Catatan 01 Mei 2012

Tajamnya Mata Anak Panah Tiada Guna (Landheping Warastra Tan Migunani) https://songgobuwono.wordpress.com (clik gambar)

oleh Bunda Lia pada 1 Mei 2012 pukul 15:51 ·

Tajamnya Mata Anak Panah Tiada Guna

(Landheping Warastra Tan Migunani)  https://songgobuwono.wordpress.com (clik gambar)

 

Panah adalah senjata untuk menjatuhkan lawan dari jarak jauh. Senjata ini terdiri dari dua bagian. Pertama adalah Gendewa (ind:busur, ingg:bow) dan anak panah. Sedangkan gendewa sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu bilah busur dan tali busur. Bilah busur biasanya dibuat dari kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kelenturan. Dan jika dipasang tali busur, bilah busur ini akan menahan regangan sampai pada simpangan maksimal sepanjang tangan pemanahnya mampu menarik tali busurnya. Dan anak panah, secara detail terdiri dari tiga bagian. Yaitu mata panah, yang terbuat dari baja yang tajam. Batang panah yang terbuat dari kayu yang kuat namun ringan. Ketiga adalah pembelah angin (elevator), yang fungsinya untuk menahan dan meluruskan arah menuju titik sasaran.

Gendewa Pinenthang.

 

Busur, secara trigonometri benbentuk setengah lingkaran. Dengan jumlah sudut sebesar 180 derajat. Namun jika tali busur direntang, bentuk ini akan berubah menjadi setengah lingkaran dengan penambahan segi tiga pada tali busurnya. Itu artinya ada penambahan segitiga sama kali. Jumlah sudut pada sebitiga sama kaki sama dengan jumlah sudut pada bidang setengah lingkaran. Jika kita jumlahkan kedua bidang itu, maka jumlahnya menjadi 360 derajat. Sama dengan jumlah sudut pada sebuah lingkaran yang bulat. Ini hanya merupakan alalisa matematis saja, untuk mendekati pemahaman nenek moyang kita (orang Jawa zaman lampau) dalam kosa kata Panah. Gendewa Pinenthang adalah sebuah ungkapan kebulatan tekad, siap siaga, namun penuh perhitungan dalam menjalankan sebuah misi.

 

Panah dalam kosa kata bahasa Jawa, berarti manah. Manah adalah penggalih atau rasa dan perasaan yang mendalam sampai ke dasar jiwa manusia. Dan galih berarti inti. Dalam pemahaman ini, gendewa pinenthang bukan kesiagaan untuk membunuh musuh, namun lebih diartikan sebagai penyatuan antara logika (pikiran dan rasa (jiwa). Jika pemahaman ini dilakukan secara bulat, seperti pada sebuah lingkaran yang bersudut 360 derajat, maka gendewa pinenthang adalah merupakan sebuah proses untuk mencapai titik sasaran tertentu dalam sebuah perencanaan. Perencanaan yang tidak mengesampingkan factor-faktor eksternal yang nantinya akan menjadi hambatan dalam pencapaian titik sasaran. Kebulatan tekad adalah sikap yang membuang sikap keragu-raguan. Jika pikiran dan jiwa masih mengandung keraguan, sedut yang dibangun oleh gendewa pinenthang belum mencapai 360 derajat. Jumlah sudut itu baru 180 derajat, yaitu setara dengan setengah lingkaran dan segitiga sama kaki. Untuk mencapai bentuk bulat sempurna, jiwa dan pikiran kita harus sampai pada tingkat keikhlasan yang utuh, dan kepasarahan yang maksimal. Apa yang ada di alam pikiran harus sama dengan apa yang kita rasakan. Sering kegagalan menghiasai kegiatan yang telah kita tempuh, karena kita kurang memahami keberadaan pikiran dan jiwa kita. Faktor utama penyebab kegagalan adalah kita berusaha membohongi diri sendiri, tentang target sasaran yang ingin kita raih. Tajamnya anak panah tak akan berarti jika arah bidikan tidak focus pada titik sasaran. Sebuah planning yang matang tak ada artinya, jika rencana itu dilaksanakan dengan asal-asalan. Ibarat membuang banyak anak panah yang bermata tajam dengan sia-sia.

 

Sekali melesat, anak panah tak akan bisa dihentikan. Anak panah itu akan membelah udara dengan suara yang mengerikan. Seolah mendendangkan Gita Kemenangan. Jalannya begitu mempesona sangat lurus, mantap menuju sasaran yang telah dibidik. Gerakan luncurannya tanpa perasaan ragu, ia tak akan mempedulikan apapun yang terbang disekitarnya, apalagi benda-benda yang telah dilaluinya. Pada perjalanan lucurannya itu yang terlintas hanyalah menuju pada titik focus sasaran. Dengan semangat yang menyala dan harapan gemilang menuju kemenangan.

 

Gedewa Pinenthang adalah perpaduan dua jiwa yang saling menyatu, yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Dengan semangat dan tekad yang bulat menuju titik sasaran yang jelas. Seperti perpaduan antara busur dan anak panah yang bermata tajam. Yang tidak lagi menghiraukan godaan dan gangguan, karena cita-citanya hanya menuju pada titik kemenangan.

 

Maafkan aku semua saudara/ saudariku, karena aku gunakan bahasa kiasan yang mungkin sulit dimengerti. Namun aku yakin, semua bisa memahami apa yang aku tulis. Aku hanyalah orang yang dungu yang tidak berani mengungkapkan perasaan dengan terus terang…  maafku…..

 

 

Suka · · Bagikan

Iklan

About Bunda Lia

Tidak ada hal yang mustahil apapun dapat terjadi karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk menjelmakan suatu keinginan menjadi kenyataan. Hidup damai dan rukun sesama masyarakat. Birunya harapan msh menjadi teka teki, bagai musafir disahara berhrp mendptkan air, saat kemarau mengiringi perja lanannya, smua kering, sepi, bisu hny semilir angin panas ikut menyertai.Kau menyambangiku ketika seluruh pintu telah kukunci. Kita bertukar kata di balik tembok tinggi. Tak ada lagi cekrama canda dan cinta bagi bilik hatiku. Tinggal dinding pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki didalam dinding bilik hatiku atau putaran takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada ketentuan Maha Cinta. Tak ada lagi sekeping harap yang kita titipkan pada puing senyap. Sebab asa telah membumbung pada manzila yang lebih tinggi dari arasy. Hati tak lagi mengeja bagai tulisan sang pujangga… kemungkinan beriringan mamasuki dinding tembok yang kokoh. Telah kubangun bilik jiwa yang melampaui wingitnya puri pemujaan. Kutisik waktu dengan benang pengharapan yang lebih detail dari semua keinginan….

Posted on Mei 2, 2012, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: