DAMAILAH INDONESIAKU.

“DAMAILAH INDONESIAKU”
Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung….
Genderang perubahan sudah harus segera dikumandangkan melalui gerakan membangun dengan melahirkan suatu tekat yang mantap demi rakyat, demi masyarakat banyak agar arah Bangsa tertuju pada “Damailah Indonesiaku “
Keadaan zaman berubah seiring dengan perubahan sang waktu.
Segalanya berubah, tanpa bisa dibendung. Keadaan keindahan alam sudah bergeser. Ungkapan lama tentang kemakmuran dari sebuah negara pada zaman dahulu, saat ini hanya merupakan suatu cerita belaka untuk menghantar tidur.
Gambaran tentang negara yang “Tata titi tentrem, kerta raharja, loh jinawi” sangat jauh dari kenyataan kehidupan saat ini.
Impian … Harapan…. Damailah dan sejahteralah Indonesiaku sangat jauh dari benak kita, hanya ada di angan-angan kita. Yang kita hadapi sekarang adalah sebuah kenyataan, alam dan kehidupan yang kejam yang mengintai diri kita setiap saat. Dan kita harus waspada dengan keadaan alam sekitar kita yang mana akan terjadi dengan berbagai bencana terutama kecelakaan udara laut dan darat.
Rakyat harus kita ajak bangkit. Apa arti Negeri kita saat ini apa sudah merasa bebas dari penjajahan bangsa asing secara fisik, tapi belum terbebas dari penjajahan secara ekonomi….. Dan sekarang sedang memasuki fase penjajahan dan pembodohan oleh bangsa sendiri yang disebut pejabat/aparat, apa kita masih bisa bilang MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! Bila negara kini memeras rakyat dengan berbagai macam pajak dan pungutan yang tidak jelas buat apa uangnya? Apakah rakyat menikmatinya bila kemiskinan dan kebodohan masih berserakan dimana-mana. Masih pantaskah kita merasa merdeka bila masih terjajah oleh bangsa sendiri, masih pantaskah kita disebut Bangsa yg Merdeka apabila sesama anak negeri saling tusuk karena suku, ras, agama, dendam, hasutan dan lain sebagainya. Apakah ini yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Mari kita bertanya pada hati nurani kita, sudahkah kita MERDEKA? Lihatlahlah sebagai contoh saat ini dengan suatu kejadian melanda anak negeri karena isue fiktif di Sumbawa Besar NTB… Belum mengingat Badan Hukum…. apakah ini dapat dikatakan dengan Indonesia Damai…???? Atau Indonesia Merdeka ??? Sungguh lemah pola pikir, nalar, dan pikiran dinegeri ini sangat mudah terhasut oleh usue yang berakibat anarkis terhadap saudara sendiri sebagai akar Bangsa…. lalu tindakan apa yg harus kita benahi…???

— bersama Ki Buyut Sleman dan 46 lainnya.

Foto: “DAMAILAH INDONESIAKU”
Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung....
Genderang perubahan sudah harus segera dikumandangkan melalui gerakan membangun dengan melahirkan suatu tekat yang mantap demi rakyat, demi masyarakat banyak agar arah Bangsa tertuju pada “Damailah Indonesiaku “
Keadaan zaman berubah seiring dengan perubahan sang waktu.
Segalanya berubah, tanpa bisa dibendung. Keadaan keindahan alam sudah bergeser. Ungkapan lama tentang kemakmuran dari sebuah negara pada zaman dahulu, saat ini hanya merupakan suatu cerita belaka untuk menghantar tidur.
Gambaran tentang negara yang “Tata titi tentrem, kerta raharja, loh jinawi” sangat jauh dari kenyataan kehidupan saat ini.
Impian ... Harapan.... Damailah dan sejahteralah Indonesiaku sangat jauh dari benak kita, hanya ada di angan-angan kita. Yang kita hadapi sekarang adalah sebuah kenyataan, alam dan kehidupan yang kejam yang mengintai diri kita setiap saat. Dan kita harus waspada dengan keadaan alam sekitar kita yang mana akan terjadi dengan berbagai bencana terutama kecelakaan udara laut dan darat.
Rakyat harus kita ajak bangkit. Apa arti Negeri kita saat ini apa sudah merasa bebas dari penjajahan bangsa asing secara fisik, tapi belum terbebas dari penjajahan secara ekonomi..... Dan sekarang sedang memasuki fase penjajahan dan pembodohan oleh bangsa sendiri yang disebut pejabat/aparat, apa kita masih bisa bilang MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! Bila negara kini memeras rakyat dengan berbagai macam pajak dan pungutan yang tidak jelas buat apa uangnya? Apakah rakyat menikmatinya bila kemiskinan dan kebodohan masih berserakan dimana-mana. Masih pantaskah kita merasa merdeka bila masih terjajah oleh bangsa sendiri, masih pantaskah kita disebut Bangsa yg Merdeka apabila sesama anak negeri saling tusuk karena suku, ras, agama, dendam, hasutan dan lain sebagainya. Apakah ini yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Mari kita bertanya pada hati nurani kita, sudahkah kita MERDEKA? Lihatlahlah sebagai contoh saat ini dengan suatu kejadian melanda anak negeri karena isue fiktif di Sumbawa Besar NTB... Belum mengingat Badan Hukum.... apakah ini dapat dikatakan dengan Indonesia Damai...???? Atau Indonesia Merdeka ??? Sungguh lemah pola pikir, nalar, dan pikiran dinegeri ini sangat mudah terhasut oleh usue yang berakibat anarkis terhadap saudara sendiri sebagai akar Bangsa.... lalu tindakan apa yg harus kita benahi...???
  • Bunda Lia Sebuah negara, tidak syah jika beberapa unsurnya tidak terpenuhi, yaitu harus memiliki Wilayah, Rakyat dan Tata Aturan yang mengatur kehidupan masyarakatnya…. belum dengan peristiwa-peristiwa yang lain….. Rakyat dan Wilayah merupakan hal yang terpenting dalam terbentuknya sebuah negara. Kedua unsur negara ini tidak dapat dipisahkan. Pengelolahan wilayah dan tata aturan hubungan kemasyarakatan, tidak lepas dengan kemakmuran Negara dan kebebasan individu. Tata aturan yang dibuat harus disepakati oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada dalam wilayah sebuah negara, hal ini yang disebut hukum positif. Dalam skala kecil sebuah negara, katakanlah sebuah Desa, setiap anggota masyarakat harus memiliki sikap “golong-gilig, ajur-ajer” sehingga akan mengkoloid menjadi sebuah sikap yang “labuh-labet”.
  • Bunda Lia Cak Aiez Sugeng enjang ugi njih … Pamuji Rahayu Wilujeng.
  • Bunda Lia Sikap-sikap seperti ini harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecuali. Baik rakyat maupun pamong (pimpinan) sekalipun…. Sikap-sikap tersebut dibutuhkan untuk dapat diciptakan suatu kondisi lingkungan yang aman dan makmur Untuk menjadikan Indonesia Damai…. Tidak akan terjadi gangguan dan gejolak yang disebabkan gesekan-gesekan diantara warga masyarakat maupun pihak luar.
    Kondisi yang stabil semacam ini bisa tercapai jika ada sebuah pimpinan yang diakui oleh seluruh lapisan masyarakat. Mampukah kita mendapatkan seorang pemimpin yang memiliki sifat “ Tutur, Sembur, Uwur ….Presiden terpilih nanti di Thn 2014 – 2019 harus mampu mewujutkan impian rakyat. Hidupkan kembali Dasar Pancasila dan UUD 45 Negara ini. Pilih dengan teliti yang menjadi Menteri- menteri dan akrablah Dengan rakyat ingat akan kultur Budaya sendiri dan jangan lupa pada Moyang sendiri jangan meninggalkan Tradisi Bangsa sendiri…
  • Sudiana Nana Assalamu’alaikum adikku, smg dikau smkn sehat dan rencana berjalan lancar dan diijabah olehNya…Aamiin YRA…Salam ukhuwah saking Kulon!
  • Bunda Lia Pemimpin yang lahir dari rakyat dan berpihak kepada rakyat jelata. Pemimpin itu melihat lebih jauh dan lebih dalam dari pada orang lain, Melihat lebih banyak dari pada orang lain, lebih dulu melihat dari pada orang lain, sudahkah calon yang kita usung nantinya seperti itu? Yang penting dia punya rasa, menghargai orang lain dan menciptakan suasana nyaman pada masyarakat, jadikanlah pemimpin yang bisa ngayomi / ngayemi masyarakat – kawulo alit. Berani tanggung jawab dan ambil oper kesalahan anak buah, sonder berfikir demi keuntungan pribadi. Dudukilah TEKAT.
    Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Setiap orang memiliki fungsi yang berbeda-beda.
    Sehingga hak-hak individu harus saling dihormati.
  • Aring Sukaton Assalamualaikum warokhmatullohi wabarokaatuh,
    Smangat pagi Bunda Lia
    Kiranya harus bagemana qta menghadapi 2014 di INDONESIA
    Agar Merdeka yg hakiki bisa qta rasakan

    Wilujeng enjing
    R a h a y u
  • Bunda Lia Kang Sudiana Nana terimakasih kang… selamat pagi salam hormat dan santun adik kang… mohon doa kang Nana selalu untuk langkah2 ku….
  • Bunda Lia Wa’alaikum salam wR wB kang Aring Sukaton… begitulah harapan kita untuk Isiqhosah Akbar…. Kita bareng2 ya kang berdoa untuk Negeri kita ini…. salam hormatku selalu kang…
  • Bunda Lia Betul Ki Buyut Sleman… salam kasih selali Ki…
  • Bunda Lia Amin mas Herdiman Sastrosudirdjo… Pamuji panjenengan kang kulo suwun mas Her…
  • Bunda Lia Dan yang jelas kita harus mempertahankan keutuhan tali silaturahmi, saya berharap adanya Undangan tersebut diatas kita bisa berkumpul dan bersama dalam Istiqhosah Akbar dan Doa bersama….. kita percayakan Nusantara tetap Jaya dengan dasar Pancasila dan UUD 45 mari kita mengingat kembali. Apa bila nanti kita dapat berkumpul dan benar-benar kita laksanakan dengan murni dan konsekuen niscaya tidak ada bangsa kita yang durhaka terhadap bangsa dan mengingat nenek moyang kita. Mungkin keadaan yang carut marut karena “Air, Angin, Api dan Berbagai Penyakit, tindakan membabi buta dengan saudara sendiri” sesungguhnya adalah bagian dari cobaan dari Yang Maha Kuasa. Mungkin kita lupa bersyukur dan lupa berterima kasih kepada alam dimana kita tinggal. Bumi yang sudah menghidupi kita, alam yang telah menyediakan segalanya untuk keperluan hidup kita. Disini letak kunci negara republik indonesia yang kita cintai pasti sekali merdeka tetap merdeka. Hayu hayu hayu… Niskala.
  • Bunda Lia Bukankah kita semua sangat ingin dan sangat gandrung kemerdekaan lahir batin, dengan Iven Istiqhosah Akbar dengan judul Damailah Indonesiaku bertujuan untuk memohon keridhoan Allah SWT semoga terwujud cita-cita Bangsa Indonesia dan mendapatkan pemimpin yang benar-benar sesuai dengan harapan nusantara….. Terbasuhnya kala bumi dan kita tajamkan budi pekerti kita, pemimpin dan rakyatnya harus ada kesinambungan dan saling isi mengisi. Kita do’akan bersama Pemimpin Bangsa periode 2014 – 2019 agar dapat Meneruskan memimpin Rakyat Indonesia dengan adil dan bijaksana… menuju Indonesia Jaya…. Damailah Indonesiaku …..
  • Ki Buyut Sleman untuk merubah suatu keadaan/kondisi menuju lbh baik maka diperlukan suatu gerakan perubahan disegala bidang, terutama di bidang pemerintahan/pengelolaan negara & tdk kalah pentingnya juga dgn berdo’a.
  • Ali Merindukan Muselalu Semua sudah di atur sama yg maha kuasa,jam,hari,bulan,th..klu sudah waktuY juga akan makmur,menjd indonesia yg adil.aku yakin bahwa tk selamanya indonesia bobrok seperti skarang ini,jangan terlalu d pusingkan bund,do’akan saja,tunggu tgl mainya..maf bund
  • Jagad Satria met pagi bunda…smoga ada suatu ke damaian lhr dn batin…rahayu 3x.
  • Gus Ibien Ibien Diajeng@merdeka berarti membangun bukan untuk pribadi atau golongan ,makmur untuk semua .
  • Bunda Lia Ki Buyut Sleman terimakasih sungguh itulah harapan kita semua… melepas Busur jangan sampai meleset ya Ki….
  • Bunda Lia Saudaraku mas Ali Merindukan Muselalu… sama2 mas Ali… salam hormatku selalu… Manusia wajib berusaha baik buruh usahanya biarlah Allah SWT yg menentukan … bukankah begitu mas Ali….
  • Ayu Dewi Lestari Amin YRA,,,,,Sugeng enjang Mamanda terkasih,,,mugi2 tansah kasinungan Rahayu,,,salam kangen selalu
  • Ki Buyut Sleman Cuman busurnya boten wonten Bunda Lia … ? hehehe.
  • Bunda Lia Saudara-saudariku yg terkasih…. sungguh jangan sampai kita terkena hasutan, fitnah dan pengaruh yg kurang bagus… ingan buah yg ada akhirnya semakin terpuruk negeri ini … Dan Ingatlah akan Nenek moyang kita sejak lama sudah memiliki konsep kepemimpinan, yang dituangkan dalam bentuk dan simbol-simbol alam, yaitu konsep Astha Brata. Dimana konsep tersebut mengisyaratkan bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin yang ideal. Harus memiliki sifat-sifat yang digambarkan dengan simbol-simbol alam. Kita harus mencari seorang pemimpin yang benar-benar dapat jadi pemimpin terutama diri sendiri dan masyarakat khususnya, Kami semua kangen dengan sikap pemimpin yg tegas dan bijaksana…. agar tidak terjadi kekacauan, permusuhan atas saudara… Untuk itu kami mengajak untuk bersama dalam acara Istiqhosah dan Doa Akbar dengan harapan melalui doa dan petunjuk kita akan menemukan jawaban….
    Karena Indonesia benar-benar membutuhkan Kedamaian Lahir Batin atas Negeri ini…. Apakah aku salah…???
  • Kenanga Sariayu Selamat pagi Jeng Lia Dan keluarga …… Semoga Acaranya lancar dan sukses. Agar Indonesia tetap jaya damai dan sejatera … Salam kuangeennn
  • Bunda Lia Selamat pagi mas Jagad Satria… Salam hormatku selalu… mugi saget lan kerso ngrawuhi njih….
  • Bunda Lia Gus Ibien Ibien kadang kang kinasih… pamuji rahayu wilujeng Gus… kuharapkan panjenengan bersama kel. yang lain dapat hadir Gus…
  • Bunda Lia Putriku Gadis Exsprit… salam kangen dan sayangku selalu anakku… kapan pulang cah ayu…
  • Jagad Satria insya ALLAH bunda…menawi wekdalipun saged dipun bagi..sumonggo dipun lajengaken entukipun paring wedaran..
  • Gusti Muhammad Tulus Sunarko nuwun pangapunten mbkyu…
    konsep astabrata meniko ingkang kados pundi…

    menawi kerso mbok sageto diwedar. kersanipun kulo kalihan sedulur2 saget ngangsu kawruh…

    rahayu~
    _/\_
  • Bunda Lia Manusia yang seutuhnya adalah manusia yang selalu dalam CONCIOUSNESS – KESADARAN SUKMO – JIWA, sehingga hidupnya selalu dalam bimbingan dan tuntunan.
    Hidup yang demikian adalah hidup yang membiarkan SUKMO-JIWA menjadi NAKHODA TUBUH FISIK…. Dimana otak kanan menerangi otak kiri, bukan sebaliknya.
    Inilah yang disebut keseimbangan sejati.
    Melalui cara hidup demikian, jaminan keselamatan pasti ditangan.
    Manusia satrio sejati seperti inilah yang dipilih untuk jadi pemimpin dan pejabat-pejabat negara yang akan mampu membawa Nusantara jadi OBORING JAGAD….. Tapi mengapa saat ini kita lalai dengan ‘Pesan Leluhur”… setiap akan ada pilkada, pilgub, pilpres bahkan pilihan aparat kampung saja mesti pakai namanya duwit… apakah itu sudah jadi tradisi di Negeri ini ??? Mau dibawa kemana Bangsa ini… ??? Siapa yg mau peduli ??? Apa dan Mana yg dikatakan labuh labetnya untuk Negeri ini… dan mana pengorbanan untuk Bangsa… Ingat… DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG…. Mohon maafkan aku saudara-saudariku….
  • Nandang M Permana selamat pagi Bunda Lia, salam hormat dan terimakasih utk sgl kebaikannya.
    Satu hal mengenai bangsa kita ini dgn sgl permasalahannya mmg sdh tertulis dlm catatan-Nya. Benarlah apa kata Bunda Lia bhwa kita jgn prnh putus dlm berdoa. Dgn doa tulus kpd-Nya, Insya Allah sgl harapan tentu akan tercapai. Aamin yaa rabbal’alamin.
  • Petruk Tralala Sugeng enjang bunda
  • Jounyadam Adam benar bunda..q hanya bisa berdoa..agar mereka para2 pemimpin akan sadar tentang negara,alam,dan dirinya.begitu juga para rakyat,dan yg lain agar sadar dan menyayagi alam.
  • Bunda Lia Sungguh sangat mengecewakan hati… dengan iven ini banyak yg kurang berkenan sehingga terlontarlah anggapan kurang mengenakkan …. Namun Prinsip kita tetap melekat erat dalam hati sanubari…. Batu karang akan tetap berdiri kokoh meskipun diterjang ombak dan badai. Apalagi diatasnya tertancap panji-panji sakral Songgo Buwono. Air mata ibu terlalu berharga dibanding topan dan badai yang menerjang karang itu. Semoga kemelut ini segera menghilang dan langkah ini makin mantap untuk menuju arah …. Amin….
  • Bunda Lia Mas Nandang M Permana Selamat Pagi… salam hormat dan santunku selalu mas… sungguh menjadikan keprihatinan bagi kami mas… situasi dan kondisi negeri ini…. tetapi mengapa sudah sangat amat jarang yg peduli dengan ini…??? Salahkah aku masw…??? Menyisihkan sebagian untuk mengajak saudara-saudari kita yg paham dan peduli dengan ini semua… tak henti2nya berbagai caraku untuk menggugah hati nurani mereka… namun apa yg kudapatkan…??? Aku tak akan pernah mengeluh… yg kuharap doa mas Nandang agar diri ini tetap melangkah…
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Mat pagi Ibunda.. Smoga ksehatan dan tetap Smangat kan slalu di berikan pd Ibunda.. Salam kasih dan kangenq slalu..
  • Bunda Lia Mas Gusti Muhammad Tulus Sunarko baiklah mas nanti setelah pekerjaanku kelar saya akan ulas lebih dalam sekaligus memberi draf susunan acara yg akan kami gelar….
  • Bunda Lia Sugeng enjang ugi kang masku Petruk Tralala… bingah raosipun manah kakang… awit menopo harapan kito sami gelar Istiqhosah bade kelampahan masyarakat menyambut acara ini dengan gembira bahkan banyak yg datang ke Pendopo Alit Songgo Buwono minta Undangan…. matur nuwun kakang dongo panjenengan tansah kulo suwun… Rahayu3x.
  • Bunda Lia Mas Jounyadam Adam… selamat pagi selamat beraktifitas njih semuga selalu mendapat kemudahan dan berkahing Gusti Allah SWT… Amin.
  • Yustin Gya Slamat pagi sayang…..slamat beraktivitas sukses selalu,rahayu Bunda…
  • Nanang Songgo Buwono Mama..ananda pamit mau pulang jombang
  • Bunda Lia Amin… anandaku tersayang mas Misterr Jeans Sang Kinasih.. doaku selalu untuk keluarga njih…
  • Petruk Tralala Hanya doa seorang sahabat bund, smg acaranya sukses, njih..
  • Bunda Lia He he he Mam… yg ayu dan kurindukan selalu Yustin Gya… Lov U mam…
  • Bunda Lia Ya hati2 anandaku Nanang Songgo Buwono… doa mama selalu….
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Amin3x.. Istiqosahnya tgl brapa Ibunda..
  • Nanang Songgo Buwono Amin..makasih Mama..salam santun ananda..
  • Bunda Lia Amin3x Insya’Allah kang Petruk Tralala… matur nuwun…
  • Ki Buyut Sleman Bunda Lia, ga salah justru itu benar perbuatan yg mulia & membuktikan bahwa Bunda merasa memiliki negeri ini, siapa lagi yg peduli kalau bkn kita2 sebagai pewaris negeri ini … ?
    Dan tuk semua do’anya; Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
  • Yustin Gya Love U too sayang….mami pergi ke Ngawi dulu sayang tgl 7 balik lagi ke jogja,doain mami sehat selamat pe 7an….salam
  • Bunda Lia Ki Buyut Sleman… terimakasih… sungguh bahagia apabila ada kebersamaan ya Ki…
  • Bunda Lia Mamiku sayang Yustin Gya… doaku selalu… dan kunantikan dikau disini mam…
  • Bunda Lia Mbak ayuku tersayang Kenanga Sariayu… salam kangen berat untukmu mbak ayu… doakan adikmu ini mbak ayu… kuat lahir batin….
  • Ki Buyut Sleman apabila ada itu suatu kekuatan yg luar biasa Bunda Lia.
  • Pmb Noto Kusuma · 46 mutual friends

    telah menjadi kehndak oleh sang pencipta,dmana perjalanan ini harus tetap dilakoni..tak ada yg slh,semua benar menurt diri masing”..namun tdklh untk mencri kbnran itu sdri,tanpa memahmi arti kebenaran tsb.lambat laun,akan ada pembangkitan kesadaran yg dimulai oleh diri sndri,keluarga sbgai wujud kemerdekaan diri sbg pembenahan untk kbangkitan nuswantara…menjdikan indonesia raya.
  • Kenanga Sariayu Iya doa ku selalu menyertaimu Diajeng . Jeng Lia pasti bisa Dan kuat lahir batin….
  • Ki-bayu Aji hadier bund……
    kangen sotonya juga……..
  • Adam Ibrahim II amin3x…Allahumma amin…yra…**_/*\_**
  • Kekuatanmatahati sambel goreng + daun kemangi ..
  • Hadi Widayanto Hek hek hek hek salam kasih
  • Akhirat Selo semoga kakang bisa hadir diajeng,,,,salam untuk keluarga besar disini……rahayu
  • Indra Kelana Salam rahayu bunda lia,..
  • Agus M Yono met malam Bunda….salam sejahtera slalu……
  • Syah Ruddin Salam bunda… Membina anak2 kita selagi kecil tanamkan keimanan dan cinta kash sesama manusia, jng memandang perbedaan tpi persamaan sebagai makhluk tuhan. Salam rahayu bunda
  • Iyan Qiedie · Friends with Muhammad Iqbal

    Gmna kbhar tooooooo,,,,!

Posted on Juni 10, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: