Hidup Bagaikan orang berbelanja di Pasar

Hidup Bagaikan orang berbelanja di Pasar

Hidup Bagaikan orang berbelanja di Pasar

 

Urip iku neng ndonya tan lami. Umpamane jebeng menyang pasar. Tan langgeng neng pasar bae.

Tan wurung nuli mantuk. Mring wismane sangkane uni. Ing mengko aja samar. Sangkan mengko pada weruha. Yen asale sangkan paran duk ing nguni. Aja nganti kesasar.

Jen kongsiha sasar jroning pati. Dadya tiwas uripe kesasar. Tanpa patokan sukmane. Saparan-paran nglanggut. Kadya mega katut ing angin. Wekasan dadi udan. Mulih marang banyu. Dadi bali nuthing wadag. Ing wajibe sukma tan kena ing pati. Langgeng donya akhirat.

(Cuplikan dari : “Sekar Dandanggula”, Sunan Kalijaga)

Hidup di dunia ini tak lama. Ibarat kita pergi ke pasar. Tidak selamanya kita berada di pasar. Pada akhirnya akan pulang ke rumah juga. Maka, janganlah kita ragu. Tujuan hidup yang sebenarnya akan kita ketahui. Juga dari mana kita berasal. Jangan salah langkah supaya tidak kesasar.

Resapilah dalam hati. Sungguh malang orang yang kesasar. Tanpa tujuan sukmanya. Mengembara kian kemari tanpa tujuan. Ibarat awan yang tertiup angin. Yang akhirnya jadi hujan, kembali menjadi air. Sesungguhnya sukma itu tak bisa mati, dan langgeng hidupnya.

Sebuah kiasan metafora dari cuplikan tembang di atas.

Pasar, adalah tempat yang sangat ramai. Di pasar semua barang bisa kita dapatkan. Asalkan kita punya (bekal) uang untuk membelinya. Semua karakter manusia terwakili disana. Semua pedagang menawarkan barang dagangannya, dengan semboyan barang daganganku “Nomor Satu” kwalitas prima. Mereka tidak peduli dengan orang lain, yang penting barangnya laku terjual. Bahkan dengan cara-cara yang tidak “fair” pun ditempuh. Kebohongan sudah menjadi kebiasaan mereka. Sebagai pembeli, kita sering kali dibuat binggung. Mana barang yang akan kita pilih. Bahkan kadang-kadang barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan pun bisa kita beli, hanya karena bujuk rayu para pedagang. Namun akad jual beli itu syah, karena diantara pembeli dan pedagang sudah saling setuju.

Berapapun banyaknya kita membawa uang, kalau kita tidak mampu mengendalikan keinginan, akan habislah (bekal) uang yang kita bawa. Hanya penyesalan yang akan kita bawa pulang, dengan membawa barang-barang yang tidak berguna untuk kehidupan kita nantinya…

Suasana Pasar, adalah sebuah cermin kehidupan. Sebenarnya hidup ini adalah sebuah pilihan. Dan pilihan itu sebenarnya hanya ada dua. Seperti keadaan di pasar, hanya ada: baik dan buruk, murah dan mahal, berguna dan tidak berguna, menipu dan ditipu, dsb.

Dalam menjalani hidup ini, kita harus memiliki “filter” yang kuat. Jangan sampai kita salah dalam memilih. Buatlah pilihan-pilihan yang terbaik, yang kelak berguna dalam kehidupan kita mendatang. Filter-filter itu bisa berupa nasehat-nasehat dari : guru, teman, sahabat ataupun suami/istri kita.

Berada di pasar, bukanlah untuk selama-lamanya. Setelah pasar itu bubar, kita pun harus pulang ke “rumah” dimana kita tinggal. Tidak selamanya kita hidup di dunia ini, kalau sudah tiba saatnya, kita pun akan pulang juga. Kembali pada Sang Pencipta Yang Maha Agung, dengan membawa “persembahan” dari apa yang telah kita perbuat selagi kita hidup. Sebuah persembahan yang sempurna.

——————————

Pilihlah suami/istri yang baik, karena darinya lah kita akan mendapatkan doa dari anak-anak kita yang sholeh. Karena segala amal perbuatan akan terputus setelah kita pulang menghadap Sang Khalik.

 

 

 

Batal Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Promosikan · Bagikan
  • Mas Handono Ajaran Kanjeng Sunan Kali Ya Bunda ?
  • Ariyo Hadiwijoyo a
    min…amin…saran sllu terbuka …kritik sllu kunanti bunda…biar aku tangguh gk gampang kriting…hehehe…salam….
  • Bunda Lia Welinge Kanjeng Sunan…. Ono patang perkoro
    Ugem-ugemono ojok nganti di lalekno
    Siji Alqur’an … Loro Hadis Sunah Rosul…Telu Isma’…. Papat Kyas kang Pinunjul….. Yen kali ilang kedunge
    Pasar ilang kumandange…..Wong lanang ilang wibawane
    Wong wadon ilang wirange … Enggal-enggal topo lelono
    Jajah deso milangkori ….
  • Luckys Wae sugeng dhalu Bunda lia,…Urip Mung Mampir Ngombe Kemawon….,Damai Dalam Cinta Kasih Sesama,Rahayu..3x
  • Mas Handono Maturnuwun wejanganipun Bunda
  • Bunda Lia Mas Iyop monggo mas… sugeng dalu…
  • Bunda Lia Mas Pri Handoko… nyuwun injih mas… salam.
  • Bunda Lia Mas Ndaru… sugeng dalu mas…
  • Subagyo Ucok Sugeng Dalu(wita) Bunda lia..
  • Bunda Lia Walahhhhh mas Bagyo kaget tenan aku… kulo kinten sinten he he he…..
  • Subagyo Ucok he..2x,salam mituhu raos Bunn..
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ selama malam sahabatku semua, selamat malam BundaLia, salam damaijiwa, salah kasih, rahayu.
  • Bunda Lia Nyuwun injih mas Bagyo….dawah atur kang sami njih….
  • Bunda Lia Mas Mukhtar kok salah kasih to… selamat malam ya mas…
  • Bunda Lia Sugeng dalu mas Wijaya Seto….
  • Raden Suwangun Su9en9 ndalu…bunda
    matursuwun
    tak s!mpen ten at! damel a9eman…kan99e n9lampah! sejat!ne ur!p.nwun
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ BundaLia, maaf salah ketik,,,heheheheee
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ akhir2 ini aku sering salah, maafkanlah, tapi maksudnya aku yakin sdh sampai ke Bunda,,salam kasih
  • Pakpuh Tegoeh salam hormatku bunda dan semua yang sudah hadir … saya juga hadir … hehehehehe
  • Pakpuh Tegoeh luar biasa … lakonnya hari ini “sarimin pergi ke pasar” neng nong neng gong ….. hehehehehehehe … kalau hadist mengatakan Pasar adalah seburuk-buruk tempat … maka kita sedang berada di tempat yang pling buruk … hehehehe monggo dipunlajengaken bunda … kulo nyimak
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ dalam ‘berita’ yg lain, PASAR ADALAH HIDANGAN ALLAH SWT, dan Allah memilih makhluk terbaikNYA untuk CIPTAKAN PASAR,,,
  • Bunda Lia Selamat malam mas Raden Suwangun… terimakasih…
  • Bunda Lia Mas Mukhtar Nata kemana???
  • Bunda Lia Mas G. Budining Santoso… selamat malam mas…
  • Bunda Lia Kang Dullah yo kang … ha ha ha dengaren runtut bahasamu kang… wah jiann elok…
  • Bunda Lia Mas Tegoeh niko kang Dullah bibar nyate unto kok alus toto bosonipun…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ Empal Ontanya sdh habis belum Pakdhe? *tanya Kang Baridin seraya menyantap dgn lahap, hahahahahaaagkgkgkgkkk
  • Pakpuh Tegoeh hahahaha … saking halusnya boso gus Abdullah Ali, sampe saya nggak ngerti …. hahahahahaha
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ mungkin KangNata sdng ke pasar grage Bunda, nanti ku hubungi, tapi sempat nitip salam buat Bunda lho heheheheee
  • Pakpuh Tegoeh kang baridin dokoh … hahahahahaha
  • Bunda Lia Makasih mas Mukhtar aku kangen kang Nata mas…. bila aku lagi kesal dia suka menghiburku….
  • Bunda Lia He he he koko yo podho tego…. empal onta kok yo di lahapi dewe ora ajak2….
  • Pakpuh Tegoeh Bunda .. mas mukhtar … hahahahahahahaha onta makan onta … hahahahaha
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ hahahahaaaa laper Pakdhe, ga ada yg bikinin bolu buat ultahku hahahahaaa
  • Pakpuh Tegoeh mas Muhamad Mukhtar Zaedin, jangan sedih gitu dong … maunya bolu apa do’a ?? … hehehehehe
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ itu lebih mending ketimbang Onta makan Sarimin hahahahaaaa
  • Sang Suryagama SABDANATA: sugeng wengi BUNDA LIA, kebahagiaan manusia ada di pasar saat membeli atau membayar. #RAHAYU#
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ doa penting Pakdhe, dan Bolu itu pokok hahahahahaaaa
  • Bunda Lia Wis trimo meneng sabar wae, nrimo ing pandum…. seperti halnya kita sejauh ini sudah melakukan perjalanan hidup. Hidup seperti nano-nano… Asam… manis… Asin Pedas he he he……
    dan Sering sekali kita menemukan kerikil2x hambatan yang selalu
    berada disaat kita melaju. Tidak ubahnya saat kita sadang enak2nya makan tiba2 dalam nasi terdapat kerikil… waduhhh betapa sakit apa bila mengena di gigi…. Dan yang paling utama bagaimana sikap kita disaat menghadapai kondisi
    ang pahit…??? Asam….???MANIS????Sebagai manusia selayaknya sangat manusiawi
    …. ita dipenuhi ego yang sangat bangga dengan kehebatan pola pikir kita. Disaat menemukan kePAITAN Kapaitan hidup apa yang kita lakukan??Apakah yang menjadikan kendala utama dalam menyikapi arti sebuah hidup. Dan kenapa cenderung kita kehilangan makna dan arti hidup yang sebenarnya.?

    Alangkah melekatnya kita sejauh ini selalu melihat hal hal kenyataan menajdi parameter laku hidup. Saat hidup terpenuhi dengan batasan2x materi kita akan semangat ..saat terjatuh kesetiaan kepada Makna hidup itu mulai melemah bahkan akan luntur seketika disaat,,kenapa??Kenapa dengan terbentur akan sebuah batasa materi kita sering kelimpungan ????. Apakah Sudah sewajarnaya manusia mengalami demikian. Namun sebagai pelaku spiritual
    alangkah pentingnya kita berusaha untuk mencoba sabar.. ikhlas kepada apa yang terjadi. Kita tidak bisa mungkiri memang sebuah keyataan itu adalah hal hal nyata…… Tapi perlu diingat hidup kita ini tidak sebatas konsep kehidupan nyata. Ada perlunya mencari jalan keluar dengan mulai koreksi dan melihat kedalam diri/ penyelaman diri . Mulailah JUJUR kepada diri sendiri …..
  • Pakpuh Tegoeh Gus Abdullah Ali, mana suaramu … aku rindu hehehehehe
  • Pakpuh Tegoeh gus ali .. seminggu kumpul karo den mas Agung Pambudi, bosone dadi mubeng-mubeng tenan … aku malah ra mudeng .. hahahahahaha
  • Sang Suryagama SABDANATA: YEN NING PASAR, AJA NGANTI KESASAR, ini peringatan penting bagi yg terlalu sedih/senang di pasar. #RAHAYU#
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ Amiiin yra. *Kangdullah belajar di mana ya? hahahahaaa
  • Bunda Lia Ayo kita tanya pada hati kita sendiri apakah….aku ini sudah setia dengan Misi dan Makna Arti hidupku sendiri’? apakah iya aku ini
    Nrimo dengan apa yang terjadi padaku??Apakah sebanrnya yang menajadi panggilan hidupku??Cuman sangat disayangkan..kita terkadang masih enggan untuk melihat kedalam. Kita masih belum percaya kekauatan dalam diri kita. Masalahnya sekarang mulai dari mana ?? Disaat kita menemukan kepaitan hidup
    yang sudah menajdi sangat wajar kalo hal hal duniawi menajadi batasan kita dalam melihat sebuah jalan keluar.Kita masih asik dengan kegagalan dan keruwetan yang trejadi. Kita masih asik memohon dan menyalahkan keadaan. Pikiran manusia adalah sebuah TOOLS yang sangat sangat Otomatis dalam
    bekerja . Dia jago dalam menerima sinyal sinyal dan jago dalam menguasai kita.. namun sayang ,,terkadang tidak sensitif dan selektif disaat kita benar beanar mentok dengan sebuah jalan keluar kepaitan hidup. Karena apa????karena pikiran kita selalu dalam radius Fakta.Dan pikiran kita tidak mampu menyeleksi untuk bisa sensitif saat Pikiran memposisikan sebagai RAJA dalam diri kita . Artinya sepak terjang kita dibatasi oleh Si OTAK belaka .
  • Prima Selindo sugeng pinanggih ,poro kadhang sepuh ugi pinisepuh ingkang minulyo…salam rahayu…….diajeng ayu..nderek lelenggahan..nyimak wedaran ing dalu meniko kanti seksami…..nuwun.
  • Herdiman Sastrosudirdjo Berdagang adalah seni, namun modal yang sebenarnya adalah kejujuran dan keadilan dalam transaksi…….. agar kita selamat sukses didunia dan sukses di akhirat….. mudah2an kita tidak kesasar… amin.
  • Sang Iblis Kita asal usulnya dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Dalam perjalanan kembali itu kita mampir di bumi dengan berpakaian raga jasmani. Di bumi ini kita hanya mampir ngombe, singgah untuk mengambil bekal bagi kehidupan selanjutnya. Selamat Malam Bunda… Salam Kasihku.
  • Sang Iblis Selamat Malam Pakpuh, Mas Mukhtar, Kang Dullah, Salam Hormatku.
  • Subagyo Ucok Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(semoga majelis ini yg di datangi malaikat sehingga yg keluar adalah nasehat menasehati dalam kebaikan dan semoga salah satu diantara kita ada yg di kehendaki oleh ALLAH Yang dibersihkan dari perbuatan 2x. keji &mungkar.
  • Bunda Lia Wah ….kang Dullah… tak rungokke wagu tenan kang… ora ngono kang…. aku dadi males ora semangat komentar….Saat kita dalam kondisi tersungkur bila tidak ada perimbangan Iman akan
    Kebenaran Tuhan …saat itu juga akan semakin gelap akan sebuah jalan keluar….. Hingga kita tersesat dalam sebuah masalah hidup Disaat kita pandai menjalani hidup dalam arti sebatas Radius pikrian tadi,Ego yang akan muncul hingga akan mucul ke Akuan . Dalam kasus disaat sepak terjang kita merasa aman secara tidak sadar akan terhambat karena sellau terbuai dengan batasan batasan Materi yang sudah menina bobokkan .Disaat kita terjatuh Pikrian
    mudah sekali tersungkur hingga Ngawur dalam mencari penyelesaian ..hingga terjadi penyelesaian secara sepihak. DIsinilah peran Sendiko awuh kita kepada Tuhan,….. Sendiko Dawuh tidak melihat sebuah batasan…. Sendiko Dawuh tidak melihat kejadian,,,atau kenyataan, Sendiko Dawuh terkait dengan kekauatan akan Keberadan Tuhan yang akan selalu siap sedia memebrikan Kuasanya …..
  • Abdul Lathif >
    Assalaamu’alaikum……..
    Selamat malam saudara-saudara…….. dukur-dulur…….
    @Mbakyu Lia
    @Pak Mukhtar
    @Pak Puh
    @Pak Subayo
    @mas Arie
    @mas Herdiman
    Lan lintu-lintunipun……..
    hehehehehehe……. aku telat yo ………
  • Subagyo Ucok Nderek ngaji dateng majelis meniko;Yang berkaitan siapa Yang dikehendaki oleh Allah orang 2x yg dibersihkan dlm perbuatan keji dan munkar : meniko haq gusti ALLAH lamun meniko mbok bilik panjenengan raosaken kados puniko 1. Merasakan kemudahan dalam beramal saleh
    Orang yang telah mendapatkan hidayah akan merasa mudah atau ringan dalam melaksanakan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan.2. Merasakan kerinduan kepada Allah
    Orang yang mendapatkan hidayah, setiap relung hatinya terisi dengan kerinduan kepada Allah swt. Jika nama Allah swt. disebut, akan bergetar hatinya; kalau dibacakan firman-Nya, akan bertambah imannya; ia bertawakal, mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat sebagai ekspresi syukur atas nikmat yang diterimanya,3. Konsisten atau Istiqamah
    Orang yang mendapatkan hidayah akan istiqamah atau konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Ia akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya.4. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama
    Orang yang mendapatkan hidayah akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus dipahami, bukan sekadar diyakini. Rasulullah saw. bersabda, ”Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama.”
    5. Sabar menghadapi berbagai ujian
    Allah swt. memberikan kehidupan kepada manusia sebagai ujian. Siapakah di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya. Kehidupan dunia merupakan ladang amal. “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.mugi mugi kito sami pinaringan kehendakipun gusti ALLAH…
  • Hari Yuswadi sugeng ndalu bunda,sugeng ndalu poro kadang kinasih.mugi tansah pinanggih karahayon.
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Sugeng ndalu Ibunda, Abah Ali, Mas Lathif, Mas Arie, Pak Mukthar, Pakpuh, Mas Subagyo, Mas Hari lan sdoyo kdang kinasih engkang sami pinarak, mugi kwilujengan tansah amberkahi.
  • Bunda Lia Untuk itu Dalam menyikapi hal hal demikian pelru adanya mulai mencari….keseimbangan diri ( yang bagaimana ??) kedalam hingga keseimbangan secara….siklus akan memberikan kseimbangan diri keluar.Ini sudah tidak bsia ditawar lagi.Dengan kita bisa memberikan keseimbangan ke dalam ..Posisi kita akan kokoh disaat menemukan sebuah hambatan. Disaat kita menemukan sebuah
    kemakmuran kita akan berlaku andap asor tidak mengunggulkan ke Akuannya..dan kesombongannya .Sebuah Prinsip Idealis bagus bahkan sangat bagus dengan catatan dalam posisi seimbang,bukan sepihak.Dari uraian diatas manusia hidup dibatasi oleh hidup Nyata dan cenderung melihat sebuah Materisebagai
    Tolak ukur kemakmuran sesoerang.Secara Otomatis cenderung dalam menyikapi sesuatu seseorang yang hidup berkelimpahan layak mendapatkan penghormatan dan ini sudah tidak bisa dipungkiri hingga manusia cenderung mencari Jati DIiri sebatas itu.
  • Abdul Lathif .
    Selamat Malam Pula, saya aturkan kepada Mas Misterr………..
  • Bunda Lia Patut diakui ,,sebuah Laku spiritual layak mulai diposisikan dalam
    perjalanan hidup kita.Secara keseimbangan Spiritual akan membawa kemakmuranhidup . Kemakmuran hidup bahkan yang paling sederhanapun dimana ada kehidupan batin yang tenang sangat patut disukuri.Lebih sederhana lagi kita masih diberikan nafas Gratis sudah sangat bersukur. Sekali kita mengeluh,,,sekali itu juga kita menanam Panggawe kita yang artinya kita akan membyuka Coba dan Goda dalam hidup.Sekali kita menoleh kebelakang ,bimbang,Cemas , Ragu disaat kita terjatuh saat itu juga kita melemahkan Iman kita akan Kebenaran.Tuhan Maha Kasih ,Coba dan Goda merupakan buah laku Panggawe kita. Apa yang kita lakukan itulah hasil entah saat itu ,,entah esok atau masa lampau. Disaat kita melakukan sebuah perjalanan hidup sisi Keimanan akan Kebenaran …Tuhan tidak bsia ditinggalkan.Saat kita meyakini / mengimani Tuhan saat itu juga Goda dan Coba berjalan berdampingan di setiap sepak terjang kita. Silahkan dibuktiokan bagaiman kita meyikapi sebuah Gioda dan Coba Kita mau anggap itu sebuah Coba dari Yang Maha Kuasa????Atau kita mau menyikapi dengan Sumeleh dan selalu Eling kalo itu adalah hasil dari Panggawe kita???yang artinya kalo kita menganggapo Coba dan Goda dari yang Maha Kuasa kita akan selalu meyalahkan Dia . Sungguh tidak sopan kalo memang kita bersikap demikian. Bukankah Tuhan itu Maha Kasih?? Sagnat diperlukan sebuah keseimbangan dalam laku maupun kawruh,.dalam arti sehebat apapun ajaran tanpa adanya laku yang benar tidak akan kekal.Sudah selayaknya kita mulai melihat Tuhan sebagai Mitra kita bukan sebagai ujung kesalahan. Sejauh apa kita memposisikan Diri dihadapan Tuhan ???? Monggo direnungkan ,Tuhan yang sudah Maha Segalanya… apakah masih butuh sesuatu??? Masih butuh dipuji ??? Disanjung???? ………SILAHKAN MERENUNG…. sebelum kita ke wedaran selanjutnya… mengingat Kanjeng Sunan Kali Jogo.
  • Subagyo Ucok Sampun dipun resepi,.monggo kalajutaken …Bunnn.
  • Misterr Jeans Sang Kinasih Monggo dilajengaken wdaranipun Ibunda..
  • Pakpuh Tegoeh kalo aku pilih berkawan dengan syetan .. supaya gak diganggu syetan .. dan berterima kasih sama syetan .. karena syetan yang selalu menguji keimanan dan ketaqwaan manusia, tergantung manusianya bisa tahan uji apa tidak … bagaimana denmas Agung Pambudi, gus Abdullah Ali, mas Subagyo Ucok, mas Abdul Lathif, mas Sang Suryagama… hahahahaha … lebih baik begitu .. daripada berkawan dengan muslim yang munafik, yang jelas-jelas BAPAK MOYANG-nya syetan … hahahahahaha
  • Pakpuh Tegoeh mas Subagyo Ucok, pake blangkon dan beskap … waduh top markotobbbbbb
  • Abdul Lathif .
    @PAK Puh : Kata-kata bisa menjadi doa, itu kalimat penjenengan beberapa hari yang lalu kepada saya…….
  • Subagyo Ucok matur nuwun Pakpuh teguh,..
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ Pakdhe menarik kita ke dalam wilayah yg paling krusial dan mendebarkan keimanan banyak orang,,,
  • Subagyo Ucok pakPuh he..2x. Malem ini gilirane siapa ya yng di jawel kawannya (syetan)wenak tenan iso oleh info teko pakpuh…
  • Pakpuh Tegoeh mas Abdul Lathif, salahkah aku?? prinsipku memang demikian, untuk meng-antisipasi gangguan syetan, kita harus mengerti tentang cara-cara syetan bekerja, karena mereka bisa bersembunyi dibalik symbol2 kebenaran, berkerudung jubah-jubah kebaikan bahkan terkadang kepalanya dihiasi dengan sorban-sorban kebajikan, jangan meremehkan syetan, mereka adalah “sifat” yang sangat disukai iblis, dan keberadaannya jauh sebelum kita, lebih pintar dari kita, lebih sakti dari kita, sementara kita yg mengandalkan kekuatan Yang Maha Kuat, tidak bisa memastikan apakah kita mendapatkan perlindungan dari-NYA, sebab kita tidak tau apakah kita benar2 disayangiNYA …
  • Bunda Lia Walah aku iso stres mas Teguh kang Dulah tuh dah lemot alias eror he he he… lemot tenan….
  • Pakpuh Tegoeh Bunda Lia, walah … yang penting gak error lahir bathin .. hahahaha
  • Prima Selindo hm semakin mantabz…..pakpuh..hm hehe..
  • Pakpuh Tegoeh mas Agung Pambudi, kalo mau dapat kakap, umpannya harus udang atau cumi … iya toh?? hahahahahahahahaha
  • Prima Selindo tatkala iblis menggugat tuhan….duhai tuhanku…ketika aku tidak mau sujud kepada adam…sesungguhnya aku ini mengikuti kemauan siapa ya tuhan ku…..
  • Pakpuh Tegoeh dan ketika Allah mengijinkan iblis untuk mengganggu anak cucu adam, secara gak langsung iblis telah ditugasi untuk itu …. bukankah begitu mas Agung Pambudi…??
  • Prima Selindo hai iblis..siro iku mung wayang kang tak cipto dadi …dadi yo kudu manut marang aku….wes menengo yo blis…lakokno tugas lan kwajibanmu…….
  • Ayu Dewi Lestari Sugeng dhalu Mamaku tercinta,,,,,salam sayank dan kangenku,,,,,
  • Prima Selindo sinambi nyruput wedhang jahe…hm..monggo…pakpuh,,hmmm
  • Pakpuh Tegoeh mas Agung Pambudi, lha aku didukung terus ?/ kapan aku dapat kakap-nya . hehehehehehe melu nyruput kopi .. rehat dulu
  • Ayu Dewi Lestari Sugeng dhalu mas agung,,,pak poeh teguh,,,,,om abdullah,,,,,,salam kasihku
  • Prima Selindo rokok klobot sarung jagung..sarwo suwung jagad agung….hheee pak puh..adanya jisokam..nggak papa ya….wah nganti lali boso…ngapunten..hehee
  • Prima Selindo sugeng sumunarung condro dik gadis..condro ing saklebeting qolbu..ehee
  • Pakpuh Tegoeh malam anak Gadis Exsprit-ku … jangan kemana-mana, tunggu setelah yang satu ini … heheheheheh (iklan.com)
  • Pakpuh Tegoeh mas Agung Pambudi, aku malah seneng sing ra boso, supaya gak ada lagi jarak antara kita …. hehehehehehehe
  • Bunda Lia Birahi ananireku,
    aranira Allah jati.
    Tanana kalih tetiga,
    sapa wruha yen wus dadi,
    ingsun weruh pesti nora,
    ngarani namanireki

    Sipat jamal ta puniku,
    ingkang kinen angarani,
    pepakane ana ika,
    akon ngarani puniki,
    iya Allah angandika,
    mring Muhammad kang kekasih.

    Yen tanana sira iku,
    ingsun tanana ngarani,
    mung sira ngarani ing wang,
    dene tunggal lan sireki iya Ingsun iya sira,
    aranira aran mami

    Tauhid hidayat sireku,
    tunggal lawan Sang Hyang Widhi,
    tunggal sira lawan Allah,
    uga donya uga akhir,
    ya rumangsana pangeran,
    ya Allah ana nireki.

    Ruh idhofi neng sireku,
    makrifat ya den arani,
    uripe ingaranan Syahdat,
    urip tunggil jroning urip sujud rukuk pangasonya,
    rukuk pamore Hyang Widhi

    Sekarat tananamu nyamur,
    ja melu yen sira wedi,
    lan ja melu-melu Allah,
    iku aran sakaratil,
    ruh idhofi mati tannana,
    urip mati mati urip.

    Liring mati sajroning ngahurip,
    iya urip sajtoning pejah,
    urip bae selawase,
    kang mati nepsu iku,
    badan dhohir ingkang nglakoni,
    katampan badan kang nyata,
    pamore sawujud, pagene ngrasa matiya,
    Syekh Malaya (S.Kalijaga) den padhang sira nampani,
    Wahyu prapta nugraha.
  • Prima Selindo E E lha dalah tibakno lbls lku yo dumadi saking nur muhammad..lek ngono….isilah titik titik dibawah ini…hehee.
  • Ayu Dewi Lestari Terima kasih mas agung,,,salam sejahtera selalu,,
  • Ayu Dewi Lestari Pak poeh teguh,,aku masih di sini,,,,
  • Bunda Lia Timbullah hasrat kehendak Allah menjadikan terwujudnya dirimu; dengan adanya wujud dirimu menunjukkan akan adanya Allah dengan sesungguhnya; Allah itu tidak mungkin ada dua apalagi tiga. Siapa yang mengetahui asal muasal kejadian dirinya, saya berani memastikan bahwa orang itu tidak akan membanggakan dirinya sendiri.

    Ada pun sifat jamal (sifat terpuji/bagus) itu ialah, sifat yang selalu berusaha menyebutkan, bahwa pada dasarnya adanya dirinya, karena ada yang mewujudkan adanya. Demikianlah yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang menjadi Kekasih-Nya

    Kalau tidak ada dirimu, Allah tidak dikenal/disebut-sebut; Hanya dengan sebab ada kamulah yang menyebutkan keberadaan-Ku; Sehingga kelihatan seolah-olah satu dengan dirimu. Adanya AKU, Allah, menjadikan dirimu. Wujudmu menunjukkan adanya Dzatku

    Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Allah, baik di dunia maupun di akherat. Dan kamu merasa bahwa Allah itu ada dalam dirimu

    Ruh idhofi ada dalam dirimu. Makrifat sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat (kesaksian), hidup tunggal dalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan pilihan.

    Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal (sekarat) tidak terjadi padamu. Jangan takut menghadapi sakratulmaut, dan jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat. Ruh idhofi tak akan mati; Hidup mati, mati hidup

    mati di dalam kehidupan. Atau sama dengan hidup dalam kematian. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sirna, sukma mukhsa. Jelasnya mengalami kematian! Syeh Malaya (S.Kalijaga), terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan hatimu yang lapang. Anugerah berupa wahyu akan datang padamu.

    Dari wejangan tersebut kita bisa lebih mengenal GUSTI ALLAH dan seharusnya manusia tidak takut untuk menghadapi kematian. Disamping itu juga terdapat wejangan tentang bagaimana seharusnya semedi yang disebut “mati sajroning ngahurip” dan
    bagaimana dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ menelusuri ketetapan Allah swt dgn menghilangkan kehendak pribadi, kita telah memasuki ‘tajrid’ yg juga krusial,,,
  • Subagyo Ucok Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

    AMAT RUGILAH MANUSIA YANG TIDAK MEMANFA’ATKAN WAKTUNYA UNTUK BERBAKTI 1. Demi masa.

    2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian .3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.siapakah yang termasuk dalam golongan yang merugi.:ini=1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, 2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,4. sekali-kali tidak! 5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,7. yang (membakar) sampai ke hati.8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.bahwa orang-orang yang suka mencela orang-orang lain, suka memfitnah dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak dinafkahkannya di jalan Allah, akan diazab.
  • Prima Selindo sugeng ndalu kang mas zaedin salam rahayu..
  • Prima Selindo kang mas Subagyo..sugeng ing madyaning ratri kang mas..mugi tansah pinaringan rahayu wilujeng..
  • Pakpuh Tegoeh tengiri dan kakap mulai mengambang … hehehehehehehe
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ teori nurmuhammad sebenarnya berangkat dari pendapat satu tokoh sufi, tp mengapa menjadi rujukan laris-manis di Jawa?
  • Subagyo Ucok mugi mugi semono ugi panjenengan mas Agung pambudi,salam mituhu raos,.
  • Prima Selindo karna orang jawa suka sekali minarakke dayoh..apa ya gitu ya kang mas zaedin..
  • Abdul Lathif .
    Waduh iki wis wayahe masak air iki…….. siapa yang jaga hari ini……??????
  • Prima Selindo ageman apa yang tidak menjadi besar di nusantara ini….karna minarakke dayoh ….hehe
  • Prima Selindo e dayohe teko..e ..bebrno kloso…e…
  • Bunda Lia Kang kuat… kuat kuat…kuat … Masya Allah kang Dullah… arep nemu opo wong2 iki yo…kurang ajar tenan… yo to yoh… tak ndeme neng ati kang Dullah…
  • Abdul Lathif .
    @Mbakyu : Wonten nopo maleh…?????
  • Prima Selindo kakang abdullah kang kinasih salam rahayu kang mas..
  • Pakpuh Tegoeh e klosone bedah … e tembel-en jadah … e jadah-e mambu … e pakakno aku .. eh salah .. pakakno asu …. hehehehe wedus gemblung udah gak lemot …. hahahahahahahahaha
  • Prima Selindo DAN KETIKA SEJUTA IBLIS BERSYAHADAT……..HM..PIYE TERUSE..
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ heheheee iya, tapi mungkin juga krn orang jawa paling getol ‘selawatan’ (seharusnya, sholawatan), itu baru mungkin,,,
  • Bunda Lia ILIR-ILIR
    Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure wus sumilir
    Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
    Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
    Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
    Dodotira, dodotira kumitir bedah ing pingggir
    Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
    Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
    Ya suraka, surak hiya
    Bagi masyarakat Jawa tembang ini bukan sekedar tembang dolanan biasa. Terkandung makna mendalam dalam tembang sederhana ini. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang menciptakan tembang ini. Karena tembang ini sudah ada sejak ratusan tahun silam.
    Dilihat dari kedekatan Sunan Kalijaga dengan budaya Jawa dan fakta bahwa beliaulah pencipta beberapa kesenian Jawa yang digunakan sebagai media syiar agama Islam, sebagian besar masyarakat Jawa berpendapat bahwa Sunan Kalijaga-lah yang merupakan pencipta tembang ini.
  • Prima Selindo LIR ILIR SUKMANE WUS SUMILIR WUS TAK LUKU WUS TAK GARU ..E JALMO ENGGAL DAWUNGU..(syair yang ini kok nggak pernah dilantunkan ya..padahal disini loh inti sarinya..apa sengaja di umpetin..wah)
  • Subagyo Ucok Bunn ,meniko dalem aturi menopo kados pundi,kadang engkang tasik teng jawi sinambi songgo uwang puniko: Heeee poro dulur sedoyo :
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ lanjutkan Diajeng, krn perjalanan masih panjang,,,
  • Bunda Lia Makna yang terkandung dalam tembang
    Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure wus sumilir
    Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi.
    Kanjeng Sunan mengingatkan agar masyarakat Islam segera bangun dan beraktivitas. Saatnya telah tiba, bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

    Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
    Warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
    Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan bagai pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa ketentraman bagi orang-orang sekitarnya.
    Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
    Anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.
    Gembala disini adalah para pemimpin. Belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol lima rukun islam dan sholat lima waktu. Para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk menjadi suri tauladan bagi rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.
  • Pakpuh Tegoeh mas Agung Pambudi, diantara 10 lobang, yang satu harus ditutup, agar kehidupan terus berjalan bersama yang 9 (songo)…. hehehehe .. memang harus ada yang disembunyikan ….
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ klo artinya itu, itu satu penafsiran yg bersifat matematis Pakdhe,,,
  • Prima Selindo pak puh memang oye..
  • Subagyo Ucok Bunn niki wonten bocah nderek izin mlebet:kulo pitakoni kuwe opo kenal,sanjange tepang,(perkawis kajian ini)kuwe opo paham,njeh ngertos,opo bek lakoni,njeh sagah,saget mengulang ulang,njeh sekalian pun biasa aken, yo kono silahkan merasakan siramannya.
  • Bunda Lia Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
    Meskipun licin, tolong memanjatnya, untuk mencuci kain dodotmu.
    Dodot, sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara atau saat-saat penting. Buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan masyarakat Islam untuk tetap senantiasa melaksanakan lima rukun Islam dan mendirikan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

    Dodotira, dodotira kumitir bedah ing pingggir
    Kain dodotmu, telah rusak dan robek di bagian pinggir.
    Kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.
  • Pakpuh Tegoeh mas Muhamad Mukhtar Zaedin, begitulah “mungkin” cerita dipaparkan, analoginya – dalam tubuh kita ada 10 lobang, dan kalau yang satu, yg merupakan pusat (pusar) dibiarkan terbuka … coba bayangkan sendiri
  • Pakpuh Tegoeh mas Subagyo Ucok, yg begitu yg harus dipersilahkan masuk …hehehe
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ ‘pakaian’ bisa mengarah pada suatu arti atau makna yg lebih khusus atau umum, itulah kelebihan “ilmu tamsilan”,,,
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ heheheee Pakdhe,,,sebenarnya aku pngn nanya lagi, tapi enakan makan Empal Onta aja dulu aaaaaah hahahahahaaa
  • Bunda Lia Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
    Jahitlah, tisiklah untuk menghadap nanti sore
    Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragama yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.
    Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
    Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang. Selagi masih banyak waktu, selagi masih diberi kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.
    Ya suraka, surak hiya
    Bersoraklah, berteriak-lah Hiyo
    Pada saatnya nanti, panggilan dari Yang Maha Kuasa sampai, sewajarnyalah bagi mereka yang telah menjalankan kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.
    Demikianlah petunjuk dari Sunan Kalijaga beberapa abad yang silam, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petunjuk dari salah seorang waliyullah ini membuat kita semakin tafakur dan tawadu dalam menjalankan ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
  • Bunda Lia Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
    (BI) Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi
    (MS) Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

    Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
    (BI) Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
    (MS) Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.

    Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
    (BI) Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.
    (MS) Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

    Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
    (BI) Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu.
    (MS) Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara atau saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.
  • Bunda Lia Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

    Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
    (BI) Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek
    Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

    Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
    (BI) Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore
    (MS) Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.
  • Prima Selindo batik..rambating titik titik ya kang mas zaedin..hehe..
  • Bunda Lia Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane
    (BI) Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
    (MS) Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.

    Ya suraka, surak hiya
    (BI) Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA
    (MS) Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

    Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari salah seorang waliyullah kenamaan ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini. Amin, amin, amin…..
  • Prima Selindo kali=banyu jogo=angin siti=lemah jinar=geni..diwejang ing tengah tengah koyo nuthuk bonang………..
  • Prima Selindo bonang unine NANG….NANG….
  • Bunda Lia Itu makna yg terkandung didalamnya tembang Ilir-Ilir… Ha ha ha ada satu lagi saya akan sampaikan sebelum kita masuk ke ajaran Kanjeng Sunan Kali Jogo tentang ilmu pertanian… kita ingat satu tembang dolanan lagi yaitu Sluku2 Batok misalnya inipun juga bermakna sekali…
  • Bunda Lia SLUKU-SLUKU BATHOK

    Sluku-sluku bathok
    Bathoke ela-elo
    Si Rama menyang Solo
    Oleh-olehe payung montho
    Mak jenthit lolo lobah
    Wong mati ora obah
    Nek obah medeni bocah
    Nek urip goleko dhuwit.

    Sluku-sluku bathok
    berasal dari Bahasa Arab: Ghuslu-ghuslu bathnaka,
    artinya mandikanlah batinmu. Membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ kebersihan (bathin) itu sebagian dari iman, begitu kata Pakdhe di suatu kesempatan,,,
  • Prima Selindo wening ing penggalih ..begitulah suara malam disuatu keheningan menggema di telinga..
  • Bunda Lia Bathoke ela-elo
    Batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah, dikala menerima nikmat maupun musibah, sebab setiap persitiwa yang dialami manusia, pasti mengandung hikmah.

    Si Rama menyang Solo
    Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat. Allah menciptakan Jin dan manusia tidak lain adalah agar supaya menyembah, menghambakan diri kepada-Nya. Menyadari betapa besarnya anugerah dan jasa yang telah diperoleh manusia dan betapa bijaksana Allah dalam segala ketetapan dan pekerjaan-Nya. Kesadaran ini dapat mendorong seorang hamba untuk beribadah kepada Allah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima. Manusia sendirilah yang akan memperoleh manfaat ibadah yang dilakukannya.

    Oleh-oleh payung muntho
    Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut. Manusia hidup di alam dunia tidak sekedar memburu kepentingan duniawi saja, tetapi harus seimbang dengan urusan-urusan ukhrowi. Kesadaran akan hidup yang kekal di akhirat, menumbuhkan semangat untuk mencari bekal yang diperlukan.
  • Bunda Lia Mak jentit lolo lobah wong mati ora obah, nek obah medeni bocah, nek urip golekko dhuwit
    Kalau sudah sampai saatnya, mati itu sak jenthitan selesai, habis itu tidak bergerak. Walau ketika hidup sebagai raja diraja, sugih bondo-bandhu, mukti wibawa, ketika mati tidak ada yang dibawa. Ketika masih hidup supaya berkarya, giat berusaha.
    Demikian, kilas balik rekaman masa kanak-kanak ketika ngaji di surau. Jethungan, gebak sodor, jamuran dan model-model permainan lainya, penuh simbol menuju kesadaran beragama. Dengan sarana-prasarana serta serta fasilitas yang murah-meriah, pesan-pesan moral dapat terserap di hati masyarakat.
    Dakwah keagamaan dalam perkembangannya telah mengalami berbagai perubahan bentuk cara dan penekanan. Dahulu pemaparan ajaran agama dititik beratkan pada usaha mengaitkan ajaran-ajarannya dengan alam metafisika, sehingga surga, neraka, nilai pahala dan beratnya siksaan mewarnai hampir setiap ajakan keagamaan.
  • Prima Selindo la=…ilaha=…..illa=….allah=…..
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ bekal itu sedikit dan perjalanan itu jauh, sangat jauuuuh,,,
  • Prima Selindo alif= …lam=….lam=……ha=…….
  • Bunda Lia Mas Agung he he he baik akan saya babarkan masalah PERTANIAN ajaran Kanjeng Sunan Kali Jogo… Sunan Kalijaga mengajar petani dengan filsafat luku dan pacul,semua bagiannya mempunyai makna keagamaan yang dalam.Inilah cara wali mengajarkan kepada wong tani dengan kearifan lokal,sesuai dengan pengetahuan mereka.Bagi wong tani,penemuan alat baru dibidang pertanian merupakan anugerah yang patut dipelajari dan diikuti.Sebab,peralatan baru itu pasti memberikan fasilitas kemudahan bagi para petani untuk bekerja lebih efisien,yaitu mudah dan murah,tetapi dengan hasil yang banyak.Salah satunya adalah penemuan luku (bajak) dan pacul (cangkul),yang konon diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.
  • Prima Selindo mlaku mundur ning sejatine maju nang ngarep
  • Bunda Lia Soal penemuan bendanya bisa diperdebadkan,bisa saja kedua benda ini lebih dulu ditemukan sebelum lahirnya Sunan Kalijaga.tetapi dalam hal ini,beliaulah yang dipercaya masyarakat Jawa sebagai orang yang memberikan tafsir terhadap ajaran filsafat tentang luku dan pacul dengan segala maknanya.Dengan begitu,orang Jawa menganggap Sunan Kalijaga sebagai penemu luku dan pacul.
    Sebelum ditemukan alat luku dan pacul ini,petani kuno menggunakan hewan,biasanya kerbau,untuk menginjak-injak tanah sebelum ditanami benih padi.Hal seperti ini pernah terjadi ketika banyak petani Timor Timur pada tahun 1970-an yang belajar pertanian di pedesaan Jawa.Mereka menceritakan,di daerahnya sebelum menggunakan luku dan pacul,mereka mengolah sawah menggunakan kerbau yang digiring atau berlari-lari di area sawah.Setelah terbajak,baru sawah tersebut ditanami benih padi.Begitu juga,mungkin yang dilakukan petani pada abad ke-15 sebelum ditemukan luku dan pacul’
  • Prima Selindo wus tak luku wus tak garu’e jalmo enggal dawungu..
  • Bunda Lia Konon,dalam cerita rakyat itu,banyak petani di tanah Jawa yang kemudian ngangsu kaweruh (mencari ilmu) ke Demak,khususnya ke Kadilangu,tempat kediaman Sunan Kalijaga.Kanjeng Sunan memberikan penjelasan tentang fungsi kedua alat ini secara teknis,juga ditambahi dengan berbagai makna lambing filsafah dari bagian-bagian luku dan pacul.Ajaran-ajaran itu kemudian dituturkan kepada para petani secara turun temurun.
    Ajaran Sunan Kalijaga tentang pertanian,khususnya tafsir terhadap alat luku dan pacul merupakan ajaran yang diikuti wong tani secara turun temurun.Tentang luku,umpamanya,Kanjeng Sunan memberikan makna simbolis dan bagian-bagiannya yang mengandung ajaran-ajaran dalam kehidupan manusia di dunia dan akhirat.
    Luku mempunyai bagian-bagian tertentu yang saling berhubungan dan menyatu,sehingga menjadikan alat itu fungsional secara efisien dan efktif.Pertama,cekelan atau pegangan.Maksudnya,manusia hidup harus memiliki pegangan,atau sebagai pedoman hidup.Bagi para murid Sunan kala itu,pedoman hidup itu adalah kepercayaan kepada Allah SWT dan mengikuti syariat Allah yang dibawa Nabi Muhammad SAW,yaitu agama islam.Karena itulah,banyak petani Jawa yang kemudian beralih agama ke islam. PACUL

    Pacul dari kata Ngipatake barang kang muncul / membuang bagian yang mendugul (semacam benjolan yang tidak rata), Sifatnya memperbaiki. Sebagai umat islam kita harus selalu berbuat baik dan selalu memperbaiki hidup kita yang bergelimang dosa. Maka, seperti halnya pacul yang baik, yaitu kuat dan tajam, kita harus kuat iman dan tajam pikiran kita untuk selalu berbuat kebaikan…

  • Bawak dari kata obahing awak / geraknya tubuh. Maksudnya : sebagai orang hidup kita wajib bergerak agar tubuh selalu sehat. Sudah semestinya sebagai manusia yang beriman dan berpikiran sehat, kita wajib berikhtiar. Seperti halnya bekerja untuk memperoleh nafkah lahir demi kelangsungan hidup didunia dan bergerak mengerjakan amal ibadah yang di syariatkan untuk memperoleh nafkah batin sebagai bekal dikehidupan akherat.

    DORAN
    Doran yang berasal dari kata donga marang pangeran / berdo’a kepada Tuhan. Maksudnya : kita sebagai manusia harus selalu berdo’a kepada Allah. Karena doa ini juga bagian vital dari ibadah. Apalagi sholat lima waktu dalam sehari merupakan kewajiban umat islam yang tidak bisa ditawar – tawar lagi dan harus dilaksanakan sepenuhnya.
    Jadi falsafah pacul tersebut mengandung makna ajaran agama yang tinggi nilainya.
    Selamat Mencangkul. . ..hehehe..

  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ cangkul, cangkul yg dalam,,,
  • Bunda Lia Kedua,pancadan atau tumpuan.Maksud symbol benda ini adalah amalan.Semua ilmu atau pengetahuan itu harus diamalkan.dalam ajaran agama islam,setiap orang yang telah mengetahui ilmu atau pengetahuan agama harus mengamalkannya.Ada anjuran pula,”Sampaikanlah ilmu yang kamu dapat dari Al-Qur’an meski hanya satu ayat.”Jadi,pedoman hidup yang dimiliki itu harus diamalkan dan disampaikan kepada orang lain,sehingga kita tidak disebut jarkoni (bisa ngajar,ora bisa nglakoni).
    Ketiga,tandhing atau pasak.Maksudnya adalah membanding-bandingkan.Disini bukan dalam arti iri dengki.Melainkan,ilmu perbandingan (komparasi) merupakan sarana bisa memutuskan secara tepat,apa pilihan yang terbaik dari berbagai macam pilihan yang ada.Kita memiliki pedoman hidup sendiri,tentu saja ada pedoman hidup lain diluar kita,maka pasti akan muncul perbandingan.Perbandingan inilah yang kemudian membuat orang Jawa yang pada waktu itu mengikuti ajaran-ajaran islam yang disampaikan Sunan Kalijaga,meninggalkan ajaran-ajaran atau pedoman hidup sebelumnya.Karena ajaran atau pedoman hidup yang baru itu ternyata lebih cocok dari pada pedoman sebelumnya.
  • Prima Selindo turi turi putih..tak tandur.ning kebon agung…hhihihi….
  • Bunda Lia Keempat,singkal atau alat pembalik tanah..Singkal ini diartikan secara singkat denagn makna sing sugih akal(kaya atau luas pemikirannya).Jadi,seorang petani tidak boleh lekas menyerah pada nasib,atau fatalis,tetapi harus bekerja keras dan berpikir cerdas,kreatif untuk mengolah sawah dengan pengelolaan (manajemen)serta alat baru (inovasi),sehingga menghasilkan kerja yang lebih baik.Penemuan alat-alat baru dibidang pertanian saat ini,seperti benih unggul,pupuk,mesin-mesin pertanian dsb.tidak lepas dari peran petani sendiri serta ilmuwan sing sugih akal.Begitu juga didalam kehidupan,selain tetap berpedoman pada agama,kita juga perlu menambah ilmu pengetahuan.Sebab,agama tanpa ilmu akan menjadi lumpuh,sebaliknya ilmu tanpa agama akan menjadi buta.
    Kelima,kajen atau mata singkal.Kata ini berasal dari keijen,artinya menuju kepada yang satu.Yaitu,satunya pikiran,bulatnya tekad menuju satu tujuan atau cita-cita.Dalam bernegara,umpamanya bertujuan “baldhatun thoyyibatun warabbun ghafur” . (Negara yang makmur sejahtera dibawah naungan dan ampunan Allah),atau bahasa dalang,tata tentrem karta raharja,gemah ripah loh jinawi.
  • Bunda Lia Keenam,olang-aling atau penghalang.Dalam menempuh suatu tujuan atau cita-cita,pasti ada ujian atau halangan yang merintangi.Tuhan berfirman,orang yang beriman itu bukan orang yang tidak pernah diuji,orang yang beriman dan dicintai Allah justru orang-orang yang banyak ujiannya.Ujian,kendala,atau rintangan selalu ada dihadapan perjalanan hidup manusia.Karena itulah manusia diwajibkan berikhtiar,berusaha dan harus sing sugih akal.Manusia tidak boleh menyerah kepada nasib,thenguk-thenguk nemu kethuk.Berharap sesuatu tanpa kerja.Kita bisa mengatakan sugih tanpa bhanda,kaya tanpa harta.Tetapi kita tidak bisa mengatakan”kaya tanpa kerja”sebab ujian kaya adalah bekerja.Intinya,bagaimana wong tani tersebut menghadapi setiap peluang itu menjadi keuntungan,dan akhirnya keuntungan itu menjadi keagungan di dunia akhirat.
    Bagian yang terakhir,racuk atau ujung luku.Diambil dari kata arah pucuk,yaitu arah depan dan atas.Artinya,setiap menghadapi penghalang tadi,kita harus sabar,tawakal,dan ikhlas,kendati tidak pernah melepaskan apa yang sedang menjadi cita-cita kita.
  • Pakpuh Tegoeh celered tibo nyamplung … mbok iro kembang-e opo?? … eh .. betul gak mas Agung Pambudi..??
  • Bunda Lia Dalam tulisan di atas,Sunan Kalijaga dianggap sebagai penemu luku,yang memaknai symbol-simbol alat bajak itu sebagai ajaran hidup bagi wong tani.Begitu juga Kanjeng Sunan dipercayai sebagai penemu pacul dan luku.
    Penemuan alat pacul yang dinisbahkan kepada Sunan Kalijaga masih diperdebatkan,tetapi pengakuan ini didasarkan seperti pada kasus wayang kulit.Cerita wayang serta peraganya sudah lama ditemukan orang Jawa,tetapi Sunan Kalijaga mampu membesut cerita wayang ini menjadi bernapas islam serta dengan penampilan yang baru dan falsafah baru,sehingga beliaulah yang dianggap penemu wayang kulit.
    Begitulah,bisa jadi pacul sudah lama ditemukan sebelum Sunan Kalijaga,tetapi makna simbolis pacul,sehingga memuat ajaran agung,adalah hasil kreatifitas Sunan Kalijaga.Sudah menjadi strategi dakwah Sunan Kalijaga bahwa beliau menggunakan cara tapa ngeli.Ngeli tapi ora keli.Maksudnya tetap mengikuti ombak kehidupan masyarakat,tetapi beliau memberikan makna baru kepada arus zaman itu.
  • Prima Selindo he he nuwun injih kang mas…
  • Bunda Lia Begitulah,islam diajarkan lewat perlambang alat-alat pertanian.Dengan begitu,mereka akan lebih dekat pengertiannya terhadap agama islam.Kanjeng Sunan sadar,agama islam dating dari negeri Arab,kitabnya juga memakai bahasa Arab,shalatnya juga memakai bahasa Arab.Itu mungkin sangat menyulitkan pengikut baru yang sebelumnya sudah biasa dengan ajaran lama menggunakan bahasa Jawa.Dalam kaidah islam,prinsip itu “Tetap mengikuti tradisi lama yang baik,tetapi akan memakai tradisi baru kalau tradisi itu terbukti lebih baik lagi,”
    Karena itulah,ketika menjadi mubalig keliling,sehingga mendapat gelar Sunan Malaya,Kanjeng Sunan harus menggunakan berbagai cara,sehingga rakyat paham apa itu islam,dengan tidak mencabut budaya lama yang telah mereka terapkan.Ini terbukti,tidak hanya luku dan pacul yang diberikan makna filosofil kehidupan,tetapi benda-benda lain juga diberikan makna yang selaras dengan pengertian masyarakat.
    Kentongan umpamanya.Oleh Kanjeng Sunan Kalijaga,suara kentongan itu diberi makna tertentu.Suara”tong tong tong”artinya,”Hai masjidnya masih kosong !! .Karena itu,kalau mendengar kentongan ,lekas dating ke masjid atau mushala.Lebih lanjut lagi kentongan sekarang bertambah fungsi menjadi alat ronda di pedesaan.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ menanam butuh kesabaran agar bisa memetik dan menuai pada waktunya, hihihihihiiiiixxx
  • Bunda Lia Kang Dullah awakke seneng Dewi….. opo???
  • Prima Selindo aku suka dewiku dewi hijau…..hihihi…
  • Prima Selindo tak ijo royo royo..kang mas zaedin..he he
  • Bunda Lia He he he mas Agungku Hijau…. adalah warna perlambang agama Islam yang saat itu kemunculannya bagaikan pengantin baru dan sangat menarik hati. Hijau juga berarti pertumbuhan dan kemudaan.
    Syair di atas tidak menuliskan: “Wahai Raja”, “Ulama, Ulama”, “Pak Jendral, Pak Jendral”, “Intelektual, Intelektual” atau apapun lainnya, melainkan “Bocah Angon, Bocah Angon…”. Ini menunjukkan bahwa syair ini ditujukan juga bagi wong cilik, orang kebanyakan. Karena sesungguhnya orang kebanyakan pun mempunyai tanggungjawab atau amanah sendiri-sendiri. Kullukum roin wa kullukum mas’ulum ‘an roiyatih. Ro’in sendiri dalam bahasa arab biasa diartikan sebagai gembala. Masa kecil Rasullah juga seorang gembala. Orang kecil yang mempunyai amanah yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ nek aku Dewi Setyowati,,, hihihihiiiiixxx (ono po ora yo?) hahahahahaaaa
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ udu ijo royo royo Gusagung, tapi item manis nyeeeeees hahahahahaaaa
  • Prima Selindo Ana tetesing rasa kang wola wali pakartine,cetho yen kabeh kuwi ora mung sepisan gawe,kang ateges marambah-rambah nganti kena diarani datan ana pedhote,utawa langgeng,tetep,adjeg,kaya dene getere jejantungira.
    Wadhah kanggo papane dhawuh kang wus manunggal kalawan bumi,tegese
    wadhahlan isine ora bisa pisah,utawa sing andhawuhi lan sing diparinggi
    dhawuh wus nyawidji..
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ Kangdullah,,,nek (bus) Dewi Sri aku wedi ngebut,,, hahahahaaaaa
  • Prima Selindo kaya dene sing nandur lan sing di tandur..he he..lha kari nandur opo..
  • Bunda Lia Mas Mukhtar… Jangan diteruskan mas…..
    Harus dipanjat dengan hati-hati untuk memperoleh buahnya, bukan ditebang, dirobohkan dan diperebutkan. Ini menjaga kelangsungan dari berkah sang pohon blimbing agar tetap bisa memberikan buahnya di masa yang a…Lihat Selengkapnya
  • Bunda Lia Rumput akan tumbuh dgn sendirinya walaupun ditanam … tatkala manusia bertanya… pada bulan bintang dan matahari… bahkan sesampainya dilaut bertanya pada ombak dan batu karang … tiada menemukan jawaban … maka Ebit G Ade menyarankan bertanyalah pada rumput yang bergoyang…
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ Kangdullah,,,nek tukule jagung, piye jal? hahahahahaaa
  • Prima Selindo sejumput rumput dimakan biri biri..dan menjadi susu untuk kosumsi sang bayi…hhiiihihi
  • Bunda Lia Ya mas Mukhtar …aku disini mas….
  • Prima Selindo bayine diombeni susu sapi..lha yang itu buat siapa hayo hihihihii..
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ mengapa berakhir di rumput yg bergoyang Diajeng? heheheheee
  • Prima Selindo hahhhhahaha..kang dullah…ayo lanjutkan..haha
  • Pakpuh Tegoeh tiba tiba KANG BARIDIN berpantun sambil memandangi foto Bunda Lia yg berkebaya merah ; “godhong waru kok bolong-bolong … ono wong ayu kok moblong-moblong …??” .. mas Agung Pambudi, gus Abdullah Ali, … HAHAHAHAHAHAHAHA
  • Prima Selindo pari ki jan- jane yo bongso rerumputan..rumput yang bergoyang ora ono liyo hanamung pari kang wus isi…gondal gandul..kabotan isi .ngambung ibu bumi..karono sangkan parane ….hehehe
  • Bunda Lia Mas Mukhlas karena kekenyangan susu sapi….
  • Prima Selindo hahahaahha.
  • Prima Selindo lha yen mangkono opo bedane antarane pari lan suket..kwkwkwkw
  • Bunda Lia Mas Teguh… ha ha ha , mas Agung … disindir mas Tegoeh … ha ha ha
  • Prima Selindo pari kang isi dadi sego yen wus diliwet……suket dadi susu….yen bar mangan sego terus ngombe susu…dan ahirnya di dalam ….halo kita jumpa lagi…..heheh
  • Prima Selindo suket lan pari bersyahadat maneh huahahahahahahaha
  • Muhamad Mukhtar Zaedin BundaLia@hmmmm Diajeng,,,glek gkgkgkgkgkgkgkgkgkkkkkk
  • Bunda Lia He he he ya mas aku kan dah dekatmu to yo mas Mukhtar….
  • Pakpuh Tegoeh walah parak esuk ngomongne susu … ngelu sirahku … hahahahaha
  • Prima Selindo pak puh…hehe
  • Pakpuh Tegoeh mas mukhtar … klepeg … klepeg … klepeg .. gubrakgkgk glek
  • Pakpuh Tegoeh gus ali … siwak opo yo memper rasane koyo susu ..??? hahahahaha
  • Bunda Lia Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni…. seperti susu sapi…,
  • Pakpuh Tegoeh susu sapi sekarang sudah tak murni lagi bunda … hahahahaha
  • Pakpuh Tegoeh sih apik deleh ngendi gus ..???
  • Pakpuh Tegoeh mas mukhtar kewarek-en susu … trus bobok …. hahahahahaha
  • Bunda Lia Walah mas Hajiku nyambung wae… ha ha ah ah aha
  • Pakpuh Tegoeh nyambung terus Bunda Lia, biar gayeng .. mumpung gus ali gak lemot …. hahahahahaha
  • Pakpuh Tegoeh mbak Wulandari Muis, limpungnya masih gak?? aku kok laper ya?? … hehehehehe
  • Pakpuh Tegoeh bapak karo anak rebutan ..(susu) .. HAHAHAHAHAHAHA
  • Wulandari Muis Pakpuh masih banyak monggo kulo aturi sepiring
  • Prima Selindo sepi-ring..sepi anggene ngring….hhiihii
  • Pakpuh Tegoeh mas Agung Pambudi,saatnya … DIAM DALAM DIAM …
  • Prima Selindo wow..diam…adalah bahasa sunyi cinta…pak puh…monggo nderek aken MAHENING SUCI……
  • Pakpuh Tegoeh assalamu’alaikum warrohmatullahi wa barokatuh …. kagem sedoyo
  • Ariyo Hadiwijoyo iya bunda…makasih…salam kemawon kagem sdoyo kinasih…rahayu…semurni susu fresh
  • Herdiman Sastrosudirdjo esuk-esuk wis podo karipan kabeh…… hheemmmmMM….
Iklan

Posted on Juni 11, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: