EGO DAN GEO Sebuah Titik Kecil Di Tengah Jagat Raya

EGO dan GEO Sebuah Titik Kecil Di Tengah Jagat Raya
oleh Bunda Lia 

EGO dan GEO

Sebuah Titik Kecil Di Tengah Jagat RayaJika kedua tangan direntangkan, sebenarnya kita telah membuat jarak dengan alam sekitar. Ibarat orang “nDepani Jagat”, dan menantang jagat. Menunjukkan sebuah sikap kecongkaan.

Sebenarnya jarak yang terbentuk dari ujung-ujung jari kanan dan kiri adalah sama dengan tinggi tubuh kita.

Dengan posisi tangan direntangkan, akan membentuk ruang yang memisahkan diri kita dengan alam, yaitu ruang di bawah tangan kanan dan kiri yang kita rentangkan tadi. Seperti orang mengambil jarak pada baris berbaris.

Sikap mengambil jarak dengan alam, adalah merupakan sebuah sikap yang sombong. Mengambil jarak dengan alam adalah sebuah deklarasi dari bentuk egoisme.

Kodrat manusia adalah sebagai makhluk sosial, makhluk yang masih membutuhkan orang lain dalam hidupnya (zoon politicon). Manusia sebagai makhluk sosial, tidak bisa lepas dari lingkungannya, baik lingkungan kemasyarakatan maupun lingkungan fisik (alam sekitar). Jadi manusia tidak akan terlepas dari hukum-hukumsosial dan hukum-hukum alam.

Jika ujung-ujung jari tangan dan kiri kita satukan, dan kita letakkan di atas kepala, sehingga membentuk sebuah lingkaran dengan kepala kita sebagai pusat lingkaran itu, adalah sebuah gambaran bahwa kita merupakan bagian dari alam. Lingkaran yang terbentuk oleh kedua tangan itu, adalah lingkaran maya, simbol dari jagat raya (makrokosmos) dengan titik pussat kepala kita (mikrokosmos). Jadi lingkaran yang terbentuk oleh kedua tangan kita, adalah sebuah gambaran lingkaran yang tiada berbatas. Luasnya pikiran kita pun tidak boleh dibatasi oleh apapun…

Dalam pandangan ini, menggunakan rasio berbanding terbalik.

Lalu kenapa harus berbanding terbalik?

Mari, kita ber-analogi…

Luasnya kota Yogyakarta, bisa kita ukur panjang dan lebarnya, namun ketika orang mulai mengukurnya, dan sebelum orang yang mengukur selesai menghitung luasnya kota Yogyakarta, dalam pikiran kita sudah bisa membayangkan jarak-jaraknya, indahnya kota Yogyakarta, dsb.

Jarak antara bumi dan bulan bisa diukur. Itupun kalau ada pabrik yang mau membuat meteran yang sangat panjang. Tetapi apa? Ternyata dalam pikiran kita sudah ada gambaran-gambaran tentang jarak dan letak bulan dari bumi.

Inilah analoginya : Luas pikiran manusia tidak terbatas, bahkan harus lebih luas dari luasnya jagat raya. Dengan kata lain, luasnya pikiran manusia melebihi luasnya jagat raya.

Sekarang kita menoleh pada logo Songgo Buwono untuk mencerna dan mencermatinya.

Kedua tangan menjurus ke atas dengan menyangga bumi. Ada sebuah gambaran (simbol) lingkaran kosmis di sana? Sebuah lingkaran yang terbentuk dari kedua tangan yang dijulurkan ke atas untuk menyangga bola dunia. Kami memang mengadopsi tentang konsep “Berpikiran Luas”. Simbol dari sebuah lingkaran yang tiada berbatas.

Idea dan Gagasan

Kita telusuri pemahaman ini lebih dalam. Ada dua Mythos yang kami adopsi. Pertama “Atlas” dan yang kedua “Hyang Anantaboga”. Keduanya bertugas menyangga Bola Dunia.

Sekarang kita fokus dulu pada Atlas. Atlas adalah seorang tokoh manusia kuat dalam mitologi Yunani. Dia anak dari Zeus, Raja dari segala Dewa (Yunani). Sebenarnya Atlas menyangga bola dunia tidak sendirian, namun bergantian dengan Gadeiros, saudara kembarnya. Yang menjadi inspirasi, sebenarnya adalah keberadaan Gadeiros itu sendiri. Maksudnya begini, “Tuhan menciptakan segala sesuatunya selalu berpasang-pasangan”. Selalu ada penyeimbangnya, misalnya, dalam hal ini adalah kanan dan kiri. Ibarat dua pilar yang saling memperkuat untuk mendukung kokohnya bola dunia. Dan pilar-pilar itu kami analogikan sebagai tangan kanan dan kiri.

Kita tinggalkan Atlas, dan kita kunjungi Hyang Anantaboga.

Hyang Anantaboga adalah dewa dalam mitologi (Hindu) jawa, yang berwujud Ular Naga raksasa. Beristana di Sapta Ptala (= Sapta Pertala). Secara leksikal bermakna bumi pada lapis ke tujuh. Ular (Naga) sebenarnya juga merupakan simbol lingkaran kosmik yang tidak terbatas.

Ada yang menarik disini.

Yaitu, kata Atlas sendiri sebenarnya berasal dari kata “ATALA”. Dan Hyang Anantaboga beristana di “PTALA”. Kedua kata itu, baik atala maupun ptala dalam bahasa Sansekerta mempunyai arti “yang dipijak”. Sedangkan yang kita pijak adalah bumi itu sendiri, “BuwonoSang Ibu Pertiwi. Ibu Agung yang selalu menanggung beban (feminimism concept).

Untuk melambungkan imajinasi kita…

Mengapa orang-orang Yunani, menggunakan nama-nama tokoh dewa (pahlawan) mereka mengambil (berasal) dari kata-kata Sansekerta? Sebuah pertanyaan yang perlu kita renungkan…

Analogi lainnya (sebagai pendukung).

Konsep lingkaran tak terbatas dalam sebuah coin uang logam.

Uang logam mempunyai dua sisi yang berbeda, yaitu sisi sebelah kiri dan sisi sebelah kanan, namun harus dipahami dalam satu kesatuan pengertian “satu coin” yang tidak terpisahkan.

Kalau kita telusuri lingkaran pada masing-masing sisi coin itu secara tidak terputus, sebenarnya kita telah menggambar angka delapan atau sebuah simbol tak terhingga dalam simbol matematika “”.

Dari semua analisa dan uraian diatas, maka kami “Songgo Buwono” memiliki pandangan :

– Berfikirlah secara luas

– Jangan batasi dirimu

– Satukan dengan alam dan penciptanya

– Tabahlah dengan beban dan cobaan————————

Air akan tumpah jika kita mengisi gelas terus menerus dan melebihi daya tampungnya.

Seperti sisi mata uang logam, saya ingin menempatkan diri di sisi yang lain. Untuk membuatnya utuh dan lebih bernilai.

Seperti Gadeiros, saya ingin membantu menahan beban yang terlalu berat, untuk membuatnya lebih ringan.

Seperti Hyang Anantaboga, saya akan tabah mengemban tugas berat supaya kesetimbangan di “Songgo Buwono” lebih terjaga. Karena kesetimbangan dan ketentraman itu lebih utama.

————————-

 

Batal Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Promosikan · Bagikan
  • Bintang Supranouva salam takzim , met malam bunda
  • Putrie Ragiel Trisno Miss U selalu Bunda Muaaaaach…salam hormat,juga buat semuanya Rahayu.\
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ selamat malam Diajeng, selamat berjalan di cakrawala,,,
  • Arie Sukma Prana Malam bunda,salam sejahtera.smoga ridho ALLAH slalu menyertai kt semua.amin
  • Prima Selindo sugengsumunaring condro diajeng ayu..salam ugi katur dumateng poro sepuh lan pini sepuh kakung miwah putri ingkang sami hangrawuhi..papan meniko….rahayu sagung dumadi..
  • Awan Baraya Full rendah hati bukan berarti hina…tinggi hati belum tentu mulia…terimalah hidup ini apa adanya …sepeerti allah menerima kita…..
  • Bunda Lia Mas Agung titip warung ya mas….
  • Prima Selindo ya diajeng…..
  • Mayonggo Seto
    Trima kasih Bunda …..
  • Prima Selindo sugeng ndalu kakang mas Mayonggo Seto salam rahayu..
  • Prima Selindo @kakang. mas Awan Baraya salam sejahtera kang mas.
  • Prima Selindo @kakang mas Zaedin…..salam takzimku kang mas..
  • Prima Selindo @kakang mas Arie ..salam sejahtera selalu ya..kang mas..
  • Prima Selindo Putrie Ragiel Trisno..salam rahayu…
  • Prima Selindo @kakang mas bintang..selamat malam mas…salam rahayu..
  • Putrie Ragiel Trisno Mas Agung mtrnwun sugeng sonten hi hi hi hiiii….giliran mas Agung jaga warung monggoo sinambi dahar mas
  • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda,kepareng dalem nyimak.
  • Herdiman Sastrosudirdjo assamu’alaikum…. bunda Lia.. dan para sahabat yg sholeh dan sholeha….
  • Wisang Geni sugeng ndalu… ugi salam rahayu…. kagem sedoyo ingkang sampun rumiyin lenggahan….. mugi tansah rahayu wilujeng ugi keberkahan saking gusti kang moho wikan….. rahayu….
  • Bunda Lia Ketika kulihat wajahku saat bercermin,
    Gurat-gurat kerentaan mulai muncul.
    Kucoba tersenyum…
    Bayangku pun ikut tersenyum…
    Namun gurat-gurat kerentaan itu tak juga sirna…
    Itukah diriku…?
  • Bunda Lia Asalamu’alaikum wR wB dengan mengucap puji Syukur Alhamdulillah kita telah berkumpul kembali dimalam hari ini dengan keadaan yang sehat wal’afiat… marilah kita sama2 sejenak membaca Bismilahirrahmanirrahim……Ya Allah Ya Jabbaar Ya Qowiyy, Yang Maha Perkasa Sang Maha Sumber Kekuatan, berilah kami kesehatan dan vitalitas fisik sepanjang usia kami, agar kami bisa kuat dan giat beribadah kepada-Mu dan juga mampu memberikan kemanfaatan bagi seluruh makhluk-Mu. Berilah kami kekuatan hingga mampu saling mengingatkan dalam taqwa dan kebaikan… Aminnn.
  • Prima Selindo salam rahayu mas hari yuswadi salam rahayu kakng mas…
  • Bunda Lia Kuambil kamera… Kupotret bayangku sendiri dicermin itu,
    Kulihat dan kuperhatikan… Lama dan dalam…
    Batinku menggugat..! Itu bukan diriku..!Jika kita berbuat baik pada orang yang kita anggap sebagai belahan jiwa, janganlah kita berbuat baik hanya karena dorongan pamrih. Namun harus kita lakukan dengan hati yang tulus dan niat yang iklas…
  • Wisang Geni amin…. amin… amin…. YRA…..
    mugi sedoyo pikantuk KABERKAHAN soho BAROKAHIPUN saking gusti alloh…. amin….
  • Prima Selindo @kakang mas Wisang geni..salam sejahtera selalu…sugengndalu…
  • Prima Selindo @kakang mas Herdiman Sastrosudirdjo salam sejahtera….
  • Bunda Lia Maaf saya terlambat hadir dan ndak mungkin menyalami satu satu jadi saya sengaja salam dan berdoa untuk menebus ksalahan…. baiklah kita akan segera membuka suatu wedaran yang Insya Allah berguna dan bermanfaat untuk kita semua…. dan tak lupa salam penuh kasih untuk poro kadang yang komentar maupun yang memberi jempol…. selamat malam selamat datang … salam kasih….
  • Bunda Lia Kita mungkin akan bertanya siapa dan apa sih yang disebut….Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Ibunya bernama Dewi Wasu, putri Anantaswara. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia, tetapi dalam keadaan triwikrama, tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. Selain itu, setiap 1000 tahun sekali, Sang Hyang Antaboga berganti kulit (jw. m1ungsungi). Dalam pewayangan, dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam, yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja, sesuai dengan yang dikehendakinya. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigala-gala.
    Putrinya, Dewi Nagagini, menikah dengan Bima, orang kedua dalam keluarga Pandawa. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja….
  • Siwi Marthin Sugeng ndalu bunda Lia. Sugeng ndalu ugi kagem engkang sampun sami rawuh.
  • Bunda Lia Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan, karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung.
    Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala, anaknya sendiri. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasih-kasihan dengan Dewi Mumpuni, istri Batara Yamadipati. Namun para dewa gagal menangkapnya karena kalah sakti. Karena Nagatatmala memang bersalah, walau itu anaknya, Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya, dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Untunglah Dewi Supreti, istrinya, kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta….
  • Prima Selindo sugeng ndalu jeng Siwi..mugi tansah pinaringan rahayu…
  • Bunda Lia Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang mengerikan. Batara Guru menamakan makhluk ganas Aji Candrabirawa. Sang Hyang Antaboga, ketika masih muda disebut Nagasesa. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang, ujudnya tetap seekor naga, karena ayahnya yang bernama Antawisesa juga seekor naga. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati, putri Sang Hyang Wenang.
    Suatu ketika para, dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghidupkan orang mati. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus mengebor dasar samudra. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya, dibawa ke samudra, dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah, lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Namun setelah berhasil memutamya, para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut, mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas, Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira, dan kemudian menempatkannya di tempat semula. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Itu pula sebabnya, Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta.
  • Herdiman Sastrosudirdjo Pancen, wong Jawa isih padha ngarani manawa urip ing alam donya iki ibarat mung mampir ngombe. Mung sedhela saka perangane laku sing luwih dawa. Gandheng mung sedhela, mula banjur kudu dimaknani supaya nduwe teges.
    ….. jadi begitu lah….. bu Lia…. tahu-tahu udah kita ini udah tua… udah keriput….. rasanya….hidup ini cepat berlalu…..
    …. salam sejahtera dan kasih utk pak Agung Pambudi…
  • Kakang Prabu Anom Selamat malam Bunda & seluruh keluarga besar semua.. maaf bila terpotong wedarannya.. dengan ucapan salam hormat, kasih & rahayu untuk semua…
  • Prima Selindo salam sejahtera damai dihati kakang mas herdiman sastrosudirdjo kang kinasih..rahayu ingkang sami pinanggih..
  • Bunda Lia Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menyerahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. Tiba-tiba melesatlah seberkas cahaya terang memasuki mulutnya. Nagasesa langsung mengatupkan mulutnya, dan saat itulah muncul Batara Guru. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. Nagasesa menjawab, cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru, bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Batara Guru menyanggupinya, sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu.
    Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa, karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada kebaikan hati Nagasesa….
  • Petruk Tralala Sugeng dalu bunda..Rahayu sedoyo poro kadang kang rawuh…nderek nyimak..monggo kang lajengaken
  • Bunda Lia Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu menghadiahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa, dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Tidak hanya itu, oleh para dewa Nagasesa juga diberi Aji Kawastram yang membuatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya.
    Untuk membangun ikatan keluarga, para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya.
    Perlu diketahui, cucu Sang Hyang Antaboga, yakni Antareja, hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Dalam Kitab Mahabarata, Antareja tidak pernah ada, karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia…..
  • Bunda Lia Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura, cucunya, untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Bersama dengan menantunya, Prabu Kresna, yang suami Dewi Pertiwi, Antaboga berangkat ke kahyangan. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma, karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras, tetapi akhimya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca.
    Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. Kata ‘an’ atau artinya tidak; kata ‘anta’ artinya batas; sedangkan kata ‘boga’ atau ‘bhoga’ atinya kelokan. Yang kelokannya tidak mengenal batas, maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa…. kelokannya tidak mengenal batas, maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa…..
  • Prima Selindo salam rahayu kakang mas petra..sugeng ndalu…
  • Bunda Lia Senajan wujude ula sabongkoting wit tal, nanging kadigdayane Sang Hyang Anantaboga ngedap-edabi. Yen tindak saka kahyangan mung cukup sedhakep karo ngeremake netrane, ngerti-ngerti wis tekan papan kang dituju. Bisa salin warna wujud manungsa lumrah. Yen duka pethite diobat-abitake, bisa ngoregake jagad. Luwih-luwih yen saawak diobahake, bumi bakal ketaman lindhu gedhe. Lemah-lemah padha nela, prabawa angin lesus kang nggegirisi. Ana ing padhalangan kang mangkono iku sinebut gara-gara.
    Sang Hyang Anantaboga dadi ratuning para ula sajagad. Kabèh ula gedhe cilik, padha suyud marang dheweke. Dening Bathara Guru, Sang Hyang Anantaboga kadhawuhan nyangga bumi, mula kahyangané ing dhasaring bumi (Saptapratala). (Cathetan: Ing ilmu geologi, mbokmenawa Sang Hyang NurCahyo Anantaboga iku sing diarani lapisan Astenosfer).
  • Kozink Saputra sugeng ndalu sederek sedoyo..panagpunten telat hadir kulo..bunda..kang agung..kulo nderek nyimak nggeh…suwonggo dipun lajengaken.wedara ipun ….slm rahayu utk semunya..tanpa terkecuali…
  • Kozink Saputra sugeng ndalu sederek sedoyo..panagpunten telat hadir kulo..bunda..kang agung..kulo nderek nyimak nggeh…suwonggo dipun lajengaken.wedara ipun ….slm rahayu utk semunya..tanpa terkecuali…
  • Prima Selindo sugeng ndalu kakang mas prabu…salam rahayu….
  • Bunda Lia Ilune (banyu ing tutuke) mawa wisa. Yen kanggo ngedusi wong awake bakal dadi atos ora tedhas tapak palu pandhe sisaning gurindha, prasasat ditumbak lakak-lakak yen disudhuk mung manthuk-manthuk. Wayang sakothak mung ana siji sing dilumuri ilere Sang Hyang Anantaboga, yaiku Raden Antareja, putrane Dewi Nagagini patut kalayan Wrekudara.
    Sang Hyang Anantaboga darbe upas kemanden werna telu kang sinebut upas Anta, upas Warayang lan upas Pengantèn. Upas telu mau dayane banget nggegirisi. Sing sapa ketaman upas mau bakal lebur tanpa dadi, ora kena kinukup kuwandane. Aja maneh wujuding jalma manungsa, lagi tepaké bae sing disembur, kang duwe tepak bakala palastra. Prasasat disemburaké gunung bisa jugruk, disemburake segara bisa asat. Plungsungane kang kaparingan aran Nagakawaca, yen diagem awake Sang Hyang Anantaboga ora tedhas lan tumama ditamani salire gegaman gaweyane empu ing marcapada utawa empu kahyangan. Upas Anta, upas Warayang lan plungsungan Nagakawaca iku ing tembene kaparingake marang Raden Antareja. Plungsungane mau ditrapake ing anggane Antareja, mapan ing sajroning kulit sajabaning daging. Mula Raden Antareja yen nuju duka, awake katon ana sisiké emas.
    Antaboga atau Anataboga atau Anantaboga adalah seekor ular raksasa di mitologi Bali. Ia diceritakan pada awal mitologi, pada penciptaan dunia. Pada suatu saat Antaboga bermeditasi dan kemudian menjadi seekor penyu bernama Bedawang…
  • Dalam pewayangan Jawa, Antaboga adalah raja ular yang hidup di dasar bumi yang mengasuh Wisanggeni. Perwujudannya adalah naga dengan mahkota memakai badhong berambut dan memakai baju [biasanya berwarna merah] serta mengenakan kalung emas.

    Ada pula yang menyatakan bahwa Antaboga adalah tali energi yang menghubungkan manusia melalui cakra mahkota dengan Sang Maha Pencipta. Pemahaman ini dikenal dikalangan para penganut spiritual kejawen…
    Bedawang atau Bedawang Nala adalah seekor penyu raksasa dalam mitologi Bali yang membawa seluruh dunia di punggungnya. Dalam mitologi kreasi dunia, ia merupakan perubahan dari Antaboga. Ia bersama dua ular naga mendukung dunia manusia. Jikalau ia bergerak maka akan terjadilah gempa dan letusan gunung berapi di atas bumi…
  • Bunda Lia Dalam agama Hindu, Ibu Pertiwi mengacu ke Dewi Bumi atau Ibu Bumi. Sang Bapak adalah bapak angkasa atau penguasa langit. Makna Ibu Pertiwi bagi Indonesia tidak lain adalah tanah airku, tanah tumpah darahku, tempat berlindung, tanah yang suci, tanah yang sakti, hutan gunung sawah dan lautan, simpanan kekayaan. Sang Ibu Pertiwi menjadi sosok seorang ibu yang dicintai, ibu yang membuai dan membesarkan anak anaknya, yang dapat bersedih hati, bersusah hati, berlinangan air mata, merintih dan berdoa, bergembira, dan tempat untuk berbhakti dan mengabdi.
    Semua warga bangsa Indonesia adalah anaknya, anak bangsa atau putra kesayangannya. Karena ini adalah konsep nasional, maka makna konteksnya berbicara mengenai konsep kenegaraan. Personifikasi dari sosok yang dibela, yang mendasari sikap kepahlawanan dan menjadi alasan jiwa patriotik, baik dalam masa perjuangan sebelum dan setelah kemerdekaan. Atas nama Ibu Pertiwi, pengorbanan jiwa dan raga, hidup atau mati, adalah bukti jiwa pengabdian dan kecintaan pada negeri yang merdeka……
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ implikasi kesadaran terhadap keberhargaan ‘Buwono’ supaya lebih di lukiskan dlm guratan heroisme, mungkin lbh menarik,
  • Bunda Lia Ketentuan secara umum dalam hubungannya dengan masalah menikmati hal-hal yang baik, yang berupa makanan, minuman ataupun pakaian, yaitu tidak boleh berlebih-lebihan dan untuk kesombongan.
    Berlebih-lebihan, yaitu melewati batas ketentuan dalam menikmati yang halal. Dan yang disebut kesombongan, yaitu erat sekali hubungannya dengan masalah niat, dan hati manusia itu berkait dengan masalah yang zahir. Dengan demikian apa yang disebut kesombongan itu ialah bermaksud untuk bermegah-megah dan menunjuk-nunjukkan serta menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal Allah samasekali tidak suka terhadap orang yang sombong.
    “Allah tidak suka kepada setiap orang yang angkuh dan sombong.”
    “Barangsiapa melabuhkan kainnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya nanti di hari kiamat.”

    Kemudian agar setiap muslim dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kesombongan, maka Rasulullah s.a.w. melarang berpakaian yang berlebih-lebihan, dimana hal tersebut akan dapat menimbulkan perasaan angkuh, membanggakan diri pada orang lain dengan bentuk-bentuk lahiriah yang kosong itu.
    “Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan nanti di hari kiamat.”
    Maka berpakaianlah yang kiranya kamu tidak akan dihina oleh orang-orang bodoh dan tidak dicela oleh kaum filsuf.”
  • Bunda Lia Mas Agung mungkin ada suatu wedaran monggo mas atau mas Bagyo… atau mas Mukhtar… ngurusi anak dulu biasa bercerita penghantar tidur….
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ segala pendekatan yg digunakan untuk mengenali EGO dan GEO juga mungkin bisa disampaikan di sini, monggo dipun lanjut
  • Subagyo Ucok matur nuwun.:Orang yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang sesudahku. Yang beriman kepadaku, padahal mereka tak pernah melihat dan berjumpa denganku. Yang paling menakjubkan imannya adalah orang yang datang setelah aku tiada. Yang membenarkan aku padahal mereka tak pernah melihatku. Mereka adalah saudara-saudaraku.”Ya Rasulallah, bukankah kami saudaramu juga?”Benar, kalian adalah para sahabatku. Adapun saudaraku adalah mereka yang hidup setelah aku. Yang beriman kepadaku padahal mereka tak pernah melihatku. Merekalah yang beriman kepada yang gaib, yang menunaikan salat, yang menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan kepada mereka .
  • Bunda Lia Wedaran hari ini kanterusan yang kemarin jadi alangkah baiknya digabung…. yang mana nanti nya akan kami sejikan “Tirto Songgo Buwono” mohon mas Agung wedarkan Tirto yang akan kami buat untuk sesama… monggo…
  • HANIRTA=NIRTA=TIRTA =TOYO=BANYU=AIR…..Tentulah sangat berlimpah di negri nusantara ini…memancar dari dalam bumi yang begitu jernih…dan melimpah ruah…..namun sangat disayangkan…hampir seluruh kekayaan alam itu tidak dikelola secara baik oleh pribumi kita….bahkan…banyak sudah ..tanah tanah adat yang didalamnya terdapat mata air yang jernih..dijual dan dikelola oleh pihak asing…..menjadi kemasan botol dan mahal harganya untuk di kosumsi….
  • Sang Iblis Hmmm, mantab dech….. Selamat malam…. Salam Kasihku.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ coba kita cermati penggambaran Allah terhadap Fir’aun, “abaa wasstakbaro”-“dia membangkang dan sombong”
  • Ayu Dewi Lestari Selamat malam Mamanda Tercinta,,,salam kangenku selalu
  • Ayu Dewi Lestari Sugeng ndalu om abdullah,,mas kiut say,,,om mukhtar,,om ariyo,,,,,,,rahayu
  • Sang Iblis Selamat malam Mas Agung Pambudi, Mas Muhamad Mukhtar Zaedin, Mas Petruk Tralala, serta semua yg hadir disini…. Salam Kasih Dan Hormatku.
  • Subagyo Ucok Shubuh bersama nabi:
  • Subagyo Ucok Assalamu ‘alaika ayyuhan nabi warahmatullahi wabarakatuh,” kudengar salam disampaikan bersahut-sahutan. Kau tersenyum, ya Rasulallah. Wajahmu bersinar. Angin sahara berubah hangat. Cahayamu memasuki seluruh daging dan jiwaku. Dini hari Madinah berubah menjadi pagi yang indah. Kudengar kau bersabda, “Adakah air pada kalian?”.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ sy suka menerjemahkan kata ‘abaa’ ini dgn EGO (EGOIS), dimana pada saat itu kita tak peduli pada keadaan n hal lain,
  • Bunda Lia Baiklah kita akan sedikit menyimak dan mengingat akan Aji Candabirawa …Bermula sejak jaman Arjuna Sasrabahu dari riwayat Sumantri / Patih Suwanda. Patih Suwanda sebenarnya adalah anak Resi Wisanggeni bernama Sumantri dan mempunyai seorang adik yang berbadan kontet dan bermuka seperti raksasa bernama Sukrasana. Resi Wisanggeni adalah kakak Resi Bhargawa yang melanglang buana mencari Ksatria untuk bertarung dengan dalih mencari kematian bagi dirinya sendiri — pada akhirnya Resi Bhargawalah yang membunuh Arjuna Sasrabahu dan dikemudian hari gugur ditangan Rama. Sumantri menjelma menjadi seorang ksatria yang sakti gagah perkasa berkat ajaran Resi Wisanggeni, sementara Sukrasana biarpun berbentuk seperti raksasa mempunyai budi pekerti yang sangat luhur.
  • Bunda Lia Memang kita membuat “Songgo Buwono” lalu ” Songsong Buwono” lalu “Tirto Buwono” air mineral yang rencana akan kita bikin tidaklah mudah… sangat sulit… contoh2 kita mengumpulkan cerita wayang…. dan sejarah…. juga budaya2 …. sehingga kami siap baru Bendera kita kibarkan…. baik saya teruskan….
    Suatu ketika, Sumantri dan Sukrasana sedang berjalan didalam hutan. Sukasarana yang bertubuh kecil merasa cape dan minta istirahat. Ketika beristirahat, Sukasarana tertidur pulas dan saat itu juga datanglah sebuah raksasa lapar yang ingin memakan Sumantri dan Sukasarana. Sumantri dengan sigap membopong adiknya yang tertidur lelap dan melarikan diri kedalam hutan. Setelah cukup jauh, Sukasarana dibaringkan di tempat yang aman sementara Sumantri berusaha menghadang raksasa tersebut. Walau bertarung sekuat tenaga, Sumantri tidak bisa mengalahkan raksasa tersebut. Sumantri hampir kehabisan tenaga ketika Betara Indra datang dan mempersembahkan panah Cakrabiswara kepadanya. Sumantri segera melepas panah itu kearah sang raksasa dan dalam sekejap raksasa tersebut mati. Setelah berhasil membunuh raksasa.
    Selingan ya….
    DARI EGO MELAHIRKAN GEO….duk nalikane jaman isih awang uwung sing ono mung gusti allah.kahanan awang-uwung ora kasat ing mripat kasar-tan keno kinoyo ngopo,nanging ono,jalaran ono doyo panguawasane,gusti banjur nyipto wewujudan telu cacahe,sak banjure gusti ugo banjur manunggal ing kahanan telung warno mau kang di arani trimurti (telu-teluning atunggal)

    telu warnane, ugo telu katone.ugo telu pakartine,nanging tungal yo kang murbo-lan waseso yoiku gusti kang moho tunggal.

    1.wewujudan kang sepisan kang paring asmo suryo(srengenge)anduweni doyo panguoso panguripan sagunging dumadi ,kasar lan lembut kabeh soko doyo panguwasane suryo..
    2.wewujudan kang kapindo keno diarani condro(rembulan)duwe panguwoso pangayoman,menehi sandang pangan lan kemakmuran,ngopeni lan ngipuk-ipuk.
    3.wewujudan kang katelu,diarani kartiko(LINTANG) duwe doyo keadilan lan pepati,tugase nyirnak ake sekabehe wewujudan kang sipate ora langgeng.
    telu-telune doyo panguwoso iku mau mubeng hanyokro manggilingan,mubeng terus ganti -gemanti ora ono pedote.
    suryo akaryo gesang,diopeni lan di ayomi dening condro,terus di sirnak ake deningg kartiko,kahanan mangkono terus lumaku ora ono kendate nganti selawas -lawase.
    1..suryo sakliyane duwe doyo panguwoso panguripan ugo duwe doyo panas,lan doyo panas mau biso mujudake geni ,kang sakteruse tibo ing awang-uwung antarikso..
    2.condro sakliyane duwe doyo panguwoso angayomi ugo duwe doyo adem sak banjure doyo adem mau biso awujud banyu,wusanane ugo tibo ing awang-uwung antarikso….
    3.kartiko(LINTANG)..sakliiyane duwe doyo adil lan pepati..ugo duwe doyo (HOWO SUWUNG/NETRAL) KANG SINEBUT ANGIN..angin mau ugo banjur tibo ing antarikso ono ing alam awang-uwung..
    wewujudan 3 telung warno mau sakteruse kumpul dadi siji ono ing antarikso,katiup ing angin soko duwur-mangisor,soko kidul-mangalor,soko etan -mangulon,suwe-suwe geni,banyu,howo mau mandeg,ono ing tengah2e jagad,GUMANTUNG TANNPO CANTELAN,yo wewujudan iku mau kang di arani MAHMA
    SUWE2 MAHMA mau banjur nngintip (ngerak)dene intip mau mujudake pamelikan,koyo to wesi ,waja,emas,perak,lan liyo liyane..suwe2 pamelikan mau ugo ngremboko mujudake watu,watu ngrembbooko mujud ake pasir,pasir ugo ngremboko mujud ake lemah,
    sarehne mahma mau wewujudan kang panas banget kamongko dibuntel dene watu pasir lan lemah,suwene suwe banjur nguap..mujud ake banyu lan ngrembes menyang pasir nganti tekan lemah.sak teruse lemah kang karembesan banyu lan keno kasunaran dayane suryo suwe2 ing lapisane bumi biso nukulake tetukulan kang warno2..
    yo kahanan wewujudan kang koyo mangkono mau ing sakteruse di arani BUMI LAPIIS PITU.BUMI SAP PITU).
    1.MAHMA
    .2.PAMELIK’AN
    3.WATU.
    4.PASIR…
    5.LEMAH..
    6.BANYU
    7.TETUKULAN.
    dene bumi iku anduweni cahyo ireng koyo mangkono iku asal usule JAGAD AGUNG
    lan mobah musik’e bumi kuwi di atur marang doyo panguwasane suryo,lan keno di arani TOTO SURYO…LENGKAPIPUN ALAM SEMESTA MENIKO kadunungan cahhyo SEMBURAT PAPAT WARNANE yo iku..
    1.. abang asal soko SURYO.
    2.kuning asal soko CONDRO/REMBULAN)….
    3.putih asal soko KARTIKO.
    4.IRENG asal soko BUMI.
    sarehne cahyo papat mau sing ora biso mantulake cahyane mung cahyo ireng,mulo cahyo abang,putih lan kuning mantulake cahyane marang cahyo kang ireng yo cahyaning bumi yo iki kang sinebut DUMADINE JAGAD AGUNG……….SANGKAN PARANING DUMADI..
    BUMI ADALAH GEO..ATAU BUWONO YANG MEMANCARKAN AIR SUCI
  • Bunda Lia Sumantri teringat pada adiknya dan segera mencari Sukasarana. Sumantri sangat terkejut melihat binatang2 buas di dalam hutan ternyata berkumpul disekililing Sukasarana demi menjaga keselamatannya. Sumantri bertanya kepada Sukasarana ajian apa yang dimiliki olehnya sehingga bisa menguasai binatang2 buas. Sukasarana menjawab bahwa ia tidak memiliki ajian apapun, hanya selama hidupnya dia tak pernah menganggu ataupun melukai binatang2 sekecil apapun. Kedua bersaudara kemudian pulang ke padepokan untuk menceritakan kejadian ini kepada Resi Wisanggeni. Oleh sang resi diceritakan bahwa orang yang memiliki Cakrabiswara merupakan kekasih Betara Wisnu, sementara yang dilindungi binatang2 liar artinya adalah orang yang berbudi luhur dan merupakan kekasih Betara Dharma
    Selingan ya…..
    TIRTO PAWITRO MAHENING SUCI.
    TIRTO = BANYU.
    PAWITRO = PANGURIPAN.
    MAHENING=WENING/BENING.
    SUCI =RESIK.
    iku dumunung ono ing DIRI PRIBADINE dewe dewe.carane kudu laku ono alam lakyono yo ALAM MATI SAK JERONING URIP ngungak menyang ALAM LOKANTORO/ALAM JATI/ALAM LANGGENG.
    LOKANTORO tegese wates/antoro. wates antarane ALAM ALUS lan ALAM KASAR. ing kono ono wewujudankoyo dene gumuk TAWON GOLEK JUMONO yo iku wewujudane sedulur kito kang aran,KAWAH -ARI ARI. golek jumono ,gatrane bakal manungso,ing kono bakal anyurupi dalan prapatan yo wewujudan 4 prakoro .yo cahyo 4 prakoro.
    cahyo abang iku jagade KANEPSON.
    cahyo kuning iku jagade KASENENGAN.
    cahyo putih iku jagade KASUCIAN/SUCI
    cahyo ireng iku jagade KAROSAN/KEKUATAN.
    MANUNGSO mbesuk yen bali ,tetep kudu milih SUCI dalan kang putih ,ing kono bakal biso sowan mring GUSTI KANG MOHO SUCI…
    DARI GEO INI MEMANCARKAN SUMBER MATA AIR YANG DISEBUT=TIRTO PAWITRO MAHENING SUCI.
    TIRTO = BANYU.
    PAWITRO = PANGURIPAN.
    MAHENING=WENING/BENING.
    SUCI =RESIK.
  • Prima Selindo DARI KESIMPULAN INILAH…SONGGO BUWONO AKAN MENGOLAH HASIL BUMI YAITU …TIRTA…..
  • Prima Selindo MONGGO DIAJENG AYU..DIPUN LAJENG AKEN..TIRTO SONGGO BUWONO-NIPUN..
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda.. Lan kgem sdoyo kdang knasih engkang tansah dipun mulyaaken dneng ALLAH TAALLAH.. Monggo kalajengaken Bunda, Mas Agung wdaranipun.. Derek nyimak..
  • Bunda Lia Tak lama setelah itu, Sumantri bertanya kepada Resi Wisanggeni mengenai kesaktian ilmunya. Sang resi berkata bahwa Sumantri telah menjadi ksatria yang gagah perkasa dan hanya beberapa orang yang bisa melawan kesaktiannya. Sumantri kemudian berkata bahwa ilmunya harus digunakan untuk melayani sesama umat manusia dan dia meminta ijin kepada Resi Wisanggeni untuk meninggalkan padepokannya. Dengan berat hati Resi Wisanggeni memberi ijin, tapi Sumantri diharuskan mengabdi kepada Raja Mayaspati/Maespati /Mahespati – Prabu Arjuna Sasrabahu yang terkenal adil bijaksana. Karena kesian pada adiknya, Sumantri sengaja tidak mengajak Sukasarana karena takut dia akan dicemooh akibat bentuknya. Sumantripun berangkat menuju Mayaspati ketika Sukasarana sedang tidur.
  • Bunda Lia Ketika bangun, Sukasarana bingung karena kakaknya telah menghilang. Sukasarana bertanya kepada Resi Wisanggeni kemana kakaknya menghilang. Ketika diberitahukan, Sukasarana tidak rela berpisah dengan kakaknya dan memutuskan untuk mencari kakaknya di Mayaspati. Dalam perjalanannya, Sukasarana merasa capai dan berisitrahat di sebuah pohon besar yang teduh. Tiba2 dia dikejutkan oleh suara besar dari dalam pohon itu. Suara itu berasal dari Candra Birawa yang sedang menunggu kedatangan kekasih Betara Dharma supaya dirinya bisa menitis kedalam tubuh Sukasarana. Sukasarana menjadi bingung dan bertanya mengenai asal usul Candra Birawa. Candra Birawa pun menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya diciptakan dari gabungan raksasa2 yang menyerang Swargaloka. Raksasa2 itu punah dikalahkan oleh para dewata tapi oleh Betara Guru dihidupkan kembali menjadi satu badan dan diberi nama Candra Birawa. Tapi Candra Birawa tidak boleh sembarangan berkeliaran di mayapada, dia diharuskan bersatu dengan kekasih/keturunan Betara Dharma karena di tangan orang yang salah, Candra Birawa sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kekacauan di mayapada.
  • Bunda Lia Setelah dijelaskan asal usulnya, Sukarasana masih sangsi untuk memperbolehkan Candra Birawa untuk masuk berdiam dalam tubuhnya. Candra Birawa kemudian menjelaskan bahwa jika tubuhnya menjadi satu, Sukasarana akan menjadi lebih sehat dan kuat, selain itu jika dalam kesulitan Sukasarana tinggal singkep memangil Candra Birawa dan dirinya akan segera muncul untuk membantu. Dalam pertarungan, Candra Birawa sangat sakti karena setiap tetes darahnya akan menjadi Candra Birawa baru. Sukasarana pun setuju dan memperbolehkan Candra Birawa untuk masuk ke dalam tubuhnya. Dalam hatinya, Sukasarana berpikir bahwa Candra Birawa ini lebih cocok jika diberikan kepada saudaranya Sumantri.
    Sementara itu, Sumantri telah mengabdi kepada Arjuna Sasrabahu dan berhasil merebut Dewi Citrawati. Sumantri juga sempat bertarung dengan Arjuna Sasrabahu dan yakin bahwa Arjuna Sasrabahu merupakan raja yang gagah sakti tanpa tandingan (Sumantri sempat seri melawan Arjuna Sasrabahu tapi langsung ketakutan begitu sang prabu menjadi marah dan bertiwikrama, ini merupakan bukti bahwa Arjuna Sasrabahu merupakan titisan Betara Wisnu). Dewi Citrawati kemudian mempunyai permintaan kepada Arjuna Sasrabahu, yaitu untuk memindahkan taman Sri Wedari dari swargaloka ke dalam Mayaspati. Tanpa berpikir panjang, Sumantri mengiakan permintaan Dewi Citrawati. Kemudian Sumantri ditinggal oleh Arjuna Sasrabahu dan Dewi Citrawati kedalam istana.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ iya, ini yg ku suka heheheheee Arjuna Sasrabahu,,,
  • Bunda Lia Sumantri menjadi bingung, karena jangankan memindahkan taman Sri Wedari, letaknya saja dia tak tahu. Dalam keadaan linglung, Sumantri bertemu dengan adiknya Sukasarana yang sedang mencari dirinya. Sumantri bahagia melihat adiknya tapi kaget bahwa adiknya bisa sampai ke Mayaspati dengan selamat karena perjalannya jauh dan juga berbahaya. Oleh Sukasarana diceritakan mengenai Candra Birawa yang bersemayam di dalam dirinya. Sumantripun bahagia mendegar cerita adiknya tapi ketika teringat janjinya untuk memindahkan taman Sri Wedari dia kembali muram. Sukasarana sangat mengerti kakaknya, dalam sekejap dia tahu bahwa kakaknya sedang kepikiran sesuatu. Ketika ditanyakan, Sumantri menceritakan janjinya untuk memindahkan taman Sri Wedari. Sukasarana berpikir bahwa Candra Birawa bisa membantu abangnya untuk menyanggupi permintaan itu. Dengan singkep sebentar, Candra Birawa segera tampil dihadapan Sukasarana dan Sumantri. Sukasarana memberitahukan kesusahan kakaknya kepada Candra Birawa. Candra Birawa segera tahu bahwa yang meminta taman Sri Wedari pastilah titisan istri Betara Wisnu. Candra Birawa berkata bahwa dia bisa melakukan tugas tersebut tanpa masalah, Sukasarana dan Sumantripun diminta singkep menutup seluruh panca indra sementara Candra Birawa memindahkan taman tersebut. Dalam sekejap Candra Birawa menjadi ribuan dan taman Sri Wedari pun dipindahkan dari swargaloka ke Mayaspati.
  • Bunda Lia Setelah berhasil, Sukasarana berniat untuk ikut dengan kakaknya mengabdi di Mayaspati. Sumantri kembali tidak tega dan menyuruh Sukasarana kembali ke padepokan. Tapi Sukasarana tetap bersikeras, Sumantripun mengeluarkan Cakrabiswara untuk menakut nakuti adiknya. Tanpa disangka2, Sukasarana tersandung dan tubuhnya tertusuk Cakrabiswara. Sebelum meninggal Sukasarana berkata pada kakaknya bahwa dia tidak sempat memberikan Candra Birawa kepada Sumantri dan memohon kepada dewata agar di kehidupan selanjutnya Sukasarana bisa kembali dekat dengan kakaknya.
    _Di kemudian hari, Sumantri menitis kepada Narasoma (Prabu Salya) sementara Sukarsana (+ Candra Birawa) menitis kepada Resi Bagaspati yang juga berbentuk seperti raksasa hanya tidak kontet.
    Resi Bagaspati mempunyai seorang putri bernama Dewi Pujawati, suatu ketika Narasoma sedang berburu dan ketika melihat Dewi Pujawati langsung terkesima oleh kecantikannya. Narasomapun mengikuti Dewi Pujawati untuk bertemu Resi Bagaspati. Ketika keduanya ditanya oleh Resi Bagaspati, mereka berkata bahwa telah mencintai satu sama lain. Narasoma dan Pujawati pun dinikahkan saat itu juga oleh Resi Bagaspati.
  • Sang Iblis Kang Dullah kok nggak kelihatan kemana ea…..
  • Sang Iblis Selamat malam Mas Jeans… Salam Hormat & Jabat Erat.
  • Kozink Saputra kang dullah nengomahe kng..
  • Kozink Saputra kang dullah pnjang umur kng lg di omngin…lansung nongol..hehehhe
  • Prima Selindo Salam rahayu kakang mas Abdullah Ali..kang kinasih…salam sejahtera senantiasa..
  • Kozink Saputra ndok cah ayu gadis ..kuwi om dullah nya datng mbok yaho ..ndang di gawek’ke kopi…cek lah seger…
  • Sang Iblis Lha ini udah muncul… Selamat malam Kang Dullah… Dari mana Kang kok brusan datang… Hehehe…. Salam Kasih Dan Hormatku.
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Kozink Saputra yahene wayahe..bocah umuran kurang lbh 10 thn..kok sliweran iki sopo…patimah sopo..iki kng dullah..opo aku wes ngatuk opo piye..padahl kopi isih setengak cankir..hehehehe..guyon cek orak ngantuk kang..
  • Sang Iblis Tempat iman itu di jantung. Di otak tempatnya budi. Otot tulang tempatnya kekuatan. Tempatnya malu di mata. Yang disebut dan dinamakan melihat, itu manusia yg mengetahui ilmunya Allah. Di mana yg lebih dekat, di dunia yg lebih cepat. Yang luas melebihi bumi, itu penglihatan. Tajam melebihi senjata itu nalarnya orang pandai. Yg dingin melebihi air itu maksudnya hati yg sabar. Lebih keras dari pada batu, hatinya orang yg dangkal pikirannya (bodoh). Hati orang yg brangasan (gampang marah), panasnya melebihi api. Pria dan wanita lebih banyak wanitanya. Meski pun berwujud pria, tidak tahu maksudnya wanita. Itu juga bisa disebut buta wanita. Orang hidup dan orang mati, sesungguhnya banyak yg mati. Meski pun wujudnya hidup, kalau orang tanpa budi, itu sama saja seperti mati. Salam Kasih.
  • Sang Iblis Salam KSPC juga Kang Dullah semoga bahagia selalu.
  • Sang Iblis Ehm… Ehm… Hehehee…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ salam KAREDOK Kang Sodron hihihihiiiixxx
  • Kozink Saputra wah apane kng seng ampuh….opo seng d penceet kuwi..hehehehe…jannnn kkng iki…@bunda sumonggo dipun lajengaken bun..wedaranipun…kng agung sumonggo…
  • Pakpuh Tegoeh aku terlambat gak ya .. gus Abdullah Ali..???
  • Kozink Saputra wahh koyk uwonge iki laptopku kok iso eror..ngono kng..benr kng dullh iki..padahl pecit sepisan..kok dadine muncul swidak rolas iki…kwik kwik kwik…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ Pakdhe,,,opo KAREDOK itu pakdhe? *BARIDIN JUGA BERTANYA
  • Prima Selindo diajeng ayu sedang merapal condo birowo…kang mas kozink hhehe..pun wedaran kito lajeng aken benjang…bab tirta songgo buwono..mugi mugi…saget kelampahan..meniko wekdalipun gegojekan sinambi nyruput wedgang jahe,,,lan udut ji sam soe..hehhe
  • Kozink Saputra oh mekaten tah kng agung..lha sumonnggo cangkruanipu dpun lajengaken..mumpung kopinipun dereng telas kng…kulo inum sakedik2 ampreh awete..hhehehehe
  • Pakpuh Tegoeh karedok itu binatang yang suka melompat mas Muhamad Mukhtar Zaedin, tolong bilangin kang baridin
  • Pakpuh Tegoeh mas Agung Pambudi, aku dapat jatah kopi gak?? hehehehehe soale telat ….hehehehe
  • Pakpuh Tegoeh “kang Abdullah Ali, bukan terlambat bulan … tapi si bewok muntah darah HAHAHAHAHA” … DUL KEMPLO tereak tanpa sopan santun
  • Prima Selindo hehe pak puh …njih taksih pak puh…salam rahayu….
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ oalaaaaah jiaaaaan kok ngono pakdhe? wkwkwkwkwkwkwkkk
  • Pakpuh Tegoeh SALAM HORMATKU … RAHAYU 3x
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ lhoooo iyo Kang Sodron, jiaaaan pintere poooooll wkwkwkwkwkk
  • Pakpuh Tegoeh aku wingi ngguyu kepingkel2 … gus ali nulis kundur dadi kondor … jian … saru …. hahahahahahahahaha
  • Sang Iblis Selamat malam Pakpuh… Salam Kasih Dan Hormatku.
  • Pakpuh Tegoeh sugeng enjang gus Arie Irfan … salamku selalu
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ nek ngonon iku, berarti mudun apa manek Pakdhe? *TANYA BARIDIN PENASARAN
  • Pakpuh Tegoeh mas mukhtar … yo .. munggah mudun … tergantung pesanan ….hehehehe
  • Sang Iblis Weee, iya ya ini kan udah pagi… Hehehe… Salam Dini Hari.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ seng pesen manek sopo Pakdhe? *BARIDIN MASIH BELUM MUDENG
  • Pakpuh Tegoeh teuing kang BARIDIN .. urang gek teu ngertossss … huhuhuhu
  • Pakpuh Tegoeh sudrun opo sodron .. gus Abdullah Ali video klip-ku udah ditonton belum??? disitu ada nama ki sudrun … hehehehe
  • Kozink Saputra sugeng enjing sederek..kulo tak mandap..rumiyen….kaleh ngentosi kirimn kang dullah…slm rahayu….
  • Pakpuh Tegoeh nderekaken mas Kozink Saputra … sugeng istirahat …
  • Bunda Lia Ketika keduanya ditanya oleh Resi Bagaspati, mereka berkata bahwa telah mencintai satu sama lain. Narasoma dan Pujawati pun dinikahkan saat itu juga oleh Resi Bagaspati. Narasoma sangat sayang pada istrinya Pujawati, tetapi ketika ditanya seperti apa cintanya kepada Pujawati, Narasoma berkata bahwa cintanya seperti beras putih yang bersih. Kemudian Narasoma menambahkan bahwa sayang beras putih pun ada gabahnya. Pujawati sangat bingung oleh perkataan Narasoma dan dia bertanya kepada Resi Bagaspati. Sang resi yang bijaksana segera tahu bahwa yang dimaksud oleh Narasoma ialah dirinya, karena tidak mungkin seorang pangeran penerus tahta kerajaan mempunyai mertua seorang raksasa. Sang resi menenangkan Pujawati dan menyuruhnya untuk memanggil Narasoma. Ketika Narasoma menghadap Resi Bagaspati, dijelaskan bahwa dalam tubuh Resi Bagaspati bersemayam Candra Birawa sebuah mahkluk berbadan halus yang sangat sakti. Karena Narasoma kini bertanggung jawab akan keselamatan Pujawati, Resi Bagaspati akan memberikan Candra Birawa kepadanya. Mereka berdua kemudian bersemedi dan terlihat Candra Birawa pindah dari Resi Bagaspati ke tubuh Narasoma. Sang resi kemudian lanjut semedinya dengan menahan napas, tak lama kemudian tubuh Resi Bagaspati menghilang dari pandangan. Pujawati yang melihat kejadian ini menjadi kaget dan menangis…
  • Bunda Lia Sementara itu Narasoma mendegar suara sang resi yang menjelaskan bahwa dia sebenarnya adalah titisan Sukarsana yang ingin dekat pada kakanya Somantri yang menitis pada tubuh Narasoma. Resi Bagaspati bersemedi untuk mendapat anak perempuan yang bisa dijodohkan dengan dirinya dan juga supaya bisa mewariskan Candra Birawa tapi sayang pada akhirnya Narasomapun telah berbuat salah kepada Resi Bagaspati seperti Somantri bersalah kepada Sukarsana. Narasoma kemudian diwanti2 bahwa mulai saat itu dia harus berhati2 kepada titisan/kekasih betara Dharma yang berikutnya karena pada saat itu dia akan gugur. Narasoma kemudian perganti nama menjadi Prabu Salya setelah menjadi raja.Dalam perang Bharatayuda, Prabu Salya diangkat menjadi panglima perang Hastina sebagai pengganti Karna (urutannya: Bisma,Dorna,Karna,Salya).Begitu melihat Prabu Salya turun ke medan danalaga, Sri Kresna segera mawas bahwa dia akan menjadi lawan yang berbahaya. Seluruh pasukan Pandawa diwanti2 supaya jangan gegabah melawan ksatria yang satu ini. Bimapun dengan sombongnya berkata bahwa Prabu Salya sudah tua dan kesaktiannya berkurang bisa dikalahkan oleh dirinya. Sri Kresna segera menceritakan kepada Bima dan Arjuna bahwa Prabu Salya memiliki Candra Birawa yang sangat berbahaya dan tidak boleh dianggap remeh.
  • Bunda Lia Ketika perang dimulai, Bima segera menggasak tentara Kurawa. Prabu Salya sebagai panglima perang memajukan dirinya untuk mencegah Bima. Prabu Salya kewalahan melawan kekuatan Bima dan memutuskan untuk memanggil Candra Birawa. Bimapun bertarung dengan Candra Birawa tapi semakin lama Bima menjadi capai sementara Candra Birawa tetap mengganas. Arjuna yang melihat kakaknya dalam bahaya segera melepas panah. Sayangnya panah Arjuna melukai Candra Birawa, dan setiap tetes darahnya menjadi Candra Birawa baru. Bima semakin kewalahan melawan ratusan Candra Birawa, dan barisan pasukan Pendawa juga semakin hancur diobrak abrik.
    Melihat kejadian ini Sri Kresna segera mendatangi Arjuna dan mencegahnya untuk memanah Candra Birawa. Kemudian Sri Kresna bergerak ke garis belakang untuk bertemu Yudistira. Sri Kresna berkata bahwa Yudistira harus maju ke medan perang untuk mengalahkan Prabu Salya demi kemenangan Pendawa karena hanya Yudistiralah yang bisa mengalahkannya sebagai titisan Betara Dharma. Yudistira yang dikusiri oleh Nakula segera memasuki medan perang dan bertemu langsung dengan Prabu Salya. Yudistira segera memohon ampun kepada Prabu Salya atas kelancangannya berani melawan Prabu Salya.
  • Bunda Lia Prabu Salya menjawab bahwa dalam medan perang tidak perlu merasa lancang karena ini merupakan tugas Yudistira sebagai raja untuk membela tentaranya. Yudistira pun menjawab bahwa seumur hidup dia tidak bisa melukai orang, dia rela mengorbankan dirinya asalkan Candra Birawa ditarik kembali kedalam tubuh Prabu Salya. Sayangnya Candra Birawa tidak bisa ditarik kembali sebelum tugasnya selesai yaitu memusnahkan tentara Pendawa. Yudistira dengan berat hati mengambil busur dan panah. Tapi Yudistira tidak berani mengarahkan panahnya kepada Prabu Salya, panahnya kemudian diarahkan ke bawah. Dengan ajaib, panah Yudistira yang menyentuh tanah langsung memantul dan mengenai Prabu Salya. Prabu Salyapun gugur, sesuai dengan yang dikatakan Resi Bagaspati. Sekedar tambahan, sebenarnya Candra Birawa pernah sekali ditarik sebelum tuntas tugasnya. Kejadiannya ketika Narasoma bertarung melawan Pandu untuk memperebutkan Dewi Kunti. Pandu telah memenangkan sayembara dan Narasoma menantang Pandu dengan taruhan Dewi Madrim adiknya menjadi istri Pandu jika Narasoma kalah. Ketika bertarung, Narasoma kewalahan melawan kesaktian Pandu dan memanggil Candra Birawa. Akibatnya Pandu menjadi terdesak karena keris pusakanya tidak mempan terhadap Candra Birawa dan malahan menambah jumlah Candra Birawa.
  • Bunda Lia Pandu kemudian mengejek bahwa Narasoma tidak bisa bertarung sendiri perlu minta bantuan. Narasoma dengan sombongnya berkata bahwa Pandu juga bisa meminta bantuan kedua sodaranya, bahkan mengejek bahwa Dasarata disuruh maju kedepan biar diinjak2 oleh Candra Birawa. Mendengar ejekan Narasoma, Dasarata menjadi marah dan menyuruh Widura untuk menuntunnya kearah pertarungan. Setelah ditutun, Dasarata segera menyuruh Widura untuk menyingkir dan kemudian berteriak kepada Pandu supaya datang ke arah Dasarata. Pandu yang cerdas segera tahu rencana kakaknya itu dan segera melesat ke arahnya. Ketika Candra Birawa mengejar Pandu ke arah Dasarata, Pandu segera berdiri di belakang kakaknya dan Dasarata segera mengeluarkan Ajian Kumbalageni. Ajian Kumbalageni merupakan ajian dashyat yang membuat apa saja yang disentuh oleh Dasarata hancur menjadi debu. Candra Birawa tidak kuat melawan kesaktian ini dan kembali kedalam tubuh Narasoma. Pandu pun bergerak secepat kilat menyerang Narasoma, pukulan Pandu menyebabkan Narasoma terpental. Narasoma akhirnya mengaku kalah kepada Pandu dan berangkat menjemput Dewi Madrim untuk diberikan kepada Pandu._

    Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan.Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap di balas dengan buah.
  • Kozink Saputra sugeng ndalu bunda niki kok sdaederek2 smi sepi ten pundi njeh…slm rahayu kagem bunda…
  • Tulis komentar…
Iklan

Posted on Juni 11, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: