PENYESALAN DEMI BANGSA DAN IBU PERTIWI.

Wong urip iku diwekasi Gusti telung perkara, yaiku : Bayu, Sabda lan Idhep. Tegese jalma manungsa iku wekasane darbe Karosan (bayu) Wicara (sabda)
dan Pangrahita (idhep). Yen manungsa iku ora kadunungan panggrahita, uripe ora bakal sampurna.

Tujuan Kegiatan yg kita ambil dengan judul Banjaran Dasamuka…
Memupuk semangat kebersamaan di kalangan masyarakat Jawa dan bangsa Indonesia pada umumnya dalam mempertahankan dan melestarikan tradisi serta meningkatkan pemahaman pada Adat istiadat dan Budaya secara berkesinambungan dalam upaya membentuk karakter Bangsa Indonesia.

Dengan mempergelarkan lakon “Banjaran Dasamuka” kami, Sanggar Supranatural Songgo Buwono Bunda Lia, Bpk Idham Samawi dan . DR. KH.Nuril Arifin Husein, MBA, mengajak masyarakat setempat pada khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya, terutama diri pribadi kami, untuk menggali dan memahami pesan moral dari lakon “Banjaran Dasamuka” tersebut.
Pesan moral dari lakon ini adalah : “Ojo seneng melik darbe ing liyan” dan “Ojo nerak pager ayu”. Prabu Dasamuka adalah sebuah simbol keserakahan dan kesombongan. Prabu Dasamuka adalah seorang Raja yang sangat sakti. Karena kesaktiannya yang luar biasa itu para dewa menurunkan titisan Wisnu hingga dua kali untuk membasminya. Yaitu Prabu Arjuna Sasrabahu dengan patih Suwanda (Sumantri) dan Sri Rama dengan Anoman.
Digambarkan dengan memiliki sepuluh wajah. Tragedi penculikan Dewi Shinta adalah awal dari runtuhnya Kerajaan Alengkapura. Penculikan ini dilatarbelakangi oleh hasutan Sarpaknaka, adik perempuan Dasamuka, karena ditolak cintanya oleh Laksmana. Ia mengarang cerita supaya dendamnya terbalaskan. Sedangkan dari sisi Dewi Shinta, ia memiliki kesalahan yang fatal. Dalam menjalani hukuman pengasingan di hutan Dandaka, ia menginginkan Kidang Kencana yang merupakan simbol kecantikan dan kekayaan. Dan Sri Rama dihukum dan diasingkan, karena hasutan ibu tirinya Dewi Kekayi, karena Dewi Kekayi menginginkan Baratha yang dinobatkan menjadi Raja di Ayodyapura.

Pesan kami Dr. Nuril Arifin Husein, MBA, Bpk. H. Idham Samawi dan Bunda Lia “Kita cinta tanah air INDONESIA RAYA, Kasih terhadap Sesama, juga cinta akan BUMI PERTIWI. Udara, air, bumi tempat kita berpijak dan hidup. Sebagai anak Bangsa, kita diikat dengan satu tujuan dan cita-cita yang sama, Kejayaan BANGSA dan NEGARA.”

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pun, kita menghadapi masalah dan ancaman yang sama. Kata kuncinya, persatuan dan kesatuan Bangsa. Nah, melihat apa yang terjadi selama ini, tidakkah kita tergerak untuk melakukan sesuatu?”

“Bencana alam susul menyusul. Ditambah aksi kekerasan di mana-mana, terror bom sudah menjadi berita sehari-hari. Kejahatan akibat keserakahan pihak-pihak yang seharusnya melindungi, mengayomi rakyat, sudah tak terhitung lagi. Ketamakan, kesombongan, jiwa kerdil, dan kemunafikan telah melanda kita semua. Maka jangan heran kita mendapat murka ALLAH. Dan bila ALLAH murka, alam pun akan menjadi instrumen-Nya ketika ALLAH menimpakan azab. Jadi ruwat dilakukan agar tidak terjadi bencana yang tidak kita inginkan. Mari kita bersihkan Bumi Pertiwi ini, dari sesuatu yang membuat ALLAH murka. Sucikan Bumi ini dari jejak-jejak kaki manusia berhati sombong, tamak, serakah, berjiwa kerdil, munafik dan senang menari di atas penderitaan rakyat! Dan juga ulah sekelompok orang yang suka membuat sandiwara dan sinetron politik dengan skenario yang kejam dan jahat! Sehingga manusia lupa akan waktu, dan menyia-nyiakan kesempatan berbuat kebajikan!”

“Coba kita merenung. Mulai dari diri sendiri. Mengakui kesalahan sendiri dan bercermin, apa yang kita lakukan selama ini. Kita semua punya andil dalam bencana dan musibah yang menimpa bangsa ini. Tak peduli sebagai rakyat atau pemimpin. Berangkat dari kesadaran itulah, sudah saatnya kita mulai bertobat walau agak terlambat.”

“Mari kita bersatu dan bersama-sama memohon Pengampunan pada Sang Pencipta atas perbuatan kita. Kita mesti ingat amanah ALLAH kepada seluruh umat-Nya. Sebagai manusia, kita tak luput dari dosa dan kesalahan. Memang ini sudah garis takdir manusia. Tapi apa salahnya kita mulai sadar akan kekeliruan kita selama ini? Jangan menganggap diri masih muda dan umur masih panjang… Maha Suci ALLAH… Jangan punya pikiran demikian, mari kita renungkan dan camkan! ALLAH punya kehendak sedang kita hanya sekedar Wayang. Barang siapa menanam benih, baik atau buruk, dia pula yang akan menuai buah tanamannya. Pepatah Jawa mengatakan, Ngundhuh wohing pakarti. Mari kita mulai dari sekarang, berbuat kebajikan dengan niat dan kesadaran, pertebal iman kita agar hati dan pikiran jernih. Saat menjelang tidur, coba renungkan apa yang kita berbuat seharian tadi. Masya ALLAH….!”

”Dalam khasanah budaya Jawa, penyesalan dan tobat itu diekspresikan secara simbolis dengan RUWATAN dan DOA. Dengan tujuan memohon Pengampunan pada Yang Maha Kuasa. Dari sisi lain, Ruwatan juga dimaksudkan sebagai permohonan agar kita diberi kekuatan atau petunjuk dalam menapaki jalan hidup menuju masa depan yang kita cita-citakan. Ruwatan mengandung makna penyesalan, penyucian, dan pengharapan. Jadi tujuan kami dengan Ruwatan dan Doa Akbar bersama “Bunda Lia Songgo Buwono dengan DR.KH.Nuril Arifin Husein MBA dan Dalang Ruwat Ki Wedono Soko Cermo Subronto membersihkan perilaku buruk manusia di Bumi Pertiwi ini. Sehingga kita semua, seluruh makhluk hidup bukan hanya manusia, dapat terhindar dari Murka ALLAH.”

“Mari kita bersatu memohon ampun pada ALLAH atas dosa dan kesalahan seluruh makhluk hidup di dunia seisinya. Terutama dosa makhluk paling dimuliakan di antara semua makhluk-Nya, manusia ini sendiri. Mari kita memohon agar dijauhkan dari sifat iri, dengki, sombong, tamak, serakah. Dan dijauhkan dari segala fitnah.”

“Semoga semua sandiwara yang lahir dari skenario politik busuk segera berakhir. Dengan demikian, Bumi tempat kita berpijak jadi tenang, aman, dan damai. Tidak lagi kacau oleh berbagai gejolak unjuk rasa dan fitnah. Agar para penguasa, dari pucuk hingga jajaran paling bawah, dapat berpikir jernih dalam memimpin Bangsa dan Rakyat menuju kesejahteraan lahir-batin. Agar Bumi INDONESIA tercinta ini tetap subur, makmur dengan sumber daya alam dan budayanya yang berlimpah. Ini karunia ALLAH yang wajib kita jaga dan syukuri. Sehingga alam mampu menopang kehidupan semua makluk hidup tidak hanya manusia secara adil dan berkelanjutan, dengan kualitas semakin baik. Dan tonggak awal Tobat itu kita tandai secara simbolis dengan ritus “Ruwatan dan Doa Akbar.”

Kelak, setelah acara RUWATAN dan DOA AKBAR terlaksana, mari kita jaga bersama-sama amanah ALLAH ini sebaik-baiknya. Lebih baik kita memakai ilmu padi. Makin berisi semakin menunduk. Tutupi kepandaian atau kemampuanmu dengan kebodohanmu, tutupi kekayaan dan kelebihanmu dengan kemiskinan atau kekuranganmu. ANDAP ASOR dalam setiap langkah hidup adalah kunci kebaikan. KEJUJURAN akan mengalahkan keculasan..
BIJAKSANA dalam mengambil keputusan. Pertimbangkan untung-ruginya, jangan berpikiran sempit yang akhirnya hanya berbuah PENYESALAN.”

“Pada intinya, ruwatan berisi kegiatan ritual adat yang secara simbolis, merupakan pembersihan mental-spiritual dan perilaku manusia Indonesia. Kita harus kembali pada harkat, martabat dan jati diri sebagai orang Timur. Tanpa itu, sampai kiamat pun Indonesia tak bakal dapat bangkit dari keterpurukan. Bahkan tak mustahil akan semakin tenggelam. Kita tak ingin terjadi seperti pada kerajaan-kerajaan besar di Nusantara zaman dahulu. Justru kita ingin menjadikan satu “kerajaan” yang masih tersisa di bumi pertiwi ini semakin kokoh. Dengan “raja” yang adil dan bijaksana dalam kepemimpinan. Di samping itu, agar kepemimpinan Bangsa dan Negara dalam pergaulan antarbangsa kembali sesuai dengan cita-cita para founding fathers bangsa ini. Dengan upacara Ruwatan dan Doa Akbar, diharapkan Bangsa Indonesia dapat terlepas dari beban kejiwaan masa lalu yang kelam. Prinsipnya, kita berniat tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Itu intinya.”

“Untuk kelangsungan acara ini kami mengimbau dan mengharap partisipasi dari siapa pun yang peduli dan cinta bumi Indonesia. Untuk melengkapi event budaya ini, akan kita semarakkan dengan berbagai pergelaran kesenian tradisional. Kami yakin, apa yang terpapar tadi pasti juga menjadi keprihatinan kita semua. Kita ambil contoh faktual, krisis multidimensional yang berkelanjutan hingga kini. Dalam percaturan global, martabat kita sebagai bangsa sudah hancur dan merosot ke titik terendah. Baik dalam aspek ekonomi, pertahanan dan keamanan, sosial dan politik internasional. Kita sudah jadi warga dunia kelas tiga. Tak sedikit pun tersisa kebanggaan sebagai bangsa, yang dulu pernah dihormati dan disegani bangsa lain. Sekarang betapa mudahnya kita didikte dan dikendalikan kepentingan asing. Ingat, ketika kita ‘membungkuk-bungkuk’ mohon belas kasihan IMF beberapa tahun lalu. Dengan melalui event semacam ruwatan ini, kita bangkitkan semua potensi sumberdaya alam dan manusia Indonesia dari seluruh elemen anak bangsa. Kita bangun sinergi dari segenap potensi yang kita miliki. Demi mengembalikan harkat dan martabat kita sebagai bangsa, demi kejayaan Indonesia Raya. Kita tanggalkan sekat-sekat primordialisme yang belakangan ini mengemuka, jangan lagi kita tonjolkan isu-isu keagamaan, ras, etnis-kedaerahan, adat, maupun paham politik yang ada. Mari kita merasa senasib sepenanggungan, peduli pada kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Mari kita sama-sama mewujutkan dengan sisa-sisa tenaga kita yang tersisa demi bangsa dan Negara menuju INDONESIA MERDEKA.

Detik demi detik menit demi menit jam demi jam hari demi haripun berlalu telah berakhir pula THN 2012 Masjid-masjid,Gereja,Kuil,semua tempat ibada di seluruh DUNIA di penuhi oleh UMAT nya masing-masing semua yang merasa beriman memanjatkan DOA KEHADIRAT TUHANNYA, memohon ampun dan mengharapkan di THN 2013 akan lebih baik .

Maka kita sebagai orang yang merasa memiliki AGAMA dan NEGARA marilah kita bersama-sama BERDOA dan BERUSAHA semoga di THN 2012 ini TUHAN akan menuntun kita semua untuk bersatu tidak membeda-bedakan SUKU dan AGAMA. Mari kita ciptakan kerukunan Bangsa,Negara,Umat Beragama dan Suku atau Adat yang ada di Negara kita Tercinta INDONESIA. Kita bergandeng tangan untuk membawa Bangsa dan Negara kita yang sakit ini untuk segera SEMBUH,dan untuk menuju INDONESIA JAYA,INDONESIA yang DIHORMATI,DISEGANI oleh bangsa-bangsa lain di DUNIA.

SELAMAT TAHUN BARU 2013 Damailah dan Sejahteralah INDONESIA MERDEKA!!!

Posted on Juni 10, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: