Doa Pagi, 23 Maret 2012

Ya Allah…. Hatiku ini bergetar…. Bila nama-Mu disebut, dialun….. Alangkah sayunya hati…. Alangkah pilunya hati…. Kenangan dosa-2 kami yg menggunung… Engkau bisa saja menghukum kami… Tapi Engkau ulurkan rahmat-Mu….. Menggerakkan kami semua mencari taubat-Mu…. Ya Allah Engkau Tuhan kami…. Tiada Tuhan melainkan Engkau… Nabi Muhammad pesuruh-Mu….. Ya Allah Engkau sumber kebahagiaan…. Engkaulah sumber keselamatan…. Ya Allah Engkau sumber keamanan…. Engkaulah segalanya…. Ya Allah Engkaulah pelindung kami….. Engkaulah sumber rezeki kami…. Di waktu sakit Kau sembuhkan….. Di waktu lapar Kau beri makan…. Ya Allah Engkau Cinta Agung kami… Balaslah Cinta kami … Janganlah cinta kami kepada-Mu tidak dibalas…. Jangan biarkan kami tanpa pimpinan…. Pimpinlah kami bimbinglah kami ke jalan yang benar agar kami semua mendapat ridho-Mu Ya Allah…. Kepada Engkaulah harapan kami…. Janganlah hampakan perasaan kami… Jangan Engkau tinggalkan kami… Walau sesaat, atau waktu yang lebih singkat dari itu…
— bersama Indra Kurniawan dan 49 lainnya.

Suka · · Bagikan · 23 Maret pukul 6:07 ·
  • Bunda Lia dan 169 orang lainnya menyukai ini.
  • 50 dari 101
    • Bunda LiaSesuatu yang paling layak untuk terus dibersihkan oleh seorang hamba adalah lisannya.Jauhilah oleh kalian kebiasaan terlalu banyak berbicara…. Berwasiatkan kepadamu untuk selalu bertakwa kepada Allah. Kendalikanlah lisanmu. Tangisilah dosa-dosamu. Hendaknya rumahmu cukup terasa luas bagimu…. bagiku Ucapan yang baik itu pun termasuk sedekah….. Cukuplah dianggap berdosa jika seseorang senantiasa menceritakan segala sesuatu yang didengarnya…. kalau sudah begini dan menghadapi ini memang sulit… untuk lebih enaknya seperti apa yg saya ajarkan pada anggota saya dalam mengurangi banyak bicaranya… ya satu2nya jalan saya suruh puasa mbisu selama setahun… boleh bicara tapi tidak banyak dan hari2 kosongnya saya kasih PR untuk ber dzikir… Alhamdulillah kelatahannya berkurang dan anggotaku sudah menjadi baik dari sebelumnya….

      23 Maret pukul 7:41 · Suka · 5
    • Bunda Lia He he he he mas Arief Wibisono…. mencobalah hijrah seperti yg saya tulis di doa pagi kemarin lalu pahamilah zuhud…. dan pandai2lah memilih teman…. dengan tiga perkara; dengan banyak sholat, banyak diam, dan jiwa yang dermawan pada orang miskin tidak memandang kasta dan harta….. setiap teman yang tidak bisa kita petik kebaikan darinya maka jauhilah dia… kita butuh jalan yg terang… perbuatan yg dirahmati Allah…. pandang dunia ini bagaimana semestinya… karena bagi saya ya mas Arief….Dunia ini adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir…. Sudah menjadi ketetapan Allah tabaraka wa ta’ala bahwasanya tidaklah Allah mengangkat suatu perkara dunia melainkan Allah juga pasti akan merendahkannya…..

      23 Maret pukul 7:50 · Suka · 6
    • Bunda Lia Alaika salam adikku sayang Kang Edy Yusuf Ritonga… terimakasih say… kau selalu hadir dalam doa bunda … tak peduli bagaimanapun dan sesibuk apapun juga dalam perjalanan kemanapun … terimakasih semoga Allah SWT selalu sayang padamu adikku… doa bunda selalu say…

      23 Maret pukul 7:53 · Suka · 5
    • Sunardjo WihardjoBunda selamat pagi, pagi yang cerah ini semoga secerah hati bunda yang berseri seri seperti embun pagi terkena sinar mentari .

      23 Maret pukul 7:54 · Suka · 2
    • Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikkaselamat pagi juga Bundah ayu, aku juga hadir menyafa dirimu, doamu begitu sempurnah semua itu merupakan cerminan hati darimu semoga kita semua dapat mengambil hikmanya,agar bermanfaat bagi kita semuanya amiinn yr Alamiinn

      23 Maret pukul 7:57 · Suka · 2
    • Bunda LiaTidaklah Allah membukakan dunia kepada seseorang melainkan Allah pasti akan munculkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari kiamat….. Berhati-2 kita melangkah terhadap dunia. Pada hari kiamat, dunia akan didatangkan. Kemudian dipilih darinya apa-2yang digunakan untuk taat kepada Allah dan ikhlas karena-Nya…. Adapun apa2 yang dipakai tidak untuk taat kepada Allah dan tidak ikhlas karena-Nya maka dilemparkan ke dalam Neraka Jahannam…. Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau dan telah jadikan aku adalah hamba-Mu, aku menurut perintah dan janji-Mu sesanggupku. Aku mohon perlindungan bahanya dosa yang aku perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui pula banyaknya dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Ya Allah, Wahai Dzat yang memiliki anugrah, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Tiada Tuhan melainkan Engkau Yang Maha mulia, terimalah amal ibadah kami ampunilah kami … hindarkan kami dari azab api neraka….. Amin.

      23 Maret pukul 7:57 · Suka · 6
    • Bunda Lia Kang masku Merpati Putih Sunardjo Wihardjo…. he he he selamat pagi salam kasih dan hormatku… disini hujan ini baru sedikit reda… cahaya matahari tak bersinar … seperti hati ini yg sedang gelisah melihat terpuruknya suasana negeri yg harus menerima imbas perbuatan manusia… untuk itu… biarlah hujan ini turun agar dapat membasahi hatiku yg sedang membara karena keprihatinan keadaan… salam kasih selalu…

      23 Maret pukul 8:01 · Suka · 3
    • Bunda Lia Kanda Asmin Pribadi Mattalitti Mattennatikkasaudaraku kandaku terkasih… selamat pagi kanda .. aku berharap keadaan kanda lebih membaik dan doaku tak akan pernah henti untuk kanda ….

      23 Maret pukul 8:02 · Suka · 4
    • Bunda LiaPernahkah kita merasakan kesedihan ditinggal mati oleh orang yang kita kasihi di dunia ini? Atau pernahkah kita kehilangan harta melimpah yang pernah Anda miliki? Itu semua menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Dunia ini bukanlah hunian abadi bagi manusia. Kehidupan hakiki adalah kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, selayaknya orang yang berakal, lebih mengutamakan kenikmatan yang kekal daripada kehidupan fana ini. Bagaimana caranya? Agama Islam mengajarkan dengan zuhud di dunia…. mampukah kita ??? Belajarlah mulailah dari dasar Insya’Allah kita bisa… aku akan selalu berdoa untuk semua…. mulailah… kembalilah Hijrah Pada Allah dan Rosulullah…. dan kita sama2 ber zuhud… ayolah….

      23 Maret pukul 8:06 · Suka · 6
    • Bunda Lia Sahl bin Sa’d As-Sa’idi Radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata….
      “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan. Jika aku mengamalkannya, niscaya Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku!” Rasulullah bersabda: “Zuhudlah di dunia, niscaya Allah mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada tangan-2 manusia, niscaya mereka akan mencintaimu….

      23 Maret pukul 8:11 · Suka · 6
    • Bunda LiaMakna dari zuhud itu ialah, seseorang melakukan zuhud atau zahaadah yg artinya dia berpaling darinya dan meninggalkannya karena dia meremehkannya, atau menghindari kesusahan darinya, atau karena sedikitnya….. Zuhud adalah istilah dari berpalingnya keinginan dari sesuatu menuju yang lain yang lebih baik darinya. Dan syarat hal yang ditinggalkan keinginannya itu, juga disukai pada sebagian sisinya. Maka barangsiapa meninggalkan sesuatu yang dzatnya tidak disukai dan tidak dicari, dia tidak dinamakan zaahid (orang yang zuhud) …… Tujuan meninggalkan dunia bagi orang yang zuhud adalah untuk meraih kebaikan akhirat, bukan semata-2 untuk rileks dan menganggur….. Orang yang zuhud bukanlah orang yang meninggalkan kelelahan-kelelahan dunia dan beristirahat darinya. Tetapi orang yang zuhud adalah orang yang meninggalkan dunia, dan berpayah-2 di dunia untuk akhirat…..

      23 Maret pukul 8:15 · Suka · 4
    • Bunda LiaMaksud zuhud di dunia adalah mengosongkan hati dari menyibukkan diri dengan dunia, sehingga orang itu dapat berkonsentrasi untuk mencari (ridha) Allah, mengenalNya, dekat kepadaNya, merasa tenang denganNya, dan rindu menghadapNya…. zuhud itu ada tiga bentuk. Pertama, meninggalkan yang haram. (Demikian) ini zuhudnya orang-orang awam. Kedua, meninggalkan yang berlebih-lebihan dari yang halal. (Demikian) ini zuhud orang-orang khusus. Ketiga, meninggalkan semua perkara yang menyibukkan diri dari Allah. Ini zuhudnya orang-orang ‘arif (orang-orang yang faham terhadap Allah)….. Zuhud yang bermanfaat, disyari’atkan, dan yang dicintai oleh Allah dan RasulNya, adalah zuhud (meninggalkan dan mengecilkan arti) segala sesuatu yang tidak bermanfaat di akhirat. Berkaitan dengan hal2yang berguna di akhirat dan piranti yang dapat mendukungnya, maka zuhud (meninggalkan dan meremehkan) terhadap hal2 ini, berarti meremehkan satu jenis ibadah kepada Allah dan ketaatan kepadaNya. Yang dimaksud zuhud hanyalah dengan meninggalkan semua yang membahayakan atau segala sesuatu yang tidak bermanfaat. Adapun zuhud terhadap hal-2 yang bermanfaat, ini adalah sebuah bentuk ketidak tahuan dan kesesatan…

      23 Maret pukul 8:21 · Suka · 6
    • Bunda Lia Setelah kita mengetahui penjelasan di atas, ternyata ada sebagian orang melakukan berbagai perbuatan dengan anggapan bahwa perbuatan tersebut termasuk dalam kategori zuhud. Padahal hanya merupakan tipu daya Iblis. Di antara perbuatan zuhud yang keliru….
      Meninggalkan Urusan Dunia Sama Sekali…. Orang awam terkadang mendengar celaan terhadap dunia di dalam Al Qur’an yang mulia dan hadits-hadits, lalu dia berpendapat bahwa (jalan) keselamatan adalah meninggalkan dunia. Dia tidak memahami masalah duniawi yang tercela. Kemudian Iblis mempermainkannya, (dengan menyimpulkan) bahwa “engkau tidak akan selamat di akhirat kecuali dengan meninggalkan dunia”. Maka ia pun mengasingkan diri ke gunung2, menjauhi shalat Jumat, shalat jamaah, dan juga (majlis) ilmu. Dia menjadi seperti binatang liar. Dan dikhayalkan kepadanya bahwa inilah zuhud hakiki. Bagaimana tidak, sedangkan dia telah mendengar tentang si Ali misalnya yang berkelana, dan tentang si Umar yang beribadah di atas gunung…. semua itu untuk apa sementara dia lepas tanggung jawab pada keluarganya yg masih butuh hidup….

      23 Maret pukul 8:33 · Suka · 5
    • Bunda LiaMelepas rasa tanggung jawab pada keluarga… anak istrinya…. Padahal, kemungkinan dia memiliki keluarga, sehingga tidak terurus. Atau masih memiliki ibu yang menangis karena ditinggalkan. Ada kemungkinan juga, ia tidak mengetahui rukun-rukun shalat sebagaimana mestinya…. Atau mungkin juga, dia masih menanggung beban kezhaliman-kezhalimannya yang belum terselesaikan. Sesungguhnya iblis mampu mengelabuhi orang ini karena kedangkalan ilmunya. Dan termasuk kebodohannya, dia telah puas dengan apa yang dia ketahui…. dapatkah ini dikatakan zuhud… he he he tidak dan bukan…..

      23 Maret pukul 8:36 · Suka · 5
    • Bunda LiaSeandainya dia diberi bimbingan oleh Allah dengan berteman dengan seorang faqiih ahli agama yang memahami hakikat-2, niscaya orang faqiih itu akan memberitahukan kepadanya, bahwa pada asalnya dunia tidak tercela. Bagaimana mungkin dunia dicela, segala sesuatu yang dianugerahkan Allah Ta’ala, merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup manusia, dan merupakan sarana yang mendukung manusia dalam meraih ilmu dan ibadah, yang berupa makanan, minuman, pakaian, dan masjid yang digunakan untuk shalat…. Sesungguhnya yang tercela hanyalah manusianya … mengais bagian dari dunia yang tidak halal, atau mengambilnya dengan berlebihan, tidak sesuai dengan kebutuhannya. Atau tindakan seseorang yang mengikuti kedangkalan jiwanya, tanpa petunjuk syari’at…..

      23 Maret pukul 8:40 · Suka · 5
    • Bunda LiaPergi mengasingkan ke gunung-gunung sendirian (hukumnya) terlarang, karena Nabi n melarang seseorang bermalam sendirian. Tindakannya meninggalkan shalat jamaah dan shalat Jum’at merupakan kerugian, bukan keuntungan. Jauh dari ilmu dan ulama akan mengakibatkan ia terkungkung oleh belitan kebodohan. Meninggalkan ayah… ibu anak istri dan keluarga… seperti kasus di atas, merupakan‘uquq /kedurhakaan terhadap orang tua, padahal termasuk dosa besar….

      23 Maret pukul 8:44 · Suka · 5
    • Bunda Lia Jangan meninggalkan hal2 Mubah, karena sangatlah bermanfaat.
      Di antara tipu daya iblis terhadap orang-orang zuhud, (adalah) iblis menjadikan mereka salah sangka bahwa zuhud (berarti) meninggalkan hal2 yang mubah padahal bermanfaat…. Mereka, ada yang tidak menambahi bahan lain terhadap roti gandum yakni hanya makan roti gandum saja…. Di antara mereka, ada yang tidak pernah mencicipi buah-buahan. Ada juga dengan cara mengecilkan porsi makanan, sehingga badannya menjadi kurus-kering. Atau menyiksa diri dengan mengenakan baju dari bulu kambing dan menghindarkan dirinya dari air dingin (segar). Ini bukanlah tuntunan Rasulullah SAW, bukan pula tradisi para sahabat dan para pengikut beliau. Mereka dahulu lapar, bila tidak mendapatkan apapun. Namun jika mereka dapat meraihnya, mereka akan memakannya…

      23 Maret pukul 8:49 · Suka · 5
    • Arief WibisonoMakasih bunda, semakin mengerti …semakin mencintai kita pada kehidupan ini, dengan cinta yang sebenarnya….

      23 Maret pukul 8:50 · Suka · 1
    • Bunda LiaUntuk apa Zuhud Lahiriyah Semata…. Salah satu wujud penipuan iblis terhadap orang-orang zuhud, adalah iblis menjadikan mereka keliru dengan makna zuhud, yaitu (dengan cara merasa) puas dengan makanan dan pakaian yang berkualitas rendah saja. Mereka menerima hal itu. Tetapi hati mereka berhasrat terhadap kepemimpinan dan mencari kehormatan. Engkau lihat mereka itu menanti-nanti kunjungan para umara` (penguasa, pejabat). Mereka memuliakan orang-orang kaya, tidak memuliakan orang-orang miskin. Mereka pura-pura khusyu’ tatkala berpapasan dengan orang. Seolah-olah mereka telah keluar dari musyahadah (menyaksikan keagungan Allah). Dan terkadang salah seorang dari mereka menolak harta agar dikatakan “Sesungguhnya telah nampak zuhud baginya”. Padahal mereka termasuk orang yang paling sering keluar-masuk menemui umara (pejabat), dan mencium tangan mereka pada pintu yang paling luas dari wilayah-2 dunia, karena sesungguhnya puncak dunia adalah kepimimpinan… Naudzubillah…

      23 Maret pukul 8:55 · Suka · 5
    • Bunda Lia Tidak pas rasanya bila kita …. Meninggalkan Harta-Benda Secara Total Dan Menjadikan Kefakiran (Kemiskinan) Sebagai Tujuan Hidup
      Seorang tokoh sufi mengatakan… Zuhud adalah kosongnya tangan dari segala barang kepemilikan. Selain itu, ada juga yang menggariskan…Kefakiran adalah fondasi dan tiang tasawuf…
      Diriwayatkan dari Al Junaid, seorang tokoh sufi, dia berkata: “Aku lebih menyukai agar pemula tidak menyibukkan diri dengan bekerja, jika tidak, maka keadaannya akan berubah”…. Akibat dari anggapan ini, sejarah mencatat kisah-2 sebagian orang sufi pada zaman tempo dulu yang meninggalkan harta-harta mereka dan mulai berkelana, padahal sebelumnya mereka sabagai orang-orang yang berada…. he he he….

      23 Maret pukul 8:59 · Suka · 5
    • Bunda LiaHe he he mana mungkin….??? Kita menyakiti hati orang lain… mana mungkin kita tinggalkan keluarga dengan menjadikan kita sebagai musafir… apa kita yakin dijaman seperti ini… apa kita yakin dengan hati kita… apakah nantinya tidak malah meninggalkan dosa dan cela juga aib…. Anggapan zuhud model orang-orang sufi seperti di atas, bukan bagian dari ajaran Islam. Bahkan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memohon perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla dari tujuan hidup mereka itu, yang berorientasi pembinaan kemiskinan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa….. Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kefakiran, kekurangan (dari perbuatan baik), dan kehinaan. Dan aku berlindung kepadaMu dari berbuat zhalim, atau dizhalimi….

      23 Maret pukul 9:08 · Suka · 4
    • Gde Mahesasukron…………

      23 Maret pukul 9:08 · Suka · 1
    • Bunda LiaDemikian juga, sifat malas mereka untuk bekerja dengan dalih zuhud yang palsu, menyelisihi anjuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya untuk mencari pekerjaan yang halal dan mencukup diri sendiri. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda…. Tidaklah seorang pun memakan makanan yang lebih baik daripada dia memakan dari (hasil) jerih payah tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah, Dawud Alaihissallam, biasa makan dari (hasil) kerja sendiri…. Dalam hadits lain, Beliau bersabda…“Salah seorang di antara kamu yang mengumpulkan kayu bakar di atas punggungnya, lebih baik baginya daripada dia minta kepada seseorang, lalu orang itu memberinya atau menolaknya”…..

      23 Maret pukul 9:11 · Suka · 4
    • Bunda Lia Kakangku Gde Mahesa…. neng ngendi kang ???

      23 Maret pukul 9:11 · Suka · 2
    • Bunda LiaHakikat zuhud bukanlah menampik harta duniawi. Banyak sahabat yang kaya-2, seperti Utsman bin ‘Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, dan lainnya. Kendatipun demikian, mereka adalah tokoh-tokoh orang-2 zuhud. Jangan Meninggalkan Pernikahan….. Sebagian orang sufi berkata: “Barangsiapa menikah, maka dia telah memasukkan dunia ke dalam rumahnya … maka waspadalah dari pernikahan!” Di antara mereka ada yang bertutur: “Seorang laki-laki tidak akan mencapai derajat orang-orang shiddiiq sampai ia meninggalkan istrinya seolah-olah seperti janda, dan (membiarkan) anak-anaknya, seolah-olah mereka itu anak-anak yatim, dan dia menetap di kandang-2 anjing”Sudah pasti zuhud ala sufi ini, bukan zuhud yang digariskan Nabi Muhammad SAW yang mengatakan… “Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut di antaramu kepada Allah, dan orang yang paling takwa di antaramu kepadaNya. Tetapi aku berpuasa dan berbuka; aku shalat (malam) dan tidur; dan aku menikahi wanita-wanita. Barangsiapa membenci sunnahku (ajaranku), dia bukan dariku…..

      23 Maret pukul 9:21 · Suka · 5
    • Kakang Prabu Anom Amin Ya Allah
      selamat pagi Bunda & semua yang telah hadir…

      23 Maret pukul 9:21 · Suka · 3
    • Bunda Lia Justru zuhud seperti itu berseberangan dengan perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Beliau bersabda “Wahai, para pemuda. Barangsiapa di antara kamu mampu menikah, maka hendaklah dia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka dia wajib berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu penjagaan baginya dari perzinaan….
      Setelah kita mengetahui berbagai keterangan di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa zuhud yang benar bukanlah dengan meninggalkan harta dan keluarga, kemudian menyiksa diri dengan begadang dan kelaparan, menyepi di kamar-kamar yang gelap dan membisu dengan tanpa sebab. Demikian juga bukan dengan meninggalkan berbagai hal yang bermanfaat di dunia ini, yang dapat membantu ibadah dan ketaatan kepada Allah, seperti berbagai kemajuan tekhnologi yang tidak bertentangan dengan syari’at yang suci.

      23 Maret pukul 9:30 · Suka · 5
    • Bunda LiaDengan ini mudah-2an menjadi jelas bagi kita, perbedaan zuhud yang diajarkan oleh agama Islam, dengan zuhud buatan orang-2 sufi yang menyimpang….. Semoga Allah menampakkan al haq kepada kita sebagai al haq, dan menolong kita untuk mengikutiNya. Dan memperlihatkan kebatilan kepada kita sebagai kebatilan, dan menolong kita untuk menjauhinya. Wal hamdulillahi Rabbil ‘alamin….

      23 Maret pukul 9:35 · Suka · 5
    • Gde Mahesasumadya lakuning rasa, nggawa mantra ing tlatah bintoro

      23 Maret pukul 9:40 · Suka · 1
    • Adam Ibrahim II amin…amin…amin…Allahumma amin…yra. salam sejahtera bunda **_/*\_**

      23 Maret pukul 9:40 · Suka · 2
    • Bunda LiaKakang Prabu Anomselamat pagi kakang…. salam kangen…

      23 Maret pukul 9:43 · Suka · 4
    • Aring SukatonAq masih tetap mengikuti dgn penuh perhatian Bunda

      23 Maret pukul 9:47 · Suka · 2
    • Bunda Lia Kakang Gde Mahesa

      23 Maret pukul 9:50 · Suka · 2
    • Bunda Lia Mas Adam Ibrahim IIterimakasih selamat pagi salam hormatku

      23 Maret pukul 9:50 · Suka · 3
    • Bunda Lia Mas Aring Sukaton… terimakasih mas…. salam kangen…

      23 Maret pukul 9:51 · Suka · 2
    • Syah Ruddinaminyarobbal’alamin. Mat pagi bunda salam rahayu…

      23 Maret pukul 9:53 · Suka · 2
    • Hari YuswadiSugeng enjang bunda.mugi kulo panjenengan sami tansah pinanggih rahayu.

      23 Maret pukul 9:59 · Suka · 2
    • Sawung Sariti met pg menjelang siang bunda..
      trmksh
      /Ngaturaken gunging panuwun..
      Mugi kito sami tansah karahayon..

      23 Maret pukul 10:13 · Suka · 3
    • Ems Michele Moonilahiii anta maqsuudiii

      23 Maret pukul 10:28 · Suka
    • Muhammad Usman pakadmin.com/entertainment/2034-very-emotional-scenes-of-bangladeshi-player-in-2102-final-of-asia-cup.html

      23 Maret pukul 10:41 · Suka
    • Misterr Jeans Sang KinasihMat siang Ibunda.. Smoga Do,a pamuji Ibunda memberkahi kita smua.. Salam kasihq slalu.

      23 Maret pukul 11:21 · Suka · 2
    • Gadis Exspritamin2 YRA

      23 Maret pukul 11:28 · Suka · 1
    • Tatank HadiAllahumma amin.

      23 Maret pukul 11:35 · Suka · 2
    • Nur Santi Bhumi Ningtyas Aamiin yaa Robbal’alamiin
      matur nuwun Bunda, sugeng siang…ugi sedaya.

      23 Maret pukul 12:01 · Suka · 2
    • Kang Edy Yusuf Ritonga Kembali Kasih Kanjeng IBunda Lia Guru Terkasih ….

      salam hormat Ananda IBunda … Rahayu …

      23 Maret pukul 14:27 · Suka · 1
    • Pangeran Joyo KusumoRAHAYU… salam damai slalu dalam jiwa… gusti tansah hamberkahi… rahayu…

      23 Maret pukul 14:48 · Suka · 1
    • Arie SetiawantiAmin 3x yra…….malem bun…….malaem semua……..salam sejuk selalu……….

      23 Maret pukul 23:36 · Suka · 4
    • Trah Kidung AlamAamiin getaran Illahi yang berasa dalam jiwa. Terhanyut dalam rasa Illahi berhenti didermaga pelangi ridhoNYA.

      Minggu pukul 0:05 · Suka · 1
    • Sunardjo WihardjoMbak Arie adikku

      Minggu pukul 7:26 · Suka

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 27, 2012, in Kumpulan Doa Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: