SEGUMPAL DARAH

Manusia diciptakan dari segumpal darah, dan ditiupkan kepadanya ruh. Sehingga ia menjadi janin di rahim ibunya. Janin hidup dalam kandungan ibu selama 9 bulan 10 hari. Saat ia lahir di dunia diwarnai tawa gembira oleh segenap anggota keluarga, ayah, ibu, kakek, nenek dan lainya. Namun, ia sendiri justru menangis tersedu.
Kenapa mesti menangis? Seharusnya juga tertawa…!
Foto: Manusia diciptakan dari segumpal darah, dan ditiupkan kepadanya ruh. Sehingga ia menjadi janin di rahim ibunya. Janin hidup dalam kandungan ibu selama 9 bulan 10 hari. Saat ia lahir di dunia diwarnai tawa gembira oleh segenap anggota keluarga, ayah, ibu, kakek, nenek dan lainya. Namun, ia sendiri justru menangis tersedu. 
Kenapa mesti menangis? Seharusnya juga tertawa...!
  • Anda, Ki Buyut Sleman, Sulfa Jannah, dan 2 orang lainnya menyukai ini.
  • Sulfa Jannah Dalam logika dan pemahaman saya, seseorang akan menangis jika ia merasa sedih. Hingga muncul pertanyaan di benak saya, “Sedihkah si jabang bayi yang baru saja lahir..?”Mangreh landeping mimising cipta, cipta panggraitaning rahsa.
    Haywa lena kaki, awit hamung pinda sak gebyaring thathit” Agar memiliki ketajaman nalar (daya cipta/intelegensia otak), nalar harus bisa menangkap makna yang terbersit dalam nurani…. Jangan sampai lengah anakku, sebab proses untuk menangkap gerataran nurani hanya berlangsung secepat kilat. Nurani milik siapapun pastilah setajam “sembilu”, jika dirasa tumpul, itu bukan berarti salah nuraninya, melainkan tugas nalar sebagai cipta panggraitaning rahsa telah mengalami kegagalan.
  • Sulfa Jannah Mungkin tidak ada yang bisa menjawabnya, dan memang tidak tahu jawabannya secara pasti. Bahkan, orang tidak akan peduli dengan pertanyaan ini, dan menganggapnya sebagai pertanyaan yang bodoh? 9 bulan 10 hari bukanlah waktu yang sebentar. Semua orang pernah mengalami kejadian ini. Namun tak satupun diantara kita bisa menceritakan pengalaman ini. Bagaimana nikmatnya hidup dalam kandungan ibu.
  • Sulfa Jannah Orang-orang penganut faham empirisme, selalu mengandalkan bukti-bukti yang nyata dalam penelusuran pengetahuan untuk mencari kebenaran. Namun teori dan tahapan berfikir empiris, terjungkal pada kasus di atas. Dengan pendekatan teori apapun, penganut fa…Lihat Selengkapnya
  • Sulfa Jannah Namun tidak pernah bisa menjelaskan pengalaman itu secara rinci.
    Jika kita berfikir lebih jauh, seharusnya akan ada proses yang mendahului kejadian ini (kehidupan dalam kandungan ibu). Alam di mana kita pernah tinggal, yaitu alam ruh. Tempat tinggal ki…Lihat Selengkapnya
  • Ki Buyut Sleman Kadang dalam bahagiapun menangis Sulfa Jannah.
Iklan

Posted on Juni 10, 2013, in Syair Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: