Ki Ageng Giring – Ki Ageng Pemanahan KGRK- 6

Image
 
www.songgobuwono.com
Dalam perenungan dan bila kita lihat ….. Bagi kebanyakan masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta dan Solo, percaya dengan kisah mistik raja-raja Mataram yang berhubungan erat dengan Kanjeng Ratu Kidul. Kanjeng Ratu Kidul entitasnya bukan lah sejenis jin, siluman atau setan, tetapi merupakan wujud panitisan dari bidadari, yang turun ke dalam dimensi gaibnya bumi (bukan alam ruh/barzah), berperan menjaga keseimbangan alam semesta khususnya sepanjang pesisir selatan Jawa dan wilayah samodra selatan Nusantara. Menjaga kelestarian alam dengan mencegah atau menghukum manusia yang tidak menghormati alam semesta ciptaan Tuhan YME, atau manusia yang merusak keseimbangan alam dengan cara mengambil kekayaan alam secara serakah dan tamak. Kanjeng Gusti Ratu Kidul sebagaimana raja atau ratu gung binatara yang bijaksana dan sakti mandraguna, juga manembah tunduk kepada Gusti Ingkang Akaryo Jagad. Namun demikian, Kanjeng Ratu Kidul tetap sebagai entitas mahluk halus, dalam arti tidak memiliki raga atau jasad dalam bentuk fisik…. mau lanjutan apa perdebatan ??? Kalau berdebat tidak usah saya lanjut … kalau mau mencari titik temu ayo… kita pakai nalar dan perenungan…. dan amit permisih ini gambar siapa nggak tau yg penting saya permisih…..

Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Sunting · 5 Maret

  • 3 kali dibagikan
    • Spe Pakpahan‎..like ajalah , Bunda ..”
      5 Maret pukul 19:07 · Tidak Suka · 1
    • Herri Teguhmlm bunda..
      5 Maret pukul 19:08 · Tidak Suka · 1
    • Bunda LiaSemoga pertanyaannya nggak aneh2 lagi malam ini biar segera selesai … karena pingin …. yg lain ceritanya… eyel2an terus bosan…
      5 Maret pukul 19:08 · Tidak Suka · 5
    • Widianto Bertengan Demansubhanalloh…
      5 Maret pukul 19:12 · Tidak Suka · 1
    • Rahadian P HadiLanjuuuuttt
      5 Maret pukul 19:13 · Tidak Suka · 2
    • Gold TjipAdakah latar belakang dgn Syech Syubakhir??
      5 Maret pukul 19:14 · Tidak Suka · 1
    • Harry HattabMalam Bunda,..salam hormatku selalu…
      5 Maret pukul 19:17 · Tidak Suka · 1
    • Arief Wibisono Berdegup ni jantung liat gambarnya aja….apalagi dikenalin lebih jauh….begitu tinggi nilai estetikanya…pemaknaannya….dan perwujudan manifestasi dari penggambaran yang bisa kita simak…tapi butuh otak encer juga tuk menyerapnya….hi…hi….tapi selama ini cukup ilmiah antara mistik dan nalarnya…..saya tambah jempol untuk bunda lia…yang mau mengasuh rubrik ini…penting bagi kemanusiaan untuk mengetahui lebih jauh…dan inilah kekayaan budaya spiritual kita yang adiluhung sekali….benar2 bangsa yang besar dan hebat dulunya….sayapun dari timur jauh mendengar kisah heroik legendanya…makasih bunda…kami selalu menunggu wedaran2mu…tq u…salam kasih untuk semuanya…..
      5 Maret pukul 19:19 · Tidak Suka · 3
    • Supriyatin IndriyantoMba mau ku kirimin fotonya kanjeng biyung ga buat nambah” koleksi penjenengan ???
      5 Maret pukul 19:22 · Tidak Suka · 1
    • Roger Tato Iki opo meneh, sbgai umat islam cukuplah ALLAH yg mengatur alam smesta bserta isinya. N yg berhak menghukum mwpun mlancrkan rejeki hanyalah 4jji.
      Kalau dya bukan dr golngn manusia brarti dya dr golongan jin.
    • Bunda Lia Kisah mistis nantinya tidak lepas dari sejarah pusaka balok kayu jati yang bernama Kyai Tunggulwulung. Saat ini diletakkan di sebelah timur makam Gusti Kanjeng Panembahan Senopati yang membujur ke utara, panjangnya 5 meter diameter 25 cm…. apabila kemakam Kanjeng Panembahan senopati tentu kita akan melihat Balok tersebut…. Balok tersebut adalah bekas titihan (kendaraan/perahu) ketika Panembahan Senopati bertapa menghanyutkan diri di sungai Opak hingga sampai di kratonnya jagad halus, ialah Kanjeng Gusti Ratu Kidul. Kemudian mempunyai wilayah jajahan di jagad halus. Seperti ditulis dalam kitab Wedhatama karya KGPAA Mangkunegoro IV, dalam tembang Sinom yang kemarin beberapa hari lalu telah saya tulis dgn artinya yang isinya begini….
      1) Sekalipun Kanjeng Ratu Kidul dapat menguasai samodra, apa pun kehendaknya terlaksanan. Akan tetapi masih kalah wibawa dengan Gusti Kanjeng Panembahan Senopati.
      2) Kanjeng Ratu Kidul sangat mengharapkan bisanya terjalin persahabatan antara kerajaan mahluk halus dengan kerajaan Senopaten. Selanjutnya memohon agar sekali tempo Gusti Kanjeng Panembahan Senopati sudi mengadakan pertemuan di dalam dunia mahluk halus. Sekalipun dengan susah payah Panembahan Senopati menyanggupi hingga sampai turun temurun…..
      5 Maret pukul 19:23 · Tidak Suka · 6
    • Sebuah perenungan yang dapat dikaji dari berbagai sudut pandang, tapi gunakan sudut 360* semua pasti ketemu, jangan gunakan sudut apapun karena yang akan tampak ke-tumpul-an & ke-lancip-an atas nama pembenaran2. xixi

      5 Maret pukul 19:24 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Baik sebelumnya kita akan sedikit menceritakan sebuah sejarah yg mungkin belum diketaui atau telah dibaca dari beberapa nara sumber ….. dan saya rasa masih ingat bukan dengan nama Kyai Ageng Pemanahan yg bergelar Kyai Ageng Mataram. Mataram adalah nama daerah yang dihadiahkan kepadanya oleh Sultan Sultan Hadiwijoyo, Sultan di Kerajaan Pajang. Karena Kyai Ageng Mataram bersama putranya Hangabehi Loring Pasar (Danang Sutowijoyo) telah dapat mengalahkan Raden Adipati Aryo Penangsang pada tahun 1527 M di Jipang Panolan…. Kyai Ageng Pemanahan selanjutnya minta ijin kepada Sultan untuk menempati daerah Mataram itu. Sultan Hadiwijoyo mengizinkan dan berpesan,” Seorang gadis dari Kalinyamat itu supaya diasuh dan dijaga baik-baik. Apalagi sudah dewasa hendaklah dibawa masuk ke Istana”….. Pesan itu disanggupi oleh Kyai Ageng Pemanahan, tetapi ia memohon agar diperkenankan mengajak putra Sultan Hangabehi Loring Pasar untuk pindah ke Mataram. Kyai Ageng Pemanahan sekeluarga berangkatlah menuju tlatah Mataram disertai dua orang menantunya, yakni Raden Dadap Tulis dan Tumenggung Mayang. Ditambah pula Nyi Ageng Nis istri Kyai Ageng Mataram dan penasehatnya Ki Ageng Juru Martani. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis Pon tanggal 3 Rabiulawal tahun Jimawal. Dalam perjalanan mereka singgah berziarah ke Istana Pengging sehari semalam.
      5 Maret pukul 19:35 · Tidak Suka · 9
    • Titipuspa WijanarkoTambah 1 ilmu lg nda. Dan negara lain belum tentu punya panembahan senopati dan ratu kidul.ataupun sejarahe wöng jowo…^_^
      5 Maret pukul 19:35 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Kyai Ageng sekeluarga melakukan doa dan sembahyang, memohon petunjuk kepada Tuhan, melakukan semedi dan shalat hajat, doanya ternyata diterima Tuhan, muncul pertanda pepohonan seketika menjadi condong, tetapi pohon serat tinggal tetap tegap. Setelah sembahyang subuh mereka berangkat menuju Mataram dan berhenti di desa Wiyoro. Selanjutnya membangun sebuah desa yakni desa Karangsari setelah singgah sementara waktu Kyai Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani mencari pohon beringin yang telah ditanam oleh Sunan Kali Jogo untuk tetenger di sanalah letaknya wilayah Mataram dimaksud…..
      5 Maret pukul 19:39 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia
      Suatu hari Kyai (Ki) Ageng bermimpi…. Ki Ageng Pemanahan bermimpi agar dia bertapa dimana ada pohon yang sudah mati namun tumbuh bunganya. Akhirnya ketemulah dia dengan pohon yang dimaksud. Dan desa itu kemudian dinamakan desa kembang lampir atau sering disebut Mbang Lampir…. Tempat ini kesan angkernya lebih berasa, mungkin karena tempatnya yang di pelosok dan banyak pohon2x besarnya. Untuk menuju ketempat petilasan, kami harus naik tangga yang lumayan tinggi dan berlumut… (moga gak ada tengu atau binatang yang ada di lumut2x). Petilasan yang dimaksud hanyalah berupa tanah 1 kotak yang dikelilingi pagar dari kayu. Dan di depannya ada tempat untuk bakar dupa, dan bunga. Selain itu juga digelar karpet tipis dan beratap seng. Jalan ke depan sedikit terdapat 1 ruangan yang tertutup rapat. Ruangan itu merupakan tempat penyimpanan pusaka dan mahkota Ki Ageng Pemanahan. Ruangan itu hanya dibuka pada hari-hari tertentu saja yaitu Senin dan Kamis. Jarak pengunjung dengan senjata tersebut juga dibatasi, tidak boleh terlalu dekat dan berjalan disebelah Baratnya. Berseberangan dengan ruangan penyimpanan senjata terdapat 1 cungkup makam yang terbuat dari seng dan dikelilingi oleh 3 patung orang yang sedang bertapa. Ke-3 patung tersebut menggambarkan Ki Ageng Pemanahan dan pengikutnya. Sedangkan cungkup yang ada di situ digunakan bagi orang yang mau melakukan tirakat tapa pendem atau bahasa Indonesianya bertapa dengan dikubur didalam tanah….. Dulu kita selalu berpikir jika orang melakukan tapa pendem maka orang tersebut akan dikubur didalam tanah seperti layaknya orang yang meinggal dan hanya ada 1 celah kecil untuk bernafas. Tapa pendem disini adalah orang bertapa didalam 1 lubang didalam tanah dengan kedalaman 1 M dan tidak ditutup dengan tanah.
      5 Maret pukul 19:48 · Tidak Suka · 6
    • Syahwir Papude Selamat Malam Dinda Bunda Lia…Semoga kita timbal balik senantiasa selalu dalam Rakhmat~NYA…Salaam Hormat, Bahagia dan Santun kanda dari pelosok negeri yang jauh…Kanda nyimak dengan serius wedaran dinda disini…!!
      5 Maret pukul 19:54 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia
      Sejarah Singkat tentang Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan… Ki Ageng Giring adalah salah seorang keturunan Brawijaya IV dari Retna Mundri yang hidup pada abad XVI. Dari perkawinannya dengan Nyi Talang Warih melahirkan 2 orang anak, yaitu Rara Lembayung dan Ki Ageng Wanakusuma yang nantinya menjadi Ki Ageng Giring…. Pencarian wahyu Kraton Mataram itu konon atas petunjuk Sunan Kalijaga kepada Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Giring disuruh menanam sepet (sabut kelapa kering), yang kemudian tumbuh menjadi pohon kelapa yang menhasilkan degan (buah kelapa muda). Sedangkan Ki Ageng Pemanahan melakukan tirakat di Kembang Semampir (Kembang Lampir), Panggang….Menurut wisik “bisikan gaib” yang didapat, air degan milik Ki ageng Giring itu harus diminum saendhegan (sekaligus sampai habis) agar kelak dapat menurunkan raja…. Wahyu itu yg dinamakan Wahyu Gagak Emprit…. Oleh karenanya, Ki Ageng Giring berjalan-jalan keladang terlebih dahulu agar kehausan sehingga dengan demikian ia bisa menghabiskan air degan tersebut dengan sekali minum. Namun sayang, ketika Ki Ageng Giring sedang di ladang, Ki Ageng Pemanahan yang baru pulang dari bertapa di Kembang Lampir singgah di rumahnya. Dalam keadaan haus ia meminum air kelapa muda itu sampai habis dengan sekali minum.
      5 Maret pukul 19:54 · Tidak Suka · 8
    • Anystia Nst · Berteman dengan Sang Pencari

      Apa tujuan dari smua ini?

    • Bunda Lia
      Betapa kecewa dan masygulnya Ki Ageng Giring melihat kenyataan itu, sehingga dia hanya bisa pasrah. Namun ia menyampaikan maksud kepada Ki Ageng Pemanahan agar salah seorang anak turunnya kelak bisa menjadi raja Mataram. Dari musyawarah diperoleh kesepakatan bahwa keturunan Ki Ageng Giring akan diberi kesempatan menjadi raja tanah Jawa pada keturunan yang ke-7.
      Versi lain menyebutkan bahwa Ki Ageng Giring ketika tirakat memperoleh Wahyu Mataram di Kali Gowang. Istilah Gowang, konon berasal dari suasana batin yang kecewa (gowang) karena gagal meminum air degan karena telah kedahuluan Ki Ageng Pemanahan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kesempatan menjadi raja Mataram pupus sudah, tinggal harapan panjang yang barangkali bisa dinikmati pada generasi ke-7…. Hal itu berarti setelah keturunan Ki Ageng Pemanahan yang ke-6, atau menginjak ke-7, ada kemungkinan bagi keturunan Ki Ageng Giring untuk menjadi raja. Apakah Pangeran Puger menjadi raja setelah 6 keturunan dari Pemanahan?
      5 Maret pukul 20:00 · Tidak Suka · 5
    • Arief Wibisono Ck…ckk…ck….gak bisa koment dech mending nyimak aja….he..he…lanjut…!!!
      5 Maret pukul 20:03 · Tidak Suka · 2
    • Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikkamohon maaf jika ingin mengetahui benar sosok kangjeng Ratu kidul cari dulu asal mula usulnya, dia anak dari siapa, dan lahir di daerah mana, dan penyebap menjadi ,sosok kanjeng Ratul kidul terjadi karna apa…. jangan dulu kita berperansangkah yg tidak2 karna pasti ada yg lebih mengetahinya, tentang yg sebenarnya…. mohon diteliti… terjadi pada tahun berapa,,,kisahnya…..???
      5 Maret pukul 20:03 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia
      Puger menjadi raja Mataram setelah mengalahkan Amangkurat III. Jika angka 6 dianggap perhitungan kurang wajar, dan yang adalah 7, maka dapat dihitung Raden Mas Martapura yanga bertahta sekejap sebelum tahtanya diserahkan ke Raden Mas Rangsang (Sultan Agung). Jadi pergantian keluarga berlangsung setelah 7 Raja keturunan Ki Ageng Pemanahan…. Bukti bahwa Puger memang keturunan Ki Ageng Giring dapat dilihat dari Babad Nitik Sultan Agung. Babad ini menceritakan bahwa pada suatu ketika Parameswari Amangkurat I, Ratu Labuhan, melahirkan seorang bayi cacat. Bersamaan dengan itu, isteri Pangeran Arya Wiramanggala, keturunan Kajoran, yang dikenal merupakan keturunan Giring, melahirkan seorang bayi yang sehat dan tampan. Amangkurat mengenal Kajoran sebagai seorang pendeta yang sakti dan dapat menyembuhkan orang sakit. Oleh karena itu, puteranya yang cacat dibawa ke Kajoran untuk dimintakan penyembuhannya. Kajoran merasa bahwa inilah kesempatan yang baik untuk merajakan keturunannya. Dengan cerdiknya, bayi anak Wiramanggala – lah yang dikembalikan ke Amangkurat I (ditukar) dengan menyatakan bahwa upaya penyembuhannya berhasil…..
      5 Maret pukul 20:05 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Kanda Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikka… he he he sabar… biarlah karena nggak ngerti sejarah jadi kita kenalkan sejarah… sabar ya… doaku selalu untukmu kanda…. salam untuk yunda…dan keluarga disana…
      5 Maret pukul 20:06 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Mas Arief Wibisono… he he he kenapa ??? Salam kasihku selalu….
      5 Maret pukul 20:07 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia
      Sudah ditakdirkan bahwa Amangkurat III, putera pengganti Amangkurat II, berwatak dan bernasib jelek, sehingga terbukalah jalan bagi Pangeran Puger untuk merebut tahta. Dengan demikian benarlah bahwa pada urutan keturunan yang ke-7 keturunan Ki Ageng Giring – lah yang menjadi raja, meskipun itu diambil dari garis perempuan. Namun ini cukup menjadi dalih bahwa Puger alias Paku Buwana I adalah raja yang berdarah Giring….. sungguh kita kalau nggak teliti sejarah itupun sangat rumit… untuk itu apa salahnya kita mengingat jangan sampai generasi sekarang lupa asal muasal sejarah…. Baru saja cerita tentang KGRK dan Panebahan Senopati ributnya melebihi pasar kebakar … apa lagi aku menulis Babat2 yg lain…. kalau cuma ribut sendiri tanpa dibaca jalur2nya lalu kesemuanya punya pikiran yg kurang bagus buat apa enakan tidur atau kerja…. Opo yo wong sak iki ki pancen ra weruh blas bab sejarah ya…. kalau nggak tau sama sekali apakah pendidikan sekarang sudah tak ada lagi pelajaran sejarah ya ??? Sehingga generasi sekarang harus pangling dengan budaya dan asal usul sejarah nenek moyang kita….
      5 Maret pukul 20:15 · Tidak Suka · 8
    • Mela Yang · Berteman dengan Satria Majapahit dan 1 lainnya
      salam hormat sll tuk’ bunda….seblm kt memahami mahkluk lain,fahamilah dahulu siapa sejatining diri kt pribadi.sdhkah kt yakin dan mengenal dgn baik siapa yg tlh menciptakan alam beserta isinya,sdhkah kt mengenal dgn baik diri kt,cb lbh di renungkan lg lbh dlm,khususkan didlm perenungan itu hanya diri kita dan Allah, tanpa ada unsur lain tanyakan kepd Allah dan hati kt yg plg dlm,yakin akan jwban hati.didlm perenungan trs berzhikir menyebut asma Allah…insyaallah..jika kt mau jjr terhdp dr kt sendr akan terbuka semuanya dan akan terjwb siapakah diri kt,kepd siapa kt hrs berkiblat,kepd siapa kt hrs meminta….”.mhn maaf jika ada yg krg berkenan tuk’ bunda….tdk ada unsur sok tau,mengajari atau pun menggurui….”. tdk ada unsur tuk’ berdebat…bunda lbh faham… sy hanya orang bodoh yg sdg belajar…salam….
    • Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikkamohon maafku Bundah aku hanya ingin ikut memahami benar tentang kisa sejarah tentang . Kangjeng Ratu tersebut…karna akupun juga mengagumi beliau karna kuasa Allah semata….
    • Gold TjipTeruskan mbakyu, sejarah ini kan menyangkut banyak hal, termasuk ke 3
    • Bunda Lia
      Kita bicara masalah sejarah dan harus mengetaui hal atau sejarah yg sebenarnya…. Baik kita kembali kesejarah awal lagi… Kyai Ageng Pemanahan yang kemudian tersohor namanya dengan gelar Kyai Ageng Mataram. Banyak saudara asing ke Mataram…Lihat Selengkapnya
      5 Maret pukul 20:25 · Tidak Suka · 7
    • Bunda Lia
      Mohon maaf untuk tulisan kali ini saya tidak ingin diganggu karena ini benar2 masuk kejenjang sejarah jadi saya tidak mau keliru penulisan… yg tidak berkenan monggo…. dan mohon maaf saya tidak mau main2 karena ini rawan… sekali lagi maafkan saya…. baik saya teruskan….. Kyai Ageng Mataram menyatakan, kini belum masanya dan mengajak putranya mengharap untuk berjanji tetap setia. Keduanya berangkat, pergi ke kasultanan Pajang. Sinuhun Sultan Hadiwijoyo sedang bercengkerama dihadap para putranya dan keluarganya. Melihat kedatangan Kyai Ageng Mataram diantar putranya. Lalu sesudah berjabat tangan Ngabehi Loring Pasar pun menghadap menghaturkan sembah-bakti. Sinuhun bertanya dengan keheranan mengapa datang menghadap bukan waktunya menghadap. Kyai Ageng Mataram menyatakan bahwa menghadapnya itu karena putranya telah berdosa besar berani melanggar dan mengganggu gadis pingitan dari Kalinyamat.
      5 Maret pukul 20:31 · Tidak Suka · 7
    • Rahadian P HadiBagaimana dengan cerita yg beredar bahwa ratu kidul adalah dewi nawang wulan istri dr jaka tarub?
      5 Maret pukul 20:34 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Dengan bijaksana Sinuhun Sultan Hadiwijoyo berkata,”Anak tidak berdosa, kalau demikian memang salah saya, tidak memikirkan anak yang telah dewasa. Oleh karena sudah terlanjur kamipun ikut menyetujui. Tetapi anak jangan dimurka, pinta Sinuhun kepada Ki Ageng Mataram….. Waktu sudah berjalan sekian lama, karena usianya sudah uzur, Ki Ageng Mataram sakit lalu mangkat pada hari Senin Pon 27 Ruwah tahun Je 1533. Dimakamkan di sebelah barat Istana Mataram di Kotagede, Yogyakarta. Sementara itu, Ki Jurumartani pergi ke negeri Pajang menghadapkan putra Ki Ageng Mataram. Sinuhun lalu bercengkerama dengan Ki Jurumartani memberitahukan tentang mangkatnya Ki Ageng Mataram, Sinuhun terkejut hatinya dan bersabda; “Kakak Jurumartani, sebagai ganti dari penghuni Mataram ialah Ngabehi Loring Pasar dan harap dimufakati dengan nama Pangeran Haryo Mataram Senopati Pupuh”. Ki Jurumartani menyanggupi lalu mohon ijin kembali, peristiwa ini terjadi pada tahun 1540. Lalu Pangeran Haryo Mataram diangkat pada tahun Dal 1551 bergelar Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo yang menguasai tanah Jawa. Kemudian menurunkan raja-raja Surakarta dan Yogyakarta, demikian pula para Bupati di pantai-pantai Jawa hingga sekarang.
      5 Maret pukul 20:37 · Tidak Suka · 8
    • Bunda Lia Untuk saudara2ku yg tau pertanyaan mas Rahadian P Hadisilahkan aku yg bodoh ini terbatas tidak bisa cerita malam ini mungkin lain kali… terimkasih… maafkan saya mas Rahadian YTH.
      5 Maret pukul 20:39 · Tidak Suka · 4
    • Mohon di Lanjut bunda,,,.,,,

      5 Maret pukul 20:42 · Tidak Suka · 1
    • Bunda Lia
      Kanjeng Panembahan Senopati memegang kekuasaan kerajaan 13 tahun lamanya. Sesudah sakit kemudian mangkat, pada hari Jumat Pon bulan Suro tahun Wawu 1563. Dimakamkan di sebelah barat Masjid di bawah ayahandanya. Selanjutnya putranya yang menggantikan dengan gelar Kanjeng Susuhunan Prabu Hanyokrowati. Penobatannya dalam bulan yang bersamaan dengan wafatnya Kanjeng Panembahan Senopati…. Pada suatu hari, Kanjeng Susuhunan pergi berburu rusa ke hutan. Dengan tiada terasa telah berpisah dengan para pengantar dan pengawalnya, kemudian beliau diserang punggungnya oleh rusa dan beliau jatuh ke tanah. Sinuhun diangkat ke istana dan ia perintahkan memanggil kakanda Panembahan Purboyo.
      5 Maret pukul 20:43 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia
      Sinuhun berkata, “Kakanda, andaikata kami sampai meninggal, oleh karena Gusti Hadipati sedang bepergian, putramu Martopuro harap ditetapkan sebagai wakil menguasai Negeri Mataram. Amanat tersebut disanggupi, Sinuhun terkenal dengan gelar Sinuhun Seda Krapyak. Beliau mangkat pada bulan Besar, tuhan Jimawal 1565 dan dimakamkan di sebelah bawah makam ayahandanya, Panembahan Senopati…..Demikian sejarah singkat kerajaan Mataram, yang sampai saat ini terbukti masih berdiri kokoh. Lalu dari keturunan manakah raja-raja besar Mataram ?
    • Terima kasih konfirmasinya, sehat n sejahtera selalu

    • Bunda Lia
      Berikut ini saya paparkan silsilah leluhur kerajaan Mataram
      1. Sinuhun Brawijaya V, raja kerajaan Majapahit terakhir berputera Raden Bondan Kejawan yang bergelar Kyai Ageng Tarub ke III.
      2. Kyai Ageng Tarub III mempunyai putra yakni Kyai Ageng Getas Pandowo.
      3. Kyai Ageng Getas Pandowo berputera Ki Ageng Selo.
      4. Kyai Ageng Selo berputera Ki Ageng Nis.
      5. Ki Ageng Nis berputera Ki Ageng Pemanahan (Ki Ageng Mataram).
      6. Ki Ageng Pemanahan berputera Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo.
      7. Kanjeng Panembahan Senopati ing Ngalogo berputera Sinuhun Prabu Hanyokrowati.
      8. Sinuhun Prabu Hanyokrowati berputera Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo Kalipatullah Panetep Panatagama Senopati ing Prang…. dan seterusnya….
    • Bunda LiaSelamat malam pak Yus Sofyandi… terimakasih … salam hormat dan santunku…
    • Beroex Jawa · Berteman dengan Sunardjo Wihardjo

      Met malam Bunda . . . Sejarah ini belum pernah saya dengar dan merupakan ilmu baru semoga dapat menambah wawasan saya amin

    • Kanjeng bunda Ratu sosok wanita yg baik hati & cantik rupawan,yg dpt menemui beliau org trtentu.

    • Sulistiyo Yudisugeng dalu Bunda. putra ki ageng selo meniko pinten? nuwun sewu Bunda, kula nrenjel2
    • Bunda Lia
      Bagaimana menempatkan secara tepat dan bijaksana antara manusia dengan mahluk halus yang juga ciptaan Gusti Allah Yang Maha Wisesa. Dapat sebagai contoh bagi generasi sekarang bagaimana cara memahami hubungan manusia dengan mahluk gaib. Seyogyanya manusia dapat bersikap bijaksana dan tidak sombong, menempatkan mereka yang gaib sebagaimana interaksi dengan manusia saling menghargai dan menghormati sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Karena masih sebagai mahluk Tuhan, mahluk halus tetap memiliki karakter seperti halnya manusia, ada yang baik ada yang jahat, ada yang manembah kepada Tuhan, tetapi ada pula yang membangkang…. entah kemana pikiran orang2 sekarang…. kenapa banyak yg sirik sih melihat dan memandang lukisan KGRK… kalau nggak tau sejarahnya atau legendanya mbok ya jangan sombong…. siapapun KGRK … apapun KGRK …. mau ada atau tidak ada…. kalau anda2 itu nggak percaya mengapa ikut baca…??? Dan mengapa ikut nimbrung… mengapa…??? Ada atau tiada yg percaya monggo nggak juga nggak apa2… mau mengatakan saya klenik kek… musrik kek silahkan… aku nggak pusing karena saya lebih suka dinilai Allah …. tidak minta nilai dari orang yg sirik pada saya…. demikian terimakasih….maafkan saya…
    • Bunda LiaMohon maaf saya tidak akan tangung2 meremove siapapun yg berani mengusik batas2 saat menulis sejarah sekali lagi maafkan… bukan berarti apa… hanya takut salah…. maafkanlah….
    • Bunda Lia
      Mas Sulistiyo Yudi aku dah berangkat ke Prambanan kulakan besok saja mas takut nggak dapat dagangan kayak kemarin malam… sampai jumpa besok ya…. dan aku pamit of… capek ngladeni orang2 yg nggak tau sejarah diinbox dan aku harus kulakan… kemarin kemalaman jauh2 hampa sampai prambanan…. silahkan dilanjut besok tak benerin… Ok semuanya maafin aku harus nyangkul dulu demi titipan…. Wass semua salam sayang selalu…
    • Salam hormat selalu buat bunda lia,salam rahayu dari kulo dedy anggoro,mohon diperkenankan dan mohon ijin dari bunda,kulo ingin mencatat. Sejarah ini,rasa rasanya ada tali sambung dari garis sejarah dan silsilahnya .terima kasih..Al HAMDULILLAH..”Semoga bunda LIA berada dalam kasih dan sayang ~NYA”AaMiin yaa robb…”

    • Kakang Prabu AnomHati-hati diperjalanan Bunda, meskipun capek tetap semangat… salam hormatku…
    • Iim OetoroSaya percaya apa yang anda percayai
    • Mohamad KhusnanSesungguhnya bagi yang telah Faham,tak mungkin terbersit shu’uzhon tentang sosok KGRK .Met Malem Bunda,tetap menulis tentang sejarah lanjutannya.Karena sy juga menyimak bahwa “pertalian” sejarah Mataram–Mojopahit(sejak pendirinya R.Wijaya)–Pajajaran ada korelasi dengan KGRK versi Pantai Selatan dari Pelabuhan Ratu (Jawa Barat) .Salaam.
    • Bunda Lia , Mohon izin utuk menyalin sejarah ini , sbg bahan referensi utuk lebih memahami sejarah … terlalu sayang untuk dilupakan . Trimakasih

    • Gold TjipJANGAN BERHENTI MENGUAK SEJARAH , AYO TERUSKAN TULISANMU MBAKYU DAN JADIKAN SEBUAH BUKU DAN JANGAN LUPA AKU YANG PERTAMA PESAN JIKA SUDAH JADI ,. SEMANGAT NUSANTARA !
    • Satria Mahardika
      salam… Sejarah itu sebagai obor maka memang haruslah terang supaya dapat menerangi, meski tdk sedikit rekayasa sejarah dilakukan dg sentuhan yang lembut untuk membangun paradigma dan sebagai alat legitimasi…. di dalam lingkaran kekuasaa…Lihat Selengkapnya
    • Kiagengjembar JumantoroRahayu Bunda Lia, salam tepangan
    • Salam kangen selalu nggih Bunda..

    • Rahadian P Hadi Aiiich sepertinya bunda marah dan tdk berkenan, maaf saya hanya mau tanya aja, kan ceritanya seputar ratu kidul, sy yg dhoif dan tanpa daya hanya bertanya aja
    • Abbiy Kembarslmt siang bunda…..tetap semangat ….sabar itu memang mahal harganya…..mencari jalan baik dan benar banyak godanya…..ada ularnya, ada ulernya, tp ada juga bunganya macam macam lagi jenisnya…..percayalah bhw semuanya hanya penggoda …..tp bunda tolong jangan berhenti khususnya diri saya sangat butuh wedaran2 yg bunda dan teman2 bunda sampaikan….tetap semangat …….wslm…
    • Ryan Mahesa Jenarrahayu bunda lia…..
    • Wes Ngalam · Berteman dengan Nony Nisa dan 4 lainnya

      lumayan buat bacaan dari pada beli bukunya mahall.. he he rahayu all..

    • prasajane Kanjeng Ratu Kidul tansah murub…

    • Dhea Anggraenihhhhmmm bundaqu aq ketinggalan dech, hik met sore bunda
  •  
    Tulis komentar…

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 9, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. almarhum kakek buyut, digelari Raden Harjo Tenoyo atao sapa yahh..kok lupa : namun sebagai penasehat kraton Surakarta tahun tahun jadoel, akhirnya krn beda visi diantaranya buat yg demikian demikian…………akhirnya beliau tinggalkan gelar gelar untuk akhirnya mengarungi alam nyata yg sdh dijelaskan oleh Al Quran…….sesuatu yg pasti benarnya, sebagaimana benarnya manusia percaya MATI itu ada, serta kehidupan sesudah di alam kubur PASTI ada, serta nasib manusia akibat amalannya PASTI ada……..

    Bila mmg Ratu Kidul ada, pasti ada Ratu Lor……….atau ini hanya visual khayal semata…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: