LAUTKU SAHABATKU.

Lautku, sahabatku… kaulah teman setia saat hati ini sedang gundah dan gelisah….
Sahabatku kau…. Laksana safir biru yang terbentang luas… pesonamu bagaikan permata dihatiku… kau ajari aku dalam kesabaran …. Terimakasih sahabatku….
Ombak menderu dari berbagai arah sehingga membentuk kotak… sungguh tak seorangpun tau makna garis liukan genit ombakmu…. Tampah cahaya pesona bermandikan indahnya cahaya surya…. Lautku engkau pula yang membuat hatiku berdesir…. Gemetar ingin rasanya aku melangkah diatas gelombang ombak sebatas karang itu… mengapa kau melarangku saat kumelangkah kesana seiring desiran ombak di pasir tempatku berdiri… namun desiran ombakmu berbisik mengabarkan kaupun juga rindu padaku….. angin timur terus menerpa kalbuku yg sedang bertanya… mengapa aku sering merindukanmu …. Masa kecilku kau ijinkan aku bertandang ketempat dimana kau berada…. Namun mengapa setelah usiaku tua kau tak mau lagi mengajakku berlama disana… Sudah pudarkah rindu malammu padaku…. adakah gerangan salahku padamu…. Sahabatku… bila kau marah biarlah aku berdiri disini menatapmu tanpa bosan …. Aku tak akan lelah hadir dihadapanmu sahabatku hingga dirimu meraih tanganku lagi untuk mengajakku bercanda… sekali waktu kau ajarkan aku tentang kidung kehidupan…. Aku yang tak henti tuk kagumimu ingin kunikmati setiap pesona biru warna tubuhmu dan walau karam,kalbuku untukmu syahdunya percikan airmu kecil mengajakku dan membawa kehadapanmu…. seolah ajakku turut serta dan kan kulangkahkan kaki perlahan sampai dingin airmu menyambut seluruh ragaku…. Semusim kita bersama…. Apapun rintangan aku tetap sahabat baikmu pula…. Terimakasih sahabat kau hadir lama dalam mimpiku….
Foto: Lautku, sahabatku… kaulah teman setia saat hati ini sedang gundah dan gelisah….
Sahabatku kau…. Laksana safir biru yang terbentang luas… pesonamu bagaikan permata dihatiku… kau ajari aku dalam kesabaran …. Terimakasih sahabatku….
Ombak menderu dari berbagai arah sehingga membentuk kotak… sungguh tak seorangpun tau makna garis liukan genit ombakmu…. Tampah cahaya pesona bermandikan indahnya cahaya surya…. Lautku engkau pula yang membuat hatiku berdesir…. Gemetar ingin rasanya aku melangkah diatas gelombang ombak sebatas karang itu… mengapa kau melarangku saat kumelangkah kesana seiring desiran ombak di pasir tempatku berdiri… namun desiran ombakmu berbisik mengabarkan kaupun juga rindu padaku…..  angin timur terus menerpa kalbuku yg sedang bertanya… mengapa aku sering merindukanmu …. Masa kecilku kau ijinkan aku bertandang ketempat dimana kau berada…. Namun mengapa setelah usiaku tua kau tak mau lagi mengajakku berlama disana… Sudah pudarkah rindu malammu padaku…. adakah gerangan salahku padamu…. Sahabatku… bila kau marah biarlah aku berdiri disini menatapmu tanpa bosan …. Aku tak akan lelah hadir dihadapanmu sahabatku hingga dirimu meraih tanganku lagi untuk mengajakku bercanda… sekali waktu kau ajarkan aku tentang kidung kehidupan…. Aku yang tak henti tuk kagumimu ingin kunikmati setiap pesona biru  warna tubuhmu dan walau karam,kalbuku untukmu syahdunya percikan airmu kecil mengajakku dan membawa kehadapanmu…. seolah ajakku turut serta dan kan kulangkahkan kaki perlahan sampai dingin airmu menyambut seluruh ragaku…. Semusim kita bersama…. Apapun rintangan aku tetap sahabat baikmu pula…. Terimakasih sahabat kau hadir lama dalam mimpiku….
  • Muhammad Margo Mulyo ganteng banget nihh klo udah bawa kerudung hijau.. hehehe malam Bunda Lia ..
  • Aam Gebes syairnya luar biasa ,,
  • Jagad Satria Hmm……met mlm bunda….
  • Muhammad Margo Mulyo Bunda Lia baek-baek kak.. klo malam gini banyak JIN SROBOT.. AHHAHAHAH met tdr aja kak.. sampai jumpa di manding serut,.
  • Abdul Lathif .
    Assalamu’alaikum……
    Atur kinurmatan kula YUnda….. Saya masih sangat trauma……
  • Yans Setiaone super sekali..met malam tuk semua.
  • Kang Edy Yusuf Ritonga Selamat malam Ibunda Guru terkasih … Setiap baris kata2 pada tulisan Ibunda memiliki makna ..
  • Jagad Satria Kena apa mas abdull,.? Kok nyampe trauma..
  • Sumedi Ro Koesumo Koesumo inggih sugeng ndalu lah monggo dipun terasaken anggenipun rerembagan kalyan ngopi dalem medal pasilan rumiyin,
  • Abdul Lathif .
    Mas Jagad Satria : Hanya aku dan YUnda Lia yang tahu penyebabnya, Mas….. ngapinten…
  • Bunda Lia Tiga Assalamu’alaikum semuanya aku ingin bicara dengan sahabatku… namun aku tak tau rasa benciku bercampur kangen padanya… tubuhnya membiru… berbalur buih putih yg membuatku tak menentu… aku ingin bersamanya seperti masa kecilku tetapi mengapa dirinya tega tak mau membantuku saat aku sedih karena cuaca Tahun Naga ini yg tak ber-aturan bahkan telah berbalik… kini sahabatku telah membuat hatiku tergores… kini aku marah dan ingin diam seribu basa karena kecewaku…. biarlah kenangan masa lalu akan kubuat memori indah saat2 kubercanda semasa kecilku…. kini aku benci dan sangat benci…. namun karena amanat aku tak dapat jauh darimu… tapi jangan salah nilai aku benci dan marah padamu…..
  • Yans Setiaone WAallaikum sallam warahmatulahi wabarokhatu.
  • Bunda Lia Tiga Lautku Sahabatku…. Hidup ini penuh dengan rasa…. Tahukah kamu apa artinya rasa…. Rasa itu adanya didalam jiwa… tapi mengapa sekarang dirimu??? Apa lupa dengan janji dan nasehatmu padaku… amarahku … kebencianku karena sebuah bayanganmu melintas sinis melihat tatanan…. mengapa…??? Aku benci padamu…. katakan apa salah mereka….??? Hukum aku jangan mereka… hari ini aku marah padamu karena berita itu… sungguh aku benci padamu…. sahabatku… cerminan bagi kesabaranku… tetapi mengapa kau usik tidur malamku dengan melihat sesuatu yg mengerikan itu…. AKU BERSUMPAH… apa bila ditahun ini kau buat ulah sampai mati aku benci kamu dan aku tak mau datang kerumahmu…..
  • Kozink Saputra Sugeng tengah mlm bunda.sabar ya bu..slm mlm ku bunda
  • Aring Sukaton Aq pernah menggapai tanganmu dan kau sambut ramah tanganku, walau pernah aq suudzon padamu

    Selamat malam kawan !
  • Muhammad Margo Mulyo SINI KAK.. GW YANG MATIIN ORANG NYA… TAPI TAR KIRIMIN NASI BUNGKUS YAHH KLO GW DI PENJARA.. TAPI KLO ORANG YAHH.. KLO LAWANNYA JIN GW NYERAH. WHHEHEHEEH KAPOK PERNAH DI KEJAR2 KUNTILANAK AHHAHA
  • Bunda Lia Tiga Sahabatku… dendamku padamu telah merasuk menyatu didalam sukma…. Hidup ini bukan bagaimana merasakan…. Tapi hidup ini bagaimana mengendalikan rasa… bukankah nasehat itu pernah kau ucapkan kepadaku… lalu untuk apa semua kalau hanya bencana dan petaka adanya….. Bila nafsu yang mengendalikan kehidupan…. Bagai hidup tanpa rasa…. terserah apa katamu… amarahku dendamku…. Apa artinya kau tak dapat mengendalikan rasaku yg sedang marah padamu…. kau buat hidupku terasa… risau… kau buat kehidupanku terasa resah gelisah…. karena kehadiranmu saat aku khusuk… apa yg akan kau lakukan…. ambil aku… jangan ambil mereka… cukup aku agar kau puas…. Tak tahu apa yang harus kulakukan…. Agar kau dapat bersikap yang tepat…. Belajar mengendalikan perasaan gelisahku memang sulit…. Amati semua yang kau lakukan…. sungguh aku marah padamu…..
  • Kozink Saputra Bunda aku ikut prihatin..td sy kira bunda istirahat. Tpi ternyata bunda lg meresakn kegetiran, bunda sabarlh bunda. Biarkn semua mengalir berjalan siring waktu..aku yakin semua akn jd cerah..doaku selalu bunda. Semoga semua cpt membaik. Dn dpt berkumpul guyub rukun kembali.amin.slmat pagi bunda.
  • Bunda Lia Tiga Rasakan setiap langkahmu… amatilah setiap langkahku…. mana ada kekeliruan…. dimana letak kesalahan… kurang baikkah sikapku menjalankan amanat dan mandat…???? Rasakan setiap gerak tubuhmu yg menghantar gelombang2mu…. Rasakan setiap denyut jantungku setiap kau tumpahkan air dari tubuhmu…. Rasakan setiap dengung gelombangmu…. Rasakan setiap hembusan nafasku yg hanya doa dan puja pada Yang Maha Kuasa untuk seluruh saudara / saudari2ku…. Hingga kau merasakan getaran jiwaku bagaimana jiwa ini hati ini… jantung ini… napas ini…. Hingga kau kenali diriku sepenuhnya…. adakah noda dalam mengemban amanat moyangku…. katakan….
  • Bunda Lia Tiga Amati dengan indra ghoibmu satukan dalam kalbuku…. Rasa rasa indrawi terasakan dalam badani…. Rasa sanubari menyatu dalam hati
    Semakin hidup ini kau amati…. Semakin peka semua masalah kau sikapi…. Semakin tanggap keadaan kau hadapi
    Itulah saat yang tepat… namun bukan saat2 ini dan aku mohon bila kau masih sayang padaku kita angkat janji kita angkat sumpah besok malam…. agar kita sama2 paham lega untuk bersikap yang tepat
    Pada tempat yang tepat…. agar hidup ini terasa bermanfaat untuk semua umat… mengertilah aku…. pahamilah aku…. kembalikan rasamu sahabatku….. Hidup akan berarti…. Bila rasa kan kembali…. bila besok malam kita angkat janji dan kau ingkari … kau akan tau bagaimana hati ini akan akan memutuskan tali….
  • Bunda Lia Tiga Asemmmmm bener2 asem… baru terima berita gegirisi malah ada yg mau bikin ulah sihhhhhhhhhh!!!!!
  • Kozink Saputra Wonten menopo bunda, aku masih setia disini nemenin ibu.
  • Bunda Lia Tiga Aku minta tolong untuk mas Agung Pambudi YTH blokir aku apa perlu aku yg blokir….
  • Muhamad Mukhtar Zaedin @ met pagi BundaLia,,,bagai bintang Bunda tetaplah cahaya di hati,,,
  • Syahwir Papude Dinda Bunda Lia…Selamat Pagi…Salaam Hormat, Bahagia dan Santun kanda…Semoga DIA Yang Maha Rahiim senantiasa selalu MEMBERKAHI kita…alhamdulillaah wasy syukru lillaah…
  • Jagad Satria Met pg bunda….slm hormat dn santunqu …dn mhn ijin brngkt…rahayu 3x…..
  • Aring Sukaton Lho Bunda kog minta diblokir ……….??? Akun qta adalah kekuasaan qta mau suka ato tidak terhadap yg lain ! Jika pertemanan sudah tak nyaman siapa saja boleh remove ato blokir !
    Aqpun tak segan memblokir siapa saja jika sudah tak nyaman dlm berteman !
  • Michael M Manoppo Bagus Selendangx Juga Pantaix ”BUNDA”
Iklan

Posted on Juni 11, 2013, in Syair Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: