CAHAYA SANG BAGASKARA.

Gemetar seluruh tubuhku ….. betapa gelisahnya aku….. Samodera selalu pasang dan surut, namun tak membutuhkan taburan garam. Ia juga tak membutuhkan tetesan embun. Karena di dalamnya merupakan kumpulan dari inti kedua anasir tersebut. Dan gunung pun akan selalu diselimuti halimun dikala subuh, karena gunung mengikat butiran embun dengan kehangatan yang dimilikinya. Sehingga cahaya Sang Bagaskara pun engan menyentuhnya. Mereka semua kehilangan bahasa, namun tetap dalam satu kesatuan… Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuji dan sangat mulia… Ya Allah Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh ‘adzab itu adalah kebinasaan yang kekal….Allah adalah kepercayaan kami dalam segala urusan kami….. kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan….. Tak akan ada sesuatu pun kecuali yang Allah kehendaki dalam ilmu-Nya….. kami memohon kepada Allah, tempat kami pergi dan tempat kami kembali…..Tiada Tuhan kecuali Dia, kepada-Nya tempat kembali segala sesuatu….. Ya Illahi… Peganglah tangan kami,… Ajaklah kedalam keridhoan-Mu…. Biarkan kami tetirah disana, Karena…. Hanya ridho-Mu semata Yang selalu kami damba…. Dalam setiap ibadah kami….. Ya Illahi… Raihlah kalbu kami…. Rendamlah kedalam telaga cinta-Mu….. Biarkan kami terpejam disana … Karena…. Tiada yang lebih kami cintai….Selain Engkau, Ya Allah…. kabulkan doa2 kami….. Amin YRA

— bersama Ki Buyut Sleman dan 25 lainnya.

Foto: Gemetar seluruh tubuhku ..... betapa gelisahnya aku..... Samodera selalu pasang dan surut, namun tak membutuhkan taburan garam. Ia juga tak membutuhkan tetesan embun. Karena di dalamnya merupakan kumpulan dari inti kedua anasir tersebut. Dan gunung pun akan selalu diselimuti halimun dikala subuh, karena gunung mengikat butiran embun dengan kehangatan yang dimilikinya. Sehingga cahaya Sang Bagaskara pun engan menyentuhnya. Mereka semua kehilangan bahasa, namun tetap dalam satu kesatuan... Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuji dan sangat mulia… Ya Allah Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal....Allah adalah kepercayaan kami dalam segala urusan kami..... kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan..... Tak akan ada sesuatu pun kecuali yang Allah kehendaki dalam ilmu-Nya..... kami memohon kepada Allah, tempat kami pergi dan tempat kami kembali.....Tiada Tuhan kecuali Dia, kepada-Nya tempat kembali segala sesuatu..... Ya Illahi… Peganglah tangan kami,… Ajaklah kedalam keridhoan-Mu.... Biarkan kami tetirah disana, Karena…. Hanya ridho-Mu semata Yang selalu kami damba.... Dalam setiap ibadah kami..... Ya Illahi… Raihlah kalbu kami…. Rendamlah kedalam telaga cinta-Mu..... Biarkan kami terpejam disana ... Karena…. Tiada yang lebih kami cintai....Selain Engkau, Ya Allah…. kabulkan doa2 kami..... Amin YRA
Iklan

Posted on Juni 10, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: