Pikiran Jangan Timpang

 

Image
Pikiran jangan timpang bagaimana asal usulnya dari nista menjadi utama….. Dengarlah asal usulku ini, wanita keturunan desa cucu seorang petani miskin harta…. tetapi selalu berusaha agar kaya jiwa, dan buta pengetauan aturan tata krama,wong cubluk bodho ela-elo. Tetapi oleh sang swargi eyang selalu dilindungi dan dibimbing untuk memuji dan berdo’a demi keluhuran sang Raja yang berkuasa, swargi eyang tidak jera mengajari tata Negara dan pengetauan budi pekerti … adap dan tata krama terhadap kita…. sungguh sedih bila mengingat Nenek Moyang kita…..
Tidak Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Sunting · 3 Maret

    • Hasan Bachrimaaf bunda…., itu siapa…?

      3 Maret pukul 11:51 · Tidak Suka · 2
    • bunda putri besuk mlm ada pasewagan agung dinegri kanjeng ibuuuuu

      3 Maret pukul 11:53 · Tidak Suka · 3
    • itu gambarnya bunda putri

      3 Maret pukul 11:53 · Tidak Suka · 3
    • Syah Ruddinsiang bunda , jng lama main air bunda tar masuk angin heehehe, gngapain bunda di air?????

      3 Maret pukul 12:00 · Tidak Suka · 2
    • Arief Wibisono Laut bagi orang madura adalah bantal dan angin adalah selimutnya….”abental ombek asapok angen”…betapa beraninya para pelaut madura jaman dulunya sampai hari ini…..banyak temuan bahwa pelaut madura juga sudah nyampe’ kemana2 dalam pelosok dunia ini….salam atretan dari renk madure say….hi…hi.. ….( ikut maen diair bunda….boleh?)…wkkkk..wkkk..wkkk

      3 Maret pukul 12:09 · Tidak Suka · 2
    • Getar bhs yg hlus . Eletromahnetic hti menahan getar it .tp bhs jawa halus kg bz …

      3 Maret pukul 12:13 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mas Hasan Bachri… he he he itu kembaranku mas… selamat siang… salam damai selalu…

      3 Maret pukul 12:19 · Tidak Suka · 3
    • Bunda LiaPangeran Agung Kencono Kusumo… salam dari bunda anandaku….

      3 Maret pukul 12:20 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia Mas Syah Ruddinlagi pingin saja…

      3 Maret pukul 12:20 · Tidak Suka · 4
    • rohmatullloh ‘alaik bundaku gmna sehat kan wartanya bunda putri

      3 Maret pukul 12:21 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mas Arief Wibisono… bagus oguh mas oreng pelaut cak na…. garampun terkenal dari Madura tak’iye… selamat siang salam kasihku selalu mas Arief….

      3 Maret pukul 12:22 · Tidak Suka · 4
    • Gde Mahesatatap dunia dengan penuh kegembiraan, resap dan simpan kedalam jiwamu segala kepenuhan hidup > salam semua para kadang Song-Bu > rahayu

      3 Maret pukul 12:23 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia Mas Danilx Andika… terimakasih mas selamat siang saudaraku bahagia hati ini…. salam hangat selalu….

      3 Maret pukul 12:24 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia

      Xixixixixixxiiiixixi kok yo wis ol to kang kang Gde Mahesa…. Rahayu Tenan sajakke…. Kang nasehat jaman kuno ki asli dan apik kanggo tuntunan urip biso gawe paugeran lan biso ngartikan Dununge manungso ugo Sangkan Paraning Dumadi loh, jujurlah dalam menghormati berkah prihatin atas Nabi Ratu dan Wali, memasukan dalam hati untuk menambah keteguhan hati, memahami Allah YME dan yang terhampar disekeliling kita tak peduli lautan lepas hidup mati adalah milik-Nya, ingat dan renungkan jasa kita yang hina sampai yang baik. Memahami bahasa yang kasar menengah ke yang baik sedang bahasa yang lain dapat menjawab perkataan yaitu letaknya kata-kata…. Ok kang ha ha ha ha
      3 Maret pukul 12:28 · Tidak Suka · 4
    • Arief Wibisono Madura menyajikan alam terbaik…garamnya pun terbaik kandungan yodiumnya….sehingga dijuluki pulau garam…makanya masakan kalo kurang garamnya kurang sedap…he..he…oreng madure dek seddek bunda…hi…hi…celleng manis benyak ajemmor katasek….ha…ha..ha…uppsss!!

      3 Maret pukul 12:30 · Tidak Suka · 2
    • Siang bunda ,trimakash dg hormat sekira jd kebaikn ,dn berkah di pertemanan.
      Daun akn berganti pucuk dn buah ilmu dr saran bunda . .wasfa”lana . . .amin bibarkatihim

      3 Maret pukul 12:36 · Tidak Suka · 2
    • Bunda Lia

      He he he bagus2 ogus mas Arief Wibisono… padhe’ mbik buah manggis lamun luare celeng atena potih mas Arif…. he he he toreh mas Arief blajar sabar mbik bedhe’na Budaya neka… Indonesia neka sesungguhna adalah komunitas besar yang terdiri dari suku-suku bangsa yang membawa budayanya sendiri. Indonesia adalah menyatunya budaya-budaya daerah tersebut untuk menjadi satu “Budaya Indonesia”, Bhinneka Tunggal Ika misalnya sekarang hampir tak tampak…. Dia bukan Sriwijaya atau Majapahit yang memiliki budaya sendiri, tetapi dia adalah Indonesia yang mempunyai “konsep budaya tersendiri”, sekalipun belum nyata bentuknya. Langkah…… kemauan …. niat yang tolus merupakan langkah strategis menuju konsep budaya tersendiri tersebut…. Inventarisasi budaya daerah sungguh diperlukan sebelum mewujudkan penyatuan untuk menjadi satu Ketahanan Budaya Nasional….. Inti untuk itu adalah “jangan memaki” (menyalahkan/menjelekkan)…. hargai hasil karya seni budaya daerah dan budaya Nasional….
      3 Maret pukul 12:36 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia

      Mas Arief Wibisono… setelah beberapa hari merenung…. Memang sulit rasanya jalan menuju kesana sungguh sangat panjang, namun sudah kita mulai…. REKONSILIASI NASIONAL melalui BUDAYA….itulah gebrakan kita saat ini…. Akan terjadi tarik-menarik antar kekuatan budaya masing-masing daerah plus masuknya budaya asing yang kesemuanya sarat kepentingan. Sehingga diperlukan kejernihan berpikir untuk memilah dan memilih menghindari kerancuan sikap yg ada di dalam budaya harus kita ingatkan melalui Rekonsiliasi Nasional melalui Budaya… Sungguh mulia pilihan karya ini…. apa bila kita mampu menyambung benang merah yg telah putus… dan mengumpulkan balung kang pisah….
      Berdasarkan temuan dari pengembaraan saya guna mewujudkan hal tersebut benar-benar tidak sederhana. Semua disiplin ilmu dan kecenderungan mainstream di tingkat global harus mendapatkan perhatian seksama tanpa pilih kasih. Hanya satu yang dibedakan, berfokus pada kepentingan Nasional….. bagaimana menurutmu mas Arief…????.
      3 Maret pukul 12:43 · Tidak Suka · 4
    • Syahwir PapudeSelamat siang menjelang sore dinda Bunda Lia…Salaam Hormat, Bahagia dan Santun kanda selalu…!!

      3 Maret pukul 12:49 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia

      Hakikat budaya yang saya temukan dari pengembaraan 23 tahunan itu adalah kemampuan kita mendeskripsikan alam bawah sadar yang mendorong masyarakat untuk melakukan/bersikap sesuatu karya. Banyak perilaku masyarakat itu timbul dari alam bawah sadarnya sehingga mereka tidak mampu untuk mengatakan dengan kata-kata yang jelas terhadap sikap yang mereka ambil. Oleh karena itu sangat tepat seruan jangan memaki karena mereka bersikap dari alam bawah sadarnya……
      3 Maret pukul 12:50 · Tidak Suka · 3
    • Amin bibarkatihim .itu bru budaya ,andai dg iman yg tersimpul di kesatuan , iman menggaris bawahi pondasi hidup mungkn diturunkan berkah yg lebih .. Ini dg harp negri keberkahan . . Selama santun jd pandangan . Amin bibarkatihim

      3 Maret pukul 12:51 · Tidak Suka · 3
    • Kaate Charlesrest in peace

      3 Maret pukul 12:54 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia

      Mas Danilx Andika… mantap… terimakasih saudaraku … semangatku makin menggebu dalam sisa waktu usiaku… salah kasihku saudaraku bahagia rasa hati ini…. sungguh hilang Bhineka Tunggal Ika kita dan Pancasila kita…. “Pancasila” dikatakan oleh penggalinya, digali dari sanubari bangsa atau hati nurani warga bangsa…. Kelima sila itulah deskripsi budaya bangsa, yang disarikan dari hati-nurani budaya-budaya daerah dari sabang sampai merauke….. Ungkapan diskripsi ilmiah tentang alam bawah sadar seluruh warga bangsa….. Itulah yang terkandung di dalam tarian Reyog Ponogoro, nyanyian si Butet, alat musik angklung, ukiran jepara , Kerajinan Keris, maupun asmat, batik/lurik Solo-Pekalongan-Flores-Kaltim-Minang, sampai manajemen warung Padang, sungguh suatu karya seni yg harus kita lestarikan kita banggakan untuk mengangkat harga diri Bangsa ini…. sungguh…. prihatin rasanya…. kemana dimana kini…. untuk saudara/saudariku yg sedang berkarya dan yg sedang aktif dalam budaya….. selamat berkarya dalam Budaya Indonesia…. kita maju bersama bergandeng tangan… ayohhhh raih cita2…..
      3 Maret pukul 12:58 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Kanda Syahwir Papudebegitu juga aku kanda salam hormat dan santunku…

      3 Maret pukul 12:59 · Tidak Suka · 4
    • Arief Wibisono

      Inilah yang saya tunggu2…menanti datangnya pagi baru…dimana semuanya bangun dari tidur dan mimpi panjangnya yang melenakan….segera mengambil sikap yang bijak dalam melangkah…buka kembali gerbang dan lembaran baru dalam hidup kita semua…jangan mengawali dengan langkah ragu …pastikan kita memilih satu yang terbaik dalam hidup kita…setiap pilihan mengandung resiko memang…munculkan batu karang dalam diri kita dan tenggelamkan kapas….sesungguhnya kita adalah raksasa yang akan bangun dan siap membentengi kembali kejayaan bangsa yang pernah besar ini…!!! Apakah begitu bunda dan kawan2ku tersayang semuanya….mari kita mengadakan rekonsiliasi nasional lewat perbedaan budaya dan adat masing2..berbeda itu indah tapi tetap satu jua….amin….sumpah palapa 1, sumpah pemuda 2…entah sumpah…. apalagi namanya semoga jadi pemersatu semuanya…
      3 Maret pukul 12:59 · Tidak Suka · 5
    • Kaate Charleswat a u doing in water ????????????????

      3 Maret pukul 13:03 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia

      Mas Arief Wibisono akan ku pegan sumpah Rakyat Indonesia… akan kubawa menemukan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila….. karena kami rindu pada 2 pusaka perjuangan nenek moyang kita yg diperebutkan dengan mati2an…..
      1. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan.
      2. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Yang Gandrung Keadilan.
      3. Kami Rakyat Indonesia, Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran.
      Salam Jiwa Budaya mas Arief….
      3 Maret pukul 13:05 · Tidak Suka · 7
    • Arief WibisonoSalam hormatku selalu….

      3 Maret pukul 13:10 · Tidak Suka · 2
    • Kozink SaputraSlm sonten bunda ..

      3 Maret pukul 13:12 · Tidak Suka · 3
    • Hamdai wasukron

      3 Maret pukul 13:15 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia

      Salam hormat dan santunku mas Arief Wibisono….. Sebuah pepatah latin kuno yang mencerminkan tentang kebudayaan adalah…. TEMPUS MUTANTUR, ET NOS MUTAMUR IN ILLID. Yang berarti…. Waktu berubah, dan kita (ikut) berubah juga di dalamnya. Pepatah tersebut menunjukkan kepada kita bahwa seiring konteks zaman yang berubah, orang-orang dengan alam pikir dan rasa, karsa, dan cipta, kebutuhan dan tantangan yang mengalami perubahan, serta budaya pun ikut berubah….. KROEBER dan KLUCKHOHN…..Budaya definisi deskriptif….cenderung melihat budaya sebagai totalitas komprehensif yang menyusun keseluruhan hidup sosial sekaligus menunjukkan sejumlah ranah (bidang kajian) yang membentuk budaya…. Budaya difinisi historis …. cenderung melihat budaya sebagai warisan yang dialihturunkan dari generasi satu ke generasi berikutnya….
      3 Maret pukul 13:16 · Tidak Suka · 5
    • Bunda Lia Mas Kozink Saputra… sore mas… sudah mau berangkatkah mas…???

      3 Maret pukul 13:16 · Tidak Suka · 4
    • Kozink SaputraYa ini bu. 1 jm lagi bu.. Doakn ya bu…

      3 Maret pukul 13:18 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia

      Budaya menurut definisi normatif sebagai garis besarnya bisa mengambil 2 bentuk….. Yang pertama, budaya adalah aturan atau jalan hidup yang membentuk pola-pola perilaku dan tindakan yang konkret. Yang kedua, menekankan peran gugus nilai tanpa mengacu pada perilaku….Sedangkan…. Budaya menurut psikologis… cenderung memberi tekanan pada peran budaya sebagai piranti pemecahan masalah yang membuat orang bisa berkomunikasi, belajar, atau memenuhi kebutuhan material maupun emosionalnya
      Budaya menurut strukturalnyapun harus kita perhatikan misal mau menunjuk pada hubungan atau keterkaitan antara aspek-aspek yang terpisah dari budaya sekaligus menyoroti fakta bahwa budaya adalah abstraksi yang berbeda dari perilaku konkret….. disinipun kita bisa melihat…. Budaya dilihat dari definisi genetis definisi budaya yang melihat asal usul bagaimana budaya itu bisa eksis atau tetap bertahan. Definisi ini cenderung melihat budaya lahir dari interaksi antar manusia dan tetap bisa bertahan karena ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya…..
      3 Maret pukul 13:21 · Tidak Suka · 5
    • Spe Pakpahan‎..met siang Bunda Lia , ini foto di parang kusumo ..atw .dmn ya .. mantap ,.

      3 Maret pukul 13:23 · Tidak Suka · 3
    • salam Damai….indonesia….sudah bukan zamanya lagi saling curiga.mengkotak”kan yang lain….mari …mari bersatu …apapun bentuk langkah yang kita jejakkan .tetap akan membawa Perubahan ….tak apa lain cara,dan wajar berbeda ide…..tetapkan tekad untuk sesama,meski dicibirkan dunia.BENDERA HARUS TETAP DIKIBARKAN……..^_^

      3 Maret pukul 13:28 · Tidak Suka · 3
    • Bunda Lia

      LEHMAN, HIMSTREET, dan BATTY… Budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri. Pengalaman hidup masyarakat tentu saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di dalamnya bagaimana perilaku dan keyakinan atau kepercayaan masyarakat itu sendiri….MOFSTEDE
      Budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Dalam hal ini, bisa dikatan juga bahwa budaya adalah pemrograman kolektif yang menggambarkan suatu proses yang mengikat setiap orang segera setelah kita lahir di dunia BOVEE dan THILL ….Budaya adalah system sharing atas simbol – simbol, kepercayaan, sikap, nilai-nilai, harapan, dan norma-norma untuk berperilaku…. MURPHY dan HILDEBRANDT…. Budaya diartikan sebagai tipikal karakteristik perilaku dalam suatu kelompok. Pengertian in juga mengindikasikan bahwa komunikasi verbal dan non verbal dalam suatu kelompok juga merupakan tipikal dari kelompok tersebut dan cenderung unik atau berbeda dengan yang lainnya…
      3 Maret pukul 13:32 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia

      MITCHEL….Budaya merupakan seperangkat nilai-nilai inti, kepercayaan, standar , pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu – individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain.Dari beberapa definisi budaya menurut para ahli diatas, bisa diambil kesimpulan tentang beberapa hal penting yang dicakup dalam arti budaya yaitu….. sekumpulan pengalaman hidup, pemrograman kolektif, system sharing, dan tipikal karakteristik perilaku setiap individu yang ada dalam suatu masyarakat, termasuk di dalamnya tentang bagaimana sistem nilai, norma, simbol-simbol dan kepercayaan atau keyakinan mereka masing-masing….. juga budaya mengajarkan kita untuk saling hormat menghormati dan salin santun dalam pergaulan dan juga saling bahu membahu…. saling menghargai….
      3 Maret pukul 13:39 · Tidak Suka · 6
    • Bunda Lia

      Dalam tingkat formal, budaya merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh suatu masyarakat secara turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya…. pada tingkatan informal ini, budaya banyak diteruskan oleh suatu masyarakat dari generasi ke generasi berikutnya melalui apa yang didengar, dilihat, dipakai, dan dilakukan tanpa diketahui alasannya mengapa hal itu dilakukan…. Pada tingkat teknis ini, bukti-bukti dan aturan-aturan merupakan hal yang paling penting. Sehingga terdapat penjelasan logis mengapa sesuatu harus dilakukan dan yang lain tidak boleh dilakukan…..
      3 Maret pukul 13:43 · Tidak Suka · 5
    • Agus M YonoMet siang.. Bunda…apa nggak kedinginan tu… Itu dipantai mana..? BUNDA…..

      3 Maret pukul 13:50 · Tidak Suka · 5
    • Budaya iman akn luwes dimasing”agama” ,budaya masing .iman tu luwes and universal .tinggi budaya tanpa imanjd sandaran .desa ,kota ,negara ,budaya .akn hancur .coba proses iman diterapin di parlemen dg kesungguhan .akn jd tertata rapi .dn ad pengedalian diri .sehebat apapun tanp iman? . . Iman sbg buday control and balanc .dunia bru imbang . Mt sore bunda

      3 Maret pukul 14:06 · Tidak Suka · 5
    • Arief Wibisono

      Plok2..plok2…applaus to srikandi jaman baru…seandainya aku punya kewenangan kuberikan kau gelar profesor budaya…dan luar biasanya…belum pernah kutemukan sosok perempuan berintelengency seperti bunda lia…saya pikir hanya faham sayur2an saja….hi…hi…ternyata mencintai budayapun dan agar budaya bisa dicintai ada ricikan dan resep rahasianya juga…dan bunda lialah master chiefnya…salah satu aset bangsa yang terbaik….
      3 Maret pukul 14:13 · Tidak Suka · 5
    • Arief Wibisono

      Plok2..plok2…he..he….applaus to srikandi jaman baru…seandainya aku punya kewenangan kuberikan kau gelar profesor budaya…dan luar biasanya…belum pernah kutemukan sosok perempuan berintelengency seperti bunda lia…saya pikir hanya faham sayur2an saja….hi…hi…ternyata mencintai budayapun dan agar budaya bisa dicintai ada ricikan dan resep rahasianya juga…dan bunda lialah master chiefnya…salah satu aset bangsa yang terbaik….
      3 Maret pukul 14:20 · Tidak Suka · 5
    • Bunda LiaHe he he mas Danilx Andika… sipppplah….

      3 Maret pukul 14:29 · Tidak Suka · 4
    • Bunda Lia Walahhhhhhh… mas Arief Wibisono… bisa saja…

      3 Maret pukul 14:29 · Tidak Suka · 5
    • Bunda salm pd wiro .adiku .y .. .mkch

    • Kicaumelepas Keindahanawas terbang kak..

    • Kgph Samber NyawaBertahan lah jeng Lia…. Hadapi semua kenyataan dgn kedigdayanan yang diajeng miliki….! Saya hanya bisa membantu dlm doa…

  •  
    Tulis komentar…

 

Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 18, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: