang sangat jauh….
      Aku selalu mengingat akan sejarah hidupku masa lalu……. Kusimpan kenangan-kenangan indah dalam bilik lubuk hatiku yang paling dalam, ku tutup dan ku kunci rapat-rapat hatiku untuk yang lain. Agar tidak hilang, dengan harapan kan tetap abadi selamanya, dalam hatiku…. Aku percaya engkaupun tak akan mungkin dengan mudah melupakan kenangan kita walau dirimu telah berpulang pada Yang Maha Kuasa…. Untukmu yang sekarang berharap padaku maafku…. Biarlah sang waktu yang akan menjawab semua itu… biarlah kita memapakki jalan masing-masing yang penting hatiku ini hanyalah untuk Sang Maha Cinta karena DIA lah diatas segalanya bagiku…. Tak mungkin orang lain dapat menempati ruang bilik yang telah terisi dengan yg lain selain Sang Maha Cinta…..

      29 Januari pukul 17:49 · Tidak Suka · 5
    • Srianti Semarang Dan aku jg tak menyesali kesendirianku,aku jg tak membenci atau menjauhi” cinta” tp alhamdulilah kumampu membesarkan buah hatiku walau sangat berat tantangan kuhadapi,tp aku syukuri krn cinta kshku terhadap anakku tetep terjalin walau jauh
      29 Januari pukul 17:52 · Tidak Suka · 2
    • Mas Tebe Oye Hmmm … slmt sore Dinda Lia … sy hanya bisa menyimak saja … semoga Adinda tetap semangat & bahagia dalam kesendirian Adinda dg ditemani putra putri tercinta …
      29 Januari pukul 18:08 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia
      Mbak ayuku Srianti Semarang… hampir sama kehidupan kita… namun aku berharap dikau jangan menyerah didiklah putra putri kita dan tunjukkan pada dunia walau kita wanita kita mampu …. Namun diriku hanyalah seorang musafir yang mencari belas kasih Sang Maha Cinta… Yang tidur beratapkan langit, berselimut mega, dan berbantalkan derita. Tiada harta dan tiada saudara… bagiku harta dunia hanyalah titipan… aku disini sebagai pengembara bersama lantunan waktu yang harus kupaku untuk mencari “arti hidup “ dan “jati diri” kini yang kualami dan ku jalani mbakpun akan mengerti…. Yang ada di kepalaku hanyalah “kerja” dan berkarya…
      Rasa kasih dan sayangku pada putra putriku, telah membuat Sang Maha Cinta sebagai sumber inspirasi dalam segenap sisa hidupku…..

      29 Januari pukul 18:09 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia
      Mas Yay Upakarti Budaya Nuswantoro… selamat malam mas…. Dalam pengembaraan yang panjang, kutelusuri setiap jalan, tanpa kawan. Hanya bayangan semu yang setia mendampingiku. Bayangan itulah yang aku ajak bercanda tawa, hingga tumbuh rasa bahagia…. Walau selama ini aku bergelut dalam bayangan dan impian… sekian lama kucari dan kucari ….. kini telah kudapati… tetapi jarak memisahkan kita … aku tak tau … mesti berkata apa… marahkah aku… menagiskah aku…. Atau menjeritkah aku… pada Sang Maha Cinta…???? tidak… itu tak mungkin terjadi padaku … kecuali saat kusebut namaNYA dalan setiap doa malamku sepertiga malam karena aku telah terbiasa menggayuh sampan ditengah samodra…. dengn bimbingan Sang Maha Cinta….

      29 Januari pukul 18:14 · Tidak Suka · 5
    • Srianti Semarang Alhamdulilah bunda,mrk dahpun dewasa walau didikanku tk sehebat mereka,tp dengan keyakinanku dan kepasrahanku pd Alloh.. Kini aku dahpun punya 2 menantu dan seorang cucu Bunda Lia.
      29 Januari pukul 18:16 · Tidak Suka · 1
    • Yay Upakarti Budaya Nuswantoro Itulah perjalanan hidup. Cara pandang kita terhadap kehidupan akan sangat berpengaruh keberpihakan hidup terhadap diri kita..
      29 Januari pukul 18:23 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Aku mengakui betapa sepinya hidup ini tanpa kasih dan sayang… betapa beratnya beban prau kecil yang kudayung ini saat badai menghantam lajunya perauku… dengan sisa tenaga dengan segenggam harapan … dalam kelunya lidahku…. Gemetarnya bibirku…. aku hanya mampu bergumam… Ya Alloh… Innalilillahi Wa’inalillahi Raji’un…. Hanya pada-Mu aku berserah Ya Alloh… dengan suatu sisa-sisa kekuatan tenagaku …. aku yakin dengan kebesaran nama Alloh… dengan perbuatanku selama ini aku yakin pertolongan dari Alloh….. disaat aku ter- obang-ambing badai… kulihat bayang-bayang putra putriku… namun aku tetap semakin semangat untuk mendayung perahuku … aku tak menghiraukan badau dan ombak dengan kencang menghantam setia sisa2 tenagaku untuk mendayung …. Begitu sombongkah… begitu angkuhkah aku……. ???

      29 Januari pukul 18:27 · Tidak Suka · 6
    • Mas Tebe Oye Hanya do’aku utk Dinda Lia ..semoga Dinda senantiasa diberikan ketabahan … kekuatan … kesabaran dan keteguhan dlm menghadapi hidup dan kehidupan ini …aamiin …
      29 Januari pukul 18:42 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Tuhan inikah anugrah yang Engkau berikan padaku atas kebaikanku selama ini….???? Tuhan kini aroma itu telah hadir dalam hidupku… walau kini aroma itu jauh dan semua tinggal bayangan… malam ini tidak seperti malam sepuluh tahun yang lalu … namun beberapa hari ini bayangan itu hadir…. Kadang bayangan itu terasa nyata, membelaiku, menghiburku disaat duka. Memberi semangat untuk selalu berkarya… Terima kasih, telah menyertaiku…
      Walaupun hanya dalam angan dalam hatiku… bayangan dalam hidupku… namun aku bahagia bersama Sang Maha Cinta….

      29 Januari pukul 18:45 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Mamas Tukribo Budiharto dimanakah PP kita ??? Nggak ada yg berani menegurmukah saudaraku terkasih…. xixixixixixixixiiiii
      29 Januari pukul 18:46 · Tidak Suka · 4
    • Mas Tebe Oye Oke oke oke ..tak pasang maneh .. ga ada yg menegur kok Dinda … ha ha ha …
      29 Januari pukul 18:48 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Mbak Srianti Semarang sayang…. wihhhh uwenak noh … anakku masih kecil2 mbak… kembang kempis deh aku….
      29 Januari pukul 18:49 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mas Tukribo Budiharto ha ha ha ha …. sopo to yg berani….
      29 Januari pukul 18:49 · Tidak Suka · 3
    • Srianti Semarang Hehehe Bunda, malah mboten menak je,, tp gembira. ALHAMDULILAH Bunda..
      29 Januari pukul 18:55 · Tidak Suka · 1
    • Mas Tebe Oye Wani menegur? …wani piro? … ha ha ha …
      29 Januari pukul 19:02 · Tidak Suka · 1
    • Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikka Bunda, maafin aku jka aku mungkin sampai aku mati aku jujurloh, yg namanya wanita aku tetap menyayanginya, dan membutuhkannya, karna bagiku tampah wanita hidupku ini tidak ada semangat, sekali lagi aku mohon maaf…wanita wanita, tampah drimu akupun tidak perna ada didunia ini,…salam kasih damai kaum para wanita,….maafin aku Bunda,,
      29 Januari pukul 20:00 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Kanda benar kanda Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikka… hidup ini indah tapi jujur saja aku tak berani dengan Cinta … saya lebih senang kasih sayang… seperti yg kanda ucapkan disini… selamat malam kanda… salam kasihku selalu…. biarlah aku tetap mendapatkan dari Sang Maha Cinta kanda bagiku DIA Segalanya….
      29 Januari pukul 20:22 · Tidak Suka · 6
    • Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikka Amiinn Amiinn yaa Allah ,terimakasih Bundaku yang aku sayangi selalu,,,,
      29 Januari pukul 20:30 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Nahhhhhh kalau kasih sayang OK… tapi kalau cinta nanti dulu dan kanda harus baca semua agar tau apa yg aku katakan kandaku….
      29 Januari pukul 20:31 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Mbak Srianti Semarang sayang … sabar njih mbak….
      29 Januari pukul 20:32 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mamasku Tukribo Budiharto xixixixxixixi…
      29 Januari pukul 20:32 · Tidak Suka · 3
    • Budi Akil · Berteman dengan Syahwir Papude dan 167 lainnya
      Malam BUNDA…!
      Ujian hidup harus kita hadapi ,dan aku yakin BUNDA bisa melaluinya dng sabar,tawekal serta tegar
      29 Januari pukul 20:33 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Cinta engkau telah bersembunyi sekian lama terhanyut tak tentu arah dalam lautan cinta aku telah senantiasa bersentuhan denganmu dalam ketak berwujudan kitalah tawanan cinta itu sendiri…. wahai Kasih dan sayang, datang dan menyatulah denganku rentangkan tangan kasih sayangmu duhai kekasih…. Maka matilah cinta, mati dalam cinta itu sendiri, mati dalam kesunyian sekian cinta. Maka hanya cinta pula yang sanggup menghadirkan kepada segenap kehidupan melampaui laut kebijakan…. maafkan aku cinta … aku tak sanggup mengenalmu…

      29 Januari pukul 20:48 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Mas Budi Akil terimakasih… ujian apapun itu urusanku …. dan aku tak akan mengeluh lagi karena aku akan berdiri dengan tegar… mas tolong blokir aku jangan lagi menyapaku…
      29 Januari pukul 20:49 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Seberkas cahaya adalah penyaksian, oleh karenanya yang menggumpal menjadikan berhala yang licik dalam keberadaan cinta, dan siapa kan memujanya. Sedang pemuja tak lain adalah ketiadaan yang hampa dari dunianya sendiri…. Maka pertautan itu antara cinta dan berhala, adalah lebih buruk dari segala keberadaan cinta…. Suatu realitas yang musti di tanggung oleh setiap babak dalam bercinta…..
      29 Januari pukul 20:51 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia
      Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

      29 Januari pukul 21:10 · Tidak Suka · 5
    • Yures Kanjeng Gagah Pangucap Mata tidak bisa menilai kebenaran nurani. Hanya hati yang penuh dengan cinta kasih yang bisa merasakannya. Maka, tatkala hatimu penuh dengan rasa curiga, matamu akan menilai semua yang benar seakan – akan salah.
      29 Januari pukul 21:19 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Kusisir jalan sunyi yang melebihi kesenyapan nadir.
      Kuikhlaskan semua tanpa alasan dan basa-basi yang disangka suka. Kupilih takdir-sebagaimana takdir mendekapku-untuk menjaga Cinta Kasih Sang Maha Cinta…sekalipun kau telah memasuki sebuah gerbang jiwa… aku tak akan tersentuh atau terlena dengan tegur sapamu, bukan yang dulu kau tuju. Kau gandeng bidadari yang sudah memberimu bocah…. yang saat ini memohon kasih dan perhatianmu seutuhnya… ingat dan raih bocah itu dalam pelukmu…. Kemudian kita mengikhlaskan semua pengharapan seperti merelakan daun kering yang tanggal dan tertinggal. Jangan pertanyakan lagi di mana dia terserak jangan harap aku bersedia menerima angin kebinasaan dalan bait cintamu…… Masing-masing diri mengeja bebatu waktu manjadi tangga yang kita daki tanpa tahu awal dan tepi…. tapaki tiap trap tangga itu. Menerima ketentuan Sang Hakim … Sang Maha Cinta…. tanpa beban, sebagaimana tak pernah kita pertanyakan mengapa kita dilahirkan….

      29 Januari pukul 21:23 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Kuning bukan berarti emas…. he he he selamat malam mas Yures Kanjeng Gagah Pangucap…. kepalsuan… wingko katon kencono… tapi kencono katon wingko…. Insya’Alloh besok sore mas yg di inbox….
      29 Januari pukul 21:26 · Tidak Suka · 4
    • Kariyan Santri Gundhul Hmmmmmmmm………..
      29 Januari pukul 21:27 · Tidak Suka · 1
    • Yures Kanjeng Gagah Pangucap Injih Bundaku, matur nuwun sanget Bundaku.
      29 Januari pukul 21:29 · Tidak Suka · 1
    • Kariyan Santri Gundhul Mantep kidunge Bund. Rahayu.
      29 Januari pukul 21:30 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia Selamat malam mas Kariyan Santri Gundhul… he he he lagi pingin ngoceh mas.. kesel dengan mereka saja….
      29 Januari pukul 21:30 · Tidak Suka · 3
    • Yures Kanjeng Gagah Pangucap Kepalsuan lebih menyakitkan daripada kepura – puraan khan Bunda. Sembah sungkem saking putra panjenengan ingkang jauh Bundaku. Salam hormat taklim lan rahayu Bundaku.
      29 Januari pukul 21:31 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mas Kariyan Santri Gundhul… Rahayu3x mas…. lama nggak jumpa salam kangen nggih mas…
      29 Januari pukul 21:49 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Terimakasih mas Budi Akil anda telah mengerti pintaku…. aku tak ingin ada permusuhan antara teman… apalagi yg namanya fitnah…. besok bisa2 aku disantap lagi … maafkan aku… karena memang aku nggak ada apa2… dan nggak ingin cinta…
      29 Januari pukul 21:51 · Tidak Suka · 4
    • Kariyan Santri Gundhul Hmmm…njih Bund…kelamaan ngumpet kemulan SARUNG…heeeee..Nembah nuwun. Rahayu.
      29 Januari pukul 22:06 · Tidak Suka · 1
    • Syahwir Papude Salaam Hormat, Bahagia, dan Santun kanda dinda Bunda Lia… Semoga kita timbal balik senantiasa selalu dalam Bimbingan dan Perlindungan~NYA…!!
    • Raden Rangga Kamajaya wuiiih cakepnya Bunda……..
    • Edie Emerald · 8 teman yang sama
      dalem banget bunda……….

  • Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 3, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. I like your blog on wordpress. people can knows about “songgo buwono” which is your leads.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: