SYUKURKU.

Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan “Aku mencintaimu”
Syukur ketika perasaan carut-marut menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa cemburu dalam sebaris ucapan “aku baik baik saja”
Syukur atas rahmat dari yang berakibat rasa pedih yang teramat dalam.
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna, karena saya diteguhkan menjadi berkat atas segala rasa yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada ALLAH SWT…Yang Maha Cinta..
Foto: Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan “Aku mencintaimu”
Syukur ketika perasaan carut-marut menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa cemburu dalam sebaris ucapan “aku baik baik saja”
Syukur atas rahmat dari yang berakibat rasa pedih yang teramat dalam.
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna, karena saya diteguhkan menjadi berkat atas segala rasa yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada ALLAH SWT...Yang Maha Cinta..

Posted on Juni 10, 2013, in Syair Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: