Catatan, 19 April 2012

Cirebon (52 foto)
Batang Berkembang….. Disitulah aku bertanam
Menabur benih pengetahuan…. Menabur pupuk keteladanan
Agar tumbuh kemajuan…. Sampai saat putera negeri
Memetik buah kejayaan…..
— di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Suka · · Bagikan
  • Bunda Lia dan 83 orang lainnya menyukai ini.
    • Syahwir Papude Dinda Bunda Lia…Semoga perjalanan dinda selalu dalam Bimbingan dan Perlindungan~NYA…SUKSES dan BAHAGIA selalu…Salaam Hormat. Bahagia dan Santun kanda dari Kota Padang Panjang~Serambi Mekkah…

    • Bunda LiaDari pada ngantuk… ngomongin dan buka kisah Walisongo wae…. Walisongo berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.

    • Bunda LiaMas Adhi S Tjokro… Rahayu3x mas sugeng dalu…

    • Triasih PrasetianingtyasMasih di cirebon ya Bund ?

    • Cinta Minel SemestaAssalam mu’alaikum wr wb . . . . . sugeng ndalu bund , di sunan gunung jatikah itu bund

      Jumat pukul 19:21 melalui seluler · Suka · 1
    • Bunda Lia Amin3x Ya Allah terimakasih kanda Syahwir Papude… doakan aku ya kanda….terus doakan Ok… salam hormatku selalu…

    • Bunda Lia Mbak ayuku Triasih Prasetianingtyas… bablas kebarat mbak ayuku…

    • Bunda LiaWa’alaikum salam Cinta Minel Semesta…. sugeng dalu jeng salam kangenku selalu… ya jeng di Cirebon…

    • Bunda LiaMaulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga…. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal. ….Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya…. dan yang nggak habis pikir kenapa ya 9 Wali kok senang sekali hidupnya nggak jauh dari pantai/ pelabuhan…. dan nggak jauh dari namanya air …. ahhh entahlah… mengapa…

    • Triasih PrasetianingtyasYa udh ..smg lancar deh …aku ke timur msh lama Bund …akhir bln dpn kl nggak meleset …jaga kondisi dan kesehatan lho ..doaku sll untukmu Bundaku ..

    • Harry Hattab Met malem Bunda Lia,..semoga selalu alam Lindungan-NYA,…terimakasih pencerahannya..salam hangat..

    • Bunda LiaMereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, perdagangan, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan. Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata…. semua berbaur dengan rakyat jelata…. dan Syiarnya sungguh luar biasa…

    • Bunda Lia Makasih mbak ayuku tersayang Triasih Prasetianingtyas… aku terus jalan ke Barat mbak ayuku…. salam kangen penuh kasih mbak…

    • Bunda Lia Amin3x makasih masku terkasih mas Harry Hattab… salam hangat kembali mas… semoga mas nggak bosan membacanya ya mas…

    • Bunda LiaEra Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat “sembilan wali” ini lebih banyak disebut dibanding yang lain… mengapa…??? Karena Walisongo ini sangat lekat dihati rakyat jelata….

    • Bunda LiaMasing-2 tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai “tabib” bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai “paus dari Timur” hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha …

    • Bunda LiaSunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina. … Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati….

    • Abdul Lathif Assalaamu’alaikum…………..
      Sambil menggelar tikar, mencari duduk yang nyaman…. hehe

    • Joko LelonoMet mlm bunda….smoga dlm kelana bunda mendptkan pengalaman yg paling berharga…..

      Jumat pukul 19:50 melalui seluler · Suka · 4
    • Bunda Lia Wa’alaikum salam mas Abdul Lathifha ha ha ceritanya kangen wedaran malam ha ha ha selamat malam kadangku kang kinasih…. ada sedikit kerancuan …. Sering kali terjadi kerancuan maksudku antara nama Fatahillah dengan Syarif Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati. Orang menganggap Fatahillah dan Syarif Hidayatullah adalah satu, tetapi yang benar adalah dua orang. Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunungjati…. makanya sambil mengingat sambil meluruskan… begitu loh mas….

    • Abdul Lathif ‎.
      Injih, Yund……. Sampuh langkung gangsal sasi mboten pinanggih wedharan-malam, rasane kangen ngelebihi ingkang nandang wuyung, hahahahahaha……..

    • Bunda Lia Mas Joko Lelono he he he selamat malam mas… nggak kok mas ini Jiarah sambil meneliti kebenaran saja dan mengajak mengingat sejarah…. Walisongo… Karena ada kerancuan saja mas anatara Syarif Hidayatulah dan Fatahilah…. Sedang Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sultan Trenggana membantu Sunan Gunungjati berperang melawan penjajah Portugis.
      Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunungjati adalah makam dekat Sultan Gunungjati yang ada tulisan Tubagus Pasai Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut lidah orang Portugis. Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda’im datang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dahulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Kedua orang itu disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. Syekh Datuk Kahfi sudah wafat, guru Pangeran Cakrabuana dan Syarifah Muda’im itu dimakamkan di Pasambangan….

    • Agus M Yonomet mlm Bunda….ini Bunda berpetualang kemana lg..hati2 dijln Bunda smoga slmt sampe tujuan dan sukses slalu…salam kangenku….

    • Abdul Lathif ‎.
      Mas Joko Lelono, dipun padhosi kangmas Jagad Satria…… punapa sampun pinanggih?????? hehehehe

    • Bunda Lia Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya, Syarifah Muda’im minta agar diijinkan tinggal di Pasambangan atau Gunungjati….Syarifah Muda’im dan putranya yaitu Syarif Hidayatullah meneruskan usaha Syekh Datuk Kahfi membuka Pesantren Gunungjati. Sehingga kemudian dari Syarif Hidayatullah lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunungjati.
      Tibalah saat yang ditentukan, Pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yaitu Nyi Pakungwati dengan Syarif Hidayatullah.

    • Bunda LiaSelanjutnya yaitu pada tahun 1479, karena usianya sudah lanjut Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan Negeri Caruban kepada Syarif Hidayatullah dengan gelar Susuhunan artinya orang yang dijunjung tinggi. Disebutkan, pada tahun pertama pemerintahannya Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pajajaran untuk mengunjungi kakeknya yaitu Prabu Siliwangi. Sang Prabu diajak masuk Islam kembali tapi tidak mau. Mesti Prabu Siliwangi tidak mau masuk Islam, dia tidak menghalangi cucunya menyiarkan agama Islam di wilayah Pajajaran….. Syarif Hidayatullah kemudian melanjutkan perjalanan ke Serang. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Islam dikarenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Gujarat yang sering singgah ke tempat itu.

    • Bunda LiaBerhubung posisi foto diatas Cirebon kita cerita masalah Cirebon saja ya…. Kedatangan Syarif Hidayatullah disambut baik oleh adipati Banten. Bahkan Syarif Hidayatullah dijodohkan dengan putri Adipati Banten yang bernama Nyi Kawungten. Dari perkawinan inilah kemudian Syarif Hidayatullah di karuniai orang putra yaitu Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking. Dalam menyebarkan agama islam di Tanah Jawa, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati tidak bekerja sendirian, beliau sering ikut bermusyawarah dengan anggota wali lainnya di Masjid Demak. Bahkan disebutkan beliau juga membantu berdrinya Masjid Demak. Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para Wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan Kesultanan Pakungwati dan ia memproklamirkan diri sebagai Raja yang pertama dengan gelar Sultan…

    • Bunda LiaDengan berdirinya Kesultanan tersebut Cirebon tidak lagi mengirim upeti kepada Pajajaran yang biasanya disalurkan lewat Kadipaten Galuh. Tindakan ini dianggap sebagai pembangkangan oleh Raja Pajajaran. Raja Pajajaran tak peduli siapa yang berdiri di balik Kesultanan Cirebon itu maka dikirimkannya pasukan prajurit pilihan yang dipimpin oleh Ki Jagabaya. Tugas mereka adalah menangkap Syarif Hidayatullah yang dianggap lancang mengangkat diri sebagai raja tandingan Pajajaran. Tapi usaha ini tidak berhasil, Ki Jagabaya dan anak buahnya malah tidak kembali ke Pajajaran, mereka masuk Islam dan menjadi pengikut Syarif Hidayayullah.

    • Setiajaya Satria RassidyRiwayat yg menarik dari penutur yang cantik. Salam kemuliaan.

    • Bunda LiaDengan bergabungnya prajurit dan perwira pilihan ke Cirebon maka makin bertambah besarlah pengaruh Kesultanan Pakungwati. Daerah-2 lain seperti : Surantaka, Japura, Wana Giri, Telaga dan lain-lain menyatakan diri menjadi wilayah Kasultanan Cirebon. Lebih-lebih dengan diperluasnya Pelabuhan Muara Jati, makin bertambah besarlah pengaruh Kasultanan Cirebon. Banyak pedagang besar dari negeri asing datang menjalin persahabatan. Diantaranya dari negeri Tiongkok. Salah seorang keluarga istana Cirebon kawin dengan Pembesar dari negeri Cina yang berkunjung ke Cirebon yaitu Ma Huan. Maka jalinan antara Cirebon dan negeri Cina makin erat.

    • Mas Tebe OyeHadir utk menyimak .. slmt mlm Bunda Lia Adindaku .. salam kangen selalu …

    • Bunda LiaBahkan Sunan Gunungjati pernah diundang ke negeri Cina dan kawin dengan putri Kaisar Cina yang bernama Putri Ong Tien. Kaisar Cina yang pada saat itu dari dinasti Ming juga beragama Islam. Dengan perkawinan itu sang Kaisar ingin menjalin erat hubungan baik antara Cirebon dan negeri Cina, hal ini ternyata menguntungkan bangsa Cina untuk dimanfaatkan dalam dunia perdagangan.Sesudah kawin dengan Sunan Gunungjati, Putri Ong Tien di ganti namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding. Kaisar ayah Putri Ong Tien ini membekali putranya dengan harta benda yang tidak sedikit, sebagian besar barang-barang peninggalan putri Ong Tien yang dibawa dari negeri Cina itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di tempat yang aman.

    • Bunda LiaIstana dan Masjid Cirebon kemudian dihiasi dan diperluas lagi dengan motif-motif hiasan dinding dari negeri Cina. Masjid Agung Sang Ciptarasa dibangun pada tahun 1480 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati atau istri Sunan Gunungjati. Dari pembangunan masjid itu melibatkan banyak pihak, diantaranya Wali Songo dan sejumlah tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah. Dalam pembangunan itu Sunan Kalijaga mendapat penghormatan untuk mendirikan Soko Tatal sebagai lambang persatuan ummat.

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ hmmmm,,,aku percaya sekrang,,,,

    • Bunda LiaSelesai membangun masjid, diserukan dengan membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipaten lainnya untuk memperluas pengembangan Islam di seluruh Tanah Pasundan. Prabu Siliwangi hanya bisa menahan diri atas perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas itu. Bahkan wilayah Pajajaran sendiri sudah semakin terhimpit.

    • Cinta Minel SemestaHmmmmmm cerita yg sungguh indah bund . . . . . . .

      Jumat pukul 21:14 melalui seluler · Suka · 1
    • Bunda LiaPada tahun 1511 Malaka diduduki oleh bangsa Portugis. Selanjutnya mereka ingin meluaskan kekuasaan ke Pulau Jawa. Pelabuhan Sunda Kelapa yang jadi incaran mereka untuk menancapkan kuku penjajahan. Demak Bintoro tahu bahaya besar yang mengancam kepulauan Nusantara. Oleh karena itu Raden Patah mengirim Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Tapi usaha itu tak membuahkan hasil, persenjataan Portugis terlalu lengkap, dan mereka terlanjur mendirikan benteng yang kuat di Malaka.

    • Bunda Lia Ketika Adipati Unus kembali ke Jawa, seorang pejuang dari Pasai (Malaka) bernama Fatahillah ikut berlayar ke Pulau Jawa. Pasai sudah tidak aman lagi bagi mubaligh seperti Fatahillah karena itu beliau ingin menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.
      Raden Patah wafat pada tahun 1518, berkedudukannya digantikan oleh Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor, baru saja beliau dinobatkan muncullah pemberontakanpemberontakandari daerah pedalaman, didalam usaha memadamkan pemberontakan itu Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia, gugur sebagai pejuang sahid. Pada tahun 1521 Sultan Demak di pegang oleh Raden Trenggana putra Raden Patah yang ketiga. Di dalam pemerintahan Sultan Trenggana inilah Fatahillah diangkat sebagai Panglima Perang yang akan ditugaskan mengusir Portugis di Sunda Kelapa.

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ wah,,,bagus,,,

    • Bunda LiaFatahillah yang pernah berpengalaman melawan Portugis di Malaka sekarang harus mengangkat senjata lagi. Dari Demak mula-mula pasukan yang dipimpinnya menuju Cirebon. Pasukan gabungan Demak Cirebon itu kemudian menuju Sunda Kelapa yang sudah dijarah Portugis atas bantuan Pajajaran…. Mengapa Pajajaran membantu Portugis ? Karena Pajajaran merasa iri dan dendam pada perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas, ketika Portugis menjanjikan bersedia membantu merebut wilayah Pajajaran yang dikuasai Cirebon maka Raja Pajajaran menyetujuinya.

    • Bunda LiaMengapa Pasukan gabungan Demak-Cirebon itu tidak dipimpin oleh Sunan Gunungjati ? Karena Sunan Gunungjati tahu dia harus berperang melawan kakeknya sendiri, maka diperintahkannya Fatahillah memimpin serbuan itu. Pengalaman adalah guru yang terbaik, dari pengalamannya bertempur di Malaka, tahulah Fatahillah titik-titik lemah tentara dan siasat Portugis. Itu sebabnya dia dapat memberi komando dengan tepat dan setiap serangan Demak-Cirebon selalu membawa hasil gemilang…. Akhirnya Portugis dan Pajajaran kalah, Portugis kembali ke Malaka, sedangkan Pajajaran cerai berai tak menentu arahnya….

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ selanjutnya Bundaku?

    • Bunda LiaSelanjutnya Fatahillah ditugaskan mengamankan Banten dari gangguan para pemberontak yaitu sisa-2 pasukan Pajajaran. Usaha ini tidak menemui kesulitan karena Fatahillah dibantu putra Sunan Gunungjati yang bernama Pangeran Sebakingking. Di kemudian hari Pangeran Sebakingking ini menjadi penguasa Banten dengan gelar Pangeran Hasanuddin….Fatahillah kemudian diangkat segenap Adipati di Sunda Kelapa. Dan merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, karena Sunan Gunungjati selaku Sultan Cirebon telah memanggilnya untuk meluaskan daerah Cirebon agar Islam lebih merata di Jawa Barat. Berturut-2 Fatahillah dapat menaklukkan daerah “Talaga” sebuah negara kecil yang dikuasai raja Budha bernama Prabu Pacukuman.

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ klo saja aku ada di Cirebon saat itu,,,,

    • Bunda Lia Mas Setiajaya Satria Rassidyselamat malam mas… apa kabar lama tak jumpa….

    • Bunda Lia Mas Muhamad Mukhtar Zaedin… hemmmm… kecewa rasanya tak jumpa….

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ mungkin Bunda salah ketik, seharusnya Prabu Pucukumun,,,

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ ya ,,,itulah yang aku rasakan Bunda,,,

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ aku ingin tunjukan Cirebon secara utuh dan menyeluruh,,,dari ujung ke ujung,,,darimana bermula dan berakhir dimana,,,sebuah tulisan yang tentunya cukup panjang untuk obrolan malam,,,

    • Erwin EsantosSalamm….nuwun sewu Bunda…….Kok kadosipun puniko sedoyo menawi di runut saking babad jawi wedaranipun njenengan….kok kados ringkesan saking 4 babat ; mojopahit , pajajaran, demak lajeng cirebon…mnopo leres nggihhh Bunda

    • Bunda Lia Jeng Cinta Minel Semesta say… mau diteruskan…??? He he he…. Kemudian kerajaan Galuh yang hendak meneruskan kebesaran Pajajaran lama. Raja Galuh ini bernama Prabu Cakraningrat dengan senopatinya yang terkenal yaitu Aria Kiban. Tapi Galuh tak dapat membendung kekuatan Cirebon, akhirnya raja dan senopatinya tewas dalam peperangan itu. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih Fatahillah. Akhirnya Sunan Gunungjati memanggil ulama dari Pasai itu ke Cirebon. Sunan Gunungjati menjodohkan Fatahillah dengan Ratu Wulung Ayu. Sementara kedudukan Fatahillah selaku Adipati Jayakarta kemudian diserahkan kepada Ki Bagus Angke. Ketika usia Sunan Gunungjati sudah semakin tua, beliau mengangkat putranya yaitu Pangeran Muhammad Arifin sebagai Sultan Cirebon ke dua dengan gelar Pangeran Pasara Pasarean. Fatahillah yang di Cirebon sering disebut Tubagus atau Kyai Bagus Pasai diangkat menjadi penasehat sang Sultan.
      ( Ralat untuk prabu Pucukumun bukan Pucukuman maaf agak bernuansa buru2 karena kesal sama kang Muhamad Mukhtar Zaedinha ha ha akhirnya ngilangin stres ke nasi Jamblang pak Mul…)

    • Bunda Lia Nyuwun agunging pangapunten mas Erwin Esanto inilah perjuangan Sunan Gunung Jati… kita ringkas kalau nggak diringkas panjangnya dari Cirebon sampai ke Jogya jalan kaki 3 hari 3 malam nggak selesai… bener yg diucapkan mas Muhamad Mukhtar Zaedin… he he he…. Sunan Gunungjati lebih memusatkan diri pada penyiaran dakwah Islam di Gunungjati atau Pesantren Pasambangan. Namun lima tahun sejak pengangkatannya mendadak Pangeran Muhammad Arifin meninggal dunia mendahului ayahandanya. Kedudukan Sultan kemudian diberikan kepada Pangeran Sebakingking yang bergelar sultan Maulana Hasanuddin, dengan kedudukannya di Banten. Sedang Cirebon walaupun masih tetap digunakan sebagai kesultanan tapi Sultannya hanya bergelar Adipati. Yaitu Adipati Carbon I. Adipati Carbon I ini adalah menantu Fatahillah yang diangkat sebagai Sultan Cirebon oleh Sunan Gunungjati.

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ santailah Bundaku,,,aku disamping Bunda,,,

    • Bunda Lia Adapun nama aslinya Adipati Carbon adalah Aria Kamuning.
      Sunan Gunungjati wafat pada tahun 1568, dalam usia 120 tahun. Bersama ibunya, dan pangeran Carkrabuasa beliau dimakamkan di gunung Sembung. Dua tahun kemudian wafat pula Kyai Bagus Pasai, Fatahillah dimakamkan ditempat yang sama, makam kedua tokoh itu berdampingan, tanpa diperantarai apapun juga.
      Demikianlah riwayat perjuangan Sunan Gunung Jati…. hahhhhheeeemmmmm ngantuk…. tapi nggak boleh tidur bagaimana ini…???.

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ saya sangat bangga dengan usaha Bunda malam ini,,,nanti saya usulkan Bunda ke Kanjeng Gusti Sulatan Sepuh Arief Natadiningrat jadi Penulis Sejarah di Keraton Kasepuhan,,,,hahahahahaaaa(itu Kanjeng Sultan Saya tag biar menengok tulisan Bunda,,,hahahahaaaaaaaa)

    • Kakang Prabu Anomselamat malam Bunda, sehat selalu dan semangat dalam perjalanannya…

    • Erwin EsantosSalaam…..Mugi2 lelampahani Agung Bunda lia kaparing pengayoman saking Gusti Allah, lan saget bermanfaat kagem generasi lajengipun…….sumunggo Bunda Lia skerabat Agung Amiin Amiin Amiin….

    • Bunda Lia Emohhhhhh…. mas Muhamad Mukhtar Zaedin… masih dalam penelitian yg lebih jeli nih… karena isaroh yg kuterima… wanita dilarang masuk aku masuk dan kami mendapatkan sebuah tasbih… dari Kanjeng Sunan Gunung Jati yg hanya untuk menjaga dan ngayomi Cirebon… aneh ya mas aku kan Jogya kenapa disuruih ngayomi Cirebon… perhatikan dengan teliti mas… waktu aku pakai Jilbab hijau dipendopo…. di pendopo apa itu….

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ waduh poto Bunda begitu banyak,,,beri saya nomor urut, misalnya,,,baris ke,,,nomor,,,,,,biar langsung fokus,,,hahahhaaaa (dasar aku ini pemalas)

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ kalau baris ke tiga nomor 1, 2, dan 3, itu posisi Bunda di Taman Arum, Taman Arum adalah Cikalbakal Gua Sunyaragi yang sangat monumental dan religius,,,nanti klo ke Cirebon lagi,,,,

    • Bunda Lia Lalu no 6 lihatlah mas Muhamad Mukhtar Zaedindimana hayooooo….

    • Erwin Esantos yaaa Allah…….Nuwun Sewu Bunda LiaTasbihipun cobi njenengan persani tasbih kakung nopo putri……..Salaam

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ waduh Bunda,,,aku pake Notbuk,,,tampilannya begini,,,semua poto Bunda itu 13 baris masing-masing berisi 4 poto, klo ditanya nomor 6, aku ga bisa jawab Bundaku,,,klo baris ke enam,,,bisa,,,,

    • Bunda LiaMas Erwin Esantos … ha ha ha ha putri meniko pripun jur kakung meniko kados menopo ….

    • Bunda Lia Baris kedua dari kiri no 2 mas Muhamad Mukhtar Zaedinku say….

    • Erwin EsantosSalaam…ngaten bunda Lia…… menawi putri polos namung 1 baris watesanipun polos (putri) kakung barisipun 3 watesanipun onten Geretane( sprti tasbih umum)….mbok bilih ngoten ….

    • Muhamad Mukhtar Zaedin ‎@ oooo itu di Halaman Dalem Agung Pakugwati,,,Bunda,,,Keraton itulah yang didiami oleh Kanjeng Gusti Sinuhun Sunanjati Purba hingga Panembahan Girilaya,,,,yang wafat di Girilaya,,,,

    • Bunda LiaIsi 99 lembut dan halus sekali buah tidak ada geretan hanya saja ada aroma harum yg khas… seperti bunga cempaka… entahlah…

    • Setiajaya Satria Rassidy Alhamdulillah kabarnya baik dan YM Bunda Liayang tambah smart dan beautiful saja. Salam hormat

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ Dalem Agung Pakungwati (ralat)

    • Erwin EsantosSalam…..Bundaaaa …menawi mboten kersoo ….. kulo nggih ……..CEMPAKANE mawon purun….ha haha ha

    • Bunda Lia Terimakasihku mas Setiajaya Satria Rassidykangen rasanya lama tak jumpa walau di Fb… salam kasih selalu saudaraku… santun dan hormatku selalu…

    • Bunda Lia He he he nekat masuk mas Muhamad Mukhtar Zaedinsemua karena petunjuk … dan begitulah….

    • Bunda LiaMas Erwin Esantos bisa saja…. he he he …

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ ga papa kok, aman-aman saja kan? apa Bunda menjelajahi semua koleksi Museum Keraton?

    • Setiajaya Satria Rassidy Terima kasih YM Bunda Lia Bunda Lia Songgo Buwonoyang semakin merah menyala membara penuh enerjik. Salam hormat di malam yg dingin

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ monggo dipun lajengaken Bunda,,,

    • Bunda Lia Tak jelajahi semua mas Muhamad Mukhtar Zaedintapi sayangnya batrey low ha ha ha kasihan dech….

    • Erwin EsantosBunda….. nuwun sewu derengipun……Sinten nggih murid kesayanganipun S. G Djati …nopo mboten mlebet wonten sejarah K. Cirebon…Salam

    • Muhamad Mukhtar Zaedin‎@ ooo gitu,,,ya sudah Bundaku, lagian waktu sudah larut malam,,,sedang di mana sekarang Bunda?

    • Bunda Lia Mas Setiajaya Satria Rassidy… he he he…. Nyanyian Remaja bagai penampakan sang pangeran… Membawa siang malam, membuka cita-citanya… Di saat bayi dimandikan dan menjadi remaja
      Meskipun besar jasmaninya tetapi jiwanya masih muda
      Yang membedakan, tidurnya tidak lagi dipangkuan
      Seperti hari-hari berjalan ke arah barat
      Setiap tindakannya menjadi lakon
      Setiap tindakannya menjadi pertanyaan
      Jika tidak hati-hati dapat tidak tertolong… Semangat Ok.

    • Syahwir Papude Emohhhhhh…. mas Muhamad Mukhtar Zaedin… masih dalam penelitian yg lebih jeli nih… karena isaroh yg kuterima… wanita dilarang masuk aku masuk dan kami mendapatkan sebuah tasbih… dari Kanjeng Sunan Gunung Jati yg hanya untuk menjaga dan ngayomi Cirebon… aneh ya mas aku kan Jogya kenapa disuruih ngayomi Cirebon… perhatikan dengan teliti mas… waktu aku pakai Jilbab hijau dipendopo…. di pendopo apa itu….
      ___________________________________________________

      Dinda Bunda Lia…Kanda tidak ingin banyak komentar…Tapi untuk dinda ketahui, kejadian diatas sebenarnya tidak ada yang aneh…Hanya saja, mungkin jawaban tentang hal itu masih terasa samar oleh dinda disini…Tapi ketahuilah dinda…bahwa hal tsb memang sudah seharusnya dilakukan oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati…Jadi tak ada yg aneh…bahkan hal yang sama, pasti akan dilakukan oleh Kanjeng Sunan yang lainnya jika memang diperlukan, dst…Dinda Bunda Lia…maaf yaa… ^____^

    • Mas Prikok nggak diteruskan sekalian ke ujung barat (banten) sekalian, bunda…?

    • Bunda LiaKakang Prabu Anomsalam kangen kakang….

    • Bunda LiaMas Pri Insya’Allah akan terus dan bisa jumpa mas Pri… Rahayu ngantos pinanggih…

    • Kakang Prabu AnomSalam Hormat & Kangen ku juga Bunda..

Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 21, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: