Doa Pagi, 24 Maret 2012

Ya Allah Ya Tuhanku…. Jangan Engkau tinggalkan aku….. Walau sesaat, atau waktu yang lebih singkat dari itu… Dalam sepertiga malam aku terbangun … diatas sajadah yg kubentang kubersimpuh dihadapan-Mu Ya Rabb…. Bani insan tenggelam dalam mimpi ….. aku hanyalah sebagai Musafir yang malang ini hanya mampu pergi membasuh diri …. Untuk mengadap-Mu Ya Rabb… terasa lemah lutut ini berdiri….
Di hadapan mu tangis keharuanku meledak bagai bom yg tak dapat kuajak kompromi…. Hamba mengakui lemah serta hinanya hamba…. Ya Rabb Engkau terima jua doa hamba-Mu dan Engkaupun mendekatiku … hamba bersimpuh dibawah kebesaran-Mu …. Ya Rabb hamba belum pasti Bagaimana penerimaanmu
Dikala mendengar pengaduanku ini … mendengar doaku ini….. Ku yakin Engkau tak memungkiri ….. Dalam wahyu yang Kau nuzulkan ….. Kau berjanji menerima pengaduanku … Dan Kau berjanji sudi mengampunkan seluruh mahkluk dibumi ini
Dari segala dosa yang kami lakukan…. Ampunan-Mu Ya Allah…. Lebih besar dari kesalahan insan dimuka bumi ini dan basuh tangisan bumi ini Ya Rabb… jadikan Negeri kami agar musibah dan bencana tak terulang…. Hamba yakin pada keampunanmu Ya Rabb….. Bukan kami tidak ridha dengan ujian …. namun hamba hanya hendak mengadu pada mu … agar hamba2-Mu memiliki bekal untuk hamba2-Mu kembali nanti di sana….. Amin YRA…..
— bersama Arie Setiawanti dan 42 lainnya.

Suka · · Bagikan · Sabtu pukul 1:50 ·
Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Maret 27, 2012, in Kumpulan Doa Bunda Lia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Tanggalkan rasa kawatir paling utama.artinya anda harus jauh bergaul yg nantinya membuat anda kawatir.sabarkan seperti ibu yang mengandung ihklaskan saja karna sejatinya kita tak punya apa apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: