Catatan 26 April 2012

Semoga Songsong Buwono tetap dingin dan bijaksana sebagai Pande….ini langkah kami untuk maksud tujuan Songsong Buwono… Mohon doa restu…..
Baja dan batu adalah dua unsur alam yang ada di bumi yang memiliki kesamaan sifat. Keduanya sama-sama memiliki sifat yang keras. Namun bedanya, Baja (logam) tidak mudah patah karena masih memiliki sifat elastisitas. Batu mudah patah dan hancur, karena ikatan molekulnya rapuh. Kedua sifat keras dari masing-masing unsur ini tidak mungkin dipersatukan. Jika kedua unsur ini diadu dengan keras, akan menghasikan kalor (panas), mampu memercilkan api dari benturannya. Kedua benda ini secara fisik akan mengalami kerusakan, baja (logam) akan bengkok, dan batu akan pecah dan hancur. Begitulah kalau sifat kekerasan selalu ingin diadu, hasilnya justru akan menuju kehancuran…. Sungguh suatu tugas pande….

— bersama Totok Wiro Martono dan 49 lainnya.

Suka · · Bagikan
  • Bunda Lia dan 123 orang lainnya menyukai ini.
    • Bunda LiaYa Allah jangan koyak maksud tujuan kami… hamba mohon kuatkanlah imanku Ya Allah… jauhkan aku dari fitnah… sungguh sakit sekali…finah yg kuterima kali ini….

    • Rosalia AmeliaLuar Biasa..,silakan dilanjut, apa yg bisa saya bantu ya??

    • Mas Tebe OyeInsyaalloh cita2 Adinda yg luhur utk mendirikan KRK ini tercapai dg sukses walo ada sedikit gangguan atau apa pun itu namanya ..aamiin …

    • Abdul Lathif ‎.
      Assalaamu’alaikum……. sugeng nindhaake jejibahan agung Yund…….

    • Pepen Si Pengembaraamin…..smoga smua yg bunda cita”kn dpet berjln dengn baik.sucses slllu buat bunda. rahayu.

    • Bunda Lia Seorang pande tahu persis sifat-sifat dari masing-masing unsur ini. Ketajaman pedang yang dibuatnya, jutru memanfaatkan batu yang menjadi lawan dari baja. Batu (wungkal) digunakan untuk mengasah mata pedang. Kedua sifat keras ini dikondisikan untung saling mengalah dan saling bekerja sama. Baja memang terkikis oleh wungkal, namun baja memperoleh keuntungan yang berlipat karena ketajaman yang ia miliki. Sedangkan wungkal juga terkikis, namun keterkikisnnya itu ia sangat dibutuhkan oleh para pande, ia menjadi barang paling berharga di tangan para pande.
      Semoga mengerti maksud saya……

    • Bunda LiaBiarlah saya akan menjadi batu yg penting besi itu akan tajam dan tajam banyak bermanfaat … berguna bagi siapa saja… tak ubahnya biarlah aku menjadi lilin walau hanya sebetas ruang sinarnya aku tetap berpijar untuk semua…. Aku tak ingin harapan dan cita2 ini terjerembab dijurang fitnah….

    • Kules Satrio muda”han sukses slalu Bunda…
      Rahayu…Rahayu…Rahayu…

    • Pangeran Joyo KusumoRahayu… mugi gusti tansah apareng margi engkang sae ugi tansah hamberkahi.. rahayu…

    • Subagyo Ucokmohon izin baja adalah ferrum yg telah di beri(dimasukkan) karbon sehingga memiliki kekuatan di atas besi namun bila menerima momen melebihi kapasitas akan terjadi patah,berbeda dengan besi yg masih bisa lentur bila menahan beban melebihi kekuatannya.nyuwun sewu bun.salam persaudaraan setia hati(madiun).

    • Petruk Tralalasmg seluruh alam merestui..

    • Bunda LiaLaa syai’un illallah … laa haula wala quwwata illa billah … tidak ada ilah kecuali Allah … tidak ada sesuatu (termasuk alam-lingkungan) kecuali Allah, … tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata ….maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita ….Demikian mudah-2an Allah membukakan hati kita mudah2 an saja saudara/ saudariku di FB selalu ingat saya… dan mau mendoakan saya untuk memperjuangkan ini semua…. mohon doa restu dari saudara-saudariku… salam hormat dan santunku….

    • Arie Irfan Selamat malam Bunda Lia…
      Semoga berjalan dengan lancar sukses selalu…
      Tuhan memberkahi…
      Salam Kasihku.

    • Kozink SaputraSelamt mlm bunda..setajam apapun parang besi tk bisa bermamfa,at lg jika batu ungkalnya tiada bersamanya.dia kn tumpulkembli berkarat dn tiada bisa berguna sebagai parang yg sesungguhnya.ttp semngat.bunda slm mlm nun hangt sllu tercurah buat bunda amin

    • Nanang Part II Doa ananda selalu mama agar keluarga kita mendapatkan kemudahan walaupun tiada putus tiada henti kita di adu oleh kerasnya baja ma batu..jika hati selalu ikhlas dan khusuk maka kerasnya baja dan batu pasti akan luluh..
      Maaf mama..
      Jangan pernah kita menyakiti orang biar kan orang menyakiti kita..
      Jangan pernah berhenti kita tebarkan kebaikan..tapi kita kunci hati kita tuk menebarkan “fitnah” pa lagi sifat “iri dengki”..
      Malam mama..salam putih ananda..

    • Bunda LiaSelamat malam semuanya salam kasih dan penuh sayang saudara/sahabat dan anak2ku yang mau berkomentar maupun hanya menyimak dan memberi jempol…… terimakasih sekali dengan doa tulus panjenengan semua… sungguh malam ini kita akan merenung dan memeras habis pikiran…. sesuai apa yang kita bicarakan pada malam ini di studio akan kuulas malam ini disini… dengan yang bener dapat memecahkanya…… Kita sadar dan percaya, bahwa di bumi Nusantara ini sangat kaya akan ilmu spiritual, tetapi ironisnya, banyak yang gagal dalam Pencarian spiritualitas. Orang bersemangat untuk memeluk agama, tetapi gagal dalam “menjadi’ agama itu….. sungguh tanggung jawab yang berat rasanya… Bismilah hirahmanirrahhim….

    • Jagad SatriaMet mlm jum,at yg penuh berkah bunda….smoga apa yg bunda rintis slma ini akan mewujudkn suatu cita2 yg luhur….sy akan trt berdoa smoga songsong agung songgo buwono akan sll berkibar…rahayu 3x…

    • Aring Sukaton Hemmm perlu sinergi yg bagus antara Batu dan Baja, seperti di ilustrasikan kang mas Kozing Saputra …..
      Selamat malam semua
      Semoga pande yg Mumpuni yg memegang KRK Songsong Buwono

    • Bunda LiaWajah negeri yg dahulu dicap sebagai negeri multi agama, multi etnis, multi kultur tetapi solid bersatu di atas slogan Bhineka Tunggal Ika karena rakyatnya memiliki watak toleransi. Negeri yang subur makmur gemah ripah loh jinawi. Lautan diumpamakan kolam susu, dan dikiaskan bahwa tongkat kayu pun dapat tumbuh karena saking suburnya tanah daratan. Hawanya sejuk, banyak hujan, kaya akan hutan belantara sebagai paru-paru dunia. Hampir tak ada bencana alam tanah longsor, banjir, gempa bumi, angin lesus, kebakaran, kekeringan. (jadi ingat lagu Koes plus kali ya hemmmmm )

    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaarsae nopo awon kan tetep kudhu disyukuri kersanipun Gusti Allah to bunda…leres mboten?

    • Misterr Jeans Sang KinasihSlamat mlm Ibunda, dan ntuk smua yg tlah hadir.. Smoga diberi kelancaran dan kmudahan jeh Ibunda.. Salam kasihq slalu..

    • Kang Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Kanjeng IBunda Lia Guru Terkasih ….
      saya doa kan smoga smua cita2 luhur Bunda Guru di Ridhoi Allah swt dan smoga Bunda Guru dan seluruh keluarga besar Songgo Buwono di berikan kemudahan dan ke sabaran oleh Allah swt ……
      Amin Ya Robbal Alamin …..

      Bunda Guru sabar, tabah dan tawakal ya Bunda ,,,
      saya paham pasti sebagian dri mereka yg dengki , hasut dsb gak bgtu suka dgn niat baik Bunda Guru, saya yakin dan percaya Allah swt pasti tdk mmbiarkan hamba NYA yg taat dan sabar …

      Smoga Sukses Bunda Guru ….
      Salam hormat dan santun saya …. Rahayu ….

    • Kang Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Kanjeng IBunda Lia Guru Terkasih ….
      saya doa kan smoga smua cita2 luhur Bunda Guru di Ridhoi Allah swt dan smoga Bunda Guru dan seluruh keluarga besar Songgo Buwono di berikan kemudahan dan ke sabaran oleh Allah swt ……
      Amin Ya Robbal Alamin …..

      Bunda Guru sabar, tabah dan tawakal ya Bunda ,,,
      saya paham pasti sebagian dri mereka yg dengki , hasut dsb gak bgtu suka dgn niat baik Bunda Guru, saya yakin dan percaya Allah swt pasti tdk mmbiarkan hamba NYA yg taat dan sabar …

      Smoga Sukses Bunda Guru ….
      Salam hormat dan santun saya …. Rahayu ….

    • Agus M YonoMet mlm Bunda…smoga Bendera songsong Buwono slalu berkibar…spanjang masa…

    • Bunda LiaUnkapan dan menjabaran diatas…..Realitasnya di masa kini sangat kontradiktif, justru kita semua sering menyaksikan di media masa maupun realitas obyektif sosial-politik sehari-hari…… Negeri ini telah berubah karakter menjadi negeri yang berwajah beringas lak coba dipirsani sak meniko lak njih sampun, angker, berapi-api, anti toleran, waton gasak, nafsu menghancurkan dan bunuh, “semangat” menebar kebencian di mana-mana……… Sangat disayangkan justru dilakukan oleh para sosok figur yang menyandang nama sebagai panutan masyarakat, pembela agama, dan juru dakwah yang memiliki banyak pengikut. Ini sungguh berbahaya, dapat membawa negeri ini ke ambang kehancuran fatal……. Alam pun turut bergolak seolah tidak terima diinjak-injak penghuninya yang hilang sifat manusianya…. Naudzubillah…. Sehingga bencana dan musibah datang silih berganti, tiada henti, bertubi-tubi membuat miris penghuni negeri ini….

    • Bunda LiaDi mana wajah negeri impian yg tentram, damai, subur, sejuk, makmur ? apakah ini sudah benar-benar hukuman atau bebendu dari Gusti Allah, sebagaimana sudah diperingatkan oleh para leluhur kita yg bijaksana dan waskita sejak masa silam ? masihkah kita akan mengingkari nasehat tersebut, dengan mengatasnamakan “kebenaran” maka serta merta menganggapnya sebagai “ramalan” yang tidak boleh dipercaya, karena dekat dengan syirik dan musyrik. Sikap seperti itu hanya menjauhkan kita dari watak arif dan bijaksana.

    • Kozink SaputraSippp bunda,. Lnjuuuut

    • Cinta Minel SemestaInsya allah n smoga apa yg bund cita”kan terwujud dg ridho allah swt , q hny bisa bantu doa bund ‘ rahayu 3x , sugeng ndalu bund . . . . .

    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaarandai udah paham syareat sudah semestinya syareat itu dimasukkan ke kolbu…jangan hanya ditaruh didpn mata terus…hingga dia tidak tahu “hikmah” yang ada dibelakang syareat…maka kemudian muncullah “nek ora podo syareat kui sesat, sirik, musrik, dll”…kon ngaji meneh wae sing ngucap ngono kui

    • Nicky UkurYakinlah niat tujuan yg baik pasti terlaksana.

    • Bunda LiaMusibah, bencana, wabah, dan seterusnya, tengah melanda negeri ini. Sudah selayaknya kita sadari semua ini sebagai hukuman, atau bebendu dari Tuhan. Anggapan demikian justru akan menambah kewaspadaan kita, dapat menjadi sarana instropeksi diri, dan otokritik yang bijak. Agar kita lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Sebaliknya anggapan bahwa ini semua sebagai COBAAN bagi keimanan kita merupakan pendapat yang terlalu NAIF, innocent. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan menjadi ndableg, lancang, kurang waspada lan eling. Sejak kapan kita bisa mengukur keimanan kita ? parameter apa yg dipakai ? seberapa persen keimanan kita hanya dapat diukur dgn “perspektif” yg hanya Tuhan miliki. Kita menjadi sok tahu, teralu percaya diri dengan tingkat keimanan kita.

    • Bunda LiaBegitulah awalnya manusia menjadi keblinger. Selalu ingin mencari menangnya sendiri, mencari benernya sendiri, mencari butuhnya sendiri. Manusia seperti itu tidak menyadari sesungguhnya dirinya menyembah HAWA NAFSU. Itulah makna apa yang disebut PENYEKUTUAN TUHAN, yakni nuruti RAHSANING KAREP (nafsu). Merasa sudah tinggi ilmunya, padahal ilmunya tidak mumpuni. Ilmu Tuhan bukankah ibarat air laut yang mengisi seluruh samudra di jagad raya ini. Sedangkan ilmu manusia hanya setetes air laut. Dari setetes air laut itu, sudah seberapa persenkah yang kita miliki ?

    • Mas Priselamat malam semuanya, sungguh suatu cita-cita yang luhur dan patut untuk didukung,monggo dilanjut,tetap setia menyimak aja

    • Syahwir Papude Selamat Malam Dinda Bunda Lia…Harapan serta Cita2 insya Allah terwujud…Dan senantiasa selalu dalam lindungan ALLAH SWT…Salaam Hormat, Bahagia dan Santun kanda dari pulau seberang yang jauh…

    • Topeng Emas wening,nyuwun petunjuk lampah.nak di rembug ra rampung…ijin gusti,semar,ratu,pengayoman leluhur…

    • Topeng Emassisi alus ya di ajeni,manungsa sarana wadah.wong ngerti sisi makrifat lg biso mlaku…

    • Selo Ajie Songgo BuwonoSemoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kemudahan, kekuatan demi suksesnyaplaning dinda.. salam kasih doaku menyertai dinda dan kadang semuanya… Rahayuu 3X sagung dumadi

    • Topeng Emasmulane pentinge kasepuhan,golek ana sing bener bener kepanjingan…mesti ana tandane.sadek sanyet tanpa wayah lan sarana bisa manjing.ana tandane.mesti ana.

    • Topeng Emas punten naming sekedar masukan kemawon.ampun di sangga piyambak.masalahipun betah sinergi para pini sepuh ingkang,bener2 kewahyon.menawi tujuanipun damel kasampurnaning gesang punika.

    • Rosalia Amelia Semoga besok kalau sdh sampai..dan istirahat…tlg sms ya, selamat malam.., doaku selalu untuk Bunda Liayang arif / bijaksana. nuwun

    • Bunda LiaSalah satu ciri khas orang-orang yg sudah mampu memahami hakekat “manunggaling kawula-Gusti“ adalah “DUWE RASA, ORA DUWE RASA DUWE” (tidak punya rasa punya). Tumbuhnya rasa demikian itu menjadi pembuka jalan untuk menggapai tataran kemanunggalan (manunggaling kawula-Gusti), harus di awali dgn nuruti atau mengikuti KAREPING RAHSA. karena rahsa atau rasa atau sir merupakan pancaran dari “kehendak” Tuhan (Sirullah).

    • Bunda Lia Hemmm apakah saya harus membuka kembali catatan lalu dan mengajak untuk mengingatnya kembali… ????
      Selamat malam semua maaf tak dapat menyapa satu persatu karena signalnya ngadat timbul tenggelam…

    • Bunda LiaDi manakah signyal rasa itu berada ? Bagi yg masih ‘awam’ cermatilah suara hati nurani kita …… Hati nurani itu tidak dibelenggu nafsu ( Hal ini sudah 3 hari berturut2 sudah saya tulis), ia merupakan pancaran kehendak Tuhan atau yang disebut Sirullah. Sirullah diumpamakan rasa manis dengan “gulanya”. Atau bayangan rembulan dengan rembulannya. Rembulan itu satu, tetapi bayangannya ada dalam ratusan, ribuan atau jutaan ember berisi air. Begitulah personifikasi akan hakikat antara makhluk dengan Sang Pencipta. Di dalam RAHSA terdapat Zat dan energi Tuhan. Buanglah setan (nafsu) dari dalam hati, maka akan “tampak” sejatinya “wujud” Tuhan. Keberhasilan menyirnakan setan (nafsu) memudahkan kita LEBUR DENING PANGASTUTI, menyatu dengan hakikat energi Tuhan. Dalam peleburan itu, nurani akan mentransformasi sifat hakikat Tuhan. Terbukalah pintu hakekat “penyatuan” atau “panunggalan”, sebagai wujud dari makna “dwi tunggal” (loro-loroning atunggil).

    • Bunda Lia Makanya kita itu kalau dah bilang ikhlas mbok sing ikhlas tenanan lahir batin to yo…. ikhlas ada ilmunya…. Secara sederhana dan ringkas saya ungkapkan disini …..
      -Kita harus niteni kebecikane liyan.
      -Tulislah kebaikan org lain di atas batu, dan tulislah kebaikan yg pernah kita lakukan di atas tanah… aku rasa tau kan maksudku….
      – Hakekat tapa mendem, tidak mengungkit, membangkit, apa yg pernah kita lakukan pada org lain, sebaliknya “mengubur” dalam2 jasa baik kita pada sesama agar lupa dari ingatan.
      – Bisalah rumongso, ojo rumongso biso…. tapi kembanyakan sekarang … hemmm sok keminter sening golek wah ,kakean polah
      – Duwe rasa, ora duwe rasa duwe. dan keikhlasan (serta kesabaran) adalah pelajaran yg tak pernah usai sepanjang kita hidup. Maka, jika kita sudah ikhlas hendaknya lebih ikhlas lagi. Detik ini ikhlas, belum tentu sejam kemudian memiliki rasa ikhlas dgn kadar yg sama…. Sementara itu, kosong bisa bermakna TIADA MAKNA, bisa pula berarti MAKNA YG TAK TERHINGGA, misalnya ungkapan berikut…. sejatine iku ora ono opo-2, sing ono kuwi dudu.
      Salam karaharjan njih poro kadang kang lenggah ing dalu meniko sak estu nyuwun agunging pangaksami……

    • Bunda Lia Wedaran ini mungkin pernah aku tulis tapi entah berapa bulan yg lau namun mari kita buka kembali…. kita mengingat beberapa kitab kuno… Di dalam kepustakaan Jawa, dikenal kitab kuno, yakni kitab Primbon Atassadhur Adammakna, merupakan salah satu kitab terpenting dalam ajaran Kejawen. Di dalamnya memuat ajaran-ajaran utamanya yakni Wirid Maklumat Jati di mana mencakup delapan wiridan sebagai berikut … baca saja kalau mau kalau ndak mau juga tidak apa2
      WIRIT MAKLUMAT JATI ada 8
      1. Wirayat-Jati
      2. Laksita-Jati
      3. Panunggal-Jati
      4. Karana-Jati
      5. Purba Jati
      6. Saloka-Jati
      7. Sasmita-Jati
      8. Wasana-Jati

    • Bunda Lia ‎8. Pembabaran Wirit Maklumat Jati….Tulisan di atas hingga dibawah atau sampai selesai hanya bersifat pengenalan awal dan pemetaan secara global tentang referensi atau buku-2 khasanah ilmu Jawa. Mudah-mudahan pemaparan ini dapat memberikan arti dan manfaat untuk seluruh poro kadang kang kerso ….yang mau membaca dan untuk direnungkan saja… mau dipakai ya monggo…. sekalipun hanya sedikit….. sangat ber-arti itu kalau saya…..
      ~ 1. Wirayat-Jati; ajaran yang mengungkap rahasia dan hakikatnya ilmu kasampurnan. Ilmu “pangracutan” sebagaimana yang ditempuh oleh Sinuhun Kanjeng Sultan Agung merupakan bentuk “laku” untuk menggapai ilmu kasampurnan ini.

    • Bunda Lia ‎~ 2. Laksita-Jati; ajaran tentang langkah-langkah panglebur raga, agar supaya orang yang meninggal dunia, raganya dapat melebur ke dalam jiwa (warangka manjing curiga). Kamuksan, mokswa, atau mosca, yakni mati secara sempurna, raga hilang bersama sukma, yang lazim dilakukan para leluhur zaman dahulu merupakan wujud warangka manjing curiga.

      ~ 3.Panunggal-Jati; ajaran tentang hakikat Tuhan dan manusia mahluk ciptaanNya. Atau hakikat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Meretas hakekat ajaran tentang “manunggaling kawula lan Gusti” atau “jumbuhing kawula-Gusti”. Panunggal-Jati berbeda dengan Aji Panunggal. Aji Panunggal membeberkan ke-ada-an jati diri manusia, yang meliputi adanya pancaindera. Aji Panunggal juga mengajarkan tata cara atau teknik untuk melakukan semedi/maladihening/mesu budi/yoga sebagai upaya jiwa dalam rangka menundukkan raga.

    • Bunda Lia Akhirnya ketemu juga… Thn 2011 aku pernah menulisnya … baiklah tinggal copy paste… cepat kilat… Ok….

      ~ 4.Karana-Jati; ajaran tentang hakikat dan asal muasalnya manusia, ajaran ini sebagai cikal bakal ilmu “sangkan-paraning dumadi”. Siapakah sejatinya manusia. Hendaknya apa yang dilakukan manusia. Akan kemana kah selanjutnya manusia.

      ~ 5. Purba Jati; ajaran tentang hakikat Dzat, ke-Ada-an Dzat yang sejati. Menjawab pertanyaan,”Tuhan ada di mana ? Dan membeberkan ilmu tentang sejatinya Tuhan. Seyogyanya Purba Jati dibaca oleh pembaca yang budiman dan bijaksana, dan bagi yang telah mencapai tingkatan pemahaman tasawuf agar supaya tidak terjadi kekeliruan pemahaman.

      ~ 6. Saloka-Jati; ilmu tentang perlambang, sanepan, kiasan yang merupakan pengejawantahan dari bahasa alam, yang tidak lain adalah bahasa Tuhan. Supaya manusia menjadi lebih bijaksana dan mampu nggayuh kawicaksananing Gusti; mampu membaca dan memaknai bahasa (kehendak) Tuhan. Sebagai petunjuk dasar bagi manusia dalam mengarungi samudra kehidupan.

      ~ 7. Sasmita-Jati; ilmu yang mengajarkan ketajaman batin manusia supaya mengetahui kapan “datangnya janji” akan tiba. Semua manusia akan mati, tetapi tak pernah tahu kapan akan meninggal dunia. Sasmita Jati mengungkap tanda-tanda sebelum seseorang meninggal dunia. Tanda-tanda yang dapat dibaca apabila kurang tiga tahun hingga sehari seseorang akan meninggal dunia. Dan bagaimana manusia mempersiapkan diri untuk menyongsong hari kematiannya.

      ~ 8. Wasana-Jati; ilmu yang menggambarkan apa yang terjadi pada waktu detik-detik terakhir seseorang meninggal dunia, dan apa yang terjadi dengan sukma atau ruh sesudah seseorang itu meninggal dunia.

    • Bunda LiaLAKSITA JATI……Ilmu yang mengajarkan tata cara menghargai diri sendiri, dengan “laku” batin untuk mensucikan raga dari nafsu angkara murka (amarah), nafsu mengejar kenikmatan (supiyah), dan nafsu serakah (lauwamah). Pribadi membangun raga yang suci dengan menjadikan raga sebagai reservior nafsul mutmainah. Agar supaya jika manusia mati, raganya dapat menyatu dengan “badan halus” atau ruhani atau badan sukma………Hakikat kesucian, “badan wadag” atau raga tidak boleh pisah dengan “badan halus”, karena raga dan sukma menyatu (curigo manjing warongko) pada saat manusia lahir dari rahim ibu. Sebaliknya, manusia yang berhasil menjadi kalifah Tuhan, selalu menjaga kesucian (bersih dari dosa), jika mati kelak “badan wadag” akan luluh melebur ke dalam “badan halus” yang diliputi oleh kayu dhaim, atau Hyang Hidup yang tetap ada dalam diri kita pribadi, maka dilambangkan dengan “warongko manjing curigo”. Maksudnya, “badan wadag” melebur ke dalam “badan halus”. Pada saat manusia hidup di dunia (mercapada), dilambangkan dengan “curigo manjing warongko”; maksudnya “badan halus” masih berada di dalam “badan wadag”. Maka dari itu terdapat pribahasa sebagai berikut:“Jasad pengikat budi, budi pengikat nafsu, nafsu pengikat karsa (kemauan), karsa pengikat sukma, sukma pengikat rasa, rasa pengikat cipta, cipta pengikat penguasa, penguasa pengikat Yang Maha Kuasa”.

    • Bunda Lia SHALAT atau SEMBAHYANG – DHAIM
      Sebagai tulisan penutup saya berusaha memaparkan garis besar TAPA BRATA, agar supaya mudah diingat dan gampang dicerna bagi poro kadang yang masih awam tentang ajaran Kejawen.
      Selain dipaparkan di atas, sejalan dengan bertambahnya usia, seyogyanya hidup itu sembari mencari ciptasasmita, “tuah” atau petunjuk yang tumbuh jiwa yang matang dan dari dalam lubuk budi yang suci. Pada dasarnya, tumbuhnya budipekerti (bebuden) yang luhur, berasal dari tumbuhnya rasa eling, tumbuhnya kebiasaan tapa, tumbuhnya sikap hati-hati, tumbuhnya “tidak punya rasa punya”, tumbuhnya kesentausaan, tumbuhnya kesadaran diri pribadi, tumbuhnya “lapang dada”, tumbuhnya ketenangan batin, tumbuhnya sikap manembah (tawadhu’). Pertumbuhan itu berkorelasi positif atau sejalan dengan usia seseorang…

    • Hari YuswadiSugeng ndalu bunda.nderek nyimak.

    • Bunda Lia Akan tetapi, jika semakin lanjut usia seseorang akan tetapi perkembangannya berbanding terbalik, mempunyai korelasi negatif, yakni justru memiliki tabiat dan karakter seperti anak kecil, ia merupakan produk topobroto yang gagal. Untuk mencegahnya tidak lain harus selalu mencegah hawa nafsu, serta mengupayakan dengan sungguh-sungguh untuk meraih kesempurnaan ilmu.
      Begitu pentingnya hingga adalah “wewarah” yang juga merupakan nasehat yang hiperbolis, sbb; “ageng-agenging dosa punika tiyang ulah ilmu makripat ingkang magel. Awit saking dereng kabuko ing pambudi, dados boten superep ing suraosipun”

    • Bunda LiaBagi yang sudah lulus, dapat menerima semua ilmu, tentu akan menemui kemuliaan “sangkan paran ing dumadi”. Siapa yang sunguh-sungguh mengetahui Tuhannya, sesungguhnya dapat mengetahui di dalam badanya sendiri. Siapa yang sungguh-sunggun mengetahui badannya sendiri, sesungguhnya mengetahui Tuhannya. Artinya siapa yang mengetahui Tuhannya, ia lah yang mengetahui semua ilmu kajaten (makrifat). Siapa yang sunguh-sungguh mengetahui sejatinya badannya sendiri, ia lah yang dapat mengetahui akan hidup jiwa raganya sendiri. Kita harus selalu ingat bahwa hidup ini tidak akan menemui sejatinya “ajal”, sebab kematian hanyalah terkelupasnya isi dari kulit. “Isi” badan melepas “kulit” yang telah rusak, kemudian “isi” bertugas melanjutkan perjalanan ke alam keabadian. Hanya raga yang suci yang tidak akan rusak dan mampu menyertai perjalanan “isi”. Sebab raga yang suci, berada dalam gelombang Dzat Illahi yang Maha Abadi.

    • Bunda Lia Ya mas Hari Yuswadi… saya ingin begadang sambil menunggu pagi karena mau ke kedutaan dan imigrasi pagi…. terimakasih mas salam hormat selalu…

    • Bunda LiaMaka dari itu, jangan terputus dalam lautan “manembah” kepada Gusti Pangeran Ingkang Sinembah. Agar supaya menggapai “peleburan” tertinggi, lebur dening pangastuti; yakni raga dan jiwa melebur ke dalam Cahaya yang Suci; di sanalah manusia dan Dzat menyatu dalam irama yang sama; yakni manunggaling kawulo gusti. Dengan sarana selalu mengosongkan panca indra, serta menyeiramakan diri pada Sariraning Bathara, Dzat Yang Maha Agung, yang disebut sebagai “PANGABEKTI INGKANG LANGGENG” (shalat dhaim) sujud, manembah (shalat) tanpa kenal waktu, sambung-menyambung dalam irama nafas, selalu eling dan menyebut Dzat Yang serba Maha. Adalah ungkapan; “salat ngiras nyambut damel, lenggah sinambi lumampah, lumajeng salebeting kendel, ambisu kaliyan wicanten, kesahan kaliyan tilem, tilem kaliyan melek….. (sembahyang sambil bekerja, duduk sambil berjalan, berjalan di dalam diam, membisu dengan bicara, bepergian dengan tidur, tidur sembari melek)….. Jika ajaran ini dilaksanakan secara sungguh-sungguh, berkat Tuhan Yang Maha Wisesa, setiap orang dapat meraih kesempurnaan Waluyo Jati, Paworing Kawulo Gusti, TIDAK TERGANTUNG APAPUN AGAMANYA.

    • Bunda Lia Bismillahirromannirrohim…Jagad bumi alam kabeh…Sumusupo marang badan…Badan sumusupo marang budi….Budi sumusupo marang nyowo…Nyowo sumusupo marang roso…Roso sumusupo marang cahyo….Cahyo sumusupo marang atmo…Atmo sumusupo marang dat…Dat sumusupo marang Ingsun…Ingsun jumeneng pribadi …Tanpo timbangan, tanpo lawanan..Ono ing kalaratingsun
      Kang moho muyo, moho suci sejati…..Ing kodratipun…. Aku tak minta suara yang hadir… monggo poro kadang berhubung sudah panajng lebar kami ulas…. dan akan kita kupas lagi hingga selesai sesuai urutan sampai Serat kuning dan Wahyu Mahkutho Romo…. sekarang waktunya memohon dulu agar semua saudara di FB yg selalu hadir di Doa pagi semua hajadnya terkabul dan mendapat kemudahan dalam segala urusanya…. Amin….

    • Bunda Lia Mas Hari Yuswadisaya mandap pasilan dulu malam Jumat mas biasa wirid sampai pagi Yasin Fadilah 11 kali mas…. he he he nyuwun pangapunten mas Hari sampai ketemu besok… Wasalamu’Alaikum wR wb….

    • Gadis ExspritSonggO Buwono adalah Amanah,,,semoga selalu jaya amin,,,,

    • Gde Mahesa alhamdulillah diajenkku……………..MWERRRRDWEKHAAAAA !!!

    • Hari YuswadiMonggo bunda. Maturnuwun wedaranya.

    • Sultan Samber Nyowo Al-jabbaarluarrrrrrrr biasa wedaranipun…matur nuwun bunda pun tambahi ilmu

    • Topeng Emasnyuwun ingkang 9 1,1 0.mokswa…mbak menawi wonten salah nyerat nyuwun di pun tingali…menika ampun dibabar kemawon…salam rahayu,mugya saged ,paripurnaning jalma suci…

    • Kozink SaputraSugeng enjing bunda. Wedaran yg berarti..matursembh nuwun

    • Gus Ibien IbienNgapunten td nganggu diajeng.

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on April 27, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: