Perjalanan Yang Mengharu Biru Sunan Gunung Jati

  • Tanda-tanda dalam bahasa alam, kemunculannya bukan tanpa maksud dan manfaat atau tujuan. Di dalam bahasa alam telah terangkum pesan-pesan yang dapat menjadi pedoman bagi manusia supaya lebih eling dan waspada. Jika kita memakai konsep keadilan dan kasih sayang Allah, maka sudah selayaknya, sebelum suatu bencana terjadi, terlebih dahulu Tuhan memberikan sinyalemen suatu bahaya yang akan terjadi. Hal ini menjadi mekanisme seleksi alam, siapa yang selalu eling dan waspada akan selamat….
    — di Kota Cirebon.
    1Suka · · Bagikan
    • Bunda Lia dan 92 orang lainnya menyukai ini.
      • Bunda LiaAkhir-akhir ini beberapa daerah tengah dilanda hujan salah mongso yang mengakibatkan angin kencang yg menumbangkan melongsorkan…. Di belahan wilayah lain, terjadi panas kering yang menimbulkan berbagai bencana kebakaran, menebarkan virus penyakit, demam, diare, flu, batuk, pilek, cikungunya, DB, seperti jateng dan kota2 lain diserang kutu Tomket dan penyakit-penyakit misterius lainnya. Terasa hawa panas bebendu menebarkan udara panas, pengap, lembab, gerah, membuat sesak nafas, menimbulkan perasaan limbung, bingung, bosan dan jengah. Banyak orang menjadi mudah terbakar api emosi, pikiran dilanda kepanikan, dan kebingungan hati mendera jutaan umat. Musibah kebakaran yang ditimbulkan oleh arus pendek, ledakan gas, kompor rumah tangga terjadi ribuan kasus. Seolah segala musibah dan bencana terjadi secara bertubi-tubi, kompak dan sudah kangsen/janjian sebelumnya…..

      • Gde Mahesaahlanwasahlan

      • Mas Tebe OyeSlmt siang Bunda Lia Adindaku .. wah ini lagi kunjungan ke Cirebn ya .. Ke Kraton Kasepuhan apa Ke Kanoman nih ..

      • Bunda LiaSiapa bilang napak tilas itu itu musrik dan haram….Semua itu bukanlah faktor kebetulan saja, melainkan derivasi dari perilaku umat manusia yang kian timpang dengan keharmonisan alam semesta. Tak ada hubungan timbal balik saling menguntungkan antara manusia dengan mahluk lain, antara manusia dengan tumbuhan, manusia dengan lingkungan alamnya. Kelakuan manusia sudah membuat kerusakan lingkungan alam, membuat gerah mahluk penghuni bumi lainnya. Ulah dan perbuatan manusia sudah tidak melahirkan keselarasan dan keharmonisan alam semesta. Bahkan hanya menimbulkan ekses-ekses “kemurkaan” pada para mahluk “tetangganya” di dimensi “halus”. Akibatnya, nasib manusia sudah tak ada yang mempedulikan lagi, kecuali oleh kepentingan pribadi, kerakusan dan ketamakannya sendiri. Pelan tapi pasti, manusia menuju pada penghancuran dirinya sendiri….. biarkanlah langkai ini dalam penyesuaian hati sesuai panggilan … tanpa menghiraukan gelegar suara sumbang yg sok tau…. apalah artinya sebuah kesaksian apabila dibalut keraguan…..

      • Bunda LiaKetika mata hati telah bicara itu pertanda tuntunan Illahi Robbi secara hakiki….

      • Meizon YusmarSelamat Jalan, Bunda

      • Bunda LiaMas Tebe Oyenantikan aku hari Rabo sampai langkah ini dihadapanmu saudaraku….

      • Heru KusumoWonten wigatos menopo Bunda dateng Cirebon?

      • Bunda Lia Kang mas Gde Mahesasampai jumpa hari Rabo… nantikan kangen diujung perjalanan panjang yg penuh makna untuk menyambut kedamaian dunia…. demi terbebasnya suatu mara bahaya… doamu yg kupinta untuk negeri ini….

      • Bunda Lia Mas Maizon Meizon Yusmarsaudaraku terkasih terimakasih doa panjenengan yg kuharap dalam gerak langkah penuh bimbingan-Nya dan nasehat saudara2 semua… salam damai dihatiku….

      • Gde Mahesasalam padamu negri diajeng – diam bisu di keheningan suralaya

      • Bunda LiaMas Heru Kusumo… nuwun injih mas meniko mekso melanggar pantangan dan larangan karena untuk semua sauadar/ saudari dan bumi pertiwi…. sehingga saya masuk larangan wilayah yg tertulis Wanita dilarang masuk… demi negeri saya harus masuk dan Alhamdulillah semua lancar dan berhasil masuk dipelilasan Kanjeng Sunan Gunung Jati di Cirebon… doakan langkahku untuk ke Barat dan menyeberang pulau njih mas….

      • Abdul LathifSugeng Siang, Yund….. Assalaamu’alaikum……..

      • Bunda Lia Salam Rekonsiliasi Nasional melalui Budaya kang mas Gde Mahesa…. sebelum kucengkeram Songsong Buwono aku akan terus melangkah sesuai bisikan hati nurani ini… tepiskan prasangka… hiraukan suara…. buang curiga … raih cita2 dimana bumi dipijak disitu bumi dijunjung…. damai Negeri ini harapan orang bodoh seperti harapan adikmu yg kodho ini mas… salam sayangku saudara tuaku… hantar adikmu digerbang batas langkahku….

      • Heru KusumoNggih Bunda mugi2 “Bumi Pertiwi” kito dipun tebihaken saking sambikolo lan rubédo…Gusti ingkang ngakariyo jagad taksih mayungi Ibu Pertiwi…AMIN YRA..

      • Gde MahesaAMPERA ! gula kelapa dalam jiwa – slamat berjuang ! menangkan ! rahayu

      • Agus M YonoMet siang Bundaku…tu dimana Bunda…hati2 dijln Bunda…smoga slmt smpe tjuan…salam kasih kangenku…

      • Bunda LiaMusibah dan bencana tahun ini siapa yg tau….. Berarti kita berada pada kumparan berbahaya yang semakin hari semakin dekat dan sulit untuk ditolak. Mulai awal tahun ini sudah muncul tanda-tanda yang dapat dibaca melalui bahasa alam yang sering tampak Walaupun tanda-tanda dapat terbaca melalui bahasa alam secara jelas, namun naluri dan nurani kemanusiaan saya tetap berharap mudah-mudahan bencana segera usai melanda negeri ini. Justru harapan sebaliknya, mudah-mudahan kami lah yang keliru membaca tanda-tanda alam tersebut….kami sempat maneges dengan harapan diberi tahu apakah masih bisa diwiradat/mendapat dispensasi sekiranya memang bencana akan benar-benar terjadi? Jika memang masih bisa didispensasi apakah gerangan yang bisa dilakukan agar bencana tersebut menjadi ringan dan tidak menimbulkan banyak korban ? Apakah salah orang bodoh ini terus menelusuri dan melangkah untuk menebar kebaikan dan doa…??? Persetan dengan cemoohan dan kata sumbang mereka…. aku tak mau tau dengan namanya orang yg sok bersih dan sok tau…. aku percayakan semua pada Illahi Robbi….

      • Bunda LiaManakala jiwaku merangkum pada kepatuhan hukum logika akal sehat secara semesta, namun aku tak juga meniadakan menepiskan segala warna rasa yang mengisyaratkan cahaya yang menghantar kehidupan, hingga batas Tuhan menutup usia dunia dengan segala kuasa-NYA…

      • Bunda LiaPada saat hening cipta, tiba-tiba terjadi hentakan keras pada gendang telingaku. Tiba-tiba tampak oleh mata kami muncul sosok sepuh mengenakan pakaian kebesaran seorang Syehk…..Rupanya beliau mendengar dan merasakan apa yang ada dalam benak saya. Beliau menjawab singkat dengan suara yang berat, dengan logat melayu kuno bagaikan sedang berpantun,”…..andaikan saja masyarakat di wilayah negeri bersedia untuk kembali menghargai dan menghayati kearifan lokal…bencana akan dapat diwiradat dengan usaha dan doa bersama….. Lebih hati-hati dan waspada lah anakku….jadilah orang yang bermanfaat untuk alam semesta dan seisinya … sungguh merinding tubuh ini rasanya…. Subkhanallah…. Ya Allah…..

      • Heru KusumoMudah2an generasi kita mengerti apa yg di tulis Bunda dan budaya kita banyak mengandung kearifan lokal (local wisdom),serta mempunyai budaya yg “ADI LUHUNG”.Harapan saya generasi kita jangan menjadi generasi durhaka dg budaya & leluhur kita.

      • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Abdul Lathifsaudaraku kang kinasih….

      • Bunda Lia Mas Heru benar begitulah mas Heru Kusumomanusia sudah lupa dengan moyang dan sejarah… sehingga terlena dalam kehidupan yg dialaminya sehingga generasi sekarang lupa pada asal usulnya…. lalu bagaimana nanti generasi yang akan datang ya mas ???? Pelajaran Sejarah sekarang seperti awang2 ha ha ha ha tak terpusat… sehingga generasi sekarang benar2 banyak yg tak tau sejarah sendiri… jangankan sejarah nusantara… sejarah keluarga banyak yg nggak tau… apakah kita tetap diam nggak ngajari mereka dalam sejarah….

      • Bunda Lia Terimakasih mas Agus M Yonodoamu kupinta selalu…

      • Taufiq Ismailmet kenal bu

      • Bunda LiaHeeeemmmmm, marilah kita kembali dan ingat akan kearifan lokal…. kenapa musti kembali ke kearifan lokal..? Mungkin pertanyaan itu muncul di benak para pembaca yang budiman. Terdengar sepele memang, namun kembali kepada local wisdom bukanlah sekedar latah, ela-elu, ikut sana-ikut sini, taklid buta tanpa makna. Bukan Kembali kepada kearifan lokal, artinya kembali mengenali jati diri. Bukan hanya jati diri mikro kosmos, jagad kecil, tetapi lebih dari itu, kembali memahami jati diri bangsa besar ini. Bangsa besar nusantara yang terdiri dari berbagai wilayah yang memiliki karakter alam berbeda-beda, telah melahirkan rangkaian nilai kearifan lokal yang sangat beragam. Berbeda wilayah, berbeda suku, berbeda bahasa dan budaya, berbeda pula nilai kearifan lokalnya. ….

      • Bunda LiaSalam kenal kembali mas Taufiq Ismail…. selamat siang….

      • Bunda LiaKiranya ada kesinambungan antara cita-cita dan harapan Indonesia adil makmur gemah ripah loh jinawi, akan benar-benar terwujud manakala masing-masing suku, daerah, wilayah kembali nguri-uri, menghayati dan melestarikan nilai kearifan lokalnya. Orang Batak kembali kebatakannya, orang Sunda kembali kesundaannya, orang Jawa kembali kekejawaannya, orang Minang kembali keminangkabauannya, orang Aceh kembai keacehannya, orang Madura kembali kemaduraannya, orang Ambon kembali keambonannya, orang Melayu kembali kemelayuannya. Dengan demikian lebih menjamin kelestarian lingkungan alam dan keseimbangan akan tetap terpelihara. Beda karakter alam beda pula sifat-sifat alamnya. Beda sifat alam, maka akan berbeda pula cara manusia mensikapinya. Perbedaan cara mensikapi lingkungan alam akan melahirkan ragam tradisi dan budaya…..

      • Heru KusumoMudah2 an Gusti Alloh SWT mengabulkan harapan Bunda dan kita semua….demi INDONESIA yg tercinta ..AMIN YRA

      • Bunda LiaMas Heru Kusumo…. Oleh sebab itu tradisi dan budaya tak dapat dianggap sepele, karena di dalamnya penuh dengan nilai kearifan lokal, dan hikmat kebijaksanaan yang benar-benar adiluhung, sebagai hasil dari interaksi ratusan bahkan ribuan tahun antara manusia dengan lingkungan alamnya. Timbal baliknya, lingkungan alam ini akan lestari dan terjaga manakala masyarakatnya sunguh-sungguh mengerti dan memahami apa yang menjadi kehendak alam. Sehingga sikap dan perilakunya selaras dengan kodrat alam. Perilaku masyarakat akan selaras dengan kodrat alam sekitarnya, hanya jika masyarakat mau memahami dan menghayati nilai-nilai kearifan lokal…..

      • Bunda Lia Kang mas Gde Mahesa…. BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADANNYA…. Dengan berandai-andai dapat terbangun kesadaran jiwa pada bangsa besar ini, semoga dapat menyudahi berbagai bencana yang menimpa negeri ini.. Sehingga bumi pertiwi benar-benar akan terbangun…. Semoga kami keliru membaca tanda-tanda dalam bahasa alam yang tampak secara spontan. Kami tak tega lagi menyaksikan derita demi derita sanak sodara di bumi nusantara tercinta ini….. Manusia tak bisa mendahului kehendak/kodrat alam, tetapi manusia bisa keluar dari “kehendak alam/ Tuhan”, bilamana perbuatannya menentang hukum/kodrat keseimbangan dan keselarasan alam semesta……

      • Taufiq Ismailsalam buat umat muslim

      • Bunda LiaMerekalah bagian dari segala yang ada disetiap rasa, fikir dan laku yang menyatu menyusuri perjalanan hikmahkarunia meraih surgawi….

      • Bunda LiaDalam diamku… Pada ketinggian titik dimensi alam sadarku, ku bangun kerinduan yang melingkar maya pada dengan segala kebeningan sukma, aku tak lagi bicara tentang keberadaanku kecuali kepasrahan padaNYA…. Sehingga matabatinku menebar merambah dalam titian kefitrahan yang menghampiri kisi-kisi sutra rasakarsa tak berpamrih tak pernah berharap apa2 karena semua juga tak pernah diharapNYA. Aku senantiasa menepis segala yang mengundang resahku, sebab keindahan sejati tak melahirkan keraguan, melainkan kesempurnaan rasa adalah kenyamanan jiwa, tanpa bayang-bayang kelabu… Pergilah sepi dalam jiwa demi kemestaan cintakasih sesama. Aku kini hening dan masuk pada tata samadi, melebur di aroma seribu wangi bunga… Selamat sore saudaraku aku pamil melanjutkan perjalanan menuju ke Barat hingga menyeberang pulau… Mohon doakan aku…

      • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaarBunda…selalu ada yang menggerakkan alam untuk berbuat…sementara kekuatan pasukan Nini Roro Kidul semakin meningkat seiring bersatunya dengan kekuatan Prabu Baju Barat dan pasukan rikul kompro dari Gunung Kawi…mereka menebar angkoro murko dgn merasuk ke jiwa manusia hingga memiliki sifat buto (serakah)…tidak ada yg mampu menahan laju pasukan itu kejobo Allah SWT (arep sambat karo sopo meneh?). Biarkan semua mengalir sesuai kehendak-NYA, biarkan angkoro murko mujud, ngrusak sak-isi-ne dunyo…

      • Adi Bedwaduhh

      • Raden SambaAssalamu’alaikum…… Bunda yang tercinta….. semoga Rahmat Alloh s elalu melimpah……

      • Bunda Lia Wa’alaikum salam kang mas Raden Samba… terima kasih kang mas doa panjenengan yg saya pinta….

      • Pangeran Joyo KusumoRahayu… doaku senantiasa menyertaimu kemana engkau pergi n leluhurpun akan slalu mendampingimu… trimah kasih doamu jua yg slalu menguatkanku… rahayu sukma rahayu…

      • Kang Edy Yusuf Ritonga Selamat sore Kanjeng IBunda Lia Guru Terkasih dan seluruh keluargaa yg hadir….

        matur nembah nuwun Kanjeng Bunda atas tag dan wejangan Kanjeng Bunda,
        smoga kita sama2 berdoa agar kira nya 4 annasir bumi bisa kondusif…
        Amin YRA ….

        Salam hormat Ananda Kanjeng Ibu … Rahayu ….

      • Nyimas Nawang Wulanterimakash BUNDA tlah mengingatkan kita semua “AMIN” DOAKU SLALU MENYERTAIMU”

      • Sulistiyo YudiAss..kum, sugeng sonten Bunda Lia. matur suwun Bunda, sampun kersa pepenget dateng kula, ugi para sederek majlis sangga buwana. namung donga kula ingkang saget ngrencangi wonten pundi kemawaon perjalanan Bunda. asmo panjenengan tansah wonten batos kula. rahayu, rahayu, rahayu

      • Um Miummi

      • Indra Kurniawandi dlm dinding itu

      • Ki-Bayu Ajimakasih bund…….. smoga kita termasuk org2 yg slalu eling lan waspodo, dan saling mengingatkan dlm kebaikan dan kebenaran

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 1, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: